P. 1
Pendidikan Seumur Hidup (Revisi)

Pendidikan Seumur Hidup (Revisi)

|Views: 16|Likes:
Published by Kholiq Budiman

More info:

Published by: Kholiq Budiman on May 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • BAB II
  • BAB III
  • BAB IV BAB IV BAB IV
  • BAB V
  • BAB VI
  • BAB VII
  • BAB VIII
  • BAB IX
  • BAB X
  • BAB XI
  • BAB XII

BAB I

PENDIDIKAN UNTUK MENGHADAPI PERUBAHAN

Perhatian para pendidik semakin meningkat terhadap perubahan yang terjadi dengan cepat hampir dalam segenap segi kehidupan. Misalnya dalam bidang sosial budaya telah terjadi perubahan seperti pertumbuhan penduduk yang besar, meningkatnya mobilitas sosial dan meluasnya aktivitas politik dan budaya. Salah satu efek dari perubahan yang telah dikemukakan, meningkatnya tuntutan akan persamaan pendidikan dalam masyarakat dan juga bangsa yang berbeda pengkembangan kekayaan dan teknologinya. Tidak hanya itu, pada bidang komunikasi, sains, dan teknologi. Misalnya pada bidang teknologi dan komunikasi seiring berkembangnya teknologi komunikasi pun semakin lancar dan pada bidang sains adanya hasil penelitian-penelitian yang dapat mempermudah kehidupan masyarakat. Pada akhirnya terjadi perubahan ekstensif dalam persediaan dan penawaran barang yang diperlukan konsumen serta organisasi alat-alat produksi. Disebabkan oleh fenomena diatas, murid-murid sekolah dipersiapkan untuk memasuki masyarakat dan dunia kerja yang mungkin tidak ada ketika mereka dewasa nanti. Dengan kata lain murid-murid mempelajari sesuatu yang tidak diperlukan ketika mereka dewasa kelak. Peristiwa seperti itu tidak hanya terjadi di negara yang sudah maju, tetapi juga terjadi di negara yang sedang berkembang. Pembaharuan-pembaharuan pendidikan mulai menekankan perlunya perumusan tujuan pendidikan baru, untuk pendidikan untuk dunia yang sedang berubah. Tujuan pendidikan baru merupakan implikasi dari sifat-sifat kejiwaan dan juga berimplikasi terhadap bermacam aspek kehidupan manusia itu sendiri. Walaupun demikian, aspek kejiwaan menjadi masalah utama yang

Dr. Khomsun Nurhalim, M.Pd

1

disoroti dalam pembahasan ini. Tujuan pendidikan baru, pendidikan untuk menghadapi perubahan. menyatakan bahwa ketrampilan, nilai dan sikap yang diperoleh dan dipergunakan pada masa kanak-kanak tidak akan sesuai dengan kehidupan ketika mereka dewasa. Keterampilan, nilai dan sikap yang tidak sesuai itu, seperti pengetahuan, hubungan antar perorangan, perkembangan diri, kepribadian dan sebagainya. Peningkatan kebutuhan mengakibatkan “Inovasi pengetahuan” (Dumadezier, 1972), sedangkan pengetahuan sekarang akan berfungsi sebagai basis kelangsungan proses belajar lanjut dan belajar kembali. Proses belajar terus menerus tidak hanya terbatas pada membaca, menulis, dan berhitung di sekolah tradisional, bahkan diperluas ke seluruh aspek kejiwaan. Anak-anak perlu memperoleh pengetahuan tidak hanya mengenai fakta-fakta yang ada dalam masyarakat mereka, tetapi juga diri mereka dan orang lain serta kebudayaan mereka dan kebudayaan orang lain. Dalam lingkungan tradisional mereka perlu mengetahui bagaimana memperoleh pengetahuan pada waktu yang diinginkan. Bahkan yang lebih penting lagi adalah bagaimana mempergunakannya. Mereka harus dapat mengorganisir, menyimpan dan mengingat informasi, mempergunakan logika, perhitungan dan berkomunikasi dengan orang lain. Teori pendidikan sekarang berubah pendekatannya dari mementingkan keterampilan kognitif ke arah membantu perkembangan dalam dan antar perorangan. Ini berarti peningkatan tuntutan, bahwa pendidikan secara sadar sepenuhnya membantu melicinkan pertumbuhan diri dan meningkatkan usaha aktualisasi diri. Pendidikan harus mengembangkan individu sebagai bagian proses menuju kematangan. Dan pendidikan secara kejiwaan mempersiapkan individu untuk menanggulangi ketegangan pribadi sebagai akibat perubahan kehidupan yang cepat, pekerjaan, sosial dan budaya. umpamanya dahulu banyak anak yang masuk ke lapangan pekerjaan bidang otomotif untuk itu sekarang banyak sekolah khusus untuk jurusan otomotif yaitu pada SMK atau STM yang dalap memberikan ketrampilan yang lebih memadai untuk memperoleh pengetahuan dan kemudahan dalam pekerjaan mereka. Macam-macam perubahan yang telah didiskusikan mempunyai implikasi lebih jauh terhadap produksi dan distribusi barang-barang serta prestasi kemauan kerja. Perubahan yang meluas dapat diprediksikan akan melahirkan masa depan yang tidak stabil baik personal maupun emosional.

2

Pendidikan Seumur Hidup

Jika orang-orang tidak dapat menanggulangi perubahan, mereka akan tenggelam, kelewat atau terasing dari kepribadiannya. Dalam keadaan seperti itu, pendidikan akan berperan membantu pertumbuhan kepribadian yang kuat untuk menanggulangi perubahan dan menolong orang-orang berhubungan dengan sesamanya. Dalam bidang kognitif pendidikan harus menolong pelajar untuk mengembangkan konsep baru tentang pertumbuhan diri, mandiri, dan untuk menerapkan konsep baru agar mereka mengerti dirinya sendiri, berhubungan dengan orang lain, bekerja, dan bersenang-senang.

KEBUTUHAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA
Dari sisi lain , system pendidikan masa kini mendapat kecaman tidak mampuanya melayani sebagian besar orang dewasa .(karena orang dewasa suka pembelajaran praktis dan berpusat pada masalah) (suber:www.google.com) Dinytakan bahwa anak-anak akan mengalami perubahan di masa depan ketika mereka dewasa, sedangkan orang dewasa tidak memiliki kesempatan seperti anak-anak. Anak-anak dilibatkan dengan perubahan penting yang terjadi pada masa kini. Justru itu, perlu peningkatan penekanan bahwa pendidikan bertugas mempersiapkan anak-anak masa kini untuk menghadapi masa depan,juga system pendidikan hendaknya diorganisir agar dapat menemukan kebutuhan masa kini yang cocok dengan kebutuhan ketika mereka dewasa . Asumsi bahwa 10,12,atau 15 tahun masa persekolahan formal dapat mempersiapkan orng dewasa untuk menanggulangi seluruh ospek kehidupan telah hilang dalam pemiikiran pendidikan sekarang. Beberapa tanda meunjukkan peningkatan perhatian pendidikan orang dewasa di Amerika Utara dan pengembangan prinsip-prinsip keorganisasian seperti “ recurrent education .” Dan akhir-akhir ini , pembuat undang-undang di Perancis menetapkan sejumlah substansi pendidikan lanjutan untuk pegawai-pegawai mereka . Jerman telah menetapkan periode Bildungsurlaub (cuti karena pendidikan , sedangkan persatuan pengusaha dan pekerja Australia menyetujui untuk membayar upah cuti bagi pekerja yang mengikuti kursus-kursus pendidikan. Sukses Uneversitas terbuka di Inggris dan pengembangan beberapa lembaga yang sama di beberapa negara seperti Canada dan lain lain merupakan contoh pengembangan pendidikan orang dewasa. Akhirnya, sejalan dengan perubahan dunia, dirasakan kebetuhan
Dr. Khomsun Nurhalim, M.Pd

3

contoh Canda. Orang dewasa suka pembelajaran praktis dan berpusat pada masalah.Oleh karena itu digunakan pembelajaran kolaboratif serta kooperatif dan pemecahan masalah secara otentik. Orang dewasa suka pembelajaran yang mendukung harga diri mereka. Canada) kedalam kebudayaan yang dominan. Meskipun dalam beberapa kasus tuntunan lebih banyak di dasarkan pada issu ekonomi atau polititk dari pada analisis kejiwaan di masa anakanak awal beberapa kelompok dinegara maju pada akhir-akhir ini mendorong pemerintah untuk menyelenggarakan pedidikan formal bagi anak-anak awal. pendidikan pada masa kanakkanak awal atau pra sekolah di usulkan sebagai bagian usaha membantu penggabungan anak-anak darikebudayaan minoritas (seperti India. Ini sering kali di sebut dengan istilah prasekolah untuk mempelihara anakanak yang ibunya sedang bekerja.berkenaan dengan pentingnya pengalaman padatahun-tahun pertama kehidupan dalam rangka perkembangan masa depan.untuk memperlengkapi orang-orang dengan pengalaman pendidikan formal diluar usia sekolah konvensional. Rencanakan untuk membangun sukses individual secara bertahap. Orang Dewasa suka pembelajaran suka pembelajaran yang mengintegrasikan informasi baru dengan pengalaman mereka. Bantulah mereka untuk berkembang menjadi lebih efektif dengan latihan terarah dan pembiasaan. Mulailah dengan kegiatan kerja dalam kelompok kecil dengan resiko kegagalan yang rendah. Di beberapa masyarakat. (alasan ditambahnya kalimat ini agar pembaca tambah mengetahui pembelajaran apa saja yang dapat mendukung harga dirinya serta kegagalan serta resikoresikonya) PENDIDIKAN DAN MASA KANAK-KANAK Untaian argumentasi ketiga.cerita dan overview untuk mengaitkan teori dengan praktek. Perhatian juga di berikan pada lingkaran pendidikan yang memasukan proyek pendidikan awal seperti program 4 Pendidikan Seumur Hidup . Berikan contoh-contoh nyata . berikan saran-saran dan pengalaman anda. Dimulai dengan tugas yang ringan menuju yang lebih berat. Bantu mereka untuk menerapkan informasi baru.Antisipasi masalah yang mungkin akan dihadapi dalam mengaplikasikan informasi baru itu .

“Hoadstart”di Amerika Serikat. Karena ini bisa mempercepat adanya pembangunan Pendidikan begitu sebaliknya kalau pemerintah lebih mengutamakan kepentingan pribadi maupun golongan maka akan memperlambat jalanya pembangunan pendidikan. Salah satu hasilnya adalah perlunya struktur formal pengalaman belajar anak-anak prasekolah.dengan tujuan untuk menyembuhkan kemunduran kognitif yang di akibatkan oleh stimulasi terdahulu yang tidak memadai.pentingnya pengalaman pada tahun-tahun pertama kehidupan telah di akui secara luas sekarang ini. masih terdapat ketidaksamaan waktu yang digunakan di sekolah. buku-bacaan untuk anak-anak yang berumur lebih rendah atau yang di sebut PENDIDIKAN ANAK USIA DINI(PAUD). Konsekuensinya.Untuk itu umpamanya sistem persekolahan di perluas sehingga dapat menampung anak yang berumur lebih rendah dari umur yang telah di tetapkansekarang. Laporan akhir-akhir ini di Amerika Serikat menyatakan bahwa persamaan dalam bidang ini hampir seluruhnya mendekati kenyataan yang dulunya hanya sekedar pikiran. ras dan faktor sejenisnya. PERSAMAAN PENDIDIKAN YANG SEBENARNYA Serangan yang meluas secara terpisah-pisah terhadap organisasi pendidikan konvensional disebabkan oleh perubahan konsep persamaan pendidikan yang telah banyak dikemukakan dalam tulisan-tulisan sekarang ini. Dalam hal ini. Dr. penguasaan ketrampilan yang diberikan oleh sekolah. Maka dari itu pemerintah seharusnya mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun golongan masing-masing.pemrintah harus bisa menyediakan fasilitas-fasilitas yang di perlukan dalam sistem persekolahan seperti:gedung atau ruangan persekolahan.Pd 5 . Persamaan pada mulanya dipandang sebagai usaha memperlengkapi fasilitas fisik yang sama untuk seluruh anak-anak sekolah tanpa memandang status sosial ekonomi. Meskipun demikian.anak di usia rendah yang tidak bisa mendapat pendidikan dari kegiatan persekolahan tersebut sehingga mereka hanya mendapatkan pendidikan in formal saja. angka pemasukan ke dalam lapangan kerja dan sebagainya. Dengan demikian.akibat dari lambatny pembangunan pendidikan tersebut maka banyak anak. M. Khomsun Nurhalim. Kemudian juga dirasakan perlunya perluasan konsep perluasan itu sendiri.

