MATERI GABUNGAN

MENANAM BAKTERI PADA PERBENIHAN

Pertumbuhan bakteri sangat dipengaruhi keadaan lingkungannya, misalnya suhu, pH, tekanan osmotik, kandungan oksigen serta nutrisi sebagai sumber energi. Untuk menumbuhkan bakjteri-bakteri di laboratorium diperlukan media buatan yang telah disesuaikan dengan keadaan alami dari bakteri tersebut. Selain itu untuk uji-uji di laboratorium dalam mempelajari suatu jenis bakteri agar mendapatkan hasil yang baik harus menggunakan prosedut yang benar. Hal ini terutama untuk menghindari terjadinya kontaminasi bakteri, yaitu kontaminasi bakteri lingkungan ke dalam perbenihan yang akan ditanami atau kontaminasi bakteri yang ditanam ke dalam lingkungan sekitar. Kontaminasi ke lingkungan sekitar ini akan berbahaya apabila bakteri yang digunakan adalah patogen.

 Tujuan Praktikum : Mempelajari cara menanam bakteri (biakan murni) ke dalam berbagai perbenihan lain yang sesuai, secara steril tanpa kontaminasi dari luar. Melatih cara menanam untuk mendapatkan koloni pertumbuhan bakteri yang terpisah agar memperoleh biakan yang murni.

 Bahan dan Alat yang disediakan : 1. Biakan Murni Umur 24 jam dalam kaldu alkasli (biakan cair) a. Staphylococcus sp. b. Escherichia coli Biakan Murni Umur 24 jam dalam agar plat alkalis (biakan padat) a. Staphylococcus sp. b. Escherichia coli 2. Perbenihan media steril yang disediakan : a. Kaldu alkalis dalam tabung b. Agar miring alkalis c. Agar tegak alkalis d. Agar plat alkalis

e. Agar alkalis yang sedang mencari dalam tabung 3. Cawan petri steril 4. Usa dengan tungkai panjang a. Lurus : untuk tusukan pada agar tegak

b. Bengkok : untuk agar plat atau agar miring 5. Penangas air panas 6. Lampu spiritus 7. Rak

Buatlah etiket pada semua perbenihan : Nama bakteri Tanggal penanaman Kelompok praktikum

Pemberian etiket pada cawan petri ditulis pada dasar cawan, sedangkan pada tabung ditulis dibagian sebelah bawah mulut tabung.

1. Menanam pada perbenihan kaldu (media cair) Cara Kerja : a. Pegang dengan tangan kiri : Biakan murni sebelah kiri Perbenihan kaldu steril sebelah kanan

b. Putar tutup tabung percobaan tersebut setengah keluar c. Dengan tangan kanan ambil usa dan kemudian sterilkan di atas nyala lampu spiritus, dari ujung sampai pangkal usa, terutama mata usa, dibiarkan sampai merah pijar di atas nyala api tersebut. d. Ambil semata usa dari biakan murni :

Jika mengambil dari biakan cair (kaldu) : Dengan jari kelingking tangan kanan, ambil tutup biakan murni. Sterilkan mulut tabung biakan murni yang telah dibuka diatas nyala api spiritus untuk menjaga kontaminasi dari luar. Ambil biak cair dengan usa steril dengan cara menyentuhkan pada biakan lalu ditanam pada media steril. Pengambilan tidak boleh tergesa-gesa sebab bila usa masih terllau panas, maka bakteri akan mati, dan tidak akan tumbuh sekalipun dipupuk pada perbenihan yang sesuai. Mulut tabung disterilkan lagi dan disumbat kembali.

Jika mengambil dari biakan padat (alkalis agar miring) : Ambil tutup biakan murni Sterilkan mulut tabung Usa yang sudah disterilkan dimasukkan dalam tabung biakan murni seperti di atas, disentuhkan pada dinding tabung sebelah atas dan kemudian pada kondensasi air dibawah supaya menjadi dingin. Ambil satu mata usa biakan dengan tidak merusak permukaan perbenihan Mulut tabung disterilkan dan disumbat kembali Dengan jari kelingking tangan kanan ambil sumbat kapas dari kaldu steril Mulut tabung disterilkan Usa yang sudah dibebani bakteri tersebut di aras ditanamkan pada kaldu steril Mulut tabung disterilkan lagi dan disumbat kembali

-

e. Usa disterilkan seperti di atas dan diletakkan pada tempatnya dengan mata usa disebelah atas sedangkan pangkalnya dibawah. 2. Menanam pada perbenihan agar miring (nutrient agar slant) Fungsi : untuk media penyimpanan (stock media) a. Pindahkan semata usa biak cair Escherchia coli b. Ulangi prosedur itu dengan biak padat Staphylococcus sp.

Perbenihan kemudian dituangkan pada cawan petri yang steril dengan menyikap tutupnya sekedar untuk memungkinkan ujung tabung masuk ke dalamnya. Batang ataupun tungkai usa tidak boleh menyentuh medium atau yang lain. d. Pindahkan semata usa dari biak padat Escherichia coli ke dalam agar tegak steril b. dipanaskan sampai agar itu mencair seluruhnya. Isolasi menurut cara lempeng tuang Cara kerja : a. usa dimasukkan ke dalam dasartabung perbenihan sampai mengenai kondensasi air. Tabung digoyang diantara telapak tangan untuk meratakan bakteri diseluruh perbenihan. c. Pekerjaan ini dapat dilakukan di dalam penangas air (water bath) atau autoclave. 3.Cara kerja : Sama seperti di atas. dan tangkai usatidak boleh sampai mengenai medium. Ulangi prosedur di atas dengan biak padat Staphylococcus sp. b. Perbenihan agar cair tersebut ditanami dengan seusabiakan dari Staphylococcus albus dalam kaldu yang disediakan. hanya pada waktu memupuk bakteri. Dengan tidak ditekan. Prosedur itu diulangi dengan biakan murni Escherichia coli. goyangkan sedikit sambil ditarik ke arah luar buatlah garis zig-zag. Dua tabung percobaan yang steril setengah penuh dengan perbenihan agar padat steril. Mulut tabung disterilkan ditutup kembali dan usa disterilkan. Menanam pada perbenihan agar tegak a. Cawan petri kemudian digerak-gerakkan dengan perlahan-lahan untuk meratakan perbenihan dan sesudah itu dibiarkan dingin. lewat atas permukaan perbenihan miring dengan tanpa merusak medium. Perbenihan agar dalam tabung yang telah mencair tersebut didinginkan sampai 4850°C dan dibiarkan pada suhu itu. 4. usa yang telah dibebani bakteri itu ditusukkan tegak lurus pada perbenihan agar. e. . hanya pada waktu memupuk bakteri. Cara Kerja: Sama seperti di atas.

Ulangi prosedur di atas dengan biak Escherichia coli. . c. B. Periksalah hasilnya setelah 24 jam kemudian catat hasilnya. ke perbenihan agar dalam cawan petri dengan digoreskan di suatu daerah kecil di tepi plat. Gambar Teknik Isolasi : : mencari koloni terpisah A. Usa disterilkan dengan lampu spiritus b.5. Dengan mata usa. Cawan petri harus diletakkan terbalik untuk menghindarkan kondensasi air pada tutupnya sehingga tidak terjadi penetesan air pada perbenihan yang ditanami. D. Isolasi menurut cara lempeng garis ( T-Method) Tujuan Cara Kerja : a. pindahkan biak cair Staphylococcus sp. C. Inkubasi/Pengeraman Perbenihan yang Ditanam Semua perbenihan yang telah dimasukkan dalam inkubator dengan suhu 37°C. selanjutnya usa disterilkan lalu buatlah goresan melintang dari bagian goresan pertama dan dilanjutkan dengan goresan melintang dari goresan ke-2 dan begitu seterusnya.

Teknik Aseptik Sebelum benar-benar dilakukan proses kultur mikroorganisme. Beberapa cara yang digunakan saat praktikum: .MATERI PERBENIHAN BAKTERI Bakteri termasuk dalam golongan prokariot. Rata-rata ukuran bakteri yaitu 0. Karena ukurannya yang sangat kecil. mereka mudah lepas dalam udara danpermukaan. dan yang paling sering adalah dapatmenyebabkan diare serta beberapa penyakit yang sejenis. pertama kali kita harus mempertimbangkan bagaimana agar tidak terjadi kontaminasi. . Susunan struktur sel bakteri : a. Dinding sel bakteri Staphylococcussp.Setiap perlakuan diusahakan dilakuan secara aseptis (di dekat api bunsen dengan posisi memeluk) berfungsi agar saat inokulasi. sedangkan bakteri yang berbentuk spiral dapat mencapai 100 mikrometer. Sering ditemukan di kulit dan selaput mukosa seperti usus & mulut. Membran sitoplasma c. dan fakultatif anaerob. Bakteri memiliki struktur yang lebih sederhana dibandingkan dengan eukariot. Merupakan makhluk prokariot. Kebanyakan adalah mikroflora yang normal hidup pada manusia. Staphylococcus sp. Pada kondisi tertentu bisa menjadi pathogen atau dapat menyebabkan penyakit. Sel prokariot memiliki ukuran yang sangat kecil. memiliki gram negative.Dipanaskan bibir tabung berfungsi untuk mensterilisasi tabung dan biakan dari mikroorganisme lain. dan fakultatif anaerob.Di panaskan jarum ose hingga membara berfungsi untuk mensterilisasi jarum sebelum digunakan dari mikroorganisme lain. bersifat gram positif. adalah bakteri kelompok gram positif yang memiliki bentukcoccus atau berbentuk bulat. Inti /nukleus b. Mikroorganisme adadimanamana. . Dan bakteri ini juga dapat menyebabkan keracunan makanan. Escherichia coli Escherichia coli biasanya hidup di dalam intestinum pada manusia ataupun hewan.2 mikrometer sampai 10 mikrometer. bahan serta alat gelas yang digunakan tetap steril .

memperluas bidang dan digunakan sebagai media penyimpanan (stock media) Kerugian : .Warna kaldu menjadi keruh . Plate culture : media padat dalam petridish c. Liquid culture : media cair dalam tabung reaksi f. tetapi penanamannya dengan cara penusukan e.Terdapat massa (seperti kapas melayang) . Biasanya digunakan usa bengkok dan digoreskan dengan membentuk garis zig-zag.• Macam-macam media perbenihan: a. Kaldu alkalis (media cair) Media kaldu biasanya terdiri dari air. kaldu (daging sapi). Slant culture : media padat dalam tabung reaksi d. Agar miring alkalis (nutrient agar slant) Medium agar miring adalah medium yang dibuat dalam tabung reaksi yang diletakkan miring pada waktu pendinginan. dan pepton. Tanda bakteri tumbuh pada media ini : . Digunakan arah zig – zag agar memungkinkan koloni yang terbentuk tersebar merata dan tampak jelas serta tidak bertumpuk dari koloni yang akan terbentuk Keuntungan : . Stap culture : media padat dalam tabung reaksi. Mixed culture : berisi dua atau lebih spesies mikroorganisme b. Shake culture : media cair dalam tabung reaksi yang penanamannya dikocok • Perbenihan (media steril) yang digunakan pada praktikum: 1.kontaminasi rendah .hanya memuat sedikit mikroorganisme .Terdapat endapan pada dasar tabung 2.

Hal ini akan menyebarkan sel-sel bakteri tidak hanya pada permukaan agar saja melainkan sel terendam dalam agar sehingga terdapat sel yang tumbuh di permukaan agar yang kaya O2 dan ada yang tumbuh di dalam agar yang tidak begitu banyak mengandung oksigen.3. . Teknik ini memerlukan agar yang belum padat (48-50oC) untuk dituang bersama suspense bakteri ke dalam cawan petri lalu dihomogenkan dan dibiarkan memadat. Agar plat alkalis yang sedang mencair Pada medium ini digunakan cara isolasi lempeng tuang. Media agar tegak juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi bakteri berdasarkan kebutuhan Oksigen. Agar tegak alkalis Pada media ini digunakan use lurus yang dimasukkan dengan cara menusukkan (metode tusuk). 4.

b. Teknik penanaman dengan goresan bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya (mendapatkan koloni yang terpisah) agar memperoleh biakan yang murni. Cawan diputar untuk memperoleh goresan yang sempurna. melainkan untuk peremajaan ke cawan atau medium baru. Goresan sinambung umumnya digunakan bukan untuk mendapatkan koloni tunggal. lalu putar cawan 180oC lanjutkan goresan sampai habis. Goresan sinambung : Sentuhkan inokulum loop pada koloni dan gores secara kontinyu sampai setengah permukaan agar· Jangan pijarkan loop.5. Ada 3 teknik penanaman dengan goresan (streak): a. . Inokulasi daerah 1 dengan streak zig-zag. Agar plat alkalis Medium ini menggunakan cara isolasi lempeng garis. kemudian lanjutkan streak zig-zag pada daerah 2 ( streak pada gambar). Goresan T (yang digunakan pada praktikum) Bagi cawan menjadi 3 bagian menggunakan spidol marker. Daerah 1 merupakan goresan awal sehingga masih mengandung banyak sel mikroorganisma. Panaskan jarum inokulan dan tunggu dingin.Goresan selanjutnya dipotongkan atau disilangkan dari goresan pertama sehingga jumlah semakin sedikit dan akhirnya terpisahpisah menjadi koloni tunggal. Lakukan hal yang sama pada daerah 3 c. namun berpola goresan yang berbeda yaitu dibagi empat. Goresan Kuadran Hampir sama dengan goresan T.

rhizoid. Bentuk koloni 2. filamentous. Beberapa langkah awal dalam mempelajari sifat-sifat bakteri antara lain dengan cara mempelajari morfologi koloni. undulate. raised. erose : curled. bakteri yang digunakan haruslah bakteri yang murni. MORFOLOGI BAKTERI DAN MOTILITAS BAKTERI Untuk identifikasi sifat-sifat suatu bakteri. spindle. umbonate. granular . Bagian dalam koloni : circular. lobate.MORFOLOGI KOLONI. Tepi koloni 4. irregular. punctiform : flat. filamentous. pulvinate : entire. Sudut batas koloni 3. convex. Tipe-tipe morfologi koloni antara lain: 1. morfologi bakteri. dan motilitas bakteri serta dengan mepelajari sifat Gram.

bakteri dibagi ke dalam 3 golongan besar.Berdasarkan bentuknya. dan mempunyai variasi sebagai berikut: • • Vibrio Spiral : lengkung kurang dari setengah lingkaran : lengkung lebih dari setengah lingkaran . yaitu: 1. Basil (bacillus) adalah bakteri yang berbentuk batang atau silinder. Kokus (coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola. Spiril (spirilum) adalah bakteri berbentuk lengkung. dan mempunyai variasi sebagai berikut: • • Diplobacillus Streptobacillus : bergandengan dua-dua : bergandengan membentuk rantai 3. dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut: • • • • • • Micrococcus Diplococcus Tetracoccus Sacrina Stapyhlococcus Streptococcus : jika kecil dan tunggal : jika berganda dua-dua : jika bergandengan empat : jika bergerombol membentuk kubus : bergerombol seperti buah anggur : bergandengan membentuk rantai 2.

Bentuk tubuh/ morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Pada umumnya bakteri yang usianya lebih muda ukurannya relatif lebih besar daripada yang sudah tua. . untuk membandingkan bentuk serta ukuran bakteri. kondisinya harus sama. dengan cara membuat preparat tetes bergantung (hanging drop). antara lain dengan cara melihat flagella bakteri melalui pengecatan flagella. medium dan usia. Oleh karena itu. Motilitas bakteri dapat dipelajari dengan beberapa cara. atau dengan cara menanam bakteri pada perbenihan.

α-hemolitik Sudut batas : raised : undulate 2. motil. Bukti untuk mengetahui ada tidaknya flagella dapat diperoleh dengan cara memeriksa bakteri untuk melihat adanya pergerakan.Motilitas bakteri adalah pergerakan bakteri yang biasanya dipengaruhi oleh ada tidaknya flagella (bulu cambuk). Flagella merupakan rambut tipis mencuat menembus dinding sel dan bermula dari tubuh dasar. struktur seperti kait. Flagella terdiri dari tiga bagian: tubuh dasar. B. Staphylococcus • • Bentuk koloni : circular Tepi koloni : entire . dan sehelai filamen panjang. Panjang flagella biasanya beberapa kali lebih panjang dari selnya dan lebih kecil diameternya daripada diameter selnya. Bakteri menurut flagellanya dapat dibedakan menjadi: • • • • • Monotrikus : flagella hanya satu diujung salah satu sisi Amphitrikus : flagella di tiap sisi hanya satu Lepotrikus Peritrikus Atrikus : pada kedua ujung banyak terdapat flagella : flagella terdapat di seluruh permukaaan bakteri : tidak memiliki flagella Beberapa contoh morfologi bakteri: 1.subtilis • • • • • Bentuk koloni : irregular Tepi koloni Basil Gram (+).

β-hemolisis : menghemolisis sel darah merah dengan menghasilkan warna yang sepenuhnya bening yang didalamnya tidak tersisa warna lain. Dalam dosis yang cukup besar dapat menghancurkan trombosit dan sel darah putih kelinci namun tidak dapat melakukan pada darah manusia.• • Sudut batas : convex Gram (+). 2. domba namun tidak dapat menghemolisis darah manusia. Terjadi karena sekresi 2 hemolisisn yang berlawanan yaitu Streptolisisn S dan streptolisin O. yaitu : 1. γ-hemolisis : organisme ini tidak hemolitik sehingga tidak mempunyai pengaruh pada sel darah merah dalam medium agar (tidak terlihat zona terang) Tujuan praktikum: . Gamma : non-hemolisa. Beta : incomplete (menghemolisis tidak sempurna) dapat menyebabkan terjadinya hot-cold lysis pada sel darah merah domba dan sapi. non-motil 3. tidak terlihat zona terang. Timbul zona terang pada plat agar darah disekeliling koloni. Streptococcus mempunyai 3 jenis hemolisis. kambing. yaitu : 1. Timbul zona kehijauan disekeliling koloni pada plat agar darah. α-hemolisis : menimbulkan hemolisis sel darah merah yang mengakibatkan pemudaran warna hijau disekitar koloni yang disebabkan oleh pembentukan hemoglobin. Ex : Streptococcus viridans 2. non-motil Staphylococcus mempnyai 3 jenis hemolisis. Alfa : complete (menghemolisis sempurna) dapat menghemolisis sel darah merah kelinci. Streptococcus • • • • Bentuk koloni : punctiform Tepi koloni Sudut batas : entire : convex Gram (+). 3. 3.

menghemolisa darah atau tidak. Amati morfologi koloni pada pelat agar alkalis dan pelat agar darah. Dalam plat agar darah B. usa. kaca pembesar E. morfologi sel bakteri serta motilitasnya. Bahan yang disediakan: A. Amati motilitas bakteri. kaca tutup. Percobaan yang dilakukan : Membuat dan mengamati preparat tetes bergantung untuk melihat morfologi sel dan motilitas bakteri (dari biak murni dalam perbenihan cair tersebut diatas). Sifat-sifat tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu bakteri. Pada pelat agar darah amati juga sifat hemolitik dari bakteri tersebut. lampu spiritus. . Dalam kaldu darah .Staphylococcus sp. Untuk mempelajari dan mengidentifikasi bakteri perlu diperhatikan morfologi koloni.Streptococcus sp.B.Staphylococcus sp. 3. Amati pertumbuhan bakteri pada masing-masing teknik penanaman pada media tersebut. mikroskop untuk pengamatan hasil penanaman bakteri yang perlu diperhatikan adalah: 1.Mempelajari beberapa sifat bakteri berdasarkan morfologi koloni. Beri vaselin pada sudut-sudutnya. Dalam kaldu darah . morfologi sel. Biak murni umur 24 jam dari: . 2. kaca benda khusus untuk preparat tetes bergantung C. vaselin D. subtilis dalam kaldu . Masingmasing bakteri mempunyai morfologi koloni yang berbeda-beda.Streptococcus sp. dan motilitas. Cara kerja: Ambil kaca tutup.B. subtilis dalam plat agar alkalis . Dalam plat agar darah .

Ambillah kaca benda (khusus untuk preparat tetes bergantung). Amati mengenai: bentuk bakteri. Dengan pengecatan. Gambarlah apa yang saudara amati. Tempatkan sedemikian rupa diatas kaca tutup sehingga kaca benda kaca tutup saling melekat dan tetesan medium yang mengandung bakteri tersebut terletak ditengah-tengah cekungan kaca benda. Tempatkan kaca benda itu dibawah mikroskop. Mengambilnya medium tidak terlalu banyak. Keadaan yang lebih detail dapat dilihat jika cahaya dikurangi sampai bidang penglihatan seluruhnya menjadi abu-abu. dapat juga untuk mengetahui bentuk bakteri dan kapsulanya.- Tempelkan seusa perbenihan cair yang mengandung biak murni bakteri di atas dan ditengah-tengah kaca tutup. maka pergunakanlah minyak emersi dan periksalah baik-baik. Untuk mendapatkan hasil pengecatan yang baik. Tujuan praktikum: . persamaan besarnya. juga harus dilakukan latihan yang berulang-ulang. selain harus melakukan prosedur yang telah baku. Periksalah dengan menggunakan perbesaran lemah. sebab bila terlalu banyak nanti akan tumpah pada waktu dibalikkan. motilitasnya. - - - PENGECATAN BAKTERI Pengecatan juga merupakan langkah awal dalam mengidentifikasi suatu bakteri. aturan letak. Jika tetesan sudah nyata tempatnya dan bakteri sudah ditemukan. selain dapat mengetahui sifat bakteri. Dengan cepat kaca benda dibalikkan tanpa mengganggu tetesan.

subtilis c. Biak murni umur 24 jam dalam agar miring alkalis a. pengecatan tahan asam. Escherichia coli b. hidung. Bila preparat dibuat dari biak yang sudah dimurnikan akan tampak bakteri dengan morfologi sel yang sama/seragam. Preparat yang dibuat langsung dari sampel penderita kemungkinan akan ditemukan bakteri dengan morfologi sel yang bermacammacam berarti bakteri tersebut tidak murni. pengecatan sederhana. rak 7. Streptocococcus sp 3. Langsung dari sampel penderita Untuk membuat preparat apus bisa secara langsung dari sampel penderita maupun dari biak bakteri. urine). Staphylococcus sp d. B. Bahan yang disediakan: 1. Larutan NaCl fisiologis 5. lampu spiritus.subtilis c. Staphylococcus sp d. dan pengecatan Giemsa. Streptocococcus sp 2.Mempelajari cara-cara melakukan pengecatan terhadap bakteri yang meliputi pembuatan preparat apus yang baik serta pengecatan gram. Escherichia coli b. pengecatan spora. Mikroskop II. Percobaan yang dilakukan: A. Sampel dari penderita misalnya: pus (leleran dari telinga. Kaca benda 4. . Membuat preparat apus 1. Bahan pengecatan 6. B. Usa. I. Biak murni umur 24 jam dalam kaldu alkalis a.

. jangan dicuci . -sesudah kering... amati dan gambarlah 2. B.. apuskan diatasnya kirakira seluas ±2 cm2 -tempatkan kaca benda tersebut pada posisi miring pada rak bagian yang dibebani bakteri di sebelah dalam... 3. Pengecatan gram -preparat diwarnai dengan gentian violet ……………………………. preparat apus tersebut difiksasi pada kaca benda dengan melewatkan di atas nyala api 3-4 kali. -tempatkan pada rak (seperti butir 1) -sesudah preparat apus kering... Preparat apus yang telah dibuat tersebut siap diwarnai/dicat.. lakukan fiksasi (seperti pada butir 1). dari biak murni dalam kaldu alkalis/biak cair -tempatkan seusa biak murni tersebut pada kaca benda yang bersih. -keringkan.... dan biarkan sampai kering. dicuci di bawah kran sampai warna tidak keluar lagi. 2.2 menit -cat dibuang.... Pengecatan sederhana -warnai preparat apus tersebut dengan air fuchsin selama 1-2menit -cat dibuang....Cara: -apuskan sampel pada objek glass secara tipis. Dari biak murni dalam agar alkalis/biak padat -tempatkan seusa NaCl fisiologis di atas kaca benda yang bersih Dengan usa diambil sedikit biakan dari perbenihan padat. kemudian fiksasi dengan cara melewatkan objek glass tersebut di atas nyala api. kemudian dicampurkan dengan larutan NaCl fisiologis yang ada di kaca benda tersebut di atas. keringkan.. Melakukan pengecatan 1.

...................subtilis) Terdapat 2 metode...3-5 menit -cat dibuang -tambahkan dengan asam cuka 5%..............1 menit -Tambahkan dengan alkohol 95%.. Ziehl Neelsen’s -warnai preparat apus dengan carbol fuchsin yang menguap di atas api kecil...... amati dan gambarlah Gram (+) sel berwarna violet......... Gram negative akan terjadi lendir...........................5 menit ...... 3... gram positif tidak terjadi lendir.........-beri larutan lugol (Gram’s Iodine)…………………………………………………..............1 menit -alkohol dibuang. amati dan gambarlah 4.. background kemerahan Gram (-) sel berwarna merah............... dicuci di bawah kran sampai warna tidak keluar lagi -keringkan..................30 detik -cuci di bawah kran -warnai dengan methylene blue……………………………………………................................ yaitu : Ziehl Neelsen’s dan Wirtz a.......... Pengecatan Giemsa (terhadap preparat film darah) Cara cepat: -buat preparat film darah dan fiksasi dengan methanol -tetesi preparat film darah dengan larutan giemsa selama ±30 menit -cuci di bawah kran -keringkan............. Caranya : campurkan 1 usa biak murni bakteri dengan 3%KOH pada objek glass....................... background kemerahan Selain dengan pengecatan gram untuk mengetahui bakteri gram positif atau negative dapat dilakukan dengan 3%KOH............. Pengecatan spora (terhadap preparat apus dari biak Escherichia coli dan B...........

cuci di bawah kran sampai tidak keluar warna lagi -keringkan. pengecatan Tahan Asam Ziehl Neelsen’s (terhadap preparat apus dari Mycobacterium sp.2-3 menit 6. cuci di bawah kran sampai tidak keluar warna lagi -keringkan. Cat dibuang. Cuci di bawah kran 5. Cat dibuang. periksa.. dan gambarlah b. Warnai dengan methylene blue………………………………………………. Keringkan.-cat dibuang. dan gambarlah 5.) Teknik pewarnaan: 1.5 menit 2.. tidak dicuci 3. periksa.3-5 -cat dibuang. Tidak boleh sampai mendidih selama……………………………. Preparat ditutup dengan cat carbol fuchsin. dan gambarlah . Wirtz -warnai preparat apus dengan Malachite green yang menguap di atas api kecil……3-5 menit -cuci di bawah kran -warnai menit dengan safranin………………………………………………………………. Tambahkan dengan zoutzuur alkohol (3% HCL dalam alkohol 95%) selama…………………………………………………………………………... periksa. cuci di bawah kran 7. Dipanasi dengan lampu spiritus sampai menguap.5 detik 4.

. yaitu pengecatan sederhana dan pengecatan diferensial. Zat warna yang digunakan bersfat alkalin (komponen kromosomiknya bermuatan +). 2005). untuk mematikan mikrooorganisme dan Fiksasi dengan methanol bertujuan untuk memperkuat pewarnaan dan melekatkan pada glass object. Fiksasi dialakukan dengan dua cara kimia yaitu dengan Methanol dan Fisik yaitu dengan melewatkan diatas nyala api Fiksasi dengan nyala api bertujuan menempatkannya pada kaca benda. Kegunaan pengecatan ini untuk melihat bentuk (morfologi) dan susunan sel. Fungsi dari NaCl Fisiologis adalah untuk mengencerkan agar bakteri dapat merata tersebar dan tidak saling menumpuk. Pengecatan bakteri secara umum dibagi menjadi 2. mengidentifikasi suatu bakteri. Banyak mikroorganisme yang tampak tidak berwarna dan sulit dilihat melalui mikroskop cahaya. • Pengecatan sederhana Pengecatan yang digunakan untuk mewarnai sel keseluruhan secara merata disebut dengan pengecatan sederhana. Zat warna yang biasanya digunakan adalah methylene blue dan crystal violet (Kratz. Biak murni diperoleh dari kaldu alkalis dan agar miring alkalis.Pengecatan Bakteri Materi Tambahan Langkah awal dalam : mengetahui sifat bakteri. mengetahui bentk bakteri dan kapsulnya.

zat warna ungu atau crystal violet/gentian violet diteteskan ke dalam apusan dan dibiarkan agar sel mengikat zat warna. Ada beberapa langkah dalam pengecatan. Pengecatan gram Berdasarkan pengecatan gram. Karena pengecatan ini bereaksi secara berbeda dengan tipe sel yang berbeda. tergantung dari reaksi dinding sel terhadap tinta safranin atau Kristal violet. Iodine mengikat zat warna dari . Crystal violet kemudian dibuang dan larutan iodine diteteskan. Setelah apusan bakteri disiapkan. Pengecatan diferensial dibagi lagi atas: 1. Karena digunakan pertama kali maka zat warna tersebut disebut dengan cat primer (primary stain/initial stain). Utamanya. sedangkan bakteri gram negative hanya mempunyai peptidoglikan yang tipis (10% dari dinding sel) (James et al. pengecatan ini mendeteksi peptidoglikan yang berupa lapisan tebal (50-90% dari dinding sel) pada bakteri gram positif. • Pengecatan diferensial Beberapa pengecatan akan bereaksi secara berbeda pada suatu tipe sel daripada sel lainnya.Pada praktikum digunakan air fuchsin untuk mengetahui morfologi sel bakteri. bakteri dibagi menjadi 2 golongan. Pengecatan ini dinamakan pengecatan diferensial. pengecatan ini dapat mengidentifikasi kunci karakteristik suatu sel (Kratz. 2005). 2008) .

Karena gram + tahan terhadap alcohol. 2005). safranin/air fuchsin diberikan. Karena iodine membantu mengikat zat warna ke sel. maka disebut dengan mordan. sehingga digunakan pewarnaan tahan asam untuk mengidentifikasinya (James et al. Bakteri yang tetap berwarna ungu dengan pewarnaan oleh Kristal violet disebut bakteri gram positif. larutan aseton dan alcohol sebagai decoloryzer dapat diberikan. dan kemudian zat warna pink yang kedua. counterstain yang berwarna pink berikatan pada sel. Staphylococcus aureus. Setelah iodine dibersihkan. misalnya Escherichia coli. Dan tidak tahan terhadap alcohol. pseudomonas aeruginosa. Maka dari itu. Zat warna ini disebut dengan counterstain atau pewarna tandingan. ini akan tampak berwarna pink/merah pada sel (Kratz. sedangkan bakteri yang warna ungunya hilang jika dibilas dengan alkohol. decolorizer akan membuang membrane terluar sel dan membuat crystal violet dan zat iodine terbuang dari dinding sel yang tipis. Pengecatan giemsa . misalnya Mycobacterium sp karena dinding selnya mengandung banyak lipid. Ketika counterstain pink diberikan . Larutan ini kemudian dibuang. misalnya Clostridium perfringens. Beberapa bakteri tidak terwarnai dengan pewarnaan gram. Larutan ini disebut dengan mordan karena larutan ini membuang warna ungu pada bakteri gram negative. sehingga membuat sel menjadi tak terwarnai. tetapi tetap berwarna merah muda karena menahan warna merah safranin disebut bakteri gram negatif. tetapi tidak terlihat karena cat primer ungu yang lebih gelap. 2. Pada bakteri gram positif . 2008). Pada bakteri gram negative. bakteri gram positif akan tampak berwarna ungu pada akhir pengecatan dengan background berwarna kemerahan.crystal violet sehingga tidak mudah hilang dari sel ketika dicuci.

Plasmodia.methylene blue sebagai zat warna kedua untuk mewarnai sel vegetatifnya. dapat dilakukan dengan 2 cara : Metode Ziehl-neelsen Karbol fuchsin yang dipanaskan agar dnding bisa tembus zat warna (merah).Untuk melihat bakteri dalam darah. Menggunakan larutan giemsa absolute. neutrofil warna ungu muda. diujung 2. sporolactobacillus. Zoutzur alcohol sebagai decoloryzer. Tidak menggunakan pengecatan tahan asam karena preparat bisa rusak akibat fiksasi diatas nyala api. Bartomeliae. Jika tidak tahan asam setelah ditambah asam cuka 5% spora tidak akan berwarna . Pengecatan spora Spora bakteri berfungsi untukmelindungi diri dari lingkungan yang tidak egutungkan. Terminal. sitoplasma leukosit warna ungu muda. asam cuka 5% sebagai decoloryzer. mis: panas. Dinding spora relative tidak tembus. basofil warna ungu muda. Letak spora bakteri : 1. 3. Akan terlihat eritrosit warna merah muda. arabinogalaktan. Untuk identifikasi jenis protozoa al. ditengah 3. . Metode writz Menggunakan Malachite green/ carbool fuchsin (dipanaskan agar cat menguap bertujuan untuk mengintensifikasi pengecatan) dan safranin (sebagai pewarna sel vegetatifenya) Genus bakteri spora : Bacillus. Pengecatan tahan asam Pada praktikum menggunakan mycobacterium tuberculosis karena mempunyai lapisan lipid yang tebal. pengaruh obat-obatan. diantara ujung dan tengah 4. Tripanosoma. ini yang mencegah hilangnya zat warna spora . Spora yang dibentuk disebut endospora karena spora yang dibentuk didalam sel. Dinding sel mengandung peptidoglikan. lipid. bebas 4. Menggunakan bakteri pasteurellae. nucleus warna ungu kebiruan. Leismaniae. equarotial. sporosarcina. granula lekosit eusinofil warna ungu tua. sub terminal. clostridium.

Prinsip-Prinsip Sains untuk Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas James. 2005. Bakteri Tahan Asam (BTA) positif artinya setelah diberi warna kemerahan yang sangat asam. Imunisasi Mengapa Perlu?. Helen. . Baker.Swain. mycobacteria akan tahan terhadap decolorizer dan menjaga warna pink pada cat primer (Kratz. bakteri tersebut masih bertahan dan tampak sebagai batang-batang berkelompok berwarna kemerahan (Achmadi. Pada pengecatan ini. Pada pengecatan ini sel bakteri akan berwarna merah muda tetapi sel jaringan akan berwarna hijau (James et al. Barron’s E-Z Microbiology. Jakarta : Penerbit Erlangga Kratz. 2006). Rene Fater. Mycobacterium mempunyai material lilin (asam mikolat) pada dinding selnya. 2008).BTA (Bakteri Tahan Asam) = merah BTTA (Bakteri Tidak Tahan Asam)= biru Pengecatan ini digunakan untuk mengetahui apakah bakteri mempunyai dinding sel yang lunak. 2005). Zat warna yang biasanya digunakan adalah crystal violet dan safranin. decolorizer nya adalah larutan asam-alkohol. 2006. USA: Barron’s Educational Series inc. Umar Fahmi.Colin. Karena dinding selnya yang mengandung lilin. Joyce. 2008. Hal ini penting untuk mendeteksi agen penyebab lepra (Mycobacterium leprae) dan tuberculosis (Mycobacterium tuberculosis). Daftar Pustaka Achmadi.

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI STAPHYLOCOCCUS DAN STREPTOCOCCUS
Tujuan Praktikum • • • Belajar cara – cara mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Staphylococcus dan Streptococcus Mengetahui sifat – sifat biokimia bakteri Staphylococcus dan Streptococcus Membedakan bakteri Staphylococcus dan Streptococcus

Cara : Uji Katalase 1 usa biak + H2O2 Lihat ada atau tidaknya gelembung

Isolasi Staphylococcus 1. Uji Coagulase a. Uji Slide - Letakkan setetes aquadest atau NaCl fisiologis steril pada kaca benda, kemudian ambillah dengan usa biakan tersebut di atas. - Letakkan setetes plasma di dekat suspensi biakan tersebut. - Campurkan suspensi biakan dan plasma dengan usa dan di goyang – goyangkan. - Lihat ada atau tidaknya presipitat granuler.

b. Uji Tabung Masukkan 0,5 ml plasma secara aseptis ke dasar tabung reaksi steril. Tambahkan 0,5 ml biakan Staphylococcus sp. dan dicampur dengan hati – hati. Masukkan dalam penangas air suhu 370 C . 4 jam pertama, amati tiap 30 menit.

-

Bila negatif, amati lagi setelah 18 – 24 jam. Lihat ada atau tidaknya Clot atau gel di dasar tabung.

2. Uji O/ F Tanam 1 usa bakteri pada kedua tabung untuk media O/F. Amati setelah di inkubasi selama 24 jam.

3. Uji DNAse Goresan tipis koloni kuman diinokulasi pada agar DNAse. Inkubasi pada suhu 350 C selama 18 – 24 jam. Setelah di inkubasi, genangi dengan 1 M HCl. Lihat ada atau tidaknya daerah jernih di sekitar koloni kuman.

4. Uji Mannitol 1 koloni kuman diinokulasi pada agar mannitol dengan menusuk ke bawah sepanjang tabung. Inkubasi pada suhu 350 C dan periksa setelah 2 hari. Perhatikan perubahan warna pada agar mannitol yang terjadi.

5. Gelatin 1 koloni kuman diinokulasi pada media gelatin. Inkubasi pada suhu 370 C selama 24 jam. Masukkan ke dalam kulkas selama 15 menit, 30 menit, dan 2 jam. Perhatikan ada atau tidaknya perubahan wujud menjadi padat.

Isolasi Streptococcus Menurut Sherman ( 1937 ). lalu diamati 4.5 %. Setelah di inkubasi. Setelah di inkubasi. lalu diamati 3. Inkubasi pada suhu 370 C selama ±24 jam.5 %. Biak Streptococcus diinokulasi pada media agar NaCl 6. Inkubasi pada suhu 370 C selama ±24 jam. Inkubasi pada suhu 370 C selama ±24 jam. Setelah di inkubasi. Agar NaCl 6. . Streptococcus diklasifikasikan dalam 4 kelompok berdasarkan pada kemampuan tumbuh di media di bawah ini : Kelompok Piogenik Viridans Laktik Enterokokus Mac Conkey + BHI ( 450 C) + + NaCl 6. Air susu Litmus Biak Streptococcus diinokulasi pada media air susu Litmus. lalu diamati 2. Agar darah plat Biak Streptococcus diinokulasi pada media agar darah plat. - Agar Mac Conkey Biak Streptococcus diinokulasi pada media agar Mac Conkey. Inkubasi pada suhu 370 C selama ±24 jam.5 % + Meth – Blue 1% + + 1.

Kaldu BHI Biak Streptococcus diinokulasi pada media air kaldu BHI. 1994 ) . lalu diamati 6. Inkubasi pada suhu 450 C selama ±24 jam.1 % Biak Streptococcus diinokulasi pada media air susu methylene blue 0. salicin. lactose.- Setelah di inkubasi. lalu diamati MATERI Staphylococcus Ordo Famili Genus Spesies : Eubacteriales : Micrococcaceae : Staphylococcus : Staphylococcus aureus Staphylococcus epidermidis Staphylococcus saprophyticus (Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. lalu diamati 5.1 %. Setelah di inkubasi. Setelah di inkubasi. mannitol. Gula – gula Biak Streptococcus diinokulasi pada media gula – gula ( trehalose. Air susu methylene blue 0. inulin. Inkubasi pada suhu 370 C selama ±24 jam. Setelah di inkubasi. lalu diamati 7. sorbitol) Inkubasi pada suhu 370 C selama ±24 jam.

2005 ) Uji katalase dapat dilakukan dengan meneteskan hidrogen peroksida pada gelas alas ditambah pertumbuhan kuman. yaitu: 1. dan perhatikan timbulnya gelembung udara. tidak berspora. 2003 ) Bakteri Staphylococcus sp. 2004 ) Staphylococcus adalah sel yang berbentuk bola dengan diameter 1 µm yang tersusun dalam bentuk kluster yang tidak teratur.Staphylococcus berasal dari bahasa yunani “staphyle” ( sekumpulan buah anggur) dan coccus (benih atau buah beri) ( Ichhpujani. . yang membedakannya dengan streptococcus. 1997 ) Genus Staphylococcus memiliki lebih dari 20 spesies. ( Brooks. 1997 ) Enzim katalase mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. bisa putih atau krem dan kadang-kadang kuning keorange – orangean. tidak motil. merupakan bakteri Gram positif. lembut. kemoorganotrofik. ( Brooks. (Bagian Mikrobiologi Fakultas KG UGM. Tumbuh dengan cepat pada temperatur 370 C. Koloni biasanya buram. Tes dinyatakan positif bila terjadi gelembung udara ( pelepasan oksigen). 2005 ) Staphylococcus menghasilkan enzim katalase. ( Brooks. Meragikan banyak karbohidrat secara lambat. ( Feliatra. menghasilkan asam laktat tetapi tidak menghasilkan gas. 2005 ) Staphylococcus tumbuh dengan baik pada berbagai media bakteriologi dibawah suasana anaerobik atau mikroaerofilik. dan mengkilap. paling patogen dan banyak menyebabkan penyakit pada manusia. dengan dua pernapasan dan metabolisme fermentatif. Koloni pada media yang padat berbentuk bulat. fakultatif anaerob. Ada 3 spesies yang banyak berhubungan dengan manusia. Dapat juga dikerjakan dengan menuangkan hidrogen peroksida pada koloni kuman pada agar miring. (Bagian Mikrobiologi Fakultas KG UGM. namun pembentukan pigmen yang terbaik adalah pada temperatur kamar (20 – 35 0 C). Staphylococcus aureus : tes koagulosa positif.

akan terlihat gumpalan – gumpalan putih. Tes koagulasa adalah positif pada staphylococcus patogen. ( Bonang. ( Bonang. dalam keadaan anaerob tidak meragi mannitol. yaitu metode slide dan tabung. Staphylococcus saprophyticus : tes koagulosa negatif. endokarditis bakterialis dan infeksi pada luka. ( Ichhpujani. dapat menyebabkan infeksi saluran kemih pada wanita muda. Bila reaksi postif. Staphylococcus epidermidis : tes koagulosa negatif. Bila ada koagulosa (lengkap/ sebagian). 1982 ) Tes koagulosa dengan tabung dilakukan dengan mengisi suatu tabung kecil denga plasma kelinci – sitrat. 1997 ) Tes yang paling penting untuk membedakan antara Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis adalah produksi dari koagulase. sebanyak 0. Metode slide tidak di rekomendasikan karena digunakan untuk mengetahui adanya clumping factor yang dibedakan dari koagulase yang sebenarnya. (Bagian Mikrobiologi Fakultas KG UGM. ( Bonang. dianggap sebagai flora normal pada manusia tapi dapat juga menyebabkan bakterimia. 1994 ) .5 ml. pada plasma tersebut dan eramkanlah pada 37 0 C selama 1 sampai 4 jam. yang telah di encerkan 1:4. Tanamkanlah suspensi tebal biakan kuman. Aduklah selama kira – kira 5 detik. Ada dua metode yang dapat digunakan. bersifat koagulasa negatif. (Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1982 ) Staphylococcus epidermidis tidak mempunyai protein A pada dinding selnya. 3. meragi glukosa. 2003 ) Tes koagulosa dapat digunakan untuk mengidentifikasi staphylococcus patogen. tambahkanlah satu sengkelit plasma manusia segar. 1982 ) Cara penentuan koagulosa yang lain ialah dengan menggunakan gelas alas. maka hal ini berarti bahwa tes tersebut adalah positif.2. Untuk itu buatlah suspensi kuman pada satu tetes air diatas gelas . Untuk melakukan tes koagulosa dapat digunakan cara penentuan dengan tabung dan dengan gelas alas. berumur 24 jam.

1982 ) Hasil – hasil metabolisme yang lain. lisin alfa dan delta. Lisin beta yang ditemukan pada Staphylococcus aureus ptogen terhadap binatang. makin virulen kuman tersebut makin banyak lisin alfa yang dibentuk. toksin letal.1 %). Enterotoksin ini adalah penyebab keracunan makanan. tetapi menyebabkan lisis sel darah merah kelinci dan domba. 1994 ) Untuk penentuan pembentukan deoksiribonukleasa digunakan perbenihan khusus deoksiribonukleasa.Staphylococcus aureus membentuk berbagai macam toksik dan hasil metabolisme yang lain. Setelah pertumbuhan kuman tersebut pada perbenihan ini. deoksiribonukleasa. (Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kuman yang menghasilkan deoksiribonukleasa akan menghabiskan asam deoksiribonukleat yang terdapat disekitarnya. Lisin delta menyebabkan lisis pada sel darah merah kuda. ( Bonang. yang semuanya tahan panas dan resisten terhadap pepsin dan tripsin. perbenihan dituangi dengan HCl normal atau biru toluidin 0.1 %. Lisin alfa dapat digunakan untuk menentukan virulensi kuman. yang tidak toksik ialah fosfatasa. koagulosa. gelatinasa dan proteasa. 1982 ) Lisin alfa tidak menyebabkan lisis pada sel darah merah manusia. dan suatu enterotoksin. ( Bonang. hanya menyebabkan lisis pada sel darah merah domba. lipasa. ( Bonang. leukosidin . 1982 ) Gelatinasa adalah suatu enzim yang dapat mencairkan gelatin. 1982 ) . toksin nekrosa kulit. ( Bonang. stafilokinasa atau fibrinolisin. hialuronidasa. Staphylococcus aureus pada manusia menghasilkan eksotoksin berikut. bila ada deoksiribonuklease maka akan terlihat daerah yang bening disekitar koloni ( bila dituangi HCl normal) atau daerah merah muda ( bila dituangi biru toluidin 0. Sekurang – kurangnya ada tiga tipe enterotoksin.

infeksi kulit. tonsilitis (infeksi amandel). demam Scarlet. Streptokokus ini bisa menyebabkan infeksi tenggorokan. Demam rematik disebabkan oleh antibodi yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi silang bereaksi dengan protein lain dalam tubuh. infeksi pada sendi (artritis septik) dan pada jantung (endokarditis). . septikemia (infeksi dalam darah). Demam rematik. Streptokokus grup A : Paling mematikan meskipun manusia adalah tuan rumah alaminya. penyakit yang mempengaruhi sendi.(Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1994 ) Bakteri streptokokus penyebab penyakit pada manusia dikelompokkan menjadi 4 grup: 1. Reaksi ini menyerang tubuh kita sendiri dan menyebabkan kerusakan. adalah konsekuensi dari radang tidak diobati infeksi tetapi disebabkan bukan semata-mata oleh bakteri itu sendiri. 2. pneumonia. demam rematik. Vitu's dance) dan peradangan ginjal (glomerulonefritis). S. korea Sydenham (kelainan saraf yang ditandai oleh kekakuan otot/St. ginjal dan katup jantung. Streptokokus grup B : lebih sering menyebabkan infeksi yang berbahaya pada bayi baru lahir (sepsis neonatorum). Grup A infeksi Streptococcus umumnya didiagnosis dengan Rapid Strep Test (AME) atau dengan kultur.

usus. perut dan darah. sepsis post-partum (setelah melahirkan) dan sepsis neonatorum. Untuk identifikasi Streptococcus sp. endokarditis dan artritis septik. infeksi kulit. vagina dan kulit. yang biasanya akan mencegah penularan pada bayi. Hal tersebut dikarenakanan kemampuan bakteri tersebut dalam proses pembentukan plak dan karies gigi atau disebut juga kuman kariogenik. Akibatnya. 4. ISOLASI STREPTOCOCCUS SP. Streptococcus mutans Bakteri yang mendapat perhatian lebih dalam bidang kedokteran gigi adalah bakteri Streptococcus mutans. Setelah terinfeksi oleh bakteri ini bisa juga terjadi peradangan ginjal. media ini juga mengandung kristal violet. Kuman tersebut dapat menempel pada permukaan gigi karena kemampuannya membuat polisakarida ekstrasel yang sangat lengket dari karbohidrat makanan. Di samping itu. telurit. dokter telah lambat untuk menerapkan standar yang sama seperti Amerika Serikat. Wanita yang dites positif harus diberikan antibiotik profilaksis saat persalinan. yaitu di tenggorokan. Streptokokus grup C dan G : Sering terdapat pada binatang. pneumonia. dan sukrosa berkadar tinggi. Streptococcus mutans mampu segera membuat asam dari karbohidrat yang diragikan. Streptokokus ini bisa menyebabkan infeksi yang berat seperti infeksi tenggorokan. hanya 1% dari uji unit bersalin untuk kehadiran Grup B Streptococcus. Di Inggris. kandung kemih. Streptococcus mutans menghasilkan dua enzim yaitu glikosiltransferase dan fruktosiltransferase yang spesifik untuk sbstrat sukrosa yang digunakan untuk sintesa glukan dan fruktan. Mereka juga dapat menjajah usus dan saluran reproduksi wanita. Media untuk isolasi Streptococcus mutans adalah agar mitis salivarius. Australia dan Kanada. Streptococcus mutans yang tumbuh pada media itu akan membentuk koloni cembung berwarna biru tua. Meskipun Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists. lebih dari 75 bayi di Inggris meninggal setiap tahun GBS penyakit terkait. Bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi pada luka dan katup jantung. Streptokokus grup D dan enterokokus : Dalam keadaan normal hidup di saluran pencernaan bagian bawah. American Academy of Pediatrics dan Pusat Pengendalian Penyakit merekomendasikan semua wanita hamil antara 35 dan 37 minggu kehamilan harus diuji untuk GBS. dilakukan inokulasi pada beberapa media tanam: . meningkatkan risiko ketuban pecah dini dan transmisi untuk bayi. tetapi bisa juga hidup di dalam tubuh manusia. 3. dan lain 600 atau lebih menderita infeksi serius. menyebabkan pneumonia dan meningitis pada neonatus dan orang tua. vagina dan kulit. Agar ini menghambat pertumbuhan bakteri lain karena kandungan biru trypan. Di Inggris.. atau GBS. dengan bakteremia sistemik sesekali.agalactiae. American College of Obstetricians dan Gynecologists. yang sebagian besar dapat dicegah.

- 2. Ditandai dengan tidak terjadinya perubahan medium di sekitar koloni. adanya gas adanya produk gas CO dan H dapat dilihat sebagai pemisahan ‘curd’ atau pembelahan akibat adanya gas yang naik ke permukaan reduksi litmus reaksi oksidasi akan memungkinkan terjadinya dehidrogenase. Sel darah merah rusak. Saat berada dalam kondisi oksidasi. Terbentuk clot Ada 2 jenis clot yang mungkin muncul: . Darah yang terdapat dalam media ini akan memperlihatkan sifat hemolisis dari Streptococcus sp. Litmus akan berperan sebagai akseptor hidrogen. skim milk powder dan sodium sulfite. Fermentasi laktosa Organisme menggunakan laktosa sebagai sumber karbon untuk produksi energi dengan menggunakan enzim β-galactosidase. litmus akan tereduksi dan berubah menjadi putih atau putih susu. Laktosa akan berubah menjadi asam laktat. Adanya asam laktat dapat dengan mudah dideteksi karena litmus berwarna ungu pada pH netral dan berubah menjadi merah muda ketika medium menjadi asam. Ketika lutmus menerima hidrogen. Penanaman pada media ini bertujuan untuk melihat adanya perubahan metabolisme yang diproduksi dalam medium dengan menggunakan indikator pH yaitu oxidase-reduction indicator litmus. Plat agar darah Darah dimasukkan ke dalam medium untuk memperkaya unsur dalam penanaman mikroorganisme. litmus berwarna ungu. Gamma hemolisis: tidak terjadi lisis sel darah merah. Alpha hemolisis: terjdai lisis sebagian. menghasulkan zona bening di sekelining koloni. Air susu litmus Komposisi media air susu litmus adalah litmus. Sel darah merah akan tereduksi menjadi methemoglobin.1. menghasilkan lingkaran kehijauan di sekitar peertumbuhan bakteri Beta hemolisis: terjadi lisis komplit sel darah merah.

Kultur yang tidak mampu memfermentasikan substrat karbohidrat tidak akan memberikan perubahan warna. Pengendapan milk protein casein. yang mengindikasikan reaksi positif. Pada fermentasi.5% Tujuan uji ini untuk mengetahui apakah bakeri tahan terhadap garam atau tidak.a. menjadi bentuk dasarnya yaitu asam amino. Reaksi alkaline Reaksi alkaline dibuktikan ketika warna pada medium tidak berubah atau berubah menjadi biru. Acid curd. . yang disertai adanya gas seperti hidrogen atau CO2. Curd berupa gumpalan semisolid yang lembut. Bentuk gumpalan tidak larut b. substrat seperti karbohidrat dan alkohol mengalami disimilasi secara anaerob dan menghasilkan asam organis misalnya laktat.Beberapa organisme mampu memfermentasikan gula seperti glukosa secara anaerob ataupun aerob. mengubah casein menjadi paracasein. 3. Kekurangan fermentasi karbohidrat tidak dapat diartikan sebagai ketiadaan pertumbuhan. 4. Rennet curd. Contoh enterococci adalah Enterococcus faecalis. Medium fermentasikarbohidrat mengandung: Nutrient untuk pertumbuhan Karbohidrat spesifik untuk determinasi kemampuan fermentasi organisme pH indicator setelah inkubasi. karbohidrat dengan hasil sampingan asam akan menyebabkan perubahan warna menjadi kuning. NaCl 6. terlihat mengalir perlahan saat tabung dimiringkan Proteolisis(peptonisasi) Dengan menggunakan enzim proteolitik. Grup D enterococci dapat diidentifikasi kemampuannya tumbuh pada medium ini jika dibandingkan dengan non enterococci. Gula-gula Tujuan uji ini untuk mengetahui kemampuan fermentasi dari bakteri Streptococcus sp.. organisme menghidrolisisprotein susu. terutama kasein. Organisme yang menghasilkan renin.

Jakarta : Binarupa Aksara. Janet S. kaldu BHI diinokulasi pada suhu 45o C. Bonang.B. Ichhpujani. Koeswardono. Gerrard. Dalam uji ini. Kaldu BHI adalah media penyubur yang berguna untuk pertumbuhan berbagai macam bakteri dalam bentuk cair. Microbiology for Nurses. Jakarta : Gramedia. Bahan utama terdiri dari beberapa jaringan hewan ditambah pepton. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta : Salemba Medika. 1982. G. New Delhi : Jaypee Brothers. Jurnal Natur Indonesia.. Tambahan karbohidrat tersebut dapat digunakan langsung oleh bakteri sebagai sumber energi. 2nd Edition. Irwan E. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Probiotik dari Ikan Kerapu Macan (Ephinephelus fuscogatus) dalam Upaya Efisiensi Pakan Ikan. F. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Vol 6(2): 75-80 . Edwar Suryadi. tujuannya untuk mengetahui apakah bakteri dapat tumbuh pada suhu tinggi atau tidak. Brooks. 1997. 2003. 2005. Bakteri tersebut menghasilkan enzim dehidrogenase. L. Susu methylene blue Untuk diferensiasi streptococcus group D. 6. Stephen A. Mikrobiologi Kedokteran. Feliatra. Bakteri akan menggunakan oksigen dan substrat yang ada pada susu untuk metabolisme. R.. Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kaldu BHI 45o BHI adalah singkatan dari Brain Heart Infusion. 1994. Berkurangnya oksigen dan substrat akan menyebabkan airsusu berubah warna menjadi bening.5. Enggar S. Morse. Rajesh Bhatia . buffer pospat dan sedikit sukrosa. 2004. Hasil positif jika kaldu berubah menjadi keruh dan terdapat endapan di dasar tabung.. Daftar Pustaka Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.. Mikrobiologi Kedokteran untuk Laboratorium dan Klinik.

Pemeriksaan bahan dan kultur jamur secara langsung dapat dilakukan di laboratorium untuk melihat morfologi jamur yang diperiksa. Tujuan praktikum: -Mempelajari cara mengidentifikasi jamur . yaitu dengan melihat perubahan warna koloni dan morfologi koloni. Kaca benda dan kaca tutup . Alat dan Bahan : a.MENANAM JAMUR PADA PERBENIHAN Untuk pemeriksaan bahan dan kultur jamur dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Batang kaca bengkok d. 1. Untuk meneguhkan hasil pemeriksaan dengna cara menanam sampel pada perbenihan jamur. Pertumbuhan jamur dalam media akan membantu identifikasi jamur. Sabouraud’s Dextrose Agar b. yaitu dengan melihat perubahan warna koloni dan morfologi koloni. Cawan petri c.

yaitu : . Percobaan yang dilakukan: 2. Tempatakan potongan tersebut pada kaca benda Pupuk potongan tersebut dengan biak fungi (pada keempat sisinya) Tempatkan kaca tutup diatas potongan Sabouraud’s Dextrose Agar tersebut Tempatkan kaca benda tersebut diatas cawan petri yang telah diberi batang kaca bengkok dan diberi air untuk kelembaban Inkubasikan pada suhu kamar dan tunggu sampai terjadi pertumbuhan Lepaskan kaca tutup yang mengandung pertumbuhan jamur dan letakakn pada kaca benda yang telah ditetesi dengan biru laktophenol Amati di bawah mikroskop 2. Inkubasi pada suhu kamar selama 3 hari. Amati koloni secara macros dan morfologi sel secara mikroskopis. Preparat awetan fungi 2.1 Media Sabouraud’s Dextrose Agar Buat potongan Sabouraud’s Dextrose Agar berbentuk bujur sangkar dengan sisi ± 1 cm.e. yang telah dipelajari antara lain. 2.2 Penanaman Yeast Yeast ditanam pada kaldu alkalis dan pelat agar alkalis dengan usa.3 Penanaman Candida albicans pada perbenihan Terdapat berbagai cara untuk menanam Candida albicans. Biak fungi f.

Maka akan terbentuk koloni-koloni pada SDA karena jamur dapat hidup pada media yang kaya akan nutrisi. 2. Sabouraud’s Dextrose Agar ini mengandung berbagai macam nutrisi yang membantu pertumbuhan jamur antara lain: pepton (sebagai sumber nitrogen).1. MATERI Jamur adalah mikroorganisme yang termasuk dalam domain eukariotik. agar. Didiamkan pada suhu kamar. Hifa. ini adalah bagian dasar dari filament jamur dengan tangkai. Morfologi Dua bentuk morfologi dari jamur yang telah ditemukan : 1. . karena penggoresan usa pada agar seperti bentukan jarring laba-laba. glukosa. air dan lain-lain. panjang 2-10 µm. Teknik EMB (Eosin Methylene Blue) Cara yang digunakan untuk menanam dalam teknik ini dengan metode Spyder Coloni. Teknik Sabouraud’s Dextrose Agar Dengan menggoreskan usa yang telah terdapat benih Candida albicans pada media perbenihan (Sabouraud’s Dextrose Agar). struktur tubular. tetapi lebih tinggi daripada bakteri prokariotik. Mereka menunjukkan diferensisasi yang lebih rendah dari tumbuhan.

et al. beberapa spesies jamur dapat berkembang menjadi bentuk yeast atau mycelium tergantung dari kondisi lingkungan.2. ini adalah kempulan dari struktur hifa. 5. 3. sifat ini disebut sebagai dimorfis. Bulat sampai oval dan diameter 3-10 µm. bagian dasar dari jamur uniseluler. Dimorfis. ini adalah badan jamur atau koloni 4. Micelium. Talus jamur. Beberapa sel yeast memanjang membentuk rantai dan terlihat seperti hifa. 2005) . Jamur dimorfis patogenik berbentuk sel yeast pada saat tahap pasitik dan muncul sebagai mycelium pada saat saprofitik stage. disebut sebagai pseudohifa. Yeast. (Kayser.

Bila terdapat factor-faktor unntuk pertumbuhan jamur (factor predisposisi). sesudah tiga hari berbentuk koloni telah dapat dilihat dengan jelas. bawah kuku. ukurannya 2-3 x 4-6 µm. (Jawetz. 1998) . dan genitalia wanita. yaitu keadaan yang menguntungkan pertumbuhan jamur tersebut maka Candida dapat menimbulkan penyakit. dan kulit. Candida sering ditemukan dalam mulut orang sehat. gram positif yang memanjang menyerupai hifa (pseudohifa).Candida albicans Candida merupakan jamur yang dapat menginfeksi bagian-bagian tubuh meliputi mulut. tampak koloni yang halus dan licin serta berbau ragi yang khas. 1982) Patogenitas: Pada manusia. Candida tampak sebagai ragi lonjong. dan sel-sel bertunas . (Jawetz. saluran pernafasan. Pertumbuhan pada media Sabaroud Glukosa agar. Tumbuh pada suhu 37oc.2007) Koloni: Candida berbentuk bulat lonjong.2007) Morfologi: Pada sediaan mikroskopik. (Dumilah. kulit. (Gandahusada. Candida adalah anggota flora normal selaput lender. saluran pencernaa. mulut dan genitalia wanita. Bertunas. selaput lendir. vagina. kulit. gram positif.

albicans Binomial name Candida albicans (C. tetapi menimbulkan iritasi dan gatal yang hebat serta pengeluaran secret. infeksi Candida pada mulut dapat berupa infeksi mulut (sariawan). terutama pada bayi. ditemukan dalam bentuk kelainan disela jari kaki atau tangan. terjadi pada selaput lender pipi dan tampak sebagai bercakbercak. Pada kulit. Pada genitalia wanita dapat menyerupai sariawan. Robin) .P.Jawetz (1986) menyatakan. Scientific classification Kingdom: Fungi Phylum: Ascomycota Subphylum: Saccharomycotina Class: Saccharomycetes Orde: Saccharomycetales Family: Saccharomycetaceae Genus: Candida Species: C.

morfologi dan karakteristik biokimianya. et al. 2005) . (Kayser.

infeksi oportunistik (menyerang ketika system imun tubuh menurun – ketidak seimbangan pertahanan imun terhadap pertumbuhan mikroorganisme) Daftar Pustaka . dengan bentuk bulat. Sel tunas  blastospora. lonjong.Media SDA (Saborauds dextrose agar) Pepton : sebagai sumber nitrogen Glukosa Air Agar : sebagai sumber karbon dan energy : sebagai pelarut : sebagai pemadat media Pembiakan penanaman Candida albicans Dimorfik : memiliki 2 bentuk pertumbuhan. atau bulat-lonjong atau bentuk botol (sedikit)  klamidospora (berkembang tebal dan bergaris) Seperti kecambah  menghasilkan hifa semu (pseudohifa) Warna putih kuning dan berbau asam seperti bau tape.

Uji Sensitivitas Bakteri Terhadap Antibiotik dan Disinfektan/Antiseptik . J. Zinkernagel. New York. 2007. Thieme. Eckert.Medical Microbiology. F. Medical Microbiology.FK UI Jawetz. Mc Graw Hill. 1982. Kayser. Candida Laboratory Methods.H. S. Michigan.M. K.Dumilah. R. 2005. Bienz.A.

amati zona hambatan 2. 24 jam Interpretasikan B. Metode Sumuran Agar ditanami dengan swab/kaca bengkok Buat sumuran.106 /ml Amati dan tentukan MIC nya.Tujuan Praktikum :  Belajar mengukur kepekaan suatu bakteri terhadap beberapa antibiotik  Melihat efektivitas desinfektan/antiseptik dalam menghambat atau membunuh bakteri  Mengetahui kadar obat terkecil yang mampu menghambat atau membunuh bakteri Cara : 1. C. Metode Kirby Bauer Sediakan mueller hinton agar plat Apuskan bakteri dengan swab steril Tempatkan sensitivity disc di permukaan agar dengan menekan disc dispenser Inkubator 370C. Metode MIC Buat pengenceran beberapa jenis antibiotik Tanami dengan bakteri 1. Uji pengaruh Desinfektan/Antiseptik terhadap Bakteri A. Obat Kumur Masukkan 5 ml obat kumur kedlm tabung reaksi . Uji Sensitivitas terhadap antibiotik A. tetesi antibiotik dengan volume 5 µl Inkubasi.

maka akan terbentuk asam folat yang analog bersifat non fungsional. Farmakodinamika Antibiotika Menurut Corcoran dan Shulman (1994). akibatnya kehidupan bakteri akan terganggu. ada lima mekanisme kerja antibiotika yang dapat mengganggu atau menghambat pertumbuhan bakteri.6. beri etiket Inkubasi B. Sebahagian mikroba dapat mengunakan asam folat yang ada disekelilingnya. Antibiotika seperti sulfonamid aktif mengganggu sintesis asam folat.10. apabila antibiotika tersebut mampu bersaing dengan PABA (para aminobenzoid acid) yang dihasilkan oleh bakteri untuk disatukan dalam asam folat.- Masukkan 3 usa biakan bakteri selama 2. asam folat . sedangkan golongan yang lain harus mensintesisnya sendiri untuk kebutuhannya. Mengganggu metabolisme sel mikroba Mikroba membutuhkan asam folat untuk kelangsungan hidupnya. yang dalam konsentrasi rendah mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme lainnya.4.8. Alkohol 70% Gosokkan kapas steril pada telapak tangan seluas 2 cm Masukkan kapas k dlm tabung 2 ml aquades steril lalu tabung diputar-putar Masukkan kedalam cawan petri steril lalu tambahkan 10 ml agar alkalis steril. antara lain : 1.12 menit Pindahkan 3 usa biakan dari obat kumur ke kaldu steril. kemudian ratakan Inkubasi Ulangi dengan menggosok menggunakan alkohol 70 % terlebih dahulu telapak tangan dengan MATERI  Antibiotik Adalah suatu substansi kimia yang diperoleh dari atau dibentuk oleh berbagai spesies mikroorganisme. Untuk dapat bekerja.

. Antibiotika polimiksin dapat mempengaruhi permeabilitas membran sel bakteri setelah bereaksi dengan struktur sterol yang terdapat pada membran sel.harus dirubah menjadi bentuk akhirnya yaitu asam tetrahidrofat dalam dua tahap. dimana antibiotika tidak mengikat PBP (Penicillin Binding Protein). 1991). 4. 1981). Merusak membran sel mikroba Dinding sel bakteri adalah lapisan membran sel lipoprotein yang mempunyai sifat permeabilitas selektip dan berfungsi mengontrol keluar masuknya substansi dari dan kedalam sel. sel bakteri perlu mensintesis berbagai bentuk protein. tapi langsung mengikat ujung peptida d-alanyl-d-alanin pada prekursor peptidoglikan sehingga menghambat reaksi transpeptidase. 1981). 30 Sved-berg dan 50 Sved-berg. . serta memelihara tekanan osmotik internal dan ekskresi. secara kimia mengandung peptidoglikan. 2. Sintesis protein berlangsung di ribosom. Antibiotika menghambat reaksi dalam proses sintesis peptidoglikan seperti vankomisin.. 1981). yaitu suatu komplek polimer mukopeptida. 1977). Reaksi ini menunjukan terjadinya perubahan tekanan osmotis dalam sel bakteri lebih tinggi dari pada di luar sel. sehingga berbagai komponen penting dari dalam sel dapat keluar (Garrod dkk. 1994). Menghambat sintesis protein sel mikroba Untuk kehidupannya. Beberapa antibiotika yang dikenal mempunyai mekanisme kerja mengganggu membran sel yaitu antibiotika peptida dan antibiotika polyene (Garrod dkk. Hal ini menyebabkan kerusakan dinding sel atau terjadi lisis pada sel terutama pada bakteri yang peka (Mutschler. untuk dapat berfungsi pada sintesis protein kedua komponen ini akan bersatu pada pangkal rantai mRNA menjadi ribosom 70 Sved-berg (Corcoran dan Shulman. Akibatnya akan terbentuk protein yang abnormal dan tidak berfungsi terhadap sel bakteri (Garrod dkk. Pada bakteri. antibiotika seperti trimetropim dapat menghambat dihidrofolat reduktase sehingga asam dihidrofolat tidak dapat direduksi menjadi asam tetrahidrofolat yang fungsional (Snow. ribosom terdiri dari dua sub unit. 3. Antibiotika mengikat diri pada salah satu komponen ribosom. dapat merusak membran sel bakteri. yang bekerja sama dengan message ribonucleic acid (mRNA) dan transfer ribonucleic acid (tRNA). Polimiksin merupakan kelompok antibiotika berspektrum luas. menyebabkan salahnya pembacaan pada mRNA oleh tRNA pada waktu sintesis protein. juga perubahan tegangan permukaan yang dapat merusak permeabilitas membran sel bakteri bocor.. Selain itu membran sel juga berkaitan dengan replikasi dioksiribonucleic acid (DNA) dan sintesis dinding sel. Pada tahap akhir. Menghambat sintesis dinding sel mikroba Dinding sel bakteri.

Rifamisin termasuk dalam kelompok antibiotika yang bekerja menghambat sintesis asam nukleat sel mikroba. Mekanisme kerja ini konsisten dengan kenyataan bahwa penisilin hanya bekerja pada bakteri yang sedang tumbuh dengan aktif. sebagian besar efek samping yang ditimbulkan adalah reaksi hipersensitivitas (Siswadono dan Soekardjo. Menghambat sintesis atau merusak asam nukleat sel mikroba Penghambatan sintesis protein dapat berlangsung di dalam ribosom. Partikel ini terdiri dari subunit 60s dan 40s. ribosom dikelompokkan dalam 3 grup. hal ini akan mengakibatkan perpanjangan masa sintesis dioksiribonucleic acid (DNA) (Mutschler. 1988) . yakni: 1) Ribosom 80s.5. 1977). 1991). Antibiotika ini juga dapat bekerja dengan melekatkan diri pada lipida sel. hanya terdapat pada mitokondria mamalia dan menyerupai ribosom bakteri baik fungsi maupun kepekaannya terhadap antibiotika (Snow. (Pelczar. Semua penisilin mempunyai inti yang sama yaitu cincin β – Lactam thiazolidin. yang dibentuk didalam sel ke dalam struktur mukopeptida yang biasanya memberi bentuk kaku pada dinding sel bakteri. Penisilin lebih aktif terhadap golongan Gram positif. 1988) Antibiotika ini pertama kali ditemukan oleh Alexander Fleming dari jamur Penicillium notatum pada tahun 1928 dan digunakan untuk membunuh bakteri secara langsung atau melemahkan bakteri sehingga kemudian dapat dibunuh dengan sistem kekebalan tubuh. Penisilin Secara kimiawi digolongkan kedalam antibiotik β – Lactam. terdapat pada sel eukariot. Beberapa Antibiotik yang digunakan dalam praktikum : 1. Toksisitas Penisilin lebih rendah dibandingkan antibiotika lainnya.(Pelczar. Partikel ini terdiri dari subunit 50s dan 30s. Berdasarkan koefisien sedimentasinya. dan 3) Ribosom 55s. Mekanisme kerja : Penisilin menghambat pembentukan dinding sel bakteri dengan cara mencegah digabungkannya asam N – asetilmuramat. mengikatkan diri pada enzim polimerase-RNA. 2) Ribosom 70s. 1995). didapatkan pada sel prokariot dan eukariot.

Golongan Tetrasiklin menyebabkan berbagai tingkat gangguan saluran pencernaan (mual. muntah. 1988) Mekanisme Kerja : .2. lecet pada selaput lendir. Streptomisin Streptomisin merupakan sejenis obat antibiotika dari kelas aminoglikosida. 2005). fungus dan alga pada tanaman (Anonimus. Mekanisme Kerja : Streptomisin melancarkan efek antimikrobialnya dengan cara bergabung dengan serta menyebabkan distorsi pada subunit-subunit ribosom . Streptomisin efektif terhadap bakteri gram negatif dan mampu memperkuat efek antibiotika lain terhadap gram positif (Subronto. Tetrasiklin Tetrasiklin adalah antibiotika yang memiliki spektrum luas yang diperoleh dari spesies Streptomyces nimosuss. tetapi antibiotika ini sukar menembus kedalam cairan serebrospinal (Santos. 1988) 3. 2007c). terutama pada pemberian yang lama dengan dosis tinggi. Golongan Tetrasiklin mudah diserap dalam saluran pencernaan dan menyebar luas dalam jaringan. Streptomisin juga digunakan sebagai pestisida oleh petani untuk melawan perkembangan bakteri. yang berhasil diisolasi oleh Walkman pada 1943 dari jamur Sterptomyces griseus. 2001). dan demam pada banyak penderita. Tetrasiklin dikeluarkan kedalam empedu dan dikeluarka dari tubuh melalui tinja dan air kemih dengan kecepatan yang berbeda-beda. (Pelczar. Streptomisin merupakan sejenis antibiotika yang kuat. dan dengan demikian mengganggu sintesis protein. Streptomisin merupakan antibiotika yang kuat. 1995). diare). tuberkulosis. pneumonia dan disentri. ruam kulit. Antibiotik ini digunakan untuk mengobati infeksi yg disebabkan oleh banyak bakteri gram negatif dan beberapa gram positif. Tetrasiklin diendapkan pada jaringan tulang dan gigi (Siswadono dan Soekardjo. (Pelczar. antibiotika ini biasanya digunakan untuk membunuh bakteri yang menyebabkan penyakit.

Akibat sintesis protein mengalami hambatan pula. Antibiotika tersebut berspektrum luas yang bekerja pada semua mikroorganisme baik gram positif maupun gram negatif. (Pelczar. (Pelczar. Mekanisme kerja: Menghambat peptidil transferase pada fase pemanjangan dan dengan demikian mengganggu sintesis dari protein. 1984). Akan tetapi . pertumbuhan mikroorganisme dapat berlangsung lagi setelah penghentian obat (Anonimus. Efek samping jarang terjadi. Kloramfenikol merupakan senyawa stabil yang dengan cepat diserap oleh dinding pencernaan dan disebarkan ke seluruh jaringan. namun antibiotik ini juga aktif terhadap organisme yang menjadi resisten terhadap penisilin dan streptomisin. 1988) 5.Tetrasiklin bekerja dengan cara menghalangi terikatnya RNA ( RNA transfer aminoasil ) pada siklus spesifik diribosom. Eritromisin menyerupai penisilin. Kloramfenikol merupakan satu antibiotika yang digunakan sebagai makanan tambahan oleh peternak. Eritromisin Secara kimiawi tergolong kedalam antibiotik makrolide. apabila pengaturan dosis yang benar dan kontra indikasi diperhatikan pada saat pemakaian. selama pemanjangan rantai peptide. Kloramfenikol bersifat bakteriostatik. 2008). Kloramfenikol Kloramfenikol adalah zat kimia yang mula-mula dihasilkan oleh biakan Streptomyces venezuelae tetapi sekarang sudah dapat dihasilkan secara sintetik. 1988) 4. serta cairan tubuh yang termasuk susunan saraf pusat dan cairan serebrospinal (Jawetz. Eritromisin aktif terhadap sebagian besar bakteri gram positif dan beberapa gram negatif ( Neisseria sp dan Bordetella pertussis) dan spiroket patogenik. 1988) Mekanisme kerja : Eritromisin dapat berinteraksi dengan subunit-subunit ribosom sehingga mencegah urutan reaksi yang normal dalam sintesis protein. (Pelczar.

4) permeabilitas dinding atau membran sel mikroba menurun untuk antimikroba. misalnya β-laktamase dari Staphylococcus sp. Selain enzim yang dihasilkan oleh bakteri yang mutasi. dan 5) perubahan struktur atau komposisi ribosom sel mikroba dengan akibat ribosom kurang dapat mengikat antimikroba. Obat kumur dikemas dalam dua bentuk yakni dalam bentuk kumur dan spray. Mekanisme Resistensi Antibiotika Bakteri dapat menjadi resisten terhadap antibiotika karena bakteri dapat menghasilkan suatu enzim yang dapat menghancurkan antibiotika itu. 2) mikroba meningkatkan sintesis metabolit yang bersifat antagonis-kompetitif terhadap antimikroba. Resistensi terhadap antibiotika dapat juga dipindahkan dari organisme yang resisten kepada organisme yang sensitif.. Resistensi obat biasanya ditransfer secara bebas dari kromosom bakteri inang. 1) mikroba mensistensi suatu enzim penghancur antimikroba. Faktor ini disebut “faktor pemindah resisten”. bekerja sebagai penciut. Faktor resistensi obat yang dipindahkan tidak berlokasi pada kromosom. misalnya pada peningkatkan sintensi PABA (para aminobenzoid acid). 3) mikroba membentuk jalan metabolisme yang baru dengan menghindari reaksi metabolisme yang dihambat oleh antimikroba. Untuk hampir . yang dikenal sebagai adaptif (induksi) (Sartono dan Mubarak. melainkan berupa satuan bebas dalam sitoplasma dari organisme yang resistensi. Bakteri mutan yang menghasilkan enzim ini dapat hidup tanpa gangguan. 1991). Akibat peristiwa ini. karena terjadinya perubahan struktur kimia dinding/membran sel dari mikroba. sehingga dapat mempertahankan metabolisme untuk keperluan hidupnya. Beberapa enzim yang dihasilkan adalah β-laktamase dan asetilase. Banyak bakteri Gram negatif mengandung faktor resisten ini dan memindahkannya kebakteri Gram negatif lain (Volk dan Wheeler. mempunyai efek terapi dan menghilangkan infeksi atau mencegah karies gigi. dapat juga timbul enzim yang sama akibat kontak sel dengan obat. antimikroba sulit untuk menembus masuk kedalam mikroba. Menurut Gan (1981) mekanisme resistensi timbul terhadap antimikroba dapat terjadi berdasarkan mekanisme sebagai berikut. terutama kerusakan pada bagian sumsum tulang (Mutschler. Jika organisme yang resisten obat dicampur dengan organisme yang rentan. 1988). 1984). untuk menghilangkan bau tak sedap. maka semua organisme akan menjadi resistensi terhadap obat yang sama. Obat kumur Obat kumur merupakan larutan atau cairan yang digunakan untuk membilas rongga mulut dengan sejumlah tujuan antara lain untuk menyingkirkan bakteri perusak.kalau terjadi kadang-kadang relatif berat.

mengurangi jumlah mikroorganisme dalam rongga mulut. sorbitol. contoh: turunan fenol. boric acid. penyusun persentasi terbesar dari volume larutan b. minyak watergreen e) Bufer. seng asetat. Beberapa bahan-bahan aktif beserta fungsinya secara umum dapat dijumpai dalam obat kumur. asetic. menyebabkan korosi metal kecuali apabila ditambahkan pereduksi (2% Na nitrit. contoh: sodium laurel sulfate . sodium bicarbonate f) deodorizing agents (bahan penghilang bau). dan asam sitrat d) Anodynes. Flavorings agents (bahan pemberi rasa). thymol. Di samping itu aksi busa dari deterjen membantu mencuci mikroorganisme ke luar rongga mulut. mengurangi tegangan permukaan dengan demikian menyebabkan bahan-bahan yang terkandung menjadi lebih larut. antara lain: Bahan antibakteri dan antijamur. aluminium.90% : desinfeksi permukaan. hexetidine. benzethonium. Air. chlorhexidine. meredakan nyeri dan rasa sakit. Bekerja dengan cara menghambat sintesis protein bakteri/mikroorganisme : bakterisidal cepat : tidak membunuh spora. Beberapa bahan inaktif juga terkandung dalam obat kumur. secara aktif menyerang bakteri anaerob dalam rongga mulut dan busanya membantu menyingkirkan jaringan yang tidak sehat. Pemanis. contoh: klorofil g) deterjen. contoh: hidrogen peroksida. contoh: alkohol. contoh: hexylresorcinol. seperti gliserol. dan juga dapat menghancurkan dinding sel bakteri yang menyebabkan bakteri lisis. contoh: sodium perborate. cetylpyridinium chloride. Masing-masing obat kumur merupakan kombinasi unik dari senyawa-senyawa yang dirancang untuk mendukung higiena rongga mulut. seng klorida. minyak eukaliptol. karamel dan sakarin c. antara lain: a. Alcohol Konsentrasi Kegunaan Keuntungan Kelemahan : 70% . hypochlorous acid b) Bahan oksigenasi. benzoic acid. mengeringkan kulit) a) . dan asam-asam organik.semua individu obat kumur merupakan metode yang simpel dan dapat diterima untuk pengobatan secara topikal dalam rongga mulut Hampir semua obat kumur mengandung lebih dari satu bahan aktif dan hampir semua dipromosikan dengan beberapa keuntungan bagi pengguna. menyebabkan pembuluh darah lokal berkontraksi dengan demikian dapat mengurangi bengkak pada jaringan. mengurangi keasaman dalam rongga mulut yang dihasilkan dari fermentasi sisa makanan. perborate c) Astringents (zat penciut). menetralisir bau yang dihasilkan dari proses penguraian sisa makanan. Bahan pewarna d. seperti tannic.

Lampiran .

.

.

(1984). 20 Oktober 2008. (2007c). O'Grady. (1991). Jawetz. Lambert and F. Antimkroba.S.wikipedia. Mutschler.htm. Pelczar. Antibiotics and chemotherapy. Jakarta. H. Mikrobiologi Umum. 12 Agustus 2007. Dinamika Obat. J. (1984).T. Gadjah Mada University Press. E. http://www.gov/medlineplus/ drugsinfo/htm.nml. (1994). E. Buku Ajar Farmakologi dan Toksikologi. http://www.P. Yogyakarta. Biologi Molekuler Sensitivitas dan Resistensi Terhadap Agen Antimikroba.P. Editor Sulistia Gan. Penerbit Institut Tekhnologi Bandung.mediacastore. Jakarta : UI press. Corcoran. L. Streptomycin. David Watts. Buku Kedokteran EGC. Sartono. (1981).com/apo tik_online/antibiotik/kloramfenikol.W. .S. Shulman. K. Dasar-Dasar Mikrobiologi. http://ms. Phair dan Sommers.H. Edisi keempat belas. Darussalam. P. micael J. Santos. Dalam: Dasar Biologis dan Klinis Penyakit Infeksi. Diterjemahkan oleh Wahab. (16 Juni 2008). Gan. Banda Aceh. Edisi Kelima. Bandung. V. Diterjemahkan oleh Lukmanto. New York. dan Z. Antibiotik Kloramfenikol. Mubarak. V. Churchill Livingstone. 5 th ed. Edisi keempat. and S.1988. Garrod. Obat-obat Antimikroba. Shuman. A.DAFTAR PUSTAKA Anonimus. Dalam: Farmakologi dan Terapi. Anonimus. Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. (2005)..R. The Microbial World. Edisi kedua. (2008). Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran-Universitas Indonesia. Jakarta. (1981). Dalam Terapi Medik.org/wiki/streptomycin.

Edisi kelima. Gadjah Mada University Press. Mikrobiologi Dasar. Glukosa agar tegak 4.F. W. biak murni umur 24 jam dari Clostridium sp. Hugo. Bahan yang disediakan: 1. S. Airlangga University Press. PENANAMAN ANAEROB Tujuan praktikum: Mempelajari cara menanam bakteri anerob ke dalam perbenihan yang telah disediakan dengan kondisi tanpa oksigen (suasana anaerob) I. Volk. Gas Generating Kit 7. Subronto. Kimia Medisinal.Siswadono dan B. Pindahkan seusa biak murni Clostridium sp. (1977). (2001). Universitas Airlangga. Yogyakarta. tersebut ke dalam perbenihan -kaldu hati tarozzi -glukosa agar miring -glukosa agar tegak . anaerob indikator 8. Glukosa agar miring 5.B and A. W. Blackwell Scient Publishing. Snow. (1988).A. Surabaya. Surabaya.D. Edisi pertama. In: Pharmaceutical Microbiology. Kaldu hati tarozzi 6. and M. G. pelat Reinforced Clostridial Agar 3.dalam kaldu hati Tarozzi 2. Wheeler. Russell (eds). (1995). Percobaan yang dilakukan: 1. Diterjemahkan oleh Adisoemarto.sungkup anaerobic II.A. Mechanisms of action of antibiotics. Ilmu Penyakit Ternak I. USA. Soekardjo.

contoh: Clostridium tetani 2. Anaerob Fakultatif dan . bakteri golongan anaerob dapat dibedakan menjadi: 1.dapat memperoleh energy dengan atau tanpa oksigen. Anaerob Mutlak . 4. Tempatkan glukosa agar miring dan plat Reinforced agar yang telah dipupuk tersebut ke dalam sungkup anaerobic. maka untuk menumbuhkannya diperlukan teknik khusus. Amati hasil pertumbuhan setelah 24 jam.hidup optimal pada lingkungan dengan kadar oksigen < 0. yaitu dengan reaksi oksidatif fermentatif. Mengamati morfologi bakteri anaerob dengan pengecatan Gram dan Spora. Materi Berdasarkan toleransi terhadap oksigen. Inkubasikan semua perbenihan yang telah dipupuk tersebut selama 24 jam suhu 37˚ C. 1996) 4. III. (Gibson. 3. Kemudian gas generating kit tersebut bersama-sama dengan anaerobic indicator juga dimasukkan ke dalam sungkup anaerobic. (Hadioetomo. Anaerob Obligat -tumbuh tanpa oksigen bebas -oksigen bersifat toksik terhadap kelompok bekteri anaerob. 3. Anaerob Moderat -masih dapat hidup pada lingkungan dengan kadar oksigen sampai 3% -contoh: Bacteroides sp. coli dan beberapa Streptococcus. -contoh: E.-Pelat Reinforced Clostridial Agar 2. Masukkan 20 ml aquadestilata ke dalam gas generating kit. Setelah itu sungkup ditutup rapat.1% .1965) .

penambahan senyawa 4.Cara mendapatkan keadaan anaerob-sungkup anaerob Penggunaan sungkup anaerob merupakan cara terbaik untuk mendapatkan keadaan anaerob. kaldu hati Tarozzi 5. dan beberapa melakukan keduanya. Clostridium perfringens 3. besar. Katalisator yang digunakan adalah butir-butir alumina yang dibungkus palladium. secara mekanik 2. 1982) Clostridium Clostridia adalah bakteri batang anaerobic. . Clostridium botulinum (Gibson. Spesiesnya: 1. masukkan perbenihan yang telah ditanami bahan ke dalam sungkup bersama satu bungkus “hydrogen generator” dan indikator biru metilen. Untuk menghilangkan oksigen dari sungkup tersebut dapat digunakan berbagai macam cara. gram positif yang bergerak. antara lain dengan menggunakan katalisator. Banyak yang merusak protein atau membentuk toksin. Cockeysville. Tutup rapat sungkup. hydrogen dibentuk dalam sungkup tersebut berdasarkan reaksi berikut: Mg + ZnCl2 + 2H2O → MgCl2 + Zn2(OH)2 + H2 (Bonang. Clostridium tetani (menyebabkan tetanus) 2. Mengandung spora dan beberapa hidup normal di dalam usus halus. secara biologis 3. Maryland.1996) 5 cara penanaman Bakteri Anaerob 1. Untuk menggunakan cara ini. Brewer dan Allgeir menggunakan sungkup anaerob yang dinamakan “Gas Pack Anaerobic Jar”. Masukkanlah 10 ml air ke dalam pembungkus “hydrogen generator” dengan menggunakan pipet. Hidup sebagai saprofit. Bersama sungkup ini dipakai pula suatu “disposable anaerobic indicator” yang dibuat oleh Baltimore biological Laboratory. USA. Gas Pack System Terdiri dari : -sungkup anaerobic -generator H2 (sodium borohidrat) .

pada glukosa agar tegak bertujuan untuk mengetahui apakah bakteri tersebut bersifat motil atau non motil. dan plat Reinforced Clostridial Agar) setelah dilakukan pemupukan / penanaman bakteri. Glukosa Agar Miring Pada percobaan yang dilakukan. membuat pola “T Methods” dengan menggunakan usa.-generator CO2 (sodium bikarbonat) -indikator → rezazurin -katalisator → palladium A. Kaldu Hati Tarozzi Media kaldu hati tarozzi terdiri dari: -kaldu : media pertumbuhan serta sebagai nutrisi sehingga bakteri dapat menghasilkan H2O2 -hati : menghasilkan enzim peroksidase untuk menguraikan H2O2 -kapur : mereduksi O2 (oksigen) menjadi CO2 -parafin : mencegah kontak dengan udara Semua bakteri aerob dapat menguraikan H2O2 yang terbentuk akibat metabolisme bakteri menjadi H2O dan O2 karena memiliki enzim superoxide dismutase Semua bakteri anarerob tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2 karena tidak memiliki enzim superoxide dismutase. Gas . satu tetes biakan Clostridium sp. sehingga direduksi oleh kapur menjadi CO2. Sungkup anaerobic berupa tabung kedap udara. diteteskan pada dasar glukosa agar miring. yang di dalamnya ditaruh “Gas Pack System”. karena hati dapat menghasilkan enzim peroksidase. C. selanjutnya ditarik perlahan-lahan dengan cara membuat pola goresan zig-zag dengan menggunakan usa pada permukaan glukosa agar miring. Plat Reinforced Clostridial Agar (RCA) Pada percobaan yang dilakukan. Gas O2 yang dihasilkan bersifat toksik bagi bakteri anaerob. Plat RCA mengandung Sodium tiogliodat sistein. B. glukosa agar miring. D. Glukosa Agar Tegak Penanaman Clostridium sp. sehingga ditanam di kaldu hati tarrozi supaya H 2O2 dapat diuraikan menjadi H2O dan O2. Ketiga media (glukosa agar tegak. dilakukan penginkubasian di dalam sungkup anaerobic untuk membuat suasana / lingkungan media menjadi anaerob.

Standard Plate Count ini berdasarkan perhitungan koloni mikroskopis dari bakteri yang ada dalam air kumur.B dan C menjadi 100. Cara kerja : 1. Jadi pengenceran pada tabung A. Sediakanlah 3 blangko aquadest steril. Sumber Bonang. dan katalisator (palladium). Tujuan Praktikum :  Mempelajari cara menghitung jumlah bakteri dalam air kumur dengan metode SPC. 1965. 1982. Jakarta: PT Gramedia. Gerard. Rezazurin apabila dalam keadaan anaerob akan berwarna putih dan apabila keadaan di dalam sungkup aerob. Jakarta: EGC.pack system terdiri dari generator H2 (sodium borohidrat). dan sungkup anaerobic tersebut ditutup rapat. Pada praktikum digunakan metode perhitungan bakteri Standard Plate Count (SPC). Beri etiket 2. Pindahkan 1 cc dari A ke B dan campur baik-baik 4. Mikrobiologi dan Patologi Modern untuk Perawat. PERHITUNGAN JUMLAH BAKTERI DALAM AIR KUMUR Ada bermacam-macam cara perhitungan jumlah bakteri dalam suatu sampel. Jakarta: PT Gramedia. Gibson. Kemudian gaspack system tersebut ditambah 20 ml aquadestilata. 10000 5. 1996. Lakukan hal yang sama pada tabung C. Tempatkanlah 1 cc dari tiap-tiap pengenceran ke dalam cawan petri steril . satu berukuran 99 cc dan dua berukuran 9 cc.M. Campurkan baik-baik (± 25 goyangan) 3. Masukanlah 1 cc air kumur ke dalam A. 1000. J. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium. Mikrobiologi Kedokteran untuk Laboratorium dan Klinik. generator CO2 (sodium bikarbonat). indikator anaerob (rezazurin). maka rezazurin akan berwarna merah muda. Hadioetomo.

susu cair. Stasionery/Statis dan Fase Death/Kematian. dapat digambarkan melalui kurva pertumbahan bakteri (bacterial growth curve). B dan C dan tentukan jumlah bakteri yang terdapat dalan 1 cc air kumur. yang menunjukkan fase pertumbuhan bakteri. Metode penghitungan bakteri yang paling sering digunakan adalah Standard Plate Count (viable) dan Spectrophotometric Analysis (turbidimetric). Ratakan perbenihan dalam media tersebut 8. Fase Pertumbuhan Ketika beberapa bakteri diinokulasi pada media pertumbuhan cair dan dilakukan perhitungan tiap interval. . Hitunglah jumlah koloni dalam A. Sedangkan analisis spektrofotometri didasarkan pada kekeruhan dan secara tidak langsung mengukur bakteri (biomassa sel) yang hidup dan mati. dapat terjadi selama 1 jam atau beberapa hari. yogurt. Inkubasi 9. dan lain-lain. Standard Plate Count merupakan metode pengukuran indirek untuk mengetahui kepadatan sel dan informasi lain berdasarkan bakteri yang hidup. • • Fase Lag: Periode saat bakteri mengalami sedikit (atau tidak sama sekali) pembelahan sel. Log. atau peningkatan logaritma. Fase Lag. Masaklah perbenihan agar dalam penangas air panas sampai temperatur 48 – 50 C. air sungai. MATERI Penghitungan bakteri dapat digunakan untuk mengetahui jumlah bakteri pada air minum. Penghitungan bakteri juga dapat digunakan untuk uji keampuhan antibakteri dalam membunuh bakteri pada suatu media. Fase Log: Periode saat sel bakteri mulai untuk membelah dan memasuki tahap pertumbuhan. mikroorganisme menjadi sensitif pada kondisi yang merugikan. air kumur. Selama fase ini. lalu tuang ke dalam telapa petri tersebut kira-kira 10 cc 7.6. Terdapat 4 fase dasar dari pertumbuhan bakteri.

• Fase Stasionery/Statis: Periode saat derajat pertumbuhan menurun. jumlah kematian setara dengan jumlah sel baru. membutuhkan waktu sedikit lebih lama. Plate Counts Metode yang sering digunakan untuk menghitug jumlah populasi bakteri adalah plate counts/perhitungan plat. Biasanya. Koloni yang tumbuh tidak selalu berasal dari satu sel mikroorganisme karena beberapa mikroorganisme tertentu cenderung membentuk kelompok atau berantai. Teknik Pour Plate Teknik pour plate (lempeng tuang) adalah suatu teknik di dalam menumbuhkan mikroorganisme di dalam media agar dengan cara mencampurkan media agar yang masih cair dengan stok kultur bakteri. serta aktifitas metabolisme melambat/menurun. biasa disebut serial dilution/pengenceran serial. Ketika menggunakan plate count. • Fase Death/Kematian: Periode ini terjadi saat jumlah kematian sel lebih tinggi dibandingkan jumlah kehadiran sel baru. Untuk memastikan bahwa perhitungan koloni berada pada jumlah tersebut. biasanya 24 jam. populasi stabil. Teknik ini biasa digunakan pada uji TPC (Total Plate Count). hanya plat dengan 25-250 koloni yang digunakan (sumber lain menyebutkan koloni hitung adalah yang berjumlah 30 – 300 koloni). Kelebihan teknik ini adalah mikroorganisme yang tumbuh dapat tersebar merata pada media agar. Berdasarkan hal tersebut digunakan istilah Coloni Forming Units (CFU’s) per ml. Teknik Spread Plate . Penyediaan media untuk penghitungan bakteri : 1. hanya beberapa koloni yang tumbuh pada plat. digunakan inokulasi original/asli yang diencerkan beberapa kali. Manfaat penting dari metode ini adalah dapat menghitung jumlah sel yang terlihat. Kekurangannya. agar koloni dapat terlihat. 2.

Analisis mikroorganisme digunakan untuk mengetahui jenis dan jumlah mikroorganisme yang terdapat dalam air kumur. . pencampuran stok kultur bakteri dilakukan setelah media agar memadat sedangkan pour plate kultur dicampurkan ketika media masih cair (belum memadat). menjelaskan mengenai cara menghitung koloni pada cawan serta cara memilih data yang ada untuk menghitung jumlah koloni di dalam suatu bahan pangan yang dianalisis. Koloni yang terlalu besar (lebih besar dari setengah luas cawan) tidah dihitung. Kelebihan teknik ini adalah mikroorganisme yang tumbuh dapat tersebar merata pada bagian permukaan media agar. Syarat koloni yang ditentukan untuk dihitung adalah sebagai berikut : Satu koloni dihitung 1 koloni Dua koloni yang bertumpuk dihitung 1 koloni Beberapa koloni yang berhubungan dihitung 1 koloni Dua koloni yang berhimpitan dan masih dapat dibedakan dihitung 2 koloni. Koloni yang besarnya kurang dari setengah luas cawan dihitung 1 koloni. Rumus untuk menghitung jumlah koloni per ml adalah sebagai berikut : Koloni yang dipilih untuk dihitung menggunakan cara SPC memiliki syarat khusus berdasarkan statistic untuk memperkecil kesalahan dalam perhitungan. Perhitungan mengacu kepada standar atau peraturan yang telah ditentukan.Teknik spread plate (lempeng sebar) adalah suatu teknik di dalam menumbuhkan mikroorganisme di dalam media agar dengan cara menuangkan stok kultur bakteri atau mengapuskannya di atas media agar yang telah memadat. Bedanya dengan pour plate adalah. Analisis tersebut dapat menggunakan standar yang disebut Standar Plate Count (SPC). Syarat-syaratnya sebagai berikut : • Pilih cawan yang ditumbuhi koloni dengan jumlah 30-300 koloni.

maka hanya dari pengenceran tertinggi yang dilaporkan. • Jika ada 2 pelat yang jumlah koloninya berada pada 30 .300 koloni. • Bila diperoleh perhitungan >300 dari semua pengenceran.> 300 = TNTC (Too Numerous To Count) atau TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung) < 30 = TFTC (Too Few To Count). • Bila diperoleh perhitungan kurang dari 30 dari semua pengenceran. maka dibuat rasio :  Jika rasio > 2 maka jumlah koloni yang dipakai adalah jumlah koloni dari pengenceran terendah dikalikan faktor pengencerannya  Jika rasio ≤ 2 maka jumlah koloni dari kedua pelat dirata-rata dan dikali faktor pengenceran terendah . maka hanya dari pengenceran terendah yang dilaporkan.

Pola transek dapat dibuat bervariasi. maka cawan dapat dibagi-bagi atau dibuat transek. tergantung kebutuhan.Bagan untuk mempersingkat syarat SPC Apabila koloni yang tumbuh pada cawan terlalu banyak. . Transek dibuat dengan spidol/marker di bagian bawah cawan petri.

Lampiran .

Benjamin Cummings.DAFTAR PUSTAKA Tortora. Berdell R.jpg&w=487&h=402&ei=nkgrT9jABIPyrQfH04nsDA&zoom=1&iact=hc& .Case.Funke.co.rrc. GJ.id/imgres?q=colony+forming+unit&hl=id&client=firefoxa&rls=org. http://www. USA.mb..htm&docid=nP1s52Ee4kFQM&imgurl=http://xnet. dan Christine L.mozilla:enUS:official&channel=s&biw=1229&bih=489&tbm=isch&tbnid=6sZorIM5LcUtlM:&imgref url=http://xnet. 2001.rrc. Microbiology an Introduction.ca/davidb/applied_microbiology.ca/davidb/serial %252520dilution.google.mb.

com/_AznznM8_G8/TBn9x0z9AI/AAAAAAAAADE/ytmxjUwHv_g/s1600/kurva.html&docid=cbGmbNAFBwkB0M&imgurl=http://4.jpg&w=448&h=323&ei=AEUrT_ HnEo7krAfyouDPDA&zoom=1&iact=hc&vpx=98&vpy=110&dur=54&hovh=191&hovw=2 64&tx=90&ty=100&sig=114796175880164290955&page=1&tbnh=129&tbnw=179&start=0 &ndsp=11&ved=1t:429.s:0 http://www.mozilla:enUS:official&channel=s&biw=1229&bih=489&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=zrpNnHV6X nGpLM:&imgrefurl=http://rizkikarim.id/imgres?q=fase+pertumbuhan+bakteri&hl=id&client=firefoxa&hs=Zt9&sa=X&rls=org.Laboratory Exercise in Microbiology.pl/odl/doc/numbers.r:0.r:4.vpx=657&vpy=148&dur=188&hovh=204&hovw=247&tx=116&ty=86&sig=114796175880 164290955&page=1&tbnh=141&tbnw=171&start=0&ndsp=13&ved=1t:429.pdf Colome dkk.com/2010/12/faktor-yang-berpengaruhterhadap.1986.gda.google.bp.blogspot.s:0 http://www.co.biotech.West Publishing co.blogspot.USA .univ.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful