P. 1
Pendidikan Dan Pelatihan Karyawan

Pendidikan Dan Pelatihan Karyawan

|Views: 591|Likes:
Published by Ririn Suwahyuni

More info:

Published by: Ririn Suwahyuni on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2014

pdf

text

original

I.

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi yang semakin maju dari masa ke masa, membuat persaingan dalam dunia pekerjaan meningkat. Hal ini dikarenakan adanya globalisasi dan modernisasi. Jika suatu organisasi atau instansi tidak bisa menyikapi hal tersebut, maka kelangsungan kegiatan atau pekerjaan di dalam organisasi atau instansi tersebut akan terhambat. Untuk itu, diperlukan adanya sistem yang baik yang harus dimiliki oleh setiap organisasi. Sebuah instansi harus didukung sumber daya manusia yang cakap karena sumber daya manusia sangat berperan dalam menjalankan usaha atau kegiatan di dalam instansi tersebut (Soekidjo Notoatmodjo, 2003 : 2). Perlu disadari bahwa untuk mengimbangi perubahan-perubahan dan kemajuan dalam berbagai aspek yang mempengaruhi beban kerja pimpinan dituntut tersedianya tenaga kerja yang setiap saat dapat memenuhi kebutuhan. Untuk itu, seorang pimpinan harus dapat mengelola sumber daya-sumber daya secara efektif dan efisien terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia. Dalam kondisi seperti ini, bagian kepegawaian juga dituntut harus selalu mempunyai strategi baru untuk dapat mengembangkan dan mempertahankan pegawai yang cakap yang diperlukan oleh suatu instansi. Untuk mendapatkan pegawai yang profesional dan berintegritas memang harus dimulai dari seleksi penerimaan, penempatan, promosi sampai dengan pengembangan pegawai tersebut. Sebuah lembaga atau organisasi, baik bersifat profit maupun nonprofit, akan memiliki ketergantungan pada aspek sumber daya manusia. Sumber daya manusia memiliki faktor kendali yang dapat menentukan keberlangsungan sebuah perusahaan (Engel, 2001). Dapat dikatakan demikian karena faktor sumber daya manusia dalam hal kualitasnya akan menentukan kualitas organisasi tersebut yang nantinya berpengaruh pada kelangsungan hidupnya. Salah satu hal yang dapat dijadikan parameter tentang kualitas kerja sumber daya manusia adalah tingkat kinerja yang ada pada sumber daya manusia tersebut. Kinerja atau performance diartikan sebagai prestasi kerja, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja, hasil kerja atau unjuk kerja. Secara logika dapat dikatakan bahwa semakin tinggi kinerja seorang karyawan maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi pula kualitas karyawan tersebut. Kinerja karyawan tidak akan timbul begitu saja, melainkan membutuhkan suatu pendekatan yang intensif untuk memahami faktor-faktor yang dapat menumbuhkan prestasi kerja karyawan. Tinggi rendahnya

Mengetahui cara pemberian pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja (performance) karyawan. Faktor yang dimaksudkan antara lain adalah kemampuan karyawan untuk selalu mengikuti perubahan. para pegawai harus mendapatkan program pendidikan dan pelatihan yang memadai untuk jabatannya sehingga pegawai terampil dalam melaksanakan pekerjaannya (Anwar. 1995:73). 2. Untuk mencapai kinerja yang diharapkan dalam suatu organisasi atau instansi. maka dapat diketahui tujuan dari pembuatan makalah ini. RUMUSAN MASALAH Adapun rumusan masalah dalam makalah ini. diantaranya: 1. TUJUAN Berdasarkan rumusan masalah yang ada. Bagaimana contoh pemberian pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja (performance) karyawan? C. Untuk meningkatkan mutu atau kinerja pegawai melalui pendidikan dan pelatihan harus dipersiapkan dengan baik untuk mencapai hasil yang memuaskan. kami tertarik untuk membuat makalah dengan judul “Pemberian Pendidikan dan Pelatihan dalam Peningkatan Kinerja (Performance) Karyawan”. setiap karyawan harus mempunyai dasar pengetahuan yang memadai untuk memecahkan permasalahan pekerjaan dalam waktu yang tidak terlalu lama. . 3. Peningkatan mutu atau kinerja harus diarahkan untuk mempertinggi keterampilan dan kecakapan pegawai dalam menjalankan tugasnya (Widjadja. Apa yang dimaksud dengan pendidikan dan pelatihan? 2. Mengetahui pengertian dari pendidikan dan pelatihan. Berdasarkan latar belakang tersebut. 2005:67). Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatan kinerja pegawai adalah dengan melalui pengembangan pegawai yaitu dengan melakukan pendidikan dan pelatihan. Bagaimana pemberian pendidikan dan pelatihan terhadap peningkatan kinerja (performance) karyawan? 3. B. yaitu: 1. Mengetahui contoh pemberian pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja (performance) karyawan. 2000).tingkat prestasi seorang karyawan sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor (Alma.

Pendidikan menurut Wijaya (1995:75) dimaksudkan untuk membina kemampuan atau mengembangkan kemampuan berfikir para pegawai. Pelatihan Pelatihan merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi guna membantu para karyawan dalam memahami suatu pengetahuan praktis dan penerapannya. serta meningkatkan keterampilan dalam memahami. meningkatkan kemampuan mengeluarkan gagasan-gagasan para pegawai sehingga mereka dapat menunaikan tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. kepribadian. Pendidikan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual agama. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. 2. akhlak mulia. pengendalian diri. Pelatihnya juga harus mempelajari keterampilan atau teknik khusus yang dapat di demonstrasikan dan diobservasi di tempat tugasnya. sehingga pelatihan ialah proses yang akan menghasilkan suatu perubahan perilaku bagi karyawan atau pegawai. Pelatihan adalah suatu kegiatan peningkatan kemampuan karyawan atau pegawai dalam suatu institusi. . masyarakat. Pendidikan di dalam suatu instansi ataupun organisasi merupakan suatu proses pengembangan kemampuan intelektualitas ke arah yang diinginkan oleh instansi yang bersangkutan.II. kecakapan dan sikap yang diperlakukan oleh organisasi dalam mencapai tujuannya (Heidjrachman dan Suad. 2001 :77). kecerdasan. PEMBAHASAN A. bangsa dan negara. Pelatihan merupakan upaya untuk mentransfer keterampilan dan pengetahuan kepada para peserta pelatihan sedemikian rupa sehingga para peserta menerima dan melakukan pelatihan pada saat melaksanakan pekerjaan. Pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan yang dikembangkan haruslah yang spesifik dan latihan harus diarahkan pada perubahan perilaku yang teridentifikasikan. Secara konkrit perubahan perilaku itu berbentuk peningkatan kemampuan dan sasaran atas karyawan yang bersangkutan. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN 1.

Pada akhir suatu proses pelatihan biasanya peserta hanya memperoleh suatu sertifikat. Indikator Pengembangan Kemampuan Pendidikan Menyeluruh (overall) Kognitif. Batasan Pendidikan dan Pelatihan Perbandingan antara pendidikan dan pelatihan dapat dilihat pada tabel di bawah ini. sedangkan pendidikan lebih pada pengembangan kemampuan umum. No. peserta pada umumnya memperoleh ijazah atau “gelar”. 1. Dalam suatu pelatihan orientasi atau penekanannya pada tugas yang harus dilaksanakan (job orientation). sedangkan pendidikan ketiga area kemampuan tersebut (kognitif. terutama pada pendidikan yang masih bersifat umum. Oleh karena orientasinya kepada pelaksanaan tugas serta keterampilan khusus pada sasaran yang pada umumnya bagi mereka yang sudah bekerja. Area Kemampuan (penekanan) Jangka waktu pelaksanaan Materi yang diberikan Perbedaan istilah pendidikan dan pelatihan dalam suatu instansi. meskipun didasari pengetahuan dan sikap. . sedangkan pelatihan lebih berkaitan dengan peningkatan kemampuan atau keterampilan karyawan yang sudah menduduki suatu pekerjaan atau tugas tertentu. Namun pada pendidikan kejuruan atau pendidikan khusus. secara konsep dapat dikenal dari hal-hal berikut: Pendidikan pada umumnya berkaitan dengan mempersiapkan calon tenaga yang diperlukan oleh suatu instansi atau organisasi. Demikian pula metode belajar mengajar yang digunakan pada pelatihan lebih interaktif dibandingkan dengan pendidikan. maka jangka waktu pelatihan pada umumnya lebih pendek daripada pendidikan. efektif. 3. 6. Pelatihan pada umumnya menekankan pada kemampuan psikomotor. 4. maka yang diutamakan adalah keterampilan. dan psikomotor Panjang (long term) Lebih umum Conventional Gelar (degree) Pelatihan Mengkhususkan (spesific) Psikomotor dan keterampilan Pendek (short term) Lebih khusus Inconventional 5. afektif. Penggunaan metode belajar mengajar Penghargaan akhir proses (Interaktif) Sertifikat (non-degree) 2. sedangkan pada akhir pendidikan.3. dan psikomotor) memeperoleh perhatian yang seimbang.

Oleh karena itu setiap organisasi atau instansi yang ingin berkembang. tetapi juga keuntungan organisasi atau instansi. Hal ini terjadi karena sering seseorang menduduki jabatan tersebut bukan karena kemampuannya. . 2003 : 30). Produktivitas kerja meningkat berarti organisasi yang bersangkutan akan memperoleh keuntungan (Soekidjo Notoadmodjo. Pendidikan dan pelatihan dipandang sebagai salah satu bentuk investasi. Pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi suatu organisasi antara lain: a. Pendidikan dan pelatihan (diklat) pegawai juga dirancang untuk memperoleh pegawaipegawai yang mampu berprestasi dan fleksibel untuk suatu instansi dalam geraknya ke masa depan. Pentingnya Pendidikan dan Pelatihan Penggunaan istilah pendidikan dan pelatihan dalam suatu instansi atau organisasi biasanya disatukan menjadi diklat (Pendidikan dan Pelatihan).Perbedaan-perbedaan tersebut prakteknya sangat fleksibel. B. PEMBERIAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DALAM PENINGKATAN PERFORMANCE (KINERJA) 1. Karena dengan meningkatnya kemampuan atau keterampilan para pegawai. Oleh karena itu setiap organisasi atau instansi yang ini berkembang. Pendidikan dan pelatihan pegawai sangat diperlukan dalam sebuah instansi. Unit yang menangani pendidikan dan pelatihan pegawai atau karyawan lazim disebut Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Pelatihan). 2003:31). Sumber daya manusia atau karyawan yang menduduki suatu jabatan tertentu dalam organisasi. maka pendidikan dan pelatihan bagi karyawan harus memperoleh perhatian yang besar. melainkan karena tersedianya formasi. karena dengan adanya program tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan dan keterampilan pegawai. Pentingnya pendidikan dan pelatihan bukanlah semata-mata bagi pegawai yang bersangkutan. pendidikan dan pelatihan pegawainya harus memperoleh perhatian yang lebih besar sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawainya tersebut (Soekidjo Notoatmodjo. belum tentu mempunyai kemampuan yang sesuai dengan persyaratan yang perlukan dalam jabatan tersebut. di mana batas antara pelaksanaan pendidikan dan pelatihan itu tidak ada garis yang tegas. Oleh sebab itu karyawan atau staf baru ini perlu penambahan kemampuan yang mereka perlukan. dapat meningkatkan produktivitas kerja para pegawai. Pendidikan dan pelatihan juga merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian pegawai.

b. Kadang-kadang seorang karyawan yang dipromosikan untuk menduduki jabatan tertentu ini masih belum cukup. Memperbaiki Kinerja . bakat. diharapkan memiliki kualitas seperti yang diharapkan oleh organisasi. kreativitas. Adanya ganjaran dan perangsang yang berupa promosi dapat meningkatkan produktivitas kerja bagi seorang karyawan. maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa manusia adalah aset yang paling penting dan berdampak langsung pada organisasi atau instansi tersebut dibandingkan dengan sumber daya-sumber daya lainnya. b. baik pemerintah maupun swasta merasa terpanggil untuk menyelengggarakan pelatihan-pelatihan bagi para karyawannya agar diperoleh efektifitas dan efisiensi kerja sesuai dengan masa pembangunan. maka diperlukan penambahan atau peningkatan kemampuan yang diperlukan oleh jabatan tersebut. c. d. jelas akan mempengaruhi suatu organisasi/instansi. masing-masing instansi/organisasi mempunyai tujuan tertentu. Oleh sebab itu jabatan-jabatan yang dulu belum diperlukan. Kemampuan orang yang menempati jabatan tersebut kadang-kadang tidak ada. apabila instansi tersebut mau berkembang. antara lain: a. pikiran. Tujuan Pendidikan dan Pelatihan Dalam kegiatan pendidikan dan latihan. Dengan adanya kesadaran akan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi karyawan. Melihat pentingnya sumber daya manusia dalam suatu organisasi atau instansi. Karyawan yang dikembangkan dan dipromosikan dengan dibekali dengan pendidikan dan latihan. Di dalam masa pembangunan ini organisasi atau instansi-isntansi. Dengan adanya kemajuan ilmu dan teknologi. Untuk itulah maka diperlukan pendidikan dan pelatihan tambahan. Mempersiapkan Karyawan untuk Promosi Pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan memungkinkan karyawan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan berikutnya yang menuntut tugas dan tanggungjawab yang lebih besar. dan usaha mereka kepada organisasi atau instansi tersebut. 2. Karena manusia memberikan tenaga. Pentingnya promosi bagi seseorang adalah sebagai reward dan insentive (ganjaran dan perangsang). Dengan demikian. sekarang diperlukan. maka hendaknya pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) dapat dilakukan secara kontinue atau berkelanjutan. Promosi dalam suatu organisasi/instansi adalah suatu keharusan.

b. Apabila dapat selalu mengikuti perkembangan tek-nologi dan memanfaatkan teknologi tersebut. Pendidikan Umum. Pemanfaatan teknologi perhubungan dengan efisiensi kerja darri organisasi. 4. b. sehingga karyawan dapat memiliki dan memperbaiki kinerja yang selama ini belum optimal. keterampilan dan kemampuan yang ada pada karyawan. Meningkatkan produk/prestasi kerja karyawan. menambah pengetahuan. sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja yang ada kearah yang baik. Jenis dan Metode Pendidikan dan Pelatihan Pendidikan dan pelatihan berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi empat macam. yaitu pendidikan yang dilaksanakan di dalam dan di luar sekolah. Manfaat Pendidikan dan Pelatihan Dalam kegiatan pendidikan dan latihan. 3. antara lain : a. . Mengikuti Perkembangan Teknologi Perkembangan teknologi dalam masa sekarang sangatlaah cepat. ada banyak sekali manfaat-manfaat yang dapat diambil oleh instansi yang bersangkutan. karena mampunyai karyawan yang menguasai teknologi. e.Adanya program pendidikan dan pelatihan. f. Mengurangi ketakutan menghadapi tugas-tugas baru di masa yang akan datang. d. Memperlancar komunikasi sehingga lebih efektif. dengan tujuan mempersiapkan para peserta tersebut memperoleh pengetahuan umum. c. Meningkatkan loyalitas dan kerjasama yang menguntungkan. dan g. Pendidikan Kejuruan. c. antara lain: a. sehingga efisiensi kerja dapat lakukan disetiap unit kerja. Meningkatkan motivasi dan kemampuan kerja karyawan. baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Adanya persepsi yang sama terhadap tugas-tugas yang harus diselesaikan. maka organisasi akan lebih dapat bersaing. yaitu pendidikan umum yang direncanakan untuk mempersiapkan pada peserta pendidikan mau melakukan pekerjaan sesuai dengan bidang kejuruannya. Meningkatkan kedisiplinan karyawan terhadap peraturan atau kebiasaan yang bersifat normatif.

Tujuan Pelatihan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan rotasi pendidikan dan latihan. apakah pendidikan dan latihan tersebut bertujuan peningkatan pengetahuan. d. yaitu bagian dari pendidikan yang memberikan pengetahuan dan ketrampilan yang diisyaratkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang pada umumnya bertaraf lebih rendah dari pada latihan keahlian. maka tidak akan terjadi pendidikan dan latihan. Adanya tujuan Pendidikan dan latihan membuat kegiatannya dapat terarah. pelatih dan karyawan merupakan faktor utama terselenggaranya pendidikan dan latihan. Selain waktu. yaitu bagian dari pendidikan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diisyaratkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan termasuk di dalamnya latihan ketata-laksanaan. Latihan Keahlian. kalau tidak ada pelatih dan karyawan. e. karena ada-nya pengaturan waktu yang tepat. Manfaat Pelatihan. antara lain: a. Latihan Kejuruan. hal pertama yang harus diperhatikan adalah penentuan tujuan. Apabila tujuannya adalah peningkatan keterampilan. sesuai dengan metode dan tujuan. maka tidak ada jam efektif yang terbuang. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pendidikan dan pelatihan. Isi/Materi Pelatihan. d. pelaksanaan pendidikan dan latihan harus memperhitungkan waktu. tempat juga menentukan berhasil dan tidaknya pendidikan dan latihan. dalam merencanakan pendidikan dan latihan. materi yang diberikan kepada peserta pendidikan dan latihan harus disesuaikan dengan tujuan. setiap pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat membawa manfaat. Pelatih adalah seseorang yang menyampaikan materi pendidikan dan latihan sesuai tujuan. sedangakan karyawan adalah orang yang menerima pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan. Pelatih dan Karyawan yang akan Dilatih. . akan mendukung bagi ter-capainya pelaksanaan pendidikan dan latihan yang tepat. Meskipun sarana dan prasarana memadai. c. b. keterampilan atau ada tujuan lain. Tempat yang tepat. Waktu dan Tempat Pelatiha.c. Adanya manfaat bagi individu menjadikan orang termotivasi untuk selalu meningkatkan kualitas sumber dayanya. baik untuk individu maupun untuk organisasi. mestinya materi yang diberikan akan lebih banyak bersifat praktek.

dan psikomotorik terhadap penyelesaian tugas dan pekerjaan yang akan akan dibebankan kepadanya. afektif. teknik pemodelan perilaku (behavior modeling). Secara garis besar metode pendidikan dan pelatihan karyawan dapat dibedakan menjadi dua macam. pelaksanaan pendidikan dan latihan harus menggunakan metode yang tepat. misalnya fasilitas penginapan. ialah ceramah biasa. g. Kelebihan metode ini yaitu pelatih yang ada biasanya seseorang yang lebih professional. ”kegiatan tanpa dana ibarat sawah tanpa air”. hal ini disebab-kan ketepatan metode akan sangat berpengaruh terhadap hasil pendidikan dan latihan yang dijalankan. makan dan sebagainya.Pada umumnya metode ini mempunyai dua macam teknik. Biaya yang Dibutuhkan dalam Pelatihan. Hal ini disebab-kan semua aktivitas selalu membutuhkan dana. maka tidak akan menghasilkan yang maksimal. betapa pun kecil. sikap dan keterampilan baru kepada para peserta. memberikan wawasan tambahan bagi karyawan tentang sesuatu yang baru. faktor terakhir yang harus dipertimbangkan juga adalah fasilitas yang ada. Metode Pelatihan yang Dipakai. Metode off the job training adalah metode dalam pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan dalam lokasi yang berbeda. Fasilitas yang dimaksudkan di sini adalah fasilitas yang mendukung kegiatan. Maksud metode pendidikan dan pelatihan adalah sebagai suatu cara sistematis yang dapat memberikan deskripsi secara luas serta dapat membuat suatu kondisi tertentu dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan guna mendorong peserta dapat mengembangkan aspek kognitif. Yang termasuk dalam teknik ini. Situasi dan kondisi pendidikan dan latihan harus diperhitungkan. sehingga pene-rapan metode dapat disesuaikan. di samping materi yang disajikan dalam program pelatihan dan pengawasan dan hasil dari proses pelatihan dapat segera diketahui karena pelatihan dilakukan dalam kelompok. Adapun kelemahannya adalah materi-materi yang diberikan biasanya bersifat teoritis dan nilai prakteknya berkurang dan kurang kesesuaian antara kebutuhan materi dengan keadaan sesungguhnya. Fasilitas yang Diperlukan dalam Pelatihan. 2) Metode-metode Simulasi . h. maksudnya kegiatan tanpa adanya biaya. yakni: 1) Teknik presentasi informasi Menyajikan informasi dengan tujuan mengintroduksikan kemampuan. pengetahuan. teknik diskusi.f. yakni : a. Metode di Luar Pekerjaan (Off the job side) Metode ini berarti karyawan sebagai peserta diklat keluar sementara dari pekerjaannya. dan teknik magang.

sehingga para pegawai baru akan menirunya. demikian pula dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Instansi Kepabeanan Indonesia) adalah suatu instansi yang memiliki peran yang cukup penting dari Negara dalam melakukan tugas dan fungsinya untuk: a. Ada beberapa kebaikan dan kelemahan dari metode ini. b. Pendidikan dan Pelatihan di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Bandar Lampung CUSTOMS (Instansi Kepabeanan) di mana pun di dunia ini adalah suatu organisasi yang keberadaannya amat essensial bagi suatu negara.Simulasi adalah suatu peniruan karakteristik atau perilaku tertentu dari dunia riil sedemikian rupa sehingga para peserta pelatihan dapat merealisasikan seperti keadaan sebenarnya. Metode di Dalam Pekerjaan (On the job site) Metode ini dilaksanakan pada tempat kerja sesungguhnya. Melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya . D. permainan peranan (role playing). karyawan senior mungkin tidak dapat sepenuhnya dalam membimbing. Kebaikannya adalah: 1) Pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan sesungguhnya. CONTOH PEMBERIAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Berdasarkan pemaparan di atas. karena terbentur pada pekerjaannya dan apabila karyawan senior tidak mempunyai motivasi yang tinggi. Ini berarti para pegawai yang sudah berpengalaman untuk membimbing atau mengajarkan kepada para pegawai baru dan diharapkan pegawai yang telah senior itu dapat memberikan suatu contoh mengerjakan pekerjaan dengan baik. maka dalam pembimbingan kurang dapat maksimal. 4) Tidak menyita waktu yang banyak dan biaya relatif rendah. Sedangkan kelemahanya adalah kemampuan karyawan yang baik belum tentu dapat sebagai pembimbing yang baik pula. Metode-metode simulaisi ini mencakup simulator alat-alat. Metode ini adalah berbentuk penugasan pegawai-pegawai baru pada bagian-bagian yang telah ditentukan. berikut adalah contoh pemberian pelatihan dan pendidikan di berbagai instansi. jelas dan kongkret. dan teknik di dalam keranjang (in basket). antara lain: 1. 3) Tidak perlu fasilitas khusus karena pelatihanya ditempat kerja sesungguhnya. 2) Pelatihan dibimbing langsung oleh karyawan yang lebih senior dan mestinya lebih berpengalaman. studi kasus (case study).

26 . jelas merupakan langkah antisipatif yang menyentuh dimensi strategis. 3. Alat ukur pencapaian tujuan dan sasaran kinerja serta pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bandar Lampung dalam menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Memungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor secara maksimal untuk kepentingan penerimaan keuangan negara Untuk itu.79/BC/1999 tanggal 1 Desember 1999 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Strategis dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.50 18. dan essensial di bidang perdagangan. kebijaksanaan Pemerintah dengan disahkannya UU No. berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor : KEP.88 12. Jumlah pegawai Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bandar Lampung dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. 2. substantif. Melindungi industri tertentu di dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dengan industri sejenis dari luar negeri c. kebijaksanaan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Bandar Lampung. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bandar Lampung dalam kegiatan operasionalnya sehari-hari untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing pegawai.b. Latar Belakang Pendidikan 1. serta diharapkan mampu menghadapi tantangan-tantangan di era perdagangan bebas yang sudah diambang pintu. Melaksanakan tugas titipan dari instansi-instansi lain yang berkepentingan dengan lalu lintas barang yang melampaui batas-batas Negara e. Memberantas penyelundupan d.10/1995 tentang Kepabeanan yang telah berlaku secara efektif tanggal 1 April 1997. Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan beserta indikator kinerja sasaran sesuai dengan program. Komposisi Pegawai Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bandar Lampung Berdasarkan Jenjang Pendidikan Formal Tahun 2007 No. Pasca Sarjana Sarjana Diploma III Jumlah Pegawai 3 Orang 13 Orang 19 Orang % Jabatan terhadap Jumlah Pegawai 2.

26 49. Berikut jenis pendidikan dan pelatihan yang telah diikuti oleh pegawai Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bandar Lampung: Tabel 2. Pendidikan dan Pelatihan Program Diploma III Khusus STAN Diklat Teknis Subtantif Dasar I Waktu Pelaksanaan 2.19 2.5 Tahun 224 April – 19 Mei 2006 Jumlah Pegawai yang Mengikuti 3 Orang 2 Orang (DTSD I) 3. Pejabat 17 Juli – 11 Agustus 2006 20-25 Juli 2006 Fungsional Pemeriksa Barang (PFPB) DTSS Ship Search 3 Orang 7 Orang . Spesialisasi (DTSS) Intelejen Taktis Diklat Keterampilan 3 Orang 5. 6. 1. sedangkan selebihnya berlatar belakang pendidikan Sarjana dan Pasca Sarjana. 5.88 100 % Jumlah Sumber : Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bandar Lampung. Jenis Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pegawai dan Periode Pelaksanaan Diklat pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bandar Lampung Selama Tahun 2006 No. Program kerja Pusdiklat Bea dan Cukai sebagai institusi yang khusus bertugas untuk meningkatkan kualitas kinerja pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) telah menetapkan berbagai pelatihan khusus yang terdiri dari diklat dan penataran.4. 2. 6.26% berlatar belakang pendidikan Diploma I dan Diploma III. 18. 2007 Tabel 1 di atas memperlihatkan bahwa sebagian besar pegawai pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bandar Lampung adalah berlatar belakang pendidikan SLTA dengan jumlah persentase sebesar 45. Diploma I SLTA SLTP 19 Orang 47 Orang 3 Orang 104 Orang 18. Diklat Teknis Subtantif Spesialisasi I 29 Mei – 16 Agustus Kepabean dan Cukai (DTSS I) Diklat Teknis Subtantif dan 2006 26 Juni – 5 Juli 2006 5 Orang 4.19%.

1 Orang 9. . 2007 Tabel 2 memperlihatkan data pegawai Kantor Pelayanan Bea Cukai Tipe A Bandar Lampung yang sudah pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan selama tahun 2006 sebanyak 32 orang pegawai yang tersebar dari berbagai jenis pendidikan dan pelatihan. Jumlah Penyegaran Penyidik Pegawai Negeri 27 Sipil (PPNS) Desember 2006 3 Orang 32 Orang Sumber : Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bandar Lampung.7. Kesamaptaan Prodip IIII Kepabean 28 dan Cukai Diklat Fungsional Berjenjang Pranata Komputer Terampil Agustus – 08 September 2006 14-23 November 2006 November – 01 5 Orang 8.

Pendidikan Kejuruan. Metode pendidikan dan pelatihan adalah cara atau strategi yang digunakan dan dilaksanakan untuk mecapai tujuan. serta fasilitas yang diperlukan dalam pelatihan. yakni tujuan pelatihan. PENUTUP A. Pembaca disarankan untuk lebih cermat dalam memilih metode pendidikan dan pelatihan agar tujuannya dapat tercapai secara efektif dan efisien. Kantor Pelayanan Bea Cukai Tipe A Bandar Lampung sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan selama tahun 2006. Pada tahun 2006. Agar pembaca memperhatikan hal-hal berikut dalam melakukan pendidikan dan pelatihan. Latihan Keahlian. Adapun tujuan dari pendidikan dan pelatihan yakni mempersiapkan karyawan untuk promosi. isi/materi pelatihan. SARAN Berdasarkan kesimpulan di atas. dan Latihan Kejuruan. . manfaat pelatihan. hasil kerja atau unjuk kerja. sebagian besar pegawai pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bandar Lampung berlatar belakang pendidikan SLTA dengan jumlah persentase sebesar 45. biaya yang dibutuhkan dalam pelatihan metode pelatihan yang dipakai. Berdasarkan sifatnya pendidikan dapat dibagi menjadi: Pendidikan Umum. waktu dan tempat pelatihan. penulis mempunyai beberapa saran diantaranya: 1. Penggunaan istilah pendidikan dan pelatihan dalam suatu instansi atau organisasi biasanya disatukan menjadi diklat (Pendidikan dan Pelatihan). Unit yang menangani pendidikan dan pelatihan pegawai atau karyawan lazim disebut Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Pelatihan). memperbaiki kinerja. dan untuk mengikuti perkembangan teknologi.III. Secara garis besar metode ini terbagi atas dua macam. pelaksanaan kerja. yaitu Metode di Luar Pekerjaan (Off the job side) dan Metode di Dalam Pekerjaan (On the job site). B. Program kerja Pusdiklat Bea dan Cukai sebagai institusi yang khusus bertugas untuk meningkatkan kualitas kinerja pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) telah menetapkan berbagai pelatihan khusus yang terdiri dari diklat dan penataran. Pendidikan dan pelatihan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja karyawan. pencapaian kerja.19%. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Instansi Kepabeanan Indonesia) adalah suatu instansi yang memiliki peran yang cukup penting dari Negara. KESIMPULAN Kinerja atau performance diartikan sebagai prestasi kerja. pelatih dan karyawan yang akan dilatih. 2.

Manajemen Sumber Daya Manusia.com/2012/11/jenis-dan-metode-pendidikandan. Riadi. 2009. Oemar. http://www. Jenis dan Metode Pendidikan dan Pelatihan.html). http://ardalarfani.blogspot.UZD206Lwmyw). Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu. Abdurrahmat. Roesdi. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2012. Diakses 12 Mei 2013. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Diakses 12 Mei 2013. 2008. 2009.kajianpustaka.com/2012/02/tujuan-pendidikan-dan-pelatihan. Pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja PNS. 10 (2). Muchsin. Pengaruh Pelatihan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada Yayasan Pendidikan Telkom. http://muchsinal- mancaki. . Ardal. Vol. Jakarta: PT Rineka Cipta. Jurnal Bisnis & Manajemen. Tujuan Pendidikan dan Pelatihan. Astri. 2006. 2007. Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan. Diakses 10 Mei 2013. (Online. Universitas Muhammadiyah Malang. (Online. Fathoni. 2012. Hamalik.com/).blogspot. Soekidjo. Banking and Management Review. 2011. Mursidi. Wulandari. Jakarta: PT Rineka Cipta. Rosnelly. Jurnal Teknik Industri. Institut Manajemen Telkom Bandung. Muchlisin. Vol. (Online. Notoadmodjo. 4 (3).DAFTAR PUSTAKA Arfani. Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja SDM pada Kantor Bea Cukai Bandar Lampung.html#.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->