UJI CHI KUADRAT DAN UJI KECOCOKAN

Uji Chi kuadrat ( X2) digunakan untuk menguji : a. independent antara dua faktor di dalam daftar kontingensi B x K b. menguji model distribusi normal berdasar data hasil pengamatan A. Uji Independen Antara Dua Faktor Banyak pengamatan yang dapat digolongkan dalam beberapa faktor dengan tiap faktor terdiri beberapa klasifikasi. Kemudian akan diteliti apakah ada hubungan atau kaitan atau pengaruh antar faktor tersebut. Misalnya : • • • • • • apakah ada hubungan kelas pendapatan dengan tempat belanja, apakah ada perbedaan pendapat guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah, apakah ada hubungan tingkat penghasilan dengan tingkat pendidikan, apakah ada hubungan agama dengan tingkat ketaatan beribadah. Apakah ada hubungan tingkat pendidikan dengan jenis bank tempat menyimpan uang Apakah ada perbedaan kelompok pegawai negeri dan swasta dalam memilih rumah sakit dsb. Misalkan sebuah sampel acak berukuran n telah diambil, dimana tiap pengamatan tunggal diduga terjadi karena adanya dua macam faktor, ialah faktor I dan faktor II. Faktor I terbagi atas B taraf (tingkatan) dan faktor II terbagi atas K taraf. Pasangan hipotesis yang akan diuji : H0 : kedua faktor bebas statistik (tidak ada hubungan,pengaruh, perbedaan) H1 : kedua faktor tidak bebas statistik (ada hubungan, pengaruh, perbedaa) Statistik yang digunakan:
χ 2 = ∑∑
i =1 j =1 B K

(O ij − E ij ) 2 E ij

Dengan : Eij = (nio x n0j )/n nio = jumlah baris ke-i noj = jumlah kolom ke-j

menengah. rendah.2 dan super market 1. Misalkan tingkat pendapatan terbagi atas taraf (tingkatan) tinggi.2 117 76 276 37.99) (6) = 16. sedangkan kelas pasar terbagi dalam taraf (tingkatan) pasar tradisional 1.5 47 Menengah 54.01 dan dk = (3-1)(4-1) = 6 didapat χ2 (0.2 135 38. H0 : tidak ada hubungan tingkat pendapatan dengan kelas pasar tempat mereka berbelanja 2. H1 : ada hubungan tingkat pendapatan dengan kelas pasar tempat mereka berbelanja 3. Untuk itu diambil sampel sebanyak 668 orang dan hasilnya sbb : Kelas Pasar Tradisi 2 Super 1 71 12 163 38 42 85 Tinggi Tingkat Pendapatan Menengah Rendah Tradisi 1 56 47 14 Super 2 35 62 43 Dengan α = 0.3 14 Rendah Jumlah 32. perhitungan Kelas Pasar Tradisi Super Tradisi 1 2 1 56 71 12 Tinggi Tingkat Pendapatan 30.5 140 128. α = 0. apa kesimpulan yang diperoleh ? Jawab 1. Misalkan χ2 ≥ χ2 (1-α) {(B-1) (K-1)} daftar distribusi chi kuadrat dengan dk = (B-1)(K-1).01 4.2. ingin diteliti apakah ada hubungan tingkat pendapatan dengan kelas pasar tempat mereka berbelanja.01 .2 38 36.9 163 35. daerah kritis dengan α = 0. dalam hal lainnya terima H0.6 85 65.1 42 62.0 43 184 668 71.8 5.Tolak H0 jika Contoh 1.5 62 310 Super 2 35 Jumlah 174 .

1) 2 (43 − 38. Misalkan ingin diteliti apakah ada pengaruh agama yang dipeluk terhadap ketaatan menjalankan ibabah.816 3 nampak bahwa derajat hubungan cukup besar.9 E13 = (174x135)/668 = 35.6 E24 = (310x117)/668 = 65 Agar memudahkan perhitungan nilai E ij ini dimasukkan dalan tabel sebelah (56 − 30.1 38.5) 2 + + + = 144. Makin dekat C dengan C maks makin besar derajat hubungan antar faktor. bawah χ2 = E21 = (310x117)/668 = 54.5) 2 + + + 30.9 35. Kesimpulan.12 lebih dari χ2 tabel = 16.5 E12 = (174x276)/668 = 71.12 144.5 ( 47 − 54. Contoh 2.5 6.2 36. χ2 hitung = 144.3) 2 (163 − 128. Pada contoh di atas C = 144.1 E23 = (310x135)/668 = 62. Hasil penelitian disajikan dalam tabel berikut : Taat Tidak taat Jumlah Kristen 182 154 336 Islam 213 138 351 Budha 203 110 313 Jumlah 598 402 1000 Dengan taraf signifikan 5% apa kesimpulan yang diperoleh ? .2) 2 ( 35 − 36.5) 2 ( 71 − 71.E11 = (174x117)/668 = 30.3 E22 = (310x276)/668 = 128. kemudian dibandingkan harga C χ +n 2 maksimum dengan rumus C maks = m −1 dengan m harga minimum antara m banyak baris B dan banyak kolom K.5 dan begitu seterusnya. Selanjutnya untuk mengetahui derajat kontingensi dengan rumus C = χ2 .12 54.8 jadi disimpulkan ada hubungan hubungan digunakan koefisien antara tingkat pendapatan dengan kelas pasar tempat orang berbelanja.3 128. dan tidak taat. Misalkan tingkat ketaatan dibagi dalam dua kategori yaitu taat. dan C maks = 3 −1 = 0.9) 2 (12 − 35.2 + 668 = 0.5 71.421 . Islam dan Budha. sedangkan agama terdiri dari Kristen.2 E14 = (174x117)/668 = 36.

sehingga rumusnya berubah menjadi : χ2 = n ( ad − bc − 1 / 2n) 2 (a + b)(a + c)(b + d )(c + d ) .05 dan dk = (2-1)(3-1) = 2 didapat χ2 (0.9 E13 = (598x313)/1000 = 187.8) 313 Jumlah 598 402 1000 (2) agama yang dipeluk dengan ketaatan = 5.9) 154 (135.1 141.1) 351 Budha 203 (187.8 Islam 213 (209.9) 138 (141.8) 2 + + 135.9) 2 ( 203 − 187.856 lebih dari χ2 tabel = 5.2) 110 (125.99 Taat Tidak taat Jumlah χ2 = (182 − 200. Metode Khusus untuk daftar Kontingensi 2x2 Jika ukuran taraf tiap faktor hanya 2 atau diperoleh daftar kontingensi 2x2 ada koreksi Yates untuk rumus chi kuadrat di atas.1 E13 = (402x313)/1000 = 125. perhitungan E11 = (598x336)/1000 = 200. H0 : tidak ada pengaruh agama yang dipeluk dengan ketaatan menjalankan ibadah H1 : ada pengaruh menjalankan ibadah 3.9) 2 ( 213 − 209. B.1) 336 E11 = (402x336)/1000 = 135.9 E12 = (598x351)/1000 = 209.1 E12 = (402x351)/1000 = 141. daerah kritis dengan α = 0.05 4.Jawab 1.1) 2 (138 − 141.99 sehingga H0 ditolak jadi disimpulkan ada pengaruh agama yang dipeluk terhadap ketaatan menjalankan ibadah. 2.2 Kristen 182 (200.9 187 (154 − 135.1) 2 (110 − 125.856 6.95) 5.2) 2 + + 200.1 125. Kesimpulan χ2 hitung = 7.9 209. α = 0.8 = = 7.

32 kurang dari χ2 tabel = 3. Uji normalitas Dalam pengujian hipotesis semua data diasumsikan berdistribusi normal. Berikut data pengumpulan pendapat siswa tentang pendapat mereka terhadap dua guru yang mengajar mereka. sehingga banyak persoalan dapat diselesaikan lebih mudah dan cepat. c.84 sehingga H0 diterima. b.dengan a. agar dapat memakai rumus-rumus statistik yang ada jadi uji normalitas sangat diperlukan saat pengujian hipotesis (terutama jika data kurang dari 30). Untuk menguji data berdistribusi normal digunakan statistik chi kuadrat. Misalkan pendapat dibedakan menjadi senang dan tidak senang.32 (1) daerah kritis dengan α = 0. C. apakah ada perbedaan pendapat siswa tentang kedua gurunya ? Jawab. .05 dan dk = 1 didapat χ2 (0. jadi disimpulkan tidak ada perbedaan pendapat siswa tentang kedua gurunya tersebut. Setelah diberi angket hasilnya disajikan dalam tabel berikut :. Disamping hal tersebut dengan data berdistribusi normal telah melancarkan beberapa teori dan metode.95) χ2 hitung = 3. Guru A B Jumlah Pendapat Senang Tidak senang 37 22 18 7 55 29 Jumlah 59 25 84 Ujilah. χ = 2 84( 37 x 7 − 22 x18 − 42) 2 59 x 25 x 55 x 29 = 0.84 = 0. dan d dalam tabel berikut : Faktor kedua Taraf 1 Taraf 2 a b c d a+ c b+d Jumlah a+b c+d n Faktor kesatu Taraf 1 Taraf 2 Jumlah Tolak H0 jika χ2 ≥ χ2 (1-α) (1) Contoh 3.

Luas dibawah kurva normal untuk s (4) F 7 10 16 23 21 17 6 100 Ujilah. Misalkan pengukuran tinggi mahasiswa tingkat pertama dilakukan dan diambil sebuah sampel acak berukuran 100.5 dan 144. α = 0. sehingga frekuensi teoritik interval kesatu = 100 x 0. daerah kritis dengan α = 0. Selanjutnya ditentukan batasbatas kelas interval untuk menghitung luas dibawah kurva normal.8 dengan s = 8. perhitungan Telah dihitung x = 157.05 4.64. Untuk uji normalitas data harus disusun dalam daftar distribusi frekuensi. 3. 2. Contoh 4. dan diperoleh tabel berikut : .05 dan dk = k .4495 = 0. 1.4881. Kelas interval kesatu dibatasi oleh 139.3 = 4 didapat χ2 (0.95) 5. kelas interval yang lain dihitung dengan jalan yang sama. (rumus Z = xi − x ). dan dicatat dalam daftar distribusi frekuensi berikut : Tinggi (cm) 140 – 144 145 – 149 150 – 154 155 – 159 160 – 164 165 – 169 170 . Catatan.09.(O i − E i ) 2 χ =∑ Ei 2 dengan Ei frekuensi harapan.0386.174 Jumlah Jawab.26 dan -1.0386 = 3.9.5 diubah dalam angka standart Z yaitu -2.3 = 7 . apakah data dari populasi berdistribusi normal ? H0 : data berdistribusi normal H1 : data tidak berdistribusi normal = 9. Oi frekuensi pengamatan Tolak H0 jika χ2 ≥ χ2 (1-α) (k-3) dengan k banyak kelas interval /kelompok.0.488 interval kesatu = 0.

27 21. Untuk itu diambil sampel sebanyak 200 siswa dari empat sekolah yang berbeda yaitu SMP Negeri.2) 2 + + + 3.2 ( 21 − 21.5 χ2 = -2.4) 2 (17 − 13.21 +0.5 174.4 13.03 -0. Nilai ketaatan dibedakan menjadi 3 yaitu skor 0 s.5 144.5 169.5 164.2 21.26 -1.1 18.2423 0.5 149.4) 2 + + = 4.1 18.9 10.41 +0. .4 7 10 16 23 21 17 6 (7 − 3.d 7 sedang. Tugas 1.0) 2 (6 − 5.488 sehingga H0 diterima.0538 3.9 24.4 13.0 5.4 = 6.0 5.0386 0. 4 s.d 3 tidak taat.9) 2 (10 − 10.5 159.45 +2.9) 2 ( 23 − 24.Batas kelas (X) Z unutk batas kelas Luas tiap interval Frekuensi diharapkan (Ei) Frekuensi pengamatan(Oi) 139.1) 2 (16 − 18.9 24. Misalkan ingin diteliti apakah ada pengaruh lamanya menonton TV perminggu dengan hasil ujian tengah semester Agama di suatu sekolah.64 -1.1894 0.06 0.1010 1. Setelah dilaksanakan penelitian hasilnya disajikan dalam tabel berikut : SMP Negeri SMP Swasta Mts Negeri Mts Swasta Tidak taat 20 15 10 5 Sedang 25 20 30 30 taat 10 10 12 13 Dengan taraf signifikan 5%.83 +1. Kesimpulan χ2 hitung = 4.2135 0. dan 8 s.27 kurang dari χ2 tabel = 9.5 154.d 10 taat. apa kesimpulan yang diperoleh ? 2. SMP Swasta dan Mts swasta kemudian diamati dengan lembar observasi dengan skor terendah 0 dan skor tertinggi 10.9 10. Mts Negeri.. Misalkan ingin diteliti apakah ada pengaruh jenis sekolah terhadap ketaatan menjalankan ibadah. jadi disimpulkan data berdistribusi normal.1298 0.

apa kesimpulan yang diperoleh ? 3.untuk itu diambil sampel acak berukuran 50 dan hasil pengamatan disajikan dalam tabel berikut : 0–3 3 5 7 Nilai pelajaran agama 4-6 7-8 5 10 6 8 7 7 9 – 10 6 4 3 Dibawah 10 jam 10 – 20 jam Diatas 20 jam Dengan taraf signifikan 5%. Ingin diteliti apakah ada hubungan tingkat pendidikan dengan tempat menyimpan uang di Bank. apa kesimpulan yang diperoleh ? . kemudian diamati sebelum dan sesudah pesantren dilakukan dengan lembar observasi dengan skor terendah 0 dan skor tertinggi 10. Sebuah sampel telah diambil dan hasil pengamatannya disajikan dalam tabel berikut : Lulusan PT Lulusan non PT Bank Pemerintah 60 30 Bank Swasta 20 40 Dengan taraf signifikan 5% . Skor hasil pengamatan disajikan dalam tabel berikut : 0–3 ( tidak taat ) 46 48 4–7 ( sedang ) 10 12 8 – 10 ( taat ) 15 19 Sebelum pesantren Sesudah pesantren Dengan taraf signifikan 5%. Untuk itu diambil sebuah sampel dan setelah diberi angket hasilnya disajikan dalam tabel berikut : Berita Film lepas Sinetron Komedi Dokter 17 23 12 6 Pengacara 23 14 26 12 Dosen 10 17 18 23 Bisnis 30 26 14 11 Dengan taraf signifikan 5% . Misalkan ingin diteliti apakah ada pengaruh pesantren ramadhan terhadap ketaatan menjalankan ibadah di suatu sekolah. Untuk itu diambil sampel sebanyak 150 siswa. apa kesimpulan yang diperoleh ? 4. Ingin diteliti apakah ada hubungan profesi pekerjaan dengan jenis acara TV yang ditonton. apa kesimpulan yang diperoleh ? 5.

kemudian ujilah apakah data tersebut berasal dari populasi yang berdistribusi normal ? .6. Ambilah sebarang data kuantitatif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful