P. 1
makalah-bayi-tabung

makalah-bayi-tabung

|Views: 93|Likes:
Published by Rosady Agoez Ichi

More info:

Published by: Rosady Agoez Ichi on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2013

pdf

text

original

REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG

)

BAB I LATAR BELAKANG 1.1 PENDAHULUAN
Di indonesia tercatat 10-20% pasangan yang infertil. Pasangan usia subur yang ada di indonesia ialah sekitar 25 juta, berarti terdapat 2,5-5 juta pasangan infertil. Pada masa sekarang pola kehidupan keluarga cenderung bergeser, dari jumlah anggota yng besar menjadi jumlah anggota yang kecil dalam 1 unit keluarga, sehingga keluarga yang tidak atau sukar memperoleh keturunan berhak mendapat pertolongan. Dengan semakin berkembang dan majunya ilmu

kedokteran ini sebagian besar dari penyebab infertilitas atau ketidak suburan telah dapat diatasi dengan pemberian obat atau operasi.

Pelayanan terhadap bayi tabung dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah fertilisasiin-vitro yang memiliki pengertian sebagai berikut : Fertilisasi-in-vitro adalah pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam tabung petri yang dilakukan oleh petugas medis. Pada mulanya program pelayanan ini bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mungkin memiliki keturunan secara alamiah disebabkan tuba falopii istrinya mengalami kerusakan yang permanen. Namun kemudian mulai ada perkembangan dimana kemudian program ini diterapkan pula pada pasutri yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang menyebabkan tidak dimungkinkan untuk memperoleh keturunan. Akan tetapi seiring perkembangannya, mulai timbul persoalan dimana semula program ini dapat diterima oleh semua pihak karena tujuannya yang “mulia” menjadi pertentangan. Banyak pihak yang kontra dan pihak yang pro. Pihak yang

UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA

1

Bayi tabung pertama yang berhasil dilahirkan dari program tersebut adalah Louise Brown yang lahir pada tahun 1978. Sayangnya. Sebelum program bayi tabung ditemukan.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) pro dengan program ini sebagian besar berasal dari dunia kedokteran dan mereka yang kontra berasal dari kalangan alim ulama. tingkat keberhasilan metode inseminasi buatan hanya sebesar 15%. Di sanalah sejumlah dokter untuk pertama kalinya menggagas pelaksanaan program bayi tabung. inseminasi buatan dikenal sebagai metode untuk menyelesaikan masalah tersebut. 1.2 FILOSOFI BAYI TABUNG Inggris merupakan negara yang menjadi tonggak awal sejarah bayi tabung di dunia . Inseminasi buatan dilakukan dengan menyemprotkan sejumlah cairan semen suami ke dalam rahim isteri dengan menggunakan bantuan alat suntik. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 2 . Dengan cara ini sperma diharapkan mudah bertemu dengan sel telur. Sejarah bayi tabung ini berawal dari upaya untuk mendapatkan keturunan bagi pasangan suami isteri yang mengalami gangguan kesuburan.

Jika pada teknik IVF konvensional membutuhkan 50 ribu-100 ribu sperma untuk membuahi sel telur.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) Kesuksesan perdana program bayi tabung yang dilakukan secara konvensional/In Vitro Fertilization (IVF) dengan lahirnya Louise Brown membuat program ini semakin diminati oleh negara-negara di dunia. Hanya saja dari sisi keberhasilan. sperma disuntikkan secara langsung ke dalam sel telur. Langkah selanjutnya juga serupa dengan teknik IVF konvensional. Bahkan jumlahnya sudah mencapai 300 anak. maka sekarang telah muncul bermacammacam bayi tabung dengan menggunakan teknik baru yang semakin canggih daripada teknik sebelumnya. Dengan bantuan pipet khusus. Macam-macam bayi tabung selanjutnya adalah dengan menggunakan teknik Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI). sperma kemudian disuntikkan ke dalam sel telur. kedua teknik ini dianggap masih belum memuaskan. Program bayi tabung tersebut akhirnya melahirkan bayi tabung pertama di Indonesia. Sedangkan pada teknik SUZI. Kesuksesan program bayi tabung tidak begitu saja memuaskan dunia kedokteran. sejarah bayi tabung yang pertama dilakukan di RSAB Harapan Kita. Jakarta. Baru setelah itu mulai banyak bermunculan kelahiran bayi tabung di Indonesia. Teknik ini sangat sesuai jika diterapkan pada kasus sperma yang mutu dan jumlahnya sangat minim. Teknik PZD dilakukan dengan menyemprotkan sperma ke sel telur dengan membuat celah pada dinding sel telur terlebih dulu agar memudahkan kontak antara sperma dengan sel telur. pada tahun 1987. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 3 . Di antaranya adalah Partial Zone Dessection (PZD) dan Subzonal Sperm Intersection (SUZI). yakni Nugroho Karyanto pada tahun 1988. maka pada teknik ICSI hanya membutuhkan satu sperma dengan kualitas bagus. Jika selama ini masyarakat hanya mengenal satu teknik proses bayi tabung secara IVF. Upaya untuk mengukir tinta emas sejarah bayi tabung terus berlanjut. Di Indonesia.

Sejarah bayi tabung nampaknya tidak akan berhenti sampai di sini. keberhasilan bayi tabung bisa mencapai 30%-40%. Dunia kedokteran akan terus berusaha mengembangkan berbagai penelitian hingga didapatkan teknik bayi tabung yang bisa memberikan tingkat keberhasilan yang paling memuaskan. Muchsin Jaffar DSPK. RSAB Harapan kita. tim unit infertilitas Melati. Subyanto DSOG dan dr. di Indonesia program bayi tabung dengan menggunakan teknik ICSI sudah mulai dilakukan sejak tahun 1995. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 4 .REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) Menurut dr. Dengan pemakaian teknik tersebut.

Namun saat ini indikasinya telah diperluas. Pada kondisi normal. Bayi tabung atau dalam bahasa kedokteran disebut In Vitro Fertilization (IVF) adalah suatu upaya memperoleh kehamilan dengan jalan mempertemukan sel sperma dan sel telur dalam suatu wadah khusus. serta pada gangguan kesuburan yang tidak diketahui penyebabnya maka program bayi tabung ini bias dilakukan. Awalnya tekhnik reproduksi ini ditunjukkan untuk pasangan infertile. pertemuan ini berlangsung di dalam saluran tuba. adanya antibody pada atau terhadap sperma. Pembuahan sel telur (ovum) yang dilakukan di luar tubuh calon ibu.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) BAB II TINJAUAN TEORI 2.G Edwards pada tahun 1977). pemindahan sel telur dari ovarium dan pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair. Pada kondisi normal.1 DEFINISI BAYI TABUNG Bayi tabung atau pembuahan in vitro (bahasa Inggris: in vitro fertilisation) adalah sebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. yang mengalami kerusakan saluran telur. tidah kunjung hamil walaupun endometriosis telah diobati. (Teknologi ini dirintis oleh P. Prosesnya terdiri dari mengendalikan proses ovulasi secara hormonal. sel telur yang telah matang akan dilepaskan oleh indung telur (ovarium) menuju saluran tuba (tuba fallopi) untuk selanjutnya UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 5 . antara lain jika calon ibu mempunyai lender mulut rahim yang abnormal. mutu calon ayah kurang baik. Bayi tabung adalah salah satu metode untuk mengatasi masalah kesuburan ketika metode lainnya tidak berhasil.C Steptoe dan R. Bayi tabung merupakan pilihan untuk memperoleh keturunan bagi ibu ibu yang memiliki gangguan pada saluran tubanya.

indikasi jelas UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 6 . kesiapan biaya 5. hepatitis. Proses yang berlangsung di laboratorium ini dilaksanakan sampai menghasilkan suatu embrio yang akan ditempatkan pada rahim ibu.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) menunggu sel sperma yang akan membuahi. Bayi tabung pertama yang lahir ke dunia adalah Louise Joy Brown pada tahun 1978 di Inggris. pasangan memiliki bukti perkawinan yang sah 2. bebas infeksi rubella. Jika terdapat gangguan pada saluran tuba maka proses ini tidak akan berlangsung sebagaimana mestinya. kesiapan istri untuk hamil. terdiri: 1. 2. Hal ini untuk meminimalisir kegagalan dan gangguan pada ibu dan anak 3. tidak ada kontra indikasi kehamilan 2. dan HIV 3. melahirkan.2 PROSEDUR MELAKUKAN BAYI TABUNG Sebelum mengikuti program bayi tabung. toxoplasma. Embrio ini juga dapat disimpan dalam bentuk beku (cryopreserved) dan dapat digunakan kelak jika dibutuhkan. dan memelihara bayi Persyaratan khususnya. usia istri kurang dari 42 tahun. pasangan diminta untuk memenuhi beberapa syarat: Persyaratan umum meliputi: 1. siklus berovulasi/respon terhadap terapi (FSH basal < 12 mIU/ml) 4. pemeriksaan infertilitas dasar lengkap 5. konseling khusus dan informed consent 4.

Peserta program harus menandatangani perjanjian tertulis: bersedia bila dokter melakukan tindakan yang dianggap perlu semisal operasi. 2. Kemudian semua sel telur diangkat dan disimpan dalam incubator. Perangsangan dilakukan 5-6 minggu. 5. Setelah diketahui penyulit kehamilan. Selanjutnya dilakukan Ovum pick up/Opu (pengambilan sel telur) yang dilakukan tanpa oprasi. Sedangkan calon ayah akan diambil spermanya melalui cara masturbasi. 4. pasangan suami isteri disiapkan menjalani proses bayi tabung. bersedia menghadapi kemungkinan mengalami kehamilan kembar dan risiko lain yang dapat ditimbulkan. 3. Beberapa jam kemudian. dokter spesialis akan merujuk ke pusat layanan bayi tabung. terhadap masing-masing sel telur akan UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 7 . Datanglah ke dokter bagian obstetri dan ginekologi bila ingin menjalani satu siklus program Bayi Tabung. upaya lain sudah maksimal 7. analisa sperma 2. Bila ditemukan kelainan/masalah pada Anda berdua. Calon ibu akan diberi obatobatan hormonal sebagai pemicu ovulasi agar menghasilkan banyak sel telur. Setiap pasangan akan menerima penjelasan program Bayi Tabung dan prosedur pelaksanaan dalam sebuah kelas/kelompok.3 LANGKAH – LANGKAH PROSES BAYI TABUNG 1.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) 6. melainkan dengan cara ultrasonografi transvaginal. Pelaksanaan program bisa dimulai berdasarkan masa haid. sampai sel telur matang dan cukup tuk dibuahi.

sperma diambil langsung dari buah zakar. Cara ini khusus bagi pasangan infertil dimana suami mempunyai sperma sangat sedikit. Ibu dipantau beberapa waktu dengan pemeriksaan hormon kehamilan (hCG) di darah dan pemeriksaan USG. Dari embrio tersebut.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) ditambahkan sejumlah sperma suami (inseminasi) yang sebelumnya telah diolah dan dipilih yang terbaik mutunya. Empat embrio merupakan jumlah maksimal mengingat risiko yang akan ditanggung oleh calon ibu dan juga janin.sperma diambil dari salurannya. berarti ada sumbatan. Untuk itu akan dilakukan cara lain. yaitu dengan MESA (Microsurgical Epydidimis Sperm Aspiration). dokter akan memilih tiga atau empat embrio yang terbaik untuk ditanamkan kembali ke dalam rahim. Bila sperma yang dihasilkan sangat sedikit. 7. akan terlihat apakah proses pembuahan tersebut berhasil atau tidak. Embrioembrio yang terbaik itu kemudian diisap ke dalam sebuah kateter khusus untuk dipindahkan ke dalam rahim. Terjadinya kehamilan dapat diketahui melalui pemeriksaan air seni 14 hari setelah pemindahan embrio. Bila saat masturbasi tak ada sperma yang keluar. sperma disuntikkan ke sel telur. maka dilakukan ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection). Setelah kira-kira 18-20 jam. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 8 . Sel telur yang telah dibuahi sperma atau disebut zigot akan dipantau selama 22-24 jam kemudian untuk melihat perkembangannya menjadi embrio. Bisa juga dengan TESA (Testical Sperm Extraction).

Namun semakin pesat perkembangan zaman. Kini kisarannya 70–80 persen. lebih cepat. 10-11% (usia 38-42 tahun).4 TINGKAT KEBERHASILAN Di dunia. Sementara kemungkinan keguguran 10-15%. kasus kembar dalam program bayi tabung sebenarnya adalah kasus komplikasi (tidak wajar). dan lebih murah. tingkat keberhasilannya berkisar 30–40 persen. 3035% (usia 30-38 tahun).REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) 2. Saat ini teknologi bayi tabung sudah makin berkembang. Dan diharapkan dapat memenuhi harapan banyak pasangan menikah yang ingin memiliki anak. dan 0% (usia >42 tahun).” jelas Bapak dua putri itu. kemungkinan kembar dua 25% dan kemungkinan kembar tiga 5%. tingkat keberhasilan bayi tabung mencapai 40-45% untuk usia < 30 tahun. tingkat keberhasilan bayi tabung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut Aucky. “Angka keberhasilan kehamilan berkisar 25 – 40 persen. sementara faktor yang memengaruhi keberhasilan usia istri UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 9 . Tingkat keberhasilannya juga sampai 80 persen. Tak jauh berbeda. Teknologi juga diharapkan akan membuat proses bayi tabung menjadi lebih mudah. Andon menuturkan perkiraan angka yang kurang lebih sama. tingkat keberhasilan pun meningkat. Ketika pertama kali menangani bayi tabung pada tahun 80-an. Menurut Indra. “Apalagi jika program bayi tabung dilakukan lebih dari dua kali.

kembar tiga. “Saya pernah mencari sperma empat jam nonstop. tapi tidak kunjung hamil. mobilitas kurang aktif. kista ovarium. Bagi Aucky. ”Kalau sudah lebih dari tiga kali. Jika semua syarat telah terpenuhi. Sebab pada kehamilan kedua dia mengandung anak kembar.” imbuhnya. Juga penyakit penyerta seperti PCOS.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) dan suami di atas 40 tahun maka angka kehamilan semakin kecil. tingkat keberhasilannya juga tidak jauh berbeda dengan pasangan yang suaminya memiliki kualitas sperma yang buruk. Untuk kasus yang satu ini.” terang Andon. adenomiosis. “Ada pasangan yang bisa langsung hamil setelah sekali menjalani program bayi tabung. dia harus melakukan pembedahan kecil di bagian vital laki-laki untuk mencari sperma yang ada. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 10 . mioma uteri. “Klien yang saya tangani. tapi bisa berjam-jam. “Dari sekian banyak kasus.” urainya. bisa sampai 17 kali. Namun ada pula yang empat kali menjalani program. Jadi bayinya ada enam. Satu hal yang patut dicermati. Namun kasus sperma nol hanya sedikit. penyakit auto imun. Proses pencarian tersebut tidak sebentar. atau tidak berbentuk sempurna yakni berbentuk oval dengan ekor. Tapi faktor kualitas sperma yang buruk bukanlah kasus tersulit. kasus tersulit yang pernah ditangani adalah ketika menghadapi klien dengan sperma nol alias tidak bisa mengeluarkan sperma. Maka program bayi tabung dapat mulai dilakukan. Di Amerika malah lebih ekstrem. ternyata menurut Aucky permasalahan infertilitas lebih banyak bersumber pada laki-laki. kualitas sperma. endometriosis.” terangnya. Sebaliknya.” jelasnya. kehamilan ketiga. ada juga yang sampai tiga kali menjalani program. Program bayi tabung pada prinsipnya mempertemukan sperma dan ovum secara in vitro (di luar tubuh). artinya kurang baik bisa dilihat dari segi kualitas. Namun banyak pasangan yang tidak menyerah.” imbuhnya. Hal seperti itulah yang membuat Aucky senang. Aucky kembali memberi gambaran. ada yang mencoba sampai tujuh kali dan akhirnya berhasil hamil. yang sering ditemui adalah pria dengan kondisi sperma kurang baik. sang istri bisa mengandung sebanyak tiga kali. biasanya susah hamilnya.

Setelah kira-kira 18-20 jam. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 11 . 10-11% (usia 38-42 tahun). Sel telur yang telah dibuahi sperma atau disebut zigot akan dipantau selama 22-24 jam kemudian untuk melihat perkembangannya menjadi embrio. Folikel adalah gelembung yang berisi sel telur. Pengambilan sel telur dilakukan tanpa operasi. Dari embrio tersebut. Seluruh sel telur yang diperoleh selanjutnya dieramkan dalam inkubator. terhadap masing-masing sel telur akan ditambahkan sejumlah sperma suami (inseminasi) yang sebelumnya telah diolah dan dipilih yang terbaik mutunya. Perkembangan folikel dipantau secara teratur dengan alat ultrasonografi dan pengukuran kadar hormon estradional dalam darah. Sementara kemungkinan keguguran 10-15%. tetapi lewat pengisapan cairan folikel dengan tuntunan alat ultrasonografi transvaginal. Menurut Indra. Di dunia. kasus kembar dalam program bayi tabung sebenarnya adalah kasus komplikasi (tidak wajar). dan 0% (usia >42 tahun). Terjadinya kehamilan dapat diketahui melalui pemeriksaan air seni 14 hari setelah pemindahan embrio. dokter akan memilih tiga atau empat embrio yang terbaik untuk ditanamkan kembali ke dalam rahim. Prosedur bayi tabung dimulai dengan perangsangan indung telur istri dengan hormon.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) Bayi tabung membantu terjadinya proses pembuahan yang secara alami tidak dapat terjadi pembuahan. akan terlihat apakah proses pembuahan tersebut berhasil atau tidak. kemungkinan kembar dua 25% dan kemungkinan kembar tiga 5%. Beberapa jam kemudian. Embrio-embrio yang terbaik itu kemudian diisap ke dalam sebuah kateter khusus untuk dipindahkan ke dalam rahim. 3035% (usia 30-38 tahun). Cairan folikel tersebut kemudian segera dibawa ke laboratorium. Ini untuk memacu perkembangan sejumlah folikel. Empat embrio merupakan jumlah maksimal mengingat risiko yang akan ditanggung oleh calon ibu dan juga janin. tingkat keberhasilan bayi tabung mencapai 40-45% untuk usia < 30 tahun.

kasus cacat bawaan memang banyak ditemukan pada pembuahan buatan dibandingkan dengan pembuahan alami. Dari beberapa sel telur tersebut kadang-kadang berkembang secara bersamaan di dalam rahim. Dampak bayi tabung yang lain adalah risiko bayi terlahir kembar. Artinya. maupun organ tubuh lainnya. terjadi UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 12 . Akibatnya. dan lebih murah.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) Saat ini teknologi bayi tabung sudah makin berkembang. Bertelsmann menghimbau komisi kedokteran di Jerman untuk melakukan penelitian terpadu maupun penelitian data secara sistimatis. dampak bayi tabung memang berisiko menimbulkan cacat bawaan pada bayi. Artinya. semisal kelainan pada ginjal. Dan diharapkan dapat memenuhi harapan banyak pasangan menikah yang ingin memiliki anak. Adanya dugaan cacat bawaan sebagai dampak bayi tabung maupun pembuahan buatan lain dengan metode intra-cytoplasma telah mendorong Prof. Pada proses bayi tabung. apakah meningkatnya jumlah cacat bawaan tersebut memang murni dampak bayi tabung ataukah faktor lainnya.5 DAMPAK YANG DI TIMBULKAN DARI BAYI TABUNG Pada program bayi tabung proses pembuahan terjadi secara tidak alami. Metode pembuahan buatan ini tidak menutup kemungkinan menimbulkan risiko. Cacat bawaan ini mencakup cacat yang terlihat maupun yang tidak. lebih cepat. Teknologi juga diharapkan akan membuat proses bayi tabung menjadi lebih mudah. 2. proses pembuahan dilakukan secara buatan. pembuahan dilakukan terhadap beberapa sel telur sekaligus. jantung. Tetapi yang pasti. Selama ini memang belum diketahui secara pasti.

serta alergi. Akibatnya. mengalami risiko keguguran sebesar 20%. hanya sekitar 1% saja. Hanya saja risiko terjadinya OHSS relatif kecil. rhumatoid arthritis (lupus). namun penggunaan jarum khusus yang dimasukkan ke dalam rahim saat proses pengambilan sel telur. Dampak bayi tabung serta program bayi tabung sendiri memang sesuatu yang dilematis. segala risiko yang harus dihadapi pasien adalah suatu pilihan yang sulit dihindari. terjadinya Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS). Karena keberadaan cairan tersebut bisa mengganggu fungsi tubuh maka harus dikeluarkan. Meskipun pada faktanya jarang terjadi. Jika ini terjadi. proses bayi tabung juga berisiko menyebabkan pendarahan saat tahap pengambilan sel telur (Ovum Pick-Up). OHSS merupakan komplikasi dari perkembangan sel telur sehingga dihasilkan banyak folikel. Hanya 40% pasien yang sukses mendapatkan kehamilan. ibu terserang infeksi. yakni sebesar 15%. Selain itu. Apalagi sukses kehamilan yang bisa mengantarkan hingga bisa melahirkan anak semakin kecil kemungkinannya. tetap membuka peluang terjadinya pendarahan. Di satu sisi program bayi tabung memang bisa membantu pasutri yang sulit mempunyai momongan akibat gangguan kesuburan. terjadilah akumulasi cairan di perut. kemungkinan terjadinya sebesar 5%. Cairan ini bisa sampai ke dalam rongga dada. Belum lagi tingkat keberhasilan pembuahan buatan juga relatif kecil. Namun di sisi lain. peluang janin untuk bisa terus berkembang di dalam rahim akan semakin sedikit. Dampak negatif bayi tabung lainnya antara lain: kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik).REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) kehamilan kembar yang bisa lebih dari dua. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 13 . Adapun dampak negatif bayi tabung yang sudah diketahui adalah efek samping bagi ibu dan anak akibat dari penggunaan obat-obatan pemicu ovulasi yang digunakan selama proses bayi tabung.

maka secara yuridis status anak itu adalah anak sah dari pasangan penghamil. maka anak itu bukan anak sah bekas suami ibunya dan tidak memiliki hubungan keperdataan apapun dengan bekas suami ibunya.6 TINJAUAN DARI SEGI HUKUM PERDATA TERHADAP INSEMINASI BUATAN (BAYI TABUNG) 2. 255 KUHPer.  Jika ketika embrio diimplantasikan ke dalam rahim ibunya di saat ibunya telah bercerai dari suaminya maka jika anak itu lahir sebelum 300 hari perceraian mempunyai status sebagai anak sah dari pasangan tersebut. Namun jika dilahirkan setelah masa 300 hari. bukan pasangan yang mempunyai benih. 2. 42 UU No.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) 2. 1/1974 dan ps. 250 KUHPer.2 Jika salah satu benihnya berasal dari donor  Jika Suami mandul dan Istrinya subur. maka dapat dilakukan fertilisasi-in-vitro transfer embrio dengan persetujuan pasangan tersebut. Dasar hukum ps. Sel telur Istri akan dibuahi dengan Sperma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan diimplantasikan UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 14 .6. Akibatnya memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya. dilakukan proses fertilisasi-in-vitro transfer embrio dan diimplantasikan ke dalam rahim Istri maka anak tersebut baik secara biologis ataupun yuridis mempunyai satus sebagai anak sah (keturunan genetik) dari pasangan tersebut. Dalam hal ini Suami dari Istri penghamil dapat menyangkal anak tersebut sebagai anak sah-nya melalui tes golongan darah atau dengan jalan tes DNA. Dasar hukum ps.6.1 Jika benihnya berasal dari suami istri  Jika benihnya berasal dari Suami Istri.  Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami.

 Jika diimplantasikan ke dalam rahim seorang gadis maka anak tersebut memiliki status sebagai anak luar kawin karena gadis tersebut tidak terikat perkawinan secara sah dan pada hakekatnya anak tersebut bukan pula anaknya secara biologis kecuali sel telur berasal darinya.3 Jika semua benihnya dari pendonor  Jika sel sperma maupun sel telurnya berasal dari orang yang tidak terikat pada perkawinan. Dasar hukum ps. Jika sel telur berasal darinya maka anak tersebut sah secara yuridis dan biologis sebagai anaknya. 1/1974 dan ps. 250 KUHPer.  Jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim wanita lain yang bersuami maka anak yang dilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut. Dari tinjauan yuridis menurut hukum perdata barat di Indonesia terhadap kemungkinan yang terjadi dalam program fertilisasi-in-vitro transfer embrio ditemukan beberapa kaidah hukum yang sudah tidak relevan dan tidak dapat meng-cover kebutuhan yang ada serta sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan yang ada khususnya mengenai status sahnya anak yang lahir dan pemusnahan kelebihan embrio yang diimplantasikan ke dalam rahim ibunya. tapi embrio diimplantasikan ke dalam rahim seorang wanita yang terikat dalam perkawinan maka anak yang lahir mempunyai status anak sah dari pasangan Suami Istri tersebut karena dilahirkan oleh seorang perempuan yang terikat dalam perkawinan yang sah. Secara khusus. 42 UU No. permasalahan UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 15 . Anak yang dilahirkan memiliki status anak sah dan memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya sepanjang si Suami tidak menyangkalnya dengan melakukan tes golongan darah atau tes DNA.6.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) ke dalam rahim Istri. 2.

UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 16 . hingga saat ini belum ada penyelesaiannya di Indonesia.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) mengenai inseminasi buatan dengan bahan inseminasi berasal dari orang yang sudah meninggal dunia. Perlu segera dibentuk peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur penerapan teknologi fertilisasi-in-vitro transfer embrio ini pada manusia mengenai hal-hal apakah yang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang dilarang.

REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) BAB III PENUTUP 3. UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 17 . Pada masa kini keraguan tersebut dapat dihilangkan setelah setelah semua pemeriksaan yang diperlukan selesai dilakukan. Oleh karena itu. Namun dibutuhkan tanggung jawab etik berkadar tinggi dari setiap ilmuwan dan seoptimal mungkin baik bagi pasutri maupun embrio hasil pembuahan. maka keadaan ini memunculkan keraguan akan kesuburannya.1 KESIMPULAN Kebutuhan untuk melanjutkan keturunan adalah naluri setiap insan yang normal. manakala keturunan yang idamkan belum juga diperoleh. Tekhnik rekayasa reproduksi yang meliputi pembiakan gamet dan embrio invitro telah begitu maju dan sangat jauh berkembang. secara naluri pula setiap insan normal akan mencari pasangan yang sesuai bagi dirinya. Sebagai satu pasangan suami istri yang normal.

com/rekayasagenetikabayitabung UNIVERTSATAS BANDUNG RAYA 18 .co id/bioteknologi/bayitabung www.REKAYASA REPRODUKSI (BAYI TABUNG) DAFTAR PUSTAKA www.wikipedia.google.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->