Kata Pengantar

Munculnya ide penyusunan rumus 7 adalah untuk membantu para pelaku PPK dalam mendukung pelaksanaan tugasnya di lapangan, disajikan dengan bentuk dan cara yang sederhana, diberikan contoh pemakaian sehingga diharapkan mudah dipelajari, gampang diingat serta yang paling penting bisa dipraktekkan oleh siapa saja yang pernah membacanya. Rumus yang ditampilkan pada edisi pertama ini berjumlah 7, sehingga kami namakan “Rumus 7” dengan maksud supaya cepat akrab dengan para pengguna, dan pernah disampaikan pada pelatihan penyegaran tahun 2005 serta mendapat sambutan sangat positif. Harapan yang muncul adalah agar selanjutnya dapat diterbitkan edisi kedua, ketiga dan seterusnya. Namun untuk dapat merealisasikan harapan tersebut di atas, kami mengharapkan partisipasi para pelaku PPK dengan cara menyumbangkan rumus-rumus lainnya dan dikirimkan ke alamat e-mail:

suudinoor@yahoo.com
Kami sadar sepenuhnya bahwa masih terdapat ketidaksempurnaan pada bacaan ini. Saran, kritik, dan segala bentuk masukan yang membangun sangat diharapkan untuk penyempurnaan selanjutnya. Penyusun,

atau rata-rata 14.40 = 0. CARA MENGUKUR: Terdapat dua cara yang dapat dipakai di lapangan dengan peralatan sederhana.0 / 12 = 0. Besarnya isi ember harus diketahui. Penampang diperkirakan dengan satuan M2. Dihitung waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ember dengan penuh. dengan satuan Meter per Detik. Dasar trapesium berukuran 30 cm. 1. 12 detik. Kecepatan diukur dengan melihat berapa detik diperlukan untuk benda ringan mengalir sekian meter. misalnya 5 liter.57 liter per detik. Air mengalir pada saluran yang berbentuk trapesium. Luas Penampang Basah adalah (0. meteran). dan 12 detik 15 + 12 + 17 + 12 = 56. Metode ini menggunakan rumus Debit = Kecepatan X Luas Penampang.0 detik Debit air adalah 8 liter dibagi 14 detik. Penampang boleh berbentuk segi empat panjang. Menggunakan jam tangan yang ada jarum detik dan alat mengukur panjang (pita ukur.RUMUS (1): Cara Mengukur Debit Air TUJUAN: Untuk mengetahui besarnya volume air yang mengalir agar dapat membuat estimasi jumlah penduduk yang bisa menikmati air bersih atau luas sawah yang dapat diairi. 2. Volume air yang mengalir disebut “Debit air” dan diukur dengan satuan Liter per Detik.60)/2 X 0. Dalamnya air adalah 40 cm.18 M2 Kecepatan air adalah 5. CONTOH SOAL: 1. 17 detik. Benda ringan perlu 12 detik untuk berjalan 5 meter.30+0. Terisi setelah 15 detik. Lebarnya trapesium di permukaan air adalah 60 cm.417 M/detik . sama dengan 0. Menggunakan ember dan jam tangan yang ada jarum detik. Pengukuran dilakukan tiga atau empat kali dan menggunakan hasil rata-rata. CONTOH SOAL: Ember 8 liter. atau bentuk bebas. Basah. atau trapesium.

417 Meter/Detik = 0.18 M2 X 0.Debit air adalah 0. .075 M3/Detik atau 75 Liter/Detik.

2 C = 1.85 M/detik = 5.9 X 1.8 = 7.0 meter SUNGAI Sungai dibagi lima bagian.9 meter B = 1. Misalnya kedalaman air di A = 0. dengan kedalamannya seperti yang dapat diukur di titik A.80 L/5 1. B. yaitu benda dibagi menjadi banyak segi empat panjang.97 M3/detik .90 L/5 1.0 + 0.2 + 1.80 L/5 1.80 L/10 0.02 M2 X 0. C. Bagaimana mengukur debit untuk saluran berbentuk penampang bebas (saluran alam?) palagi yang cukup besar seperti anak sungai untuk sumber irigasi? Metode yang paling umum menggunakan prinsip matemakika dari kalkulus.5) X 9. Pertengahan kotak terakhir seharusnya L/10 dari tebing sebelah sana. Pertengahan bagian pertama adalah L/10 dari pinggir.3 E = 0. L/10 0.02 M2 Debit air adalah luas penampang basah kali kecepatan air: 7. Kemudian pertengahan keempat kotak lainnya adalah L/5 di sebelah kanan.2. dan E.0 D = 0.90 m A B C D E Luas penampang basah adalah jumlah luas dari lima kotak. seperti contoh di bawah ini: L = 9. D.80 L/5 1.9 + 1.0/5 = 3.5 Lebar = 9 meter Penampang basah adalah (0.3 + 0. Lebarnya tiap kotak adalah seperlima dari lebar saluran/sungai.

semakin tepat perkiraannya.60 meter akan lebih mudah jika dibagi 6 atau 8 bagian (80 cm atau 60 cm). . Bisa juga memilih angka yang mudah dalam pembagian – jika lebar 9. Kalau dasar sungai banyak variasi. Minimal dibagi lima.Semakin banyak bagian. sebaiknya lebar sungai dibagi sepuluh.

Rasio 1:2:3 berarti untuk tiap ember semen.RUMUS (2): Cara Menghitung Jumlah Semen yang Harus Dipesan TUJUAN: Untuk mengetahui jumlah zak semen yang harus dipesan untuk membangun suatu benda dari beton dengan mutu (kekuatan) tertentu yang diinginkan. 1:2:3 lebih kuat daripada 1:2:4. tetapi semua harus pakai satuan yang sama. dan boleh untuk beton dengan campuran 1:2:3 atau 1:2:4 yang sering dipakai di lapangan. CARA MENGHITUNG: Seleksi proporsi campuran beton ditentukan oleh perancang. tetapi 1:2:4 cukup kuat untuk banyak macam bangunan yang tidak perlu kekuatan yang tinggi. . dengan rumus panjang kali lebar kali tebal.5 8. Panjang 100 meter Jumlah zak semen PC yang dibutuhkan untuk setiap 1 M3 beton: 40 kg/zak 50 kg/zak 9. dan perhitungannya sedikit berbeda. dan batu split (batu pecah kecil). boleh menggunakan kotak di bawah ini: Rasio Beton 1:2:3 1:2:4 CONTOH SOAL: Berapa zak semen diperlukan untuk membangun rabat beton seperti yang digambar di bawah ini. ditambah sejumlah air bersih.5 Tebal 15 cm. Untuk memudahkan pengecekan pekerjaan. Rasio 1:2:3 merupakan perbandingan volume bahan yang dipakai untuk membuat beton. Ukuran zak semen tergantung apa yang ada di pasar. dengan menggunakan beton 1:2:4 dan zak yang 50 kg/zak. seperti pekerjaan rabat beton atau fondasi. Ada rasio lain yang juga dapat dipakai.5 7.0 6. harus pakai dua ember pasir dan empat ember split. Lebar 60 cm Langkah pertama adalah untuk menghitung volume. Semen bisa dalam zak ukuran 40 kg/zak atau 50 kg/zak. pasir. Beton terdiri dari Semen PC.

5 zak/M3 = 58.60 meter = 9.5 zak Beli 59 zak .Volume adalah 100 meter X 0. atau 9.15 meter X 0.5 zak per tiap M3.0 M3 X 6.0 M3 Kubutuhan semen adalah 6.

dan 3% untuk tanjakan 30%.25 / 82 X 100% = 7.25 meter. menggantikan faktor pengurangan dari 2% menjadi 1% -.RUMUS (3): Perhitungan Tanjakan TUJUAN: Dapat menghitung kemiringan tanjakan jalan. 1% untuk tanjakan di bawah 20%.hasil tak kan jauh berbeda. CARA MENGHITUNG: Rumus cukup sederhana. dalam persen. (Jarak menurut pemukaan hanya 82. Mohon diperhatikan. Jarak horisontal adalah 82 meter. 2% untuk tanjakan 25%.] Tanjakan dalam persen adalah Beda Tinggi / Jarak Horisontal X 100% panjang mengikuti jalan beda tinggi Sudut panjang datar CONTOH SOAL: Perbedaan tinggi diukur menjadi 6.14 m) Tanjakan adalah 6. karena tanjakan adalah rasio antara beda tinggi dengan jarak horisontal (datar). seperti contoh di bawah ini. Kalau dihitung dengan perkiraan 21% tetapi mendapat hasil ± 18%.6% . jarak horisontal akan lebih pendek daripada jarak mengikuti permukaan jalan. [Tidak perlu khawatir salah estimasi. Selisih panjangnya dianggap Nol untuk kemiringan di bawah 12%.

terhanyut pada saat hujan. Faktor Loss (Kehilangan) disepakati 1. jangan kilometer. Faktor loss disebabkan bahwa batu yang disusun rapi tidak makan tempat sebanyak batu yang masih acak-acakan. jangan centimeter. batu harus dipecahkan agar memiliki minimal tiga bidang pecah. Kemudian ada sedikit batu hilang dalam proses pemecahan batu.RUMUS (4): Menghitungan Volume Batu untuk Jalan Telford TUJUAN: Untuk menghitung jumlah batu yang perlu disediakan untuk menjadi lapisan batu utama pada jalan Telford. atau dibawa pulang dengan tidak sengaja. CONTOH SOAL: . Hanya untuk jalan Telford. Panjang harus dalam satuan meter. Batu bulat tidak akan saling terikat.3 untuk batu gunung maupun batu kali. Berm / Bahu Jalan Lapisan Penutup 3-5% Padat : 5 cm Tebal jadi : 15 cm 5-10 cm Lapisan Pasir Urug Pasangan Batu Pokok Batu Pengunci Batu Pinggir CARA MENGHITUNG: Kebutuhan batu dapat dihitung dengan mudah dengan menggunakan rumus di bawah ini: Jumlah batu (M3) = Tebal lapisan batu X lebar perkerasan X panjang jalan X Faktor Loss Tebal dan lebar jalan harus dalam satuan meter.

2 kilometer.20 meter X 3. Harus pesan batu berapa kubik batu? Kebutuhan batu adalah 0.Jalan Telford dengan lapisan batu utama 15/20 dan lebar perkerasan 3.00 meter akan dipasang sepanjang 3.3 = 2.00 meter X 3200 meter X 1.496 M3 .

1900 orang/(1000 orang/(1 liter/detik) = 1.RUMUS (5): Estimasi Jumlah Pemakai Air Bersih TUJUAN: Dapat mengestimasikan kebutuhan air bersih untuk sejumlah penduduk. dan masyarakat setuju untuk menggunakan air hanya untuk air minum dan masak. Dua dusun dengan pendukuk 800 manusia dan 1100 manusia perlu debit sebesar apa? Jumlah penduduk adalah 800 + 1100 menjadi 1900 Dengan pakai rumus atas. CARA MENGHITUNG: Rumus yang paling sederhana adalah 1 liter per detik mampu melayani 1000 orang di desa untuk semua kebutuhan manusia. Debit 2. Debit dalam liter per detik dikalikan 1000 untuk langsung mendapat jumlah orang. . Jadi dapat menghitung kebutuhan air dengan membagi jumlah penduduk dengan 1000 – hasilnya langsung dalam satuan liter per detik.4 liter per detik mampu melayani berapa orang? 2.9 liter per detik Catatan: Jika sumber air sangat terbatas. atau sebaliknya dapat mengestimasikan jumlah penduduk yang dapat dilayani suatu debit air.4 liter/detik X 1000 orang/(1 liter/detik) = 2400 orang 2. Alternatif adalah menghitung jumlah penduduk dengan diketahui debitnya. air sebanyak 1 liter/detik masih mampu untuk mencukupi kebutuhan 2000 orang. CONTOH SOAL: 1.

atau gedung.RUMUS (6): Estimasi Ketinggian Tiang atau Gedung TUJUAN: Sering terjadi ada benda yang harus diperkirakan tingginya. Dengan metode ini. metode ini hanya bisa dipakai bila ada matahari dan bayangan benda terlihat. Tinggi = T Panjang bayangan = B Tpohon / Bpohon = Tmistar / Bmistar . pohon. misalnya tiang listrik. Jeleknya. dapat dibuat estimasi dengan sederhana tanpa alat khusus. CARA MENGHITUNG: Rumus ini didasarkan atas fakta bahwa perbandingan antara tinggi sebenarnya dan panjangnya bayangan akan sama untuk semua benda. dengan persyaratan bayangan jatuh pada tanah relatif datar.

CONTOH SOAL: Tinggi mistar = 60 cm Panjang bayangan mistar = 90 cm Panjang bayangan pohon = 8 meter Tinggi pohon = 60 cm / 90 cm X 8 meter = 5.33 meter .

CARA MENGHITUNG: Untuk memperkirakan kebutuhan air untuk sawah. bisa diperkirakan air tersebut dapat mengairi sawah berapa hektar.5 liter per detik 2. Berapa debit air diperlukan untuk kegiatan ini? Debit = 30 hektar X 1.75 liter/detik/hektar = 48.6 hektar .75 liter/detik/hektar = 52.RUMUS (7): Estimasi Kebutuhan Debit Air untuk Irigasi TUJUAN: Dengar melihat suatu sumber air.75 liter per detik per hektar sawah CONTOH SOAL: 1. Untuk proyek irigasi yang sangat besar. Debit air (liter per detik) diestimasikan dengan rumus yang diberi di atas.085 M3 per detik. Berapa luas sawah yang dapat diairi? Langkah pertama adalah untuk mengkonversi debit ke satuan liter/detik 0. dapat menghitung jumlah air yang dibutuhkan untuk mengairi suatu wilayah sawah. Ada saluran yang kapasitasnya 0. kebutuhan air per hektar lebih kecil. boleh menggunakan rumus yang sangat sederhana (yang sebenarnya berlaku untuk seluruh proyek irigasi yang ukuran kecil atau sedang.085 M3 /detik = 85 liter per detik Luas Sawah = 85 liter/detik / 1. Ada sawah 30 hektar yang mau diairi melalui saluran irigasi baru. Sebaliknya. Debit yang dibutuhkan = 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful