P. 1
Elektrolisis

Elektrolisis

|Views: 23|Likes:
Published by Nurul Pangestuti

More info:

Published by: Nurul Pangestuti on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2013

pdf

text

original

Elektrolisis

Alat dan Bahan Tabung U Elektroda Karbon dan Kabel Battery/Catu Daya Jepit Buaya Statif dan Klem Tabung Reaksi dan Rak Pipet Tetes Gelas Kimia Larutan Natrium Klorida Larutan Natrium Sulfat Larutan Tembaga Sulfat Fenolftalien Kertas Lakmus -/0,5 m 1,5 V Biasa 100ml 0,5 M 0,5 M 0,5 M

Ukuran/Satuan 2 2 1 1 2/1 2 2 100 ml 100 ml 100 ml

Jumlah

Secukupnya 8 helai

Teori Sel Elektrolisis adalah sel yang menggunakan arus listrik untuk menghasilkan reaksi redoks yang diinginkan dan digunakan secara luas di dalam masyarakat kita. Atau juga biasa diartikan energi yang digunakan untuk menghantarkan reaksi kimia. Contohnya seperti penyepuhan, pemurnian logam, penyetruman accu/aki. Baterai aki yang dapat diisi ulang merupakan salah satu contoh aplikasi sel elektrolisis dalam kehidupan sehari-hari . Baterai aki yang sedang diisi kembali (recharge) mengubah energi listrik yang diberikan menjadi produk berupa bahan kimia yang diinginkan. Air, H2O, dapat diuraikan dengan menggunakan listrik dalam sel elektrolisis. Proses ini akan mengurai air menjadi unsur-unsur pembentuknya. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : 2 H2O(l) ——> 2 H2(g) + O2(g) Dalam sel elektrolisis, listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Sel elektrolisis terdiri dari sebuah elektroda, elektrolit, dan sumber arus searah. Elektron memasuki sel elektrolisis melelui kutub negatif ( katoda ). Spesi tertentu dalam larutan menyerap elektron dari katoda dan mengalami reduksi. Sedangkan spesi lain melepas elektron di anoda dan mengalami oksidasi. Beberapa pengertian yang terdapat pada sel elektrolisis, sebagai berikut: 1. 2. Anoda ( elektroda negatif ) adalah elektroda tempat terjadinya reaksi oksidasi. Katoda ( elektroda positif ) adalah elektroda tempat terjadinya reaksi reduksi.

3. Kation adalah ion yang kekurangan elektron. Karena Kation bergerak menuju elektroda negatif dan terjadi reaksi pengikatan elektron atau reaksi reduksi. 4. Anion adalah ion yang kelebihan elektron. Karena Anion bergerak menuju elektroda positif dan melepaskan elektronnya terjadi reaksi reduksi.

(1) ——> Cl2(g) + 2 e. berikut adalah proses elektrolisis larutan garam NaCl dengan menggunakan elektroda Cu : Katoda (-) : 2 H2O(l) + 2e- H2(g) + 2 OH-(aq) Anoda (+) : Cu(s) Cu2+(aq) + 2e- Reaksi Sel : Cu(s) + 2 H2O(l) Cu2+(aq) + H2(g) + 2 OH-(aq) C. seperti Ni. jenis elektroda tidak mempengaruhi produk yang dihasilkan di katoda.. air memiliki E°red yang lebih besar dibandingkan ion Na+. Alat dan Bahan No. Ini berarti..lebih mudah dibandingkan oksidasi air. reaksi yang terjadi pada elektrolisis larutan garam NaCl adalah sebagai berikut : Katoda (-) Anoda (+) Reaksi sel : 2 H2O(l) + 2 e: 2 Cl-(aq ——> H2(g) + 2 OH-(aq) ……………….Pada katoda. dan Zn ? Ternyata. Sementara. terjadi suatu persaingan antara air dengan ion Na+. Alat dan Bahan Ukuran/Satuan Jumlah/Volume Tabung U . Oleh sebab itu. *(1) + (2)+ Reaksi elektrolisis larutan garam NaCl menghasilkan gelembung gas H2 dan ion OH‑ (basa) di katoda serta gelembung gas Cl2 di anoda.. air lebih mudah tereduksi dibandingkan ion Na+.…. 1. maka oksidasi ion Cl. spesi yang bereaksi di anoda adalah ion Cl-. nilai E°red ion Cl..……………….dan air hampir sama.pada katoda dapat dibuktikan dengan perubahan warna larutan dari bening menjadi merah muda setelah diberi sejumlah indikator fenolftalein (pp). Dan berdasarkan Tabel Potensial Standar Reduksi. Terbentuknya ion OH. Sementara itu. spesi yang bereaksi di katoda adalah air. Jadi.. Oleh sebab itu. Oleh karena oksidasi air memerlukan potensial tambahan (overvoltage). Fe. sehingga produk yang dihasilkan di anoda adalah ion elektroda yang larut (sebab logam yang tidak inert mudah teroksidasi). berdasarkan Tabel Potensial Standar Reduksi. Sebagai contoh. elektroda yang tidak inert hanya dapat bereaksi dalam anoda.(2) : 2 H2O(l) + 2 Cl-(aq) ——> H2(g) + Cl2(g) + 2 OH-(aq) …. Bagaimana halnya jika elektrolisis lelehan maupun larutan menggunakan elektroda yang tidak inert.

Kabel/Jepit buaya 4 meter/4 buah 3. 8. tuangkan ke dalam tabung U. Adaptor Pipet tetes 2 5. Hasil percobaan 1. Larutan NaCl Gelas Beker 1 9. tutup kedua lubang dengan menggunakan kapas.5 M 50 mL 6 volt 1 D. Elektroda C 2 6. Sesuatu dielektrolisis : . 4. Elektrolisis kedua larutan itu sampai terlihat suatu perubahan pada sekitar kedua elektrolida. Larutan Indikator Fenolftalein 3 tetes 7. Setelah itu. Kemudian tambahkan 3 tetes indikator fenolftalein ke dalam masing-masing lubang pipa U. 2. E.1 2. Prosedur dan Pengamatan Percobaan/Cara Kerja Pasanglah pipa U di statif dan kedua lubang diberikan elektroda karbon yang sudah dirangkai dengan kabel yang dihubungkan dengan adaptor. Warna larutan sebelum dielektrolisis adalah bening. Klem 1 0. Lalu masukkan larutan NaCl pada gelas beker.

tetapi tidak banyak seperti yang terjadi pada katoda dan berbau seperti pemutih pakaian. b) Perubahan pada ruang anoda Pada larutan tidak terjadi perubahan warna. Zat apakah yang terjadi di ruang anoda sebagai hasil elektrolisis? . menghasilkan gelembung.Pada percobaan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa : Ø Larutan NaCl pada katoda adalah larutan menjadi berwarna merah karena OH.+ H2 + Cl2 5. akan tetapi setelah lama kelamaan warna agak memudar atau menghilang secara perlahan dan menghasilkan gelembung terus-menerus.(basa) karena OH.Ion OH. 2. Jelaskan hasil elektrolisis? . menghasilkan gelembung terus-menerus . Analisis Data 1.bereaksi dengan larutan fenolftalein sehingga berubah menjadi berwarna merah.Katoda = 2H2O + 2e- 2OH. F.Cl2 (klor) karena berbau seperti pemutih pakaian. 3. .bereaksi dengan larutan fenolftalein .+ H2 Anoda = 2Cl- Cl2 + 2e- 4.a) Perubahan pada ruang katoda Pada larutan berubah menjadi berwarna merah. Ion apakah yang terjadi di ruang katoda setelah elektrolisis? .+ H2 Anoda = 2Cl- Cl2 + 2e- Reaksi sel = 2H2O + 2Cl- 2OH. Tulis persamaan setengah reaksi yang terjadi di katoda dan anoda? .Katoda = 2H2O + 2e- 2OH. dan bersifat basa. Tarik kesimpulan dari percobaan tadi? .

Elektrod Cu dicelupkan ke dalam larutan CuSO4 dan dihubungkan oleh satu jambatan garam. yang disebut proses galvanisasi. .1. atau juga untuk pencegahan karat/korosi. menghasilkan gelembung tetapi tidak sebanyak di larutan NaCl pada katoda. Kepekatan ion. Sel kimia dibina daripada dua logam (elektrod) yang berlainan dicelupkan kedalam suatu larutan masing. dimana pada sumber listrik itu terjadi proses perubahan dari energi kimia menjadi energi Listrik.Proses penyepuhan adalah proses ELEKTROSLISIS. 2. Kation bergerak menuju ke elektrod katoda. Penguraian elektrolit oleh arus elektrik. berbau seperti pemutih pakaian . Sel Kimia Sel kimia ialah sel yang menghasilkan tenaga elektrik melalui tindakbalas kimia. yaitu proses perubahan Energi listrik menjadi Energi kimia.Contoh Elektrolisis 1. Kedua-dua elektrod itu dimasukkan ke dalam suatu elektrolit .Faktor Mempengaruhi Proses Elektrolisi Jenis elektroda yang digunakan. Proses ini melibatkan Elektroda (logam-logam yang dihubungkan dengan sumber listrik) dan Elektrolit (cairan tempat logam-logam tadi dicelupkan) Penyepuhan berguna untuk melapisi logam untuk perhiasan.Pengertian Elektrolisis Elektrolisis ialah proses penguraian elektrolit kepada unsur juzuknya apabila arus elektrik mengalir melaluinya Elektrod yang disambungkan kepada terminal positif bateri dinamakan anoda. 2. Elektrolisis ini adalah kebalikan dari proses yang terjadi pada baterei atau aki.2. seperti pada pipa atau besi.Perbedaan Antara Sel Elektrolisis/Sel Kimia Sel Elektrolisis Sebaik sahaja arus elektrik(arus terus) dialirkan melalui elektrolit.Ø Larutan NaCl pada anoda adalah bersifat basa . 2. Elektrod Zn dicelupkan ke dalam larutan ZnSO4. Anion bergerak menuju ke elektrod anoda manakala. Elektrod yang disambungkan kepada terminal negatif bateri dinamakan katoda.10A. yang dilapisi oleh campuran besi (Fe) dan Seng (Zn).3. larutan menghasilkan Cl2 sehingga tidak mengalami perubahan warna . Penjelasan berkaitan dengan elektrolisis melibatkan 3 aspek: ion yang hadir pergerakan ion proses discas yang berlaku di masing-masing anoda dan katoda. 2.4. Arus yang terhasil ialah sebanyak 1.masing elektrolit.Elektrolisis Leburan Kalium Bromida Ion kalium bergerak ke katoda/ ion bromida bergerak ke anoda. ion-ion akan terurai dan bergerak ke masing-masing anod dan katod. 2. Kedudukan ion dalam siri elektrokimia.

Ion-ion Al3+ dan O2.membuang elektron seperti berikut. Gas oksigen yang terbebas. 2. Ion Cu2+ didiscas secara pilihan.Elektrolisis larutan akueus kuprum (II) sulfat: menggunakan elektrod kuprum Keputusan: Hasil-hasil elektrolisis adalah seperti berikut: Anoda: Pemerhatian: Kepingan anod kuprum terkakis. Persamaan tindakbalas: Cu ----------> Cu2+ 2e Katoda: Logam berwarna perang terbentuk pada elektrod karbon. Jisimnya berkurangan berbanding dengan jisim asal. Al3+ + 3e -------> Al 4. Ion-ion kuprum dan ion-ion hidrogen tertarik ke katod. Gas bromin berwarna perang terbebas pada anod.Atom kuprum menjadi ion kuprum.----------> 2H2O + O2 + 4e Katoda: Logam berwarna perang (kuprum) terbentuk pada elektrod karbon. Ion Al3+ tertarik ke katod dan ion O2. Persamaan tindakbalas: Cu2+ + 2e -----> Cu.5.------> O2 + 4e Di katoda.dibebaskan apabila aluminium oksida dileburkan. Ion-ion kuprum dan ion-ion hidrogen tertarik ke katod. Pemerhatian: Di anoda. Gas oksigen terhasil apabila ion-ion O2. Ion OH. 2Br -. 5. Ion Cu2+ didiscas secara pilihan. Gas ini menyalakan kayu uji berbara. K+ + e --------> K Logam kalium berkilau terbentuk pada katoda 3.ELEKTROLISIS KUPRUM SULFAT Elektrolisis larutan akueus kuprum (II) sulfat: menggunakan elektrod karbon. Keputusan: Hasil-hasil elektrolisis: Anoda: Pemerhatian: Gas tanpa warna di kumpul pada bahagian atas tabung uji.Elektrolisis aluminium oksida lebur. Katoda: Ion kalium menyahcas secara menerima elektron daripada katod. Persamaan tindakbalas: 4OH.Anoda: Ion bromida menyahcas secara membebaskan elektron kepada anod. Logam tersebut adalah kuprum. Ion-ion hidroksida dan ion-ion sulfat tertarik ke anod.2e--------> Br2 Dua atom bromin akan membentuk satu molekul dwiatom bromin.tertarik ke anoda semasa elektrolisis. Logam aluminium berkilat terhasil apabila ion-ion Al3+ menerima elektron. 2O2. Persamaan tindakbalas: Cu2+ + 2e -----------> Cu.Hukum elektrolisis Faraday .yang didiscas secara pilihan.

Misalnya. Sel Volta atau Galvani adalah Energi yang dihasilkan oleh reaksi kimia diubah menjadi energy listrik. Sel elektrokimia Macam-macam Eletrokimia : Elektrokimia dibagi menjadi dua jenis : Sel Volta Sel Volta atau Sel Galvani Luigi Galvani (1780) dan Alexandro Volta (1800) menemukan adanya muatan listrik dalam suatu reaksi kimia Reaksi kimia ini hanya terjadi pada reaksi redoks dan rangkaian reaksi ini disebut Sel Volta. kuantitas listrik yang diperlukan untuk mengendapkan 1 mol logam monovalen adalah 96 485 C(Coulomb) tidak bergantung pada jenis logamnya. Bila sejumlah tertentu arus listrik melalui sel. Ia merangkumkan hasil pengamatannya dalam dua hukum di tahun 1833.Di awal abad ke-19. jumlah mol zat yang berubah di elektroda adalah konstan tidak bergantung jenis zat. Hukum elektrolisis Faraday Jumlah zat yang dihasilkan di elektroda sebanding dengan jumlah arus listrik yang melalui sel. Elemen yang digunakan dalam reaksi Elektrokimia dikarakterisasikan dengan banyaknya elektron yang dimiliki. Sel Elektrokimia Pengertian Elektrokimia Elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari aspek elektronik dari reaksi kimia. Faraday menyelidiki hubungan antara jumlah listrik yang mengalir dalam sel dan kuantitas kimia yang berubah di elektroda saat elektrolisis. Contoh Sel volta : batu batrei dan akki Katode : reduksi kutub (+) . Sel Elektrokimia adalah sel yang disusun untuk menjadikan suatu reaksi redoks menghasilkan energy listrik yang selanjutnya diubah menjadi energy kimia atau sebaliknya .

Fe.yang dioksidasi air . Elektrolisis terhadap lelehan/cairan/leburan Sel elektrolisis tidak mengandung pelarut (air) Katode : reduksi kation Anode : oksidasi anion b.sedangkan logam pelapis disebut anoda.dll) Katode = Golongan IA dan IIA yang dielektrolisis air Anode = Elektrode Aktif tersebut.Elektroda inert ( tidak aktif ) Katode = Golongan IA dan IIA yang dielektrolisis air Anode = Mengandung O.logam yang akan dilapisi digunakan sebagai katoda. Elektrolisis terhadap larutan elektrolit dalam air .Ni.Elektroda Aktip ( Cu.Elektroda positif (+) yang disebut juga anoda sedangkan elektroda negative (-) disebut katoda. . a.Anode : Oksidasi kutub (-) Sel Elektrolisis Elektrolisis Elektrolisis adalah peristiwa penguraian zat elektrolit oleh arus listrik searah. Kegunaan Sel Elektrolisis Beberapa kegunaan sel alektrolisis adalah : Penyepuhan adalah proses pelapisan suatu logam dengan lgam lain.Ag.

ME Jika k = . Untuk menghitung konsentrasi suatu logam dalam larutan. Prinsip Perhitungan Elektrolisis1. maka G = . Hukum Faraday II “Massa zat yang dibebaskan pada elektrolisis (G) berbanding lurus dengan massa ekivalen zat itu ( ME ) G = ME Penggabungan hukum Faraday I dan II G = k . Hukum Faraday I“Massa zat yang terbentuk pada masingmasing elektroda sebanding dengan kuat arus/arus listrik yang mengalir pada elektrolisis tersebut”. t maka G = I .Pembuatan beberapa senyawa.500 q = i . i . t m = massa zat yang dihasilkan (gram) e = berat ekivalen = Ar/ Valens i= Mr/Valensi i = kuat arus listrik (amper) t = waktu (detik) q = muatan listrik (coulomb) 2. t / 96. Rumus: m = e . i . t .ME .

Proses perkaratan termasuk proses Elektrokimia dimana logam besi ( Fe ) yang troksidasi bertindak sebagai anoda dan oksigen yang terlarut dalam air pada permukaan besi bertindak sebagai anoda.Sedangkan ion OH-akan bergabung dengan elektrolit yang ada didalam atau dengan ion H+ dari terlarutnya oksidasi asam (SO2.bsi yang terkorosi membentuk karat dengan umus : Fe2O3XH2O.Karat merupakan hasil dari proses dari korosi yaitu teroksidasinya suatu logam.Korosi Korosi merupakan reaksi kimia antara logam dengan zat lain yang bias menghasilkan senyawasenyawa yang tidak diinginkan.NO2) dari hasil perubahan dengan air hujan. Karat bersifat katalis untuk proses perkaratan berikutnya yang disebut Autokatalis. Pencegahan proses perkaratan : - Pelepisan dengan cat atau logam lain yang sukar teroksidasi - Proses katoda ( proteksi katodik ) . Pembentukan karat : Anoda : Fe —-> Fe2+ + 2e Katoda : O2 + 2 H2O + 4e —–> 4 OH – Fe2+ akan teroksidasi lagi membentuk Fe3+ atau Fe3O3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->