PENGERTIAN SENYAWA ORGANIK 1.

SEJARAH DAN GAMBARAN UMUM KIMIA ORGANIK Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan yg mempelajari tentang komposisi, struktur, sifat 2 dan perubahan2 dari materi serta energi yg menyertainya. Pertumbuhan dan perkembangan yg cepat dari ilmu kimia telah menyebabkan perlunya pemisahan ke dalam sejumlah bidang kimia yg lebih khusus. Dewasa ini kita mengenal antara lain kimia fisika, kimia analisis, biokimia, kimia anorganik, serta kimia organik. Sejak zaman purba manusia telah menggunakan zat 2 yg diambil atau diisolasi dari organisme hidup baik tumbuhan maupun hewan. Untuk membuat obat orang merebus daun 2, kulit kayu, atau akar tumbuhan dengan air. Air rebusan ini tanpa difahami oleh perebusnya, pada hakekatnya mengandung ” zat-zat organik ” atau zat2 yg berasal dari organisme hidup, yg berkhasiat bagi penyembuhan berbagai penyakit, atau mempertahankan dan meningkatkan kesehatan tubuh. Rebusan daun kumis kucing, dikenal untuk obat kencing batu, demikian juga kita mengenal rebusan 2 obat seperti rebusan daun saga, kulit kina, atau jamu godokan. Karena zat2 di atas berasal dari makhluk hidup maka zat tersebut disebut senyawa organik. Dengan demikian ilmu kimia yang mempelajari senyawa itu disebut ilmu kimia organik. sebaliknya senyawa2 yang bukan berasal dari makhluk hidup disebut senyawa anorganik. Dalam tubuh makhluk hidup mempunyai sifat 2 dan struktur yang berbeda dengan yg berasal dari bukan makhluk hidup. Keyakinan ini mendorong munculnya doktrin “daya hidup” atau “ vital force“, yg merupakan sisa2 dari mistik sebelumnya. Oleh karena semua senyawa organik yg diketahui pada awal abad ke 19 bersumber dari makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan, terdapat perasaan yg kuat bahwa zat2organik memiliki “daya hidup” yg khusus. Pada masa itu sebagian besar kimiawan percaya bahwa senyawa2organik yg memiliki daya hidup tersebut tidak dapat dibuat atau disintesis dilaboratorium dari zat2anorganik. Dari uraian di atas kita dapat mengerti bahwa suatu kepercayaan yg berbau mistik semacam “vital force” itu dapat menghambat perkembangan ilmu pengetahuan akan tetapi berkat terusnya dilakukan penelitian yg intensif, kepercayaan akan vital force akhirnya musnah. 2. PENGERTIAN SENYAWA ORGANIK. Istilah senyawa organik seperti yg dipaparkan di atas muncul dari adanya pandangan yg dianut pada masa lalu, yaitu bahwa senyawa2 kimia dapat dibedakan menjadi dua golongan besar. Yaitu senyawa berasal dari makhluk hidup (organisme) maka senyawa tersebut dikatagorikan sebagai senyawa organik. Sedangkan yang diperoleh dari mineral (benda mati) dikatagorikan sebagai senyawa anorganik. Dengan dasar pandangan semacam itu jelaslah bahwa yg diartikan dengan kimia organik pada masa itu adalah cabang ilmu kimia yg mengkaji senyawa 2 yg dihasilkan oleh makhluk hidup atau organisme. Pengertian senyawa organik seperti di atas hanya berlaku sampai pertengahan abad ke 19, karena pandangan yg dilandasi oleh keyakinan adanya “daya hidup” ( vital force atau vis vitalis) yg memungkinkan terbentuknya senyawa organik ternyata semakin di ragukan kebenarannya. Dalam sejarah perkembangan kimia organik tecatat suatu peristiwa penting pada tahun 1828 yg ditandai oleh keberhasilan Wohler dalam mensintesis urea (senyawa organik) dari amonium sianat (senyawa anorganik). Pada tahun berikutnya semakin banyak temuan yg membuktikan bahwa pandangan ” daya hidup ” memang pandangan yg menyesatkan.. Fakta penting menunjukan bahwa di dalam senyawa organik selalu terdapat unsur karbon (C). Berdasarkan kenyataan ini, baik untuk senyawa organik yg berasal dari makhluk hidup maupun yg merupakan hasil sintesis di laboratorium, lebih tepat bila disebut senyawa karbon. Dengan menggunakan nama senyawa karbon tidak terdapat kesan bahwa yang dimaksud hanyalah senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh organisme. Kenyataan menunjukan bahwa sampai saat ini istilah senyawa organik masih tetap

Bahwa senyawa organik harus dipisah pembahasannya dari senyawa unsur lain semata-mata karena alasan jumlahnya yang demikian besar. Dengan demikian. karbon dioksida (CO 2). Cabang dari ilmu kimia yang mengkaji berbagai asfek dalam senyawa organik lazim disebut kimia organik. sianida biasa dibahas dalam kimia anorganik. Hidrokarbon Hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya mengandung unsur karbon (C) dan hidrogen (H).dipertahankan. Definisi Senyawa Organik Dengan demikian yang diartikan senyawa organik adalah senyawa-senyawa yang dibentuk oleh unsur karbon yang memiliki sifat-sifat fisika dan sifat-sifat kimia yang khas. sehingga me runtuhkan mitos bahwa senyawa organik hanya bisa dibuat oleh mahluk hidup. semakin banyak senyawa organik yang dapat disintesis oleh manusia. Dengan berjalannya waktu. mempunyai hibridisasi sp. sedangkan atom karbon yang memiliki sebuah ikatan ganda tiga. Namun demikian sejumlah senyawa seperti karbon monoksida (CO). Dengan dasar pemikiran bahwa penggunaan istilah senyawa karbon lebih tepat dari pada senyawa organik. dan merumuskan tatacara penamaan senyawa yang juga sistematis. karbon disulfida (CS2). Beberapa contoh hidrokarbon: Hidrokarbon jenuh hanya mengandung ikatan kovalen tunggal. maka sejak awal ilmuwan yang menggeluti kimia karbon berusaha menggolongkan senya-wa tersebut secara sistematis. Senyawa ke-2 dari gambar di atas termasuk hidrokarbon tak jenuh. Atom karbon yang memiliki sebuah ikatan rangkap dengan tetangganya. beserta senyawasenyawa turunannya. tentunya semua senyawa karbon menjadi sasaran kajian kimia karbon. walaupun dengan pengertian yang berbeda dengan pengertian semula. Ilmu ini pada awalnya didefinisikan sebagai ilmu kimia yang mempelajari senyawa kimia yang dihasilkan oleh mahluk hidup. mempunyai hibridisasi sp 2. Senyawa ke-1 dan ke-3 di atas termasuk hidrokarbon jenuh. Karena itulah. Penye-butan “senyawa karbon” dihadirkan oleh para ilmuwan untuk menggantikan istilah “senya-wa organik”. garam-garam karbonat. Karena senyawa yang dapat dihasilkan oleh mahluk hidup amatlah beragam. senyawa-senya-wa tersebut sebelumnya sering disebut sebagai senyawa organik. . Hidrokarbon tak jenuh mengandung ikatan rangkap atau ikatan ganda tiga di antara atom-atom karbonnya. 3. Kimia Karbon dalam sejarahnya populer dengan nama Kimia Organik. semua atom karbon dalam molekulnya mempunyai hibridisasi sp3.

sehingga dimasukkan dalam golongan yang berbeda. Berdasarkan jenis ikatan antar atom karbonnya. dikenal juga hidrokarbon aromatik. tetapi kestabilannya jauh lebih tinggi daripada hidrokarbon tak jenuh. yaitu yang memiliki rantai karbon terbuka: lurus ataupun bercabang. senyawa hidrokarbon dapat digolongkan menjadi hidrokarbon jenuh dan tak jenuh. yaitu yang memiliki rantai karbon tertutup atau melingkar. Kerangka Senyawa Karbon Keragaman senyawa karbon dimungkinkan oleh kemampuan atom-atom karbon itu untuk saling berikatan membentuk rantai atom karbon. Selain itu. Senyawa karbon aromatik. yaitu hidrokarbon aromatik. Senyawa karbon alisiklik.Hidrokarbon aromatik sebetulnya juga tak jenuh. Berdasarkan kerangka karbonnya. Senyawa ke-4 (benzena) di atas termasuk dalam hidrokarbon aromatik Penggolongan Senyawa Karbon Senyawa karbon yang hanya mengandung unsur karbon (C) dan hidrogen (H) dikenal sebagai senyawa hidrokarbon. Berbagai contoh senyawa karbon dengan kerangka yang berbeda: . senyawa karbon dapat digolongkan menjadi: Senyawa karbon alifatik. yaitu senyawa karbon dengan rantai karbon tertutup yang memiliki kestabilan lebih dibandingkan senyawa karbon alisiklik.

Demikian juga dengan senyawa karbon alisiklik. Karakteristik Senyawa Organik. Selain berdasarkan kerangka karbonnya. amina. sifat-sifat itulah yang disebut ciri khas senyawa organik. asam karboksilat. a. adisi (penambahan). dll. senyawa karbon juga biasa digolongkan berdasarkan gugus fungsi yang dimilikinya. Kereaktifan senyawa karbon berbeda-berbeda bergantung pada berbagai hal. aldehida. dll. alkena dan alkuna yang termasuk golongan hidrokarbon. dikenal golongan-golongan senyawa alkohol. struktur ruangnya. ada yang jenuh dan tak jenuh. keton. ester.. 4.Dapat diperhatikan bahwa senyawa karbon alifatik. eliminasi (pengurang-an) dan redoks (reduksi-oksidasi). Aspek fisika . an-tara lain jenis gugus fungsinya. eter. di samping alkana. Dari hasil pengamatan dapat diperoleh kesimpulan ada sejumlah sifat yang membedakan antara senyawa organik dan anorganik. antara lain reaksi substitusi (penggantian). baik yang menyangkut aspek-aspek fisika maupun kimia. Dalam penggolongan ini. Ada beberapa jenis reaksi kimia kar-bon.

Untuk memahami keterkaitan antara struktur kimia dan sifat-sifat senyawa organik terlebih dahulu perlu diketahui bahwa dalam pembahasan berikut ini hanya dibatasi pada sifat-sifat fisika. maka fungsinya sebagai penentu .S. 2. dan kompleks. Jenis unsur-unsur penyusunnya. mengandung beberapa macam unsur. H. non ionik. b. reaksinya berlangsung lambat. Dasar klasifikasi senyawa organik 1. karena untuk membahas sifat-sifat kimia senyawa organik. Reaksi oksidasi reduksi (redoks). Keterkaitan Struktur Kimia dan Sifat-sifat Senyawa Organik. dan juga menentukan sifat-sifat golongan senyawa organik yang disebutkan dalam pengertian gugus fungsi tersebut hanya dibatasi pada sifat-sifat kimia. Dan sifat fisika tersebut adalah. Langkah klasifikasi ini dimungkinkan kare-na kenyataan menunjukkan bahwa terdapat sejumlah senyawa organik yang memperlihat-kan kesamaan dalam hal tertentu. Reaksi penataan ulang ( rearrangement) 5. b. a. cara yang ditempuh adalah melalui reaksi-reaksi yang dapat terjadi pada senyawa tersebut. 6. b. Gugus fungsi yang dimilikinya. Gugus Fungsi Yang dimaksud dengan gugus fungsi adalah atom atau kumpulan atom yang menandai suatu golongan senyawa organik. halogen. Tipe-tipe Reaksi Senyawa Organik 1. mempunyai variasi sifat kimia yang banyak. 3. Golongan senyawa homosiklik atau karbosiklik (alisiklik dan aromatik) 3. Momen dipol. bahkan dari waktu ke wakrtu senantiasa bertambah. 7. Reaksi adisi 3. 8. Viskositas.- rentangan suhu lebur 30-400 OC rentangan titik didih 30-400 OC sukar larut dalam air. Kerangka atom karbon yang terdapat dalam struktur kimia 2. dan logam. Reaksi substitusi 2. Klasifikasi senyawa Organik. Golongan senyawa heterosiklik. O.P. Kesamaan itulah yang memungkinkan senyawa-senyawa tersebut dimasukkan dalam satu kelompok / golongan. fenomena isomeri. umumnya C. a. Tiga golongan besar senyawa organik 1. Mengingat jumlah senyawa organik dari yang telah diidentifikasi sedemikian besar-nya. Golongan senyawa alifatik dan alisiklik. Reaksi Eliminasi 4. Kelarutan e. Titik didih. mudah larut dalam pelarut organik warna cerah. dan N. maka untuk mempermudah da-lam mempelajarinya perlu adanya klasifikasi. Aspek kimia 5. d. Titik lebur c.

Gugus -NH2 ( amino ). Dengan demikian bila gugus fungsi sejumlah senyawa sama. Gugus C = O ( karbonil). terdapat pada senyawa amina primer dan asam amino. Gugus-gugus turunan dari -COOH (karboksilat ). 3. Dari kombinasi nama kedua gugus itu pulahlah diperoleh nama karboksil. Gugus OH ( hidroksil) . Gugus-gugus fungsi yang umum 1. gugus alkoksi terdapat pada golongan eter. STRUKTUR ELEKTRON DAN ORBITAL ATOM Kilasan singkat Didalam setiap pembukaan kimia anda pasti melewati struktur elektron dari hidro-gen dan karbon yang digambarkan seperti berikut ini: . gugus merupakan kombinasi antara gugus –C=O (karbonil) dan gugus –OH (hidroksil).terlihat pada reaksi-reaksinya. 7. Gugus karboksil adalah gugus fungsi pada golongan asam karboksilat. 5. dan terdapat pada amina primer dan amina sekunder. Gugus: COOH (Karboksil). gugus ini terdapat pada alkohol dan fenol 2. 4. Gugus -OR ( alkoksi ). Gugus -NHR dan -NR1R2. 6. kedua gugus ini merupakan turunan dari gugus -NH2. terdapat pada golongan aldehida dan keton. dapat diduga bahwa reaksi-reaksinya banyak kesamaannya.

Hal ini tidak dapat dilakukan untuk elektron. Prinsip ketidakpastian Heisenberg mengatakan bahwa tidak dapat ditentukan dengan tepat dimana dan akan kemana sebuah elektron. Ketidak mungkinan menggambar orbit dari elektron Untuk menggambar jalur dari sesuatu anda perlu tahu dengan tepat dimana objek tersebut berada dan akan berada dimana objek tersebut beberapa saat kemudian. Merupakan hal yang ukup penting untuk mengerti perbedaan tersebut. Tapi. Itu menjadikan tidak mungkin untuk menggambar orbit dari elektron di sekitar nukleus. Dari lingkaran tersebut struktur elektron bisa digambarkan dalam bentuk dia gram energi seperti diagram berikut ini: Orbital Atom Orbit dan orbital kedengarannya serupa. Anda mungkin tidak mengerti bagaimana elektron tersebut berpindah dari posisi . padahal keduanya memiliki arti yang agak berbeda.Lingkaran menggambarkan tingkat energi yang juga melambangkan jarak dari nukleus. Beberapa saat kemudian anda melakukan hal yang sama dan menemukannya sudah berada di posisi yang baru. Elektron hidrogen orbital 1s Anggap anda memiliki sebuah atom hydrogen dan pada suatu saat tertentu anda menggambar posisi dari satu elektron tersebut. apakah ini masalah yang besar? Tidak. Jika sesuatu tidak mungkin anda harus menerimanya dan mencari pemecahan dari masalah tersebut.

Efek ini untuk sedikit mengurangi energi yang dipakai oleh elektron pada orbital s. 4s (dsb) secara progresif makin jauh dari nukleus.pertama ke posisi kedua. Pada kasus hidrogen Elektron dapat ditemukan dimanapun di dalam ruangan bola disekitar nukleus. Orbital s berbentuk sebuah bola yang simetris di sekitar nukleus yang pada kasus tertentu seperti bola dengan isi yang kosong dengan nukleus sebagai pusatnya. Jika diamati dengan seksama anda akan menemukan adanya suatu daerah dengan kepadatan elektron yang lebih besar (dimana titik-titik menjadi padat) disekitar nukleus. Diagram diatas menggambarkan potongan melintang dari ruangan bola tersebut. Makin dekat dengan nukleus. Orbital yang dimiliki oleh elektron hidrogen disebut sebagai orbital 1s. dsb) elektron menghabiskan waktu di daerah yang lebih dekat dengan nukleus lebih dari yang anda bayangkan.) 2s (juga 3s. Anda dapat membayangkannya sebagai suatu daerah dimana elekron berada.masing. . Anda melakukan hal ini berulang-ulang kali dan pelan-pelan anda akan dapat menemukan suatu peta 3D dari letak elektron tersebut. 95% dari keseluruhan waktu (atau mungkin persentase lain yang anda pilih) elektron dapat ditemukan dengan mudah di daerah dekat dengan nu leus. Yang bisa kita katakan hanyalah bila elektron berada di suatu orbital tertentu elektron tersebut akan memiliki tingkat energi tertentu. (“Kepadatan elektron” adalah cara lain menemkan elektron pada daerah tertentu. Jadi kita tidak akan membahas tentang hal tersebut. Orbital 3s. Angka 1 melambangkan bahwa orbital tersebut berada pada level energi terdekat dari nukleus. 4s. Makin kecil energi yang diperlukan. Apa yang elektron lakukan di orbital? Kita tidak tahu dan kita tidak bisa tahu. Dan huruf s melambangkan bentuk dari orbital tersebut. Sama seperti orbital 1s kecuali daerah dimana elektron mungkin berada lebih jauh dari nukleus orbital ini berada pada tingkat energi kedua. Orbital pada gambar diatas adalah orbital 2s. Tiap tingkat energi memiliki nama masing. Daerah seperti itu yang disebut dengan orbital.

.z berganti secara terus menerus karena rotasi atom di ruang. Diagram disamping adalah potongan melintang dari struktur 3D daerah tersebut. 4px. Tiap orbital mengandung 1 atau 2 elektron. Nama ini semata-mata hanya untuk memudahkan apa yang anda pikir sebagai arah x. py dan pz. Dibaca satu s dua. Diagram berikut menunjukkan energi dari orbital di tingkat satu dan tingkat dua. Pada level empat ada empat orbital -orbital 2s. Arah anak panah menunjukkan arah elektron yang berlawanan. Karena pada saat ini kita hanya tertarik pada struktur elektron dari hydrogen dan karbon. Dan pada tingkat yang lain disebut sebagai 3px. Saat ada pilihan antara orbital dengan tingkat energi yang sama elektron mengisi orbital satu satu sejauh mungkin. atau bisa juga ditulis lebih ringkas dengan 1s2. 4pz dan seterusnya. Pada level yang lebih tinggi elekton lebih banyak ditemukan pada jarak yang jauh dari nukleus. Memasukkan elektron kedalam orbital. bukan satu s kuadrat. Elektron dalam kotak Orbital dapat diwakili dengan kotak dan elektron dengan anak panah. Pada setiap tingkat energi ada tiga kemung-kinan dari orbital p yang sama yang sama yang saling tegak lurus.y. 4py. 3pz. 3py. 2py and 2pz. Tidak seperti orbital s. Orbital 1s yang memiliki 2 elektron dapat ditunjukkan seperti gambar disamping. Urutan dalam mengisi orbital Elektron mengisi orbital energi rendah (yang dekat dengan nukleus) sebelum mengisi orbital di tingkat energi yang lebih tinggi.Orbital p seperti dua balon identik yang diikat pada bagian tengah. 2py dan 2pz. kita tidak perlu memikirkan apa yang terjadi diatas level energi tingkat dua. Sekali lagi orbital tersebut menunjukkan daerah dimana elektron 95% dapat ditemukan. Tidak lebih dari itu. Semua level memiliki orbital p kecuali level satu. Orbital p pada tingkat dua disebut sebagai 2px. Ingat: Pada level 1 hanya ada satu orbital – orbital 1s. orbital p menunjuk ke arah arah tertentu. 2px. Secara acak diberi nama sebagai px.

Kita telah bahas hal ini sebelumnya. . Struktur elektron hydrogen adalah 1s1.Struktur elektron dari Hidrogen Hidrogen hanya memiliki satu elektron dan itu akan mengisi orbital dengan tingkat energi terendah yaitu orbital 1s.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful