7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh

perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, berkembang serta mendapatkan laba. Perusahaan harus mempelajari apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen agar usahanya terus berjalan. Pemasaran adalah proses sosial dan dengan proses itu individu dan kelompok mendapat apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain (Kotler, 2005:10). Peter Drucker seorang pakar terkemuka mengatakan orang dapat mengangap bahwa penjualan akan selalu dibutuhkan, akan tetapi tujuan pemasaran adalah mengetahui dan memahami pelanggan dengan baik sehingga produk atau jasa itu cocok dengan pelanggan dan selanjutnya mampu menjual dirinya sendiri. Idealnya pemasaran harus menghasilkan pelanggan yang siap membeli yang dibutuhkan selanjutnya adalah menyedikan produk atau jasa tersebut. 2.1.1 Konsep Pemasaran Falsah konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Kegiatan perusahaan yang berdasar pada konsep pemasaran ini harus diarahkan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Secara khusus dapat dikatakan bahwa konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang

8

menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Swastha 1996). Dari defenisi tersebut perusahan memiliki konsekuensi seluruh kegiatan perusahaan harus diarahkan untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan mampu memberikan kepuasan agar mendapat laba dalam jangka panjang. Organisasi perusahaan yang menerapkan konsep pemasaran ini disebut organisasi pemasaran. Konsep pemasaran juga menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif dari pada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan pasar sasaran (Kotler, 2005:11). Ada tiga faktor penting pemasaran (Swastha, 1996): a. Orientasi Konsumen yang digunakan sebagai dasar dalam konsep

Pada intinya jika suatu perusahaan ingin menerapkan orientasi konsumen ini maka: 1. Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi. 2. 3. 4. Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualan. Menentukan produk dan program pemasarannya. Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan serta tingkah laku mereka. 5. Mentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitik beratkan pada mutu yang baik, harga yang murah atau model yang menarik.

9

b.

Koordinasi dan integrasi dalam perusahaan

Untuk memberikan kepuasan secara optimal kepada konsumen, semua elemen pemasaran yang ada harus diintegrasikan. Hindari adanya pertentangan antara perusahaan dengan pasarnya. Salah satu cara penyelesaian untuk mengatasi koordinasi dan integrasi ini dapat menggunakan satu orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran yaitu manajer pemesaran. Jadi dapat disimpulkan setiap orang dan bagian dalam perusahaan turut serta dalam upaya yang terkoordinir untuk memberikan kepuasaan konsumen sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. c. Mendapatkan laba melalui pemuasan konsumen.

Salah satu tujuan dari perusahanan adalah untuk mendapatkan profit atau laba. Dengan laba tersebut perusahaan bisa tumbuh dan berkembang dengan kemampuan yang lebih besar. Sebenarnya laba merupakan tujuan umum dari sebuah perusahaan. d. Stategi pemasaran

Merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan satu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Swastha “ Strategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya, sehingga dalam menjalankan usaha kecil khususnya diperlukan adanya pengembangan melelui strategi pemasarannya”. Karena pada kondisi kritis justru usaha kecillah yang mampu memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan masyarakat.

performasi dan ciri . Konsep Penjualan Konsep ini berpendapat bahwa konsumen dibiarkan begitu saja maka organisasi harus berupaya melaksanakan penjualan dan promosi yang agresif. Tugas manajeman disini adalah membuat membuat produk berkualitas karena konsumen dianggap menyuaki produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri ciri terbaik.ciri yang terbaik. 2. 3. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi yang didistribusi dengan luas. 4. . Konsep Pemasaran Konsep ini mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Konsep Produksi Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana . 2005 : 15): 1.10 Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi (Kotler. Disini tugas manajeman adalah memproduksi barang sebanyak mungkin. Konsep Produk Konsep ini mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu. karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.mana dan harganya murah.

implementasi dan pengendalian dari program .faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. keinginan dan kepentingan pesar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien dari pada para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor . perencanaan. Konsep Pemasaran Global Pada konsep global ini. Jadi dapat diartikan bahwa manajemen pemasaran adalah analisis perencanaan.tujuan organisasi.program yang dirancang untuk menciptakan.11 5. membangun dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. 6.2 Pengertian Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Sedangkan manajemen adalah proses perencanaan (Planning). pergerakan (Actuating) dan pengawasan (Controling). Tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan. membangun dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan . pengorganisasian (Organizing). Konsep Pemasaran Sosial Konsep ini berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan. menurut Kotler dan Amstrong pemasaran adalah analisis. dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan. . penerapan. 2.

2005: 10). proses perencanmaan merupakan suatu proses yang selalu memandang kedepan atau pada kemungkinan masa akan datang termasuk dalam pengembangan program. barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan .kurangnya satu pihak dari pertukaran potensial memikirkan cara untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain sesuai dengan yang diinginkan. Dengan demikian manajemen pemasaran dapat diartikan : Proses perencanaan. 2. Dalam manajemen terdapat fungsi penganalisaan. Manajemen pemasaran dapat diterapkan pada semua bidang usaha. perencanaan.pihak yang terkait. pelaksanaan atau penerapan serta pengawasan. promosi serta penyaluran gagasan. jasa dan gagasan yang tergantung pada pertukaran dengan tujuan menghasilkan kepuasan bagi pihak . pelaksanaan pemikiran. pelaksanaan dan pengendalian yang mencakup barang. Defenisi ini mengakui bahwa manajemen pemasaran adalah proses yang melibatkan analisa. kebijakan dan prosedur untuk mencapai tujuan pemasaran.tujuan individu dan organisasi (Kotler.12 Penaganan proses pertukaran memerlukan waktu dan keahlian yang banyak. penetapan harga. Tahap perencanaan merupakan tahap yang menentukan terhadap kelangsungan dan kesuksesan suatu organisasi pemasaran.3 Pengertian Marketing Mix Salah satu konsep utama dunia usaha adalah kebijakan bauran pemasaran dimana merupakan kombinasi dari empat variabel yang inti dari sistem pemasaran perusahaan dan dapat digunakan perusahaan untuk menjangkau konsumen sebagai . Manajeman pemasaran akan terjadi apabila sekurang . perencanaan.

Perusahaan harus dapat menetapkan bauran pemasaran dengan tepat pada segmen pasar yang diinginkan agar tingkat penjualan dapat tercapai. tetapi juga harus mengkoordinasikan berbagai macam elemen dari variabel bauran pemasaran secara tepat. kemasan.13 sasaran pasarnya.benar disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.1 Produk Dari bauran pemasaran produk merupakan elemen yang penting sebab dengan produk badan usaha dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. 2005). menyebabkan kombinasi dari keempat faktor tersebut banyak sekali. jaminan serta pelayanan yang diberikan sebagai unsur tersebut tidak ikut menentukan nilai dari produk sebagai pemenuh kebutuhan konsumen. Variabel . Marketing Mix is the set of the marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the target market. Pengertian produk tidak hanya sekedar bentuk fisik seperti dapat diraba dan nyata tapi juga mencakup sifatnya yang nonfisik seperti merek. ukuran. Maksudnya adalah sejumlah alat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan objek pemasaran atau target pasar yang dituju (Kotler. oleh katrena itu penggunaannya harus benar . Perbedaan bauran pemasaran yang dijalankan oleh setiap perusahaan.4. 2.4 Elemen Marketing Mix 2. .variabel dalam bauran pemasaran perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan agar perusahaan dapat melakukan tugas pemasaran seefektif mungkin. faktor faktor yang dapat dikendalikan tersebut saling ketergantungan sangat besar. Jadi perusahaan tidak hanya sekedar memilih kombinasi yang terbaik saja.

Contohnya pada toko roti selain menyediakan roti juga menyediakan berbagai minuman. Consistency Produk yang sudah sesuai dengan keinginan konsumen tetap dijaga keberadaannya dengan cara menjaga kelengkapan. d. digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan ( Kotler. c. Variety Kelengkapan produk yang dijual dapat mempengaruhi pertimbangan konsumen dalam memilih suatu toko atau departemen store. Depth Merupakan macam dan jenis karakterstik dari suatu produk misalnya baju yang dijual di departemen strore tidak hanya satu merek saja seperti crocodele tetapi juga tersedia merek . Balance Berkaitan erat dengan usaha untuk menyesuaikan jenis dan macam produk yang dijual dengan pasar sasaran. 2005). kualitas dan harga dari produk yang dijual. With or Breath Tersedianya produk .merek lainnya.14 Produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan kepasar untuk diperhatikan. diperoleh. . e. b. Faktor .faktor yang dipertimbangkan oleh suatu toko atau departemen store dalam memilih produk yang dijualnya yaitu: a.produk pelengkap dari produk utama yang ditawarkan.

Produk household Produk yang berkaitan dengan alat .lain. 3. Produk health food atau medicine Produk yang berkaitan dengan makanan kesehatan dan obat yang dapat dijual bebas. Produk home care Produk yang berkaitan dengan detergen atau pewangi lantai dan sejenisnya. Tujuan pengelompokan ini untuk memudahkan pemilik dan pengelolah usaha atau costumer dalam mencari produk yang diinginkan saat didispaly. sabun mandi. 4. pasta gigi dan lain . 2. khususnya dalam usaha retail minimart atau kelontong. Produk stasionary Produk ini meliputi semua ATK (alat tulis kantor) apapun bentuk dan jenisnya. 5. . 2010): 1. Pengelompokan tersebut diklasifikasikan sebagai berikut (Arif Rahman. biasanya dikelompokkan berdasarkan fungsi dan sifat produknya.15 Produk barang dagangan. Produk personal care Produk yang berkaitan dengan atribut personal seperti deodorant.alat rumah tangga khususnya dapur dan kamar mandi mulai dari peralatan memasak sampai dengan alat kebersihan kamar mandi.

Reliable adalah kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan handal dan akurat. Empathy adalah mampu mendengarkan dan berkomunikasi dengan baik serta memahami kondisi pengguna jasa.2 Price Merupakan variasi bauran pemasaran kedua setelah produk. 2. e. Dalam penetapan harga jual. Harga adalah sesuatu yang dirasakan oleh penjual bahwa itu cukup berharga dalam bentuk uang kepada pembeli (Kotler. c. 2005). Sasaran penetapan harga terdiri atas: 1. b. penyalur dan pesaing. . Responsiveness adalah berhasrat membantu pelanggan dan menyediakan pelayanan yang cepat dan tepat. Assurance adalah pelayanan yang menyakinkan berupa penguasaannya terhadap ilmu pengetahuan yang berkait dengan bidang serta ramah. d. Tangible adalah tampilan yang merupakan penmampakan fasilitas fisik peralatan dan personil. Berorientasi pada penjualan dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan dan mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar.4.16 Ada lima dimensi dari kualitas pelayanan (Pasuraman. 1995): a. 2. Harga dalam bauran pemasaran disatu sisi menunjukkan pendapatan dan disisi lain menunjukkan biaya. badan usaha harus memperhatikan berbagai pihak antara lain adalah konsumen. Berorientasi pada laba dengan tujuan untuk mencapai target laba dan memaksimalkan laba.

perubahan distribusi yang kecil dari perubahan pendapatan. 4. 6. Market skimming pricing: jika ada sekelompok pembeli yangg bersedia membayar dengan harga yang tinggi terhadap produk yang ditawarkan. dengan syarat pasar cukup sensitif terhadap harga. kenaikan harga tidak membahayakan persaingan. Current revenue pricing: penetapan laba untuk pendapatan maksimal maksudnya penetapan harga yang tinggi untuk memperoleh revenue yang cukup agar uang cepat kembali. Target profit pricing: harga berdasarkan target penjualan pada periode tertentu.17 3. maka perusahaan akan menetapkan harga yang tinggi walaupun kemudian harga tersebut akan turun syaratnya adalah: jumlah pembeli yang cukup banyak. . biaya produksi dan distribusi turun jika produksi naik dan jika harga turun maka pesaing sedikit. Berorientasi pada status quo dengan tujuan untuk menstabilkan laba dan menagkal persaingan. 5. Profit miximizing pricing (maksimalisasi keuntungan) meningkatkan keuntungan. Market share pricing: penetapan untuk merebut pangsa pasar dengan harga yang rendah maka diharapkan pasar akan dikuasai. 2. 3. 2010 : 92 ) : 1. Promotional pricing: penetapan harga suatu produk dengan maksud untuk mendorong penjualan produk lain. Tujuan dari penetapan harga ( Arif R.

145 ): 1. Pelaku bisnis kecil jarang menetapkan dirinya sebagai pemimpin harga. Artinya sebuah perusahaan atau unit bisnis memfokuskan pada peningkatan pangsa pasar dengan menetapkan harga barang atau jasanya lebih rendah daripada harga normal. Strategi ini mengasumsikan konsumen tertentu akan membayar pada harga produk. 2. perlahan kemudian akan diturunkan sampai dengan level yang kompetitif atau sesuai dengan harga pasar. Penetration Price Merupakan strategi pendekatan pemasaran yang menetapkan harga harga lebih rendah dari harga normalnya dengan tujuan untuk mempercepat penetrasi atau penerimaan pasar pada produk yang ditawarkan. Jika kemudian pesaing menganggap penetapan harga dari bisnis kecil tidak penting. baik barang maupun jasa dengan tingkat yang tinggi tersebut maka produk akan dianggap bernilai prestisius. 2010:132 . 3.18 Selain itu strategi penetapan harga juga sangat penting yang terbagi atas ( Arif R. Strategi pemasaran dengan menetapkan harga yang tinggi dalam waktu terbatas. Strategi jangka panjangnya adalah untuk mempercepat penerimaan pasar atau meningkatkan pangsa pasar yang sudah ada. . Skimming Price Berbanding terbalik dengan penetration price dimana menetapkan harga pada tingkat tertinggi dalam waktu tertentu. Follow the Leader Penerapan harga menurut pemimpin pasar dengan menjadikan pesaing sebagai model dalam menetapkan harga barang atau jasa.

19 mereka memperbolehkan terciptanya perbedaan tersebut muncul namun tidak jarang pesaing yang justru menilai perbedaan penetapan harga ini akan menjadi ancaman langsung. sedangkan permintaan pembeli cenderung berubah dikemudian hari sehingga strategi ini menawarkan pendekatan pemasaran dengan . Bahkan meskipun mereka memperlihatkan harga yang sama. Follow the leader price yang menciptakan reaksi dari para pesaing adalah faktor kritis dalam menentukan kapan harus memotong harga dari harga yang sedang berlaku. Kelonggaran yang dibuat untuk beberapa alasan termasuk pengetahuan dan daya tawar menawar seseorang konsumen dengan penjual. Variable Price Sebuah unit bisnis menetapkan strategi harga variabel untuk menawarkan kelonggaran harga pada konsumen tertentu. dengan kata lain variable price adalah pendekatan pemasaran dengan menetapkan lebih dari satu harga produk atau jasa dengan tujuan menawarkan harga pada konsumen tertentu. sehingga mereka mengurangi harga produk mereka. 4. Dalam beberapa bidang bisnis banyak perusahaan yang menetapkan daftar harga dalam dua bagian yakni harga standar dan harga dengan kelonggaran bagi pembeli tertentu. Peak Load Price atau Flexible Price Sedikit berbeda dengan variable price pendekatan ini dapat digunakan jika jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan sangat terbatas. 5.

6. 8. Tingkat persediaan dari lini produk yang berbeda tergantung pada tingkat pendapatan da keinginan memebeli para konsumen. Strategi ini menentukan beberapa harga yang berbeda yang memiliki item serupa dari barang dagangan eceran yang ditawarkan untuk dijual. Metode ini bukan sekedar menurunkan harga. 7. Price Lining Adalah pendekatan pemasaran dengan menetapkan beberapa tingkat harga barang dagangan yang berbeda.benar menjadi perusahaan berbiaya rendah tanpa mengurangi mutu dan dengan menurunkan harganya mampu menarik sejumlah pelanggan yang menyadari nilai. Strategi penetapan ini memiliki keuntungan untuk menyederhanakan pilihan bagi konsumen dan mengurangi persedian minimum yang diperlukan. . Harga Berdasarkan Nilai Yang Diyakini Metode ini menggunakan pendekatan yang sama yakni perusahaan mendasarkan harga produknya pada nilai yang diyakini. Tapi Kotler menyampaikan bahwa metode ini merupakan masalah rekayasa operasi perusahaan untuk benar . Penetapan Harga Nilai Pendekatan ini menetapkan harga pada tingkat yang dapat diraih yang dianggap pembeli merupakan nilai dari produk tersebut.20 penetapan harga yang berbeda untuk mencerminkan perbedaan dalam permintaan konsumen.

3 Distribution Saluran distribusi merupakan suatu jalur yang dilalui oleh arus barang barang dari produsen keperantara dan akhirnya sampai kekonsumen. tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi distribusi. seperti perantara pedagang atau perantara agen. Gambar 2. 2010:259) perantara tidak harus sebuah lembaga tapi bisa juga individu yang menjalankan kegiatan khusus dibidang distribusi.1 Saluran distribusi tanpa perantara Produsen Produsen Produsen PEMBELI AKHIR Sumber: Arif R.4.21 2. Demikian halnya dengan badan usaha harus memperhatikan penggunaan saluran distribusi dalam rangka mencapai keberhasilan strategi pemasaran. 2010:260 . salah satu tujuan dari saluran distribusi adalah agar konsumen dapat dengan mudah memperoleh dan membeli produk yang dihasilkan oleh badan usaha. Berbicara tentang perantara (Arif Rahman.

Dari perantara ke pembeli 1x10=10 Maka total transaksi terjadi sebanyak 13 kali artinya jauh lebih efisien. Dari produsen ke perantara 3x1=3 2.. Biaya distribusi yang kemudian mempengaruhi harga jual produk.22 Gambar 2. perantara. tergantung posisi sebagai pebisnis. Berbicara tentang saluran ditribusi terbagi atas dua (Arif R.2010: 260 Jika tidak menggunakan perantara maka transaksi bisa terjadi sebanyak 30 (3x10). Misalnya antara pedagang.2 Saluran distribusi dengan perantara Produsen Produsen Produsen Perantara PEMBELI AKHIR Sumber : Arif R .2010:261) : . namun jika menggunakan perantara: 1. penjual grosir dan pengecer (retailer) berbeda berdasarkan panjang saluran distribusinya.

Produsen bisa menjual barang yang dihasilkan melalui pos atau door to door kerumah konsumen. Saluran Distribusi Pasar Konsumen Gambar 2. Produsen => Pengecer => Konsumen . 2.3 Saluran distribusi ( Arif R.23 a. Hal ini kemudian disebut dengan penjualan langsung atau dirrect selling. tanpa menggunakan perantara. Produsen => Konsumen Merupakan saluran distribusi yang paling pendek dan sederhana. 2010 : 261 ) Pasar Konsumen Produsen Konsumen Produsen Produsen Konsumen Produsen Produsen Produsen Konsumen Produsen Agen Produse n Produsen Konsumen Produsen Produsen Produsen Konsumen 1.

24 Saluran distribusi ini juga merupakan saluran distribusi langsung dalam hal ini pengecer besar langsung melakukan pembelian kepada produsen. dalam hal ini produsen hanya melayani pedagang besar. 3. Sasaran penjualan agen biasanya para pengecer besar. Itulah sebabnya disebut dengan saluran distribusi tradisional. Produsen => Pedagang Besar => Pengecer => Konsumen Pola ini adalah saluran distribusi yang paling umum dan banyak dilakukan sekarang..4 Saluran Pasar Industri (Arif R. Produsen => Agen => Pengecer => Konsumen Dalam pola ini produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Saluran Distribusi Pasar Industri Gambar 2. Produsen => Agen => Pedagang Besar => Pengecer => Konsumen Pola ini produsen justru menyerahkan kepada agen terlebih dahulu untuk kemudian oleh agen disalurkan kembali kepedagang besar. Agen adalah lembaga yang melaksanakan perdagangan dengan menyediakan jasa atau fungsi khusus yang berhubungan dengan distribusi barang tapi tidak memiliki hak atas barang tersebut. b. 5. 4.2010:263) Pasar Industri Produsen Segmen pasar industri Produsen Distributor Segmen pasar industri .

barang seperti jenis perlengkapan operasi atau barang aksesori. Cara penentuan jumlah distribusi yang digunakan dibedakan menjadi tiga yaitu (Philip Kotler dan Gary. Produsen => Distributor Industri => Pemakai Industri Biasanya digunakan pada saluran barang .25 Produsen Agen Distributor Segmen pasar industri Produsen Agen Segmen pasar industri 1. 3. 1996:23): . 2. 4. Produsen => Pemakai Industri Merupakan saluran distribusi yang paling pendek dan sederhana tanpa menggunakan perantara dan juga merupakan distribusi langsung (kapal dan pesawat terbang). Produsen => Agen => Distribusi Industri => Pemakai Industri Saluran ini biasanya digunakan dengan pertimbangan bahwa unit penjualannya terlalu kecil untuk dijual langsung. Produsen => Agen => Pemakai Industri Saluran ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang tidak memiliki departemen pemasaran atau hendak memasuki pasar baru.

Penyalurannya banyak terutama pengecer. b.4.26 a. c. Invinitive Distribution Saluran distribusi yang digunakan relatif panjang dan jumlah penyalurannya. Cara ini banyak digunakan untuk menyalurkan produk jenis shopping goods dan Specialty goods saluran selective ini untuk meniadakan penyalur yang tidak menguntungkan dan meningkatkan volume penjualan dengan jumlah yang terbatas. cara ini biasanya digunakan oleh produk jenis convinence goods. Exclusive Distribution Saluran distribusi yang dilakukan dengan menetapkan satu pedagang besar atau agen tertentu biasanya digunakan untuk menyalurkan jenis barang yang memerlukan pelayanan saat pembelian atau jenis specialty goods. Selective Distribution Saluran distribusi yang digunakan relatif pendek dengan cara memilih beberapa pedagang besar atau retailer yang terbatas.Mengandung arti bahwa promosi merupakan kegiatan atau aktifitas untuk . 2.4 Promotion Promosi merupakan bauran pemasaran yang keempat dimana badan usaha dalam membuat produk tersebut muda didapat oleh konsumen maka badan usaha harus menginformasikan produknya kepada konsumen dan menyakinkan konsumen bahwa produk tersebut dapat memberikan keputusan yang mereka inginkan. Promosi menurut Kotler (2005) adalah sebagai berikut: Promotion means activities communicate the merit of the product and persuade target costumer to buy”.

4.ide. jasa. Periklanan Segala bentuk presentasi non personal dan promosi ide. Penjualan Terdiri dari kumpulan kiat insentif yang berbeda .2000) yaitu: 1. ide . Hubungan Masyarakat Perusahaan tidak hanya harus berhubungan secara konstruktif dengan pelanggan.27 menyampaikan kegunaan suatu produk dan mempengaruhi konsumen sasaran untuk membeli. . Penjual Personal Yang paling efektif dalam tahap . Ada empat alat utama promosi (Kotler.tahap berikut dari proses pembelian terutama dalam membentuk preferensi pembeli. barang atau jasa melalui media tertentu yang dibayar oleh sponsor tertentu. 3. keyakinan dan tindakan. pemasok dan penyalur tetapi juga harus berhubungan dengan kumpulan kepentingan publik yang besar.orang tentang produk suatu organisasi atau perorangan. dan atau mengingatkan orang . 2.beda kebanyakan berjangka pendek. membujuk. citra. keterlibatan dalam kelompok atau pengaruh yang kuat dalam masyarakat. dirancang untuk mendorong pembelian lebih besar dari pada suatu produk atau jasa tertentu oleh konsumen atau perdagangan tersebut. Evans dan Berman (1995:40 ) mengartikan promosi adalah setiap bentuk dari komunikasi yang digunakan untuk menginformasikan.

4. biasanya penjualan kredit ditujukan kepada para penyalur. Pameran . . Undian dan Pemberian Kupon Cara ini banyak digunakan dan sanggup menarik para konsumen. Potongan Harga Biasanya dilakukan pada tahap perkenalan harga diturunkan sedemikian rupa sehingga konsumen terangsang untuk membelinya.pameran Dapat dilakukan saat keramaian.cuma. 2. Biasanya disertai penjualan murah atau potongan harga.28 Cara promosi ada beberapa bagian ( Arif R. perayaan dan bazar sebagai upaya memperkenalkan kepada khalayak luas. 2010 : 220 ): 1. Pemberian Contoh Barang Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan barang secara gratis dengan harapan calon konsumen mengenal lebih dekat dan mencoba memilikinya dengan cuma . Penjualan Kredit Pembayaran dilakukan secara berangsur sehingga pembeli merasa mendapatkan keringanan. 3. 5.

Personal Selling Bentuk presentasi lisan dalam sebuah percakapan dengan satu atau beberapa calon pembeli dengan tujuan untuk mencapai kesepakatan pembelian. . 2003). pertunjukan dan demonstrasi. 2.5 Pengertian Bauran Pemasaran Eceran Usaha eceran merupakan kegiatan yang menyangkut penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen untuk penggunaan pribadi dan nir bisnis (Kotler dan Amstrong.lain. Promosi dapat saja merangsang pelanggan mengunjungi toko. 2005). Bentuk promosi penjualan antara lain dengan pemberian sampel dan kupon hadiah. pelayanan oleh sebuah sponsor tertentu. dapat dilakukan melalui berbagai media TV. Sales Promotion Merupakan aktifitas yang dapat merangsang konsumen untuk membeli yang meliputi display. surat kabar dan lain . radio. b.29 Selain itu ada tiga macam alat promosi yang biasa digunakan oleh pengecer yaitu: a. Advertising Segala bentuk presentasi non personal dan promosi dari barang barang. pameran. tetapi penampilan atau penataan produk oleh pengecer akan membuat perbedaan pada tingkat penjualan (Gilbert. Cara ini biasa dilakukan dengann menggunakan tenaga wiraniaga. c.

melalui rangsangan pembelian atau dengan mengingatkan si pembeli apa yang akan didapat berdasarkan slogan produk tersebut (Samuel. baik dalam jumlah besar atau kecil (Newman. memperlengkapi pameran yang akan meningkatkan penyajian produk dan menggugah minat beli. retailer lebih lanjut adalah segala bisnis apapun yang penetapan bisnisnya diarahkan untuk memasarkan usaha kearah konsumen akhir untuk tujuan menjual barang .6 Pengertian Retail Penjualan eceran adalah pelaku bisnis menjual barang .30 Visual merchandising terdiri dari visual materials dan window displays.2006).barang atau jasa.barang atau melayani kepada konsumen akhir. Maksudnya adalah ritel merupakan suatu rangkaian. Visual merchandising adalah suatu presentasi non personal dan pameran barang dagangan dengan penjelasan lebih rinci. meningkatkan penambahan penjualan. It does this by organizing their avability on a relatively large scale and supplying them to consumers on relatively small scale. 2002). Perusahaan membutuhkan jasa retailer karena retailer dapat menciptakan nilai tambah dari barang dan jasa yang dibuat oleh perusahaan tersebut . penciptaan nilai tambah dari retailer karena retailer dapat (Levy : 2009): . dimana ritel sebagai suatu penyalur produk kepada konsumen akhir. Pendekatan ini untuk mendapatkan kepastian mengenai penampilan produk secara optimal. melengkapi kegiatan penjualan dan informasi produk seperti dengan brosur dan poster . Retail adalah semua usaha bisnis yang mengarahkan secara langsung kemampuan pemasarannya untuk memuaskan konsumen akhir berdasarkan organisasi penjualan barang dan jasa sebagai inti dari distribusi (2003:6) Retailing si the set of activities that market products or services to final consumers for their own personal hausehold user. 2.poster menjamin ketersediaan barang.

Menyediakan jasa penjualan Retailer menyediakan penjualan seperti pengunaan kartu kredit. Menyimpan inventory Retailer dapat menyimpan barang dengan kuantitas yang cukup agar konsumen dapat membelinya ketika dibutuhkan. b. Keanekaragaman jenis barang dapat meningkatkan keinginan konsumen berbelanja di toko tersebut. maka konsumen dapat mencari bermacam . Menjual dalam jumlah yang sedikit Untuk mengurangi biaya transportasi. perusahaan mengirim barang ke retailer dalam jumlah yang besar.31 a. Konsumen dengan keterbatasan ruang penyimpanan akan kesulitan apabila membeli barang dalam jumlah banyak seperti daging atau makanan beku. hal ini memungkinkan konsumen untuk membeli barang pada saat ini dan membayarnya bulan depan.macam jenis barang di toko retail. c. Oleh karena itu konsumen dapat membeli dalam jumlah sedikit karena mengetahui retailer memiliki stok barangnya. Menyediakan berbagai jenis barang dan jasa Karena retailer mengambil barang dari berbagai jenis perusahaan. . d. Selanjutnya retailer yang akan membaginya dalam jumlah yang lebih sedikit yang kemudian baru akan dijual kekonsumen.

1998 : 132) Chain Store Organisasi bermata rantai terdiri dari outlet . sementara mata rantai lain memiliki ratusan bahkan ribuan outlet. data payroll.produk mereka.toko mereka.komputer canggih untuk pencatatan dan tujuan tujuan lainnya. advertising.kantor pusat. Fungsi . Tipe Kepemilikan Toko Retail (Thoyib.outlet dibawah kepemilikan biasa. Beberapa mata rantai hanya memiliki beberapa outlet. dilihat dari segi ekonomi dan manajemen yang tersentralisir. cahin store juga memiliki departemen . belum lagi kekuatan keungannya maka chain store dapat memanfaatkan komputer . maka toko bermata rantai ini memiliki suatu keuntungan yang nyata dalam mengiklankan produk . Sedangkan kelemahan dari chain store yaitu berupa sentralisasi kontrol menyulitkan mereka untuk merespon terhadap perubahan lokal yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan para konsumen. pencatatan dan perencanaan) dikontrol oleh kantor .fungsi utama dari suatu rantai (pembelian. pemekerjaan. Adapun keunggulan dari Chain store adalah dilihat dari segi barang biassanya setiap chain store menjual barang yang serupa maka toko ini membeli barang dalam jumlah yang besar dan karenanya dapat menjual dengan harga yang lebih rendah dari pada retail .departemen kepegawaian yang bertanggung jawab untuk mempekerjakan dan mentraining para pekerja untuk toko . pencatatan konsumen.7 1.32 2. peralatan dan teknik digunakan dalam pengontrolan inventory.retail kecil. sentralisasi juga mengakibatkan tekanan pada top manajemen . forecasting penjualan dan analisa kredit.

namun biasanya hanya memiliki satu outlet tidak seperti toko bermata rantai yang dikontrol oleh suatu perusahaan induk. Produsen .toko retailnya sendiri. Hal ini menghilangkan kebutuhan untuk melibatkan agen . toko independen ini memiliki manajemen sendiri. Independen Tipe kepemilikan retail yang paling umum adalah toko yang dimiliki secara independen.masalah yang sulit ditahun .masalah dan ketidakefesienan di toko toko anak cabang yang tersebar diberbagai tempat dengan cepat. Toko ini paling banyak dijumpai di Amerika dan toko ini memberi kontak kontak pribadi kepada para konsumen dan perhatian secara utuh diberikan oleh pemilik kepada toko tersebut. meskipun tipe bisnis ini hanya merupakan propriethorship tunggal suatu patnership atau suatu perusahaan. Disisi lain biaya investasi yang tinggi dan kesulitan .produknya. 4.33 untuk dapat merespon masalah .Retailer Dalam tipe kepemilikan seperti ini. Kelemahan toko ini yaitu toko akan menghadapi masalah . pihak produsen mengoperasikan toko . yang hanya memasukkan perusahaan perusahaan besar.kesulitan operasional menghalangi beberapa retailer untuk terikat dalam pemproduksian dan sebaliknya.tahun mendatang karena toko . 3. Departemen Sewaan .agen dalam proses distribusi dan memberi kepada produsen retailer suatu kontrol yang absolut atas distribusi dari produk . 2.toko ini harus bergantung pada kemampuannya sendiri untuk menghasilkan uang.

yang mendirikan departemen departemen mereka sendiri dalam toko tersebut. departemen store dan toko . b. Kebutuhan ini muncul ketika seorang pelanggan ingin meningkatkan kepuasan yang berbeda dengan tingkat kepuasan yang dirasakan saat ini. d. pada saat itulah ia berada pada tahapan pengenalan kebutuhan. pelanggan berada pada tahapan mengevaluasi alternatif alternatif yang telah ditetapkan oleh pelanggan. Ketika pelanggan menyadari adanya kebutuhan yang belum terpuaskan. 2.34 Merupakan jenis toko yang menjual barang berpotongan harga. ia mungkin mencari informasi tentang suatu ritel atau produk untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka. Pengenalan Kebutuhan Proses belanja muncul ketika orang menyadari bahwa mereka mempunyai suatu kebutuhan yang tidak terpuaskan.8 Proses Belanja Pelanggan Pada Retail Beberapa tahapan dalam proses belanja pelanggan (Christina Whidya Utami. c. Menentukan pilihan .toko yang menjual barang khusus menyewakan ruangan kepada para retailer yang lain (penyewaan). Evaluasi atas berbagai alternatif Setelah pertimbangan berbagai faktor sebagai hasil dari proses pencarian informasi.2006) sebagai berikut: a. Pencarian informasi Setelah pelanggan mengidentifikasi suatu kebutuhan.

pencarian alternatif. e. Proses belanja secara lebih detail dapat dilihat dalam gambar. Setelah berbelanja.35 Setelah mengevaluasi berbaga alternatif yang telah ditetapkan oleh pelanggan. keputusan pembelian dan evaluasi perilaku purna beli.9 Keputusan Pembelian Konsumen Perilaku konsumen yang teramati dari perilaku pembelian konsumen merupakan salah satu tahap dari proses pembuatan atau pengambilan keputusan konsumen (Consumer Decision Making). Evaluasi belanja Proses belanja tidak berakhir ketika pelanggan membeli suatu produk. Proses tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: . maka pelanggan berada pada tahapan menentukan pilihan ritel mana yang akan dipilih. Transaksi belanja Ketika konsumen telah memilih ritel yang akan dikunjungi maka konsumen akan melakukan transaksi pembelian pada ritel tersebut. 2. Kepuasan adalah evaluasi pasca konsumsi tentang seberapa baik suatu toko atau produk memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. evaluasi alternatif. Proses pengambilan keputusan konsumen meliputi serangkaian kegiatan mulai dari identifikasi kebutuhan. pelanggan menggunakan produk itu dan kemudian mengevaluasi pengalaman ini untuk menentukan apakah produk ini memuaskan atau tidak. f.

Jika ketidaksesuaian melebihi tingkat atau lambang tertentu kebutuhan akan dikenali. Pencarian Informasi . Pengenalan Kebutuhan Pengenalan kebutuhan pada hakikatnya tergantung pada banyaknya ketidaksesuaian antara keadaan aktual dengan keadaan yang diinginkan.google.36 Gambar 2.5 Proses Keputusan Pembeli Identifikasi Masalah Pencarian Alternatif Evaluasi Alternatif Keputusan Beli Evaluasi Perilaku Purnabeli Sumber : Kotler. 1994:193 ( www. b.com ) a. Misalnya seorang yang lapar (keadaan actual) dia ingin menghilangkan perasaan itu (keadaan yang diinginkan) akan mengalami pengenalan kebutuhan jika ketidaksesuaian diantaranya cukup besar.

secara terus menerus menarik bagi konsumen.banyaknya. penting bagi konsumen. Konsumen memiliki tingkat keterlibatan tinggi pada produk jika produk tersebut menimbulkan resiko. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mencari lebih banyak informasi dalam pengambilan keputusannya yaitu: 1. Pengetahuan produk yang rendah. mempunyai daya tarik emosional dan dapat diidentifikasi pada norma kelompok. Jika konsumen memiliki keterlibatan yang tinggi dalam pembelian produk maka konsumen akan lebih banyak mencari informasi sebelum melakukan pembelian. Konsumen tidak membeli suatu produk jika produk tersebut tidak memuaskan kebutuhannya. Keterlibatan konsumen yang tinggi.37 Setelah konsumen menyadari adannya masalah kebutuhan dan kebutuhan tersebut dirasa sangat mendesak untuk dipenuhi maka konsumen akan mencari alternatif dari berbagai pemuas kebutuhan yang potensial. Jika konsumen kurang memiliki informasi tentang produk yang akan dibeli maka konsumen cenderung mencari informasi sebanyak . sehingga konsekuansinya pencarian yang didasari dengan tujuan untuk menemukan tentang produk dan segala sesuatu yang berkaitan dengan produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya seseorang yang akan membeli komputer seri terbaru maka ia cenderung mencari informasi yang lebih banyak dari . 2.

Harga produk mahal. 3. Misalnya furniture memilki beberapa merek. semakin tinggi probabilitas pencarian informasi. Konsumen akan memiliki keterlibatan tinggi akan secara aktif mencari informasi dan memprosesnya untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan. Semakin tinggi harga produk.38 pada kalau ia akan membeli komputer seri lama yang pernah ia beli. Jika produk memiliki perbedaan secara subtantial maka pencarian informasi akan semakin banyak. karena mereknya beragam maka desain dan kualitasnyapun seragam. 5. 4. Terdapat perbedaan produk. c. Konsumen yang memiliki banyak waktu memungkinkan untuk mencari informasi yang lebih banyak dari pada konsumen yang memiliki tekanan waktu. Tersedia banyak waktu atau tidak ada tekanan waktu. Pemrosesan informasi tergantung tingkat keterlibatan konsumen. maka pencarian informasi akan lebih banyak dilakukan. . Evaluasi Alternatif Segera setelah atau bersamaan dengan diperolehnya informasi maka konsumen akan melakukan pemrosesan informasi untuk mengevaluasi alternatif yang ada dan memilih satu atau beberapa alternatif yang terbaik. Konsumen yang memiliki keterbatasan waktu akan lebih sedikit atau bahkan tidak melakukan pencarian informasi dan hanya akan menggunakan informasi yang ia miliki untuk melakukan pembelian.

Kepuasan merupakan suatu fungsi dari dekatnya antara harapan dari pembelian suatu produk dengan kemampuan produk tersebut dalam memuaskan keinginan pemakai. maka konsumen tersebut akan merasa terpuaskan. Keputusan Membeli Pada tahap evaluasi. Budaya ini . e. 1.norma yang dimiliki seseorang yang kemudian membentuk atau mendorong keinginan dan perilakunya menjadi seseorang konsumen.39 d. Proses keputusan memilih barang atau jasa dan lain . Evaluasi Perilaku Purnabeli Setelah membeli suatu produk. maka konsumen akan merasa tidak puas dan rugi. Faktor budaya Budaya adalah faktor mendasar dalam pembentukan norma . konsumen akan mengalami beberapa tingkat kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan. Namun demikian apakah konsumen pada akhirnya membeli atau tidak dipengaruhi oleh sikap orang lain dan faktor keadaan lain yang tidak terduga. Jika kemampuan produk yang dibeli sesuai dengan yang diharapkan.lainnya itu dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor pribadi internal dalam dirinya sendiri. Jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya. Ketidakpuasan inilah yang dapat menyebabkan konsumen akan ganti produk. konsumen membentuk preferensi terhadap produk serta merek yang menjadi pilihanya.

hal yang dipelajari dari keluarga. Faktor teknologi a. Nilai . d. . c. Alat rumah tangga. b.nilai adalah norma yang dianut masyarakat Persepsi adalah cara pandang pada sesuatu Preferensi adalah rasa lebih suka pada sesuatu dibandingkan dengan lainnya. tetangga. b. mobil dan motor bertambah dari tahun ketahun berikut kecanggihan teknologinya yang bertambah dari tahun ketahun. teman guru dan tokoh . 2. b. Keluarga faktor ini juga penting dalam mempengaruhi dalam memilih suatu barang dan jasa.tokoh masyarakat yang meliputi: a. peran seseorang di masyarakat atau diperusahaan akan mempengaruhi pola tindakannya dalam membeli barang dan jasa. c.40 meliputi hal . merupakan pasar ritel yang besar karena perkembangan yang semakin pesat. Peran dan status. Behaviour (tindak tanduk) Faktor sosial a. Reference group adalah kelompok mempengaruhi anggotanya dalam membuat keputusan pembelian sesuatu barang atau jasa meskipun ada pengecualian pada sebagian orang. Transfortasi pribadi. 3.

Fokus pada konsumen Temukan apa yang mereka mau dan berikan!. baik untuk dinikmati diri sendiri maupun keluarga. 2.service mempunyai faktor perlipatgandaan dalam penjualan. Ada beberapa cara untuk meraih isi dompet konsumen ( Mesvahra 2010:112) : 1. Terapkan model bisnis swalayan (self . Tajamkan penawaran anda sehingga anda mendapatkan positioning dibenak konsumen. . profit. Buatlah kondisi toko retail anda sesuai dengan target konsumen anda. discount store. yang dipercaya konsumen bisa menjadi payung untuk keseluruhan strategi multiformat anda. Internet dan seluler kemajuan teknologi komputer pribadi. Mereka yang menerapkan model bisnis self . 3. Kekuatan merek ritel anda. telepon seluler meningkatkan pasar hardware. Multiformat Pemain harus bermain multiformat untuk menangkap pasar secara maksimal.service) Impulse purchase atau pembelian tidak direncanakan adalah DNA bisnis ritel kedelapan.41 c. d.lain. Audio Visual. telah menjadi produk pemikat perorangan sejak puluhan tahun lalu. personal care dan lain . Peritel dapat memilih format yang cocok. kepuasan pelanggan dan loyalitas. Selalu telaah tren jenis produk (assortment) harga dan bentuk promosi. minimerket. Ada supermarket.

c.42 2. d. Keputusan Konsumen: Pengenalan Kebutuhan Pencarian Informasi Evaluasi Alternatif Keputusan Membeli Evaluasi Perilaku Purna Beli Hasil Penelitian Gambar 2.10 Kerangka Fikir PT. b.6 . Alfamart Marketing Mix Produk Price Promotio n Distribut ion a. e.

.11 Hipotesis Hipotesis yang digunakan sebagai dasar dalam analisis dan pembahasan selanjutnya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Diduga keempat bauran pemasaran (product.promotion dan distribution) berpengaruh secara simultan dan parsial positif terhadap keputusan konsumen berbelanja di Alfamart.43 2. Diantara keempat bauran pemasaran tersebut.price. price yang dominan berpengaruh terhadap keputusan konsumen berbelanja di Alfamart. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful