WOL

Wol merupakan serat yang terpenting diantar serat – serat binatang. Serat – serat rambut lain yang berasal dari kambing, unta, dan llama pada table berikut ini : Serat Wol Mohair Cashmere Rambut Unta Alpaca Vicuna Binatang Biri - biri Kambing Angora Kambing kashmir Unta Bactarian Llma glama pacus Llma vicuna Lokasi Tersebar luas Asia kecil, Afrika Selatan, Amerika Serikat. Cina Mongolia, cina Peru Peru

Sejarah tidak mencatat Bilamana wol mula – mula dipintal dan ditenun.meskipun demikian telah diketahui bahwa biri – biri adalah bintang yang pertama dipelihara oleh manusia. Pada permulaan peradaban, wol merupakan pakaian pelindung yang dibuat oleh manusia. Bangsa Babilonia dan Yunani kuno juga memintal wol menjadi pakaian.. PETERNAKAN BIRI – BIRI Jenis biri – biri menentukan sifat wol yang dihasilkan terutama diameter dan panjang serat. Selain itu juga berpengaruh pada kekuatan, kilau, keriting, warna dan jumlah kotoran. Serat wol dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu, wol halus, wol sedang, wol kasar ( wol permadani ). I. WOL HALUS Serat yang termasuk dalam golongan ini bersifat halus, lembut, kuat, elastik dan keriting, sehingga dapat menjadi benang yang halus (Ne3 60 keatas). Jenis biri – biri penghasil wol yang halus adalah sebagai berikut : Merino Spanyol, Merino Jerman (Jenis Saxony dan silensia), Merino Prancis (Rambouillet), Merino Australia, Merino Afrika Selatan (Cape Merino), Merino Amerika Serikat, Merino Amerika Selatan. Penyebaran biri – biri :

1

Border Leicester. Leicester. kemudian betina hasil persilangan di silangkan dengan Merino jantan Dikenal sebagai wol “come back” 2 . WOL INGGRIS Saat ini Inggris mempunyai 30 jenis biri – biri golongan ini. lebih halus. untuk sedang ukuran lebih Corriedale Kombinasi antara kehalusan dan kerapatan merinodengan panjang dan berat lincoln Ne3 56 Crossbred Polwarth Ne3 58 – 60 Hasil persilangan antara merino jantan dan Lincoln betina.dan kurang berkilau dibandingkan dengan wol luster Panjang Kasar Mutu dengan serat panjang dan Ne3 46 – 56 Southdown. Untuk kain – kain yang halus. WOL SEDANG Sebagian besar wol sedang dihasilkan oleh biri – biri yang berasal dari inggris. Suffolk.BIRI PENGHASIL Lincoln. kain rajut dan selimut. Biri – biri inggris dapat digolongkan dengan berbagi macam cara. Dibandingkan dengan wol halus. serat wol sedang lebih kasar.II.shropsh ire. tetapi penggolongan yang paling umum adalah sebagai berikut : GOLONGAN Wol Luster CIRI – CIRI SERAT Panjang. Hasil kawin silang antara biri – biri merino dan rambouillet seperti Corriediale dan Polwarth Mountain Breeds Wol Crossbred Ne3 28 . kain – kain yang agak tebal. lebih panjang dan lebih berkilau. Serat – serat yang lebih halus digunakan untuk kain lapis pakaian. cheviot dan Romney Marsh DIGUNAKAN UNTUK Membuat kain yang kuat dan tahan gosok. kain lapis tempat duduk.40 Seluruhnya digunakan permadani. kuat dan berkilau UKURAN BENANG YANG DIHASILKAN Ne3 38 – 48 BIRI . Dorset Horn dan Hampshire Scottish Blackface dan Welsh Mountain. Wol Down Lebih pendek.

Afrika Selatan dan Uruguay merupakan negara – negara pengekspor wol. PRODUKSI Negara – Negara penghasil wol adalah : Australia Rusia Selandia Baru Argentina Afrika Selatan Amerika Serikat Uruguay Eropa Timur Inggris : 30% : 14% : 11% : 7. yang dihasilkan oleh biri – biri yang berekor gemuk dan berekor lebar.7% : 5. Kebanyakan wol kasar berasal dari asia. antara lain terdiri dari : 1. produksi wol dunia dapat digolongkan sebagai berikut : Merino Crossbred Lain – lain : 40% : 23% : 37% Australia dan AfrikaSelatan kebanyakan menghasilkan wol Merino.0% : 2. Beberapa jenis biri – biri berekor kecil seperti Scottish Blackface dan Welsh Mountain juga menghasilkan wol kasar. 3 . Argentina. Selandia Baru.0% Dari negara – negara tersebut Rusia dan EropaTimur tidak mengekspor wol. WOL KASAR ( WOL PERMADANI ) Kebanyakan wol kasar dihasilkan oleh biri – biri yang hidup dalam kondisi primitive dibanyak daerah didunia.1% : 5. terutama daerah Timur tengah. sedangkan Selandia Baru. kira – kira mencakup 85% wol yang diekspor. Pakistan. dan Uruguay hasil utamanya adalah jenis Crossbred.III. Argentina.5% : 3. Berdasarkan jenisnya. India.0% : 3. Uap Air Bulu mengandung uap air dalam bentuk regain yang jumlahnya bergantung pada kondisi atmosfir. Australia. Serat wol jenis ini warnanya bervariasi dari putih sampai hitam dan terdiri dari rambut panjang dibagian luar dan wol halus dibagian dalam. KOMPOSISI BULU CROSSBRED Bulu biri – biri selain terdiri dari wol masih mengandung zat – zat lain.

Cat Cat. 6. iklim. Kebanyakan folikel bekembang sebelum sebelum binatang dilahirkan. jumlah zat – zat lain dalam wol berkisar antara 40% . PERKEMBANGAN FOLIKEL KULIT Serat – serat binatang yang tumbuh pada kulit. dan bagian tanaman yang melekat pada bulu. Jumlah zat – zat pada stiap bulu sangat berbeda tergantung dari jenis dan kondisi sekelilingnya seperti letak geografi. lapisan ini pun merupakan pembentuk epidermis dan folikel. Di daerah yang banyak. Sebagai gambaran berikut komposisi zat – zat lain pada wol Australia. Folikel pertama – tama tumbuh ketika janin biri – biri berumur 5 bulan. maka seperti zat hidup lainnya. Diantara kedua lapisan tersebut terdapat lapisan Basal yang terdiri dari sel – sel aktif. dan makanan. Jumlah kotoran – kotoran yang dihilangkan dalam pemurnian wol mentah disebut Shrinkagee Valu. JENIS Merino Crossbred Wol Cabut BERAT KERING WOL 49% 61% 63% AIR 10% 12% 9% LILIN 16% 11% 16% KERINGAT 6% 8% 1% DEBU & KOTORAN TUMBUH TUMBUHAN 19% 8% 11% Sebelum pengerjaan. 3. PERTUMBUHAN SERAT Oleh karena wol dan serat – serat rambut tumbuh pada kulit binatang . yaitu dalam ( Dermis) atau luar ( Epidermis ). Jumlah zat – zat ini merupakan bagian terpenting dalam pembelian wol. Lilin Merupakan zat seperti lemak. Kotoran Tumbuh – tumbuhan Berupa biji – biji. 4 . Debu dan lain – lain yang juga menempel pada bulu. 5. Kulit anak biri – biri terdiri dari 2 bagian utama. serat – serat ini terdiri dari sel – sel. Tir atau cairan – cairan untuk memberi tanda yang dituliskan pada biri – biri. Pasir dan Debu Pasir. misalnya dimurnikan untuk diambil lanolinnya. daun – daun. biasanya menghasilkan wol yang mengandung atau debu banyak. Penghilangan zat – zat tersebut dapat dilakukan pemasakan dengan larutan deterjen atau dengan pencucian menggunakan pelarut organik. Lilin wol yang dihilangkan dapat diambil kembali. wol mentah pertama – tama harus bebas dari zat – zat lain.65%. tetapi seratnya terbentuk selama beberapa bulan pertamasetelah kelahiran. tidak larut dalam air dan dikeluarkan oleh kelenjar sebaceous. Kotoran yang tidak hilang dalam pemasakan harus dikarbonkan.2. ranting. Keringat Merupakan zat yang larut dalam air dan dikeluarkan oleh kelenjar keringat 4. dihasilkan dialam suatu kelenjar – kelenjar halus yang disebut Folikel.

Pengerasan serat yang tidak simetris juga disebabkan karena bentuk bilateral. sebelum terlepas. pengerasan mulai secara merata disekeliling srat dan berkembang makin kedalam secara konsentrik. Perbedaan warna serat disebabkan karena perbedaan kombinasi kedua pigmen tersebut dan terutama karena perbedaan kerapatan serta distribusi butir – butir pigmen. Serat – serat yang lepas (serat kemp) juga mempunyai ujung yang meruncing. Serat kasar terdapat medulla dibagian tengah yang berupa ruang kosong. bulu – bulunya lepas menurut musim. pada biri – biri merino pertumbuhan wol terjadi secara terus menerus. karena serat tersebut hanya tumbuh sampai panjang yang sedang. kelenjar sekunder memilki struktur tidak lengkap kadang – kadang kelenjar keringat dan otot penegak tidak ada. Butir ini terdapat pada kutikula. Ujung – ujung akar serat – serat yang terlepas. dan otot peneggak yang semuanya jauh dibawah folikel. Penelitian menunjukan bahwa cortex pada wol keriting menunjukan bahwa cortex pada wol yang keriting terdiri dari 2 bagian. sebab binatang yang mempunyai bulu – bulu lurus memiliki folikel yang lebih lurus. Dua bagian tersebut dikenal sebagai para-cortex yang lebih tahan dan orto-cortex. 1 – 2 kali dalam setahun. Pemeriksaan dengan mikroskop electron serat tersebut terdiri dari fibril – fibril yang tertanaam pada zat amorf. Diperkirakan yang 5 . tetapi banyak terdapat pada wol cabut. bebentuk butir – butir yang kelihatan dibawah mikroskop. Ketika serat mulai tumbuh ujungnya meruncing. karena pada binatang dengan bulu lurus. PERTUMBUHAN SERAT DAN HUBUNGANNYA DENGAN STRUKTUR Setelah pembentukan folikel sempurna. Fibril tersebut masih memungkinkan dibagi menjadi mikro fibril dengan lebar 80Ǻ. dibawah mikroskop kelihatan seperti sikat. sehingga serat – serat pada bulu anak biri – biri mempunyai ujung ujung yang meruncing. Hal ini kemungkinan salah satu penyebab lain keritingnya bulu. enzimdan serangan zat kimia. Kebanyakan pada binatang. STRUKTUR MORFOLOGI Setiap serat wol tidak merupakan struktur yang homogeny tetapi terdiridari kutikula dilapisan luar dan cortex dibagian dalam. sehingga dasar folikel kelihatan seperti ujung tongkat golf. yang dibedakan dari daya tolak terhadap pencelupan.Folikel yang terbentuk pertama – tama pada janin biri – biri dikenal sebagai folikel primer dan mempunyai struktur yang lengkap yaitu kelenjar sebaceous. cortex dan medula serat. Pengerasan serat wol mulai dari bagian luar dan pada satu sisi mulai dibagian yang lebih rendah dibagian sisi lain. kelenjar keringat. sehingga disebut ujung sikat. Pada waktu berikutnya terbentuk folikel sekunder letaknya lebih atas folikel primer. meskipun tidak ada bulu binatang yang betul – betul lurus. Pertumbuhan bulu pada merino kemungkinan berakhir setelah beberapa tahun. Kemungkinan kedua factor ini mempengaruhi kriting serat. PIGMEN Warna asli serat wol disebabkan oleh melanin. Kebanyanyakan serat wol merino berasal dari folikel sekunder. lebar fibril tersebut kira – kira 1µ dan tersusun sejajar satu dengan yang lainnya dan sejajar dengan sumbu sel. AKAR DAN UJUNG SERAT Serat – serat yang mempunyai ujung akar hanya terdapat sedikit sekali pada bulu – bulu yang dicukur. pertumbuhan serat terjadi dalam siklus. Folikel biasanya melengkung agak spiral dan papilla terarah pada satu sisi. Cortex yang merupakan bagian besar dari serat terdiri dari sel – sel berbentuk jarum dengan diameter 4 – 5 µ dengan panjang 100 µ. yaitu masa pertumbuhan yang diselingi masa istirahat dan seratnya terlepas dari folikel. Dikenal 2 jenis melanin. biasanya bengkok dan lunak. yaitu melanin hitam-coklat dan melanin merah-kuning. Untuk jenis biri – biri yang berbeda perbandingan kelenjar primer dan sekunder menentukan golongan wol. Ujung akar pada wol cabut merupakan akar serat yang sedang tumbuh dengan ujung yang meruncing sampai tumpul.

RAMBUT Rambut biasanya kasar tetapi bebeda dengan serat kemp.menyebabkan wol keriting adalah kedua struktur bilateral tersebut. Diameter serat wol berkisar antara 16 .yang menumpuk diatas yang lain sepanjang serat seperti tumpukan genting pada atap. sehingga dengan cara ini dapat dilakukan ekstraksi kedua sisi tersebut untuk analisa. SERAT KEMP Merupakan serat kasar. kemudian direndam lagi dan disaring dengan penyaring gelas.17µ. hampir seluruh serat wol tidak mempunyai medulla. SERAT WOL Wol adalah serat yang halus. pendek dan berwarna putih kapur yang sering terdapat pada bulu biri – biri pegunungan dan biasany memiliki miliki medula yang lebar sehingga sukar dicelup dan akan kelihatan lebih putih dibanding serat wol. bulu pelindung bagian luar yang kasar sama sekali telah hilang. Rambut jugamempunyai medula tetapi lebih sedikit disbanding dengan serat kemp. 6 . Pada wol merino yang paling halus sampai lebih dari 40µ pada wol yang kasar. tetapi pada kebanyakan biri – biri inggris masih mengandung bagian luar. Berdasarkan struktur tersebut bulu biri – biri dapat dibagi menjadi 3 kelompok utama : I. rambut ini tidak terlepas setiap tahun. PENAMPANG LINTANG SERAT Bentuk penampang lintang serat wol bervariasi dari bulat sampai lonjong. Sifat benang dipengaruhi oleh diameter serat dan variasi diameter serat. hal ini dapat dibuktikan dengan menyuntikan sisitina asam aminoyang mengandung belerang aktif pada anak biri – biri. Pada serat yang kasar kadang terdapat medula yang merupakan sel kosong disepanjang sumbu serat. II. Bagian para menjadi keratin terlebih dahulu.atau dengan mengerjakankemudian direndam didalam air dalam HCl kemudian zat yang dihasilkan dapat disuspensikan dapat disaring dengan kasa kawat.22 tetapi untuk wol yang lebih halus harganya lebih rendah. Sisi orto pada serat lebih mudah diserang oleh enzima. Struktur bilateral tersebut disebabkan karena perubahan menjadi keratin yang tidak simetri pada folikel. biasanyaberkisar antara 0. Pada biri – biri merino. Perbandingan tersebut untuk bermacam – macam wol mempunyai harga tetap.5µ (rambut unta) – sampai 3. Cortex ditutup oleh lapisan sel – sel yang pipih (sisik). Penyimpangan dari bentuk bulat biasanya dinyatakan dengan perbandingan antara sumbu panjang dengan sumbu pendek. Endotikula merupakan bagian terbesar dari sisik dipisahkan dari epitikula oleh suatu lapisan yang disebut eksotikula. wol kasar yang tidak keriting mempunyai struktur yang simetri. yang lebih tahan terhdap enzim dan zat kimia. Tebal kutikulus berbeda – beda bergantung pada jenis serat.harga rata – rata untuk wol dengan mutu Ne3 64 – Ne3 36 kira – kira 1. III. Epitikula merupakan lapisan tipis yang terluar dengan tebal kira – kira 100Ǻ . biasanya keriting dan tumbuh terus. dan ternyata keradio aktifan bagian orto terletak lebih tinggi dibanding dengan bagian para. Pada biri – biri penghasil permadani seluruh bulunya terdiri dari bulu pelindung lapisan luar. Koefsien variasi diameter pada suatu serat mungkin hanya 14%.0µ (rambut manusia). tetapi koefisien variasi pada wol merino berkisar antara 20% – 24%. Binatang menyusui mempunyai bulu pelindung yang terdiri dari 2 jenis yaitu bulu pelindung bagian luar dan dalam. BENTUK DAN DIMENSI SERAT Diameter serat merupakan faktor penting dalam dalam penentuan grade atau nomor benang maksimum yang dapat dipintal.

seperti wol Lincoln dan Leicester. wol lebih higroskopis disbanding serat textil lainnya dan dapat menyerap lembab sampai 33% tanpa terasa basah. PENYERAPAN LEMBAB Wol bersifat higroskopik. Makin lambat penarikan mulurnya makin besar. Pada merino.70%. ukuran serta lurus tidaknya serat. Kilau gelas terdapat pada rambut lurus halus seperti mohairdan serat kambing lainnya.2 – 1. Kilau wol tampak pada suatu kelompok benang atau kain. lemak dan minyak juga berpengaruh pula pada kelembaban. yang biasa dinyatakan sebagai kilau “ perak. frekwensi keriting wol memmepunyai hubungan yang nyata dengan diameter serat. BERAT JENIS DAN INDEKS BIAS Berat jenis wol yang tidak mengandung medulla 1.4 g/denier dengan mulur 50% . 7 . tetapi juga bergantung pada kondisi kelilingselam pertumbuhan wol. Yang mempengaruhi kelembaban wol adalah suhu.542.75 – 10 cm. Indeks bias untuk sinar yang bergetar pada bidang sejajar sumbu serat ( έ ) 1.7 g/denier dengan mulur 30% .keriting serat sukar diukur disebabkan karena kecilnya gaya yang diperlukan untuk meluruskan serat. Regain wol pada kondisi standar kira – kira 16%. Keriting wol berbentuk sinusoidal.40% dan dalam keadaan basah berkisar antara 0. PANJANG Panjang stapel wol terutama ditentukan oleh jenis biri – biri. sutera dan gelas “.KERITING Serat wol mempunyai keriting 3 dimensi. dan frekwensinya makin tinggi pada wol yang lebih halus.5 – 35 cm. dapat dinyatakan dalam frekwensi dan amplitude. Kilau sutera terdapat pada wol panjang dengan keriting yang lebih panjang. KEKUATAN MULUR Kering berkisar antara 1. SIFAT FISIKA KILAU Kilau wol berbeda – beda dan bergantung pada struktur permukaan serat.8 – 1. dalam keadaan asam – basa. Kilau gelas terdapat pada wol merino yang sangat halus dan berkeriting banyak.553 dan untuk sinar yang bergetar pada bidang tegak lurus serat ( ώ ) 1. wol sedang 5 – 10 cm dan wol panjang 12. Mulur serat wol sangat bergantung pada kadar lembab dan kecepatan tarik. Panjang stapel wol halus berkisar antara 3. yaitu bergelombang menurut berbagai bidang. sehingga dapat menyerap uap air dari atmosfir dan dapat melepaskannya kedalam atmosfir kering.304. Factor iklim dan ekonomi membatasi kemungkina pengaturan panjang stapel dengan pemilihan waktu pencukuran.

tetapi pengaruhnya banyak berkurang. ikatan disulfida “ lebih stabil. SIFAT PANAS Kain yang dibuat dari wol mwmpunyai sifat menahan panas yang baik. SIFAT KIMIA PENGARUH AIR DAN UAP Didalam air . SET DAN PENGERUTAN HEBAT Didalam air panas wol mempunyai sifat lain. Dalam kondisi basa. Hal – hal yang mempengaruhi penggumpalan diantaranya elastisitas (mekanismenya belum diketahui). setelah kering akan kembali kediameter semula. Mekanisme yang sebenarnya masih belum jelas. PENGARUH SINAR Sinar matahari menyebabkan kemunduran kekuatan dan mulur serat wol. tekanan dan lain – lain. wol yang ditarik tidak akan kembali ke panjang semula setelah dilepaskan. Kemampuan ini tergantung pada pengaruh geseran terarah. pH. dan selain itu juiga menyebabkan timbulnya warna kuning pada wol. kemapuan untuk menjadi set bertambah besar. MENGGUMPAL ( FELTING ) Menggumpal adalah kemampuan suatu bahan tekstil untuk menaikan kerapatannya yang tidak dapat kembali apabila mengalami gerakan atau tekanan didalam medium zat cair. tetapi mekanismenya timbulnya warna kuning belum jelas. Kemunduran kekuatan dan mulur wol disebabkan putusnya ikatan lintang sistina. Pada kelembaban dibawah 100%. Setelah dilepaskan didalam air. Dalam air dingin atau hangat serat wol menggelembung 10%. Factor lain yang menyebankan wol baik untuk pakaian penahan panas adalah regainny tinggi. dimana penyerapan lembab selalu disertai dengan timbulnya panas. Hal ini terutam disebabkan oleh udara yang tertahan didalam benang dan bukan karena sifat wol. Kecepatan dan besarnya pemulihan dari tarikan. Wol tidak larut dalam air. Set dan pengerutan hebat dapat juga diberikan pada wol dengan suhu lebih rendah dari suhu didih air. viskositas. serat wol akan menggelembung dan derajat penggelembungan bergantung pada suhu air dan tegangan serat. wol akan kembali kepanjang semula. suhu. dengan adanya sisik. dalam keadaan asam sukar diset karena dalam kondisi asam. tetapi karena sifat penghantar panas serat wol lebih besar daripada udara. Tetapi pengerjaan set yang dilakukan pada suhu tertentu dapat dihilangkan dengan merendam wol tersebut pada suhu yang lebih tinggi.ELASTISITAS Didalam air dingin wol mempunyai elastisitas sempurna. misalnya : apabila wol ditarik sampai mulur 50% didalam air mendidihdan dibiarkan selama 30 menit dalam keadaan tetap tegang. Didalam air mencapai 70% dengan ditarik perlahan – lahan. Serat tersebut dikatakan telah di “ set “. bertambah besar dengan naiknnya kelembaban relative atmosfir. Didalam air pada suhu diatas 120 0 C dengan 8 . kemudian dilepaskan didalam air dingin. wol tersebut tidak akan mengkerut atau sedikit sekali mengkerut.

karena akan menimbulkan noda oleh logam – logam. H 8%. tetapi akan menjadi mudah diserang jamur dan serangga apabila wol telah rusak terutama oleh zat – zat kimia terutama alkali. wol akan larut. Kecenderungan wol untuk mengikat logam – logam berat juga merugikan.tekanan. PENCUKURAN 9 . ZAT – ZAT OKSIDATOR DAN REDUKTOR Wol peak terhadap zat – zat oksidator. Analisa kimia menunjukanbahwa wol terdiri dari C kira – kira 50%. Proses produksi juga akan memutuskan ikatan – ikatan sistina. Kadar nitrogen dan sulfur berbeda diantara serat – serat dan bahkan didalam satu serat. yaitu dapat bereaksi dengan asam maupun basa. BAKTERI. Wol dapat menarik ion Al dan Cr bervalensi 3 dari larutan Al 2(SO4)3 atau Na2Cr2O7 dan K2Cr2O7 mendidih. Dalam keratin wol telah diketahui ada 19 macam asam amino. Keratin wol terdapat dalam 2 bentuk yaitu α – keratin atau dalam bentuk spiral dan β – keratin atau dalam bentuk tertarik. Uap air dalam waktu singkat tidak merusak serat. ikatan lintang disulfide mudah sekali putus. Reaksi ini penting untuk betsa wol dalam pencelupan dengan zat warna Chrom. Zat – zat oksidator kuat akan merusak serat. Hal ini menunjukan bahwa hidroksi lisin tidak pasti ada atau kemungkinan merupakan bagian yang sangat kecil. sepeti kekuatan basah. Diantara rantai polipeptida pada wol terdapat beberapa ikatan lintang. JAMUR DAN SERANGGA Wol paling tahan terhadap serangan jamur dan bakteri terutama keadaannya yang masih baik. dan oksigen 22%. N 16. Angka – angka tersebut adalah kira – kira. Didalam larutan alkali. ASAM DAN BASA Seperti protein lain. Serat dalm wol biasanya dalam bentuk α – keratin. Wol tahan asam – asam kecuali asam pekat panasdapat memutuskan ikatan peptida. sehingga wol mudah rusak oleh alkali. garam anorganik netral juga berpengaruh pada wol.1% ) pada suhu 500C selama 3 jam. karena wol tidak homogen. Untuk pemutihan biasanya dipakai larutan H 2O2. GARAM Garam yang bersifat asam atau basa mempunyai sifat seperti asam atau basa pada pH yang sesuai. tetapi dalam waktu lama akan merusak wol. Penelitian akhir – akhir ini tidak berhasil menunjukan adanya hidroksi lisin didalam keratin wol. Perbedaan dimungkinkan karena pengaruh sinar matahari pada ujung serat atau perbedaan makanan selama pertumbuhan. Dalam larutan NaOH 5% mendidih wol segera larut. wol bersifat amfoter. garam – garam sadah juga dalam pendidihan akan menyebabkan warna kuning pada wol. adalah protein yang disebut keratin. Ikatan lintang yang terpenting adalah ikatan disulfide pada sistina asam amino. Ikatan lintang disulfide sangat menentukan sifat – sifat wol. Konsentrasi kritik larutan H2O2 ialah 4 volume ( 1. karena putusnya ikatan lintang sistina. kekakuan dan ketidak larutan. tetapi dapat diubah menjadi bentuk β – keratin dengan menarik serat sepanjang kira – kira 70% di dalam uap.5%. S 3. STRUKTUR KIMIA SERAT Wol seperti halnya serat binatang lain.5%.

0 - *Persyaratan rata – rata minimum. untuk menyatakan panjang harus diberikan pernyataan yang lengkap. pencukuran dapat dilakukan dengan menggunakan mesin atau alat cukur tangan. 64s. dengan menggunakan mesin biasanya lebih cepat dal bulu yang dicukur lebih halusdan lebih rapat kekulit.5 dibawah 1. 40s dan 36s. French. sedangkan biri – biri crossbred 5kg – 12kg biri – biri betina menghasilkan wol kira – kira 60% . biri – bir medium 5kg. 50s. Hasil pencukuran wol tiap biri – biri pertahun tergantung pada jenis biri – biri dan kodisi peternakan. 70s. kecuali untuk golongan pendek. 58s. GRADE BLOOD Fine Half blood Three – eights blood Quarted blood Low quarter blood Common Braid CARA NOMOR 64s. dan cara “nomor” atau cara inggris.5 Low quarter blood 46/48s 4.25 dibawah 2. diikat. 70s. pada umumnya kurang baik jika dilakukan pada musim dingin.75 2. Departemen pertanian Amerika Serikat mengeluarkan 12 grade yaitu 80s. dan 80s 60s dan 62s 56s dan 58s 50s dan 54s 46s dan 48s 44s 36s Grade tersebut hanya menunjukan kehalusan relative atau diameter serat wol.0 Common and Braid 36/40/44s 5.5 Three eights blood 56/58s 3. 44s. kecuali di daerah yang beriklim lebih panas. 10 . danakhirnya gulungan – gulungan tersebut dimasukan kedalam kantong. dan clothing ( dikenal sebagai carding ) begitu juga wol halus. Cara inggris digunakan secara internasional dan disarkan pada daya pintal maksimum serat wol atau nomor benang terhalus yang mungkin dihasilkan oleh serat tersebut. PENGGOLONGAN PANJANG MENURUT GRADE ( DALAM INCH )* Golongan Panjang Staple Good French Average French Short French Clothing Fine 64/70/80s 2.25 Quarted blood 50/54s 3.25 dibawah 1.25 1. Istilah untuk menyatakan kelompok panjang adalah combing.75% dari biri – biri jantan. 56s.25 Half Blood 60/62s 3. Dalam kondisi yang baik biri – biri merino jantan menghasilkan 7kg – 15kg wol mentah.50 2. tabel berikut menyajikan hubungan grade yang didasarkan pada grade blood dan cara nomor.5 1. GRADE Grade wol didasarkan pada kehalusan atau diameter serat. Bulu hasil pencukuran dari tiap biri – biri masih menjadi satu lembaran kemudian digulung. 48s. Ada 2 cara penentuan grade wol yaitu yang dikenal sebagai “blood” atau cara Amerika. Sebagai perbandingan.25 2.0 2. Biasanya dimulai pada permulaan musim semi.Pencukuran biri – biri adalah pekerjaan musiman meskipun dapat dilakukan setiap saat. 46s.5 dibawah 2.

Kerati lebih tahan terhadap zat kimia dibanding kolagen tetapi kurang tahan terhadap zat pereduksi seperti Natrium-Sulfida. Industry wol cabut merupakan bagian dari industri daging dan wol. 4. Cara peluhan meghasilakan wol yang panjang dan dan relative tidak rusak dengan pegangan yang baik. industri ini tersebar diseluruh dunia perancis merupakan penghasil terbesar. Penghilangan kotoran setelah perendaman. Kulit – kulit tersebut kemudian ditumpuk menjadi satu dengan bagian dalamnya berhadap – hadapan selama 6 – 24 jam supaya zat pereduksi tesebut berdifusikedalam serat dan merusak serat wol didalam folikel. Pelunakan akar Ada 2 cara. paling sedikit sampai kadar lembab sama dengan kadar kulit segar. 7. 2. Hasil utama dari industry ini adalah wol cabut dan kulit. tetapi mungkin terjadi kerusakan pada kulit.WOL CABUT ( PULLED WOL ) Wol cabut adalah wol yang diambil dari kulit biri – biri yang telah disembelih. Kebalikannya terjadi pada cara olesan. Perendaman Kulit biri –biri harus direndam selama 3hari untuk mengembalikan kadar lembab. dan pada saat yang sama disemprotkan air pada kulit untuk mencuci kotoran yang telah terlepas. 3. kotoran wol yang berupa zat padat dihilangkan dengan cara mekanik. Pemasakan Wol cabut dijual dalam bentuk telah atau belum dimasak. Dua jenis protein pada kulit biri – biri yaitu keratin ( pembentuk serat wol ) dan kolagen ( penyusun utama kulit ) mempunyai ketahan terhadap serangan biologi maupun zat kimia. Pemisahan serat dari kulit dilakukan sebagai berikut : 1. 6. 5. 11 . Pencabutan Wol yang akar – akar nya telah terlepas dari kulitnya dengan tangan atau dengan bantuan pisau. Cara Olesan Dalam cara ini biasanya dipergunakan supensi NaS dalam larutan kapur yang dioleskan pada bagian dalam kulit. Perbedaan tersebut merupakan dasar pengerjaan wol cabut. Mesin menggerakan kulit biri – biri dengan keras pada rol beralur yang berputar. sehingga terjadi pencernakan keratin pada folikel oleh bakteri. cara peluhan dan olesan tergantung pada wolnya atau kulitny yang diharapkan tidak rusak. Cara Peluhan Cara ini dilakukan dengan menggantung kulit biri – biri selama 4 – 8 hari dalam ruangan yang mempunyai suhu dan kelembaban yang diatur. Pemasakan dilakukan dengan cara yang sama seperti pada wol mentah. Wol cabut yang belum dimasak biasanya dimaksudkan unutk campuran dengan wol mentah.