Efloresensi Kulit

Tasya Felicia Macellin 201210330311160

Efloresensi kulit
• Kelainan kulit yang dapat dilihat dengan mata telanjang (secara obyektif), dan bila perlu dapat diperiksa dengan perabaan

Efloresensi kulit

Efloresensi primer

Efloresensi seunder

EFLORESENSI PRIMER • • • • • • Makula Papula Plaque (plakat) Nodul Urtika Papiloma • Vesikel • Bula • Pustula • Purpura • Kista • Teleangiektasis • Komedo .

MAKULA Perubahan warna kulit yang tegas dengan ukuran dan bentuk bervariasi tanpa disertai perubahan konsistensi dan permukaannya Makula berukuran < 1 cm. jika > 1 cm : patch .

Papula Penonjolan kulit yang solid dengan diameter < 1 cm dan bagian terbesarnya berada diatas permukaan kulit .

tetapi juga dapat karena gabungan dari beberapa papula .Plaque (Plakat) Kelainan kulit seperti papula dgn permukaan datar & diameter > 1 cm Plak dapat terjadi karena perluasan suatu papula.

Nodul Penonjolan pada kulit berbatas tegas. letaknya dalam. diameternya > 1 cm .

timbulnya cepat dan hilangnya juga cepat. Biasanya berwana kemerahan dan pucat di bagian tengah .Urtika Penonjolan kulit dengan batas tegas.

Papiloma Penonjolan kulit yang berbentuk seperti jari-jari tangan yang disebabkan karena meningginya papilla dermis dan ditutupi oleh epidermis yang mengalami hiperplasi .

berisi cairan & diameternya < 1 cm Bila pecah menjadi Erosi.Vesikel Penonjolan kulit berbatas tegas. bila bergabung menjadi Bula .

Bula Penonjolan kulit berbatas tegas. seperti vesikel dengan ukuran > 1 cm .

diameter < 1 cm.Pustula Penonjolan kulit berbatas tegas. berisi cairan pus/ nanah .

Echymosis : > 1 cm Tes : Diaskopi .Purpura Perubahan warna kulit menjadi kemerahan yang terjadi karena perdarahan di dalam kulit Berdasarkan diameter : a. Petechie : < 1 cm b.

Kista Suatu rongga yang dibatasi oleh epitel dan di dalamnya berisi massa cair atau solid .

Teleangiektasis Terjadinya pelebaran pembuluh darah kapiler. venulae. atau arteriole yang nampak pada permukaan kulit .

sebum & mikroorganisme ttt Dibagi : Black comedo dan white comedo .komedo Penonjolan kulit karena adanya pelebaran infundibulum folikel rambut yang terisi masa keratin.

EFLORESENSI SEKUNDER  Skuama  Krusta  Erosi  Ulkus  Ekskoriasi  Fisura  Atrofi  Sikatriks  Sklerosis  Likenifikasi  Sinus  Abses  kunikulus .

warna putih keabuan kuning coklat . tipis/ tebal.Skuama Stratum korneum yang terkelupas dan tampak pada permukaan Dapat kering/ berminyak.

Krusta Bahan cair. darah atau serum maupun jaringan nekrotik yang mengering . eksudat.

Erosi Defek pada sebagian atau seluruh epidermis tetapi tidak sampai pada membrana basalis. sehingga pada proses penyembuhannya tidak meninggalkan bekas sikatrik .

sehingga pada proses penyembuhannya sering meninggalkan sikatriks . bahkan mungkin sampai dermis atau subkutis.Ulkus Defek yang mengenai seluruh epidermis dan melebihi membrana basalis.

Ekskoriasi Hilangnya jaringan sampai dengan stratum papilare .

Fisura Retakan kulit/ defek linier yang dapat mulai dari permukaan sampai lapisan dermis .

Atrofi Penipisan kulit. baik epidermis maupun dermis. Kulit yang mengalami atropi tanpak mengkilat. dengan gambaran permukaan yang hilang. putih. mengkerut & tidak mempunyai adneksa lagi .

Sikatriks Pembentukan jaringan baru yang sifatnya lebih banyak mengandung jaringan ikat untuk mengganti jaringan yang rusak akibat penyakit atau trauma pada dermis yang lebih dalam .

Sklerosis Mengerasnya kulit yang hanya dapat ditemukan dengan palpasi .

Proses likenifikasi terjadi sebagai akibat garukan kronis dan hebat . biasanya disertai hiperpigmentasi.Likenifikasi Penebalan kulit yang ditandai dengan penegasan gambaran garisgaris permukaan kulit baik longitudinal maupun transfersal.

Sinus Saluran yang dibatasi oleh epitel dan bermuara pada kulit .

Abses Kumpulan pus pada jaringan yang terlokalisir .

kunikulus Suatu lorong yang terdapat pada stratum korneum atau stratum spinosum. yang biasanya terjadi karena adanya infestasi larva suatu parasit tertentu .

satu/ terpisah dari yang lain : mengenai hampir seluruh tubuh : vesikel berkelompok spt pd herpes zoster : seperti garis lurus • Unilateral : mengenai sebelah badan • Universalis • Herpetiformis • Linier.Konfigurasi lesi • Diskret : tersebar satu. arkuata • Arsiner • Generalisata : tersebar hampir seluruh tubuh (90-100%) • Anuler/ Sirsinar : seperti lingkaran : seperti bulan sabit • Serpiginosa : proses menjalar ke satu jurusan diikuti penyembuhan pd bagian yg ditinggalkan • Konfluens : dua atau lebih lesi yang menjadi satu .

Batas lesi • Sirkumskripta : Batas tegas • Difus : Batas tidak tegas • Batas tepi meninggi • Batas tepi aktif .

Ukuran lesi • Milier • Lentikuler • Numuler : sebesar kepala jarum pentul : sebesar biji jagung : sebesar uang logam 100 rupiah .

Sept2007 .Terima kasih CC.