PENGARUH PELAKSANAAN ANGGARAN SEKOLAH DAN PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA MANUSIA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN

(Studi Deskriptif pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis)

Oleh: GATOTKACA 0070080090010

TESIS Untuk memenuhi salah satu syarat ujian guna memperoleh gelar Magister Akuntansi Program Pendidikan Magister Program Studi Akuntansi Bidang Kajian Utama Akuntansi Pemerintahan

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 000000
1

PENGARUH PELAKSANAAN ANGGARAN SEKOLAH DAN PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA MANUSIA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN
(Studi Deskriptif pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis)

Oleh: GATOTKACA 0070080090010

TESIS Untuk memenuhi salah satu syarat ujian guna memperoleh gelar Magister Akuntansi Program Pendidikan Magister Program Studi Akuntansi Bidang Kajian Utama Akuntansi Pemerintahan ini telah disetujui oleh Tim Pembimbing pada tanggal seperti di bawah ini

Bandung,

Mei

Pembimbing Utama,

Pembimbing Pendamping,

2

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Tesis yang diajukan ini asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademik (sarjana, magister, dan/atau doktor) baik di Universitas Padjadjaran Bandung maupun di perguruan tinggi lainnya. 2. Tesis ini murni gagasan, rumusan, dan penelitian saya sendiri tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan Tim Pembimbing. 3. Dalam tesis ini tidak terdapat karya-karya atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan sebagai acuan dalam naskah dengan disebutkan nama pengarang dan dicantumkan dalam daftar pustaka. 4. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila di kemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar yang telah diperoleh karena tesis ini, serta sanksi lainnya sesuai dengan norma yang berlaku di perguruan tinggi ini.

Bandung, 24 Mei 000000 Yang membuat pernyataan,

GATOTKACA 0070080090010

3

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan terhadap 72 SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis tahun 000000-000000 dan bertujuan untuk memperoleh bukti empirik mengenai pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Pengumpulan data penelitian yang utama dilakukan melalui kuesioner yang disampaikan kepada masing-masing kepala sekolah, komite sekolah, dan salah seorang guru senior yang ada di masing-masing sekolah. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Analisis Regresi Berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan hal-hal sebagai berikut. 1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan pelaksanaan anggaran sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Kata kunci: pelaksanaan anggaran sekolah, pemberdayaan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan.

4

ABSTRACT

This research was conducted to 72 State and Private Junior High School in Regency and City of Kendal Gorowong Karang Tumaritis year of 000000-000000 and intended to obtain empirical evidence about the influence school budget execution and empowering of human resource to improvement of education quality at the State and Private Junior High School in Regency and City of Kendal Gorowong Karang Tumaritis. The major research data collection was done by questionaire which is sent to each headmaster, school committee, and one of the senior teacher in each school. Data processing used Multiple Regression Analysis. The simultaneous test result showed that school budget execution and empowering of human resource simultaneously has positive and significant influence on the quality of school management at the State and Private Junior High School in Regency and City of Kendal Gorowong Karang Tumaritis. The result of partial test showed that:
1.

There was positive and significant influence of school budget execution on the improvement of education quality at the State and Private Junior High School in Regency and City of Kendal Gorowong Karang Tumaritis. There was positive and significant influence of empowering of human resource on the improvement of education quality at the State and Private Junior High School in Regency and City of Kendal Gorowong Karang Tumaritis.

2.

Keywords: school budget execution, empowering of human resource, improvement of education quality.

5

KATA PENGANTAR

Permasalahan kualitas pendidikan selalu menjadi wacana menarik di negeri ini. Banyak penelitian yang dilakukan berkaitan dengan perkembangan kualitas pendidikan serta sistem penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Di sisi lain, upaya-upaya perbaikan pun dilakukan oleh berbagai pihak, terutama Departemen Pendidikan Nasional sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pendidikan di Indonesia secara formal. Upaya-upaya yang dilakukan pun dilaku-kan melalui berbagai sektor, baik dari segi sistem, sarana dan prasarana, maupun sumber daya manusia. Berbagai bantuan dalam bentuk grant bagi peningkatan mutu pendidikan pun diluncurkan ke berbagai jenjang pendidikan dengan satu harapan, meningkatnya kualitas pendidikan nasional. Sumber dana yang diperoleh sekolah-sekolah (SMP Negeri dan Swasta) pada umumnya berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), baik yang dikucurkan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah. Besar bantuan operasional sekolah dari pusat pada tahun anggaran 000000 diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 247 tahun 2010 pasal 1, ayat 3, point (d) yang berbunyi ”Alokasi untuk SMP/SMPLB/SMPT di kabupaten adalah sebesar Rp 570.000 (lima ratus tujuh puluh ribu rupiah) per siswa/tahun”. Untuk mencapai standar pengelolaan sekolah yang maksimal, jumlah ini memang relatif kecil dan tidak mencukupi. Apa lagi pada sekolah-sekolah swasta yang terbebani dengan pembayaran gaji pegawai.

6

Akan tetapi, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementrian Pendidikan Nasional (2010) mengemukakan bahwa ”Salah satu indikator penuntasan program Wajib Belajar 9 Tahun diukur dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat SMP. Pada tahun 2009 APK SMP telah mencapai 98,11%, sehingga dapat dikatakan bahwa program wajar 9 tahun telah tuntas sesuai dengan waktu yang telah ditargetkan. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimulai sejak bulan Juli 2005, telah berperan besar dalam percepatan pencapaian program wajar 9 tahun tersebut. Oleh karena itu, mulai tahun 2009 pemerintah telah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientasi dari program. Program BOS ke depan bukan hanya berperan untuk mempertahankan APK, namun harus juga berkontribusi besar untuk peningkatan mutu pendidikan dasar. Selain daripada itu, dengan kenaikan biaya satuan BOS yang signifikan, program ini akan menjadi pilar utama untuk mewujudkan pendidikan gratis di pendidikan dasar.” (Kemdiknas, 2010) Pernyataan tersebut telah menegaskan bahwa sumber pembiayaan pada tingkat satuan pendidikan SMP tidak dapat diperoleh dari sumber lain kecuali BOS, yang justru kian diarahkan kepada peningkatan kualitas pendidikan. Sebagai jawaban atas kesulitan yang dialami oleh sekolah, maka setiap tahun anggaran pemerintah pusat, provinsi maupun daerah selalu menaikkan jumlah anggaran bantuan operasional sekolah. Mutu pendidikan tidak dipengaruhi oleh faktor tunggal berupa pembiayaan saja, ada sejumlah variabel yang dianggap saling berhubungan/ mempengaruhi. menurut Slamet (1999) terdapat empat usaha mendasar yang harus dilakukan dalam suatu lembaga pendidikan, yang terdiri atas: 1. Menciptakan situasi “menang-menang” (win-win solution) dan bukan situasi “kalahmenang” di antara fihak yang berkepentingan dengan lembaga pendidikan (stakeholders). Dalam hal ini terutama antara pimpinan lembaga dengan staf lembaga harus terjadi kondisi yang saling menguntungkan satu sama lain dalam meraih mutu produk/jasa yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tersebut. 7

2. Perlunya ditumbuhkembangkan adanya motivasi instrinsik pada setiap orang yang terlibat dalam proses meraih mutu. Setiap orang dalam lembaga pendidikan harus tumbuh motivasi bahwa hasil kegiatannya mencapai mutu tertentu yang meningkat terus menerus, terutama sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna/langganan. 3. Setiap pimpinan harus berorientasi pada proses dan hasil jangka panjang. Penerapan manajemen mutu terpadu dalam pendidikan bukanlah suatu proses perubahan jangka pendek, tetapi usaha jangka panjang yang konsisten dan terus menerus. 4. Dalam menggerakkan segala kemampuan lembaga pendidikan untuk mencapai mutu yang ditetapkan, harus dikembangkan adanya kerjasama antar unsur-unsur pelaku proses mencapai hasil mutu. Janganlah diantara mereka terjadi persaingan yang mengganggu proses mencapai hasil mutu tersebut. Mereka adalah satu kesatuan yang harus bekerjasama dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain untuk menghasilkan mutu sesuai yang diharapkan. Pendapat yang dikemukakan Slamet di atas tentu berorientasi kepada pelaksanaan manajemen berbasis sekolah yang didasari oleh pengembangan manajemen mutu terpadu serta pemberdayaan sumber daya manusia warga sekolah, khususnya tenaga pendidik dan kependidikan. Konsekuensi logis dari peningkatan kualitas pendidikan adalah adanya anggaran pembinaan tertentu yang jumlahnya relatif banyak. Pengelolaan dana bantuan sekolah ini sepenuhnya dilakukan oleh sekolah masing-masing dengan disertai panduan pengelolaannya. Atas dasar inilah, penelitian tentang ”Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan” perlu dilaksanakan .

Bandung, 24 Mei 000000

GATOTKACA 0070080090010

8

Tesis ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Sidang guna memperoleh gelar Magister Akuntansi. sangat patut pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada 1. maupun teknis penulisan. Rektor Universitas Padjadjaran Bandung yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat mengikuti perkuliahan pada Program Magister Akuntasni Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung.. Program Pendidikan Magister Program Studi Akuntansi Bidang Kajian Utama Akuntansi Pemerintahan Universitas Padjadjaran Bandung. hingga menyusun tesis ini. Oleh sebab itu. Atas bantuan berbagai pihak.. proses penelitian. melaksanakan.UCAPAN TERIMA KASIH Alhamdulillah. 2. karunia. hingga penyusunan tesis ini. Pembimbing Utama yang telah banyak memberikan arahan dan bimbingan yang tak terhingga nilainya selama merencanakan. 9 . baik dari segi teknis pengumpulan data. pengolahan data. Ibu …………………. atas rahmat. Alhamdulillah kesulitan-kesulitan itu dapat teratasi sehingga karya tulis ini akhirnya dapat terwujudkan. dan bimbingan-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan tesis penelitian yang berjudul ”Pengaruh Proses Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan”. Kesulitan dan hambatan tentu saja banyak ditemui selama persiapan.

sampai pengolah-an data sehingga karya tulis berupa tesis ini dapat terwujud dan terselesaikan.. Para Kepala SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang telah memberikan kemudahan dalam pelaksanaan penelitian. Semoga Allah SWT melimpahkan balasan yang setimpal. 9. pelaksanaan penelitian. Amin 10 . 6. 7. Para Ketua dan/atau Staf Komite Sekolah pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang telah memberikan bantuan dan kemudahan penelitian. Pihak-pihak lain yang telah membantu dan mempermudah penulis dalam melakukan persiapan penelitian. selaku Pembimbing Pendamping yang banyak memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis sejak masa-masa persiapan penelitian hingga penyelesaian akhir tesis ini..3. Para Kepala SMP Negeri dan Swasta di Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang telah memberikan kemudahan dalam pelaksanaan penelitian. 8. Ibu ……………. Bapak dan Ibu guru SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang telah memberikan bantuan dan dukungan hingga penelitian ini dapat diselesaikan.. 4. 5. Ibu dan Bapak Dosen Program Magister Akuntansi Universitas Padjadjaran Bandung yang dengan penuh kesabaran telah membimbing seluruh mahasiswa dalam memperdalam ilmu akuntansi pemerintahan.

dapatlah kiranya kelemahan-kelemahan serta kekurangan tersebut menjadi bahan kajian bagi penelitian lebih lanjut. Bandung. 24 Mei 000000 Penulis 11 .Akhirnya. Untuk itu. Pada karya tulis ini sudah barang tentu akan banyak ditemukan kelemahan-kelemahan serta kekurangan. tak ada gading yang tak retak.

.....2...………………..1 2...................... 2..………. 1...3 Tujuan Penelitian …………….....….……………….………………...…………......1........………...…………………….. 1... 1.. KERANGKA PEMIKIRAN.......2 Kerangka Pemikiran ………............2 Rumusan Masalah ……..……...DAFTAR ISI halaman LEMBAR PERSETUJUAN ………………..............………. DAN HIPOTESIS …………………….....………………… ABSTRAK …………………………………….. 1....……………....1.......1. UCAPAN TERIMA KASIH ……………………………….…………………... DAFTAR TABEL ……………………………………….………………....……………….........2.2 2.1.....………......……. Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan .. BAB 1 PENDAHULUAN ……………..………..4 2.. KATA PENGANTAR ………………………....………………….. Penelitian yang Relevan ... ABSTRACT ………………………………………....……....... Pengaruh Pemberdayaan Sumber Daya Manusia 12 ii iii iv v vi ix xii xv xvii xvii 1 1 9 10 10 12 12 12 22 28 37 39 39 2...….1 Latar Belakang Masalah …………........…….....……….…………...4 Kegunaan Penelitian .3 2. DAFTAR GRAFIK DAN GAMBAR ……………………….....…………....…………………..…………………... Pemberdayaan Sumber Daya Manusia ....1 2...... Peningkatan Kualitas Pendidikan . DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………..…………………….......……………...……………………………. 2........…………… DAFTAR ISI ……………………………......2 Pelaksanaan Anggaran Sekolah ...1 Kajian Pustaka ……………….………………......... PERNYATAAN ………………………………. BAB 2 KAJIAN PUSTAKA. .....

1 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian ............... 4...8................ 3...1 3............ HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN …………….............. 4.........3 Operasionalisasi Variabel .......……….2 Metode Penelitian …………….1....6 Teknik Pengumpulan Data ……………………………...............................2 Analisis Deskriptif Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) ................. BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN ……………....5 Sumber Data ……………………………………………......... 3..........1....... 3...............................1.........1 Analisis Deskriptif Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) ......8..7 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian .. 3. 4...... 3........ Waktu Penelitian ..1 3..... 13 .... 4.........8...2 Uji Reliabilitas Instrumen .........……………….........Pendidikan terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan ............……………. Methode of Successive Interval (MSI) .………….1 Objek Penelitian ……...................2...……………………. 4...2 Hasil Analisis Deskriptif ..2.2 Tempat penelitian ......1..................4 Desain Penelitian ………………………………………...... Analisis Regresi Linier Berganda ..........1........ 3...............................8 Analisis Data Hasil Penelitian ……….....1............ 42 44 48 49 49 49 49 50 51 58 58 62 63 67 67 68 69 77 77 77 77 81 82 82 88 95 2...............3 Analisis Deskriptif Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) ........ 3....…………………........... 4... 3.3 BAB 4 Analisis Deskriptif ..............................2 3.............................. 4..1. 3................1 Uji Validitas Instrumen ........……...........2...........3 Hipotesis Penelitian …………..2...................1....... 2............3 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan ..............…………... 3....... 4.................................1 Hasil Penelitian ………………………………………….....1......1.........1.......

..... 4....………………..1.........3...3 Analisis Regresi Berganda ......1. 4......1 Kesimpulan ……………………………………………... DAFTAR PUSTAKA ………………………….. 4.3 Keterbatasan ……………………………………………....4 Pengujian Hipotesis Secara Parsial ...3 Pengujian Hipotesis Secara Simultan .....3 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan .... 5.. 118 121 121 123 124 128 131 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………........1 4...2...... 5.. Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan .....2.......... Pengaruh Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan ........... LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………….............1 Pengujian Asumsi Klasik ...1..2 Pembentukan Model Regresi Linier Berganda ....3...2........1......2 Saran-saran ……………………………………………........ 4.. 102 102 107 108 111 114 114 116 4................. 5.......................4.....2 4.......................2 Pembahasan ……………………………………………....3.1...........3.............. 4........... 14 ..

.....................4 Tabel 3..... Hasil Rata-rata Persentase Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia . Operasionalisasi Variabel-variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1).....7 Tabel 4..9 Tabel 4.......... Hasil pengujian reliabilitas instrumen ......................... Tabel 4................................................................................................ Pedoman untuk memberikan interpretasi nilai r ..........................3 Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data Variabel Y .................................................1 Tabel 3...........DAFTAR TABEL Tabel 3................................................................. 15 ................... Hasil Rata-rata Persentase Variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah ............................................................ Tabel 4.........................4 Tabel 4..............8 Tabel 4.......... Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data Variabel X1 .... Penetapan Sampel Penelitian ............... Populasi Penelitian . Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2)........................................ dan Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) .....................6 Tabel 4..12 Correlations Uji Heteroskedastisitas ..2 Tabel 4...........5 Tabel 4...... Tabel 4..........................5 Tabel 4.................................................................3 Tabel 3... 50 52 59 62 66 78 79 80 81 83 87 89 93 96 100 103 104 105 107 Tabel 3.... Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data Variabel X2 ........10 Hasil Rata-rata Persentase Variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan .....13 Coefficientsa Uji Multikolinieritas ..... Hasil Uji Validitas Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) ........................ Hasil Uji Validitas Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) Hasil Uji Validitas Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) ............ Tabel 4.......................1 Tabel 4.................11 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test .........14 Model Summaryb Uji Autokorelasi ......2 Jadwal Pelaksanaan Penelitian .........................................

....16 ANOVAb Pengujian Hipotesis Secara Simultan ........ Tabel 4......... Tabel 4.........19 Model Summaryb Hasil Koefisien Determinasi Y-X2 ......... Tabel 4...........Tabel 4.....18 Model Summaryb Hasil Koefisien Determinasi Y-X1 . Tabel 4........ 107 109 111 112 113 16 ..........17 Model Summaryb Hasil Uji Determinasi ............15 Coefficientsa Pembentukan Model Regresi Linier Berganda ................

....1 Grafik 4... Uji Autokorelasi .....DAFTAR GRAFIK DAN GAMBAR Gambar 2... 36 106 17 .......1 Proses Penjaminan Mutu Pendidikan ........ Daerah Penerimaan & Penolakan Ho.........

. : Critical Values for the F-Distribution ......... dan Y ................................................... dan Y ... : Tabel Pengolahan Data Deskriptif Hasil Penelitian ........... X2.......... : Ijin Penelitian ................... X2.............DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 : Angket Penelitian ............... 131 142 154 168 183 187 194 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 18 ....................... : Perubahan Data Ordinal ke Data Skala Menurut Standar MSI (Methode of Successive Interval) Variabel X1..... : Critical Values for the t-Distribution .................................. : Data Ordinal Hasil Penelitian Variabel X1..................................................................

dan sejahtera. modern. modern. Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 45 Amandemen 2001) Pasal 31 ayat (1) menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Karena itu. Tilaar (2002:4) mengemukakan bahwa proses globalisasi mengubah wajah dunia. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju. makmur. dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktik pendidikan yang bermutu.BAB I PENDAHULUAN 1. wajah masyarakat dengan dimensi-dimensi baru. dan ayat (3) menegaskan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional dalam upaya 19 . upaya peningkatan mutu pendidikan merupakan hal mutlak yang harus dilaksanakan dalam upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas. Mutu pendidikan sebagai salah satu pilar pengembangan sumber daya manusia sangat penting maknanya bagi Pembangunan Nasional. Hal ini berarti manusia Indonesia haruslah dipersiapkan untuk menghadapi masyarakat global melalui proses pendidikan nasionalnya yaitu perlu mempunyai suatu visi strategis yang dapat menjawab tantangan tersebut.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju.

Ketentuan UUD di atas menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas memang menjadi salah satu titik tekan kebijakan umum pemerintah Indonesia sedari awal. (3) negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Pendidikan dasar wajib yang dipilih Indonesia adalah 9 tahun. Pendiri negara pada saat itu menyadari betul pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa. (2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib mem-biayainya.meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia serta mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur oleh undang-undang. Pada tahun 2003. Saat ini populasi kelompok umur 7-15 tahun adalah 20 . Apabila dilihat dari umur maka mereka yang wajib bersekolah adalah 7-15 tahun. UU Sisdiknas menyebutkan keinginan besar pemerintah dalam bidang pendidikan yang mengamanatkan agar dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari APBN dan minimal 20 persen dari APBD.Ini juga berarti amanah kepada setiap pemerintah yang berkuasa di Indonesia untuk memberikan pendidikan bagi warga negaranya. pemerintahan presiden Megawati Sukarno-putri menerjemahkan amanah ini dengan mengeluarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Pasal 31 menyatakan (1) setiap warga berhak mendapat pendidikan. Dengan dana APBN sebesar itu pemerintah bercita-cita untuk menyelenggarakan pendidikan dasar gratis. yaitu pendidikan SD dan SMP. Pasal 31 UUD 45 lebih tegas menyatakan tentang hak warga negara atas pendidikan dan kewajiban negara memberikan pendidikan kepada warganya.

Mekipun dasar hukum untuk meningkatkan pendidikan berkualitas sangat kuat. Dua puluh dua (22) persen di antaranya bahkan tidak pernah lulus SD atau tidak sekolah sama sekali. 2. Program Pembangunan Nasional (Propenas). Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) menjelaskan sejumlah persoalan yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Dengan dasar hukum yang kuat seperti di atas maka mau tidak mau dalam setiap program pembangunan. 2005). Sedangkan pada tahun 2009. ternyata masih tetap meninggalkan angka masyarakat berpendidikan rendah yang masih cukup tinggi sebagaimana terlihat di bawah ini. Pendidikan Tidak/Belum Tamat SD SD Persentase 18 % 32 % 21 . Persoalan pertama. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2003 sebesar 61 persen penduduk Indonesia di atas 15 tahun hanya berpendidikan SD ke bawah.1 Penduduk di atas 15 tahun Menurut Pendidikan yang Ditamatkan No. meskipun jumlah di atas mengalami penyusutan sebesar 11 %. baik dalam format Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA).sekitar 39 juta orang (Fasli Jalal. maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) kebijakan bidang pendidikan selalu muncul sebagai bahasan utama. namun setelah enam dekade merdeka persoalan pendidikan masih juga menjadi momok besar bagi setiap pemerintahan. pendidikan rata-rata penduduk Indonesia masih sangat rendah. 1. Tabel 1.

Masih terdapat kesenjangan tingkat pendidikan yang cukup lebar antar kelompok masyarakat.Selain 22 .62 persen dan 20 persen termiskin hanya mencapai 28.23 persen. Susenas 2009 menunjukkan bahwa APS untuk penduduk usia 7-12 tahun sudah mencapai 96. SLTP SLTA Diploma Universitas TOTAL 21 % 23 % 3% 3% 100 % (Diolah dari data Susenas 2009) Angka buta aksara penduduk juga masih tinggi. Persoalan kedua. angka partisipasi sekolah (APS) rasio penduduk yang bersekolah menurut kelompok usia sekolah masih belum sebagaimana yang diharapkan. Angka tersebut mengindikasikan bahwa masih terdapat sekitar 19 persen anak usai 13-15 tahun yang tidak bersekolah baik karena belum/ tidak pernah sekolah maupun karena putus sekolah atau tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 5. Kesenjangan lebih lebar dijumpai pada usia 16-18 tahun dimana kelompok 20 persen terkaya mencapai 75.0 persen.7 persen).12 persen (SUSNAS 2009).3. Menurut data Susenas. Data Susenas 2003 menemukan bahwa APS penduduk berusia 13-15 tahun dari kelompok 20 persen terkaya sudah mencapai 93. tetapi APS penduduk usia 13-15 tahun baru mencapai 81. Data Susenas 2009 mengungkapkan bahwa faktor ekonomi merupakan alasan utama anak putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan (75. sementara untuk kelompok 20 persen termiskin baru mencapai 67. 4.4 persen.52 persen. angka buta aksara usia 15 tahun ke atas masih mencapai 10. 6.98 persen.

Rata-rata APS untuk penduduk berusia 13-15 tahun di perkotaan telah mencapai 89.Selain itu masih banyak dijumpai gedung-gedung Sekolah dasar dan sekolah menengah dalam keadaan rusak dan tak layak huni.kesenjangan partisipasi sekolah antara penduduk kaya dan miskin terdapat juga kesenjangan antara penduduk perkotaan dan pedesaan. terdapat kesenjangan antara kelompok penduduk kaya-miskin dan kelompok penduduk pedesaanperkotaan. Data APS di atas menujukkan bahwa semakin tinggi pendidikan. Pada tahun ajaran 2007/2008 angka DO untuk anak SD/MI mencapai 685. semakin lebar kesenjangan yang terjadi. Namun kesenjangan ini terlihat lebih lebar untuk anak usia SLTP (usia 13-15 tahun).9 persen. terpencil dan kepulauan yang masih terbatas menyebabkan anak-anak daerah tersebut sulit mengakses pendidikan dasar. Tingginya angka DO dan angka lulusan SD yang tidak melanjutkan ke SMP biasanya adalah karena faktor ekonomi orang orang tua. Fasilitas pelayanan pendidikan di daerah pedesaan. sementara itu biaya yang harus dikeluarkan untuk bersekolah tidaklah murah.261. angka drop out (DO) masih tinggi. untuk tahun 2007/2008 jumlahnya mencapai 495.7 persen sementara penduduk perkotaan hanya mencapai 38.3 persen sementara untuk penduduk pedesaan hanya 75. Hasil 23 . fasilitas pelayanan pendidikan dasar belum tersedia secara merata. Selain itu anak yang lulus SD tetapi tidak mampu melanjutkan ke jenjang SMP juga tinggi. anak usia sekolah dasar. Persoalan ketiga. Kesenjangan lebih nyata terlihat pada kelompok usia 16-18 tahun. Untuk anak usia 7-12 tahun.6 persen. Persoalan keempat.967. APS untuk penduduk perkotaan sebesar 66.

nilai Indonesia hanyalah 428 (Biologi). namun secara kualitas ternyata siswa Indonesia masih tertinggal jauh. kualitas pendidikan yang rendah. Pada tahun 2003 dan 2007 hasil TIMSS tidak menunjukkan peningkatan mutu yang signifikan. berulang-ulang anak Indonesia menang di arena perlombaan ilmu pengetahu-an di tingkat internasional seperti di Olimpiade Fisika.survey Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tahun 2008 menunjukkan bahwa 57. atau menanggung bahaya belajar di dalam gedung yang hampir roboh. Akibatnya para murid terpaksa belajar di ruangan terbuka.asp).ed.gov/timss/ table07_3. Bukti-nya. Bila nilai rata-rata untuk Matematika adalah 405 (Aljabar) dan 395 (Geometri). Hasilnya lembaga ini menempatkan posisi Indonesia pada posisi di bawah rata-rata (http://nces. Hal ini misalnya terlihat dari survei Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS). dan 432 (Fisika) jauh di bawah nilai rata-rata yang 500. Lembaga ini melakukan survei secara internasional dan menggunakan metode statistik ketat.2 persen gedung SD/ MI dan sekitar 27. Secara umum sektor pendidikan di Indonesia ditandai oleh rendahnya kualitas sumberdaya manusia (SDM). hanya 4% dari 24 . Indonesia hanya mampu mencapai angka 397. Persoalan kelima. Meski siswa-siswa Indonesia terbilang sering memenangkan perlombaan internasional. Sebenarnya kualitas kepandaian siswa-siswa Indonesia tidaklah kalah dari negara-negara lain. Pada saat yang sama. Begitu juga untuk nilai di bidang sains. dan The First Step to Nobel Prize.3 persen gedung SMP/MTs mengalami rusak ringan dan rusak berat. 421 (Kimia). sekitar 58% dari tenaga kerja Indonesia hanya berpendidikan Sekolah Dasar (SD) atau kurang.

Upaya-upaya tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan sumber daya manusia bidang pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas hasil pendidikan yang saat ini disaksikan di negeri tercinta ini. serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Mengapa timbul fenomena yang paradoksal seperti ini? Tampaknya persoalan bukan terletak pada kualitas manusianya namun lebih pada kualitas dan sistem pendidikan di Indonesia. perbaikan sistem pendidikan juga dilakukan melalui pemenuhan 8 standar nasional pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kondisi Seabad Pendidikan di Indonesia). Terbitnya perturan perundang-undangan sebagaimana disebutkan di atas diarahkan kepada proses pemberdayaan sumber daya manusia bidang pendidikan di 25 . Bahkan. pada tingkat pendidikan dasar (SD dan SLTP) terbit pula Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar. 32% untuk SLTA dan 12% untuk perguruan tinggi). rata-rata angka partisipasi pendidikan lanjutan dan pendidikan tinggi masih relatif rendah (56% untuk SLTP. Selanjutnya. Prospek peningkatan kualitas SDM di masa yang akan datang pun terlihat suram. Peningkatan anggaran pendidikan sebesar 20 % dari APBN dan APBD saja ternyata tidaklah cukup untuk dapat mengangkat kualitas pendidikan di Indonesia.tenaga kerja yang berpendidikan tinggi. Upaya-upaya signifikan yang dapat memperbaiki sistem pendidikan saat ini sangatlah diperlukan. Menurut Wahyu (2008.

yakni guru yang profesional. Mutu pendidikan merupakan konsekuensi langsung dari suatu perubahan dan perkembangan berbagai aspek kehidupan. Hal ini diperlukan untuk mendukung terwujudnya manusia Indonesia yang cerdas dan berkehidupan yang damai. memperluas sarana prasarana pendidikan. baik pada proses pendidikan. sejahtera. pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju. serta memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Tuntutan terhadap mutu pendidikan menjadi syarat terpenting untuk dapat menjawab tantangan perubahan dan perkembangan. Maksum (2008:2). output pendidikan. dan berdemokrasi. Selain itu juga diadakan penyempurnaan kurikulum. penyempurnaan sistem penilaian hasil belajar. Pendidikan yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu. dan bermartabat. terbuka. Pemerintah selalu berusaha untuk meningkatkan mutu Pendidikan di Indonesia diantaranya untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru melalui penataran. modern dan sejahtera. Berdasarkan fenomena di atas. maupun outcome pendidikan.Indonesia. Arah dari pemberdayaan ini sudah sangat jelas. penyusunan dan pendistribusian pedoman dan petunjuk teknis proses pembelajaran serta meningkatkan peran serta masyarakat melalui komite sekolah. penelitian tentang ”Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan 26 . serta mampu bersaing secara terbuka di era global. yakni menuju peningkatan kualitas pendidikan. meningkatkan dan mengembangan profesional guru. diklat.

penelitian ini bertujuan untuk hal-hal sebagai berikut. Menguji pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 1.Kualitas Pendidikan (Studi Deskriptif pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis)” perlu dilakukan. 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah 1. Pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 1. 2. 3.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. 27 . Pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.

2. 3. Menguji pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Menguji pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. seperti yayasan penyelenggara pendidikan serta para kepala SMP Negeri dan Swasta dalam hal 1) melakukan bidang pemberdayaan di sumber daya manusia pendidikan tingkat satuan pendidikan.1 Kegunaan Praktis Hasil penelitian dapat memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dan Pemerintah Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis maupun pihak-pihak terkait.4 Kegunaan Penelitian Adapun kegunaan penelitian ini teridiri dari kegunaan praktis dan kegunaan teori yang diuraikan di bawah ini. 28 . 1. 1. 2) pengelolaan dan pelaksanaan anggaran pendidikan secara lebih akuntabel sesuai dengan peraturan perundang-undangan.4. khususnya SMP Negeri dan Swasta.

29 .1. DAN HIPOTESIS 2.4. termasuk organisasi atau lembaga pendidikan.1 Kajian Pustaka 2. Kegiatan mengatur penerimaan. KERANGKA PEMIKIRAN. dan evaluasi.1.2 Kegunaan teoritis Hasil penelitian ini ilmu diharapkan dapat berguna bagi dalam pengembangan pengetahuan khususnya merumuskan kebijakan publik pada organisasi publik sejenis lembaga pendidikan. Pendidikan memerlukan sejumlah investasi dari anggaran pemerintah dan dana masyarakat.1.1 Pelaksanaan Anggaran Sekolah 2. Tugas pengelolaan keuangan dapat dibagi tiga fase yaitu: perencanaan keuangan. pengalokasian. khususnya satuan pendidikan dasar SMP Negeri dan Swasta.1 Pengertian Anggaran Kegiatan penganggaran merupakan bagian yang sangat penting dari pengelolaan organisasi. BAB II KAJIAN PUSTAKA. dan mempertanggungjawabkan keuangan untuk menunjang pelaksana-an program pengajaran merupakan manajemen keuangan.1. implementasi. Agar investasi di bidang pendidikan mencapai sasaran yang diharapkan diperlu-kan pengelolaan yang efektif dan efisien.

Lebih tegas lagi Mulyadi (2001) memaparkan bahwa anggaran adalah suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan mata uang tertentu dan satuan ukuran lain. menetapkan sasaran. menginformasikan kepada individu-individu mengenai apa yang harus diberikan untuk pencapaian sasaran. Anggaran adalah daftar seluruh pengeluaran yang telah direncanakan (Doyle dan Nolan. jangka waktu (periode) tertentu yang akan Anggaran memiliki peranan penting dalam mempengaruhi perilaku individuindividu dan kelompok di setiap tingkatan proses manajemen. 2000). anggaran adalah sebuah dokumen yang menerjemahkan rencana ke dalam uang. 3). Anggaran adalah perkiraan mengenai berapa banyak uang yang perlukan untuk mengerjakan program. Anggaran membantu manajer dalam merencanakan kegiatan dan memonitor kinerja operasi serta laba yang dihasilkan oleh pusat pertanggungjawaban (Shim. 30 . 2). 4). Pada dasarnya. termasuk 1). Suatu anggaran merupakan titik fokus dari keseluruhan proses perencanaan dan pengendalian. Uang harus digunakan untuk membiayai kegiatan yang telah direncanakan (pengeluaran). dan uang dibutuhkan untuk menutup biaya agar pekerjaan bisa diselesaikan (pemasukan). memotivasi kinerja yang diinginkan. 2008: 3). evaluasi kinerja dan 5). 2004). memberikan saran kapan tindakan koreksi sebaiknya diambil (Carter. Hal senada dikemukakan Muljono (2002) bahwa anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit satuan moneter yang berlaku untuk 12 datang.Hansen dan Mowen (2000) menjelaskan bahwa anggaran merupakan suatu metode penerjemahan tujuan dan sasaran organisasi menjadi hal yang operasional.

Anggaran bisa dibuat untuk biaya operasional tahunan suatu organisasi atau bisa juga untuk suatu kegiatan/proyek tertentu. Walaupun tampaknya mudah menyusun anggaran untuk keperluan seperti komputer maupun ruangan kantor. maka rencana penganggaran juga akan membantu memperkirakan biaya pokok yang penting dan bisa disesuaikan dengan perkiraan pemasukan. 31 . Penyusunan anggaran ini harus dilakukan setelah suatu organisasi membuat perencanaan strategis dan rencana kerjanya.Anggaran diperlukan untuk membantu organisasi dalam hal manajemen keuangan. biaya yang sesungguhnya hanya bisa diketahui dengan perencanaan yang tepat dan terinci dari kegiatan yang riil dilakukan. Anggaran tidak hanya berfungsi sebagai alat monitoring saja. Anggaran juga penting bagi akuntabilitas dan transparansi keuangan. Mempunyai anggaran yang seimbang juga penting bagi keberlanjutan suatu organisasi. Anggaran juga membantu organisasi untuk mengelola pengeluaran melalui siklus proyek atau program. sehingga suatu organisasi akan siap menjawab pertanyaan tentang keuangan jika mereka sudah punya anggaran yang tepat dan transparan. tetapi juga menunjukkan harapan dan prioritas dari suatu organisasi atau proyek. karena hal itu menunjukkan bahwa jika satu sumber pemasukan tidak bisa didapatkan. Menyusun sebuah anggaran membantu memastikan berapa jumlah uang yang akan dibutuhkan untuk melakukan rencana kerja. anggaran akan menunjukan kapan sejumlah uang tertentu dibutuhkan untuk melakukan suatu kegiatan. Jika jumlahnya melebihi perkiraan pemasukan. maka masih ada sumber pemasukan lain untuk menjalankan organisasi tersebut. Jika digunakan sebagai acuan.

sedang anggaran hanya untuk satu tahun saja. pertama dari jangka waktunya program dapat lebih dari satu tahun.1. Dari berbagai definisi di atas. kemudian dari segi cakupannya program dapat mencakup lebih dari satu pusat pertanggungjawaban sedang anggaran hanya mencakup satu pusat pertanggungjawaban saja. Namun. pengendalian. dapat ditarik beberapa kesimpulan mengenai anggaran sebagai berikut 1) Sasaran utama dari anggaran adalah penyusunan rencana kerja yang lengkap yang bersifat kuantitatif dan diukur dengan satuan mata uang tertentu untuk setiap jenis kegiatan dan setiap jenis kegiatan yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan. dan pembuatan keputusan. Penganggaran merupa-kan penciptaan suatu rencana kegiatan yang dinyatakan dalam ukuran keuangan. 2) Masing-masing rencana kerja dari masing-masing satuan kerja tersebut satu sama lainnya ataupun secara keseluruhan harus dapat berjalan serasi. penganggaran berbeda dengan program. Hal ini memainkan peran penting dalam perencanaan.2 Pelaksanaan Anggaran di Tingkat Satuan Pendidikan 32 . 3) Di dalam penyusunan rencana kerja tersebut perlu adanya keterlibatan (partisipasi) dari seluruh tingkat manajemen yag ada pada perusahaan karena anggaran tersebut akan menjadi pedoman bagi semua pihak dalam perusahaan tentang apa yang harus dilakukan di kemudian hari.Penganggaran adalah proses pembuatan anggaran.1. 2.

Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Dalam penyelenggaraan pendidikan. yang secara keseluruhan menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan (menyusun anggaran keuangan sekolah dan pengembangan RAPBS). yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. Pengelolaan keuangan sekolah merupakan bagian dari kegiatan pembiayaan pendidikan. baik itu disadari maupun yang tidak disadari. apa lagi dalam kondisi krisis pada sekarang ini. yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan. terutama dalam rangka MBS.Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. melaksanakan (dibentuk laporan pembiayaan yang menempatkan uang pemasukan 33 . Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya. Hal ini penting. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. keuangan dan pembiayaan merupa-kan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah.

Di sekolah negeri. baik secara perorangan maupun secara melembaga. Mulyasa (2006: 193-194). sekolah dapat menggali dan mencari sumber-sumber dana dari pihak masyarakat. Berkaitan dengan alokasi anggaran/pembiayaan pada sektor pendidikan. seperti buku. transportasi. sebagian pembiayaan ditanggung oleh pemerintah dan sebagian lagi oleh masyarakat dan orang tua siswa. Sementara itu. orang tua dan masyarakat. konsumsi dan juga biaya BP3. Pendanaan pendidikan pada dasarnya bersumber dari pemerintah. pengadaan perlengkapan dan bahan ajar. biaya yang ditanggung pemerintah meliputi biaya-biaya untuk gaji kepala sekolah. Sejalan dengan adanya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). akomodasi. baik di dalam maupun di luar negeri. orang tua siswa menanggung biaya-biaya untuk kebutuhan siswa. Dana yang diperoleh dari berbagai sumber itu perlu digunakan untuk kepentingan sekolah. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. sejalan dengan semangat globalisasi. setiap perolehan dana. guru dan staf administrasi. di 34 . Badan Administrasi Keuangan Daerah) dan transparan.dan uang pengeluaran pada kolom yang saling berdampingan) mengetahui anggaran yang sebenarnya) serta mempertanggungjawabkannya secara efektif (laporan bulanan dan triwulan kepada Dinas Pendidikan. khususnya kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. Pada sisi lainnya. Sehubungan dengan itu. alat tulis. pengelolaan keuangan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. pengeluarannya harus didasarkan pada kebutuhan-kebutuhan yang telah disesuaikan dengan rencana anggaran pembiayaan sekolah (RAPBS). pembangunan dan pemeliharaan gedung.

Sekolah yang dicakup dalam program ini adalah SD/MI/SDLB/Salafi-yah setingkat SD dan SMP/MTS/SMPLB/Salafiyah setingkat SMP.sekolah swasta. Biaya pendidikan tingkat sekolah/madrasah telah dirumuskan oleh be-berapa pakar atau peneliti. Biaya Satuan Pendidikan (BSP) adalah besarnya biaya yang diperlukan rata-rata tiap tahun. Kebijakan ini digulirkannya sebagai pro-gram kompensasi pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) untuk pendidikan yang disebut BOS. hampir semua biaya pendidikan dibebankan kepada orang tua siswa. baik negeri maupun tahun ajaran (TA) 2005/2006. sehingga mampu menunjang proses belajar mengajar sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan. masyarakat dan pemerintah dalam bentuk subsidi. Program bantuan operasional sekolah (BOS) adalah program pemerintah pusat memberikan dana ke sekolah-sekolah setingkat SD dan SMP yang bersedia memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam persyaratan sebagai penerima program. Abbas Ghazali (2003) mendefinisikan biaya pendidik-an (BSP) tingkat sekolah/madrasah sebagai nilai rupiah dari semua sumber daya yang digunakan oleh sekolah/madrasah untuk menyelenggarakan pendidikan pertahun. BPS dibedakan menjadi BSP Inventasi dan BSP Operasional. dengan pengecualian di mana beberapa pengeluaran ditanggung yang ditanggung oleh yayasan sekolah. 1) Biaya Satuan Pendidikan (BSP) Inventasi BSP Inventasi adalah biaya yang dikeluarkan per-siswa per-tahun untuk menyediakan sumber daya yang tidak habis pakai yang digunakan dalam waktu 35 . Dari cara penggunaannya.

Guru Tidak Tetap (GTT) Pegawai Tidak Tetap (PTT). b) Biaya non personal adalah biaya untuk penunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). 2) Biaya Satuan Pendidikan (BSP) Operasional BSP Operasional adalah biaya yang dikeluarkan per-siswa per-tahun untuk menyediakan sumber daya pendidikan yang habis pakai yang digunakan satu tahun atau kurang. buku. perabot dan alat kantor. maka penggunaan BOS dimungkinkan untuk membiayai beberapa kegiatan lain yang tergolong dalam biaya personal dan biaya investasi.lebih dari satu tahun. rumah tangga sekolah dan supervisi. Evaluasi penelitian. Perlu ditegaskan bahwa prioritas utama BOS adalah untuk biaya 36 . bangunan. dan lain-lain. Namun karena Biaya satuan yang digunakan adalah rata-rata nasional. Kelompok Kerja Guru (KKG). Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS). media. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimaksud dalam PKPS-BBM Bidang Pendidikan secara konsep mencakup komponen untuk biaya operasional non personal hasil studi Badan Penelitian dan Pengembangan Departernen Pendidikan Nasional (BALITBANG DEPDIKNAS ). uang lembur dan pengembangan profesi guru (pendidikan dan latihan diklat guru). perawatan atau pemeliharaan. misalnya untuk pengadaan tanah. daya dan jasa. alat peraga. pembinaan kesiswaan. BSP Opersional mencangkup biaya personal dan biaya non personal. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Musyawarah Kerja Kepala Sckolah (MKKS). a) Biaya personal meliputi biaya untuk kesejahteraan (honor Kelebihan Jam Mengajar (KJM).

Salah satu di antaranya adalah bantuan operasional sekolah (BOS) yang diperoleh dari pusat. (3) pertanggungjawaban anggaran. Pada dasarnya manajemen anggaran meliputi tiga tahap yaitu (1) peng-adaan anggaran. Fleksibilitas menurut Turney adalah memodifikasi perencanaan yang telah disusun ke arah yang lebih baik dan dapat dipertanggung-jawabkan apabila timbul permasalahan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. serta dari APBD kabupaten/kota. Sementara itu. tidak mewah. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa sumber-sumber pengadaan anggaran pada tingkat satuan pendidikan SLTP terdiri atas biaya satuan pendidikan (BSP) investasi dan operasional. Turney (1992:130) mengemukakan bahwa sebuah pelaksanaan program harus memiliki sifat lentur dengan tetap mengacu kepada peren-canaan yang telah disusun. 37 . (2) penggunaan anggaran. BSP operasional diperoleh melalui berbagai sumber yang diperbolehkan berdasarkan peraturan yang berlaku. (2) efektif dalam arti terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. program/kegiatan. Fleksibilitas juga diperlukan jika terjadi ketidakmenentuan kondisi yang terjadi pada saat pelaksanaan program kegiatan.operasional non personal bagi sekolah. dari provinsi. Ahmad Sanusi (2002:91) menyatakan bahwa penggunaan anggaran dan keuangan didasarkan pada prinsip-prinsip (1) efisien dalam arti hemat. (3) keharusan penggunaan kemampuan/hasil produksi dalam negeri sejauh ini dimungkinkan. bukan biaya kesejahteraan guru dan bukan biaya untuk investasi.

Umaedi (2000: 26-28) mengemukakan sejumlah karakteristik pelaksanaan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah sebagai berikut. Melakukan evaluasi dan perbaikan secara Dari lima belas karakteristik di atas. (12) kebutuhan. (3) evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. (13) (14) (15) Memiliki komunikasi yang baik. Pengelolaan tenaga kependidikan efektif. Sekolah responsif dan antisipatif terhadap Proses belajar-mengajar yang efektivitasnya tinggi. Memiliki tim kerja yang kompak. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) berkelanjutan. serta (5) memiliki kemampuan menjaga keberlanjutan (konsistensi). Memiliki kewenangan (kemandirian). Memiliki kemauan untuk berubah. cerdas. (2) akuntabilitas. Partisipasi tinggi dari warga sekolah dan masyarakat. Memiliki budaya mutu. (4) responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan. Memiliki akuntabilitas. dan dinamis. beberapa di antaranya berkaitan langsung dengan pelaksanaan anggaran di tingkat sekolah. Memiliki keterbukaan (transparansi) manajemen. dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan anggaran di tingkat satuan pendidikan SMP harus berada pada kerangka sebagai berikut. Lingkungan sekolah aman dan tertib. Katakteristik tersebut adalah (1) keterbukaan atau transparansi. Memiliki kemampuan menjaga keberlanjutan. Berdasarkan ketiga teori yang dikemukakan di atas. Kepemimpinan sekolah kuat. 1) Konsistensi pelaksanaan anggaran 38 .

memiliki rasa cinta terhadap pekerjaannya.1. dan mampu menyelesaikan persoalan.2) Efektivitas penggunaan anggaran yang mengandung arti terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. Untuk mencapai produktivitas yang maksimum. mempunyai rasa tanggungjawab.2 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kekayaan yang paling berharga dalam suatu organisasi ialah Sumber Daya Manusia (SDM). 5) Melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan. organisasi harus menjamin dipilihnya tenaga kerja yang tepat dengan pekerjaan serta kondisi yang memungkinkan mereka bekerja optimal. 6) Melakukan perbaikan dan pelaporan secara berkelanjutan. SDM merupakan investasi sangat berharga bagi sebuah organisasi yang perlu dijaga. 2. Sedangkan menurut Tempe dalam Umar (2004:21) ciri-ciri SDM yang produktif adalah cerdas dan dapat belajar 39 . Setiap organisasi harus mempersiapkan program yang berisi kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan dan profesionalisme SDM supaya organisasi bisa bertahan dan berkembang sesuai dengan lingkungan organisasi. 4) Memiliki akuntabilitas dan transparansi tinggi. percaya diri. 3) Memiliki fleksibilitas dalam arti memodifikasi perencanaan yang telah disusun ke arah yang lebih baik dan dapat dipertanggung-jawabkan apabila timbul permasalahan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. mempunyai pandangan jauh kedepan. Menurut Sedarmayanti dalam Umar (2004:42) ciri-ciri SDM yang produktif adalah tampak tindakannya konstruktif.

menggunakan logika. istilah pemberdayaan merupakan konsep yang mengacu kepada cara praktis dan produktif untuk memperoleh hasil terbaik dari suatu tujuan dengan mengembangkan lebih dari sekedar pen. dan menindaklanjuti masukan tersebut apakah diterima ataukah tidak.delegasian agar kekuasaan ditempatkan secara tepat sehingga dapat digunakan secara efektif (Stewart. kreaktif dan inovatif. selalu mencari perbaikan-perbaikan. Dalam konteks manajemen umum. melainkan juga pelimpahan proses pengambilan keputusan dan tanggung jawab secara penuh. mempertimbangkan. kompeten secara profesional. 1998:23).” Abdullah NS (1998: 29) menambahkan rumusan pemberdayaan melalui tulisannya pada Mimbar Pendidikan dengan ungkapan ”pemberdayaan budaya 40 . Istilah pemberdayaan merupakan terjemahan atas kata empowering yang pada awalnya digunakan dalam konteks manajemen bisnis. Pemberdayaan di sini bukan sekedar pelimpahan tugas semata kepada staf.dengan relatif cepat. memiliki catatan prestasi yang baik. memahami pekerjaan. belajar dengan cerdik. Nasution (2004: 172) memberikan definisi lain mengenai pemberdayaan yang berbunyi ”pemberdayaan dapat diartikan sebagai pelibatan karyawan yang benarbenar berarti. efisien. tetapi tahu kapan harus terhenti. pemberdayaan tidak sekedar hanya memiliki masukan tetapi juga memperhatikan. Istilah ini berkaitan erat dengan pemindahan atau pendelegasian wewenang (authority) dan kekuasaan (power) kepada staf pada suatu sistem. tidak mudah macet dalam pekerjaan. dianggap bernilai oleh atasannya. selalu meninkatkan diri.

perintah. kekuasaan. Berbagai teori manajemen tentang tugas dan fungsi seorang manajer selalu bersumber dari kedua aspek ini (Stewart.” Dari ketiga konsep rumusan pemberdayaan di atas. Akan tetapi. dapat disusun sebuah definisi bahwa pemberdayaan adalah pelibatan seluruh komponen organisasi dalam melaksanakan visi organisasi (lembaga pendidikan) untuk mencapai posisi yang lebih baik di masa mendatang melalui pendelegasian secara utuh wewenang.organisasi berarti membantu membuat agar organisasi (dalam hal ini lembaga pendidikan) memiliki budaya organisasi yang lebih kuat atau lebih berdaya dengan cara menghilangkan sebanyak mungkin hambatan-hambatan dalam meng- implementasikan visi dari pimpinan organisasi ke arah keadaan yang lebih baik di masa yang akan datang. Stewart (1998: 18) bahkan mengemukakan bahwa sebagian besar gaya 41 . 1998: 16). dan sebagainya yang digunakan untuk mengefektifkan lajunya roda organisasi guna mencapai tujuan secara maksimal. prosedur. 2. serta dengan menghilangkan sebanyak mungkin hambatan yang akan muncul dan memberikan penekanan lebih kuat terhadap nilai-nilai positif. dan tanggung jawab kepada staf dalam arti yang sebenarnya.2. Wewenang dan kekuasaan ini kemudian melahirkan berbagai aturan.1. kekuasaan dan wewenang sangat tampak tidak mempertimbangkan sisi kemanusiaan sebagai pelaksana laju dan perkembangan sebuah organisasi.1 Esensi Pemberdayaan Manajemen selalu berhubungan dengan wewenang (authority) dan kekuasaan (power) yang merupakan modal utama untuk menggerakkan sebuah sistem organisasi.

tepat. melepaskan mereka dari halangan-halangan yang hanya memperlamban reaksi dan merintangi aksi mereka. Para staf lebih banyak bertindak menunggu perintah dari atasan daripada bertindak sendiri sesuai dengan aturan secara kreatif. serta komunikasi berjalan secara maksimal. Akan tetapi. Berdasarkan pendapat di atas. Lebih lanjut. dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan tidak pelak lagi akan mengakibatkan berkurangnya sebagian wewenang dan kekuasaan para manajer. Stewart (1998: 17) mengemukakan bahwa pemberdayaan pada dasarnya bermaksud meniadakan segala peraturan. dan lain-lain yang tidak perlu. perintah. diperlukan upaya-upaya pendekatan lebih manusiawi dalam menggerakkan laju dan perkembangan organisasi sehingga tujuan-tujuan dapat tercapai dengan cepat. Pemberdayaan bertujuan menghapuskan hambatan-hambatan sebanyak mungkin guna membebaskan organisasi dan orang-orang yang bekerja di dalamnya. seorang manajer berwibawa akan selalu memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk membimbing. yang merintangi organisasi untuk mencapai tujuannya. prosedur. dan membantu staf dalam mengambil keputusan sendiri berdasarkan bimbingan yang diberikannya. Oleh karena itu. memberi nasihat.manajemen lama yang bertumpu pada manajer yang mempunyai wewenang dan kekuasaan untuk memerintahkan agar suatu pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat ternyata sering memiliki kendala kemanusiaan yang menjauhkan hubungan komunikasi interpersonal dan antarpersonal dalam manajemen tersebut. Manajer seperti itu akan mampu memastikan bahwa stafnya ber-tindak tepat tanpa perlu membuat daftar peraturan yang panjang ataupun perintah-perintah yang keras. 42 .

Memiliki obsesi terhadap kualitas. a. Kewibawaan semacam itu tidak akan pernah lenyap karena mampu memberdayakan stafnya. . pemberdayaan mencakup aspek-aspek operasional sebagai berikut. dan strategi sekolah dalam mencapai sasaran mutu. Dalam era teknologi informasi dan teknologi tinggi. pengembangan sekolah sangat bergantung kepada pola manajemen yang diterapkan di dalamnya serta komitmen seluruh komponen terhadap sasaran mutu. mengandung makna bahwa tujuan utama organisasi adalah untuk memenuhi atau melampaui harapan pelanggan melalui suatu cara pelayanan yang bernilai. c.Manajer yang memiliki kewibawaan akan lebih mendukung kreativitas dan aktivitas staf daripada memerintah mereka. e. g. h. Fokus pada pelanggan. f. Kesatuan tujuan ini secara filosofis dan strategis tertuang dalam visi. tugas. misi. Pada dasarnya. serta tanggung jawabnya sebagai guru sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan. Memiliki pemahaman terhadap struktur pekerjaan. yang mengandung makna bahwa guru dan staf sekolah lainnya harus selalu peka terhadap segala situasi perkembangan zaman sehingga dapat melakukan improvisasi pekerjaan dalam kerangka aturan yang berlaku. Pengembangan kebebasan di sini mengandung makna sebagai upaya guru dalam memenuhi atau melampaui harapan pelanggannya. Mengembangkan kerja sama tim. Mengembangkan kebebasan yang terkendali. artinya setiap komponen sekolah (terutama guru) memiliki pemahaman mendalam tentang peran. yang mengandung makna bahwa seluruh komponen sekolah memiliki kesatuan tujuan yang sama dalam mengembangkan mutu layanan sekolah. Mencari kesalahan dalam sistem dalam upaya mengatasi masalah dan memperbaiki kinerja. d. Scholtes dalam Nasution (2004: 195-196) mengemukakan bahwa secara esensial. mengandung makna bahwa seluruh komponen sekolah secara agresif berusaha mencapai kualitas pelayanan pendidikan tertentu dalam rangka melampaui harapan pelanggannya. Memiliki kesatuan tujuan. mesin yang paling penting dalam 43 b. Prinsip ini didasarkan kepada keyakinan bahwa kerja sama tim akan dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada bekerja secara individu.

dan menyampaikan ketidaksetujuannya. dan membantu sekolah sehingga akan timbul pula rasa memiliki terhadap pekerjaan yang sedang digarapnya yang pada akhirnya akan mengarah kepada keinginan staf yang lebih besar dalam mengambil keputusan.2 Pelibatan dan Pemberdayaan Warga Sekolah Memberdayakan sesuatu pada hakikatnya merupakan perubahan budaya. a. 44 . Untuk memicu inisiatif warga sekolah diperlukan lingkungan dan kondisi yang kondusif. Di samping itu.2. Di samping itu. Seorang guru atau staf tata usaha yang merasa dirinya dihargai dan memiliki kontribusi akan berkembang secara pribadi dan profesional sehingga kontribusinya bagi lembaga dapat dimaksimal-kan. saling membantu. menanggung resiko dalam upaya perbaikan. perubahan iklim juga diperlukan untuk dapat mengembangkan proses pemberdayaan. Oleh karena itu.1. Sekecil apa pun budaya yang mampu mendukung beberapa jenis perubahan dalam sikap dan praktek sangat diperlukan bagi pemberdayaan yang efektif.lingkungan kerja adalah pikiran manusia. Nasution (2004: 174) mengemukakan bahwa pemberdayaan merupakan kunci utama dalam motivasi dan produktivitas. belajar terusmenerus dan belajar sepanjang hayat merupakan unsur yang fundamental dalam pengembangan mutu pelayanan sekolah. Nasution (2004: 179) menjelaskan bahwa kepala sekolah sebagai manajer harus melakukan hal-hal sebagai berikut ini. 2. Pemberdayaan tidak akan pernah berjalan jika seluruh budaya sekolah (atau organisasi apa pun) tidak berubah secara mendasar. pelibatan dan pemberdayaan ini akan membantu para staf dan guruguru dalam mengembangkan dirinya sendiri. Mempercayai kemampuan staf dan guru-guru untuk mencapai keberhasilan. Agar lingkungan itu terbentuk.

45 .1. i. 2000) adalah tingkat yang menunjukkan serangkaian karakteristik yang melekat dan memenuhi ukuran tertentu (Dale. h.3 Peningkatan Kualitas Pendidikan 2. Mengajukan pertanyaan yang menantang kepada guru-guru dan staf sekolah untuk berpikir dengan cara baru. e.3. Sedangkan menurut American Society for quality Control kualitas adalah totalitas bentuk dan karak-teristik barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tampak jelas maupun tersembunyi (Render dan Herizer. Menunjukkan sense of humor dan perhatian terhadap staf dan guru-guru. f. Definisi kualitas secara internasional (BS EN ISO 9000. Memberikan bimbingan dan pengarahan yang jelas dan sistematis. Memberikan umpan balik yang tepat waktu dan dapat dipahami serta membantu mereka selama proses belajar. 1997:92). Mengajarkan keterampilan baru kepada staf dan guru-guru dalam langkahlangkah yang sederhana dan mudah dipahami. 2003:4). d.1 Pengertian Kualitas Dari segi linguistik kualitas berasal dari bahasa latin qualis yang berarti ‘sebagaimana kenyataannya’. 2. Menawarkan berbagai alternatif untuk melaksanakan tugas. c.b. Berfokus pada hasil dan menghargai perbaikan pribadi. Bersifat sabar dan memberikan waktu kepada guru-guru dan staf untuk belajar. Membagi informasi dengan seluruh komponen sekolah untuk menjalin hubungan yang lebih lancar.1. g. j.

Beberapa pakar kualitas mendefinisikan kualitas dengan beragam interpretasi. Juran (1989:16-17), mendefinisikan kualitas secara sederhana sebagai ‘kesesuaian untuk digunakan’. Definisi ini mencakup keistimewaan produk yang memenuhi kebutuhan konsumen dan bebas dari defisiensi. Sedangkan Deming berpendapat kualitas adalah ‘mempertemukan kebutuhan dan harapan konsumen secara berkelanjutan atas harga yang telah mereka bayarkan’. Filosofi Deming membangun kualitas sebagai suatu sistem (Bhat dan Cozzolino, 1993:106). Philip Kotler (2000:329-333) mengemukakan tentang delapan dimensi kualitas yang terdiri atas: (1) kinerja (performance): karakteristik operasi suatu produk utama, (2) ciri-ciri atau keistimewaan tambahan ( feature), (3) kehandalan (reliability): probabilitas suatu produk tidak berfungsi atau gagal, (4) kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications), (5) daya tahan (durability), (6) kemampuan melayani (serviceability) (7) estetika (estethic): bagaimana suatu produk dipandang dirasakan dan didengarkan, dan (8) ketepatan kualitas yang dipersepsikan (perceived quality). Dalam kenyataannya kualitas adalah konsep yang cukup sulit untuk dipahami dan disepakati. Dewasa ini kata kualitas mempunyai beragam interpretasi, tidak dapat didefinisikan secara tunggal, dan sangat tergantung pada konteksnya. Beberapa definisi kualitas berdasarkan konteksnya perlu dibedakan atas dasar: organisasi, kejadian, produk, pelayanan, proses, orang, hasil, kegiatan, dan komunikasi (Dale, 2003:4). Definisi tentang kualitas selalu terkait dengan produk. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah produk pendidikan itu? Pertanyaan itu penting

46

untuk diajukan karena untuk mengetahui pendidikan itu berkualtias atau tidak maka kita perlu tahu produk pendidikan itu sendiri? Pendidikan itu adalah jasa atau pelayanan (service) dan bukan produksi barang. Pemahaman karakteristik kualitas jasa lebih sulit untuk didefinisikan daripada kualtias produk fisik. Untuk itulah, perlu dipahami beberapa perbedaan produksi jasa dan produksi barang. Philip Kotler (2000:362) menjelaskan enam macam perbedaan jasa pelayanan dibandingkan dengan produksi barang sebagai berikut. 1) Pertama, jasa pelayanan biasanya terjadi kontak langsung antara penyedia jasa dengan pengguna akhir, maka kualitas jasa bergantung pada orang yang memberikan pelayanan dan orang yang menerima pelayanan. 2) Kedua, jasa harus diberikan secara tepat waktu karena pelayanan dikonsumsi secara langsung pada saat jasa itu diberikan. Kontrol kualtias jasa dilakukan sebelum dan selama jasa tersebut diberikan. Adanya kontak langsung tersebut memungkinkan adanya evaluasi dan feedback yang merupakan sarana utama untuk mengukur kepuasan pelanggan. 3) Ketiga, jasa pelayanan tak dapat ditambal sulam atau diperbaiki. Oleh karena itu, penting sekali untuk ditetapkan standar pelayanan dari tahap awal. Selain itu, dalam memberikan pelayanan memungkinkan untuk terjadinya kesalahan manusia. 4) Keempat, jasa pelayanan berkaitan dengan masalah-masalah yang tidak kelihatan sehingga sulit sekali untuk menggambarkan seperti apa keinginan pelanggan. Dalam jasa pelayanan lebih banyak menyangkut proses daripada hasil akhirnya. 47

5)

Kelima, jasa pelayanan biasanya diberikan secara langsung kepada pelanggan oleh pengawai yunior, sedangkan pegawai senior berada jauh dari pelanggan. Oleh karena itu, pegawai yunior terutama yang digarda depan (front line) harus dimotivasi untuk selalu memberikan pelayanan terbaiknya.

6)

Keenam, sangat sulit untuk mengukur keberhasilan output dan produk-tivitas jasa pelayanan. Satu-satunya indikator kinerja jasa pelayanan adalah kepuasan pelanggan. Dalam hal ini ukuran-ukuran yang tidak tampak merupkan faktor kesuksesan yang penting seperti perhatian, kesopanan keramahtamahan, dan pemberian bantuan. Karena satu-satunya indikator kinerja jasa pelayanan adalah kepuasan

pelanggan, kinerja kualitas pendidikan dapat diukur dari tingkat kepuasan pelanggan.

2.1.3.2 Kualitas Pendidikan Sallis dan Jones (2002: 106) mengemukakan bahwa kualitas memiliki dua konsep yang berbeda antara konsep absolut dan relatif. Dalam konsep absolut sesuatu (barang) disebut berkualitas bila memenuhi standar tertinggi dan sempurna. Artinya, barang tersebut sudah tidak ada yang melebihi. Dalam konsep ini kualitas mirip dengan suatu kebaikan, kecantikan, kepercayaan yang ideal tanpa ada kompromi. Kualitas dalam makna absolut adalah yang terbaik, tercantik, terpercaya. Bila dipraktikkan dalam dunia pendidikan, konsep kualitas absolut ini bersifat elitis karena hanya sedikit lembaga pendidikan yang akan mampu menawarkan kualitas tinggi kepada peserta didik dan hanya sedikit siswa yang akan mampu membayarnya. 48

Dalam konsep relatif, kualitas bukan merupakan atribut dari produk atau jasa. Sesuatu dianggap berkualitas jika barang atau jasa memenhii spesifikasi yang ditetapkan. Oleh karena itu, kualitas bukanlah merupakan tujuan akhir, melainkan sebagai alat ukur atas produk akhir dari standar yang ditentukan. Dalam konsep relatif, produk yang berkualitas adalah yang sesuai dengan tujuannya (fit for their purpose). Definisi kualitas dalam konsep relatif memiliki dua aspek, yaitu dilihat dari sudut pandangn produsen maka kualitas adalah mengukur berdasarkan spesifikasi yang ditetapkan dan dari sudut pandang pelanggan maka kualitas untuk memenuhi tuntutan pelanggan. Pelanggan pendidikan ada dua aspek, yaitu pelanggan internal dan eksternal. Pelanggan internal adalah kepala sekolah, guru, dan staf kependidikan lainnya. Pelanggan eksternal ada tiga kelompok, yaitu pelanggan eksternal primer, pelanggan sekunder, dan pelanggan tersier. Pelanggan eksternal eksternal primer adalah peserta didik. Pelanggan eksternal sekunder adalah orang tua dan para pemimpin pemerintahan. Pelanggan eksternal tersier adalah pasar kerja, pemerintah, dan masyarakat luas. Dalam konsep relatif kualitas pendidikan biasanya diukur dari sisi pelanggannya baik pelanggan internal maupun eksternal. Namun, berdasarkan perkembangan paradigma baru pendidikan, kualitas pendidikan seharusnya juga diukur dari sisi pelanggan internal yang tak lain adalah kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lain hingga pegawai tata usaha sekalipun. Dari sudut pelanggan eksternal primer ada baiknya mengutip uraian Pusat Kurikulum (2003: 24) yang mengemukakan bahwa pendidikan berkualitas adalah 49

pelaksanaan. ketiga. Oleh karena itu. Untuk menghasilkan pendidikan berkualitas maka program pendidikan harus dipersiapkan secara baik.cc / 000000/10/mbs-untuk-meningkatkan-kualitas. komunitkator yang baik dalam bahasa nasional dan itnernasional. dalam http://www. pembelajar sepanjang hayat. Dari sudut pandang internal tentu saja pendidikan berkualitas adalah yang memungkinkan tenaga pengajar dan staf lainnya mampu berkembang baik secara fisik maupun psikis. kelima. (3) harus ada perbedaan yang 50 . kedua.co. Pendidikan adalah jasa sehingga kontrol sebelum pelayanan diberikan kepada pengguna akhir harus menjadi perhatian utama. Menurut Abdul Rohman (000000. tugas dan tanggung jawabnya. (2) perencanaan pendidikan harus tahu betul apa yang menjadi hak. berketerampilan teknologi untuk lalapangan kerja dan kehidupan sehari-hari. dan budaya. politik. penilaian dan lain-lain.html) terdapat beberapa kondisi yang di-perlukan untuk suksesnya perencanaan pendidikan. bakat. siap secara kognitif untuk pekerjaan yang kompleks. sedangkan perkembangan secara psikis adalah bila mereka diberi kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.datafilecom. sistem pendidikan ktia harus direformasi secara besar-besaran baik dari perencanana. dan kreativitasnya. yaitu (1) adanya komitmen politik pada perencanaan pendidikan. pemecahan masalah dan penciptaan pengetahuan.pendidikan yang mempersiapkan peserta didik menjadi: pertama. Tenaga pengajar dan staf juga akan merasa puas bila suasana kerja atau budaya kerja di sekolah mendukung. Berkembang secara fisik antara lain mendapatkan imbalan finansial dan kesejahteraan hidup secara layak. menjadi warga negara yang bertanggung jawab secara sosial. keempat.

dengan komitmen untuk bekerja secara benar dari awal. dan administratif pada perencanaan pendidikan. teknis. (8) harus berusaha lebih besar untuk mengetahui opini publik terhadap perkembangan masa depan dan arah pendidikan. (3) kesopanan dan keramahan (unsur menyenangkan pelanggan). (8) pelayanan pribadi. (4) bertanggung jawab atas segala keluhan (complain) pelanggan. Sekolah berfokus pada pelanggan. Sekolah berfokus pada upaya untuk mencegah masalah yang muncul. baik pelanggan internal maupun eksternal. 2. (6) kemudahan mendapatkan pelayanan. antara area politis. (2) akurasi pelayanan. (7) harus mengurangi politisasi pengetahuan. Slamet (1999: 56) memberikan karakteristik pendidikan bermutu dengan tanda-tanda (1) ketepatan waktu pelayanan. Sementara itu. dan (10) ketersediaan atribut pendukung.tegas. 51 . (5) kelengkapan pelayanan. dan (10) ketika pemerintah tidak menguasai lagi semua aspek pendidikan maka harus lebih diupayakan kerja sama yang saling menguntungkan antara pemerintah-swasta-universitas yang memegang otoritas pendidikan. (7) variasi layanan. 1. (9) administrator pendidikan harus lebih aktif mendorong perubahan-perubahan dalam perencanaan pendidikan. (6) tugas utama prencanaan pendidikan adalah pengembangan secara terarah dan memberikan alternatif teknis sebagai sarana untuk mencapai tujuan politis pendidikan. (4) perhatian lebih besar diberikan pada penyebaran kekuasaan untuk membuat keputusan politis dan teknis. (9) kenyamanan. Sudarwan Danim (2006:97) dengan merujuk kepada pendapat Edward Sallis. mengidentifikasi ciri-ciri sekolah bermutu yang mengembangkan kualitas pendidikan sebagai berikut. (5) perhatian lebih besar diberikan pada pengembangan kebijakan dan prioritas pendidikan yang terarah.

9. tenaga akademik. (7) standar pembiayaan. 52 .dan (8) standar penilaian pendidikan. 12. sehingga terhindar dari berbagai “kerusakan psikologis” yang sangat sulit memperbaikinya. 4. (5) standar sarana dan prasarana. 6. 7. 8. Pemerintah Republik Indonesia. Sekolah memandang kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja. mampu menciptakan kualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas. 11. baik untuk jangka pendek. Sekolah memiliki strategi dan kriteria evaluasi yang jelas. termasuk kejelasan arah kerja secara vertikal dan horozontal. Sekolah mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk mencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuat benar pada masa berikutnya. dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu” (pasal 3) dan ”Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat” (pasal 4). Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas. 5. Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai dengan tugas pokok. pelaksanaan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 ini menyebutkan bahwa ”Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan. (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan. (2) standar proses. Selanjutnya. Sekolah mendorong orang dipandang memiliki kreativitas. 10. Sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu keharusan. Sekolah memiliki investasi pada sumber daya manusianya. fungsi dan tanggung jawabnya. (6) standar pengelolaan. (3) standar kompetensi lulusan. jangka menengah maupun jangka panjang. 13. Sekolah memandang atau menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagai jalan untuk untuk memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut. Sekolah memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang. maupun tenaga administratif. Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas.3. membatasi kualitas pendidikan tersebut dengan mengacu kepada pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang meliputi (1) standar isi. baik di tingkat pimpinan.

Hasil penelitian 53 . Medan) melakukan penelitian dengan judul ”Pengaruh Pembiayaan Pendidikan terhadap Mutu Hasil Belajar melalui Mutu Proses Belajar Mengajar pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Asahan tahun 1999”.4 Penelitian yang Relevan Beberapa penelitian yang dilakukan berkenaan dengan permasalahan penggunaan anggaran pendidikan menunjukkan adanya keterkaitan yang sangat erat antara proses pelaksanaan anggaran pendidikan yang terdapat pada APBS maupun dana-dana subsidi lainnya serta pemberdayaan sumber daya sekolah dalam peningkatan kualitas pendidikan. Sekolah Pascasarjana. Syamsuddin (1999. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengarih biaya pendidikan terhadap mutu hasil belajar melalui mutu proses belajar mengajar pada SMP di Kabupaten Asahan.Proses penjaminan mutu pendidikan berdasarkan PP Nomor 19/2005 di atas. STANDAR STANDAR (SNP) (SNP) Tindak lanjut memeriksa dan meningkatkan produk (siklus) INPUT INPUT (Peserta Didik) (Peserta Didik) PROSES PROSES KONSISTENSI KONSISTENSI KUALITAS PRODUK KUALITAS PRODUK PROSEDUR di PROSEDUR di Tingkat Sekolah Tingkat Sekolah Gambar 2. dapat digambarkan sebagai berikut. dengan memperhatikan peraturan-peraturan menteri pendidikan nasional yang menyertainya. Universitas Sumatera Utara.1 Proses Penjaminan Mutu Pendidikan 2.1.

Program Studi Magister Manajemen. Proses pemberdayaan tidak akan berjalan dengan baik tanpa didukung locus of control dan kepercayaan yang saling mendukung satu sama lain. biaya pendidikan berpengaruh positif terhadap mutu hasil belajar melalui intervening variabel mutu proses belajar mengajar. Pengambilan sample dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sensus dan jumlah sample yang diambil dari tiap bagian 54 . Khoiruddin Syaiful Rahman (2009. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang) melakukan penelitian dengan judul ”Analisis Pengaruh Locus Of Control dan Kepercayaan terhadap Pemberdayaan Karyawan dalam Peningkatan Kinerja Karyawan (Studi Empiris pada Yayasan Ponpes MTs – MA NU Assalam dan MTs – MA NU Muallimat di Kudus)”. Karyawan yang memiliki kinerja tinggi memperlihatkan keinginan yang kuat untuk mengeluarkan energi ekstra demi peningkatan kinerjanya dan juga kinerja perusahaan. Proses pemberdayaan di dalam perusahaan dapat dikatakan berhasil bila kinerja karyawan baik. Peneliti memiliki anggapan bahwa pemberdayaan karyawan perlu mendapatkan perhatian serius karena pemberdayaan mencerminkan keyakinan karyawan terhadap kemampuan dirinya sendiri. Model kedua menyimpulkan biaya pendidikan berpengaruh terhadap mutu proses belajar mengajar dengan variasi terjelaskan dalam R2.membuktikan pada model pertama bahwa biaya pendidikan berpengaruh terhadap mutu hasil belajar dengan variasi terjelaskan yang dinyatakan dalam R2. Akan tetapi. Sedangkan pada mode keempat nilai pengaruh langsung biaya pendidikan terhadap mutu hasil belajar menunjukkan nilai negatif. Pada model ketiga mutu proses belajar mengajar berpengaruh terhadap mutu hasil belajar dengan variasi terjelaskan yang dinyatakan dalam R2. Hasil penelitian juga menjelaskan bahwa mutu proses belajar mengajar merupakan variabel intervening sebagian.

Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa kedua variabel locus of control dan kepercayaan berpengaruh terhadap pemberdayaan karyawan dan kinerja karyawan. Indonesia termasuk dalam deretan negara seperti ini. meski sumber 55 . Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. mimpi kesejahteraan tidak akan pernah terwujud. jika masyarakatnya tidak terdidik. Sedangkan variabel yang mempunyai pengaruh paling besar adalah kepercayaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM). Untuk konteks Indonesia.1 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama di masa depan apabila kita ingin menghindarkan diri sebagai salah satu negara terbelakang dan agar dapat turut berperan penting dalam percaturan dunia internasional. sehingga keuntungannya pun tidak sepenuhnya milik Indonesia. tetapi akibat sumber daya alam yang besar itu tidak dikelola sendiri namun meminta pertolongan kepada pihak luar.2. kegagalan ini bukan karena kekayaan yang dieksploitasi tidak laku dipasaran. kalah dari negara yang hanya punya pendidikan yang bagus. Banyak negara yang memfokuskan ekonominya pada eksploitasi sumber daya alam akhirnya gagal membuat rakyatnya sejahtera.2 Kerangka Pemikiran 2. Itu artinya. berapapun besarnya kekayaan bumi Indonesia. 2.adalah berjumlah 145 responden.

namun demikian pengukuran di atas tetap perlu dalam melihat masalah kualitas pendidikan. yang jelas diakui bahwa masalah peningkatan kualitas pendidikan bukanlah hal yang mudah sebagaimana diungkapkan oleh Stanley J. titik tekan dalam melihat kualitas bisa berbeda-beda sesuai dengan maksud dan tujuan suatu kajian atau tinjauan. Spanbauer (1992:49) “Quality improvement in education should not be viewed as a “quick fix process”. dan suatu pandangan komprehensi mengenai kualitas pendidikan merupakan hal yang penting dalam memetakan kondisi pendidikan secara utuh. (2) pandangan yang melihat pada proses pendidikan.C. It is a long term effort which require organizational change and restructuring”. Sudut pandang tersebut di atas. Dan Singapura membuktikan itu dengan menjadi mitra Indonesia dalam hal pengelolaan sumber daya minyak meski mereka tidak punya ladang minyak sendiri. 56 .daya alamnya sedikit. Solmon dalam tulisannya yang berjudul The Quality of Education (Psacharopaulos. meskipun dalam tataran praktis. masing-masing punya kelemahnnya sendirisendiri. 1987:53) menyatakan bahwa untuk memahami kualitas pen-didikan dari sudut pandang ekonomi diperlukan pertimbangan tentang bagaimana kualitas itu diukur. dan (3) pendekatan teori ekonomi yang menekankan pada akibat positif pada siswa atau pada penerima manfaat pendidikan lainnya yang diberikan oleh institusi dan atau program pendidikan. Dalam hubungan ini terdapat beberapa sudut pandang dalam mengukur kualitas pendidikan yaitu: (1) pandangan yang menggunakan pengukuran pada hasil pendidikan (sekolah atau college). L. Ini berarti bahwa banyak aspek yang berkaitan dengan kualitas pendidikan.

bisnis dan komunitas lokal. variabel kualitas pendidikan dapat dipandang sebagai variabel terikat yang dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kepemimpinan. iklim organisasi. sarana fisik dan biaya pendidikan memberikan kontribusi yang berarti terhadap prestasi belajar siswa. Hasil Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan dana untuk penyelenggaraan proses pendidikan di sekolah menjadi salah satu factor penting untuk dapat memenuhi kualitas dan 57 . Dalam hubungan dengan faktor berpengaruh pada kualitas pendidikan. anggaran. misalnya sarana gedung yang bagus. perhatian terhadap pelajar dan anak didik. guru yang terkemuka. maka terbuka peluang yang sangat besar memperoleh hasil pendidikan yang berkualitas. jika suatu proses pendidikan berjalan baik. nilai moral yang tinggi. sumberdaya yang melimpah. spesialisasi atau kejuruan. kurikulum yang memadai. atau faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan. hasil ujian yang memuaskan. dia merupakan hasil dari suatu proses pendidikan. dalam konteks pendidikan sebagai suatu sistem. Edward Sallis (2006:30-31) menyatakan: “ada banyak sumber mutu dalam pendidikan. manajemen sekolah. hasil studi Heyman dan Loxley tahun 1989 (Mintarsih Danumihardja 2004 : 6) menyatakan bahwa factor guru. aplikasi teknologi mutakhir. kualifikasi guru. efektif dan efisien. kecukupan fasilitas belajar dan sebagainya. atau juga kombinasi dari faktor-faktor tersebut” Pernyataan di atas menunjukan banyaknya sumber mutu dalam bidang pendidikan. dorongan orang tua.Kualitas pendidikan bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. kepemimpinan yang baik dan efektif. Kualitas pendidikan mempunyai kontinum dari rendah ke tinggi sehingga berkedudukan sebagai suatu variabel. sumber ini dapat dipandang sebagai faktor pembentuk dari suatu kualitas pendidikan. waktu belajar.

dimana kualitas dan prestasi belajar pada dasarnya mengagambarkan kualitas pendidikan. Sumber daya pendidikan ini merupakan agen-agen penting yang berperan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. mutu proses belajar mengajar. (2) Mutu proses belajar mengajar yang mendorong siswa belajar efektif. Jadi kecukupan sumber.prestasi belajar. Dinamika perkembangan masyarakat melaju sangat pesat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga menuntut semua pihak untuk beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi dalam di masyarakat. dan semua ini tentu saja memerlukan sumberdaya pendidikan termasuk biaya. Berdasarkan pemikiran tersebut dapat diduga bahwa pelaksanaan anggaran tingkat sekolah dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada tingkat satuan pendidikan SMP Negeri dan Swasta di kota dan kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis. biaya dan sarana belajar. guru. 2.2 Pengaruh Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pendidikan terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Sumber daya pendidikan terdiri atas kepala sekolah. Kemajuan ilmu 58 . dan (3) Mutu keluaran dalam bentuk pengetahuan. dan nilai-nilai. Sementara itu Nanang Fatah (2000:90) mengemukakan upaya peningkatan mutu dan perluasan pendidikan membutuhkan sekurang-kurangnya tiga factor utama yaitu (1) Kecukupan sumber-sumber pendidikan dalam arti kualitas tenaga kependidikan. dan tenaga kependidikan lainnya. sikap keterampilan.2. dan mutu keluaran akan dapat terpenuhi jika dukungan biaya yang dibutuhkan dan tenaga professional kependidikan dapat disediakan di sekolah.

tugas guru sebagai tenaga pendidik juga dituntut profesional dalam bidangnya (Education International. Era globalisasi mengubah hakekat kerja dari amatiran menuju kepada profesionalisasi di segala bidang dan aspek kehidupan. yaitu dengan persaingan. 1998: 112). pengadaan dan perawatan infrastruktur pendidikan. akan menghasilkan lulusan yang kompeten. produktivitas yang tinggi dan kualitas karya yang mampu meningkatkan daya saing. melinkan juga mentransformasikan kebudayaan itu ke arah budaya yang dinamis dan menuntut penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. sehingga harus ada komitmen dari semua pihak terutama para penentu kebijakan pendidikan untuk mengambil kebijakan yang berorientasi pada mutu pendidikan yang berkualitas. 59 . Sebab kebijakan peningkatan mutu pendidikan yang tinggi jika disikapi secara konsisten. tidak saja sanggup meraih setiap peluang kerja yang tersedia melalui investasi. Investasi pembangunan pendidikan yang memadai akan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dengan efek berganda yang besar melalui pembangunan sekolah. tetapi juga sanggup menciptakan lapangan kerja yang baru. Tantangan persaingan yang semakin tajam pada era globalisasi menuntut peningkatan kualitas profesi dan efisiensi secara terus menerus. Tenaga pendidik yang profesional bukan sekedar sebagai alat untuk transmisi kebudayaan. yang akhirnya mampu menghasilkan warga negara yang kompetitif dalan jumlah yang besar. serta kualitas guru yang meningkat. Apalagi masalah pendidikan merupakan masalah lintas sektoral.pengetahuan dan teknologi telah memunculkan paradigma baru dalam mencapai keberhasilan. Masyarakat yang berkualitas. Sesuai dengan tuntutan perubahan masyarakat global. Termasuk di dalam perubahan global adalah profesi guru sebagai tenaga pendidik. sehingga kemampuan daya saing profesional bisa lebih kompetitif.

menurut Damanhuri (2004) merupakan salah satu faktor kunci dalam menuju kesejahteraan. baik dalam kemampuan intelektual maupun integritas moral dalam tanggung jawabnya pada kemasyarakatan. mendelegasikan otoritas pada pihak lain. Globalisasi ekonomi merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan yang menyatukan kekuatan pasar semakin terintegrasi untuk efisiensi dan meningkatkan daya saingnya. Berdasarkan pemikiran tersebut diduga terdapat pengaruh pemberdayaan sumber daya sekolah yang terdiri atas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta yang berada di wilayah kota dan kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Sumber daya manusia. menjadi tuntutan pembangunan menuju kesejahteraan. yaitu: (1) to give power to (memberi kekuasaan. lembaga kemasyarakatan dan berbagai kegiatan di masyarakat yang efektivitasnya tergantung kepada kualitas sumber daya manusia. 60 . (2) to give ability to (usaha untuk memberi kemampuan) (Oxford English Dictionary). mengalihkan kekuasaan. Analisis penelitian ini mendasarkan pada teori pemberdayaan SDM sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pendidikan menuju terciptanya SDM yang unggul dan kompetitif dimulai dari peningkatan kualitas kinerja tenaga pendidik yang profesional. Menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi. Pemberdayaan (empowerment) mengandung dua pengertian.Program pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi sangat penting karena banyak permasalahan yang terdapat dalam institusi pemerintahan.

2) Otonomi Pengertian otonomi dalam pendidikan belum sepenuhnya mendapatkan kesepakatan pengertian dan implementasinya. Keempat pilar manajemen ini diharapkan pada akhirnya mampu menghasilkan pendidikan bermutu (Wirakartakusumah. 1998). akreditasi dan evaluasi. otonomi. Karakteristik mutu dapat diukur secara kuantitatif dan kualitatif. dikenal dengan paradigma baru manajemen pendidikan yang difokuskan pada mutu itu sendiri. Secara luas mutu dapat diartikan sebagai agregat karakteristik dari produk atau jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen/pelanggan.3 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Untuk mencapai terselenggaranya pendidikan bermutu. mutu adalah suatu keberhasilan proses dan hasil belajar yang menyenangkan dan memberikan kenikmatan. akuntabilitas. Pelanggan bisa berupa mereka yang langsung menjadi penerima produk dan jasa tersebut atau mereka yang nantinya akan merasakan manfaat produk atau hasil dan jasa tersebut. dapat dimengerti sebagai bentuk pendelegasian kewenangan seperti dalam penerimaan dan pengelolaan peserta didik dan staf pengajar/staf non 61 . Dalam pendidikan. Tetapi paling tidak.2.2. 1) Mutu Mutu adalah suatu terminologi subjektif dan relatif yang dapat diartikan dengan berbagai cara dimana setiap definisi bisa didukung oleh argumentasi yang sama baiknya.

Dalam penerapannya di sekolah. misalnya. Akuntabilitas menuntut kesepadanan antara tujuan lembaga pendidikan tersebut dengan kenyataan dalam hal norma. Di Indonesia pelaksanaan akreditasi pendidikan untuk Perguruan Tinggi dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) dan sekolah-sekolah menengah ke bawah oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS). 5) Evaluasi 62 . serta penentuan standar akademik. paling tidak bahwa guru/pengajar semestinya diberikan hak-hak profesi yang mem-punyai otoritas di kelas. Pelaksanaan akreditasi dilakukan oleh suatu badan independen yang berwenang. 3) Akuntabilitas Akuntabilitas diartikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan output dan outcome yang memuaskan pelanggan.akademik. etika dan nilai (values) termasuk semua program dan kegiatan yang dilaksanakannya. Hasil akreditasi tersebut perlu diketahui oleh masyarakat yang menunjukkan posisi lembaga pendidikan yang bersangkutan dalam menghasilkan produk atau jasa yang bermutu. dan tak sekedar sebagai bagian kepanjangan tangan birokrasi di atasnya. Hal ini memerlukan transparansi (keterbukaan) dari semua fihak yang terlibat dan akuntabilitas untuk penggunaan semua sumberdayanya. pengembangan kurikulum dan materi ajar. 4) Akreditasi Akreditasi merupakan suatu pengendalian dari luar melalui proses evaluasi tentang pengembangan mutu lembaga pendidikan tersebut.

baik di tingkat pendidikan dasar maupun pendidikan menengah hingga ke perguruan tinggi. Dengan demikian dapat diduga bahwa pelaksanaan anggaran dan pemberdayaan sumber daya manusia dapat berpengaruh terhadap peningkatan mutu sekolah. Evaluasi bisa dilakukan secara internal atau eksternal. Hubungan pengaruh ketiga variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut. Pelaksanaan Anggaran (X1) Mardiasmo (2005:67-68) H1 H3 Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) (Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005) Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pendidikan (X2) Scholtes dalam Nasution (2004: 195-196) H2 63 . Pelaksanaan anggaran dan pemberdayaan sumber daya manusia seluruhnya mengacu kepada kelima komponen di atas. Salah satu evaluasi terpenting dalam pendidikan adalah evaluasi diri (self evaluation) yang dilakukan bertahap dan terus menerus atas seluruh komponen-komponen pendidikan. Suatu evaluasi akan lebih bermanfaat bila dilakukan secara berkesinambungan.Evaluasi adalah suatu upaya sistematis untuk mengumpulkan dan memproses informasi yang menghasilkan kesimpulan tentang nilai. kemudian menggunakan hasil evaluasi tersebut dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan. Kelima paradigma pendidikan di atas merupakan standar untuk tercapai-nya kualitas pendidikan. serta kinerja dari lembaga pendidikan atau unit kerja yang dievaluasi. manfaat.

2.3 Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka pemikiran di atas dapat disusun hipotesis alternatif sebagai berikut. H2 : Terdapat pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 64 . H3 : Terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran dan pemberdayaan sumber daya manusia secara bersama-sama terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. H1 : Terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3. Hal yang dijadikan objek penelitian adalah permasalahan peningkatan kualitas pendidikan dikaitkan dengan pelaksanaan penganggaran serta pemberdayaan sumber daya manusia pada SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis.1 Objek Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pelaksanaan anggaran dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan.1. 3.1 Tempat Penelitian 65 .

Tabel 3.1. 3.. maka penelian ini akan dilaksanakan pada sejumlah SMP Negeri dan Swasta di wilayah kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis.1 Jadwal pelaksanaan penelitian Pelaksanaan Bulan . bagaimanapun peliknya. Jumlah SMP yang dijadikan populasi penelitian ini seluruhnya adalah 260 sekolah yang terdiri atas 153 SMP Negeri dan 107 SMP Swasta yang berada di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis.Sesuai dengan rumusan masalah dan batasan masalah serta memperhatikan tujuan penelitian yang dikembangkan pada Bab I..2 Waktu Penelitian Sebuah penelitian. Penelitian atas pengaruh pelaksanaan anggaran dan pemberdayaan sumber daya sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada sejumlah SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis pada tahun 00000049 000000 ini dilaksanakan selama enam bulan dengan alokasi waktu sebagai berikut. memiliki batas waktu tertentu serta penjadwalan yang seharusnya dilaksanakan secara konsisten. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Jenis Kegiatan 1 Perencanaan Judul Pengajuan Proposal Penelitian Seminar Proposal Penyusunan Instrumen Penelitian Uji Coba Instrumen Revisi Instrumen Pengajuan Izin Penelitian Pengumpulan Data Keterangan 2 3 4 5 6 7 66 .

Dalam penelitian tentang ”pengaruh pelaksanaan anggaran dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan” ini digunakan metode deskriptif. objek. Tujuan survey dapat merupakan pengembangan data sederhana bersifat menerangkan atau menjelas-kan. 67 .2 Metode Penelitian Metode penelitian memandu peneliti tentang urut-urutan bagaimana penelitian akan dilakukan. dengan alat apa dan prosedur yang bagaimana. metode deskripsi survey juga dapat digunakan untuk penyelidikan untuk menguji hipotesis. set kondisi. atau lukisan secara sistematis. ekonomi atau politik dari suatu kelompok atau suatu daerah yang bisa digunakan untuk mendapatkan pembenaran. gambaran. Penelitian survey menitikberatkan pada penelitian yang rasional yakni mempelajari hubungan antarvariabel sehingga baik secara langsung atau tidak langsung hipotesis penelitian bisa senantiasa dipertanyakan. baik tentang intuisi sosial. Di samping itu. Survey juga dapat menjadi alat bantu penyelidikan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual. Penelitian deskritif memberikan deskripsi.9 10 11 Pengklasisfikasian Data Analisis dan Interpretasi Data Hasil Penelitian Penulisan Laporan 3. ataupun peristiwa sekarang. faktual dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan fenomena yang diselidiki. sistem pemikiran. yakni mempelajari tentang fenomena sosial dengan cara meneliti hubungan variabel penelitian. Metode deskritif adalah suatu metode penelitian atas kelompok manusia.

Singarimbun (2003:46-47) memberikan pengertian tentang definisi operasional sebagai unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana cara mengukur suatu variabel. Definisi operasional variabel bertujuan untuk menjelaskan makna variabel yang sedang diteliti. baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Tabel 3. 3. dan (e) melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Definisi operasional dapat juga dikatakan sebagai informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang akan menggunakan variabel yang sama. definisi operasional dalam sebuah penelitian harus dapat diukur dan spesifik serta dapat dipahami oleh orang lain. Dengan demikian. yaitu (a) mendefinisi-kan secara operasional variabel penelitian. (b) menyusun indikator variabel penelitian. Pengembangan instrumen ditempuh melalui beberapa cara. Berdasarkan pendekatan penelitian yang digunakan.2 Operasionalisasi Variabel 68 .Dalam penelitian ini diharapkan dapat diketahui berapa besar pengaruh antara variabel yang satu terhadap variabel yang lain.3 Operasionalisasi Variabel Pokok permasalahan yang diteliti pada penelitian ini adalah variabel bebas berupa Pelaksanaan Anggaran (X1) dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pendidikan (X2) serta variabel terikat Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y). variabel penelitian ini dapat didefinisikan sebagaimana terlihat pada tabel berikut. (d) melakukan uji coba instrumen. (c) menyusun kisi-kisi instrumen.

• Pelaksanaan anggaran dilakukan secara luwes. komite sekolah. • Perubahan anggaran dilakukan jika terjadi ketidaksesuaian antara satuan-satuan kegiatan dengan jumlah anggaran yang tersedia. C. dan Efektivitas Umaedi. serta pada akhir tahun kegiatan. tidak kaku. disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang berlangsung. efesien. 2002:91. Perbaikan anggaran dilakukan demi pencapaian tujuan kegiatan secara efektif. serta warga sekolah lainnya. setiap kegiatan yang dilaksanakan. Turney. 192: 130. 2000: 26-28) • Penggunaan anggaran terarah dan terkendali sesuai dengan rencana yang tertuang program/kegiatan. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. Ordinal Fleksibilitas Ordinal Akuntabilitas dan Transparansi Ordinal Pengawasan dan Evaluasi • Ordinal • Ordinal Perbaikan dan Pelaporan • Ordinal 69 . • Penggunaan anggaran hemat. atau satuan kegiatan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah sehingga perlu diganti dengan satuan kegiatan lain yang lebih memungkinkan.Variabel Dimensi • Indikator Pelaksanaan anggaran sesuai dengan sasaran-sasaran kegiatan sekolah yang tersusun dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Evaluasi penggunaan anggaran dilaku-kan secara berkala setiap bulan. • Anggaran sekolah disampaikan kepada masyarakat melalui media tertentu serta penggunaannya dipublikasikan secara bertahap sesuai dengan peraturan yang berlaku. pada pertengahan pelaksanaan anggaran. efisien. serta mempertimbangkan kondisi dan situasi yang berlangsung. tidak mewah. Skala Ordinal Pelaksanaan Konsistensi Anggaran (X1) (Ahmad Sanusi. guru-guru. Pengawasan dilakukan secara internal terpadu dan berkesinambungan oleh kepala sekolah.

Memberikan pelayanan pendidikan terbaik dan maksimal. serta tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik/ kependidikan sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Berkeyakinan bahwa kerja sama tim akan dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada bekerja secara individu. misi. Secara agresif berusaha mencapai kualitas pelayanan pendidikan tertentu. • Memiliki kesatuan tujuan yang sama dalam mengembangkan mutu layanan sekolah. setiap triwulan. dan strategi sekolah dalam mencapai sasaran mutu. kondisi. • Kesatuan tujuan ini secara filosofis dan strategis tertuang dalam visi.Variabel Dimensi • Indikator Pelaporan dilakukan setiap bulan. Skala Ordinal Pemberdayaan Fokus pada Sumber Daya pelanggan Manusia Obsesi terhadap Sekolah (X2) kualitas Scholtes dalam Nasution (2004: 195-196) • • • Ordinal Ordinal Ordinal Pemahaman terhadap struktur pekerjaan Kebebasan yang terkendali • Peka terhadap segala situasi perkembangan zaman sehingga dapat melakukan improvisasi pekerjaan dalam kerangka aturan yang berlaku. Memiliki pemahaman mendalam tentang peran. dan kebutuhan pendidikan yang berlangsung di sekolah berdasarkan Ordinal Kesatuan tujuan Ordinal Mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem Kerja sama tim Ordinal • Ordinal Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) Pencapaian Standar Isi • Ordinal • Ordinal 70 . dan pada akhir tahun pelajaran. • Berusaha menemukan inovasi pembel-ajaran bagi kepentingan peserta didik. tugas. • Mencari dan menemukan kesalahan-kesalahan dalam sistem dalam upaya mengatasi masalah dan memperbaiki kinerja. Pengembangan standar isi menjadi KTSP sesuai dengan situasi. Dilakukan kegiatan pelatihan dan pembelajaran secara terus-menerus untuk pengembangan mutu pelayanan sekolah. pada akhir semester.

dan sebagainya sesuai kebutuhan dan perkembangan lembaga pendidikan. • Rata-rata perolehan nilai kelulusan siswa pada mata pelajaran berikut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (misalnya dari 6. peningkatan potensi. permasalahan kesetaraan jender. (1) Sekolah selalu memperbaiki KTSP dan perangkatnya sesuai dengan perkembangan dinamika pendidikan serta kebutuhan siswa. Sekolah menyelenggarakan pengembangan kurikulum sendiri berdasarkan standar isi setiap tahun bertambah baik dari sisi kuantitas maupun kualitas (tidak menjiplak atau mengadopsi KTSP dari lembaga lain). dan seni.45 menjadi 6.87 dan seterusnya). dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. ke-butuhan siswa. Secara bertahap sekolah memasuk-kan aspek-aspek pengembangan karakter. d. dan perkembangan kompetensi siswa. teknologi. a. Setiap tahun terjadi perkembangan perbaikan penyusunan KTSP se-suai dengan kondisi sekolah. c. perkembangan ilmu penge-tahuan. Skala Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan • Terjadi peningkatan pencapaian standar kompetensi lulusan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 23 tahun 2006. (a) Bahasa Indonesia (b) Bahasa Inggris (c) Matematika Ordinal 71 . b. Sekolah mengembangkan mata pelajaran berkeunggulan lokal serta memperbaikinya dari tahun ke tahun. kecerdasan.Variabel (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005) Dimensi Indikator indikator-indikator berikut.

dan lain-lain). minat. Secara kuantitas dan kualitas guru yang melakukan hal ini setiap tahun bertambah. workshop. • Terjadi peningkatan kualitas dan kuan-titas pada pelaksanaan proses pembel-ajaran yang diselenggarakan secara interaktif. Sarana pembelajaran Ordinal Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ordinal Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Ordinal 72 .Variabel Dimensi (d) IPA Pelaksanaan Standar Proses • Indikator Skala Setiap guru di sekolah menunjukkan peningkatan dalam melakukan peren-canaan proses pembelajaran. menantang. mengikuti seminar. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dan kemandirian sesuai dengan bakat. • Pemeliharaan dan perbaikan sarana pem-belajaran mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. kompetensi profesional. kreativitas. • Jumlah tenaga pendidik yang telah tersertifikasi sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 18 tahun 2007 mengalami peningkat-an dari tahun sebelumnya. pelaksana-an proses pembelajaran. serta mem-berikan ruang yang cukup bagi pra-karsa. kompetensi kepribadian. menyenangkan. tenaga pendidik juga melakukan proses pengembangan diri secara berkesinambungan melalui berbagai aktivitas (mengikuti pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. dan perkem-bangan fisik serta psikologis peserta didik. inspiratif. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. • Selain telah memenuhi kualifikasi minimal sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 16 Tahun 2006 (Berijazah minimal S-1/D-IV dan memiliki kompetensi pedagogik. penilaian hasil pembelajaran. dan kompetensi sosial yang dipersyaratkan).

Pelaksanaan tata tertib satuan pendidikan. ruang perpustakaan. ruang laboratorium. tempat berkreasi. ruang kelas. ruang kantin. yang menunjukkan seluruh kategori aktivitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. tempat bermain.Variabel Dimensi Indikator meliputi perabot. bahan habis pakai. ruang pimpinan satuan pendidikan. a. serta Ordinal b. e. Pembagian tugas di antara tenaga kependidikan. Skala Pencapaian Standar Pengelolaan • Terjadi peningkatan kualitas pelaksanan pedoman yang mengatur tentang hal-hal di bawah ini. instalasi daya dan jasa. Pengembangan dan peningkatan kuantitas dan kualitas sarana meliputi lahan. • Secara bertahap sekolah memiliki dan menambah prasarana pendidikan dari tahun sebelumnya. tenaga kependidikan dan peserta didik. g. buku dan sumber belajar lainnya. f. Efektivitas dan efisiensi pemberdayaan struktur organisasi satuan pendidikan. ruang pendidik. serta perlengkapan lain yang di-perlukan untuk menunjang proses pem-belajaran yang teratur dan berkelanjut-an. peralat-an pendidikan. ruang tata usaha. ruang unit produksi. Pelaksanaan peraturan akademik. Pembagian tugas di antara pendidik. tempat beribadah. Penyusunan dan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan silabus. d. bulanan. dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. c. 73 . yang minimal meliputi tata tertib pendidik. dan mingguan. ruang bengkel kerja. tempat berolahraga. media pendidikan. Pelaksanaan kalender pendidikan/ akademik.

biaya operasional (pelaksanaan PBM dsb). biaya pendidik-an guru dan tenaga tata usaha).4 Desain Penelitian Desain penelitian yang disusun berdasarkan hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut. Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) r y x1 R2 y. Skala Pemenuhan Standar Pembiayaan • Terjadi peningkatan secara kualitas dan kuantitas dalam pelaksanaan standar pembiayaan pendidikan yang terdiri atas biaya investasi (lahan tanah. gaji tata usaha. Ordinal Pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan • Ordinal 3.Variabel Dimensi Indikator penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.x1. Efektivitas dan efisiensi biaya operasional satuan pendidikan. gedung sekolah). dan biaya personal (gaji guru. h. Terdapat peningkatan kualitas pelak-sanaan standar penilaian pendidikan yang dijalankan secara konsisten sesuai dengan Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pen-didikan. Pengembangan kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat. tranport kegiatan guru. i.x2 Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) Pemberdayaan Sumber Daya Sekolah (X2) r y x2 74 .

Populasi yang menggunakan seluruh populasi disebut sampel total atau sensus.5 Sumber Data Sumber data mengacu kepada populasi penelitian serta penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian.Keterangan: = Berpengaruh secara Simultan = Berpengaruh secara Parsial 3. Penggunaan ini berlaku jika anggota populasi relatif kecil. dari karakteristik tertentu mengenai objek yang lengkap dan jelas. Ditinjau dari banyaknya anggota populasi. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah lembaga pendidikan SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis yang 75 . Menurut Sugiyono (2004:4) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi menurut Husaeni adalah semua nilai baik melalui perhitungan kuantitatif maupun kualitatif. untuk anggota populasi yang relatif besar bisa mengambil sampel sebagian dari anggota populasi sesuai dengan kebutuhan penelitian. maka populasi terdiri dari populasi terbatas (terhingga) dan populasi tak terbatas (tak terhingga). dan dilihat dari sifatnya populasi dapat bersifat homogen dan heterogen.

maka diperlukan pengambilan sampel penelitian. teknik pengambilan sampel ini. 1) Probability Sampling Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi itu dipilih menjadi anggota. Sampel teknik ini meliputi sampel random sampling.seluruhnya berjumlah 260 sekolah dan terdiri atas 153 SMP negeri serta 107 SMP swasta sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut. dan cluster sampling/sampling daerah.3 Populasi Penelitian No. sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono (2004:56-60) terdiri atas teknik sebagai berikut. Tabel 3. 1 Wilayah Kabupaten Gorowong Tumasritis Kota Gorowong Tumasritis JUMLAH Kendal Karang Kendal Karang Jumlah SMP Negeri 118 Swasta 88 Jumlah 206 2 35 153 19 107 54 260 Mengingat jumlah populasi sekolah yang digunakan pada penelitian ini relatif banyak. Teknik peng-ambilan sampel ini penting sekali dilakukan karena sampel adalah merupakan dari sebagian karakteristik yang dimiliki populasi. Bila populasi dibesarkan maka penelitian akan menggunakan sampel yang berlaku untuk populasi. 76 .

Teknik ini meliputi sampling simetris. sampling aksidental. Ukuran populasi (N) adalah jumlah SMP Negeri dan Swasta yang berada di wilayah kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. n= N Nd 2 + 1 Keterangan: n = Ukuran sampel N = Ukuran Populasi d = Presisi yang ditetapkan (yaitu 0. jumlah sampel yang akan diambil pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus Rachmad (1964. 99) sebagai berikut. dan sampling jenuh atau snoball sampling. 2004: 92). sampling kuota.2) Nonprobability Sampling Nonprobability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Metode pengambilan sampel yang diguna-kan adalah stratified random sampling di mana populasi mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Untuk menghindari kurangnya respon dari responden terhadap jawaban kuesioner yang disediakan. yaitu teknik sampling yang mem-berikan peluang yang sama bagi semua anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel (Sugiyono. purposive. Teknik pengumpulan data dengan responden kepala SMP Negeri dan Swasta yang berada di wilayah kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis ini menggunakan teknik sampling berupa probability sampling.1) 1 = Angka konstanta 77 .

dengan cara menyebarkan angket kepada SMP Negeri dan Swasta yang berada di wilayah kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis dengan menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Moh.22 2 260(0.1) + 1 3.4 Penentapan Sampel Penelitian No 1 2 3 Kelompok Populasi SMP Negeri di Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumasritis SMP Swasta di Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumasritis SMP Negeri di Kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis 78 N 118 88 35 Jumlah Sampel 118 : 260 x 72 = 33 88 : 260 x 72 = 24 35 : 260 x 72 = 10 .n = 260 260 = = 72. n1 = N1 N xn Dimana: n1 = Banyaknya sampel keseluruhan N1 = Ukuran sampel N = Banyaknya populasi xn = Banyaknya populasi ke n Maka sampel yang akan diambil pada masing-masing kelompok populasi dalam rangka penelitian ini adalah sebagai berikut. Tabel 3.6 = 72 responden Rancangan sampel dilakukan secara proporsional dengan proporsional random sampling. Natzir (1983: 361) sebagai berikut.

4 SMP Swasta di Kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis TOTAL 19 260 19 : 260 x 72 = 5 72 3. laporan kegiatan dan keuangan. Data yang akan dikumpulkan dapat berupa angka-angka. 1) Studi Dokumentasi Studi dokumentasi dalam pengumpulan data penelitian ini dimaksudkan sebagai cara pengumpulkan data dengan mempelajari dan mencatat bagianbagian yang dianggap penting dari berbagai risalah resmi yang terdapat baik di lokasi penelitian maupun di instansi lain yang ada pengaruhnya dengan lokasi penelitian. teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini terutama ada dua macam.6 Teknik Pengumpulan Data Menurut Nasir (2003:328). serta beragam fakta yang berpengaruh terhadap fokus penelitian yang sedang diteliti. keterangan tertulis. 2) Teknik Angket Angket yang disusun dan dipersiapkan disebar kepada responden di 72 SMP negeri dan swasta yang berada di wilayah kabupaten dan kota Kendal 79 . Studi dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data langsung dari instansi/lembaga meliputi buku-buku. yakni studi dokumentasi dan teknik angket. Sesuai dengan pengertian teknik penelitian di atas. informasi lisan. serta dokumen lain yang relevan dengan fokus penelitian. teknik pengumpulan data merupakan instrumen ukur yang diperlukan dalam melaksanakan suatu penelitian.

Pemilihan dengan model angket ini didasarkan atas alasan bahwa (a) responden memiliki waktu untuk menjawab pertanyaanpertanyaan atau pernyataan-pernyataan yang diajukan. guru senior (variabel X2).7 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini data yang akan diungkap adalah Pengaruh Pelaksanaan Anggaran dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis Tahun 2008-2009. dan komite sekolah (variabel Y). (c) responden mempunyai kebebasan dalam memilih jawaban. Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam pengembangan instrumen penelitian secara garis besarnya adalah sebagai berikut. pendapat dan propesi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. dan (d) dapat digunakan untuk mengumpulkan data atau keterangan dari banyak responden dalam waktu yang cepat dan tepat.Gorowong Karang Tumasritis sebagaimana ditetapkan sebagai sampel penelitian. 80 . 3. Untuk mengungkap data ini digunakan angket yang berbentuk skala Likert. Jumlah angket yang disebarkan seluruhnya adalah 72 perangkat sesuai dengan jumlah sampel yang ditetapkan. Responden untuk masing-masing sampel terdiri atas kepala sekolah (variabel X1). (b) setiap responden menghadapi susunan dan cara pengisian yang sama atas pertanyaan yang diajukan. Adapun alasan menggunakan skala Likert ini untuk mengukur sikap.

lingkup dan redaksi dari setiap pernyataan. rxy = [n( ∑X ) − ( ∑X ) ] [n( ∑Y ) − ( ∑Y) ] 2 2 2 2 n ∑ XY . 2) Menyusun penjabaran konsep yang akan dijadikan panduan dalam penulisan butir-butir pertanyaan.1) Merumuskan definisi operasional setiap variabel penelitian hingga masingmasing variabel memiliki batasan yang jelas mengenai aspek dan subaspek yang akan diukur serta indikatornya masing-masing.( ∑ X )( ∑Y ) Keterangan: rxy n : Koefisien korelasi : jumlah responden 81 . 4) Mendiskusikan perangkat instrumen dengan pembimbing untuk mendapatkan masukan dan pertimbangan mengenai kelayakan konstruksi. a) Teknik korelasi yang dipergunakan adalah teknik korelasi Spearman Brown. yaitu hasil perhitungan dibandingkan dengan kriteria validitas yaitu suatu butir pernyataan dinyatakan valid jika koefesien rhitung lebih besar dari rtabel pada taraf signifikansi α = 0.05. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut. 5) Menguji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian dengan tujuan untuk mengukur valid tidaknya instrumen itu. 3) Merumuskan butir-butir pertanyaan sesuai dengan penjabaran konsep instrumen penelitian yang telah ditetapkan.

seperti pada tabel berikut ini.X Y (∑X)2 ∑X2 (∑Y)2 (∑X)2 : Jumlah skor setiap item : Jumlah skor total seluruh item : Kuadrat jumlah skor item X : Jumlah kuadrat skor item X : Kuadrat jumlah skor item Y : Jumlah kuadrat skor item Y b) Menata ulang instrumen pernyataan sesuai dengan butir-butir per-nyataan yang valid (sahih). c) Uji reliabilitas instrumen digunakan dengan menggunakan koefesien reliabilitas dari Alpha Cornbach.5 Pedoman untuk memberikan interpretasi nilai r Interval Koefesien 0.0.199 82 Interpretasi Sangat rendah . α= Keterangan :   Si 2  k  ∑ 1−    1 k −  S 2 i       α k = nilai koefisien reliabilitas instrumen = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal = mean kuadrat kesalahan = varians total Hasil yang diperoleh dari ini selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel ∑ Si2 Si2 interpretasi nilai.000 . Tabel 3.

1. kuartil III. 83 .8 Analisis Data Hasil Penelitian 3.0. a) Menentukan skor maksimum. median.8. 3. Oleh karena itu dalam penelitian instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dari penelitian terlebih dahulu diujicobakan guna menge-tahui kesahihan dan keterandalan instrumen tersebut. dilakukan langkahlangkah sebagai berikut.1 Analisis Deskriptif Untuk mencari skor total vaiabel dalam batas-batas nilai minimum.800 .Interval Koefesien Interpretasi 0.399 0. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan Sugiyono.400 . Reliabilitas adalah indeks yang mampu menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat di-percaya atau dapat diandalkan.799 0. dan nilai maksimal yang dapat dicapai.000 Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Instrumen sebagai alat pengumpul data dalam penelitian harus memenuhi persyaratan kesahihan (validity) dan keterandalan (realiability).0.0. kuartil I.200 .599 0. yaitu skor jawaban terbesar dikalikan banyak item. Suatu instrumen dikata-kan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan.600 . yang mengatakan bahwa hasil penelitian itu valid jika terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.

nilai kuartil pertama. e) Menentukan nilai kuartik III berupa hasil penjumlahan skor maksimum dengan median dibagi dua. d) Menentukan nilai kuartil I. a) Menentukan frekuensi setiap respon. Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai barikut. Data yang berasal dari kuesioner yang memiliki skala ordinal harus terlebih dahulu ditransformasikan ke dalam data nominal dengan menggunakan methode of successive interval (MSI). yaitu hasil penjumlahan skor minimum dengan median dibagi dua.b) Menentukan skor minimum. dan skor maksimum. yakni hasil penjumlahan skor maksimum dengan skor minimum dibagi dua. yaitu skor jawaban terkecil dikalikan banyak item. nilai kuartil ketiga. Skala interpretasi yang digunakan adalah sebagai berikut. data dipersyaratkan memiliki skala minimum interval. 84 .8.2 Methode of Successive Interval (MSI) Rasyid (1993) mengemukakan bahwa untuk dapat melakukan analisis regresi berganda. f) Membuat skala yang menggambarkan skor minimum. Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi  20  40  60  80  100 3. c) Menentukan nilai median. nilai median.

Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut. e) Tentukan Nilai Skala (NS) atau scale value (SV) masing-masing respon untuk setiap nilai Z dengan menggunakan rumus berikut.(Peluang Kumulatif Kelas Sebelumnya) f) Mengubah Skala Nilai terkecil menjadi sama dengan satu (1) dan mentransformasikan masing-masing skala menurut perubahan skala terkecil sehingga diperoleh skala nilai transormasi (transformed scale value atau TSV). Analisis regresei linier berganda diawali dengan pengujian asumsi klasik dengan persamaan regresi sebagai berikut.3 Analisis Regresi Linier Berganda Analisis data diarahkan pada pengujian hipotesis yang diawali dengan deskripsi data penelitian dari ketiga variabel dalam bentuk distribusi frekuensi dan histogramnya serta menentukan persamaan regresinya. TSV = NS + [1 + |NSmin|] 3.b) Menentukan proporsi setiap respon dengan membagi frekuensi dengan jumlah responden. NS = (Densitas Kelas Sebelumnya) . d) Menentukan nilai Z untuk masing-masing proporsi kumulatif yang dianggap menyebar dengan mengikuti sebaran normal baku. Y = a + b1X1 + b2X2 85 .(Densitas Kelas) (Peluang Kumulatif Kelas) . c) Menjumlahkan proporsi secara berurutan untuk setiap respon sehingga diperoleh proporsi kumulatif.8.

8. Uji normalitas distribusi data yang digunakan pada penelitian ini adalah Kolmogorov-Smirnov Test.8.3. Untuk data yang banyak. 3.3.2 Uji Asumsi Heteroskedastitas 86 .1 Uji Normalitas Distribusi Data Karena statistik parametrik berlandaskan pada asumsi bahwa data yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Dasar pengambilan keputusannya jika thitung < ttabel maka data telah berasal dari data yang berdistribusi normal. maka kesimpulan dari uji F dan uji t perlu dipertanyakan karena statistik uji dalam analisis regresi diturunkan dari data yang berdistribusi normal. Apabila data residual dari mode regresi tidak mengikuti distribusi normal. data diasumsikan mendekati distribusi normal dengan syarat data > 100.1.8.Y : peningkatan kualitas pendidikan X1 : pelaksanaan anggaran sekolah X2 : pemberdayaan sumber daya manusia di sekolah a : konstanta b1 : koefisien regresi parsial antara Y dan X1 b2 : koefisien regresi parsial antara Y dan X2.3. Asumsi normalitas merupakan syarat penting pada pengujian kebermaknaan koefisien regresi.1 Pengujian Asumsi Klasik 3. 3. maka dilakukan pengujian normalitas untuk mengetahui apakah data yang dihasilkan berdistribusi normal atau tidak.1.

Tepatnya. Untuk menguji adanya multikolinieritas dilakuikan dengan melihat nilai VIF pada setiap variabel bebas.8.3. varian residu pada data harus bersifat homogen atau sama.1.” Uji heteroskedastitas dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman antara variabel bebas dengan nilai residu regresi parsialnya. maka diputuskan tidak terjadi situasi heteroskedastitas.1. dalam Gujarati (1993:157). This is the assumtion of homo scedasticity of equal (homo) spread (scedasticity). istilah multikolinieritas berkenaan dengan terdapatnya lebih dari hubungan linier pasti. multikolinieritas adalah ada-nya hubungan linier yang sempurna atau pasti di antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan mode regresi. conditional on the chosen value of the explanatory variable. Gujarati (1985:193) menjelaskan bahwa ”The one of important assumtion of clasical linier regression model is that the variance of each disturbance term Ui. 3. Nilai VIF ≥ 10 mengindikasikan adanya multi-kolinieritas pada variabel yang bersangkutan.4 Uji Asumsi Autokorelasi 87 .05) atau nonsignifikan.Persyaratan kedua dalam analisis regresi linier klasik adalah harus tidak terjadi gejala heteroskedastitas. is some constant number equal to 0.3.3 Uji Asumsi Multikolinieritas Pengujian multikolinieritas dilakukan jika variabel bebas lebih dari satu. that is equal variance. Menurut Regner Frish. 3. Artinya.8. Jika probabiltias keasalahan statistik atau p-value > (α = 0.

d) Menghitung nilai d-dL dan 4-dU dan kemudian membandingkannya dengan nilai d pada daerah berikut.340 Tidak meyakinkan 4 4 Autokorelasi (-) Tidak ada Autokorelasi Jika nilai d terletak di antara dU dan 4-dU.340 4-dU 2.8. Hal ini dapat dilihat dengan menggunakan tes dari Durbin-Watson. 1993:217) ini adalah sebagai berikut. Untuk mengatasi masalah autokorelasi dilakukan transformasi melalui transformasi p = 1 – d/2 (d= nilai Durbin-Watson).2 Pengujian Hipotesis Simultan dan Parsial 88 . c) Untuk ukuran sampel tertentu. a) Menentukan regresi OLS dan menentukan residual ei. Untuk menghindari data pertama yang hilang. Sedangkan jika nilai d berada pada daerah lainnya maka kesimpulan diberikan oleh gambar di atas. b) Menghitung nilai d (dengan menggunakan aplikasi komputer). menghitung nilai kritis dL dan dU.Menurut Maurice G. 3. Mekanisme tes Durbin-Watson (dalam Gujarati. maka data pertama ditransformasikan melalui perkalian dengan √(1-p2).660 4-dL 2. 1 4 Autokorelasi (+) dL 1.660 Tidak meyakinkan dU 1. maka dapat disimpulkan tidak ada autokofrelasi dalam data. Autokorelasi akan menjelaskan bahwa varian residual tidak saling berpengaruh. autokorelasi adalah ”correlation between members of stories of observation ordered in time (as in time series-data) or sapace (as in cross sectional data)”.3. Kendall (1971:8).

HA : βi ≠ 0 Terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran dan pemerdayaan sumber daya i = 1.2 Tidak terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran dan pemerdayaan sumber daya manusia secara bersama-sama terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. 3. persamaan regresi yang diperoleh dan telah memenuhi asumsi regresi melalui pengujian di atas. digunaka uji F. HO : βi = 0 i = 1.8.2.2 manusia secara bersama-sama terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. F = RKJ regresi = RKJsisa ∑Y -Y ∑Y -Y i 2 i 2 K n . Pengujian regresi secara parsial dan simultan ini dilakukan untuk melihat apakah model yang diperoleh dan koefisien regresinya dapat dikatakan bermakna secara statistik sehingga dapat diambil kesimpulan secara umum untuk populasi penelitian. Statistik uji-F dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut.k -1 89 . Bentuk hipotesis statistik yang akan diuji adalah sebagai berikut.3.Sebelum digunakan sebagai dasar kesimpulan. perlu diuji koefisien regresinya baik secara keseluruhan (simultan) maupun secara sebagian (parsial).1 Pengujian Pengaruh Simultan (Uji F) Untuk melihat kebermaknaan koefisien regresi variabel X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap variabel Y.

Sebaliknya. maka HA ditolak dan HO diterima. 2) Membandingkan nilai signifikansi dengan nilai alpha (ά). maka digunakan uji t. a) Jika Fhitung > Ftabel.8. 90 . Hipotesis untuk X1 adalah sebagai berikut. Jika HO ditolak. HO : βi = 0 Tidak terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP negeri dan swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis.2 Pengujian Pengaruh Parsial (Uji-t) Untuk mengetahui apakah variabel independen (X) memiliki pengaruh terhadap variabel Y dengan tingkat keyakinan 1 – α. berarti semua variabel independen yang digunakan secara simultan berpengaruh (signifikan) terhadap variabel dependen. maka HO ditolak dan HA diterima. maka HO ditolak dan HA diterima.Terdapat 2 (dua) cara pengambilan keputusan mengenai pengujian di atas. maka HA ditolak dan HO diterima. b) Jika Fhitung ≤ Ftabel.3.2. b) Jika nilai signifikansi (p-value) ≥ ά. a) Jika nilai signifikansi (p-value) < ά. jika HO diterima berarti semua variabel independen yang digunakan secara simultan (serempak) tidak berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap variabel dependen. yakni dengan menggunakan cara sebagai berikut. 3. Bentuk hipotesis statistik yang diuji adalah sebagai berikut. 1) Membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel sebagai berikut.

HA : βi ≠ 0 Terdapat pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP negeri dan swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. a) Jika thitung > ttabel. HO : βi = 0 Tidak terdapat pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP negeri dan swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. Hipotesis untuk variabel X2 adalah sebagai berikut. 1) Membandingkan nilai thitung dengan ttabel. yakni dengan cara sebagai berikut.HA : βi ≠ 0 Terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP negeri dan swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. Statistik Uji-t yang digunakan menggunakan rumus sebagai berikut. 91 . thitung = SE atau thitung = r β 1. maka HO ditolak dan HA diterima.r2 Keterangan: β SEβ r n = koefisien regresi = standard error dari koefisien regresi = koefisien korelasi = ukuran sampel β n-2 Terdapat 2 (dua) cara pengambilan keputusan atas hasil pengujian di atas.

k -1 2 = RJK regresi RJK sisa Koefisien determinasi menunjukkan besarnya pengaruh variabel independen yang digunakan secara simultan terhadap variabel dependen.b) Jika thitung ≤ ttabel. maka HA ditolak dan HO diterima. 2) Membandingkan nilai signifikansi dengan nilai alpha. Sebaliknya. maka variabel independen tidak bepengaruh secara nyata (signifikan) terhadap variabel dependen. Untuk mempermudah pengolahan dan analisis. b) Jika nilai signifikansi (p-value) ≥ ά.Y ∑Y .2.3 Koefisien Determinasi Koefisien determinasi dihitung untuk menentukan variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hasil koefisien regresi dari data yang sudah distandarkan akan didapat keterangan variabel mana yang pengaruhnya relatif lebih penting dibandingkan dengan variabel lainnya. maka dalam penelitian ini digunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions) for Windows Release 14. Koefisien determinasi multiple diperoleh dari jumlah kuadrat regresi dan jumlah kuadrat total dengan mengguna-kan rumus sebagai berikut. 3. maka HO ditolak dan HA diterima.Y i i 2 K n . jika HO ditolak.8. Jika HO ditolak. berarti variabel independen berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap variabel dependen. a) Jika nilai signifikansi (p-value) < ά.3. KD = r2 x 100% atau dengan rumus: R = 2 ∑Y . 92 . maka HA ditolak dan HO diterima.

Langkah ini ditempuh mengingat pengolahan data pada paket program tersebut lebih cepat dan mempunyai tingkat ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan dengan perhitungan secara manual. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 93 .

671 1.1. Tabel 4. Data yang digunakan adalah data yang telah dinaikkan skalanya menjadi skala interval.671 1.4474 thitung 25.6307 0.1 Hasil Uji Validitas Instrumen Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) Nomor Item ritem-Total 0.671 1.671 1.7464 0.855 34.708 77 ttabel 1.1.207 28. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi item total melalui koefisien korelasi r Product Moment dari Pearson.743 27.8148 0. 2002:147).671 1. Dengan kata lain sebuah instrumen dikatakan validitas internal apabila setiap instrumen mendukung misi instrumen secara keseluruhan.671 1.671 1.4740 0.8577 0.9932 0.377 28.671 1.052 25.4.5369 0. Hasil uji validitas setiap item untuk masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini.671 1.6656 0.314 29.1. yaitu mengungkap data dari variabel yang dimaksud.1 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 4. yaitu validitas yang dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen dengan instrumen secara keseluruhan (Arikunto.671 94 Hasil Uji Keputusan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid .1 Uji Validitas Instrumen Dalam penelitian ini uji validitas yang digunakan adalah validitas internal.033 35.1 Hasil Penelitian 4.423 31.157 23.7377 0.

490 ttabel 1.7671 0.05(70) (nilai ttabel pada α = 5% tipe uji satu sisi dan db = n-2 = 72-2 = 70) 95 .321 26.671 1.671 1. Koefisien korelasi antara skor item dengan skor total seluruhnya positif dan relatif signifikan.671 1.688 27.251 32. Hal ini ditunjukkan pula dengan nilai thitung > ttabel. 2001:149).235 pada taraf signifikansi 5% dan N = 72 Tabel di atas menunjukkan bahwa seluruh item instrumen Pelaksanaan Anggaran Sekolah teruji valid.Keterangan: • • ttabel = t0.671 1.028 24.8588 0.671 1.671 1.6487 0.600 – 0.4435 0. Semakin tinggi nilai koefisien korelasi menggambarkan semakin tinggi validitas item dalam mengukur variabelnya.671 1. Dasar penentuan validitas item kuesioner didasarkan kepada nilai kritis pada tabel r Product Moment pada taraf signifikansi 5% dan N=70.671 1. yakni sebesar 0.6013 0.7009 thitung 31.7941 0.2 Hasil Uji Validitas Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) Nomor Item ritem-Total 0.4569 0.134 21.178 31.589 27.05(70) (nilai ttabel pada α = 5% tipe uji satu sisi dan db = n-2 = 72-2 = 70) Validitas item kuesioner didasarkan kepada nilai pada table r product moment sebesar 0. Pada tabel di atas pun tampak pula bahwa hampir seluruh item memiliki validitas tinggi sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi item yang terletak antara 0.799 (Sugiyono.8799 0.144 25.903 29.235. Tabel 4.671 1.4369 0.671 Hasil Uji Keputusan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Keterangan: • signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid ttabel = t0.

yakni sebesar 0.6078 0.• Validitas item kuesioner didasarkan kepada nilai pada table r product moment sebesar 0.8073 0.671 1.671 1.671 1.799 (Sugiyono.671 1.985 28.671 Hasil Uji Keputusan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 13 Keterangan: • signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid ttabel = t0.5931 0.5855 0. 2001:149).671 1. Koefisien korelasi antara skor item dengan skor total seluruhnya positif dan relatif signifikan.6086 0.3 Hasil Uji Validitas Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) Nomor Item ritem-Total 0. Dasar penentuan validitas item kuesioner didasarkan kepada nilai kritis pada tabel r Product Moment pada taraf signifikansi 5% dan N=72.600 – 0.235 pada taraf signifikansi 5% dan N = 72 Tabel di atas menunjukkan bahwa seluruh item instrumen Pemberdayaan Sumber Daya Manusia teruji valid. Tabel 4. Pada tabel di atas pun tampak pula bahwa seluruh item memiliki validitas tinggi sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi item yang terletak antara 0.671 1.291 28.594 32.339 ttabel 1.671 1.671 1.671 1.05(70) (nilai ttabel pada α = 5% tipe uji satu sisi dan db = n-2 = 72-2 = 70) 96 .7279 0.671 1. Hal ini ditunjukkan pula dengan nilai thitung > ttabel.5716 0.327 42. Semakin tinggi nilai koefisien korelasi menggambarkan semakin tinggi validitas item dalam mengukur variabelnya.312 29.283 27.671 1.068 40.7236 0.235.482 26.348 33.8130 thitung 32.6944 0.6995 0.6327 0.470 28.399 27.

Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik belah dua (split-half) melalui formulasi Spearman-Brown.69 2 32.235 pada taraf signifikansi 5% dan N = 72 Hal yang sama juga terlihat pada tabel 4. 4.• Validitas item kuesioner didasarkan kepada nilai pada table r product moment sebesar 0.1. Pada tabel di atas pun tampak pula bahwa seluruh item memiliki validitas tinggi sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi item yang terletak antara 0. 2001:149).2 Uji Reliabilitas Instrumen Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana tingkat konsistensi atau kehandaan penelitian.86 5 ttabel 1.671 1.235.1.4 Hasil pengujian reliabilitas instrumen Variabel X1 X2 Pelaksanaan Anggaran Sekolah Pemberdayaan Sumber Daya rb 0.6868 0.7296 thitung 31. Hasil uji reliabilitas untuk masing-masing variabel adalah sebagai berikut. Hal ini ditunjukkan pula dengan nilai thitung > ttabel. Tabel 4.7284 ri 0.3 di atas yang menggambarkan bahwa seluruh item instrumen Peningkatan Kualitas Pendidikan teruji valid.799 (Sugiyono.600 – 0. Dasar penentuan validitas item kuesioner didasarkan kepada nilai kritis pada tabel r Product Moment pada taraf signifikansi 5% dan N=72. yakni sebesar 0.671 Hasil Uji Signifikan Signifikan Keputusan Reliabel Reliabel 97 . Koefisien korelasi antara skor item dengan skor total seluruhnya positif dan relatif signifikan. Data yang digunakan adalah data yang telah dinaikkan skalanya menjadi skala interval. Semakin tinggi nilai koefisien korelasi menggambarkan semakin tinggi validitas item dalam mengukur variabelnya.6910 0.

Manusia Y Peningkatan Kualitas Pendidikan 0.8385 28. pada bagian ini diuraikan hasil tanggapan responden mengenai variabelvariabel tersebut dalam bentuk analisis deskriptif untuk setiap indikator atas variabel berdasarkan frekuensi jawaban responden. Semakin tinggi nilai koefisien reliabilitas menggambarkan semakin tinggi derajat kehandalan instrumen sebagai alat ukur.671 Signifikan Reliabel Keterangan: ri = koefisien reliabilitas rb = koefisien korelasi antara belahan ganjil dan genap ttabel = t0.13 9 1. derajat ketiga variabel tersebut tetap reliabel dan tergolong tinggi. kemudian variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) pada tempat kedua (0. di mana thitung > ttabel.2 Hasil Analisis Deskriptif Untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan. 4.8308 0.7284).05(70) (nilai ttabel pada α = 5% tipe uji satu sisi dan db = n-2 = 72-2 = 70) Tabel di atas menunjukkan bahwa variabel Pelaksanaan Anggaran.8192). Koefisien reliabilitas setiap variabel bernilai positif dan signifikan. maupun Peningkatan Kualitas Pendidikan teruji reliabel. 98 .1. Nilai koefisien reliabilitas variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) paling tinggi (0. dan terakhir variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) pada tempat terakhir (0. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia. Meskipun demikian.6868).

serta (6) perbaikan dan pelaporan. (5) pengawasan dan evaluasi. Berikut ini adalah rekapitulasi tanggapan responden atas pernyataan yang dituangkan dalam bentuk tabel pada setiap dimensi.612 58. Data hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 4 tesis ini. dan Umaedi (2000: 26-28) yang mengemukakan bahwa dalam pelaksanaan anggaran terdapat sejumlah karakteristik dan keharusan yang dilakukan.33 8 f 36 4 Skor Jawaban 3 2 % f % f % 10. (2) efektivitas anggaran.24 10 13 1 f % 2. (3) fleksibilitas.0408 5 Σ Skor 245 % 1 Konsistensi 68.06 99 . Hasil analisis deskriptif ini disajikan sebagai berikut. 4. Turney (1992: 130).1 Analisis Deskriptif Variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah Pelaksanaan anggaran sekolah pada dasarnya melaksanakan rencana kegiatan sekolah yang tersusun dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Aktivitas pelaksanaan anggaran ini mengacu kepada visi dan misi sekolah yang tertuang dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS).5 Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data Variabel X1 No Dimensi f 5 % 16. C.Data yang digunakan pada analisis deskriptif ini adalah data primer hasil penelitian yang diolah.78 12.1. Tabel 4. Mengacu kepada pendapat Ahamad Sanusi (2002: 91).2. sehingga pada variabel ini terdapat 6 (enam) dimensi pengkajian yang terdiri atas (1) konsistensi pelaksanaan anggaran. (4) akuntabilitas dan transparansi.

035 8.No Dimensi f 5 % 31.567 29.31 72 13.7719 52.03 29 17 1 f % 4.84 68.25 532 73. Seluruh komponen ini bersama seluruh stakeholder membahas. Anggaran yang disusun dan digunakan 100 .3 37.06 15 59 46 17 10. staf kepala sekolah. guru-guru. menyetujui usulan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS).64 491 68. serta mengevaluasi pelaksanaan kegiatan keseluruhan guna dilakukan perbaikan dan peningkatan.33 30 17 16 4 13.887 3 Fleksibilitas 4.89 26 68 33 14 Jumlah Kategori rata-rata Persentase 3 2485 414.02 56. pelaksanaan.4 35.617 115.7669 108.8489 96.1251 102.37 11 4 Akuntabilitas dan Transparansi 2.193 228 63.63 22.19 15 67 35 16 14.818 7 6 Perbaikan dan Pelaporan 1.527 48. melaksanakan dan mengawasi pelaksana-an kegiatan yang melibatkan anggaran. dan komite sekolah sesuai dengan rencana strategis yang telah dirumuskan. perwakilan siswa.946 30.6 490 68. hingga pelaporan anggaran dilakukan dengan melibatkan berbagai komponen sekolah yang terdiri atas kepala sekolah.93 16 f 4 Skor Jawaban 3 2 % f % f % 13.581 5 5 Pengawasan dan Evaluasi 2.0093 10 Σ Skor 499 % 2 Efektivitas 69.17 410.1 43.47 Pada konteks sekolah. proses penyusunan.

atau satuan kegiatan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah sehingga perlu diganti dengan satuan kegiatan lain yang lebih memungkinkan. Efektivitas anggaran mengacu kepada pengertian bahwa anggaran diguna-kan terarah dan terkendali sesuai dengan rencana program. tidak kaku. efesien.31 % pendapat responden yang memberikan pernyataan bahwa anggaran dilaksanakan secara efektif. yang berarti hanya mencapai tingkat sedang.19 % pernyataan responden yang mengemukakan bahwa pelaksanaan anggaran dilaksanakan secara luwes.ini harus komprehensif. anggaran yang digunakan dalam kegiatan sekolah sehari-hari cukup efektif. Mesikpun angka kategori persentase hanya mencapai 68. Pada dimensi fleksibilitas terdeteksi sebesar 68.06 %. disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang ber-langsung. Angka persentase di atas menunjukkan bahwa fleksibilitas pelaksanaan anggaran berada pada tingkat yang cukup baik. serta anggaran hemat. Artinya. Angka persentase ini termasuk ke dalam kategori sedang atau cukup baik. konsistensi pelaksanaan anggaran telah dilaksanakan dengan cukup baik. tidak mewah. artinya anggaran harus menunjukkan keseimbangan semua penerimaan dan pengeluaran. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. Pada dimensi konsistensi pelaksanaan anggaran terdeteksi mayoritas responden memberikan pernyataan bahwa sekolah telah berusaha melaksanakan anggaran secara konsisten berdasarkan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) yang telah ditetapkan dan disetujui. Pada dimensi efektivitas pelaksanaan anggaran ini terdeteksi sebesar 69. Perubahanperubahan anggaran dapat dilaksanakan ketika terjadi ketidaksesuaian antara satuansatuan kegiatan dengan jumlah anggaran yang tersedia. 101 .

Pada dimensi akuntabilitas dan transparansi terdeteksi bahwa sebesar 63,33 % pernyataan responden menjelaskan tentang akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan anggaran sekolah. Angka persentase tersebut menunjukkan bahwa tingkat akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan anggaran sekolah pada SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada tingkat kategori yang cukup baik. Pada dimensi pengawasan dan evaluasi menunjukkan mayoritas responden memberikan pernyataan tentang pengawasan dilakukan secara internal terpadu dan sistematis. Sedangkan evaluasi pelaksanaan anggaran sekolah dilakukan secara berkala setiap bulan, setiap kegiatan yang dilaksanakan, pada pertengahan pelaksanaan anggaran, serta pada akhir tahun kegiatan.. Angka persentase sebesar 68,06 % menunjukkan bahwa pengawasan dan evaluasi pelaksanaan anggaran sekolah berada pada kategori yang sedang atau cukup baik. Pada dimensi perbaikan dan pelaporan terdeteksi bahwa sebesar 73,89 % pernyataan responden menjelaskan perbaikan anggaran dilakukan demi pencapai-an tujuan kegiatan secara efektif, efisien, serta mempertimbangkan kondisi dan situasi yang berlangsung. Sementara pelaporan pelaksanaan anggaran sekolah dilakukan setiap bulan, setiap triwulan, pada akhir semester, dan pada akhir tahun pelajaran. Angka persentase tersebut di atas menunjukkan bahwa perbaikan anggaran dan pelaporan pelaksanaan anggaran berada pada kategori sedang atau cukup baik. Tabel 4.6 Hasil Rata-rata Persentase Variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) No. 1 Konsistensi 102 Dimensi Jumlah % 68,06

No.

Dimensi

Jumlah %

2 3 4 5 6

Efektivitas Fleksibilitas Akuntabilitas dan Transparansi Pengawasan dan Evaluasi Perbaikan dan Pelaporan

69,31 68,19 63,33 68,06 73,89 410,84 68,4733 68,47

Jumlah Rata-rata = 410,84 : 6 Rata-rata persentase Pelaksanaan Anggaran

Tabel 4.6 di atas memperlihatkan rata-rata persentase dari keenam dimensi pelaksanaan anggaran sekolah yang mencapai 68,47 %. Rata-rata tersebut diperoleh dari persentase kategori masing-masing jawaban responden dengan berorientasi pada dimensi dan indikator yang ada. Menurut Harun Al-Rasyid dalam Ating Somantri (2006) dalam menyusun penskalaan dengan metode Likert’s Summated Rating, untuk mengetahui posisi setiap responden tentang suatu variabel, ditentukan skor maksimal dan skor minimal yang mungkin dicapai oleh setiap responden.

Sangat rendah

Rendah

Sedang

Tinggi

20

40


60
68,47

80

100

103

Dengan perolehan nilai sebagaimana terlihat pada tabel di atas, rata-rata persentase pelaksanaan anggaran sekolah menunjukkan pada skala yang sedang. Hal tersebut menandakan bahwa sekalipun belum sempurna dan sesuai dengan kaidah yang berlaku, pelaksanaan anggaran sekolah pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis telah relatif cukup baik serta ada kecenderungan sesuai dengan keenam dimensi yang dikemukakan. Dengan perolehan skor rata-rata sebesar itu mencerminkan bahwa pelaksanaan anggaran sekolah pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis relatif cukup baik meskipun masih terdapat kekurangan atau ketidaksempurnaan dari dimensi-dimensi yang dikemukakan, yaitu yang terdiri atas (a) konsistensi, (b) efektivitas, (c) fleksibilitas, (d) akuntabilitas dan transparansi, (e) pengawasan dan evaluasi, serta (f) perbaikan dan pelaporan. 4.1.2.2 Analisis Deskriptif Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi, menjadi tuntutan pembangunan menuju kesejahteraan. Globalisasi ekonomi merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan yang menyatukan kekuatan pasar semakin terintegrasi untuk efisiensi dan meningkatkan daya saingnya. Pemberdayaan tenaga pendidik merupakan perwujudan capacity building yang bernuansa pada pemberdayaan sumber daya manusia tenaga pendidik melalui pengembangan berbagai kemampuan (kinerja) dan tanggungjawab serta suasana sinergis antara pemerintah (masyarakat) dengan guru. Pada variabel ini terdapat delapan dimensi yang dikaji meliputi (1) fokus pada pelanggan, (2) obsesi terhadap kualitas, (3) pemahaman terhadap struktur 104

pekerjaan, (4) kebebasan yang terkendali, (5) kesatuan tujuan, (6) mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem, (7) kerja sama tim, dan (8) pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan. Tabel 4.7 Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data Variabel X2
No Dimensi f 5 % 28.52 15 f 27 4 Skor Jawaban 3 2 % f % f % 4.5627 41.06 25.1 22 6 1 f % 0.7605 2

Σ Skor
263

%

1

Fokus pada pelanggan

73.06

8.7336

2

Obsesi terhadap kualitas Pemahaman terhadap struktur pekerjaan Kebebasan yang terkendali

3.0568

50.66

28.82

8.73

229

63.61

29

22

10

4

7

3

1.1719

9.375

33.20

18.75

37.5

256

71.11

17

24

16

12

14.294

41.231

3

4

0.7913

85.26

58.42

506

70.28

21

54

49

18

19.339

58.029

2

5

Kesatuan tujuan Mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem Kerja sama tim

1.1628

86.64

34.83

517

71.81

30

56

30

25

6.7511

3

6

2.9536

18.99

42.19

29.11

237

65.83

25

23

9

8

8.5938

7

7

1.5625

23.44

54.69

11.72

256

71.11

12

35

10

11

8

Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan

23.301

4

3.3981

14.56

31.07

27.67

206 2470

57.22 544.03

16

19

24

6

Jumlah

105

7

serta tanggung jawabnya sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.No Dimensi f 5 % f 4 Skor Jawaban 3 2 % f % f % 1 f % Σ Skor 308.00 Kategori rata-rata Persentase Data tentang dimensi fokus pada pelanggan di atas mengindikasikan bahwa sebagian responden.06 Pada dimensi obsesi terhadap kualitas pada diri staf pendidik dan tenaga kependidikan dapat terdeteksi bahwa mayoritas warga sekolah berusaha secara agresif untuk mencapai kualitas pelayanan pendidikan. selayaknya memiliki pemahaman mendalam tentang tugas. Pada dimensi pemahaman warga sekolah terhadap struktur pekerjaan ini terdeteksi sebesar 71.11 % guru dan warga sekolah lainnya memiliki kesadaran untuk memahami fungsi. yakni para guru senior di SMP Negeri dan Swasta yang ada di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. dan tanggung jawabnya selaku tenaga pendidik dan kependidikan sesuai dengan kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya. Angka persentase tersebut di atas 106 . tugas.61 % menunjukkan bahwa pemilikan obsesi terhadap kualitas pada diri staf pendidik dan tenaga kependidikan pada SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada tingkat sedang atau cukup baik. peran.75 % 68. Pencapaian kualitas pelayanan pendidikan ini diwujudkan melalui pelaksanaan proses pembelajaran serta pelayanan administratis terhadap siswa yang lebih mudah dan mendidik. Setiap komponen sekolah. Angka persentase sebesar 63. 73. telah melakukan pelayanan maksimal terhadap para pengguna jasa pendidikan. peranan. terutama guru sebagai tenaga pendidik.

Mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem ditujukan untuk dapat mengatasi masalah yang timbul dalam pelaksanaan program organisasi serta melakukan perbaikan demi pencapaian tujuan.83 % responden selama pelaksanaan program kegiatan sekolah melakukan pencarian dan penemuan kesalahan setiap kali menemukan permasalahan yang terjadi serta berusaha memperbaiki sistem tersebut dalam rangka mencapai tujuan. Pada dimensi kebebasan yang terkendali dapat terlihat bahwa mayoritas responden menyatakan bahwa warga sekolah mampu mengembangkan inovasiinovasi yang bermanfaat bagi peserta didik serta mampu melakukan improvisasi pekerjaan sesuai dengan kerangka aturan yang berlaku. Pada dimensi ini terdeteksi sebesar 65. 107 . misi dan rencana strategis pengembangan sekolah.menunjukkan bahwa pemahaman warga sekolah terhadap struktur pekerjaan berada pada tingkat yang cukup baik. Pada dimensi kesatuan tujuan diperoleh rata-rata sebesar 71.81 % responden yang memberikan pendapat bahwa warga sekolah memiliki kesatuan tujuan dalam mengembangkan mutu layanan pendidikan di tingkat sekolah serta secara formal tertuang dalam visi. Angka persentase sebesar 70.28 % menunjukkan fakta dimensi kebebasan yang terkendali pada warga SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik. Angka ratarata persentase di atas menunjukkan bahwa dimensi kesatuan tujuan dalam pemberdayaan warga sekolah pada SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik.

Persentase ini menunjukkan bahwa kesadaran peningkatan kualitas SDM dalam upaya memberdayakannya berada pada kategori rendah atau 108 .Tingkat persentase sebagaimana tersebut di atas menunjukkan dimensi mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik. atau workshop lainnya.22 % responden SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis mengikutsertakan tenaga guru dan staf kependidikan lainnya dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan atau penataran. seminar. Angka rata-rata persentase sebesar 71. workshop dan lain-lain. Pada dimensi pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan ini terdeteksi bahwa sebesar 57. Pendidikan ini bisa dilakukan secara internal sekolah. diperlukan pendidikan dan pelatihan yang terus menerus. mengikuti berbagai seminar. Pada dimensi kerja sama tim ini terdeteksi mayoritas responden memberikan pendapatnya bahwa kerja sama tim akan dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada bekerja secara individu.11 % menunjukkan bahwa dimensi kerja sama tim pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik. ataupun mengirimkan tenaga pendidik dan kependidikan secara bergantian ke berbagai pendidikan dan pelatihan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun pihak lain. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas. Kerjasama tim (team work) merupakan sarana yang ampuh bagi kegiatan apapun. in house training. jelas bahwa keberhasilan membina sebuah tim kerja dalam sebuah sistem organisasi merupakan titik kritis yang dapat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan sekolah.

00 Jumlah Rata-rata = 544.11 57.06 63.tingkat yang kurang baik.81 65.8 Hasil Rata-rata Persentase Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) No.03 : 8 Rata-rata persentase Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Tabel 4.22 544.61 71. Data hasil penelitian pada kedelapan dimensi di atas dapat dilihat pada rekapitulasi berikut.03 68. Tabel 4.00375 68.28 71. Rata-rata 109 . 1 2 3 4 5 6 7 8 Dimensi Fokus pada pelanggan Obsesi terhadap kualitas Pemahaman terhadap struktur pekerjaan Kebebasan yang terkendali Kesatuan tujuan Mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem Kerja sama tim Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan Jumlah % 73.83 71. tidak seluruh sekolah berupaya meningkatkan kualitas SDM-nya melalui pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kualifikasinya.8 di atas memperlihatkan rata-rata persentase dari kedelapan dimensi pemberdayaan sumber daya manusia pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang mencapai 68. Artinya.00 %.11 70.

untuk mengetahui posisi setiap responden tentang suatu variabel ditentukan oleh skor maksimum dan skor minimum yang mungkin dicapai oleh setiap responden. (2) obsesi terhadap kualitas. Menurut Harun Al-Rasyid dalam Ating Somantri (2006). menandakan bahwa sekalipun belum sepenuhnya dilakukan. pemberdayaan sumber daya manusia pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis telah relatif cukup baik dan cenderung sesuai dengan keempat dimensi yang dikemukakan. Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi  20  40  60 68. (5) kesatuan tujuan. dalam menyusun peskalaan dengan metode Likert’s Summated Rating. dan (8) pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan. Dengan perolehan persentase rata-rata sebesar itu mencerminkan bahwa pemberdayaan sumber daya manusia pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis relatif cukup baik meskipun masih terdapat beberapa kekurangan dari dimensi-dimensi yang dikemukakan. (7) kerja sama tim. 110 . yaitu yang terdiri atas (1) fokus pada pelanggan. (3) pemahaman terhadap struktur pekerjaan. (6) mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem.persentase di atas diperoleh dari persentase kategori masing-masing jawaban responden dengan berorientasi pada dimensi dan indikator yang ada. (4) kebebasan yang terkendali.00  80  100 Dengan perolehan rata-rata persentase tersebut yang termasuk kategori sedang atau cukup baik.

1. (5) pemenuhan standar sarana dan prasarana.4.9 111 . (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan. (2) standar proses.2. dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu” (pasal 3) dan ”Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat” (pasal 4). (7) pemenuhan standar pembiayaan. Selanjutnya. (3) standar kompetensi lulusan. diperoleh rekapitulasi data sebagai berikut. Tabel 4.dan (8) pelaksanaan standar penilaian pendidikan. (3) pencapaian standar kompetensi lulusan. Oleh karena itu. pelaksanaan. (5) standar sarana dan prasarana. (6) pemenuhan standar pengelolaan. Hasil survey terhadap 72 responden SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis tentang peningkatan kualitas pendidikan.3 Analisis Deskriptif Variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan Peningkatan kualitas pendidikan didasarkan kepada substansi pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang meliputi (1) standar isi. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 ini menyebutkan bahwa ” Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan. dimensi-dimensi yang dikaji pada peningkatan kualitas pendidikan ini pada dasarnya adalah pemenuhan dan pencapaian 8 standar nasional pendidikan yang terdiri atas (1) pencapaian standar isi. (2) pelaksanaan standar proses. (7) standar pembiayaan. (6) standar pengelolaan.dan (8) standar penilaian pendidikan. (4) pemenuhan standar pendidik dan tenaga kependidikan.

11 547 75.4402 41. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum.52 492 68.6803 36.59 69.16 4 5 1.93 74.7843 25.65 28.25 2 1.7762 122.9681 25.24 96.67 31 27 5 7 Jumlah Kategori rata-rata Persentase 2 3243 405.5092 30.49 47.5 16.06 16.33 26 28 7 8 7.22 32.00 76 42 15 8 3 3 1.4 612 85. Pada dimensi pencapaian Standar Isi ini diperoleh data bahwa sebesar 68.2097 3 Σ Skor 248 % 1 68.73 5.49 66.083 54.47 255 70.37 Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.03 24 6 1 f % 1.896 2 7 0.72 13 23 24 10 4.081 5 f 34 4 Skor Jawaban 3 2 % f % f % 4.97 20 24 12 14 10.7619 52. beban belajar.7968 36.102 294 81.196 2 6 0. kurikulum tingkat satuan pendidikan.89 % responden 112 .99 22.45 84.69 251 69. dan kalender pendidikan.2283 12.83 13 30 14 13 7.43 119 544 74.52 23 81 27 10 13.89 5.8387 54.721 2 8 0.584 2 4 1.Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data Variabel Y No Dimensi f Pencapaian Standar Isi Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan Pelaksanaan Standar Proses Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Pencapaian Standar Pengelolaan Pemenuhan Standar Pembiayaan Pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan 5 % 10.84 29.375 594.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik.SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis menyusun dan mengembangkan sendiri kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) berdasarkan indikator-indikator yang terdapat dalam Standar Isi. Angka pencapaian 85. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. dan IPA) di atas 7. Angkat tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dalam pengembangan Standar Isi menjadi KTSP berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik.00 % menunjukkan bahwa pencapaian SKL pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori baik. dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. Pada dimensi pencapaian Standar Kompetensi Lulusan terdeteksi bahwa mayoritas responden memberikan pernyataan yang mengacu kepada pencapaian SKL lebih dari setengah dari jumlah indikator yang ditetapkan serta mencapai kelulusan siswa dalam mata pelajaran pokok (Bahasa Indonesia. Matematika. Bahasa Inggris. serta (2) menyelenggarakan pembelajaran 113 . pelaksanaan proses pembelajaran. standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran. Standar Kompetensi Lulusan tersebut meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah.5.33 % responden telah melaksanakan Standar Proses yang meliputi (1) melakukan perencanaan proses pembelajaran. Pada dimensi pelaksanaan Standar Proses dapat diketahui sebesar 68. penilaian hasil pembelajaran.

Pada dimensi pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana diperoleh fakta mayoritas responden (SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis) telah memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang dipersyaratkan. menantang. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. kreativitas. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. minat. kompetensi profesional. dan kompetensi sosial yang dipersyaratkan) dan Permendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang sertifikasi guru. dan kemandirian sesuai dengan bakat. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.secara interaktif. Angka persentase sebesar 75. Dari hasil perhitungan data penelitian diperoleh angka sebesar 74.97 % menunjukkan bahwa pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kota dan Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori sedang atau tingkat yang cukup baik. menyenangkan. kompetensi kepribadian. Pada dimensi pencapaian Standar Pengelolaan diperoleh fakta mayoritas responden SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis memiliki dan melaksanakan secara konsisten pedoman 114 .52 % yang menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga pendidik dan kependidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis telah memenuhi kualifikasi minimal dan telah tersertifikasi. inspiratif. Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan mengacu kepada pemenuhan substansi Permendiknas Nomor Nomor 16 Tahun 2006 tentang kualifikasi guru (berijazah minimal S-1/D-IV dan memiliki kompetensi pedagogik.

67 % 115 . Pemenuhan Standar Pembiayaan secara maksimal akan memberikan kenyamanan bagi peserta didik dalam menempuh pendidikan serta kepercayaan pengguna jasa pendidikan lainnya. oleh dinas pendidikan (pemerintah daerah). Penilaian pendidikan dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. dan oleh pemerintah pusat. biaya pendidikan guru dan tenaga tata usaha). tranport kegiatan guru. penilaian pendidikan dilakukan secara berkala dan mengacu kepada program tahunan dan program semester yang disusun oleh guru serta kalender kegiatan sekolah.83 % menunjukkan bahwa pencapaian Standar Pengelolaan Pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik. Pada tingkat satuan pendidikan oleh guru dan sekolah. Angka ini menunjukkan bahwa pemenuhan Standar Pembiayaan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik. biaya operasional (pelaksanaan PBM dsb). gaji tata usaha. Pada dimensi pemenuhan Standar Pembiayaan ini terdeteksi sebesar 69.pengelolaan sekolah berdasarkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah sebagaimana tertuang dalam Per-mendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan. oleh satuan pendidikan. Pada dimensi pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan ini dapat diketahui sebesar 81. Hasil perhitungan atas data penelitian sebesar 70. gedung sekolah).72 % responden SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis telah memiliki standar pembiayaan pendidikan yang terdiri atas biaya investasi (lahan tanah. dan biaya personal (gaji guru.

Rata-rata 116 .10 Hasil Rata-rata Persentase Variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.67 594.00 68.72 81.37 %.89 85.responden SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Seukabumi telah melaksanakan secara konsisten penilaian pendidikan sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.10 di atas memperlihatkan rata-rata persentase dari kedelapan dimensi peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang mencapai 74.97 70.33 74. Angka tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan dan pemenuhan Standar Penilaian Pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada tingkat kategori yang baik.93 74.37 Jumlah Rata-rata = 594.36625 74.83 69.93 : 8 Rata-rata persentase Peningkatan Kualitas Pendidikan Tabel 4. Tabel 4. 1 2 3 4 5 6 7 8 Dimensi Pencapaian Standar Isi Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan Pelaksanaan Standar Proses Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Pencapaian Standar Pengelolaan Pemenuhan Standar Pembiayaan Pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan Jumlah % 68.52 75.

Dengan perolehan skor rata-rata sebesar itu mencerminkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis relatif cukup baik meskipun masih terdapat beberapa kekurangan dari dimensi-dimensi yang dikemukakan. yaitu yang terdiri atas (1) pencapaian standar isi. Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi  20  40  60 74. (2) pelaksanaan standar proses. dalam menyusun penskalaan dengan metode Likert’s Summated Rating.persentase di atas diperoleh dari persentase kategori masing-masing jawaban responden dengan berorientasi pada dimensi dan indikator yang ada. (5) pemenuhan standar sarana dan prasarana. (3) pencapaian standar kompetensi lulusan. (6) pemenuhan standar 117 . menandakan bahwa sekalipun belum sepenuhnya dilakukan.37  80  100 Dengan perolehan rata-rata persentase tersebut yang termasuk kategori sedang atau cukup baik. peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis telah relatif cukup baik dan cenderung sesuai dengan ketujuh dimensi yang dikemukakan. untuk mengetahui posisi setiap responden tentang suatu variabel ditentukan oleh skor maksimum dan skor minimum yang mungkin dicapai oleh setiap responden. (4) pemenuhan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Menurut Harun Al-Rasyid dalam Ating Somantri (2006).

5139 34.3 Analisis Regresi Linier Berganda Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengukur pengaruh antara lebih dari satu variabel prediktor (variabel bebas) terhadap variabel terikat. (7) pemenuhan standar pembiayaan. Uji normalitas dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov satu arah atau analisis grafis.dan (8) pelaksanaan standar penilaian pendidikan. 4. dilakukan uji asumsi klasik sebagai berikut.3056 39. Data yang baik dan layak untuk membuktikan model-model penelitian tersebut adalah data yang memiliki distribusi normal. Uji normalitas data bertujuan untuk mendeteksi distribusi data dalam suatu variabel yang akan digunakan dalam penelitian.1. Berikut ini adalah hasil uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov pada variabel independen dan variabel dependen.11 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pelaksanaan Pemberdayaan Peningkatan Anggaran Sumber Daya Kualitas Sekolah Manusia Pendidikan 72 72 72 Mean 34. Sebelum dilakukan analisis regresi linier berganda. 4.1 Pengujian Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas Distribusi Data Uji Normalitas data dilakukan sebelum data diolah berdasarkan model-model penelitian yang diajukan.3.pengelolaan.6250 N Normal Parameters 118 .1. Tabel 4.

Berdasarkan perhitungan SPSS diperoleh hasil seperti pada Tabel 4.72280 . Sig.74711 .151 . secara berturut-turut adalah 0.330 6.Std.948. Untuk menguji Heteroskedastisitas dapat diketahui dari nilai signifikan korelasi Rank Spearman antara masing-masing variabel independen dengan residualnya.137 . Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.161. Tabel 4.12 Correlationsa Pelaksanaan Pemberdayaan Peningkatan 119 .112 .100 -. Asymp signifikan untuk variabel Y. (2-tailed) a Test distribution is Normal. 4. dan sebaliknya jika lebih kecil dari α (5%) maka terdapat Heteroskedastisitas. dan 0.948 .135 5.135 untuk X1.279. 2) Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi liner kesalahan pengganggu (e) mempunyai varians yang sama atau tidak dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. 0.279 .12 berikut ini.076 untuk Y.151 1. Jika nilai signifikan lebih besar dari α (5%) maka tidak terdapat Heteroskedastisitas. b Calculated from data. untuk X1 sebesar 1.076 Hasil analisis Kolomogorov-Smirnov dengan nilai Z untuk Y sebesar 1.161 . dan untuk X2 sebesar 0.112 .70597 . Dari hasil tersebut nampak bahwa pada variabel Y.330 untuk X2. X1. dan X2. X1 dan X2 memiliki distribusi data yang normal.081 -.137 1.079 -.

000 .786** Sumber Daya Manusia . 3) Uji Multikolinieritas Uji Multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah terjadi korelasi yang kuat di antara variabel-variabel independen yang diikutsertakan dalam pembentukan model.Anggaran Sekolah Spearman's rho Pelaksanaan Anggaran Sekolah Correlation Coefficient Sig. .01 level (2-tailed).735** . Untuk mendeteksi apakah model regresi linier mengalami Multikolinearitas dapat diperiksa menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) untuk masing-masing veriabel independen. (2-tailed) .735** .13 Coefficientsa Collinearity Statistics Model 1 Pelaksanaan Anggaran Sekolah Tolerance .077 ** Correlation is significant at the .097 1. (2-tailed) 1.097 .653** .05) sehingga dapat diasumsikan bahwa tidak terjadi heterokesdasitas dalam model regresi ini. (2-tailed) Peningkatan Kualitas Pendidikan Correlation Coefficient Sig.760 120 .135 1. a Listwise N = 72 Hasil pengujian korelasi Spearman pada tabel di atas menunjukkan bahwa korelasi antara variabel X1 dan X2 dengan nilai residual adalah tidak signifikan (Sig > 0.135 Kualitas Pendidikan .653** . .568 VIF 1. Tabel 4. Pemberdayaan Correlation Sumber Daya Coefficient Manusia Sig.000 . yaitu jika suatu variabel independen mempunyai nilai VIF > 10 berarti telah terjadi Multikolinearitas.000 .077 .786** .

4) Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). = ρp = 0 Non Autokorelasi (Faktor pengganggu periode tertentu tidak berkorelasi dengan faktor pengganggu pada periode lain). dU = α . Nilai dL dan dU dapat dilihat pada tabel Durbin Waston. Untuk menguji Autokorelasi dapat dilihat dari nilai Durbin Waston (DW). a) Perumusan hipotesis : Ho : ρ1 = ρ2 =.760 a Dependent Variable: Peningkatan Kualitas Pendidikan Dari output di atas diperoleh nilai VIF untuk kedua variabel bebas adalah sebesar 1. berarti bebas dari Autokorelasi. yaitu jika nilai DW terletak antara du dan (4 – dU) atau du ≤ DW ≤ (4 – dU)...568 1. yaitu nilai dL . k adalah jumlah variabel.760 < 10) sehingga dapat disimpulkan bahwa pada data tidak terdapat masalah multikoliniearitas. 121 . Keterangan : n adalah jumlah sampel. (k – 1).Pemberdayaan Sumber Daya Manusia . Jika nilai DW lebih kecil dari dL atau DW lebih besar dari (4 – dL) berarti terdapat Autokorelasi. n .760 yang ternyata lebih kecil daripada 10 (1. dan α adalah taraf signifikan.

68026 DurbinWatson 1. Table 4.841a R Square .1 Daerah Penerimaan & Penolakan Ho. berarti tidak terjadi autokorelasi. Pelaksanaan Anggaran Sekolah Dependent Variable: Peningkatan Kualitas Pendidikan 122 .707 Adjusted R Square . maka tidak dapat disimpulkan ada tidaknya autokorelasi. Grafik 4. Jika dL < d-hitung < dU atau (4-dU) < d-hitung < (4-dL).Ha : ρ1 = ρ2 = . berarti ada autokorelasi.821 Predictors: (Constant). = ρp ≠ 0 Autokorelasi (Faktor pengganggu periode tertentu berkorelasi dengan faktor pengganggu pada periode lain). Error of the Estimate 3..0 for Windows diperoleh output sebagai berikut. Jika dU > d-hitung < (4 – dU).14 Model Summaryb Model 1 a b R . b) Kriteria pegujian : Jika d-hitung < dL atau d-hitung > (4-dL).699 Std. Ho diterima. Uji Autokorelasi Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 12. Ho ditolak.. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia.

731 .724 7.667 . Tabel 4.2 Pembentukan Model Regresi Linier Berganda Berdasarkan hipotesis yang diajukan.34 yang berarti tidak terdapat autokorelasi pada serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu.1. 4.376 + 0. Y = a + b 1 X 1 + b2 X 2 Dengan menggunakan aplikasi SPSS 12. Pemberdayaan Sumber Daya .236 Standardized Coefficients Beta 2.15 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Pelaksanaan Anggaran Sekolah B 9.008 t Sig.742 Std.376 .101 Manusia a Dependent Variable: Peningkatan Kualitas Pendidikan Berdasarkan tabel di atas dapat dibuat model regresi sebagai berikut. Error 3.122 . teknik analisis data dengan menggunakan Analisis Regresi Berganda dengan model persamaan sebagai berikut.3.471 . maka peningkatan kualitas pendidikan (Y) nilainya 9.282 .742X1 + 0.376.087 .821 berada pada interval 1.0 for Windows diperoleh taksiran regresi sebagai berikut.717 2. 123 .66 – 2.376 mengandung arti jika pelaksanaan anggaran sekolah (X1) dan pemberdayaan sumber daya manusia (X2) nilainya sama dengan 0. 1) Konstanta sebesar 9. Ŷ = 9.277 .277X2 Persamaan regresi yang terbentuk dapat diartikan sebagai berikut.Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai Durbin Watson (d) sebesar 1.

Hal ini berarti jika skor pemberdayaan sumber daya manusia (X 2) naik sebesar satu satuan.2 Terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pember-dayaan sumber daya manusia secara bersama-sama terhadap peningkatan kualitas pendidikan 124 .20 % dengan asumsi variabel bebas lainnya tetap. 4.742 kali atau sebesar 74. yaitu sebesar 0. HA : βi ≠ 0 i = 1.1. 3) Variabel pemberdayaan sumber daya manusia (X2) memiliki koefisien regresi positif. akan dilakukan pengujian hipotesis secara simultan dengan menggunakan uji F.3. Hipotesis yang diajukan pada pengujian ini adalah sebagai berikut.277 kali atau 27. Hal ini berarti jika skor pelaksanaan anggaran sekolah (X 1) naik sebesar satu satuan.70 % dengan asumsi variabel bebas lainnya tetap.3 Pengujian Hipotesis Secara Simultan Untuk membuktikan apakah model regresi yang telah diperoleh di atas dapat digunakan atau tidak. maka peningkatan kualitas pendidikan (Y) akan mengalami peningkatan sebesar nilai koefisien regresinya.2) Variabel pelaksanaan anggaran sekolah (X1) memiliki koefisien regresi positif. HO : βi = 0 i = 1. maka peningkatan kualitas pendidikan (Y) akan mengalami peningkatan sebesar nilai koefisien regresinya.2 Tidak terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia secara bersama-sama terhadap peningkatan kualitas pendidikan. yaitu sebesar 0.

000a Residual 934. Pelaksanaan Anggaran Sekolah b Dependent Variable: Peningkatan Kualitas Pendidikan Model Berdasarkan output di atas diperoleh nilai Fhitung sebesar 83.368 . Ada dua cara untuk mengambil kesimpulan dalam uji simultan ini. Squares Square 1 Regression 2258. Dengan demikian. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0.875 71 a Predictors: (Constant). Karena nilai signifikansi lebih kecil daripada nilai alpha maka HO ditolak dan menerima HA.318 2 1129. yaitu sama-sama menolak HO dan menerima HA.368 sedangkan nilai Ftabel pada derajat kebebasan (2.000 sedangkan α (tingkat kekeliruan) yang diambil adalah 0.16 ANOVAb Sum of Mean df F Sig. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia. 1) Membandingkan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel.Uji statistik yang digunakan adalah uji F dengan menggunakan SPSS 12. Kedua cara pengambilan keputusan tersebut di atas ternyata memberikan hasil yang sama. Sebagaimana diketahui bahwa nilai Fhitung yang diperoleh adalah 83.0 for Windows sebagaimana terlihat pada output sebagai berikut. 125 . Tabel 4.557 69 13.05.70) dan α (tingkat kekeliruan) 0. 2) Membandingkan nilai signifikansi dengan nilai alpha.544 Total 3192.159 83.05 adalah 3. sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa HO ditolak dan HA diterima.134).368 > 3.000.134. Oleh karena itu tampak bahwa nilai F hitung jauh lebih besar daripada Ftabel (83. yakni sebagai berikut.368 dan p-value sebesar 0.

pada tingkat kepercayaan 95% (α = 5% atau 0. model regresi berganda yang digunakan bermakna.841 . Tabel di bawah ini merupakan perhitungan koefisien determinasi dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 12.68026 a Predictors: (Constant). Error of the Estimate 1 . Pemberdayaan Sumber Daya Manusia.699 3. Tabel 4.17 Hasil Uji Determinasi Model R Model Summary Adjusted R R Square Square Std.0 for Windows berdasarkan persamaan regresi linier berganda.707 .05) terdapat pengaruh positif dan signifikan bahwa variabel pelaksanaan anggaran sekolah (X1) dan pemberdayaan sumber daya manusia (X2) terhadap peningkatan kualitas pendidikan (Y) pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Besarnya pengaruh secara bersama-sama variabel pelaksanaan anggaran sekolah (X1) dan pemberdayaan sumber daya manusia (X2) terhadap peningkatan kualitas pendidikan (Y) pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dapat dilihat dari koefisien determinasi (R2). Pelaksanaan Anggaran Sekolah b Dependent Variable: Peningkatan Kualitas Pendidikan 126 . Oleh karena itu.

Pada tabel di atas terlihat nilai koefisien determinasi (R square) adalah sebesar 0.18 Model Summary Model R R Square Adjusted Std. Karena nilai thitung (7.4. maka HO ditolak dan HA diterima.1 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Berdasarkan output pada tabel 4.717) lebih besar daripada nilai ttabel (1.671.1.717 sedangkan ttabel pada α (tingkat kekeliruan) 0.3.707.70 % perubahan peningkatan kualitas pendidikan (Y) pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dapat dijelaskan (dipengaruhi) oleh pelaksanaan anggaran sekolah (X1) dan pemberdayaan sumber daya manusia (X2). Tabel 4.30 % merupakan pengaruh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Besar pengaruh antar kedua variabel tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.3. Sedangkan sisanya sebesar 29. Error Change Statistics 127 .671) pada tingkat kekeliruan 5% dan db = 60. Nilai ini mengandung makna bahwa sebesar 70. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat kepercayaan 95% terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 4.4 Pengujian Hipotesis Secara Parsial 4.05 dan db = 72 – 2 = 70 untuk pengujian satu sisi adalah 1.15 dapat diketahui nilai thitung untuk X1 adalah sebesar 7. Kriteria pengujian satu sisi adalah ’tolak Ho jika thitung > ttabel’.1.

676 145.676 . Dengan mengontrol variabel X2.15 juga dapat diketahui bahwa nilai t hitung untuk X2 adalah 2. Pelaksanaan Anggaran Sekolah Tabel 4. Sedangkan sisanya sebesar 32.R Square 1 .731 sedangkan ttabel pada α (tingkat kekeliruan) 0.830 1 df2 70 Sig. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dipengaruhi oleh pelaksanaan anggaran sekolah.822a .1. maka akan semakin baik pula peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta l di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 4.4.671 of the R Square F Change df1 Estimate Change 3.2 Pengaruh Sumber Daya Manusia Sekolah terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Berdasarkan tabel 4.05 dan db = 72 – 2 = 70 untuk 128 .18 di atas menunjukkan koefisien determinasi untuk variabel peningkatan kualitas pendidikan (Y) dan proses pelaksanaan anggaran (X 1) adalah 0.676.40 % merupakan pengaruh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.3. semakin baik pelaksanaan anggaran sekolah dilakukan.000 a Predictors: (Constant). F Change . Dengan kata lain. Sebaliknya.60 % perubahan peningkatan kualitas pendidikan (Y) pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dipengaruhi oleh pelaksanaan anggaran sekolah (X1). nilai ini mengandung makna bahwa sebesar 67.84623 . makin tidak baik pelaksanaan anggaran sekolah akan berakibat semakin tidak baiknya peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.

pengujian satu sisi adalah 1.359 1 70 .19 di atas menunjukkan koefisien determinasi untuk variabel peningkatan kualitas pendidikan (Y) dan pemberdayaan sumber daya manusia (X 2) adalah 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat kepercayaan 95% terdapat pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. maka HO ditolak dan HA diterima.447 Change Statistics Std. Karena nilai thitung (2. Error of the R Square Sig. F Estimate Change F Change df1 df2 Change 4.455 58.671) pada tingkat kekeliruan 5% dan db = 60.000 a Predictors: (Constant).455 .671. nilai ini mengandung makna bahwa sebesar 45.731) lebih besar daripada nilai ttabel (1.98745 . Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong 129 . Sedangkan sisanya sebesar 54.19 Model Summary Model 1 R .674a Adjusted R Square R Square .455. Kriteria pengujian satu sisi adalah ’tolak Ho jika thitung > ttabel’. Besar pengaruh antar kedua variabel tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.50 % perubahan peningkatan kualitas pendidikan (Y) pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dipengaruhi oleh pember-dayaan sumber daya manusia (X2). Dengan mengontrol variabel X1. Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X 2) Tabel 4.50 % merupa-kan pengaruh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4. Artinya.Karang Tumaritis dipengaruhi oleh pemberdayaan sumber daya manusia. semakin baik pelaksanaan anggaran sekolah digunakan (dengan mengacu kepada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). Hanushek. Hal ini menunjuk-kan bahwa SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang menjadi responden penelitian ini telah melaksanakan program kegiatan sekolah yang ditunjang dengan pelaksanaan anggaran dengan cukup baik. 4. Sebaliknya. Pembahasan berikut ini bertujuan untuk menjelaskan secara teoritis dan dukungan empiris terhadap hasil pengujian hipotesis.1 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan anggaran sekolah berpengaruh positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan. dalam Psacharopoulos (2002: 33) menyatakan bahwa “ Studies of educational production function (also referred to as input-output analysis or cost130 . makin tidak baik pemberdayaan sumber daya manusia akan berakibat semakin tidak baiknya peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.2. maka akan semakin baik pula peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. semakin baik pemberdayaan sumber daya manusia dilakukan.2 Pembahasan Pengujian terhadap 3 (tiga) hipotesis alternatif yang diajukan dalam penelitian ini ternyata dapat diterima. Dengan kata lain. akan semakin baik pula peningkatan kualitas pendidikan yang berlangsung di sekolah.

Dengan demikian. dan dalam transformasi input ke output tersebut sudah tentu melewati suatu proses (proyek atau aktivitas). tentu akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Denny Supriatna. 131 . Drs. serta konsisten mengacu kepada RKAS. Kepala SMP Negeri 1 Cicurug Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis mengemukakan bahwa pencapaian kualitas pendidikan hampir sulit dilakukan jika tidak ada keterlibatan penggunaan anggaran.quality studies) examine the relationship among the different inputs into the educational process and outcomes of the process ”. Betapa pun kecilnya anggaran yang ada pada sebuah sekolah. jika digunakan dengan efektif. efisien. dalam konteks ini pembiayaan (anggaran) atau cost dipandang sebagai faktor input yang memberi kontribusi pada proses pendidikan dalam membentuk atau mem-pengaruhi kualitas pendidikan (output). kualitas pendidikan sebagai output di antaranya dipengaruhi oleh pelaksanaan anggaran sekolah. Dengan kata lain. Dalam wawancara secara terpisah. Seluruh input (termasuk anggaran) diperhitungkan dalam kaitannya dengan output atau dengan efektivitas pencapaian tujuan (output). Dengan melihat komponen tersebut. sehingga hubungan antara pelaksanaan anggaran sekolah dan kualitas pendidikan dianggap sebagai suatu sistem dengan komponen-komponen yang terdiri dari Input – Proses – Output. dapatlah dipahami bahwa kualitas output tergantung atau ditentukan oleh bagimana kualitas input serta bagaimana mengelola proses dalam kerangka membentuk output.

Termasuk di dalam perubahan global adalah profesi guru.4. tugas guru juga dituntut profesional dalam bidangnya (Education International. Tingkat partisipasi warga sekolah yang dapat diber-dayakan terdiri atas berbagai aspek yang berkaitan langsung maupun tak langsung dengan kompetensi yang dimiliki masing-masing warga sekolah. Si. Endang Suparman. Dimensi-dimensi yang diberdayakan meliputi berbagai kemampuan profesional tenaga pendidik dan kependidikan. Kepala SMP Plus Zainabiyah Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis serta Drs. Sesuai dengan tuntutan perubahan masyarakat global. Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 1998: 112). Muhammad Bakir. pelayanan terhadap pengguna jasa pendidikan di tingkat sekolah.. M. Drs.Pd. yaitu dengan persaingan.2. M. serta upaya aktualisasi diri dan peningkatan kemampuan. Pertumbuhan lembaga pendidikan yang lebih menyerupai industri pendidikan menuntut penataan sektor132 .2 Pengaruh Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan yang diselenggarakan di tingkat satuan pendidikan. Kepala SMP Taman Siswa Cibadak. Era globalisasi mengubah hakekat kerja dari amatiran menuju kepada profesionalisasi di segala bidang dan aspek kehidupan. Sejalan dengan pemikiran tersebut. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memunculkan paradigma baru dalam mencapai keberhasilan. mengemukakan secara terpisah bahwa persaingan antarsekolah pada saat ini sulit dihindari. sehingga kemampuan daya saing profesional bisa lebih kompetitif. Tantangan persaingan yang semakin tajam pada era globalisasi menuntut peningkatan kualitas profesi dan efisiensi secara terus menerus.

Arah persaingan tersebut sangatlah jelas. tidak saja sanggup meraih setiap peluang kerja yang tersedia melalui investasi. yakni di antaranya untuk mampu menarik kepercayaan masyarakat agar mereka mau memasukkan anak-anak ke sekolah tersebut. serta kualitas guru yang meningkat. Masyarakat yang berkualitas.sektor manajemen seperti pemberdayaan sumber daya manusia. Sebab kebijakan peningkatan mutu pendidikan yang tinggi jika disikapi secara konsisten. sehingga harus ada komitmen dari semua pihak terutama para penentu kebijakan pendidikan untuk mengambil kebijakan yang berorientasi pada mutu pendidikan yang berkualitas. Investasi pembangunan pendidikan yang memadai akan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dengan efek berganda yang besar melalui pembangunan sekolah. Program pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi sangat penting karena banyak permasalahan yang terdapat dalam institusi pemerintahan. yang akhirnya mampu menghasilkan warga negara yang kompetitif dalan jumlah yang besar. pengadaan dan perawatan infrastruktur pendidikan. sehingga lembaga pendidikan dapat mempertahankan eksistensinya serta tetap survive. baik dalam 133 . Guru yang profesional bukan sekedar sebagai alat untuk transmisi kebudayaan akan tetapi mentransformasikan kebudayaan itu ke arah budaya yang dinamis dan menuntut penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Apalagi masalah pendidikan merupakan masalah lintas sektoral. serta kualitas pelayanan pendidikan dalam berbagai bentuk. produktivitas yang tinggi dan kualitas karya yang mampu meningkatkan daya saing. akan menghasilkan lulusan yang kompeten. tetapi juga sanggup menciptakan lapangan kerja yang baru. khususnya guru. lembaga kemasyarakatan dan berbagai kegiatan di masyarakat yang efektivitasnya tergantung kepada kualitas sumber daya manusia.

4. menurut Damanhuri (2004) merupakan salah satu faktor kunci dalam menuju kesejahteraan. dan (4) quality assurance. iklim. Aspek mutu proses pendidikan mencakup unsur-unsur berikut ini. masukan lingkungan (environmental inputs). masukan dasar (raw inputs) yang terdiri atas peserta didik dengan segala karakteristik dan latar belakangnya.3 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Peningkatan kualitas pelaksanaan anggaran sekolah dengan disertai pemberdayaan sumber daya manusia yang ada di sekolah yang baik akan menyebabkan peningkatan kualitas pendidikan ke arah yang baik pula. Pertama. Sumber daya manusia. (3) output. Pertama. masukan instrumental. kelembagaan/keorganisasian dengan kelengkapannya serta fasilitas penunjangnya. Kualitas pendidikan sebagaimana dikemukakan oleh Satori (2001) meliputi mencakup aspek-aspek: (1) input. Aspek input atau masukan. iklim sekolah yang mempresentasikan harapan peserta didik. Ketiga. dana. ketertiban dan disiplin. seperti tenaga atau sumber daya manusia. yaitu budaya. (2) proses. 134 . Kedua. komitmen dan sebagainya. meliputi hal-hal berikut ini.kemampuan intelektual maupun integritas moral dalam tanggung jawabnya pada kemasyarakatan. sarana prasarana.2. dan kesehatan organisasi.

sistem penjadwalan dan sistem pembelajaran. diperolehnya prestasi belajar siswa yang ditandai dengan Nilai Ujian Nasional atau Ijazah yang unggul dan kompetitif bagi kelanjutan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. fleksibilitas dalam hal melakukan inovasi dan perbaikan secara berkelanjutan. dan lamanya keberadaan di sekolah. variasi dalam strategi belajar. kapibilitas tenaga kependidikan. akuntabilitas eksternal yang adekuat dilihat dari tuntutan pihak-pihak yang berkepentingan dan tantangan dari lingkungan strategikkompetitifnya yang senantiasa berubah secara dinamis. mutu pendidikan dapat ditampilkan dengan parameter mutu masukan. yang ditandai dengan adanya guru berprestasi. Hal ini dimaksudkan untuk menjawab tuntutan dan tantangan lingkungan kehidupan yang senantiasa berubah. status sekolah unggulan dan sebagainya. Kedua. frekuensi tugas/pekerjaan rumah. kondisi proses belajar mengajar yang berkenaan dengan lamanya waktu belajar dan mengajar. ganjaran dan intensif. Sedangkan dari aspek quality assurance atau jaminan mutu. fleksibilitas dan otonomi pedagogik. Ketiga. Pertama. frekuensi penilaian kemajuan siswa berikut umpan baliknya. Keempat. Ketiga. Mutu pendidikan dari aspek output atau hasil direfleksikan oleh unsur-unsur berikut ini. dan sebagainya. diperolehnya performance guru dalam mengajar. Kedua. Keberhasilan sekolah dalam 135 . bertambahnya jumlah peserta didik yang mendaftarkan diri ke sekolah sebagai konsekuensi dari rasa kepuasan publik dan pertanggungjawaban publik. Kelima. mutu proses dan mutu hasil pendidikan di sekolah sebagai bentuk pertanggungjawaban baik kepada masyarakat pemakai jasa pendidikan maupun kepada pemerintah.

and understanding is basic to appresciation. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. and appreciation is basic to support ”. yang pada akhirnya bermuara kepada kualitas pendidikan itu sendiri. Brownell (1995: 34) yang menyatakan bahwa ”Knowledge of the program is essential to understanding.memberdayakan manajemen sekolah serta akuntabilitas penggunaan anggaran pada dasarnya merupakan bentuk quality assurance yang banyak dituntut oleh masyarakat. jelas dan komprehensif tentang sekolah merupakan salah satu faktor pendorong lahirnya dukungan dan bantuan mereka terhadap sekolah. Dengan adanya jaminan mutu inilah akan muncul pula bentuk-bentuk dukungan masyarakat yang dapat meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan. Pemahaman masyarakat yang mendalam.1 Kesimpulan 136 . L. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh C.

676 mengandung makna bahwa secara terpisah proporsi varian mutu pengelolaan sekolah dipengaruhi oleh proses penyusunan anggaran sebesar 67.742X1 + 0. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia yang baik secara bersamasama akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.707 yang berarti bahwa 70.60 %.277X2. diperoleh kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut.70 % proporsi mutu pengelolaan sekolah dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh kedua variabel bebas yang dikaji dalam penelitian ini. Koefisien korelasi kedua variabel (ry1) sebesar 0. Hal 137 .Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan serta analisis atas data tersebut.822 dan koefisien determinasi (rxy1) sebesar 0.841 dengan koefisien determinasi (rx1x2y) = 0. (1) Proses pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia secara simultan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Persamaan regresi yang menunjukkan hubungan antara kedua variabel bebas secara bersama-sama dengan variabel mutu pengelolaan sekolah ditunjukkan oleh model regresi ganda Ŷ = 9. (2) Proses pelaksanaan anggaran sekolah secara parsial berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan121 pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Koefisien korelasi ganda yang dihasilkan adalah (rx1x2y) = 0.376 + 0.

ini menunjukkan bahwa dengan adanya pelaksanaan anggaran sekolah yang baik akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 5. (1) Sangat disarankan bahwa dalam pelaksanaan anggaran sekolah selalu menunjukkan konsistensi terhadap RKAS yang disusun serta mengedepankan aspek-aspek akuntabilitas.455. Koefisien korelasi kedua variabel (ry2) adalah 0.674 dengan koefisien determinasi (r2y1) sebesar 0. 138 . Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya pember-dayaan sumber daya manusia yang baik akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. transparansi.50 %.2 Saran-saran Saran-saran dan rekomendasi yang dapat disampaikan pada kesempatan ini adalah sebagai berikut. (3) Pemberdayaan sumber daya manusia secara parsial berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. efektivitas dan efisiensi. Hal ini mengandung makna bahwa secara terpisah proporsi varian mutu pengelolaan sekolah dipengaruhi oleh peran pengawasan komite sekolah sebesar 45.

sekolah mampu melakukan manuver yang tidak menyimpang dari peraturan perundangan yang berlaku dan tetap mampu menjalankan kegiatan dan anggaran sekolah secara fleksibel.Meskipun demikian. jika terjadi ketidaksesuaian antara program kegiatan dengan kondisi nyata di lapangan. (2) Sekolah seharusnya dapat melakukan pembinaan sumber daya manusia (terutama personal sekolah yang terdiri atas guru-guru dan staf tata usaha sekolah) secara terprogram dan berkesinambungan dengan perlakuan evaluasi secara tetap. Kedua sikap ini akan berdampak terhadap konsistensi pelaksanaan program peningkatan mutu sekolah yang sesuai dengan rencana strategis. dalam upaya memberdayakan sumber daya manusia. Pelaksanaan proses pembelajaran yang mengacu kepada Standar Proses merupakan kunci utama dari pencapaian kualitas pembelajaran di tingkat satuan pendidikan. Kunci dasar dari keberhasilan pengelolaan sekolah sangat bergantung kepada penerapan manajemen serta sikap keterbukaan dan ketegasan pimpinan sekolah. 139 . Di sisi lain. Pelaksanaan proses pembelajaran yang benar dan baik akan berdampak terhadap perbaikan konteks lainnya. sekolah sebaiknya dapat menerapkan sistem manajemen mutu terpadu yang berakar pada manajemen berbasis sekolah. Sumber daya manusia merupakan asset tetap sekolah yang dapat berkembang dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah untuk mencapai tujuan-tujuan serta sasaran pengembangan program sekolah. (3) Kontrol terhadap pelaksanaan proses pembelajaran sehari-hari disarankan dapat dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. seperti pengembangan Standar Isi.

maupun wawasan penulis dalam memahami dan menguasai bidang keilmuan dan praktik administrasi pendidikan di lingkungan persekolahan. sudah barang tentu akan terdapat kekeliruan. Keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. telah dilakukan upaya semaksimal dan seteliti mungkin dengan menggunakan prosedur metode berpikir dan penelitian ilmiah.peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan. sebaik apa pun metode yang digunakan. (1) Data penelitian tentang pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang diperoleh melalui angket yang diberikan kepada responden dengan tanpa syarat dan implikasi sosial maupun kedinasan.3 Keterbatasan Sebagaimana telah dikemukakan pada Bab I bahwa tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh proses penyusunan anggaran subsidi SSN dan peran pengawasan komite sekolah terhadap mutu pengelolaan sekolah pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. kekurangan. 5. pembiayaan sekolah. dan keterbatasan. waktu. 140 . hingga penilaian pendidikan dalam pengertian terbatas maupun luas. baik dari sisi tenaga. pengadaan sarana dan prasarana sekolah. Akan tetapi. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut.

karena pernyataan tersebut mengenai ukuran keperluan yang memungkin-kan responden banyak memilih kategori 5 (seluruh isi pernyataan benar) dan 4 (sebagian besar isi pernyataan benar) untuk mengukur keperluannya saja tanpa diketahui apakah hal tersebut diimplementasikan ataukah tidak. sebagai data pendukung. Untuk itu. kemampuan responden untuk mengungkapkan keadaan yang sebenarnya masih perlu dipertanyakan. (3) Penelitian ini mengukur pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal 141 . Oleh sebab itu.” (2) Pernyataan dalam kuesioner atau angket yang diberikan kepada responden dapat menyebabkan responden menjawab secara subjektif dan tidak jujur. dalam rangka memperoleh data objektif telah diusahakan untuk mengimbau responden dengan memberikan petunjuk pada lembar kuesioner dengan kalimat ”Jawaban tidak memberi-kan pengaruh apa pun terhadap kondisi kedinasan responden. Seluruh pertanyaan/pernyataan dalam angket ini semata-mata untuk keperluan penelitian. penulis melakukan wawancara singkat dengan beberapa kepala sekolah (SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis) dan menganalisis data yang diperoleh itu sesuai dengan keperluan penelitian. Dalam hal ini. ada kemungkinan bahwa responden tidak memberikan jawaban yang objektif sehingga memungkin-kan untuk menjawab pertanyaan tidak sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.Dengan demikian.

Gorowong Karang Tumaritis. 72 orang pengurus komite sekolah. Akan tetapi. yakni sebanyak 72 orang kepala sekolah.69% populasi (260 SMP Negeri dan Swasta yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis). (5) Penelitian ini hanya mengkaji pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan. (4) Analisis deskriptif pada laporan ini tidak disajikan secara terperinci pada setiap sekolah. diharapkan akan dapat melakukan pengembangan dan perbaikan melalui pencarian variabel-variabel yang lebih determinan dan strategis. Hal ini disebabkan oleh penelitian ini merupakan penelitian atas pemberdayaan lembaga dalam 142 . sehingga bagi peneliti yang merasa tertarik pada konteks penganggaran berbasis kinerja di lingkungan sekolah. dalam perhitungan data hasil penelitian tetap dilakukan secara keseluruhan sehingga meminimal-kan adanya informasi data yang tidak valid. hal ini dilakukan mengingat jumlah responden yang relatif banyak serta waktu yang terbatas. dan 72 orang guru senior pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. sehingga dimungkinkan adanya subjektivitas responden dalam pengisian kuesioner sehubungan dengan penggunaan skala Likert yang memiliki resiko inheren. (6) Penelitian ini hanya menjangkau 27. Hal ini diusahakan untuk dikurangi melalui upaya peneliti dalam menjelaskan maksud penelitian dan pernyataan yang diajukan sehingga diharapkan dapat mengurangi adanya bias dan ekstrimitas jawaban responden.

hal pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan. 143 . tidak ada jaminan bahwa kesimpulan hasil penelitian ini dapat diterapkan di tempat lain. Dengan demikian.

org/book/pm/>. Introducing and Sustaining TQM. Harry P. Total Quality Management (TQM). Universitas Pendidikan Indonesia Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana. diunduh tanggal 25 Mei 000000. Djam’an Satori. 1999. Brownell.L. Heizer . Vincent. Pengawasan Pendidkan di sekolah.C. 1-33. Co. New York: Mc Grow Hill Bool Company. Total Quality Management: An Effective Management Tool. New Jersey: Pearson Education. p. Bandung.: The Urban Institute Press.. 1997. Fandy Tjiptono. pp. Hatry. www. Dale.DAFTAR PUSTAKA Abdullah NS. Management Accounting. Jaz dan Barry Render.casact. New York: Thomson Corporation.com . Pemberdayaan Budaya Organisasi sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kinerja Lembaga Pendidikan.G. 5th edition. Don R. and Mowen. download 15 Agustus 2010 David Osborne & Ted Gaebler. 1992. Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah. Terdapat pada <http://www.blackwellpublishing. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset. 144 . 1999. Dale. London UK: Addison-Wesley Publ. USA. and J. Performance Measurement. Z. Inc. Artikel dalam Mimbar Pendidikan Nomor 3 Tahun XVII – 1998. download 15 Agustus 2010. Maroon T. Yogyakarta: Adicipta.101-123. www. Washington. 2000. 2003. 2003. 1993.urban. L. Performance Measurement: Getting Results. 1998. Total Quality Management. Garspersz. D. Bandung: IKIP Bandung. 2001. C. 1995. Production and Operations Management. Reinventing Government. Developing. Gans. 1998. Public Relation in Education. P. B. Besterfield H.. Bhat. 2001. V. Maryanne M. Cozzolino. Getting Result. Fasli Jalal dan Dedi Supriyadi (ed). Yogyakarta: Andi Offset. H. Sistem Manajemen Kinerja Terintegrasi Balanced Scorecard dengan Six Sigma untuk Organisasi Bisnis dan Pemerintahan Hansen.org. Allyn and Bacon.. Hatry. 1996.

Jones. D. New York. Josep M. Bahan Ceramah di Pondok Assalam. Public Sector Accounting. PT. Total Quality Management in Education. Principles of Marketing. Surakarta 19 Februari. Kluvers. " Returns to investment in education : a further update. Juran on Planning for Quality. Metode Penelitian. 2002. George & Patrinos. Nasution. Human Resourse Management in Education (Manajemen SDM dalam Pendidikan). 58 (3): 68-77. 2002. Artikel pada Jurnal Akuntansi Pemerintah. 1988. 2005. 1999. 2000. 1997. Knowledge Management in Education. YKPN. 1997. Edward. The World Bank. ANDI. London: Kogan Page Ltd. Analisa Perencanaan Implikasi dan Kontrol Jilid I. and Jones. Inc Karsidi. November 2006. 2000. Prennalindo Jakarta Mardiasmo. Pitman Publishing.. Mohammad Nasir. Yogyakarta: Q-Media. Akuntansi Sektor Publik. Psacharopoulos. Kotler. 2003. Yogyakarta. Washington DC: Juli 2000 Jones. J. Mulyadi. London: Kogan Page Limited. Juran. Pendlebury. J.Hindri Asmoko. Manajemen Pemasaran. 5th Edition. Ravik. Volume 2. M. Juran. R. dan Walters. Philip. Sallis. ISBN-13: 9780130998163 Kotler. To PPB or Not PPB – Budgeting in Victorian Local Government. New Jersey: Prentice Hall Inc. Juran”s Quality Control Handbook (4th edition). J. 2009. New York: The Free Press." Policy Research Working Paper Series 2881. Mc Graw Hill Book. Sallis. Jakarta: Ghalia Indonesia. London. Australian Journal of Public Administration. 2000. Gyrna. 2004. Jakarta: Ghalia Indonesia. Sistem Akutansi. Pengaruh Penganggaran Berbasis Kinerja terhadap Efektivitas Pengendalian. Nomor 2. Gary. 145 . P. M. 2006. Yogyakarta. 8th edition. Edward. & Frank M. 2000. dan M. Harry Anthony. 2002. Third edition. L. International Education. Highlights from the Second World Congress of Education International. Upper Saddle River. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan. Nur. NY. Manajemen Mutu Terpadu. 1989. R.

Sedarmayanti. Yogyakarta: Penerbit Kanisius Sugiyono. Bandung: Alfabeta. Aileen Mitchel. Sugiyono. Stewart. Statistika untuk Penelitian. 2003. Metode Penelitian Administrasi. Margono. Mark Esterby. Organizational Learning and The Learning Organization: Developments in Theory and Practice. dan Effendi. Bandung: Mandar Maju Singarimbun. Bandung: Alfabeta. Metode Penelitian Survei. 1999. Slamet. 2009. Empowering People: Pemberdayaan Sumber Daya Manusia. 2004. 1998. Public Budgeting & Finance. F. The Benefits and Threats of PBB: An Assesment of Modern Reform. J. IPB Bogor. Jakarta: LP3ES. 1999. Smith. Smith. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Masri. Filosofi Mutu dan Penerapan Prinsip-Prinsip Manajemen Mutu Terpadu. London EC2A 4PU: SAGE Publication Ltd. Fall: 3-14. 146 . Riset Sumber Daya Manusia dan Administrasi . Membangun Sistem Manajemen Kinerja Guna Meningkatkan Produktivitas Menuju Good Governance. 2004. 2004. 1999. H. Umar.

. Wassalam war wab..... Hormat kami. Dalam rangka meneliti pengaruh pengalokasian anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.... GATOTKACA 147 ..Yth.... Kami sangat berharap Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini sesuai dengan konteks sekolah Bapak/Ibu sehingga data yang kami peroleh memiliki validitas yang dapat dipertanggungjawabkan.. di Kabupaten/Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis Assalamu’alaikum war wab........ Atas bantuan serta partisipasi Bapak/Ibu.......... Untuk itu... kami memohon bantuan Bapak/Ibu untuk dapat mengisi kuesioner ini. semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal. Bapak/Ibu Kepala SMP Negeri/Swasta .... berikut ini kami sampaikan sejumlah pertanyaan dan pernyataan yang kami anggap relevan untuk hal tersebut. kami sampaikan terima kasih.

148 ......................... Jenis Kelamin d............... PETUNJUK PENGISIAN a........................ Pendidikan : Kepala Sekolah / Guru Senior/ Komite Sekolah : ......... : ....... tahun : Laki-laki/Perempuan *) : ........... Jawaban yang Bapak/Ibu/Saudara berikan tidak berpengaruh apa pun terhadap karir maupun jabatan Bapak/Ibu/Saudara..... Umur c.... KARAKTERISTIK RESPONDEN a..........PETUNJUK ANGKET Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan 1. d... Sangat diharapkan Bapak/Ibu/Saudara untuk menjawab seluruh pertanyaan pada kuesioner ini dengan jujur dan sesuai dengan keadaan sekolah yang sebenarnya.. Bapak/Ibu/Saudara dapat memberikan tanda silang (X) pada kolom pilihan jawaban sesuai dengan pertanyaan/pernyataan yang dikemuka-kan. Jabatan e........ c.. b........................... Bapak/Ibu/Saudara dapat memilih salah satu alternatif jawaban sebagai yang disediakan pada masing-masing item angket............................ 2... Status b..

Penggunaan anggaran hemat. Pelaksanaan anggaran sesuai dengan sasaran-sasaran kegiatan sekolah yang tersusun dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Perubahan anggaran dilakukan jika terjadi ketidaksesuaian antara satuan-satuan kegiatan dengan jumlah anggaran yang tersedia. 3. Penggunaan anggaran terarah dan terkendali sesuai dengan rencana yang tertuang program/kegiatan. Anggaran sekolah disampaikan kepada masyarakat melalui media tertentu serta penggunaannya dipublikasikan secara bertahap sesuai dengan peraturan yang 4 3 2 1 2. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. tidak mewah. Pelaksanaan anggaran dilakukan secara luwes. 6. 4. disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang berlangsung.Angket untuk Kepala Sekolah Komponen Pelaksanaan Anggaran Sekolah Anda dapat memberikan tanda silang (X) pada kolom alternatif jawaban dengan ketentuan pilihlah: 5 4 3 2 1 jika isi pernyataan yang disajikan seluruhnya benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika sebagian besar isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika setengah dari isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika hanya sebagian kecil isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika isi pernyataan yang disajikan tidak sesuai dengan kondisi nyata sekolah. 5. Alternatif Jawaban Pernyataan 5 1. atau satuan kegiatan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah sehingga perlu diganti dengan satuan kegiatan lain yang lebih memungkinkan. 149 . efesien. tidak kaku.

Evaluasi penggunaan anggaran dilakukan secara berkala setiap bulan. setiap kegiatan yang dilaksanakan. serta mempertimbangkan kondisi dan situasi yang berlangsung. 4 3 2 1 8. efisien. guru-guru. dan pada akhir tahun pelajaran. setiap triwulan. pada pertengahan pelaksanaan anggaran. Pengawasan dilakukan secara internal terpadu oleh kepala sekolah. 9. serta warga sekolah lainnya. Perbaikan anggaran dilakukan demi pencapaian tujuan kegiatan secara efektif. 10. 7.Alternatif Jawaban Pernyataan 5 berlaku. pada akhir semester. 150 . Pelaporan dilakukan setiap bulan. serta pada akhir tahun kegiatan. komite sekolah.

Guru selalu berusaha menemukan inovasi pembelajaran bagi kepentingan peserta didik 4 3 2 1 2. serta tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik/kependidikan sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. 4. Seluruh komponen sekolah (tenaga pendidik dan kependidikan) secara agresif berusaha mencapai kualitas pelayanan pendidikan tertentu dalam rangka melampaui harapan pelanggannya (peserta didik dan masyarakat pengguna jasa pendidikan). Seluruh komponen sekolah (tenaga pendidik dan kependidikan) memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada peserta didik dan masyarakat pengguna jasa pendidikan. Guru dan staf sekolah lainnya harus selalu peka terhadap segala situasi perkembangan zaman sehingga dapat melakukan improvisasi pekerjaan dalam kerangka aturan yang berlaku. Setiap komponen sekolah (terutama guru) memiliki pemahaman mendalam tentang peran.Angket untuk Guru Senior Komponen Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Anda dapat memberikan tanda silang (X) pada kolom alternatif jawaban dengan ketentuan pilihlah: 5 4 3 2 1 jika isi pernyataan yang disajikan seluruhnya benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika sebagian besar isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika setengah dari isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika hanya sebagian kecil isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika isi pernyataan yang disajikan tidak sesuai dengan kondisi nyata sekolah. Alternatif Jawaban Pernyataan 5 1. 151 . 5. tugas. 3.

4 3 2 1 7. Pada kondisi tertentu. misi. 10.Alternatif Jawaban Pernyataan 5 6. dan strategi sekolah dalam mencapai sasaran mutu. 8. Seluruh komponen sekolah memiliki kesatuan tujuan yang sama dalam mengembangkan mutu layanan sekolah Kesatuan tujuan ini secara filosofis dan strategis tertuang dalam visi. sehingga guru dan tenaga pendidik berusaha menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan formal (melanjutkan studi ke S2 dan S3) maupun pendidikan non formal. 9. guru dan tenaga ke-pendidikan mencari dan menemukan kesalahan yang terjadi dalam sistem dalam upaya mengatasi masalah dan memperbaiki kinerja Seluruh komponen sekolah berkeyakinan bahwa kerja sama tim akan dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada bekerja secara individu Seluruh komponen sekolah memiliki pandangan bahwa belajar terus-menerus dan belajar sepanjang hayat merupakan unsur yang fundamental dalam pengembangan mutu pelayanan sekolah. 152 .

Angket untuk Komite Sekolah Komponen Peningkatan Kualitas Pendidikan Anda dapat memberikan tanda silang (X) pada kolom alternatif jawaban dengan ketentuan pilihlah: 5 4 3 2 1 jika isi pernyataan yang disajikan seluruhnya benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika sebagian besar isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika setengah dari isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika hanya sebagian kecil isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika isi pernyataan yang disajikan tidak sesuai dengan kondisi nyata sekolah. c. Sekolah mengembangkan mata pelajaran berkeunggulan lokal serta memperbaiki4 3 2 1 153 . Pengembangan standar isi menjadi KTSP sesuai dengan situasi. peningkatan potensi. d. perkembangan ilmu pengetahuan. dan seni. b. kondisi. dan sebagainya sesuai kebutuhan dan perkembangan lembaga pendidikan. kebutuhan siswa. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Secara bertahap sekolah memasukkan aspek-aspek pengembangan karakter. a. Sekolah menyelenggarakan pengembangan kurikulum sendiri berdasarkan standar isi setiap tahun bertambah baik dari sisi kuantitas maupun kualitas (tidak menjiplak atau mengadopsi KTSP dari lembaga lain). dan perkembangan kompetensi siswa. permasalahan kesetaraan jender. kecerdasan. Alternatif Jawaban Pernyataan 5 2. Setiap tahun terjadi perkembangan perbaikan penyusunan KTSP sesuai dengan kondisi sekolah. dan kebutuhan pendidikan yang berlangsung di sekolah berdasarkan indikator-indikator berikut. teknologi.

d. serta perolehan penilaian lainnya pada setiap mata pelajaran. OSIS. PKS. bersih. ulangan harian.45 menjadi 6.87 dan seterusnya). b. peningkatan akhlak mulia. sehat. Bahasa Indonesia c. teratur. Kunjungan siswa ke perpustakaan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang mengindikasikan peningkatan kegemaran siswa membaca. kepramukaan. dan sebagainya) yang ditunjukkan dengan perolehan penghargaan prestasi. dan nyaman. e. PMR. a. Secara akademis prestasi belajar siswa mengalami peningkatan setiap tahun yang diukur dari perolehan rata-rata hasil ujian akhir semester. Matematika 4 3 2 1 154 . Pencapaian prestasi dalam bidang nonakademis melalui kegiatan ekstrakurikuler mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (bidang olah raga. c. e. Sekolah selalu memperbaiki KTSP dan perangkatnya sesuai dengan perkembangan dinamika pendidikan serta kebutuhan siswa. 3. a. dan sebagainya. seni. mengembangkan sikap toleransi. Rata-rata perolehan nilai kelulusan siswa pada mata pelajaran berikut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (misalnya dari 6. Sikap beragama siswa menunjukkan peningkatan yang diukur melalui aktivitas keagamaan seperti shalat berjamaah. KIR. Lingkungan sekolah selalu terjaga. 4. melaksanakan pengajian dan pengkajian Al-Quran.Alternatif Jawaban Pernyataan 5 nya dari tahun ke tahun. Bahasa Inggris d. Terjadi peningkatan pencapaian standar kompetensi lulusan (SKL) yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 dengan indikator sebagai berikut.

rencana pelaksanaan pembelajaran. inspiratif. materi pembelajaran.Alternatif Jawaban Pernyataan 5 e. pelaksanaan proses pembel-ajaran. a. 155 . penilaian hasil pembelajaran. Setiap guru di sekolah menunjukkan pening-katan dalam melakukan perencanaan proses pembelajaran. IPA 5. menyenangkan. Peningkatan diukur melalui kuantitas guru yang menyusun sendiri: silabus pembelajaran. kreativitas. tenaga pendidik juga melakukan proses pengembangan diri secara berkesinambungan melalui berbagai 7. sumber belajar. b. 4 3 2 1 c. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. penilaian hasil belajar. metode pengajaran. materi ajar. dan kompetensi sosial yang dipersyaratkan). menantang. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. minat. dan perkem-bangan fisik serta psikologis peserta didik. dan penilaian hasil belajar. Peningkatan diukur melalui kualitas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran serta penilaian pembelajaran. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. Terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas pada pelaksanaan proses pembelajaran yang diselenggarakan secara interaktif. kompetensi profesional. kompetensi kepribadian. 6. Selain telah memenuhi kualifikasi minimal sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 16 Tahun 2006 (Berijazah minimal S1/D-IV dan memiliki kompetensi pedagogik. dan kemandirian sesuai dengan bakat.

peralatan pendidikan. ruang laboratorium. yang menunjukkan seluruh kategori aktivitas satuan pendidikan 4 3 2 1 9. ruang pimpinan satuan pendidikan. bahan habis pakai. tempat berkreasi. dan lain-lain). instalasi daya dan jasa. dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. media pendidikan. Jumlah tenaga pendidik yang telah tersertifi-kasi sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 18 tahun 2007 mengalami peningkat-an dari tahun sebelumnya. ruang unit produksi. Pemeliharaan dan perbaikan sarana pem-belajaran mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.Alternatif Jawaban Pernyataan 5 aktivitas (mengikuti pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Secara bertahap sekolah memiliki dan menambah prasarana pendidikan dari tahun sebelumnya. buku dan sumber belajar lainnya. serta perleng-kapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. tempat bermain. Sarana pembelajaran meliputi perabot. mengikuti seminar. Pengembangan dan peningkatan kuantitas dan kualitas sarana meliputi lahan. 156 . tempat berolahraga. Pelaksanaan kalender pendidikan/ akademik. ruang perpustakaan. tempat beribadah. 8. ruang kelas. k. ruang kantin. Secara kuantitas dan kualitas guru yang melakukan hal ini setiap tahun bertambah. ruang pendidik. Penyusunan dan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan silabus. 10. workshop. ruang tata usaha. Terjadi peningkatan kualitas pelaksanan pedoman yang mengatur tentang hal-hal di bawah ini. 11. ruang bengkel kerja. j.

q. 157 . Pembagian tugas di antara tenaga kependidikan. Terjadi peningkatan secara kualitas dan kuantitas dalam pelaksanaan standar pembiayaan pendidikan yang terdiri atas biaya investasi (lahan tanah.Alternatif Jawaban Pernyataan 5 selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. p. r. gaji tata usaha. 4 3 2 1 l. gedung sekolah). Efektivitas dan efisiensi pemberdayaan struktur organisasi satuan pendidikan. Pelaksanaan tata tertib satuan pendidikan. tenaga kependidikan dan peserta didik. 12. Efektivitas dan efisiensi biaya operasional satuan pendidikan. Pembagian tugas di antara pendidik. dan mingguan. biaya operasional (pelaksanaan PBM dsb). bulanan. n. biaya pendidikan guru dan tenaga tata usaha). Pengembangan kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat. Pelaksanaan peraturan akademik. tranport kegiatan guru. o. Terdapat peningkatan kualitas pelaksanaan standar penilaian pendidikan yang dijalankan secara konsisten sesuai dengan Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. m. 13. dan biaya personal (gaji guru. serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. yang minimal meliputi tata tertib pendidik.

Lampiran 2 DATA ORDINAL HASIL PENELITIAN VARIABEL X1. Data Empiris Hasil Penelitian Variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) No.Pengawasan & Fleksibilitas bilitas Evaluasi 4 5 6 7 8 5 4 4 4 5 4 4 5 4 5 4 4 4 4 5 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 3 2 4 4 3 4 4 3 5 4 4 4 3 4 5 4 3 4 4 4 5 4 5 3 4 Perbaikan & Pelaporan 9 10 5 4 4 4 5 4 4 4 3 4 4 5 4 4 3 4 4 5 5 5 4 4 ∑ 45 40 39 39 38 41 40 43 40 39 40 X12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 2025 1600 1521 1521 1444 1681 1600 1849 1600 1521 1600 . X2 DAN Y 1. Responden SMP Negeri 3 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 4 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 5 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 7 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 9 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 10 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 11 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 13 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 14 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 16 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Kristen BPK Penabur Konsistensi 1 5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 Efektivitas 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 4 3 4 5 4 4 4 3 3 4 4 5 4 Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) Akunta.

Pengawasan & Fleksibilitas bilitas Evaluasi 4 5 6 7 8 4 1 4 4 4 3 3 4 4 1 4 3 2 5 3 4 4 3 4 4 5 3 2 4 3 4 4 4 1 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 1 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 5 4 2 3 4 4 1 3 5 3 4 2 2 4 3 3 5 4 4 5 4 4 4 1 3 4 4 4 5 4 4 3 5 1 3 3 2 4 4 4 2 4 2 3 3 5 4 4 1 4 4 5 5 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 Perbaikan & Pelaporan 9 10 5 5 5 3 5 5 3 4 3 4 5 3 4 5 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 3 5 3 4 4 2 4 4 3 2 4 4 4 4 5 4 4 3 5 4 3 4 4 5 ∑ 39 35 36 35 36 36 38 37 34 38 36 36 36 34 36 35 36 31 41 40 40 36 37 36 X12 1521 1225 1296 1225 1296 1296 1444 1369 1156 1444 1296 1296 1296 1156 1296 1225 1296 961 1681 1600 1600 1296 1369 1296 159 .No. 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Responden SMP Pasundan SMP PGRI Lembursitu SMP Islam Fatahillah SMP Yuwati Bakti SMP Negeri 2 Palabuhanratu SMP Negeri 3 Ciracap SMP Negeri 1 Ciemas SMP Negeri 2 Sagaranten SMP Negeri 1 Tegalbuleud SMP Negeri 2 Pabuaran SMP Negeri 1 Cidolog SMP Negeri 1 Lengkong SMP Negeri 1 Cikembar SMP Negeri 2 Nyalindung SMP Negeri 2 Jampang Tengah SMP Negeri 1 Sukaraja SMP Negeri 1 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 1 Kadudampit SMP Negeri 1 Cisaat SMP Negeri 1 Cibadak SMP Negeri 2 Nagrak SMP Negeri 1 Cicurug SMP Negeri 1 Cidahu SMP Negeri 1 Parakansalak Konsistensi 1 5 4 4 3 4 4 3 2 1 4 2 3 2 4 2 3 5 2 4 5 4 3 2 4 Efektivitas 2 4 4 2 3 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 3 4 4 4 5 4 4 3 5 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) Akunta.

No. 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Responden SMP Negeri 1 Parungkuda SMP Negeri 1 Karangnunggal SMP Negeri 1 Cisolok SMP Negeri 1 Cikidang SMP Negeri 1 Sukalarang SMP Negeri 1 Purabaya SMP Negeri 1 Caringin SMP Negeri 1 Cibitung SMP Negeri 1 Ciantayan SMP Negeri 1 Cikakak SMP Negeri 1 Kabandungan SMP Negeri 2 Waluran SMP Negeri 2 Cimanggu SMP Al-Qudsiyah SMP BPPI Bojonggenteng SMP Darul Hidayah SMP Daruttauhid Al-Islami SMP Islam Nurul Amal SMP Islam Parakansalak SMP YPI Parungkuda SMP Mardi Yuana Cicurug SMP PGRI 1 Ciambar SMP PGRI 1 Cidahu SMP PGRI 183 Cicurug SMP PGRI Kalapanunggal Konsistensi 1 4 4 1 4 4 4 3 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 4 2 1 4 2 3 3 2 Efektivitas 2 4 4 4 5 3 5 4 4 4 5 4 4 3 5 4 4 1 2 3 2 4 1 1 2 3 3 4 3 3 3 5 4 4 3 4 4 4 3 4 5 4 1 3 2 1 4 1 2 3 2 1 Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) Akunta.Pengawasan & Fleksibilitas bilitas Evaluasi 4 5 6 7 8 4 5 4 3 3 4 4 4 3 2 4 1 3 3 2 4 2 2 5 4 5 3 5 4 2 4 3 4 4 3 3 2 4 1 2 4 4 4 2 5 4 1 1 3 2 5 3 2 2 4 4 3 5 5 2 4 4 2 4 3 3 1 3 4 4 4 3 2 2 5 3 2 2 3 3 4 4 4 2 4 1 1 1 4 3 2 2 2 4 3 3 2 4 4 3 2 2 5 4 3 4 2 2 4 3 1 4 3 3 2 2 1 3 3 4 2 3 4 4 4 3 3 4 4 4 Perbaikan & Pelaporan 9 10 4 3 3 3 3 5 3 4 3 4 3 4 4 4 4 5 5 4 4 3 5 5 3 4 4 4 3 4 4 5 2 3 5 5 4 4 1 4 2 4 3 1 4 4 4 2 4 3 4 4 ∑ 38 34 29 36 38 38 31 39 32 37 41 35 34 37 33 32 28 29 27 29 28 26 26 31 32 X12 1444 1156 841 1296 1444 1444 961 1521 1024 1369 1681 1225 1156 1369 1089 1024 784 841 729 841 784 676 676 961 1024 160 .

40 4 4 5 1 6 35 18 8 5 1.71 3.01 0.98 Perbaikan & Pelaporan 9 10 4 4 3 3 3 2 2 4 4 2 4 2 4 2 3 4 2 1 2 2 2 3 3 3 264 268 3.67 3.53 4 4 5 1 10 37 11 9 5 1.17 3.49 3.72 4 4 4 4 5 5 1 1 11 15 35 33 18 15 7 7 1 2 0.40 4 4 5 1 8 36 10 13 5 1.12 Efektivitas 2 3 3 2 4 1 2 5 2 1 2 3 2 254 3.11 3.32 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 5 5 5 5 5 1 1 1 1 1 10 5 4 8 7 40 27 30 34 25 15 20 17 19 27 5 11 16 7 10 2 9 5 4 3 0.15 1.06 1.75 323.49 161 .Pengawasan & Fleksibilitas bilitas Evaluasi 4 5 6 7 8 3 3 1 4 5 3 5 3 2 3 3 4 2 4 3 3 1 3 4 2 4 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 5 4 2 1 2 4 3 1 2 4 4 3 5 3 4 4 2 4 3 4 3 1 2 3 3 4 3 3 2 267 224 228 251 239 3.51 36 36 45 26 X12 1225 784 841 729 900 729 1024 676 784 841 676 900 87367 1213.10 3 4 2 2 2 3 2 4 1 4 2 3 3 245 3.03 Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) Akunta.90 1. 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 Responden SMP PGRI Parungkuda SMP Plus Madaniah SMP Terpadu Al-Aziziyah SMP Plus Zainabiyah SMP Yapissa Cicurug SMP Taman Siswa Cibadak SMP Widya Praja SMP Islam Ciherang SMP Mardi Yuana Cibadak SMPIT At-Talsiriyah SMPIT Bani Yasin SMP Muhammadiyah 2 Cisaat JUMLAH RATA-RATA MEDIAN MODUS SKOR TERTINGGI SKOR TERENDAH Frekuensi 5 Frekuensi 4 Frekuensi 3 Frekuensi 2 Frekuensi 1 STANDAR DEVIASI Konsistensi 1 4 1 4 2 3 2 2 4 1 4 2 4 245 3.90 1.No.43 1296 1296 2025 676 4.00 ∑ 35 28 29 27 30 27 32 26 28 29 26 30 2485 34.

Responden Kerja sama tim 9 5 4 4 4 4 5 4 4 4 3 4 4 ∑ X22 162 .2. Data Empiris Hasil Penelitian Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) Fokus Pada Pelang -gan 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 SMP Negeri 3 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 4 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 5 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 7 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 9 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 10 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 11 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 13 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 14 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 16 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Kristen BPK Penabur SMP Pasundan 4 4 5 3 5 3 5 4 4 4 4 4 Obsesi terhadap Kualitas 2 4 5 4 4 4 4 5 4 3 3 4 4 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman PengembangMemiliki Kesalah Struktur an Kebebasan Kesatuan an PekerjaTerkendali Tujuan dalam an Sistem 3 4 5 6 7 8 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 5 5 5 4 5 3 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 5 5 4 3 3 3 4 5 4 4 3 4 4 3 Pendidikan Berkelanjutan 10 4 4 3 4 4 4 5 2 3 3 5 4 42 41 39 41 43 43 44 38 36 39 42 40 1764 1681 1521 1681 1849 1849 1936 1444 1296 1521 1764 1600 No.

No. Responden Fokus Pada Pelang -gan 1 4 3 4 5 5 4 3 4 4 4 5 5 5 4 5 4 3 5 5 4 4 3 4 5 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 SMP PGRI Lembursitu SMP Islam Fatahillah SMP Yuwati Bakti SMP Negeri 2 Palabuhanratu SMP Negeri 3 Ciracap SMP Negeri 1 Ciemas SMP Negeri 2 Sagaranten SMP Negeri 1 Tegalbuleud SMP Negeri 2 Pabuaran SMP Negeri 1 Cidolog SMP Negeri 1 Lengkong SMP Negeri 1 Cikembar SMP Negeri 2 Nyalindung SMP Negeri 2 Jampang Tengah SMP Negeri 1 Sukaraja SMP Negeri 1 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 1 Kadudampit SMP Negeri 1 Cisaat SMP Negeri 1 Cibadak SMP Negeri 2 Nagrak SMP Negeri 1 Cicurug SMP Negeri 1 Cidahu SMP Negeri 1 Parakansalak SMP Negeri 1 Parungkuda Obsesi terhadap Kualitas 2 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 2 3 2 4 4 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman PengembangMemiliki Kesalah Struktur an Kebebasan Kesatuan an PekerjaTerkendali Tujuan dalam an Sistem 3 4 5 6 7 8 3 4 4 3 4 4 4 5 5 3 4 3 5 3 4 3 5 3 5 5 5 4 5 4 4 4 3 4 3 4 4 5 3 5 5 4 3 4 3 5 4 3 3 5 5 5 4 3 4 3 4 4 4 2 5 3 4 4 5 1 4 3 5 4 4 3 5 4 5 4 2 3 5 4 3 3 3 3 5 4 2 3 2 5 4 4 4 2 4 4 4 3 3 3 4 4 2 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 5 4 4 4 5 2 3 2 4 4 5 5 2 3 2 2 5 5 4 4 3 4 4 5 1 3 5 Kerja sama tim 9 5 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 5 5 3 5 4 4 4 5 4 2 3 Pendidikan Berkelanjutan 10 2 3 3 3 3 4 5 2 3 3 3 3 2 5 4 4 2 3 2 4 2 3 2 4 ∑ 36 37 38 44 39 42 37 39 36 37 39 38 37 39 39 39 35 38 34 37 34 25 32 40 X22 1296 1369 1444 1936 1521 1764 1369 1521 1296 1369 1521 1444 1369 1521 1521 1521 1225 1444 1156 1369 1156 625 1024 1600 163 .

Responden Fokus Pada Pelang -gan 1 4 4 4 3 4 4 3 5 3 3 3 3 4 3 1 2 2 3 4 1 2 3 3 3 3 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 SMP Negeri 1 Karangnunggal SMP Negeri 1 Cisolok SMP Negeri 1 Cikidang SMP Negeri 1 Sukalarang SMP Negeri 1 Purabaya SMP Negeri 1 Caringin SMP Negeri 1 Cibitung SMP Negeri 1 Ciantayan SMP Negeri 1 Cikakak SMP Negeri 1 Kabandungan SMP Negeri 2 Waluran SMP Negeri 2 Cimanggu SMP Al-Qudsiyah SMP BPPI Bojonggenteng SMP Darul Hidayah SMP Daruttauhid Al-Islami SMP Islam Nurul Amal SMP Islam Parakansalak SMP YPI Parungkuda SMP Mardi Yuana Cicurug SMP PGRI 1 Ciambar SMP PGRI 1 Cidahu SMP PGRI 183 Cicurug SMP PGRI Kalapanunggal SMP PGRI Parungkuda Obsesi terhadap Kualitas 2 4 3 2 4 4 4 3 2 1 4 1 3 3 3 2 4 1 1 1 3 2 5 4 4 5 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman PengembangMemiliki Kesalah Struktur an Kebebasan Kesatuan an PekerjaTerkendali Tujuan dalam an Sistem 3 4 5 6 7 8 4 5 3 4 5 4 2 4 4 5 4 3 3 3 5 5 4 5 3 4 4 2 4 5 2 4 3 3 4 4 4 5 3 3 4 1 4 4 4 2 3 4 4 3 4 5 2 1 4 4 3 4 3 4 5 3 3 4 2 3 4 5 3 4 4 3 5 5 3 4 4 3 5 4 3 2 4 5 5 4 5 4 2 3 3 2 2 2 3 5 2 3 3 3 3 1 4 2 2 2 3 4 4 4 4 4 3 5 2 4 2 1 4 2 3 4 3 2 4 1 2 2 2 3 2 4 1 3 4 3 3 4 2 2 2 2 2 4 3 1 3 4 4 2 3 2 3 5 4 3 Kerja sama tim 9 4 4 3 2 5 4 4 4 2 4 2 3 3 3 3 4 2 4 2 2 2 4 1 2 2 Pendidikan Berkelanjutan 10 1 2 3 2 2 1 1 1 2 3 2 4 2 1 2 3 2 4 1 2 5 5 4 3 2 ∑ 38 35 37 33 35 33 32 31 30 34 31 37 35 33 25 28 24 36 23 25 26 35 26 29 32 X22 1444 1225 1369 1089 1225 1089 1024 961 900 1156 961 1369 1225 1089 625 784 576 1296 529 625 676 1225 676 841 1024 164 .No.

07 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman PengembangMemiliki Kesalah Struktur an Kebebasan Kesatuan an PekerjaTerkendali Tujuan dalam an Sistem 3 4 5 6 7 8 3 3 2 5 4 2 2 2 4 2 2 1 4 2 4 3 3 4 2 3 5 4 2 2 3 3 2 1 5 2 2 3 3 2 1 2 4 5 3 3 2 4 2 4 2 4 3 2 2 2 4 4 3 3 1 4 1 3 3 3 1 3 3 3 4 3 256 261 245 257 260 237 3.17 1225 1521 1936 441 5.00 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 SMP Plus Madaniah SMP Terpadu Al-Aziziyah SMP Plus Zainabiyah SMP Yapissa Cicurug SMP Taman Siswa Cibadak SMP Widya Praja SMP Islam Ciherang SMP Mardi Yuana Cibadak SMPIT At-Talsiriyah SMPIT Bani Yasin SMP Muhammadiyah 2 Cisaat JUMLAH RATA-RATA MEDIAN MODUS SKOR TERTINGGI SKOR TERENDAH Frekuensi 5 Frekuensi 4 Frekuensi 3 Frekuensi 2 Frekuensi 1 STANDAR DEVIASI Obsesi terhadap Kualitas 2 2 3 3 2 1 1 2 3 2 4 3 229 3.61 3.63 3. Responden Fokus Pada Pelang -gan 1 4 5 3 2 4 2 3 3 3 2 5 263 3.15 0.56 4 4 5 1 12 35 10 11 4 1.65 4 4 5 1 15 27 22 6 2 1.40 3.99 165 .06 1.31 35 39 44 21 X22 900 625 961 576 576 441 1089 900 841 900 961 87060 1209.18 3 4 5 1 4 29 22 10 7 1.96 0.11 Pendidikan Berkelanjutan 10 2 2 4 1 2 2 3 3 2 4 2 206 2.13 Kerja sama tim 9 3 2 1 1 1 3 4 4 4 5 4 256 3.29 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 5 5 5 5 5 5 1 1 1 1 1 1 17 13 8 15 15 9 24 29 25 27 29 25 16 21 28 16 14 23 12 8 10 12 13 8 3 1 1 2 1 7 1.91 1.No.86 3 2 5 1 6 16 19 24 7 1.13 ∑ 30 25 31 24 24 21 33 30 29 30 31 2470 34.56 3.72 379.57 3.09 1.

Responden Standar Isi SKL Standar Proses Standar Pendidik dan Tendik Standar Sarana dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian ∑ 49 49 48 49 46 43 48 48 47 49 46 42 41 42 Y2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 SMP Negeri 3 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 4 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 5 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 7 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 9 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 10 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 11 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 13 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 14 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 16 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Kristen BPK Penabur SMP Pasundan SMP PGRI Lembursitu SMP Islam Fatahillah 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 5 4 3 5 2 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 5 3 3 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 4 4 5 4 4 5 3 5 4 4 4 4 4 5 3 4 4 4 3 4 3 7 4 4 3 4 4 4 6 5 5 4 5 4 4 5 4 4 5 4 5 5 4 7 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 3 3 2 2 8 5 4 5 5 4 3 4 5 3 5 4 4 4 3 9 5 5 4 4 5 4 4 3 5 5 4 4 5 2 10 5 4 4 5 4 5 5 4 4 4 5 3 3 4 11 5 4 5 4 5 3 5 5 4 4 5 4 4 4 12 5 5 5 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 5 2401 2401 2304 2401 2116 1849 2304 2304 2209 2401 2116 1764 1681 1764 166 .3. Data Empirik Hasil Penelitian Variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.

Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No. Responden Standar Isi SKL Standar Proses Standar Pendidik dan Tendik Standar Sarana dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian ∑ 45 48 49 44 42 42 42 42 40 45 41 45 39 47 43 42 42 46 45 41 46 41 42 43 Y2 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 SMP Yuwati Bakti SMP Negeri 2 Palabuhanratu SMP Negeri 3 Ciracap SMP Negeri 1 Ciemas SMP Negeri 2 Sagaranten SMP Negeri 1 Tegalbuleud SMP Negeri 2 Pabuaran SMP Negeri 1 Cidolog SMP Negeri 1 Lengkong SMP Negeri 1 Cikembar SMP Negeri 2 Nyalindung SMP Negeri 2 Jampang Tengah SMP Negeri 1 Sukaraja SMP Negeri 1 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 1 Kadudampit SMP Negeri 1 Cisaat SMP Negeri 1 Cibadak SMP Negeri 2 Nagrak SMP Negeri 1 Cicurug SMP Negeri 1 Cidahu SMP Negeri 1 Parakansalak SMP Negeri 1 Parungkuda SMP Negeri 1 Karangnunggal SMP Negeri 1 Cisolok 1 4 4 5 3 3 4 4 4 3 4 5 4 4 4 3 3 3 4 5 4 3 4 3 4 2 5 3 5 4 4 5 2 5 1 5 2 5 2 5 4 5 4 5 4 4 5 5 3 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 5 4 4 3 3 4 4 4 5 4 3 3 3 3 4 4 4 2 5 3 3 4 3 5 4 6 5 4 5 4 4 4 4 3 5 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 7 2 5 4 5 4 4 3 3 3 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 8 4 4 5 4 4 3 4 4 5 5 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 9 4 4 4 2 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 10 3 5 4 4 4 4 5 4 3 5 4 4 4 5 4 3 5 4 4 4 5 3 4 5 11 4 5 4 5 3 3 4 3 5 5 3 5 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 12 5 5 5 5 4 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 2025 2304 2401 1936 1764 1764 1764 1764 1600 2025 1681 2025 1521 2209 1849 1764 1764 2116 2025 1681 2116 1681 1764 1849 167 .

Responden Standar Isi SKL Standar Proses Standar Pendidik dan Tendik Standar Sarana dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian ∑ 38 44 41 40 42 39 42 42 36 40 36 37 34 33 34 32 27 38 32 27 30 33 36 28 38 Y2 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 SMP Negeri 1 Cikidang SMP Negeri 1 Sukalarang SMP Negeri 1 Purabaya SMP Negeri 1 Caringin SMP Negeri 1 Cibitung SMP Negeri 1 Ciantayan SMP Negeri 1 Cikakak SMP Negeri 1 Kabandungan SMP Negeri 2 Waluran SMP Negeri 2 Cimanggu SMP Al-Qudsiyah SMP BPPI Bojonggenteng SMP Darul Hidayah SMP Daruttauhid Al-Islami SMP Islam Nurul Amal SMP Islam Parakansalak SMP YPI Parungkuda SMP Mardi Yuana Cicurug SMP PGRI 1 Ciambar SMP PGRI 1 Cidahu SMP PGRI 183 Cicurug SMP PGRI Kalapanunggal SMP PGRI Parungkuda SMP Plus Madaniah SMP Terpadu Al-Aziziyah 1 3 4 2 4 4 4 3 4 3 3 1 3 4 4 4 2 1 3 2 4 4 4 3 3 3 2 4 5 4 5 3 4 5 4 2 3 3 5 3 2 1 2 3 5 3 3 5 4 5 3 5 3 5 5 4 5 5 4 5 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5 5 4 5 4 4 4 3 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 5 3 3 3 3 2 4 4 4 5 4 3 3 1 3 3 3 3 4 5 4 3 3 3 3 3 2 4 5 2 2 3 3 2 5 6 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 5 2 4 4 1 3 2 4 5 4 7 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 3 4 3 2 4 3 2 3 2 2 2 4 1 2 3 8 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 2 3 2 1 2 3 2 4 9 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 2 3 2 4 1 2 2 2 3 3 2 1 4 10 3 5 4 4 4 3 3 4 3 2 4 2 3 2 2 2 1 4 2 3 2 1 4 2 2 11 2 4 3 3 5 5 4 4 3 4 4 4 2 3 3 2 2 4 4 2 3 3 3 3 2 12 3 4 5 4 5 4 5 5 4 5 3 2 5 4 4 4 5 4 2 3 2 5 4 1 2 1444 1936 1681 1600 1764 1521 1764 1764 1296 1600 1296 1369 1156 1089 1156 1024 729 1444 1024 729 900 1089 1296 784 1444 168 .Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.

07 11 1 2 3 2 1 2 4 2 3 251 3.65 Lampiran 3 169 .49 3.65 5 5 5 4 47 25 0 0 0 0.96 4 4 5 1 16 43 8 4 1 0.54 4 4 5 1 13 30 14 13 2 1.01 594.85 4 5 5 1 29 17 15 8 3 1. Responden Standar Isi SKL Standar Proses Standar Pendidik dan Tendik Standar Sarana dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian ∑ 28 33 32 37 23 28 30 27 27 3188 44.03 9 2 2 3 3 2 3 4 2 2 234 3.44 4 4 5 1 5 34 24 6 3 0.28 46 47 54 28 Y2 1 64 65 66 67 68 69 70 71 72 SMP Plus Zainabiyah SMP Yapissa Cicurug SMP Taman Siswa Cibadak SMP Widya Praja SMP Islam Ciherang SMP Mardi Yuana Cibadak SMPIT At-Talsiriyah SMPIT Bani Yasin SMP Muhammadiyah 2 Cisaat JUMLAH RATA-RATA MEDIAN MODUS SKOR TERTINGGI SKOR TERENDAH Frekuensi 5 Frekuensi 4 Frekuensi 3 Frekuensi 2 Frekuensi 1 STANDAR DEVIASI 3 3 2 4 1 2 3 2 4 248 3.90 2 4 4 4 3 3 3 2 1 2 277 3.44 3 3 7 1 7 26 28 8 2 1.44 4 4 5 1 8 33 18 9 4 1.83 7 2 4 3 2 3 2 2 2 1 262 3.94 2116 2209 2916 784 7.25 3 4 5 1 6 25 24 15 2 0.17 8 1 4 2 3 2 1 1 2 2 248 3.98 10 2 3 2 4 4 4 2 3 2 255 3.19 3 4 4 4 5 5 4 4 4 4 335 4.89 5 4 2 2 3 3 2 5 4 1 248 3.64 4 4 5 1 20 24 12 14 2 1.Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.03 12 3 2 5 4 1 2 3 2 4 294 4.01 6 4 4 4 5 2 3 2 5 4 285 3.49 3 3 5 1 9 26 29 7 1 0.07 784 1089 1024 1369 529 784 900 729 729 144644 2008.08 4 5 5 1 31 27 5 7 2 1.48 4 2 3 2 4 1 4 2 2 2 251 3.5 3 5 1 13 23 24 10 2 1.

24 0.89) 0.46 0.52) 2.06 0.12 1.19 (0.42 (0.3913 (0.01) 1.69 84 0.00 0.06 (1.1143 (2.00 720 Frekuensi Proporsi Proporsi Kumulatif zi Densitas Nilai Skala Transformasi Pertanyaan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 5 5 5 2 9 5 4 3 1 2 Frekuensi Masing-masing Alternatif jawaban 2 13 9 8 5 11 16 7 10 7 7 3 10 11 18 15 20 17 19 27 18 15 4 36 37 35 40 27 30 34 25 35 33 5 8 10 6 10 5 4 8 7 11 15 Total Frekuensi 72 72 72 72 72 72 72 72 72 72 Hasil Konversi Data Ordinal menjadi Data Interval pada Variabel X1 170 . Variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X 1) 41 0.19 0.88 1.82 93 170 0.42 3.19) 1.2679 (1.20) 0.Perubahan Data Ordinal ke Data Skala Menurut Standar MSI (Methode of Successive Interval) 1.13 0.43 1.49 332 0.58) 0.68 4.1961 0.

49 3.43 3.69 3.43 4.47 17.69 2.43 2.43 3.27 18.49 2.47 17.60 ∑ Genap 20.43 3.04 29.43 Perbaikan & Pelaporan 9 4.43 4.36 33.43 3.43 4.82 2.43 3.43 3.25 15.69 3.43 3.69 3.65 35.43 2.49 3.43 4.43 2.79 14.69 4.43 2.69 4.00 3.69 3.43 ∑ Total 40.82 3.08 34.43 2.62 33.43 2.43 1.15 18.43 3.43 3.43 2.69 3.43 3.49 3.43 2.27 15.43 3.43 3.69 3.49 2.43 3.69 3.43 4.41 12.43 3.41 17.30 34.43 3.82 3.43 4.43 3.43 3.49 3.43 2.43 3.Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) No.43 3.43 1.43 3.43 3.43 4.43 2.94 38.43 2.84 14.73 15.93 17.59 34.21 17.43 3.33 15.47 17.49 1.15 18.43 3.43 Akuntabilitas 6 3.43 2.79 18.43 3.43 4.43 3.82 Efektivitas 2 3.43 3.43 3.43 4.82 2.49 3.43 3.49 3.69 2.43 171 .43 4.15 3 3.43 3.43 5 3.69 3.69 3.49 8 4.43 3.49 3.88 34.49 3.49 3.43 3.69 3.43 2.69 4.69 3.47 17.43 1.43 2.43 3.69 4.41 16.49 3.73 17.49 1.69 3.43 2.43 3.43 3.15 19.69 2.69 3.49 3.49 4.43 4.43 4.43 3.43 3.43 3.43 3.49 3.43 3.86 17.49 3.49 4.49 3.67 19.30 17.68 33.49 3.69 3.82 3.43 1.69 3.43 3.69 3.27 15.69 3.43 1.49 3.49 2.43 4.69 3.49 3.49 2.43 3.12 17.15 16.69 3.43 2.43 3.67 18.43 4.94 34.43 3.43 2.49 4.49 1.21 17.43 3.43 2.43 4.43 Pengawasan & Evaluasi 7 3.69 4.49 3.00 2.27 15.43 2.75 ∑ Ganjil 19.43 3.00 2.69 3.43 3.49 1.21 15.74 31. Responden SMP Negeri 3 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 4 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 5 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 7 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 9 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 10 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 11 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 13 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 14 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 16 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Kristen BPK Penabur SMP Pasundan SMP PGRI Lembursitu SMP Islam Fatahillah SMP Yuwati Bakti SMP Negeri 2 Kukuruyuk SMP Negeri 3 Ciracap SMP Negeri 1 Ciema SMP Negeri 2 Santen Konsistensi 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 4.43 4.43 3.27 14.15 16.49 3.43 3.60 34.69 3.13 31.43 3.43 3.43 2.49 2.43 3.86 16.43 2.43 Fleksibilitas 4 4.43 3.71 30.43 3.60 31.69 2.49 3.69 3.49 4.43 3.69 3.49 3.25 32.31 32.43 4.43 2.43 3.67 17.43 3.43 3.43 3.43 4.43 3.43 10 4.43 3.04 15.43 3.

43 3.82 10 3.43 1.43 1.00 2.15 15.69 3.43 4.49 4.43 3.33 31.21 16.43 4.69 3.49 2.69 3.62 30.05 17.86 15.49 2.43 1.69 3.43 3.49 2.80 17.39 32.43 2.43 3.43 2.81 31.43 3.69 3.69 3.82 3.43 3.43 4.43 3.98 36.47 17.69 3.43 2.69 3.43 2.16 32.43 1.43 3.43 2. 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Responden SMP Negeri 1 Tegal SMP Negeri 2 Paran SMP Negeri 1 Colog SMP Negeri 1 Lengkong SMP Negeri 1 Ciema SMP Negeri 2 Nyalindung SMP Negeri 2 Jamparing SMP Negeri 1 Sukaraja SMP Negeri 1 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 1 Kadudampit SMP Negeri 1 Cis SMP Negeri 1 Ciak SMP Negeri 2 Narak SMP Negeri 1 Ciur SMP Negeri 1 Ciah SMP Negeri 1 Para salak SMP Negeri 1 Pa kuda SMP Negeri 1 Karangnunggal SMP Negeri 1 Ciso SMP Negeri 1 Ciki SMP Negeri 1 Sukalara SMP Negeri 1 Pura SMP Negeri 1 Cingin SMP Negeri 1 Citung SMP Negeri 1 Ciayan SMP Negeri 1 Ciak SMP Negeri 1 Kabangan Konsistensi 1 1.49 3.43 3.43 2.43 3.69 3.65 32.43 3.43 4.49 2.86 18.82 2.82 4.49 2.69 3.49 4.43 3.43 3.43 4.27 28.49 4.10 16.43 2.82 1.43 4.43 2.43 3.49 1.82 4.69 2.43 3.43 4.00 3.49 2.06 3 3.86 17.49 3.49 3.43 4.43 3.99 31.04 12.43 3.43 4.82 3.82 4.82 3.43 3.43 3.80 13.82 3.67 13.49 2.60 14.20 35.43 3.00 2.73 ∑ Genap 15.92 16.43 3.48 29.60 16.43 3.43 3.42 30.49 3.43 4.43 4.92 16.43 4.43 2.69 14.82 4.69 3.82 3.47 14.43 2.43 3.43 3.43 1.43 3.49 2.43 3.49 4.43 3.43 3.47 18.60 18.43 3.82 2.49 2.49 1.43 3.43 3.69 3.27 12.49 1.69 3.49 2.43 3.54 32.43 4.49 1.00 1.69 172 .82 2.69 1.00 1.72 33.72 29.21 14.43 2.47 14.43 4.69 Pengawasan & Evaluasi 7 2.49 2.69 2.27 16.43 3.49 3.43 1.49 3.82 2.49 4.69 3.43 3.82 2.49 3.43 2.43 2.49 3.17 14.43 3.00 1.49 2.69 3.43 3.43 3.69 3.49 2.43 2.43 1.49 2.49 4.49 2.69 3.20 31.69 4.43 1.49 8 1.43 4.49 1.43 3.43 3.21 14.43 3.Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) No.43 3.49 4.43 3.53 34.69 3.43 2.49 4.43 3.27 15.60 19.82 4.33 14.82 2.65 36.43 3.15 32.49 4.13 32.43 3.79 14.06 17.47 14.49 2.43 3.43 3.69 3.49 1.25 26.86 16.69 3.43 3.43 5 2.43 1.49 1.49 4.00 3.49 2.47 15.69 3.49 2.30 15.00 3.53 16.69 3.43 1.11 17.43 3.43 1.43 2.43 2.43 3.43 Akuntabilitas 6 3.49 4.80 17.12 17.69 3.73 17.43 1.43 3.43 3.49 4.43 3.69 3.43 3.69 ∑ Total 30.78 15.43 3.69 1.21 16.43 2.43 3.69 3.53 15.43 3.69 3.43 1.82 3.43 3.43 2.69 3.69 3.43 1.43 2.21 16.43 2.43 2.82 3.27 14.43 3.98 16.82 4.49 2.43 Efektivitas 2 4.69 3.49 2.49 3.43 3.43 3.74 28.43 4.43 3.43 3.49 1.43 Fleksibilitas 4 3.82 3.43 3.49 2.93 25.04 15.43 3.08 32.69 Perbaikan & Pelaporan 9 4.82 2.60 14.43 3.43 3.33 9.43 1.60 15.82 3.43 4.43 4.43 3.49 3.43 1.00 3.49 2.77 34.43 3.60 15.74 26.49 1.43 1.49 1.49 2.00 3.43 3.49 4.49 2.12 18.49 3.69 2.49 2.49 3.82 3.69 3.49 2.00 1.79 ∑ Ganjil 14.

44 14.00 1.69 3.82 4.43 2.19 Perbaikan & Pelaporan 9 2.17 9.82 3.27 25.43 3.43 1.50 12.49 198.43 1.43 1.49 2.69 3.82 3.49 2.69 1.82 3.49 1.49 3.69 3.27 14.43 2.82 3.28 1070.49 3.82 1.05 15.06 14.73 22.72 14.49 2.38 14.43 1.49 3.49 2.82 3.92 16.49 2.43 214. 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 Responden SMP Negeri 2 Waran SMP Negeri 2 Cimanu SMP Al-Qudsiyah SMP BPPI Bojong SMP Darul Hidayah SMP Daruttauhid Al-Islami SMP Islam Nurul Amal SMP Islam Para salak SMP YPI Pa kuda SMP Mardi Yuana Cicu SMP PGRI 1 Ciamr SMP PGRI 1 Cidahu SMP PGRI 183 Cicurug SMP PGRI Kalapa SMP PGRI Pa kuda SMP Plus Madaniah SMP Terpadu Al-Aziziyah SMP Plus Zainabiyah SMP Yapissa Ci urug SMP Taman Siswa Ci ak SMP Widya Praja SMP Islam Ci rang SMP Mardi Yuana Ci ak SMPIT At-Talsiriyah SMPIT Bani Yasin SMP Muhammadiyah 2 Ci at JUMLAH Konsistensi 1 3.82 2.43 3.60 9.00 3.43 4.82 2.82 1.82 1.43 1.00 1.82 2.00 2.43 3.38 11.38 10.41 11.11 13.82 2.82 1.89 13.49 2.43 3.43 3.82 1.82 3.98 28.00 1.18 11.43 1.82 3.00 3.04 13.82 2.35 14.49 2.31 24.49 3.49 2.43 1.69 2.17 11.82 2.93 10.49 3.00 3.00 1.66 12.49 2.60 14.82 1.00 2.82 2.82 2.82 1.58 27.01 10 3.78 25.00 4.82 3.49 3.82 3.33 14.00 3.82 2.49 3.43 1.49 1.69 3.57 5 3.43 4.21 10.49 1.82 2.43 1.00 1.43 2.69 2.43 3.49 1.49 2.45 10.34 22.82 3.43 1.43 4.43 2.82 2.43 3.00 3.16 28.82 1.49 1.40 25.49 1.Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) No.49 2.49 2.82 3.82 3.82 2.82 3.00 1.43 1.49 2.22 25.04 23.43 3.82 1.43 1.25 12.82 1.43 3.82 3.82 1.87 29.43 2.90 13.82 222.49 2.82 1.43 2.17 12.71 25.82 3.43 1.11 3 2.49 2.49 2.92 13.49 2.43 1.49 3.69 3.46 26.49 1.37 13.43 3.43 1.43 194.43 3.27 14.00 2.49 2.44 ∑ Ganjil 15.49 1.56 Efektivitas 2 3.43 3.82 2.43 3.75 24.66 12.82 1.49 2.43 3.43 3.49 1.82 2.49 2.34 25.82 2.43 1.31 23.43 3.69 1.82 1.43 3.69 2.93 9.00 2.00 1.20 ∑ Total 29.49 1.43 3.43 2.55 Akuntabilitas 6 1.82 1.11 Pengawasan & Evaluasi 7 3.43 2.63 2166.43 3.56 12.43 3.88 173 .43 1.49 1.66 11.00 1.82 2.00 1.82 1.43 3.43 2.43 4.49 3.49 2.33 18.82 2.82 207.00 1.82 2.43 1.00 1.43 3.43 3.43 1.49 1.21 11.99 11.43 3.43 2.43 3.43 3.43 1.43 3.49 1.43 1.49 4.43 1.65 27.43 11.43 1.49 1.00 3.49 2.49 1.49 218.00 1.49 212.00 1.49 1.49 1.74 10.66 12.33 ∑ Genap 14.82 1.49 1.44 13.49 4.49 3.49 1.43 2.88 8 2.49 2.43 4.43 2.31 22.49 3.49 3.43 1.82 4.00 1.07 11.82 2.43 1.43 2.82 3.43 3.55 25.40 1095.49 3.90 11.49 4.43 2.43 1.49 235.69 3.05 32.49 4.82 2.49 3.50 15.43 1.69 3.43 1.17 16.58 Fleksibilitas 4 3.43 1.49 1.49 2.43 1.82 1.82 2.43 1.19 11.49 3.43 3.82 3.00 2.43 3.82 3.43 3.00 3.82 3.82 14.44 30.43 2.49 232.43 2.49 1.43 3.99 15.10 12.49 1.49 2.83 23.62 22.73 24.49 1.49 230.

20 ∑ Total 30.95 5 2.87 ∑ Genap 15.Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) No.23 Akuntabilitas 6 2.22 3 2.03 Perbaikan & Pelaporan 9 3.71 8 2.27 2. Responden RATA-RATA Konsistensi 1 2.75 Pengawasan & Evaluasi 7 3.98 Efektivitas 2 3.88 10 3.09 ∑ Ganjil 14.09 Fleksibilitas 4 3. Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) 174 .

84 1.16 1.07) 0.53 4.1008 (2.37 0.00 0.82) 0.05 35 114 0.00 720 (1.47 (0.50 114 0.91 191 0.60 Frekuensi Masing-masing Alternatif jawaban 2 6 10 12 8 10 12 13 8 11 24 3 22 22 16 21 28 16 14 23 10 19 4 27 29 24 29 25 27 29 25 35 16 5 15 4 17 13 8 15 15 9 12 6 Total Frekuensi 72 72 72 72 72 72 72 72 72 72 Hasil Konversi Data Ordinal menjadi Data Interval pada Variabel X2 175 .16 0.66) 0.21 (0.07) 1.17) 1.27 0.2857 (1.00 1.05 0.Frekuensi Proporsi Proporsi Kumulatif zi Densitas Nilai Skala Transformasi Pertanyaan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 7 3 1 1 2 1 7 4 7 0.2416 0.3980 (0.65 266 0.42 3.42) 2.

01 31.60 4.50 3.60 4.50 2.50 4.65 1.50 3.50 3.50 3.71 33.65 2.50 3.50 4.60 3.75 17.50 4.60 3.00 Kerja sama tim 9 4.70 18.50 3.50 3.50 3.70 16.80 17.50 4.20 36.50 3.60 4.50 4.50 4.50 3.50 2.65 2.50 3.60 1.50 3.50 3.65 3.50 3.60 4.91 2.75 17.26 14.30 38.60 17.50 3.60 3.60 17.60 2.65 33.50 3.50 Obsesi terhadap Kualitas 2 3.60 3.66 31.60 4.65 2.65 17.No.50 2.60 3.60 3.60 3.95 15.70 19.60 3.50 3.65 3.65 3.50 4.65 2.21 12.50 3.91 2.50 3.60 2.50 3.50 3.50 2.50 4. Responden Fokus Pada Pelanggan 1 3.50 3.65 2.50 3.50 20.50 3.60 3.50 4.50 4.60 4.65 2.65 2.50 2.75 16.65 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 37.50 3.60 2.05 18.50 4.60 3.50 4.65 3.50 4.60 4.60 4.50 3.60 4.60 3.50 4.65 3.50 19.65 2.50 2.65 3.50 3.70 19.50 2.50 3.85 18.50 4.10 19.60 1.65 3.60 3.50 4.50 3.50 2.65 2.06 14.60 34.50 2.60 3.25 31.60 3.95 33.21 15.65 3.50 2.65 3.91 1.65 3.65 34.65 4.65 2.50 3.50 4.65 3.50 4.65 3.60 4.50 3.60 3.65 3.60 34.70 18.60 2.10 17.50 2.50 3.50 3.65 2.50 4.60 3.50 4.65 2.50 3.60 4.50 2.65 3.65 3.60 2.65 4.50 3.50 3.20 14.50 3.65 3.65 19.65 3.50 3.50 4.50 3.65 3.50 3.45 35.50 3.50 3.60 3.50 2.65 2.50 3.10 16.95 16.50 3.75 17.60 3.50 18.80 39.95 17.60 38.65 4.50 4.60 3.50 4.50 3.91 2.50 4.60 3.60 3.90 37.60 Pendidikan Berkelanjutan 10 3.65 3.65 36.65 2.65 4.60 4.65 4.50 3.60 3.65 2.65 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman Pengembangan Memiliki Kesalaha Struktur Kebebasan Kesatuan n dalam PekerjaTerkendali Tujuan Sistem an 3 4 5 6 7 8 4.45 176 .96 32.50 2.60 4.50 4.95 35.50 4.65 2.85 18.60 3.65 3.50 4.50 4.60 3.75 14.65 2.60 3.80 39.50 3.65 3.60 2.25 19.85 18.65 14.50 3.60 2.60 2.50 3.60 3.60 3.50 4.60 16.90 18.65 2.65 2.50 3.00 17.50 3.65 4.70 21.90 18.50 3.50 4.50 3.50 4.50 3.75 19.50 2.50 1.60 3.60 4.50 3.60 19.65 37.45 32.50 2.50 3.50 4.65 2.75 19.60 3.50 2.50 2.50 3.50 2.00 17.50 3.

06 12.91 2.60 2.50 2.60 16.65 1.50 3.65 4.65 1.50 3.60 4.50 3.65 1.65 3.00 2.50 1.65 1.65 1.91 3.50 3.65 3.65 2.75 14.65 1.65 3.21 19.65 4.65 2.50 2.50 Pendidikan Berkelanjutan 10 2.60 4.31 29.65 1.65 3.65 1.65 2.65 2.95 14.60 3.50 3.01 14.50 2.50 4.50 3.65 3.15 18.50 2.65 1.16 16.91 3.65 3.50 3.50 3.91 2.10 15.50 1.50 3.65 2.22 29.65 3.60 4.65 17.60 3.91 3.50 2.65 3.50 4.50 1.91 1.91 2.50 3.50 2.60 3.60 Obsesi terhadap Kualitas 2 3.50 3.65 3.60 3.60 4.60 4.50 2.50 4.95 15.60 3.50 3.65 2.21 18.50 1.60 1.50 2.00 Kerja sama tim 9 3.95 14.42 15.50 3.50 1.50 3.50 3.50 3.50 1.91 3.50 3.50 2.65 3.91 2.65 1.50 3.65 4.65 1.65 3.50 3.60 1.50 4.50 3.91 4.60 3.65 2.16 177 .91 4.17 19.60 4.50 4.65 2.65 2.50 3.91 2.80 17.50 2.91 3.06 17.65 1.21 16.91 1.31 17. Responden Fokus Pada Pelanggan 1 4.50 3.91 3.50 2.50 4.50 2.50 3.91 4.50 3.56 11.60 3.50 3.86 13.65 1.90 14.50 2.50 4.65 3.37 34.50 3.60 4.60 3.50 2.60 4.88 15.65 3.60 3.31 16.75 15.78 35.65 4.72 10.50 3.65 4.60 3.91 3.50 3.91 2.80 17.91 4.85 31.91 2.91 1.50 3.85 15.50 1.16 33.73 22.60 3.60 3.91 2.00 1.65 2.50 3.91 16.31 15.75 12.65 4.81 30.91 2.75 33.31 35.91 4.74 28.50 1.65 2.50 4.60 3.70 16.50 1.37 32.76 34.85 15.60 1.50 3.50 2.50 2.50 4.50 2.60 3.01 13.65 2.50 1.50 3.50 3.50 3.00 1.60 4.60 3.15 17.65 2.50 3.91 2.65 1.65 2.50 3.50 4.50 4.50 2.70 19.01 11.60 4.50 2.50 3.65 4.50 2.63 31.65 3.91 3.60 4.60 3.65 15.65 2.47 18.91 2.21 14.36 28.50 3.60 3.50 3.50 1.50 2.No.10 16.06 17.60 2.65 3.65 1.60 4.65 3.60 3.91 2.50 3.36 33.40 28.50 2.50 3.00 1.60 1.91 2.52 19.50 4.22 33.80 30.00 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 34.65 2.91 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman Pengembangan Memiliki Kesalaha Struktur Kebebasan Kesatuan n dalam PekerjaTerkendali Tujuan Sistem an 3 4 5 6 7 8 3.65 1.60 4.41 15.65 3.65 2.00 3.50 2.40 31.65 34.

50 3.91 2.12 31.91 2.23 16.60 3.95 31.86 12.00 3.91 3.91 Kerja sama tim 9 1.91 3.60 3.50 1.91 4.65 3.91 2.21 10.88 15.50 4.30 22.36 15.71 9.57 13.00 14.50 3.60 1.60 4.91 2.50 1.91 2.91 3.60 1.10 8.65 1.00 1.65 2.65 1.65 3.91 2.50 3.50 1.91 1.36 14.91 1.91 2.50 3.65 2.41 14.91 1.50 4.65 2.91 1.50 4.00 1.65 2.91 3.65 2.65 1.50 1.91 1.50 1.65 2.60 4.60 1.30 23.60 3.65 1.55 13.70 25.50 1.65 2.91 2.91 3.91 1.62 11.50 3.00 1.00 1.91 4.91 1.65 3.91 2.65 1.11 31.21 27.91 2.60 1.65 1.65 1.50 4.65 3.91 3.91 1.65 3.50 3.30 9.65 1.60 3. Responden Fokus Pada Pelanggan 1 2.91 2.65 2.51 22.45 10.50 3.50 1.91 2.65 4.07 22.65 1.50 2.50 3.91 2.57 18.50 1.91 3.77 30.65 4.47 178 .91 3.50 1.91 3.36 13.65 1.56 15.65 2.41 10.65 2.91 1.91 1.91 2.00 1.03 27.65 2.65 1.83 13.66 13.21 16.91 2.33 13.65 1.00 1.65 2.50 1.97 14.91 2.68 24.91 3.00 1.50 3.38 14.65 1.91 2.65 2.65 1.90 16.65 4.32 12.91 2.00 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman Pengembangan Memiliki Kesalaha Struktur Kebebasan Kesatuan n dalam PekerjaTerkendali Tujuan Sistem an 3 4 5 6 7 8 3.50 1.00 3.65 2.60 4.00 2.65 2.60 3.65 3.14 22.60 1.65 2.67 12.50 1.65 1.00 Pendidikan Berkelanjutan 10 1.50 2.50 1.50 3.60 4.91 3.91 2.00 1.00 2.91 3.65 1.60 2.65 2.91 1.30 11.50 1.80 12.50 3.31 14.50 1.19 23.91 1.73 11.00 1.91 2.05 16.65 2.13 13.65 2.91 3.65 1.21 13.65 1.91 2.65 1.50 3.91 3.24 12.50 4.30 12.91 1.91 1.50 3.60 1.50 3.50 1.50 1.00 3.38 13.50 2.97 8.00 1.50 1.60 2.00 3.91 3.65 2.00 1.90 21.91 3.91 3.65 2.65 2.98 9.91 3.50 Obsesi terhadap Kualitas 2 1.65 3.50 4.50 1.50 2.91 2.66 16.91 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 26.91 2.No.50 3.50 1.91 1.65 1.65 2.95 13.92 29.00 1.91 2.65 1.50 1.50 4.65 2.65 1.00 2.65 4.00 1.65 2.65 1.50 1.50 1.91 3.60 2.10 25.65 1.65 2.65 2.60 4.87 32.91 4.71 23.41 10.90 14.50 1.50 3.26 27.47 29.50 1.91 3.

60 Obsesi terhadap Kualitas 2 1.00 1.91 2.65 2.91 3.50 3.50 2.21 12.51 1067.82 3.80 12.21 11.00 230.91 4.91 3.09 26.27 3.84 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman Pengembangan Memiliki Kesalaha Struktur Kebebasan Kesatuan n dalam PekerjaTerkendali Tujuan Sistem an 3 4 5 6 7 8 1.00 1.50 1.No.91 3.65 2.27 14.60 3.50 1.50 1.91 2.82 235.65 2.91 3.65 2.50 29.21 11.21 1.50 1.65 4.91 1.59 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 67 68 69 70 71 72 JUMLAH RATA-RATA 19.65 2. Responden Fokus Pada Pelanggan 1 1.65 212.91 1.16 15.65 1.91 2.65 1.62 14.50 3.13 2.91 2.95 Kerja sama tim 9 2.60 3.50 233. Variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) 24 101 201 333 204 863 Frekuensi 179 .65 218.79 2.12 14.02 15.75 10.50 2.91 2.52 3.29 30.50 1.26 3.50 3.18 Pendidikan Berkelanjutan 10 1.24 1.23 3.88 15.91 186.00 1.83 26.65 1.20 2.91 3.43 3.65 204.91 2.25 1147.50 229.93 9.65 2.50 4.24 2.65 3.65 230.65 3.91 3.65 233.04 1.31 14.76 2214.65 3.38 15.52 26.60 3.00 2.65 2.30 2.96 27.50 2.65 2.21 3.65 1.65 2.

03 0.30) 1.48 Total Frekuensi 72 72 72 72 71 72 72 72 72 72 72 72 0.14 (1.60 Frekuensi Masing-masing Alternatif jawaban 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 3 3 0 1 2 1 2 4 2 2 2 2 6 8 0 7 8 4 14 9 15 13 10 7 24 15 0 29 28 8 12 18 24 14 24 5 34 17 25 26 26 43 24 33 25 30 23 27 5 29 47 9 7 16 20 8 6 13 13 31 Hasil Konversi Data Ordinal menjadi Data Interval pada Variabel Y 180 .65) 2.12 0.90 0.24 1.Proporsi Proporsi Kumulatif zi Densitas Nilai Skala Transformasi Pertanyaan ke 1 0.03 (1.3801 (0.76 0.72 0.00 1.2278 (1.40) 1.31) 0.30 4.3083 0.06) 0.0639 (2.00 0.23 0.64 0.39 0.19 3.38 (0.91) 0.

48 3.48 Standar Pendidik dan Tendik 6 4.48 4.90 1.60 3.60 4.48 4.70 19.48 3.32 48.60 1.60 4.60 4.64 4.64 3.64 4.48 3.60 4.60 3.00 23.02 42.48 5 2.60 4.60 4.48 2.48 2.48 2.60 4.64 4.60 3.60 4.20 41.48 3.60 3.60 2.48 4.48 2.60 3.60 4.60 3.64 Standar Sarana dan Prasarana 8 4.48 4.64 2.60 4.48 4.24 22.48 4.48 4.48 2.60 2.48 3.60 2.60 4.48 3.60 3.60 3.64 3.64 4.64 4.86 41.60 3.48 4.Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.60 2.48 3.48 4.60 3.48 3.48 2.48 3.88 20.64 2.64 48.60 4.60 3.48 4.60 19.44 23.60 3.48 3.48 Standar Proses 4 2.64 4.24 21.48 2. Responden Stand ar Isi 1 2 4.64 3.60 3.90 4.48 25.60 3.64 1.60 4.60 3.90 1.08 46.48 4.48 21.48 1.64 3.60 4.00 21.64 Standar Pengelo -laan 10 4.48 4.48 3.48 2.24 22.60 4.60 4.48 1.48 3.64 2.48 3.60 Standar Penilaian 12 4.32 20.60 4.60 3.48 4.60 4.32 19.60 3.64 181 .48 4.60 3.80 24.48 3.60 3.60 1.48 4.70 19.48 4.60 1.64 3.60 4.60 4.16 24.48 3.64 2.48 4.60 3.60 4.48 4.60 4.48 3.60 3.60 4.48 45.70 25.60 3.48 3.60 4.60 3.36 23.60 3.54 20.36 22.48 3.48 4.68 41.64 FALSE 3.64 41.48 3.60 4.60 9 4.48 4.48 41.94 47.60 2.48 4.76 44.40 25.48 2.48 2.16 20.48 4.48 3.64 4.48 3.60 3.90 4.96 20.60 4.60 4.12 21.24 44.24 24.64 3.48 3.64 3.68 20.48 3.60 3.60 2.48 3.52 48.32 19.60 4.48 47.48 3.48 3.48 3.64 2.28 20.60 4.48 4.48 3.48 3.48 3.48 4.48 3.24 22.76 39.48 3.48 3.48 2.48 3.60 3.48 3.10 41.48 4.90 3.60 4.64 25.64 4.64 2.60 4.60 3.64 3.12 25.64 4.60 3.48 4.32 22.48 3.60 4.48 3.48 4.48 3.98 20.48 3.60 3.60 3.60 3.64 3.48 49.48 3.48 3.64 2.48 3.48 3.60 7 4.48 4.64 2.60 47.48 3.60 4.48 3.60 3.48 2.60 4.60 4.48 4.36 48.48 4.48 3.48 3.48 2.42 24.48 4.60 3.60 4.48 4.48 3.64 3.28 26.60 4.60 3.48 3.48 4.64 Standar Pembiayaan 11 4.48 3.48 3.60 4.64 2.60 3.48 45.48 4.48 3.24 24.48 3.68 24.60 3.48 3.60 3.64 3.60 4.28 23.64 2.58 20.60 4.90 3.60 4.00 SKL 3 4.48 4.48 2.48 3.48 3.60 3.48 3.48 3.60 4.58 20.48 2.60 3.60 4.64 3.36 23.64 3.86 41.64 2.90 2.60 2.48 4.48 3.48 4.48 4.60 3.60 3.56 21.60 4.28 18.60 3.48 3.64 4.60 4.68 42.60 2.60 3.16 22.48 3.36 22.48 4.60 3.28 20.60 2.80 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 2.48 2.

64 2.28 21.44 39.48 3.48 4.14 45.48 4.64 2.48 SKL 3 4.48 2.48 3.48 3.64 3.64 2.76 42.48 2.60 2.60 4.16 20.56 21.60 4.60 1.20 21.36 21.64 4.48 2.48 Standar Proses 4 2.48 2.64 2.60 4.48 4.64 4.60 1.48 2.62 22.48 4.44 17.48 3.16 18.74 21.90 3.48 3.64 17.48 4.48 3.48 3.48 Standar Pembiayaan 11 4.60 2.32 19.44 21.60 3.92 41. Responden Stand ar Isi 1 2 4.32 22.48 4.32 19.64 3.64 3.60 4.48 3.60 4.64 3.48 3.48 4.48 2.60 44.60 4.64 2.64 3.56 20.64 2.90 4.94 41.48 4.48 3.48 3.48 3.48 2.64 3.64 3.60 4.64 4.48 3.60 3.48 3.68 40.48 2.64 3.64 2.64 2.64 3.90 40.64 2.48 4.22 46.64 3.32 19.44 18.24 21.48 3.64 2.64 2.48 2.60 4.60 2.64 3.48 4.48 2.60 3.48 3.64 2.48 9 2.64 1.64 2.44 39.60 3.48 3.60 3.64 2.60 3.44 22.48 3.60 3.64 1.48 4.48 3.48 3.16 20.48 4.60 4.12 42.60 3.18 44.60 4.48 4.60 3.60 4.24 45.64 2.64 2.64 2.24 21.60 4.44 18.64 4.48 4.60 3.60 4.48 3.32 18.48 3.64 2.48 2.48 2.48 3.48 3.64 2.64 Standar Pengelo -laan 10 4.48 4.48 3.48 2.32 19.64 3.48 2.48 3.60 4.60 4.68 43.56 20.48 4.32 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 3.64 3.48 4.60 37.60 3.32 19.48 Standar Sarana dan Prasarana 8 4.64 1.48 3.60 3.48 1.94 43.60 4.28 21.48 3.36 20.48 2.64 3.06 22.90 4.64 2.64 Standar Pendidik dan Tendik 6 3.64 3.60 3.60 3.64 2.64 2.60 3.48 3.20 21.80 42.60 4.48 22.84 40.60 4.60 2.48 3.90 4.00 2.80 22.48 3.64 4.48 2.48 2.60 4.48 4.86 24.64 3.04 37.04 24.44 19.60 4.60 4.48 2.64 3.60 3.60 3.90 3.64 2.48 3.48 3.Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.44 21.48 4.64 4.64 2.64 2.28 20.48 3.16 22.64 2.60 3.64 2.60 3.48 4.64 4.64 3.48 4.48 3.60 3.60 3.48 19.60 3.60 3.60 41.74 19.56 20.48 4.48 2.76 42.20 20.48 2.60 2.48 3.48 Standar Penilaian 12 3.60 4.48 182 .48 1.48 3.48 3.64 2.48 2.48 3.44 20.60 4.60 4.84 38.48 3.48 3.48 3.64 2.64 3.60 3.48 3.48 2.48 2.48 4.48 4.48 3.48 3.48 3.64 2.90 3.48 3.60 4.48 2.60 3.48 3.48 3.60 3.64 3.60 3.60 3.48 3.60 3.64 3.64 3.64 3.60 4.64 5 2.64 2.48 3.64 2.60 4.48 7 3.64 3.48 4.48 2.48 2.48 3.58 21.16 21.60 4.64 2.48 4.16 21.64 2.60 3.60 4.64 3.60 2.48 3.76 40.60 3.48 2.64 2.64 3.60 4.48 3.48 3.64 2.48 3.60 2.48 3.48 2.48 3.64 2.

48 1.72 15.48 5 3.64 1.64 2.70 28.60 1.38 18.90 2.64 1.48 1.64 7 3.48 1.30 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 2.72 20.00 1.92 32.64 3.48 4.64 2.64 1.64 3.48 3.08 38.98 18.64 1.48 3.90 1.60 3.90 2.48 3.90 2.48 1.56 17.90 4.60 2.64 1.64 3.60 3.64 1.64 1.34 14.64 1.42 16.48 3.90 1.74 17.60 3.90 3.90 4.64 2.64 4.90 2.90 2.48 4.48 1.00 1.48 2.48 1.58 14.60 3.48 3.48 3.64 2.48 3.48 3.64 4.90 2.86 18.90 3.60 3.64 2.90 2.90 1.90 3.64 1.60 3.60 1.48 3.60 3.48 1.60 4.90 2.48 4.48 1.48 3.28 35.64 2.20 12.48 3.60 3.64 2.48 10.70 28.84 32.90 3.64 1.64 1.90 1.64 1.64 2.48 1.48 15.64 2.64 3.90 1.64 2.90 2.48 1.60 2.90 3.48 2.48 2.42 13.60 3.82 33.48 4.48 3.46 28.64 2.40 15.64 2.90 1.00 1.70 16.90 3.64 1.46 37.Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.48 2.64 1.00 3.74 17.36 20.90 1.48 3.90 Standar Pendidik dan Tendik 6 3.60 3.00 3.90 3.00 15.64 1.64 2.48 3.64 1.48 4.48 4.48 3.00 1.90 2.90 2.90 2.64 1.48 3.64 3.64 4.48 4.90 35.18 18.64 1.64 1.48 1.64 1.00 9 2.64 2.90 2.48 3.48 1.90 3.64 2.64 2.64 1.00 19.48 4.64 1.60 2.48 4.48 33.00 3.14 40.48 3.00 2.00 3.64 2.46 28.48 1.64 2.16 19.32 16.64 Standar Pengelo -laan 10 2.48 1.02 31.90 1.60 2.90 2.90 1.48 3.48 1.90 3.48 3.60 4.26 36.90 2.64 2.00 1.64 1.78 17.90 2.48 3.90 2.60 1.64 1.16 13.90 183 .90 1.90 Standar Sarana dan Prasarana 8 2.60 3.64 2.48 Standar Proses 4 2.00 1.72 16.64 2.48 25.78 15.78 19.48 3.48 Standar Pembiayaan 11 2.90 2.90 1.60 3.90 2.90 3.60 4.48 3.86 14.56 19.48 2.48 2.00 1.64 2.90 1.32 32.48 3.48 3.48 4.64 3.78 13.00 17.58 17.90 3.64 1.90 2.48 2.60 2.60 32.56 38.64 2.62 20.48 1.48 2.90 4.64 2.52 18.64 4.84 34.88 18.64 1.90 2.64 4.90 1.90 2.64 1.48 3.30 15.48 3.58 29.40 16.64 1.90 2.64 2.48 3.64 2.48 4.90 3.90 1. Responden Stand ar Isi 1 2 1.64 1.90 1.04 16.64 2.64 1.90 2.64 1.90 3.48 2.26 14.48 3.90 1.00 1.90 2.90 3.48 3.00 2.62 16.00 2.64 SKL 3 3.48 1.42 19.00 1.90 3.90 1.48 4.48 4.20 17.64 1.90 1.48 3.64 2.48 2.90 1.60 3.60 3.90 Standar Penilaian 12 3.08 37.64 1.00 3.90 2.48 1.64 3.90 1.80 32.64 2.90 4.06 16.04 11.64 1.48 1.48 1.64 2.42 14.48 4.64 1.64 3.48 2.90 1.60 3.48 3.

48 303.20 4.90 3.74 3.60 3.48 265.90 208.90 Standar Pengelo -laan 10 1.68 30.48 1.48 SKL 3 3.48 1.00 1.90 1.09 5 4.72 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 70 71 72 JUMLAH RATA-RATA 2.90 1.60 3. Responden Stand ar Isi 1 2 1.48 1.06 3.96 3.90 4.90 1.90 1.58 14.51 12.64 1.80 3.86 3.90 1.00 235.21 Standar Proses 4 1.01 Standar Pendidik dan Tendik 6 1.36 3.64 224.48 219.84 19.90 220.90 2.64 1.56 13.20 3.Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.46 2.00 1.90 222.82 13.90 227.90 250.78 39.08 3.50 1404.90 1.06 9 3.16 Standar Pembiayaan 11 3.48 252.90 3.11 Standar Penilaian 12 2.82 28.90 2.48 3.56 1419.51 7 1.26 3.28 Standar Sarana dan Prasarana 8 1.04 Lampiran 4 Tabel Pengolahan Data Deskriptif Hasil Penelitian 184 .90 1.50 28.50 19.80 3.54 19.00 213.06 2843.64 1.48 3.20 14.

78 10 12.14 115.04 245 8 16.09 5 1. Dimensi Konsistensi Pelaksanaan Anggaran Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Efektivitas Pelaksanaan Anggaran 2 Penggunaan anggaran terarah dan terkendali sesuai dengan rencana yang tertuang program/kegiatan Penggunaan anggaran hemat. tidak mewah. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. Variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) Pernyataan f 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % f 2 % f 1 % Jumlah Skor Dimensi: Konsistensi Pelaksanaan Anggaran Pelaksanaan anggaran sesuai dengan sasaran-sasaran kegiatan sekolah yang 1 tersusun dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).06 10 19.27 11 12.61 5 2.4 18 29 22.0408 4.31 185 .24 13 10.24 31. Dimensi: Efektivitas Anggaran Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Fleksibilitas 8 16.99 9 7.33 36 58.78 10 12.617 5 10 2.1.04 35. efesien.9685 254 3 6 16 12.5306 13.612 5 2.33 36 58.93 35 72 57. No.24 13 10.0408 245 245 5 x 1 x 72 360 68.0093 245 499 499 720 69.69 37 58.03 5 x 2 x 72 8 17 6.

7491 Jumlah Skor 4 10 267 5 5 11.63 17 22.887 67 108.19 Dimensi: Akuntabilitas dan Transparansi Anggaran sekolah disampaikan kepada masyarakat melalui media tertentu serta penggunaannya dipublikasikan secara bertahap sesuai dengan peraturan yang berlaku. tidak kaku.21 20 26.82 9 4.93 Skor Jawaban 3 f % f 15 16.73 f 40 4 % 59.No.035 5 2.75 f 2 1 % 0. Perubahan anggaran dilakukan jika terjadi ketidaksesuaian antara satuan-satuan kegiatan dengan jumlah anggaran yang tersedia.16 27 48.7669 491 491 720 68.04 5 2.1 35 43.193 228 228 360 63.64 5 x 2 x 72 16 13.567 11 4. atau satuan kegiatan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah sehingga perlu diganti dengan satuan kegiatan lain yang lebih memungkinkan Dimensi: Fleksibilitas Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 % 18.85 5 2 % 3. disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang berlangsung.0179 224 15 29.7719 30 52.79 11 9.77 30 52.37 16 14.37 16 14.193 228 4 8.33 186 . Dimensi: Akuntabilitas dan Transparansi Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Monitoring dan Evaluasi 5 x 1 x 72 6 4 8. Pernyataan f Pelaksanaan anggaran dilakukan secara luwes.63 17 22.

serta warga sekolah lainnya.527 2 3 0.18 Skor Jawaban 3 f % f 19 22.84 27 33. pada pertengahan pelaksanaan anggaran. serta pada akhir tahun kegiatan. Pernyataan f Pengawasan dilakukan secara internal terpadu oleh kepala sekolah.02 46 56.37 3 1. dan pada akhir tahun pelajaran.89 10 8.59 Jumlah Skor 251 7 8 8 7 14. Evaluasi penggunaan anggaran dilakukan secara berkala setiap bulan. guru-guru.99 48.25 7 14 5.89 2. Pelaporan dilakukan setiap bulan.03 18 20.26 239 15 30.79 37.8489 490 490 720 68.25 102.06 Dimensi: Perbaikan dan Pelaporan 9 Perbaikan anggaran dilakukan demi pencapaian tujuan kegiatan secara efektif.30 1 0.No. serta mempertimbangkan kondisi dan situasi yang berlangsung. efisien.83 35 53.45 7 5.71 7 2 % 5.64 25 41. komite sekolah. setiap triwulan.3 15 33 16. Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) 187 . Dimensi: Monitoring dan Evaluasi Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 % 15.6 5 x 2 x 72 17 13.38 264 10 15 26 27.94 f 34 4 % 54.58 f 4 1 % 1.818 33 68 49.581 59 96. Dimensi: Perbaikan dan Pelaporan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 x 2 x 72 11 20.75 1.1251 268 532 532 720 73.946 7 2. setiap kegiatan yang dilaksanakan.22 10. pada akhir semester.

73 29 50.73 29 50. Dimensi: Obsesi terhadap kualitas Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Memiliki Pemahaman terhadap Struktur Pekerjaan 5 x 1 x 72 5 x 1 x 72 1 15 28.52 27 41.52 27 41. Dimensi: Fokus pada pelanggan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Memiliki Obsesi terhadap Kualitas Seluruh komponen sekolah (tenaga pendidik dan kependidikan) secara agresif berusaha mencapai kualitas pelayanan pendidikan tertentu dalam rangka melampaui harapan pelanggannya (peserta didik dan masyarakat pengguna jasa pendidikan).61 188 .1 6 4.No.06 22 25.82 10 8.7605 263 15 28.66 22 28.1 6 4.5627 2 0. Pernyataan f 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor Dimensi: Fokus pada Pelanggan Seluruh komponen sekolah (tenaga pendidik dan kependidikan) memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada peserta didik dan masyarakat pengguna jasa pendidikan.5627 2 0.06 22 25.82 10 8.7336 7 3.0568 229 229 360 63.0568 229 4 8.7605 263 263 360 73.66 22 28.7336 7 3.06 2 4 8.

1719 256 256 360 71.294 1 2 0. serta tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik/kependidikan sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.20 24 37.75 12 9.28 189 .375 3 1.16 14.5 16 18.90 29 44.231 25 54 40.11 Dimensi: Mengembangkan Kebebasan yang Terkendali Guru dan staf sekolah lainnya harus selalu peka terhadap segala situasi perkembangan zaman sehingga dapat melakukan improvisasi pekerjaan dalam kerangka aturan yang berlaku. Guru selalu berusaha menemukan inovasi pembelajaran bagi kepentingan peserta didik Dimensi: Kebebasan yang terkendali Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Memiliki Kesatuan Tujuan 5 x 2 x 72 4 13 24.41 0. tugas.33 41.38 261 5 8 21 16.1719 256 17 33.75 5 x 1 x 72 12 9.44 21 24.375 3 1.20 24 37.42 10 18 8.82 85.7913 245 506 506 720 70.26 28 49 34.14 8 6. Dimensi: Pemahaman Struktur Kerja Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor 3 17 33.5 16 18. Pernyataan f Setiap komponen sekolah (terutama guru) memiliki pemahaman mendalam tentang peran.13 1 0.29 58.No.

00 19.15 34. Dimensi: Kesatuan tujuan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 % 29.19 23 29.9536 237 237 360 65.83 190 .11 8 6. dan strategi sekolah dalam mencapai sasaran mutu.9536 237 9 18.7511 7 2.99 25 42. misi.85 58. guru dan tenaga kependidikan mencari dan menemukan kesalahan yang terjadi dalam sistem dalam upaya mengatasi masalah dan memperbaiki kinerja Dimensi: Mencari kesalahan dalam sistem Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Mengembangkan kerja sama tim 5 x 1 x 72 8 9 18. Pernyataan f Seluruh komponen sekolah memiliki kesatuan tujuan yang sama dalam mengembangkan mutu layanan sekolah Kesatuan tujuan ini secara filosofis dan strategis tertuang dalam visi.34 f 2 1 % 0.38 1.02 Skor Jawaban 3 f % 16 18.11 8 6.7511 7 2.1628 260 517 517 720 71.99 25 42.18 f 27 4 % 42.81 Dimensi: Mencari dan Menemukan Kesalahan dalam Sistem Pada kondisi tertentu.78 Jumlah Skor 257 6 15 7 15 30 28.029 29 56 44.No.339 1 3 0.62 86.83 5 x 2 x 72 13 25 10.68 2 f 12 % 9.19 23 29.64 14 30 16.

72 5 x 1 x 72 2 f 11 11 % 8.07 19 27. sehingga guru dan tenaga pendidik berusaha menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan formal (melanjutkan studi ke S2 dan S3) maupun pendidikan non formal. Dimensi: Diklat berkelanjutan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 x 1 x 72 10 6 14.44 23.No.11 Dimensi: Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan Seluruh komponen sekolah memiliki pandangan bahwa belajar terus-menerus dan belajar sepanjang hayat merupakan unsur yang fundamental dalam pengembangan mutu pelayanan sekolah.56 16 31.301 7 3.3981 206 206 360 57.301 7 3.44 f 35 35 4 % 54.67 24 23.3981 206 6 14.72 11.5625 Jumlah Skor 9 12 12 256 256 256 360 71.5938 f 4 4 1 % 1. Pernyataan f Seluruh komponen sekolah berkeyakinan bahwa kerja sama tim akan dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada bekerja secara individu Dimensi: Kerja sama tim Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 % 23.67 24 23.07 19 27.69 Skor Jawaban 3 f % 10 10 11.5938 8.69 54.5625 1.22 191 .56 16 31.

teknologi dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Peningkatan potensi. kebutuhan. c. k. perkembangan. 5 248 a. n. dan seni Keragaman dan perbedaan agama Dinamika perkembangan global 192 . dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.08 f 34 4 % 54. Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. d. kecerdasan. l.3. f.84 Skor Jawaban 3 f % 24 29. h. Variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) Pernyataan f 5 % 10. e. Berpusat pada potensi. i. dan minat sesuai dengan tingkat perkem-bangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Perkembangan ilmu pengetahuan. No.2097 Jumlah Skor Dimensi: Pelaksanaan Standar Isi 1 Sekolah mengembangkan sendiri standar isi menjadi KTSP yang sesuai dengan situasi. kondisi. teknologi.8387 f 3 1 % 1. b. j. m. g.03 2 f 6 % 4. dan kebutuhan pendidikan yang berlangsung di sekolah sesuai dengan indikator-indikator berikut.

8387 3 1. 29 52.03 6 4.No. suku.89 Skor Ideal Kategori Persentase 5 x 1 x 72 Dimensi: Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan 2 Standar kompetensi lulusan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 dapat terpenuhi. r. q. SKL untuk tingkat satuan pendidikan SLTP adalah sebagai berikut. p. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional f) Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis.78 3 1.25 8 5. kritis. Pernyataan f 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor o.84 24 29.2097 248 248 360 68. a) Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja b) Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri c) Menunjukkan sikap percaya diri d) Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas e) Menghargai keberagaman agama.083 277 193 .55 15 16. ras. budaya. dan kreatif g) Menunjukkan kemampuan berpikir logis. Jumlah Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan jender Karakteristik satuan pendidikan Dimensi Pelaksanaan Standar Isi 5 10.081 34 54.35 17 24.

dan memanfaatkan waktu Luang p) Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun q) Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat r) Menghargai adanya perbedaan pendapat s) Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana t) Menunjukkan keterampilan menyimak. berbangsa. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor 194 . aman. kreatif. membaca. dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia m) Menghargai karya seni dan budaya nasional n) Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya o) Menerapkan hidup bersih. bugar. berbicara. sehat.No. dan inovatif h) Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya i) Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari j) Mendeskripsi gejala alam dan sosial k) Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab l) Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Pernyataan f kritis.

7762 3 1.25 8 5.15 25 29.00 Dimensi: Pelaksanaan Standar Proses 195 .4 15 16.No. Pernyataan f u) sederhana.50).85 0 0 0 0 0 0 335 (g) Matematika (h) IPA Dimensi: Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 76 122. 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor Kelulusan siswa dalam tiga tahun terakhir pada mata pelajaran berikut mencapai kategori baik (rata-rata di atas 7. 3 (e) Bahasa Indonesia (f) Bahasa Inggris 47 70. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah.083 612 612 5 x 2 x 72 720 85.5 42 54.

93 26 41.35 285 196 .59 28 69. pelaksanaan proses pembelajaran.No. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.66 7 5. dan kemandirian sesuai dengan bakat.64 2 0. menyenangkan.15 28 34. materi ajar.2283 492 492 720 68.8299 241 7 32.3984 251 5 7 14.45 26 84. menantang.35 8 8. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.42 4 2.85 8 6. kompetensi profesional.58 1 0.07 43 60.81 1 0. dan 16 28. minat. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. metode pengajaran. kompetensi kepribadian.52 26 43. kreativitas.43 29 34. Pernyataan f Sekolah melakukan perencanaan proses pembelajaran. Dimensi: Pelaksanaan Standar Proses Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor 4 9 17. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran.33 5 x 2 x 72 Dimensi: Ketercapaian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 6 Tenaga pendidik telah memenuhi kualifikasi minimal sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 16 Tahun 2006 (Berijazah minimal S-1/D-IV dan memiliki kompetensi pedagogik.52 8 12. penilaian hasil pembelajaran.22 2 1. inspiratif. sumber belajar. dan penilaian hasil belajar Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif.

ruang kantin. ruang tata usaha.584 38 81 58. ruang pendidik.43 6 10 4. serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. ruang pimpinan satuan pendidikan.64 12 13. tempat berolahraga.63 7.74 14 10.No. ruang laboratorium.35 285 9 20 38.07 43 60. bahan habis pakai. Sekolah memiliki prasarana yang meliputi lahan. Pernyataan f kompetensi sosial yang dipersyaratkan).51 41.5092 259 544 544 5 x 2 x 72 730 74.4402 3 4 1. ruang bengkel kerja. tempat berkreasi.81 1 0.69 119 19 27 22. Dimensi: Ketercapaian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 7 23 13.52 Dimensi: Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Sekolah memiliki sarana pembelajaran yang meliputi perabot.17 24 36.69 2 0. dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses 8 16 28. instalasi daya dan jasa.16 1.42 4 2.76 262 197 . ruang kelas.01 30. ruang perpustakaan. 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor 7 Tenaga pendidik telah tersertifikasi sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 18 tahun 2007. tempat beribadah.35 8 8. ruang unit produksi. tempat bermain. media pendidikan. peralatan pendidikan. buku dan sumber belajar lainnya.

47 13 10.24 24 96.99 12 22. yang menunjukkan seluruh kategori aktivitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. pembagian tugas di antara tenaga kependidikan. struktur organisasi satuan pendidikan. peraturan akademik. tata tertib satuan pendidikan. serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. yang minimal meliputi tata tertib pen-didik. kalender pendidikan/ akademik. tenaga kependidikan dan peserta didik.49 2 1. bulanan.16 14 13.78 255 (c) (d) (e) (f) (g) (h) 198 . kode etik hubungan antara sesama warga di 25. pembagian tugas di antara pendidik.No.11 547 547 5 x 2 x 72 720 75.06 14 16.20 2 0. dan mingguan.97 Dimensi: Pencapaian Standar Pengelolaan Pendidikan 10 Sekolah memiliki pedoman yang mengatur tentang: 13 (a) (b) kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan silabus. Pernyataan f pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor Dimensi: Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 20 66.49 30 47.

7619 2 0.06 14 16. Dimensi: Pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan Jumlah 12 31 52.196 2 0. 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor (i) Dimensi: Pencapaian Standar Pengelolaan Pendidikan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 13 25. dan biaya personal.721 27 36.896 23 23 36.65 24 24 28.76 2 0.No.102 7 4.97 7.49 30 47.6803 294 294 199 .9681 2 2 0.7968 251 251 251 360 69. biaya operasional.68 294 31 52.72 27 36.83 Dimensi: Standar Pembiayaan 11 Sekolah memiliki standar pembiayaan pendidikan yang terdiri atas biaya investasi.90 25.47 13 10. 13 13 25.72 Dimensi: Standar Pembiayaan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 x 1 x 72 Dimensi Pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan Sekolah memiliki standar penilaian pendidikan yang dijalankan secara konsisten sesuai dengan Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.80 0.65 36.69 28. Pernyataan f dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat.69 10 10 7.73 5 5.73 5 5.7843 255 255 5 x 1 x 72 360 70. biaya operasional satuan pendidikan.10 7 4.

Skor Ideal Pernyataan f Kategori Persentase 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 5 x 1 x 72 2 f % f 1 % Jumlah Skor 360 81.67 200 .No.

201 .