Materi Dinkel Demokrasi Di Indonesia

Demokrasi di Indonesia (Permasalahan Pilkada pada Tahun 2005

)

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan. Demokrasi adalah suatu pemerintahan dimana rakyat memegang peranan penting yang menentukan kesejahteraan suatu Negara. Pada waktu sekrang ini sebagai ciri demokrasi ialah bahwa tiap-tiap keputusannya selalu bersandarkan atas dasar kelebihan suara. Golongan besar memperoleh suara terbanyak, sedangkan golongan kecil menderita kekalahan. Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. Pemilihan umum ini langsung dilaksanakan secara langsung pertama kali untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota MPR, DPR, DPD, DPRD di tahun 2004. Walaupun masih terdapat masalah yang timbul ketika waktu pelaksanaan. Tetapi masih dapat dikatakan suses.

Indonesia pertamakali dalam melaksanakan Pemilu pada akhir tahun 1955 yang diikuti oleh banyak partai ataupun perseorangan. Dan pada tahun 2004 telah dilaksanakan pemilu yang secara langsung untuk memilih wakil wakil rakyat serta presiden dan wakilnya. Dan sekarang ini mulai bulan Juni 2005 telah dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah atau sering disebut pilkada langsung. Pilkada ini merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat. Ada lima pertimbangan penting penyelenggaraan pilkada langsung bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. 1. Pilkada langsung merupakan jawaban atas tuntutan aspirasi rakyat karena pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, bahkan kepala desa selama ini telah dilakukan secara langsung. 2. Pilkada langsung merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945. Seperti telah diamanatkan Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945, Gubernur, Bupati dan Wali Kota, masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis. Hal ini telah diatur dalam UU No 32 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. 3. Pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat (civic education). Ia menjadi media pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya. 4. Pilkada langsung sebagai sarana untuk memperkuat otonomi daerah. Keberhasilan otonomi daerah salah satunya juga ditentukan oleh pemimpin lokal. Semakin baik pemimpin lokal yang dihasilkan dalam pilkada langsung 2005, maka komitmen pemimpin lokal dalam mewujudkan tujuan otonomi daerah, antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memerhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan. 5. Pilkada langsung merupakan sarana penting bagi proses kaderisasi kepemimpinan nasional. Disadari atau tidak, stock kepemimpinan nasional amat terbatas. Dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari

Seandainya calon tersebut dapat lolos bagai mana nantinya daerah tersebut karena telah dipimpin oleh orang yang bermental korup. Dana yang seharusnya untuk pelakasanaan pemilu ternyata dikorupsi. Dengan memanfaatkan masalah ekonomi masyarakat yang cenderung masih rendah. Dan juga biaya untuk menjadi calon yang tidak sedikit. Seringkali bagi pihak yang kalah tidak dapat menerima kekalahannya dengan lapang dada. ^. Berbah. Selain masalah dari para bakal calon. . para anggota KPUD terbukti melakukan korupsi dana Pemilu tersebut. jumlah pemimpin nasional yang kita miliki hanya beberapa. terdapat juga permasalahan yang timbul dari KPUD setempat. Misalnya agar bisa lolos seleksi maka harus membayar puluhan juta. Misalnya saja di Jakarta. Dengan mudah mereka memanfaatkan jabatannya untuk kesenangan dirinya sendiri. Dan mungkin juga ketika proses penyeleksian bakal calon juga kejadian seperti ini. Kasus kasus yang masih hangat yaitu pembakaran kantor KPUD salah satu provinsi di pulau sumatra. Karena itu. Contoh yang nyata saja yaitu di lingkungan penulis yaitu desa Karangwetan. juga terjadi hal tersebut. maka dengan mudah mereka dapat diperalat dengan mudah. Dalam pelaksanaan pilkada ini pasti ada yang menang dan ada yang kalah. jika tidak iklas ingin memimpin maka tidakan yang pertama adalah mencari cara bagaimana supaya uangnya dapat segera kemali atau “balik modal”. Money politik Sepertinya money politik ini selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan pilkada. Namun tetap saja timbul masalah masalah tersebut. Sehingga dia akan mengerahkan massanya untuk mendatangi KPUD setempat. Tegaltirto. Seringkali ditemukan pemakaian ijasah palsu oleh bakal calon. hingga pelaksanaan pilkada ini. Sleman. Mereka sebagian besar para pemimpin partai politik besar yang memenangi Pemilu 2004. Yaitu salah satu dari kader bakal calon membagi bagikan uang kapada masyarakat dengan syarat harus memilih bakal calon tertentu. Tugas yang dilaksanakan KPUD ini sangat berat yaitu mengatur pelaksanaan pilkada ini agar dapat terlaksana dengan demokratis. Karena mulai dari awal saja sudah menggunakan cara yang tidak benar. Hal ini sangat memprihatinkan sekali . Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada Pilkada ini ditujukan untuk memilih Kepala daerah di 226 wilayah yang tersebar dalam 11 provinsi dan 215 di kabupaten dan kota. Dalam pelaksanaan pilkada di lapangan banyak sekali ditemukan penyelewengan penyelewengan. Dalam pelaksanaannya selalu saja ada masalah yang timbul. Rakyat memilih kepala daerah masing masing secara langsung dan sesuai hati nurani masing masing. Hal ini membuktikan sangat rendahnya kesadaran politik masyarakat. Ini sangat berbahaya sekali. Mulai dari seleksi bakal calon. Dari sini dapat kita lihat yaitu rendahnya mental para penjabat. Dalam pelaksanaannya pilkada dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah masing masing. Tindakan ini sangat memprihatinkan. Dengan begini diharapkan kepala daerah yang terpilih merupakan pilihan rakyat daerah tersebut.200 juta. Sehingga dari KPUD sebelum melaksanakan pemilihan umum. persiapan kertas suara. harapan akan lahirnya pemimpin nasional justru dari pilkada langsung ini. Kecurangan ini dilakukan oleh para bakal calon seperti : 1. sering kali melakukan Ikrar siap menang dan siap kalah.

Dalam berdemokrasi wajar jika muncul perbedaan pendapat. biaya itu. Dengan ini maka dapat menghindari munculnya konflik. Hal ini sangat menyeleweng sekali dari aturan pelaksanaan pemilu. Semua warga saling menghargai pendapat. Hal ini diharapkan tidak menimbulkan konflik. ^. selebaran. 4. Untuk menggulangi permasalah yang timbul karena pemilu antara lain : 1. Padahal sudah sangat jelas sekali aturan aturan yang berlaku dalam pemilu tersebut. Kampanye negatif Kampanye negatif ini dapat timbul karena kurangnya sosialisasi bakal calon kepada masyarakat. maka pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar. Berbagai cara dilakukan seperti pemasangan baliho. . bersama sama menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan pilkada ini. Selain itu media TV lokal sering digunakan sebagi media kampanye. 3. Kampanye negatif ini dapat mengarah dengan munculnya fitnah yang dapat merusak integritas daerah tersebut. Bakal calon menyam paikan visi misinya dalam acara tersbut padahal jadwal pelaksanaan kampanye belum dimulai. Dengan kesadaran menghargai pendapat orang lain. 4. Pendahuluan start kampanye Tindakan ini paling sering terjadi. Sehingga menghindari kemungkinan fitnah terhadap calon yang lain. 2. Untuk itu diperlukan peranserta masyarakat karena ini tidak hanya tanggungjawab pemerintah saja. Sehingga prinsip prinsip dari pemilu dapat terlaksana dengan baik. Karena untuk biaya ini. Jadi sangat rasional sekali jika untuk menjadi calon kepala daerah harus mempunyai uang yang banyak. Sering juga untuk bakal calon yang merupakan Kepala daerah saat itu melakukan kunjungan keberbagai daerah. Dalam memilih calon kita harus memilih dengan hati nurani sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain. Tokoh tokoh masyarakat yang merupakan panutan dapat menjadi souri tauladan bagi masyarakatnya. Sosialisasi kepada warga ditingkatkan. spanduk. Intimidasi Intimidasi ini juga sangat bahaya. Sebagai contoh juga yaitu di daerah penulis oknum pegawai pemerintah melakukan intimidasi terhadap warga agar mencoblos salah satu calon. 3. Jadi mereka hanya “manut” dengan orang yang disekitar mereka yang menjadi panutannya. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan seseorang maka dengan mudah orang itu dapat diperalat dan diatur dengan mudah hanya karena uang. Kunjungan ini intensitasnya sangat tinggi ketika mendekati pemilu. Tetapi bagaimana kita dapat meminimalkan kendala kendala itu.Tapi memang dengan uang dapat membeli segalanya. Memilih dengan hati nurani. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat. 2. Solusi Dalam melaksanakan sesuatu pasti ada kendala yang harus dihadapi. Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat masih sangat kurang terhadap pentingnya informasi. Ini sangat berlawanan yaitu ketika sedang memimpin dulu. Seluruh pihak yang ada baik dari daerah sampai pusat.

Dengan kata lain. Orang-orang kurang menghargai kebabasan orang lain. partisipasi warga negara atau orang perorang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan pilitik belum maksimal. bahkan pemerintah itu sendiri. masyarakat. Kesimpulan Dari pengalaman masa lalu bangsa kita. Sumber : www. .web.ugm. maupun pemerintah daerah. DPD.id/files Masalah yang Kerap Muncul dalam Proses Pilkada By ilhamqmoehiddin Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. maupun dalam kehidupan bebangsa dan bernegara. ketika itu masih terdapat banyak masalah dalam pelaksanaannya. Kita memang telah menganut demokrsai dan bahkan telah di praktekan baik dalam keluarga. melanggar nilai-nilai demokrasi.lprasaja. Akan tetapi. baik yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Seluruh kehidupanya diwarnai oleh nilai-nilai demokrasi. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. kesamaan kurang di praktekan. Tentu saja. namun tetap masih dapat disebut sukses. Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum. serta anggota MPR. itu belum terjadi. demokrasi telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari kehidupanya. dan seterusnya. kita belum membudanyakannya. Namun. supremasi hukum kurang ditegakan. Mengatakan “Demokrasi telah menjadi budaya” berarti penghayatan nilai-nilai demokrasi telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging di antara warga negara. kelihatan bahwa demokrasi belum membudaya. Di media massa kita sering mendengar betapa sering warga negara. Pemilihan Umum yang dilaksanakan secara langsung pertama kali. musyawarah kurang dipakai sebagai cara untuk merencanakan suatu program atau mengatasi suatu masalah bersama. Membudaya berarti telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging.ac. kurang menghargai perbedaan. DPR.^. nilai-nilai demokrasi itu kurang di praktekan. yakni pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden. DPRD di tahun 2004. Bahkan dalam keluarga dan masyarakat kita sendiri.

Pilkada langsung merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945. maka sejak Juni 2005. Sehingga demokrasi dapat diartikan pemerintahan dari rakyat. oleh rakyat. model pemilu langsung ini juga kemudian diterapkan berupa Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di 226 daerah. yang berarti rakyat. Hal ini telah diatur dalam UU No 32 Tahun 2005 tentang Pemilihan. sistem pemilihan langsung yang diterapkan dalam Pilkada juga menuai masalah. dan untuk rakyat. dengan harapan prosesnya nanti lebih aspiratif dan demokratis. Pengesahan. hingga Indonesia merdeka sampai sekarang ini. Pemerintahan yang kewenangannya berada di tangan rakyat. Ada lima pertimbangan penting penyelenggaraan pilkada langsung bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. dankratos. yakni agar warga dapat menentukan pemimpin daerahnya menurut hati nuraninya sendiri. Pilkada langsung merupakan jawaban atas tuntutan aspirasi rakyat. DPD. masingmasing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi. demos. dan kota dipilih secara demokratis. Seperti telah diamanatkan Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945. Rupanya. kabupaten. mulai dari masalah data administrasi bakal calon sampai dengan yang berhubungan langsung dengan pemilih. Tujuannya tetap sama. 1. Muncul berbagai penyimpangan. ketika itu metode pemilihan kepala daerah menggunakan sistem perwakilan partai-partai di dewan legislatif. bahkan kepala desa selama ini telah dilakukan secara langsung. Demokrasi di Indonesia bersumber dari Pancasila dan UUD 1945. Pengangkatan. dengan berpangkal tolak pada faham kekeluargaan dan kegotongroyongan.Setelah kesuksesan proses pemilihan langsung presiden dan wakil presiden di tahun 2004 itu. 2. Demokrasi Pancasila berintikan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. yang kemudian disebut sebagai Demokrasi Pancasila. . DPR. Pengertian dan Landasan Hukum Pilkada Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani. yang berarti pemerintahan. Semua anggota masyarakat (yang memenuhi syarat pilih) diikutsertakan dalam kehidupan kenegaraan dalam aktivitas pemilu. bupati dan wali kota. gubernur. dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. maka pemilihan kali ini sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat. Pelaksanaan demokrasi ini telah dilakukan sejak dahulu di berbagai daerah. Indonesia pertamakali melaksanakan pemilu pada akhir tahun 1955. yang meliputi 11 propinsi serta 215 kabupaten dan kota. musyawarah untuk mencapai mufakat. karena pemilihan presiden dan wakil presiden. Pilkada secara langsung ini merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat. yang diikuti oleh banyak partai ataupun perseorangan.

. Korupsi dana Pilkada itu sempat memperlambat proses Pilkada. dapat kembali secepatnya. Ketidakpuasan ini kerap berujung pada hal-hal yang negatif dan destruktif. Seandainya para bakal calon tersebut kemudian berhasil menduduki posisinya. kasus pembakaran kantor KPUD di salah satu provinsi di Sumatra. Tugas yang dilaksanakan KPUD ini sangat berat. 5. alias “balik modal”. sangat rendahnya kesadaran politik masyarakat yang terlibat dalam sebuah pesta demokrasi. seringkali membuat calon terpilih melakukan segala cara agar biaya yang telah dikeluarkannya selama proses pencalonan dan pemilihan berlangsung.3. yaitu mengatur pelaksanaan Pilkada ini agar dapat terlaksana dengan demokratis. Ini membuktikan. antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memerhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan. harapan akan lahirnya pemimpin nasional justru dari pilkada langsung seperti ini. persiapan kertas suara. jumlah pemimpin nasional yang kita miliki hanya beberapa. Keberhasilan otonomi daerah salah satunya juga ditentukan oleh pemimpin lokal. Ini sangat berbahaya. Seringkali ditemukan pemakaian ijasah palsu oleh para bakal calon. Dalam pelaksanaannya selalu saja ada masalah yang timbul. Dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta. biaya yang digunakan dalam masa pencalonan yang tidak sedikit. 4. Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada Dalam pelaksanaannya Pilkada dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) di wilayah masing-masing. Semakin baik pemimpin lokal yang dihasilkan dalam pilkada langsung. Pilkada langsung merupakan sarana penting bagi proses kaderisasi kepemimpinan nasional. para anggotanya terbukti mengemplang dana Pilkada. KPUD juga tidak sedikit menyumbang persoalan. Tidak saja masalah muncul dari para bakal calon. ketersediaan kepemimpinan nasional amat terbatas. Mereka sebagian besar para pemimpin partai politik besar yang memenangi Pemilu 2004. Ia menjadi media pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya. hingga pelaksanaan Pilkada. Di salah satu KPUD di Jakarta. Pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat (civic education). pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Karena mulai dari awal saja sudah menggunakan cara yang tidak benar. Seringkali pihak yang kalah tidak dapat menerima kekalahannya dengan lapang dada. bagaimana nantinya nasib daerah tersebut. Lihat saja. Mulai dari seleksi bakal calon. Pilkada langsung sebagai sarana untuk memperkuat otonomi daerah. misalnya. karena telah dipimpin oleh orang yang bermental korup. Dalam sebuah pelaksanaan Pilkada. Di sisi lain. Disadari atau tidak. Hal ini sangat memprihatinkan sekali. maka komitmen pemimpin lokal dalam mewujudkan tujuan otonomi daerah. Karena itu.

inilah sebabnya. Modusnya beragam pula. memudahkan para pelaku politik ini memperalat dan mengatur proses pemilihan di tingkat masyarakat pemilih. Bahkan yang paling memalukan adalah. anggota KPUD meminta dana puluhan juta rupiah dari para bakal calon. Intensitas kunjungan kerja ini akan makin tinggi saat mendekati pemilu. antara lain : 1. Pendahuluan Start Kampanye. Kampanye negatif seperti ini dapat mengarah pada fitnah yang dapat merusak integritas daerah tersebut.Dapatlah dilihat seperti apa rendahnya mental para penjabat publik ini. Barangkali. 1. untuk menjadi seorang kapal daerah. tidak semata-mata tanggungjawab pemerintah saja. Mereka harus berbakal uang yang banyak. Politik uang ini selalu saja menyertai setiap pelaksanaan pilkada. 1. Tindakan inilah yang paling sering terjadi. Motif kunjungan kerja pun sering dilakukan. Ini juga disebabkan kurangnya pemahaman jurnalis terhadap pemilihan umum. seperti pemasangan baliho. Media lokal bahkan sering digunakan sebagai alat kampanye dini. spanduk. Intimidasi. Beberapa oknum pegawai pemerintah melakukan intimidasi terhadap warga agar mencoblos salah satu calon. Dengan memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat yang cenderung masih rendah. para bakal calon membagi-bagikan uang kepada masyarakat dengan syarat harus memilih bakal calon tertentu. Solusi Untuk meminimalkan masalah yang mungkin timbul itu. 1. diperlukan peran serta masyarakat. Sejumlah kecurangan yang dilakukan oleh para bakal calon. Ini jelas-jelas melanggar peraturan pemilihan umum. keahlian politik dan kemampuan memimoin saja tidak cukup. informasi masih dilihat sebagai sebuah hal yang tidak penting oleh masyarakat. Masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. khususnya bagi calon incumbent. Untuk menggulangi permasalah yang timbul karena pemilu antara lain : . Kampanye Negatif. Politik Uang. Para balon menyembunyikan visimisi kampanyenya di balik berita-berita media. Ini dikarenakan. untuk sekadar meloloskan bakal calon yang tidak memunihi syarat. pembagian selebaran. Masyarakat hanya “menurut” pada sosok tertentu yang selama ini dianggap tokoh masyarakat.

tanpa ada sikap dan dan niat untuk memperbaikinya. Tokoh-tokoh masyarakat yang merupakan panutan diharapkan memberikan contoh yang baik bagi warganya. tidak terulang pada pilkada kali ini. Walaupun dalam pelaksanaannya. 4. bahwa menghargai pendapat.1. maka pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar. Perbedaan pendapat dalam demokrasi adalah hal wajar. Ini akan menekan munculnya konflik. 09 Juli 2012. adalah hal positif lainnya dari sebuah demokrasi. baik persoalan maupun prestasi yang timbul karena proses politik tersebut harus selalu diapresiasi dengan positif. agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat. Seluruh pihak yang ada di daerah sampai pusat. persoalan-persoalan yang pernah terjadi pada pilkada lampau. bersama-sama menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan Pilkada. Sebagai bahan pendidikan politik bagi masyarakat. Sosialisasi kepada warga ditingkatkan. pilkada masih kerap memunculkan masalah. 2. Pemerintah Indonesia telah berusaha membenahi sistem yang telah ada untuk mengedepankan kepentingan rakyat. Sehingga prinsip-prinsip pemilu dapat terlaksana dengan baik. Sebisa mungkin. tetap harus dihargai sebagai sebuah proses yang akan terus disempurnakan hingga didapati sebuah sistem yang benar-benar menjamin keakuratan dan kredibilitas sebuah proses demokratisasi. Dengan kesadaran menghargai pendapat orang lain. Bangsa yang belajar adalah bangsa yang setiap waktu mau berbenah diri. Manusia yang bodoh dan pandir adalah manusia yang masuk lubang kesalahan berulangkali. *** Tujuh Masalah Pilkada DKI Jakarta Senin. 3. 10:49 WIB . Memilih dengan hati nurani tanpa paksaan dari orang lain. Saling menghargai pendapat. kebersamaan dalam menghadapi sesuatu.

Atau komunitas tertentu untuk menentukan pilihan politik yang diarahkan. ia dinyatakan tidak termasuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Kedua. adanya bujukan atau janji tidak realistis yang pada dasarnya dapat menipu rakyat untuk memilih psangan calon tertentu. lanjutnya. terjadinya pelanggaran atas pemenuhan hak politik rakyat untuk memilih.ID. sembako. Senin (9/6). Ke empat. Tak hanya oleh pemilih. ''Ke tujuh. melalui rilis yang diterima.CO. Ke lima. kecamatan Johar Baru. setidaknya ada tujuh masalah yang perlu diwaspadai menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta yang akan dilangsungkan pada Rabu (11/6). Ini lantaran adanya persoalan adminstratif yang berhubungan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT). dan pengawas pilkada. Jakarta Pusat.'' kata Koordinator Kajian KIPP. 60. penyelenggara. peserta. potensi terjadinya serangan fajar. Permasalahan DPT Warnai Pilkada DKI Jakarta Sejumlah warga tidak masuk daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan kepala daerah Jakarta sehingga tidak bisa menggunakan hak suaranya. Selasa (19/6). sampai janji akan memberikan imbalan dengan bukti telah memilih pasangan calon tertentu.Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia melihat. Jakarta Pusat. ''Pertama.9 Persen Warga DKI tak Tahu 11 Juli Pencoblosan Warga DKI Pilih Cagub Karena Programnya? Belum Tentu Polisi Kawal Pencopotan Atribut Kampanye Sosiolog UI: Pemilukada DKI Dua Putaran UI: Gunakan Akal Sehat dalam Pemilukada DKI REPUBLIKA. dalam berbagai bentuk. upaya-upaya untuk terus membangun opini bahwa pilkada adanya kecurangan guna memudahkan mobilisasi protes massif dan sebagai prakondisi bagi langkah hukum menggugat hasil pilkada ke Mahkamah Konstitusi. ketidakberesan adminstratif di jajaran penyelenggara saat pemungutan suara.'' pungkas Girindra. Girindra Sandino. Mulai politik uang. Ke enam. masalah itu juga harus diantisipasi pemantau. (Aditya Pradana Putra/Republika) Berita Terkait 57. adanya upaya untuk terus melakukan politisasi berbagai isu yang berdampak terhadap menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap integritas penyelenggara pemilu. warga kelurahan Tanah Tinggi. penghitungan dan penetapan hasil. Ketiga. . S urianto. terkejut ketika ia tidak dapat menggunakan hak pilihnya untuk pemilihan kepala daerah Jakarta pada Rabu (11/7). JAKARTA -. Meski ia memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI Jakarta. kemungkinan tekanan psikologis baik dari kelompok kontestan tertentu ataupun unsur birokrasi di lingkungan.Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Menteng menyiapkan kotak-kotak suara Pilkada DKI Jakarta 2012-2017 di Kantor Kecamatan Menteng.

” ujar Sorianto. Saya beri KTP karena ingin menyoblos. warga yang tidak terdaftar kemungkinan memiliki KTP ganda.344 pemilih dari DPT karena memiliki identitas ganda.983. kurang lebih 15 orang warga berang karena menemukan namanya tidak ditemukan dalam DPT meski sudah memiliki KTP dan mendaftar. Mengapa jadi tidak bisa menggunakan hak pilih? Saya tidak menyangka niat baik untuk memilih gubernur dihalangi birokrasi yg berantakan. selama ini tidak pernah ada masalah. sebenarnya dicatat. ia dan warga-warga lainnya telah memarahi petugas TPS dan mengancam akan melakukan class action. dan Alex Noerdin . Faisal Basri-Biem Benjamin. Di Apartemen Taman Rasuna. tapi tidak diterima. Masing-masing warga memilih sepasang kandidat dari enam pasang calon yang bertarung dalam pemilihan tersebut: Pasangan Fauzi Bowo-Nahrowi Ramli. Para pemilih tersebut pada Rabu menggunakan hak politiknya untuk memilih gubernur dan wakil gubernur untuk periode 2012-2017. namun tetap tidak diperbolehkan memilih meski sudah menunjukkan KTP.Riza Patria. salah seorang warga. Cuma kita perlu penyortiran. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menyatakan telah menghapus 21. “Saya katakan saya punya KTP. Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Jakarta Selatan.” ujarnya.962. Menurut Devi. Hidayat Nur Wahid-Didik J. Lembaga Penelitian. sehingga jumlah pemilih pun berubah dari 6.692 orang pemilih menjadi 6. Hendardji. Sebelumnya. hak suara saya ke mana. ketua penyelenggara pemungutan suara wilayah Tanah Tinggi menjelaskan.Nono Sampono. dan Kartu Keluarga. Saya merasa dirugikan kalau caranya begini. Safari Musir.” tambahnya.348 orang. sudah mendaftar dan saya sudah memilih baik di pemilu dan pilkada sebelumnya. kok tidak terdaftar. Rachbini.“Saya tanya Pak RT. .” ujar Devi Asmarani. “Bukannya tidak tercatat. “Kami adalah penghuni lama di sini. Petugas TPS [Tempat Pemungutan Suara] mengatakan nama saya tidak ada. Saya tinggal di sini sejak 1965. takut nanti ada yang ganda. Beberapa lembaga penelitian dan media massa pada hari yang sama mulai melakukan penghitungan cepat (quick count) hasil pilkada DKI Jakarta. Menanggapi permasalahan itu. kekakuan legalistik dan kemungkinan niat curang.

Sementara itu.49 persen. “Sekarang suara sudah masuk sekitar 52 persen dari 500 TPS yang menjadi sampling.COM di Gading Nias Resident. ini baru hasil sementara dari 500 Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang di data.Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mencatat pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama untuk sementara unggul dengan angka 44 persen. disusul Fauzi Bowo-Nahrowi Ramli dengan 34. Menurut Koordinator Pospera. saat ini pihaknya optimis bahwa Jokowi-Ahok dapat merebut suara Golput tersebut. Pasalnya. Mustar Bona Ventura.COM.” jelasnya.03 persen. Suhardi. Kelapa Gading. INILAH. berubahnya sebagian besar suara Golput karena mereka telah sadar akan keadaan politik saat ini. Untuk memilih itu orang karena kesadaran dan bukan karena uang.86 persen. Menurut Mustar. LSI telah menyelesaikan quick count sebanyak 64. saat ini pihaknya sudah mempersiapkan langkah strategis untuk mendapatkannya yangi cukup besar terjadi di Jakarta. Minggu (22/7/12). mereka baru menyadari segala permasalahan yang ada setelah Pemilu berlangsung. Metode kita perhitungan langsung dari TPS-TPS yang menjadi sampling. Jakarta .“ tegasnya. Mustar menambahkan. Pasalnya. pada putaran kedua pasti akan melakukan pemilihan.Relawan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012 Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok) yang tergabung dalam Pos Perjuangan Rakyat (Pospera). “Kami optimis 50 persen dari 2.58 persen dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini 11. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menempatkan pasangan JokowiBasuki Tjahaja Purnama di posisi pertama dengan suara 43. optimis 50 persen suara dari suara Golput (tidak memilih) pada Pilkada putaran pertama akan memberikan hak pilihnya. Jakarta Utara. Hidayat 11.24 persen.“ tandasnya.“ kata Mustar kepada INILAH. Ini terbukti KPUD tidak siap menyelenggarakan pemilu yang berkualitas. Hal itulah yang kemudian dianggap menjadi pemicu para pemilih di Jakarta untuk ikut ambil bagian dalam pemilihan putaran kedua nanti. KPUD DKI Jakarta telah melakukan banyak kesalahan sistematis dalam pemilihan putaran pertama. “Kita membangun kesadaran politik. [ton] . “Angka itu kan sebenarnya kesalahan panitia pemilihan.6 juta angka Golput pada pemilihan putaran kemarin. ketua tim penghitungan cepat LP3ES mengatakan. disusul Fauzi Bowo 33 persen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful