Demokrasi di Indonesia (Permasalahan Pilkada pada Tahun 2005

)

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan. Demokrasi adalah suatu pemerintahan dimana rakyat memegang peranan penting yang menentukan kesejahteraan suatu Negara. Pada waktu sekrang ini sebagai ciri demokrasi ialah bahwa tiap-tiap keputusannya selalu bersandarkan atas dasar kelebihan suara. Golongan besar memperoleh suara terbanyak, sedangkan golongan kecil menderita kekalahan. Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. Pemilihan umum ini langsung dilaksanakan secara langsung pertama kali untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota MPR, DPR, DPD, DPRD di tahun 2004. Walaupun masih terdapat masalah yang timbul ketika waktu pelaksanaan. Tetapi masih dapat dikatakan suses.

Indonesia pertamakali dalam melaksanakan Pemilu pada akhir tahun 1955 yang diikuti oleh banyak partai ataupun perseorangan. Dan pada tahun 2004 telah dilaksanakan pemilu yang secara langsung untuk memilih wakil wakil rakyat serta presiden dan wakilnya. Dan sekarang ini mulai bulan Juni 2005 telah dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah atau sering disebut pilkada langsung. Pilkada ini merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat. Ada lima pertimbangan penting penyelenggaraan pilkada langsung bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. 1. Pilkada langsung merupakan jawaban atas tuntutan aspirasi rakyat karena pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, bahkan kepala desa selama ini telah dilakukan secara langsung. 2. Pilkada langsung merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945. Seperti telah diamanatkan Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945, Gubernur, Bupati dan Wali Kota, masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis. Hal ini telah diatur dalam UU No 32 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. 3. Pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat (civic education). Ia menjadi media pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya. 4. Pilkada langsung sebagai sarana untuk memperkuat otonomi daerah. Keberhasilan otonomi daerah salah satunya juga ditentukan oleh pemimpin lokal. Semakin baik pemimpin lokal yang dihasilkan dalam pilkada langsung 2005, maka komitmen pemimpin lokal dalam mewujudkan tujuan otonomi daerah, antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memerhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan. 5. Pilkada langsung merupakan sarana penting bagi proses kaderisasi kepemimpinan nasional. Disadari atau tidak, stock kepemimpinan nasional amat terbatas. Dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari

Tugas yang dilaksanakan KPUD ini sangat berat yaitu mengatur pelaksanaan pilkada ini agar dapat terlaksana dengan demokratis. Dari sini dapat kita lihat yaitu rendahnya mental para penjabat. Dan juga biaya untuk menjadi calon yang tidak sedikit. terdapat juga permasalahan yang timbul dari KPUD setempat. Sehingga dari KPUD sebelum melaksanakan pemilihan umum. . jumlah pemimpin nasional yang kita miliki hanya beberapa. Mereka sebagian besar para pemimpin partai politik besar yang memenangi Pemilu 2004. Tindakan ini sangat memprihatinkan. Dana yang seharusnya untuk pelakasanaan pemilu ternyata dikorupsi. Dalam pelaksanaannya pilkada dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah masing masing. juga terjadi hal tersebut. Seringkali bagi pihak yang kalah tidak dapat menerima kekalahannya dengan lapang dada. Dan mungkin juga ketika proses penyeleksian bakal calon juga kejadian seperti ini. Dalam pelaksanaannya selalu saja ada masalah yang timbul. Selain masalah dari para bakal calon. Ini sangat berbahaya sekali. Karena itu. Sehingga dia akan mengerahkan massanya untuk mendatangi KPUD setempat. Dalam pelaksanaan pilkada di lapangan banyak sekali ditemukan penyelewengan penyelewengan. Dengan begini diharapkan kepala daerah yang terpilih merupakan pilihan rakyat daerah tersebut. Namun tetap saja timbul masalah masalah tersebut. Rakyat memilih kepala daerah masing masing secara langsung dan sesuai hati nurani masing masing. Kecurangan ini dilakukan oleh para bakal calon seperti : 1. Yaitu salah satu dari kader bakal calon membagi bagikan uang kapada masyarakat dengan syarat harus memilih bakal calon tertentu. jika tidak iklas ingin memimpin maka tidakan yang pertama adalah mencari cara bagaimana supaya uangnya dapat segera kemali atau “balik modal”. Karena mulai dari awal saja sudah menggunakan cara yang tidak benar. Dengan mudah mereka memanfaatkan jabatannya untuk kesenangan dirinya sendiri. hingga pelaksanaan pilkada ini. persiapan kertas suara. harapan akan lahirnya pemimpin nasional justru dari pilkada langsung ini. Seandainya calon tersebut dapat lolos bagai mana nantinya daerah tersebut karena telah dipimpin oleh orang yang bermental korup. Misalnya saja di Jakarta. Hal ini membuktikan sangat rendahnya kesadaran politik masyarakat. Contoh yang nyata saja yaitu di lingkungan penulis yaitu desa Karangwetan. Sleman. Seringkali ditemukan pemakaian ijasah palsu oleh bakal calon. Dalam pelaksanaan pilkada ini pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Mulai dari seleksi bakal calon. ^.200 juta. para anggota KPUD terbukti melakukan korupsi dana Pemilu tersebut. sering kali melakukan Ikrar siap menang dan siap kalah. Hal ini sangat memprihatinkan sekali . maka dengan mudah mereka dapat diperalat dengan mudah. Tegaltirto. Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada Pilkada ini ditujukan untuk memilih Kepala daerah di 226 wilayah yang tersebar dalam 11 provinsi dan 215 di kabupaten dan kota. Kasus kasus yang masih hangat yaitu pembakaran kantor KPUD salah satu provinsi di pulau sumatra. Berbah. Dengan memanfaatkan masalah ekonomi masyarakat yang cenderung masih rendah. Misalnya agar bisa lolos seleksi maka harus membayar puluhan juta. Money politik Sepertinya money politik ini selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan pilkada.

Karena untuk biaya ini. Hal ini sangat menyeleweng sekali dari aturan pelaksanaan pemilu. Dengan ini maka dapat menghindari munculnya konflik. Dengan kesadaran menghargai pendapat orang lain. 3. Jadi mereka hanya “manut” dengan orang yang disekitar mereka yang menjadi panutannya. Semua warga saling menghargai pendapat. 3. bersama sama menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan pilkada ini. ^. Dalam memilih calon kita harus memilih dengan hati nurani sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain. Pendahuluan start kampanye Tindakan ini paling sering terjadi. Intimidasi Intimidasi ini juga sangat bahaya. Ini sangat berlawanan yaitu ketika sedang memimpin dulu. biaya itu. Sering juga untuk bakal calon yang merupakan Kepala daerah saat itu melakukan kunjungan keberbagai daerah. maka pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar. Tokoh tokoh masyarakat yang merupakan panutan dapat menjadi souri tauladan bagi masyarakatnya. 2. Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat masih sangat kurang terhadap pentingnya informasi. Sehingga prinsip prinsip dari pemilu dapat terlaksana dengan baik. Seluruh pihak yang ada baik dari daerah sampai pusat. Sosialisasi kepada warga ditingkatkan. 2. Sebagai contoh juga yaitu di daerah penulis oknum pegawai pemerintah melakukan intimidasi terhadap warga agar mencoblos salah satu calon. Hal ini diharapkan tidak menimbulkan konflik. Selain itu media TV lokal sering digunakan sebagi media kampanye. Solusi Dalam melaksanakan sesuatu pasti ada kendala yang harus dihadapi. Kampanye negatif ini dapat mengarah dengan munculnya fitnah yang dapat merusak integritas daerah tersebut. Untuk menggulangi permasalah yang timbul karena pemilu antara lain : 1. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan seseorang maka dengan mudah orang itu dapat diperalat dan diatur dengan mudah hanya karena uang. Berbagai cara dilakukan seperti pemasangan baliho. selebaran. Jadi sangat rasional sekali jika untuk menjadi calon kepala daerah harus mempunyai uang yang banyak. spanduk. 4. Padahal sudah sangat jelas sekali aturan aturan yang berlaku dalam pemilu tersebut.Tapi memang dengan uang dapat membeli segalanya. Bakal calon menyam paikan visi misinya dalam acara tersbut padahal jadwal pelaksanaan kampanye belum dimulai. Kunjungan ini intensitasnya sangat tinggi ketika mendekati pemilu. Memilih dengan hati nurani. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat. Tetapi bagaimana kita dapat meminimalkan kendala kendala itu. . Untuk itu diperlukan peranserta masyarakat karena ini tidak hanya tanggungjawab pemerintah saja. Dalam berdemokrasi wajar jika muncul perbedaan pendapat. Sehingga menghindari kemungkinan fitnah terhadap calon yang lain. Kampanye negatif Kampanye negatif ini dapat timbul karena kurangnya sosialisasi bakal calon kepada masyarakat. 4.

namun tetap masih dapat disebut sukses. ketika itu masih terdapat banyak masalah dalam pelaksanaannya. Tentu saja. Orang-orang kurang menghargai kebabasan orang lain. Di media massa kita sering mendengar betapa sering warga negara. Membudaya berarti telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. partisipasi warga negara atau orang perorang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan pilitik belum maksimal. Dengan kata lain.lprasaja. kita belum membudanyakannya. Kesimpulan Dari pengalaman masa lalu bangsa kita. Namun. maupun pemerintah daerah. dan seterusnya. itu belum terjadi.web. maupun dalam kehidupan bebangsa dan bernegara. bahkan pemerintah itu sendiri. masyarakat. yakni pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden.ac. DPR. Bahkan dalam keluarga dan masyarakat kita sendiri. DPRD di tahun 2004. Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum. Sumber : www. demokrasi telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari kehidupanya. Akan tetapi. baik yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat. serta anggota MPR.id/files Masalah yang Kerap Muncul dalam Proses Pilkada By ilhamqmoehiddin Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. supremasi hukum kurang ditegakan. Seluruh kehidupanya diwarnai oleh nilai-nilai demokrasi. Mengatakan “Demokrasi telah menjadi budaya” berarti penghayatan nilai-nilai demokrasi telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging di antara warga negara. Kita memang telah menganut demokrsai dan bahkan telah di praktekan baik dalam keluarga. Pemilihan Umum yang dilaksanakan secara langsung pertama kali. nilai-nilai demokrasi itu kurang di praktekan. kurang menghargai perbedaan. melanggar nilai-nilai demokrasi. kelihatan bahwa demokrasi belum membudaya. musyawarah kurang dipakai sebagai cara untuk merencanakan suatu program atau mengatasi suatu masalah bersama. . kesamaan kurang di praktekan. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit.^.ugm. DPD.

Rupanya. demos. musyawarah untuk mencapai mufakat. kabupaten. dengan berpangkal tolak pada faham kekeluargaan dan kegotongroyongan. Pelaksanaan demokrasi ini telah dilakukan sejak dahulu di berbagai daerah. Pemerintahan yang kewenangannya berada di tangan rakyat. Pilkada secara langsung ini merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat. yang berarti pemerintahan. Ada lima pertimbangan penting penyelenggaraan pilkada langsung bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. . Sehingga demokrasi dapat diartikan pemerintahan dari rakyat. Pilkada langsung merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945. maka sejak Juni 2005. sistem pemilihan langsung yang diterapkan dalam Pilkada juga menuai masalah. dankratos. maka pemilihan kali ini sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat. model pemilu langsung ini juga kemudian diterapkan berupa Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di 226 daerah. dan untuk rakyat. dengan harapan prosesnya nanti lebih aspiratif dan demokratis. yang kemudian disebut sebagai Demokrasi Pancasila. yang meliputi 11 propinsi serta 215 kabupaten dan kota. mulai dari masalah data administrasi bakal calon sampai dengan yang berhubungan langsung dengan pemilih. gubernur. bupati dan wali kota. Pengesahan. oleh rakyat. 1. hingga Indonesia merdeka sampai sekarang ini. Demokrasi di Indonesia bersumber dari Pancasila dan UUD 1945. Tujuannya tetap sama. yang berarti rakyat. Seperti telah diamanatkan Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945. karena pemilihan presiden dan wakil presiden. bahkan kepala desa selama ini telah dilakukan secara langsung. Pilkada langsung merupakan jawaban atas tuntutan aspirasi rakyat. Pengertian dan Landasan Hukum Pilkada Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani. Pengangkatan. dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. 2. dan kota dipilih secara demokratis. Indonesia pertamakali melaksanakan pemilu pada akhir tahun 1955. DPD.Setelah kesuksesan proses pemilihan langsung presiden dan wakil presiden di tahun 2004 itu. masingmasing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. yakni agar warga dapat menentukan pemimpin daerahnya menurut hati nuraninya sendiri. Demokrasi Pancasila berintikan. Semua anggota masyarakat (yang memenuhi syarat pilih) diikutsertakan dalam kehidupan kenegaraan dalam aktivitas pemilu. DPR. yang diikuti oleh banyak partai ataupun perseorangan. Muncul berbagai penyimpangan. ketika itu metode pemilihan kepala daerah menggunakan sistem perwakilan partai-partai di dewan legislatif. Hal ini telah diatur dalam UU No 32 Tahun 2005 tentang Pemilihan.

Seandainya para bakal calon tersebut kemudian berhasil menduduki posisinya. Korupsi dana Pilkada itu sempat memperlambat proses Pilkada. maka komitmen pemimpin lokal dalam mewujudkan tujuan otonomi daerah. Karena itu. dapat kembali secepatnya. antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memerhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan. Ketidakpuasan ini kerap berujung pada hal-hal yang negatif dan destruktif. karena telah dipimpin oleh orang yang bermental korup. . Tugas yang dilaksanakan KPUD ini sangat berat. alias “balik modal”. Hal ini sangat memprihatinkan sekali. Pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat (civic education). seringkali membuat calon terpilih melakukan segala cara agar biaya yang telah dikeluarkannya selama proses pencalonan dan pemilihan berlangsung. harapan akan lahirnya pemimpin nasional justru dari pilkada langsung seperti ini. Mereka sebagian besar para pemimpin partai politik besar yang memenangi Pemilu 2004. Karena mulai dari awal saja sudah menggunakan cara yang tidak benar. Seringkali pihak yang kalah tidak dapat menerima kekalahannya dengan lapang dada. ketersediaan kepemimpinan nasional amat terbatas. hingga pelaksanaan Pilkada. biaya yang digunakan dalam masa pencalonan yang tidak sedikit. misalnya. 5. Pilkada langsung merupakan sarana penting bagi proses kaderisasi kepemimpinan nasional. Di salah satu KPUD di Jakarta. Semakin baik pemimpin lokal yang dihasilkan dalam pilkada langsung. Pilkada langsung sebagai sarana untuk memperkuat otonomi daerah. pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Disadari atau tidak. Dalam pelaksanaannya selalu saja ada masalah yang timbul. Dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta. kasus pembakaran kantor KPUD di salah satu provinsi di Sumatra. jumlah pemimpin nasional yang kita miliki hanya beberapa. Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada Dalam pelaksanaannya Pilkada dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) di wilayah masing-masing. Dalam sebuah pelaksanaan Pilkada. para anggotanya terbukti mengemplang dana Pilkada. Mulai dari seleksi bakal calon. sangat rendahnya kesadaran politik masyarakat yang terlibat dalam sebuah pesta demokrasi.3. 4. Ia menjadi media pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya. Tidak saja masalah muncul dari para bakal calon. persiapan kertas suara. Lihat saja. Keberhasilan otonomi daerah salah satunya juga ditentukan oleh pemimpin lokal. KPUD juga tidak sedikit menyumbang persoalan. yaitu mengatur pelaksanaan Pilkada ini agar dapat terlaksana dengan demokratis. bagaimana nantinya nasib daerah tersebut. Di sisi lain. Ini membuktikan. Ini sangat berbahaya. Seringkali ditemukan pemakaian ijasah palsu oleh para bakal calon.

Masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Tindakan inilah yang paling sering terjadi. para bakal calon membagi-bagikan uang kepada masyarakat dengan syarat harus memilih bakal calon tertentu. Kampanye negatif seperti ini dapat mengarah pada fitnah yang dapat merusak integritas daerah tersebut. Ini jelas-jelas melanggar peraturan pemilihan umum. tidak semata-mata tanggungjawab pemerintah saja. Solusi Untuk meminimalkan masalah yang mungkin timbul itu. antara lain : 1. Media lokal bahkan sering digunakan sebagai alat kampanye dini. inilah sebabnya. Modusnya beragam pula. Kampanye Negatif. Pendahuluan Start Kampanye. Ini dikarenakan. Ini juga disebabkan kurangnya pemahaman jurnalis terhadap pemilihan umum. 1.Dapatlah dilihat seperti apa rendahnya mental para penjabat publik ini. Masyarakat hanya “menurut” pada sosok tertentu yang selama ini dianggap tokoh masyarakat. anggota KPUD meminta dana puluhan juta rupiah dari para bakal calon. Intimidasi. Bahkan yang paling memalukan adalah. Politik Uang. pembagian selebaran. Politik uang ini selalu saja menyertai setiap pelaksanaan pilkada. diperlukan peran serta masyarakat. memudahkan para pelaku politik ini memperalat dan mengatur proses pemilihan di tingkat masyarakat pemilih. Beberapa oknum pegawai pemerintah melakukan intimidasi terhadap warga agar mencoblos salah satu calon. Intensitas kunjungan kerja ini akan makin tinggi saat mendekati pemilu. Motif kunjungan kerja pun sering dilakukan. Untuk menggulangi permasalah yang timbul karena pemilu antara lain : . 1. seperti pemasangan baliho. untuk menjadi seorang kapal daerah. Para balon menyembunyikan visimisi kampanyenya di balik berita-berita media. 1. spanduk. Barangkali. Dengan memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat yang cenderung masih rendah. informasi masih dilihat sebagai sebuah hal yang tidak penting oleh masyarakat. Mereka harus berbakal uang yang banyak. Sejumlah kecurangan yang dilakukan oleh para bakal calon. khususnya bagi calon incumbent. keahlian politik dan kemampuan memimoin saja tidak cukup. untuk sekadar meloloskan bakal calon yang tidak memunihi syarat.

baik persoalan maupun prestasi yang timbul karena proses politik tersebut harus selalu diapresiasi dengan positif. persoalan-persoalan yang pernah terjadi pada pilkada lampau. maka pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar. Seluruh pihak yang ada di daerah sampai pusat. Bangsa yang belajar adalah bangsa yang setiap waktu mau berbenah diri. tidak terulang pada pilkada kali ini. bahwa menghargai pendapat. Perbedaan pendapat dalam demokrasi adalah hal wajar. Dengan kesadaran menghargai pendapat orang lain. adalah hal positif lainnya dari sebuah demokrasi. tanpa ada sikap dan dan niat untuk memperbaikinya. Sehingga prinsip-prinsip pemilu dapat terlaksana dengan baik. Manusia yang bodoh dan pandir adalah manusia yang masuk lubang kesalahan berulangkali. Sebisa mungkin. pilkada masih kerap memunculkan masalah. 2. Sebagai bahan pendidikan politik bagi masyarakat. kebersamaan dalam menghadapi sesuatu. Tokoh-tokoh masyarakat yang merupakan panutan diharapkan memberikan contoh yang baik bagi warganya. Saling menghargai pendapat. Memilih dengan hati nurani tanpa paksaan dari orang lain. *** Tujuh Masalah Pilkada DKI Jakarta Senin. Walaupun dalam pelaksanaannya. 3. agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat. 09 Juli 2012. Sosialisasi kepada warga ditingkatkan. bersama-sama menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan Pilkada.1. 4. 10:49 WIB . Pemerintah Indonesia telah berusaha membenahi sistem yang telah ada untuk mengedepankan kepentingan rakyat. Ini akan menekan munculnya konflik. tetap harus dihargai sebagai sebuah proses yang akan terus disempurnakan hingga didapati sebuah sistem yang benar-benar menjamin keakuratan dan kredibilitas sebuah proses demokratisasi.

terkejut ketika ia tidak dapat menggunakan hak pilihnya untuk pemilihan kepala daerah Jakarta pada Rabu (11/7). 60. warga kelurahan Tanah Tinggi. sampai janji akan memberikan imbalan dengan bukti telah memilih pasangan calon tertentu. setidaknya ada tujuh masalah yang perlu diwaspadai menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta yang akan dilangsungkan pada Rabu (11/6).Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Menteng menyiapkan kotak-kotak suara Pilkada DKI Jakarta 2012-2017 di Kantor Kecamatan Menteng. Ke lima. .9 Persen Warga DKI tak Tahu 11 Juli Pencoblosan Warga DKI Pilih Cagub Karena Programnya? Belum Tentu Polisi Kawal Pencopotan Atribut Kampanye Sosiolog UI: Pemilukada DKI Dua Putaran UI: Gunakan Akal Sehat dalam Pemilukada DKI REPUBLIKA. Ke enam.Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia melihat. ketidakberesan adminstratif di jajaran penyelenggara saat pemungutan suara. (Aditya Pradana Putra/Republika) Berita Terkait 57. dan pengawas pilkada. adanya bujukan atau janji tidak realistis yang pada dasarnya dapat menipu rakyat untuk memilih psangan calon tertentu. melalui rilis yang diterima. masalah itu juga harus diantisipasi pemantau.CO. kecamatan Johar Baru.'' pungkas Girindra. potensi terjadinya serangan fajar. sembako. Mulai politik uang. S urianto. upaya-upaya untuk terus membangun opini bahwa pilkada adanya kecurangan guna memudahkan mobilisasi protes massif dan sebagai prakondisi bagi langkah hukum menggugat hasil pilkada ke Mahkamah Konstitusi. Ketiga. Girindra Sandino. lanjutnya. Meski ia memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI Jakarta. Jakarta Pusat. Senin (9/6). Ini lantaran adanya persoalan adminstratif yang berhubungan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT). kemungkinan tekanan psikologis baik dari kelompok kontestan tertentu ataupun unsur birokrasi di lingkungan. Permasalahan DPT Warnai Pilkada DKI Jakarta Sejumlah warga tidak masuk daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan kepala daerah Jakarta sehingga tidak bisa menggunakan hak suaranya. dalam berbagai bentuk. Jakarta Pusat. Selasa (19/6). ia dinyatakan tidak termasuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). adanya upaya untuk terus melakukan politisasi berbagai isu yang berdampak terhadap menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap integritas penyelenggara pemilu.ID. penyelenggara. terjadinya pelanggaran atas pemenuhan hak politik rakyat untuk memilih. peserta. Ke empat. ''Ke tujuh. penghitungan dan penetapan hasil. ''Pertama. Kedua.'' kata Koordinator Kajian KIPP. Tak hanya oleh pemilih. Atau komunitas tertentu untuk menentukan pilihan politik yang diarahkan. JAKARTA -.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menyatakan telah menghapus 21. hak suara saya ke mana. sudah mendaftar dan saya sudah memilih baik di pemilu dan pilkada sebelumnya. takut nanti ada yang ganda. Hendardji. Sebelumnya. sebenarnya dicatat. dan Alex Noerdin . tapi tidak diterima.” ujarnya. Lembaga Penelitian. Cuma kita perlu penyortiran. Beberapa lembaga penelitian dan media massa pada hari yang sama mulai melakukan penghitungan cepat (quick count) hasil pilkada DKI Jakarta. Saya beri KTP karena ingin menyoblos. kurang lebih 15 orang warga berang karena menemukan namanya tidak ditemukan dalam DPT meski sudah memiliki KTP dan mendaftar. Masing-masing warga memilih sepasang kandidat dari enam pasang calon yang bertarung dalam pemilihan tersebut: Pasangan Fauzi Bowo-Nahrowi Ramli. sehingga jumlah pemilih pun berubah dari 6.” ujar Sorianto.348 orang.“Saya tanya Pak RT.Riza Patria. ia dan warga-warga lainnya telah memarahi petugas TPS dan mengancam akan melakukan class action.” ujar Devi Asmarani. “Kami adalah penghuni lama di sini. Jakarta Selatan. salah seorang warga.962. warga yang tidak terdaftar kemungkinan memiliki KTP ganda. dan Kartu Keluarga. Petugas TPS [Tempat Pemungutan Suara] mengatakan nama saya tidak ada. “Bukannya tidak tercatat. Saya merasa dirugikan kalau caranya begini. .Nono Sampono. namun tetap tidak diperbolehkan memilih meski sudah menunjukkan KTP. Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Hidayat Nur Wahid-Didik J. Di Apartemen Taman Rasuna. Para pemilih tersebut pada Rabu menggunakan hak politiknya untuk memilih gubernur dan wakil gubernur untuk periode 2012-2017. ketua penyelenggara pemungutan suara wilayah Tanah Tinggi menjelaskan.” tambahnya. kok tidak terdaftar. Menanggapi permasalahan itu. Mengapa jadi tidak bisa menggunakan hak pilih? Saya tidak menyangka niat baik untuk memilih gubernur dihalangi birokrasi yg berantakan. Rachbini.983. Faisal Basri-Biem Benjamin. Menurut Devi.692 orang pemilih menjadi 6. Safari Musir. kekakuan legalistik dan kemungkinan niat curang.344 pemilih dari DPT karena memiliki identitas ganda. selama ini tidak pernah ada masalah. Saya tinggal di sini sejak 1965. “Saya katakan saya punya KTP.

Relawan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012 Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok) yang tergabung dalam Pos Perjuangan Rakyat (Pospera).” jelasnya. “Kita membangun kesadaran politik.COM di Gading Nias Resident.58 persen dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini 11. Ini terbukti KPUD tidak siap menyelenggarakan pemilu yang berkualitas. mereka baru menyadari segala permasalahan yang ada setelah Pemilu berlangsung. Untuk memilih itu orang karena kesadaran dan bukan karena uang. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menempatkan pasangan JokowiBasuki Tjahaja Purnama di posisi pertama dengan suara 43. Jakarta . Pasalnya.6 juta angka Golput pada pemilihan putaran kemarin.49 persen. KPUD DKI Jakarta telah melakukan banyak kesalahan sistematis dalam pemilihan putaran pertama. berubahnya sebagian besar suara Golput karena mereka telah sadar akan keadaan politik saat ini. Mustar menambahkan. Sementara itu. pada putaran kedua pasti akan melakukan pemilihan. optimis 50 persen suara dari suara Golput (tidak memilih) pada Pilkada putaran pertama akan memberikan hak pilihnya. Hal itulah yang kemudian dianggap menjadi pemicu para pemilih di Jakarta untuk ikut ambil bagian dalam pemilihan putaran kedua nanti. ketua tim penghitungan cepat LP3ES mengatakan.86 persen. Menurut Mustar. INILAH. [ton] . ini baru hasil sementara dari 500 Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang di data. LSI telah menyelesaikan quick count sebanyak 64. Mustar Bona Ventura. saat ini pihaknya optimis bahwa Jokowi-Ahok dapat merebut suara Golput tersebut. Kelapa Gading.“ tandasnya. Minggu (22/7/12).“ tegasnya.COM. Hidayat 11. saat ini pihaknya sudah mempersiapkan langkah strategis untuk mendapatkannya yangi cukup besar terjadi di Jakarta. “Angka itu kan sebenarnya kesalahan panitia pemilihan.Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mencatat pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama untuk sementara unggul dengan angka 44 persen.24 persen. Metode kita perhitungan langsung dari TPS-TPS yang menjadi sampling. disusul Fauzi Bowo 33 persen. disusul Fauzi Bowo-Nahrowi Ramli dengan 34. Pasalnya.“ kata Mustar kepada INILAH. Suhardi. “Kami optimis 50 persen dari 2. Jakarta Utara.03 persen. Menurut Koordinator Pospera. “Sekarang suara sudah masuk sekitar 52 persen dari 500 TPS yang menjadi sampling.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful