P. 1
Kerajaan Pontianak

Kerajaan Pontianak

|Views: 5,901|Likes:
Published by Hafiz Anshari
ads
ads

More info:

Published by: Hafiz Anshari on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2014

pdf

text

original

KERAJAAN PONTIANAK

MAKALAH UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Sejarah Indonesia Madya yang dibina oleh Bapak Deny Yudo Wahyudi, M.Pd

oleh Ulqiyatus Zahrah 120734100271

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU SOSIAL JURUSAN SEJARAH April, 2013

Agama islam masuk ke Kalimantan Barat adalah dari utara yaitu Johor dan Bintan. Pontianak. Sedangkan menurut Effendi (dalam Nurcahyani dkk. dan sekitarnya. mengenai kapan agama Islam masuk ke Pontianak tidak ada keterangan yang lebih jelas. 2008: 89). menerima Islam sesudah . menyusuri Sungai Kapuas (Nurcahyani dkk. juga di daerah Sukadana dan Teluk Melano.Ch. agama Islam berkembang ke daerah Landak dan Islam yang berkembang di Mempawah menyebar ke daerah Kubu. Persia. kemudian dari Brunei melalui aliran Sungai Sambas dan berpusat di Kerajaan Sambas. Islam masuk dari Palembang kemudian menyusuri Sungai Pawan menyebar ke sekitarnya dan terus menuju ke pedalaman sebelah utara ke arah Sanggau dan Sintang. Setiap pedagang Muslim bebas memperkenalkan ajaran Islam kepada siapapun. Damais. Meskipun perdagang Muslim adalah menjual dan membeli barang dagangan. Ambary (1998: 8) mengemukakan bahwa di sebelah barat Kalimantan Islam tampaknya menyebar lebih kemudian. Nisan-nisan kubur di daerah Sukadana tersebut seperti halnya nisan-nisan kubur di Tralaya sekitar abad ke-14—15 M (Poesponegoro.KERAJAAN PONTIANAK I. Masuknya Islam ke di sini tidak terlepas dari adanya peran dari pedagang muslim. Setelah dari Pontianak. 2009: 21). Mengingat waktu itu interaksi yang dilakukan dengan negeri-negeri luar adalah perdagangan. di daerah Ketapang. dan Gujarat di Kalimantan Barat telah memperlihatkan kepada penduduk setempat mengenai tradisi besar yaitu agama Islam. Awal Masuknya Islam Kedatangn pelaut-pelaut Arab. Oleh karena itu. Hal tersebut dikarenakan dalam Islam tidak ada pendeta yang dianggap magis dan keramat seperti dalam kekristenan Katolik. 1999: 85). Namun. Mempawah. Pendapat itu diperkuat bahwa ketua kerajaan Tanjungpura dan Lawe (Sukadana) sudah banyak hubungannya dengan Jawa dan Malaka sehingga kehadiran Islam di daerah Kalimantan Barat di pesisir itu mungkin sudah ada sejak abadabad tersebut. mereka juga menyebarkan atau memperkenalkanajaran-ajaran Islam kepada orang-orang di wilayah-wilayah asing (Tjandrasasmita. Tayan. Kota Waringin misalnya. 1999: 84-85). Dari Sambas inilah kemudian menyebar ke Singkawang. Menarik perhatian beberapa tahun yang lampau pernah dilaporkan kepada Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di Jakarta bahwa di daerah Sukadana ditemukan nisan-nisan kubur Islam dan ternyata setelah diteliti bentuknya sama dengan nisan-nisan kubur di Tralaya yang pernah diteliti oleh L. perkembangan Islam relatif cepat di Kalimantan Barat.

Sultan Syarif Abdurrahman sebagai pendiri kota Pontianak sampai sekarang makamnya masih dikunjungi orang. Dengan kesaktian Habib Husein alGadri mendapat banyak simpati dari raja. Pendapat lain mengatakan bahwa pendakwah dari Tarim (Hadramaut) yang mengajarkan Islam dan datang ke Kalimantan Barat terutama ke Sukadana adalah Habib Husain al-Gadri ia semula singgah di Aceh dan kemudian ke Jawa sampai di Semarang dan di tempat itulah ia bertemu dengan pedagang Arab namanya Syekh karena itulah Habib alGadri berlayar ke Sukadana (Poesponegoro. Syarif Idrus kemudian diangkat menjadi pemimpin utama masyarakat di tempat itu dengan gelar Syarif Idrus bin Abdurrahman al-Aydrus yang kemudian memindahkan kota dengan pembuatan benteng atau kubu dari kayu-kayuan untuk pertahanan. dan ilmu hadist. tetapi kemudian menelusuri sungai ke arah laut memasuki Kapuas Kecil sampai ke suatu tempat yang menjadi cikal bakal kota Pontianak (Poesponegoro. Ia pergi dengan sejumlah rakyatnya ke tempat yang kemudian dinamakan Pontianak dan di tempat inilah ia mendirikan Keraton dan Mesjid Agung. 2008: 90). terutama orang-orang yang masih percaya akan kesaktian dari Sultan Syarif Abdurrahman. Sejak itu Syarif Idrus bin Abdurrahman al-Aydrus dikenal sebagai Raja Kubu dan daerah itu mengalami kemajuan di bidang perdagangan dan keagamaan. ilmu fikih. Mereka di antaranya Syarif Idrus bersama anak buahnya pergi ke Mampawah. yang setelah wafat dia digantikan oleh salah seorang putranya yang bernama Pangeran Sayid Abdurrahman Nurul Alam. 2008: 90). J. Konon ia gugur tahun 1870 M karena serangan musuh yang tidak diduga. Pemerintahan Syarif Idrus (nama lengkapnya: Syarif Idrus al-Aydrus bin Abdurrahman bin All bin Hasan bin Alwi bin Abdullah bin Ahmad bin Husein bin Abdullah al-Aydrus) yang memerintah dari tahun 1199-1209 H. konon ada pemberitaan bahwa sekitar abad ke-18 M atau tahun 1720 ada rombongan pendakwah dari Tarim (Hadramaut) yang di antaranya datang ke Kalimantan Barat untuk mengajarkan membaca Alquran. banyak datang para pedagang dari berbagai negeri.Banjarmasin. begitupun dengan daerah yang lebih ke barat lagi seperti Sambas dan Pontianak. . Berdirinya Kerajaan Pontianak Meskupun kita tidak mengetahui dengan pasti kehadiran Islam di Pontianak. Sultan Matan dan rakyatnya Habib Husein alGadri pindah dari Matan ke Mempawah untuk meneruskan syi’ar Islam. Berdirinya Kerajaan Pontianak tepat pada tanggal 23 Oktober 1771. dan dijadikan sebagai peringatan hari jadi kota Pontianak.

Ambary (1998: 9) mengemukakan bahwa dalam fase pelembagaan Islam (abad 1718M) terjadi pergulatan antara emporium dan imperium serta komunikasi yang diselenggarakan para penyebar Islam—pedagang. hanya tiga orang sultan yang terdengar kabarnya. dan banyak di antara mereka yang menikah dengan putri kerajaan dan masyarakat pribumi. Al Habib Husain Alqadrie Jauh sebelum Sultan Abdurrahman lahir. yang ketiga Syarifah Aliyah. Mereka adalah sultan yang pertama. yaitu yang pertama diberi nama Syarifah Chatidjah. Al Habib . Raja-raja tersebut adalah:         Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie bin Al Habib Husain Alqadrie (1771-1808) Sultan Syarif Kasim Alqadrie bin Syarif Abdurrahman Alqadrie (1808-1819) Sultan Usman Alqadrie bin Syarif Abdurrahman Alqadrie (1819-1855) Sultan Syarif Hamid I Alqadrie bin Syarif Usman Alqadrie (1855-1873) Sultan Syarif Yusuf Alqadrie bin Syarif Hamid I Alqadrie (1873-1895) Sultan Syarif Muhammad Alqadrie bin Syarif Yusuf Alqadrie (1895-1944) Sultan Syarif Taha Alqadrie bin Syarif Yusuf Alqadrie (1944-1945) Sultan Syarif Hamid II Alqadrie bin Syarif Muhammad Alqadrie (1945-1950) (Nurcahyani dkk. Berdasarkan keterangan tersebut. Setelah cukup lama berada di Kerajaan Matan. keenam. kita bisa mengetahui bahwa awal pertama Islam dibawa ke Ketapang melauli Palembang yang kemudian menyusuri Sungai Pawan. Raja-Raja Kesultanan Pontianak Raja-raja yang memimpin di Keeajaan Pontianak adalah keturunan dari Al Habib Husain Alqadrie. 1. musafir. ayahnya Al Habib Husain Alqadrie datang ke Kerajaan Matan di Ketapang (Nurcahyani. Kedatangan Al Habib Husain Alqadrie disambut dengan baik oleh Raja Matan dengan diangkat sebagai penyebar syari’at agama Islam. kedua Syarif Abdurrahman. dan yang keempat adalah Syarif Alwi.K. 1999: 14) Dari kedelapan sultan-sultan tersebut. dan kaum sufi—yang berdampak semakin diakuinya peranan mereka dalam struktur komunitas pribumi. Hal ini juga terjadi pada Al Habib Husain Alqadrie. ulama. dia kemudian menikah dengan Nyai Tua dan memperoleh 4 orang anak. dan yang terakhir. Dalam hal ini para penyebar Islam kemudian dapat menduduki berbagai jabatan dalam struktur birokrasi kerajaan. 1999: 11). Hal ini dikarenakan kurangnya sumber atau bukti yang menceritakan tentang sultan-sultan lainnya tersebut.

Ia melakukan dua pernikahan politik di Kalimantan. mengingat perkembangan agama Islam berkembang pesat karena adanya lalu lintas dan transaksi perdagangan. Hubungan ini mungkin terjadi karena Banjarmasin sudah menerima Islam lebih dahulu daripada wilayah lainnya di Kalimantan. raja pertama Kerajaan Pontianak bukan Al Habib Husain Alqadrie. 2. Al Habib Husain Alqadrie sengaja meminta permukiman baru yang berada di Kuala Mempawah dan dekat ke Laut. pertama dengan putri dari Panembahan Mempawah dan kedua dengan putri Kesultanan Banjarmasin (Wikipedia: 2010). Kepindahan ini disebabkan karena adanya kekecewaan Al Habib Husain Alqadrie terhadap sikapRaja Matan. usia Syarif Abdurrahman sudah mencapai 18 tahun. Di kota Banjar inilah Syarif Abdurrahman menikah lagi dengan Ratu Syahranun.Ras (dalam Ambary: 1998) daerah yang pertama kali menerima kehadiran Islam di luar Brunei adalah Banjarmasin dan dalam Hikayat Banjar menyatakan bahwa pihak yang mengislamkan daerah banjar sekitar 1550 M adalah Kerajaan Demak. Palembang. Hal tersebut mungkin karena sejak masa pra Islam. Sehingga hubungan pertalian antara raja dan ulama semakin kuat. Ia ingin berhubungan dengan masyarakat yang berlalu lintas sambil berdagang sehingga penyebaran agama Islam akan lebih mudah berkembang keberbagai daerah. putrid dari Sultan Banjarmasin dan memperoleh gelar Pangeran Syarif Abdurrahman Nur Alam. . ia kemudian menikah dengan putri Opu Daeng Menambon yang bernama Utin Tjandramidi. jiwa petualangan Syarif Abdurrahman menyebabkan ia sering meninggalkan Mempawah dan pergi ke daerah-daerah. tahun 1755. Sultan Syarif Abdurrahman Nur Alam Saat kepindahan Al Habib Husain Alqadrie dari Kerajaan Matan ke Kerajaan Mempawah. membuat ia dipercaya oleh Sultan Banjarmasin untuk memperistri putrinya. dan Banjar. Dari kepindahan di sinilah. Kita ketahui. yaitu anak keduanya yang bernama Syarif Abdurrahman. tetapi ia adalah ayah dari keturunan berukitnya yang kemudian mendirikan Kerajaan Pontianak. Namanya juga masih muda. Menurut J. hubungan ekonomi antara Banjar dan pantai utara Jawa sudah sering terjadi. Ketika Al Habib Husain Alqadrie berpindah dari Kerajaan Matan ke Kerajaan Mempawah.J. tempattempat yang pernah dikunjunginya antara lain adalah Tambolon. . Pulau Siantan. Hal ini sangat masuk akal. Sehingga dengan persamaan agama yang dianut oleh Syarif Abdurrahman dan Kerajaan Banjarmasin. Pada waktu itu pusat kerajaan Mempawah dipimpin oleh Opu Daeng Menambon berada di Sebukit di Mempawah Hulu (Arifnasah: 2012).Husain Alqadrie besrta seluruh keluarganya pindah ke Kerajaan Mempawah.

kedudukan ayahnya yang awalnya adalah ulama menjadikan Sultan Syarif Abdurrahman Al Qadrie dikenal oleh pedagangpedagang dari daerah luar. Perjalanan Syarif Abdurrahman beserta keluarganya tidak berjalan dengan mulus. dan Eropa (Nurcahyani. Keratin tersebut diberi nama Keraton Kadriah. Pada masa pemerintahan Sultan Syarif Abdurrahman Al Qadrie. Hubungan antara pelabuhan-pelabuhan Sambas. mereka dihadiahi tanah dan beras sebagai imblan bantuannya terhadap raja. dan ayahnya adalah seorang ulama. 1999: 13-14). memiliki pengikut. Dalam kepemimpinan Sultan Syarif Abdurrahman Al Qadrie Kerajaan Pontianak sebagai kerajaan terakhir di Kalimantan Barat mempunyai perkembangan yang pesat dibandingkan dengan kerajaan lain yang sudah berdiri terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan dalam pemerintahannya Sultan Syarif Abdurrahman Al Qadrie begitu giat mengembangkan perdagangan sehingga berkembang pesat. Syarif Abdurrahman beserta keluarganya mencari perjalanan untuk membuka daerah baru. dan Singkawangberjalan dengan lancar. antara lain gangguan dari makhluk halus (Nurcahyani. yaitu tempat jatuhnya meriam yang telah ditentukannya maka dibangunlah masjid yang sekarang terkenal dengan sebuitan Masjid Jami’Sultan Abdurrahman. Kerajaan Pontianak mengalami masa kejayaannya. ia adalah menantu dari Raja Mempawah dan Raja Banjarmasin.Setelah wafatnya Al Habib Husain Alqadrie. India. Kelancaran hubungan tersebut mungkin dikarenakan Sultan Syarif Abdurrahman Al Qadrie sudah terbiasa melakukan perjalananperjalanan semasa mudanya sehingga ia bisa dengan mudah melakukan komunikasi dan diplomasi dengan pimpinan daerah lain. Setelah memperoleh tempat yang dirasa cocok. Sellakau. . banyak ganggguan yang yang ditemui dalam perjalanan. Begitu juga perkembangan hubungan dagang dengan pedagang-pedagang seperti Cina. Begitupun dengan ketujuh orang Dayak (membantu Sultan Syarif Abdurrahman Al Qadrie mengusir makhluk halus). Para pengiukutnya mendirikan pemukinman-pemukiman baru di sekitar keraton. Tentunya kita bisa melihat. Sehingga membuka kemungkinan ia juga didukung oleh pengikutnya dalam mendedikasikan dirinya sebagai raja. Syarif Abdurrahman mengangkat dirinya sebagai raja dengan bergelar Sultan Syarif Abdurrahman Al Qadrie (Arisandi: 2011). Sebakau. 1999: 12). Kemudian setelah selesai baru didirikanlah keratin sebagai tempat tinggal raja dan keluarganya sebagai pusat pemerintahannya. Pengangkatan diri yang dilakukan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Al Qadrie bukan semata-mata karena keinginannya sendiri. Selain itu.

1999: 15). yaitu di Malang setelah menematkan pendidikannya di Breda. 3. Peristiwa itu terkenal dengan istilah “mandor”. Terlepas dari konotasi sebagai seorang penghianat. mendapat pendidikan ELS di Sukabumi. namun kemudian diangkat kembali oleh Belanda menjadi Kolonel pada tahun 1945. Masa hidupnya banyak dijalani di luar Kalimantan Barat. dia dinobatkan menjadi raja menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Sesuai dengan latar belakangnya yang memperoleh pendidikan Barat. Tanggal 29 Oktober 1945.2. Beliau meninggal dunia akibat penganiayaan Jepang dalam peristiwa “penyungkupan” yang dilakukan oleh pemerintah Jepang. Menurut . Beliau dilahirkan pada tanggal 12 Juli 1913 di Pontianak. Kehidupan Masyarakat 1. Pernah menjadi tawanan Jepang saat masa pendudukan Jepang. sebenarnya Sultan Hamid II adalah seorang yang cerdas dan memiliki pengalaman politik yang luas. 2009:91). Sultan Syarif Hamid II Alqadrie bin Syarif Muhammad Alqadrie Sultan Syarif Hamid merupakan raja yang paling menonjol di Kalimantan Barat menjelang masa kemerdekaan RI. Sultan Hamid II banyak menduduki jabatan-jabatan yang cukup tinggi baik baik pada masa penjajahan Belanda maupun pada masa Indonesia merdeka. Kemudian dipindahkan ke Balikpapan dan daerahdaerah lain di Pulau Jawa. Sungai Kapuas Kecil mengalir dari arah timut sedang sungai Kapuas Besar yang merupakan pertemuan Sungai Landak dan Sungai Kapuas Kecil mengalir kearah barat menuju laut. Keadaan Sosial Kota Pontianak yang berdiri pada tahun 1771 terletak di persimpangan tiga sungai besar. yaitu Sungai Kapuas dengan cabangnya Sungai Landak. Di Bandung masuk pendidikan HBS selama satu tahun di THS lalu di KMA di Breda di negeri Belanda sampai tamat (Nurcahyani. Saat itu Sultan Syarif Muhammad selesai solat tahajjud saat tentara Jepang datang untuk melakukan penyungkupan ke dalam istana dan akhirnya Sultan Syarif Muhammad Alqadrie beserta seluruh putra putrinya kecuali Syarif Hamid yang kelak akan menjadi Sultan Hamid II (Syarifuddin & Isnawita. karena oleh tentara Belanda diangkat menjadi tentara berpangkat Letnan. maka dasar pemikirannya sangat moderat. kemudian di Pontianak dan Yogyakarta. terutama dalam bidang politik. Sultan Syarif Muhammad Alqadrie Sultan Syarif Muhammad Alqadrie sebagai sultan keenam memerintah Kerajaan Pontianak sampai kedatangan Jepang di Kalimantan. L. Beliau adalah satusatunya putera Kalimantan Barat yang menonjol saat itu. Dari persimpangan ini terdapat tiga nama sungai yaitu Sungai Landak mengalir dari timur laut.

menganut sistem animisme. Akibat dari hal ini. Dengan demikian sejak zaman dahulu daerah ini sering menjadi persinggahan kapal-kapal besar. mereka akan menyangkal bahwa nenek moyang mereka adalah suku Dayak. mereka akan dikatakan orang Melayu. Penduduk asli dari daerah ini sebenarnya adalah suku Dayak. yaitu orang-orang Dayak. Di antara suku bangsa asing yang berada di Pontianak. Kemudian mereka membantu Sultan Abdurrahman untuk membuka lahan yang nantinya akan dijadikan Kota Pontianak. Ditambah lagi. maka mereka melakukan mobilitas sosial. tentunya akan menimbulkan kecemburuan sosial terhadap penduduk asli yang berasal dari Pontianak sendiri. Kedatangan bangsa Cina ke Kalimantan melalui pantai Asia Timur dan pulangnya melalui Kalimantan Barat dan Filipina dengan memperhitungkan angin muson. mereka disebut penduduk hulu sungai atau penduduk pedalaman. ataupun yang dari luar kalimantan Barat. beberapa suku akan berdatangan dari daerah-daerah lainnya. Beberapa faktor yang mungkin bisa dijadikan acuan mengapa Pontianak dijadikan pilihan untuk bermigrasi. dan etnis. Sehingga untuk transportasinya pun lebih mudah. Kedua. bisa dilihat bahwa kependudukan di daerah Pontianak bersifat heterogen. baik yang dari Kalimantan Barat sendiri. sudah ada penduduk asli di sana. setelah mereka masuk Islam dan disebut suku Melayu. Berbagai kategori pengelompokan sosial berdasarkan atas ras. hubungan Cina dan Kalimantan Barat sudah terjalin sebelum . bangsa Cina termasuk yang paling besar dan tergolong sebagai pedagang yang sukses (Nurcahyani. 1999: 16). Ketiga. sehingga kapal-kapal yang singgah di sini bisa dikontrololeh penguasa Pontianak sendiri. mereka tinggal di hutan-hutan pedalaman. Sebelum Islam datang. setelah berdirinya Kota Pontianak. ini dimaksudkan untuk perlindungan keamanan. Anehnya. Sebenarnya. Bagi orang-orang Melayu. apalagi Pontianak terletak di tiga persimpangan sungai besar. Pontianak menawarkan segala sesuatu yang diperlukan kita dari alam.Alqadrie (dalam Nurcahyani. Kota Pontianak sering disebut sebagai pintu gerbang daerah Kalimantan Barat karena letaknya yang strategis berada di jalur lalu lintas laut Internasional yang menghubungkan wilayah nusantara melalui Selat Malaka. 1999: 18). Pontianak adalah kota dagang dan pelabuhan. Dengan hal tersebut. Ketika seorang Dayak masuk Islam. Suku-suku yang datang ke Kalimantan Barat. tentunya terdiri dari berbagai macam sehingga nantinya tentu akan menciptakan perbedaan. yang pertama Pontianak adalah pusat pemerintahan dari Kalimantan Barat. agama. sehingga dengan mereka masuk Islam. Mengingat bahwa sebelum dibentuknya Kota Pontianak. Sedangkan letak Kota Pontianak sendiri agak menjorok ke dalam.

2. beternak. Keluarga raja yang bergelar Syarif maupun Syarifah menduduki lapisan atas. 3. 5. 6. 7. emaslah yang menarik penambang cina dan seorang hakka bernama lo fong-phak pada tahun 1775 mendirikan sebuah kongsi otonom. 2. Hal ini dikarenakan menurut Lombard (hal. 4. murut kayan dan ot Danum Kadasan dan Kelabit Punan KEAHLIAN 3 Nelayan. Sehingga nantinya. Melanau Bekumpai Kesultanan Penanam sagu Pedagang di sungai Pengawas pemerintahan 8. dan golongan bawah diduduki oleh petani dan. Di sebelah timur pelapisan sosial cenderung didasarkan kepada agama dan keturunan. Sedangkan wilayah barat cenderung memandang penguasa sebagai lapisan atas. Penduduk yang bertempat tinggal di pedalaman Kalimantan. berdagang. bercocok tanam Penanaman padi di bukit Penanaman padi di sawah Pemburu dan peramu yang berpindahpindah di hutan. sampai saat Batavia campur tangan dan memaksakan kewibawaannya. Pekerja/karyawan Ilmu pengetahuan perdagangan dan Selain dari sector pertanian.tahun 1777. di bagian barat pulau borneo. Hal ini menyebabkan mata pencaharian masyarakat bermacam-macam pula. pedagang kecil. beberapa jenis mata pencaharian masyarakat Kalimantan Barat di masa lampau adalah sebagai berikut: NO. Menurut La Ode (dalam Nurcahyani. Keadaan Ekonomi Telah disebutkan di atas bahwa penduduk Kota Pontianak sangat heterogen.64). alim ulama dan tokoh masyarakat dan orang-orang kaya sebagai golongan menengah. yang akan bertahan selama seabad lebih. hidup dengan mengumpulkan hasil hutan. tidak jauh dari Pontianak. SUKU BANGSA KELOMPOK 1 1. sedangkan rakyat biasa menduduki tempat kedua atau lapisan bawa. 2 Melayu Iban. 1999: 20). buruh dan lainnya. Pembagian wilayah Kota Pontianak menyebabkan adanya kecenderungan dalam sistem pelapisan sosial. dan menangkap ikan. di Kalimnatan Barat juga terjadi perdagangan. hasil dari masyarakat .

Barang-barang komoditi dari Kalimantan Barat seperti kopra. Kalimantan memiliki kekayaan alam yang melimpah. dan hasil-hasil hutan itu diekspor ke Singapura. Dari Sambas ini kemudian menyebar ke Singkawang. tidak lepasa dari peran pedagang Cina dan pelabuhan Pontianak sendiri. dan maduyang sangat laku di pasaran. diimpor dari luar negeri. sehingga menjadikan kota Pontianak sebagai pintu gerbang daerah Kalimantan Barat. Jepang dan lainlain melalui pelabuhan Pontianak. Pelabuhan Pontianak digunakan sebagai tempat persinggahan bagi kapal-kapal besar. terutama untuk melaksanakan hidup yang dalam mencapai kebahagiaan baik material ataupun spiritual. menghasilkan barang-barang komoditi berupa lili. dimana barang-barang komoditi tersebut merupakan barang-barang yang dibutuhkan di negara-negara tersebut. Pelabuhan Pontianak sebagai pintu gerbang daerah Kalimantan Barat terletak di dua jalur lalu lintas laut. dijual untuk saling memenuhi kebutuhan. 3. Pantai Kalimantan Barat ini terletak di jalur lalu lintas internasional yang menghubungkan kepulauan Indonesia dengan wilayah Asia melalui selat Malaka. kemudian juga Brunai masuk ke aliran sungai Sambas dan berpusat di Kerajaan Sambas. Awal mula kedatangan agama Islam ke Kalimantan Barat melalui utara yaitu Johor dan Bintan. Hongkong. kebanyakan penduduknya menganut kepercayaan tradisional. Mengenai perdagangan di Kalimantan Barat.tersebut. Proses perdagangan di Pontianak sudah dilakukan dengan transaksi keuangan . . Dari hutan-hutan di Kalamantan. bahkan sebagai kota perdagangan bagi Eropa. Belanda. karet. lada. Mempawah. Amerika Serikat. Sedangkan di daerah pedalamannya. kayu kemenyan. Begitupun dengan hasil lautnya. sedangkan yang tidak ada. sebagian besar penduduknya beragama Islam. Di lain pihak. kemudian ke Pontianak. Menurut Khastiti (2011: 6). Sedangkan kapal-kapal dagang yang datang ke Pontianak mmbawa pakaian dan barang-barang konsumsi yang dibutuhkan oleh masyarakat Kalimantan barat. Di daerah kota maupun di pedesaan-pedesaan Kalimantan Barat. dan kalimantan selatan mengedarkan uang tembaga yang disebut duit. Banjarmasin. Kalimantan Barat sendiri tidak menghasilkan barang-barang konsumsi yang cukup untuk keperluan penduduknya.bisa jadi juga bahwa kata lain duit untuk uang itu berasal dari Kalimantan Barat. sehingga Kalimantan Barat masih mendatangkan barang-barang tersebut dari daerah lain. Kehidupan Sosial Budaya Salah satu dasar budaya yang penting adalah agama. Unsure ini sangat penting bagi pribumi. Kerajaan kerajaan islam di derah Pontianak. kapur barus.

Sehingga dengan demikian system kebudayaan yang terdapat di Kalimantan Barat terbagi menjadi tiga:  Sistem budaya penduduk asli  System budaya Hindu/Buddha  System budaya Islam (Nurcahyani.  Cap kerajaan bertuliskan huruf-huruf Arab adalah huruf-huruf resmi kerajaan. ulama. Jadi hubungan antara raja. b.  Menenun. merupakan perwujudan seni yang mempunyai unsur keagamaan. Sehingga di dalam masyarakat yang tradisional itu unsur-unsur dan nilai-nilai kharismatik dijunjung sangat tinggi. seperti:  Membaca berzanji.  Simbol keislaman di Kerajaan Pontianak ini biasa dilihat dari adanya Masjid Jami’Abdurrahman. maka pejabat kerajaan dan penduduk juga mulai melakukan apa yang dilakukan raja untuk belajar agama Islam (Nurcahyani. Peninggalan-peninggalan yang bisa kita temui dari Kerajaan Pontianak ini adalah sebagai berikut:  Keraton Kadriah Didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie bin Al Habib Husain Alqadrie ketika beliau membuka pemukiman baru. 1999: 24) a.  Masjid Jami’Abdurrahman Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Abdurrahman. merupakan salah satu bentuk hasil karya seni dari suku Melayu yang berdiam di daerah pantai maupun suku Dayak di pedalaman. Pada masa pemerintahan Sultan Syarif Usman dibangun kembali dan tetap dijadikan masjid .Namun dalam perkembangannya kedua kepercayaan ini yaitu Islam dan kepercayaan hidup dengan damai dan berjalan dengan tenang. dan penduduk menjadi sangat serasi. setelah raja dan keluarganya memeluk Islam. 1999: 86). yaitu membaca solawat dengan iringan rebana dan kemudian radat dan zapin. Perbedaannya terletak pada bahan yang ditenun atau corak dan motif yang ditenun. Dalam Bidang Kesenian Kesenian yang bernafaskan Islam mulai dikenal oleh penduduk yang mulai memeluk agama Islam. Dalam Bidang Pendidikan Agama Islam semula pengajarannya hanya dibatasi pada keluarga istana raja.

Yemina L. Arifnasah. (Online). Kalimantan Barat.com/search?q=kerajaan+islam+pontianak&btnG=Search+Book s&tbm=bks&tbo=1&hl=EN) diakses 24 Maret 2013. Zein. H. 2009. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Uka.net/perkembangan-islam-di-kalimantan-barat) diakses 3 April 2013. Daftar Rujukan Ambary. Danys.google. (http://www.org/wiki/Kesultanan_Pontianak) diakses 3 April 2013. (Online). 2012. Sejarah Nasional Indonesia III: Zaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia. Poesponegoro. Khastiti. Yogyakarta: Media Pressindo. Demi mengabadikan Abdurrahman sebagai pembuatnya. (http://www. Lombard.M. (http://books. Kota Pontianak Sebagai Bandar Dagang di Jalur Sutra. Masjid Jami’ Abdurrahaman selain dijadikan tempat ibadah. 2011. 2011. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.com/search?q=kerajaan+islam+pontianak&btnG=Search+Book s&tbm=bks&tbo=1&hl=EN) diakses 3 april 2013. dkk.blogspot. (http://www. (http://arifnasah.wikipedia. (http://www. On Mandor tragedy. 1999. Masjid-masjid Bersejarah di Indonesia. Indonesia. dkk.kalbariana. 2009. Sejarah Kesultanan Kadriah. Arisandi. Seri Lawasan: Uang Kuno. Jakarta: Balai Pustaka. Nurcahyani. Wikipedia. Abdul Bakir. Dari Googlebooks.com/search?q=kerajaan+islam+pontianak&btnG=Search+Book s&tbm=bks&tbo=1&hl=EN) . 1998. Terdrir dari enam tiang kokoh yang melambangkan rukun iman.co. (Online). 2010. juga dijadikan sebagai tempat penyebaran dan penggalian ilmu-ilmu Islam. (Online).google.kesultanan.id/books?id=QDbFjJBQgm8C&dq=peristiwa+mandor+kali mantan+barat&source=gbs_navlinks_s) diakses 3 April 2012. Sejarah Islam di Pontianak. .google. diakses 31 Maret 2013. (http://id. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Syarifuddin & Isnawati.google. (Online). 1999. Nusa Jawa: Silang Budaya—Jaringan Asia. Massacre of Thousands of People by Japanese Troops in Mandor. _____. Tjandrasasmita. Arkeologi Islam Nusantara. Menurut Zein (1999: 317). dan 4 atap yang melambangkan sahabat nabi. Dari Googlebooks. Dari Googlebooks. maka dijadikanlah namanya sebagai nama masjid itu. . Perkembangan Islam di Kalimantan Barat. _____: Puslit Arkenas. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.com/2012/10/sejarah-islam-di-pontianak. (Online). Dari Googlebooks. Jakarta: Gema Insani. (Online). Menemukan Peradaban: Arkeologi dan Islam di Indonesia.html) diakses 3 April 2013. 2008.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->