Untuk itu. 5. Dengan demikian. bukan hanya sekedar persamaan jalan secara teoritis untuk memperoleh fasilitas. sebagai berikut: 1. Statemen alas an-alasan pokok tentang pendidikan seumur hidup dikemukakan dengan menggunakan istilah kejiwaan. Penyajian unsur-unsur pokok kejiwaan yang menggambarkan pendidikan seumur hidup. Pengkajian terhadap kecaman yang dialamatkan pada pendidikan seumur hidup akhir-akhir ini. dan spesifikasi beberapa implikasi terhadap pengkajian lanjut pendidikan seumur hidup. tepat sekali konsep pendidikan seumur hidup di teliti dengan cara yang terorganisir dan sistematik. itu tulisan ini bertumpu pada pendapat aspek mana yang paling berkaitan 6 Pendidikan Seumur Hidup . PERANAN ILMU JIWA Dengan danya komitmen UNESCO terhadap prinsip pendidikan seumur hidup berarti badan pendidikan internasional telah mengadopsi pendidikan seumur hidup.semakin beralasan untuk melakukan perubahan pendidikan lebih jauh daripada yang sudah dilakukan sekarang ini. Analisis implikasi pengetahuan tentang kejiwaan terhadap kurikulum sekolah jika di organisir dalam kerangka pendidikan seumur hidup. sehingga mereka tidak memanfaatkan kesempatan pendidikan yang tersedia. 2. pendidikan seumur hidup mempunyai basis kejiwaan dan juga memiliki basis disiplin ilmu lainya disamping ilmu jiwa. segingga penerimaan atau penolakan akan tergantung dengan basis-basis itu. Review bahan kejiwaan dikerjakan dengan sangat selektif. Analisis kejiwaan terdiri dari 5 aspek pokok. Meskipun kenyataannya. pendidikan selama usia sekolah konvensional. Konsekuensinya. Persamaan hasil akhir yang dicapai oleh bermacam strata sosial dalam masyarakat tertentu dan diantara masyarakat yang berbeda kekayaan dan perkembangan teknologinya. Review bukti validitas argumenttasi yang telah dikemukakan. semakin kuat dorongan untuk mengembangkan sistem pendidikan yang dapat mewujudkan persamaan hasil akhir. 3. Sebagai teori organisasi pendidikan. 4. Persamaan pendidikan sebenarnya akan terwujud apabila seluruh warga masyarakat mendapat keuntungan yang sama dari fasilitas pendidikan yang ada. karena kurangnya minat pada waktu kanak-kanak.

dan hasilnya banyak bahan yang menurut orang lain seharusnya baik dimasukan. Kedua aturan informal bahwa titik berat penekanan atas dasar konklusi dan generalisasi yang diambil dari penelitian empiris.google. bukan oleh karena kurang nya minat untuk memasukan nya.Inggris dan Jerman terpaksa diabaikan. Dr.com) tetapi kenyataannya terkonsentrasi pada karya-karya penulis sekrang. Pembahasan juga terkosentrasi berdasarkan hasil yang ditulis dalam bahasa Inggris. hanya beberapa penulis saja yang dikutip untuk menunjang pembahasan ini. tetapi dalan tulisan in ditinggalkan. dan semata-mata sebagai guideline kasar untuk memilih bahan. Pendekatan ini tidak secara ketat diikuti.Dengan keadaan seperti yang telah dikemukakan. Sesuatu yang diabaikan dalam pembahasan ini karena keterbatasan kemampuan penulis. tidak diragukan lagi banyak research yang sesuai dengan pembahasan ini ditulis dalam bahasa selain bahasa Perancis. M. basis istimewa dan efek karena kenal atau kurang kenal dengan karya beragam penulis.Perancis dan Jerman. sperti Freud dan titik berat penekanan berdasarkan konklusi selain Freud seperti Hunt. Akibat nya. Khomsun Nurhalim. Pertama. Karena banyak hambatan bahasa. Dan juga sebagai tambahan.Pd 7 . paling tidak yang sesuai dengan metode “scientific”. meskipun usaha dengan sengaja dibuat untuk melihat kembali teori dan research masa silam dengan maksud untuk dipertentangkan dengan yang terbaru( serta untuk tidak melakukan kesalahan yang sama pada karya ilmiah terdahulu)(sumber:www.dan dapat memberikan informasi.dua prinsip dengan longgar diterapkan dalam pemilihan bahan. penting untuk dinyatakan bahwa isi penyajian terbatas hanya pada sebagian saja dari ilmu pengetahuan dalam bidang ini.

8 Pendidikan Seumur Hidup .

Pd 9 . pendidikan mempunyai peranan untuk Dr.meningkatnya urbanisasi telah menghanyautkan nilai-nilai pekerjaan itu. Misalnya . Dengan perubahan-perubahan ini diramalkan akan menyebabkan ketidakstabilan personal dan emosioanal. M.BAB II PENGERTIAN DAN RASIONAL PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP LATAR BELAKANG PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Teori pendidikan sekarang . Khomsun Nurhalim.pekerja dengan majikan disebabkan oleh adanya otomatisasi industri.laki-laki dengan perempuan . Jika meningkatkan tuntutan agar pendidkan secara sungguh-sungguh berusaha memfacilitate perkembangan pribadi dan self actualization. Pendidikan juga harus menembangkan individu yang dalam proses perkembangannya menuju kedewasaan diperlengkapi secara psikologis untuk dapat mengatasi masalah –masalahpersonal yang diakibatkan oleh adanya perubahan yang cepat dibidang ekonomi.pekerjaan . Apabila orang tidak mengatasi perubahan-perubahan ini.maka mereka akan menjadi individu yang tenggelam.jika menekankan perubahan peranan pendidikan dari mempersiapkan keterampilan kognitif kepada perkembangan onterpersonal dan intrapersonal.banyak anak-anak yang 20 tahun lagi memasuki pekerjaan dibidang pertanian tetapi mereka harus bisa menjabarkan kehidupan yang memuiaskan sehubungan dengan pekerjaan itu.meningkatnya jumlah btenaga murah dan berkurangnya kebutuhan tenaga yang tidak terampil dan sebaginya .terselubugng dan asing dalam suasanan yang demikian . Perubahan juga terjadi dalam hubungan antar orang tua dengan anak.siosial dan kebudayaan. perubahan ini juga menyebabkan perubahan dalam bidang prduksi dan distrinusi barang dan kesukaran memperoleh pekerjaan.

Seharusnya pendidikan disamping memepersiapkan anak-anak dengan melengkapi mereka untuk dapat mengatasi perubahan-perubahan dimasa datang. Masalah lain yang mendapatkan perhatian ialah pentingnya pengalamn pada tahun-tahun permulaan kehidupan manusia bagi pembentukan perkembangan di masa datang walaupun kadang-kadang lebih banyak berdasarkan ekonomi dan politik dibandingkan analisa psikologis anak. Paham dari pendidiakn seumur hidup ialah pendidikan harus diartikan secara formal suatu proses yang berlangsung selama hidup individu sejak lahir sampai tua.pendidikan harus membantu siswa mengembangkan konsep baru tentang perkembangan diri dan kebebesan .namun telah banyak anjuran kepada pemerintah untuk memperhatikan pendidikan kepada ank-anak kecil.yaitu prinsip memerlukan dan sisamping itu yang lebih penting lagi adalah bagaimana mereka menggunakannya. Pendeknya disamping mengmbangkan domain kognitif .yaitu orang dewasa. Jadi kebutuhan pendidikan dewasa ini menekankan kepada oraganisasi persekolahan yang tidak hanya memperhitungkan fakta .12 atau 15 tahun yang lalu telah mampu untuk melengkapi orang dewsa guna mengatasi persoalan-persoalan tersebut.bahwa mereka kurang menanggapi kebutuhan sebagian besar masyarakat.bagi semua golongan didalam suatu masyarakat dan juga bagi semua masyarakat yang berbeda tingkat kemakmuran dan teknologinya. dalam hal ini pula agar pendidikan menjangkau 10 Pendidikan Seumur Hidup .menyimpan dan mengingat kembali informasi yang mereka peroleh. Tentu saja banyak pengetahuanatau informasi yang diperoleh individu selama hidupnya . Sistem pendidikan hendaknya memajukan terjadinya persamaan hasil akhir bukan sekedar persamaan teoritis dalam memperoleh fasilitas.ia harus juga dapat memnuhi kebutuhan orang dewasa dalam menghadapi perubahan yang terjadi sekarang. Kesimpulannya bahwa konsep pendidikan seumur hidup diterima sebagai prinsip utama sebagai dasar dari seluruh organisasi pendidikan.membantu seorang individu tumbuh menjadi pribadi yang kuat yang mampu mengatasi perubahan ini.hendaknya pengetahuan itu disistematiskan dan disatu ragakan didalam perencanaan persekolahan. Dugaan .penerapan pemahamandiri sendiri kritik lain yang ditujukan kepada pendidikan dewasa ini ialah . Mereka harus dapat mengorganisir .tapi juga memperhatikan kritik-kritik yang dilontarkan kepadanya.bahwa pendidikan formal yang diberikan pada 10 .

PENGERTIAN PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Pada sub bab ini menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan pendidikan seumur hidup.hijau amel) Selamjutnya proses pendidikan seumur hidup ini menunjukkan adanya integrasi dan interaksi yang tinggi dimana peristiwa pada fase tertentu ditentukan fase umur sebelumnya. seperti rumah. Paradigma belajar sepert ini harus segera kita rubah. Dalam belajar juga terjadi interaksi komunikasi antara manusia dan berlangsungnya kesinambungan antar generasi serta belajar melestarikan hidup. Belajar berarti menghargai hidup kita. dan menghindari pengrusakan hidup. Menurut Corpley. Pendidikan seumur hidup atau belajar seumur hidup bukan berarti kita harus terus sekolah sepanjang hidup kita. dalam sikap. semua situasi dan semua hal. mengamankan hidup. Sekolah banyak diartikan oleh masyarakat sebagai tugas belajar yang terperangkap dalam sebuah ruang yang bernama kelas. pekerjaan. Untuk fase perkembangan berikutnya. Pengertian belajar bukan hanya berada dalam ruangan tapi belajar disemua tempat. M. hendaknya disusun pendidikan formal untuk mereka. bahwa berdasarkan berbagai sumber dari UEI (UNESCO Institute for Education. melainkan merupakan fase pertama dari pendidikan seumur hidup. Hamburg) menetapkan definisi pendidikn seumur hidup sebagai berikut: Dr. Fungsi utama pendidikan pra-sekolah bukan merupakan persiapan untuk latihan akademik. dan menyediakan pengalaman sosialisasi.Pd 11 . Inilah prinsip horisontal intregration . bukan itu yang dimaksud. Inilah yang disebut vertical integration. waktu senggang dan sebagainya. memperkuat kesadaran identitas.anak di bawah umur 6 tahun. Pendidikan seumur hidup (life long education) adalah makna yang seharusnya benar-benar terkonsepsi secara jelas dan dibuktikan dengan pengertian. menuntut integrasi antara pendidiakn dengan sebagaian aspek kehidupan.(kuning : ari tri winarno. Khomsun Nurhalim. perilaku dan dalam penerapan terutama bagi para pendidik di negeri kita. Tujuan pokok dalam pendidikan pra-sekolah yaitu menyediakan stimulasi. Dalam pendidikan atau belajar terdapat interaksi antara tantangan dari dalam diri manusia dan balasan (respon) dari daya dalam diri manusia. hubungan antara pendidikan dan hidup adalah demikian erat. Kemudian.

2. formal dan nonformal. Agar pendidikan menjangkau anak di bawah umur 6 tahun. Fungsi utama pendidikan prasekolah bukan merupakan persiapan untuk latihan akademik.1. 4.bahwa pendidikan seumur hidup akan meningkatkan 12 Pendidikan Seumur Hidup . peningkatan. yang merupakan pengertian perkembangan seluas-luasnya.baik mengenai definisinya maupun alasan mengapa perlu pendidikan seumur hidup. hendaknya disusun pendidikan formal untuk mereka. dan menyediakan pengalaman sosialisasi. Beberapa alasan-alasan tentang pentingnya pendidikan seumur hidup yaitu: 1. Mengakui kontribusi dari semua kemungkinan pendidikan. dan sikap yang dapat meningkatkan kondisi hidup. Tujuan pokok dalam pendidikan pra-sekolah yaitu menyediakan stimulasi. Namun pada dasawarsa terakhir ini pendidikan seumur hidup menjadi topik yang hangat dan banyak dijumpai tulisan tentang hal itu. Mengembangkan “self fulfillment” setiap individu. penyempurnaan secara sistematis pengetahuan. Faktor pekerjaan 5. Faktor sosial menyangkut perubahan peranan keluarga dan peranan remaja dalam masyarakat. keterampilan. Pertimbangan ekonomi 2. Kebutuhan kanak-kanak (anak-anak di bawah usia 6 tahun yang berada di usia pra sekolah). termasuk pendidikan informal. pembaharuan. Kebutuhan orang dewasa 6. Meningkatkan kemampuan dan motivasi untuk belajar mandiri. Pendidikan harus meliputi seluruh hidup setiap individu Mengarah kepada pembentukan. memperkuat kesadaran identitas. melainkan merupakan fase pertama dari pendidikan seumur hidup. 5. Perubahan teknologi yang cepat 4. 3. 3. Pendidikan seumur hidup hendaknya dipandang sebagai pendidikan yang memberikan layanan terhadap perkembangan pribadi sepanjang hayat. Ada yang memberikan alasan. RASIONAL PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Dimuka telah dikemukakan bahwa pernyataan tentang pentingnya pendidikan seumur hidup telah ada sejak jaman dulu. Tetapi banyak dijumpai ketidaksepakatan diantar penulis.

