P. 1
24753579-METABOLISME-KARBOHIDRAT.pdf

24753579-METABOLISME-KARBOHIDRAT.pdf

|Views: 430|Likes:
Published by Nurul Hasanah Halim

More info:

Published by: Nurul Hasanah Halim on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/24/2015

pdf

text

original

METABOLISME KARBOHIDRAT

I. PENDAHULUAN Karbohidrat merupakan sumber. Energi utama bagi organisme hidup. Manusia menggunakan pati sebagai nutrien utama. Pati yang dapat berasal dari beras, jagung, gandum, singkong, ubi sagu dan lain-lain merupakan polimer dari glukosa yang disintesis oleh tumbuhtumbuhan bagi cadangan energi/makan bagi tumbuh-tumbuhan tersebut. Pada hewan dan manusia, karbohidrat disimpan dalam bentuk glikogen, terutama dihati (2-8%) dan otot (0.5-1%). Glikogen hati terutama berguna bagi untuk mempertahankan agar kadar glukosa darah normal (70-90 mg/ml darah), sedangkan glikogen otot bertindak sebagai penyedia energi untuk keperluan interaksi. Glukosa digunakan baik oleh organisme anaerob maupun aerob. Pada tahap-tahap awal jalur katabolisme untuk kedua tipe organisme itu mirip satu sama lain. Organisme anaerob memecahkan glukosa menjadi senyawa yang lebih sederhana yang tidak dapat dimetabolisme lebih lanjut, tanpa bantuan oksigen. Sedangkan organisme anaerob selain memiliki perangkat enzim yang dimiliki oleh organisme dan aerob, juga memiliki kemampuan lebih yang dapat memecahkannya lebih sempurna, maka energi yang dihasilkan lebih banyak daripada yang dihasilkan oleh organisme anaerob. II. RUMUSAN MASALAH Dalam makalh ini, masalah yang akan dibahas meliputi sebagai berikut. A. Apa saja jenis karbohidrat? B. Bagaimana proses metabolisme glukosa? 1. 2. 3. 4. Glikolisis Siklus asam sitrat (TCA) Glikogenesis Metabolisme melalui jalur HMP

C. Bgaiman metabolisme saat puasa?

Monosakarida Monosakarida dikenal sebagai bentuk paling sederhana dari karbohidrat dan karena monosakarida umumnya memiliki rasa manis. Berdasarkan sifat hidrolisisnya karbohidatdapat dibagi menjad empat golongan.III. Golongan monosakarida ini biasanya dikelompokkan dalam triosa. seperti asam cuka (C2H4O2) dan asam laktat (C3H6O3). dan galaktosa. Disakarida merupakan karbohidrat yang bila dihidrolisis menghasilkan dua monosakarida yang sama atau berbeda. . Karbohidrat sebenarnya bukan nama umum senyawaan kimia yang secara kimiawi berupa bentuk hidrat dari karbon dan secara empiris mempunyai rumus: (Cn(H2O)n). ubi dan kulit. senyawa ini merupakan cadangan energi dan tersimpan didalam sel sebagai glikogen. dan heptosa. Termasuk dalam kelompok senyawa ini misalnya glukosa (C6H12O6) dan sakarosa (C11H22O11). Disamping itu. Contohnya adalah sukrosa yang jika dihidrolisis akan menghasilkan glukosa dan fruktosa. Monosakarida merupakan karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis dan tidak kehilangan sifat gulanya. Contohnya: glukosa. Karbohidrat terdapat dalam jumlah cukup besar didalam tumbuh-tumbuhan. ternyata dikenal pula banyak senyawa yang memenuhi rumus umum diatas tetapi tidak masuk dalam kelompok karbohidrat. yaitu: 1. pentosaheksosa. fruktosa. Jenis Karbohidrat Karbohidrat merupakan salah satu dari tiga bahan makanan pokok manusia dan hewan disamping lemak dan protein. maka senyawa ini disebut juga sebagai “gula sederhana”. Terdapat pula senyawa yang tidak mematuhhi rumus umum tersebut seperti ramnosa dengan rumus molekul (C6H12O5) dan dimasukkan dalam kelompok karbohidrat karena senyawa ini memiliki sifat-sifat yang sama dengan karbohidrat. terutama pada bagianbagian yang keras seperti biji. tetrafosfat. PEMBAHASAN A. Dalam tubuh manusia dan hewan.

dan laktosa. dekstrin. pati.html .1 Tabel tpe dan komponen karbohidrat Tipe Polisakarida. maltosa. Polisakarida Senyawa polisakarida merupakan gabungan dari banyak molekul monosakarida dengan ikatan glukosakarida. Glukosida Senyawa ini merupakan turunan karbohidrat. Bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh monosakarida. disebut disakarida. http://www. dekstrin Selulosa Glikogen Hemiselulosa 1 komponen D-glukosa D-glukosa D-glukosa L-arabinosa. Bila senyawa ini terdiri dari dua monosakarida penyusun. Sebenarnya oligosakarida merupakan polisakarida sederhana. bit Dinding sel dan serat tanaman Hati. Oligosakarida Senyawa ini terdiri atas dua buah atau lebih monosakarida yang dengan pengaruh asam senyawa ini dapat mengalami hidrolisa menjadi bentuk-bentuk monosakarida penyusunnya. tersusun atas molekul-molekul gula dan molekul-molekul non gula yang tergabung satu sama lain dengan ikatan glukosida. 4. D-xylosa.com/2009/07/karbohidrat. jaringan hewan. Oligosakarida merupakan karbohidrat yang bila dihidrolisis menghasilkan tiga hingga sepuluh monosakarida. L-rhamnosa. umbiumbian. tetapi tidak terdapat batas yang jelas antara oligosakarida dan polisakarida. senyawa yang termasuk dalam golongan ini adalah pati. sumber Biji-bijian. Contohnya: sakarosa.2.Polisakarida merupakan polimer monosakarida yang memiliki bobot molekul yang tinggi. dan sellulosa. dan apabila terdiri dari tiga penyusun disebut trisakarida dan seterusnya. D-galaktosa. 3. jagung Dinding sel dan serat tanaman. tebu. Contohnya: metilglukosida. biji-bijian. kacangkacangan.blogpribadi.

tepung. bit. D-xylosa Asam D-galakturonat. buah-buah. isomaltosa. senyawa pektik. D-fruktosa. iso maltosa Laktosa L-rhaminosa. L-arabinosa. D-fruktosa D-frkutosa. stachynosa. laktulosa D-manosa. amilosa. D-glukosa. makanan manis Sirup. D-glucitol (sorbitol) Xylitol Tidak dapat dicerna Selulosa. bijibijian. keju. D-glukosa D-glukosa D-glukosa. kacang-kacangan. malt. dan tebu Biji-bijian. D-galaktosa. sayur-sayuran Kacang-kacangan. malt. khitin Melibiosa. bawang bombay. D-glukoronat dan D-galakturonat L-arabinosa. laktosa D-glukosa. bit. L-fukosa D-galaktosa. D-glukosa Tabel tipe karbohidrat yang dapat dicerna oleh manusia Tipe KH Polisakarida Oligosakarida Monosakarida Pentosa Alditols Dapat dicerna Pati. sayuran. D-fruktosa D-glukosa D-galaktosa. amilodektrin Tebu. Dgalaktosa D-ribosa Gliserol. malto dan maltosa.Pentosan Senyawa-senyawa pektik D-manosa. L-sorbosa L-arabinosa. madu Susu. stachyosa. glikosin Sukrosa. pentosan. bit. rafinosa. dedak Hemiselulosa dan senyawa-senyawa pektik Pada buah-buahan. dairy product Oligosakarida Rafinosa. hemiselulosa. D-glukosa. Fruktosil-sukrosa Maltooligosakarida Disakarida Sukrosa Maltosa. terutama jeruk dan apel. bawang bakung Sirup. milodekstrin. D-xylosa D-manitol.galacticol (dulcitol) L-arabiritol .

Pembentukan Trio Fosfat Reaksi berikutnya menyangkut pemotongan glukosa 1. ADP. c.5.6 Difosfat Pada reaksi tahap ketiga ini dikatalisis oleh fosfo-fruktosakinase. b. Reaksi ini dan sebaliknya dikatalisis enzim fosfo glukoisomerase (∆G = + 1400 kalori.000) dan terdiri dari 4 sub unit). Kelebihan ATP ataupun asam sitrat dapat menghambat enzim fosfofruktokinase ini. yang diisolasi pertama kali oleh “Warburg” kini diketahui banyak ditemukan di alam. Enzim yang mengkatalisis reaksi ini adalah aldolase. Isomerasi Glukosa 6-Fosfat Reaksi berikutnya adalah reaksi isomerasasi glukosa menjadi frutkosa 6-faosfat. Dalam keadaan anaerob piuvat dikonversi menjadi asam lakta atau alkohol sedangkan dalam keadaan aerob piravat dikonversi menjadi asetil KoA yang kemudian masuk dalam jalur asam trikarboksilat. dan Fruktosa 6-P dapat menstimulasi enzim. Metabolisme Karbohidrat 1. Tahap ini merupakan tahap reaksi penting untuk pengendalian metabolisme karena enzim ini adalah enzim allosterik yang dapat dipengaruhi oleh beberapa metabolit umum. Sedangkan serangkaian reaksi yang terjadi berurutan dalam jalur EMP untuk mengkonversi glukosa menjadi asam privat yang secara garis besar dapat dikelompokkan dalam dua tahap. Glikolisis Baik dalam keadaan anaerob maupun aerob. Fosforealasi Frutkosa -6-Fosfat Menjadi Frutkosa 1. yaitu tahap perubahan glukosa menjadi triosa fosfat (yang memerlukan energi kemia) dan tahap perubahan triofo fosfat menjadi asam privat sambil melepaskan energi kimia ke lingkungannya. glukosa diubah menjadi privat melalaui serangkaian reaki glikolisis. pH 7) Kkstb = 0. a. Garapan yang didapat dari oksidasi aldehida menjadi asam karboksilat disimpan dalam bentuk gugus asil fosfat:1-3 difosfogliserat.fosfat. Enzim ini memerlukan ion Mg2+ sebagai kfaktor dan memiliki berat molekul yang sangat tinggi (± 360. Sebaliknya AMP. Enzim yang berperan adalah .6 – difosfat dengan membentuk dua triosa fosfat: dihidroksi aseton fasfat dan D-gliseraldehida -3.B.

Berat molekul enzim ini 145. Reaksi ini dikatalisis leh enzim piravat kinase dan menghasilkan energi sebesar 61000 kalori. Asam fosfoenol piravat (PED) merupakan molekul berenergi tinggi. Hidrolisis Asam Fosfoenol Piravat Menjadi Piravat Gugus fosfat dari PEP dipindahkan kepada ADP sehingga terbentuk ATP. Hidrolisis molekul ini menghasilkan ∆G’=-14. hal ini berarti bahwa reaksi diatas berjalan secara reversible. e.000 dan terikat erat dengan NAD+. f.000 dan terdiri atas suatu tetramer dengan berat molekul masing-masing sebunit 35.gliseraldehida-3-fosfatdehidrogenase. Interkonversi Asam 3-Fosfogliserat Menjadi 2-Fosfogliserat Fosfogliseril Fosfogliserat. Pembentukan Asam Fosfoenol Piruvat Reaksi berikutnya dikatalisis oleh enzim enolase: Tetapan setimbang (Kstb) reaksi ini sama dengan 3.800 kalori. d. mutase mengkatkalisis interkonvensi dua macam asam Gambar jalur glikolisis . Taoutomerisasi dari bentuk enol menjadi keto dapat memberikan cukup energi untuk membentuk ATP. jadi seluruhnya ada 4 NAD+. Berikut adalah bagan glikolisis.

dan teroksidasi dengan melepaskan satu ion H+ yang kembali mereduksi NAD+ menjadi NADH. Siklus krebs Siklus Krebs adalah tahapan selanjutnya dari respirasi seluler. asam isositrat mengalami oksidasi dengan melepas ion H+. Pertama-tama. asam a-ketoglutarat mendapatkan tambahan satu ko-A dan membentuk suksinil ko-A. dan melepaskan satu molekul (CO2) dan membentuk asam a-ketoglutarat (baca: asam alpha ketoglutarat). yaitu penyatuan asetil ko-A dengan asam oksaloasetat untuk membentuk asam sitrat. Setelah terbentuk suksinil ko-A. karena menggambarkan langkah pertama dari siklus tersebut.2. Siklus Krebs adalah reaksi antara asetil ko-A dengan asam oksaloasetat. Kemudian. ko-A memisahkan diri dari asetil dan keluar dari siklus. asam a-ketoglutarat kembali melepaskan satu molekul (CO2). Setelah itu. Siklus Krebs disebut juga dengan siklus asam sitrat. Lalu. yang kemudian membentuk asam sitrat. asetil ko-A hasil dari reaksi antara (dekarboksilasi oksidatif) masuk ke dalam siklus dan bergabung dengan asam oksaloasetat membentuk asam sitrat. . asam sitrat mengalami pengurangan dan penambahan satu molekul air sehingga terbentuk asam isositrat. Setelah "mengantar" asetil masuk ke dalam siklus Krebs. Selain itu. yang kemudian mereduksi NAD+ menjadi NADH.

Kemudian. Dari siklus Krebs ini. ATP ADP Glukosa heksokinase glukosa 6-fosfat fosfoglukomutase Uridin difosfat UTP uridil transferase . Asam oksaloasetat ini kemudian akan kembali mengikat asetil ko-A dan kembali menjalani siklus Krebs. dan 4 CO2. Satu molekul air kemudian ditambahkan ke asam fumarat dan menyebabkan perubahan susunan (ikatan) substrat pada asam fumarat. 2 FADH2. Glikogenesis Gugus fosfat dan energi yang diperlukan dalam reaksi pembentukan glukosa 6-fosfat dsari glukosa diberikan oleh ATP yang berperan sebagai senyawa kimia berenergi tinggi. dan terbentuklah asam fumarat. yang kemudian diterima oleh FAD dan membentuk FADH2. 3. dan asam oksaloasetat kembali terbentuk. Sedang enzim yang mengkatalisnya adalah glukokinase. sehingga terbentuk asam suksinat. dengan fosfoglukomutase. asam malat mengalami oksidasi dan kembali melepaskan satu ion H+. glukosa 6-fosfat mengalami reaksi isomerasi menjadi glukosa 1-fosfat. asam suksinat mengalami oksidasi dan melepaskan dua ion H+. molekul NADH dan FADH2 yang terbentuk akan menjalani rangkaian terakhir respirasi aerob. dari setiap molekul glukosa akan dihasilkan 2 ATP. yang kemudian diterima oleh NAD+ dan membentuk NADH. karena itu asam fumarat berubah menjadi asam malat. 6 NADH.molekul ko-A kembali meninggalkan siklus. Selanjutnya. yaitu rantai transpor elektron. Terakhir. Selanjutnya. Pelepasan ko-A dan perubahan suksinil ko-A menjadi asam suksinat menghasilkan cukup energi untuk menggabungkan satu molekul ADP dan satu gugus fosfat anorganik menjadi satu molekul ATP.

Jalur kata bolisme melalui jalur HMP Jalur HMP sangat penting untuk menghasilkan pentose yang diperlukan untuk sintesis asam nukleat dan nukleotida yang mengandung gugus prostetik. Glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin tri fosfat (UTP) dikatalis oleh glukosa 1-fosfat uridil transferase menghasilkan uridin difosfat glukosa (UDP-glukosa)dan pirofosfat (PPi). Pola ditemui pada kelompok mikroorganisme Hidrolaktat fermentatife basillus. disakarida sukrosa dihasilkan dari glukosa dan fruktosa melalui mekanisme biosintesis tersebut. 4. Jalur HMP mempunyai beberapa macam pola modifikasi dan campuran diantaranya: 1. Pada alur glikolisis terlihat pada perubahan glukosa -6-P.glukosa (UDPG) Glukosa 1-fosfat PPi UTP Gambar 7. melalui pembentukan glukosa 6-fosfat dan glukosa 1-fosfat. Disini terlihat adanya penambahan fragmen C2 dan C3 yang diperkirakan diperlukan untuk biosintesis intermediate seperti leusin. Dalam jalur modifikasi terjadi perbedaan pada tahap perubahan glukosa -6P. Modifikasi campuran EMP dan HMP. Glikogenesis: pembentukan uridin difosfat glukosa (UDPG) dari glukosa. Dalam hal ini UDP-glukosa abereaksi dengan fruktosa 6-fosfat. Pola jalur HMP dapat dilihat pada gambar 1. dikatalis oleh sukrosa fosfat sintase. Dalam berbagai tumbuhan seperti tanaman tebu. juga sebagai penghasil materi awal untuk sintesis asam amino aromatic dan vitamin. Diubah menjadi fruktosa -6P dan selanjutnya mengalami isomerisasi dan dirubah .dan juga berperan dalam beberapa reaksi biosintesis. membentuk sukrosa 6-fosfat yang kemudian dengan enzim sukrosa fosfatase dihidrolisis menjadi sukrosa. isoleusin dan valin. Mekanisme reaksi glikogenesis juga merupakan jalur metabolisme umum untuk biosintesis disakarida dan polisakarida. Pola jalur modifikasi ini dapat dilihat pada (gambar ).

3CO2 3-Ribulose-5. Sedangkan pada jalur HMPnya terlihat glukosa -6-P diubah menjadi 6fosfoglukonat dan selanjutnya membentuk ribolus A-5-fosfat.3 glukosa phosphate 3NADPH2 3 NADPH2 3 glukosa6phospate 3 6 –phosphate gluconate Xylulosa-5Phosphate Ribosa-5Phosphate Sedoheptulase7-phosphate Xylulosa-5Phosphate Glyceraloenyde3. Hal ini sama seperti tahap awal jalur.phosphate 2 Fruktose-6phosphate Glyceraldehide-3Phosphate C2 Erythrose-6Phosphate C2 2 Fructose-6-phosphate+Glyceraldehide-3-phosphate+3 CO2+NADPH2 3 Glucose-6-phosphat+6 NADP+ Gambar Oksidasi glukosa melalui jalur HMP .lagi oleh enzim aldolase menjadi gliseraldehida-3P dan dihidroksiaseton P.

fosfat Xilulosa-5-fosfat P i Gliseraldehida 3-fosfat Asetil P i Etanol 2 ATP Piruvat Laktat Gambar Metabolisme glukosa oleh laktobasilus hetero laktat Asetat fosfat .Glukosa 1 ATP Glukosa-6-fosfat 6.fosfoglukonat CO2 Poo1 ATP Ribulosa-5.

sebagai berikut: C5 + C5 C6 2C2 2 NADH CO2 C3 C6(f) C3 C2 C4 C6 2C3 C5 3. Modifikasi HMP glioksilat.2. Dapat pula ditemui jalur alternative katabolisme glukosa yaitu bentuk pola interaksi antara glikolisis dan HMP. Glukosa Glukosa-6P Eritosa 4-p Fruktosa-6 P Pentosa DHA G-3P Piruvat Jalur kerangka diatas menunjukan adanya interaksi antara glikolisis dan HMP dan 6-P-glukonat Ribolusa-5P C3+C2 CO2 NADH2 HM P .

yang mencengangkan dari puasa adalah sebagai upaya tubuh menyeimbangkan asam . Dan. Artinya. kita melakukan pembatasan asupan kalori dari luar. dan pembentukan sel yang baru dengan kualitas yang baik. perbaikan sel rusak. siapa pun orangnya puasa Ramadan tidak boleh ditinggalkan. Sumber energi ini akan digunakan dalam pergantian sel mati. yaitu dengan membentuk gula darah dari glikogen yang berada di sel-sel hati dan siap pakai sebagai sumber energi alami. Diawali dengan makan sahur. Subhanallah! Dalam keadaan puasa. tubuh mendapatkan energi dari luar melalui makanan dan minuman atau dari dalam tubuh melalui pembakaran sistem metabolisme lemak dan protein. tiga jam setelahnya tubuh kita akan menyimpan kelebihan kalori dalam bentuk sumber tenaga cadangan berupa glikogen. pembatasan ini meningkatkan zat yang bermanfaat berupa antioksidan. puasa juga meningkatkan jumlah sel darah putih untuk menangkal serangan penyakit infeksi. Yang menarik. sehingga tubuh terhindar dari zat-zat yang berbahaya. C. Jadi dengan demikian pada jalur katabolisme ini selain menghasilkan energy juga merupakan tahap awal biosintesis. tetapi tubuh sendiri menyediakan sekaligus menggunakan energi dari hasil proses metabolisme tubuh sendiri.dapat menghasilkan senyawa-senyawa antara untuk biosintesis. juga menghasilkan sisa-sisa metabolisme yang berbahaya. Metabolisme saat Puasa Puasa pada bulan Ramadan adalah wajib hukumnya bagi umat Islam. dan lemak. sehingga terjadi peningkatan sistem kekebalan dalam tubuh. dalam keadaan puasa proses metabolisme ini selain menghasilkan energi tadi. Secara keyakinan mungkin tidak perlu diragukan lagi. Dalam keadaan puasa. tubuh tidak disibukkan untuk melakukan penyerapan makanan dari usus sebagai sumber energi dari luar. akan tetapi sebenarnya adakah rahasia yang terkandung di dalam puasa tersebut? Mari kita telaah lebih dalam lagi tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh kita saat berpuasa. Antioksidan ini dapat membersihkan zat yang bersifat racun. Dalam keadaan normal. asam amino. sekaligus mengeluarkannya dari dalam tubuh. tetapi sekaligus akan segera dibersihkan oleh sel-sel hati yang selanjutnya akan dibuang keluar tubuh. Selain itu.

html http://septa-ayatullah.blogspot. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Kelebihan gizi atau overnutrisi dapat menyebabkan kegemukan. mempunyai rahasia kesehatan dalam meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit yang berbahaya. Akan tetapi. Kritik dan saran yang bersifat membangun kami harapkan untuk makalah selanjutnya. Kegemukan ini merupakan sumber berbagai penyakit seperti kelainan lemak kolesterol dan trigliserida tinggi. PENUTUP Demikian makalah ini kiami susun. kencing manis (diabetes mellitus). Bahaya! Dapatlah digarisbawahi bahwa puasa secara ilmiah tidak hanya suatu upaya ibadah wajib yang semata menahan lapar.com/2008/12/tipe-karbohidrat-komponen-dansumbernya. jantung koroner. Robert k. Dengan demikian.basa tubuh yang diperlukan dalam proses metabolisme agar tetap berjalan sesuai dengan rambu rambu. DAFTAR PUSTAKA http://www. energi yang berasal dari makanan dan minuman saat sahur akan digunakan secara hemat untuk aktivitas sistem kekebalan tubuh dan proses berpikir oleh otak karena gula darah yang tersedia dari pencernaan sangat mudah untuk mengalami proses metabolisme sistem kekebalan tubuh dan proses berpikir tidak memerlukan hormon insulin. puasa juga dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Biokimia Harper. dan nafsu.2003. dan lain-lain. Selain itu. dahaga. sudah sepatutnya saat berbuka puasa tidak dianjurkan makan secara berlebihan.blogpribadi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC . Subhanallah! Dalam keadaan puasa.html Murray. IV.com/2009/07/karbohidrat.

SI.KARBOHIDRAT Disusun Guna Memenuhi Mata Kuliah: Biokimia Dosen Pengampu: Ratih Rizki Nirwana. S. .

Oleh: Lulu Atinisa Imam Baehaqi Siti Muzdalifah FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2009 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->