PENGARUH PELAKSANAAN ANGGARAN SEKOLAH DAN PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA MANUSIA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN

(Studi Deskriptif pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis)

Oleh: GATOTKACA 0070080090010

TESIS Untuk memenuhi salah satu syarat ujian guna memperoleh gelar Magister Akuntansi Program Pendidikan Magister Program Studi Akuntansi Bidang Kajian Utama Akuntansi Pemerintahan

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 000000
1

PENGARUH PELAKSANAAN ANGGARAN SEKOLAH DAN PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA MANUSIA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN
(Studi Deskriptif pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis)

Oleh: GATOTKACA 0070080090010

TESIS Untuk memenuhi salah satu syarat ujian guna memperoleh gelar Magister Akuntansi Program Pendidikan Magister Program Studi Akuntansi Bidang Kajian Utama Akuntansi Pemerintahan ini telah disetujui oleh Tim Pembimbing pada tanggal seperti di bawah ini

Bandung,

Mei

Pembimbing Utama,

Pembimbing Pendamping,

2

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Tesis yang diajukan ini asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademik (sarjana, magister, dan/atau doktor) baik di Universitas Padjadjaran Bandung maupun di perguruan tinggi lainnya. 2. Tesis ini murni gagasan, rumusan, dan penelitian saya sendiri tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan Tim Pembimbing. 3. Dalam tesis ini tidak terdapat karya-karya atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan sebagai acuan dalam naskah dengan disebutkan nama pengarang dan dicantumkan dalam daftar pustaka. 4. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila di kemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar yang telah diperoleh karena tesis ini, serta sanksi lainnya sesuai dengan norma yang berlaku di perguruan tinggi ini.

Bandung, 24 Mei 000000 Yang membuat pernyataan,

GATOTKACA 0070080090010

3

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan terhadap 72 SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis tahun 000000-000000 dan bertujuan untuk memperoleh bukti empirik mengenai pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Pengumpulan data penelitian yang utama dilakukan melalui kuesioner yang disampaikan kepada masing-masing kepala sekolah, komite sekolah, dan salah seorang guru senior yang ada di masing-masing sekolah. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Analisis Regresi Berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan hal-hal sebagai berikut. 1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan pelaksanaan anggaran sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Kata kunci: pelaksanaan anggaran sekolah, pemberdayaan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan.

4

ABSTRACT

This research was conducted to 72 State and Private Junior High School in Regency and City of Kendal Gorowong Karang Tumaritis year of 000000-000000 and intended to obtain empirical evidence about the influence school budget execution and empowering of human resource to improvement of education quality at the State and Private Junior High School in Regency and City of Kendal Gorowong Karang Tumaritis. The major research data collection was done by questionaire which is sent to each headmaster, school committee, and one of the senior teacher in each school. Data processing used Multiple Regression Analysis. The simultaneous test result showed that school budget execution and empowering of human resource simultaneously has positive and significant influence on the quality of school management at the State and Private Junior High School in Regency and City of Kendal Gorowong Karang Tumaritis. The result of partial test showed that:
1.

There was positive and significant influence of school budget execution on the improvement of education quality at the State and Private Junior High School in Regency and City of Kendal Gorowong Karang Tumaritis. There was positive and significant influence of empowering of human resource on the improvement of education quality at the State and Private Junior High School in Regency and City of Kendal Gorowong Karang Tumaritis.

2.

Keywords: school budget execution, empowering of human resource, improvement of education quality.

5

KATA PENGANTAR

Permasalahan kualitas pendidikan selalu menjadi wacana menarik di negeri ini. Banyak penelitian yang dilakukan berkaitan dengan perkembangan kualitas pendidikan serta sistem penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Di sisi lain, upaya-upaya perbaikan pun dilakukan oleh berbagai pihak, terutama Departemen Pendidikan Nasional sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pendidikan di Indonesia secara formal. Upaya-upaya yang dilakukan pun dilaku-kan melalui berbagai sektor, baik dari segi sistem, sarana dan prasarana, maupun sumber daya manusia. Berbagai bantuan dalam bentuk grant bagi peningkatan mutu pendidikan pun diluncurkan ke berbagai jenjang pendidikan dengan satu harapan, meningkatnya kualitas pendidikan nasional. Sumber dana yang diperoleh sekolah-sekolah (SMP Negeri dan Swasta) pada umumnya berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), baik yang dikucurkan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah. Besar bantuan operasional sekolah dari pusat pada tahun anggaran 000000 diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 247 tahun 2010 pasal 1, ayat 3, point (d) yang berbunyi ”Alokasi untuk SMP/SMPLB/SMPT di kabupaten adalah sebesar Rp 570.000 (lima ratus tujuh puluh ribu rupiah) per siswa/tahun”. Untuk mencapai standar pengelolaan sekolah yang maksimal, jumlah ini memang relatif kecil dan tidak mencukupi. Apa lagi pada sekolah-sekolah swasta yang terbebani dengan pembayaran gaji pegawai.

6

Akan tetapi, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementrian Pendidikan Nasional (2010) mengemukakan bahwa ”Salah satu indikator penuntasan program Wajib Belajar 9 Tahun diukur dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat SMP. Pada tahun 2009 APK SMP telah mencapai 98,11%, sehingga dapat dikatakan bahwa program wajar 9 tahun telah tuntas sesuai dengan waktu yang telah ditargetkan. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimulai sejak bulan Juli 2005, telah berperan besar dalam percepatan pencapaian program wajar 9 tahun tersebut. Oleh karena itu, mulai tahun 2009 pemerintah telah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientasi dari program. Program BOS ke depan bukan hanya berperan untuk mempertahankan APK, namun harus juga berkontribusi besar untuk peningkatan mutu pendidikan dasar. Selain daripada itu, dengan kenaikan biaya satuan BOS yang signifikan, program ini akan menjadi pilar utama untuk mewujudkan pendidikan gratis di pendidikan dasar.” (Kemdiknas, 2010) Pernyataan tersebut telah menegaskan bahwa sumber pembiayaan pada tingkat satuan pendidikan SMP tidak dapat diperoleh dari sumber lain kecuali BOS, yang justru kian diarahkan kepada peningkatan kualitas pendidikan. Sebagai jawaban atas kesulitan yang dialami oleh sekolah, maka setiap tahun anggaran pemerintah pusat, provinsi maupun daerah selalu menaikkan jumlah anggaran bantuan operasional sekolah. Mutu pendidikan tidak dipengaruhi oleh faktor tunggal berupa pembiayaan saja, ada sejumlah variabel yang dianggap saling berhubungan/ mempengaruhi. menurut Slamet (1999) terdapat empat usaha mendasar yang harus dilakukan dalam suatu lembaga pendidikan, yang terdiri atas: 1. Menciptakan situasi “menang-menang” (win-win solution) dan bukan situasi “kalahmenang” di antara fihak yang berkepentingan dengan lembaga pendidikan (stakeholders). Dalam hal ini terutama antara pimpinan lembaga dengan staf lembaga harus terjadi kondisi yang saling menguntungkan satu sama lain dalam meraih mutu produk/jasa yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tersebut. 7

2. Perlunya ditumbuhkembangkan adanya motivasi instrinsik pada setiap orang yang terlibat dalam proses meraih mutu. Setiap orang dalam lembaga pendidikan harus tumbuh motivasi bahwa hasil kegiatannya mencapai mutu tertentu yang meningkat terus menerus, terutama sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna/langganan. 3. Setiap pimpinan harus berorientasi pada proses dan hasil jangka panjang. Penerapan manajemen mutu terpadu dalam pendidikan bukanlah suatu proses perubahan jangka pendek, tetapi usaha jangka panjang yang konsisten dan terus menerus. 4. Dalam menggerakkan segala kemampuan lembaga pendidikan untuk mencapai mutu yang ditetapkan, harus dikembangkan adanya kerjasama antar unsur-unsur pelaku proses mencapai hasil mutu. Janganlah diantara mereka terjadi persaingan yang mengganggu proses mencapai hasil mutu tersebut. Mereka adalah satu kesatuan yang harus bekerjasama dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain untuk menghasilkan mutu sesuai yang diharapkan. Pendapat yang dikemukakan Slamet di atas tentu berorientasi kepada pelaksanaan manajemen berbasis sekolah yang didasari oleh pengembangan manajemen mutu terpadu serta pemberdayaan sumber daya manusia warga sekolah, khususnya tenaga pendidik dan kependidikan. Konsekuensi logis dari peningkatan kualitas pendidikan adalah adanya anggaran pembinaan tertentu yang jumlahnya relatif banyak. Pengelolaan dana bantuan sekolah ini sepenuhnya dilakukan oleh sekolah masing-masing dengan disertai panduan pengelolaannya. Atas dasar inilah, penelitian tentang ”Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan” perlu dilaksanakan .

Bandung, 24 Mei 000000

GATOTKACA 0070080090010

8

baik dari segi teknis pengumpulan data. Ibu …………………. melaksanakan. hingga penyusunan tesis ini.. Tesis ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Sidang guna memperoleh gelar Magister Akuntansi. karunia. sangat patut pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada 1. dan bimbingan-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan tesis penelitian yang berjudul ”Pengaruh Proses Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan”. maupun teknis penulisan. hingga menyusun tesis ini. 2. Rektor Universitas Padjadjaran Bandung yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat mengikuti perkuliahan pada Program Magister Akuntasni Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung. Pembimbing Utama yang telah banyak memberikan arahan dan bimbingan yang tak terhingga nilainya selama merencanakan. Program Pendidikan Magister Program Studi Akuntansi Bidang Kajian Utama Akuntansi Pemerintahan Universitas Padjadjaran Bandung. pengolahan data.UCAPAN TERIMA KASIH Alhamdulillah.. Oleh sebab itu. proses penelitian. Kesulitan dan hambatan tentu saja banyak ditemui selama persiapan. 9 . Atas bantuan berbagai pihak. Alhamdulillah kesulitan-kesulitan itu dapat teratasi sehingga karya tulis ini akhirnya dapat terwujudkan. atas rahmat.

3. pelaksanaan penelitian. Semoga Allah SWT melimpahkan balasan yang setimpal.. 8. Bapak dan Ibu guru SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang telah memberikan bantuan dan dukungan hingga penelitian ini dapat diselesaikan. Amin 10 . 9. 5. Para Kepala SMP Negeri dan Swasta di Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang telah memberikan kemudahan dalam pelaksanaan penelitian. sampai pengolah-an data sehingga karya tulis berupa tesis ini dapat terwujud dan terselesaikan. selaku Pembimbing Pendamping yang banyak memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis sejak masa-masa persiapan penelitian hingga penyelesaian akhir tesis ini. Para Ketua dan/atau Staf Komite Sekolah pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang telah memberikan bantuan dan kemudahan penelitian. Para Kepala SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang telah memberikan kemudahan dalam pelaksanaan penelitian.. Ibu ……………. 6. 7. Pihak-pihak lain yang telah membantu dan mempermudah penulis dalam melakukan persiapan penelitian. Ibu dan Bapak Dosen Program Magister Akuntansi Universitas Padjadjaran Bandung yang dengan penuh kesabaran telah membimbing seluruh mahasiswa dalam memperdalam ilmu akuntansi pemerintahan. 4..

24 Mei 000000 Penulis 11 . tak ada gading yang tak retak.Akhirnya. dapatlah kiranya kelemahan-kelemahan serta kekurangan tersebut menjadi bahan kajian bagi penelitian lebih lanjut. Untuk itu. Pada karya tulis ini sudah barang tentu akan banyak ditemukan kelemahan-kelemahan serta kekurangan. Bandung.

..2.... UCAPAN TERIMA KASIH ……………………………….. DAFTAR TABEL ………………………………………...………….... DAN HIPOTESIS …………………….....……….... Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan .. Pengaruh Pemberdayaan Sumber Daya Manusia 12 ii iii iv v vi ix xii xv xvii xvii 1 1 9 10 10 12 12 12 22 28 37 39 39 2..1 2....……….…………...1..………………..................1........... ABSTRACT ………………………………………..........………………… ABSTRAK …………………………………….…………......2...............……………….. ......1 Latar Belakang Masalah ………….….....………......1.....1 Kajian Pustaka ………………............... DAFTAR GRAFIK DAN GAMBAR ………………………....…………… DAFTAR ISI …………………………….. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia .......……………………..3 Tujuan Penelitian …………….. 1....…………………….2 Rumusan Masalah ……...3 2. 1.………..... BAB 2 KAJIAN PUSTAKA.. PERNYATAAN ………………………………..…………………....……...……..... DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………. KERANGKA PEMIKIRAN.………………........2 Kerangka Pemikiran ……….DAFTAR ISI halaman LEMBAR PERSETUJUAN ………………...…………….…..2 2.………………….1...……………….4 2........………………..……………….......……. Peningkatan Kualitas Pendidikan ............. Penelitian yang Relevan ..4 Kegunaan Penelitian ..2 Pelaksanaan Anggaran Sekolah ...……..…………………..………. 1.... KATA PENGANTAR ……………………….......……………..1 2....………..…………………………….…………………...... 2... 1. 2. BAB 1 PENDAHULUAN …………….....

....2 Analisis Deskriptif Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) ........1 Objek Penelitian ……................... 4...... 4................. 3........1.............1 3......3 Hipotesis Penelitian ………….....2 3...... 42 44 48 49 49 49 49 50 51 58 58 62 63 67 67 68 69 77 77 77 77 81 82 82 88 95 2........................6 Teknik Pengumpulan Data …………………………….........8................. 3..........................……………………..........…………………................... 4.......3 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan .............3 BAB 4 Analisis Deskriptif .........1......................…………...................1 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian ......2 Uji Reliabilitas Instrumen ............... 13 .....1..... Analisis Regresi Linier Berganda ..………………........1.... 4.... 3........ 3.......1 3.....8 Analisis Data Hasil Penelitian ………....Pendidikan terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan ...........…….......................……………........................2.1..3 Analisis Deskriptif Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) ..................................................2 Metode Penelitian ……………....3 Operasionalisasi Variabel .........2. 2..... Methode of Successive Interval (MSI) ......…………. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ……………......1....2.................... 3. BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN ……………...........................8......... 3.... 4.............1.... 3....................2...5 Sumber Data ……………………………………………... 3...7 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian .....……….....1........1........ 4.......1 Hasil Penelitian ………………………………………….... 3......... 4.. 4..........4 Desain Penelitian ………………………………………......1.....1...2 Hasil Analisis Deskriptif ..1 Analisis Deskriptif Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) ....8. 3...1 Uji Validitas Instrumen .. Waktu Penelitian ..2 Tempat penelitian ....

........ 5......3... 102 102 107 108 111 114 114 116 4.... 4.. Pengaruh Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan .................. 5.3 Pengujian Hipotesis Secara Simultan ..………………..1...3 Analisis Regresi Berganda ......1 4....2 4....4.. 4........................3....2 Pembahasan ……………………………………………..........3 Keterbatasan …………………………………………….............2.......... 5......... 4.1..... 118 121 121 123 124 128 131 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN …………………………….2..............2 Saran-saran …………………………………………….2............. LAMPIRAN-LAMPIRAN ………………………………………………..3....3 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan .1 Pengujian Asumsi Klasik ..2 Pembentukan Model Regresi Linier Berganda .... DAFTAR PUSTAKA ………………………….... 14 ....... 4.1..................4 Pengujian Hipotesis Secara Parsial ...1..................... 4..3.........1 Kesimpulan ……………………………………………........... Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan ...1...

............ Hasil Uji Validitas Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) Hasil Uji Validitas Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) .................... Tabel 4...............................3 Tabel 4....................................... Tabel 4....14 Model Summaryb Uji Autokorelasi .......................12 Correlations Uji Heteroskedastisitas ...... Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data Variabel X2 .8 Tabel 4........... Hasil Rata-rata Persentase Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia ......... 15 .......... Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2)...................................... Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data Variabel Y .. Hasil Rata-rata Persentase Variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah ............. Hasil Uji Validitas Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) .....2 Jadwal Pelaksanaan Penelitian ............................................5 Tabel 4..................... 50 52 59 62 66 78 79 80 81 83 87 89 93 96 100 103 104 105 107 Tabel 3............................ Populasi Penelitian .............. Operasionalisasi Variabel-variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1)..........3 Tabel 3......................... Pedoman untuk memberikan interpretasi nilai r ......... Hasil pengujian reliabilitas instrumen ........................ Tabel 4..11 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test .........................................................................4 Tabel 3........DAFTAR TABEL Tabel 3....... Tabel 4.............. Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data Variabel X1 .....13 Coefficientsa Uji Multikolinieritas ............10 Hasil Rata-rata Persentase Variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan .............................7 Tabel 4..................................1 Tabel 3.6 Tabel 4.................... Penetapan Sampel Penelitian .....................................................5 Tabel 4............................................4 Tabel 4.............. dan Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) ...................................2 Tabel 4...............................9 Tabel 4..........1 Tabel 4....

......... Tabel 4........................17 Model Summaryb Hasil Uji Determinasi .....19 Model Summaryb Hasil Koefisien Determinasi Y-X2 . Tabel 4............16 ANOVAb Pengujian Hipotesis Secara Simultan ...... Tabel 4.... 107 109 111 112 113 16 ...15 Coefficientsa Pembentukan Model Regresi Linier Berganda ...18 Model Summaryb Hasil Koefisien Determinasi Y-X1 ................ Tabel 4.......Tabel 4............

.1 Proses Penjaminan Mutu Pendidikan ...DAFTAR GRAFIK DAN GAMBAR Gambar 2....1 Grafik 4.................. Uji Autokorelasi ......... Daerah Penerimaan & Penolakan Ho. 36 106 17 ...

.......... : Perubahan Data Ordinal ke Data Skala Menurut Standar MSI (Methode of Successive Interval) Variabel X1.............................. X2............ : Data Ordinal Hasil Penelitian Variabel X1......... X2.............................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 : Angket Penelitian ...................... dan Y ............................ dan Y ..... : Critical Values for the t-Distribution ............ : Ijin Penelitian ................ 131 142 154 168 183 187 194 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 18 .... : Tabel Pengolahan Data Deskriptif Hasil Penelitian ... : Critical Values for the F-Distribution ................................................

Mutu pendidikan sebagai salah satu pilar pengembangan sumber daya manusia sangat penting maknanya bagi Pembangunan Nasional.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju. modern.BAB I PENDAHULUAN 1. dan ayat (3) menegaskan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional dalam upaya 19 . dan sejahtera. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju. dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktik pendidikan yang bermutu. makmur. upaya peningkatan mutu pendidikan merupakan hal mutlak yang harus dilaksanakan dalam upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas. modern. Hal ini berarti manusia Indonesia haruslah dipersiapkan untuk menghadapi masyarakat global melalui proses pendidikan nasionalnya yaitu perlu mempunyai suatu visi strategis yang dapat menjawab tantangan tersebut. Karena itu. Tilaar (2002:4) mengemukakan bahwa proses globalisasi mengubah wajah dunia. Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 45 Amandemen 2001) Pasal 31 ayat (1) menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. wajah masyarakat dengan dimensi-dimensi baru.

Pada tahun 2003. (3) negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia serta mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur oleh undang-undang. UU Sisdiknas menyebutkan keinginan besar pemerintah dalam bidang pendidikan yang mengamanatkan agar dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari APBN dan minimal 20 persen dari APBD. (2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib mem-biayainya. Pendidikan dasar wajib yang dipilih Indonesia adalah 9 tahun. yaitu pendidikan SD dan SMP.Ini juga berarti amanah kepada setiap pemerintah yang berkuasa di Indonesia untuk memberikan pendidikan bagi warga negaranya. Ketentuan UUD di atas menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas memang menjadi salah satu titik tekan kebijakan umum pemerintah Indonesia sedari awal. Pendiri negara pada saat itu menyadari betul pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa. Saat ini populasi kelompok umur 7-15 tahun adalah 20 . Dengan dana APBN sebesar itu pemerintah bercita-cita untuk menyelenggarakan pendidikan dasar gratis. pemerintahan presiden Megawati Sukarno-putri menerjemahkan amanah ini dengan mengeluarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Pasal 31 menyatakan (1) setiap warga berhak mendapat pendidikan. Apabila dilihat dari umur maka mereka yang wajib bersekolah adalah 7-15 tahun. Pasal 31 UUD 45 lebih tegas menyatakan tentang hak warga negara atas pendidikan dan kewajiban negara memberikan pendidikan kepada warganya.

Program Pembangunan Nasional (Propenas). ternyata masih tetap meninggalkan angka masyarakat berpendidikan rendah yang masih cukup tinggi sebagaimana terlihat di bawah ini. meskipun jumlah di atas mengalami penyusutan sebesar 11 %. 1. Pendidikan Tidak/Belum Tamat SD SD Persentase 18 % 32 % 21 . Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2003 sebesar 61 persen penduduk Indonesia di atas 15 tahun hanya berpendidikan SD ke bawah.sekitar 39 juta orang (Fasli Jalal. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) menjelaskan sejumlah persoalan yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Mekipun dasar hukum untuk meningkatkan pendidikan berkualitas sangat kuat. baik dalam format Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA). pendidikan rata-rata penduduk Indonesia masih sangat rendah. Dengan dasar hukum yang kuat seperti di atas maka mau tidak mau dalam setiap program pembangunan. Tabel 1.1 Penduduk di atas 15 tahun Menurut Pendidikan yang Ditamatkan No. namun setelah enam dekade merdeka persoalan pendidikan masih juga menjadi momok besar bagi setiap pemerintahan. Persoalan pertama. 2. maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) kebijakan bidang pendidikan selalu muncul sebagai bahasan utama. Sedangkan pada tahun 2009. Dua puluh dua (22) persen di antaranya bahkan tidak pernah lulus SD atau tidak sekolah sama sekali. 2005).

52 persen. Angka tersebut mengindikasikan bahwa masih terdapat sekitar 19 persen anak usai 13-15 tahun yang tidak bersekolah baik karena belum/ tidak pernah sekolah maupun karena putus sekolah atau tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. tetapi APS penduduk usia 13-15 tahun baru mencapai 81. Persoalan kedua.23 persen. 6. angka partisipasi sekolah (APS) rasio penduduk yang bersekolah menurut kelompok usia sekolah masih belum sebagaimana yang diharapkan.12 persen (SUSNAS 2009). SLTP SLTA Diploma Universitas TOTAL 21 % 23 % 3% 3% 100 % (Diolah dari data Susenas 2009) Angka buta aksara penduduk juga masih tinggi. angka buta aksara usia 15 tahun ke atas masih mencapai 10. Susenas 2009 menunjukkan bahwa APS untuk penduduk usia 7-12 tahun sudah mencapai 96. sementara untuk kelompok 20 persen termiskin baru mencapai 67.62 persen dan 20 persen termiskin hanya mencapai 28.4 persen. Data Susenas 2003 menemukan bahwa APS penduduk berusia 13-15 tahun dari kelompok 20 persen terkaya sudah mencapai 93.0 persen. Data Susenas 2009 mengungkapkan bahwa faktor ekonomi merupakan alasan utama anak putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan (75. Masih terdapat kesenjangan tingkat pendidikan yang cukup lebar antar kelompok masyarakat.Selain 22 . 5. 4.98 persen. Menurut data Susenas.7 persen). Kesenjangan lebih lebar dijumpai pada usia 16-18 tahun dimana kelompok 20 persen terkaya mencapai 75.3.

Kesenjangan lebih nyata terlihat pada kelompok usia 16-18 tahun. Tingginya angka DO dan angka lulusan SD yang tidak melanjutkan ke SMP biasanya adalah karena faktor ekonomi orang orang tua. APS untuk penduduk perkotaan sebesar 66.967.6 persen.7 persen sementara penduduk perkotaan hanya mencapai 38. Hasil 23 . Fasilitas pelayanan pendidikan di daerah pedesaan. sementara itu biaya yang harus dikeluarkan untuk bersekolah tidaklah murah. Untuk anak usia 7-12 tahun. Persoalan keempat. Namun kesenjangan ini terlihat lebih lebar untuk anak usia SLTP (usia 13-15 tahun). angka drop out (DO) masih tinggi. fasilitas pelayanan pendidikan dasar belum tersedia secara merata. anak usia sekolah dasar.3 persen sementara untuk penduduk pedesaan hanya 75. terpencil dan kepulauan yang masih terbatas menyebabkan anak-anak daerah tersebut sulit mengakses pendidikan dasar. Rata-rata APS untuk penduduk berusia 13-15 tahun di perkotaan telah mencapai 89.kesenjangan partisipasi sekolah antara penduduk kaya dan miskin terdapat juga kesenjangan antara penduduk perkotaan dan pedesaan.9 persen. untuk tahun 2007/2008 jumlahnya mencapai 495.261.Selain itu masih banyak dijumpai gedung-gedung Sekolah dasar dan sekolah menengah dalam keadaan rusak dan tak layak huni. Pada tahun ajaran 2007/2008 angka DO untuk anak SD/MI mencapai 685. Data APS di atas menujukkan bahwa semakin tinggi pendidikan. terdapat kesenjangan antara kelompok penduduk kaya-miskin dan kelompok penduduk pedesaanperkotaan. Selain itu anak yang lulus SD tetapi tidak mampu melanjutkan ke jenjang SMP juga tinggi. semakin lebar kesenjangan yang terjadi. Persoalan ketiga.

Indonesia hanya mampu mencapai angka 397. Meski siswa-siswa Indonesia terbilang sering memenangkan perlombaan internasional. Pada saat yang sama. Hasilnya lembaga ini menempatkan posisi Indonesia pada posisi di bawah rata-rata (http://nces. Secara umum sektor pendidikan di Indonesia ditandai oleh rendahnya kualitas sumberdaya manusia (SDM). Begitu juga untuk nilai di bidang sains.asp). kualitas pendidikan yang rendah. 421 (Kimia).gov/timss/ table07_3. Persoalan kelima.survey Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tahun 2008 menunjukkan bahwa 57. Akibatnya para murid terpaksa belajar di ruangan terbuka. Pada tahun 2003 dan 2007 hasil TIMSS tidak menunjukkan peningkatan mutu yang signifikan. Bila nilai rata-rata untuk Matematika adalah 405 (Aljabar) dan 395 (Geometri). hanya 4% dari 24 . dan 432 (Fisika) jauh di bawah nilai rata-rata yang 500. Hal ini misalnya terlihat dari survei Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS).3 persen gedung SMP/MTs mengalami rusak ringan dan rusak berat. dan The First Step to Nobel Prize.2 persen gedung SD/ MI dan sekitar 27. sekitar 58% dari tenaga kerja Indonesia hanya berpendidikan Sekolah Dasar (SD) atau kurang. berulang-ulang anak Indonesia menang di arena perlombaan ilmu pengetahu-an di tingkat internasional seperti di Olimpiade Fisika. atau menanggung bahaya belajar di dalam gedung yang hampir roboh. namun secara kualitas ternyata siswa Indonesia masih tertinggal jauh.ed. Bukti-nya. Sebenarnya kualitas kepandaian siswa-siswa Indonesia tidaklah kalah dari negara-negara lain. nilai Indonesia hanyalah 428 (Biologi). Lembaga ini melakukan survei secara internasional dan menggunakan metode statistik ketat.

pada tingkat pendidikan dasar (SD dan SLTP) terbit pula Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar. Menurut Wahyu (2008. Mengapa timbul fenomena yang paradoksal seperti ini? Tampaknya persoalan bukan terletak pada kualitas manusianya namun lebih pada kualitas dan sistem pendidikan di Indonesia. Prospek peningkatan kualitas SDM di masa yang akan datang pun terlihat suram.tenaga kerja yang berpendidikan tinggi. Upaya-upaya tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan sumber daya manusia bidang pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Peningkatan anggaran pendidikan sebesar 20 % dari APBN dan APBD saja ternyata tidaklah cukup untuk dapat mengangkat kualitas pendidikan di Indonesia. serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Bahkan. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas hasil pendidikan yang saat ini disaksikan di negeri tercinta ini. perbaikan sistem pendidikan juga dilakukan melalui pemenuhan 8 standar nasional pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 32% untuk SLTA dan 12% untuk perguruan tinggi). Selanjutnya. rata-rata angka partisipasi pendidikan lanjutan dan pendidikan tinggi masih relatif rendah (56% untuk SLTP. Upaya-upaya signifikan yang dapat memperbaiki sistem pendidikan saat ini sangatlah diperlukan. Terbitnya perturan perundang-undangan sebagaimana disebutkan di atas diarahkan kepada proses pemberdayaan sumber daya manusia bidang pendidikan di 25 . Kondisi Seabad Pendidikan di Indonesia).

memperluas sarana prasarana pendidikan. penelitian tentang ”Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan 26 . Pendidikan yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu. dan berdemokrasi. meningkatkan dan mengembangan profesional guru. output pendidikan. Berdasarkan fenomena di atas. Arah dari pemberdayaan ini sudah sangat jelas. Selain itu juga diadakan penyempurnaan kurikulum. serta mampu bersaing secara terbuka di era global. yakni menuju peningkatan kualitas pendidikan. modern dan sejahtera. terbuka. Pemerintah selalu berusaha untuk meningkatkan mutu Pendidikan di Indonesia diantaranya untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru melalui penataran. Maksum (2008:2).Indonesia. baik pada proses pendidikan. pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju. dan bermartabat. penyusunan dan pendistribusian pedoman dan petunjuk teknis proses pembelajaran serta meningkatkan peran serta masyarakat melalui komite sekolah. Tuntutan terhadap mutu pendidikan menjadi syarat terpenting untuk dapat menjawab tantangan perubahan dan perkembangan. Mutu pendidikan merupakan konsekuensi langsung dari suatu perubahan dan perkembangan berbagai aspek kehidupan. Hal ini diperlukan untuk mendukung terwujudnya manusia Indonesia yang cerdas dan berkehidupan yang damai. penyempurnaan sistem penilaian hasil belajar. yakni guru yang profesional. sejahtera. serta memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. diklat. maupun outcome pendidikan.

3.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah 1. penelitian ini bertujuan untuk hal-hal sebagai berikut. Menguji pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 1. Pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 1.Kualitas Pendidikan (Studi Deskriptif pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis)” perlu dilakukan. 2.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. 27 . Pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 1.

Menguji pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 1.4. 3.4 Kegunaan Penelitian Adapun kegunaan penelitian ini teridiri dari kegunaan praktis dan kegunaan teori yang diuraikan di bawah ini. Menguji pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. khususnya SMP Negeri dan Swasta. 2) pengelolaan dan pelaksanaan anggaran pendidikan secara lebih akuntabel sesuai dengan peraturan perundang-undangan.1 Kegunaan Praktis Hasil penelitian dapat memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dan Pemerintah Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis maupun pihak-pihak terkait.2. 1. 28 . seperti yayasan penyelenggara pendidikan serta para kepala SMP Negeri dan Swasta dalam hal 1) melakukan bidang pemberdayaan di sumber daya manusia pendidikan tingkat satuan pendidikan.

1. KERANGKA PEMIKIRAN.2 Kegunaan teoritis Hasil penelitian ini ilmu diharapkan dapat berguna bagi dalam pengembangan pengetahuan khususnya merumuskan kebijakan publik pada organisasi publik sejenis lembaga pendidikan. dan evaluasi. Tugas pengelolaan keuangan dapat dibagi tiga fase yaitu: perencanaan keuangan.4. 29 .1.1 Pelaksanaan Anggaran Sekolah 2. termasuk organisasi atau lembaga pendidikan.1 Kajian Pustaka 2. Agar investasi di bidang pendidikan mencapai sasaran yang diharapkan diperlu-kan pengelolaan yang efektif dan efisien. Pendidikan memerlukan sejumlah investasi dari anggaran pemerintah dan dana masyarakat. implementasi. BAB II KAJIAN PUSTAKA. DAN HIPOTESIS 2.1 Pengertian Anggaran Kegiatan penganggaran merupakan bagian yang sangat penting dari pengelolaan organisasi. khususnya satuan pendidikan dasar SMP Negeri dan Swasta.1. Kegiatan mengatur penerimaan.1. dan mempertanggungjawabkan keuangan untuk menunjang pelaksana-an program pengajaran merupakan manajemen keuangan. pengalokasian.

Uang harus digunakan untuk membiayai kegiatan yang telah direncanakan (pengeluaran). menginformasikan kepada individu-individu mengenai apa yang harus diberikan untuk pencapaian sasaran. 2). dan uang dibutuhkan untuk menutup biaya agar pekerjaan bisa diselesaikan (pemasukan). 2008: 3). 3). 4). 2004). jangka waktu (periode) tertentu yang akan Anggaran memiliki peranan penting dalam mempengaruhi perilaku individuindividu dan kelompok di setiap tingkatan proses manajemen. Pada dasarnya. termasuk 1). Suatu anggaran merupakan titik fokus dari keseluruhan proses perencanaan dan pengendalian. menetapkan sasaran. Hal senada dikemukakan Muljono (2002) bahwa anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit satuan moneter yang berlaku untuk 12 datang. memberikan saran kapan tindakan koreksi sebaiknya diambil (Carter. Anggaran adalah perkiraan mengenai berapa banyak uang yang perlukan untuk mengerjakan program. Anggaran adalah daftar seluruh pengeluaran yang telah direncanakan (Doyle dan Nolan. 30 . anggaran adalah sebuah dokumen yang menerjemahkan rencana ke dalam uang.Hansen dan Mowen (2000) menjelaskan bahwa anggaran merupakan suatu metode penerjemahan tujuan dan sasaran organisasi menjadi hal yang operasional. evaluasi kinerja dan 5). 2000). Lebih tegas lagi Mulyadi (2001) memaparkan bahwa anggaran adalah suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan mata uang tertentu dan satuan ukuran lain. memotivasi kinerja yang diinginkan. Anggaran membantu manajer dalam merencanakan kegiatan dan memonitor kinerja operasi serta laba yang dihasilkan oleh pusat pertanggungjawaban (Shim.

31 . Jika digunakan sebagai acuan. karena hal itu menunjukkan bahwa jika satu sumber pemasukan tidak bisa didapatkan. Mempunyai anggaran yang seimbang juga penting bagi keberlanjutan suatu organisasi. sehingga suatu organisasi akan siap menjawab pertanyaan tentang keuangan jika mereka sudah punya anggaran yang tepat dan transparan.Anggaran diperlukan untuk membantu organisasi dalam hal manajemen keuangan. Anggaran juga membantu organisasi untuk mengelola pengeluaran melalui siklus proyek atau program. anggaran akan menunjukan kapan sejumlah uang tertentu dibutuhkan untuk melakukan suatu kegiatan. Anggaran bisa dibuat untuk biaya operasional tahunan suatu organisasi atau bisa juga untuk suatu kegiatan/proyek tertentu. maka masih ada sumber pemasukan lain untuk menjalankan organisasi tersebut. Menyusun sebuah anggaran membantu memastikan berapa jumlah uang yang akan dibutuhkan untuk melakukan rencana kerja. Jika jumlahnya melebihi perkiraan pemasukan. biaya yang sesungguhnya hanya bisa diketahui dengan perencanaan yang tepat dan terinci dari kegiatan yang riil dilakukan. Walaupun tampaknya mudah menyusun anggaran untuk keperluan seperti komputer maupun ruangan kantor. tetapi juga menunjukkan harapan dan prioritas dari suatu organisasi atau proyek. Penyusunan anggaran ini harus dilakukan setelah suatu organisasi membuat perencanaan strategis dan rencana kerjanya. maka rencana penganggaran juga akan membantu memperkirakan biaya pokok yang penting dan bisa disesuaikan dengan perkiraan pemasukan. Anggaran juga penting bagi akuntabilitas dan transparansi keuangan. Anggaran tidak hanya berfungsi sebagai alat monitoring saja.

dan pembuatan keputusan.2 Pelaksanaan Anggaran di Tingkat Satuan Pendidikan 32 . Namun. Hal ini memainkan peran penting dalam perencanaan. sedang anggaran hanya untuk satu tahun saja. kemudian dari segi cakupannya program dapat mencakup lebih dari satu pusat pertanggungjawaban sedang anggaran hanya mencakup satu pusat pertanggungjawaban saja.Penganggaran adalah proses pembuatan anggaran. pertama dari jangka waktunya program dapat lebih dari satu tahun. pengendalian.1. Dari berbagai definisi di atas. Penganggaran merupa-kan penciptaan suatu rencana kegiatan yang dinyatakan dalam ukuran keuangan. 2) Masing-masing rencana kerja dari masing-masing satuan kerja tersebut satu sama lainnya ataupun secara keseluruhan harus dapat berjalan serasi. dapat ditarik beberapa kesimpulan mengenai anggaran sebagai berikut 1) Sasaran utama dari anggaran adalah penyusunan rencana kerja yang lengkap yang bersifat kuantitatif dan diukur dengan satuan mata uang tertentu untuk setiap jenis kegiatan dan setiap jenis kegiatan yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan.1. 2. penganggaran berbeda dengan program. 3) Di dalam penyusunan rencana kerja tersebut perlu adanya keterlibatan (partisipasi) dari seluruh tingkat manajemen yag ada pada perusahaan karena anggaran tersebut akan menjadi pedoman bagi semua pihak dalam perusahaan tentang apa yang harus dilakukan di kemudian hari.

apa lagi dalam kondisi krisis pada sekarang ini. terutama dalam rangka MBS.Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Dalam penyelenggaraan pendidikan. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya. melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. Hal tersebut lebih terasa lagi dalam implementasi MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan dana. Pengelolaan keuangan sekolah merupakan bagian dari kegiatan pembiayaan pendidikan. Hal ini penting. yang secara keseluruhan menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan (menyusun anggaran keuangan sekolah dan pengembangan RAPBS). keuangan dan pembiayaan merupa-kan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. melaksanakan (dibentuk laporan pembiayaan yang menempatkan uang pemasukan 33 . baik itu disadari maupun yang tidak disadari. yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan.

biaya yang ditanggung pemerintah meliputi biaya-biaya untuk gaji kepala sekolah. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Di sekolah negeri. pengeluarannya harus didasarkan pada kebutuhan-kebutuhan yang telah disesuaikan dengan rencana anggaran pembiayaan sekolah (RAPBS). Sejalan dengan adanya Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). alat tulis. Sehubungan dengan itu. khususnya kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. orang tua siswa menanggung biaya-biaya untuk kebutuhan siswa. baik di dalam maupun di luar negeri. sebagian pembiayaan ditanggung oleh pemerintah dan sebagian lagi oleh masyarakat dan orang tua siswa. pengelolaan keuangan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. pengadaan perlengkapan dan bahan ajar. guru dan staf administrasi.dan uang pengeluaran pada kolom yang saling berdampingan) mengetahui anggaran yang sebenarnya) serta mempertanggungjawabkannya secara efektif (laporan bulanan dan triwulan kepada Dinas Pendidikan. Dana yang diperoleh dari berbagai sumber itu perlu digunakan untuk kepentingan sekolah. di 34 . Berkaitan dengan alokasi anggaran/pembiayaan pada sektor pendidikan. Pada sisi lainnya. sejalan dengan semangat globalisasi. Pendanaan pendidikan pada dasarnya bersumber dari pemerintah. orang tua dan masyarakat. akomodasi. sekolah dapat menggali dan mencari sumber-sumber dana dari pihak masyarakat. setiap perolehan dana. seperti buku. Sementara itu. konsumsi dan juga biaya BP3. pembangunan dan pemeliharaan gedung. baik secara perorangan maupun secara melembaga. Mulyasa (2006: 193-194). Badan Administrasi Keuangan Daerah) dan transparan. transportasi.

Program bantuan operasional sekolah (BOS) adalah program pemerintah pusat memberikan dana ke sekolah-sekolah setingkat SD dan SMP yang bersedia memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam persyaratan sebagai penerima program. dengan pengecualian di mana beberapa pengeluaran ditanggung yang ditanggung oleh yayasan sekolah. Kebijakan ini digulirkannya sebagai pro-gram kompensasi pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) untuk pendidikan yang disebut BOS. masyarakat dan pemerintah dalam bentuk subsidi. Abbas Ghazali (2003) mendefinisikan biaya pendidik-an (BSP) tingkat sekolah/madrasah sebagai nilai rupiah dari semua sumber daya yang digunakan oleh sekolah/madrasah untuk menyelenggarakan pendidikan pertahun. baik negeri maupun tahun ajaran (TA) 2005/2006. sehingga mampu menunjang proses belajar mengajar sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan. BPS dibedakan menjadi BSP Inventasi dan BSP Operasional. hampir semua biaya pendidikan dibebankan kepada orang tua siswa. 1) Biaya Satuan Pendidikan (BSP) Inventasi BSP Inventasi adalah biaya yang dikeluarkan per-siswa per-tahun untuk menyediakan sumber daya yang tidak habis pakai yang digunakan dalam waktu 35 .sekolah swasta. Biaya Satuan Pendidikan (BSP) adalah besarnya biaya yang diperlukan rata-rata tiap tahun. Sekolah yang dicakup dalam program ini adalah SD/MI/SDLB/Salafi-yah setingkat SD dan SMP/MTS/SMPLB/Salafiyah setingkat SMP. Dari cara penggunaannya. Biaya pendidikan tingkat sekolah/madrasah telah dirumuskan oleh be-berapa pakar atau peneliti.

maka penggunaan BOS dimungkinkan untuk membiayai beberapa kegiatan lain yang tergolong dalam biaya personal dan biaya investasi. Kelompok Kerja Guru (KKG). rumah tangga sekolah dan supervisi.lebih dari satu tahun. Evaluasi penelitian. BSP Opersional mencangkup biaya personal dan biaya non personal. buku. dan lain-lain. 2) Biaya Satuan Pendidikan (BSP) Operasional BSP Operasional adalah biaya yang dikeluarkan per-siswa per-tahun untuk menyediakan sumber daya pendidikan yang habis pakai yang digunakan satu tahun atau kurang. media. perabot dan alat kantor. Guru Tidak Tetap (GTT) Pegawai Tidak Tetap (PTT). Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimaksud dalam PKPS-BBM Bidang Pendidikan secara konsep mencakup komponen untuk biaya operasional non personal hasil studi Badan Penelitian dan Pengembangan Departernen Pendidikan Nasional (BALITBANG DEPDIKNAS ). Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS). uang lembur dan pengembangan profesi guru (pendidikan dan latihan diklat guru). misalnya untuk pengadaan tanah. daya dan jasa. b) Biaya non personal adalah biaya untuk penunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). alat peraga. Perlu ditegaskan bahwa prioritas utama BOS adalah untuk biaya 36 . Namun karena Biaya satuan yang digunakan adalah rata-rata nasional. bangunan. pembinaan kesiswaan. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Musyawarah Kerja Kepala Sckolah (MKKS). perawatan atau pemeliharaan. a) Biaya personal meliputi biaya untuk kesejahteraan (honor Kelebihan Jam Mengajar (KJM).

Pada dasarnya manajemen anggaran meliputi tiga tahap yaitu (1) peng-adaan anggaran. dari provinsi.operasional non personal bagi sekolah. bukan biaya kesejahteraan guru dan bukan biaya untuk investasi. (3) keharusan penggunaan kemampuan/hasil produksi dalam negeri sejauh ini dimungkinkan. Salah satu di antaranya adalah bantuan operasional sekolah (BOS) yang diperoleh dari pusat. 37 . (2) penggunaan anggaran. (2) efektif dalam arti terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. Fleksibilitas menurut Turney adalah memodifikasi perencanaan yang telah disusun ke arah yang lebih baik dan dapat dipertanggung-jawabkan apabila timbul permasalahan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa sumber-sumber pengadaan anggaran pada tingkat satuan pendidikan SLTP terdiri atas biaya satuan pendidikan (BSP) investasi dan operasional. Turney (1992:130) mengemukakan bahwa sebuah pelaksanaan program harus memiliki sifat lentur dengan tetap mengacu kepada peren-canaan yang telah disusun. Sementara itu. Ahmad Sanusi (2002:91) menyatakan bahwa penggunaan anggaran dan keuangan didasarkan pada prinsip-prinsip (1) efisien dalam arti hemat. BSP operasional diperoleh melalui berbagai sumber yang diperbolehkan berdasarkan peraturan yang berlaku. (3) pertanggungjawaban anggaran. tidak mewah. Fleksibilitas juga diperlukan jika terjadi ketidakmenentuan kondisi yang terjadi pada saat pelaksanaan program kegiatan. serta dari APBD kabupaten/kota. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. program/kegiatan.

Pengelolaan tenaga kependidikan efektif. Memiliki tim kerja yang kompak. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) berkelanjutan. dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan anggaran di tingkat satuan pendidikan SMP harus berada pada kerangka sebagai berikut. Lingkungan sekolah aman dan tertib. Melakukan evaluasi dan perbaikan secara Dari lima belas karakteristik di atas. (12) kebutuhan. Partisipasi tinggi dari warga sekolah dan masyarakat. Memiliki keterbukaan (transparansi) manajemen. (13) (14) (15) Memiliki komunikasi yang baik. Sekolah responsif dan antisipatif terhadap Proses belajar-mengajar yang efektivitasnya tinggi. Memiliki kemauan untuk berubah.Umaedi (2000: 26-28) mengemukakan sejumlah karakteristik pelaksanaan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah sebagai berikut. Memiliki kewenangan (kemandirian). Memiliki budaya mutu. Katakteristik tersebut adalah (1) keterbukaan atau transparansi. (3) evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. Memiliki kemampuan menjaga keberlanjutan. Berdasarkan ketiga teori yang dikemukakan di atas. dan dinamis. 1) Konsistensi pelaksanaan anggaran 38 . Kepemimpinan sekolah kuat. Memiliki akuntabilitas. serta (5) memiliki kemampuan menjaga keberlanjutan (konsistensi). beberapa di antaranya berkaitan langsung dengan pelaksanaan anggaran di tingkat sekolah. cerdas. (4) responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan. (2) akuntabilitas.

Setiap organisasi harus mempersiapkan program yang berisi kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan dan profesionalisme SDM supaya organisasi bisa bertahan dan berkembang sesuai dengan lingkungan organisasi. mempunyai pandangan jauh kedepan. 3) Memiliki fleksibilitas dalam arti memodifikasi perencanaan yang telah disusun ke arah yang lebih baik dan dapat dipertanggung-jawabkan apabila timbul permasalahan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Menurut Sedarmayanti dalam Umar (2004:42) ciri-ciri SDM yang produktif adalah tampak tindakannya konstruktif.2) Efektivitas penggunaan anggaran yang mengandung arti terarah dan terkendali sesuai dengan rencana.1. organisasi harus menjamin dipilihnya tenaga kerja yang tepat dengan pekerjaan serta kondisi yang memungkinkan mereka bekerja optimal. memiliki rasa cinta terhadap pekerjaannya. Untuk mencapai produktivitas yang maksimum.2 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kekayaan yang paling berharga dalam suatu organisasi ialah Sumber Daya Manusia (SDM). dan mampu menyelesaikan persoalan. 2. SDM merupakan investasi sangat berharga bagi sebuah organisasi yang perlu dijaga. Sedangkan menurut Tempe dalam Umar (2004:21) ciri-ciri SDM yang produktif adalah cerdas dan dapat belajar 39 . percaya diri. mempunyai rasa tanggungjawab. 5) Melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan. 4) Memiliki akuntabilitas dan transparansi tinggi. 6) Melakukan perbaikan dan pelaporan secara berkelanjutan.

” Abdullah NS (1998: 29) menambahkan rumusan pemberdayaan melalui tulisannya pada Mimbar Pendidikan dengan ungkapan ”pemberdayaan budaya 40 . Nasution (2004: 172) memberikan definisi lain mengenai pemberdayaan yang berbunyi ”pemberdayaan dapat diartikan sebagai pelibatan karyawan yang benarbenar berarti. Istilah ini berkaitan erat dengan pemindahan atau pendelegasian wewenang (authority) dan kekuasaan (power) kepada staf pada suatu sistem. dianggap bernilai oleh atasannya. efisien. istilah pemberdayaan merupakan konsep yang mengacu kepada cara praktis dan produktif untuk memperoleh hasil terbaik dari suatu tujuan dengan mengembangkan lebih dari sekedar pen. dan menindaklanjuti masukan tersebut apakah diterima ataukah tidak. 1998:23). selalu meninkatkan diri. selalu mencari perbaikan-perbaikan. kompeten secara profesional. tetapi tahu kapan harus terhenti. mempertimbangkan. menggunakan logika. memiliki catatan prestasi yang baik. memahami pekerjaan. pemberdayaan tidak sekedar hanya memiliki masukan tetapi juga memperhatikan.delegasian agar kekuasaan ditempatkan secara tepat sehingga dapat digunakan secara efektif (Stewart. Dalam konteks manajemen umum. belajar dengan cerdik. tidak mudah macet dalam pekerjaan. kreaktif dan inovatif.dengan relatif cepat. Pemberdayaan di sini bukan sekedar pelimpahan tugas semata kepada staf. Istilah pemberdayaan merupakan terjemahan atas kata empowering yang pada awalnya digunakan dalam konteks manajemen bisnis. melainkan juga pelimpahan proses pengambilan keputusan dan tanggung jawab secara penuh.

2. prosedur. dan tanggung jawab kepada staf dalam arti yang sebenarnya. Wewenang dan kekuasaan ini kemudian melahirkan berbagai aturan.1 Esensi Pemberdayaan Manajemen selalu berhubungan dengan wewenang (authority) dan kekuasaan (power) yang merupakan modal utama untuk menggerakkan sebuah sistem organisasi. dapat disusun sebuah definisi bahwa pemberdayaan adalah pelibatan seluruh komponen organisasi dalam melaksanakan visi organisasi (lembaga pendidikan) untuk mencapai posisi yang lebih baik di masa mendatang melalui pendelegasian secara utuh wewenang. 1998: 16). 2. kekuasaan dan wewenang sangat tampak tidak mempertimbangkan sisi kemanusiaan sebagai pelaksana laju dan perkembangan sebuah organisasi. kekuasaan.” Dari ketiga konsep rumusan pemberdayaan di atas. perintah. Stewart (1998: 18) bahkan mengemukakan bahwa sebagian besar gaya 41 . dan sebagainya yang digunakan untuk mengefektifkan lajunya roda organisasi guna mencapai tujuan secara maksimal. Berbagai teori manajemen tentang tugas dan fungsi seorang manajer selalu bersumber dari kedua aspek ini (Stewart. Akan tetapi.1. serta dengan menghilangkan sebanyak mungkin hambatan yang akan muncul dan memberikan penekanan lebih kuat terhadap nilai-nilai positif.organisasi berarti membantu membuat agar organisasi (dalam hal ini lembaga pendidikan) memiliki budaya organisasi yang lebih kuat atau lebih berdaya dengan cara menghilangkan sebanyak mungkin hambatan-hambatan dalam meng- implementasikan visi dari pimpinan organisasi ke arah keadaan yang lebih baik di masa yang akan datang.

melepaskan mereka dari halangan-halangan yang hanya memperlamban reaksi dan merintangi aksi mereka. serta komunikasi berjalan secara maksimal. Manajer seperti itu akan mampu memastikan bahwa stafnya ber-tindak tepat tanpa perlu membuat daftar peraturan yang panjang ataupun perintah-perintah yang keras. Berdasarkan pendapat di atas. Oleh karena itu. prosedur. dan membantu staf dalam mengambil keputusan sendiri berdasarkan bimbingan yang diberikannya. yang merintangi organisasi untuk mencapai tujuannya. dan lain-lain yang tidak perlu. Para staf lebih banyak bertindak menunggu perintah dari atasan daripada bertindak sendiri sesuai dengan aturan secara kreatif. tepat. Akan tetapi.manajemen lama yang bertumpu pada manajer yang mempunyai wewenang dan kekuasaan untuk memerintahkan agar suatu pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat ternyata sering memiliki kendala kemanusiaan yang menjauhkan hubungan komunikasi interpersonal dan antarpersonal dalam manajemen tersebut. dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan tidak pelak lagi akan mengakibatkan berkurangnya sebagian wewenang dan kekuasaan para manajer. seorang manajer berwibawa akan selalu memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk membimbing. 42 . Lebih lanjut. Stewart (1998: 17) mengemukakan bahwa pemberdayaan pada dasarnya bermaksud meniadakan segala peraturan. diperlukan upaya-upaya pendekatan lebih manusiawi dalam menggerakkan laju dan perkembangan organisasi sehingga tujuan-tujuan dapat tercapai dengan cepat. perintah. memberi nasihat. Pemberdayaan bertujuan menghapuskan hambatan-hambatan sebanyak mungkin guna membebaskan organisasi dan orang-orang yang bekerja di dalamnya.

yang mengandung makna bahwa guru dan staf sekolah lainnya harus selalu peka terhadap segala situasi perkembangan zaman sehingga dapat melakukan improvisasi pekerjaan dalam kerangka aturan yang berlaku. g. Mencari kesalahan dalam sistem dalam upaya mengatasi masalah dan memperbaiki kinerja. Memiliki kesatuan tujuan. Kesatuan tujuan ini secara filosofis dan strategis tertuang dalam visi. Pengembangan kebebasan di sini mengandung makna sebagai upaya guru dalam memenuhi atau melampaui harapan pelanggannya. h. dan strategi sekolah dalam mencapai sasaran mutu.Manajer yang memiliki kewibawaan akan lebih mendukung kreativitas dan aktivitas staf daripada memerintah mereka. . tugas. Mengembangkan kerja sama tim. Kewibawaan semacam itu tidak akan pernah lenyap karena mampu memberdayakan stafnya. d. Memiliki pemahaman terhadap struktur pekerjaan. Pada dasarnya. Scholtes dalam Nasution (2004: 195-196) mengemukakan bahwa secara esensial. pemberdayaan mencakup aspek-aspek operasional sebagai berikut. mengandung makna bahwa seluruh komponen sekolah secara agresif berusaha mencapai kualitas pelayanan pendidikan tertentu dalam rangka melampaui harapan pelanggannya. c. mengandung makna bahwa tujuan utama organisasi adalah untuk memenuhi atau melampaui harapan pelanggan melalui suatu cara pelayanan yang bernilai. Memiliki obsesi terhadap kualitas. mesin yang paling penting dalam 43 b. misi. a. Mengembangkan kebebasan yang terkendali. Dalam era teknologi informasi dan teknologi tinggi. Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan. serta tanggung jawabnya sebagai guru sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. e. pengembangan sekolah sangat bergantung kepada pola manajemen yang diterapkan di dalamnya serta komitmen seluruh komponen terhadap sasaran mutu. Prinsip ini didasarkan kepada keyakinan bahwa kerja sama tim akan dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada bekerja secara individu. artinya setiap komponen sekolah (terutama guru) memiliki pemahaman mendalam tentang peran. Fokus pada pelanggan. yang mengandung makna bahwa seluruh komponen sekolah memiliki kesatuan tujuan yang sama dalam mengembangkan mutu layanan sekolah. f.

Mempercayai kemampuan staf dan guru-guru untuk mencapai keberhasilan.1. menanggung resiko dalam upaya perbaikan. Pemberdayaan tidak akan pernah berjalan jika seluruh budaya sekolah (atau organisasi apa pun) tidak berubah secara mendasar. Sekecil apa pun budaya yang mampu mendukung beberapa jenis perubahan dalam sikap dan praktek sangat diperlukan bagi pemberdayaan yang efektif. Di samping itu.lingkungan kerja adalah pikiran manusia. Seorang guru atau staf tata usaha yang merasa dirinya dihargai dan memiliki kontribusi akan berkembang secara pribadi dan profesional sehingga kontribusinya bagi lembaga dapat dimaksimal-kan. Oleh karena itu. belajar terusmenerus dan belajar sepanjang hayat merupakan unsur yang fundamental dalam pengembangan mutu pelayanan sekolah.2. saling membantu. Untuk memicu inisiatif warga sekolah diperlukan lingkungan dan kondisi yang kondusif. pelibatan dan pemberdayaan ini akan membantu para staf dan guruguru dalam mengembangkan dirinya sendiri. a. 2. Agar lingkungan itu terbentuk. dan menyampaikan ketidaksetujuannya. Di samping itu.2 Pelibatan dan Pemberdayaan Warga Sekolah Memberdayakan sesuatu pada hakikatnya merupakan perubahan budaya. Nasution (2004: 174) mengemukakan bahwa pemberdayaan merupakan kunci utama dalam motivasi dan produktivitas. 44 . perubahan iklim juga diperlukan untuk dapat mengembangkan proses pemberdayaan. Nasution (2004: 179) menjelaskan bahwa kepala sekolah sebagai manajer harus melakukan hal-hal sebagai berikut ini. dan membantu sekolah sehingga akan timbul pula rasa memiliki terhadap pekerjaan yang sedang digarapnya yang pada akhirnya akan mengarah kepada keinginan staf yang lebih besar dalam mengambil keputusan.

Membagi informasi dengan seluruh komponen sekolah untuk menjalin hubungan yang lebih lancar.1. Menawarkan berbagai alternatif untuk melaksanakan tugas. 2. h. Bersifat sabar dan memberikan waktu kepada guru-guru dan staf untuk belajar. 45 . 1997:92). Memberikan bimbingan dan pengarahan yang jelas dan sistematis. j. f. Memberikan umpan balik yang tepat waktu dan dapat dipahami serta membantu mereka selama proses belajar. e.1.b. i.3.3 Peningkatan Kualitas Pendidikan 2. Sedangkan menurut American Society for quality Control kualitas adalah totalitas bentuk dan karak-teristik barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tampak jelas maupun tersembunyi (Render dan Herizer. Mengajarkan keterampilan baru kepada staf dan guru-guru dalam langkahlangkah yang sederhana dan mudah dipahami. Menunjukkan sense of humor dan perhatian terhadap staf dan guru-guru. d. 2000) adalah tingkat yang menunjukkan serangkaian karakteristik yang melekat dan memenuhi ukuran tertentu (Dale. Mengajukan pertanyaan yang menantang kepada guru-guru dan staf sekolah untuk berpikir dengan cara baru. Definisi kualitas secara internasional (BS EN ISO 9000. 2003:4). g. c.1 Pengertian Kualitas Dari segi linguistik kualitas berasal dari bahasa latin qualis yang berarti ‘sebagaimana kenyataannya’. Berfokus pada hasil dan menghargai perbaikan pribadi.

Beberapa pakar kualitas mendefinisikan kualitas dengan beragam interpretasi. Juran (1989:16-17), mendefinisikan kualitas secara sederhana sebagai ‘kesesuaian untuk digunakan’. Definisi ini mencakup keistimewaan produk yang memenuhi kebutuhan konsumen dan bebas dari defisiensi. Sedangkan Deming berpendapat kualitas adalah ‘mempertemukan kebutuhan dan harapan konsumen secara berkelanjutan atas harga yang telah mereka bayarkan’. Filosofi Deming membangun kualitas sebagai suatu sistem (Bhat dan Cozzolino, 1993:106). Philip Kotler (2000:329-333) mengemukakan tentang delapan dimensi kualitas yang terdiri atas: (1) kinerja (performance): karakteristik operasi suatu produk utama, (2) ciri-ciri atau keistimewaan tambahan ( feature), (3) kehandalan (reliability): probabilitas suatu produk tidak berfungsi atau gagal, (4) kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications), (5) daya tahan (durability), (6) kemampuan melayani (serviceability) (7) estetika (estethic): bagaimana suatu produk dipandang dirasakan dan didengarkan, dan (8) ketepatan kualitas yang dipersepsikan (perceived quality). Dalam kenyataannya kualitas adalah konsep yang cukup sulit untuk dipahami dan disepakati. Dewasa ini kata kualitas mempunyai beragam interpretasi, tidak dapat didefinisikan secara tunggal, dan sangat tergantung pada konteksnya. Beberapa definisi kualitas berdasarkan konteksnya perlu dibedakan atas dasar: organisasi, kejadian, produk, pelayanan, proses, orang, hasil, kegiatan, dan komunikasi (Dale, 2003:4). Definisi tentang kualitas selalu terkait dengan produk. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah produk pendidikan itu? Pertanyaan itu penting

46

untuk diajukan karena untuk mengetahui pendidikan itu berkualtias atau tidak maka kita perlu tahu produk pendidikan itu sendiri? Pendidikan itu adalah jasa atau pelayanan (service) dan bukan produksi barang. Pemahaman karakteristik kualitas jasa lebih sulit untuk didefinisikan daripada kualtias produk fisik. Untuk itulah, perlu dipahami beberapa perbedaan produksi jasa dan produksi barang. Philip Kotler (2000:362) menjelaskan enam macam perbedaan jasa pelayanan dibandingkan dengan produksi barang sebagai berikut. 1) Pertama, jasa pelayanan biasanya terjadi kontak langsung antara penyedia jasa dengan pengguna akhir, maka kualitas jasa bergantung pada orang yang memberikan pelayanan dan orang yang menerima pelayanan. 2) Kedua, jasa harus diberikan secara tepat waktu karena pelayanan dikonsumsi secara langsung pada saat jasa itu diberikan. Kontrol kualtias jasa dilakukan sebelum dan selama jasa tersebut diberikan. Adanya kontak langsung tersebut memungkinkan adanya evaluasi dan feedback yang merupakan sarana utama untuk mengukur kepuasan pelanggan. 3) Ketiga, jasa pelayanan tak dapat ditambal sulam atau diperbaiki. Oleh karena itu, penting sekali untuk ditetapkan standar pelayanan dari tahap awal. Selain itu, dalam memberikan pelayanan memungkinkan untuk terjadinya kesalahan manusia. 4) Keempat, jasa pelayanan berkaitan dengan masalah-masalah yang tidak kelihatan sehingga sulit sekali untuk menggambarkan seperti apa keinginan pelanggan. Dalam jasa pelayanan lebih banyak menyangkut proses daripada hasil akhirnya. 47

5)

Kelima, jasa pelayanan biasanya diberikan secara langsung kepada pelanggan oleh pengawai yunior, sedangkan pegawai senior berada jauh dari pelanggan. Oleh karena itu, pegawai yunior terutama yang digarda depan (front line) harus dimotivasi untuk selalu memberikan pelayanan terbaiknya.

6)

Keenam, sangat sulit untuk mengukur keberhasilan output dan produk-tivitas jasa pelayanan. Satu-satunya indikator kinerja jasa pelayanan adalah kepuasan pelanggan. Dalam hal ini ukuran-ukuran yang tidak tampak merupkan faktor kesuksesan yang penting seperti perhatian, kesopanan keramahtamahan, dan pemberian bantuan. Karena satu-satunya indikator kinerja jasa pelayanan adalah kepuasan

pelanggan, kinerja kualitas pendidikan dapat diukur dari tingkat kepuasan pelanggan.

2.1.3.2 Kualitas Pendidikan Sallis dan Jones (2002: 106) mengemukakan bahwa kualitas memiliki dua konsep yang berbeda antara konsep absolut dan relatif. Dalam konsep absolut sesuatu (barang) disebut berkualitas bila memenuhi standar tertinggi dan sempurna. Artinya, barang tersebut sudah tidak ada yang melebihi. Dalam konsep ini kualitas mirip dengan suatu kebaikan, kecantikan, kepercayaan yang ideal tanpa ada kompromi. Kualitas dalam makna absolut adalah yang terbaik, tercantik, terpercaya. Bila dipraktikkan dalam dunia pendidikan, konsep kualitas absolut ini bersifat elitis karena hanya sedikit lembaga pendidikan yang akan mampu menawarkan kualitas tinggi kepada peserta didik dan hanya sedikit siswa yang akan mampu membayarnya. 48

Dalam konsep relatif, kualitas bukan merupakan atribut dari produk atau jasa. Sesuatu dianggap berkualitas jika barang atau jasa memenhii spesifikasi yang ditetapkan. Oleh karena itu, kualitas bukanlah merupakan tujuan akhir, melainkan sebagai alat ukur atas produk akhir dari standar yang ditentukan. Dalam konsep relatif, produk yang berkualitas adalah yang sesuai dengan tujuannya (fit for their purpose). Definisi kualitas dalam konsep relatif memiliki dua aspek, yaitu dilihat dari sudut pandangn produsen maka kualitas adalah mengukur berdasarkan spesifikasi yang ditetapkan dan dari sudut pandang pelanggan maka kualitas untuk memenuhi tuntutan pelanggan. Pelanggan pendidikan ada dua aspek, yaitu pelanggan internal dan eksternal. Pelanggan internal adalah kepala sekolah, guru, dan staf kependidikan lainnya. Pelanggan eksternal ada tiga kelompok, yaitu pelanggan eksternal primer, pelanggan sekunder, dan pelanggan tersier. Pelanggan eksternal eksternal primer adalah peserta didik. Pelanggan eksternal sekunder adalah orang tua dan para pemimpin pemerintahan. Pelanggan eksternal tersier adalah pasar kerja, pemerintah, dan masyarakat luas. Dalam konsep relatif kualitas pendidikan biasanya diukur dari sisi pelanggannya baik pelanggan internal maupun eksternal. Namun, berdasarkan perkembangan paradigma baru pendidikan, kualitas pendidikan seharusnya juga diukur dari sisi pelanggan internal yang tak lain adalah kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lain hingga pegawai tata usaha sekalipun. Dari sudut pelanggan eksternal primer ada baiknya mengutip uraian Pusat Kurikulum (2003: 24) yang mengemukakan bahwa pendidikan berkualitas adalah 49

pemecahan masalah dan penciptaan pengetahuan. Berkembang secara fisik antara lain mendapatkan imbalan finansial dan kesejahteraan hidup secara layak. politik.datafilecom. dalam http://www. dan kreativitasnya. dan budaya. menjadi warga negara yang bertanggung jawab secara sosial. yaitu (1) adanya komitmen politik pada perencanaan pendidikan. Untuk menghasilkan pendidikan berkualitas maka program pendidikan harus dipersiapkan secara baik. Pendidikan adalah jasa sehingga kontrol sebelum pelayanan diberikan kepada pengguna akhir harus menjadi perhatian utama. keempat. sedangkan perkembangan secara psikis adalah bila mereka diberi kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. pembelajar sepanjang hayat.co. tugas dan tanggung jawabnya. Menurut Abdul Rohman (000000. pelaksanaan. Oleh karena itu. berketerampilan teknologi untuk lalapangan kerja dan kehidupan sehari-hari. ketiga. kedua. bakat. siap secara kognitif untuk pekerjaan yang kompleks. Tenaga pengajar dan staf juga akan merasa puas bila suasana kerja atau budaya kerja di sekolah mendukung. (3) harus ada perbedaan yang 50 . (2) perencanaan pendidikan harus tahu betul apa yang menjadi hak. penilaian dan lain-lain. komunitkator yang baik dalam bahasa nasional dan itnernasional.pendidikan yang mempersiapkan peserta didik menjadi: pertama.cc / 000000/10/mbs-untuk-meningkatkan-kualitas. Dari sudut pandang internal tentu saja pendidikan berkualitas adalah yang memungkinkan tenaga pengajar dan staf lainnya mampu berkembang baik secara fisik maupun psikis. kelima. sistem pendidikan ktia harus direformasi secara besar-besaran baik dari perencanana.html) terdapat beberapa kondisi yang di-perlukan untuk suksesnya perencanaan pendidikan.

(9) kenyamanan. (3) kesopanan dan keramahan (unsur menyenangkan pelanggan). (9) administrator pendidikan harus lebih aktif mendorong perubahan-perubahan dalam perencanaan pendidikan. Slamet (1999: 56) memberikan karakteristik pendidikan bermutu dengan tanda-tanda (1) ketepatan waktu pelayanan. teknis. (7) harus mengurangi politisasi pengetahuan. antara area politis. (6) kemudahan mendapatkan pelayanan. dan (10) ketika pemerintah tidak menguasai lagi semua aspek pendidikan maka harus lebih diupayakan kerja sama yang saling menguntungkan antara pemerintah-swasta-universitas yang memegang otoritas pendidikan. (5) kelengkapan pelayanan. 51 . baik pelanggan internal maupun eksternal. (2) akurasi pelayanan. dengan komitmen untuk bekerja secara benar dari awal.tegas. (4) bertanggung jawab atas segala keluhan (complain) pelanggan. dan (10) ketersediaan atribut pendukung. (8) pelayanan pribadi. (4) perhatian lebih besar diberikan pada penyebaran kekuasaan untuk membuat keputusan politis dan teknis. Sementara itu. (5) perhatian lebih besar diberikan pada pengembangan kebijakan dan prioritas pendidikan yang terarah. mengidentifikasi ciri-ciri sekolah bermutu yang mengembangkan kualitas pendidikan sebagai berikut. Sekolah berfokus pada pelanggan. (7) variasi layanan. Sekolah berfokus pada upaya untuk mencegah masalah yang muncul. Sudarwan Danim (2006:97) dengan merujuk kepada pendapat Edward Sallis. (8) harus berusaha lebih besar untuk mengetahui opini publik terhadap perkembangan masa depan dan arah pendidikan. 2. (6) tugas utama prencanaan pendidikan adalah pengembangan secara terarah dan memberikan alternatif teknis sebagai sarana untuk mencapai tujuan politis pendidikan. dan administratif pada perencanaan pendidikan. 1.

(4) standar pendidik dan tenaga kependidikan. Sekolah memiliki strategi dan kriteria evaluasi yang jelas. 9. Sekolah memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang. 7. (6) standar pengelolaan. Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai dengan tugas pokok. Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 ini menyebutkan bahwa ”Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan. Sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu keharusan. fungsi dan tanggung jawabnya. baik di tingkat pimpinan. 13. termasuk kejelasan arah kerja secara vertikal dan horozontal. 11. 12. tenaga akademik. (2) standar proses. Selanjutnya. 5. maupun tenaga administratif. (7) standar pembiayaan. 6. 52 . jangka menengah maupun jangka panjang. dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu” (pasal 3) dan ”Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat” (pasal 4). Sekolah memandang atau menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagai jalan untuk untuk memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut. membatasi kualitas pendidikan tersebut dengan mengacu kepada pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang meliputi (1) standar isi. (5) standar sarana dan prasarana. (3) standar kompetensi lulusan. 8. sehingga terhindar dari berbagai “kerusakan psikologis” yang sangat sulit memperbaikinya. Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas. baik untuk jangka pendek. 4. 10. pelaksanaan. Sekolah mendorong orang dipandang memiliki kreativitas. Sekolah memiliki investasi pada sumber daya manusianya. Pemerintah Republik Indonesia. mampu menciptakan kualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas. Sekolah memandang kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja.3. Sekolah mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk mencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuat benar pada masa berikutnya.dan (8) standar penilaian pendidikan.

4 Penelitian yang Relevan Beberapa penelitian yang dilakukan berkenaan dengan permasalahan penggunaan anggaran pendidikan menunjukkan adanya keterkaitan yang sangat erat antara proses pelaksanaan anggaran pendidikan yang terdapat pada APBS maupun dana-dana subsidi lainnya serta pemberdayaan sumber daya sekolah dalam peningkatan kualitas pendidikan. Sekolah Pascasarjana.1.1 Proses Penjaminan Mutu Pendidikan 2. dapat digambarkan sebagai berikut. Universitas Sumatera Utara.Proses penjaminan mutu pendidikan berdasarkan PP Nomor 19/2005 di atas. STANDAR STANDAR (SNP) (SNP) Tindak lanjut memeriksa dan meningkatkan produk (siklus) INPUT INPUT (Peserta Didik) (Peserta Didik) PROSES PROSES KONSISTENSI KONSISTENSI KUALITAS PRODUK KUALITAS PRODUK PROSEDUR di PROSEDUR di Tingkat Sekolah Tingkat Sekolah Gambar 2. Syamsuddin (1999. Medan) melakukan penelitian dengan judul ”Pengaruh Pembiayaan Pendidikan terhadap Mutu Hasil Belajar melalui Mutu Proses Belajar Mengajar pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Asahan tahun 1999”. dengan memperhatikan peraturan-peraturan menteri pendidikan nasional yang menyertainya. Hasil penelitian 53 . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengarih biaya pendidikan terhadap mutu hasil belajar melalui mutu proses belajar mengajar pada SMP di Kabupaten Asahan.

Proses pemberdayaan tidak akan berjalan dengan baik tanpa didukung locus of control dan kepercayaan yang saling mendukung satu sama lain. Hasil penelitian juga menjelaskan bahwa mutu proses belajar mengajar merupakan variabel intervening sebagian. biaya pendidikan berpengaruh positif terhadap mutu hasil belajar melalui intervening variabel mutu proses belajar mengajar. Akan tetapi. Pada model ketiga mutu proses belajar mengajar berpengaruh terhadap mutu hasil belajar dengan variasi terjelaskan yang dinyatakan dalam R2. Model kedua menyimpulkan biaya pendidikan berpengaruh terhadap mutu proses belajar mengajar dengan variasi terjelaskan dalam R2. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang) melakukan penelitian dengan judul ”Analisis Pengaruh Locus Of Control dan Kepercayaan terhadap Pemberdayaan Karyawan dalam Peningkatan Kinerja Karyawan (Studi Empiris pada Yayasan Ponpes MTs – MA NU Assalam dan MTs – MA NU Muallimat di Kudus)”. Program Studi Magister Manajemen. Proses pemberdayaan di dalam perusahaan dapat dikatakan berhasil bila kinerja karyawan baik. Pengambilan sample dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sensus dan jumlah sample yang diambil dari tiap bagian 54 . Peneliti memiliki anggapan bahwa pemberdayaan karyawan perlu mendapatkan perhatian serius karena pemberdayaan mencerminkan keyakinan karyawan terhadap kemampuan dirinya sendiri. Sedangkan pada mode keempat nilai pengaruh langsung biaya pendidikan terhadap mutu hasil belajar menunjukkan nilai negatif. Khoiruddin Syaiful Rahman (2009.membuktikan pada model pertama bahwa biaya pendidikan berpengaruh terhadap mutu hasil belajar dengan variasi terjelaskan yang dinyatakan dalam R2. Karyawan yang memiliki kinerja tinggi memperlihatkan keinginan yang kuat untuk mengeluarkan energi ekstra demi peningkatan kinerjanya dan juga kinerja perusahaan.

jika masyarakatnya tidak terdidik. berapapun besarnya kekayaan bumi Indonesia. kalah dari negara yang hanya punya pendidikan yang bagus. Banyak negara yang memfokuskan ekonominya pada eksploitasi sumber daya alam akhirnya gagal membuat rakyatnya sejahtera. Untuk konteks Indonesia. Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa kedua variabel locus of control dan kepercayaan berpengaruh terhadap pemberdayaan karyawan dan kinerja karyawan.adalah berjumlah 145 responden.2 Kerangka Pemikiran 2. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM). 2. kegagalan ini bukan karena kekayaan yang dieksploitasi tidak laku dipasaran.1 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama di masa depan apabila kita ingin menghindarkan diri sebagai salah satu negara terbelakang dan agar dapat turut berperan penting dalam percaturan dunia internasional. mimpi kesejahteraan tidak akan pernah terwujud. Itu artinya. Sedangkan variabel yang mempunyai pengaruh paling besar adalah kepercayaan. tetapi akibat sumber daya alam yang besar itu tidak dikelola sendiri namun meminta pertolongan kepada pihak luar. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. sehingga keuntungannya pun tidak sepenuhnya milik Indonesia. Indonesia termasuk dalam deretan negara seperti ini.2. meski sumber 55 .

masing-masing punya kelemahnnya sendirisendiri. 56 . namun demikian pengukuran di atas tetap perlu dalam melihat masalah kualitas pendidikan. Ini berarti bahwa banyak aspek yang berkaitan dengan kualitas pendidikan. It is a long term effort which require organizational change and restructuring”. Dalam hubungan ini terdapat beberapa sudut pandang dalam mengukur kualitas pendidikan yaitu: (1) pandangan yang menggunakan pengukuran pada hasil pendidikan (sekolah atau college). dan (3) pendekatan teori ekonomi yang menekankan pada akibat positif pada siswa atau pada penerima manfaat pendidikan lainnya yang diberikan oleh institusi dan atau program pendidikan. dan suatu pandangan komprehensi mengenai kualitas pendidikan merupakan hal yang penting dalam memetakan kondisi pendidikan secara utuh. Spanbauer (1992:49) “Quality improvement in education should not be viewed as a “quick fix process”.daya alamnya sedikit. (2) pandangan yang melihat pada proses pendidikan. L. Dan Singapura membuktikan itu dengan menjadi mitra Indonesia dalam hal pengelolaan sumber daya minyak meski mereka tidak punya ladang minyak sendiri.C. Sudut pandang tersebut di atas. Solmon dalam tulisannya yang berjudul The Quality of Education (Psacharopaulos. yang jelas diakui bahwa masalah peningkatan kualitas pendidikan bukanlah hal yang mudah sebagaimana diungkapkan oleh Stanley J. 1987:53) menyatakan bahwa untuk memahami kualitas pen-didikan dari sudut pandang ekonomi diperlukan pertimbangan tentang bagaimana kualitas itu diukur. meskipun dalam tataran praktis. titik tekan dalam melihat kualitas bisa berbeda-beda sesuai dengan maksud dan tujuan suatu kajian atau tinjauan.

aplikasi teknologi mutakhir. kurikulum yang memadai. kepemimpinan yang baik dan efektif. Dalam hubungan dengan faktor berpengaruh pada kualitas pendidikan. sumber ini dapat dipandang sebagai faktor pembentuk dari suatu kualitas pendidikan. efektif dan efisien. Edward Sallis (2006:30-31) menyatakan: “ada banyak sumber mutu dalam pendidikan. atau faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan. hasil studi Heyman dan Loxley tahun 1989 (Mintarsih Danumihardja 2004 : 6) menyatakan bahwa factor guru. Hasil Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan dana untuk penyelenggaraan proses pendidikan di sekolah menjadi salah satu factor penting untuk dapat memenuhi kualitas dan 57 .Kualitas pendidikan bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. hasil ujian yang memuaskan. nilai moral yang tinggi. sarana fisik dan biaya pendidikan memberikan kontribusi yang berarti terhadap prestasi belajar siswa. anggaran. jika suatu proses pendidikan berjalan baik. kecukupan fasilitas belajar dan sebagainya. variabel kualitas pendidikan dapat dipandang sebagai variabel terikat yang dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kepemimpinan. manajemen sekolah. spesialisasi atau kejuruan. perhatian terhadap pelajar dan anak didik. dia merupakan hasil dari suatu proses pendidikan. atau juga kombinasi dari faktor-faktor tersebut” Pernyataan di atas menunjukan banyaknya sumber mutu dalam bidang pendidikan. bisnis dan komunitas lokal. dalam konteks pendidikan sebagai suatu sistem. sumberdaya yang melimpah. guru yang terkemuka. iklim organisasi. kualifikasi guru. maka terbuka peluang yang sangat besar memperoleh hasil pendidikan yang berkualitas. waktu belajar. Kualitas pendidikan mempunyai kontinum dari rendah ke tinggi sehingga berkedudukan sebagai suatu variabel. dorongan orang tua. misalnya sarana gedung yang bagus.

Berdasarkan pemikiran tersebut dapat diduga bahwa pelaksanaan anggaran tingkat sekolah dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada tingkat satuan pendidikan SMP Negeri dan Swasta di kota dan kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Sumber daya pendidikan ini merupakan agen-agen penting yang berperan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Kemajuan ilmu 58 . dan nilai-nilai. 2. (2) Mutu proses belajar mengajar yang mendorong siswa belajar efektif.prestasi belajar. Sementara itu Nanang Fatah (2000:90) mengemukakan upaya peningkatan mutu dan perluasan pendidikan membutuhkan sekurang-kurangnya tiga factor utama yaitu (1) Kecukupan sumber-sumber pendidikan dalam arti kualitas tenaga kependidikan. dan mutu keluaran akan dapat terpenuhi jika dukungan biaya yang dibutuhkan dan tenaga professional kependidikan dapat disediakan di sekolah. dan semua ini tentu saja memerlukan sumberdaya pendidikan termasuk biaya. Jadi kecukupan sumber. sikap keterampilan. mutu proses belajar mengajar. dan (3) Mutu keluaran dalam bentuk pengetahuan.2.2 Pengaruh Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pendidikan terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Sumber daya pendidikan terdiri atas kepala sekolah. biaya dan sarana belajar. Dinamika perkembangan masyarakat melaju sangat pesat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga menuntut semua pihak untuk beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi dalam di masyarakat. dimana kualitas dan prestasi belajar pada dasarnya mengagambarkan kualitas pendidikan. dan tenaga kependidikan lainnya. guru.

produktivitas yang tinggi dan kualitas karya yang mampu meningkatkan daya saing. 1998: 112). serta kualitas guru yang meningkat. Tantangan persaingan yang semakin tajam pada era globalisasi menuntut peningkatan kualitas profesi dan efisiensi secara terus menerus. Termasuk di dalam perubahan global adalah profesi guru sebagai tenaga pendidik. pengadaan dan perawatan infrastruktur pendidikan. tetapi juga sanggup menciptakan lapangan kerja yang baru. akan menghasilkan lulusan yang kompeten. yang akhirnya mampu menghasilkan warga negara yang kompetitif dalan jumlah yang besar. Tenaga pendidik yang profesional bukan sekedar sebagai alat untuk transmisi kebudayaan. Sebab kebijakan peningkatan mutu pendidikan yang tinggi jika disikapi secara konsisten. sehingga kemampuan daya saing profesional bisa lebih kompetitif. Apalagi masalah pendidikan merupakan masalah lintas sektoral. Era globalisasi mengubah hakekat kerja dari amatiran menuju kepada profesionalisasi di segala bidang dan aspek kehidupan. melinkan juga mentransformasikan kebudayaan itu ke arah budaya yang dinamis dan menuntut penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. tidak saja sanggup meraih setiap peluang kerja yang tersedia melalui investasi. Masyarakat yang berkualitas. Investasi pembangunan pendidikan yang memadai akan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dengan efek berganda yang besar melalui pembangunan sekolah. 59 . sehingga harus ada komitmen dari semua pihak terutama para penentu kebijakan pendidikan untuk mengambil kebijakan yang berorientasi pada mutu pendidikan yang berkualitas. yaitu dengan persaingan. Sesuai dengan tuntutan perubahan masyarakat global. tugas guru sebagai tenaga pendidik juga dituntut profesional dalam bidangnya (Education International.pengetahuan dan teknologi telah memunculkan paradigma baru dalam mencapai keberhasilan.

menurut Damanhuri (2004) merupakan salah satu faktor kunci dalam menuju kesejahteraan. mengalihkan kekuasaan. Berdasarkan pemikiran tersebut diduga terdapat pengaruh pemberdayaan sumber daya sekolah yang terdiri atas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta yang berada di wilayah kota dan kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis.Program pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi sangat penting karena banyak permasalahan yang terdapat dalam institusi pemerintahan. Pemberdayaan (empowerment) mengandung dua pengertian. yaitu: (1) to give power to (memberi kekuasaan. Globalisasi ekonomi merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan yang menyatukan kekuatan pasar semakin terintegrasi untuk efisiensi dan meningkatkan daya saingnya. 60 . baik dalam kemampuan intelektual maupun integritas moral dalam tanggung jawabnya pada kemasyarakatan. (2) to give ability to (usaha untuk memberi kemampuan) (Oxford English Dictionary). menjadi tuntutan pembangunan menuju kesejahteraan. Sumber daya manusia. lembaga kemasyarakatan dan berbagai kegiatan di masyarakat yang efektivitasnya tergantung kepada kualitas sumber daya manusia. Analisis penelitian ini mendasarkan pada teori pemberdayaan SDM sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pendidikan menuju terciptanya SDM yang unggul dan kompetitif dimulai dari peningkatan kualitas kinerja tenaga pendidik yang profesional. mendelegasikan otoritas pada pihak lain. Menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi.

Tetapi paling tidak. 2) Otonomi Pengertian otonomi dalam pendidikan belum sepenuhnya mendapatkan kesepakatan pengertian dan implementasinya. Secara luas mutu dapat diartikan sebagai agregat karakteristik dari produk atau jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen/pelanggan.2. 1) Mutu Mutu adalah suatu terminologi subjektif dan relatif yang dapat diartikan dengan berbagai cara dimana setiap definisi bisa didukung oleh argumentasi yang sama baiknya. akuntabilitas. Pelanggan bisa berupa mereka yang langsung menjadi penerima produk dan jasa tersebut atau mereka yang nantinya akan merasakan manfaat produk atau hasil dan jasa tersebut. akreditasi dan evaluasi. 1998). mutu adalah suatu keberhasilan proses dan hasil belajar yang menyenangkan dan memberikan kenikmatan. otonomi.2. dikenal dengan paradigma baru manajemen pendidikan yang difokuskan pada mutu itu sendiri. dapat dimengerti sebagai bentuk pendelegasian kewenangan seperti dalam penerimaan dan pengelolaan peserta didik dan staf pengajar/staf non 61 .3 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Untuk mencapai terselenggaranya pendidikan bermutu. Dalam pendidikan. Keempat pilar manajemen ini diharapkan pada akhirnya mampu menghasilkan pendidikan bermutu (Wirakartakusumah. Karakteristik mutu dapat diukur secara kuantitatif dan kualitatif.

etika dan nilai (values) termasuk semua program dan kegiatan yang dilaksanakannya. pengembangan kurikulum dan materi ajar. serta penentuan standar akademik. Hal ini memerlukan transparansi (keterbukaan) dari semua fihak yang terlibat dan akuntabilitas untuk penggunaan semua sumberdayanya. Akuntabilitas menuntut kesepadanan antara tujuan lembaga pendidikan tersebut dengan kenyataan dalam hal norma.akademik. Pelaksanaan akreditasi dilakukan oleh suatu badan independen yang berwenang. Dalam penerapannya di sekolah. paling tidak bahwa guru/pengajar semestinya diberikan hak-hak profesi yang mem-punyai otoritas di kelas. dan tak sekedar sebagai bagian kepanjangan tangan birokrasi di atasnya. 3) Akuntabilitas Akuntabilitas diartikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan output dan outcome yang memuaskan pelanggan. Di Indonesia pelaksanaan akreditasi pendidikan untuk Perguruan Tinggi dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) dan sekolah-sekolah menengah ke bawah oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS). 4) Akreditasi Akreditasi merupakan suatu pengendalian dari luar melalui proses evaluasi tentang pengembangan mutu lembaga pendidikan tersebut. misalnya. 5) Evaluasi 62 . Hasil akreditasi tersebut perlu diketahui oleh masyarakat yang menunjukkan posisi lembaga pendidikan yang bersangkutan dalam menghasilkan produk atau jasa yang bermutu.

Pelaksanaan anggaran dan pemberdayaan sumber daya manusia seluruhnya mengacu kepada kelima komponen di atas. serta kinerja dari lembaga pendidikan atau unit kerja yang dievaluasi. Kelima paradigma pendidikan di atas merupakan standar untuk tercapai-nya kualitas pendidikan. Hubungan pengaruh ketiga variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut. kemudian menggunakan hasil evaluasi tersebut dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan. Pelaksanaan Anggaran (X1) Mardiasmo (2005:67-68) H1 H3 Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) (Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005) Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pendidikan (X2) Scholtes dalam Nasution (2004: 195-196) H2 63 . baik di tingkat pendidikan dasar maupun pendidikan menengah hingga ke perguruan tinggi.Evaluasi adalah suatu upaya sistematis untuk mengumpulkan dan memproses informasi yang menghasilkan kesimpulan tentang nilai. Evaluasi bisa dilakukan secara internal atau eksternal. Suatu evaluasi akan lebih bermanfaat bila dilakukan secara berkesinambungan. manfaat. Dengan demikian dapat diduga bahwa pelaksanaan anggaran dan pemberdayaan sumber daya manusia dapat berpengaruh terhadap peningkatan mutu sekolah. Salah satu evaluasi terpenting dalam pendidikan adalah evaluasi diri (self evaluation) yang dilakukan bertahap dan terus menerus atas seluruh komponen-komponen pendidikan.

H2 : Terdapat pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.2. 64 .3 Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka pemikiran di atas dapat disusun hipotesis alternatif sebagai berikut. H3 : Terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran dan pemberdayaan sumber daya manusia secara bersama-sama terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. H1 : Terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.

1 Tempat Penelitian 65 . Hal yang dijadikan objek penelitian adalah permasalahan peningkatan kualitas pendidikan dikaitkan dengan pelaksanaan penganggaran serta pemberdayaan sumber daya manusia pada SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. 3.BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1.1 Objek Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pelaksanaan anggaran dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

3. memiliki batas waktu tertentu serta penjadwalan yang seharusnya dilaksanakan secara konsisten. bagaimanapun peliknya.1. Jumlah SMP yang dijadikan populasi penelitian ini seluruhnya adalah 260 sekolah yang terdiri atas 153 SMP Negeri dan 107 SMP Swasta yang berada di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. Tabel 3.2 Waktu Penelitian Sebuah penelitian.. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Jenis Kegiatan 1 Perencanaan Judul Pengajuan Proposal Penelitian Seminar Proposal Penyusunan Instrumen Penelitian Uji Coba Instrumen Revisi Instrumen Pengajuan Izin Penelitian Pengumpulan Data Keterangan 2 3 4 5 6 7 66 ..Sesuai dengan rumusan masalah dan batasan masalah serta memperhatikan tujuan penelitian yang dikembangkan pada Bab I.1 Jadwal pelaksanaan penelitian Pelaksanaan Bulan . maka penelian ini akan dilaksanakan pada sejumlah SMP Negeri dan Swasta di wilayah kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. Penelitian atas pengaruh pelaksanaan anggaran dan pemberdayaan sumber daya sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada sejumlah SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis pada tahun 00000049 000000 ini dilaksanakan selama enam bulan dengan alokasi waktu sebagai berikut.

objek. baik tentang intuisi sosial. Metode deskritif adalah suatu metode penelitian atas kelompok manusia. set kondisi. yakni mempelajari tentang fenomena sosial dengan cara meneliti hubungan variabel penelitian. Penelitian survey menitikberatkan pada penelitian yang rasional yakni mempelajari hubungan antarvariabel sehingga baik secara langsung atau tidak langsung hipotesis penelitian bisa senantiasa dipertanyakan. dengan alat apa dan prosedur yang bagaimana. Di samping itu. sistem pemikiran. atau lukisan secara sistematis.2 Metode Penelitian Metode penelitian memandu peneliti tentang urut-urutan bagaimana penelitian akan dilakukan. Tujuan survey dapat merupakan pengembangan data sederhana bersifat menerangkan atau menjelas-kan. faktual dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan fenomena yang diselidiki. Dalam penelitian tentang ”pengaruh pelaksanaan anggaran dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan” ini digunakan metode deskriptif. ekonomi atau politik dari suatu kelompok atau suatu daerah yang bisa digunakan untuk mendapatkan pembenaran. ataupun peristiwa sekarang.9 10 11 Pengklasisfikasian Data Analisis dan Interpretasi Data Hasil Penelitian Penulisan Laporan 3. Survey juga dapat menjadi alat bantu penyelidikan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual. metode deskripsi survey juga dapat digunakan untuk penyelidikan untuk menguji hipotesis. Penelitian deskritif memberikan deskripsi. 67 . gambaran.

(b) menyusun indikator variabel penelitian.2 Operasionalisasi Variabel 68 . definisi operasional dalam sebuah penelitian harus dapat diukur dan spesifik serta dapat dipahami oleh orang lain. baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama.3 Operasionalisasi Variabel Pokok permasalahan yang diteliti pada penelitian ini adalah variabel bebas berupa Pelaksanaan Anggaran (X1) dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pendidikan (X2) serta variabel terikat Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y). Singarimbun (2003:46-47) memberikan pengertian tentang definisi operasional sebagai unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana cara mengukur suatu variabel. Definisi operasional variabel bertujuan untuk menjelaskan makna variabel yang sedang diteliti. Pengembangan instrumen ditempuh melalui beberapa cara. Dengan demikian. Tabel 3. dan (e) melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. (d) melakukan uji coba instrumen. yaitu (a) mendefinisi-kan secara operasional variabel penelitian. Berdasarkan pendekatan penelitian yang digunakan. 3. Definisi operasional dapat juga dikatakan sebagai informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang akan menggunakan variabel yang sama. variabel penelitian ini dapat didefinisikan sebagaimana terlihat pada tabel berikut.Dalam penelitian ini diharapkan dapat diketahui berapa besar pengaruh antara variabel yang satu terhadap variabel yang lain. (c) menyusun kisi-kisi instrumen.

Pengawasan dilakukan secara internal terpadu dan berkesinambungan oleh kepala sekolah. • Penggunaan anggaran hemat. Evaluasi penggunaan anggaran dilaku-kan secara berkala setiap bulan. serta mempertimbangkan kondisi dan situasi yang berlangsung. tidak mewah. Perbaikan anggaran dilakukan demi pencapaian tujuan kegiatan secara efektif. 2002:91. • Pelaksanaan anggaran dilakukan secara luwes. Turney. serta pada akhir tahun kegiatan. 192: 130. pada pertengahan pelaksanaan anggaran. Ordinal Fleksibilitas Ordinal Akuntabilitas dan Transparansi Ordinal Pengawasan dan Evaluasi • Ordinal • Ordinal Perbaikan dan Pelaporan • Ordinal 69 . C. disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang berlangsung.Variabel Dimensi • Indikator Pelaksanaan anggaran sesuai dengan sasaran-sasaran kegiatan sekolah yang tersusun dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). guru-guru. setiap kegiatan yang dilaksanakan. • Perubahan anggaran dilakukan jika terjadi ketidaksesuaian antara satuan-satuan kegiatan dengan jumlah anggaran yang tersedia. komite sekolah. • Anggaran sekolah disampaikan kepada masyarakat melalui media tertentu serta penggunaannya dipublikasikan secara bertahap sesuai dengan peraturan yang berlaku. efisien. Skala Ordinal Pelaksanaan Konsistensi Anggaran (X1) (Ahmad Sanusi. dan Efektivitas Umaedi. serta warga sekolah lainnya. tidak kaku. 2000: 26-28) • Penggunaan anggaran terarah dan terkendali sesuai dengan rencana yang tertuang program/kegiatan. atau satuan kegiatan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah sehingga perlu diganti dengan satuan kegiatan lain yang lebih memungkinkan. efesien. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan.

• Memiliki kesatuan tujuan yang sama dalam mengembangkan mutu layanan sekolah. • Berusaha menemukan inovasi pembel-ajaran bagi kepentingan peserta didik. setiap triwulan. Dilakukan kegiatan pelatihan dan pembelajaran secara terus-menerus untuk pengembangan mutu pelayanan sekolah. tugas. dan pada akhir tahun pelajaran. Pengembangan standar isi menjadi KTSP sesuai dengan situasi. Memberikan pelayanan pendidikan terbaik dan maksimal. dan kebutuhan pendidikan yang berlangsung di sekolah berdasarkan Ordinal Kesatuan tujuan Ordinal Mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem Kerja sama tim Ordinal • Ordinal Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) Pencapaian Standar Isi • Ordinal • Ordinal 70 . Berkeyakinan bahwa kerja sama tim akan dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada bekerja secara individu. kondisi. Secara agresif berusaha mencapai kualitas pelayanan pendidikan tertentu. Skala Ordinal Pemberdayaan Fokus pada Sumber Daya pelanggan Manusia Obsesi terhadap Sekolah (X2) kualitas Scholtes dalam Nasution (2004: 195-196) • • • Ordinal Ordinal Ordinal Pemahaman terhadap struktur pekerjaan Kebebasan yang terkendali • Peka terhadap segala situasi perkembangan zaman sehingga dapat melakukan improvisasi pekerjaan dalam kerangka aturan yang berlaku. dan strategi sekolah dalam mencapai sasaran mutu. misi. Memiliki pemahaman mendalam tentang peran. serta tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik/ kependidikan sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.Variabel Dimensi • Indikator Pelaporan dilakukan setiap bulan. • Mencari dan menemukan kesalahan-kesalahan dalam sistem dalam upaya mengatasi masalah dan memperbaiki kinerja. pada akhir semester. • Kesatuan tujuan ini secara filosofis dan strategis tertuang dalam visi.

teknologi. dan sebagainya sesuai kebutuhan dan perkembangan lembaga pendidikan. peningkatan potensi. Secara bertahap sekolah memasuk-kan aspek-aspek pengembangan karakter. dan perkembangan kompetensi siswa. ke-butuhan siswa. perkembangan ilmu penge-tahuan. a.Variabel (Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005) Dimensi Indikator indikator-indikator berikut.87 dan seterusnya). • Rata-rata perolehan nilai kelulusan siswa pada mata pelajaran berikut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (misalnya dari 6. Skala Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan • Terjadi peningkatan pencapaian standar kompetensi lulusan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 23 tahun 2006. d. permasalahan kesetaraan jender. Sekolah mengembangkan mata pelajaran berkeunggulan lokal serta memperbaikinya dari tahun ke tahun. (1) Sekolah selalu memperbaiki KTSP dan perangkatnya sesuai dengan perkembangan dinamika pendidikan serta kebutuhan siswa. Sekolah menyelenggarakan pengembangan kurikulum sendiri berdasarkan standar isi setiap tahun bertambah baik dari sisi kuantitas maupun kualitas (tidak menjiplak atau mengadopsi KTSP dari lembaga lain). dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. dan seni.45 menjadi 6. Setiap tahun terjadi perkembangan perbaikan penyusunan KTSP se-suai dengan kondisi sekolah. c. kecerdasan. (a) Bahasa Indonesia (b) Bahasa Inggris (c) Matematika Ordinal 71 . b.

Secara kuantitas dan kualitas guru yang melakukan hal ini setiap tahun bertambah. inspiratif. tenaga pendidik juga melakukan proses pengembangan diri secara berkesinambungan melalui berbagai aktivitas (mengikuti pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. kreativitas. serta mem-berikan ruang yang cukup bagi pra-karsa. • Jumlah tenaga pendidik yang telah tersertifikasi sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 18 tahun 2007 mengalami peningkat-an dari tahun sebelumnya. Sarana pembelajaran Ordinal Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ordinal Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Ordinal 72 . penilaian hasil pembelajaran. workshop. kompetensi kepribadian.Variabel Dimensi (d) IPA Pelaksanaan Standar Proses • Indikator Skala Setiap guru di sekolah menunjukkan peningkatan dalam melakukan peren-canaan proses pembelajaran. • Terjadi peningkatan kualitas dan kuan-titas pada pelaksanaan proses pembel-ajaran yang diselenggarakan secara interaktif. dan perkem-bangan fisik serta psikologis peserta didik. dan lain-lain). dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. menantang. • Selain telah memenuhi kualifikasi minimal sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 16 Tahun 2006 (Berijazah minimal S-1/D-IV dan memiliki kompetensi pedagogik. mengikuti seminar. kompetensi profesional. • Pemeliharaan dan perbaikan sarana pem-belajaran mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. pelaksana-an proses pembelajaran. menyenangkan. minat. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dan kompetensi sosial yang dipersyaratkan). dan kemandirian sesuai dengan bakat.

Pembagian tugas di antara pendidik. ruang bengkel kerja. Pelaksanaan tata tertib satuan pendidikan. ruang kelas. instalasi daya dan jasa. c. ruang kantin. ruang laboratorium. ruang tata usaha. Pengembangan dan peningkatan kuantitas dan kualitas sarana meliputi lahan.Variabel Dimensi Indikator meliputi perabot. ruang perpustakaan. yang minimal meliputi tata tertib pendidik. serta perlengkapan lain yang di-perlukan untuk menunjang proses pem-belajaran yang teratur dan berkelanjut-an. bahan habis pakai. Pembagian tugas di antara tenaga kependidikan. f. tempat berkreasi. Pelaksanaan peraturan akademik. ruang pimpinan satuan pendidikan. media pendidikan. bulanan. peralat-an pendidikan. Pelaksanaan kalender pendidikan/ akademik. a. tempat berolahraga. ruang unit produksi. g. ruang pendidik. Skala Pencapaian Standar Pengelolaan • Terjadi peningkatan kualitas pelaksanan pedoman yang mengatur tentang hal-hal di bawah ini. dan mingguan. yang menunjukkan seluruh kategori aktivitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. e. buku dan sumber belajar lainnya. serta Ordinal b. 73 . tempat beribadah. dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Penyusunan dan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan silabus. • Secara bertahap sekolah memiliki dan menambah prasarana pendidikan dari tahun sebelumnya. Efektivitas dan efisiensi pemberdayaan struktur organisasi satuan pendidikan. tempat bermain. tenaga kependidikan dan peserta didik. d.

gaji tata usaha. Efektivitas dan efisiensi biaya operasional satuan pendidikan.x1. biaya pendidik-an guru dan tenaga tata usaha). Pengembangan kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat. gedung sekolah). biaya operasional (pelaksanaan PBM dsb). h. Terdapat peningkatan kualitas pelak-sanaan standar penilaian pendidikan yang dijalankan secara konsisten sesuai dengan Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pen-didikan. tranport kegiatan guru.x2 Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) Pemberdayaan Sumber Daya Sekolah (X2) r y x2 74 . i. Skala Pemenuhan Standar Pembiayaan • Terjadi peningkatan secara kualitas dan kuantitas dalam pelaksanaan standar pembiayaan pendidikan yang terdiri atas biaya investasi (lahan tanah.Variabel Dimensi Indikator penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.4 Desain Penelitian Desain penelitian yang disusun berdasarkan hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut. dan biaya personal (gaji guru. Ordinal Pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan • Ordinal 3. Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) r y x1 R2 y.

maka populasi terdiri dari populasi terbatas (terhingga) dan populasi tak terbatas (tak terhingga). Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah lembaga pendidikan SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis yang 75 . Populasi menurut Husaeni adalah semua nilai baik melalui perhitungan kuantitatif maupun kualitatif.Keterangan: = Berpengaruh secara Simultan = Berpengaruh secara Parsial 3. Menurut Sugiyono (2004:4) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. dari karakteristik tertentu mengenai objek yang lengkap dan jelas. Ditinjau dari banyaknya anggota populasi. dan dilihat dari sifatnya populasi dapat bersifat homogen dan heterogen. Populasi yang menggunakan seluruh populasi disebut sampel total atau sensus. untuk anggota populasi yang relatif besar bisa mengambil sampel sebagian dari anggota populasi sesuai dengan kebutuhan penelitian.5 Sumber Data Sumber data mengacu kepada populasi penelitian serta penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian. Penggunaan ini berlaku jika anggota populasi relatif kecil.

Bila populasi dibesarkan maka penelitian akan menggunakan sampel yang berlaku untuk populasi. sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono (2004:56-60) terdiri atas teknik sebagai berikut. maka diperlukan pengambilan sampel penelitian. Teknik peng-ambilan sampel ini penting sekali dilakukan karena sampel adalah merupakan dari sebagian karakteristik yang dimiliki populasi. 1 Wilayah Kabupaten Gorowong Tumasritis Kota Gorowong Tumasritis JUMLAH Kendal Karang Kendal Karang Jumlah SMP Negeri 118 Swasta 88 Jumlah 206 2 35 153 19 107 54 260 Mengingat jumlah populasi sekolah yang digunakan pada penelitian ini relatif banyak. Tabel 3. 76 . 1) Probability Sampling Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi itu dipilih menjadi anggota.3 Populasi Penelitian No. dan cluster sampling/sampling daerah. teknik pengambilan sampel ini. Sampel teknik ini meliputi sampel random sampling.seluruhnya berjumlah 260 sekolah dan terdiri atas 153 SMP negeri serta 107 SMP swasta sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut.

Teknik pengumpulan data dengan responden kepala SMP Negeri dan Swasta yang berada di wilayah kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis ini menggunakan teknik sampling berupa probability sampling. sampling kuota. Untuk menghindari kurangnya respon dari responden terhadap jawaban kuesioner yang disediakan. Ukuran populasi (N) adalah jumlah SMP Negeri dan Swasta yang berada di wilayah kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. Teknik ini meliputi sampling simetris. n= N Nd 2 + 1 Keterangan: n = Ukuran sampel N = Ukuran Populasi d = Presisi yang ditetapkan (yaitu 0.1) 1 = Angka konstanta 77 . jumlah sampel yang akan diambil pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus Rachmad (1964. yaitu teknik sampling yang mem-berikan peluang yang sama bagi semua anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel (Sugiyono. 2004: 92). dan sampling jenuh atau snoball sampling.2) Nonprobability Sampling Nonprobability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. 99) sebagai berikut. Metode pengambilan sampel yang diguna-kan adalah stratified random sampling di mana populasi mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. purposive. sampling aksidental.

dengan cara menyebarkan angket kepada SMP Negeri dan Swasta yang berada di wilayah kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis dengan menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Moh.4 Penentapan Sampel Penelitian No 1 2 3 Kelompok Populasi SMP Negeri di Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumasritis SMP Swasta di Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumasritis SMP Negeri di Kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis 78 N 118 88 35 Jumlah Sampel 118 : 260 x 72 = 33 88 : 260 x 72 = 24 35 : 260 x 72 = 10 . n1 = N1 N xn Dimana: n1 = Banyaknya sampel keseluruhan N1 = Ukuran sampel N = Banyaknya populasi xn = Banyaknya populasi ke n Maka sampel yang akan diambil pada masing-masing kelompok populasi dalam rangka penelitian ini adalah sebagai berikut.1) + 1 3.6 = 72 responden Rancangan sampel dilakukan secara proporsional dengan proporsional random sampling. Natzir (1983: 361) sebagai berikut. Tabel 3.n = 260 260 = = 72.22 2 260(0.

1) Studi Dokumentasi Studi dokumentasi dalam pengumpulan data penelitian ini dimaksudkan sebagai cara pengumpulkan data dengan mempelajari dan mencatat bagianbagian yang dianggap penting dari berbagai risalah resmi yang terdapat baik di lokasi penelitian maupun di instansi lain yang ada pengaruhnya dengan lokasi penelitian. teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini terutama ada dua macam.4 SMP Swasta di Kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis TOTAL 19 260 19 : 260 x 72 = 5 72 3. serta dokumen lain yang relevan dengan fokus penelitian. laporan kegiatan dan keuangan. informasi lisan. serta beragam fakta yang berpengaruh terhadap fokus penelitian yang sedang diteliti. yakni studi dokumentasi dan teknik angket. Data yang akan dikumpulkan dapat berupa angka-angka. teknik pengumpulan data merupakan instrumen ukur yang diperlukan dalam melaksanakan suatu penelitian. Sesuai dengan pengertian teknik penelitian di atas. Studi dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data langsung dari instansi/lembaga meliputi buku-buku. keterangan tertulis.6 Teknik Pengumpulan Data Menurut Nasir (2003:328). 2) Teknik Angket Angket yang disusun dan dipersiapkan disebar kepada responden di 72 SMP negeri dan swasta yang berada di wilayah kabupaten dan kota Kendal 79 .

guru senior (variabel X2). Jumlah angket yang disebarkan seluruhnya adalah 72 perangkat sesuai dengan jumlah sampel yang ditetapkan. Responden untuk masing-masing sampel terdiri atas kepala sekolah (variabel X1). Adapun alasan menggunakan skala Likert ini untuk mengukur sikap. (b) setiap responden menghadapi susunan dan cara pengisian yang sama atas pertanyaan yang diajukan.Gorowong Karang Tumasritis sebagaimana ditetapkan sebagai sampel penelitian. Untuk mengungkap data ini digunakan angket yang berbentuk skala Likert. Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam pengembangan instrumen penelitian secara garis besarnya adalah sebagai berikut. (c) responden mempunyai kebebasan dalam memilih jawaban. pendapat dan propesi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. dan komite sekolah (variabel Y). 3. Pemilihan dengan model angket ini didasarkan atas alasan bahwa (a) responden memiliki waktu untuk menjawab pertanyaanpertanyaan atau pernyataan-pernyataan yang diajukan. 80 . dan (d) dapat digunakan untuk mengumpulkan data atau keterangan dari banyak responden dalam waktu yang cepat dan tepat.7 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini data yang akan diungkap adalah Pengaruh Pelaksanaan Anggaran dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis Tahun 2008-2009.

1) Merumuskan definisi operasional setiap variabel penelitian hingga masingmasing variabel memiliki batasan yang jelas mengenai aspek dan subaspek yang akan diukur serta indikatornya masing-masing. 4) Mendiskusikan perangkat instrumen dengan pembimbing untuk mendapatkan masukan dan pertimbangan mengenai kelayakan konstruksi. rxy = [n( ∑X ) − ( ∑X ) ] [n( ∑Y ) − ( ∑Y) ] 2 2 2 2 n ∑ XY . 3) Merumuskan butir-butir pertanyaan sesuai dengan penjabaran konsep instrumen penelitian yang telah ditetapkan. lingkup dan redaksi dari setiap pernyataan. 2) Menyusun penjabaran konsep yang akan dijadikan panduan dalam penulisan butir-butir pertanyaan.( ∑ X )( ∑Y ) Keterangan: rxy n : Koefisien korelasi : jumlah responden 81 . a) Teknik korelasi yang dipergunakan adalah teknik korelasi Spearman Brown. yaitu hasil perhitungan dibandingkan dengan kriteria validitas yaitu suatu butir pernyataan dinyatakan valid jika koefesien rhitung lebih besar dari rtabel pada taraf signifikansi α = 0.05. 5) Menguji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian dengan tujuan untuk mengukur valid tidaknya instrumen itu. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut.

0.5 Pedoman untuk memberikan interpretasi nilai r Interval Koefesien 0. c) Uji reliabilitas instrumen digunakan dengan menggunakan koefesien reliabilitas dari Alpha Cornbach. α= Keterangan :   Si 2  k  ∑ 1−    1 k −  S 2 i       α k = nilai koefisien reliabilitas instrumen = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal = mean kuadrat kesalahan = varians total Hasil yang diperoleh dari ini selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel ∑ Si2 Si2 interpretasi nilai.X Y (∑X)2 ∑X2 (∑Y)2 (∑X)2 : Jumlah skor setiap item : Jumlah skor total seluruh item : Kuadrat jumlah skor item X : Jumlah kuadrat skor item X : Kuadrat jumlah skor item Y : Jumlah kuadrat skor item Y b) Menata ulang instrumen pernyataan sesuai dengan butir-butir per-nyataan yang valid (sahih).000 .199 82 Interpretasi Sangat rendah . seperti pada tabel berikut ini. Tabel 3.

dan nilai maksimal yang dapat dicapai. dilakukan langkahlangkah sebagai berikut.600 .8.Interval Koefesien Interpretasi 0. median. a) Menentukan skor maksimum. yang mengatakan bahwa hasil penelitian itu valid jika terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Oleh karena itu dalam penelitian instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dari penelitian terlebih dahulu diujicobakan guna menge-tahui kesahihan dan keterandalan instrumen tersebut.000 Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Instrumen sebagai alat pengumpul data dalam penelitian harus memenuhi persyaratan kesahihan (validity) dan keterandalan (realiability). yaitu skor jawaban terbesar dikalikan banyak item. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan Sugiyono.0.799 0.1. kuartil I. Suatu instrumen dikata-kan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan.399 0.400 . 83 . kuartil III.599 0.0.1 Analisis Deskriptif Untuk mencari skor total vaiabel dalam batas-batas nilai minimum.200 . Reliabilitas adalah indeks yang mampu menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat di-percaya atau dapat diandalkan.800 . 3.0.8 Analisis Data Hasil Penelitian 3.

yaitu skor jawaban terkecil dikalikan banyak item. 84 . Skala interpretasi yang digunakan adalah sebagai berikut. a) Menentukan frekuensi setiap respon. Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi  20  40  60  80  100 3. f) Membuat skala yang menggambarkan skor minimum. dan skor maksimum. Data yang berasal dari kuesioner yang memiliki skala ordinal harus terlebih dahulu ditransformasikan ke dalam data nominal dengan menggunakan methode of successive interval (MSI).b) Menentukan skor minimum. nilai kuartil ketiga. e) Menentukan nilai kuartik III berupa hasil penjumlahan skor maksimum dengan median dibagi dua. yaitu hasil penjumlahan skor minimum dengan median dibagi dua.2 Methode of Successive Interval (MSI) Rasyid (1993) mengemukakan bahwa untuk dapat melakukan analisis regresi berganda. nilai median. nilai kuartil pertama. Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai barikut. d) Menentukan nilai kuartil I. data dipersyaratkan memiliki skala minimum interval. c) Menentukan nilai median. yakni hasil penjumlahan skor maksimum dengan skor minimum dibagi dua.8.

Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut. Y = a + b1X1 + b2X2 85 . TSV = NS + [1 + |NSmin|] 3. Analisis regresei linier berganda diawali dengan pengujian asumsi klasik dengan persamaan regresi sebagai berikut. NS = (Densitas Kelas Sebelumnya) .(Densitas Kelas) (Peluang Kumulatif Kelas) . c) Menjumlahkan proporsi secara berurutan untuk setiap respon sehingga diperoleh proporsi kumulatif.(Peluang Kumulatif Kelas Sebelumnya) f) Mengubah Skala Nilai terkecil menjadi sama dengan satu (1) dan mentransformasikan masing-masing skala menurut perubahan skala terkecil sehingga diperoleh skala nilai transormasi (transformed scale value atau TSV).3 Analisis Regresi Linier Berganda Analisis data diarahkan pada pengujian hipotesis yang diawali dengan deskripsi data penelitian dari ketiga variabel dalam bentuk distribusi frekuensi dan histogramnya serta menentukan persamaan regresinya.8. d) Menentukan nilai Z untuk masing-masing proporsi kumulatif yang dianggap menyebar dengan mengikuti sebaran normal baku. e) Tentukan Nilai Skala (NS) atau scale value (SV) masing-masing respon untuk setiap nilai Z dengan menggunakan rumus berikut.b) Menentukan proporsi setiap respon dengan membagi frekuensi dengan jumlah responden.

maka kesimpulan dari uji F dan uji t perlu dipertanyakan karena statistik uji dalam analisis regresi diturunkan dari data yang berdistribusi normal. Apabila data residual dari mode regresi tidak mengikuti distribusi normal. data diasumsikan mendekati distribusi normal dengan syarat data > 100. maka dilakukan pengujian normalitas untuk mengetahui apakah data yang dihasilkan berdistribusi normal atau tidak. 3.1.8.3.2 Uji Asumsi Heteroskedastitas 86 . Untuk data yang banyak. Dasar pengambilan keputusannya jika thitung < ttabel maka data telah berasal dari data yang berdistribusi normal.3. 3. Asumsi normalitas merupakan syarat penting pada pengujian kebermaknaan koefisien regresi.Y : peningkatan kualitas pendidikan X1 : pelaksanaan anggaran sekolah X2 : pemberdayaan sumber daya manusia di sekolah a : konstanta b1 : koefisien regresi parsial antara Y dan X1 b2 : koefisien regresi parsial antara Y dan X2.8.8.3.1 Pengujian Asumsi Klasik 3. Uji normalitas distribusi data yang digunakan pada penelitian ini adalah Kolmogorov-Smirnov Test.1 Uji Normalitas Distribusi Data Karena statistik parametrik berlandaskan pada asumsi bahwa data yang akan dianalisis harus berdistribusi normal.1.

4 Uji Asumsi Autokorelasi 87 .3 Uji Asumsi Multikolinieritas Pengujian multikolinieritas dilakukan jika variabel bebas lebih dari satu.3. Tepatnya. istilah multikolinieritas berkenaan dengan terdapatnya lebih dari hubungan linier pasti. Gujarati (1985:193) menjelaskan bahwa ”The one of important assumtion of clasical linier regression model is that the variance of each disturbance term Ui. multikolinieritas adalah ada-nya hubungan linier yang sempurna atau pasti di antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan mode regresi.05) atau nonsignifikan. conditional on the chosen value of the explanatory variable. Nilai VIF ≥ 10 mengindikasikan adanya multi-kolinieritas pada variabel yang bersangkutan.3. dalam Gujarati (1993:157). that is equal variance. This is the assumtion of homo scedasticity of equal (homo) spread (scedasticity).” Uji heteroskedastitas dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman antara variabel bebas dengan nilai residu regresi parsialnya. is some constant number equal to 0.1.8.1. Untuk menguji adanya multikolinieritas dilakuikan dengan melihat nilai VIF pada setiap variabel bebas. Jika probabiltias keasalahan statistik atau p-value > (α = 0.Persyaratan kedua dalam analisis regresi linier klasik adalah harus tidak terjadi gejala heteroskedastitas. Menurut Regner Frish. varian residu pada data harus bersifat homogen atau sama. 3. maka diputuskan tidak terjadi situasi heteroskedastitas.8. Artinya. 3.

1 4 Autokorelasi (+) dL 1. maka data pertama ditransformasikan melalui perkalian dengan √(1-p2). Mekanisme tes Durbin-Watson (dalam Gujarati. Autokorelasi akan menjelaskan bahwa varian residual tidak saling berpengaruh.8. 3.2 Pengujian Hipotesis Simultan dan Parsial 88 . a) Menentukan regresi OLS dan menentukan residual ei.3. Kendall (1971:8). 1993:217) ini adalah sebagai berikut. b) Menghitung nilai d (dengan menggunakan aplikasi komputer). Hal ini dapat dilihat dengan menggunakan tes dari Durbin-Watson. autokorelasi adalah ”correlation between members of stories of observation ordered in time (as in time series-data) or sapace (as in cross sectional data)”. Untuk mengatasi masalah autokorelasi dilakukan transformasi melalui transformasi p = 1 – d/2 (d= nilai Durbin-Watson). Untuk menghindari data pertama yang hilang. Sedangkan jika nilai d berada pada daerah lainnya maka kesimpulan diberikan oleh gambar di atas. d) Menghitung nilai d-dL dan 4-dU dan kemudian membandingkannya dengan nilai d pada daerah berikut. c) Untuk ukuran sampel tertentu.Menurut Maurice G. menghitung nilai kritis dL dan dU.660 Tidak meyakinkan dU 1.340 Tidak meyakinkan 4 4 Autokorelasi (-) Tidak ada Autokorelasi Jika nilai d terletak di antara dU dan 4-dU.660 4-dL 2. maka dapat disimpulkan tidak ada autokofrelasi dalam data.340 4-dU 2.

Pengujian regresi secara parsial dan simultan ini dilakukan untuk melihat apakah model yang diperoleh dan koefisien regresinya dapat dikatakan bermakna secara statistik sehingga dapat diambil kesimpulan secara umum untuk populasi penelitian. Bentuk hipotesis statistik yang akan diuji adalah sebagai berikut. F = RKJ regresi = RKJsisa ∑Y -Y ∑Y -Y i 2 i 2 K n . 3. Statistik uji-F dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut. perlu diuji koefisien regresinya baik secara keseluruhan (simultan) maupun secara sebagian (parsial). HA : βi ≠ 0 Terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran dan pemerdayaan sumber daya i = 1.3.k -1 89 .8. digunaka uji F.2 manusia secara bersama-sama terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. HO : βi = 0 i = 1.2 Tidak terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran dan pemerdayaan sumber daya manusia secara bersama-sama terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis.2.1 Pengujian Pengaruh Simultan (Uji F) Untuk melihat kebermaknaan koefisien regresi variabel X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap variabel Y. persamaan regresi yang diperoleh dan telah memenuhi asumsi regresi melalui pengujian di atas.Sebelum digunakan sebagai dasar kesimpulan.

90 . 2) Membandingkan nilai signifikansi dengan nilai alpha (ά). jika HO diterima berarti semua variabel independen yang digunakan secara simultan (serempak) tidak berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap variabel dependen. Sebaliknya. Hipotesis untuk X1 adalah sebagai berikut.2. maka digunakan uji t. a) Jika nilai signifikansi (p-value) < ά. berarti semua variabel independen yang digunakan secara simultan berpengaruh (signifikan) terhadap variabel dependen. 1) Membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel sebagai berikut.2 Pengujian Pengaruh Parsial (Uji-t) Untuk mengetahui apakah variabel independen (X) memiliki pengaruh terhadap variabel Y dengan tingkat keyakinan 1 – α. yakni dengan menggunakan cara sebagai berikut.3. maka HA ditolak dan HO diterima. Bentuk hipotesis statistik yang diuji adalah sebagai berikut. b) Jika nilai signifikansi (p-value) ≥ ά. maka HA ditolak dan HO diterima. Jika HO ditolak. b) Jika Fhitung ≤ Ftabel.Terdapat 2 (dua) cara pengambilan keputusan mengenai pengujian di atas. HO : βi = 0 Tidak terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP negeri dan swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. maka HO ditolak dan HA diterima.8. 3. maka HO ditolak dan HA diterima. a) Jika Fhitung > Ftabel.

yakni dengan cara sebagai berikut. a) Jika thitung > ttabel.r2 Keterangan: β SEβ r n = koefisien regresi = standard error dari koefisien regresi = koefisien korelasi = ukuran sampel β n-2 Terdapat 2 (dua) cara pengambilan keputusan atas hasil pengujian di atas. maka HO ditolak dan HA diterima. Statistik Uji-t yang digunakan menggunakan rumus sebagai berikut. Hipotesis untuk variabel X2 adalah sebagai berikut.HA : βi ≠ 0 Terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP negeri dan swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. HA : βi ≠ 0 Terdapat pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP negeri dan swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis. 1) Membandingkan nilai thitung dengan ttabel. 91 . thitung = SE atau thitung = r β 1. HO : βi = 0 Tidak terdapat pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP negeri dan swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumasritis.

Y i i 2 K n . maka dalam penelitian ini digunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions) for Windows Release 14.3 Koefisien Determinasi Koefisien determinasi dihitung untuk menentukan variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen.8. Jika HO ditolak. jika HO ditolak. 92 .2. maka variabel independen tidak bepengaruh secara nyata (signifikan) terhadap variabel dependen. Untuk mempermudah pengolahan dan analisis. maka HO ditolak dan HA diterima.b) Jika thitung ≤ ttabel. Sebaliknya. maka HA ditolak dan HO diterima.k -1 2 = RJK regresi RJK sisa Koefisien determinasi menunjukkan besarnya pengaruh variabel independen yang digunakan secara simultan terhadap variabel dependen. 3. KD = r2 x 100% atau dengan rumus: R = 2 ∑Y . maka HA ditolak dan HO diterima. Koefisien determinasi multiple diperoleh dari jumlah kuadrat regresi dan jumlah kuadrat total dengan mengguna-kan rumus sebagai berikut. Hasil koefisien regresi dari data yang sudah distandarkan akan didapat keterangan variabel mana yang pengaruhnya relatif lebih penting dibandingkan dengan variabel lainnya. a) Jika nilai signifikansi (p-value) < ά. 2) Membandingkan nilai signifikansi dengan nilai alpha.3.Y ∑Y . b) Jika nilai signifikansi (p-value) ≥ ά. berarti variabel independen berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap variabel dependen.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 93 .Langkah ini ditempuh mengingat pengolahan data pada paket program tersebut lebih cepat dan mempunyai tingkat ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan dengan perhitungan secara manual.

671 94 Hasil Uji Keputusan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid .1 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 4.423 31.4.033 35.671 1.1 Hasil Penelitian 4.9932 0.6656 0.671 1.1 Uji Validitas Instrumen Dalam penelitian ini uji validitas yang digunakan adalah validitas internal.5369 0.671 1.671 1. Tabel 4.671 1.743 27.7464 0. Data yang digunakan adalah data yang telah dinaikkan skalanya menjadi skala interval.855 34. 2002:147).1.4740 0.671 1.052 25.314 29. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi item total melalui koefisien korelasi r Product Moment dari Pearson. yaitu mengungkap data dari variabel yang dimaksud.157 23.377 28.671 1.207 28.7377 0. Dengan kata lain sebuah instrumen dikatakan validitas internal apabila setiap instrumen mendukung misi instrumen secara keseluruhan.708 77 ttabel 1.6307 0.671 1. Hasil uji validitas setiap item untuk masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini.1 Hasil Uji Validitas Instrumen Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) Nomor Item ritem-Total 0.671 1.8148 0.1. yaitu validitas yang dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen dengan instrumen secara keseluruhan (Arikunto.4474 thitung 25.1.8577 0.

903 29.05(70) (nilai ttabel pada α = 5% tipe uji satu sisi dan db = n-2 = 72-2 = 70) Validitas item kuesioner didasarkan kepada nilai pada table r product moment sebesar 0. Koefisien korelasi antara skor item dengan skor total seluruhnya positif dan relatif signifikan.671 1. yakni sebesar 0.144 25.2 Hasil Uji Validitas Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) Nomor Item ritem-Total 0.6013 0.235 pada taraf signifikansi 5% dan N = 72 Tabel di atas menunjukkan bahwa seluruh item instrumen Pelaksanaan Anggaran Sekolah teruji valid.6487 0. Hal ini ditunjukkan pula dengan nilai thitung > ttabel. 2001:149). Semakin tinggi nilai koefisien korelasi menggambarkan semakin tinggi validitas item dalam mengukur variabelnya.7671 0.251 32.671 1.688 27.671 Hasil Uji Keputusan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Keterangan: • signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid ttabel = t0.799 (Sugiyono.4369 0.589 27.321 26.671 1.600 – 0.8799 0.671 1. Tabel 4.Keterangan: • • ttabel = t0.235.671 1.4569 0.7941 0.490 ttabel 1.028 24.05(70) (nilai ttabel pada α = 5% tipe uji satu sisi dan db = n-2 = 72-2 = 70) 95 .671 1.8588 0.178 31. Pada tabel di atas pun tampak pula bahwa hampir seluruh item memiliki validitas tinggi sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi item yang terletak antara 0.4435 0. Dasar penentuan validitas item kuesioner didasarkan kepada nilai kritis pada tabel r Product Moment pada taraf signifikansi 5% dan N=70.671 1.134 21.7009 thitung 31.671 1.671 1.

671 1.671 1.671 1.671 1.5716 0.600 – 0.291 28. Semakin tinggi nilai koefisien korelasi menggambarkan semakin tinggi validitas item dalam mengukur variabelnya.671 Hasil Uji Keputusan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 13 Keterangan: • signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan signifikan valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid ttabel = t0. Hal ini ditunjukkan pula dengan nilai thitung > ttabel.235.• Validitas item kuesioner didasarkan kepada nilai pada table r product moment sebesar 0.6944 0. yakni sebesar 0.985 28.671 1.399 27.339 ttabel 1.6078 0.348 33.327 42. Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) Nomor Item ritem-Total 0.5855 0.671 1.068 40.7236 0.470 28. Dasar penentuan validitas item kuesioner didasarkan kepada nilai kritis pada tabel r Product Moment pada taraf signifikansi 5% dan N=72.799 (Sugiyono.8073 0.671 1.05(70) (nilai ttabel pada α = 5% tipe uji satu sisi dan db = n-2 = 72-2 = 70) 96 .671 1.671 1.5931 0. Koefisien korelasi antara skor item dengan skor total seluruhnya positif dan relatif signifikan. Pada tabel di atas pun tampak pula bahwa seluruh item memiliki validitas tinggi sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi item yang terletak antara 0.235 pada taraf signifikansi 5% dan N = 72 Tabel di atas menunjukkan bahwa seluruh item instrumen Pemberdayaan Sumber Daya Manusia teruji valid.283 27.6327 0.671 1.482 26.594 32.6995 0.7279 0.6086 0.8130 thitung 32.312 29.671 1. 2001:149).

7284 ri 0. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik belah dua (split-half) melalui formulasi Spearman-Brown. 2001:149). yakni sebesar 0.671 1. Koefisien korelasi antara skor item dengan skor total seluruhnya positif dan relatif signifikan. Hal ini ditunjukkan pula dengan nilai thitung > ttabel.235 pada taraf signifikansi 5% dan N = 72 Hal yang sama juga terlihat pada tabel 4.6910 0.671 Hasil Uji Signifikan Signifikan Keputusan Reliabel Reliabel 97 .6868 0.2 Uji Reliabilitas Instrumen Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana tingkat konsistensi atau kehandaan penelitian.1.3 di atas yang menggambarkan bahwa seluruh item instrumen Peningkatan Kualitas Pendidikan teruji valid. 4.235. Pada tabel di atas pun tampak pula bahwa seluruh item memiliki validitas tinggi sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi item yang terletak antara 0.7296 thitung 31.600 – 0. Tabel 4.1. Data yang digunakan adalah data yang telah dinaikkan skalanya menjadi skala interval. Semakin tinggi nilai koefisien korelasi menggambarkan semakin tinggi validitas item dalam mengukur variabelnya.86 5 ttabel 1.799 (Sugiyono.69 2 32.• Validitas item kuesioner didasarkan kepada nilai pada table r product moment sebesar 0. Hasil uji reliabilitas untuk masing-masing variabel adalah sebagai berikut. Dasar penentuan validitas item kuesioner didasarkan kepada nilai kritis pada tabel r Product Moment pada taraf signifikansi 5% dan N=72.4 Hasil pengujian reliabilitas instrumen Variabel X1 X2 Pelaksanaan Anggaran Sekolah Pemberdayaan Sumber Daya rb 0.

Koefisien reliabilitas setiap variabel bernilai positif dan signifikan.Manusia Y Peningkatan Kualitas Pendidikan 0.8385 28. Meskipun demikian.2 Hasil Analisis Deskriptif Untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan.671 Signifikan Reliabel Keterangan: ri = koefisien reliabilitas rb = koefisien korelasi antara belahan ganjil dan genap ttabel = t0. pada bagian ini diuraikan hasil tanggapan responden mengenai variabelvariabel tersebut dalam bentuk analisis deskriptif untuk setiap indikator atas variabel berdasarkan frekuensi jawaban responden.8308 0. kemudian variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) pada tempat kedua (0.7284). derajat ketiga variabel tersebut tetap reliabel dan tergolong tinggi. 4. Nilai koefisien reliabilitas variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) paling tinggi (0.1. dan terakhir variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) pada tempat terakhir (0.05(70) (nilai ttabel pada α = 5% tipe uji satu sisi dan db = n-2 = 72-2 = 70) Tabel di atas menunjukkan bahwa variabel Pelaksanaan Anggaran. di mana thitung > ttabel.8192). Semakin tinggi nilai koefisien reliabilitas menggambarkan semakin tinggi derajat kehandalan instrumen sebagai alat ukur. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia.13 9 1.6868). maupun Peningkatan Kualitas Pendidikan teruji reliabel. 98 .

Berikut ini adalah rekapitulasi tanggapan responden atas pernyataan yang dituangkan dalam bentuk tabel pada setiap dimensi.5 Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data Variabel X1 No Dimensi f 5 % 16.1.06 99 . Aktivitas pelaksanaan anggaran ini mengacu kepada visi dan misi sekolah yang tertuang dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). serta (6) perbaikan dan pelaporan. Mengacu kepada pendapat Ahamad Sanusi (2002: 91). Data hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 4 tesis ini.Data yang digunakan pada analisis deskriptif ini adalah data primer hasil penelitian yang diolah. sehingga pada variabel ini terdapat 6 (enam) dimensi pengkajian yang terdiri atas (1) konsistensi pelaksanaan anggaran. 4. dan Umaedi (2000: 26-28) yang mengemukakan bahwa dalam pelaksanaan anggaran terdapat sejumlah karakteristik dan keharusan yang dilakukan.2.1 Analisis Deskriptif Variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah Pelaksanaan anggaran sekolah pada dasarnya melaksanakan rencana kegiatan sekolah yang tersusun dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Tabel 4. (4) akuntabilitas dan transparansi.78 12. (5) pengawasan dan evaluasi.33 8 f 36 4 Skor Jawaban 3 2 % f % f % 10. C. (3) fleksibilitas. Turney (1992: 130).0408 5 Σ Skor 245 % 1 Konsistensi 68.612 58. (2) efektivitas anggaran.24 10 13 1 f % 2. Hasil analisis deskriptif ini disajikan sebagai berikut.

31 72 13.64 491 68.4 35. proses penyusunan.47 Pada konteks sekolah.89 26 68 33 14 Jumlah Kategori rata-rata Persentase 3 2485 414.19 15 67 35 16 14.1251 102.6 490 68.84 68.03 29 17 1 f % 4.946 30.617 115. dan komite sekolah sesuai dengan rencana strategis yang telah dirumuskan. pelaksanaan.035 8.93 16 f 4 Skor Jawaban 3 2 % f % f % 13.581 5 5 Pengawasan dan Evaluasi 2.7719 52.527 48.8489 96.193 228 63.37 11 4 Akuntabilitas dan Transparansi 2. guru-guru. Seluruh komponen ini bersama seluruh stakeholder membahas. melaksanakan dan mengawasi pelaksana-an kegiatan yang melibatkan anggaran.0093 10 Σ Skor 499 % 2 Efektivitas 69. menyetujui usulan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). Anggaran yang disusun dan digunakan 100 . serta mengevaluasi pelaksanaan kegiatan keseluruhan guna dilakukan perbaikan dan peningkatan.No Dimensi f 5 % 31. staf kepala sekolah.02 56.1 43.818 7 6 Perbaikan dan Pelaporan 1.887 3 Fleksibilitas 4.3 37.567 29.25 532 73.17 410. perwakilan siswa.63 22.7669 108.06 15 59 46 17 10.33 30 17 16 4 13. hingga pelaporan anggaran dilakukan dengan melibatkan berbagai komponen sekolah yang terdiri atas kepala sekolah.

artinya anggaran harus menunjukkan keseimbangan semua penerimaan dan pengeluaran. Artinya.19 % pernyataan responden yang mengemukakan bahwa pelaksanaan anggaran dilaksanakan secara luwes. Pada dimensi fleksibilitas terdeteksi sebesar 68. anggaran yang digunakan dalam kegiatan sekolah sehari-hari cukup efektif. atau satuan kegiatan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah sehingga perlu diganti dengan satuan kegiatan lain yang lebih memungkinkan. konsistensi pelaksanaan anggaran telah dilaksanakan dengan cukup baik. Pada dimensi efektivitas pelaksanaan anggaran ini terdeteksi sebesar 69. 101 . efesien. Angka persentase di atas menunjukkan bahwa fleksibilitas pelaksanaan anggaran berada pada tingkat yang cukup baik.06 %. Perubahanperubahan anggaran dapat dilaksanakan ketika terjadi ketidaksesuaian antara satuansatuan kegiatan dengan jumlah anggaran yang tersedia. Angka persentase ini termasuk ke dalam kategori sedang atau cukup baik.ini harus komprehensif. yang berarti hanya mencapai tingkat sedang. disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang ber-langsung. tidak mewah. Pada dimensi konsistensi pelaksanaan anggaran terdeteksi mayoritas responden memberikan pernyataan bahwa sekolah telah berusaha melaksanakan anggaran secara konsisten berdasarkan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) yang telah ditetapkan dan disetujui. Mesikpun angka kategori persentase hanya mencapai 68. tidak kaku. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan.31 % pendapat responden yang memberikan pernyataan bahwa anggaran dilaksanakan secara efektif. serta anggaran hemat. Efektivitas anggaran mengacu kepada pengertian bahwa anggaran diguna-kan terarah dan terkendali sesuai dengan rencana program.

Pada dimensi akuntabilitas dan transparansi terdeteksi bahwa sebesar 63,33 % pernyataan responden menjelaskan tentang akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan anggaran sekolah. Angka persentase tersebut menunjukkan bahwa tingkat akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan anggaran sekolah pada SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada tingkat kategori yang cukup baik. Pada dimensi pengawasan dan evaluasi menunjukkan mayoritas responden memberikan pernyataan tentang pengawasan dilakukan secara internal terpadu dan sistematis. Sedangkan evaluasi pelaksanaan anggaran sekolah dilakukan secara berkala setiap bulan, setiap kegiatan yang dilaksanakan, pada pertengahan pelaksanaan anggaran, serta pada akhir tahun kegiatan.. Angka persentase sebesar 68,06 % menunjukkan bahwa pengawasan dan evaluasi pelaksanaan anggaran sekolah berada pada kategori yang sedang atau cukup baik. Pada dimensi perbaikan dan pelaporan terdeteksi bahwa sebesar 73,89 % pernyataan responden menjelaskan perbaikan anggaran dilakukan demi pencapai-an tujuan kegiatan secara efektif, efisien, serta mempertimbangkan kondisi dan situasi yang berlangsung. Sementara pelaporan pelaksanaan anggaran sekolah dilakukan setiap bulan, setiap triwulan, pada akhir semester, dan pada akhir tahun pelajaran. Angka persentase tersebut di atas menunjukkan bahwa perbaikan anggaran dan pelaporan pelaksanaan anggaran berada pada kategori sedang atau cukup baik. Tabel 4.6 Hasil Rata-rata Persentase Variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) No. 1 Konsistensi 102 Dimensi Jumlah % 68,06

No.

Dimensi

Jumlah %

2 3 4 5 6

Efektivitas Fleksibilitas Akuntabilitas dan Transparansi Pengawasan dan Evaluasi Perbaikan dan Pelaporan

69,31 68,19 63,33 68,06 73,89 410,84 68,4733 68,47

Jumlah Rata-rata = 410,84 : 6 Rata-rata persentase Pelaksanaan Anggaran

Tabel 4.6 di atas memperlihatkan rata-rata persentase dari keenam dimensi pelaksanaan anggaran sekolah yang mencapai 68,47 %. Rata-rata tersebut diperoleh dari persentase kategori masing-masing jawaban responden dengan berorientasi pada dimensi dan indikator yang ada. Menurut Harun Al-Rasyid dalam Ating Somantri (2006) dalam menyusun penskalaan dengan metode Likert’s Summated Rating, untuk mengetahui posisi setiap responden tentang suatu variabel, ditentukan skor maksimal dan skor minimal yang mungkin dicapai oleh setiap responden.

Sangat rendah

Rendah

Sedang

Tinggi

20

40


60
68,47

80

100

103

Dengan perolehan nilai sebagaimana terlihat pada tabel di atas, rata-rata persentase pelaksanaan anggaran sekolah menunjukkan pada skala yang sedang. Hal tersebut menandakan bahwa sekalipun belum sempurna dan sesuai dengan kaidah yang berlaku, pelaksanaan anggaran sekolah pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis telah relatif cukup baik serta ada kecenderungan sesuai dengan keenam dimensi yang dikemukakan. Dengan perolehan skor rata-rata sebesar itu mencerminkan bahwa pelaksanaan anggaran sekolah pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis relatif cukup baik meskipun masih terdapat kekurangan atau ketidaksempurnaan dari dimensi-dimensi yang dikemukakan, yaitu yang terdiri atas (a) konsistensi, (b) efektivitas, (c) fleksibilitas, (d) akuntabilitas dan transparansi, (e) pengawasan dan evaluasi, serta (f) perbaikan dan pelaporan. 4.1.2.2 Analisis Deskriptif Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi, menjadi tuntutan pembangunan menuju kesejahteraan. Globalisasi ekonomi merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan yang menyatukan kekuatan pasar semakin terintegrasi untuk efisiensi dan meningkatkan daya saingnya. Pemberdayaan tenaga pendidik merupakan perwujudan capacity building yang bernuansa pada pemberdayaan sumber daya manusia tenaga pendidik melalui pengembangan berbagai kemampuan (kinerja) dan tanggungjawab serta suasana sinergis antara pemerintah (masyarakat) dengan guru. Pada variabel ini terdapat delapan dimensi yang dikaji meliputi (1) fokus pada pelanggan, (2) obsesi terhadap kualitas, (3) pemahaman terhadap struktur 104

pekerjaan, (4) kebebasan yang terkendali, (5) kesatuan tujuan, (6) mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem, (7) kerja sama tim, dan (8) pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan. Tabel 4.7 Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data Variabel X2
No Dimensi f 5 % 28.52 15 f 27 4 Skor Jawaban 3 2 % f % f % 4.5627 41.06 25.1 22 6 1 f % 0.7605 2

Σ Skor
263

%

1

Fokus pada pelanggan

73.06

8.7336

2

Obsesi terhadap kualitas Pemahaman terhadap struktur pekerjaan Kebebasan yang terkendali

3.0568

50.66

28.82

8.73

229

63.61

29

22

10

4

7

3

1.1719

9.375

33.20

18.75

37.5

256

71.11

17

24

16

12

14.294

41.231

3

4

0.7913

85.26

58.42

506

70.28

21

54

49

18

19.339

58.029

2

5

Kesatuan tujuan Mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem Kerja sama tim

1.1628

86.64

34.83

517

71.81

30

56

30

25

6.7511

3

6

2.9536

18.99

42.19

29.11

237

65.83

25

23

9

8

8.5938

7

7

1.5625

23.44

54.69

11.72

256

71.11

12

35

10

11

8

Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan

23.301

4

3.3981

14.56

31.07

27.67

206 2470

57.22 544.03

16

19

24

6

Jumlah

105

7

dan tanggung jawabnya selaku tenaga pendidik dan kependidikan sesuai dengan kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya.00 Kategori rata-rata Persentase Data tentang dimensi fokus pada pelanggan di atas mengindikasikan bahwa sebagian responden.11 % guru dan warga sekolah lainnya memiliki kesadaran untuk memahami fungsi. yakni para guru senior di SMP Negeri dan Swasta yang ada di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Setiap komponen sekolah.75 % 68. terutama guru sebagai tenaga pendidik. serta tanggung jawabnya sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Pencapaian kualitas pelayanan pendidikan ini diwujudkan melalui pelaksanaan proses pembelajaran serta pelayanan administratis terhadap siswa yang lebih mudah dan mendidik. Angka persentase tersebut di atas 106 . Pada dimensi pemahaman warga sekolah terhadap struktur pekerjaan ini terdeteksi sebesar 71.61 % menunjukkan bahwa pemilikan obsesi terhadap kualitas pada diri staf pendidik dan tenaga kependidikan pada SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada tingkat sedang atau cukup baik. selayaknya memiliki pemahaman mendalam tentang tugas. telah melakukan pelayanan maksimal terhadap para pengguna jasa pendidikan. tugas.No Dimensi f 5 % f 4 Skor Jawaban 3 2 % f % f % 1 f % Σ Skor 308. peranan. Angka persentase sebesar 63. peran. 73.06 Pada dimensi obsesi terhadap kualitas pada diri staf pendidik dan tenaga kependidikan dapat terdeteksi bahwa mayoritas warga sekolah berusaha secara agresif untuk mencapai kualitas pelayanan pendidikan.

Mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem ditujukan untuk dapat mengatasi masalah yang timbul dalam pelaksanaan program organisasi serta melakukan perbaikan demi pencapaian tujuan. Angka ratarata persentase di atas menunjukkan bahwa dimensi kesatuan tujuan dalam pemberdayaan warga sekolah pada SMP Negeri dan Swasta di kabupaten dan kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik. 107 .81 % responden yang memberikan pendapat bahwa warga sekolah memiliki kesatuan tujuan dalam mengembangkan mutu layanan pendidikan di tingkat sekolah serta secara formal tertuang dalam visi. Angka persentase sebesar 70. Pada dimensi kebebasan yang terkendali dapat terlihat bahwa mayoritas responden menyatakan bahwa warga sekolah mampu mengembangkan inovasiinovasi yang bermanfaat bagi peserta didik serta mampu melakukan improvisasi pekerjaan sesuai dengan kerangka aturan yang berlaku. misi dan rencana strategis pengembangan sekolah.28 % menunjukkan fakta dimensi kebebasan yang terkendali pada warga SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik.83 % responden selama pelaksanaan program kegiatan sekolah melakukan pencarian dan penemuan kesalahan setiap kali menemukan permasalahan yang terjadi serta berusaha memperbaiki sistem tersebut dalam rangka mencapai tujuan. Pada dimensi ini terdeteksi sebesar 65. Pada dimensi kesatuan tujuan diperoleh rata-rata sebesar 71.menunjukkan bahwa pemahaman warga sekolah terhadap struktur pekerjaan berada pada tingkat yang cukup baik.

Pada dimensi kerja sama tim ini terdeteksi mayoritas responden memberikan pendapatnya bahwa kerja sama tim akan dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada bekerja secara individu.22 % responden SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis mengikutsertakan tenaga guru dan staf kependidikan lainnya dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan atau penataran. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas. Persentase ini menunjukkan bahwa kesadaran peningkatan kualitas SDM dalam upaya memberdayakannya berada pada kategori rendah atau 108 . ataupun mengirimkan tenaga pendidik dan kependidikan secara bergantian ke berbagai pendidikan dan pelatihan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun pihak lain. workshop dan lain-lain.11 % menunjukkan bahwa dimensi kerja sama tim pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik. mengikuti berbagai seminar. atau workshop lainnya. in house training. Pendidikan ini bisa dilakukan secara internal sekolah.Tingkat persentase sebagaimana tersebut di atas menunjukkan dimensi mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik. Pada dimensi pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan ini terdeteksi bahwa sebesar 57. Angka rata-rata persentase sebesar 71. seminar. Kerjasama tim (team work) merupakan sarana yang ampuh bagi kegiatan apapun. diperlukan pendidikan dan pelatihan yang terus menerus. jelas bahwa keberhasilan membina sebuah tim kerja dalam sebuah sistem organisasi merupakan titik kritis yang dapat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan sekolah.

Tabel 4.28 71. Data hasil penelitian pada kedelapan dimensi di atas dapat dilihat pada rekapitulasi berikut.11 70.tingkat yang kurang baik.03 : 8 Rata-rata persentase Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Tabel 4.61 71.00375 68.00 Jumlah Rata-rata = 544. Rata-rata 109 .03 68.81 65.22 544. Artinya.8 di atas memperlihatkan rata-rata persentase dari kedelapan dimensi pemberdayaan sumber daya manusia pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang mencapai 68.06 63.11 57. 1 2 3 4 5 6 7 8 Dimensi Fokus pada pelanggan Obsesi terhadap kualitas Pemahaman terhadap struktur pekerjaan Kebebasan yang terkendali Kesatuan tujuan Mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem Kerja sama tim Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan Jumlah % 73. tidak seluruh sekolah berupaya meningkatkan kualitas SDM-nya melalui pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kualifikasinya.83 71.00 %.8 Hasil Rata-rata Persentase Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) No.

yaitu yang terdiri atas (1) fokus pada pelanggan. Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi  20  40  60 68. Dengan perolehan persentase rata-rata sebesar itu mencerminkan bahwa pemberdayaan sumber daya manusia pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis relatif cukup baik meskipun masih terdapat beberapa kekurangan dari dimensi-dimensi yang dikemukakan. pemberdayaan sumber daya manusia pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis telah relatif cukup baik dan cenderung sesuai dengan keempat dimensi yang dikemukakan. dalam menyusun peskalaan dengan metode Likert’s Summated Rating. (7) kerja sama tim. dan (8) pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan. (2) obsesi terhadap kualitas. (3) pemahaman terhadap struktur pekerjaan.persentase di atas diperoleh dari persentase kategori masing-masing jawaban responden dengan berorientasi pada dimensi dan indikator yang ada. untuk mengetahui posisi setiap responden tentang suatu variabel ditentukan oleh skor maksimum dan skor minimum yang mungkin dicapai oleh setiap responden.00  80  100 Dengan perolehan rata-rata persentase tersebut yang termasuk kategori sedang atau cukup baik. (5) kesatuan tujuan. menandakan bahwa sekalipun belum sepenuhnya dilakukan. 110 . (6) mencari dan menemukan kesalahan dalam sistem. (4) kebebasan yang terkendali. Menurut Harun Al-Rasyid dalam Ating Somantri (2006).

(4) pemenuhan standar pendidik dan tenaga kependidikan. (3) standar kompetensi lulusan.1. (2) standar proses. diperoleh rekapitulasi data sebagai berikut. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 ini menyebutkan bahwa ” Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan.dan (8) pelaksanaan standar penilaian pendidikan. Tabel 4. dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu” (pasal 3) dan ”Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat” (pasal 4). (2) pelaksanaan standar proses. Selanjutnya.3 Analisis Deskriptif Variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan Peningkatan kualitas pendidikan didasarkan kepada substansi pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang meliputi (1) standar isi.4. Oleh karena itu. (5) pemenuhan standar sarana dan prasarana.dan (8) standar penilaian pendidikan. (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan. Hasil survey terhadap 72 responden SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis tentang peningkatan kualitas pendidikan. (6) pemenuhan standar pengelolaan. pelaksanaan. (3) pencapaian standar kompetensi lulusan. (5) standar sarana dan prasarana. dimensi-dimensi yang dikaji pada peningkatan kualitas pendidikan ini pada dasarnya adalah pemenuhan dan pencapaian 8 standar nasional pendidikan yang terdiri atas (1) pencapaian standar isi.2. (7) standar pembiayaan. (7) pemenuhan standar pembiayaan.9 111 . (6) standar pengelolaan.

7762 122.84 29.72 13 23 24 10 4.97 20 24 12 14 10.73 5.83 13 30 14 13 7.6803 36.69 251 69.102 294 81.7968 36.06 16.5092 30.584 2 4 1.33 26 28 7 8 7.Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data Variabel Y No Dimensi f Pencapaian Standar Isi Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan Pelaksanaan Standar Proses Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Pencapaian Standar Pengelolaan Pemenuhan Standar Pembiayaan Pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan 5 % 10.24 96.49 66.375 594. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum.896 2 7 0.52 492 68.22 32.083 54. kurikulum tingkat satuan pendidikan.2283 12.59 69. Pada dimensi pencapaian Standar Isi ini diperoleh data bahwa sebesar 68.196 2 6 0.65 28.9681 25.99 22.67 31 27 5 7 Jumlah Kategori rata-rata Persentase 2 3243 405.52 23 81 27 10 13.47 255 70.49 47.721 2 8 0.25 2 1.4402 41.37 Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.43 119 544 74.11 547 75.89 % responden 112 .5 16.03 24 6 1 f % 1.89 5.00 76 42 15 8 3 3 1.2097 3 Σ Skor 248 % 1 68.7619 52.4 612 85.7843 25.16 4 5 1. beban belajar.081 5 f 34 4 Skor Jawaban 3 2 % f % f % 4.8387 54.93 74.45 84. dan kalender pendidikan.

SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis menyusun dan mengembangkan sendiri kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) berdasarkan indikator-indikator yang terdapat dalam Standar Isi. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Bahasa Inggris. Angka pencapaian 85. Pada dimensi pencapaian Standar Kompetensi Lulusan terdeteksi bahwa mayoritas responden memberikan pernyataan yang mengacu kepada pencapaian SKL lebih dari setengah dari jumlah indikator yang ditetapkan serta mencapai kelulusan siswa dalam mata pelajaran pokok (Bahasa Indonesia.33 % responden telah melaksanakan Standar Proses yang meliputi (1) melakukan perencanaan proses pembelajaran. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik.00 % menunjukkan bahwa pencapaian SKL pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori baik. Angkat tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dalam pengembangan Standar Isi menjadi KTSP berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik. dan IPA) di atas 7. penilaian hasil pembelajaran. Pada dimensi pelaksanaan Standar Proses dapat diketahui sebesar 68. Standar Kompetensi Lulusan tersebut meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah. pelaksanaan proses pembelajaran. standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran. serta (2) menyelenggarakan pembelajaran 113 . dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran.5. Matematika.

menyenangkan. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. kompetensi profesional. menantang. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Dari hasil perhitungan data penelitian diperoleh angka sebesar 74. minat. Angka persentase sebesar 75. kompetensi kepribadian. Pada dimensi pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana diperoleh fakta mayoritas responden (SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis) telah memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang dipersyaratkan.secara interaktif. Pada dimensi pencapaian Standar Pengelolaan diperoleh fakta mayoritas responden SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis memiliki dan melaksanakan secara konsisten pedoman 114 . dan kemandirian sesuai dengan bakat. kreativitas.52 % yang menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga pendidik dan kependidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis telah memenuhi kualifikasi minimal dan telah tersertifikasi. dan kompetensi sosial yang dipersyaratkan) dan Permendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang sertifikasi guru. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. inspiratif.97 % menunjukkan bahwa pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kota dan Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori sedang atau tingkat yang cukup baik. Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan mengacu kepada pemenuhan substansi Permendiknas Nomor Nomor 16 Tahun 2006 tentang kualifikasi guru (berijazah minimal S-1/D-IV dan memiliki kompetensi pedagogik.

72 % responden SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis telah memiliki standar pembiayaan pendidikan yang terdiri atas biaya investasi (lahan tanah. Penilaian pendidikan dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Pemenuhan Standar Pembiayaan secara maksimal akan memberikan kenyamanan bagi peserta didik dalam menempuh pendidikan serta kepercayaan pengguna jasa pendidikan lainnya. oleh satuan pendidikan. dan oleh pemerintah pusat. gedung sekolah). tranport kegiatan guru. Hasil perhitungan atas data penelitian sebesar 70. Angka ini menunjukkan bahwa pemenuhan Standar Pembiayaan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik.67 % 115 . dan biaya personal (gaji guru. Pada tingkat satuan pendidikan oleh guru dan sekolah. gaji tata usaha. oleh dinas pendidikan (pemerintah daerah). Pada dimensi pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan ini dapat diketahui sebesar 81. biaya pendidikan guru dan tenaga tata usaha).83 % menunjukkan bahwa pencapaian Standar Pengelolaan Pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada kategori sedang atau tingkat cukup baik.pengelolaan sekolah berdasarkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah sebagaimana tertuang dalam Per-mendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan. penilaian pendidikan dilakukan secara berkala dan mengacu kepada program tahunan dan program semester yang disusun oleh guru serta kalender kegiatan sekolah. biaya operasional (pelaksanaan PBM dsb). Pada dimensi pemenuhan Standar Pembiayaan ini terdeteksi sebesar 69.

Tabel 4.00 68.89 85.93 : 8 Rata-rata persentase Peningkatan Kualitas Pendidikan Tabel 4.37 %.52 75.10 di atas memperlihatkan rata-rata persentase dari kedelapan dimensi peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang mencapai 74.responden SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Seukabumi telah melaksanakan secara konsisten penilaian pendidikan sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.72 81. Angka tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan dan pemenuhan Standar Penilaian Pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis berada pada tingkat kategori yang baik.67 594. 1 2 3 4 5 6 7 8 Dimensi Pencapaian Standar Isi Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan Pelaksanaan Standar Proses Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Pencapaian Standar Pengelolaan Pemenuhan Standar Pembiayaan Pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan Jumlah % 68.83 69.97 70.37 Jumlah Rata-rata = 594.10 Hasil Rata-rata Persentase Variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.36625 74. Rata-rata 116 .93 74.33 74.

(2) pelaksanaan standar proses. dalam menyusun penskalaan dengan metode Likert’s Summated Rating. untuk mengetahui posisi setiap responden tentang suatu variabel ditentukan oleh skor maksimum dan skor minimum yang mungkin dicapai oleh setiap responden. yaitu yang terdiri atas (1) pencapaian standar isi. Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi  20  40  60 74. (3) pencapaian standar kompetensi lulusan. menandakan bahwa sekalipun belum sepenuhnya dilakukan.37  80  100 Dengan perolehan rata-rata persentase tersebut yang termasuk kategori sedang atau cukup baik. (5) pemenuhan standar sarana dan prasarana. (4) pemenuhan standar pendidik dan tenaga kependidikan. (6) pemenuhan standar 117 . peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis telah relatif cukup baik dan cenderung sesuai dengan ketujuh dimensi yang dikemukakan.persentase di atas diperoleh dari persentase kategori masing-masing jawaban responden dengan berorientasi pada dimensi dan indikator yang ada. Dengan perolehan skor rata-rata sebesar itu mencerminkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis relatif cukup baik meskipun masih terdapat beberapa kekurangan dari dimensi-dimensi yang dikemukakan. Menurut Harun Al-Rasyid dalam Ating Somantri (2006).

3056 39. 4. dilakukan uji asumsi klasik sebagai berikut.11 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pelaksanaan Pemberdayaan Peningkatan Anggaran Sumber Daya Kualitas Sekolah Manusia Pendidikan 72 72 72 Mean 34.1. Uji normalitas data bertujuan untuk mendeteksi distribusi data dalam suatu variabel yang akan digunakan dalam penelitian.3.1.3 Analisis Regresi Linier Berganda Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengukur pengaruh antara lebih dari satu variabel prediktor (variabel bebas) terhadap variabel terikat.pengelolaan. Tabel 4.5139 34.dan (8) pelaksanaan standar penilaian pendidikan. Sebelum dilakukan analisis regresi linier berganda. (7) pemenuhan standar pembiayaan. Data yang baik dan layak untuk membuktikan model-model penelitian tersebut adalah data yang memiliki distribusi normal. Berikut ini adalah hasil uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov pada variabel independen dan variabel dependen. Uji normalitas dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov satu arah atau analisis grafis.1 Pengujian Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas Distribusi Data Uji Normalitas data dilakukan sebelum data diolah berdasarkan model-model penelitian yang diajukan. 4.6250 N Normal Parameters 118 .

279. b Calculated from data. Tabel 4.137 . 2) Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi liner kesalahan pengganggu (e) mempunyai varians yang sama atau tidak dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain.12 Correlationsa Pelaksanaan Pemberdayaan Peningkatan 119 . Dari hasil tersebut nampak bahwa pada variabel Y.12 berikut ini.161.Std.076 Hasil analisis Kolomogorov-Smirnov dengan nilai Z untuk Y sebesar 1.151 . X1 dan X2 memiliki distribusi data yang normal.135 5. untuk X1 sebesar 1.079 -.948 .161 .330 6.100 -.279 . 4. secara berturut-turut adalah 0. Asymp signifikan untuk variabel Y. 0.135 untuk X1.151 1.112 . X1. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.112 . (2-tailed) a Test distribution is Normal.137 1. Jika nilai signifikan lebih besar dari α (5%) maka tidak terdapat Heteroskedastisitas.076 untuk Y. Berdasarkan perhitungan SPSS diperoleh hasil seperti pada Tabel 4. dan X2. Untuk menguji Heteroskedastisitas dapat diketahui dari nilai signifikan korelasi Rank Spearman antara masing-masing variabel independen dengan residualnya.72280 .70597 .330 untuk X2. dan sebaliknya jika lebih kecil dari α (5%) maka terdapat Heteroskedastisitas.081 -. dan 0. Sig.948.74711 . dan untuk X2 sebesar 0.

.786** Sumber Daya Manusia .000 . 3) Uji Multikolinieritas Uji Multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah terjadi korelasi yang kuat di antara variabel-variabel independen yang diikutsertakan dalam pembentukan model.05) sehingga dapat diasumsikan bahwa tidak terjadi heterokesdasitas dalam model regresi ini.097 . (2-tailed) 1. a Listwise N = 72 Hasil pengujian korelasi Spearman pada tabel di atas menunjukkan bahwa korelasi antara variabel X1 dan X2 dengan nilai residual adalah tidak signifikan (Sig > 0.13 Coefficientsa Collinearity Statistics Model 1 Pelaksanaan Anggaran Sekolah Tolerance .135 1. Pemberdayaan Correlation Sumber Daya Coefficient Manusia Sig.135 Kualitas Pendidikan .077 ** Correlation is significant at the . (2-tailed) Peningkatan Kualitas Pendidikan Correlation Coefficient Sig.786** .568 VIF 1. Untuk mendeteksi apakah model regresi linier mengalami Multikolinearitas dapat diperiksa menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) untuk masing-masing veriabel independen.Anggaran Sekolah Spearman's rho Pelaksanaan Anggaran Sekolah Correlation Coefficient Sig.077 . (2-tailed) .653** .01 level (2-tailed). yaitu jika suatu variabel independen mempunyai nilai VIF > 10 berarti telah terjadi Multikolinearitas.760 120 . . Tabel 4.000 .653** .735** .097 1.000 .735** .

(k – 1).568 1. k adalah jumlah variabel. n .Pemberdayaan Sumber Daya Manusia . dan α adalah taraf signifikan.760 a Dependent Variable: Peningkatan Kualitas Pendidikan Dari output di atas diperoleh nilai VIF untuk kedua variabel bebas adalah sebesar 1..760 yang ternyata lebih kecil daripada 10 (1. dU = α . yaitu nilai dL . yaitu jika nilai DW terletak antara du dan (4 – dU) atau du ≤ DW ≤ (4 – dU). Jika nilai DW lebih kecil dari dL atau DW lebih besar dari (4 – dL) berarti terdapat Autokorelasi. berarti bebas dari Autokorelasi. Nilai dL dan dU dapat dilihat pada tabel Durbin Waston. a) Perumusan hipotesis : Ho : ρ1 = ρ2 =..760 < 10) sehingga dapat disimpulkan bahwa pada data tidak terdapat masalah multikoliniearitas. 4) Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). = ρp = 0 Non Autokorelasi (Faktor pengganggu periode tertentu tidak berkorelasi dengan faktor pengganggu pada periode lain). 121 . Untuk menguji Autokorelasi dapat dilihat dari nilai Durbin Waston (DW). Keterangan : n adalah jumlah sampel.

Jika dU > d-hitung < (4 – dU). Jika dL < d-hitung < dU atau (4-dU) < d-hitung < (4-dL). berarti tidak terjadi autokorelasi.14 Model Summaryb Model 1 a b R . Grafik 4.841a R Square .821 Predictors: (Constant).68026 DurbinWatson 1. berarti ada autokorelasi. = ρp ≠ 0 Autokorelasi (Faktor pengganggu periode tertentu berkorelasi dengan faktor pengganggu pada periode lain). Uji Autokorelasi Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 12.Ha : ρ1 = ρ2 = . Ho diterima. maka tidak dapat disimpulkan ada tidaknya autokorelasi.0 for Windows diperoleh output sebagai berikut.707 Adjusted R Square . b) Kriteria pegujian : Jika d-hitung < dL atau d-hitung > (4-dL). Ho ditolak..699 Std.. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia. Pelaksanaan Anggaran Sekolah Dependent Variable: Peningkatan Kualitas Pendidikan 122 .1 Daerah Penerimaan & Penolakan Ho. Error of the Estimate 3. Table 4.

3.821 berada pada interval 1.731 . Pemberdayaan Sumber Daya .742 Std.66 – 2. Y = a + b 1 X 1 + b2 X 2 Dengan menggunakan aplikasi SPSS 12.008 t Sig.376 mengandung arti jika pelaksanaan anggaran sekolah (X1) dan pemberdayaan sumber daya manusia (X2) nilainya sama dengan 0.34 yang berarti tidak terdapat autokorelasi pada serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu.277X2 Persamaan regresi yang terbentuk dapat diartikan sebagai berikut.Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai Durbin Watson (d) sebesar 1.282 .101 Manusia a Dependent Variable: Peningkatan Kualitas Pendidikan Berdasarkan tabel di atas dapat dibuat model regresi sebagai berikut. maka peningkatan kualitas pendidikan (Y) nilainya 9. 1) Konstanta sebesar 9.376 + 0.277 .471 .667 . Tabel 4.1. teknik analisis data dengan menggunakan Analisis Regresi Berganda dengan model persamaan sebagai berikut.0 for Windows diperoleh taksiran regresi sebagai berikut.742X1 + 0. Error 3.122 . Ŷ = 9.2 Pembentukan Model Regresi Linier Berganda Berdasarkan hipotesis yang diajukan. 4.376.376 .717 2.236 Standardized Coefficients Beta 2.087 .724 7.15 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Pelaksanaan Anggaran Sekolah B 9. 123 .

2 Tidak terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia secara bersama-sama terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Hipotesis yang diajukan pada pengujian ini adalah sebagai berikut. 4. HO : βi = 0 i = 1.2 Terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pember-dayaan sumber daya manusia secara bersama-sama terhadap peningkatan kualitas pendidikan 124 .3.742 kali atau sebesar 74. maka peningkatan kualitas pendidikan (Y) akan mengalami peningkatan sebesar nilai koefisien regresinya. maka peningkatan kualitas pendidikan (Y) akan mengalami peningkatan sebesar nilai koefisien regresinya.3 Pengujian Hipotesis Secara Simultan Untuk membuktikan apakah model regresi yang telah diperoleh di atas dapat digunakan atau tidak. Hal ini berarti jika skor pelaksanaan anggaran sekolah (X 1) naik sebesar satu satuan. HA : βi ≠ 0 i = 1.20 % dengan asumsi variabel bebas lainnya tetap.277 kali atau 27.2) Variabel pelaksanaan anggaran sekolah (X1) memiliki koefisien regresi positif. akan dilakukan pengujian hipotesis secara simultan dengan menggunakan uji F.1. yaitu sebesar 0. yaitu sebesar 0. 3) Variabel pemberdayaan sumber daya manusia (X2) memiliki koefisien regresi positif.70 % dengan asumsi variabel bebas lainnya tetap. Hal ini berarti jika skor pemberdayaan sumber daya manusia (X 2) naik sebesar satu satuan.

000a Residual 934. Karena nilai signifikansi lebih kecil daripada nilai alpha maka HO ditolak dan menerima HA.134).557 69 13. yakni sebagai berikut. Kedua cara pengambilan keputusan tersebut di atas ternyata memberikan hasil yang sama.000. Oleh karena itu tampak bahwa nilai F hitung jauh lebih besar daripada Ftabel (83.159 83. 1) Membandingkan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel. Squares Square 1 Regression 2258. sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa HO ditolak dan HA diterima.Uji statistik yang digunakan adalah uji F dengan menggunakan SPSS 12. Ada dua cara untuk mengambil kesimpulan dalam uji simultan ini.318 2 1129. 2) Membandingkan nilai signifikansi dengan nilai alpha.000 sedangkan α (tingkat kekeliruan) yang diambil adalah 0.16 ANOVAb Sum of Mean df F Sig. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0.70) dan α (tingkat kekeliruan) 0. Sebagaimana diketahui bahwa nilai Fhitung yang diperoleh adalah 83. Pelaksanaan Anggaran Sekolah b Dependent Variable: Peningkatan Kualitas Pendidikan Model Berdasarkan output di atas diperoleh nilai Fhitung sebesar 83.05. 125 .368 > 3. Dengan demikian. Tabel 4. yaitu sama-sama menolak HO dan menerima HA.05 adalah 3. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia.544 Total 3192.368 dan p-value sebesar 0.0 for Windows sebagaimana terlihat pada output sebagai berikut.368 .134.368 sedangkan nilai Ftabel pada derajat kebebasan (2.875 71 a Predictors: (Constant).

0 for Windows berdasarkan persamaan regresi linier berganda.707 . Pelaksanaan Anggaran Sekolah b Dependent Variable: Peningkatan Kualitas Pendidikan 126 . Tabel di bawah ini merupakan perhitungan koefisien determinasi dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 12. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia. Besarnya pengaruh secara bersama-sama variabel pelaksanaan anggaran sekolah (X1) dan pemberdayaan sumber daya manusia (X2) terhadap peningkatan kualitas pendidikan (Y) pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dapat dilihat dari koefisien determinasi (R2).05) terdapat pengaruh positif dan signifikan bahwa variabel pelaksanaan anggaran sekolah (X1) dan pemberdayaan sumber daya manusia (X2) terhadap peningkatan kualitas pendidikan (Y) pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.68026 a Predictors: (Constant).841 . Tabel 4.699 3. Error of the Estimate 1 .pada tingkat kepercayaan 95% (α = 5% atau 0. model regresi berganda yang digunakan bermakna. Oleh karena itu.17 Hasil Uji Determinasi Model R Model Summary Adjusted R R Square Square Std.

671) pada tingkat kekeliruan 5% dan db = 60.1.4 Pengujian Hipotesis Secara Parsial 4.1. Nilai ini mengandung makna bahwa sebesar 70.671.4. Sedangkan sisanya sebesar 29. Karena nilai thitung (7.70 % perubahan peningkatan kualitas pendidikan (Y) pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dapat dijelaskan (dipengaruhi) oleh pelaksanaan anggaran sekolah (X1) dan pemberdayaan sumber daya manusia (X2). Kriteria pengujian satu sisi adalah ’tolak Ho jika thitung > ttabel’. 4. Besar pengaruh antar kedua variabel tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.18 Model Summary Model R R Square Adjusted Std. Tabel 4.717) lebih besar daripada nilai ttabel (1.3. maka HO ditolak dan HA diterima.30 % merupakan pengaruh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.707.3.1 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Berdasarkan output pada tabel 4.15 dapat diketahui nilai thitung untuk X1 adalah sebesar 7.05 dan db = 72 – 2 = 70 untuk pengujian satu sisi adalah 1. Error Change Statistics 127 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat kepercayaan 95% terdapat pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.717 sedangkan ttabel pada α (tingkat kekeliruan) 0.Pada tabel di atas terlihat nilai koefisien determinasi (R square) adalah sebesar 0.

semakin baik pelaksanaan anggaran sekolah dilakukan.822a . makin tidak baik pelaksanaan anggaran sekolah akan berakibat semakin tidak baiknya peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Dengan kata lain.676.000 a Predictors: (Constant).05 dan db = 72 – 2 = 70 untuk 128 . F Change .18 di atas menunjukkan koefisien determinasi untuk variabel peningkatan kualitas pendidikan (Y) dan proses pelaksanaan anggaran (X 1) adalah 0.676 145.671 of the R Square F Change df1 Estimate Change 3. Sebaliknya.3.1.60 % perubahan peningkatan kualitas pendidikan (Y) pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dipengaruhi oleh pelaksanaan anggaran sekolah (X1).731 sedangkan ttabel pada α (tingkat kekeliruan) 0.676 . maka akan semakin baik pula peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta l di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Dengan mengontrol variabel X2. Pelaksanaan Anggaran Sekolah Tabel 4.40 % merupakan pengaruh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.15 juga dapat diketahui bahwa nilai t hitung untuk X2 adalah 2.84623 .2 Pengaruh Sumber Daya Manusia Sekolah terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Berdasarkan tabel 4. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dipengaruhi oleh pelaksanaan anggaran sekolah. 4. nilai ini mengandung makna bahwa sebesar 67.R Square 1 .830 1 df2 70 Sig.4. Sedangkan sisanya sebesar 32.

731) lebih besar daripada nilai ttabel (1.671. Karena nilai thitung (2. Error of the R Square Sig.455.359 1 70 . Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X 2) Tabel 4.447 Change Statistics Std. Sedangkan sisanya sebesar 54.pengujian satu sisi adalah 1.455 . Tabel 4.50 % perubahan peningkatan kualitas pendidikan (Y) pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis dipengaruhi oleh pember-dayaan sumber daya manusia (X2). Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong 129 .19 Model Summary Model 1 R .19 di atas menunjukkan koefisien determinasi untuk variabel peningkatan kualitas pendidikan (Y) dan pemberdayaan sumber daya manusia (X 2) adalah 0.674a Adjusted R Square R Square . maka HO ditolak dan HA diterima. Kriteria pengujian satu sisi adalah ’tolak Ho jika thitung > ttabel’. Besar pengaruh antar kedua variabel tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Dengan mengontrol variabel X1.50 % merupa-kan pengaruh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.455 58. F Estimate Change F Change df1 df2 Change 4.000 a Predictors: (Constant). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat kepercayaan 95% terdapat pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. nilai ini mengandung makna bahwa sebesar 45.671) pada tingkat kekeliruan 5% dan db = 60.98745 .

dalam Psacharopoulos (2002: 33) menyatakan bahwa “ Studies of educational production function (also referred to as input-output analysis or cost130 . akan semakin baik pula peningkatan kualitas pendidikan yang berlangsung di sekolah. semakin baik pelaksanaan anggaran sekolah digunakan (dengan mengacu kepada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah).2. Dengan kata lain.Karang Tumaritis dipengaruhi oleh pemberdayaan sumber daya manusia. Pembahasan berikut ini bertujuan untuk menjelaskan secara teoritis dan dukungan empiris terhadap hasil pengujian hipotesis. 4. Hal ini menunjuk-kan bahwa SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang menjadi responden penelitian ini telah melaksanakan program kegiatan sekolah yang ditunjang dengan pelaksanaan anggaran dengan cukup baik.1 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan anggaran sekolah berpengaruh positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan. 4. Artinya. makin tidak baik pemberdayaan sumber daya manusia akan berakibat semakin tidak baiknya peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Hanushek. semakin baik pemberdayaan sumber daya manusia dilakukan. maka akan semakin baik pula peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.2 Pembahasan Pengujian terhadap 3 (tiga) hipotesis alternatif yang diajukan dalam penelitian ini ternyata dapat diterima. Sebaliknya.

tentu akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Dengan melihat komponen tersebut. Betapa pun kecilnya anggaran yang ada pada sebuah sekolah. kualitas pendidikan sebagai output di antaranya dipengaruhi oleh pelaksanaan anggaran sekolah. efisien. Dengan demikian. Denny Supriatna. serta konsisten mengacu kepada RKAS. Dengan kata lain. Seluruh input (termasuk anggaran) diperhitungkan dalam kaitannya dengan output atau dengan efektivitas pencapaian tujuan (output). dan dalam transformasi input ke output tersebut sudah tentu melewati suatu proses (proyek atau aktivitas). 131 . Drs. dapatlah dipahami bahwa kualitas output tergantung atau ditentukan oleh bagimana kualitas input serta bagaimana mengelola proses dalam kerangka membentuk output.quality studies) examine the relationship among the different inputs into the educational process and outcomes of the process ”. jika digunakan dengan efektif. Kepala SMP Negeri 1 Cicurug Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis mengemukakan bahwa pencapaian kualitas pendidikan hampir sulit dilakukan jika tidak ada keterlibatan penggunaan anggaran. sehingga hubungan antara pelaksanaan anggaran sekolah dan kualitas pendidikan dianggap sebagai suatu sistem dengan komponen-komponen yang terdiri dari Input – Proses – Output. dalam konteks ini pembiayaan (anggaran) atau cost dipandang sebagai faktor input yang memberi kontribusi pada proses pendidikan dalam membentuk atau mem-pengaruhi kualitas pendidikan (output). Dalam wawancara secara terpisah.

Kepala SMP Plus Zainabiyah Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis serta Drs. Dimensi-dimensi yang diberdayakan meliputi berbagai kemampuan profesional tenaga pendidik dan kependidikan. Si. M. 1998: 112). serta upaya aktualisasi diri dan peningkatan kemampuan. Tingkat partisipasi warga sekolah yang dapat diber-dayakan terdiri atas berbagai aspek yang berkaitan langsung maupun tak langsung dengan kompetensi yang dimiliki masing-masing warga sekolah. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memunculkan paradigma baru dalam mencapai keberhasilan.Pd. pelayanan terhadap pengguna jasa pendidikan di tingkat sekolah.4. mengemukakan secara terpisah bahwa persaingan antarsekolah pada saat ini sulit dihindari. Sejalan dengan pemikiran tersebut. yaitu dengan persaingan. Termasuk di dalam perubahan global adalah profesi guru. Pertumbuhan lembaga pendidikan yang lebih menyerupai industri pendidikan menuntut penataan sektor132 . Endang Suparman. Tantangan persaingan yang semakin tajam pada era globalisasi menuntut peningkatan kualitas profesi dan efisiensi secara terus menerus. Sesuai dengan tuntutan perubahan masyarakat global. tugas guru juga dituntut profesional dalam bidangnya (Education International. Kabupaten Kendal Gorowong Karang Tumaritis.. M. sehingga kemampuan daya saing profesional bisa lebih kompetitif.2 Pengaruh Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan yang diselenggarakan di tingkat satuan pendidikan. Kepala SMP Taman Siswa Cibadak. Muhammad Bakir. Drs.2. Era globalisasi mengubah hakekat kerja dari amatiran menuju kepada profesionalisasi di segala bidang dan aspek kehidupan.

Masyarakat yang berkualitas. pengadaan dan perawatan infrastruktur pendidikan. serta kualitas pelayanan pendidikan dalam berbagai bentuk. tidak saja sanggup meraih setiap peluang kerja yang tersedia melalui investasi. Program pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi sangat penting karena banyak permasalahan yang terdapat dalam institusi pemerintahan. yang akhirnya mampu menghasilkan warga negara yang kompetitif dalan jumlah yang besar. Guru yang profesional bukan sekedar sebagai alat untuk transmisi kebudayaan akan tetapi mentransformasikan kebudayaan itu ke arah budaya yang dinamis dan menuntut penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. khususnya guru. produktivitas yang tinggi dan kualitas karya yang mampu meningkatkan daya saing. baik dalam 133 . serta kualitas guru yang meningkat. tetapi juga sanggup menciptakan lapangan kerja yang baru. sehingga lembaga pendidikan dapat mempertahankan eksistensinya serta tetap survive. akan menghasilkan lulusan yang kompeten. Apalagi masalah pendidikan merupakan masalah lintas sektoral. Sebab kebijakan peningkatan mutu pendidikan yang tinggi jika disikapi secara konsisten.sektor manajemen seperti pemberdayaan sumber daya manusia. sehingga harus ada komitmen dari semua pihak terutama para penentu kebijakan pendidikan untuk mengambil kebijakan yang berorientasi pada mutu pendidikan yang berkualitas. yakni di antaranya untuk mampu menarik kepercayaan masyarakat agar mereka mau memasukkan anak-anak ke sekolah tersebut. Investasi pembangunan pendidikan yang memadai akan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dengan efek berganda yang besar melalui pembangunan sekolah. Arah persaingan tersebut sangatlah jelas. lembaga kemasyarakatan dan berbagai kegiatan di masyarakat yang efektivitasnya tergantung kepada kualitas sumber daya manusia.

Aspek mutu proses pendidikan mencakup unsur-unsur berikut ini.kemampuan intelektual maupun integritas moral dalam tanggung jawabnya pada kemasyarakatan. sarana prasarana. Ketiga. Kedua. Pertama. iklim. meliputi hal-hal berikut ini. dan (4) quality assurance. (2) proses. yaitu budaya. ketertiban dan disiplin. dana. 4. masukan lingkungan (environmental inputs). Pertama. komitmen dan sebagainya. masukan dasar (raw inputs) yang terdiri atas peserta didik dengan segala karakteristik dan latar belakangnya. (3) output. menurut Damanhuri (2004) merupakan salah satu faktor kunci dalam menuju kesejahteraan. dan kesehatan organisasi.2. 134 .3 Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pelaksanaan anggaran sekolah dengan disertai pemberdayaan sumber daya manusia yang ada di sekolah yang baik akan menyebabkan peningkatan kualitas pendidikan ke arah yang baik pula. masukan instrumental. iklim sekolah yang mempresentasikan harapan peserta didik. Kualitas pendidikan sebagaimana dikemukakan oleh Satori (2001) meliputi mencakup aspek-aspek: (1) input. kelembagaan/keorganisasian dengan kelengkapannya serta fasilitas penunjangnya. seperti tenaga atau sumber daya manusia. Aspek input atau masukan.

Sedangkan dari aspek quality assurance atau jaminan mutu. Keberhasilan sekolah dalam 135 . mutu pendidikan dapat ditampilkan dengan parameter mutu masukan. kondisi proses belajar mengajar yang berkenaan dengan lamanya waktu belajar dan mengajar. mutu proses dan mutu hasil pendidikan di sekolah sebagai bentuk pertanggungjawaban baik kepada masyarakat pemakai jasa pendidikan maupun kepada pemerintah. Kedua.sistem penjadwalan dan sistem pembelajaran. fleksibilitas dalam hal melakukan inovasi dan perbaikan secara berkelanjutan. diperolehnya performance guru dalam mengajar. Keempat. Kedua. Ketiga. dan sebagainya. Pertama. fleksibilitas dan otonomi pedagogik. bertambahnya jumlah peserta didik yang mendaftarkan diri ke sekolah sebagai konsekuensi dari rasa kepuasan publik dan pertanggungjawaban publik. status sekolah unggulan dan sebagainya. frekuensi penilaian kemajuan siswa berikut umpan baliknya. diperolehnya prestasi belajar siswa yang ditandai dengan Nilai Ujian Nasional atau Ijazah yang unggul dan kompetitif bagi kelanjutan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Mutu pendidikan dari aspek output atau hasil direfleksikan oleh unsur-unsur berikut ini. dan lamanya keberadaan di sekolah. ganjaran dan intensif. kapibilitas tenaga kependidikan. yang ditandai dengan adanya guru berprestasi. frekuensi tugas/pekerjaan rumah. Ketiga. akuntabilitas eksternal yang adekuat dilihat dari tuntutan pihak-pihak yang berkepentingan dan tantangan dari lingkungan strategikkompetitifnya yang senantiasa berubah secara dinamis. Hal ini dimaksudkan untuk menjawab tuntutan dan tantangan lingkungan kehidupan yang senantiasa berubah. Kelima. variasi dalam strategi belajar.

Brownell (1995: 34) yang menyatakan bahwa ”Knowledge of the program is essential to understanding. Pemahaman masyarakat yang mendalam. L. Dengan adanya jaminan mutu inilah akan muncul pula bentuk-bentuk dukungan masyarakat yang dapat meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan.1 Kesimpulan 136 . and understanding is basic to appresciation. jelas dan komprehensif tentang sekolah merupakan salah satu faktor pendorong lahirnya dukungan dan bantuan mereka terhadap sekolah. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. yang pada akhirnya bermuara kepada kualitas pendidikan itu sendiri. and appreciation is basic to support ”. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh C.memberdayakan manajemen sekolah serta akuntabilitas penggunaan anggaran pada dasarnya merupakan bentuk quality assurance yang banyak dituntut oleh masyarakat.

676 mengandung makna bahwa secara terpisah proporsi varian mutu pengelolaan sekolah dipengaruhi oleh proses penyusunan anggaran sebesar 67.822 dan koefisien determinasi (rxy1) sebesar 0. (1) Proses pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia secara simultan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.742X1 + 0.70 % proporsi mutu pengelolaan sekolah dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh kedua variabel bebas yang dikaji dalam penelitian ini.Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan serta analisis atas data tersebut. diperoleh kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut.60 %. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia yang baik secara bersamasama akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Persamaan regresi yang menunjukkan hubungan antara kedua variabel bebas secara bersama-sama dengan variabel mutu pengelolaan sekolah ditunjukkan oleh model regresi ganda Ŷ = 9.841 dengan koefisien determinasi (rx1x2y) = 0. Koefisien korelasi kedua variabel (ry1) sebesar 0.707 yang berarti bahwa 70. Koefisien korelasi ganda yang dihasilkan adalah (rx1x2y) = 0.376 + 0. (2) Proses pelaksanaan anggaran sekolah secara parsial berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan121 pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.277X2. Hal 137 .

(1) Sangat disarankan bahwa dalam pelaksanaan anggaran sekolah selalu menunjukkan konsistensi terhadap RKAS yang disusun serta mengedepankan aspek-aspek akuntabilitas.2 Saran-saran Saran-saran dan rekomendasi yang dapat disampaikan pada kesempatan ini adalah sebagai berikut.ini menunjukkan bahwa dengan adanya pelaksanaan anggaran sekolah yang baik akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 138 . transparansi. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya pember-dayaan sumber daya manusia yang baik akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. 5. Koefisien korelasi kedua variabel (ry2) adalah 0.50 %. (3) Pemberdayaan sumber daya manusia secara parsial berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.455. efektivitas dan efisiensi. Hal ini mengandung makna bahwa secara terpisah proporsi varian mutu pengelolaan sekolah dipengaruhi oleh peran pengawasan komite sekolah sebesar 45.674 dengan koefisien determinasi (r2y1) sebesar 0.

139 . jika terjadi ketidaksesuaian antara program kegiatan dengan kondisi nyata di lapangan. (3) Kontrol terhadap pelaksanaan proses pembelajaran sehari-hari disarankan dapat dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. seperti pengembangan Standar Isi. Sumber daya manusia merupakan asset tetap sekolah yang dapat berkembang dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah untuk mencapai tujuan-tujuan serta sasaran pengembangan program sekolah. sekolah mampu melakukan manuver yang tidak menyimpang dari peraturan perundangan yang berlaku dan tetap mampu menjalankan kegiatan dan anggaran sekolah secara fleksibel.Meskipun demikian. (2) Sekolah seharusnya dapat melakukan pembinaan sumber daya manusia (terutama personal sekolah yang terdiri atas guru-guru dan staf tata usaha sekolah) secara terprogram dan berkesinambungan dengan perlakuan evaluasi secara tetap. Kunci dasar dari keberhasilan pengelolaan sekolah sangat bergantung kepada penerapan manajemen serta sikap keterbukaan dan ketegasan pimpinan sekolah. dalam upaya memberdayakan sumber daya manusia. Pelaksanaan proses pembelajaran yang mengacu kepada Standar Proses merupakan kunci utama dari pencapaian kualitas pembelajaran di tingkat satuan pendidikan. sekolah sebaiknya dapat menerapkan sistem manajemen mutu terpadu yang berakar pada manajemen berbasis sekolah. Kedua sikap ini akan berdampak terhadap konsistensi pelaksanaan program peningkatan mutu sekolah yang sesuai dengan rencana strategis. Pelaksanaan proses pembelajaran yang benar dan baik akan berdampak terhadap perbaikan konteks lainnya. Di sisi lain.

Keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Data penelitian tentang pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis yang diperoleh melalui angket yang diberikan kepada responden dengan tanpa syarat dan implikasi sosial maupun kedinasan. kekurangan. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut. 140 . baik dari sisi tenaga. hingga penilaian pendidikan dalam pengertian terbatas maupun luas. sebaik apa pun metode yang digunakan. telah dilakukan upaya semaksimal dan seteliti mungkin dengan menggunakan prosedur metode berpikir dan penelitian ilmiah. waktu. sudah barang tentu akan terdapat kekeliruan. Akan tetapi.3 Keterbatasan Sebagaimana telah dikemukakan pada Bab I bahwa tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh proses penyusunan anggaran subsidi SSN dan peran pengawasan komite sekolah terhadap mutu pengelolaan sekolah pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. pengadaan sarana dan prasarana sekolah.peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan. 5. dan keterbatasan. maupun wawasan penulis dalam memahami dan menguasai bidang keilmuan dan praktik administrasi pendidikan di lingkungan persekolahan. pembiayaan sekolah.

ada kemungkinan bahwa responden tidak memberikan jawaban yang objektif sehingga memungkin-kan untuk menjawab pertanyaan tidak sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. kemampuan responden untuk mengungkapkan keadaan yang sebenarnya masih perlu dipertanyakan. Seluruh pertanyaan/pernyataan dalam angket ini semata-mata untuk keperluan penelitian.” (2) Pernyataan dalam kuesioner atau angket yang diberikan kepada responden dapat menyebabkan responden menjawab secara subjektif dan tidak jujur. Oleh sebab itu. sebagai data pendukung. karena pernyataan tersebut mengenai ukuran keperluan yang memungkin-kan responden banyak memilih kategori 5 (seluruh isi pernyataan benar) dan 4 (sebagian besar isi pernyataan benar) untuk mengukur keperluannya saja tanpa diketahui apakah hal tersebut diimplementasikan ataukah tidak. penulis melakukan wawancara singkat dengan beberapa kepala sekolah (SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis) dan menganalisis data yang diperoleh itu sesuai dengan keperluan penelitian.Dengan demikian. Untuk itu. Dalam hal ini. dalam rangka memperoleh data objektif telah diusahakan untuk mengimbau responden dengan memberikan petunjuk pada lembar kuesioner dengan kalimat ”Jawaban tidak memberi-kan pengaruh apa pun terhadap kondisi kedinasan responden. (3) Penelitian ini mengukur pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal 141 .

yakni sebanyak 72 orang kepala sekolah. 72 orang pengurus komite sekolah. dalam perhitungan data hasil penelitian tetap dilakukan secara keseluruhan sehingga meminimal-kan adanya informasi data yang tidak valid. sehingga dimungkinkan adanya subjektivitas responden dalam pengisian kuesioner sehubungan dengan penggunaan skala Likert yang memiliki resiko inheren. hal ini dilakukan mengingat jumlah responden yang relatif banyak serta waktu yang terbatas. sehingga bagi peneliti yang merasa tertarik pada konteks penganggaran berbasis kinerja di lingkungan sekolah.69% populasi (260 SMP Negeri dan Swasta yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis). (5) Penelitian ini hanya mengkaji pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan. (4) Analisis deskriptif pada laporan ini tidak disajikan secara terperinci pada setiap sekolah. Akan tetapi. Hal ini diusahakan untuk dikurangi melalui upaya peneliti dalam menjelaskan maksud penelitian dan pernyataan yang diajukan sehingga diharapkan dapat mengurangi adanya bias dan ekstrimitas jawaban responden. (6) Penelitian ini hanya menjangkau 27.Gorowong Karang Tumaritis. dan 72 orang guru senior pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis. Hal ini disebabkan oleh penelitian ini merupakan penelitian atas pemberdayaan lembaga dalam 142 . diharapkan akan dapat melakukan pengembangan dan perbaikan melalui pencarian variabel-variabel yang lebih determinan dan strategis.

143 . Dengan demikian. tidak ada jaminan bahwa kesimpulan hasil penelitian ini dapat diterapkan di tempat lain.hal pengaruh pelaksanaan anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

C. Hatry. Vincent. 1-33.. Artikel dalam Mimbar Pendidikan Nomor 3 Tahun XVII – 1998. Brownell. Don R. Bandung. Sistem Manajemen Kinerja Terintegrasi Balanced Scorecard dengan Six Sigma untuk Organisasi Bisnis dan Pemerintahan Hansen. 144 . Inc.org/book/pm/>. Getting Result. Djam’an Satori.L. Yogyakarta: Adicipta. Maroon T. Co. Washington. Dale. www. London UK: Addison-Wesley Publ. Fandy Tjiptono.DAFTAR PUSTAKA Abdullah NS. P. Production and Operations Management. pp. Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah. Pemberdayaan Budaya Organisasi sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kinerja Lembaga Pendidikan.101-123. New York: Thomson Corporation. Hatry.org. Allyn and Bacon. Management Accounting. Public Relation in Education. 2001.casact. 2001. 1999. Gans. C. 1992. Maryanne M. 5th edition. Introducing and Sustaining TQM. Yogyakarta: Andi Offset. Jaz dan Barry Render. New Jersey: Pearson Education. Total Quality Management. 1999. Dale. Garspersz. USA. 1996. Z. Performance Measurement. 1998. Harry P. Bandung: IKIP Bandung. 1998. Cozzolino. Besterfield H. D. 2000. Total Quality Management (TQM). diunduh tanggal 25 Mei 000000. Fasli Jalal dan Dedi Supriyadi (ed). and Mowen. Strategi Pemasaran. L. Developing.G. download 15 Agustus 2010. 1995.. Total Quality Management: An Effective Management Tool. Bhat.blackwellpublishing. Universitas Pendidikan Indonesia Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana. Performance Measurement: Getting Results. Pengawasan Pendidkan di sekolah. Yogyakarta: Andi Offset.. Reinventing Government. www. 1997. New York: Mc Grow Hill Bool Company.urban. 1993. 2003. V. Terdapat pada <http://www.com . p. Heizer . H. and J. download 15 Agustus 2010 David Osborne & Ted Gaebler. B. 2003.: The Urban Institute Press.

Juran. YKPN. Juran. 1989. Mc Graw Hill Book. Artikel pada Jurnal Akuntansi Pemerintah. Human Resourse Management in Education (Manajemen SDM dalam Pendidikan). Harry Anthony. NY. Edward. Sallis. Third edition. 2000. Kluvers. ANDI. London: Kogan Page Ltd. Philip. 2000. Public Sector Accounting. London. Metode Penelitian." Policy Research Working Paper Series 2881. Manajemen Pemasaran.. George & Patrinos. 2002. & Frank M. Nur. Nasution. New York: The Free Press. Total Quality Management in Education. 1997. Gary. dan Walters. 145 . ISBN-13: 9780130998163 Kotler. D. Juran”s Quality Control Handbook (4th edition). Surakarta 19 Februari. New Jersey: Prentice Hall Inc. London: Kogan Page Limited. Gyrna. P. Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Ghalia Indonesia. Nomor 2. 8th edition. Pendlebury. New York. Sallis. 58 (3): 68-77. 2000. Bahan Ceramah di Pondok Assalam. R. and Jones. dan M. Manajemen Mutu Terpadu. " Returns to investment in education : a further update. 2005. PT. L. Mulyadi. 2004. 2003. Knowledge Management in Education. Jakarta: Ghalia Indonesia. Jones. Pitman Publishing. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan. Kotler. Australian Journal of Public Administration. 2000. To PPB or Not PPB – Budgeting in Victorian Local Government. Edward. R. Washington DC: Juli 2000 Jones. 2002. Prennalindo Jakarta Mardiasmo. 2009. Pengaruh Penganggaran Berbasis Kinerja terhadap Efektivitas Pengendalian. Highlights from the Second World Congress of Education International. Mohammad Nasir. M. Inc Karsidi. Sistem Akutansi. 2006. Psacharopoulos. Josep M. The World Bank. Upper Saddle River. 1999. Principles of Marketing. Volume 2. Ravik. Yogyakarta. Yogyakarta. M. 1997. International Education. J.Hindri Asmoko. 5th Edition. Analisa Perencanaan Implikasi dan Kontrol Jilid I. November 2006. J. Juran on Planning for Quality. Yogyakarta: Q-Media. J. 2002. 1988.

Filosofi Mutu dan Penerapan Prinsip-Prinsip Manajemen Mutu Terpadu. Masri. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Riset Sumber Daya Manusia dan Administrasi . 2004. Bandung: Alfabeta. 2004. 1999. The Benefits and Threats of PBB: An Assesment of Modern Reform. Mark Esterby. H. Jakarta: LP3ES. 2009. Smith. Slamet. Smith. Organizational Learning and The Learning Organization: Developments in Theory and Practice. Stewart. Public Budgeting & Finance. Aileen Mitchel. 1998. 2004. Metode Penelitian Survei. J.Sedarmayanti. Yogyakarta: Penerbit Kanisius Sugiyono. F. dan Effendi. Sugiyono. Metode Penelitian Administrasi. Margono. Empowering People: Pemberdayaan Sumber Daya Manusia. 2003. Bandung: Mandar Maju Singarimbun. Fall: 3-14. IPB Bogor. 1999. 146 . London EC2A 4PU: SAGE Publication Ltd. Bandung: Alfabeta. Umar. Statistika untuk Penelitian. Membangun Sistem Manajemen Kinerja Guna Meningkatkan Produktivitas Menuju Good Governance. 1999.

...... Bapak/Ibu Kepala SMP Negeri/Swasta .... di Kabupaten/Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis Assalamu’alaikum war wab. Hormat kami. Wassalam war wab. Kami sangat berharap Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini sesuai dengan konteks sekolah Bapak/Ibu sehingga data yang kami peroleh memiliki validitas yang dapat dipertanggungjawabkan. kami sampaikan terima kasih....... berikut ini kami sampaikan sejumlah pertanyaan dan pernyataan yang kami anggap relevan untuk hal tersebut.Yth... GATOTKACA 147 . semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal. Atas bantuan serta partisipasi Bapak/Ibu.... kami memohon bantuan Bapak/Ibu untuk dapat mengisi kuesioner ini........... Dalam rangka meneliti pengaruh pengalokasian anggaran sekolah dan pemberdayaan sumber daya manusia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten dan Kota Kendal Gorowong Karang Tumaritis.... Untuk itu..

: ................................... Bapak/Ibu/Saudara dapat memberikan tanda silang (X) pada kolom pilihan jawaban sesuai dengan pertanyaan/pernyataan yang dikemuka-kan......... Sangat diharapkan Bapak/Ibu/Saudara untuk menjawab seluruh pertanyaan pada kuesioner ini dengan jujur dan sesuai dengan keadaan sekolah yang sebenarnya.... Status b....... Umur c.................................... Bapak/Ibu/Saudara dapat memilih salah satu alternatif jawaban sebagai yang disediakan pada masing-masing item angket.. 2.. c...... Jawaban yang Bapak/Ibu/Saudara berikan tidak berpengaruh apa pun terhadap karir maupun jabatan Bapak/Ibu/Saudara....... KARAKTERISTIK RESPONDEN a......... PETUNJUK PENGISIAN a...... d.... b. Jabatan e......... Jenis Kelamin d........PETUNJUK ANGKET Pengaruh Pelaksanaan Anggaran Sekolah dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan 1.............. Pendidikan : Kepala Sekolah / Guru Senior/ Komite Sekolah : ......... 148 .... tahun : Laki-laki/Perempuan *) : ...............

tidak kaku. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. efesien. Perubahan anggaran dilakukan jika terjadi ketidaksesuaian antara satuan-satuan kegiatan dengan jumlah anggaran yang tersedia. tidak mewah. 5. Pelaksanaan anggaran sesuai dengan sasaran-sasaran kegiatan sekolah yang tersusun dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). 149 .Angket untuk Kepala Sekolah Komponen Pelaksanaan Anggaran Sekolah Anda dapat memberikan tanda silang (X) pada kolom alternatif jawaban dengan ketentuan pilihlah: 5 4 3 2 1 jika isi pernyataan yang disajikan seluruhnya benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika sebagian besar isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika setengah dari isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika hanya sebagian kecil isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika isi pernyataan yang disajikan tidak sesuai dengan kondisi nyata sekolah. Alternatif Jawaban Pernyataan 5 1. disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang berlangsung. 4. 3. Anggaran sekolah disampaikan kepada masyarakat melalui media tertentu serta penggunaannya dipublikasikan secara bertahap sesuai dengan peraturan yang 4 3 2 1 2. 6. Penggunaan anggaran terarah dan terkendali sesuai dengan rencana yang tertuang program/kegiatan. atau satuan kegiatan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah sehingga perlu diganti dengan satuan kegiatan lain yang lebih memungkinkan. Penggunaan anggaran hemat. Pelaksanaan anggaran dilakukan secara luwes.

4 3 2 1 8. dan pada akhir tahun pelajaran. 9. Evaluasi penggunaan anggaran dilakukan secara berkala setiap bulan. serta warga sekolah lainnya. 10. setiap triwulan. pada pertengahan pelaksanaan anggaran. 150 . setiap kegiatan yang dilaksanakan. serta pada akhir tahun kegiatan. efisien. guru-guru. Pengawasan dilakukan secara internal terpadu oleh kepala sekolah. Perbaikan anggaran dilakukan demi pencapaian tujuan kegiatan secara efektif. serta mempertimbangkan kondisi dan situasi yang berlangsung. komite sekolah. pada akhir semester. Pelaporan dilakukan setiap bulan.Alternatif Jawaban Pernyataan 5 berlaku. 7.

Alternatif Jawaban Pernyataan 5 1. 5. 4. serta tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik/kependidikan sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Seluruh komponen sekolah (tenaga pendidik dan kependidikan) memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada peserta didik dan masyarakat pengguna jasa pendidikan. 151 .Angket untuk Guru Senior Komponen Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Anda dapat memberikan tanda silang (X) pada kolom alternatif jawaban dengan ketentuan pilihlah: 5 4 3 2 1 jika isi pernyataan yang disajikan seluruhnya benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika sebagian besar isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika setengah dari isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika hanya sebagian kecil isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika isi pernyataan yang disajikan tidak sesuai dengan kondisi nyata sekolah. Guru dan staf sekolah lainnya harus selalu peka terhadap segala situasi perkembangan zaman sehingga dapat melakukan improvisasi pekerjaan dalam kerangka aturan yang berlaku. Seluruh komponen sekolah (tenaga pendidik dan kependidikan) secara agresif berusaha mencapai kualitas pelayanan pendidikan tertentu dalam rangka melampaui harapan pelanggannya (peserta didik dan masyarakat pengguna jasa pendidikan). tugas. 3. Setiap komponen sekolah (terutama guru) memiliki pemahaman mendalam tentang peran. Guru selalu berusaha menemukan inovasi pembelajaran bagi kepentingan peserta didik 4 3 2 1 2.

8. dan strategi sekolah dalam mencapai sasaran mutu. guru dan tenaga ke-pendidikan mencari dan menemukan kesalahan yang terjadi dalam sistem dalam upaya mengatasi masalah dan memperbaiki kinerja Seluruh komponen sekolah berkeyakinan bahwa kerja sama tim akan dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada bekerja secara individu Seluruh komponen sekolah memiliki pandangan bahwa belajar terus-menerus dan belajar sepanjang hayat merupakan unsur yang fundamental dalam pengembangan mutu pelayanan sekolah. 9.Alternatif Jawaban Pernyataan 5 6. misi. 10. Pada kondisi tertentu. 4 3 2 1 7. Seluruh komponen sekolah memiliki kesatuan tujuan yang sama dalam mengembangkan mutu layanan sekolah Kesatuan tujuan ini secara filosofis dan strategis tertuang dalam visi. sehingga guru dan tenaga pendidik berusaha menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan formal (melanjutkan studi ke S2 dan S3) maupun pendidikan non formal. 152 .

c. dan kebutuhan pendidikan yang berlangsung di sekolah berdasarkan indikator-indikator berikut. dan seni. teknologi. permasalahan kesetaraan jender. dan sebagainya sesuai kebutuhan dan perkembangan lembaga pendidikan. Alternatif Jawaban Pernyataan 5 2. Setiap tahun terjadi perkembangan perbaikan penyusunan KTSP sesuai dengan kondisi sekolah. kondisi. kecerdasan.Angket untuk Komite Sekolah Komponen Peningkatan Kualitas Pendidikan Anda dapat memberikan tanda silang (X) pada kolom alternatif jawaban dengan ketentuan pilihlah: 5 4 3 2 1 jika isi pernyataan yang disajikan seluruhnya benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika sebagian besar isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika setengah dari isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika hanya sebagian kecil isi pernyataan yang disajikan benar dan sesuai dengan kondisi sekolah jika isi pernyataan yang disajikan tidak sesuai dengan kondisi nyata sekolah. Secara bertahap sekolah memasukkan aspek-aspek pengembangan karakter. peningkatan potensi. kebutuhan siswa. Sekolah menyelenggarakan pengembangan kurikulum sendiri berdasarkan standar isi setiap tahun bertambah baik dari sisi kuantitas maupun kualitas (tidak menjiplak atau mengadopsi KTSP dari lembaga lain). a. b. Pengembangan standar isi menjadi KTSP sesuai dengan situasi. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Sekolah mengembangkan mata pelajaran berkeunggulan lokal serta memperbaiki4 3 2 1 153 . dan perkembangan kompetensi siswa. d. perkembangan ilmu pengetahuan.

45 menjadi 6. Secara akademis prestasi belajar siswa mengalami peningkatan setiap tahun yang diukur dari perolehan rata-rata hasil ujian akhir semester. peningkatan akhlak mulia. bersih. Rata-rata perolehan nilai kelulusan siswa pada mata pelajaran berikut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (misalnya dari 6. Matematika 4 3 2 1 154 . sehat. Bahasa Inggris d. mengembangkan sikap toleransi. 4. Lingkungan sekolah selalu terjaga. dan sebagainya. seni. melaksanakan pengajian dan pengkajian Al-Quran. e. kepramukaan. OSIS. serta perolehan penilaian lainnya pada setiap mata pelajaran. Terjadi peningkatan pencapaian standar kompetensi lulusan (SKL) yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 dengan indikator sebagai berikut. b. Sikap beragama siswa menunjukkan peningkatan yang diukur melalui aktivitas keagamaan seperti shalat berjamaah. 3.87 dan seterusnya). e. PMR. d. KIR. dan sebagainya) yang ditunjukkan dengan perolehan penghargaan prestasi. PKS. Sekolah selalu memperbaiki KTSP dan perangkatnya sesuai dengan perkembangan dinamika pendidikan serta kebutuhan siswa. c. ulangan harian. a. Pencapaian prestasi dalam bidang nonakademis melalui kegiatan ekstrakurikuler mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (bidang olah raga. Bahasa Indonesia c. teratur.Alternatif Jawaban Pernyataan 5 nya dari tahun ke tahun. dan nyaman. a. Kunjungan siswa ke perpustakaan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang mengindikasikan peningkatan kegemaran siswa membaca.

metode pengajaran. materi ajar. menyenangkan. kompetensi profesional. tenaga pendidik juga melakukan proses pengembangan diri secara berkesinambungan melalui berbagai 7. rencana pelaksanaan pembelajaran. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. dan perkem-bangan fisik serta psikologis peserta didik. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dan kemandirian sesuai dengan bakat. 4 3 2 1 c. materi pembelajaran. kreativitas. Terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas pada pelaksanaan proses pembelajaran yang diselenggarakan secara interaktif. sumber belajar. IPA 5. Peningkatan diukur melalui kuantitas guru yang menyusun sendiri: silabus pembelajaran. a. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurangkurangnya tujuan pembelajaran. Peningkatan diukur melalui kualitas guru dalam melaksanakan proses pembelajaran serta penilaian pembelajaran. dan kompetensi sosial yang dipersyaratkan). Setiap guru di sekolah menunjukkan pening-katan dalam melakukan perencanaan proses pembelajaran. 155 . penilaian hasil pembelajaran. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.Alternatif Jawaban Pernyataan 5 e. penilaian hasil belajar. pelaksanaan proses pembel-ajaran. inspiratif. b. kompetensi kepribadian. minat. dan penilaian hasil belajar. menantang. 6. Selain telah memenuhi kualifikasi minimal sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 16 Tahun 2006 (Berijazah minimal S1/D-IV dan memiliki kompetensi pedagogik.

bahan habis pakai. j. workshop. Pelaksanaan kalender pendidikan/ akademik. Secara kuantitas dan kualitas guru yang melakukan hal ini setiap tahun bertambah. ruang laboratorium. ruang pendidik. k. yang menunjukkan seluruh kategori aktivitas satuan pendidikan 4 3 2 1 9. 10. Penyusunan dan pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan silabus. Secara bertahap sekolah memiliki dan menambah prasarana pendidikan dari tahun sebelumnya. 156 . ruang unit produksi. tempat berkreasi. buku dan sumber belajar lainnya. 8. ruang perpustakaan. Pengembangan dan peningkatan kuantitas dan kualitas sarana meliputi lahan. ruang pimpinan satuan pendidikan. 11. ruang bengkel kerja. ruang tata usaha. Pemeliharaan dan perbaikan sarana pem-belajaran mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Sarana pembelajaran meliputi perabot. tempat berolahraga. peralatan pendidikan. Jumlah tenaga pendidik yang telah tersertifi-kasi sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 18 tahun 2007 mengalami peningkat-an dari tahun sebelumnya. ruang kelas. Terjadi peningkatan kualitas pelaksanan pedoman yang mengatur tentang hal-hal di bawah ini. media pendidikan. tempat bermain. serta perleng-kapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. dan lain-lain). ruang kantin.Alternatif Jawaban Pernyataan 5 aktivitas (mengikuti pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. mengikuti seminar. tempat beribadah. instalasi daya dan jasa.

o. serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. Efektivitas dan efisiensi pemberdayaan struktur organisasi satuan pendidikan. yang minimal meliputi tata tertib pendidik. m. dan biaya personal (gaji guru. dan mingguan. biaya operasional (pelaksanaan PBM dsb). 13. Pembagian tugas di antara tenaga kependidikan. q. tenaga kependidikan dan peserta didik. n. gaji tata usaha. r. tranport kegiatan guru. 157 . p. bulanan. Pengembangan kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat. Efektivitas dan efisiensi biaya operasional satuan pendidikan.Alternatif Jawaban Pernyataan 5 selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. Pelaksanaan tata tertib satuan pendidikan. 12. Terjadi peningkatan secara kualitas dan kuantitas dalam pelaksanaan standar pembiayaan pendidikan yang terdiri atas biaya investasi (lahan tanah. gedung sekolah). biaya pendidikan guru dan tenaga tata usaha). 4 3 2 1 l. Terdapat peningkatan kualitas pelaksanaan standar penilaian pendidikan yang dijalankan secara konsisten sesuai dengan Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Pelaksanaan peraturan akademik. Pembagian tugas di antara pendidik.

Data Empiris Hasil Penelitian Variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) No.Pengawasan & Fleksibilitas bilitas Evaluasi 4 5 6 7 8 5 4 4 4 5 4 4 5 4 5 4 4 4 4 5 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 3 2 4 4 3 4 4 3 5 4 4 4 3 4 5 4 3 4 4 4 5 4 5 3 4 Perbaikan & Pelaporan 9 10 5 4 4 4 5 4 4 4 3 4 4 5 4 4 3 4 4 5 5 5 4 4 ∑ 45 40 39 39 38 41 40 43 40 39 40 X12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 2025 1600 1521 1521 1444 1681 1600 1849 1600 1521 1600 . X2 DAN Y 1.Lampiran 2 DATA ORDINAL HASIL PENELITIAN VARIABEL X1. Responden SMP Negeri 3 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 4 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 5 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 7 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 9 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 10 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 11 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 13 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 14 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 16 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Kristen BPK Penabur Konsistensi 1 5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 Efektivitas 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 5 4 3 4 5 4 4 4 3 3 4 4 5 4 Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) Akunta.

No.Pengawasan & Fleksibilitas bilitas Evaluasi 4 5 6 7 8 4 1 4 4 4 3 3 4 4 1 4 3 2 5 3 4 4 3 4 4 5 3 2 4 3 4 4 4 1 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 1 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 5 4 2 3 4 4 1 3 5 3 4 2 2 4 3 3 5 4 4 5 4 4 4 1 3 4 4 4 5 4 4 3 5 1 3 3 2 4 4 4 2 4 2 3 3 5 4 4 1 4 4 5 5 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 Perbaikan & Pelaporan 9 10 5 5 5 3 5 5 3 4 3 4 5 3 4 5 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 3 5 3 4 4 2 4 4 3 2 4 4 4 4 5 4 4 3 5 4 3 4 4 5 ∑ 39 35 36 35 36 36 38 37 34 38 36 36 36 34 36 35 36 31 41 40 40 36 37 36 X12 1521 1225 1296 1225 1296 1296 1444 1369 1156 1444 1296 1296 1296 1156 1296 1225 1296 961 1681 1600 1600 1296 1369 1296 159 . 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Responden SMP Pasundan SMP PGRI Lembursitu SMP Islam Fatahillah SMP Yuwati Bakti SMP Negeri 2 Palabuhanratu SMP Negeri 3 Ciracap SMP Negeri 1 Ciemas SMP Negeri 2 Sagaranten SMP Negeri 1 Tegalbuleud SMP Negeri 2 Pabuaran SMP Negeri 1 Cidolog SMP Negeri 1 Lengkong SMP Negeri 1 Cikembar SMP Negeri 2 Nyalindung SMP Negeri 2 Jampang Tengah SMP Negeri 1 Sukaraja SMP Negeri 1 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 1 Kadudampit SMP Negeri 1 Cisaat SMP Negeri 1 Cibadak SMP Negeri 2 Nagrak SMP Negeri 1 Cicurug SMP Negeri 1 Cidahu SMP Negeri 1 Parakansalak Konsistensi 1 5 4 4 3 4 4 3 2 1 4 2 3 2 4 2 3 5 2 4 5 4 3 2 4 Efektivitas 2 4 4 2 3 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 3 4 4 4 5 4 4 3 5 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) Akunta.

Pengawasan & Fleksibilitas bilitas Evaluasi 4 5 6 7 8 4 5 4 3 3 4 4 4 3 2 4 1 3 3 2 4 2 2 5 4 5 3 5 4 2 4 3 4 4 3 3 2 4 1 2 4 4 4 2 5 4 1 1 3 2 5 3 2 2 4 4 3 5 5 2 4 4 2 4 3 3 1 3 4 4 4 3 2 2 5 3 2 2 3 3 4 4 4 2 4 1 1 1 4 3 2 2 2 4 3 3 2 4 4 3 2 2 5 4 3 4 2 2 4 3 1 4 3 3 2 2 1 3 3 4 2 3 4 4 4 3 3 4 4 4 Perbaikan & Pelaporan 9 10 4 3 3 3 3 5 3 4 3 4 3 4 4 4 4 5 5 4 4 3 5 5 3 4 4 4 3 4 4 5 2 3 5 5 4 4 1 4 2 4 3 1 4 4 4 2 4 3 4 4 ∑ 38 34 29 36 38 38 31 39 32 37 41 35 34 37 33 32 28 29 27 29 28 26 26 31 32 X12 1444 1156 841 1296 1444 1444 961 1521 1024 1369 1681 1225 1156 1369 1089 1024 784 841 729 841 784 676 676 961 1024 160 . 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Responden SMP Negeri 1 Parungkuda SMP Negeri 1 Karangnunggal SMP Negeri 1 Cisolok SMP Negeri 1 Cikidang SMP Negeri 1 Sukalarang SMP Negeri 1 Purabaya SMP Negeri 1 Caringin SMP Negeri 1 Cibitung SMP Negeri 1 Ciantayan SMP Negeri 1 Cikakak SMP Negeri 1 Kabandungan SMP Negeri 2 Waluran SMP Negeri 2 Cimanggu SMP Al-Qudsiyah SMP BPPI Bojonggenteng SMP Darul Hidayah SMP Daruttauhid Al-Islami SMP Islam Nurul Amal SMP Islam Parakansalak SMP YPI Parungkuda SMP Mardi Yuana Cicurug SMP PGRI 1 Ciambar SMP PGRI 1 Cidahu SMP PGRI 183 Cicurug SMP PGRI Kalapanunggal Konsistensi 1 4 4 1 4 4 4 3 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 4 2 1 4 2 3 3 2 Efektivitas 2 4 4 4 5 3 5 4 4 4 5 4 4 3 5 4 4 1 2 3 2 4 1 1 2 3 3 4 3 3 3 5 4 4 3 4 4 4 3 4 5 4 1 3 2 1 4 1 2 3 2 1 Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) Akunta.No.

15 1.17 3.Pengawasan & Fleksibilitas bilitas Evaluasi 4 5 6 7 8 3 3 1 4 5 3 5 3 2 3 3 4 2 4 3 3 1 3 4 2 4 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 5 4 2 1 2 4 3 1 2 4 4 3 5 3 4 4 2 4 3 4 3 1 2 3 3 4 3 3 2 267 224 228 251 239 3.90 1.01 0.49 161 .11 3.32 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 5 5 5 5 5 1 1 1 1 1 10 5 4 8 7 40 27 30 34 25 15 20 17 19 27 5 11 16 7 10 2 9 5 4 3 0.51 36 36 45 26 X12 1225 784 841 729 900 729 1024 676 784 841 676 900 87367 1213.53 4 4 5 1 10 37 11 9 5 1.75 323.98 Perbaikan & Pelaporan 9 10 4 4 3 3 3 2 2 4 4 2 4 2 4 2 3 4 2 1 2 2 2 3 3 3 264 268 3.12 Efektivitas 2 3 3 2 4 1 2 5 2 1 2 3 2 254 3.03 Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) Akunta.43 1296 1296 2025 676 4.10 3 4 2 2 2 3 2 4 1 4 2 3 3 245 3.72 4 4 4 4 5 5 1 1 11 15 35 33 18 15 7 7 1 2 0.No. 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 Responden SMP PGRI Parungkuda SMP Plus Madaniah SMP Terpadu Al-Aziziyah SMP Plus Zainabiyah SMP Yapissa Cicurug SMP Taman Siswa Cibadak SMP Widya Praja SMP Islam Ciherang SMP Mardi Yuana Cibadak SMPIT At-Talsiriyah SMPIT Bani Yasin SMP Muhammadiyah 2 Cisaat JUMLAH RATA-RATA MEDIAN MODUS SKOR TERTINGGI SKOR TERENDAH Frekuensi 5 Frekuensi 4 Frekuensi 3 Frekuensi 2 Frekuensi 1 STANDAR DEVIASI Konsistensi 1 4 1 4 2 3 2 2 4 1 4 2 4 245 3.49 3.40 4 4 5 1 8 36 10 13 5 1.67 3.00 ∑ 35 28 29 27 30 27 32 26 28 29 26 30 2485 34.71 3.40 4 4 5 1 6 35 18 8 5 1.06 1.90 1.

Data Empiris Hasil Penelitian Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) Fokus Pada Pelang -gan 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 SMP Negeri 3 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 4 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 5 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 7 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 9 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 10 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 11 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 13 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 14 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 16 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Kristen BPK Penabur SMP Pasundan 4 4 5 3 5 3 5 4 4 4 4 4 Obsesi terhadap Kualitas 2 4 5 4 4 4 4 5 4 3 3 4 4 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman PengembangMemiliki Kesalah Struktur an Kebebasan Kesatuan an PekerjaTerkendali Tujuan dalam an Sistem 3 4 5 6 7 8 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 5 5 5 4 5 3 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 5 5 4 3 3 3 4 5 4 4 3 4 4 3 Pendidikan Berkelanjutan 10 4 4 3 4 4 4 5 2 3 3 5 4 42 41 39 41 43 43 44 38 36 39 42 40 1764 1681 1521 1681 1849 1849 1936 1444 1296 1521 1764 1600 No.2. Responden Kerja sama tim 9 5 4 4 4 4 5 4 4 4 3 4 4 ∑ X22 162 .

No. Responden Fokus Pada Pelang -gan 1 4 3 4 5 5 4 3 4 4 4 5 5 5 4 5 4 3 5 5 4 4 3 4 5 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 SMP PGRI Lembursitu SMP Islam Fatahillah SMP Yuwati Bakti SMP Negeri 2 Palabuhanratu SMP Negeri 3 Ciracap SMP Negeri 1 Ciemas SMP Negeri 2 Sagaranten SMP Negeri 1 Tegalbuleud SMP Negeri 2 Pabuaran SMP Negeri 1 Cidolog SMP Negeri 1 Lengkong SMP Negeri 1 Cikembar SMP Negeri 2 Nyalindung SMP Negeri 2 Jampang Tengah SMP Negeri 1 Sukaraja SMP Negeri 1 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 1 Kadudampit SMP Negeri 1 Cisaat SMP Negeri 1 Cibadak SMP Negeri 2 Nagrak SMP Negeri 1 Cicurug SMP Negeri 1 Cidahu SMP Negeri 1 Parakansalak SMP Negeri 1 Parungkuda Obsesi terhadap Kualitas 2 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 2 3 2 4 4 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman PengembangMemiliki Kesalah Struktur an Kebebasan Kesatuan an PekerjaTerkendali Tujuan dalam an Sistem 3 4 5 6 7 8 3 4 4 3 4 4 4 5 5 3 4 3 5 3 4 3 5 3 5 5 5 4 5 4 4 4 3 4 3 4 4 5 3 5 5 4 3 4 3 5 4 3 3 5 5 5 4 3 4 3 4 4 4 2 5 3 4 4 5 1 4 3 5 4 4 3 5 4 5 4 2 3 5 4 3 3 3 3 5 4 2 3 2 5 4 4 4 2 4 4 4 3 3 3 4 4 2 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 5 4 4 4 5 2 3 2 4 4 5 5 2 3 2 2 5 5 4 4 3 4 4 5 1 3 5 Kerja sama tim 9 5 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 5 5 3 5 4 4 4 5 4 2 3 Pendidikan Berkelanjutan 10 2 3 3 3 3 4 5 2 3 3 3 3 2 5 4 4 2 3 2 4 2 3 2 4 ∑ 36 37 38 44 39 42 37 39 36 37 39 38 37 39 39 39 35 38 34 37 34 25 32 40 X22 1296 1369 1444 1936 1521 1764 1369 1521 1296 1369 1521 1444 1369 1521 1521 1521 1225 1444 1156 1369 1156 625 1024 1600 163 .

Responden Fokus Pada Pelang -gan 1 4 4 4 3 4 4 3 5 3 3 3 3 4 3 1 2 2 3 4 1 2 3 3 3 3 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 SMP Negeri 1 Karangnunggal SMP Negeri 1 Cisolok SMP Negeri 1 Cikidang SMP Negeri 1 Sukalarang SMP Negeri 1 Purabaya SMP Negeri 1 Caringin SMP Negeri 1 Cibitung SMP Negeri 1 Ciantayan SMP Negeri 1 Cikakak SMP Negeri 1 Kabandungan SMP Negeri 2 Waluran SMP Negeri 2 Cimanggu SMP Al-Qudsiyah SMP BPPI Bojonggenteng SMP Darul Hidayah SMP Daruttauhid Al-Islami SMP Islam Nurul Amal SMP Islam Parakansalak SMP YPI Parungkuda SMP Mardi Yuana Cicurug SMP PGRI 1 Ciambar SMP PGRI 1 Cidahu SMP PGRI 183 Cicurug SMP PGRI Kalapanunggal SMP PGRI Parungkuda Obsesi terhadap Kualitas 2 4 3 2 4 4 4 3 2 1 4 1 3 3 3 2 4 1 1 1 3 2 5 4 4 5 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman PengembangMemiliki Kesalah Struktur an Kebebasan Kesatuan an PekerjaTerkendali Tujuan dalam an Sistem 3 4 5 6 7 8 4 5 3 4 5 4 2 4 4 5 4 3 3 3 5 5 4 5 3 4 4 2 4 5 2 4 3 3 4 4 4 5 3 3 4 1 4 4 4 2 3 4 4 3 4 5 2 1 4 4 3 4 3 4 5 3 3 4 2 3 4 5 3 4 4 3 5 5 3 4 4 3 5 4 3 2 4 5 5 4 5 4 2 3 3 2 2 2 3 5 2 3 3 3 3 1 4 2 2 2 3 4 4 4 4 4 3 5 2 4 2 1 4 2 3 4 3 2 4 1 2 2 2 3 2 4 1 3 4 3 3 4 2 2 2 2 2 4 3 1 3 4 4 2 3 2 3 5 4 3 Kerja sama tim 9 4 4 3 2 5 4 4 4 2 4 2 3 3 3 3 4 2 4 2 2 2 4 1 2 2 Pendidikan Berkelanjutan 10 1 2 3 2 2 1 1 1 2 3 2 4 2 1 2 3 2 4 1 2 5 5 4 3 2 ∑ 38 35 37 33 35 33 32 31 30 34 31 37 35 33 25 28 24 36 23 25 26 35 26 29 32 X22 1444 1225 1369 1089 1225 1089 1024 961 900 1156 961 1369 1225 1089 625 784 576 1296 529 625 676 1225 676 841 1024 164 .No.

29 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 5 5 5 5 5 5 1 1 1 1 1 1 17 13 8 15 15 9 24 29 25 27 29 25 16 21 28 16 14 23 12 8 10 12 13 8 3 1 1 2 1 7 1.91 1.00 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 SMP Plus Madaniah SMP Terpadu Al-Aziziyah SMP Plus Zainabiyah SMP Yapissa Cicurug SMP Taman Siswa Cibadak SMP Widya Praja SMP Islam Ciherang SMP Mardi Yuana Cibadak SMPIT At-Talsiriyah SMPIT Bani Yasin SMP Muhammadiyah 2 Cisaat JUMLAH RATA-RATA MEDIAN MODUS SKOR TERTINGGI SKOR TERENDAH Frekuensi 5 Frekuensi 4 Frekuensi 3 Frekuensi 2 Frekuensi 1 STANDAR DEVIASI Obsesi terhadap Kualitas 2 2 3 3 2 1 1 2 3 2 4 3 229 3.40 3. Responden Fokus Pada Pelang -gan 1 4 5 3 2 4 2 3 3 3 2 5 263 3.18 3 4 5 1 4 29 22 10 7 1.56 4 4 5 1 12 35 10 11 4 1.86 3 2 5 1 6 16 19 24 7 1.13 ∑ 30 25 31 24 24 21 33 30 29 30 31 2470 34.99 165 .65 4 4 5 1 15 27 22 6 2 1.57 3.31 35 39 44 21 X22 900 625 961 576 576 441 1089 900 841 900 961 87060 1209.11 Pendidikan Berkelanjutan 10 2 2 4 1 2 2 3 3 2 4 2 206 2.15 0.13 Kerja sama tim 9 3 2 1 1 1 3 4 4 4 5 4 256 3.No.61 3.06 1.07 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman PengembangMemiliki Kesalah Struktur an Kebebasan Kesatuan an PekerjaTerkendali Tujuan dalam an Sistem 3 4 5 6 7 8 3 3 2 5 4 2 2 2 4 2 2 1 4 2 4 3 3 4 2 3 5 4 2 2 3 3 2 1 5 2 2 3 3 2 1 2 4 5 3 3 2 4 2 4 2 4 3 2 2 2 4 4 3 3 1 4 1 3 3 3 1 3 3 3 4 3 256 261 245 257 260 237 3.63 3.96 0.72 379.17 1225 1521 1936 441 5.56 3.09 1.

Responden Standar Isi SKL Standar Proses Standar Pendidik dan Tendik Standar Sarana dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian ∑ 49 49 48 49 46 43 48 48 47 49 46 42 41 42 Y2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 SMP Negeri 3 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 4 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 5 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 7 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 9 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 10 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 11 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 13 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 14 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 16 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Kristen BPK Penabur SMP Pasundan SMP PGRI Lembursitu SMP Islam Fatahillah 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 5 4 3 5 2 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 5 3 3 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 4 4 5 4 4 5 3 5 4 4 4 4 4 5 3 4 4 4 3 4 3 7 4 4 3 4 4 4 6 5 5 4 5 4 4 5 4 4 5 4 5 5 4 7 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 3 3 2 2 8 5 4 5 5 4 3 4 5 3 5 4 4 4 3 9 5 5 4 4 5 4 4 3 5 5 4 4 5 2 10 5 4 4 5 4 5 5 4 4 4 5 3 3 4 11 5 4 5 4 5 3 5 5 4 4 5 4 4 4 12 5 5 5 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 5 2401 2401 2304 2401 2116 1849 2304 2304 2209 2401 2116 1764 1681 1764 166 . Data Empirik Hasil Penelitian Variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.3.

Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No. Responden Standar Isi SKL Standar Proses Standar Pendidik dan Tendik Standar Sarana dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian ∑ 45 48 49 44 42 42 42 42 40 45 41 45 39 47 43 42 42 46 45 41 46 41 42 43 Y2 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 SMP Yuwati Bakti SMP Negeri 2 Palabuhanratu SMP Negeri 3 Ciracap SMP Negeri 1 Ciemas SMP Negeri 2 Sagaranten SMP Negeri 1 Tegalbuleud SMP Negeri 2 Pabuaran SMP Negeri 1 Cidolog SMP Negeri 1 Lengkong SMP Negeri 1 Cikembar SMP Negeri 2 Nyalindung SMP Negeri 2 Jampang Tengah SMP Negeri 1 Sukaraja SMP Negeri 1 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 1 Kadudampit SMP Negeri 1 Cisaat SMP Negeri 1 Cibadak SMP Negeri 2 Nagrak SMP Negeri 1 Cicurug SMP Negeri 1 Cidahu SMP Negeri 1 Parakansalak SMP Negeri 1 Parungkuda SMP Negeri 1 Karangnunggal SMP Negeri 1 Cisolok 1 4 4 5 3 3 4 4 4 3 4 5 4 4 4 3 3 3 4 5 4 3 4 3 4 2 5 3 5 4 4 5 2 5 1 5 2 5 2 5 4 5 4 5 4 4 5 5 3 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 5 4 4 3 3 4 4 4 5 4 3 3 3 3 4 4 4 2 5 3 3 4 3 5 4 6 5 4 5 4 4 4 4 3 5 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 7 2 5 4 5 4 4 3 3 3 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 8 4 4 5 4 4 3 4 4 5 5 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 9 4 4 4 2 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 10 3 5 4 4 4 4 5 4 3 5 4 4 4 5 4 3 5 4 4 4 5 3 4 5 11 4 5 4 5 3 3 4 3 5 5 3 5 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 12 5 5 5 5 4 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 4 2025 2304 2401 1936 1764 1764 1764 1764 1600 2025 1681 2025 1521 2209 1849 1764 1764 2116 2025 1681 2116 1681 1764 1849 167 .

Responden Standar Isi SKL Standar Proses Standar Pendidik dan Tendik Standar Sarana dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian ∑ 38 44 41 40 42 39 42 42 36 40 36 37 34 33 34 32 27 38 32 27 30 33 36 28 38 Y2 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 SMP Negeri 1 Cikidang SMP Negeri 1 Sukalarang SMP Negeri 1 Purabaya SMP Negeri 1 Caringin SMP Negeri 1 Cibitung SMP Negeri 1 Ciantayan SMP Negeri 1 Cikakak SMP Negeri 1 Kabandungan SMP Negeri 2 Waluran SMP Negeri 2 Cimanggu SMP Al-Qudsiyah SMP BPPI Bojonggenteng SMP Darul Hidayah SMP Daruttauhid Al-Islami SMP Islam Nurul Amal SMP Islam Parakansalak SMP YPI Parungkuda SMP Mardi Yuana Cicurug SMP PGRI 1 Ciambar SMP PGRI 1 Cidahu SMP PGRI 183 Cicurug SMP PGRI Kalapanunggal SMP PGRI Parungkuda SMP Plus Madaniah SMP Terpadu Al-Aziziyah 1 3 4 2 4 4 4 3 4 3 3 1 3 4 4 4 2 1 3 2 4 4 4 3 3 3 2 4 5 4 5 3 4 5 4 2 3 3 5 3 2 1 2 3 5 3 3 5 4 5 3 5 3 5 5 4 5 5 4 5 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5 5 4 5 4 4 4 3 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 5 3 3 3 3 2 4 4 4 5 4 3 3 1 3 3 3 3 4 5 4 3 3 3 3 3 2 4 5 2 2 3 3 2 5 6 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 5 2 4 4 1 3 2 4 5 4 7 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 3 4 3 2 4 3 2 3 2 2 2 4 1 2 3 8 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 2 3 2 1 2 3 2 4 9 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 2 3 2 4 1 2 2 2 3 3 2 1 4 10 3 5 4 4 4 3 3 4 3 2 4 2 3 2 2 2 1 4 2 3 2 1 4 2 2 11 2 4 3 3 5 5 4 4 3 4 4 4 2 3 3 2 2 4 4 2 3 3 3 3 2 12 3 4 5 4 5 4 5 5 4 5 3 2 5 4 4 4 5 4 2 3 2 5 4 1 2 1444 1936 1681 1600 1764 1521 1764 1764 1296 1600 1296 1369 1156 1089 1156 1024 729 1444 1024 729 900 1089 1296 784 1444 168 .Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.

54 4 4 5 1 13 30 14 13 2 1.85 4 5 5 1 29 17 15 8 3 1.01 6 4 4 4 5 2 3 2 5 4 285 3.07 784 1089 1024 1369 529 784 900 729 729 144644 2008.49 3 3 5 1 9 26 29 7 1 0.90 2 4 4 4 3 3 3 2 1 2 277 3. Responden Standar Isi SKL Standar Proses Standar Pendidik dan Tendik Standar Sarana dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian ∑ 28 33 32 37 23 28 30 27 27 3188 44.28 46 47 54 28 Y2 1 64 65 66 67 68 69 70 71 72 SMP Plus Zainabiyah SMP Yapissa Cicurug SMP Taman Siswa Cibadak SMP Widya Praja SMP Islam Ciherang SMP Mardi Yuana Cibadak SMPIT At-Talsiriyah SMPIT Bani Yasin SMP Muhammadiyah 2 Cisaat JUMLAH RATA-RATA MEDIAN MODUS SKOR TERTINGGI SKOR TERENDAH Frekuensi 5 Frekuensi 4 Frekuensi 3 Frekuensi 2 Frekuensi 1 STANDAR DEVIASI 3 3 2 4 1 2 3 2 4 248 3.25 3 4 5 1 6 25 24 15 2 0.44 4 4 5 1 5 34 24 6 3 0.96 4 4 5 1 16 43 8 4 1 0.44 4 4 5 1 8 33 18 9 4 1.5 3 5 1 13 23 24 10 2 1.03 9 2 2 3 3 2 3 4 2 2 234 3.65 Lampiran 3 169 .49 3.07 11 1 2 3 2 1 2 4 2 3 251 3.17 8 1 4 2 3 2 1 1 2 2 248 3.08 4 5 5 1 31 27 5 7 2 1.83 7 2 4 3 2 3 2 2 2 1 262 3.65 5 5 5 4 47 25 0 0 0 0.89 5 4 2 2 3 3 2 5 4 1 248 3.44 3 3 7 1 7 26 28 8 2 1.94 2116 2209 2916 784 7.64 4 4 5 1 20 24 12 14 2 1.03 12 3 2 5 4 1 2 3 2 4 294 4.48 4 2 3 2 4 1 4 2 2 2 251 3.98 10 2 3 2 4 4 4 2 3 2 255 3.01 594.Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.19 3 4 4 4 5 5 4 4 4 4 335 4.

42 3.58) 0.52) 2.12 1.06 0.82 93 170 0.69 84 0.46 0.20) 0.00 720 Frekuensi Proporsi Proporsi Kumulatif zi Densitas Nilai Skala Transformasi Pertanyaan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 5 5 5 2 9 5 4 3 1 2 Frekuensi Masing-masing Alternatif jawaban 2 13 9 8 5 11 16 7 10 7 7 3 10 11 18 15 20 17 19 27 18 15 4 36 37 35 40 27 30 34 25 35 33 5 8 10 6 10 5 4 8 7 11 15 Total Frekuensi 72 72 72 72 72 72 72 72 72 72 Hasil Konversi Data Ordinal menjadi Data Interval pada Variabel X1 170 .89) 0.06 (1.1143 (2.3913 (0.1961 0.Perubahan Data Ordinal ke Data Skala Menurut Standar MSI (Methode of Successive Interval) 1.19 0.68 4.00 0.13 0.88 1.19) 1.24 0.2679 (1.43 1.49 332 0. Variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X 1) 41 0.42 (0.01) 1.19 (0.

43 Perbaikan & Pelaporan 9 4.30 17.47 17.43 3.49 3.43 4.43 4.43 3.69 2.49 3.49 1.43 3.43 4.69 3.43 2.43 4.43 3.43 Akuntabilitas 6 3.43 2.49 3.27 14.00 2.49 3.62 33.27 15.43 2.49 4.69 3.49 3.69 3.15 19.49 3.69 3.33 15.69 3.69 3.69 3.60 31.43 3.49 3.69 3.43 3.43 3.00 2.43 4.43 3.43 3.43 3.43 3.43 3.67 19.43 3.69 3.43 4.49 1.43 3.82 Efektivitas 2 3.43 3.49 3.43 2.43 3.43 3.73 15.43 2.49 3.84 14.21 15.43 3.43 3.94 34.69 3.43 3.82 3.69 3.69 3.49 2.15 3 3.69 3.43 3.74 31.21 17.43 4.82 2.43 Fleksibilitas 4 4.43 Pengawasan & Evaluasi 7 3.43 5 3.75 ∑ Ganjil 19.13 31.93 17.43 4.43 3.43 3.49 3.43 2.86 16.43 2.04 29.43 3.49 3.25 32.12 17.69 4.43 4.43 3.43 3.43 2.43 2.43 3.69 4.47 17.43 2.49 3.43 4.69 2.43 4.43 3.43 3.43 3.43 4.43 2.68 33.43 2.41 17.94 38.49 3.69 3.43 3.43 2.43 171 .59 34.43 3.43 2.43 2.43 3.69 3.43 3.43 4.15 18.49 8 4.43 4.27 15.49 4.43 2.65 35.43 3.43 3.43 3.43 3.43 4.47 17.43 3.49 3.69 4.43 4.25 15.43 1.86 17.30 34.60 34.43 2.00 3.43 3.69 4.41 16.43 1.43 1.43 3.43 3.49 3.49 2.49 3.82 3.43 1.69 3.15 16.82 2.69 2.71 30.43 3.73 17.69 2.08 34.43 3.43 3.49 3.43 3.79 14.43 3.43 2.49 1.49 3.43 3.04 15.49 4.43 2.47 17.21 17.43 3.43 3.43 1.67 17.31 32.69 3.41 12.82 3.49 3.43 3.43 10 4.43 ∑ Total 40.43 3.43 3.43 3.69 3.79 18.49 1.43 3.69 3.43 4.36 33.49 2.69 4.69 3.49 2.43 2.43 3.67 18.15 18. Responden SMP Negeri 3 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 4 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 5 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 7 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 9 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 10 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 11 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 13 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 14 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 16 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Kristen BPK Penabur SMP Pasundan SMP PGRI Lembursitu SMP Islam Fatahillah SMP Yuwati Bakti SMP Negeri 2 Kukuruyuk SMP Negeri 3 Ciracap SMP Negeri 1 Ciema SMP Negeri 2 Santen Konsistensi 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 4.69 3.69 3.43 3.49 3.43 2.60 ∑ Genap 20.43 3.43 4.43 3.49 4.43 3.69 3.43 2.49 2.27 18.15 16.49 3.88 34.27 15.43 3.Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) No.

43 3.69 2.43 3.82 2.47 14.49 4.82 4.86 18.43 2.43 1.43 1.43 2.49 4.49 4.43 3.43 3.49 1.78 15.86 17.82 4.43 2.43 2.43 1.00 2.69 4.43 2.69 3.43 3.43 2.79 ∑ Ganjil 14.98 36.81 31.82 4.92 16.43 2.43 4.49 3.69 3.82 3.43 3.43 3.43 3.43 4.43 3.42 30.00 3.60 15.49 2.43 3.13 32.43 3.67 13.60 19.43 Akuntabilitas 6 3.05 17.06 17.11 17.00 3.33 9.62 30.49 4.47 14.00 1.82 3.53 16.69 3.82 4.80 17.69 2.49 1.43 4.43 2.43 2.49 3.82 3.43 3.72 33.49 4.49 2.21 14.43 4.69 2.43 3.49 2.43 1.49 3.43 3.69 3.43 3.43 3.49 2.00 3.69 3.43 2.69 3.49 8 1.43 2.04 12.27 14.43 2.43 3.43 3.80 17.69 172 .82 3.82 4.98 16.43 3.49 2.49 4.15 15.47 15.43 3.43 3.43 2.49 3.43 2.53 15.49 2.43 1.49 2.43 3.69 3.49 2.82 3.10 16.43 2.82 3.49 3.43 3.86 15.43 5 2.69 3.43 1.93 25.82 3.43 2.43 3.43 4.43 3.49 2.43 3.49 2.49 1.69 3.43 Fleksibilitas 4 3.43 3.43 4.43 3.21 16.43 3.33 31.69 Perbaikan & Pelaporan 9 4.00 2.49 2.69 3.43 1.43 2.43 1.00 1.43 4.43 3.21 14.49 2.49 4.43 3.43 1.53 34.49 3.65 32.69 3.60 14.69 3.43 1.43 4.21 16.69 3.49 2.69 1.49 4.43 2.43 4.43 3.43 3.69 3.43 3.92 16.69 14.43 3.82 2.25 26.43 3.12 18.49 2.49 2.49 3.43 1.43 3.43 3.49 3.43 3.49 4.60 15.43 3.49 2.69 3.49 1.43 4.43 3.99 31.82 3.69 3.43 3.49 2.00 1.43 4.49 1.54 32.43 1.43 3.15 32.49 2.73 17.43 3.69 3.49 1.43 3.43 4.69 3.43 3.43 4.49 2.43 1.82 10 3.69 Pengawasan & Evaluasi 7 2.06 3 3.43 3.43 3.43 1.82 1.69 3.65 36.77 34.43 3.82 2.86 16.49 2.49 3.43 3.82 2.69 3.20 35.12 17.43 3.43 3.82 2.43 4.43 2.43 3.82 4.43 3.69 3.48 29.43 Efektivitas 2 4.49 2.49 2.43 3.60 16.69 3.39 32.17 14.00 1.43 4.49 3.49 4.69 3.43 2.43 4.43 3.43 1.49 1.69 3. 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Responden SMP Negeri 1 Tegal SMP Negeri 2 Paran SMP Negeri 1 Colog SMP Negeri 1 Lengkong SMP Negeri 1 Ciema SMP Negeri 2 Nyalindung SMP Negeri 2 Jamparing SMP Negeri 1 Sukaraja SMP Negeri 1 Kendal Gorowong Karang Tumaritis SMP Negeri 1 Kadudampit SMP Negeri 1 Cis SMP Negeri 1 Ciak SMP Negeri 2 Narak SMP Negeri 1 Ciur SMP Negeri 1 Ciah SMP Negeri 1 Para salak SMP Negeri 1 Pa kuda SMP Negeri 1 Karangnunggal SMP Negeri 1 Ciso SMP Negeri 1 Ciki SMP Negeri 1 Sukalara SMP Negeri 1 Pura SMP Negeri 1 Cingin SMP Negeri 1 Citung SMP Negeri 1 Ciayan SMP Negeri 1 Ciak SMP Negeri 1 Kabangan Konsistensi 1 1.33 14.69 ∑ Total 30.43 3.49 2.49 1.43 3.27 15.69 3.43 3.74 26.82 3.43 3.43 3.82 2.04 15.60 14.69 3.43 3.49 4.69 3.47 18.43 3.82 2.69 1.49 1.43 3.49 2.43 2.49 1.49 3.43 3.43 3.43 3.16 32.73 ∑ Genap 15.49 2.30 15.69 3.80 13.08 32.49 3.60 18.43 4.69 3.43 3.47 14.21 16.43 2.27 16.27 28.00 3.74 28.43 3.43 1.43 3.49 2.49 4.00 3.20 31.43 1.43 3.Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) No.82 3.49 4.47 17.27 12.69 3.79 14.43 4.72 29.

82 1.43 3.69 3.82 4.82 3.00 1.82 2.82 2.49 2.31 23.82 2.43 1.22 25.49 3.90 11.43 1.43 4.93 9.49 2.43 3.56 12.49 2.65 27.49 3.50 12.43 3.82 1.43 1.43 3.82 2.43 3.43 1.90 13.11 13.49 3.43 1.49 2.43 1.00 3.82 3.66 12.63 2166.49 4.28 1070.43 1.49 1.82 3.57 5 3.82 3.49 1.40 25.82 1.43 3.82 3.43 3.50 15.49 2.71 25.92 16.83 23.82 14.49 2.69 3.21 11.25 12.99 11.82 3.43 2.43 2.74 10.00 1.49 2.19 11.49 2.49 1.82 1.43 2.82 2.82 3.43 3.49 3.49 1.49 2.58 Fleksibilitas 4 3.44 14.49 2.43 1.82 3.43 1.43 3.87 29.20 ∑ Total 29.60 14.00 1.82 1.43 1.00 3.89 13.45 10.82 1.10 12.43 3. 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 Responden SMP Negeri 2 Waran SMP Negeri 2 Cimanu SMP Al-Qudsiyah SMP BPPI Bojong SMP Darul Hidayah SMP Daruttauhid Al-Islami SMP Islam Nurul Amal SMP Islam Para salak SMP YPI Pa kuda SMP Mardi Yuana Cicu SMP PGRI 1 Ciamr SMP PGRI 1 Cidahu SMP PGRI 183 Cicurug SMP PGRI Kalapa SMP PGRI Pa kuda SMP Plus Madaniah SMP Terpadu Al-Aziziyah SMP Plus Zainabiyah SMP Yapissa Ci urug SMP Taman Siswa Ci ak SMP Widya Praja SMP Islam Ci rang SMP Mardi Yuana Ci ak SMPIT At-Talsiriyah SMPIT Bani Yasin SMP Muhammadiyah 2 Ci at JUMLAH Konsistensi 1 3.00 1.66 12.43 1.62 22.49 198.43 3.43 3.82 1.43 3.43 2.49 2.33 14.07 11.88 8 2.00 4.82 2.43 3.43 1.05 15.43 1.82 2.49 1.43 3.82 1.43 2.43 1.00 1.27 14.04 23.69 1.69 2.43 2.43 4.18 11.43 1.49 1.73 22.82 1.82 2.82 3.82 1.43 2.49 2.82 1.69 2.82 2.49 3.82 3.49 2.00 3.98 28.82 3.00 2.82 3.17 11.69 3.49 4.49 1.00 1.49 1.05 32.82 1.43 1.49 1.00 3.49 2.49 3.49 1.38 14.43 3.49 3.58 27.69 2.49 3.49 2.43 2.43 1.55 Akuntabilitas 6 1.11 Pengawasan & Evaluasi 7 3.00 1.60 9.49 2.49 2.82 222.49 1.00 3.49 2.82 1.43 3.82 3.31 24.43 3.43 1.38 11.00 2.49 4.49 2.43 2.82 3.35 14.43 3.82 2.43 2.49 2.11 3 2.93 10.43 1.00 3.43 3.82 1.75 24.43 1.69 3.69 3.43 2.49 3.00 1.01 10 3.38 10.82 1.49 1.00 1.44 13.00 1.43 1.17 16.49 1.Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) No.43 3.73 24.56 Efektivitas 2 3.99 15.37 13.49 218.49 1.43 1.43 1.49 1.69 3.49 1.43 1.43 1.17 9.43 1.43 3.82 2.43 2.82 1.43 2.82 2.49 230.82 1.82 2.43 3.43 1.82 1.49 2.00 3.49 1.27 25.04 13.49 1.49 2.49 4.82 2.43 3.82 2.82 2.19 Perbaikan & Pelaporan 9 2.43 3.82 3.34 25.55 25.00 1.49 1.34 22.43 1.43 4.49 1.82 3.82 2.69 1.49 232.43 4.49 3.00 2.00 1.82 3.43 1.82 4.82 207.00 1.66 11.78 25.41 11.88 173 .49 3.43 1.31 22.43 1.33 18.49 3.49 1.82 2.92 13.44 30.46 26.40 1095.43 3.82 3.49 3.49 1.43 214.27 14.43 2.21 10.49 2.72 14.43 3.00 2.43 4.82 2.43 3.00 2.33 ∑ Genap 14.43 3.82 2.49 3.43 2.49 2.17 12.43 2.43 11.43 194.49 2.44 ∑ Ganjil 15.16 28.49 1.82 2.06 14.49 235.66 12.43 3.00 1.82 3.49 3.43 3.49 212.43 3.69 3.

75 Pengawasan & Evaluasi 7 3. Responden RATA-RATA Konsistensi 1 2.03 Perbaikan & Pelaporan 9 3.88 10 3.09 Fleksibilitas 4 3.Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) No.98 Efektivitas 2 3.09 ∑ Ganjil 14.27 2.20 ∑ Total 30. Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) 174 .23 Akuntabilitas 6 2.22 3 2.95 5 2.71 8 2.87 ∑ Genap 15.

07) 1.00 1.84 1.50 114 0.65 266 0.21 (0.2857 (1.82) 0.53 4.17) 1.47 (0.60 Frekuensi Masing-masing Alternatif jawaban 2 6 10 12 8 10 12 13 8 11 24 3 22 22 16 21 28 16 14 23 10 19 4 27 29 24 29 25 27 29 25 35 16 5 15 4 17 13 8 15 15 9 12 6 Total Frekuensi 72 72 72 72 72 72 72 72 72 72 Hasil Konversi Data Ordinal menjadi Data Interval pada Variabel X2 175 .16 0.00 720 (1.3980 (0.91 191 0.1008 (2.27 0.Frekuensi Proporsi Proporsi Kumulatif zi Densitas Nilai Skala Transformasi Pertanyaan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 7 3 1 1 2 1 7 4 7 0.42) 2.42 3.2416 0.00 0.66) 0.37 0.05 0.07) 0.05 35 114 0.16 1.

85 18.75 19.65 36.No.50 3.50 3.65 2.60 2.50 2.50 2.50 4.50 3.50 3.50 2.65 4.50 3.60 4.80 17.50 3.50 3.60 4.50 3.50 4.50 3.10 16.60 3.50 4.65 3.50 3.50 3.50 18.65 2.50 3.50 1.25 19.65 3.50 3.65 37.50 4.60 Pendidikan Berkelanjutan 10 3.60 3.65 2.50 2.65 4.50 4.60 17.50 3.60 2.65 17.60 4.50 4.50 3.50 2.60 4.50 2.60 1.60 3.50 3.66 31.65 3.90 18.50 2.91 2.50 3.50 19.60 3.50 Obsesi terhadap Kualitas 2 3.50 3.50 3.60 1.70 19.91 1.10 19.60 4.50 2.50 4.60 3.60 3.65 3.50 3.50 3.60 4.65 4.80 39.60 3.50 2.60 3.06 14.65 2.65 33.60 16.50 3.95 33.75 17.60 2.65 3.60 3.60 3.60 4.50 4.50 4.50 2.65 2.50 3.50 3.50 3.50 4. Responden Fokus Pada Pelanggan 1 3.70 16.60 4.50 2.60 3.60 4.60 4.50 4.65 2.50 3.50 4.10 17.26 14.50 4.70 18.50 3.60 3.91 2.65 34.50 3.70 19.50 4.65 2.50 3.95 35.65 2.60 2.21 15.50 4.65 3.65 2.60 3.65 19.50 3.60 3.50 3.60 19.65 3.50 3.00 Kerja sama tim 9 4.65 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman Pengembangan Memiliki Kesalaha Struktur Kebebasan Kesatuan n dalam PekerjaTerkendali Tujuan Sistem an 3 4 5 6 7 8 4.60 3.65 3.65 1.60 34.20 36.75 17.65 4.50 3.05 18.60 3.50 4.50 3.65 2.75 19.50 2.50 4.60 3.50 2.21 12.71 33.70 18.50 4.60 2.50 3.65 3.60 3.50 3.60 4.60 2.45 35.60 3.50 3.60 3.45 176 .50 4.65 3.50 4.50 3.50 3.50 3.50 20.50 4.80 39.96 32.65 14.50 3.60 34.60 3.85 18.95 15.50 2.50 4.50 2.65 2.65 3.50 4.50 2.75 14.50 4.65 3.50 3.50 3.60 17.65 3.60 4.50 3.50 3.60 3.60 2.50 3.65 2.60 4.60 3.20 14.50 4.65 4.65 2.01 31.60 3.50 4.50 4.45 32.65 3.50 4.60 3.65 3.50 2.65 3.95 17.65 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 37.50 2.65 2.65 2.30 38.85 18.50 3.75 17.65 3.70 21.25 31.50 3.50 4.65 2.90 37.65 2.65 3.50 4.50 3.90 18.00 17.65 3.50 3.50 3.65 2.60 3.50 3.65 3.65 4.60 3.60 4.75 16.60 3.65 2.91 2.60 3.50 3.50 4.50 3.95 16.50 3.65 3.50 4.60 2.50 3.50 3.60 38.65 2.00 17.50 2.50 3.

50 1.60 3.50 1.91 4.60 3.85 31.65 3.91 16.81 30.00 3.50 2.50 3.42 15.91 3.65 3.65 4.65 1.60 3.60 3.50 3.50 3.65 3.65 1.50 2.50 2.01 14.65 4.06 12.37 34.50 4.70 16.65 2.50 4.16 16.50 2.65 2.60 1.50 3.60 2.50 3.65 2.65 1.65 1.65 2.91 2.50 1.50 3.65 2.16 33.50 3.60 3.91 2.65 2.80 17.65 1.65 2.60 3.50 3.60 4.65 2.50 3.60 3.60 3.21 18.50 2.50 3.65 2.00 1.60 3.65 2.50 3.91 2.50 4.50 1.50 2.74 28.21 14.00 2.50 3.91 4.70 19.50 2.60 3.36 28.60 1.91 4.50 2.65 3.86 13.91 1.50 1.91 3.95 15.50 3.60 4.80 30.65 1.65 4.75 15.No.65 1.50 2.22 29.22 33.60 4.50 2.63 31.65 3.65 1.50 3.60 Obsesi terhadap Kualitas 2 3.60 3.50 4.50 4.65 3.60 3.50 2.65 15.56 11.91 2.60 4.60 16. Responden Fokus Pada Pelanggan 1 4.50 2.91 3.06 17.50 4.65 1.65 17.50 3.50 4.91 2.65 3.50 1.31 29.50 2.60 3.91 3.65 2.50 3.75 12.73 22.91 4.50 2.50 2.50 4.50 2.91 2.06 17.21 16.65 3.50 3.60 3.65 1.91 2.50 3.31 17.85 15.65 1.91 1.50 3.65 2.60 4.41 15.15 17.50 3.15 18.50 4.91 2.50 3.50 3.65 4.65 1.01 13.78 35.50 3.36 33.50 3.65 2.60 3.60 1.50 3.60 4.75 33.65 1.50 1.60 1.72 10.50 3.31 35.91 4.60 4.91 3.10 16.65 4.60 4.50 3.50 3.60 3.50 3.40 28.91 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman Pengembangan Memiliki Kesalaha Struktur Kebebasan Kesatuan n dalam PekerjaTerkendali Tujuan Sistem an 3 4 5 6 7 8 3.01 11.60 3.91 2.50 3.52 19.60 4.90 14.60 4.50 4.50 3.76 34.50 3.65 1.91 2.91 3.65 3.50 3.65 4.50 3.50 1.50 2.50 4.50 3.50 2.60 3.00 1.65 1.10 15.75 14.50 2.95 14.50 1.60 4.17 19.65 4.50 2.60 4.50 1.65 3.50 4.00 Kerja sama tim 9 3.91 1.40 31.91 2.95 14.88 15.16 177 .21 19.00 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 34.80 17.50 3.50 3.50 3.65 1.85 15.65 34.50 1.50 3.47 18.37 32.50 2.65 2.65 3.00 1.91 3.65 2.60 4.31 16.65 2.65 3.50 3.65 3.65 3.91 2.50 2.50 Pendidikan Berkelanjutan 10 2.31 15.91 3.50 2.60 2.65 3.65 2.50 3.91 2.65 3.65 3.

50 1.91 3.65 2.91 3.91 3.60 3.50 1.50 3.47 29.50 3.91 2.91 3.67 12.00 1.65 3.91 2.91 3.65 1.30 12.00 1.65 1.91 2.91 Kerja sama tim 9 1.91 2.50 1.65 2.51 22.57 13.50 3.47 178 .91 2.00 14.91 1.91 3.65 4.65 1.91 3.90 16.91 3.36 14.60 1.65 2.50 1.50 2.50 1.65 2.65 2.91 1.65 1.91 1.21 10.41 10.91 3.21 27.12 31.50 1.50 1.91 3.50 3.91 2.50 3.50 Obsesi terhadap Kualitas 2 1.30 22.65 1.65 2.00 3.60 1.30 11.50 1.50 1.00 1.38 13.50 4.50 1.50 2.00 2.65 4.45 10.50 1.65 1.97 14.91 2.65 2.21 16.65 1.91 2.65 1.60 1.11 31.00 1.00 1.00 1.60 1.50 1.50 3.50 4.65 1.91 4.92 29.65 2.50 2.65 1.60 3.00 1.91 1.38 14.65 1.50 3.91 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 26.50 1.00 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman Pengembangan Memiliki Kesalaha Struktur Kebebasan Kesatuan n dalam PekerjaTerkendali Tujuan Sistem an 3 4 5 6 7 8 3.91 1.50 3.65 3.50 4.91 2.00 2.65 2.50 3.97 8.14 22.60 4.50 2.50 4.91 3.60 3.00 Pendidikan Berkelanjutan 10 1.71 9.91 3.60 4.60 4.10 25.00 1.60 3.50 1.50 1.10 8. Responden Fokus Pada Pelanggan 1 2.65 2.30 23.65 2.91 1.00 1.65 4.65 1.65 2.65 2.73 11.65 2.65 1.80 12.91 1.60 4.65 2.91 1.66 13.95 31.65 1.50 1.65 3.03 27.91 2.65 2.21 13.55 13.91 1.65 2.00 3.65 2.23 16.50 3.68 24.91 4.88 15.91 2.95 13.91 1.87 32.70 25.91 3.50 1.65 2.91 2.50 3.91 3.No.00 1.60 1.91 4.65 2.65 3.65 1.65 1.91 1.65 2.00 2.71 23.91 2.65 1.91 2.00 3.41 14.66 16.60 2.50 1.90 14.91 2.65 1.60 2.65 2.98 9.41 10.91 2.05 16.91 2.50 1.91 1.07 22.65 1.50 3.90 21.13 13.91 3.60 1.00 1.62 11.50 1.91 2.65 2.60 3.65 3.65 2.91 3.36 15.65 2.50 1.91 3.91 2.50 3.50 1.31 14.65 1.50 3.65 2.26 27.57 18.91 2.00 1.91 1.91 3.56 15.91 2.65 4.65 1.50 1.91 3.91 1.50 3.36 13.32 12.91 3.65 3.65 1.50 1.86 12.91 1.60 2.83 13.60 4.24 12.91 2.65 2.50 4.50 3.30 9.19 23.77 30.65 3.65 1.65 1.00 1.91 2.50 1.91 2.50 4.50 4.33 13.00 3.

65 204.38 15.26 3.80 12.65 1.65 230.50 1.60 3.00 230.84 Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) PemaMencari haman Pengembangan Memiliki Kesalaha Struktur Kebebasan Kesatuan n dalam PekerjaTerkendali Tujuan Sistem an 3 4 5 6 7 8 1.65 1.91 3.60 3.50 3.91 3.16 15.00 1.No.65 2.50 1.50 233. Responden Fokus Pada Pelanggan 1 1.65 218.91 4.20 2.65 4.65 3.91 186.50 2.29 30.30 2.82 3.50 3.24 2.04 1.91 1.21 11.91 2.65 212.93 9.23 3.00 1.95 Kerja sama tim 9 2.91 3.82 235.91 3.27 3.62 14.50 2.21 12.83 26.65 2.91 2.60 3.65 1.65 2.12 14.00 2.50 1.65 1.65 2.91 3.91 2.21 1.13 2. Variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) 24 101 201 333 204 863 Frekuensi 179 .91 2.91 2.43 3.51 1067.21 3.91 1.25 1147.50 1.09 26.76 2214.91 3.50 2.50 29.18 Pendidikan Berkelanjutan 10 1.60 Obsesi terhadap Kualitas 2 1.65 3.75 10.65 2.52 26.02 15.65 2.50 1.27 14.65 233.21 11.59 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 67 68 69 70 71 72 JUMLAH RATA-RATA 19.31 14.50 3.65 2.79 2.24 1.00 1.91 2.96 27.52 3.65 2.88 15.65 2.50 4.65 3.50 229.

30) 1.24 1.3801 (0.72 0.00 0.90 0.0639 (2.14 (1.65) 2.19 3.31) 0.48 Total Frekuensi 72 72 72 72 71 72 72 72 72 72 72 72 0.91) 0.06) 0.2278 (1.23 0.64 0.76 0.39 0.03 (1.03 0.30 4.00 1.38 (0.Proporsi Proporsi Kumulatif zi Densitas Nilai Skala Transformasi Pertanyaan ke 1 0.3083 0.12 0.40) 1.60 Frekuensi Masing-masing Alternatif jawaban 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 3 3 0 1 2 1 2 4 2 2 2 2 6 8 0 7 8 4 14 9 15 13 10 7 24 15 0 29 28 8 12 18 24 14 24 5 34 17 25 26 26 43 24 33 25 30 23 27 5 29 47 9 7 16 20 8 6 13 13 31 Hasil Konversi Data Ordinal menjadi Data Interval pada Variabel Y 180 .

48 45.48 3.48 3.48 2.02 42.48 3.60 3.48 2.32 19.48 3.64 2.60 4.60 3.48 3.24 22.48 3.00 SKL 3 4.60 4.60 4.60 4.64 2.64 41.54 20.48 3.86 41.48 4.48 3.48 3.60 3.60 4.60 3.64 181 .48 4.44 23.60 4.48 3.48 3.48 25.60 4.60 4.64 2.60 3.60 4.48 3.36 22.60 3.48 3.48 3.48 4.60 4.48 4.48 4.48 3.64 FALSE 3.60 3.48 Standar Pendidik dan Tendik 6 4.68 42.16 20.48 3.60 4.98 20.24 22.48 3.20 41.36 22.48 4.48 2.60 9 4.60 1.64 3.48 3.48 3.64 4.64 4.48 3.48 2.48 41.48 21.48 4.60 3.60 3.16 24.48 4.28 18.60 3.48 3.60 4.48 4.48 3.24 22.48 3.00 21.64 3.60 4.64 48.60 2.48 3.64 3.60 3.48 2.48 4.60 3.48 4.60 4.48 3.40 25.58 20.60 3.64 2.60 4.48 4.48 4.60 3.60 4.60 3.48 3.64 4.48 4.48 3.48 3.48 3.60 3.48 4.48 3.58 20.60 3.64 2.64 2.48 3.48 4.32 19.86 41.64 Standar Pengelo -laan 10 4.48 3.48 3.60 2.60 3.64 2.48 3.42 24.60 3.60 3.48 4.60 7 4.60 4.48 3.48 3.64 2.60 3.64 3.48 4.94 47.48 4.60 2.64 Standar Pembiayaan 11 4.60 3.28 20.48 2.90 4.60 4.48 3.68 41.28 23.64 2.60 3.10 41.60 4.60 3.60 4.16 22.60 3.60 3.24 44.90 2.64 2.48 5 2.Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.64 3.48 4.76 44.64 3.48 3.36 23.28 20.64 4. Responden Stand ar Isi 1 2 4.60 47.48 3.60 3.48 3.60 4.32 20.64 4.48 3.60 3.32 22.60 4.90 3.60 4.60 2.48 3.48 3.48 2.64 25.60 3.48 3.56 21.80 24.60 4.60 4.48 3.48 4.48 3.48 4.60 3.48 4.60 3.60 1.64 4.48 1.48 3.60 3.60 4.64 Standar Sarana dan Prasarana 8 4.28 26.36 48.60 4.60 3.48 3.64 3.48 3.70 19.64 4.76 39.12 25.90 3.60 4.36 23.60 3.48 4.48 2.60 4.60 3.60 4.48 4.48 2.48 3.64 4.60 4.08 46.48 4.90 1.48 4.48 3.64 3.64 3.48 4.48 4.64 3.60 2.60 4.00 23.60 4.52 48.48 2.60 19.68 20.48 3.60 4.48 2.60 3.64 2.60 4.60 2.48 2.32 48.48 4.60 4.90 4.60 4.60 1.24 24.64 3.24 24.64 3.60 3.48 3.60 3.70 25.60 3.64 4.60 3.48 3.48 3.48 4.48 2.48 2.68 24.60 4.48 1.60 3.60 4.48 4.48 4.60 2.48 3.48 3.64 4.60 3.70 19.96 20.60 3.48 4.24 21.48 3.64 1.48 3.48 Standar Proses 4 2.48 4.60 3.12 21.60 4.48 2.48 49.60 Standar Penilaian 12 4.48 4.60 4.48 4.60 2.48 45.48 4.64 3.80 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 2.48 4.48 3.60 4.48 3.60 3.88 20.48 2.60 2.60 4.60 4.90 1.48 47.60 4.

64 2.48 3.32 19.48 4.48 2.64 3.48 3.64 2.64 2.64 2.24 21.36 21.48 3.94 41.48 3.32 19.48 2.64 2.60 3.56 20.48 3.64 2.48 3.48 2.60 3.48 3.48 2.48 3.48 3.16 18.60 2.60 4.44 39.48 4.48 3.48 4.60 2.48 4.36 20.48 4.48 3.Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.60 4.48 2.48 Standar Sarana dan Prasarana 8 4.48 3.64 Standar Pendidik dan Tendik 6 3.74 21.76 40.60 3.84 40.48 Standar Pembiayaan 11 4.48 4.64 2.20 21.64 2.60 1.90 3.76 42.64 2.64 2.28 21.60 3.44 18.64 4.48 3.48 22.64 1.64 2.64 2.48 2.48 3.64 4.64 17.60 3.12 42.48 9 2.60 3.64 3.64 2.60 3.48 182 .60 3.48 2.64 2.48 3.48 3.48 4.76 42.60 4.60 4.24 21.60 4.60 4.60 3.60 3.48 3.48 Standar Penilaian 12 3.60 3.48 3.64 2.64 3.48 4.48 SKL 3 4.48 4.16 20.48 3.44 18.48 3.44 19.60 4.64 1.64 3.48 3.16 21.32 19.48 2.60 37.64 2.68 43.48 4.64 4.60 4.48 2.48 3.48 3.64 2.64 3.60 2.48 3.48 2.64 4.48 4.48 4.64 3.48 3.60 4.48 2.60 3.90 4.48 2.64 3.64 2.64 4.48 3.90 4.64 3.48 2.60 4.60 3.92 41.32 19.60 3.48 3.64 2.60 3.64 2.48 3.64 2.56 20.48 2.64 3.48 3.48 3.48 Standar Proses 4 2.64 2.64 2.64 3.48 3.06 22.60 4.48 2.48 2.48 2.90 40.60 4.60 3.64 2.60 4.64 2.48 3.48 3.48 2.60 44.68 40.48 4.48 3.86 24.14 45.48 2.64 2.60 3.00 2.64 2.56 21.60 4.48 4.44 22.60 3.48 4.48 3.64 3.32 18.48 3.22 46.48 3.60 4.48 3.48 3.64 2.64 4.44 21.48 2.48 3.64 1.60 4.90 3.64 5 2.60 3.64 2.64 3.48 3.64 3.60 3.48 4.28 21. Responden Stand ar Isi 1 2 4.48 2.48 4.64 3.60 3.48 3.48 4.64 2.64 2.60 3.60 4.64 2.48 2.24 45.60 4.60 4.16 21.94 43.64 3.60 3.64 3.60 4.48 1.48 3.48 3.60 2.60 3.60 4.48 2.60 2.48 2.60 4.64 Standar Pengelo -laan 10 4.64 2.64 3.48 4.28 20.04 37.60 3.60 2.64 3.60 3.64 3.60 41.48 1.60 4.48 2.48 7 3.48 4.64 2.64 3.48 2.16 20.48 3.56 20.64 3.32 19.48 3.48 3.18 44.64 2.64 3.48 3.04 24.48 4.60 4.74 19.48 4.60 4.60 4.44 21.48 3.60 1.48 3.60 4.48 3.48 2.60 3.64 2.32 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 3.44 39.48 3.90 4.60 3.90 3.48 3.60 4.64 3.48 4.58 21.48 3.48 4.80 42.48 3.44 20.48 3.64 4.60 4.84 38.64 3.64 2.48 4.44 17.20 21.48 2.60 2.64 3.16 22.48 3.80 22.20 20.32 22.60 4.60 3.60 3.48 4.64 3.48 3.62 22.60 3.48 19.

64 1.60 4.72 16.90 3.48 15.32 32.48 2.64 1.64 1.90 2.48 4.56 38.48 10.90 1.64 2.60 3.72 15.64 1.62 16.90 4.90 2.64 1.00 1.64 2.32 16.64 1.48 4.64 2.74 17.64 1.48 1.64 2.40 15.48 1.20 12.90 2.00 1.00 15.60 3.64 1.64 1.90 1.48 4.46 28.48 2.48 1.00 17.48 4.60 2.64 3.64 4.64 2.48 1.48 3.48 1.90 2.00 2.64 4.64 3.00 2.64 1.64 3.64 3.00 1.58 29.60 3.84 34.56 19.00 1.90 3.48 5 3.48 2.64 2.14 40.60 2.48 1.48 2.90 2.02 31.64 1.60 2.64 2.48 3.90 3.00 3.60 3.70 16.90 1.30 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 2.78 17.48 3.48 3.64 1.48 Standar Pembiayaan 11 2.90 1.48 3.48 3.64 4.48 3.04 11.64 2.48 3.64 1.48 1.34 14.60 3.48 1.46 37.64 1.90 1.60 3.48 3.90 2.64 2.60 1.88 18.90 2.90 3.64 1.90 3.92 32.64 2.64 2.64 1.78 15.64 1.90 4.90 2.04 16.90 1.64 1.64 2.64 2.48 4.90 2.48 1.90 3.48 4.90 1.60 4.90 1.70 28.18 18.64 2.48 3.48 3.48 4.48 3.64 1.48 3.60 4.90 2.64 2.00 9 2.90 2.90 2.86 18.90 2.36 20.48 1.48 3.48 3.26 14.90 1.00 3.64 2.26 36.90 1.48 3.48 3.00 1.64 3.60 3.64 2.48 1.60 3.90 2.00 3.20 17.48 3.64 1.60 1.90 2.60 3.48 2.48 1.48 1.52 18.60 2.90 2.48 4.90 4.90 2.60 3.60 3.16 19.90 1.90 1.48 2.48 4.48 3.48 3.90 2.64 1.00 19.64 2.60 2.90 2.42 19.48 1.64 2.90 3.90 2.64 1.48 2.64 2.48 4.90 1.00 3.64 7 3.46 28.64 1.30 15.90 1.90 Standar Sarana dan Prasarana 8 2.00 2.08 37.60 1.64 3.00 1.64 2.90 183 .64 2.48 4.64 2.64 2.64 1.78 19.40 16.64 2.48 3.48 3.90 Standar Pendidik dan Tendik 6 3.90 2.90 1.90 Standar Penilaian 12 3.60 32.64 1.48 3.90 4.62 20.90 3.86 14.64 4.48 1.42 13.48 3.90 3.58 17.78 13.90 2.48 1.64 1.90 1. Responden Stand ar Isi 1 2 1.90 2.48 3.72 20.64 1.48 4.48 2.06 16.90 1.74 17.64 3.64 2.38 18.48 2.00 1.64 2.48 25.90 2.48 3.00 1.82 33.Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.90 1.64 1.90 3.28 35.48 2.64 1.84 32.48 3.00 1.48 4.42 16.64 1.98 18.90 1.48 3.80 32.60 3.42 14.58 14.64 1.48 1.56 17.90 2.90 3.70 28.90 2.60 3.64 2.64 1.60 3.08 38.90 3.64 3.90 1.90 3.16 13.48 3.48 1.48 33.48 4.48 Standar Proses 4 2.60 3.00 3.48 1.64 4.64 2.48 1.90 1.48 2.64 Standar Pengelo -laan 10 2.64 2.64 SKL 3 3.48 3.90 3.90 35.48 3.64 1.90 3.64 1.48 3.64 1.

82 28.48 303.84 19.90 1.90 250.90 1.64 1.01 Standar Pendidik dan Tendik 6 1.50 1404.90 1.36 3.90 Standar Pengelo -laan 10 1.64 1.48 252.51 12.86 3.48 1.90 222.26 3. Responden Stand ar Isi 1 2 1.46 2.90 3.04 Lampiran 4 Tabel Pengolahan Data Deskriptif Hasil Penelitian 184 .00 213.00 1.60 3.80 3.11 Standar Penilaian 12 2.Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) No.72 ∑ Total ∑ Ganjil ∑ Genap 70 71 72 JUMLAH RATA-RATA 2.48 1.06 2843.20 4.00 1.82 13.20 14.08 3.48 1.28 Standar Sarana dan Prasarana 8 1.58 14.90 1.51 7 1.90 208.48 219.00 235.68 30.48 3.90 220.06 9 3.74 3.56 1419.90 4.64 1.48 265.80 3.90 1.50 28.50 19.78 39.96 3.16 Standar Pembiayaan 11 3.60 3.90 3.20 3.54 19.90 1.64 224.06 3.09 5 4.56 13.90 227.48 SKL 3 3.90 2.21 Standar Proses 4 1.90 2.48 3.90 1.

Dimensi: Efektivitas Anggaran Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Fleksibilitas 8 16.61 5 2.14 115.99 9 7.04 35.612 5 2.33 36 58.78 10 12.0408 4.24 31. tidak mewah. Variabel Pelaksanaan Anggaran Sekolah (X1) Pernyataan f 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % f 2 % f 1 % Jumlah Skor Dimensi: Konsistensi Pelaksanaan Anggaran Pelaksanaan anggaran sesuai dengan sasaran-sasaran kegiatan sekolah yang 1 tersusun dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). No.9685 254 3 6 16 12.69 37 58.4 18 29 22.1.24 13 10.03 5 x 2 x 72 8 17 6.33 36 58. Dimensi Konsistensi Pelaksanaan Anggaran Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Efektivitas Pelaksanaan Anggaran 2 Penggunaan anggaran terarah dan terkendali sesuai dengan rencana yang tertuang program/kegiatan Penggunaan anggaran hemat.24 13 10.06 10 19.31 185 .0408 245 245 5 x 1 x 72 360 68.617 5 10 2.93 35 72 57.5306 13.09 5 1.04 245 8 16. efesien.78 10 12.27 11 12. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan.0093 245 499 499 720 69.

0179 224 15 29.193 228 228 360 63.75 f 2 1 % 0.035 5 2. Dimensi: Akuntabilitas dan Transparansi Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Monitoring dan Evaluasi 5 x 1 x 72 6 4 8. tidak kaku.37 16 14.19 Dimensi: Akuntabilitas dan Transparansi Anggaran sekolah disampaikan kepada masyarakat melalui media tertentu serta penggunaannya dipublikasikan secara bertahap sesuai dengan peraturan yang berlaku.193 228 4 8.63 17 22.73 f 40 4 % 59.82 9 4. Pernyataan f Pelaksanaan anggaran dilakukan secara luwes.64 5 x 2 x 72 16 13.77 30 52.1 35 43.04 5 2. Perubahan anggaran dilakukan jika terjadi ketidaksesuaian antara satuan-satuan kegiatan dengan jumlah anggaran yang tersedia.887 67 108.567 11 4.33 186 . atau satuan kegiatan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah sehingga perlu diganti dengan satuan kegiatan lain yang lebih memungkinkan Dimensi: Fleksibilitas Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 % 18.85 5 2 % 3.93 Skor Jawaban 3 f % f 15 16.No.7669 491 491 720 68.7719 30 52.63 17 22.21 20 26.79 11 9. disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang berlangsung.16 27 48.7491 Jumlah Skor 4 10 267 5 5 11.37 16 14.

serta mempertimbangkan kondisi dan situasi yang berlangsung.25 7 14 5.3 15 33 16.581 59 96.22 10.946 7 2.No. Dimensi: Monitoring dan Evaluasi Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 % 15. Variabel Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (X2) 187 .99 48.83 35 53.30 1 0.02 46 56.38 264 10 15 26 27.37 3 1.79 37.25 102. serta warga sekolah lainnya. Pernyataan f Pengawasan dilakukan secara internal terpadu oleh kepala sekolah. Evaluasi penggunaan anggaran dilakukan secara berkala setiap bulan.6 5 x 2 x 72 17 13. guru-guru. setiap triwulan.75 1.1251 268 532 532 720 73.71 7 2 % 5.64 25 41. komite sekolah. dan pada akhir tahun pelajaran.818 33 68 49.84 27 33.89 2.26 239 15 30. pada akhir semester. serta pada akhir tahun kegiatan.527 2 3 0. pada pertengahan pelaksanaan anggaran.59 Jumlah Skor 251 7 8 8 7 14. efisien.45 7 5. Pelaporan dilakukan setiap bulan. setiap kegiatan yang dilaksanakan.8489 490 490 720 68.94 f 34 4 % 54.58 f 4 1 % 1. Dimensi: Perbaikan dan Pelaporan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 x 2 x 72 11 20.03 18 20.89 10 8.06 Dimensi: Perbaikan dan Pelaporan 9 Perbaikan anggaran dilakukan demi pencapaian tujuan kegiatan secara efektif.18 Skor Jawaban 3 f % f 19 22.

73 29 50.7336 7 3.06 2 4 8.7605 263 15 28.1 6 4.5627 2 0.06 22 25. Dimensi: Fokus pada pelanggan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Memiliki Obsesi terhadap Kualitas Seluruh komponen sekolah (tenaga pendidik dan kependidikan) secara agresif berusaha mencapai kualitas pelayanan pendidikan tertentu dalam rangka melampaui harapan pelanggannya (peserta didik dan masyarakat pengguna jasa pendidikan).66 22 28.52 27 41.0568 229 4 8.No. Pernyataan f 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor Dimensi: Fokus pada Pelanggan Seluruh komponen sekolah (tenaga pendidik dan kependidikan) memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada peserta didik dan masyarakat pengguna jasa pendidikan.5627 2 0.52 27 41.06 22 25.7336 7 3.82 10 8.7605 263 263 360 73.61 188 .0568 229 229 360 63.1 6 4.73 29 50. Dimensi: Obsesi terhadap kualitas Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Memiliki Pemahaman terhadap Struktur Pekerjaan 5 x 1 x 72 5 x 1 x 72 1 15 28.66 22 28.82 10 8.

82 85.5 16 18.28 189 .42 10 18 8.5 16 18.90 29 44.20 24 37.41 0.14 8 6.13 1 0.7913 245 506 506 720 70.20 24 37.38 261 5 8 21 16.231 25 54 40.44 21 24. Pernyataan f Setiap komponen sekolah (terutama guru) memiliki pemahaman mendalam tentang peran.No.1719 256 17 33.375 3 1.75 12 9. tugas.75 5 x 1 x 72 12 9. Guru selalu berusaha menemukan inovasi pembelajaran bagi kepentingan peserta didik Dimensi: Kebebasan yang terkendali Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Memiliki Kesatuan Tujuan 5 x 2 x 72 4 13 24.26 28 49 34.1719 256 256 360 71.16 14.375 3 1.294 1 2 0. serta tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik/kependidikan sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.29 58.11 Dimensi: Mengembangkan Kebebasan yang Terkendali Guru dan staf sekolah lainnya harus selalu peka terhadap segala situasi perkembangan zaman sehingga dapat melakukan improvisasi pekerjaan dalam kerangka aturan yang berlaku.33 41. Dimensi: Pemahaman Struktur Kerja Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor 3 17 33.

11 8 6.7511 7 2.64 14 30 16.38 1.99 25 42.99 25 42. misi.81 Dimensi: Mencari dan Menemukan Kesalahan dalam Sistem Pada kondisi tertentu.029 29 56 44.9536 237 9 18.83 190 .83 5 x 2 x 72 13 25 10.1628 260 517 517 720 71.15 34.00 19.68 2 f 12 % 9. Dimensi: Kesatuan tujuan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 % 29.85 58.19 23 29.34 f 2 1 % 0.No. Pernyataan f Seluruh komponen sekolah memiliki kesatuan tujuan yang sama dalam mengembangkan mutu layanan sekolah Kesatuan tujuan ini secara filosofis dan strategis tertuang dalam visi.62 86.78 Jumlah Skor 257 6 15 7 15 30 28.339 1 3 0. dan strategi sekolah dalam mencapai sasaran mutu.9536 237 237 360 65.18 f 27 4 % 42.11 8 6.19 23 29. guru dan tenaga kependidikan mencari dan menemukan kesalahan yang terjadi dalam sistem dalam upaya mengatasi masalah dan memperbaiki kinerja Dimensi: Mencari kesalahan dalam sistem Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase Dimensi: Mengembangkan kerja sama tim 5 x 1 x 72 8 9 18.7511 7 2.02 Skor Jawaban 3 f % 16 18.

44 f 35 35 4 % 54.67 24 23.3981 206 6 14. sehingga guru dan tenaga pendidik berusaha menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan formal (melanjutkan studi ke S2 dan S3) maupun pendidikan non formal.67 24 23.72 5 x 1 x 72 2 f 11 11 % 8.5938 8.22 191 . Dimensi: Diklat berkelanjutan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 x 1 x 72 10 6 14. Pernyataan f Seluruh komponen sekolah berkeyakinan bahwa kerja sama tim akan dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada bekerja secara individu Dimensi: Kerja sama tim Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 % 23.301 7 3.07 19 27.5625 Jumlah Skor 9 12 12 256 256 256 360 71.5938 f 4 4 1 % 1.56 16 31.72 11.No.69 Skor Jawaban 3 f % 10 10 11.07 19 27.11 Dimensi: Pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan Seluruh komponen sekolah memiliki pandangan bahwa belajar terus-menerus dan belajar sepanjang hayat merupakan unsur yang fundamental dalam pengembangan mutu pelayanan sekolah.5625 1.44 23.56 16 31.69 54.3981 206 206 360 57.301 7 3.

kondisi.08 f 34 4 % 54. dan kebutuhan pendidikan yang berlangsung di sekolah sesuai dengan indikator-indikator berikut. teknologi. i. k. c. teknologi dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Peningkatan potensi. perkembangan. Variabel Peningkatan Kualitas Pendidikan (Y) Pernyataan f 5 % 10. f.3. Berpusat pada potensi. e. n. m. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. dan minat sesuai dengan tingkat perkem-bangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Perkembangan ilmu pengetahuan. d. Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. 5 248 a. kecerdasan. l. No.03 2 f 6 % 4.84 Skor Jawaban 3 f % 24 29. g. h.8387 f 3 1 % 1. dan seni Keragaman dan perbedaan agama Dinamika perkembangan global 192 . kebutuhan. b. j.2097 Jumlah Skor Dimensi: Pelaksanaan Standar Isi 1 Sekolah mengembangkan sendiri standar isi menjadi KTSP yang sesuai dengan situasi.

r.78 3 1. 29 52.84 24 29.081 34 54.55 15 16. SKL untuk tingkat satuan pendidikan SLTP adalah sebagai berikut.35 17 24.2097 248 248 360 68.No. dan kreatif g) Menunjukkan kemampuan berpikir logis.89 Skor Ideal Kategori Persentase 5 x 1 x 72 Dimensi: Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan 2 Standar kompetensi lulusan yang ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 dapat terpenuhi. ras.8387 3 1. Pernyataan f 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor o. p.083 277 193 . dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional f) Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis.03 6 4. suku. a) Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja b) Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri c) Menunjukkan sikap percaya diri d) Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas e) Menghargai keberagaman agama.25 8 5. Jumlah Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kesetaraan jender Karakteristik satuan pendidikan Dimensi Pelaksanaan Standar Isi 5 10. kritis. budaya. q.

sehat. berbangsa. aman. dan memanfaatkan waktu Luang p) Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun q) Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat r) Menghargai adanya perbedaan pendapat s) Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana t) Menunjukkan keterampilan menyimak. dan inovatif h) Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya i) Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari j) Mendeskripsi gejala alam dan sosial k) Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab l) Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. bugar. kreatif. dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor 194 .No. dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia m) Menghargai karya seni dan budaya nasional n) Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya o) Menerapkan hidup bersih. membaca. Pernyataan f kritis. berbicara.

4 15 16.5 42 54. 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor Kelulusan siswa dalam tiga tahun terakhir pada mata pelajaran berikut mencapai kategori baik (rata-rata di atas 7. 3 (e) Bahasa Indonesia (f) Bahasa Inggris 47 70.No.85 0 0 0 0 0 0 335 (g) Matematika (h) IPA Dimensi: Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 76 122. Pernyataan f u) sederhana.7762 3 1.50).25 8 5.083 612 612 5 x 2 x 72 720 85. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah.00 Dimensi: Pelaksanaan Standar Proses 195 .15 25 29.

inspiratif.66 7 5. metode pengajaran.93 26 41. pelaksanaan proses pembelajaran. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. minat. kompetensi kepribadian. kreativitas.58 1 0. penilaian hasil pembelajaran.35 285 196 .59 28 69.8299 241 7 32.2283 492 492 720 68.85 8 6.45 26 84. kompetensi profesional.15 28 34. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Pernyataan f Sekolah melakukan perencanaan proses pembelajaran. menantang.52 26 43.07 43 60.33 5 x 2 x 72 Dimensi: Ketercapaian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 6 Tenaga pendidik telah memenuhi kualifikasi minimal sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 16 Tahun 2006 (Berijazah minimal S-1/D-IV dan memiliki kompetensi pedagogik. sumber belajar. dan penilaian hasil belajar Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif. materi ajar. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. menyenangkan.81 1 0.42 4 2. dan 16 28. Dimensi: Pelaksanaan Standar Proses Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor 4 9 17.64 2 0.22 2 1.43 29 34.35 8 8.52 8 12.No. dan kemandirian sesuai dengan bakat.3984 251 5 7 14.

4402 3 4 1. tempat beribadah.43 6 10 4. instalasi daya dan jasa.63 7. Pernyataan f kompetensi sosial yang dipersyaratkan).51 41. ruang bengkel kerja.01 30. ruang tata usaha.76 262 197 .35 8 8. ruang laboratorium.35 285 9 20 38. Dimensi: Ketercapaian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 7 23 13. ruang pimpinan satuan pendidikan.17 24 36. buku dan sumber belajar lainnya. ruang kantin. tempat berkreasi. ruang pendidik. 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor 7 Tenaga pendidik telah tersertifikasi sesuai dengan substansi Permendiknas Nomor 18 tahun 2007. dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses 8 16 28. bahan habis pakai. ruang unit produksi.42 4 2.584 38 81 58.69 2 0.5092 259 544 544 5 x 2 x 72 730 74. ruang kelas. tempat berolahraga.07 43 60. tempat bermain. serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.81 1 0. ruang perpustakaan. media pendidikan. Sekolah memiliki prasarana yang meliputi lahan.69 119 19 27 22.52 Dimensi: Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Sekolah memiliki sarana pembelajaran yang meliputi perabot.74 14 10. peralatan pendidikan.No.16 1.64 12 13.

bulanan. pembagian tugas di antara pendidik. dan mingguan. pembagian tugas di antara tenaga kependidikan.No.24 24 96. yang menunjukkan seluruh kategori aktivitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran.47 13 10. 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor Dimensi: Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 20 66.78 255 (c) (d) (e) (f) (g) (h) 198 .20 2 0. tenaga kependidikan dan peserta didik. kalender pendidikan/ akademik. kode etik hubungan antara sesama warga di 25. tata tertib satuan pendidikan.99 12 22. Pernyataan f pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.16 14 13. struktur organisasi satuan pendidikan. yang minimal meliputi tata tertib pen-didik.49 30 47. serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. peraturan akademik.11 547 547 5 x 2 x 72 720 75.49 2 1.06 14 16.97 Dimensi: Pencapaian Standar Pengelolaan Pendidikan 10 Sekolah memiliki pedoman yang mengatur tentang: 13 (a) (b) kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan silabus.

biaya operasional. Pernyataan f dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat.76 2 0.65 24 24 28. 13 13 25.65 36.97 7.73 5 5.9681 2 2 0.72 27 36.69 10 10 7.7843 255 255 5 x 1 x 72 360 70.49 30 47.196 2 0. Dimensi: Pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan Jumlah 12 31 52.06 14 16.6803 294 294 199 .73 5 5.90 25.80 0.10 7 4. biaya operasional satuan pendidikan.896 23 23 36.68 294 31 52. 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 2 f % f 1 % Jumlah Skor (i) Dimensi: Pencapaian Standar Pengelolaan Pendidikan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 13 25.7619 2 0. dan biaya personal.47 13 10.83 Dimensi: Standar Pembiayaan 11 Sekolah memiliki standar pembiayaan pendidikan yang terdiri atas biaya investasi.72 Dimensi: Standar Pembiayaan Jumlah Skor Ideal Kategori Persentase 5 x 1 x 72 Dimensi Pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan Sekolah memiliki standar penilaian pendidikan yang dijalankan secara konsisten sesuai dengan Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.102 7 4.721 27 36.69 28.7968 251 251 251 360 69.No.

No. Skor Ideal Pernyataan f Kategori Persentase 5 % f 4 % Skor Jawaban 3 f % 5 x 1 x 72 2 f % f 1 % Jumlah Skor 360 81.67 200 .

201 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful