P. 1
Kasih

Kasih

|Views: 12|Likes:
Published by Agustina Itin
Kasih
Kasih

More info:

Published by: Agustina Itin on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2014

pdf

text

original

KASIH

(II Yohanes 1:6) “Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.” Aku …… Aku akui aku memang pintar…. Tapi jangan salah….. tak kan pernah aku mau menyombongkan diriku. Kepintaran yang ku dapatkan ini berasal dari DIA yang mengasihi aku…. Sungguh mengasihi diriku. Aku berharga dimata-NYA. Cerita ini bermula sewaktu liburan sekolah ke pasir panjang, bagi anak-anak asal KAL-BAR pasti tau dong ya pasir panjang ? Semua anak-anak sekolah satu SMA ku pergi berlibur ke sana dengan tujuan melepaskan penat setelah menempuh ujian semester yang amat sangat melelahkan dan membuat tegang menunggu hasilnya. Semua anak satu kelas ku pasti sudah tau kalau aku memang bisa menguasai pelajaran yang dijelaskan guru maupun yang ku pelajari sendiri (otodidak). Jadi setiap minggu mereka jadwalkan belajar bersama dengan ku dengan aku sebagai pembimbing mereka dalam belajar, walaupun aku seusia mereka, mereka tetap mau percaya dengan apa yang aku ajarkan, bahkan kadang kala sering kali mereka tak mengerti dengan apa yang guru ajarkan, dan mengerti setelah aku menjelaskan materi itu. Aku senang bisa mengajarkan mereka, Tetapi ketika saya atau anda sendiri melangkahkan kaki untuk berbuat yang baik pasti ada saja badai cobaan, begitu juga aku, ada sebagian anak yang tidak menyukaiku dan sering hanya ingin memanfaatkan aku. Setelah sampai dipasir panjang, aku dan teman-teman diijinkan guru kami untuk berenang di pantai. Kami menyewa masing-masing pelampung. Aku dan teman-temanku berebut untuk menyewa pelampung, tak ada yang mau kalah, tetapi semuanya tetap dapat. Kaki kami mulai menginjak pasir yang basah…. Maju sedikit…. Maju lagi dan tiba -tiba sudah menyentuh air pantai…. Rasanya asik sekali…… makin agak jauhlah kami dari tepi pantai, hanya beberapa orang saja yang berani jauh dari tepi pantai, salah satunya adalah aku, bersama temanku yang akan ku ceritakan pada paragraf selanjutnya Kami pun berenang dan menikmati kebebasan di pantai yang besar dan menenangkan itu, tiba-tiba temanku menarik kaki ku dari bawah pelampungku, ditariknya sekuat tenanganya karena dia sangat lebih besar dari aku, dan mencoba untuk menarik pelampungku sehingga aku tenggelam. Akhirnya dia berhasil membuatku tenggelam, saat itu…. Yang ku ingat adalah keluargaku dan teman-temanku serta dia yang menenggelamkanku… aku berdoa kepada Tuhan. TUHAN selamatkanlah aku, jika aku tidak selamat dari bahaya ini, lindungilah keluargaku, berkatilah mereka, jangan buat mereka susah dengan tiadanya aku, ampuni dosaku, dosa mama, papa, adik-adikku serta teman ku yang meneggelamkan ku, biarlah semuanya terjadi seturut kehendak dan rencana-MU, AMIN. Setelah itu terasa banyak air yang masuk melalui hidung dan mulutku yang membuat aku tidak dapat bernafas, aku tak sadarkan diri setelah itu.

Tak tahu bagaimana teknisnya. mereka yang sering menuntut apapun itu. Nah. Melalui firman TUHAN ini : ( I Yohanes 4:8 )“Barangsiapa yang tidak mengasihi. baik mereka yang membutuhkan. mereka yang kurang diperhatikan. Aku bangun dan bersyukur masih bisa diberikan nafas kehidupan. . AMIN. aku telah berada di tepi pantai. mereka yang menuduh anda melakukan suatu perbuatan yang sebenarnya tidak sama sekali anda buat. dia pun langsung lari dan tak mau melihat mukaku lagi. sebab Allah adalah kasih. mungkin saat aku pingsan tadi. dari mana kamu tadi? Kami sudah lama tidak melihatmu. kasihilah ALLAH mu. anda pasti sudah mendapatkan pesan yang sangat berharga. ia tidak mengasihi Allah. Hari telah sore dan aku melihat temanku tadi yang menenggelamkan aku. dari cerita diatas. aku diseret ombak. aku berdoa. Tepi pantai itu rupanya tidak jauh dari tempat kami semula berkumpul dan mereka masih ada disitu semua. tapi dengan santainya dia bertanya kepadaku. Hanya itu saja. mulai dari sekarang. saudara mu. jangan sampai kasih itu menjadi dingin. dan aku akan tetap mengasihi dia.” Komitmenkan didalam diri masing masing untuk tetap membakar kasih itu agar tetap bernyala-nyala didalam kehidupan mu dan tidak ada yang namanya “kasih yang telah menjadi dingin” itu lagi. sebagai anak TUHAN. teman mu dan siapapun yang membutuhkan kasih itu ada didalam hidup mereka. mereka yang hanya ingin memanfaatkan anda. mereka yang ingin mencelakakan anda atau teman-teman anda. TUHAN ampuni dosa temanku. Aku langsung bilang kalau tadi aku berenang ke pantai. walaupun dia telah berusaha untuk mencelakakan aku. mereka yang iri pada anda. seharusnya tanpa syarat apapun anda tetap harus mengasihi mereka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->