BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Sistem Hidrolik sebetulnya sudah banyak dikenal di masyarakat dan tidak sedikit kita menemukan alat tersebut. Sistem Hidrolik mempunyai fungsi yang sangat berperan penting bagi masyarakat terutama bagi mereka yang memiliki kendaraan berat, karena apabila mereka menggunakan Sistem Hidrolik akan terasa mudah dalam melakukan pekerjaannya. Selain itu juga sistem hidrolik banyak digunakan di tempattempat pencucian mobil yaitu untuk mengangkat beban yang berat. Kompresor secara sederhana bisa diartikan sebagai alat untuk memasukkan udara dan atau mengirim udara dengan tekanan tinggi. Kompresor bisa kita temukan pada alat pengungkit, kendaraan roda empat, pendingin ruangan, lemari es serta alatalat mengengkat beban yang menggunakan tekanan untuk mengangkatnya. Sekalipun sama-sama sebagai alat untuk memasukkan dan mengisi udara dengan tekanan tinggi, pada masing-masing peralatan yang berbeda, cara kerja kompresor pun bisa berbeda pula.

B. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan dari penulisan makalah ini selain untuk memenuhi tugas dari pelajaran yaitu supaya kami mengetahui pengertian Kompresor dan Sistem Hidrolik, Manfaat dan macam-macam Kompresor dan Sistem Hidrolik.

BAB II PEMBAHASAN

A. HIDROLIK 1. Pengertian Sistem Hidrolik Sistem hidrolik merupakan suatu bentuk perubahan atau pemindahan daya dengan menggunakan media penghantar berupa fluida cair untuk memperoleh daya yang lebih besar dari daya awal yang dikeluarkan. Dimana fluida penghantar ini dinaikan tekanannya oleh pompa pembangkit tekanan yang kemudian diteruskan ke silinder kerja melalui pipa-pipa saluran dan katup-katup. Gerakan translasi batang piston dari silinder kerja yang diakibatkan oleh tekanan fluida pada ruang silinder dimanfaatkan untuk gerak maju dan mundur. 2. Dasar-dasar Sistem Hidrolik a. Hukum Pascal Prinsip dasar sistem hidrolik berasal dari hukum pascal, dimana tekanan dalam fluida statis harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:    Tekanan bekerja tegak lurus pada permukaan bidang. Tekanan disetiap titik sama untuk semua arah. Tekanan yang diberikan kesebagian fluida dalam tempat tertutup, merambat secara seragam ke bagian lain fluida. Sebagai contoh; gambar dibawah memperlihatkan dua buah silinder berisi cairan yang dihubungkan dan mempunyai diameter berbeda. Apabila beban W diletakan disilinder kecil, tekanan P yang dihasilkan akan diteruskan kesilinder besar (P = W\\a, beban dibagi luas penampang silinder). Menurut hukum ini, pertambahan

tekanan sebanding dengan luas rasio penampang silinder kecil dan silinder besar, atau W = PA = wA/a. Fluida Dalam Pipa Menurut Hukum Pascal

Dari gambar di atas sesuai dengan hukum Pascal, dapat diperoleh persamaan sebagai berikut: Dimana: F1 = Gaya masuk ( N ) F2 = Gaya keluar ( N ) A1 = Jari-jari piston kecil (mm) A2 = Jari-jari piston besar (mm) Dari persamaan di atas dapat diketahui besarnya F dipengaruhi oleh besar kecilnya luas penampang dari piston A1 dan A2 Dalam sistem hidrolik, hal ini dimanfaatkan untuk merubah gaya tekan fluida yang dihasilkan oleh pompa hidrolik untuk menggerakan silinder kerja maju dan mundur. Daya yang dihasilkan oleh silinder kerja hidrolik, lebih besar dari daya yang dikeluarkan oleh pompa. Besar kecilnya daya yang dihasilkan oleh silinder hidrolik dipengaruhi besar kecilnya luas penampang siinder kerja hidrolik. b. Viskositas Apabila fluida melakukan gerakan, suatu gaya yang melawan gerakan ini bekerja sepanjang lapisan batas fluida. Ini dinamakan viskositas (kekentalan) fluida. Stress friksi (tegangan gesekan) τ yang bekerja pada lapisan batas sebanding dengan garis

= 1.p.s/cm2 dikonversikan ke satuan c.s.s. dengan rumus berikut: 1 c.p) Satuan teknik kgf. ialah m2/s. .1 g/cm. S dinamakan 1 poise (p). Ini diperoleh dengan membagi viskositas dengan densitas yang sesuai ρ. 1 cm/s (cm/second) disebut juga 1 stroke (st) 1/100 st sama dengan 1 sentistroke (cSt). dan dinamakan koefisien viskositas (viskositas).grade kecepatan dari lapisan bersebelahan (du/dy) seperti ditunjukan digambar 1-2 dan dinyatakan dengan rumus berikut: Angka proposional dalam rumus berubah tergantung dari tipe.s/cm2 dan dalam satuan c. 1/100 (p) = 1 senti poise (c. Satuan teknik dari viskositas ialah kgf. u Atau ν =ρ Satuan untuk viskositas dinamika ν.p. baik untuk satuan teknik maupun c. suhu dan tekanan fluida.02 x 10-4 kgf.g.g. Viskositas dinamika ditentukan dengan mengukur waktu (detik) yang diperlukan bagi aliran gravitasi dari suatu jumlah tertentu fluida dengan viscometer.s adalah g/cm.s/m2 Karena fluida berubah viskositas dan densitasnya dengan perubahan tekanan satuan viskositas dinamika ν yang dipakai.

6E(1-) c. 3. Kondisi yang demikian mengakibatkan silinder kerja hanya bisa melakukan satu gerakan. B = 180 untuk SUS. Ada dua type silinder kerja yang digunakan dalam sistem hidrolik. ujung batang piston harus didesak oleh tenaga mekanis. di Prancis dan Jerman dipakai Englerdegree. dimana fluida akan mendesak piston untuk melakukan gerak maju dan mundur. Sedangkan untuk kembali ke posisi semula. Silinder kerja jenis ini hanya memiliki satu ruang fluida kerja didalamnya. dan di Inggris Redwood Seconds. B = 171 untuk Rewood Seconds). Konversi SUS dan Redwood Seconds ke centi-stroke adalah sbb: Bν = At ? c S. di Amerika SUS (Saybolt Universal Secconds) atau SSU (Saybolt Seccond Universal). t t Dimana t aalah jumlah seconds di masing-masing viskositas. Silinder Kerja Silinder kerja merupakan komponen utama yang berfungsi untuk merubah dan meneruskan daya tekanan fluida. dan A = 0. yaitu: 1) Silinder kerja single acting. Komponen-komponen Penyusun Sistem Hidrolik a. 2) Silinder Kerja Double Acting.22.26.St 2E Dimana E adalah Engler degree. Konversi Engler degree ke centi-stroke aalah sbb: 1ν = 7. . da A dan B adalah koefisien di masing-masing viskositas (A = 0. yaitu ruang silinder di atas atau di bawah piston.Kalau di Jepang umumnya dipakai satuan centi-stroke.

Adapun fungsi yang lain sebagai pelumas. yaitu ruang silinder diatas dan dibawah piston. Konstruksi tersebut. Hanya saja. Fluida Kerja. meredam getaran dan suara. meskipun terjadi perubahan temperatur dan tekanan kerja. 2) Harus memiliki ketahanan yang tinggi terhadap putusnya lapisan film. ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan : 1) Fluida kerja harus memiliki sifat-sifat pelumas yang baik. silinder kerja memungkinkan untuk dapat melakukan gerakan bolak-balik. Di dalam melakukan pemilihan fluida kerja. Silinder Kerja Double Acting b.Silinder kerja double acting adalah silinder kerja yang memeiliki dua buah ruang fluida didalam ruang silinder. media penghilang kalor yang timbul akibat tekanan yang ditingkatkan. Dalam sistem hidrolik fluida merupakan komponen utama yang berfungsi sebagai media penghantar energi. . 3) Fluida kerja harus tetap stabil dan tidak kehilangan sifat kimiawinya. karena sebagian ruangnya tersita oleh batang piston. ruang fluida diatas piston lebih kecil dibading ruang fluida dibawah piston. dapat mempertahankan sifat kimiawinya walaupun terjadi perubahan tekanan dan temperatur kerja.

demikian juga pada pipa-pipa dan nepel.3 cm2. 14) Memiliki titik nyala yang tinggi. 13) Praktis. Dengan demikian fluida dapat secara singkat mengadakan kontak dengan bagian yang mempunyai temperatur lebih dari 100 derajat. 12) Tahan terhadap proses penuaan. 9) Kadar zat padat yang ada dalam fluida kerja hanya diperboehkan dalam jumlah yang terbatas. 6) Fluida kerja hanya boleh membentuk emulsi dengan sedikit air saja (paling banyak 1% ) agar tidak mengalami perubahan sifat yang terlampau banyak. tiodak boleh bergantung pada temperatur. . Pipa Saluran Minyak Pipa merupakan komponen penting dari sebuah sistem hidrolik yang berfungsi meneruskan fluida kerja bertekanan tinggi dari pompa pembangkit tekanan kesilinder kerja.4) Fluida kerja harus memeiliki fiskositas yang merata. c.2 sampai 0. 5) Tegangan permukaan minyak tidak boleh terlalu besar. 10) Fluida kerja harus dapat melindungi bagian komponen system hodrolik dari korosi. 15) Titik bekunya harus rendah. 8) Fluida kerja harus memiliki kalor jenis yang tinggi. tidak boleh menyerap dan menahan udara yang menyebabkan terbentuknya buih. 7) Pada temperatur kerja tidak boleh terbentuk uap yang merugikan. agar terbentuknya buih dapat dibatasi. fluida kerja tidak boleh telampau cepat teroksidasi. 11) Pada saat pemanasan. Artinya fuida tersebut harus mempunyai nilai fiskositas yang menguntungkan yaitu antara 0.

 Pipa Saluran Fluida Hidrolik Rigid. 2) Koefisien gesek dari dinding bagian dalam pipa harus sekecil mungkin.  Pipa Saluran Fluida Hidrolik Flexible. Saluran ini dibuat tetap dan tidak bisa dibongkar ataupun dipasang. 7) Tahan terhadap korosi. Saluran fluida tetap merupakan saluran yang tidak bisa diganti dengan saluran yang lain. untuk menghubungkan bagian sistemyang sulit digunakan penghubung dengan cabang dan bentuk yang . Saluran flexible banyak digunakan untuk menghubungkan bagian system hidrolik yang dapat bergerak secara bebas. 6) Berumur relatif panjang. Biasanya saluran ini digunakan pada bagian yang mempunyai tekanan fluida tinggi dan memerlukan kekuatan yang besar. 5) Tahan terhadap perubahan cuaca. Pipa yang terbuat dari aluminium baja dan tembaga biasanya banyak yang digunakan untuk saluran fluida hidrolik.  Pipa Saluran Fluida Hidrolik Semi Rigid. Saluran semi rigid digunakan pada bagian sistem yang tidak bergerak dalam jarak saluran sedang. Saluran inidapat dibongkar dan dipasang kembali tetapi memerlukan ketelitian khusus dalam menangani kerapatan sambungan untuk mencegah kebocoran pada tiap sambungan. 4) Tahan terhadap perubahan tekanandan suhu. 3) Dapat menyalurkan panas dengan baik.Mengingat fluida kerja yang dihasilkan dari pompa ke silinder kerja bertekanan tinggi. maka pipa saluran minyak harus memiliki syarat: 1) Mampu menahan tekanan yang tinggi dari fluida.

dan akan menutup kembali setelah tekanan fluida turun lebih kecil dari tekanan pegas katup. Katup pengatur tekanan berfungsi membatasi atau mengurangi tekanan fluida dalam sirkuit. katup berfungsi mengatur tekanan dan aliran fluida kesilinder kerja. Katup (valve). Cara kerja katup ini berdasarkan kesetimbangan antara gaya pegas dengan gaya tekan fluida. . d) Relief valve. Dalam kerjanya. d. katup akan membuka bila tekanan fluida dalam suatu ruang lebih besar dari tekanan pegas katupnya. Menurut pemakaianya. c) Presure reducing valve. b) Sequence valve.bervariasi. Dalam sistem hidrolik. Katup Relief 2) Katup Pengatur Jumlah Aliran. Saluran ini dapat dibongkar dan dipasang dengan mudah dalam suatu sistem hidrolik. katup dibagi menjadi tiga macam: 1) Katup pengatur tekanan. a) Flow kontrol valve with by pass.

Misalnya. Katup Pengatur Jumlah Aliran 3) Katup Pengatur Arah Aliran. Jumlah aliran fluida yang mengalir melalui katup ini dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan aliran yang diperlukan dengan mengatur kecepatan alirnya. Pada dasarnya pemberian nama katup ini tergantung dari . variabel restriction valve. Menurut jumlah saluran dan kedudukan katup pengatur aliran ini ada bermacam-macam. Dari fungsi ini dapat diambul kesimpulan. bahwa kecepatan gerak piston tergantung dari jumlah fluida yang masuk kedalam ruang silinder dibawah piston tiap satuan waktunya.Katup pengatur jumlah aliran adalah sebuah katup yang berfungsi untuk mengatur kapasitas aliran fluida dari pompa kesilinder juga untuk mengatur kecepatan aliran fluida dan kecepatan gerak piston dalam silinder. Fungsi dari katup ini untuk mengarahakan atau mensuplai fluida dari pompa kesilinder dan mengalirkan kembali fluida tersebut dari silinder ke tangki reservoir. Ini hanya mampu dilakuakan dengan cara mengatur jumlah aliran fluidanya. Katup pengatur arah arah aliran merupakan sebuah saklar untuk memulai dan mengakhiri suatu gerakan dari silinder.

banyaknya saluran dan banyaknya kedudukan katup tersebut. Katup 4/2 . sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut: a/b dimana : a = Jumlah saluran b = Jumlah kedudukan Contoh: Katup 2/2. terdapat empat buah saluran fluida untuk tiap kedudukanya mempunyai dua kedudukan. terdapat dua buah saluran fluida untuk tiap kedudukannaya mempunyai dua kedudukan. Katup 2/2 dan 3/2 Katup 4/2. terdapat tiga buah saluran fluida untuk tiap kedudukanya mempunyai tiga kedudukan. Katup 3/2.

Tekanan lebih besar akan menyebabkan belokan radius lebih besar pula. Gerakan perpanjangan . dalam hal ini fungsi dari unsur tersebut dipenuhi oleh pompa hidrolik. Prinsip kerja alat iniditemukan oleh Bourdon. 1) Filter tangki tanpa rumah Filter tangki ini dibuat dari alloy ringan yang dilapisi spesial treated aluminium atau bungkusan kawat-kawat stainless. Pompa Permulaan pengendalian dan pengaturan sistem hidrolik terdiri satu unsur pembangkit tekanan.e. Fluida masuk pengatur tekanan melalui saluran P. g. Pompa menerima tenaga mekanis dari luar berupa putaran yang dihasilkan oleh motor penggerak. Dengan adanya filter. Filter ditempatkan dalam tangki pada saluran masuk pada pompa. f. Filter Filter berfungsi menyaring kotoran–kotoran dari minyak hidrolik dan diklasifikasikan menjadi filter saluran yang dipakai saluran bertekanan. Jadi. Manometer Biasanya pengatur tekanan dipasang dan dilengkapi dengan sebuah alat yang dapat menunjukan besar tekanan fluida yang keluar. Tekanan didalam pipa yang melengkung Bourdon (2) menyebabkan pipa memanjang. 2) Filter tangki dengan rumah Elemen filter berada dalam rumahnya dan dapat diperiksa dengan mudah. diharapkan efisiensi peralatan hidrolik dapat ditinggikan dan umur pemakaian lebih lama. Ada yang dilengkapi dengan indikator dan limit switch supaya operator dapat mengecek kemampuan filter.

Kerja dari motor itu sendiri dengan bantuan arus AC yang diubah menjadi gerak putar pada motor. Syarat-syarat pembuatan pump unit: . motor.copling. Pengukur Tekanan (Manometer) Menurut Bourdon h. Akibat dari putaran ini menjadikan pompa bekerja. Jadi. Pump unit Pump unit adalah kombinasi tangki minyak.pipa tersebut diubah kesuatu jarum penunjuk (6) lewat tuas penghubung (3) tembereng roda gigi (4) dan roda gigi pinion (5). Tekanan pada saluran masuk dapat dibaca pada garis lengung skala penunjuk (7). Disamping itu control valve dan peralatan pelengkap dipakai sesuai kebutuhan. dan relief valve Pipa dan nepel saluran minyak fluida olie. prinsip pembacaan pengukuran tekanan manometer bekerja atas dasar analog. pompa. Motor Motor berfungsi sebagai penggerak utama dari semua komponen hidrolik dalam rangkaian ini. Coupling Fungsi utama adanya kopling adalah sebagai media penghubung meneruskan putaran yang dihasilkan oleh pompa penggerak untuk diteruskan ke pompa. j. i.

4) Kapasitas dan ukuran tangki minyak harus cukup besar untuk mempertahankan tingkat yang cukup dalam cycle operasi apapun. pembersih dapat dipasang dipipa udara. dan mencegah pressure drop berlebihan waktu pompa mengisap minyak. 4. 6) Plat pemisah harus dipasang antara pipa kembali dan pipa isap untuk memisahkan kotoran. karana telah diketahui dari beberapa kerusakan yang terjadi pada bidang-bidang luncur atau bidang luncur lingkaran bantalan yang disebabkan karana bidang-bidang tersebut tidak cukup . filter dan tutup dapat dipakai lubang di minyak. Sistem Pelumasan Pelumasan sangat penting dalam permesinan. dapat dibuat terlebih dahulu sistematik diagram rangkaian dengan menggunakan lambang komponen menurut standard internasional. Istilah dan Lambang dalam Sistem Hidrolik Dalam pembuatan rangkaian sistem hidrolik diperlukan banyak sekali komponen penyusun sehingga bila dilakukan langsung dalam lapangan akan memakan waktu yang lama dan sangat sulit. 3) Tangki minyak harus dilengkapi pipa udara (air vent) yang mempunyai pembersih (cleaner) minyak sehingga mengurangi tekanan yang timbul waktu minyak masuk.1) Tangki minyak harus dirancang untuk mencegah masuknya debu dan kotoran lain dari luar. Untuk mempermudah dalam pembuatan rangkaian sistem hidrolik. 2) Tangki minyak harus dapat dilepas dari unit utama untuk keperluan maintenance dan memastikan akurasinya. 5) Pipa kembali dan pipa isap pampa harus selalu dibawah level minyak. Contohnya. 5. supaya mudah dipahami oleh semua orang.

Viskositas atau kekentalan merupakan hal penting dari minyak pelumas. Pada bidang-bidang yang selalu bergesekan. a. sehingga lapisan minyak sangat tipis dan mudah mengalir. . perubahan temperatur dan perubahan tekanan. Minyak pelumas viskositas rendah maksudnya adalah minyak tersebut encer. menghindarkan keauasan. membuang panas yang timbul. cepat atau lambat akan terjadi panas dan apabila panas yang timbul tidak dikurangi selama pemakaian. Viskositas minyak pelumas dapat berubah karana kontaminan. untuk mengurangi kerusakan atau keausan perlu pelumasan yang baik. tetapi karana gerakan tadi didukung oleh tenaga mesin yang kuat maka kedua bidang yang sudah memuai tadi tetap bergerak walaupun gerakan tersebut agak sulit dan berat. Kalau sudah terjadi pemuaian seperti ini akan mengalami kesulitan dalam bergerak (meluncur/berputar). Minyak Pelumas ( lubbricating oil ) Minyak pelumas banyak digunakan pada mesin-mesin yang berfungsi untuk mengurangi gesekan. apabila komponen itu rusak maka perlu diganti. terutama dalam penggunaanya. maka lama-kelamaan bidang tersebut akan memuai.pelumasan. sehingga lapisan minyak sangat tebal dan sulit mengalir tetapi tahan terhadap beban yang berat. Kalau hal ini berjalan berlarut-larut akan timbul keausan yang cepat atau kerusakan yang parah dan kerusakan ini bisa menyebabkan komponen mesin rusak. memberikan perlindungan terhadap timbulnya karat dan juga untuk membersihkan permukaan benda yang bergesekan. Minyak pelumas viskositas tinggi maksudnya adalah minyak tersebut kental.

berdasarkan angka indeks yang disebut SAE (Society of Automotive Engineer) yang terdapat di USA. Cara Kerja Cara kerja sistem hidrolik stand menggunakan sebuah silinder penggerak ganda dengan gerak A+ .Jenis minyak pelumas ditentukan menurut kekentalannya. Minyak pelumas tipe ini digunakan pada peralatan mesin yang rentang temperatur lingkungan operasinya relatif pendek. SAE 20. A-. minyak pelumas SAE 10. Misalnya. Minyak pelumas tersebut antara lain : SAE 10 W-30. yaitu gerak silinder arah maju dan mundur. Minyak hidrolik ( hydrolik oil ) Minyak ini dipergunakan pada mesin-mesin perkakas yang menggunakan tenaga hidrolik. Minyak ini mempunyai kekentalan yang rendah dari minyak pelumas (lubbricating oil) dan sifat dari minyak hidrolik adalah: 1) Tahan terhadap kenaikan panas (yang relatif rendah). 2) Tidak berbusa (karana busa akan menurunkan tahanan). 2) Minyak pelumas peringkat ganda Minyak pelumas ini mempunyai karakteristik ganda. b. SAE 15 W-40 dan lain sebagainya. antara lain : 1) Minyak pelumas peringkat tunggal Minyak pelumas peringkat tunggal dapat diartikan minyak pelumas tersebut mempunyai karakteristik viskositas tunggal. SAE 40 dan lain sebagainya. SAE 30. 6. Minyak pelumas ini digunakan pada mesin yang rentang suhu operasi lingkungan relatif panjang. .

Bila hand valve ditekan. Dari saluran P2 dihubungkan ke hand valve melewati sambungan ‘T’yang mana. Selanjutnya tekanan fluida di teruskan ke relief valve. cara kerja rangkaian hidrolik stand adalah sebagai berikut: Saat motor listrik dihidupkan (dialiri arus AC).Skema Rangkaian Hidrolik Stand Secara spesifik. Adanya . keluar melalui saluran P kedua. Pada saat ini. Aliran fluida dari relief valve akan kembali ke tangki melalui saluran ‘T’ (by pass). saluran yang satu dihubungkan ke manometer untuk mengetahui besar tekanan yang mengalir dalam sirkuit dan saluran yang satunya lagi dihubungkan ke hand valve. Pada relief valve terdapat saluran P1. Putaran motor tersebut diteruskan ke coupling memutar poros pompa. Bila flow control valve diatur cekiknya maka fluida mendorong piston untuk bergerak maju. dihubungkan ke tangki. Pompa akan menghisap dan menekan fluida dari tangki melalui filter. dimana saluran P1 dari pompa . menjadi P ke B. Untuk saluran T relief valve. T dan P2. Bila hand valve dilepas. tekanan fluida yang tadinya dari P ke A. motor akan berputar. fluida akan berhenti karena hand valve belum bekerja. fluida dari saluran P relief valve diteruskan ke saluran P hand valve dan masuk melewati flow control valve lewat saluran A. menjadikan pompa bekerja.

7. sehingga hal ini dapat mengurangi kerja sistem hidrolik. menyebabkan piston untuk bergerak mundur. .perbedaan tekanan di depan dan belakang piston lebih besar didepan piston. Apabila menemui kejanggalan atau mungkin kerusakan maka perlu dilakukan perbaikan dan penyetingan. hal ini dapat menyebabkan kerja sistem hidrolik tidak maksimal misalnya. Perawatan dan Analisis Trouble Shooting pada Sistem Peraga Hidrolik Silinder Penggerak Ganda. a. Perawatan Sistem Hidrolik Kondisi sistem hidrolik dalam penggunaannya akan mengalami penurunan kondisi kwalitas kerjanya. Perawatan dapat dilakukan dengan memperhatikan pada gerakan sistem hidrolik yang mengatur gerak turun lengan utama. tetapi sebagian akan diisi oleh udara. Perawatan yang dilakukan untuk menjaga sistem hidrolik supaya tetap dalam kondisi baik adalah: 1) Menjaga kebersihan mesin Kebersihan mesin harus dijaga setiap sebelum sampai setelah mesin digunakan agar tidak terjadi kerusakan pada setiap komponen sistem hidrolik. maka pada saat piston menghisap fluida kedalam ruang silinder. Jumlah volume fluida hidrolik harus selalu diperhatikan. fluida yang masuk tidak berupa fluida semua. sehingga perlu adanya langkah-langkah perawatan untuk menjaga kwalitas kerja supaya tetap baik. 2) Menjaga jumlah volume fluida (minyak hidrolik). jika volume fluida kurang dari kebutuhan yang diperlukan.

sehingga dimungkinkan adanya perubahan penggeseran posisi. supaya tidak terjadi penyumbatan saluran pelumas yang dapat mengganggu jalannya proses pelumasan. Hal ini dilakukan supaya kebutuhan pelumasan dapat tercukupi setiap mesin melakukan kerja. . Penyetingan sebaiknya dilakukan setiap akan melakukan proses kerja supaya selalu dalam posisi sesuai dengan kebutuhan. Perawatan Sistem Pelumasan Perawatan sistem pelumasan dilakukan untuk menjaga supaya fungsi pelumas dapat bekerja dengan baik. b. kebersihan harus selalu diperhatikan supaya tidak ada kotoran yang dapat masuk dalam sistem pelumasan. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) Menjaga kebersihan mesin Seperti sistem hidrolik.3) Penyetingan katup pengendali aliran. 2) Waktu Pemberian Pelumas Pemberian dan waktu pelumasan dilakukan sesuai dengan instruksi pelumasan proses kerja. sehingga komponen mesin dapat terlindungi dari keausan akibat adanya gesekan logam dengan logam atau korosi akibat oksidasi dengan udara. Dalam penggunaannya selama proses kerja katup ini selalu melakukan bolakbalik. sehingga komponen mesin akan selalu dalam kondisi yang baik.

3. Sedangkan kompresor sentrifugal. Bagian Statis 1) Cassing Casing merupakan bagian paling luar kompresor yang berfungsi: . KOMPRESOR 1. Prinsip Kerja Kompresor Kompresor adalah peralatan mekanik yang digunakan untuk memberikan energi kepada fluida gas/udara. termasuk dalam kelompok kompresor dinamik adalah kompresor dengan prinsip kerja mengkonversikan energi kecepatan gas/udara yang dibangkitkan oleh aksi/gerakan impeller yang berputar dari energi mekanik unit penggerak menjadi energi potensial (tekanan) di dalam diffuser. 2.B. sehingga gas/udara dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain secara kontinyu. Bagian Utama Dan Fungsinya Kompresor terdiri dari beberapa bagian yang fungsinya satu dengan yang lain saling berhubungan.  Tekanan discharge dipengaruhi oleh density gas/udara. Penambahan energi ini bisa terjadi karena adanya gerakan mekanik. diantaranya adalah: a. dengan kata lain fungsi kompresor adalah mengubah energi mekanik (kerja) ke dalam energi tekanan (potensial) dan energi panas yang tidak berguna.  Kapasitas tersedia dari kecil sampai besar. Karakteristik Karakteristik kompresor sentrifugal secara umum sebagai berikut:  Aliran discharge uniform.  Mampu memberikan unjuk kerja pada efisiensi yang tinggi dengan beroperasi pada range tekanan dan kapasitas yang besar.

 Sebagai pelindung dan penumpu/pendukung dari bagian-bagian yang bergerak. . Karena berfungsi sebagai saluran gas masuk pada stage pertama. 3) Guide Vane Guide vane di tempatkan pada bagian depan eye impeller pertama pada bagian suction (inlet channel).  Sebagai tempat kedudukan nozel suction dan discharge serta bagian diam lainnya. 2) Inlet Wall Inlet wall adalah diafram (dinding penyekat) yang dipasang pada sisi suction sebagai inlet channel dan berhubungan dengan inlet nozle. Sebagai pelindung terhadap pengaruh mekanik dari luar. Fungsi utama guide vane adalah mengarahkan aliran agar gas dapat masuk impeller dengan distribusi yang merata. Berikut contoh gambar dari tipe radial split barrel dengan bentuk selongsong dan ditutup bagian depan-belakang (rear-front cover). maka meterialnya harus tahan terhadap abrasive dan erosi.

. Eye seal selalu berbentuk satu set ring logam yang mengelilingi wearing ring impeller.Konstruksi vane ada yang fixed dan ada yang dapat di atur (movable) posisi sudutnya dengan tujuan agar operasi kompresor dapat bervariasi dan dicapai effisiensi dan stabilitas yang tinggi. 4) Eye Seal Eye seal ditempatkan di sekeliling bagian luar eye impeller dan di tumpu oleh inlet wall. Berfungsi untuk mencegah aliran balik dari gas yang keluar dari discharge impeller (tekanan tinggi) kembali masuk ke sisi suction (tekanan rendah).

6) Labirinth Seal Labirinth seal digunakan untuk menyekat pada daerah:  Shaft dan diafragma sebagai shaft seal.  Casing dan shaft sebagai casing seal.5) Diffuser Diffuser berfungsi untuk merubah energi kecepatan yang keluar dari discharge impeller menjadi energi potensial (dinamis). 7) Return Bend Return bend sering juga disebut crossover yang berfungsi membelokan arah aliran gas dari diffuser ke return channel untuk masuk pada stage/impeller . Untuk multi stage dipasang diantara inter stage impeller.

8) Return Chanel Return channel adalah saluran yang berfungsi memberi arah aliran gas dari return bend masuk ke dalam impeller berikutnya. Return bend di bentuk oleh susunan diafragma yang dipasang dalam casing. Dengan pemasangan diafragma secara seri. Return channel ada yang dilengkapi dengan fixed vane dengan tujuan memperkecil swirl (olakan aliran gas) pada saat masuk stage berikutnya sehingga dapat memperkecil vibrasi. akan terbentuk tiga bagian .berikutnya. 9) Diafragma Diafram adalah komponen bagian dalam kompresor yang berfungsi sebagai penyekat antar stage dan tempat kedudukan eye seal maupun inter stage seal.

Untuk penempatan impeller pada shaft di gunakan pasak (key) dan pada multi stage. Bagian Dinamis 1) Shaft and Shaft Sleeve Shaft atau poros transmisi digunakan untuk mendukung impeller dan meneruskan daya dari pengerak ke impeller. . dan return channel. return bend. b. posisi pasak di buat selang-seling agar seimbang. Diafragma ditempatkan didalam casing dengan hubungan tongue-groove sehingga mudah dibongkar pasang.penting. yaitu diffuser.

erosi dan abrasi dari aliran dan sifat gas dan untuk penempatan shaft seal diantara stage impeller. 3) Bantalan (Bearing) Bearing adalah bagian internal kompresor yang berfungsi untuk mendukung beban radial dan aksial yang berputar dengan tujuan memperkecil gesekan dan mencegah kerusakan pada komponen lainnya. Karena adanya perubahan jari-jari dari sumbu putar antara tip sudu masuk dengan tip sudu keluar maka terjadi kenaikan energi kecepatan. Thrust bearing Digunakan untuk mendukung beban kearah aksial (sejajar poros). 2) Impeller Impeller berfungsi untuk menaikan kecepatan gas dengan cara berputar. 4) Oil Film Seal Oil film seal merupakan salah satu jenis seal yang digunakan dalam kompresor. Pada kompresor sentrifugal terdapat dua jenis bearing. Pada seal jenis ini diinjeksikan minyak (oil) sebagai penyekat/perapat (seal oil) antara kedua seal ring yang memiliki clearence sangat kecil terhadap . yang berfungsi sebagai pelindung shaft terhadap pengaruh korosi.  2. sehingga menimbulkan gaya. Hal ini menyebabkan gas masuk/mengalir dari inlet tip (eye impeller) ke discharge tip. Oil film seal terdiri dari satu atau dua seal ring.Sedangkan jarak antar stage dari impeller di gunakan shaft sleeve. yaitu:  Journal bearing Digunakan untuk mendukung beban dengan arah radial (tegak lurus poros).

Dengan sistem overhead tank. Tekanan masuk seal oil dikontrol secara proporsional berdasarkan perbedaan tekanan sekitar 5 psi diatas tekanan internal gas dan perbedaan tekanan oil-gas selalu dipertahankan. maka untuk mempertahankan perbedaan tekanan antar seal oil dan gas dapat sesuai dengan kondisi operasi. kemudian tekanan gas stream dimasukan kedalam tanki melalui bagian atas (top) sehingga memberikan tekanan pada permukaan seal oil. sehingga perbedaan tekanan oil-gas proses dapat dipertahankan konstan. maka head static seal oil secara otomatis dapat menyesuaikan dengan kondisi operasi kompresor. digunakan overhead tank. Sehubungan dengan kondisi operasi tidak selalu konstan.shaft. Sistim overhead tank adalah memasang tanki penampung seal oil dengan ketinggian tertentu diatas kompresor dan level seal oil dalam tanki dikontrol melalui level control operated valve. .

Faktor penghambat 1) Kurangnya pengetahuan penulis tentang system kerja hidrolik dan kompresor. B. . C. 2. dan 4. Pelajar mengetahui prinsip kerja hidrolik.BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN 1. Pelajar dapat mengetahui komponen-komponen system kerja hidrolik. Pelajar mengetahui cara kerja system hidrolik. 2. FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT 1. 3. 2. 2) Banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Faktor pendukung 1) Adanya fasilitas internet yang membantu dalam pencarian bahan untuk pembuatan tugas ini. Dengan pembuatan tugas ini pelajar dapat mengetahui kerusakan pada system kerja hidrolik dan kompresor beserta penyebab dan cara mengatasinya. Pelajar mengetahui fungsi pada masing-masing komponen. 3. Dengan pembuatan tugas ini pelajar dapat mengetahui prinsip kerja pada system kerja hidrolik dan kompresor beserta aplikasinya. MANFAAT 1. Dengan pembuatan tugas ini pelajar dapat mengetahui fungsi setiap komponen system kerja hidrolik dan kompresor.

SARAN Sebagai pelajar dirasakan pendalaman prinsip dasar system hidrolik dan kompresor sangat penting. itu akan sangat membantu pelajar dalam pencapaian ilmu yang di tuntut. terlebih lagi jika ditunjang dengan fasilitas praktek yang memadai. .D.

html Di akses tanggal 13 Mei 2013 Sularso dan Tahara.blogspot.anneahira. Pemakaian dan Pemeliharaan.com/2010/08/pengertian-kompresor.html.blogspot. acces on 13 Januari 2013 .html. [on line] available at: http://maintenance-group. acces on 13 Januari 2013 Anonim.DAFTAR PUSTAKA http://joborkerja. Kompresor. 2000. Pengertian Kompresor. H. Muhammad Subhan. acces on 13 Januari 2013 at: Budi Hendarto Wijaya. Pompa dan Kompresor Pemilihan. (2010). [on line] available http://www.htm. Jakarta.com/kompresor. Pradnya Paramita.com/2010/09/komponen-utamacompressor-dan-fungsinya. Komponen-Komponen Kompresor. (2013). (2010).blogspot.com/2008/02/mengenal-kompresor-kompressorcompresor. [on line] available at: http://muhsub.