MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SENI MUSIK DI KELAS III A SMA NEGERI 2 LENGAYANG TAHUN AJARAN 2012/2013

MELALUI PENINGKATAN KUALITAS AKUSTIK RUANG KELAS
OLEH: EFNIDA, S.Pd

SMA NEGERI 2 LENGAYANG KECAMATAN LENGAYANG KAB. PESISIR SELATAN 2012

Seluruh pengajar SMA N 2 Lengayang yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan serta membantu kelancaran dalam menyelesaikan laporan ini.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Yang Maha Kuasa bahwa atas rahmat dan karunia-Nya.persatu. 2. penulis telah dapat menyelesaikan Poposal Penelitian Tindakan Kelas. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan laporan ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu. Semoga tulisan ini dapat berguna bagi bagi semua orang. Salam Hormat Penulis . Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada yang terhormat : 1. Adapun judul PTK yang penulis laporkan adalah“MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SENI MUSIK DI KELAS III A SMA NEGERI 2 LENGAYANG TAHUN AJARAN 2011/2012 MELALUI PENINGKATAN KUALITAS AKUSTIK RUANG KELAS” Dalam menyelesaikan laporan ini penulis tidak akan berhasil tanpa bantuan dari berbagai pihak.

Hipotesis Tindakan .DAFTAR ISI Kata Pengantar Bab I Pendahuluan 1. Akustik Ruang Kelas a) b) 1) 2) 3) c) Pengertian Akustik Ruang Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Akustik Ruang Kemampuan Penyerapan Suara Kemampuan Pemantulan Suara Kemampuan Penyebaran Suara Peningkatan Kualitas Akustik Ruang Kelas 1. Kerangka Berfikir 5. Landasan Teori 1. Kurangi Dengung Ruangan 3. Rumusan Masalah 3. Kurangi Jarak Dengan Murid 4. Hilangkan Bising Yang Paling Dominan 2. Tujuan Penelitian 4. Manfaat Hasil Penelitian Bab II Landasan Teori dan Pengajuan Hipotesis 1. Prestasi Belajar Seni Musik a) b) 1) 2) 3) Pengertian Prestasi Belajar Seni Musik Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Seni Musik Tenaga Pendidik Yang Profesional Sarana Pendidikan Yang Lengkap Suasana Belajar Yang Tenang 1. Latar Belakang 2.

Siklus I 2. Waktu Penelitian 2. Perencanaan 2. Siklus II 3. Prosedur Penelitian 1. Observasi 2. Refleksi Sumber . Tes Unjuk Kerja 3. Alat Pengumpulan Data 1. Format Observasi Kegiatan Guru Dan Siswa 2. Sumber Data 5. Subjek Penelitian 4. Catatan Lapangan Dan Format Observasi 4. Indikator Kinerja 7. Kuisioner 2. Metode Pengumpulan Data 1. Analisis Data 6. Instrumen Penelitian 3. Tindakan 1.Bab III Metode Penelitian 1. Setting Penelitian 1. Teknik Dan Alat Pengumpulan Data 1. Validasi Data 5. Tempat Penelitian 3.

Rumusan Masalah Berdasarkan rumusan diatas. Memperbaiki situasi dan kondisi serta kualitas pembelajaran di kelas. maka untuk mengatasi masalah yang dihadapi dengan cara meningkatkan kualitas akustik ruang kelas III A. Tujuan Penelitian Memperhatikan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian tindakan kelas ini secara khusus adalah untuk memperoleh situasi dan kondisi pembelajaran yang kondusif dalam mempelajari Seni Musik. Namun tidak selamanya proses pembelajaran tersebut dapat berjalan dengan lancar. hal ini dapat diakibatkan oleh berbagai sebab. maka masalah yang diangkat dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana meningkatkan prestasi belajar Seni Musik di kelas III A SMA NEGERI 2 LENGAYANG tahun ajaran 2011/2012 melalui Peningkatan Kualitas Akustik Ruang Kelas ? 2. Meningkatkan layanan profesional .BAB I PENDAHULUAN 1. Apabila pembelajaran telah mampu dilakukan dengan optimal maka siswa-siswi akan dapat mengetahui berbagai ilmu tentang Seni Musik dan mampu mengapresiasi karya-karya Seni Musik yang disajikan di dalam kelas. Peningkatan kualias akustik ruang kelas perlu dilakukan agar memperoleh kondisi yang ideal bagi pembelajaran Seni Musik yang sebagian pembelajarannya dilakukan melalui proses mendengar. Sehingga pembelajaran Seni Musik dapat berjalan dengan baik dan menjadi lebih kondusif bagi kelas itu sendiri. suara dan karya Seni Musik dengan lebih berkualitas. Latar Belakang Pelajaran Seni Musik di kelas III A SMA NEGERI 2 LENGAYANG dapat diajarkan dengan cara praktek dan pemberian teori. 2). Apabila memiliki ruang kelas yang disertai dengan akustik ruangan yang baik maka siswa-siswi akan dapat mendengar dan mengenal bunyi. Penelitian tindakan kelas secara umum juga bertujuan untuk. sebagai contohnya kondisi ruang kelas yang memiliki akustik ruangan yang kurang menunjang. sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar Seni Musik di kelas III A SMA NEGERI 2 LENGAYANG 1. Salah satunya yaitu yang datang dari situasi dan kondisi kelas itu sendiri. 1). Dengan adanya kondisi lapangan yang terdapat kendala pada proses pembelajaran Seni Musik.

3. Bagi peneliti. 3). 4). Bagi sekolah. dapat dijadikan sebagai pengalaman penelitian tindakan kelas dan menambah point dalam kenaikan pangkat serta untuk meningkatkan dilakukan. serta untuk mengembangkan dan melakukan inovasi pembelajaran. Memberikan kesempatan guru untuk melakukan tindakan dalam pembelajaran yang direncanakan di kelas.dalam konteks pembelajaran di kelas. dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam memotivasi guru untuk melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien dengan menerapkan Peningkatan Kualitas Akustik Ruang kelas. dapat meningkatkan minat dalam mempelajari Seni Musik. profesionalisme guru melalui upaya penelitian yang . Bagi guru. Juga merupakan upaya pengembangan kurikulum di tingkat kelas. Manfaat Hasil Penelitian Bagi siswa. Memberikan kesempatan guru untuk melakukan pengkajian terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan. dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengevaluasi terhadap pembelajaran yang sudah berlangsung. sehingga Seni Musik menjadi mata pelajaran yang menarik dan dapat dikembangkan serta mampu meningkatkan prestasi belajar Seni Musik.

dosen. umumnya dinyatakan dalam angka atau huruf. widyaiswara. 2) Sarana pendidikan yang lengkap Sarana pendidikan merupakan hal yang penting dalam berlangsungnya proses pembelajaran. meja. Jadi dapat disimpulkan prestasi belajar Seni Musik ialah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran Seni Musik.BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. tanggung jawab. ruang kelas dan lain sebagainya. tanggung jawab. kursi. konselor. fasilitator. Landasan Teori 1. Dapat disimpulkan bahwa pendidik yang professional yaitu pendidik yang memiliki keahlian. pamong belajar. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. bahwa yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah “penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. dan kesetiaan pada pekerjaan. Yang dimaksud dengan sarana pendidikan yaitu seperti papan tulis. dan kesetiaan pada pekerjaan itu. b) 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi Prestasi belajar Seni Musik Tenaga pendidik yang profesional Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Pendidik adalah tenaga Menurut kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru”[2]. Prestasi belajar pada umumnya dinyatakan dalam angka atau huruf sehingga dapat dibandingkan dengan satu kriteria (Prakosa. 1991)[1]. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Professional berasal dari kata profesi yang mempunyai makna menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. Lengkap atau tidaknya sarana pendidikan di suatu sekolah akan membawa dampak bagi prestasi siswa. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. instruktur. Hal itu disebabkan karena proses pembelajaran yang terjadi dipengaruhi oleh ketersediaan . Prestasi belajar Seni Musik a) Pengertian Prestasi Belajar Seni Musik Prestasi belajar banyak diartikan sebagai seberapa jauh hasil yang telah dicapai siswa dalam penguasaan tugas-tugas atau materi pelajaran yang diterima dalam jangka waktu tertentu. tutor.

Para ahli meyakini bahwa ada keterkaitan erat antara perasaan nyaman. Kemampuan penyerapan suara Kemampuan menyerap suara pada suatu ruangan dipengaruhi dari bahan yang lunak dan memiliki pori-pori yang terdapat dalam ruangan tersebut. dan zat tersebut mendorong syaraf bagian kortek siap untuk menerima pembelajaran. Akustik ruang kelas a) Pengertian akustik ruang Menurut bunyi: saraf auditorium. Rasa nyaman bukan hanya karena ruangan yang sejuk melainkan bagaimana setiap peserta didik merasakan bahwa ia ada di lingkungan yang dapat dipercaya. atau ilmu Kom rancangan 3 ntempat ruang rekaman reproduksi suara dilaksanakan. maka otak anak akan mengeluarkan zat ephineprine yang membuat anak merasa senang.sarana. 3) Suasana belajar yang tenang Suasana belajar yang tenang akan membuat peserta didik merasa nyaman. yaitu: Perubahan suara karena pemantulan dan Gangguan suara tembusan suara dari ruang lain (Wikipedia. 4 n keadaan ruang yg dapat mempengaruhi mutu bunyi. 2 n dsb. diterima. . Para ahli neurologi menyatakan bahwa apabila rasa nyaman ini sudah diperoleh anak. apabila sarana pendidikan sangat menunjang maka sangat memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang optimal. dan dicintai dengan kemampuan belajar. Akustik ruang banyak dikaitkan dengan dua hal mendasar. Lingkungan yang tenang dan nyaman dapat mempengaruhi proses pembelajaran agar menjadi lebih optimal. misalnya dalam gedung rapat akan sangat memengaruhi artikulasi dan kejelasan pembicara. yaitu 1 a mengenai atau berhubungan dng organ pendengar.. seperti yang mereka dapatkan di lingkungan keluarganya. –. Kamus Besar Bahasa dan sifat atau Indonesia khusus pengertian rekaman. suara. 1. Apabila terdapat bahan dengan kapasitas yang sesuai maka ruang tersebut akan memiliki daya serap suara yang baik. Akustik Ruang terdefinisi sebagai bentuk dan bahan dalam suatu ruangan yang terkait dengan perubahan bunyi atau suara yang terjadi. dapat diandalkan. rileks. Akustik ruang sangat berpengaruh dalam reproduksi suara. Akustik pentas. Akustik sendiri berarti gejala perubahan suara karena sifat pantul benda atau objek pasif dari alam. b) 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi Akustik ruang.com).

Hilangkan bising yang paling dominan Sumber bising yang paling dominan akan mudah diketahui.2) Kemampuan pemantulan suara Kemampuan memantulkan suara pada suatu ruangan dipengaruhi dari bahan keras yang terdapat dalam ruangan tersebut. 1. Kurangi dengung ruangan Dengung ruangan dapat dikurangi dengan mengurangi permukaan dinding yang keras. Mengganti plafon dengan bahan akustik adalah hal lain yang bisa dilakukan. guru selalu berdiri di depan kelas sehingga anakanak yang duduk di belakang akan sulit mendengarkan pelajaran bila kondisi lingkungan sangat bising. Hal ini dapat dihindari bila guru tidak lagi berdiri di depan kelas. Tentu saja harus ada jendela lain (yang menghadap ke arah lain) yang dibuka untuk kebutuhan ventilasi. tetapi di tengah. 3) Kemampuan penyebaran suara Kemampuan penyebaran suara dapat dimunculkan dengan menggunakan bahan yang berstruktur tidak rata atau bergelombang. Semua bahan yang berpermukaan lunak dan berpori sebenarnya dapat digunakan untuk ini. kalau perlu diberi tambahan karet untuk menambal rongga antara jendela dan kusen. maka barangkali perlu dipertimbangkan untuk menggunakan AC split yang sumber bisingnya bisa diletakkan jauh dari kelas. Hal ini dapat dilakukan dengan menutup dinding dengan tirai yang agak tebal. tentunya bahan akustik akan lebih baik. Apabila terdapat bahan yang keras dengan jumlah yang tepat maka pemantulan suara dapat terjadi dengan maksimal. Suara yang diterima akan dipantulkan secara terpencar sehingga terjadi penyebaran suara. dengan formasi bangku yang melingkar atau setengah . Hal lain yang bisa dilakukan adalah menambah bahan yang menyerap suara di dalam ruangan. Kurangi jarak dengan murid Dalam model pengajaran tradisional. c) Peningkatan kualitas akustik ruang kelas Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas akustik ruang kelas: 1. Bila sumber bising adalah mesin pendingin udara (AC). Bising lalu lintas dapat dikurangi dengan menutup jendela yang mengarah ke jalan. Kalau ada dananya. Menutup dinding belakang kelas dengan tirai ini sudah cukup membantu mengurangi dengung. 1. bila dananya mencukupi.

lingkaran. pemerintah) untuk lebih memperhatikan lingkungan akustik ruang kelas. orang tua murid. Apabila memiliki ruang kelas yang disertai dengan akustik ruangan yang baik maka siswa-siswi akan dapat mendengar dan mengenal bunyi. suara dan karya Seni Musik dengan berkualitas. Kerangka Berfikir Proses pembelajaran Seni Musik adalah hal yang penting dalam suatu satuan pendidikan. Ada banyak lagi cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas akustik dalam proses belajar-mengajar. Tahun Ajaran 2011/2012. Tulisan ini hanyalah ajakan bagi kita semua (guru. proses tersebut dapat terlaksana dengan baik apabila didukung dengan sarana yang menunjang dan berkualitas.” . A. Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir diatas . B. Salah satu upaya untuk memperoleh sarana yang menunjang dan berkualitas yaitu dengan melakukan peningkatan kualitas akustik ruang kelas yang digunakan dalam pembelajaran Seni Musik. pengurus sekolah. lebih diduga peningkatan kualitas akustik ruang kelas dapat meningkatkan prestasi belajar Seni Musik kelas III A SMA ……………. tahun ajaran 2011/2012. Hipotesis Tindakan Hipotesis yang diajukan dalam proposal ini adalah: “Melalui peningkatan kualitas akustik ruang kelas dapat meningkatkan prestasi belajar Seni Musik kelas III A SMA ……….

1. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dengan menggunakan instrumen monitoring berupa 1) Format observasi kegiatan guru dan siswa. Desember s. 1. C. Tempat penelitian: a) b) Lokasi penelitian: SMA Negeri 2 Lengayang Penentuan lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan dalam proses mencari data yang tergolong mudah. Sumber Data Sumber data penelitian adalah siswa kelas III A SMA NEGERI 2 LENGAYANG tahun ajaran 2011/2012 Sebagai subyek penelitian. Teknik dan Alat Pengumpulan Data Validasi Data 1. D. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester Genap Tahun pelajaran 2011/2012. Format observasi kegiatan siswa digunakan untuk melihat peran aktif siswa dalam mengikuti pembelajaran. Format observasi kegiatan guru digunakan untuk melihat apakah guru sudah melaksanakan tindakan secara optimal sesuai dengan skenario pembelajaran. Setting Penelitian 2. Waktu penelitian: a) Penelitian dilakukan selama 3 bulan. Subjek Penelitian Subjek Penelitian : siswa kelas III A SMA NEGERI 2 LENGAYANG sebanyak 40 orang.BAB III METODE PENELITIAN 1. 18 Siswa Perempuan dan 22 siswa laki-laki. .d Februari. b) Penelitian dilakukan pada waktu yang telah ditentukan karena mempertimbangkan efisiensi waktu efektifitas tindakan. peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai.

c) Baik. Setiap anggota saling menilai/memutuskan validitas suatu instrument/data dalam proses kolaborasi. tetapi kurang berhubungan dengan materi lagu . 3) Kuisioner Kuisioner diberikan setiap akhir tindakan pada tiap siklus untuk mengetahui persepsi dan kesan siswa terhadap pelaksanaan tindakan. Catatan lapangan dan format observasi berisi kata–kata kunci yang perlu dikembangkan berdasarkan peristiwa yang terjadi pada saat pembelajaran. artinya sepanjang peneliti dan guru mitra memutuskan bahwa istrumen layak digunakan maka instrumen/data tersebut dapat dinyatakan valid dan reliabel. Pada saat diskusi peran serta siswa diklasifikasikan dalam 3 kategori : a) b) Kurang. jika siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. jika siswa pasif tidak berperan serta dalam proses pembelajaran musik Sedang. . 2) Instrument Penelitian Instrument penelitian ini adalah catatan lapangan format observasi tes penugasan praktik musik. E. jika siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran dan dapat menerapkan kemampuan bermusik. Alat Pengumpulan Data: 1) Observasi Agar data dapat dianalisis dengan mudah. yakni: Face validity. 3) Catatan lapangan dan format observasi Catatan lapangan dan format observasi yang dipakai untuk menjaring data proses pelaksanaan siklus putaran I dan II melalui pengamatan langsung yang dilakukan oleh peneliti. observasi dilakukan dengan menggunakan instrument observasi. Validasi Data Validasi dan reabilitas instrumen/data digunakan practically validity/reability. 1.2) Test Unjuk Kerja Test berupa soal berbentuk praktik unjuk kerja yang harus dikerjakan siswa setiap akhir siklus untuk mengukur kemampuan musik dan hasil belajar siswa. Untuk meningkatkan validasi akan digunakan pula strategi berikut.

yaitu mengecek dan mencatat kembali data-data yang telah terkumpul. Analisis Data Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi terhadap proses dan hasil belajar siswa dengan langkah sebagai berikut: 1. afektif. 5. Melakukan inferensi. dengan standar ketuntasan belajar kemampuan menyelesaikan penugasan ≥ 79 (soal tes berupa musik . dan psikomotorik sosial dinyatakan meningkat jika skor postes siklus I meningkat dari skor postes siklus II. Melakukan reduksi. yaitu menafsirkan selanjutnya diwujudkan dalam bentuk pernyataan. dan improvisatif). Melakukan interpretasi. Hasil belajar psikomotorik personal dinyatakan meningkat jika skor postes siklus I meningkat dari postes siklus II. Aktivitas siswa/proses belajar pada aspek psikomotorik grup (kemampuan bekerja sama) dan afektif (kemauan menghargai orang lain) dinyatakan meningkat jika mengalami peningkatan dari siklus ke siklus pada pembelajaran musik. . Pengambilan kesimpulan. Kemampuan penerapan aspek kognitif. yaitu merumuskan langkah-langkah perbaikan untuk siklus berikutnya. kreatif. Tahap tindak lanjut. 4. dengan standar ketuntasan belajar ≥ 79 sebagaimana ditentukan dalam KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) mata pelajaran Seni Musik di SMA ………… 2. mengambil praktik keputusan. selanjutnya menetapkan pedoman peningkatan kualitas belajar seni musik dengan indikator sebagai berikut: 1. berpikir dan bersikap kritis. 2. yaitu menyimpulkan apakah dalam tindakan pembelajaran ini terjadi peningkatan proses dan hasil belajar siswa atau tidak berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan bersama observer. 3. Dari kelima langkah tersebut. diambil berdasarkan analisis hasil observasi yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. kemudian dituangkan dalam bentuk interpretasi berupa kalimat pernyataan. 3.F.

Data ini diperoleh dari hasil pengamatan pengamat menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa. praktik Seni Musik. 3. Observasi. 2. peneliti melakukan rencana untuk memperbaiki masalah tersebut. Pengamat melakukan pembelajaran RPP Selamapembelajaran ini. Data aktivitas guru selama pembelajaran perbaikan. Perencanaan Berdasar masalah yang terjadi di kelas dan penyebabnya yang telah diuraikan pada latar belakang. Data ini diperoleh dari hasil pengamatan pengamat menggunakan lembar pengamatan aktivitas guru. Prosedur penelitian yang diterapkan dalam antara lain: 1. Ketiga data tersebut adalah : 2. Sekurang-kurangnya 75% siswa menunjukkan peran aktif dalam kegiatan pembelajaran seni musik di kelas. kegiatan pokok dan penutup. meliputi : Pendahuluan. . Indikator Kinerja Penelitian ini dianggap berhasil jika telah memenuhi indikator kinerja berikut: 1. Siklus yang digunakan dalam melaksanakan tindakan yaitu: 2. Tindakan (Action)/ Kegiatan. 3. Siklus II (sama dengan I) 1. Hal-hal yang dilakukan peneliti dalam tahap ini meliputi penyampaian materi pelajaran. ada tiga data dibutuhkan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah criteria keberhasilan sudah tercapai atau belum. Sekurang-kurangnya 75% siswa mendapat nilai ulangan di atas kriteria ketuntasan minimal ( KKM ) yang telah ditentukan. Siklus I. yang Artinya telah peneliti disusun. Data aktivitas siswa selama pembelajaran perbaikan. 1. H. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas terdiri dari 2 siklus. peneliti siap melakukan tindakan sesuai perbaikan dengan dikelas. Setelah mengembangkan hal-hal di atas.G.peneliti dibantu oleh satu orang pengamat yang merupakan guru Seni Musik di SMA NEGERI 2 LENGAYANG bertugas mengamati aktivitas guru dan siswa dengan menggunakan lembar pengamatan yang telah dipersiapkan sebelumnya. ujian akhir.

peneliti kembali diamati oleh rekan pengamat dan pada akhir tindakan peneliti melaksanakan siklus 2). dimana perlu adanya pembahasan antara siklus–siklus diperoleh tersebut pada untuk dapat menentukan kemudian kesimpulan atau hasil dari penelitian. Bila criteria keberhasilan tercapai maka siklus berhenti. maka peneliti tidak melakukan tindakan lagi. Bila belum peneliti mengulang begitu lagi dan masuk ke berikutnya. Ini berarti peneliti masuk ke siklus berikutnya yaitu siklus 2 (tahap perencanaan) Hal-hal media yang perlu diperbaiki Rencana dapat berupa atau tersebut metode/cara penyelesaian masalahatau RPP pembelajaran. Bila belum tercapai. baru Berdasarkan membuat kelemahan-kelemahan untuk memperbaikinya. Data aktivitas siswa selama melakukan ujian praktik . Selama melakukan tindakan. maka peneliti mengidentifikasi kelemahan-kelemahan dilakukan. perbaikan kemudian dilaksanakan (tahap pelaksanaan tindakan siklus 2).Data ini diperoleh dari hasil pengamatan guru menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa. seterusnya sampai tercapai siklus kriteria keberhasilan tercapai.4. Data-data yang tahap pengamatan dibandingkan dengan kriteria keberhasilan. ujian Data-data praktik yang (tahap diperoleh pengamatan kemudian di bandingkan dengan kriteria keberhasilan (tahap refleksi siklus 2). Bila kriteria tercapai. peneliti pada tindakan rencana yang sudah itu. . Refleksi. 1.

tanggal 1 Oktober 2011.44 WITA. tanggal 7 November 2011. pukul 14. pukul 14.net/2011/01/arti-pengertian-definisi-prestasi-belajar/. tanggal 11 November 2011. melalui modem Telkomsel Flash.com/2011/05/proposal-ptk-seni-budaya-smp. diakses melalui modem Telkomsel Flash. http://www.com/doc/17318020/Prestasi-Belajar-Kajian-Teoritis. modem Telkomsel Flash. [2] http://www. diakses diakses diakses . tanggal 1 Oktober 2011. http://sainsmediaku. pukul 14. Oktober 2011 http://mahera. melalui modem Telkomsel Flash. tanggal 7 November 2011.SUMBER : www. pukul 12.html. [1] http://mahera.aliffamilly. http://www.scribd.com/doc/32236490/Proposal-Ptk-Seni-Budaya. diakses diakses melalui melalui modem Telkomsel Flash. diakses melalui modem Telkomsel Flash.com/doc/17318020/Prestasi-Belajar-Kajian-Teoritis.18 WITA. tanggal 1 Oktober 2011.blogspot. tanggal 12 November 2011.com/2010/01/contoh-proposal-ptk. diakses melalui modem Telkomsel Flash. diakses melalui modem Telkomsel Flash.23 WITA.43 WITA.blogspot. pukul 13.scribd.html.18 WITA. pukul 14.scribd.44 WITA.com/2011/03/25/contoh-proposal-ptk-ipa/.wordpress. melalui modem Telkomsel Flash.com.44 WITA. tanggal 1 Oktober 2011.44 WITA. pukul 14. http://www.net/2011/01/arti-pengertian-definisi-prestasi-belajar/. pukul 14. Wikipedia. http://goeswarno.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful