P. 1
GENETIKA-Persilangan Drosophila Melanogaster.docx

GENETIKA-Persilangan Drosophila Melanogaster.docx

|Views: 432|Likes:
Published by Ahmad Adlan
Laporan Praktikum persilangan drosophilla melanogaster
Laporan Praktikum persilangan drosophilla melanogaster

More info:

Published by: Ahmad Adlan on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2014

pdf

text

original

Persilangan Drosophila melanogaster

I.

Data Hasil Pengamatan

Botol media

Gambar 1.1

Dalam keadaan normal. sebab dua buah kromosom kelamin yang dimilikinya satu sama yang lain berbeda (yang satu kromosom X dan yang lain Y). masa menetas yang pendek. Oleh karena itu kromosom kelamin betina itu sejenis (artinya kedua-keduanya berupa kromosom X). Sistem ini memiliki tatanama dari hasil range nama gen pada organisme lain. 1325-1340). Gen dan perkembangannya (. Yang dinamakan Oz pada karakter yang sama (Cf. Lalat jantan bersifat heterogametic. Azpiazu & Frasch (1993). melanogaster memiliki 4 kromosom yaitu X/Y dan 3 autosom label 2. Berhubungan dengan formula kromosom untuk lalat buah Drosophila melanogaster pada lalat betina ialah 3 AAXX (3 kromosom autosom + 1 pasang kromosom –X).II. Pembahasan Genom dari D.& 4. Peneliti memiliki sebagai gen tinman. Penentuan dari jenis kelamin pada Drosophila terjadi pada rasio X kromosom sampai autosom bukan karena adanya dari Y kromosom seperti pada penentuan jenis kelamin pada manusia. Gen Drosophila memiliki nama yang masih sederhana yaitu fenotip karena mereka bermutasi contohnya karena tidaknya partikular gen.pada lalat jantan ialah 3 AAXY (= 3 pasang autosom + sebuah krosom X + sebuah kromosom Y). Lebih dari 60% genom kelihatan berfungsi sebagai non protein pada DNA mengembangkan gerakan control gen. kromosom ke 4 adalah penghasil mumoritas yang sering digunakan.767 protein gen yang mana dibandingkan 20% dari genom. ukuran rahim yang luas yang .3. Kira-kira 120 juta pasang genom yang berotasi den mengandung ±13. tapi yang terpenting dalam gen mata. Embriogenesis pada Drosophila telah diteliti secara intensif yang mana memiliki ukuran kecil. Tetapi lalat jantan membentuk 2 macam spermatozoa yang haploid. maka lalat betina dikatakan homogametic.Dalam Drosophila akan menhasilkan mutan embrio yang tidak memiliki hati. lalat betina membentuk satu macam sel telur saja yang bersifat haploid (3AX).

Pada oogenesis. Penyilangan terpaut seks Penyilangan ini kita harus memilih sifat yang dibawa oleh kromosom seks (gonosom). Selain itu kita pun dapat melakukan uji balik (back cross). yaitu perkawinan antara F1 dengan salah satu induknya dan uji silang (test cross). misalnya persilangan antara lalat tipe white dengan wild. Nutrisi & molekul control pertumbuhan bergerak dari sel pembantu masuk kedalam oocyte dapat kita lihat pada follicular pendukung sel. Alat dan Bahan . jembatan sitoplasma dapat dikatakan sebagai “ingkaran kanal”berhubungan dengan bentuk oocyte pada sel pembantu. Hal ini juga yang manamodel organismenya dapat terpecah pada Syncytium. atau lalat tipe yellow dengan wild. yaitu perkawinan antara individu F1 dengan salah satu induknya yang resesif atau induk yang memiliki sifat resesif homozigot. Dengan menggunakan Drosophila sebagai hewan percobaan. 1. Dalam hukum Mendel. Pada penyilangan ini biasanya dilakukan antara mutan satu dengan mutan lainnya. Penyilangan Monohibrid Penyilangan monohybrid adalah penyilangan yang melibatkan satu sifat beda. Pada percobaan dapat dilakukan dengan cara penyilangan lalat mutan dengan lalat tipe liar (wild) Penyilangan Dihibrid Penyilangan dihibrid adalah penyilangan yang melibatkan dua sifat beda. kita mengenal hukum segregasi bebas dan berpasang-pasangan secara bebas. kita dapat menerapkan pewarisan sifat tersebut.c Dalam percobaan ini menetapkan beberapa metode pewarisan sifat-sifat kontras yang dimiliki induknya.sangat ideal untuk penelitian genetic.

Campuran itu kemudian dimasukkan larutan anti jamur. kemudian dilumatkan dengan menggunakan blender tanpa air. Bahan            Botol gelas Busa penutup Kertas tisu kasar Air suling Tape Gula Aren Pisang ambon lumut Yeast Asam sorbat (2. Pisang yang telah dikupas ditimbang sebanyak 550gr. . methyl paraben. Setelah dimasukkan. Setelah itu dibuat larutan anti jamur dengan menggunakan asam sorbat. ditambahkan kertas didalam botol agar lalat dapat meletakkan telur nantinya. Pisang itu dimasukkan ke dalam campuran gula aren dan agar agar yang sudah mendidih. dan alkohol. campuran tersebut dimasukkan kedalam botol gelas. Selanjutnya gula aren dan tape dicampur kedalam akuades kemudian dididihkan.4 hexadienoic acid) Methyl paraben Alkohol 95% 2. busa penutup dan kertas tisu disterilisasi terlebih dahulu.A. Cara pembuatan media Botol gelas. Setelah semua campuran siap.

Serta harus diperhatikan jangan sampai ada jamur pada media yang akan kita gunakan .Kesimpulan Yang harus diperhatikan dalam pembuatan media adalah bahan bahan bahan yang akan kita gunakan dan tingkat kesterilan yang baik.1. Penutup 3.III.

BIOLOGI Edisi kelima. 1991. Principles of Genetics. John W.IV.J.D. Genetika. Malang: UM Press . E. New York: John Wiley and Sons. Jakarta: Erlangga Corebima. 1994.    Daftar Pustaka Gardner. dkk. 1990. Inc. A. Kimball.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->