P. 1
05. METODE PELAKSANAAN

05. METODE PELAKSANAAN

|Views: 1,826|Likes:
Published by Prias Dompu

More info:

Published by: Prias Dompu on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/07/2014

pdf

text

original

CONSTRUCTION AREA NUSA TENGGARA BARAT

GENERAL CONTRACTORS

METODE PELKSANAAN PEKERJAAN/ JOB METHOD AND TECHNICAL REVIEW
PROGRAM KEGIATAN PEKERJAAN LOKASI TAHUN ANGGARAN : PROGRAM REHABILITASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DAN FASILITAS LLAJ : REHABILITASI/ PEMELIHARAAN TERMINAL/ PELABUHAN : REHABILITASI TERMINAL GINTE DOMPU : KABUPATEN DOMPU - NUSA TENGGARA BARAT : 2012

URAIAN PEKERJAAN Kontraktor akan membangun, menyediakan, memasang, memelihara, membersihkan, menjaga, dan pada saat selesainya Kontrak harus memindahkan atau membuang semua bangunan kantor darurat, gudang-gudang penyimpanan, barak-barak pekerja dan bengkel-bengkel yang dibutuhkan untuk pengelolaan dan pengawasan proyek. PENDAHULUAN TUGAS DAN KEWAJIBAN PENYEDIA JASA Dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan lokal sekunder tahap I (pertama) Kewajiban umum dan tanggung jawab dari kontraktor pelaksanan dapat kita uraikan sebagai berikut :  Melaksanakan Kontrak / proyek  Bertanggung jawab atas keselamatan lokasi pekerjaan  Harus mengenal sebaik mungkin daerah lokasi proyek sebelum melaksanakan kontrak.  Memberitahukan kepada Direksi bila menemui kesulitan yang tak terduga sebelumnya, yang diperkirakan tidak mungkin akan terjadi dan hal ini akan menimbulkan biaya tambahan atau pengurangan..  Bekerja menurut instruksi – instruksi yang dikeluarkan oleh direksi dan menghasilkan pekerjaan yang memenuhi kualitas yang telah ditetapkan dan dapat diterima dengan memuaskan oleh pemilik / direksi.  Mempersiapkan suatu rencana kerja dengan perincian tertulis tentang penyelenggaraan / pengaturan dalam melaksanakan pekerjaan.  Jika kemajuan pekerjaan tidak sesuai dengan yang diharapkan dan bila diminta oleh direksi, maka harus merencanakan kembali rencana kerja, agar dapat tepat waktu penyelesaiannya.  Hanya memperkerjakan tenaga ahli yang terampil dan staff pelaksana yang berpengalaman.  Mengeluarkan tenaga yang dianggap tidak mampu oleh direksi dan tidak sesuai untuk pekerjaan yang ditugaskan.  Menetapkan lokasi pekerjaan, bekerja menurut arah dan patok ( Benc Mark ) yang telah dibuat.  Bertanggung jawab sepenuhnya atas kecelakaan dan cidera yang dialami oleh pekerja dalam melaksanakan tugasnya dan mengasuransikan pekerja terhadap kecelakaan serta cidera tertentu dengan perusahaan asuransi atau Jamsostek.  Mencegah kerusakan jalan yang digunakan untuk umum yang diakibatkan oleh mobilitas alat dan material.  Menjaga lokasi proyek agar tetap bersih dan rapi serta membuang bekas – bekas pekerjaan persiapan yang tidak digunakan lagi.  Membersihakan lokasi proyek bilamana selesai mengerjakan. JENIS PEKERJAAN A REHAB HANGGAR SAYAP KANAN I PEKERJAAN PERSIAPAN DAN BONGKARAN II PEKERJAAN TANAH DAN PASIR III PEK. PASANGAN, PLESTERAN DAN ACIAN IV PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING V PEKERJAAN BETON VI PEKERJAAN ATAP VII PEKERJAAN PENGECATAN VIII PEKERJAAN LAIN-LAIN

1

B I II III IV V VI VII VIII IX X XI XII

REHAB KANTOR PENGELOLA TERMINAL PEKERJAAN PERSIAPAN DAN BONGKARAN PEK. TANAH, PASIR, PASANGAN, PLESTERAN & ACIAN PEKERJAAN BETON PEKERJAAN ATAP PEKERJAAN PLAFOND DAN PARTISI PEKERJAAN KERAMIK LANTAI DAN DINDING PEKERJAAN KUSEN, DAUN DAN KACA PEKERJAAN ASESORIES PINTU DAN JENDELA PEKERJAAN LISTRIK PEKERJAAN SANITAIR DAN INSTALASI AIR PEKERJAAN PENGECATAN PEKERJAAN LAIN-LAIN

MANAJEMEN PROYEK Secara garis besar Manajemen menurut para ahli manajemen dapat dikategorikan menjadi 4 bidang yang berkesinambungan yaitu : “ Planning”, “Organizing”, “Actuating” dan “Controling” atau disingkat dengan POAC. A. Planning ( Perencanaan ) Perencanaan disini mengandung peranan yang sangat penting, karena dari sinilah semuanya akan dimulai. Keberhasilan pelaksanaan proyek tergantung kepada kecermatan pembuatan dan kesinambungan perencanaan. Semua kegiatan yang terkait dan sumber daya yang diperlukan haruslah diorgasir dengan baik. Semua harus diprogram yang merupakan dasar dari rencana kerja. Kegiatan yang berurutan dari pekerjaan ini haruslah ditetapkan dan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan diperhitungkan dengan cermat sehingga dapat dicapai efisiensi. Hal ini tentunya akan berkaitan dengan penggunaan cash flow – nya. 1. Rencana Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan. Dalam pekerjaan ini ada methode yang kami pergunakan, yaitu :  Time Schedule dengan Barchart dan curva S Time Schedule dengan Barchart dan curva S Barchart merupakan bentuk paling sederhana dari system rencana. Kegiatan yang akan dilakukan digambarkan dalam bentuk diagram balok pada skala waktu. Hal ini dapat dibaca lamanya waktu yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan. Dalam pembuatan time schedule pertama–tama kita harus ketahui lebih dulu jenis – jenis kegiatan yang ada pada pekerjaan tersebut, kemudian ditentukan urutan – urutan kegiatannya. Hal ini akan memudahkan bila dibuatkan bagan kerjanya terlebih dahulu. Selain itu kita harus menentukan lamanya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu item pekerjaan, dengan mengetahui volume dari item pekerjaan tersebut dan kita tentukan methode serta analisa yang kita pakai maka durasi pekerjaan tersebut dapat kita hitung. B. Orgainizing (Pengorganisasian) 1. Ciri – ciri Organisasi Organisasi adalah merupakan suatu bentuk kerjasama. Kerja sama tersebut berlangsung dengan aturan dan prinsip – prinsip tertentu, dengan demikian harus ada bentuk dan susunan sehingga merupakan struktur. Dalam hal ini setiap orang yang terlibat didalamnya telah memiliki suatu perjanjian untuk terikat guna mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Dalam masyarakat modern telah timbul system pengorganisasian yang modern pula hal ini dapat dilihat dari cirinya, yaitu :  Ketaatan dengan hal hal yang telah disepakati bersama, ketaatan tersebut disebut dengan Disiplin, tanpa itu tujuan yang ingin dicapai tidak akan terwujud.  Bersikap dengan spesialis dalam interdependensi, seorang hanya bekerja sesuai dengan tugas tertentu yang dikuasainya, akan tetapi ia tetap harus berhubungan dengan orang lain dalam organisasi dalam rangka keterkaitan tugas. Jadi terdapat keadaan saling ketergantungan satu sama lain.  Seseorang dalam organisasi ini menghargai prosedur, karena memahami kerancuan yang akan timbul bila ia tidak bersikap demikian dalam bekerja ( Fungsional ). 2. Type Organisasi Penyusunan Organisasi didasari agar didapatkan hasil kerja yang optimal. Harus dapat dijamin berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan yang berarti bekerjanya setiap fungsi itu dengan baik. Type sistim organisasi Lini dan Staff

2

merupakan type paling sempurna, dimana bagian – bagian yang merupakan organisasi lini yang berhubungan satu sama lain menurut garis komando, secara vertical sejak dari menejer sampai tingkat yang paling bawah merupakan garis komando sedangkan secara horizontal merupakan hubungan antar lini. Bagan lengkap Struktur Organisasi yang kami gunakan dalam pekerjaan ini, kami lampirkan pada Lampiran Struktur Organisasi. 3. Tugas , tanggung jawab dan wewenang. Setiap personil mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) masing-masing. Kami akan menjelaskan uraian dan tugas masing - masing personil dalam menjalankan semua tugas dan fungsinya sesuai dengan jabatan masing - masing, yaitu:

Jabatan Kepala Pelaksana Lapangan/Site Manager Tugas Dan Tanggung Jawab 1. Memimpin semua aktifitas pekerjaan secara Langsung di Lapangan 2. Membuat Rencana Pelaksanaan Pekerjaan secara Langsung di Lapangan 3. Membuat Perhitungan Rencana Kebutuhan Tenaga Kerja, Bahan dan Peralatan di Lapangan 4. Membuat laporan hasil dan pencapaian pelaksanaan pekerjaan secara Langsung di Lapangan 5. Malakukan evaluasi antara rencana kerja dan hasil pekerjaan secara Langsung di Lapangan 6. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan sernua aktifitas Pelaksanaan Pekerjaan 7. Bertanggung jawab penuh untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pekerjaan 8. Bertanggung jawab menghitung Rencana Kebutuhan Tenaga Kerja, Bahan dan Peralatan 9. Mengendalikan semua proses dan aktifitas Pelaksanaan Pekerjaan secara Langsung di Lapangan 10. Mengendalikan semua Rencana Pelaksanaan Pekerjaan yang telah dibuat secara Langsung di Lapangan 11. Mengendalikan semua penggunaan Tenaga Kerja, Bahan, dan Peralatan secara Langsung di Lapangan 12. Mendokumentasi semua laporan hasil pelaksanaan pekerjaan Jabatan Pelaksana Lapangan Tugas Dan Tanggung Jawab 1. Melaksanakan semua aktifitas pekerjaan dalam bidang Pelaksanaan Pekerjaan secara Langsung 2. Melakukan evaluasi terhadap penggunaan Tenaga Kerja, Bahan dan Peralatan secara Langsung 3. Malakukan evaluasi terutama terhadap Mandor, Kepala Tukang, Tukang dan Pekerja secara rutin 4. Melaporkan semua kegiatan kepada atasan langsung. 5. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan sernua aktifitas Pekerjaan 6. Bertanggung jawab penuh atas pencapaian target sesuai Rencana Pelaksanaan Pekerjaan 7. Bertanggung jawab penuh penggunaan Tenaga Kerja, Bahan dan Peralatan 8. Bertanggung jawab penuh atas semua aktivitas Mandor, Kepala Tukang, Tukang dan Pekerja 9. Bertanggung jawab penuh untuk membuat laporan hasil dan pencapaian target pelaksanaan pekerjaan 10. Mengendalikan semua proses; dan aktifitas Pelaksanaan Pekerjaan 11. Mengendalikan semua penggunaan Tenaga Kerja, Bahan dan Peralatan 12. Mengendalikan semua aktivitas Mandor, Kepala Tukang, Tukang dan Pekerja Jabatan Administrasi Dan Keuangan Tugas Dan Tanggung Jawab 1. Memimpin semua aktifitas dalam bidang Administrasi, Keuangan dan Umum 2. Mencatat dan menata semua karyawan yang di Proyek 3. Membantu Kepala Proyek untuk mencatat transaksi keuangan di Proyek. 4. Membantu Kepala Proyek untuk mencatat dan menyimpan surat keluar dan masuk di Proyek. 5. Bertanggung jawab penuh semua aktifitas Administrasi, Keuangan dan Umum. 6. Bertanggung jawab penuh kelangsungan sernua aktifitas karyawan di Proyek 7. Bertangung jawab penuh terhadap bukti dan pencatatan transaksi keuangan di Proyek. 8. Memberikan masukan kepada, Kepala Proyek tentang kondisi keungan di Proyek Jabatan Pelaksana Administrasi Dan Teknik/Draftman Tugas Dan Tanggung Jawab 1. Melaksanakan semua aktifitas pekerjaan dalam bidang Administrasi dan Teknik 2. Membuat laporan harian, laporan mingguan dan laporan bulanan secara rutin 3. Membuat backup data hasil pelaksanaan pekerjaan sesuai perintah dari Kepala Pelaksana 4. Melapor semua hasil aktivitas kepada Kepala Administrasi dan Teknik 5. Mendokumentasikan dan menyimpan semua laporan dan atau pekerjaan yang telah selesai 6. Bertanggung jawab atas proses pelaksanaan pekerjaan dalam bidang Administrasi dan Teknik.

3

7. 8.

Bertanggung jawab atas laporan-laporan yang telah dibuat Mengendalikan semua proses Administrasi dan Teknik.

Jabatan Juru Ukur (Surveyor) Tugas Dan Tanggung Jawab 1. Melaksanakan semua aktifitas pekerjaan dalam bidang Pengukuran 2. Melaksanakan pencatatan atas sernua hasil pekerjaan dalam bidang Pengukuran 3. Meminta persetujuan hasil pekerjaan dalam bidang Pengukuran kepada Pejabat Yang Berwenang 4. Melapor semua hasil aktivitas dan pelaksanaan pengukuran kepada Kepala Administrasi dan Teknik 5. Mendokumentasikan dan menyimpan dengan baik semua hasil pengukuran yang telah dilaksanakan 6. Bertanggung jawab atas proses pelaksanaan pekerjaan Pengukuran. 7. Bertanggung jawab atas laporan-laporan hasil Pengukuran. 8. Mengendalikan semua proses Pengukuran. 9. Mengendalikan dan mendokumentasi semua laporan-laporan hasil Pengukuran. Jabatan Juru Tes Kualitas (Quality Control) Tugas Dan Tanggung Jawab 1. Melaksanakan semua aktifitas pekerjaan dalam bidang Kontrol Kualitas 2. Melaksanakan Inspeksi dan Test sesuai rencana . 3. Membuat laporan hasil pelaksanaan Inspeksi dan Test 4. Membuat laporan hasil perbaikan dan kesesuaian produk 5. Bertanggung jawab atas semua laporan hasil pelaksanaan Inspeksi dan Test 6. Bertanggung jawab atas hasil pelaksanaan Inspeksi dan Test 7. Bertanggung jawab atas hasil perbaikan dan kesesuaian produk Jabatan Logistik Tugas Dan Tanggung Jawab 1. Memimpin semua aktifitas dalam bidang Gudang dan Logistik 2. Mencatat dan mendata semua bahan dan peralatan yang sudah , sedang dan yang akan digunakan. 3. Bertangung jawab penuh semua aktifitas gudang dan logistik 4. Bertangung jawab penuh terhadap pengadaan dan pemenuhan bahan dan peralatan 5. Bertangung jawab penuh terhadap keamanan bahan dan peralatan 6. Bertangung jawab penuh terhadap mutu bahan dan peralatan yang digunakan 7. Memonitor penggunaan bahan dan peralatan secara rutin C. Actuating ( Pergerakan ) Pergerakan adalah aktivitas – aktivitas utama dari kepala proyek yang meliputi : 1. Directing ( Pengarahan ) Yaitu kegiatan kepala proyek memberikan pengarahan kepada bawahannya mengenai tujuan, sasaran yang hendak dicapai dan masalah – masalah yang mungkin akan dihadapi serta bagaimana kebijakan ( Policy ) yang harus dipegang. Jadi directing erat sekali kaitannya dengan pelimpahan wewenang dalam rangka pengorganisasian dan berlangsung dalam prinsip kesatuan komando 2. Communicating ( Kamunikasi ) Fungsi ini sangat menentukan karena manejemen pelaksanaan akan bisa berjalan melalui jalan pikiran dan kegiatan orang – orang. Dengan adanya komunikasi yang effektif akan terjadi hubungan kerjasama. 3. Leadership ( Kepemimpinan ) Di tangan pemimpin inilah proyek dapat berjalan dengan effisien, effektif dan tepat. Disini dituntut untuk dapat mengambil keputusan – keputusan yang tepat baik menurut isi, bentuk dan waktunya. 4. Motivating ( Motivasi ) Adalah merupakan penciptaan iklim dasar psikologi yang sepositif – positifnya bagi pekerja serta personil proyek dengan mengingat factor dasar psikologis manusia pada umumnya. Pemberian motivasi ini dapat berupa : a. Perangsang kerjan yaitu pemberian nilai lebih, bonus dan lain sebagainya b. Penyediaan fasilitas dan ruang kerja yang nyaman serta perintah yang mudah dimengerti. c. Menghargai hasil kerja bawahan dengan jalan memberikan pujian dan lain sebagainya. 5. Facilitating ( Penyedian Fasilitas ) Penyedian fasilitas ini sangat penting guna effisiensi dan effektifitas kerja selain juga meningkatkan daya kerja bawahan. Bila hal ini dilalaikan biasanya akan berimbas kepada waktu dan biaya yang akan banyak tebuang, karena pekerja harus mencari sendiri kebutuhannya. D. Controlling ( Pengendalian )

4

Pengendalian pada dasarnya merupakan proses pengawasan dan evaluasi terhadap setiap aktivitas yang dilaksanakan dilapangan dikaitkan dengan planning atau rencana yang telah ditetapkan. E. Jaminan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja  Memberi pengarahan langsung kepada tenaga kerja setiap melaksanakan kegiatan guna mencegah dan mengurangi kecelakaan.  Memberi pertolongan pertama pada kecelakaan  Membekali peralatan keamanan pada para pekerja pada saat melaksanakan pekerjaan  Mencegah dan mengurangi timbulnya penyakit dengan menjaga kebersihan setiap pekerja  Memberikan fasilitas yang mencukupi dalam melaksanakan pekerjaan seperti lampu penerangan, ataupun peralatan lain yang dibutuhkan.  Memelihara kesehatan dengan mengadakan pemeriksaan berkala dari ahli dalam bidang kesehatan.  Memperoleh keserasian antara kondisi lingkungan setempat dengan keberadaan tenaga kerja, peralatan kerja dan proses dan metode kerja.  Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada para pekerja yang sedang bekerja.  Menyediakan fasilitas MCK yang mencukupi bagi pekerja.  Menyediakan obat-obatan di proyek.

Uraian / Penjelasan Umum Tentang Tata Tertib Pelaksanaan a. Sebelum mulai pekerjaan, Kontraktor Pelaksana diterlebih dahulu akan mempelajari dengan seksama gambar kerja dan RKS, pelaksanaan beserta Berita Acara penjelasan pekerjaan. b. Kontraktor Pelaksana diterlebih dahulu akan melaporkan kepada Direksi pekerjaan setiap ada perbedaan ukuran diantara gambar-gambar, perbedaan antara gambar kerja dan RKS untuk mendapat keputusan. Tidak dibenarkan bagi Kontraktor Pelaksana memperbaiki sendiri perbedaan tersebut diatas. Akibat-akibat dari kelalaian Kontraktor Pelaksana dalam hal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana. c. Daerah kerja akan diserahkan kepada Kontraktor Pelaksana (selama pelaksanaan) dalam keadaan seperti diwaktu pemberian kerja dan dianggap bahwa Kontraktor Pelaksana mengetahui benar mengenai : 1. Letak konstruksi jalan dan saluran 2. Batas-batas persil/kaveling. 3. Keadaan Kontur tanah. d. Kontraktor Pelaksana terlebih dahulu akan menyerahkan hasil pekerjaannya hingga selesai dan lengkap yaitu membuat, memasang serta memesan maupun menyediakan bahan-bahan/material, alat-alat kerja, pengangkutan dan membayar upah kerja serta lain-lain yang bersangkutan dengan pelaksanaan. e. Kontraktor Pelaksana terlebih dahulu akan menyediakan sekurang-kurangnya 1 (satu) salinan gambar dan RKS ditempat pekerjaan untuk dapat digunakan setiap saat oleh Direksi pekerjaan. f. Setiap pekerjaan yang akan dimulai pelaksanaannya maupun yang sedang dilaksanakan, Kontraktor Pelaksana diterlebih dahulu akan berhubungan dengan Direksi Pekerjaan, untuk ikut menyaksikan sejauh tidak ditentukan lain, untuk mendapatkan pengesahan/persetujuannya. g. Setiap usul perubahan dari Kontraktor Pelaksana ataupun persetujuan pengesahan dari Direksi pekerjaan dianggap berlaku, sah serta mengikat jika dilakukan secara tertulis. h. Atas perintah Direksi pekerjaan kepada Kontraktor Pelaksana dapat dimintakan membuat gambar-gambar penjelasan dan perincian bagian-bagian khusus, semuanya atas beban Kontraktor Pelaksana. Gambar tersebut setelah disetujui oleh Direksi pekerjaan secara tertulis menjadi gambar pelengkap dari gambargambar pelaksanaan. i. Semua bahan yang akan digunakan untuk melaksanakan pekerjaan proyek ini akan benar-benar baru dan diteliti mengenai mutu, ukuran dan lain-lain yang disesuaikan standart/peraturan yang dipergunakan di dalam RKS ini. Semua bahan-bahan tersebut diatas akan mendapat pengesahan/ persetujuan dari Direksi pekerjaan sebelum dimulai pekerjaannya. j. Semua barang-barang yang tidak berguna selama pelaksanaan pembangunan akan dikeluarkan dari lapangan pekerjaan. k. Pengawasan terus menerus terhadap penyelesaian / perapihan akan dilakukan oleh tenaga-tenaga dari pihak Kontraktor Pelaksana yang benar-benar ahli. l. Cara-cara menimbun bahan-bahan material dilapangan maupun di gudang akan memenuhi syarat teknis dan dapat dipertanggung jawabkan.

5

KEGIATAN PRA PELAKSANAAN KONSTRUKSI.
Kegiatan ini adalah merupakan kegiatan awal yang sangat penting bagi suksesnya pelaksanaan konstruksi, karena pada periode ini segala sesuatu yang berhubungan dengan evaluasi desain maupun persiapan pelaksanaan berupa survey sumber material, tenaga kerja maupun penyiapan peralatan haruslah betul-betul matang dipersipakan untuk menjamin tidak terhambatnya pelaksanaan pekerjaan tersebut. Adapun hal-hal yang perlu diparhatikan dalam tahapan ini adalah : 1. Pemberitahuan kepada instansi yang terkait, diharapkan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan sehingga terjalin kerjasama yang baik. 2. Mengadakan Pre Construction Meeting. 3. Pengukuran pekerjaan untuk membuat Shop Drawing 4. Pengambilan foto data 0 % 5. Mobilisasi tenaga kerja dan peralatan 6. Pembuatan kantor Direksi dan Kontraktor beserta fasilitasnya. 7. Penentuan Borrow Area material yang memenuhi standart spesifikasi 8. Pengajuan material fabrikasi juga perlu diajukan untuk medapatkan persetujuan. 9. Volume material pada quary apakah mencukupi untuk menyuplai selama masa pelaksanaan. 10. Mutu material pada quary apakah sesuai dengan spesifkasi yang telah ditentukan dan hal ini harus dibuktikan dengan mengirim contoh material dari quary ke laboratorium untuk diuji mutunya dan selanjutnya diakan Mix Desain. Peil Dan Pengukuran a. Kontraktor Pelaksana terlebih dahulu akan memberitahukan kepada Direksi pekerjaan bagian pekerjaan yang akan dimulai, untuk dicek terlebih dahulu ketetapan-ketetapan peil-peil dan ukuran-ukurannya. b. Kontraktor Pelaksana diterlebih dahulu akan mencocokkan ukuran-ukuran satu sama lainnya dalam tiap pekerjaan, dan melapor secara tertulis kepada Direksi Pekerjaan jika ada perselisihan/perbedaanperbedaan ukuran untuk diberi keputusan. Tidak dibenarkan Kontraktor Pelaksana membetulkan sendiri kekeliruan tersebut, tanpa persetujuan Direksi. c. Kontraktor Pelaksana bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan selanjutnya, maka ketetapan peil-peil dan ukuran-ukuran yang ditetapkan dalam gambar kerja. d. Mengingat kesalahan selalu akan mempengaruhi bagian pekerjaan selanjutnya, maka ketetapan peil dan ukuran tersebut mutlak perlu diperhatikan. Kelalaian Kontraktor Pelaksana dalam hal ini akan ditolerir dan Direksi pekerjaan berhak untuk membongkar pekerjaan atas biaya Kontraktor Pelaksana. Pemakaian Ukuran a. Kontraktor Pelaksana tetap bertanggung jawab dalam menepati semua ketentuan yang tercantum dalam Rencana Kerja & Syarat-syarat serta gambar-gambar berikut tambahan dan perubahannya. b. Kontraktor Pelaksana terlebih dahulu akan memeriksa kebenaran dari ukuran-ukuran keseluruhan maupun bagian-bagiannya dan memberitahukan Direksi pekerjaan tentang setiap perbedaan yang ditemukan didalam RKS dan gambar-gambar maupun dalam pelaksanaan, Kontraktor Pelaksana dapat membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakan pekerjaan setelah ada persetujuan secara tertulis oleh Direksi. c. Pengambilan ukuran-ukuran yang keliru dalam pelaksanaan didalam hal apapun menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana. Kantor Direksi, Kontraktor Pelaksana Dan Gudang a. Kontraktor Pelaksana akan menyediakan kantor Direksi pekerjaan yang dilengkapi dengan ruang rapat, ruang direksi lengkap, serta fasilitas kamar mandi/WC. Perlengkapan personil antara lain topi pengaman dan alat-alat ukur lengkap. b. Untuk menyimpan bahan-bahan bangunan Kontraktor Pelaksana akan membuat gudang. c. Pembuatan kantor Kontraktor Pelaksana juga menyediakan perlengkapan seperti kantor Direksi pekerjaan serta fasilitas kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari. d. Kontraktor Pelaksana akan menyediakan sarana alat tulis menulis seperti buku harian untuk catatancatatan, teguran, saran dan petunjuk dalam pelaksanaan berupa buku tamu, buku direksi/pengawas. Jenis laporan/catatan yang akan dibuat adalah : 1). Laporan Harian, yang terdiri dari : a. Catatan kemajuan fisik setiap hari; b. Catatan mengenai cuaca setiap hari;

6

c. Catatan bahan-bahan yang diterima maupun ditolak oleh pengawas lapangan; d. Catatan sipil tenaga kerja yang masuk (bekerja) pada setiap hari; e. Catatan-catatan mengenai kejadian-kejadian lainnya yang memerlukan pencatatan lebih lanjut. 2). Laporan Mingguan; 3). Buku tamu/Direksi; 4). Buku pengawas lapangan. Kebersihan Dan Ketertiban a. Selama berlangsungnya pembangunan pekerjaan fisik di proyek, kebersihan halaman dan lingkungan terutama jalan-jalan sekitar proyek, kantor, gudang los kerja tetap bersih dan material bangunan. b. Penimbunan bahan-bahan material yang ada dalam gudang maupun berada di halaman bebas akan diatur sedemikian rupa agar tidak menganggu kelancaran dan keamanan pekerjaan juga memudahkan jalannya pemeriksaan dan penelitian bahan-bahan oleh Direksi. c. Kontraktor Pelaksana terlebih dahulu akan membuat urinoir dan WC untuk pekerja. Alat-Alat Kerja Dan Alat-Alat Pembantu a. Kontraktor Pelaksana akan menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara sempurna dan efisien, misalnya : truk-truk, escavator, stemper, pompa air, mesin-mesin dan alat-alat lain yang diperlukan. b. Disamping akan menyediakan alat-alat yang diperlukan pada butir (a) dalam ini, Kontraktor Pelaksana akan menyediakan tanda-tanda untuk bekerja pada waktu hujan/panas dan perlengkapan penerangan. Alan Masuk Dan Jalan Keluar a. Pemakaian jalan masuk ketempat pekerjaan menjadi tanggung jawab pihak Kontraktor Pelaksana dengan kebutuhan proyek tersebut. b. Kontraktor Pelaksana diterlebih dahulu akan membersihkan kembali jalan masuk pada waktu penyelesaian, dan memperbaiki segala kerusakan operasi pelaksanaan pekerjaan dan menjadi beban Kontraktor Pelaksana. Pengawasan a. Kontraktor Pelaksana akan mengadakan fasilitas-fasilitas untuk menguji, memeriksa setiap bagian pekerjaan dan bahan serta peralatan yang diperlukan. b. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari Pengawasan Direksi pekerjaan, jika diperlukan untuk dibuka sebagian/seluruhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana. c. Jika Kontraktor Pelaksana akan melaksanakan pekerjaan diluar jam kerja (lembur) hingga pengawasan, maka akan meminta permohonan untuk pelaksanaan pekerjaan dan segala biaya ditanggung Kontraktor Pelaksana. d. Wewenang Direksi pekerjaan dalam memberikan keputusan terbatas dalam soal-soal yang jelas tercantum/dimasukkan dalam gambar-gambar, RKS dan risalah penjelasan, penyimpangan lainnya akan ada seijin pemilik proyek. Papan Nama Proyek a. Kontraktor Pelaksana terlebih dahulu akan memasang Papan Nama Proyek ditempat lokasi proyek dan dipancangkan ditempat yang mudah dilihat umum. b. Pemasangan Papan Nama Proyek dilakukan pada saat dimulainnya pelaksanaan proyek dan dicabut kembali setelah proyek selesai dan mendapat persetujuan Direksi pekerjaan. c. Bentuk, ukuran, isi tulisan ditentukan kemudian atau sesuai dengan dokumen lelang. Direksi, Kantor Kontraktor Pelaksana Dan Gudang a. Kontraktor Pelaksana terlebih dahulu akan menyediakan kantor Direksi pekerjaan tempat untuk para staf 2 Direksi pekerjaan melakukan tugasnya, seluas minimal 36 M terdiri dari ruang rapat, ruang Direksi, gudang dan KM/WC. b. Perlengkapan kantor minimal :  1 (satu) meja rapat ukuran 1,2 M x 2 M, dengan 12 (dua belas) buah kursi  2 (dua) meja kerja dan kursi  1 (satu) unit lemari rangka kayu lapis multipleks 50 x 120 cm, panjang disesuaikan kebutuhan untuk menyimpan contoh bahan material serta peralatan.  1 (satu) buah whiteboard 1,2 x 2,4 untuk rapat  1 (satu) buah lampu petromax  1 (satu) buah filling cabinet 3 (tiga) rak. c. Perlengkapan personil Direksi pekerjaan.  6 (enam) buah topi pengaman  6 (enam) pasang sepatu lapangan
7

 1 (satu) unit alat water pass  1 (satu) unit alat ukur theodolith d. Kantor untuk Kontraktor Pelaksana di proyek dibuat sendiri, luas minimal 3 x 5 m. Kontraktor Pelaksana juga membuat/menyediakan fasilitas ruangan untuk para kontraktor-kontraktor yang akan melaksanakan pekerjaannya diluar lingkup pekerjaan Kontraktor Pelaksana. e. Gudang bahan-bahan serta tempat penimbunan material akan terlindung seperti pasir, koral, besi beton dan lain-lain dibuat dibuat secukupnya dan dapat dikunci. Kelembaban udara, minimal 30 cm diatas permukaan lantai plesteran. Pengukuran Dan Pematokan a. Sebelum dimulainya pekerjaan, Kontraktor Pelaksana akan melaksanakan pengukuran dan pemasangan patok-patok ukur/duga dilokasi yang sudah disepakati. b. Sebelum pelaksanaan pematokan, Kontraktor Pelaksana terlebih dahulu akan memberikan laporan tertulis kepada Direksi pekerjaan. c. Hasil pelaksanaan pekerjaan pengukuran dimintakan persetujuan Direksi pekerjaan, dan hanya hasil pengukuran yang telah disetujui Direksi digunakan sebagai dasar pekerjaan selanjutnya. d. Bila terdapat penyimpangan dari gambar pelaksanaan, Kontraktor Pelaksana akan mengajukan 3 (tiga) lembar gambar penampang dari daerah yang terjadi penyimpangan, kepada Direksi untuk dimintakan tanda tangan persetujuan penyimpangan tersebut. e. Apabila terdapat revisi, hasilnya diajukan kembali untuk mendapatkan persetujuan Direksi pekerjaan, hasil persetujuan tersebut dibuat di kertas kalkir dengan 3 (tiga) lembar hasil reproduksi. Ukuran huruf yang dipakai pada gambar serta ketentuan-ketentuan Direksi pekerjaan akan dijadikan gambar pelaksanaan sebagai pengganti gambar lama. Pengajuan Dan Pengujian Material Pengujian Laboraturium sangat penting, karena akan menyangkut mutu pekerjaan nantinya. Untuk itu bahanbahan yang akan digunakan terutama bahan alam seperti ; Pasir, Batu, Kerikil Alam, Batu Pecah, Sirtu dan lainnya. Sebelum digunakan terlebih dahulu harus diuji atau ditest di Laboraturium untuk mendapatkan setandard mutu yang baik. Sedangkan untuk bahan pabrikasi seperti ; Semen, Besi Beton, Kawat Bendarat dan lainnya harus dilengkapi dengan hasil test atau uji yang dilaksanakan oleh Pabrik tersebut serta menunjukkan sertifikat SNI, SII atau sejenisnya. Untuk pengujian material alam bila diperlukan kami akan membuat Mix Desigen yang akan kami lakukan di Balai Pengujian Material Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Nusa Tenggara Barat, atau sesuai petunjuk direksi. Pembuatan Shop Drawing (Gambar Kerja) Setiap kami akan melakukan setiap item pekerjaan terlebih dahulu kami akan membuat Shop Drawing (Gambar Kerja) yang mengacu kepada Gambar Design yang telah ada dan berdasarkan keadaan di lapangan dari hasil pengukuran dan pemmeriksaan yang telah dilakukan bersama antara Kontraktor dan Pengawas Lapangan. Setelah Shop Drawing selesai kami buat kemudian diajukan kepada Direksi dan Konsultan untuk mendapat persetujuan dan selanjutnya kami perbanyak sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan akan kami distribusikan kepada yang berhak dan yang berwenang selain itu juga kami menyimpan satu berkas sebagi arsi. Dan selanjutnya Shop Drawing tersebut akan menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Mobilisasi 1. Mobilisasi Personil 2. Mobilisasi peralatan 3. Mobilisasi tenaga Setelah Direksikeet termasuk perlengkapannya seperti meja setengah biru 1 set, kursi tamu, kotak obat P3K, buku direksikeet maupun Barak Kerja sudah siap, baru kami mengadakan mobilisasi : peralatan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut diatas dan tenaga kerja sesuai kebutuhan menurut perhitungan kebutuhan tenaga kerja maupun kebutuhan bahan sesuai dengan perhitungan kebutuhan bahan pekerjaan tersebut diatas yang kami memobilisasi sesuai dengan rencana waktu pelaksanaan (Time Scedhule). Pengamanan Lalu Lintas 1. Bila diperlukan sebelum dimulai dan selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor akan membuat dan memasang tanda-tanda pengaman lalu lintas dengan ketentuan sebagai berikut : a. Semua papan-papan dan semua tanda-tanda perhatian harus dibuat dari papanyang cukup tebal minimal 3 Cm dengan warna dasar kuning dan bertuliskan " HATI - HATI ADA KEGIATAN PROYEK " dengan warna hitam dengan ukuran panjang 100 Cm dan lebar 30 Cm atau disebut dengan ukuran lain yang disesuaikan dengan kebutuhan yang diketahui Direksi.

8

2. 3. 4.

5.

b. Pada malam hari, ditempat - tempat yang berbahaya bagi yang lewat harus dipasang lampu (ramburambu) yang cukup jelas dan terang agar tidak terjadi kecelakaan dan dipasang menurut petunjuk Direksi. c. Pada alat-alat dan tumpukan bahan-bahan yang berada di tepi jalan pada malam hari harus diberi rambu-rambu seperti tersebut di atas. Penutupan jalur lalu lintas harus terlebih dahulu ada ijin dari Polisi Lalu Lintas setempat, dan diurus oleh Kontraktor. Kontraktor harus menjaga jangan sampai lalu lintas jalan macet dimana bila diperlukan Kontraktor harus menyediakan orang untuk mengatur lalu lintas tersebut. Penempatan alat - alat dan bahan - bahan diusahakan sedapat mungkin tidak mengganggu lalu lintas dan jika terpaksa bahan - bahan tersebut diangkat dari tepi jalan tersebut selambat - lambatnya dalam waktu 1 x 24 jam. Setiap kecelakaan yang disebabkan kelalaian Kontraktor untuk pengamanan seperti tersebut diatas sepenuhnya adalah tanggungan Kontraktor.

PELAKSANAAN PEKERJAAN A. REHAB HANGGAR SAYAP KANAN 1 Pembongkaran kolom hanggar sayap kanan Ls 1,00 Unit 2 Pembongkaran relling ruang tunggu hanggar Ls 1,00 Unit 3 Pembongkaran atap hanggar lama Ls 1,00 Unit 4 Pembersihan lokasi awal dan akhir pekerjaan Ls 1,00 Unit 5 Pengukuran/ pemasangan bowplank Ls 1,00 Unit Direksi, Kantor Kontraktor Pelaksana Dan Gudang Kontraktor Pelaksana terlebih dahulu akan menyediakan kantor Direksi pekerjaan tempat untuk para staf Direksi 2 pekerjaan melakukan tugasnya, seluas minimal 36 M terdiri dari ruang rapat, ruang Direksi, gudang dan KM/WC. Perlengkapan kantor minimal :  1 (satu) meja rapat ukuran 1,2 M x 2 M, dengan 12 (dua belas) buah kursi  2 (dua) meja kerja dan kursi  1 (satu) unit lemari rangka kayu lapis multipleks 50 x 120 cm, panjang disesuaikan kebutuhan untuk menyimpan contoh bahan material serta peralatan.  1 (satu) buah whiteboard 1,2 x 2,4 untuk rapat  1 (satu) buah lampu petromax  1 (satu) buah filling cabinet 3 (tiga) rak. Perlengkapan personil Direksi pekerjaan.  6 (enam) buah topi pengaman  6 (enam) pasang sepatu lapangan  1 (satu) unit alat water pass  1 (satu) unit alat ukur theodolith Kantor untuk Kontraktor Pelaksana di proyek dibuat sendiri, luas minimal 3 x 5 m. Kontraktor Pelaksana juga membuat/menyediakan fasilitas ruangan untuk para kontraktor-kontraktor yang akan melaksanakan pekerjaannya diluar lingkup pekerjaan Kontraktor Pelaksana. Gudang bahan-bahan serta tempat penimbunan material akan terlindung seperti pasir, koral, besi beton dan lainlain dibuat dibuat secukupnya dan dapat dikunci. Kelembaban udara, minimal 30 cm diatas permukaan lantai plesteran. Pekerjaan Bongkaran 1. Pekerjaan ini diawali dengan pembongkaran bangunan existing yaitu : a. Bangunan hangar sayap kanan : Pembongkaran pondasi, kolom beton dan rangka atap lama b. Bangunan ruang tunggu : Pembongkaran pondasi, kolom beton, dinding bata, dan rangka atap lama c. Bangunan kantor pengelola terminal : Pembongkaran lantai keramik KM/WC, dinding keramik KM/WC, kusen, bak air, dan kloset jongkok, dinding lama, plafond dan rangka atap 2. Semua material hasil bongkaran yang masih bisa dimanfaatkan kembali harus dibersihkan dan disimpan di dalam gudang khusus serta dalam keadaan terkunci. Dan untuk material yang tidak terpakai harus disingkirkan ke luar area agar tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan. 3. Sebelum dilakukan pekerjaan seterusnya terlebih dahulu tempat bekerja harus dibersihkan dari sampahsampah yang dapat merusak konstruksi bangunan. 4. hasil bongkaran dirumpuk dengan arah horizontal di usahakan hasil rumpukan sementara tidak menggangu jalan akses kelokasi, para pekerja membongkar dan merumpuk hasil bongkaran dengan radius min 25 meter dari area bongkaran, untuk bongkaran bangunan dimulai diatas kebawah, untuk bongkaran beton diperlakukan dengan metode khusus yaitu sebelum pekerja membongkar, beton yang akan di bongkar diberi cairan

9

penghancur beton guna mempermudah penghacuran beton bongkaran, untuk bongkaran KM/WC semua aliran air ke KM/WC harus ditutup dan dibiarkan kering baru dibongkar. 5. Sortiran/Pemelihan hasil bongkaran yang dapat dimanfaatkan kembali dilakukan pada saat akan dilakukan perumpukan hasil bongkaran, bongkaran yang dapat dimanfaatkan kembali diseleksi, ditumpuk dam ditempatkan pada area terpisah. 6. Hasil bongkaran yang dapat dimanfaatkan kembali dilaporkan kepada pihak Direksi untuk diadakan konsultasi dan sistem perhitungan biaya pemakaian kembali dan analisis kelayakan kondisi material. Pengukuran Dan Pematokan Sebelum dimulainya pekerjaan, Kontraktor Pelaksana akan melaksanakan pengukuran dan pemasangan patokpatok ukur/duga dilokasi yang sudah disepakati. Sebelum pelaksanaan pematokan, Kontraktor Pelaksana terlebih dahulu akan memberikan laporan tertulis kepada Direksi pekerjaan. Hasil pelaksanaan pekerjaan pengukuran dimintakan persetujuan Direksi pekerjaan, dan hanya hasil pengukuran yang telah disetujui Direksi digunakan sebagai dasar pekerjaan selanjutnya. Bila terdapat penyimpangan dari gambar pelaksanaan, Kontraktor Pelaksana akan mengajukan 3 (tiga) lembar gambar penampang dari daerah yang terjadi penyimpangan, kepada Direksi untuk dimintakan tanda tangan persetujuan penyimpangan tersebut. Apabila terdapat revisi, hasilnya diajukan kembali untuk mendapatkan persetujuan Direksi pekerjaan, hasil persetujuan tersebut dibuat di kertas kalkir dengan 3 (tiga) lembar hasil reproduksi. Ukuran huruf yang dipakai pada gambar serta ketentuan-ketentuan Direksi pekerjaan akan dijadikan gambar pelaksanaan sebagai pengganti gambar lama. Pembersihan/Striping Seluruh daerah di sekitar jalur yang perlu dibersihkan seperti yang ditentukan Direksi akan dibersihkan dari pohon-pohon, tanaman, kayu-kayu, akar-akar, semak belukar, sampah dan bahan yang tidak terpakai dari daerah yang ditentukan oleh Direksi. Material yang diperoleh dari pembersihan harus dibakar dan dibersihkan sesuai dengan petunjuk dari Direksi. Pohon-pohon di luar daerah tersebut diatas, tidak boleh ditebang tanpa persetujuan Direksi. Semua yang ditebang dan laku dijual tetap menjadi milik Pemilik. Semua material yang akan dibakar harus ditumpuk dengan rapi dan kalau memungkinkan dibakar sekaligus. Pembakarannya harus atas persetujuan Direksi dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pembakaran harus dilaksanakan secara sempurna hingga semua menjadi abu. Kontraktor akan memperhatikan dan berhati-hati sekali agar api tidak menjalar ke luar daerah penebangan dan perlengkapan pemadam kebakaran harus tersedia setiap saat. Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan pembersihan meliputi seluruh daerah permukaan yang dibersihkan, sesuai petunjuk Direksi. Pembayaran untuk pembersihan sudah termasuk pada harga galian tanah yang dibuat harga satuan per meter kubik sebagaimana tercantum dalam Rencana Anggaran dan Biaya Pekerjaan (BOQ), yaitu termasuk harga tenaga/pekerja, material dan peralatan lain yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini. Pengupasan dilaksanakan pada semua permukaan yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Direksi. Pekerjaan ini meliputi menghilangkan top soil/tanah permukaan, batu-batuan, akar-akaran, dan material lain yang tidak diperlukan sampai kedalaman tertentu seperti ditunjukkan dalam gambar atau atas petunjuk Direksi. Material pekerjaan pengupasan akan dibuang pada tempat yang disetujui Direksi. Material akan ditumpuk dengan rapi dan tingginya sesuai dengan petunjuk Direksi. Pemasangan Profil Kayu Pembentuk Mal Kerja. Pada setiap pembuatan bagian dari bangunan saluran, Kontraktor pelaksana akan memasang bouwplank / profil dan mencantumkan elevasi serta dimensi di setiap bangunannya. Pemasangan bouwplank / profil akan berpatokan berdasarkan peil elevasi ketinggian dari patok hasil pengukuran Uitzet dan arahan dari pihak direksi pemasangannya dapat dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari Direksi. Bouwplank dibuat dari kayu kelas III yang lurus dan rata atau dari bambu dengan terlebih dahulu disetujui oleh direksi, untuk mendapatkan /menyetel profil atau mal kerja digunakan tarikan benang dan ditimbang menggunakan selang berisi air yang mengacu pada titik elevasi yang sudah diukur dengan alat dan disetujui Direksi, mal/profil dibuat sedemikian rupa membentuk badan saluran dan saypnya sesuai gambar dan menjadi acuan untuk bidang tanah yang akan digali ataupun bangunan yang akan dipasang, untuk pekerjaan saluran profil dipasang setiap jarak 25 m ataupun lebih o o rapat bila diperlukan untuk daerah galian untuk pondasi yang membentuk sudut 45 – 90 dibuat profil dengan o jarak max 50cm dan untuk sudut saluran diatas 90 Jarak dibuat max 30cm sehingga terlihat penampang yang harus digali ataupun yang harus ditimbun. Penyediaan Air Untuk memenuhi kebutuhan air dilokasi pekerjaan maupun di Barak kerja, fasilitas sementara penyediaan air akan diadakan dan tetap dipelihara berupa bak penampungan air dan di isi per periode tertentu. Kapasitas dan kualitas dari fasilitas tersebut akan diadakan secukupnya untuk memperlancar pelaksanaan dilapangan dan untuk memenuhi kebutuhan di Barak Kerja, sumber pengambilan air dari PDAM setempat atau sumber-sumber air bersih seperti air sumur atau air sungai yang dinyatakan layak untuk kebutuhan campuran konstruksi. Pemasangan Papan Nama Proyek.
10

Untuk identitas pekerjaan di lapangan Kontraktor akan membuat papan nama pekerjaan dari bahan triplek tebal 1,2 cm dengan bagian tepi diberi lis 5 cm, tulisan-tulisan pada papan nama seperti gambar rencana, atau menurut petunjuk Direksi. Pembuatan papan nama proyek dibuat segera setelah keluar surat perintah kerja (SPK) bentuk dan dimensi papan nama proyek beserta jenis hurup yang digunakan disesuaikan dengan dokumen lelang, papan nama proyek dipasang pada area proyek yang mudah dilihat oleh umum tidak terhalang dilihat, ditancapkan dan diberi penguatan dan dudukan supaya tidak mudah roboh. II. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR 1 Galian tanah pondasi 41,184 M3 Seluruh pekerjaan galian tanah harus dilaksanakan menurut ukuran dan ketinggian yang ditunjukkan dalam gambar atau menurut ukuran dan ketinggian lain sebagaimana diperintahkan oleh Direksi. Yang dimaksud dengan "ketinggian tanah" dalam perencanaan adalah "permukaan tanah" sesudah pembersihan lapangan dan sebelum pekerjaan tanah dimulai. Kontraktor Pelaksana akan bertanggung jawab akibat penggalian lebih (over excavation) dan akan menimbun dan memadatkan kembali sesuai dengan garis rencana atau pengarahan Direksi. Tahapan pekerjaan galian tanah baik untuk dinding penahan maupun tubuh bendung adalah sebagai berikut :  Dimulai pada ijin Direksi  Check elevasi dan dimensi agar tetap sesuai dengan gambar kerja, jika diperkirakan sudah mendekati target.  Secara simultan, segera setelah tercapai elevasi yang direncanakan maka pekerjaan pasangan batu atau pekerjaan beton (instalasi) segera dilaksanakan.  Kondisi bidang kerja harus dijaga tetap kering agar tidak mengurangi kualitas dan mengganggu pelaksanaan pekerjaan.  Pekerjaan galian dilakukan secara serentak setiap ruas saluran, sesuai dengan elevasi, dimensi dan ukuran yang telah ditetapkan. Hasil galian yang layak untuk bahan timbunan harus diangkut ke tempat penimbunan sementara (stock pile) yang diatur sedemikian rupa agar mudah dan murah dalam segi pengangkutannya tetapi tidak mengganggu pekerjaan sesuai dengan pengarahan Direksi. Hasil galian yang tidak layak untuk bahan timbunan harus dibuang ke tempat pembuangan spoil bank) yang telah disepakati. 2 Mengurug kembali 13,728 M3 Pekerjaan Urugan Kembali adalah : Mengurug dan menimbun kembali bekas galian atau lainnya pada lokasi yang ditentukan sesuai dengan yang tercantum dalam Gambar. Pekerjaan ini sepenuhnya akan kami laksanakan dengan menggunakan Tenaga Kerja yaitu : Pekerjan dan Mandor dengan menggunakan alat bantu yang diperlukan. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, bentuk dan mutu pekerjaan harus betul-betul tepat dan baik. Agar pekerjaan ini dapat kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu, kami akan melaksanakannya dengan urutanurutan kerja sebagai berikut : 1. Pertama-tama yang akan kami lakukan adalah menyiapkan tenaga kerja, bahan dan peralatan yang akan digunakan selama pelaksanaan pekerjaan ini berlangsung. Jumlah, jenis dan mutu yang akan kami siapkan kami akan selalu mengacu kepada Spesifikasi Teknik yang dipersyaratkan. 2. Melaksanakan pekerjaan penimbunan kembali pada lokasi yang telah ditentukan dan dengan melakukan pemadatan dengan menggunakan alat yang telah ditentukan. 3. Urugan tanah dihampar dan diratakan dengan tenaga manual hinggan membentuk ukuran yang sudah ditentukan, sesuai mal yang dibikin disiram dan dipadatkan dengan alat perata manual, Sistem pemadatan dilakukan perlapis min per 10cm urugan. Timbunan dari bekas galian diambil dari stockpile (timbunan tanah acak/random fil), dilaksanakan untuk timbunan mengisi ruang antara bidang ’timbunan filter’ dan tanggul penutup, kantung lumpur dan, lain-lain. Tahapan pekerjaan timbunan adalah sebagai berikut :  Pekerjaan timbunan dilaksanakan juga bagian bangunan yang sudah dikerjakan (pasangan batu atau beton) sudah cukup usia dan cukup kuat terhadap gangguan akibat pekerjaan penimbunan dan pemadatan, atas persetujuan Direksi.  Pekerjaan timbunan dilaksanakan layer per layer dan dipadatkan. Ketebalan tiap layer maksimal adalah 0.20 m.  Alat pemadat yang dipergunakan adalah hand tamper. Hand tamper dipergunakan pada bagian perbatasan antara bidang timbunan dan bidang struktur.  Pekerjaan timbunan tanah random juga dilakukan layer per layer dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi teknis. Semua material timbunan, baik dari hasil galian atau dari stock pile ataupun dari borrow area harus memenuhi syarat kualitas dan bebas dari bahan-bahan organik seperti tonggak-tonggak kayu, semak belukar, rerumputan, akar-akaran dan sejenisnya, disamping itu juga harus bebas dari bongkahan batu cadas dengan diameter lebih dari 15 cm atau bahan-bahan lain yang oleh direksi dianggap akan membahayakan konstruksi. Material untuk timbunan yang diijinkan adalah material yang mempunyai sifat dan gradasi baik. Bila kadar air material ditempat pengambilan lebih rendah dari kadar air optimum, maka harus dilakukan pembasahan material timbunan dilokasi pengambilan atau tempat dimana material timbunan dihampar sebelum

11

dipadatkan.Pemadatan harus menggunakan hand tamping atau peralatan lain yang disetujui Direksi sehingga menghasilkan kepadatan 90 % . Hasil akhir pekerjaan timbunan untuk saluran diatas tanah asli harus rapat air, dan tidak boleh ada rembesan sesudah diisi dengan debit maksimum. Apabila pekerjaan pemadatan timbunan sudah selesai maka harus diikuti dengan pembentukan dan perapihan timbunan sesuai garis rencana atau sesuai dengan perintah Direksi. Proses Pelaksanaan :  Material diangkut/ditimbun kelokasi timbunan menggunakan tenaga manual.  Material hasil galian yang oleh Direksi dinyatakan tidak layak, tidak akan digunakan dan disingkirkan dari lokasi timbunan  Penghamparan/Penimbunan digunakan perlapis/perlayer dengan ketentuan min 20 cm tebal lapisan timbunan.  Dilanjutkan dengan menyiramkan air dengan mesin pompa air disemburkan secara sporadis ke area timbunan sampai tingkat kekedapan sesuai permintaan direksi.  Setelah dinyatakan cukup kering/air sudah benar-benar meresap diadakan pemadatan menggunakan hand tamper.  Proses pemadatan dilakukan secara roll back baik dengan arah vertikal atau horizontal bidang timbunan min 4x sistem roll back (bolak-balik)  Dilanjutkan ke lapisan berikutnya dengan sistem yang sama, apa bila hasil timbunan setiap layernya terdapat penurunan timbunan yang menurut direksi kurang/cacat, maka akan ditimbun dan dipadatkn kembali.  Jumlah material timbunan kembali ternyata kurang untuk menimbun maka kontraktor pelaksana akan mengadakan bahan timbunan yang sesuai spesifikasi teknis yang biayanya akan ditanggung oleh kontraktor pelaksana. 3 Pasir urug bawah pondasi 3,744 M3 4 Pasir urug bawah lantai 19,550 M3 Pekerjaan Urugan Pasir Bawah Kanstin adalah : Melaksnakan pengurugan dan penimbunan dibawah kanstin : Urugan pasir bawah pondasi, Urugan Pasir Bwh Pondasi + Bwh Rabat Lt. Jemur dan Urugan pasir bawah pasangan dan lantai saluran sesuai dengan Gambar dengan menggunakan bahan urugan yaitu pasir urug. Pekerjaan ini sepenuhnya akan kami laksanakan dengan menggunakan Tenaga Kerja yaitu : Pekerjan dan Mandor dengan menggunakan alat bantu yang diperlukan. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, bentuk dan mutu pekerjaan harus betul-betul tepat dan baik. Agar pekerjaan ini dapat kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu, kami akan melaksanakannya dengan urutan-urutan kerja sebagai berikut :  Pertama-tama yang akan kami lakukan adalah menyiapkan tenaga kerja, bahan dan peralatan yang akan digunakan selama pelaksanaan pekerjaan ini berlangsung. Jumlah, jenis dan mutu yang akan kami siapkan kami akan selalu mengacu kepada Spesifikasi Teknik yang dipersyaratkan.  Melaksanakan pekerjaan penimbunan dengan pasir urug sebelum kanstin dipasang. Bahan yang digunkana adalah pasir urug dan dengan melakukan pemadatan dengan menggunakan alat pemadat yang telah ditentukan. III. PEK. PASANGAN, PLESTERAN DAN ACIAN 1 Pas. Rollag 1 bata camp. 1 PC : 3 psr untuk pondasi 52,400 M2 2 Pas. Trasram bata 1/2 camp. 1 PC : 3 psr 90,480 M2 Uraian pelaksanaan : Pekerjaan rollaq bata 1pc : 3ps dan pekerjaan Pasangan Bata Camp. 1Pc : 5Ps yang dimaksud disini adalah ; Penataan bata dan diantara bata yang satu dengan bata yang lain diberikan perekat yang dibuat dari campuran antara semen (Pc) dengan Pasir. Dalam pelaksanaan pekerjaan pasangan bata rollaq 1pc : 3ps dan pasangan dinding bata Camp. 1Pc : 5Ps, bentuk dan mutu pekerjaan harus baik dan dilaksanakan oleh Tenaga Kerja atau Tukang yang terampil dalam menata dan membentuk pasangan dengan baik. Agar pekerjaan pasangan ini dapat kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu, kami akan melaksanakannya dengan urutan kerja sebagai berikut :  Sebelum pekerjaan pasangan bata merah ini mulai dikerjakan terlebih dahulu dilakukan Pemasangan Bouwplank/profil pada bagian yang akan dipasang batu bata. hal ini bertujuan agar bentuk dari pasangan sesuai dengan gambar rencana.  Sebelum pekerjaan pasangan bata merah ini mulai dikerjakan terlebih dahulu dilakukan Pemasangan Bouwplank/profil pada bagian yang akan dipasang batu bata. hal ini bertujuan agar bentuk dari pasangan sesuai dengan gambar rencana.  Batu - bata yang akan dipasang adalah batu bata yang berkualitas baik , utuh dan tidak cacat dan memiliki ukuran yang sama atau sesuai dengan bentuk yang ditentukan ( gambar kerja ) dan antara bata yang satu dengan batu yang lain akan diberi spesi, metode pemasangan bata dilakukan dengan arah memanjang mengikuti arah rabat jalan dan dilaukan sistem perlapis.

12

   

Pembuatan frofile pasangan/elevasi pasangan Penarikan benang mal kerja/pengukuran membentuk profile/pola pasangan tersebut. sebelum dipasang batu bata terlebih dahulu direndam kira-kira 2 - 5menit. penyiapan adukan berupa : lokasi pencampuran spesi, pengayakan pasir sampai pasir pasang bebas dari material over size, debu, tanah atau bahan asing lainnya, penyiapan air, peralatan dll...  batu bata dipasang dengan arah horizontal, untuk pemasangan dengan arah vertikal (keatas) di usahakan tinggi pemasangan tidak lebih dari 50 - 80cm dengan iterval kira-kira pasangan tersebut kering, barulah dilanjutkan ditasnya, artinya prosedur pemasangan perlapis.  untuk menjaga ketegakan dan kerataan pasangan, untuk setiap kenaikan satu bata baik arah vertikal dan horizontal haruslah dikontrol dengan watterpas. khusus untuk spesi, volume pembuatan adonan disesuaikan dengan kecepatan dan kebutuhan tukang batu hal ini bertujuan agar spesi tetap dalam keadaan baru ( mencegah pengerasan ) hal ini akan berpenga ruh dalam daya ikat spesi tersebut.  Setelah ketinggian pasangan tembok transram tercapai akan dilanjutkan dengan pek. Pemasangan Bata Merah untuk dinding tembok dengan campuran 1 pc : 5 Ps. Demikian pula halnya dlm pek. Ini, tukang batu akan memasang bata merah sesuai dengan aturan. Setelah Pek. Pengecoran Sloof selesai dikerjakan dilanjutkan dengan Pas. Bata Merah untuk dinding transram. Batu bata akan disusun oleh tukang batu sesuai aturan, antara bata satu dengan yan lain akan diberikan spesi sebagai perekat, pemberian spesi. Pelaksanaan pekerjaan ini akan kami laksanakan terlebih dahulu mengingat setelah pekerjaan ini akan dilakukan pekerjaan timbunan tanah. Pekerjaan plesteran akan dilakukan sampai dengan ketebalan yang telah ditentukan dengan campuran spesi 1 pc : 5 Ps atau sesuai dengan dokumen lelang. 3 Plesteran trasram camp. 1 PC : 3 psr 90,480 M2 4 Plesteran kolom camp. 1 PC : 5 psr 49,300 M2 5 Acian dinding dan kolom 192,180 M2 Pekerjaan Plesteran 1pc : 3Ps untuk trasraam, 1pc : 5ps yang dimaksud disini adalah pekerjaan pelapisan permukaan atas yang telah selesai dengan campuran 1pc : 5psdan 1pc : 3Ps untuk trasraam. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan menggunakan tenaga manusia. Karena pekerjaan ini adalah merupakan pekerjaan akhir maka harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan spesifik dibidangya. Untuk itu dalam pemilihan tukang akan kami seleksi sebaik-baiknya agar hasil yang didapatkan betul-betul baik dan memuaskan. Pekerjaan plesteran menggunakan dua jenis material ; Semen dan Pasir. Sebelum digunakan pasir terlebih dahulu diayak sehingga gradasi pasir yang dihasilkan merupakan pasir halus. Untuk membuat mortar dilakukan dengan mencampur kedua bahan tersebut, yaitu semen dan pasir. Setelah tercampur diberi air secukupnya sehingga menghasilkan mortar yang baik. Sebelum pekerjaan plesteran dilaksanakan terlebih dahulu permukaannya harus dibersihkan dan disiram air secukupnya agar bahan mortar yang digunakan untuk plesteran dapat melekat dengan baik dan tidak mudah terkelupas. Metode plaksanaan ditekankan pada mal kerja yakni penarikan benang ukur yang terlebih dahulu harus ditimbang menggunakan waterpass, setelah mendapatkan ukuran ketebalan yang sama di semua sisi bidang plester baru dilukukan plesteran yang dilakukan dari atas baru kebawah atau secara vertical. Untuk setiap hasil plesteran dicek kerataan dan ketebalan yang sesuai. Pekerjaan Acian (Ban-Banan) yang dimaksud disini adalah pekerjaan pelapisan permukaan plesteran yang telah selesai dengan Semen Portaland yang dicampur air. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan menggunakan tenaga manusia. Karena pekerjaan ini adalah merupakan pekerjaan akhir maka harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan spesifik dibidangya. Untuk itu dalam pemilihan tukang akan kami seleksi sebaik-baiknya agar hasil yang didapatkan betul-betul baik dan memuaskan. Pekerjaan Acian menggunakan material ; Semen Portland. Sebelum digunakan pasir terlebih dahulu diayak sehingga gradasi pasir yang dihasilkan merupakan pasir halus. Untuk membuat mortar dilakukan dengan mencampur kedua bahan tersebut, yaitu semen dan pasir. Setelah tercampur diberi air secukupnya sehingga menghasilkan mortar yang baik. Sebelum pekerjaan plesteran dilaksanakan terlebih dahulu permukaannya harus dibersihkan dan disiram air secukupnya agar bahan mortar yang digunakan untuk plesteran dapat melekat dengan baik dan tidak mudah terkelupas. Pekerjaan Acian pada dinding dan kolom pada perinsipnya sama pada pekerjaan plesteran hal yang membedakan pada bahan yang digunkan yaitu campuran PC dan Air, acian ini berguna meutupi bidang-bidang yang berlubang dan mempertegas bentuk bidang-bidang kolom, proses pengacian ditebar/dituangkan pada bidang dan langsung dibentuk/diseka dengan cepang secara merata dengan arah vertikal hingga menutupi semua bidang acian. IV. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING 1 Keramik lantai ruang tunggu 30x30 cm 81,000 M2 2 Keramik lantai ruang cafetaria 30x30 cm 13,500 M2 Persyaratan Pelaksanaan - pasta perekat keramik khusus, tidak menggunakan air semen untuk permukaan lain - keramk harus direndam sebelum pemasangan dengan lama rendaman min 5 menit. - untuk pemasangan keramik menggunakan perekat menggunakan scraf khusus untuk meratakan pasta perekat ke lantai kemudian keramik dipasang /ditempelkan ke perekat di pukul secara merata menggunakan palu karet.

13

-

untuk seluruh rongga yang terdapat pada permukaan ubin belakang harus di isi padat dengan adukan ubin waktu ubin di pasang. - pola pemasangan ubin mengikuti gambar kerja/sesuai dengan rekomendasi dari pabrik. - toleransi kecekungan 2,5 mm untuk setiap/ 2 m2 - garis tepi ubin dan siar diperjelas, dihaluskan dan harus lurus dengan lebar siar max 3 mm kedalaman 2 mm - pelaksanaan aduk dan pengisi aduk perekat berdasarkan sfesifikasi teknis/pabrik produk, lantai yang harus dikasih dilatasi nat sealent sesuai dengan sfesifikasi pabrik - durasi 3 x 24 jam setelah pemasangan ubin keramik, harus bebas gangguan baik injakan atau pemberian beban. Proses Pelaksanaan : Rendam keramik di dalam air. Hal ini akan membuat keramik menjadi lebih elastis dan lebih mudah menempel pada saat pemasangan. Perhatikan kualitas keramik. Keramik kualitas rendah akan susah memasang secara presisi. Untuk itu, nat keramik harus dipasang longgar karena masing-masing keramik memiliki selisih 0.2–0.5 mm sehingga tidak saling bertubrukan. Oleskan air semen. Bilaskan semen yang sudah dicampur air sedikit ke bawah keramik. Hal ini akan membuat daya rekat keramik ke adukan benar-benar lengket. Bersihkan dari kerikil. Adukan dan dasar lantai yang akan dipasang harus bersih dari kerikil, batu, atau ganjalan lain yang akan membuat rongga di bawah keramik. Padatkan secara rata. Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan tidak ada yang kopong atau bagian dasar berongga karena itu akan membuat keramik lepas di kemudian hari. Periksa ketinggiannya apakah sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk menentukan ketinggian lantai. Nat keramik dipasang belakangan. Jangan pasang semen oker atau nat pada sisi keramik saat itu juga. Biarkan selama dua atau tiga hari. Hal ini akan membuat sisa udara yang mengendap akan keluar melalui nat yang belum ditutup. Setelah itu baru diberi semen nat dan jangan lupa membersihkan nat yang masih kosong dari kotoran yang mengendap. Amankan areal keramik yang baru dipasang dari lalu lalang orang selama 2–3 hari. Keramik akan ambles karena adukan di bawahnya masih belum kuat untuk dibebani. Periksa kembali. Dalam sebuah areal pemasangan 3×3 m biasanya terdapat 3–5 keramik yang kopong. Untuk itu segera bongkar dan ulangi pemasangannya. V. PEKERJAAN BETON 1 Beton lantai kerja 3,744 M3 Proses pengecoran lantai kerja/rabat beton tanpa tulangan Pekerjaan Rabat Beton adalah : Pekerjaan pengadaan dan pengecoran rabat beton sesuai dengan Spesifikasi Teknik yang dipersayaratkan. Pekerjaan beton yang dimaksud disini adalah pekerjaan beton tanpa penulangan dan untuk pelapisan permukaan lantai kerja atau rabat dipermukaan lantai ata sesuai dengan dokumen lelang. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan menggunakan tenaga manusia. Pekerjaan beton ini menggunakan material pokok yaitu Semen (PC), kerikil dan Pasir. Semua bahan sebelum digunakan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan dari Direksi. Untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan ini kami akan menggunakan tenaga kerja yaitu ; Pekerja, Tukang, Kepala Tukang dan Mandor. Sedangkan peralatan yang akan kami gunakan yaitu Mollen (alat untuk membuat campuran beton). PEKERJAAN BETON KONSTRUKSI MUTU K175 2 Beton pondasi 6,144 M3 3 Beton sloof 20/25 5,475 M3 4 Beton kolom 30/30 2,106 M3 5 Beton ring balok 13/20 pada dinding ruang tunggu 0,234 M3 Sfesifikasi teknis 1. Persyaratan Semua pekerjaan beton akan dilaksanakan sesuai dengan persyaratan – persyaratan :  Peraturan – peraturan /standar setempat yang biasa dipakai  Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 ; NI-2  Peraturan Semen Portland Indonesia 1972 ; NI-8  Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat  Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Konsultan Pengawas/Manajemen Konstruksi  American society For Testing and Material (ASTM)  American Concrete Institute (ACI) Persyaratan diatas adalah standar minimum dan akan disesuaikan dengan gambar-gambar dan persyaratannya. Semua pekerjaan beton yang tidak sesuai standar akan ditolak, kecuali bila dilaksanakan dengan standar yang lebih tinggi mengenai kekuatan mutu bahan, cara pengerjaan cetakan, cara pengecoran, kepadatan, textured finishing dan kualitas secara keseluruhan. 2. Mutu Beton

14

Mutu beton sturuktur adalah K-175 atau sesuai dokumen lelang, untuk beton praktis ( Kolom praktis , rink balk dan lain-lain sebagai penopang tembok ) dalam pekerjaan ini dipakai campuran 1 Pc : 2 Psr : 3 Krl dengan mutu beton K225 atau sesuai dengan dokumen lelang, Untuk lantai rabat beton dan lantai kerja dalam pekerjaan ini dipakai campuran 1 Pc : 3 Psr : 5 Krl dengan mutu beton K175 atau sesuai dokumen lelang. dengan menggunakan concrete mixer, dan mutu baja yang dipakai adalah BJTD-U24 Polos dan Ulir atau sesuai spesifikasi teknis. Untuk pekerjaan plat beton dipakai beton dengan campuran 1pc : 2ps : 3kr. Mutu karakteristik merupakan syarat mengikat. Untuk menjamin kesaman mutu beton, kontraktor dianjurkan menggunakan mix concrete untuk pekerjaan Plat Beton. a. Campuran tambahan untuk beton (concrete admixture), bilamana dianggap perlu tambahan untuk beton dapat dipergunakan concrete admixture. Penggunaan tersebut akan dengan persetujuan Ahli/Konsultan Pengawas/Manajemen Konstruksi. b. Pengadukan Mix concrete semua pengandukan jenis beton akan dilakukan dengan mesin pengaduk berkapasitas sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Setiap kali membuat adukan pengadukan akan rata hingga warna dan kekentalannya sama. c. Takaran Perbandingan Campuran Semua bahan akan ditakar menurut perbandingan berat, bukan perbandingan isi. Pengecoran dan Pemadatan Beton a. Persiapan  Kontraktor akan menyiapkan jadual pengecoran dan menyerahkan kepada Direksi Lapangan untuk disetujui paling lambat 1 (satu) minggu sebelum memulai kegiatan pengecoran.  Sebelum pengecoran beton, bersihkan benar-benar cetakannya, semprot dengan air dan kencangkan. Sebelum pengecoran, semua cetakan,tulangan beton, dan benda – benda yang ditanamkan atau dicor akan telah diperiksa dan disetujui oleh Direksi Lapangan. Permohonan untuk pemeriksaan akan diserahkan kepada Direksi Lapangan setidak-tidaknya 24 jam sebelum beton di cor. Kelebihan air, pengeras beton, puing, butir-butir lepasan dan benda-benda asing lain akan disingkiran dari bagian dalam cetakan dan dari permukaan dalam dari pengaduk serta perlengkapan pengangkutan.  Galian akan dibentuk sedemikian sehingga daerah yang langsung di sekeliling struktur dapat efektif dan menerus dicor. Seluruh galian akan dijaga bebas dari rembesan, luapan dan genangan air sepanjang waktu, baik dititik sumur, pompa, drainase ataupun segala perlengkapan dari kontraktor yang berhubungan dengan listrik untuk pengadaan bagi maksud penyempurnaan. Dalam segala hal, beton tidak boleh ditimbun digalian manapun, kecuali bila galian tertentu telah bebas air dan lumpur.  Penulangan akan sudah terjamin dan diperiksa serta disetujui. Logam-logam yang ditanam akan bebas dari adukan lama, minyak, karat besi dan pergerakan lain ataupun lapisan yang dapat mengurangi retakan, kereta pengangkut adukan beton yan beroda tidak boleh dijalankan melalui tulangan ataupun disandarkan pada tulangan. Pada lokasi dimana beton baru ditempelkan ke pekerjaan beton lama, buat lubang pada beton lama, masukan pantek baja, dan kemas cairan tanpa adukan nonshrink.  Basahkan cetakan beton secukupnya untuk mencegah timbulnya retak, basahkan bahan-bahan lain secukupnya untuk mengurangi penyusutan dan menjaga pelaksanaan beton.  Penutup Beton Bila tidak disebutkan lain, tebal penutup beton akan sesuai dengan persyaratan SKSNI 1991.  Perhatian khusus perlu dicurahkan terhadap ketepatan tebal penutup beton, untuk itu tulangan akan dipasang dengan penahan jarak yang terbuat dari beton dengan mutu paling sedikit sama dengan mutu beton yang akan dicor. Bila tidak ditentukan lain, maka penahan-penahan jarak dapat terbentuk blok-blok persegi atau gelanggelang yang akan dipasang sebanyak minimum 8 buah setiap meter cetakan atau lantai kerja. Penahanpenahan jarak tersebut akan tersebar merata. b. Pengangkutan Pengangkutan dan pengecoran beton akan sesuai dengan PBI-71, ACI Committe 304 dan ASTM C94-98.  Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ketempat pengecoran akan dilakukan dengan caracara dengan mana dapat mencegah pemisahan dari kehilangan bahan-bahan (segregasi).  Cara pengangkutan adukan beton akan lancar sehingga tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara adukan beton yang sudah dicor dan yang akan dicor. Memindahkan adukan beton dari tempat pengadukan ketempat pengecoran dengan perantaraan talang-talang miring hanya dapat dilakukan setelah disetujui oleh Direksi Lapangan. Dalam hal ini Direksi Lapangan mempertimbangkan persetujuan penggunaan talang miring ini, setelah mempelajari usul dari pelaksana mengenai konstruksi. Kemiringan san panjang talang itu. Batasan tinggi jatuh maxsimum 1.50 m.

15

 Adukan beton pada umumnya sudah akan dicor dalam waktu 1 jam setelah pengadukan dengan air dimulai. Jangka waktu ini akan diperhatikan, apabila diperlukan waktu pengangkutan yang panjang, jangka waktu tersebut dapat diperpanjang sampai 2 jam, apabila adukan beton digerakkan kontinue secara mekanis. Apabila diperlukan jangka waktu yang lebih panjang lagi, maka akan dipakai bahan-bahan penghambat pengikatan yang berupa bahan pembantu yang ditentukan dalam 3.8 PBI 71. c. Pengecoran  Beton akan dicor sesuai persyaratan dalam PBI 1971, ACI Committe 304, ASTMC 94-98.  Beton yang akan dituang akan ditempatkan sedekat mungkin kecetakan akhir dalam posisi lapisan Horizontal kira-kira tidak lebih dari ketebalan 30 cm.  Tinggi jatuh dari beton yang dicor jangan melebihi 1,50 m bila tidak disebutkan lain atau disetujui Direksi Lapangan.  Untuk beton expose, tinggi jatuh dari beton yang dicor tidak boleh lebih dari 1.0 m. Bila diperlukan tinggi jatuh yang lebih besar, belalai gajah, corong pipa cor ataupun benda-benda lain yang disetujui akan diperiksa, sedemikian sehingga pengecoran beton efektif pada lapisan horizontal tidak lebih dari ketebalan 30 cm dan jarak dari corong akanlah sedemikian sehingga tidak terjadi segregasi / pemisahan bahan-bahan.  Beton yang telah mengeras sebagian atau yang telah dikotori oleh bahan asing tidak boleh dituang kedalam struktur.  Tempatkan adukan beton, sedemikian sehingga permukaannya senantiasa tetap mendatar, sama sekali tidak diijinkan untuk pengaliran dari satu posisi keposisi lain dan tuangkan secepatnya serta sepraktis mungkin setelah diaduk.  Bila pelaksanaan pengecoran akan dilakukan dengan cara atau metode diluar ketentuan yang tercantum didalam PBI’71 termasuk pekerjaan yang tertunda ataupun penyambungan pengecoran, maka ” Kontraktor” akan membuat usulan termasuk pengujiannya untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Lapangan paling lambat 3 minggu sebelum pelaksanaan dimulai. d. Pemadatan Beton  Segera setelah dicor, setiap lapis beton digetarkan dengan alat penggetar/ vibrator, untuk mencegah timbulnya rongga-rongga kosong dan sarang-sarang kerikil.  Alat penggentar akan type electrik atau pneumatic power driven, type ”immersion”, beroperasi pada 7000 RPM untuk kepala penggentar lebih kecil dari diameter 180 mm dan 6000 RPM untuk kepala penggentar berdiameter 180 mm. Semua dengan amplitudo yang cukup untuk menghasilkan kepadatan yang memadai.  Alat penggetar cadangan akan dirawat selalu untuk persiapan pada keadaan darurat dilapangan dan dilokasi penempatannya sedekat mungkin mendekati tempat pelaksanaan yang masih memungkinkan.  Hal-hal lain dari alat penggetar yang akan diperhatikan adalah :  Pada umumnya jarum penggetar akan dimasukkan ke dalam adukan kira-kira vertikal, tetapi dalam keadaan-keadaan khusus boleh miring sampai 45 0C.  Selama pengggetaran, jarum tidak boleh digerakkan kearah horizontal karena hal ini akan menyebabkan pemisahan bahan-bahan.  Akan dijaga agar jarum tidak mengenai cetakan atau bagian beton yang sudah mulai mengeras. Karena itu jarum tidak boleh dipasang lebih dekat dari 5 cm dari cetakan atau dari beton yang sudah mengeras, juga akan diusahakan agar tulangan tidak terkena oleh jarum , agar tulangan tidak terlepas dari betonnya dan getaran-getaran tidak merambat kebagian-bagian lain dimana betonnya sudah mengeras.  Lapisan yang digetarkan tidak boleh lebih tebal dari panjang jarum dan pada umumnya tidak boleh lebih tebal dari 30 – 50 cm berhubung dengan itu, maka pengecoran bagian-bagian konstruksi yang sangat tebal akan dilakukan lapis demi lapis, sehingga tiap – tiap lapis dapat dipadatkan dengan baik.  Jarum penggetar ditarik dari adukan beton apabila adukan mulai nampak mengkilap sekitar jarum (air semen mulai memisahkan diri dari agregat), yang pada umumnya tercapai setelah maksimum 30 detik. Penarikan jarum ini dapat diisi penuh lagi dengan adukan.  Jarak antara pemasukan jarum akan dipilih sedemikian rupa hingga daerah-daerah pengaruhnya saling menutupi. Penghentian/Kemacetan Pekerjaan Pengehentian pengecoran hanya bilamana dan padamana diijinkan oleh Direksi Lapangan. Penjagaan terhadap terjadinya pengaliran permukaan dari pengecoran beton basah bila pengecoran dihentikan, adakan tanggulan untuk pekerjaan ini. 3. Perawatan Beton  Secara umum akan memenuhi persyaratan didalam PBI 1971 NI-2 Bab 6.6 dan ACI 301-89.

16

 Beton setelah dicor akan dilindungi terhadap proses pengeringan yang belum saatnya dengan cara mempertahankan kondisi dimana kehilangan kelembaban adalah minimal dan suhu yang konstan dalam jangak waktu yang diperlukan untuk proses hydrasi semen serta pengerasan beton.  Masa Perawatan dan Cara Perawatan  Perawatan beton dimulai segera setelah pengecoran selesai dilaksanakan dan akan berlangsung terus menerus selama paling sedikit 2 minggu jika tidak ditentukan lain. Suhu beton pada awal pengecoran akan 0 dipertahankan tidak melebihi 30 C.  Dalam jangka waktu tersebut cetakan dan acuan betonpun akan tetap dalam keadaan basah. Apabila cetakan dan acuan beton tersebut pelaksanaan perawatan beton tetap dilakukan dengan dengan membasahi permukaan beton terus menerus dengan menutupinya dengan karung-karung basah atau dengan cara lain yang disetujui oleh Direksi Lapangan.  Perawatan dengan uap bertekanan tinggi, uap bertekanan udara luar, pemanasan atau proses-proses lain untuk mempersingkat waktu pengerasan dapat di pakai tetapi akan disetujui terlebih dahulu oleh Direksi Lapangan.  Bahan Campuran Perawatan Akan sesuai dengan ASTM C309-80 type I dan ASTM C 171-75 4. Pembesian  Percobaan dan Pemeriksaan (Test and Inspection) Setiap pengiriman akan berasal dari pemilihan yang disetujui dan akan disertai surat keterangan percobaan dari pabrik. Setiap jumlah pengiriman 20 ton baja tulangan akan diadakan pengujian periodik minimal 4 contoh yang terdiri dari 3 benda uji untuk uji tarik, dan 1 benda uji untuk uji lengkung untuk setiap diameter batang baja tulangan. Pengambilan contoh baja tulangan akan ditentukan oleh Direksi Lapangan. Semua pengujian tersebut diatas meliputi uji tarik lengkung, akan dilakukan di laboratorium Lembaha Uji Konstruksi BPPT atau laboratorium lainnya direkomendasi oleh Direksi Lapangan dan minimal sesuai dengan SII -0136-84 salah satu standard uji yang dapat dipakai adalah ASTM A-615. semua biaya pengetesan tersebut ditanggung oleh Kontraktor. Segala macam kotoran, karat, cat, minyak atau bahan-bahan lain yang merugikan terhadap kekuatan rekatan akan dibersihkan. Tulangan akan ditempatkan dan di pasang cermat dan tepat dan diikat dengan kawat dari lunak. Sambungan mekanis akan ditest dengan percobaan tarik. Sebelum pengecoran beton, lakukan pemeriksaan dan persetujuan dari pembesian, termasuk jumlah, ukuran, jarak, selimut, lokasi dari sambungan dan panjang penjangkaran dari penulangan baja oleh Direksi Lapangan. Sertifikat : Untuk mendapatkan jaminan atas kualitas atas mutu baja tulangan, maka pada saat pemesanan baja tulangan kontraktor akan menyerahkan sertifikat resmi dari Laboratorium, Khusus ditujukan untukn keperluan proyek ini.  Bahan-bahan /Produk  Tulangan Sediakan tulangan berulir mutu BJTD-40, sesuai dengan SII 0136-84 dan tulangan polos mutu BJTP-24, sesuai dengan SII 0136-84 seperti dinyatakan pada gambar-gambar struktur. Tulangan polos dengan diameter lebih kecil 13 mm akan baja lunak dengan tegangan leleh 2400 kg/cm2. Tulangan ulir dengan diameter lebih besar atau sama dengan 13 mm akan baja tegangan tarik tinggi, batang berulir dengan tegangan leleh 4000 kg/cm2.  Tulangan Anyaman (Wire mesh) Sediakan tulangan anyaman, mutu U-50/sesuai dengan dokumen lelang, mengikuti SII 0784-83.  Penunjang /Dudukan Tulangan (Bar Support) Dudukan tulangan akanlah tahu beton yang dilengkapi dengan kawat pengikat yang ditanam, atau batang kursi tinggi sendiri (Individual High Chairs)  Bolstren, kursi, spacer, dan perlengakapan – perlengakapan lain untuk mengatur jarak :  Pakai besi dudukan tulang menurut rekomendasi CRSI, kecuali diperlihatkan lain pada gambar.  Jangan memakai kayu, bata, atau bahan-bahan lain yang tidak direkomendasi.  Untuk pelat di atas tanah, pakai penunjang dengan lapisan pasir atau horizontal runners dimana bahan dasar tidak akan langsung menunjang batang kursi (chairs legs). Atau pakai lantai kerja yang rata.  Untuk beton ekspose, dimana batang-batang penunjang langsung berhubungan / mengenai cetakan, sediakan penunjang dengan jenis hot-dip-galvanized atau penunjang yang dilindungi plastik.  Kawat Pengikat Dibuat dari baja lunak dan tidak disepuh seng.  Jaminan Mutu Bahan-bahan akan dari produk yang sama seperti yang telah disetujui oleh Direksi Lapangan. Sertifikat dari percobaan (percobaan giling atau lainnya) akan diperlihatkan untuk semua tulangan yang dipakai. Percobaanpercobaan ini akan memperlihatkan hasil-hasil dari semua komposisi kimia dan sifat-sifat fisik.

17

 Persiapan Pekerjaan/Perakitan Tulangan Pembengkokan dan pembentukan Pemasangan tulangan dan pembengkokan akan sedemikian rupa sehingga posisi dari tulangan sesuai dengan rencana dan tidak mengalami perubahan bentuk maupun tempat selama pengecoran berlangsung. Pembuatan dan pemasangan tulangan sesuai dengan PBI 1971 Toleransi pembuatan dan pemasangan tulangan disesuaikan dengan persyaratan PBI 1971 atau A.C.I 315.  Pengiriman, Penyimpanan dan Penanganannya Pengiriman tulangan ke lapangan dalam kelompok ikatan ditandai dengan etiket/label yang mencantumkan ukuran batang, panjang dan tanda pengenal. Pemindahan tulangan akan hati-hati untuk menghidari kerusakan. Gudang di atas tanah akan kering, daerah yang bagus saluran-salurannya dan terlindung dari lumpur, kotoran, karat dsb. 5. Pelaksanaan Pemasangan Tulangan, Pembengkokan dan Pemotongan Persiapan  Pembersihan Tulangan akan bebas dari kotoran, lemak, kulit giling (mil steel) dan karat lepas, serta bahan – bahan lain yang mengurangi daya lekat. Bersihkan sekali lagi tonjolan pada tulangan atau pada sambungan konstruksi untuk menjamin rekatannya.  Pemilihan/Seleksi Tulangan yang berkarat tidak akan di gunakan di lapangan.  Pemasangan Tulangan Umum Sesuai dengan yang tercantum pada gambar dan PBI 1971 Koordinasi dengan bagian laindan kelancaran pengadaan bahan serta tenaga perlu diadakan untuk menghindari keterlambatan. Adakan / berikam tambahan tulangan pada lubang-lubang (openings) / bukaan. Pemasangan Tulangan akan dipasang sedemikian rupa diikat dengan kawat baja, hingga sebelum dan selama pengecoran tidak berubah tempatnya.  Tulangan-tulangan yang langsung diatas tanah dan diatas agregat (seperti pasir, kerikil) dan pada lapisan kedap air akan dipasang/ditunjang hanya dengan tahu beton yang mutunya paling sedikit sama dengan beton yang akan dicor.  Perhatian khusus perlu di curahkan terhadap ketepatan tebal penutup beton. Untuk itu tulangan akan dipasang dengan penahan jarak yang terbuat dari beton dengan mutu paling sedikit sama dengan mutu beton yang akan dicor. Penahan – penahan jarak dapet berbentuk blok – blok persegi atau gelang – gelang yang akan dipasang sebanyak minimum 4 buah tiap m2 cetakan atau lantai kerja. Penahan - penahan jarak ini akan tesebar merata.  Pada pelat – pelat dengan tulangan rangkap, tulangan atas akan ditunjang pada tulangan bawah oleh batang - batang penunjang atau ditunjang langsung pada cetakan bawah atau lantai kerja oleh blok – blok beton yang tinggi. Perhatian khusus perlu dicurahkan tarhadap ketapatan letak dari tulangan – tulangan pelat yang dibengkokkan yang akan melintasi tulangan balok yang berbatasan.  Toleransi pada Pemasangan Tulangan a) Terhadap selimut beton ( selimut beton ) : ± 6 mm b) Jarak terkecil pemisah antara batang : ± 6 mm c) Tulangan atas pada pelat  Balok dengan tinggi sama atau lebih kecil dari 200mm : ± 6mm  Balok dengan tinggi lebih dari 200 mm tapi kurang dari 600 mm : ± 12 mm.  Balok dengan tinggi lebih dari 600 mm : ± 12 mm.  Panjang batang : ± 50 mm. d) Toleransi pada pemasangan lainnya sesuai PBI’71  Pembengkokan Tulangan, Sesuai dengan PBI’71  Batang tulangan tidak boleh dibengkok atau diluruskan dengan cara-cara yang merusak tulangan itu.  Batang tulangan yang diprofitkan, setelah dibengkok dan diluruskan kembali tidak boleh dibengkok lagi dalam jarak 60 cm dari bengkokan sebelumnya.  Batang tulangan yang tertanam sebagian di dalam beton tidak boleh dibengkokan atau diluruskan di lapangan, kecuali apabila ditentukan di dalam gambar-gambar rencana atau disetujui oleh perencana.  Membengkok dan meluruskan batang tulangan akan dilakukan dalam keadaan dingin, kecuali apabila pemanasan diijinkan oleh perencana.  Apabila pemanasan diijinkan, batang tulangan dari baja lunak (polos atau diprofilkan) dapat dipanaskan o sampai kelihatan merah padam tetapi tidak boleh mencapai suhu lebih dari 850 C.  Apabila batang tulangan dari baja lunak yang mengalami pekerjaan dingin dalam pelaksanaan ternyata o mengalami pemanasan diatas 100 C yang bukan pada waktu las, maka dalam perhitungan-perhitungan sebagai kekuatan baja akan diambil kekuatan baja tersebut yang tidak mengalami pengerjaan dingin.

18

 Batang tulangan dari baja keras tidak boleh dipanaskan, kecuali diijinkan oleh perencana.  Batang tulangan yang dibengkok dengan pemanasan tidak boleh didinginkan dengan jalan disiram dengan air.  Menyepuh batang tulangan dengan seng tidak boleh dilakukan dalam jarak 8 kali diameter (diameter pengenal) batang dari setiap bagian dan bengkokan.  Toleransi pada Pemotongan dan Pembengkokan Tulangan  Batang tulangan akan dipotong dan dibengkok sesuai dengan yang ditunjukan dalam gambar-gambar rencana dengan toleransi-toleransi yang disyaratkan oleh perencana. Apabila tidak ditetapkan oleh perencana pada pemotongan dan pembengkokan tulangan ditetapkan toleransi-toleransi seperti tercantum dalam dokumen lelang.  Terhadap panjang total batang lurus yang dipotong menurun ukuran dan terhadap panjang total dan ukuran intern dari batang yang dibengkok ditetapkan toleransi sebesar ± 25 mm. Terhadap panjang total yang diserahkan menurut sesuatu ukuran ditetapkan toleransi sebesar ± 50 mm dan 25 mm.  Terhadap jarak turun total dari batang yang dibengkok ditetapkan toleransi sebesar ± 6 mm untuk jarak 60 cm atau kurang dan sebesar ± 12 mm untuk jarak lebih dari 60 cm.  Terhadap ukuran luar dari sengkang, lilitan dan ikatan-ikatan ditetapkan toleransi sebesar ± 6 mm.  Panjang Penjangkaran dan Panjang Penyaluran  Baja tulangan mutu U-24 (BJTP-24) Panjang Penjangkaran = 40 diameter dengan kait Panjang Penyaluran = 40 diameter dengan kait  Baja tulangan mutu U-40 (BJTD-40) Panjang Penjangkaran = 40 diameter dengan kait Panjang Penyaluran = 40 diameter dengan kait  Penyambungan tidak boleh diadakan pada titik dimana terjadi tegangan terbesar. Sambungan untuk tulangan atas pada balok dan pelat beton akan diadakan di tengah bentang, dan tulangan bawah pada tumpuan. Sambungan akan ditunjang dimana memungkinkan.  ketidak lurusan rangkaian tulangan kolom tidak boleh melampaui perbandingan 1 terhadap 10.  Standar Pembengkokan Semua standar pembengkokan akan sesuai dengan SKSNI-91 (Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung), kecuali ditentukan lain, 6. Pekerjaan Cetakan Dan Perancah 1. Pekerjaan Pemasangan Bekisting Kecuali ditentukan lain pada gambar atau seperti terperinci disini. Cetakan dan perancah untuk pekerjaan beton akan memenuhi persyaratan dalam PBI-1971 NI-2. ACI 347, ACI 301, ACI 318. Kontraktor akan terlebih dahulu mengajukan perhitungan – perhitungan serta gambar-gambar rancangan cetakan dan perancah untuh mendapatkan persetujuan Direksi Lapangan sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan. Dalam gambar-gambar tersebut akan secara jelas terlihat konstruksi cetakan/acuan. Sambungansambungan serta kedudukan serta sistem rangkanya, pemindahan dari cetakan serta perlengkapan untuk struktur yang aman. Pekerjaan yang dimaksud disini adalah membuat acuan beton dengan permukaan terlihat untuk struktur beton. Pembuatan acuan beton (bekisting) ini akan kami buat tetap kaku selama pelaksanaan pengecora sampai dengan selesai. Papan bahan bekisting harus baik dan halus tidak retak atau pecah. Untuk bagian bawah kami akan menggunakan papan acuan menerus tanpa sambungan sehingga betul-ebtul kuat dan kokoh. Penyelesaian Beton dengan Cetakan Papan  Cetakan dengan jenis ini (papan) akan terdiri dari papan-papan yang kering dioven dengan lebar nominal 8 cm dan tebal minimal 2.5 cm. Semua papan akan bebas dari mata kayu yang besar, takikan, goncangan kuat, lubang-lubang dan perlemahan – perlemahan lain yang serupa.  Denah dasar dari papan akanlah tegak seperti tercantum pada gambar. Cetakan dari papan diusahakan penuh dengan dimensi ukuran cor beton pada bidang yang sama tanpa sambungan mendatar dengan sambungan ujung yang terjadi hanya pada sudut-sudut dan perubahan bidang.  Lengkapi dengan penunjang plywood melewati cetakann papan untuk stabilitas dan untuk mencegah lepas/terurainya adukan. Cetakan papan akan dikencangkan pada penunjang plywood dengan kondisi akhir dari paku yang ditanam tidak terlihat. Pola dari paku akan seragam dan tetap seperti disetujui oleh Direksi Lapangan. Cetakan untuk Pelat semua lubang-lubang pada cetakan lantai beton seperti diperlukan untuk lintasan tegak dari duct, pipa-pipa counduit dan sebagainya. Puncak dari chamber (penunjang) akan sesuai dengan gambar. Lengkapi dengan dongkrak-dongkrak yang sesuai, baji-baji atau perlengkapan lainnya untuk mendongkrak dan untuk mengambil alih penurunan pada cetakan, baik sebelum ataupun pada waktu pengecoran dari beton.  Lokasi tempat pemasangan perancah harus bersih rata dan betul-betul siap serta sudah mendapat persetujuan dari Direksi atau Pengawas Lapangan.

19

 Mengecek elevasi atas (Top elevation) apakah sudah sesuai dengan gambar rencana yang telah ditentukan dan sudah mendapat persetujuan dari Direksi atau Pengawas Lapangan.  Menyiapkan bahan , tenaga dan peralatan yang akan digunakan. Untuk bahan yang akan digunakan terlebih dahulu harus diajukan kepada Direksi atau Pengawas Lapangan untuk mendapat persetujuan, apakah bahan-bahan tersebut sudaH sesuai dengan persyaratan spesifikasi teknik yang telah ditentukan. Adapun bahan-bahan yang dimaksud adalah : papan, kayu balok, usuk dan paku. Proses Pengecoran Beton Bertulang 1Pc : 2Ps : 3 Kr mutu K-175 Sebelum pekerjaan pengecoran dimulai, hendaknya dicek ulang terhadap kondisi dan atau keadaan perancah apakah sudah sesuai dengan gambar rencana dan sesuai spesfikasi teknik yang telah ditentukan sehingga betulbetul yakin mampu menopang beban. Beton kolom ini dipasang sebagai kolom struktur dengan ukuran Sesuai dokumen lelang, sebelum pengecoran sloof kami akan memasang besi tulangan kolom terelebih dahulu barulah sloof di cor. Setelah pemasangan besi tulangan kami akan membungkus besi tersebut dengan menggunakan bekesting kayu yang terbuat dari kayu papan kls III dan dikelam rapi serta diperkuat dengan menggunakan stut kayu usuk agar pada saat pengecoran kolom tersebut tidak mengalami perubahan bentuk serta ketegak lurusannya. Beton cor yang akan kami pergunakan adalah beton cor dengan campuran 1 Pc : 2 Ps : 3 Krl dan diaduk dengan menggunakan Concrete Mixer. Material yang akan kami pakai adalah material pasir beton yang betul-betul bersih bebas lumpur, bebas kotoran organik dan bebas dari bahan-bahan yang dapat merusak Beton. sementara itu air yang akan kami gunakan adalah air yang betul-betul bersih, tawar dan bebas dari bahan kimia, asam alkali serta bahan organik lainnya. Sebelum melakukan pengecoran kolom kami pastikan bawha besi-besi kolom sudah dirakit dan stel dengan baik kemudian untuk mendapatkan hasil yang betul-betul tegak lurus sebelum begesting dipasang maka kami terebih dahulu membuat Sepatu kolom yang terbuat dari beton. Sepatu kolom yang kami pasang ini berfungsi untuk memastikan posisi kolom telah tepat dan pada proses pengecoran dapat digunakan sebagi pengikat agar begesting yang kami pasang tidak dapat bergeser. Pemasangan bekesting serta penyetelan bekesting ini betul-betul dilakukan dengan penuh ketelitian agar dalam proses pengecoran tidak terjadi kesalahan. Untuk mendapatkan bekesting yang betul-betul tegak lurus dan memiliki kekuatan penuh bekesting kolom diklam dengan menggunakan kayu usuk 4/6 serta di empat sisi kolom kami akan setut dengan kayu usuk 4/6 pula sehingga pada saat pengecoran bekesting tidak terlepas yang nantinya mengakibatkan perubahan pada struktur kolom. Adapun jarak klam usuk kayu 4/6 adalah 40 cm sementara material bekesting menggunakan kayu kls III dan diperkuat dengan paku usuk 7-12 cm. setelah pemasangan bekesting kolom udah selesai serta Direksi sudah melakukan pemeriksaan dan menyetuji untuk melakukan pengecoran maka kami segera menyiapkan material, alat serta tenaga. Jenis kerikil dan pasir yang akan kami pakai adalah kerikil dan pasir yang berkualitas baik serta sudah mendapat persetujuan dari pihak Direksi. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai maka kami akan mengaduk campuran dengan menggunakan Concrete Mixer. Untuk tahap pengecoran kami melakukan pengecoran lewat atas kolom dan dituangkan agar material campuran jatuh kebawah serta kami akan padatkan dengan menggunakan kayu tumbuk yang akan kami tusuk-tusuk lewat atas serta kami juga kan memukul-mukul bekesting dengan alat bantu berupa palu. Kegiatan seperti ini juga akan kami lakukan pada pekerjaan kolom-kolom berikutnya. Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin, sehingga tidak memungkinkan adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotorankotoran atau bahan lain dari luar. Penggunaan alat-alat pengangkut mesin haruslah mendapat persetujuan Direksi Lapangan, sebelum alat- alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. Semua alat-alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus dibersihkan dari sisa-sisa adukan yang mengeras. Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa dan mendapat persetujuan Direksi Lapangan. Pada tiap-tiap kali mengaduk beton, Kontraktor Pelaksana akan melaksaanakan pengujian slump seperti yang ditentukan dalam PBI 1971. Hasil pengujian slump tersebut terletak dalam batas-batas yang ditentukan dalam PBI 1971 (max 12 cm) biaya seluruh rangkaian pengujian tersebut sepenuhnya di tanggung oleh Pemborong. Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat-tempat yang akan dicor terlebih dahulu harus dibersihkan dari segala kotoran-kotoran (potongan kayu, batu, tanah dan lain-lain) dan dibasahi dengan air semen. Pengecoran dilakukan selapis demi selapis dan tidak dibenarkan menuangkan adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat. Pengecoran dilakukan secara terus menerus (kontinyu/tanpa berhenti). Adukan yang tidak dicor (ditinggalkan) dalam waktu lebih dari 15 menit setelah keluar dari mesin adukan beton dan juga adukan yang tumpah selama pengangkutan tidak diperkenankan untuk dipakai lagi. Pada pengecoran baru (sambung antara beton lama dan beton baru), maka permukaan beton lama terlebih dahulu harus dibersihkan dan dikasarkan dengan menyikat sampai aggregat kasar tampak, kemudian disiram dengan air semen dan selanjutnya seperti yang telah dijelaskan sebelumya. Tempat dimana pengecoran akan dihentikan harus mendapat persetujuan Direksi Lapangan. Pengecoran beton dengan harga kerakteristik (k) yang berbeda harus dilakukan seperti harga karakteristik yang dicantumkan dalam gambar. Beton harus secepat mungkin dicorkan setelah pengadukan dan dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat menghindari pengendapan aggregat dan penggeseran posisi

20

tulangan atau acuan. Pengecoran harus dilangsungkan secara Construction joints) yang telah disetujui.

kontinyu

diantara siar pelaksanaan (

Pemadatan Beton Beton dipadatkan dengan menggunakan suatu vibrator selama pengecoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan maupun posisi tulangan. Pemborong harus menyediakan vibrator-vobrator untuk menjamin effisiensi tanpa adanya penundaan. Penggunaan vibrator tidak boleh tegak lurus terhadap bidang cor. Pemadatan beton secara berlebihan sehingga menyebabkan pengendapan aggregat, kebocoran-kebocoran melalui acuan dan lain-lain harus dihindarkan. Pembersihan Lokasi Bekas Cor-Coran Yang termasuk dalam pekerjaan ini ialah : 1. Pembersihan lokasi dari sisa-sisa bahan kerja, bekas-bekas bongkaran begisting dll. 2. Perbaikan / mengembalikan seperti semula segala kerusakan - kerusakan yang timbul akibat kelalaian kontraktor. Kerusakan jalan akibat berat kendaraan pengangkutan bahan bangunan tidak sesuai dengan klas jalan yang dilewati. Rusaknya turap - turap saluran karena kendaraan pengangkutan bahan Kontraktor Pelaksana tidak hati-hati. Rambu - rambu tanda lalu lintas yang rusak karena pekerjaan tersebut. Lain - lain kerusakan kelalaian Kontraktor Pelaksana dimana seluruhnya ini menurut petunjuk Direksi. Pekerjaan lainnya yang perlu dikerjakan agar pada penyerahan kedua seluruh pekerjaan sudah dalam kondisi sempurna dan rapi. VI. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 PEKERJAAN ATAP Kolom pipa black steel Ø 6" t = 3,8 mm Kuda-kuda KD1 rangka pipa black steel Ø 2,5" Kuda-kuda KD2 rangka pipa black steel Ø 2,5" Pipa penyangga pada KD1 Ø 2,5" Pipa penyangga pada KD2 Ø 2,5" Gording chanall C 100,50,2,5mm Pengelasan Plat dudukan kolom pipa tebal 10 mm Plat strip tebal 5 mm Baut angker Ø 14 mm Penyetelan dan erection Atap dec tebal 0,35 mm

2.078,786 Kg 2.237,526 Kg 918,105 Kg 577,365 Kg 98,436 Kg 2.151,100 Kg 8.800,000 Cm 305,370 Kg 121,680 Kg 116,000 Kg 8.488,368 Kg 373,625 m2

Pas. Kolom pipa black steel Ø 6" t = 3,8 mm Kuda-kuda KD1 rangka pipa black steel Ø 2,5" Kuda-kuda KD2 rangka pipa black steel Ø 2,5" Pipa penyangga pada KD1 Ø 2,5" Pipa penyangga pada KD2 Ø 2,5" Gording chanall C 100,50,2,5mm 1. Lingkup Pekerjaan Semua pekerjaan pengadaan bagian-bagian konstruksi seperti pelat-pelat, baut-baut. Angker-angker menurut kebutuhan sesuai dengan gambar rencana serta persyaratan pelaksanaan dan uraian pekerjaan. Semua pekerjaan pembuatan bagian konstruksi Kuda-kuda rangka pipa black steel seperti sambungan – sambungan pengelasan baik las sudut maupun las penuh dan lain-lain sesuai dengan gambar rencana serta persyaratan pelaksanaan dan uraian pekerjaan. Semua pekerjaan pemasangan dan penyelesaian konstruksi pipa black steel seperti pemasangan semua elemen-elemen rangka baja gording chanall C dan lain-lain sesuai gambar rencana serta persyaratan pelaksanaan dan uraian pekerjaan. 2. Persyaratan Umum Peraturan – peraturan : Semua peraturan-peraturan/normalisasi – normalisasi yang dipakai akan yang berlaku di Indonesia seperti PMI, dan STANDART SNI 4096-2007 tentang pas. Semua pekerjaan baja pada bangunan ini akan memenuhi persyaratan dari AISC Specification for Fabrication anda Erection ; 12 februari 1969. Semua pekerjaan baut (bolt) pada bangunan ini juga akan memenuhi syarat dari AISC Sfecification for Structural Joint Bolts; Semua pekerjaan las akan mengikuti ”American Welding Society Code for Arc Welding in Building Construction Section 4 ’. 3. Persyaratan Pelaksanaan

21

Shop Drawing Shop Drawing yang buat akan memperlihatkan semua informasi mengenai dimensi pelat, tebalan dan jenis sambungan l yang dipergunakan. Pada setiap shop drawing akan dilengkapi dengan daftar material yang gunakan beserta berat material yang dipakai 4. Teknis Pemasangan Kontraktor Pelaksana terlebih dahulu akan meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam Gambar Rencana. Perhitungan detail dan sambungan dari bagian-bagian konstruksi baja yang tidak tercantum dalam Gambar Rencana akan dilengkapi oleh Kontraktor Pelaksana dan akan dinyatakan pada Gambar Pelaksanaan. Untulk itu Kontraktor Pelaksana akan memintakan persetujuan dari pengawas sebelum memulai pekerjaan tersebut. Perubahan bahan atau perubahan detail berhubung alasan-alasang tertentu yang berat dan dapat diterima akan diajukan dan diusulkan kepada Pengawas untuk mendapatkan persetujuan dari Pengawas dan dan Perencana. Semua perubahan-perubahan yang disetujui ini dapat dilaksanakan tanpa ada biaya tambahan yang mempengaruhi kontrak, kecuali untuk perubahan yang mengakibatkan perkerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai pekerjaan kurang. Kontraktor Pelaksana akan memprtanggung jawabkan terhadap semua kesalahankesalahan detailing. Fabrikasi dan ketepatan penyetelan/pemasangan semua bagian-bagian konstruksi. Bahan struktur baja akan difabrikasi di Workshop. Semua baut, baik yang dikerjakan di workshop maupun dilapangan akan selalu memberikan kekuatan yang sebanarnya dan masuk tepat pada lubang baut tersebut. Ketinggian dasar kolom yang telah ditentukan dan ketinggian daerah-daerah lainnya akan diukur dengan theodolite oleh Kontraktor Pelaksana dan disetujui oleh Pengawas. Pekerjaan perubahan dan pekerjaan tambahan dilapangan pada waktu pemasangan yang diakibatkan oleh kurang teliti atau kelalaian Kontraktor Pelaksana akan dilaksanakan atas beban biaya Kontraktor Pelaksana. Kekurang tepatan pemasangan karena kesalahan fabrikasi akan dibetulkan, diperbaiki dan bila perlu diganti dengan yang baru kesemuanya atas biaya Kontraktor Pelaksana. Proses Perakitan/Pemasangan Kerangka Pipa Black Steel Gording Baja Chanal C Pemasangan kerangka baja ringan terlebih dahulu harus diperhitungkan kesiapan beberapa aspek yaitu : 1. Kesiapan Personil dan Tenaga Ahli 2. Kesiapan Peralatan untuk Erction 3. Kesiapan Bahan yang digunkan 4. Kesiapan dudukan/tempat pemasangan 5. Cuaca yang kondusif Setelah semua kelangkapan terpenuhi proses erecton dapat dimulai, penentuan titik-titik penempatan kerangka baja ringan dan dudukannya harus pas dan benar, semua penyetelan menggunakan alat ukur theodolith. Pada saat pengangkatan krangka menggunkan creen atau tripoot atau secara manual harus terpukus pada satu titik guna mencegah terjadinya benturan, atau apa bila dilakukan secara bersamaan harus dengan jarak yang cukup aman. Jika ada pekerjaan penyetelan yang membutuhkan las dan proses penguncian dengan mur baut harus dilakukan setelah proses erection selesai dan kerangka-kerangka baja harus sudah dinyatakan kokoh. Pada setiap shop drawing akan dicantumkan kualitas dari material baja krangka pipa black steel dan gording baja chanal C dan bahan-bahan lain yang digunakan. Semua pekerjaan pemotongan dan fabrikasi baja akan terlebih dahulu disetujui oleh Pengawas yang dalam hal ini adalah persetujuan shop drawing. Teknis las (wealding) Proses perakitan dan penyetelan kerangka dengan las dan fabrikasi. Mechanical fastening adalah proses sambungan menggunakan fastener(pengikat). Jenis fastener(pengikat) ini bisa berupa nail(paku), Bolt(baut), Screw(skrup), rivet(keling), dll. Selanjutnya jenis dari baut berulir ini akan bervariasi. Adhesive bonding digunakan untuk mengikat dua permukaan biasanya menghasilkan ikatan halus. Teknik ini menggunakan glues, expovies, atau macam plastic agent yang dibentuk akibat penguapan pelarut atau dengan melepaskan ikatan dengan panas, tekanan dan waktu. Welding adalah proses penyambungan material dengan menggunakan energy panas sehingga menjadi satu dengan tanpa tekanan. Teknik pengelasan yang dipakai adalah : Submerge Arc Welding (SAW) atau pengelasan busur rendam adalah pengelasan yang menggunakan arus listrik untuk menghasilkan busur (Arc) sehingga dapat melelhkan kawat pengisi lasan (filler wire). Dalam SAW cairan logam lasan terendam dalam flux yang melindunginya dari kontaminant udara atau Gas Metal Arc Welding (GMAW) atau Metal Inert Gas (MIG) atau MAG adalah proses pengelasan dimana sumber panas berasal dari busur listrik antara elektroda yang sekaligus berfungsi sebagai logamm yang terumpan (filler) dan logam yang di las. Proses yang sangat cepat dan ekonomis, mudah digunakan untuk mengelas ukuran ketebalan metal yang sangat tebal, high welding rate, dan mengurangi pembersihan. - Ketersediaan peralatan (tergantung dari jenis las apa yang ada)- tipe kapasitas, dan kondisi peralatan yang digunakan untuk pengelasan - Pengulangan operasi- berapa banyak lasan yang akan diselesaikan dan kesamaan lasan. - Syarat kualitas – berbeda karena lasan untuk furniture, reapair peralatan dan pengelasan pipa.

22

- Lokasi pekerjaan lasan - Material yang akan digabung - Bentuk dari hasil produk - Ukuran dari bagian yang akan disambung - Ketersediaan waktu untuk pekerjaan - Skill atau pengalaman kerja dari pekerjanya - Harga material - Tergantung standard persyaratan yang akan digunakan. Metode dibawah ini digunakan untuk welding, cutting, atau brazing operation - Manual, welder membutuhkan manipulasi untuk seluruh prosesnya. - Semiautomatic, filler metal ditambahkan secara otomatis, dan semua manipulasi dilakukan manual oleh welder. - Machine, operasinya secara mekanik dengan observasi dan perbaikan oleh operator weldnya Memasang Atap Spandec Memasang Bubungan Atap Spandec 1. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pengangkutan, pengadaan tenaga kerja, alat-alat dan bahan berikut pemasangan penutup atap dan perlengkapannya. 2. Standar/ Rujukan a. Pas. Rangka Atap Baja Ringan (STANDART SNI 4096-2007) atau sesuai dengan dokumen lelang b. Standar Nasional Indonesia (SNI) SNI 03-1588-1989 atau seuai dengan dokumen lelang. 3. Prosedur Umum a. Contoh Bahan Contoh dan brosur bahan-bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini akan diserahkan lebih dahulu kepada Konsultan Pengawas untuk diperiksa dan disetujui, sebelum pengadaan bahan-bahan ke lokasi proyek. b. Gambar Detail Pelaksanaan Sebelum memulai pelaksanaan, Kontraktor akan membuat dan menyerahkan kepada Konsultan Pengawas, Gambar detail pelaksanaan yang mencakup ukuran-ukuran, cara pemasangan, dan detail lain yang diperlukan untuk diperiksa dan disetujui. c. Pengiriman dan Penyimpanan Bahan-bahan akan dikirimkan ke lokasi proyek dalam keadaan utuh, baru dan tidak rusak serta dilengkapi dengan tanda pengenal yang jelas. Bahan – bahan akan disimpan dalam tempat yang kering dan terlindung dari segala kerusaka. 4. Bahan – Bahan Material yang digunakan adalah Spandex tebal 0,35 mm yang sudah dicat dan bubungan dari metal roof tebal 0,35 yang sudah dicat. Semua bahan –bahan yang tercantum dalam spesifikasi teknis ini akan seluruhnya dalam keadaan baru berkualitas baik secara telah disetujui konsultan pengawas. Memasang Memasang Atap Spandec Genteng yang dipakai Memasang Atap spandec dan bubungan Atap spandec. Genteng yang direkomendasikan adalah produk dalam Pemasangan genteng sesuai dengan standar yang disyaratkan oleh pabrik sesuai dengan jenis yang di pilih, warna akan ditentukan kemudian Skrup fixer. 5. Pelaksanaan Pekerjaan Sebelum pemasangan penutup akan dimulai, semua rangka baja ringan, seperti kuda-kuda, gording akan sudah terpasang dengan baik. Penutup atap metal sebelum dibawa ke lapangan, akan terlebih dahulu disesuaikan bentuk serta ukurannya sesuai dengan yang tertera dalam gambar kerja. Jarak antar penutup atap metal akan sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat genteng metal yang digunakan. Sebelum pemasangan dilakukan, kontraktor akan mengajukan gambar shop drawing yang menggambarkan tentang metode dan cara pemasangannya kepada konsultan pengawas minimal lima hari sebelum pekerjaan tersebut akan dilaksanakan. Pemasangan  Pemasangan penutup atap genteng dan kelengkapannya akan dilaksanakan sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuatan dengan tetap memperhatikan ketentuan dalam Gambar Kerja.  Sebelum pemasangan penutup atap dimulai, semua kerangka baja, seperti kuda-kuda, gording akan sudah terpasang dengan baik.  Pemasangan penutup atap genteng dan kelengkapannya akan dilaksanakan sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuatannya dengan tetap memperhatikan ketentuan dalam Gambar Kerja.  Penutup atap genteng berikut talang-talang (bila ditunjukan dalam Gambar Kerja) akan dipasang dengan baik, dimulai dari bagian tepi bawah menuju ke atas sesuai kemiringan atap yang ditunjukan dalam Gambar Kerja, tahapan-tahapan adalah sebagai berikut : 1. Pengambilan sampel dan diajukan ke direksi untuk pemeriksaan guna mendapatkan sfesifikasi teknis 2. Uji tes sampel genteng

23

3. 4. 5. 6. 7. 8.

Droping bahan dan material Ukur elevasi dan kedataran kuda-kuda Pemasangan rangka dan penyetelan dengan bantuan alat ukur Cek elevasi dan ukur kembali hasil penyetelan, Pemeriksaan dan revisi hasil pekerjaan, Setelah dinyatakan pemasagan rangka atap sesuai dengan spesipikasi teknis oleh direksi dilanjutkan dengan pemasangan genteng, 1. Pengambilan sampel dan diajukan ke direksi untuk pemeriksaan guna mendapatkan sfesifikasi teknis 2. Pemasangan reng, dengan terlebih dahulu dipasang mal yaitu dengan penaraikan benang per jarak reng sesuai dengan sfesifikasi teknis dan gambar kerja, sepanjang luas atap. 3. Pemasangan genteng 4. Pemasangn nok genteng 5. Pemeriksaan dan revisi hasil pekerjaan, 6. Setelah dinyatakan pemasagan atap sesuai dengan spesipikasi teknis oleh direksi dilanjutkan dengan pembersihan sisa/bekas material dan bahan. 7. Pelaporan hasil kerja.

VII. PEKERJAAN PENGECATAN 1 Cat tembok baru 192,180 M2 2 Cat kolom dan kuda-kuda pipa dengan cat besi 248,252 M2 syarat pelaksanaan  pengendalian kerja ini menggunakan sistem pabrik dan standarisasi pada PUBI 1982 pada pasal 54 dan NI-4  pengamplasan semua bidang cat, harus rata dan halus bebas cacat, bebas dari debu, lemak, minyak dan lainnya.  proses pengecatan bebas dari gangguan pekerjaan lain  bidang pengecatan di plamur  cat dasar  setelah mendapatkan persetujuan dari direksi baru tahapan berikutnya  bahan sampel pengecatan di ajukan sampel ke direksi, setelah mendapat persetujuan dilakukan ke berikutnya  test pengecatan disaksikan oleh pihak kontraktor, direksi, konsultan pengawas. Setelah acc tahapan berikutnya.  proses pengecatan dengan persyaratan hasil sesuai dengan dokumen lelang dan arahan dari direksi/pengawas  menggunakan tenaga terampil  cek dan service hasil kerja setelah disetujui, pelaporan dan pembersihan lokasi  Pekerjaan cat tembok pada besarnya kuas yang anda pilih. Besarnya pegangan sudah disesuaikan oleh pabrik, semakin besar luasan kuas sapu maka semakin besar pegangan kuas. Saat kita baru membeli kuas baru selayaknya kita tidak langsung enggunakan begitu saja , untuk mendapatkan hasil yang sempurna kita harus memeriksa bulu sikat dari kuas yang kita beli. Harus diperhatikan supaya bulu sikat tidak terlalu kasar dan juga tidak terlalu halus. Perhatikan ujung kerataan barisan bulu sikat. Untuk memastikan hasil yang paling baik, anda bisa menggunakan cara Pemotong bulu sikat , dimana dengan menggunakan gunting anda bisa memotong ujung yang tidak rata. Cara memegang kuas yang baik adalah memegang kuas dengan seluruh jari dari salah satu tangan yang biasa anda gunakan, rentangkan lebar telapak tangan untuk memegang gagang kuas. Teknik ini paling baik ketika anda akan mengecat permukaan datar. Sebelum anda melakuan pengecatan sebenarnya, sebelumnya anda perlu melakukan percobaan kekentalan cat untuk mendapatkan komposisi campuran yang dibutuhkan. Selanjutnya adalah pencelupan kuas terhadap cap. Pencelupan cat yang baik adalah mengatur penekanan kuas terhadap cat yang telah dituangkan di ember tempat cat. Anda harus bisa mengatur sampai kuas menyerap cat . Saat anda menarik kuas dari tempat cat, jangn langsung diangkat dan disapukan ke dinding, biarkan beberapa saat sampai cat berlebih menetes , dan untuk memastikan tidak ada lagi tetesan , anda bisa melakukan mengesekkan kuas secara perlahan dengan menarik sikat di tepi bagian dalam dari bibir tempat cat untuk menghapus cat berlebihan. Selanjutnya adalah meyapukan kuas yang sudah berisi cat ke dinding, lakukan penyapuan kuas dengan menekan kuas secara perlahan dan menariknya sesuai arah yang diinginkan misalnya arah horizontal atau arah vertikal. Lakukan pengecatan dalam satu lapisan terlebih dahulu sampai ruangan tercat penuh. Lakukan pengecatan dari tempat paling tinggi terlebih dahulu kemudian tempat terendah. Kemudian setelah agak kering anda bisa memperhatikan hasil pengectan, dimana akan akan kelihatan apakah cat terlalu tipis atau sudah menutupi dinding.Jika hasil cat kurang baik anda bisa mengecat kembali lapisan kedua atau seterusnya dengan cara yang sama sampai anda mendapatkan hasil pengectan yang diinginkan. Teknik penempatan bulu kuas untuk pengecatan kedinding dapat anda lakukan sebagai berikut :

24

 Untuk pengecatan bidang datar luas, anda melakukan pengectan dengan seluruh permukaan ujung kuas arah orizontal maupun arah vertikal. Sebaiknya saat penegectan anda membuat satu arah yang beraturan.  Untuk pengecatan yang rapi membentuk garis di mana dua sisi atau warna bertemu, yang disebut “memotong,” gunakan ujung bulu kuas dengan miring .  Untuk posisi yang harus menempatkan cat pada posisi yang luasan kecil, sebaiknya anda menggunakan ukuran bulu kuas yang kecil. terlebih dahulu kita harus memastikan permukaan rol benar benar rata dan tidak mempunyai serat yang terlalu kasar. Jika jenis rol sudah bagus selanjutnya hal yang dilakukan adalah membasahi kuas rol dengan air. Sama seperti pengecatan dengan menggunakan kuas, terlebih dahulu akan melakukan percobaan komposisi kekentalan dari campuran cat untuk memastikan berapa lapisan akan melakukan pengectan. Lakukan terlebih dahulu percobaan pada area tertentu. Setelah anda mendapatkan komposisi kekentalan cat , selanjutnya adalah pencelupan roller ke tempat (ember cat) . Tempatkan roler ke tengah-tengah ember cat yang sudah terisi, kemudian angkat roler dan gulung menuruni sampai lereng ember, kemudian berhenti beberapa waktu .Lakukan hal ini dua atau tiga kali untuk memastikan cat terserap oleh kuas roler. Lalu, celupkan roller ke dalam sumur sekali lagi, dan gulung sampai ke lereng sampai kuas jenuh. Untuk memastikan kuas sudah jenuh anda bisa mengulung kuas dari lereng dan jika cat tidak menetes lagi dipermukaan ember berarti kondisi kuas sudah jenuh dan siap untuk dicatkan ke dinding. Lakukan pengangkatan kuas secara perlahan dari ember cat, untuk menghindari tetesan, lakukan penyapuan kedingding dengan mendorong kuas menjauh dari tubuh anda. Metode yang paling efektif pengecatan dengan rol adalah untuk pengecatan 1-2 meter persegi daerah pada suatu waktu. Pengectan dengan kuas rol dilakukan dengan pola zigzag tanpa mengangkat roller dari dinding, seolah-olah kita menulis huruf M besar, W, atau mundur N. Kemudian, masih tanpa mengangkat dari dinding , selanjutnya adalah mengisi ruang kosongan dari huruf yang dibuat dengan pola zigzag . Setelah satu daerah selesai kemudian dengan mengangkat rol dengan perlahan selanjutnya pindah ke daerah lain dengan memastikan cat masih ada di kuas rol, jika tidak lakukan pengisian cat kembali dengan metoda yang sama lalu anda melakukan pengecatan ke daerah berikutnya sampai seluruh dinding selesai anda cat. Setelah pengecatan lapisan pertama sudah selesai dan kering anda bisa memperhatikan apakah hasil pengectan sudah maksimal, jika belum lakukan pengecatan lapisan kedua. Sebelumnya lakukan pengetestan pada suatu luasan tertentu untuk mendapatkan komposisi kekentalan yang dibutuhkan. Cat Besi Mengecat permukaan besi tidak bisa dilakukan dengan asal – asalan, pasalnya jika tidak dilakukan dengna benar, maka ketahanan cat yang melekat pada besi akan cepat hilang dan akhirnya menimbulkan karat yang tentunya mengurangi ketahanan rangka besi tersebut. Bersihkan permukaan yang akan dicat dari kotoran dan debu, Untuk logam gunakan Zinc Chromate atau Meni Besi agar cat tampak mengkilat dengan sempurna dan lebih tahan terhadap karat, Tunggu sampai kering sempurna baru pengecatan bisa dimulai. Amplas permukaan samapi halus dan rata. Encerkan cat dengan thinner secukupnya, kemudian cat dapat langsung dipakai. Gunakan Thinner Nitro sebagai pengencer untuk mencapai hasil yang maksimum. Pengenceran dengan 10-20% thinner akan membuat pengecatan cepat selesai karena menghasilkan permukaan yang tebal, tetapi kasar. Pengenceran dengan 30-50% thinner akan menghasilkan permukaan yang halus dan rata namun pengecatan harus diulang paling sedikit tiga kali. Jika Menggunakan Spray : Encerkan cat dengan thinner sampai 50% pengenceran, Untuk hasil yang se,purna akan digunakan Thinner Super atau Thinner A Special atau sesuai petunjuk pihak Direksi. VIII. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1 Relling ruang tunggu dari besi hollow + pengecatan 3,600 M2  Tahapan Pengadaan Bahan, Pengajuan dan Uji produk Semua bahan yang digunakan sebelum dilaksanakan proses pabrikasi di workshop bengkel las/bengkel pembuatan kusen pintu, jendela, daun pintu, jendela, ventiasi dan lainnya terlebih dahulu diajukan spek yang digunkan berupa data tempat pemesanan dan spesifikasi, setelah mendapatkan persetujuan di ajukan sampel bahan yang digunakan untuk diadakan pemeriksaan langsung oleh direksi.  Tahapan Pemesanan dan Pemeriksaan kembali Setelah uji sampel dinyatakan lulus oleh direksi diadakan pemesanan dan pendropan bahan ke work shop tempat perakitan, setelah material sampai ke work shop diadakan pemeriksaaan oleh pihak direksi baik spesifikasi bahan, peralatan, gambar kerja, perlengkapan keselamatan kerja dan tenaga ahli yang digunakan dalam perakitan.  Tahapan Fabrikasi di work shop Pihak direksi, konsultan pengawas dapat mengontrol langsung proses pembuatan yaitu pemotongan, penyetelan, pembentukan, pengelasan dan proses penyatuan yang di akhiri dengan proses pengemasan bahan dan difinish dengan proses pengecatan dengan air kompresor.

25

 Tahapan Pengangkutan dan Pemasangan. Semua bahan-bahan yang siap dipasang diadakan ceking kelengkapan oleh pelaksana lapangan setelah acc, diangkat dari gudang dan di muat dengan truck keloaksi pemasangan, pada saat pemindahan dari gudang ke teruk dilakukan dengan hati-hati, pada saat penumpukan di bak truck terlebih dahulu pada dasar bak truck diberi alas penagaman berupa kayu yang direntangkan pada sisi-sisi bak truck dan ujung pintu. Setelah itu dibawa ke lokasi pemasangan. Proses Pemasangan dan Penyetelan langsung di lapangan. 1. Bahan-Bahan dipasang pada tempat-tempat yang telah ditentukan dalam gambar. 2. Pemasangan Bahan-bahan ini harus betul-betul tegak sehingga pintu tidak berubah letaknya pada waktu pelaksanaan pekerjaan lainnya. 3. Apabila perletakan Rangka besi hollow maupun pintunya yang menempel pada kolom-kolom beton, maka Pelaksanaan pemasangan di lubang atau coakan pada kolom tersebut sebagai tempat untuk pemasangan baut atau kait besi untuk penyatuan.

B. I. 1 2 3 4 5 6 7 8

REHAB KANTOR PENGELOLA TERMINAL PEKERJAAN PERSIAPAN DAN BONGKARAN Pembongkaran penutup atap lama (genteng, listplank dll) Pembongkaran kusen lama Pembongkaran keramik lantai ruang lantai satu Pembongkaran keramik tangga Pembongkaran keramik KM/WC Pembongkaran keramik dinding KM/WC lantai satu Pembongkaran keramik lantai ruang lantai dua Pembongkaran klosed+avour+instalasi air lantai satu

115,500 27,000 45,600 8,100 8,400 33,900 30,000 5,000

M2 Bh M2 M2 M2 M2 M2 a

Pekerjaan Bongkaran 1. Pekerjaan ini diawali dengan pembongkaran bangunan existing yaitu : a. Bangunan hangar sayap kanan : Pembongkaran pondasi, kolom beton dan rangka atap lama b. Bangunan ruang tunggu : Pembongkaran pondasi, kolom beton, dinding bata, dan rangka atap lama c. Bangunan kantor pengelola terminal : Pembongkaran lantai keramik KM/WC, dinding keramik KM/WC, kusen, bak air, dan kloset jongkok, dinding lama, plafond dan rangka atap 2. Semua material hasil bongkaran yang masih bisa dimanfaatkan kembali harus dibersihkan dan disimpan di dalam gudang khusus serta dalam keadaan terkunci. Dan untuk material yang tidak terpakai harus disingkirkan ke luar area agar tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan. 3. Sebelum dilakukan pekerjaan seterusnya terlebih dahulu tempat bekerja harus dibersihkan dari sampahsampah yang dapat merusak konstruksi bangunan. 4. hasil bongkaran dirumpuk dengan arah horizontal di usahakan hasil rumpukan sementara tidak menggangu jalan akses kelokasi, para pekerja membongkar dan merumpuk hasil bongkaran dengan radius min 25 meter dari area bongkaran, untuk bongkaran bangunan dimulai diatas kebawah, untuk bongkaran beton diperlakukan dengan metode khusus yaitu sebelum pekerja membongkar, beton yang akan di bongkar diberi cairan penghancur beton guna mempermudah penghacuran beton bongkaran, untuk bongkaran KM/WC semua aliran air ke KM/WC harus ditutup dan dibiarkan kering baru dibongkar. 5. Sortiran/Pemelihan hasil bongkaran yang dapat dimanfaatkan kembali dilakukan pada saat akan dilakukan perumpukan hasil bongkaran, bongkaran yang dapat dimanfaatkan kembali diseleksi, ditumpuk dam ditempatkan pada area terpisah. 6. Hasil bongkaran yang dapat dimanfaatkan kembali dilaporkan kepada pihak Direksi untuk diadakan konsultasi dan sistem perhitungan biaya pemakaian kembali dan analisis kelayakan kondisi material. II. PEK. TANAH, PASIR, PASANGAN, PLESTERAN & ACIAN 1 Galian pondasi SNI-02.2.6.1 16,000 M3 Seluruh pekerjaan galian tanah harus dilaksanakan menurut ukuran dan ketinggian yang ditunjukkan dalam gambar atau menurut ukuran dan ketinggian lain sebagaimana diperintahkan oleh Direksi. Yang dimaksud dengan "ketinggian tanah" dalam perencanaan adalah "permukaan tanah" sesudah pembersihan lapangan dan sebelum pekerjaan tanah dimulai. Kontraktor Pelaksana akan bertanggung jawab akibat penggalian lebih (over excavation) dan akan menimbun dan memadatkan kembali sesuai dengan garis rencana atau pengarahan Direksi. Tahapan pekerjaan galian tanah baik untuk dinding penahan maupun tubuh bendung adalah sebagai berikut :  Dimulai pada ijin Direksi  Check elevasi dan dimensi agar tetap sesuai dengan gambar kerja, jika diperkirakan sudah mendekati target.

26

 Secara simultan, segera setelah tercapai elevasi yang direncanakan maka pekerjaan pasangan batu atau pekerjaan beton (instalasi) segera dilaksanakan.  Kondisi bidang kerja harus dijaga tetap kering agar tidak mengurangi kualitas dan mengganggu pelaksanaan pekerjaan.  Pekerjaan galian dilakukan secara serentak setiap ruas saluran, sesuai dengan elevasi, dimensi dan ukuran yang telah ditetapkan. Hasil galian yang layak untuk bahan timbunan harus diangkut ke tempat penimbunan sementara (stock pile) yang diatur sedemikian rupa agar mudah dan murah dalam segi pengangkutannya tetapi tidak mengganggu pekerjaan sesuai dengan pengarahan Direksi. Hasil galian yang tidak layak untuk bahan timbunan harus dibuang ke tempat 2 Urugan Pasir bawah batu kosong SNI-07.6.6.11 2,000 M3 Pekerjaan Urugan Pasir Bawah Kanstin adalah : Melaksnakan pengurugan dan penimbunan dibawah kanstin : Urugan pasir bawah pondasi, Urugan Pasir Bwh Pondasi + Bwh Rabat Lt. Jemur dan Urugan pasir bawah pasangan dan lantai saluran sesuai dengan Gambar dengan menggunakan bahan urugan yaitu pasir urug. Pekerjaan ini sepenuhnya akan kami laksanakan dengan menggunakan Tenaga Kerja yaitu : Pekerjan dan Mandor dengan menggunakan alat bantu yang diperlukan. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, bentuk dan mutu pekerjaan harus betul-betul tepat dan baik. Agar pekerjaan ini dapat kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu, kami akan melaksanakannya dengan urutan-urutan kerja sebagai berikut :  Pertama-tama yang akan kami lakukan adalah menyiapkan tenaga kerja, bahan dan peralatan yang akan digunakan selama pelaksanaan pekerjaan ini berlangsung. Jumlah, jenis dan mutu yang akan kami siapkan kami akan selalu mengacu kepada Spesifikasi Teknik yang dipersyaratkan.  Melaksanakan pekerjaan penimbunan dengan pasir urug sebelum kanstin dipasang. Bahan yang digunkana adalah pasir urug dan dengan melakukan pemadatan dengan menggunakan alat pemadat yang telah ditentukan. 3 Pasangan batu kosong SNI-07.7.6.9 8,800 M3 Ukuran batu maksimum akan ditentukan oleh Direksi Teknik dengan memperhitungkan jenis, struktur, lokasi batu dalam stuktur dan persyaratan umum stabilitas dan saling mengunci. Karena volume pekerjaan tidak terlalu besar dan teknis pelaksanaan tidak rumuit pelaksanaan pekerjaan ini dilkasanakan dalam minggu yang sama dengan pasangan batu kali/batu pecah. Pasangan batu kosong adalah penataan batu kali/gunung tanpa bahan pengikat (spesi), pekerjaan ini dilaksanakan sebelum pekerjaan pasangan batu kali. Sebelum dikerjakan diberi urugan pasir dengan ketebalan sesuai spesifikasi teknis, batu-batu dipasang/ditata sesuai dengan ketebalan yang ditentukan, untuk pemasangan batu-batu dipasang saling mengisi dan saling menguci satu sama yang lain, apa bila terjadi rongga-rongga yang besar pada pasangan diberi batu kecil sebagai pengunci dan pengisi supaya pasangan menjadi kaku. 4 Pasangan Pondasi batu kali SNI-07.7.6.3 4,000 M3 Perekat yang dipergunakan untuk pasangan batu kali/batu pecah adalah campuran 1 PC : 5Ps. Atau sesusai dengan dokumen lelang. Ukuran minimal batu adalah :  Tebal minimum = 15 cm atau sesuai dengan dokumen lelang  Lebar minimum = 1,5 x tebal (22,5 cm) atau sesuai dengan dokumen lelang  Panjang minimum = 1,5 x lebar (33,75 cm) atau sesuai dengan dokumen lelang Ukuran batu maksimum akan ditentukan oleh Direksi Teknik dengan memperhitungkan jenis, struktur, lokasi batu dalam stuktur dan persyaratan umum stabilitas dan saling mengunci. Batu yang dipilih akan bersih, keras tanpa lapisan yang lemah atau retak dan akan memiliki satu daya tahan (awet). Batu-batu tersebut akan berbentuk datar, biji ataupun datar dan akan dapat dilapisi seperlunya untuk menjamin saling mengunci yang rapat bila dipasang bersama-sama. Semua galian akan selalu bebas air dan kontraktor akan melengkapi semua bahan-bahan yang diperlukan, peralatan dan tenaga untuk membuang atau mengalirkan air, termasuk saluran-saluran sementara pengaliran lintasan air. Batu akan bersih dan dibasahi sepenuhnya sebelum dipasang, diberikan waktu untuk penyerapan air Tebal atas adonan untuk masing-masing lapisan pekerjaan batu adalah dalam batas-batas 2 – 5 cm, tetapi akan dipertahankan sampai keperluan minimum untuk menjamin bahwa semua rongga diantara batu yang telah dipasang telah diisi sepenuhnya. Batu akan diletakan dengan permukaan yang paling panjang mendatar dan permukaan menonjol masing-masing batu akan diatur sejajar dengan permukaan dinding yang sedang. Teknis Pelaksanaan Pekerjaan Pasangan Batu Kali/batu pecah Camp. 1Pc : 5Ps yang dimaksud disini adalah ; Penataan batu kali dan diantara batu kali yang satu dengan bata yang lain diberikan perekat yang dibuat dari campuran antara semen (Pc) dengan Pasir. Dalam pelaksanaan pekerjaan pasangan batu kali/batu pecah Camp. 1Pc : 4Ps, bentuk dan mutu pekerjaan harus baik dan dilaksanakan oleh Tenaga Kerja atau Tukang yang terampil dalam menata dan

27

membentuk pasangan dengan baik. Agar pekerjaan pasangan ini dapat kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu, kami akan melaksanakannya dengan urutan kerja sebagai berikut : 1. Setelah didapat ijin kerja dan sebelum pelaksanan pekerjaan pasangan dilaksanakan kesiapan akan batu kali, semen, pasir, Molen dan tenaga terlebih dahulu dilakukan hal ini untuk pelaksanaan yang lebih baik baik dari segi waktu pelaksana. 2. Pemasangan Bouwplank/profil akan dilakukan pada bagian yang akan dipasang batu kali '( lening saluran ) hal ini dengan tujuan agar bentuk dari pasangan sesuai dengan gambar rencana.Bouwplank/profil akan digunakan reng dan kayu gording dan dipasang. 3. Batu - batu yang akan dipasang adalah batu kali yang telah sesuai dengan spesifikasi batu kali yang ditentukan dan batu kali tersebut telah bersih dari kotoran - kotoran yang melekat seperti debu dan tanah hal ini untuk menjaga agar pada saat pemasangan dapat merekat dengan baik saat diberi mortar. 4. Pasir dan semen sesuai dengan ukuran masing - masing ( perbandingan 1 : 5 ) dimasukkan kedalam mollen setelah itu mollen diputar beberapa waktu sampai dengan pasir dan semen tercampur secara merata dan sewarna. 5. Setelah pasir dan semen tercampur secara merata dan sewarna dilanjutkan dengan menambahkan air kedalam mollen dan diputar sampai dengan kedua bahan tersebut tercampu marata dan sewarna pula. 6. Spesi yang telah jadi dituang kedalam Bak penampung yang akan terbuat dari papan dan berbentuk persegi yang mana spesi akan diangkut dengan ember. 7. Spesi - spesi yang telah tercampur lebih dari 30 menit tidak akan dipergunakan sebagai bahan spesi. 8. Batu - batu kali akan dipasang sesuai dengan bentuk yang ditentukan ( gambar kerja ) dan antara batu yang satu dengan batu yang lain akan diberi spesi dan akan diusahakan setiap permukaan batu yang diberi spesi kecil dari rongga-rongga. Bila dipandang perlu dalam pelaksanaan pasangan batu kali untuk Lening talud ini. 9. akan dipasang drainase dari bambu atau pipa pvc. Demikian untuk seterusnya pemasangan batu kali dipasang sampai dengan ketebalan, ketinggian dan ukuran lain terpenuhi. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pasangan batu sebagai pondasi dari bangunan. Batu - batu kali akan dipasang sesuai dengan bentuk yang ditentukan ( gambar kerja ) dan antara batu yang satu dengan batu yang lain akan diberi spesi dan akan diusahakan setiap permukaan batu yang diberi spesi kecil dari ronggarongga. Bila dipandang perlu dalam pelaksanaan pasangan batu kali untuk Lening Saluran ini akan dipasang drainase dari bambu atau pipa pvc. Demikian untuk seterusnya pemasangan batu kali dipasang sampai dengan ketebalan, ketinggian dan ukuran lain terpenuhi. Agar pekerjaan pasangan ini dapat kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu, kami akan melaksanakannya dengan urutan kerja sebagai berikut : Setelah didapat ijin kerja dan sebelum pelaksanan pekerjaan pasangan dilaksanakan kesiapan akan batu kali, semen, pasir, Molen dan tenaga terlebih dahulu dilakukan hal ini untuk pelaksanaan yang lebih baik baik dari segi waktu pelaksana. Pemasangan Bouwplank/profil akan dilakukan pada bagian yang akan dipasang batu kali '( lening saluran ) hal ini dengan tujuan agar bentuk dari pasangan sesuai dengan gambar rencana. Bouwplank/profil akan digunakan reng dan kayu gording dan dipasang. Batu - batu yang akan dipasang adalah batu kali yang telah sesuai dengan spesifikasi batu kali yang ditentukan dan batu kali tersebut telah bersih dari kotoran - kotoran yang melekat seperti debu dan tanah hal ini untuk menjaga agar pada saat pemasangan dapat merekat dengan baik saat diberi mortar. Pasir dan semen sesuai dengan ukuran masing - masing ( perbandingan 1 : 5 ) dimasukkan kedalam mollen setelah itu mollen diputar beberapa waktu sampai dengan pasir dan semen tercampur secara merata dan sewarna.

28

5 6 7 8 9 10 11 12

Pasangan bata teras depan (muka) Pasangan bata teras depan (kolom samping) Pasangan bata penebalan lantai dua Plesteran dinding teras depan Plesteran dinding penebalan lantai dua Plesteran beton Plesteran dinding (service-service +/- 20%) Acian dinding

SNI-07.9.6.10 SNI-07.9.6.10 SNI-07.9.6.10 SNI-07.10.6.5 SNI-07.10.6.5 SNI-07.10.6.3 SNI-07.10.6.3 SNI-07.10.6.27

15,888 8,800 8,958 49,375 8,958 25,670 25,670 84,003

M2 M2 M2 M2 M2 M2 M2 M2

Bata yang dipakai pada bangunan ini, menggunakan bata yang berkualitas baik, utuh dan tidak cacat serta bata yang dipakai akan dengan ukuran yang sama. Bata merah sebelum dipasang akan direndam dahulu dalam bak atau drum air, sampai jenuh yang akan disiapkan dilapangan. Pasangan dinding bata merah dipasang sesuai dengan Gambar Kerja yang sudah ada dan untuk pasangan tembok bata menggunakan pasangan setengah bata. Perekat yang dipergunakan untuk pasangan bata adalah sebagai berikut : a. Untuk pasangan tembok bata biasa menggunakan campuraan 1 Pc : 5Ps b. Untuk pasangan rollag bata / tembok trasram menggunakan campuran 1 Pc : 3 Ps atau sesuai dokumen lelang dipasang pada tempat-tempat yang ditentukan yaitu dari atas sloof (± 20 cm dari atas lantai) dan + 150 cm pada dinding sesuai dengan Gambar Kerja dan Detail. Hubungan kolom beton dengan pasangaan bata maupun kusen diberi angker dari besi  8 mm dengan jarak maksimal 80 cm. Bata yang mentah, retak/tidak memenuhi syarat dan tetap terpasang agar dibongkar dan segeradiganti dengan bata yang memenuhi syarat tersebut. Uraian pelaksanaan : Pekerjaan rollaq bata 1pc : 3ps dan pekerjaan Pasangan Bata Camp. 1Pc : 5Ps yang dimaksud disini adalah ; Penataan bata dan diantara bata yang satu dengan bata yang lain diberikan perekat yang dibuat dari campuran antara semen (Pc) dengan Pasir. Dalam pelaksanaan pekerjaan pasangan bata rollaq 1pc : 3ps dan pasangan dinding bata Camp. 1Pc : 5Ps, bentuk dan mutu pekerjaan harus baik dan dilaksanakan oleh Tenaga Kerja atau Tukang yang terampil dalam menata dan membentuk pasangan dengan baik. Agar pekerjaan pasangan ini dapat kami selesaikan dengan baik dan tepat waktu, kami akan melaksanakannya dengan urutan kerja sebagai berikut :  Sebelum pekerjaan pasangan bata merah ini mulai dikerjakan terlebih dahulu dilakukan Pemasangan Bouwplank/profil pada bagian yang akan dipasang batu bata. hal ini bertujuan agar bentuk dari pasangan sesuai dengan gambar rencana.  Sebelum pekerjaan pasangan bata merah ini mulai dikerjakan terlebih dahulu dilakukan Pemasangan Bouwplank/profil pada bagian yang akan dipasang batu bata. hal ini bertujuan agar bentuk dari pasangan sesuai dengan gambar rencana.  Batu - bata yang akan dipasang adalah batu bata yang berkualitas baik , utuh dan tidak cacat dan memiliki ukuran yang sama atau sesuai dengan bentuk yang ditentukan ( gambar kerja ) dan antara bata yang satu dengan batu yang lain akan diberi spesi, metode pemasangan bata dilakukan dengan arah memanjang mengikuti arah rabat jalan dan dilaukan sistem perlapis.  Pembuatan frofile pasangan/elevasi pasangan  Penarikan benang mal kerja/pengukuran membentuk profile/pola pasangan tersebut.  sebelum dipasang batu bata terlebih dahulu direndam kira-kira 2 - 5menit.  penyiapan adukan berupa : lokasi pencampuran spesi, pengayakan pasir sampai pasir pasang bebas dari material over size, debu, tanah atau bahan asing lainnya, penyiapan air, peralatan dll...

29

 batu bata dipasang dengan arah horizontal, untuk pemasangan dengan arah vertikal (keatas) di usahakan tinggi pemasangan tidak lebih dari 50 - 80cm dengan iterval kira-kira pasangan tersebut kering, barulah dilanjutkan ditasnya, artinya prosedur pemasangan perlapis.  untuk menjaga ketegakan dan kerataan pasangan, untuk setiap kenaikan satu bata baik arah vertikal dan horizontal haruslah dikontrol dengan watterpas. khusus untuk spesi, volume pembuatan adonan disesuaikan dengan kecepatan dan kebutuhan tukang batu hal ini bertujuan agar spesi tetap dalam keadaan baru ( mencegah pengerasan ) hal ini akan berpenga ruh dalam daya ikat spesi tersebut.  Setelah ketinggian pasangan tembok transram tercapai akan dilanjutkan dengan pek. Pemasangan Bata Merah untuk dinding tembok dengan campuran 1 pc : 5 Ps. Demikian pula halnya dlm pek. Ini, tukang batu akan memasang bata merah sesuai dengan aturan. Setelah Pek. Pengecoran Sloof selesai dikerjakan dilanjutkan dengan Pas. Bata Merah untuk dinding transram. Batu bata akan disusun oleh tukang batu sesuai aturan, antara bata satu dengan yan lain akan diberikan spesi sebagai perekat, pemberian spesi. Pelaksanaan pekerjaan ini akan kami laksanakan terlebih dahulu mengingat setelah pekerjaan ini akan dilakukan pekerjaan timbunan tanah. Pekerjaan plesteran akan dilakukan sampai dengan ketebalan yang telah ditentukan dengan campuran spesi 1 pc : 5 Ps atau sesuai dengan dokumen lelang.  Pekerjaan Plesteran 1pc : 3Ps untuk trasraam, 1pc : 5ps yang dimaksud disini adalah pekerjaan pelapisan permukaan atas yang telah selesai dengan campuran 1pc : 5psdan 1pc : 3Ps untuk trasraam. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan menggunakan tenaga manusia. Karena pekerjaan ini adalah merupakan pekerjaan akhir maka harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan spesifik dibidangya. Untuk itu dalam pemilihan tukang akan kami seleksi sebaik-baiknya agar hasil yang didapatkan betul-betul baik dan memuaskan. Pekerjaan plesteran menggunakan dua jenis material ; Semen dan Pasir. Sebelum digunakan pasir terlebih dahulu diayak sehingga gradasi pasir yang dihasilkan merupakan pasir halus. Untuk membuat mortar dilakukan dengan mencampur kedua bahan tersebut, yaitu semen dan pasir. Setelah tercampur diberi air secukupnya sehingga menghasilkan mortar yang baik. Sebelum pekerjaan plesteran dilaksanakan terlebih dahulu permukaannya harus dibersihkan dan disiram air secukupnya agar bahan mortar yang digunakan untuk plesteran dapat melekat dengan baik dan tidak mudah terkelupas.  Metode plaksanaan ditekankan pada mal kerja yakni penarikan benang ukur yang terlebih dahulu harus ditimbang menggunakan waterpass, setelah mendapatkan ukuran ketebalan yang sama di semua sisi bidang plester baru dilukukan plesteran yang dilakukan dari atas baru kebawah atau secara vertical. Untuk setiap hasil plesteran dicek kerataan dan ketebalan yang sesuai. Pekerjaan Acian (Ban-Banan) yang dimaksud disini adalah pekerjaan pelapisan permukaan plesteran yang telah selesai dengan Semen Portaland yang dicampur air. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan menggunakan tenaga manusia. Karena pekerjaan ini adalah merupakan pekerjaan akhir maka harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan spesifik dibidangya. Untuk itu dalam pemilihan tukang akan kami seleksi sebaik-baiknya agar hasil yang didapatkan betul-betul baik dan memuaskan. Pekerjaan Acian menggunakan material ; Semen Portland. Sebelum digunakan pasir terlebih dahulu diayak sehingga gradasi pasir yang dihasilkan merupakan pasir halus. Untuk membuat mortar dilakukan dengan mencampur kedua bahan tersebut, yaitu semen dan pasir. Setelah tercampur diberi air secukupnya sehingga menghasilkan mortar yang baik. Sebelum pekerjaan plesteran dilaksanakan terlebih dahulu permukaannya harus dibersihkan dan disiram air secukupnya agar bahan mortar yang digunakan untuk plesteran dapat melekat dengan baik dan tidak mudah terkelupas. Pekerjaan Acian pada dinding dan kolom pada perinsipnya sama pada pekerjaan plesteran hal yang membedakan pada bahan yang digunkan yaitu campuran PC dan Air, acian ini berguna meutupi bidang-bidang yang berlubang dan mempertegas bentuk bidang-bidang kolom, proses pengacian ditebar/dituangkan pada bidang dan langsung dibentuk/diseka dengan cepang secara merata dengan arah vertikal hingga menutupi semua bidang acian. III. PEKERJAAN BETON 1 Beton sloof SNI-07.8.6.29a 0,600 M3 2 Beton Kolom praktis SNI-07.8.6.30a 0,862 M3 3 Beton balok gantung SNI-07.8.6.31b 0,240 M3 4 Beton plat tebal 10cm SNI-07.8.6.36d1 0,468 M3 Proses Pengecoran Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin, sehingga tidak memungkinkan adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotorankotoran atau bahan lain dari luar. Penggunaan alat-alat pengangkut mesin haruslah mendapat persetujuan Direksi Lapangan, sebelum alat- alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. Semua alat-alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus dibersihkan dari sisa-sisa adukan yang mengeras. Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa dan mendapat persetujuan Direksi Lapangan. Pada tiap-tiap kali mengaduk beton, Kontraktor Pelaksana akan melaksaanakan pengujian slump seperti yang ditentukan dalam PBI 1971. Hasil pengujian slump tersebut terletak dalam batas-batas yang ditentukan dalam PBI 1971 (max 12 cm) biaya seluruh rangkaian pengujian tersebut sepenuhnya di tanggung oleh

30

Pemborong. Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat-tempat yang akan dicor terlebih dahulu harus dibersihkan dari segala kotoran-kotoran (potongan kayu, batu, tanah dan lain-lain) dan dibasahi dengan air semen. Pengecoran dilakukan selapis demi selapis dan tidak dibenarkan menuangkan adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat. Pengecoran dilakukan secara terus menerus (kontinyu/tanpa berhenti). Adukan yang tidak dicor (ditinggalkan) dalam waktu lebih dari 15 menit setelah keluar dari mesin adukan beton dan juga adukan yang tumpah selama pengangkutan tidak diperkenankan untuk dipakai lagi. Pada pengecoran baru (sambung antara beton lama dan beton baru), maka permukaan beton lama terlebih dahulu harus dibersihkan dan dikasarkan dengan menyikat sampai aggregat kasar tampak, kemudian disiram dengan air semen dan selanjutnya seperti yang telah dijelaskan sebelumya. Tempat dimana pengecoran akan dihentikan harus mendapat persetujuan Direksi Lapangan. Pengecoran beton dengan harga kerakteristik (k) yang berbeda harus dilakukan seperti harga karakteristik yang dicantumkan dalam gambar. Beton harus secepat mungkin dicorkan setelah pengadukan dan dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat menghindari pengendapan aggregat dan penggeseran posisi tulangan atau acuan. Pengecoran harus dilangsungkan secara kontinyu diantara siar pelaksanaan ( Construction joints) yang telah disetujui. Pemadatan Beton. Beton dipadatkan dengan menggunakan suatu vibrator selama pengecoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan maupun posisi tulangan. Pemborong harus menyediakan vibrator-vobrator untuk menjamin effisiensi tanpa adanya penundaan. Penggunaan vibrator tidak boleh tegak lurus terhadap bidang cor. Pemadatan beton secara berlebihan sehingga menyebabkan pengendapan aggregat, kebocoran-kebocoran melalui acuan dan lain-lain harus dihindarkan. IV. PEKERJAAN ATAP 1 Pas. Penutup atap Deck tebal 0,35mm Ls 100,800 M2 2 Pas. Bubungan Ls 8,000 M' Sebelum pemasangan penutup akan dimulai, semua rangka baja ringan, seperti kuda-kuda, gording akan sudah terpasang dengan baik. Penutup atap metal sebelum dibawa ke lapangan, akan terlebih dahulu disesuaikan bentuk serta ukurannya sesuai dengan yang tertera dalam gambar kerja. Jarak antar penutup atap metal akan sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat genteng metal yang digunakan. Sebelum pemasangan dilakukan, kontraktor akan mengajukan gambar shop drawing yang menggambarkan tentang metode dan cara pemasangannya kepada konsultan pengawas minimal lima hari sebelum pekerjaan tersebut akan dilaksanakan. Pemasangan  Pemasangan penutup atap genteng dan kelengkapannya akan dilaksanakan sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuatan dengan tetap memperhatikan ketentuan dalam Gambar Kerja.  Sebelum pemasangan penutup atap dimulai, semua kerangka baja, seperti kuda-kuda, gording akan sudah terpasang dengan baik.  Pemasangan penutup atap genteng dan kelengkapannya akan dilaksanakan sesuai petunjuk pemasangan dari pabrik pembuatannya dengan tetap memperhatikan ketentuan dalam Gambar Kerja.  Penutup atap genteng berikut talang-talang (bila ditunjukan dalam Gambar Kerja) akan dipasang dengan baik, dimulai dari bagian tepi bawah menuju ke atas sesuai kemiringan atap yang ditunjukan dalam Gambar Kerja, tahapan-tahapan adalah sebagai berikut : 1. Pengambilan sampel dan diajukan ke direksi untuk pemeriksaan guna mendapatkan sfesifikasi teknis 2. Uji tes sampel genteng 3. Droping bahan dan material 4. Ukur elevasi dan kedataran kuda-kuda 5. Pemasangan rangka dan penyetelan dengan bantuan alat ukur 6. Cek elevasi dan ukur kembali hasil penyetelan, 7. Pemeriksaan dan revisi hasil pekerjaan, 8. Setelah dinyatakan pemasagan rangka atap sesuai dengan spesipikasi teknis oleh direksi dilanjutkan dengan pemasangan genteng, 1. Pengambilan sampel dan diajukan ke direksi untuk pemeriksaan guna mendapatkan sfesifikasi teknis 2. Pemasangan reng, dengan terlebih dahulu dipasang mal yaitu dengan penaraikan benang per jarak reng sesuai dengan sfesifikasi teknis dan gambar kerja, sepanjang luas atap. 3. Pemasangan genteng 4. Pemasangn nok genteng 5. Pemeriksaan dan revisi hasil pekerjaan, 6. Setelah dinyatakan pemasagan atap sesuai dengan spesipikasi teknis oleh direksi dilanjutkan dengan pembersihan sisa/bekas material dan bahan. 7. Pelaporan hasil kerja. 3 Pas. Papan Listplank 20,179 M2

31

List Plank 2x2/20 Kayu Klas II Proses Pemasangan :  Tahapan Pengadaan Bahan dan Material  Tahapan Pemasangan Pada saat pemasangan ada beberapa item yang perlu diperhatikan adalah pada saat penyetelan dan penempelan listplank pada gordong. Proses penyetelan diberi benang ukur yang ditarik dari ujung ujung gording dengan membentuk pola pada bidang pemasangan, setelah mal kerja terpasang sebagai acuan, ujung-ujung pada gording diberi semacam dudukan/kaitan untuk dudukan listplank yang akan dipasang, selanjutanya pemasangan Listplank, listplank dipasangan secara horozontal mengikuti mal kerja sampai meneutupi seluruh bidang pemasangan untuk setiap ujung sambungan pada listplank harus rapat dan dihindari sambungan antar listplank tidak terlalau menganga. Untuk pertemuan susdut pada Listplank diberi semacam perekat dan diberi pelamur untuk menutupi celah yang timbul.  Tahapan Fhinising Tahapan fhinishing berupa pemberian perekat pada titik-titik listplank yang agak menganga da pemberian plamur pada setiap sambungan-sambungan pada ujung-ujung listplank V. PEKERJAAN PLAFOND DAN PARTISI 1 Rangka plafond lantai satu 54,000 M2 2 Rangka plafond lantai dua 36,000 M2 3 Rangka plafond tritisan 22,960 M2 4 Penutup plafond lantai satu 54,000 M2 5 Penutup plafond lantai dua 36,000 M2 6 Penutup plafond tritisan 22,960 M2 7 Partisi rangka kayu penutup papan gibsum 9,600 M2 8 List plafond dalam ruang 119,000 M2 9 List plafond tritisan 31,240 M' Pemasangan rangka plafon, Pemasangan plafond, Pemasangan list, Pekerjaan flafond. Cek elevasi dan kerataan, ketinggian pasanagan plafond dengan pengkuran water pasa dan penarikan benang untuk mal kerja. - Pembuatan bidang pengunci untuk disisi-sisi tembok - Pemasangan rangka berupa balok-balok kayu pengantung. - Pemasangan tulangan plafond dimulai dari sisi lebar terkecil ruangan, penarikan benang mal mem bentuk model pasangan plafond, dimana berpatokan pada titik-titik patok/elevasi yang sudah - di ukur menggunakan selang timbangan. - Setelah proses pemasangan tulangan flafond, benang mal dicabut. media plafond dipasang diatas plafond, dipasangan dimulai dari sisi lebar terkecil sejajar menutupi luasan bidang. ketentuan Pemasangan Batang-batang dipasang rata dengan bagian bawah balok-ikat kuda-kuda. Jika jarak a ntar dindi ng ya ng mendukung kuda-k uda dalam ruangan kurang dari jarak antara kuda-kuda, maka batang-batanggantung plafon induk dipasang tegak lurus arah dinding dan masukdalam pasa ngan dinding. Namun, jika jarak antara kuda-k uda k ura ng dari jarak a ntar dinding ya ng m enduk ung k uda-kuda, maka bata ngbatang gantung plafon induk dipasang tegak lurus pada balok ikat dari kuda-kuda. Pada prinsipnya pemasangan batang penggantung plafon adalah sama, tetapi jaraknya tidak sama tergantung dari bahan plafon yang digunakan. Pada bangunan perumahan dalam pemasangan plafond,ketentuan untuk tinggi ruang minimal sekurangkurangnya 2,40 mkecuali kalau kasau-kasaunya miring sekurang-kurangnya ½ dari luas ruang mempunyai tinggi ruang 2,40 m dan tinggi ruang selebihnya padatitik terendah tidak kurang dari 1,75 m. Pada ruang cuci dan kamar mandi diperbolehkan sampai sekurang-kurangnya 2,10 m atau sesuai dokumen lelang, Dalam pemasangan penutup plafon diperlukan pemahaman teknikteknik pelaksanaannya karena pemasangan penutup plafon antara jenis yang satu dengan jenis yang lainnya kemungkinan caranya berbeda. pemasangan triplek 3mm sebagai penutup pelafond, sebelum pemotongan triplek dilakukan Pemasangan List plafond Sebelum list flafond dipasang semua bidang pemasangan harus dibersihkan dari tonjol-tonjolan pada tembok, pengukuran panjang pemasangan list plafond dan pemotongan dan pembentukan pemasangan, listpafond dibersihkan dan di cat terlebih dahulu dengan warna yang disetujui oleh pihak direksi, untuk pertemuan bidang o pemasangan yang membentuk sudut listplafond harus dipotong 45 atau sesuai kontur pertemuan tembok dan plafod, disiku terlebih dahulu agar sudut pertemuan pas dan tidak menganga. Listflafond dipasangan memanjang mengelilingi bidang pemasangan samapai menyentuh titik pemasangan awal. VI. PEKERJAAN KERAMIK LANTAI DAN DINDING 1 Pas. Keramik lantai ruang lantai satu 2 Pas. Keramik lantai ruang lantai dua

SNI-07.12.6.34 SNI-07.12.6.34

45,600 M2 30,000 M2

32

3 4 5

Pas. Keramik tangga SNI-07.12.6.34 8,100 M2 Pas. Keramik lantai KM/WC SNI-07.12.6.34 8,400 M2 Pas. Keramik dinding KM/WC uk. 20x25 cm SNI-07.12.6.54 33,900 M2 Persyaratan Pelaksanaan - pasta perekat keramik khusus, tidak menggunakan air semen untuk permukaan lain - keramk harus direndam sebelum pemasangan dengan lama rendaman min 5 menit. - untuk pemasangan keramik menggunakan perekat menggunakan scraf khusus untuk meratakan pasta perekat ke lantai kemudian keramik dipasang /ditempelkan ke perekat di pukul secara merata menggunakan palu karet. - untuk seluruh rongga yang terdapat pada permukaan ubin belakang harus di isi padat dengan adukan ubin waktu ubin di pasang. - pola pemasangan ubin mengikuti gambar kerja/sesuai dengan rekomendasi dari pabrik. - toleransi kecekungan 2,5 mm untuk setiap/ 2 m2 - garis tepi ubin dan siar diperjelas, dihaluskan dan harus lurus dengan lebar siar max 3 mm kedalaman 2 mm - pelaksanaan aduk dan pengisi aduk perekat berdasarkan sfesifikasi teknis/pabrik produk, lantai yang harus dikasih dilatasi nat sealent sesuai dengan sfesifikasi pabrik - durasi 3 x 24 jam setelah pemasangan ubin keramik, harus bebas gangguan baik injakan atau pemberian beban. Proses Pelaksanaan : Rendam keramik di dalam air. Hal ini akan membuat keramik menjadi lebih elastis dan lebih mudah menempel pada saat pemasangan. Perhatikan kualitas keramik. Keramik kualitas rendah akan susah memasang secara presisi. Untuk itu, nat keramik harus dipasang longgar karena masing-masing keramik memiliki selisih 0.2–0.5 mm sehingga tidak saling bertubrukan. Oleskan air semen. Bilaskan semen yang sudah dicampur air sedikit ke bawah keramik. Hal ini akan membuat daya rekat keramik ke adukan benar-benar lengket. Bersihkan dari kerikil. Adukan dan dasar lantai yang akan dipasang harus bersih dari kerikil, batu, atau ganjalan lain yang akan membuat rongga di bawah keramik. Padatkan secara rata. Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan tidak ada yang kopong atau bagian dasar berongga karena itu akan membuat keramik lepas di kemudian hari. Periksa ketinggiannya apakah sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk menentukan ketinggian lantai. Nat keramik dipasang belakangan. Jangan pasang semen oker atau nat pada sisi keramik saat itu juga. Biarkan selama dua atau tiga hari. Hal ini akan membuat sisa udara yang mengendap akan keluar melalui nat yang belum ditutup. Setelah itu baru diberi semen nat dan jangan lupa membersihkan nat yang masih kosong dari kotoran yang mengendap. Amankan areal keramik yang baru dipasang dari lalu lalang orang selama 2–3 hari. Keramik akan ambles karena adukan di bawahnya masih belum kuat untuk dibebani. Periksa kembali. Dalam sebuah areal pemasangan 3×3 m biasanya terdapat 3–5 keramik yang kopong. Untuk itu segera bongkar dan ulangi pemasangannya. VII. PEKERJAAN KUSEN, DAUN DAN KACA Kusen 1 Kusen PJ1 kayu klas I = 1 buah SNI-07.11.6.2 0,052 M3 2 Kusen P1 kayu klas I = 4 buah SNI-07.11.6.2 0,130 M3 3 Kusen J2 kayu klas I = 4 buah SNI-07.11.6.2 0,183 M3 4 Kusen J3 kayu klas I = 2 buah SNI-07.11.6.2 0,044 M3 5 Kusen V1 kayu klas I = 5buah SNI-07.11.6.2 0,085 M3 6 Kusen VB1 kayu klas I = 3 buah SNI-07.11.6.2 0,051 M3 7 Kusen VB2 kayu klas I = 4 buah SNI-07.11.6.2 0,131 M3 8 Kusen PB kayu klas I = 1 buah SNI-07.11.6.2 0,033 M3 9 Kusen dan daun pintu Piber/PF = 5 buah Ls 5,000 Buah 10 Kusen Alumunium SNI-07.14.6.11 19,700 M' Daun Pintu dan Jendela 11 Daun pintu kaca kayu klas I SNI-07.11.6.6 2,840 M2 12 Daun pintu kayu klas I lapis teakwood SNI-07.11.6.5b 6,560 M2 13 Daun jendela kayu klas I SNI-07.11.6.6 5,059 M2 14 Daun Pintu Alumunium Ls 4,000 M2 15 Daun jendela Alumunium SNI-07.14.6.11a 1,200 M2 Pada proses pelaksanaan pekerjaan melalui beberapa tahapan pelaksanaan. Pekerjaan ini dapat dikategorikan dalam pekerjaan workshop untuk pekerjaan kayu, pengadaan dan pemasangan produk yang sudah jadi.  Tahapan Pengadaan Bahan, Pengajuan dan Uji produk Semua bahan yang digunakan sebelum dilaksanakan proses pabrikasi di workshop bengkel las/bengkel pembuatan kusen pintu, jendela, daun pintu, jendela, ventiasi dan lainnya terlebih dahulu diajukan spek yang digunkan berupa data tempat pemesanan dan spesifikasi, setelah mendapatkan persetujuan di ajukan sampel bahan yang digunakan untuk diadakan pemeriksaan langsung oleh direksi.  Tahapan Pemesanan dan Pemeriksaan kembali

33

Setelah uji sampel dinyatakan lulus oleh direksi diadakan pemesanan dan pendropan bahan ke work shop tempat perakitan, setelah material sampai ke work shop diadakan pemeriksaaan oleh pihak direksi baik spesifikasi bahan, peralatan, gambar kerja, perlengkapan keselamatan kerja dan tenaga ahli yang digunakan dalam perakitan.  Tahapan Fabrikasi di work shop Pihak direksi, konsultan pengawas dapat mengontrol langsung proses pembuatan yaitu pemotongan, penyetelan, pembentukan, pengelasan dan proses penyatuan yang di akhiri dengan proses pengemasan kusen, daun pintu alumunium jendela, daun pintu, jendela.  Tahapan Pengemasan. Kusen-kusen alumunium yang sudah jadi diperiksa kembali oleh direksi baik dimensi dan bentuknya, setelah mendapatkan persetujuan barulah kusen-kusen tersebut di beripengaman dari busa disetip sudutnya dan diberi pelindung dan dikemas/dipacking guna melindungi dari krosi dan cacat karena benturan, jatuh, proses penumpukan dan lainnya. Kusen-kusen yang sudah dipacking dibawa kegudang penyimpanan untuk menunggu proses pemasangan.  Tahapan Pengangkutan dan Pemasangan. Semua kusen-kusen yang siap dipasang diadakan ceking kelengkapan oleh pelaksana lapangan setelah acc, diangkat dari gudang dan di muat dengan truck keloaksi pemasangan, pada saat pemindahan dari gudang ke teruk dilakukan dengan hati-hati, pada saat penumpukan di bak truck terlebih dahulu pada dasar bak truck diberi alas penagaman berupa kayu yang direntangkan pada sisi-sisi bak truck dan ujung pintu. Setelah itu dibawa ke lokasi pemasangan. Proses Pemasangan dan Penyetelan langsung di lapangan. 1. Kusen pintu dipasang pada tempat-tempat yang telah ditentukan dalam gambar. 2. Pemasangan kusen-kusen ini harus betul-betul tegak sehingga pintu tidak berubah letaknya pada waktu pelaksanaan pekerjaan lainnya. 3. Apabila perletakan kusen dalam kolom-kolom beton, maka pemborong akan menyiapkan lubang atau coakan pada kolom tersebut sebagai tempat untuk pemasanga skrup piles dengan di bor untuk kusen-kusen alumunium, bila akan dipasang lubang-lubang tersebut minimal 10 cm dengan kedalaman 15 cm, atau bila terlebih dahulu pengerjaan kolom beton, maka skrup piles untuk menyatukan dengan tembok, kusen dapat disambungkan dengan cara dibor. Proses Pembuatan kusen Pintu dan Jendela dibuat terlebih dahulu, sehingga nanti tinggal dipasang saja. Kusen yang sudah jadi disimpan digudang sampai proses pemasangan dimuali. Setelah dinding bata mencapai ketinggian untuk letak dari kusen jendela, maka peletakan kusen jendela akan dilaksanakan dan sama halnya dengan pemasangan kusen pintu ketegakan akan kusen jendela baik vertikal maupun horizontal akan tetap dijaga dengan selalu dilakukan penimbangan dengan unting - unting dan waterpass. Untuk pekerjaan pintu panil kayu klas II dan Daun jendela kaca 3 mm, ram kayu klas II, kami kerjakan setelah pekerjaan atap genteng maupun plesteran selesai dikerjakan. KACA 16 Kaca polos t=5 mm daun pintu kaca SNI-02.12.6.17 1,700 M2 17 Kaca polos t=3 mm daun jendela SNI-02.12.6.16 3,165 M2 18 Kaca polos t=5 mm utk kusen J3 SNI-02.12.6.17 1,200 M2 19 Kaca polos t=5 mm utk kusen V1 dan VB1 SNI-02.12.6.17 2,640 M2 20 Kaca polos t=5 mm untuk daun pintu alumunium SNI-02.12.6.17 2,880 M2 21 Kaca polos t=5 mm untuk daun jendela alumunium SNI-02.12.6.17 5,035 M2 Pelaksanaan pekerjaan : 1. Kecuali ditentukan lain, semua kaca yang digunakan kualitas baik, flat glas, bening tidak bergelombang serta dapat menahan angin 122 kg/m2. 2. Penggunaan kaca : 5 mm digunakan untuk Pintu kaca, jendela kaca, kaca silang (Bovenligt) 3mm sesuai dengan gambar kerja. 3. Pemasangan kaca akan tepat masuk kedalam rangkanya setiap pemasangan kaca akan diberi list didempul dan difinish rapi dan tidak menimbulkan bunyi bila ditiup angin. 4. Kaca dipasang sedemikian rupa sehingga tidak bocor, tertanam rapi dan kokoh, kaca yang telah terpasang akan dibersihkan dan dilap. Kaca yang retak atau ada goresan akan diganti. Proses pemasangan. 1. Pengambilan sampel dan diajukan ke direksi untuk pemeriksaan guna mendapatkan sfesifikasi teknis 2. Uji tes sampel 3. Droping bahan dan material 4. Ukur elevasi 5. Pemasangan rangka dan penyetelan 6. Cek elevasi dan ukur kembali hasil penyetelan, 7. Pemeriksaan dan revisi hasil pekerjaan,

34

VIII. PEKERJAAN ASESORIES PINTU DAN JENDELA 1 Kunci pintu SNI-02.12.6.1 6,000 Bh 2 Expanyolet SNI-02.12.6.11 1,000 Bh 3 Handle pintu Ls 4,000 Bh 4 Engsel pintu SNI-02.12.6.5 21,000 Bh 5 Engsel jendela SNI-02.10.6.6 16,000 Bh 6 Hak angin SNI-02.12.6.9 16,000 Bh 7 Grendel jendela SNI-02.12.6.7 8,000 Bh 8 Angker kusen Ls 138,000 Bh a. Lingkup pekerjaan meliputi pengadaan bahan tenaga kerja dan perlengkapan2 serta alat-alatbantu lainnya. pengadaan, pemasangan, pengamanan, dan perawatan seluruh alat2 yang dipasang pada daun pintu dan pada daun jendela, serta seluruh detail yang disebutkan dalam gambar kerja. b. persyaratan bahan semua bahan/hardwere menggunakan mutu terbaik mekanisme kerja sesuai dengan gambar kerja semua anak kunci dilengkapai tanda pengenal terbuat dari aluminium yang tertera nomornya, pelat ini dihubungkan dengan anak kunci dengan cincin nikel, untuk anak2 kunci dibuatkan lemari dilengkapi dengan kaitan2 untuk menaruh kunci, dilengkapi dengan nomor pengenal dan lemari ini harus menggunakan engsel dan denah. perlengkapan daun pintu, sesuai dengan dokumen lelang. setiap kunci memiliki 4 buah anak kunci dan 1 kunsi master kunci tanam dipasng kuat pada rangka daun pintu. pembersihan hasil pemasangan yang menempel pada kunci dan bidang pasang. c. Proses pelaksanaan Setelah dinding bata mencapai ketinggian untuk letak dari kusen jendela, maka peletakan kusen jendela akan dilaksanakan dan sama halnya dengan pemasangan kusen pintu ketegakan akan kusen jendela baik vertikal maupun horizontal akan tetap dijaga dengan selalu dilakukan penimbangan dengan unting - unting dan waterpass. penyerahan sampel bahan ke direksi / konsultan pengawas untuk memperoleh persetujuan. elevasi pemasangan engsel 28 cm dari sisi atas pintu ke bawah, engsel bawah dipasang max 32 cm (as) dari permukaan lantai atas, engsel tengah dipasang tengah2 antara kedua engsel tadi. untuk pintu toilet, memakai jarak tersebut. penarik pintu handle dipasang 100 cm (as) dari permukaan lantai. posisi lock harus di ajukan ke direksi untuk koordiansi dan mendapat persetujuan diaman posisinya. Engsel menggunakan bahan stenliess steel (anti karat), untuk angker kusen akan dipasang pada saat proses penyetelan di lapangan/bidang tembok. IX. PEKERJAAN LISTRIK 1 Titik lampu Ls 27,000 Ttk 2 Panel Ls 1,000 Bh 3 Stop kontak tanam Ls 10,000 Bh 4 Saklar tunggal Ls 5,000 Bh 5 Saklar ganda Ls 6,000 Bh 6 Fiting lampu Ls 17,000 Bh 7 Lampu SL 18 watt Ls 17,000 Bh Persyaratan Teknis pekerjaan ini mencakup seluruh instalsi, pemasangan dan uji coba sistem listrik sehingga dapat beroprasi secara optimal, Gambar-gambar kerja, penggunaan tenaga ahli rekomendasi dari instaler PLN, Sisitem instalasi mengacu pada peraturan umum instalasi listrik indonesia/PLN dengan standarisasi yang di akui seperti VDE, DIN dan lainnya. Penyedian dan pemsangan panel2 kontrol sesuai dalam dokumen lelang, Pengadaan dan instalasi kabel tegangan rendah yang disyaratkan dalam dokumen lelang, Instalasi distribusi dari MDP k. panel2, Instalasi penerangan luar, taman dan yang disyaratkan, Pengadaan and instaltion penerangan, Sistem pertahanan netral, Testing dan Comisioning peralatan, Kalusul yang disebutkan dalam dokumen lelang dan Koordinasi pekerjaan. Teknis Instalasi Kabel/Wiring sistem supply listrik, supply listrik utama diambil dari PLN Prinsip distribusi sesuai dengan dokumen lelang, Prinsip kontrol sesuai dengan dokumen lelang, Sistem proteksi sesuai dengan dokumen lelang, semua kabel yang dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi persyaratan PUIL/LMK Pasang batang arde ke dalam tanah. Sebaiknya dalam pemasangan (menanam) batang ground/arde dilakukan sedemikian rupa hanya menggunakan bantuan tangan saja Jika dalam penanaman batang arde tersebut tertambat bebatuan sebaiknya penanaman digeser ketempat lain dengan tetap memperhatikan panjang kabel BC terhadap letak kotak pengaman. Dari sebab inilah mengapa pada penanaman batang arde, karena dikawatirkan batang ground/arde menjadi bengkok bahkan lebih parah lagi jika sampai lapisan tembaga pada batang tersebut mengelupas. Perlu diingat bahwa batang ground/arde yang umum dijual biasanya terbuat dari besi/baja yang digalvanis alias dilapisi tembaga dan lapisan tembaga inilah yang sedikit banyak mempengaruhi tingkat konduktifitas dari batang arde tersebut. Agar lebih mudah gunakan bantuan air untuk melunakkan lapisan tanah yang ditanami batang ground/arde tersebut.

35

Disamping itu, anda bisa campur air yang digunakan untuk penanaman grounding tersebut dengan serbuk arang ataupun abu gosok. Campuran air dengan serbuk arang/abu gosok terbilang efektif untuk memperbaiki hambatan dalam tanah. Ingat, dalam pemberian campuran air tersebut tentu saja digunakan pada saat penanaman grounding alias air campuran tersebut harus ikut meresap didalam lobang tempat batang ground/arde. Jika anda hanya menyiramkan di atas permukaan tanah tentu saja percuma karena serbuk arang/abu gosok tidak akan ada fungsinya. 1. Sisakan penanaman batang ground/arde kurang lebih 20 cm diatas permukaan tanah untuk penyambungan dari kabel BC. 2. Ikatkan Kabel BC pada batang ground. Mengingat kabel BC sangat alot, dan bisa bantu memperkuat pengikatan dengan cincin penjepit yang biasanya disertakan ketika membeli batang ground/arde. Pastikan pengikatan kabel BC ke batang ground/arde terikat kuat sehingga koneksi antara kedua bahan tersebut benar-benar baik. Jika dirasa masih belum cukup kuat, anda bisa bantu lagi perkuat pengikatan dengan menggunakan kabel NYA dengan terlebih dahulu mengupas isolasi dari kabel NYA tersebut. 3. Setelah selesai menghubungkan antara batang ground/arde dengan kabel BC, masukkan sisa batang ground/arde sampai tertanam seluruhnya kedalam tanah. Rapikan tanah diatas tempat batang ground/arde tersebut atau anda juga bisa menggunakan adukan semen jika akan dibuat permanen. 4. Rapikan sisa kabel BC yang akan dihubungkan pada kotak pengaman. Anda bisa menggunakan peralon jikakabel BC tersebut diletakkan diluar tembok atau anda bisa tanam langsung didalam tembok kemudian ditutup dengan adukan semen. Jangan lupa sisakan sedikit pada ujungnya(sekitar 20cm) buat penyambungan ke kotak pengaman. 5. Untuk pemasangan kotak pengaman ada baiknya anda membaca cara memasang box sekering jika anda memilihnya sebagai kotak pengaman atau cara memasang box MCB jika dipilih sebagai kotak pengamannya. Pemasangan box sekering. Seperti dijelaskan pada cara memasang box sekering, ada baiknya kita pasang secara bersamaan dengan kabel NYM 3x4-nya. Pertama kita buat kotak pada tembok sedikit lebih besar dari box sekering tersebut, dan bisa menggunakan kardus pembungkusnya sebagai ukuran. Kemudian gunakan palu dan betel untuk membuat dudukan dari box sekering tersebut. Buat juga jalur tempat kabel NYM 3x4 maupun jalur pipa saluran utama. 6. Untuk pemasangan kotak pengaman dan cara memasang box sekering : Pemasangan box sekering. Seperti dijelaskan pada cara memasang box sekering, ada baiknya kita pasang secara bersamaan dengan kabel NYM 3x4-nya. Pertama kita buat kotak pada tembok sedikit lebih besar dari box sekering tersebut. Anda bisa menggunakan kardus pembungkusnya sebagai ukuran. Kemudian gunakan palu dan betel untuk membuat dudukan dari box sekering tersebut. Buat juga jalur tempat kabel NYM 3x4 maupun jalur pipa saluran utama. Setelah selesai maka akan terlihat seperti gambar A (tampak depan) dibawah ini. Dari gambar diatas, gambar B menunjukkan letak pemasangan terlihat dari samping, begitu juga gambar C dimana dibuat lobang tembus tembok untuk jalur kabel NYM 3x4. Perlu diingat, nantinya apabila tembok dirapikan maka pipa maupun kabel NYM 3x4-nya tidak akan terlihat sehingga buatlah kedalaman jalur tersebut sedemikian rupa agar tercapai maksud diatas.

Seperti halnya pada pemasangan box sekering, pemasangan box MCB juga tak jauh berbeda. Hanya saja ukuran kotak dudukan box MCB sedikit lebih besar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar.

Setelah selesai, pasang kotak pengaman maupun kabel NYM terlebih dahulu dan perkuat dengan bantuan paku. Pekerjaan dilanjutkan dengan membuat saluran utama instalasi dari kotak pengaman ke titik percabangan pertama. Atur pipa instalasi sesuai jalur denah sampai titik percabangan pertama. Dari denah terlihat ada daerah lekukan dan disinilah kita gunakan api dari korek gas / api lilin seperti disinggung pada pembahasan persiapan memasang instalasi listrik. Gunakan korek gas / api lilin tersebut untuk membuat pola pada pipa sesuai jalur belokan tersebut.Usahakan jangan sampai pipa tersebut robek/berlubang. Jika sampai terjadi robek/berlubang anda bisa gunakan isolasi untuk menutupnya. Untuk

36

yang baru bisa dimaklumi, memang perlu keterampilan tersendiri untuk membuatnya. Masukkan kabel saluran utama (hitam, biru, kuning loreng) kedalam pipa tersebut dan jangan lupa dilebihkan +/- 20cm kemudian atur pipa sesuai jalur dan gunakan klem untuk merapikannya. Pasang juga kotak sambung (Kruisdoos) pada ujung dimana titik cabang pertama diletakkan. Kita sampai pada titik cabang petama dimana terdapat jalur cabang menuju saklar 1, saklar 2 dan stop kontak 1. Dari sini juga perlu ditinjau titik cabang 2 karena lampu 2 berasal dari saklar 2 dimana saklar 2 tersebut jalur kabelnya berasal dari titik cabang 1. Untuk lebih jelasanya, jalur kabel dari kedua titik cabang tersebut terlihat seperti gambar dibawah ini. Untuk jalur kabel dari titik cabang 1 menuju saklar 1, saklar 2, dan stop kontak 1 terlihat seperti bagan disamping ini dan cara memasang saklar dapat dilihat.

Space/ pencabangan sesuai dengan dokumen lelang Bahan insolasi sesuai dengan dokumen lelang Penyambungan kabel sesuai dengan dokumen lelang Penyambungan kabel fixture lampu-lampu INSTALASI / KONSTRUKSI PANEL Instalasi/pemasangan dan test instalasi. Ballast atau sesuai dokumen lelang, Starter atau sesuai dokumen lelang, Persyaratan Bahan mengacu pada dokumen lelang, Matrial list mengacu pada dokumen lelang Sedangkan pemasangan pipa maupun tempat dari saklar 1, saklar 2, dan stop kontak 1 terlihat seperti gambar dibawah ini. Gambar A menjelaskan pembuatan jalur hubungan antara tempat saklar 2 dengan tempat saklar 1 didalam tembok dengan memodifikasi(melobangi) masingmasing tempat dari saklar tersebut, sedangkan gambar B menjelaskan hubungan tempat saklar 1 dan tempat stop kontak 1 yang dipasang bersebelahan. Sebagai catatan : untuk In bow doos (tempat dari saklar maupun stop kontak) dalam pemasangannya diusahakan agak dalam sehingga nantinya ketika dipasang saklar maupun stop kontak akan rapi tertata alias rapat dengan tembok. Untuk penyambungan kabel-kabel diberi isolasi standar SNI dililitkan menutupi sambungan kabel sampai benar-benar menutupi. Untuk sambungan-sambungan kabel yang berdekatan + dan – diberi isolasi ganda dan tidak sejajar cara penyambungannya. Untuk titik cabang 5 sebenarnya hanya buat berjaga-jaga bila suatu saat instalasi akan diperluas.

Penggunaannya bisa dihilangkan bila tidak diperlukan, sedangkan pemasangan stop kontak 2 tentu saja tergantung dari ada atau tidaknya titik cabang 5 (jika ada titik sambung 5 maka jalur penyambungan stop kontak 2 berasal dari titik sambung 5 tersebut, tetapi jika titik sambung 5 dihilangkan maka penyambungan stop kontak 2 diambil dari titik sambung 4. Untuk

37

pemasangan In bow doos maupun pipa instalasi dari saklar 3&4 maupun stop kontak 2 di dalam tembok cara sama seperti penjelasan diatas.
Kemudian pada titik cabang 4 seperti terlihat pada gambar diata.

X. 1

PEKERJAAN SANITAIR DAN INSTALASI AIR Bak air fiber glass kap. 0.5 M3

SNI-02.10.6.7

1,000

Bh

Tahapan Pengadaan Bahan, Pengajuan dan Uji produk Semua bahan yang digunakan sebelum dilaksanakan proses pengujian material/bahan wastafel dan bak viberi di workshop terlebih dahulu diajukan spek yang digunkan berupa data tempat pemesanan dan spesifikasi, setelah mendapatkan persetujuan di ajukan sampel bahan yang digunakan untuk diadakan pemeriksaan langsung oleh direksi. Tahapan Pemesanan dan Pemeriksaan kembali Setelah uji sampel dinyatakan lulus oleh direksi diadakan pemesanan dan pendropan bahan kelokasi tempat pemsangan bak air dan wastafel. Proses pemasangan 1. Pengambilan sampel dan diajukan ke direksi untuk pemeriksaan guna mendapatkan sfesifikasi teknis berupa brosur-brosur dan ditunjukan kepada direksi untuk mendapatkan persetujuan. 2. Uji tes sampel 3. Droping bahan dan material 4. Ukur elevasi 5. Pemasangan dan penyetelan 6. Tes uji hasil instalasi 2 Klosed jongkok poselin SNI-02.10.6.2 5,000 Bh Untuk memperkuat kedudukan kloset pada lantai, selain memakai adukan yang kuat juga memakai baut yang ditanam kepalanya dibawah dasar kloset. Sebelum kloset dipasangkan, terlebih dahulu dibuatkan dudukan yang dilengkapi dengan pemasangan pipa pembuangan yang menembus pondasi. Di samping kloset duduk tersedia bak kecil yang letaknya disebelah kanan, agar tangan kanan mudah mengambil air. Kran air bersih diletakkan diatas bak penampung air bersih, yang letaknya mudah dijangkau oleh tangan yang sedang buang air besar di atas kloset jongkok tersebut. 4. Langkah Kerja a. Siapkan peralatan dan bahan yang diperlukan b. Buat galian untuk pemasangan pipa pembuangan c. Buat tempat dudukan untuk meletakkan kloset jongkok d. Menyelesaikan tiap sambungan dengan adukan kedap air e. Menutup lubang galian setelah pemasangan pipa galian selesai f. Meletakkan kloset pada dudukan yang telah disiapkan g. Memasang porselin disekeliling kloset h. Membuat bak penampung air bersih i. Test instalasi
**Contoh ilustrasi gambar pemsangan Closet jongkok

38

3 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kran air Ø 1/2inci SNI-02.10.6.35 5,000 Bh Pengambilan sampel dan diajukan ke direksi untuk pemeriksaan guna mendapatkan sfesifikasi teknis berupa brosur-brosur dan ditunjukan kepada direksi untuk mendapatkan persetujuan. Uji tes sampel Droping bahan dan material Ukur elevasi Pemasangan kran Tes uji kran Pada tes hasil pemasangan kran berupa pemberian tekanan air yang mengalir melalui kran apakah lancar Tidak terdapat muncratan air/bocor pada sambungan pipa dengan kran, uji kelancaran buka tutup kran Apakah kran dengan sempurna menutup aliran air pada kondisi off.

4 Pipa PVC Ø 4" (instalasi saluran air kotor) SNI-02.10.6.32 12,000 M' 5 Pipa PVC Ø 3" (instalasi buangan air sabun) SNI-02.10.6.31 24,000 M' 6 Pipa PVC Ø 3" (instalasi buangan air dari wastafel SNI-02.10.6.31 24,000 M' 7 Pipa PVC Ø 3/4" (instalasi air bersih) SNI-02.10.6.20 48,000 M' 8 Pipa PVC Ø 3/4" (instalasi air dari tower) SNI-02.10.6.20 25,000 M' Pemasangan Pipa.  Pada Pipa-pipa yang sudah dipasang harus dicegah jangan sampai kemasukan segala macam jenis kotoran umpamanya bekas puing-puing/batu, alat-alat bekas pakaian dan lain-lain kotoran yang dapat mengganggu kebersihan dan kelancaran aliran air dalam pipa.  Setiap pipa yang sudah dimasukkan kedalam galian harus langsung dipasang dan disetel sambungannya dan kemudian diurung dengan bahan-bahan yang disetujui Direksi Pengawas. Serta dipadatkan dengan sempurna kecuali pengurungan pada tempat-tempat sambungan pipa harus diperiksa dan disetujui terlebih dahulu oleh Direksi Pengawas. Semua ujung pipa yang terakhir yang pada saat pemasangannya berhenti, harus ditutup sehingga kotoran ataupun air buangan tidak masuk kedalam pipa. Cara-cara penutupan pada ujung pipa tersebut harus disetujui Direksi Pengawas. Tikungan/belokkan (Vertical/Horizontal) tanpa elbow/end dilaksanakan sedemikian rupa sehingga sudut sambungan antara dua pipa tidak boleh lebih dari yang diizinkan oleh pabrik pipa yang bersangkutan. Perubahan tanah peletakkan pipa (belokan/tikungan) harus dilaksankan dengan penyambungan bend/elow yang sesuai, begitu pula untuk percabangan harus dengan tee atau tee eros (sesuai kebutuhannya). Peil dari peletakan pipa serta dalamnya terhadap muka tanah asal harus diperiksa dengan teliti dan disaksikan dan mendapat persetujuan Direksi Pengawas. Pada waktu pemasangan pipa harus diperhatikan benar-benar mengenai kedudukan pipa agar pipa dipasang betul-betul lurus serta pada peil yang benar dan dasar pipa harus terletak rata, tidak boleh ada benda keras yang memungkinkan rusaknya pipa dikemudian hari. Pada waktu pemasangan pipa, galian untuk peletakan pipa harus kering, tidak boleh ada air sama sekali dan bagian dalam. Semua pemasangan fitting penyambungan pipa seperti tee, Elbaw/bens dan sebagiannya harus diberi blok-blok penahan dari beton dengan campuran 1 pc : 2 psr : 3 krl. Pada ujung-ujung pipa yang terakhir harus ditutup rapat air untuk mencegah masukkan kotoran/bendabenda asing/air kotor kedalam pipa.  Material yang gunakan untuk tutup ujung pipa tersebut harus bersih dan bebas dari minyak/oli, ter/aspal atau bahan-bahan pelumas lainnya. Semua ujung pipa yang menuju septitack atau ujung kloset yang ditinggalkan sementara akan ditutup (didop/pulg) dan diberi beton penahan sesuai arahan Direksi.  Apabila benar-benar diperlukan, pemotong pipa dapat dilakukan Kontraktor Pelaksana dengan persetujuan Direksi Pengawas dan harus dilaksanakan dengan alat yang sesuai/ khusus untuk jenis atau bahan pipa yang dipasang, agar benar-benar terjamin penyambungannya yang baik sesuai dengan syarat-syarat teknis/petunjuk dari pabrik pipa yang bersangkutan. Ujung-ujung bekas pemotong harus dilakukan dengan alat-alat yang sesuai misalnya gurinda. Penyambungan Pipa  Penyambungan pipa-pipa dilaksanakan sesuai dengan petunjuk penyambungan pipa dari pabrik, pembuat pipa dan atau berdasarkan petunjuk-petunjuk dari Direksi Pengawas.  Penyambungan pipa yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut : a. Pipa GI (Galvanis Iron Pipe) dengan sambungan ulir. b. Pipa Polyvinil Caporitide ( PVC) dengan sambungan cincin karet (rubber ring joint) atau dengan solvent Cement sesuai dengan daftar volume pekerjaan. Sambungan dengan Solvent Cemet  Bersihkan bagian pipa yang akan disambung dari debu, kotoran dan air.  Beri tanda pada pipa sepanjang dalamnya socket.  Oleskan solvent dengan kwas yang tipis sampai merata pada bagian ujung luar pipa yang akan disambung sepanjang sama dengan bagian socket. Kalau sudah diberi solvent cement, pipa segera ditekan masuk ke dalam socket.

39

9 Ground Tank Ls 1,000 Unit 10 Avour bahan plastik SNI-02.10.6.36 5,000 Bh 11 Washtafel SNI-02.10.6.5 4,000 Bh 12 Urinoir SNI-02.10.6.4 3,000 Bh Setelah uji sampel dinyatakan lulus oleh direksi diadakan pemesanan dan pendropan bahan kelokasi tempat pemsangan bak air dan wastafel. Proses pemasangan 1. Pengambilan sampel dan diajukan ke direksi untuk pemeriksaan guna mendapatkan sfesifikasi teknis berupa brosur-brosur dan ditunjukan kepada direksi untuk mendapatkan persetujuan. 2. Uji tes sampel 3. Droping bahan dan material 4. Ukur elevasi 5. Pemasangan dan penyetelan 6. Tes uji hasil instalasi 13 Septicktank Ls 1,000 Unit 14 Resapan kapasitas Ls 2,000 Unit Untuk pelaksanaan pembuatan septitank dilakukan rentan pertengahan pelaksanaan pekerjaan secara umum guna mendapatkan posisi dan ketepatan pelaksanaan dengan pekerjaan instalasi air kotor, tahapan-tahapan pelaksanaan antara lain : 1. Pangukuran dan penyetelan mal kerja 2. Proses galian tanah untuk septitank 3. Pembuatan dinding dan lantai septitank baik pasangan bata atau cor-coran beton. 4. Pembuatan lubang dudukan untuk pipa instalasi air kotor 2” 5. Pembuatan cor-coran penutup septitank dan pemasangan pipa udara XI. PEKERJAAN PENGECATAN Cat Tembok dan Plafond 1 Cat tembok bagian luar SNI-02.14.6.14 177,545 M2 2 Cat tembok bagian dalam SNI-02.14.6.14 286,445 M2 3 Cat plafond dan partisi SNI-02.14.6.14 132,160 M2 4 Cat list plafond SNI-02.14.6.14 12,019 M2 Cat Kayu 5 Cat kusen SNI-02.14.6.9 28,340 M2 6 Cat daun pintu SNI-02.14.6.9 15,400 M2 7 Cat daun jendela SNI-02.14.6.9 5,247 M2 8 Cat papan listplank SNI-02.14.6.9 20,179 M2 1 Pengecatan Tembok Volume Pekerjaan = 200,855 M3 Waktu Pelaksanaan yang tersedia = 7,000 Hari Penyelesaian Pekerjaan Rata - Rata = 28,694 M3 /Hari a. Lingkup pekerjaan Pengecatan dinding bagian luar dan dalam pada detail sesuai gambar kerja. b. persyaratan bahan  cat dinding luar/exterior Sesuai dengan dokumen lelang  cat akhir untuk exterior Sesuai dengan dokumen lelang  cat dinding dalam/interior Sesuai dengan dokumen lelang  cat akhir untuk interior Sesuai dengan dokumen lelang  cat akhir gloss untuk interior Sesuai dengan dokumen lelang c. syarat pelaksanaan  pengendalian kerja ini menggunakan sistem pabrik dan standarisasi pada PUBI 1982 pada pasal 54 dan NI-4  pengamplasan semua bidang cat, harus rata dan halus bebas cacat, bebas dari debu, lemak, minyak dan lainnya.  proses pengecatan bebas dari gangguan pekerjaan lain  bidang pengecatan di plamur  cat dasar  setelah mendapatkan persetujuan dari direksi baru tahapan berikutnya  bahan sampel pengecatan di ajukan sampel ke direksi, setelah mendapat persetujuan dilakukan ke berikutnya

40

 test pengecatan disaksikan oleh pihak kontraktor, direksi, konsultan pengawas. Setelah acc tahapan berikutnya.  proses pengecatan dengan persyaratan hasil sesuai dengan dokumen lelang dan arahan dari direksi/pengawas  menggunakan tenaga terampil  cek dan service hasil kerja setelah disetujui, pelaporan dan pembersihan lokasi  Pekerjaan cat tembok dan plafond pada besarnya kuas yang anda pilih. Besarnya pegangan sudah disesuaikan oleh pabrik, semakin besar luasan kuas sapu maka semakin besar pegangan kuas. Saat kita baru membeli kuas baru selayaknya kita tidak langsung enggunakan begitu saja , untuk mendapatkan hasil yang sempurna kita harus memeriksa bulu sikat dari kuas yang kita beli. Harus diperhatikan supaya bulu sikat tidak terlalu kasar dan juga tidak terlalu halus. Perhatikan ujung kerataan barisan bulu sikat. Untuk memastikan hasil yang paling baik, anda bisa menggunakan cara Pemotong bulu sikat , dimana dengan menggunakan gunting anda bisa memotong ujung yang tidak rata. Cara memegang kuas yang baik adalah memegang kuas dengan seluruh jari dari salah satu tangan yang biasa anda gunakan, rentangkan lebar telapak tangan untuk memegang gagang kuas. Teknik ini paling baik ketika anda akan mengecat permukaan datar. Sebelum anda melakuan pengecatan sebenarnya, sebelumnya anda perlu melakukan percobaan kekentalan cat untuk mendapatkan komposisi campuran yang dibutuhkan. Selanjutnya adalah pencelupan kuas terhadap cap. Pencelupan cat yang baik adalah mengatur penekanan kuas terhadap cat yang telah dituangkan di ember tempat cat. Anda harus bisa mengatur sampai kuas menyerap cat . Saat anda menarik kuas dari tempat cat, jangn langsung diangkat dan disapukan ke dinding, biarkan beberapa saat sampai cat berlebih menetes , dan untuk memastikan tidak ada lagi tetesan , anda bisa melakukan mengesekkan kuas secara perlahan dengan menarik sikat di tepi bagian dalam dari bibir tempat cat untuk menghapus cat berlebihan. Selanjutnya adalah meyapukan kuas yang sudah berisi cat ke dinding, lakukan penyapuan kuas dengan menekan kuas secara perlahan dan menariknya sesuai arah yang diinginkan misalnya arah horizontal atau arah vertikal. Lakukan pengecatan dalam satu lapisan terlebih dahulu sampai ruangan tercat penuh. Lakukan pengecatan dari tempat paling tinggi terlebih dahulu kemudian tempat terendah. Kemudian setelah agak kering anda bisa memperhatikan hasil pengectan, dimana akan akan kelihatan apakah cat terlalu tipis atau sudah menutupi dinding.Jika hasil cat kurang baik anda bisa mengecat kembali lapisan kedua atau seterusnya dengan cara yang sama sampai anda mendapatkan hasil pengectan yang diinginkan. Teknik penempatan bulu kuas untuk pengecatan kedinding dapat anda lakukan sebagai berikut :  Untuk pengecatan bidang datar luas, anda melakukan pengectan dengan seluruh permukaan ujung kuas arah orizontal maupun arah vertikal. Sebaiknya saat penegectan anda membuat satu arah yang beraturan.  Untuk pengecatan yang rapi membentuk garis di mana dua sisi atau warna bertemu, yang disebut “memotong,” gunakan ujung bulu kuas dengan miring .  Untuk posisi yang harus menempatkan cat pada posisi yang luasan kecil, sebaiknya anda menggunakan ukuran bulu kuas yang kecil. terlebih dahulu kita harus memastikan permukaan rol benar benar rata dan tidak mempunyai serat yang terlalu kasar. Jika jenis rol sudah bagus selanjutnya hal yang dilakukan adalah membasahi kuas rol dengan air. Sama seperti pengecatan dengan menggunakan kuas, terlebih dahulu akan melakukan percobaan komposisi kekentalan dari campuran cat untuk memastikan berapa lapisan akan melakukan pengectan. Lakukan terlebih dahulu percobaan pada area tertentu. Setelah anda mendapatkan komposisi kekentalan cat , selanjutnya adalah pencelupan roller ke tempat (ember cat) . Tempatkan roler ke tengah-tengah ember cat yang sudah terisi, kemudian angkat roler dan gulung menuruni sampai lereng ember, kemudian berhenti beberapa waktu .Lakukan hal ini dua atau tiga kali untuk memastikan cat terserap oleh kuas roler. Lalu, celupkan roller ke dalam sumur sekali lagi, dan gulung sampai ke lereng sampai kuas jenuh. Untuk memastikan kuas sudah jenuh anda bisa mengulung kuas dari lereng dan jika cat tidak menetes lagi dipermukaan ember berarti kondisi kuas sudah jenuh dan siap untuk dicatkan ke dinding. Lakukan pengangkatan kuas secara perlahan dari ember cat, untuk menghindari tetesan, lakukan penyapuan kedingding dengan mendorong kuas menjauh dari tubuh anda. Metode yang paling efektif pengecatan dengan rol adalah untuk pengecatan 1-2 meter persegi daerah pada suatu waktu. Pengectan dengan kuas rol dilakukan dengan pola zigzag tanpa mengangkat roller dari dinding, seolaholah kita menulis huruf M besar, W, atau mundur N. Kemudian, masih tanpa mengangkat dari dinding , selanjutnya adalah mengisi ruang kosongan dari huruf yang dibuat dengan pola zigzag . Setelah satu daerah selesai kemudian dengan mengangkat rol dengan perlahan selanjutnya pindah ke daerah lain dengan memastikan cat masih ada di kuas rol, jika tidak lakukan pengisian cat kembali dengan metoda yang sama lalu anda melakukan pengecatan ke daerah berikutnya sampai seluruh dinding selesai anda cat. Setelah pengecatan lapisan pertama sudah selesai dan kering anda bisa memperhatikan apakah hasil pengectan sudah maksimal, jika belum lakukan pengecatan lapisan kedua. Sebelumnya lakukan pengetestan pada suatu luasan tertentu untuk mendapatkan komposisi kekentalan yang dibutuhkan.

41

Pekerjaan Cat Kayu Dan Politur pada besarnya kuas yang anda pilih. Besarnya pegangan sudah disesuaikan sesuai kebutuhan, semakin besar luasan kuas sapu maka semakin besar pegangan kuas. Saat kita baru membeli kuas baru selayaknya kita tidak langsung menggunakan begitu saja , untuk mendapatkan hasil yang sempurna kita harus memeriksa bulu sikat dari kuas yang kita beli. Harus diperhatikan supaya bulu sikat tidak terlalu kasar dan juga tidak terlalu halus. Perhatikan ujung kerataan barisan bulu sikat. Untuk memastikan hasil yang paling baik, anda bisa menggunakan cara Pemotong bulu sikat , dimana dengan menggunakan gunting anda bisa memotong ujung yang tidak rata. Cara memegang kuas yang baik adalah memegang kuas dengan seluruh jari dari salah satu tangan yang biasa anda gunakan, rentangkan lebar telapak tangan untuk memegang gagang kuas seperti yang anda akan memegang raket tenis. Teknik ini paling baik ketika anda akan mengecat permukaan datar. Sebelum anda melakuan pengecatan sebenarnya, sebelumnya diperlukan melakukan percobaan kekentalan cat untuk mendapatkan komposisi campuran yang dibutuhkan. Selanjutnya adalah pencelupan kuas terhadap cap. Pencelupan cat yang baik adalah mengatur penekanan kuas terhadap cat yang telah dituangkan di ember tempat cat. Anda harus bisa mengatur sampai kuas menyerap cat.  pengamplasan semua bidang cat, harus rata dan halus bebas cacat, bebas dari debu, lemak, minyak dan lainnya.  Pekerjaan cat kayu harus dilaksanakan adalah semua kusen-kusen, list kaca, list plafond, kisi-kisi , daun jendela, listplank dan seluruh permukaan kayu yang di expose.  Cat kayu yang digunakan adalah kwalitas baik, bahan cat yang digunakan terlebih dahulu mengajukan contoh untuk disetujui direksi, warna cat ditentukan kemudian diajukan contoh warna cat untuk disetuji direksi.  Pekerjaan dempulan, meni, plamir, dan penghalusan (amplas) harus dilaksanakan hingga rapi dan halus sebelum pengecatan dilaksanakan.  Polituran dilaksanakan untuk semua daun pintu Panil diulang-ulang sampai halus. Sedangkan pekerjaan pengecatan kayu dan dilaksanakan minimal 2 kali cat utama, 1 kali cat dasar, 1 kali meni.  proses pengecatan bebas dari gangguan pekerjaan lain  Pengadukan hingga jenuh.  test pengecatan disaksikan oleh pihak kontraktor, direksi, konsultan pengawas. Setelah acc tahapan berikutnya.  laspisan pertama woodfiller, dioles merata keseluruh bidang cat kayu, dihaluskan dahulu dengan amplas.  lapisan kedua wood stain gunakan alat spry gun dilakukan setelah kondisi 75-90 % kering, dan diulang 3 kali dengan sistem cat perlapis  laspisan ketiga: cat dasar jenis seading sealer gunakan sepry gun disemprot tipis untuk semprotan pertama & dibiarkan kering./ perlapis  menggunakan pengencer jenis thiner dengan perbandingan 1 : 1, sistem perlapis dan dikeringkan/lapis.  lapisan 4,5, dan 6 cat akhir top coat melamic clear, menggunakan spry gun pengencer dengan thiner super, bila musim hujan ditambahkan 5 % reather RD 02 pada thiner A spesial, rentang waktu pelapisan 12 jam.  cek dan service hasil kerja setelah disetujui, pelaporan dan pembersihan lokasi

XII. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1 Relling tangga dari besi hollow Ls 6,600 M2 Pada proses pelaksanaan pekerjaan melalui beberapa tahapan pelaksanaan. Pekerjaan ini dapat dikategorikan dalam pekerjaan workshop las dan fabrikasi logam, pengadaan dan pemasangan produk yang sudah jadi di wrokshop. Proses Pembuatan rangka besi hollow dibuat terlebih dahulu dirakit diworkshop, sehingga nanti tinggal dipasang saja. Bahan yang sudah jadi disimpan digudang sampai proses pemasangan dimulai. Pada dinding bata dibuat lubang-lubang untuk tempat dudukan bahan dan untuk tata letak dari pemasangan bahan dibuat sedemikian rupa dengan ukuran sesuai gambar kerja , untuk penyetelan ketegakan bahan baik vertikal maupun horizontal akan tetap dijaga dengan selalu dilakukan penimbangan dengan unting - unting dan waterpass (benangan).  Tahapan Pengadaan Bahan, Pengajuan dan Uji produk Semua bahan yang digunakan sebelum dilaksanakan proses pabrikasi di workshop bengkel las/bengkel pembuatan kusen pintu, jendela, daun pintu, jendela, ventiasi dan lainnya terlebih dahulu diajukan spek yang digunkan berupa data tempat pemesanan dan spesifikasi, setelah mendapatkan persetujuan di ajukan sampel bahan yang digunakan untuk diadakan pemeriksaan langsung oleh direksi.  Tahapan Pemesanan dan Pemeriksaan kembali

42

Setelah uji sampel dinyatakan lulus oleh direksi diadakan pemesanan dan pendropan bahan ke work shop tempat perakitan, setelah material sampai ke work shop diadakan pemeriksaaan oleh pihak direksi baik spesifikasi bahan, peralatan, gambar kerja, perlengkapan keselamatan kerja dan tenaga ahli yang digunakan dalam perakitan.  Tahapan Fabrikasi di work shop Pihak direksi, konsultan pengawas dapat mengontrol langsung proses pembuatan yaitu pemotongan, penyetelan, pembentukan, pengelasan dan proses penyatuan yang di akhiri dengan proses pengemasan bahan dan difinish dengan proses pengecatan dengan air kompresor.  Tahapan Pengemasan. Bahan yang sudah jadi diperiksa kembali oleh direksi baik dimensi dan bentuknya, setelah mendapatkan persetujuan barulah bahan jadi tersebut di beripengaman dari busa disetip sudutnya dan diberi pelindung dan dikemas/dipacking guna melindungi dari krosi dan cacat karena benturan, jatuh, proses penumpukan dan lainnya. Kusen-kusen yang sudah dipacking dibawa kegudang penyimpanan untuk menunggu proses pemasangan.  Tahapan Pengangkutan dan Pemasangan. Semua bahan-bahan yang siap dipasang diadakan ceking kelengkapan oleh pelaksana lapangan setelah acc, diangkat dari gudang dan di muat dengan truck keloaksi pemasangan, pada saat pemindahan dari gudang ke teruk dilakukan dengan hati-hati, pada saat penumpukan di bak truck terlebih dahulu pada dasar bak truck diberi alas penagaman berupa kayu yang direntangkan pada sisi-sisi bak truck dan ujung pintu. Setelah itu dibawa ke lokasi pemasangan. Proses Pemasangan dan Penyetelan langsung di lapangan. 1. Bahan-Bahan dipasang pada tempat-tempat yang telah ditentukan dalam gambar. 2. Pemasangan Bahan-bahan ini harus betul-betul tegak sehingga pasangan tidak berubah letaknya pada waktu pelaksanaan pekerjaan lainnya. 3. Apabila perletakan Rangka besi hollow maupun bahan yang menempel pada kolom-kolom beton, maka Pelaksanaan pemasangan di lubang atau coakan pada kolom tersebut sebagai tempat untuk pemasangan baut atau kait besi untuk penyatuan pegangan. PEKERJAAN FINISHING DAN ASBUILT DRAWING 1. Pembuatan Gambar Asbuilt Drawing Pembuatan Laporan Harian, Mingguan, Bulanan Pekerjaan Pembuatan Asbuilt Drawing Dokumentasi Kegiatan 0% - 100 % Pembuatan Laporan Penyelesaian Pekerjaan Administrasi kegiatan masa pemeliharaan PHO & FHO Pekerjaan 2. Demobilisasi Peralatan Demobilisasi yang dimaksud disini adalah penarikaan alat utama dari proyek hal ini dilaksanakan apabila semua pekerjaan fisik oleh direksi dinyatakan selesai, untuk masa pemeliharaan akan disediakan 1 set alat yang tetap disiapkan selama masa pemeliharaan, dan untuk tenaga akan ditunjuk dan disiapkan stand bay dilokasi minimal 2 orang selama masa pemeliharaan dan untuk kontrol dari pihak kontraktor akan menyiapkan dan menjadwalkan minimal 2x per minggu guna mengecek kondisi fisik pasca PHO. Selama masa pemeliharaan kami berupaya untuk mengontrol fisik bangunan, melakukan perbaikan, perawatan & pelaporan setiap minggunya, bila mana terjadi kerusakan yang sifat teknis dan non teknis kami tetap melakukan perbaikan dan penjagaan, item-item masa pemeliharaan antara lain :  Perawatan Fisik Bangunan  Cek dan Service  Pengukuran kembali  Dokumentasi selama masa pemeliharaan  Penempatan & Penjadwalan kontrol personil perusahaan  Penyediaan tenaga siap saat selama masa pemeliharaan  Penyediaan set peralatan untuk service Finishing Pekerjaan/Tahpa Akhir Pelaksanaan Pekerjaan finishing yang dimaksud disini adalah melakukan penyempurnaan-penyempurnaan terhadap semua hasil pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan. Selain itu juga pekerjaan finishing yang dimaksud disini adalah melakukan pembersihan-pembersihan diseluruh area atau lokasi pekerjaan dari sisa-sisa bahan yang sudah tidak terpakai. Pekerjaan finishing ini menjadi sangat penting karena akan mencerminkan hasil akhir yang baik sehingga semua kekurangan-kekurangan yang ada sudah disempurnakan.

43

Setelah itu juga sebagai akhir dari proses pelaksanaan pekerjaan adalah melakukan pengecekan bersama antara ; Pemilik Proyek dan Kontraktor dalam rangka melakukan dan melaksanakan Penyerahan Pekerjaan Tingkat Pertama (PHO). Setelah dilakukan pengecekan, semua kekurangan dan kerusakan yang terjadi harus segera diperbaiki sampai dengan pelaksanaan Penyerahan Pekerjaan Tingkat Kedua (FHO). Semua biaya-biaya yang timbul sebelum penyerahan kedua dilakukan adalah merupakan tanggung jawab Kontraktor. Masa Pemeliharaan dan Jaminan Kondisifisik Pasca Pelaksanaan. Masa Pemeliharaan merupakan bagian dari tanggung jawab dan komitmen perusahaan terhadap peyedia jasa atau Direksi pemilik proyek, masa pemeliharaan ditentukan 180 hari kalender atau sesuai dokumen lelang, segala kerusakan yang timbul selama masa pemeliharaan akan diadakan pemeliharaan sesuai dokumen lelang untuk hal itu perusahaan akan meyediakan fasilitas-fasilitas dan sumber daya yang diperlukan untuk menunjang hal tersebut, bentuk-bentuk peyediaan sumber daya akan diadakan dan selalu berkoordinasi dengan pihak direksi halhal tersebut antara lain : Penyediaan sumberdaya manusia :  Pengawas kontroling per minggu  Tenaga penjaga full masa pemeliharaan  Tenaga pekerja, tukang siap diterjunkan kelapangan setiap saat diperlukan masing-masing 2 pekerja dan 1 tukang ahli.  Material on side dengan kapasitas pelaksanaan cukup untuk minimal 2 hari dengan catatan kondisi perawatan sedang. PENUTUP Demikian metode pelaksanaan untuk : PROGRAM : PROGRAM REHABILITASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DAN FASILITAS LLAJ KEGIATAN : REHABILITASI/ PEMELIHARAAN TERMINAL/ PELABUHAN PEKERJAAN : REHABILITASI TERMINAL GINTE DOMPU LOKASI : KABUPATEN DOMPU - NUSA TENGGARA BARAT TAHUN ANGGARAN : 2012 Metode pelaksanaan ini kami buat sebagai salah satu persyaratan dalam penawaran pekerjaan ini dan tentunya dapat menjadi panduan dalam rangka melaksanakan selanjutnya jika kami ditunjuk sebagai pemenang dan pelaksana pekerjaan ini. Dan tentunya kami menyadari bahwa dalam penyampaian Metode Pelaksanaan ini masih banyak kekurangannya sehingga kami masih membutuhkan bimbingan dari Direksi atau Pengawas Pekerjaan dan Konsultan untuk mendapatkan metode pelaksanaan pekerjaan yang lebih sempurna sehingga kami dapat melaksanakan Pekerjaan dengan baik dan tepat waktu. metode ini kami buat dengan penuh tanggung jawab, yang bedasarkan speksifikasi teknis yang diminta dalam dokumen lelang, dengan menggunakan sistem metode kerja, take object preview and owner coordination semua pekerjaan dapat kami selesaikan tepat waktu dengan mutu hasil kerja yang dapat dipertanggung jawabkan.

Dompu, 20 September 2012 Dibuat Oleh, CV.RAHMAT

MUHAMAD SUBAHAN, SE Direktur

44

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->