Mengamati hasil pendidikan yang terjadi di Indonesia. pendidikan sekolah atau institusi tidak efisien. Jika negara ini hendak menyediakan pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah. Misalnya seperti di katakan oleh lengrand bahwa di dalam dewasa ini terdapat kekuatan sosial yang besar yang terdapat pada semua masyarakat dan semua lapisan yang ada pada dalam masyarakat memperoleh kesempatan sepenuhnya untuk merealisaasikan potensinya dan mereka harus memperoleh hak yang sama dalam bidang sosial. Faktor pekerjaan juga mempengaruhi tentang sistem pendidikan. Hal ini menyimpulkan bahwa pendidikan di Indonesia tidak segaris lurus dengan definisipendidikan.namun hanya menjangkau lebih kurang 10% dari anak – anak umur sekolah. Biaya pendidikan hampir mendekati suatu titik yang tidak bisa lebih lama lagi yang di tahan oleh masyarakat. Selain hal tersebut.pemerataan dalam layanan pendidikan atau memberikan implikasi ekonomi yang lebih menguntungkan atau penting untuk menghadapi struktur sosial yang mengalami perubahan.makin meningkatnya waktu senggang dan sebagainya.Alasan mengapa pendidikan seumur hidup adalah pertimbangan ekonomi.Pd 13 .pada akhir abad 20 ini kita jumpai dalam literatur pendidikan .atau penting bagi kemantapan dan lain sebagainya. Sebagai contoh.negara voltahulu mengeluarakan 18% dari anggaran biaya. Sekolah tidak sepenuhnya menyiapkan peserta didik untuk memanfaatkanpeluang mendirikan lapangan pekerjaan untuk ikut berkompetisi dengan perusahaanasing.meningkatnya partisipasi pada warga negara dan kehidupan politik di dalam masyarakat. Bagi negara – negara yang berkembang problem ini merupakan masalah yang berat.suatu pengeluaran yang besar.Institusi pendidikan atau sekolah memiliki keterbatasan dalam mendidik pesertadidiknya. Khomsun Nurhalim.ekonomi dan politik.perubahan hubungan sebuah pekerjaan. masyarakat yang telahmemiliki legalitas atas pendidikan dasarnya.bahwa lapangan pekerjaan pada masa datang Dr. Masalah lain yang berhubungan dengan masalah ini adalah tentang perubahan sosial yang berbeda dengan perubahan peranan remaja di dalam masyarakat. yaitu kurikulumserta kebijakan yang dibuat tidak memiliki korelasi dengan kebutuhan mendasar yangharus dipenuhi oleh peserta sehingga terjadi penghamburan pendidikan dan menyebabkanterjadinya putus sekolah. M. Sangat banyak anak yangmemiliki pendidikan dasar tapi belum mampu mengubah sikap dan tata perilakunya. sedikit namun banyak belum mampumempraktikkan apa yang telah diberikan institusi pendidikan.

Dan hal ini disertai dengan meningkatnya toleransi tehadap pengangguaran yang tinggi di beberapa negara demi keperluan efisiensi kerja ekonomi dan untuk mengurangi laju inflasi. Jadi di masa datang mungkin pekerjaan mempunyai fungsi yang berbeda dengan mendapatkan nafkah.bukan saja hubungan pekerja dengan orang lain akan berubah.tetapi mungkin juga akan jadi perubahan hubungan mereka dengan perkerjaan. dan 14 Pendidikan Seumur Hidup .Sehingga akan terjadi perbenturan. peningkatan.dan siapa yang harus kerja dan mungkin kerja akan berubah. pembaharuan.Proses kegiatan kehidupan sesuai dengan ketetapan UNESCO yang menetapkan pendidikan seumur hidup adalah pendidikan yang harus : a. kekacauan atau anarki menyeramkan. Jika tidak beradaptasi dengan perubahantersebut manusia sulit memperluas keinginannya yang membutuhkan hukum kewajaran.pelatihan jika ada pekerja yang tersingkirkan karena ketrampilan mereka tidak dapat terpakaia lagi karena tuntutan jaman.rupanya jelas drastis berbeda dengan apa yang ada sekarang dalam hal ini di perlukannya ketrampilan khusus untuk menghadapi masalah akan pekerjaan. Alasan mengenai kebutuhan orang dewasa adalah berhubungan dengan hubungan perkerjaan mereka misalnya orang keterampilan dalam bekerja. Mengingat-ingat penetrasi dunia kerja dan sistem otomatisasi menyebabkan adanya kebutuhan akan jenis keterampilan jenis baru. Permasalahan . Meliputi seluruh hidup setiap individu b.suatu konsep baru mengenai kerja. Di beberapa negara salah satu jawaban tehadap problem ini adlah menyediakan kelas – kelas khusus untuk orang dewasa yang di ajarkan akan ketrampilan.yang menuntut keterampilan baru. Misalnya mungkin akan menjadi kegiatan teknologi yang tinggi. Pendayagunaan sumber-sumber yang belum optimal dan perkembangan luarsekolah yang sangat pesat menuntut manusia untuk mengikuti perubahan yang terjadi yaitu beradaptasi dengan dinamika tersebut. Menurut penulis. Pada masa datang keterampilan sangatlah diperlukan.permasalahan yang telah dideskripsikan ini memberikan landasan dalam pendidikan seumurhidup yang berlaku secara keseluruhan pada setiap individu.dan oleh karena itu merupakan kewajiban dari kemewahan.tetapi juga menimbulkan perubahan yang drastis mengenai ide tentang aktifitas kerja maju misalnya berkurang pentingnya arti kerja sebagai alat untuk survival fisik. Mengarah pada pembentukan.

Mengakui kontribusidan semua pengaruh pendidikan yang mungkin terjaditermasuk yang formal.mengasuh keinginan tahunan dan kemampuan untuk berfikir. Pendidikan prasekolah tercakup pengembangan politik yang komplek.yang apabila berkembang dengan baik akan merupakan dasar bagi kehidupan dan aktualisasi diri. c.dan terakhir meningkatkan kemampuan untuk hidup bersama orang lain. Meningkatkan kemampuan dan motivasi belajar mandiri. d. Dengan demikian kita liat perlunya pendidikan prasekolah bagi bagian pendidikan seumur hidup.penyempurnaansecara sistematis pengetahuan. informal. e. dan nonformal. dan sikap yang meningkatkankondisi hidupnya.Pd 15 . (Depdikbud 1994) Mengenai pendidikan seumur hidup yang paling dasar adalah pengembangan keterampilan untuk bekerja dengan informasi dan simbolsimbol. M. keterampilan. Dr.meningkatkan apresiasi cara-cara berekspresi. Khomsun Nurhalim.pengembangan motivasi dan sosioafaktif. Tujuan akhirnya adalah mengembangkan penyadaran diri setiap individu.memilihara kenyakinan terhadap kemampuan untuk belajar.

16 Pendidikan Seumur Hidup .

M. Khomsun Nurhalim. tujuan Dr. Di Eropa pendidikan seumur hidup belum di mengerti sepenuhnya lebih jahu pendidikan seumur hidup kurang begitu terkenal dalam lingkungan pendidikan Eropa.Pd 17 . dan untuk menetapakan pengertian istilah pendidikan seumur hidup. Dalam sub bab ini. Sekarang pendidikan orang dewasa masih dikonsepsikan sebagai rekereasi. Pendidikan seumur hidup diperlengkapai tenaga yang bagus dan berkulitas. sekarang gagasan diterima dan menjadi sangat terkenal di mana-mana.Bagaimanapun. tidak berarti bahwa pendidikan seumur hidup sudah tercapai. Contohnya terdapat problem bahwa pendidikan orang dewasa sangat selektif. Pendidikan orang dewasa dinodai dengan menjadikannya sebagai sesuatu yang luks atau usaha perbaikan. bukan dijadikan bagian proses pendidikan yang berlangsung sepanjang hayat. Mereka sudah mendapatkan pendidikan sebelumnya dan bermaksud untuk memperoleh pendidikan orang dewasa. Eksitensi perbaikan tidak hanya untuk meningkatkan fasilitas pendidikan orang dewasa. proposal yang dibuat berjudul “ Pendidikan seumur hidup”. dan bukan orang yang diduga betul-betul membutuhkannya. Rekomendasi ditunjukan pada negara maju dan negara berkembang. proposal dibuat untuk inovasi pendidikan di masa mendatang.BAB III KONSEP DASAR PSH APA YANG DIMAKSUD PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Laporan tahun 1972 komisi internasional melakukan pengembangan pendidikan dan dipublikasikan oleh UNESCO dan sekarang dikenal dengan istilah “Laporan Faure” (Faure 1972) dan memuat rekomendasi pertama untuk merancang pendidikan. di maksudkan adalah untuk menyajikan gagsan pemikiran dasar.

Sekarang kehidupan hari demi hari pelajar. Tranmisi informasi dipandang sebagai ringkasan hal-hal dasar yang diketahui oleh pelajar dalam kehidupannya nanti. atau efektif sosial (misalnya. PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Dasar filisofi pendidikan seumur hidup mempertanyakan konsepsi tradisional sekolah yang telah dideskripsikan. hal 11-12). 47: Rohwer. hal 41). PERANAN TRADISIONAL SEKOLAH Sekolah secara tradisional berkenaan dengan kelompok usia tertentu. perkembangan kepribadian. (Bowel. Salah satu efek konsepsi tradisional peranan tidak hanya memisahkan sekolah dengan kehidupan nyata pelajar sehari-hari. Pendidikan seumur hidup bertumpu 18 Pendidikan Seumur Hidup . Seperti yang telah dikemukakan oleh Dave (1973. seluruhnya berlangsung terus-menerus seumur hidup. Misalnya. pertumbuhan sosial ekonomi dan kebudayaan. 1971). tetapi juga belajar di sekolah terpisah dari sumber-sumber belajar lainnya seperti. Pengetahuan biasanya tidak dengan sengaja direncanakan agar sesuai dengan kebutuhan.pendidikan seumur hidup dapat dipandang lebih luas dari meningkatkan produktivitas pekerja seperti yang ditekankan pada pendidikan orang dewasa.Seperti yang dinyatakan oleh (1973. Lebih jauh lagi sekolah secara tradisional lebih memperhatikan pemberian informasi daripada pendidikan moral. pekerjaan. perpustakaan. sekolah diterima sebagai alat mempersiapkan pelajar untuk melakukan peranan tertentu dalam struktur sosial yang ada. 1972). pertumbuhan kejiwaan. Kegunaan sesuatu yang dipelajari sekarang tidak jelas dalam kehidupan masa dewasa mendatang. bukan untuk menguasai ketrampilan belajar. pelajar dikonsepsikan sebagai wadah semata-mata atau stockpot pengetahuan. organisasi sosial dan sebagainya. hal. dan berguna untuk kesuksesan ekerjaan selama hidup (Kyostie. etika. meskipun sekarang diakui tidak ada bukti bahwa belajar lebih efisien atau lebih diinginkan pada usia ini (Coste. 1971) dan menanamkan seperangkat ketrampilam kejurua yang berhubungan dengan peranan sosial. rumah. biasanya antara sekitar 6 tahun sampai 18 tahun. museum. 1973. Bahkan bagian informasi yang lebih diperhatikan penekanannya pada penguasaan berupa fakta. Coleman. meskipun aplikasi praktek langsung terjadi namun hanya sebagai peristiwa keberuntungan saja. 1972).

Fungsinya adalah “proses perubahan yang menuntun perkembangan individu”. meningkatkan keahlian mereka dan meningkatkan pengetahuan tentang dunia yang ditempatinya. Pendidikan seumur hidup sebagai model pendidikan memang tidak seluruhnya baru. terorganisir untuk instruction. Pokok dalam pendidikan seumur hidup adalah seluruh individu memiliki kesempatan yang sistematik. (Silva.Pd 19 . Lapor-an terhadap pemerintah Inggris pada akhirnya perang dunia perta-ma (Kementerian Komite Rekonstruksi Pendidikan Orang Dewasa.pada kepercayaan bahwa belajar juga terjadi seumur hidup. Dewey (1916.walaupun dengan cara yang berbeda dan melalui proses yang tidak sama. Masalah yang terakhir telah di diskusikan secara ekstensif oleh ahli-ahli Ilmu jiwa perkembangan seperti Bruner. Konseptualisasi pendidikan sebagai alat untuk mengembangkan individu-individu yang akan belajar seumur hidup agar menjadi lebih bernilai bagi masyarakat. bahkan tanpa disadari pada saat melakukannya. 1968) sama baiknya dengan penulis pendidikan pada zaman purbakala. hal 91) mengemukakan pandangan lebih 60 tahun yang lalu bahwa pendidikan dan belajar adalah proses seumur hidup. Menurut Stephens (1967) belajar mengajar adalah peristiwa wajar yang terjadi pada manusia secara terus-menerus yang berlangsung dengan cara spontan. Semua itu bertujuan untuk memperbaiki kemunduran pendidikan sebelumnya. (Lengland. 1973. ditemukan dalam tulisan Matthew Arneldsama (Johnson 1972) dan Comenius (Lihat Kyrasek dan Palisenky. hal 46). Oleh karena itu. Pendidikan seumur hidup berkenaan dengan prinsip pengorganisasian yang akhirnya memungkinkan pendidikan untuk melakukanfungsinya. studi dan learning di setiap kesempatan sepanjang hidup mereka. Khomsun Nurhalim. M. Dalam kerangka ini pendidikan pada dasarnya dipandang sebagai pelayanan untuk membantu pengembangan personal sepanjang hidup dalam istilah yang lebih luas “development”. 1919) secara khusus memberikan rekomendasi bahwa pendidikan harus”seumur hidup” sebagai persoalan penting nasional. hal 41). disarankan bahwa belajar harus didukung dan dibantu dari anak-anak sampai dewasa. Bagai-manapun juga. 1970. gagasan ini sudah muncul 60 tahun yang lalu atau lebih sejak Dewey merekomendasikan kepada pemerintah Amerika Serikat dan rekomendasi Kementerian Rekonstruksi terhadap Dr. untuk memperoleh ketrampilan baru.

berjalan untuk mempertahankan status qua (Ward. Jencks.pengetahuan diberikan di sekolah tradisional yang tidak berubah seperti menyampaikan komodite kepada consumer (Weaver.telah menunjukkan adanya desakan social yang kuat dalam kerja sekarang yang mendorong seluruh masyarakat dan strata setiap masyarakat agar memiliki kesempatan sepenuhnya untuk merealisasikan potensi mereka dan persamaan jalab untuk memperoleh keuntungan social.hal 178)yang menyatakan bahwa sekolah melaksankan “reproduksi relasi social produksi”.1972). Argumentasi ini dirangkum dalam statemen Bowle (1971. 20 Pendidikan Seumur Hidup .tekanan juga dirasakan di Negara yang sedang berkembang yang dinyatakan bahwa system pendidikan tradisional yang diwarisi oleh pemerintah colonial dulu akan membatasi perkembangan nasional untuk mencapai tingkat persamaan internasional.pemerintah Inggris. Lebih jauhnya lagi. namun kenyataannya sistem pendidikan yang berorientasi seumur hidup belum dikembangkan.tetapi diterapkan dengan kekuatan yang diperbarui dalam masyarakat yang sangat maju contohnya Amerika Serikat ( Coleman.1973). Mereka mengemukakan bahwa pendidikan seumur hidup akan meningkatkan persamaan distribusi pelayanan pendidikan.pelajar dididik untuk menyesuaikan diri dengan posisi social tertentu dan melestarikan tatanan yang sudah ada.179181).1966.hal 171) dan keetidaksamaan yang dipertahankn oleh pengaruh control “establishment” pendidikan yang ingin menyampaikan pengetahuan dengan cara yang cepat.1972.1977. MENGAPA PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Para penganjur pendidikan seumur hidup mengembangkan sejumlah argumentasi yang berbeda – beda.dll.1972. dan politik. Keadilan Lengrand ( 1970.hal 26 – 27 ) misalnya. ekonomi.Parkyn. Menurut argumentasi ini. Banyak observer yang berpendapat bahwa sekolah yang ada sekarang pada pokoknya . Tekanan terhadap persamaan kesempatan kerja bukanlah hal baru.memiliki implikasi ekonomi yang menyenangkan serta esensial dalam menghadapi struktur – struktur social yang berubah dan terdapat alas an – alas an kejuruan untuk menetapkan akan menghantarkan peningkatan kualitas hidupnya.

proporsi GNP yang digunakan untuk membiayai Dr.anak – anak yang tidak mampu bersekolah meningkat.karena hanya untuk membiayai 10% dari penduduk usia sekolah. Negara tersebut telah menggunakn 18% dari pendapatannya untuk membiayai pendidikan dan anggaran belanja ini sangat besar dibandingkan pemasukan keseluruhan.meskipun jumlah anak – anak yang bersekolsh di seluruh dunia meningkat dari 325 juta menjadi 460 juta sejak tahun 1960 – 1968 dan jumlah anak – anak usia sekolah yang tidak tertampung di sekolah meningkat 17 juta dalam periode sekarang ini (Faure 1972).akhir – akhir ini jumlah orang dewasa yang mengalami buta huruf meningkat melebihi 80 juta(jumlah peningkatan yang pasti tergantung pada penggunaan definisi buta huruf). Sedangkan pembiayaan untuk 100% usia sekolah diperlukan dana 1.sebagai contoh Negara Upper Volta. Pertimbangan ekonomi Biaya pendidikan tampaknya mendekati titik puncak dimana masyarakat tidak mampu lagi membiayainya lebih jauh lagi.Pd 21 .seluruh usaha yang dilakukan termasuk memperbesar anggaran belanja telah gagal melaksanakan program melek huruf semesta di Negara – negar berkembang. Bagaimanapun juga. Menurut Biyin(1975).gagal menghapus buta huruf di Negara maju serta gagl untuk memenuhi kebutuhan di seluruh masyarakat.8 kali dari budget keseluruhan nasional. Dimana untuk Negara – Negara sedang berkembang problem ini telah mencapai tarf akut. M.beberapa system sekolah telah diancam kebangrutan (Coste.1973). Ini sesuatu peristiwa yang menyedihkan bahkan mengecewakan jika dilihat dalam konteks ekonomi tersebut.memperluas daya serap sekolah dan lebih meragamkan jenis – jenis pendidikan.Tetapi berbeda dengan pendidikan seumur hidup yang pada prinsipnya adalah untuk meleminir peranan sekolah sebagai alat untuk melestarikan ketidakadilan.Selama periode berlangsung.dll (Cropley dan Gross. Dala waktu yang sama pila.1973 hal 46). Kebijakan yang telah dilakukan untuk mengatasi krisis financial seperti mempersingkat penyelenggaraan. Khomsun Nurhalim.terdapat kebutuhan yang semakin meningkat untuk memperbesar pelayanan pendidikan. Dalam situasi yang sama pula dialami para orang dewasa.memperkenalkan system hutang serta meningkatkan pendayagunaan teknologi pendidikan. Contohnya. Bahkan di Negara – Negara yang berteknologi maju.

memperbesar pemenuhan diri. Meskipun jelas terdapat pengakuan yang semakin 22 Pendidikan Seumur Hidup . Sebenarnya sukar untuk mengatakan bahwa penataan kembali pendidikan tidak akan meningkatkan pembiayaan.02 menjadi 4.Costa (1973. Mereka melihat pembentukan system pendidikan yang berfungsi sebagai basis untuk memperoleh ketrampilan tipe baru yang secara ekonomi berharga untuk masyarakat. Tidak seperti pada kebijakan yang telah disebutkan.tetapi sangat sulit memperhitungkan uang kembali ke suatu Negara yang berasal dari peningkatan kebijakan pendidikan . Beberapa alternative yang telah dikemukakan seakan – akan tidak berdaya untuk menanggulangi issu – issu ekonomi.apakah kebikajakan yang telah diusulkan memilki potensi untuk menanggulangi issu – issu ekonomi yang sekarang ini terjadi pada system pendidikan. Persoalan yang lebih penting adalah meningkatkan kualitas hidup.tetapi pendidikan seumur hidup secara radikal mengandung model baru proses pendidikan.1972).mereka berdua mengemukakan contoh nyata dengan perhitungan statistic yaitu pekerja – pekerja yang memiliki pendidikan sangat tinggi akan menampilkan kerja yang lebih baik dan estimasi antara tahun 1960 – 1968 “ekonomi yang kembali” ke Uni Soviet dengan mengeluarkan satu roubel untuk membiayai pendidikan yang menghasilkan 4 roubel GNP.hal 48) telah mengemukakan kesimpulan yang memperingatkan bahwa modifikasi usia yang telah terjadi dalam system pendidikan formal tidak memungkinkan untuk menghemat biaya pendidikan. Contoh satu kasus ekonomi untuk mengadopsi system pendidikan seumur hidup telah dikemukakan oleh Zhamin dan Konstanian (1972). Meskipun dapat. Seringakali muncul pertanyaa. Disini juga perlu ditekankan bahwa para pendukung system pendidikan seumur hidup tidak membela pendapatnya dengan mengemukakan bahwa pendidikan dengan menerima pendidikan seumur hidup akan dapat meningkatkan produktivitas pekerja serta meningkaatkan keuntungan. Kebijakan seperti itu jelas memiliki implikasi ekonomi yang sangat besar.24% (Faure.melepaskan dari kebodohan serta kemiskina dan eksploitasi.serta peningkatan ini mencerminkan usaha yang sangat besar khususnya di bagian Negara yang sedang berkembang.tetapi hanya sekedar modifiksi cara – cara penyampaian atau pembiayaan dengan produk yang sama dengan pendidikan tradisional. Pendekatan peningakatan produktivitas dan keuntungan telah ditolak banyak penuis seperti Vinokur (1976).pendidikan meningkat dari 3. Meskipun.

Pendidikan seumur hidup dapat memperlengkapi kerangka organisasi yang memungkinkan pendidikan mengambil alih tugas yang dulunya ditangani oleh keluarga. Pangkuan adanya hubungan antara hubungan antara dan pertumbuhan ekonomi.pengikisan peranan keluarga bias diramalkan sebagai hasil meningkatnya pertumbuhan teknologi.kemakmuran ekonomi akan meningkatkan standar kehidupan dengan segenap keuntungan yang diperoleh karena meningkatnya harapan untuk berumur panjang.Aujaleu meramalkan “lumpuhnya nilai – nilai” adalah konsekuensi dari pengurangan peranan keluarga sebagai salah satu factor yang mempengaruhi perkembangan anak. Serta.khususnya di Negara berkembang menyatakan bahwa pendidikan berperan sebagai basis untuk ekonomi modern.agar memperkuat dan menghidupkan kembali pengaruh rumah dalam proses interaksi antar beberapa factor yang mempengaruhi anak.kemajuan personal dan kehidupan social yang berurutan .aafektif dan pendidikan social. Faktor – factor sosial (peranan keluarga yang sedang berubah) Menurut Colemsn (1972. Dengan harapan.meningkat. Dr. M. Dalam masalah tersebut harus diperhatikan bahwa penekanan peranan pendidikan seumur hidup sebagai pembantu keluarga dan berarti akan memperluas system pendidikan agar dapat menjangkau anak – anak awal dan orang dewasa. Khususnya.serta akan memperlengkapi argumentasi ekonomi lebih jauh lagi untuk mengadakan perubahan radikal organisasi pendidikan.Pd 23 .pengakuan pentingnya pendidikan moral dan social serta desakan terhadap sekolah untuk melakukan peranan pendidikan yang dilakukan keluarga.perubahan ini memerlukan suatu jalan yang dapat menutupi gap yang ditinggalkan oleh keluarganya. Lebih jauh lagi.keluarga mempunyai fungsi sebagai entral sumber pendidikan pada waktu silam.urbanisasi dan kekomplekan hidup. Dia mengemukakan bahwa situasi ini telah berubah sehingga keluarga sedikit demi sedikit berkurang peranannya dalam mendidik anak – anak. Oleh karena itu pendidikan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup berhubungan sangat intim sekali.memiliki kesehatan fisik yang lebih baik serta kebahagiaan yang lebih baik. Ini dapat dilihat dalam bidang moral.hal 431). Khomsun Nurhalim.

Faktor – factor sosial (peranan sosial yang sedang berubah) Perangkat kedua perubahan social berbeda dengan perubahan peranan keluarga yang telah dibicarakan di atas.bagaimanapun juga ini akan menyebabkan pentingnya perluasan konsep anak – anak.seperti dalam bidang stereotype seks. Peranan teknologi Dekat sekali hubungannya dengan perubahan yang telah dibicarakan 24 Pendidikan Seumur Hidup . Garis antara orang dewasa dengan anak secara tradisional sangat jelas dalam kehidupan masyarakat yang tidak maju. Anak – anak secara tradisional harus disekolahkan.hak – hak istimewa yang dulunya dimiliki orang dewasa sedikit demi sedikit pindak ke anak – anak.meningkatnya waktu luang .ketika orang dewasa semakin meningkat yang kembali kebangku sekolah..pendidikan harus berisi elemen training yang kuat dan memainkan peranan social yang sangat beragam agar mempermudah individu melakukan penyesuaian terrhadap perubahan hubungan antara mereka dengan orang lain. Contohnya pekerja bawahan di masa yang akan datang barangkali harus mengadopsi peranan social sekarang ini yang dianggap sangat tepat untuk boss. Tiket maju kedunia dewasa sering ditandai dengan umur tertentu dan beberapa upacara resmi. Seperti contoh berubahnya konsepsi peranan laki – laki sebagai pencari nafkah juga bias dilakukan oleh kaum wanita karena adanya emansipasi wanita .sedangkan orang dewasa tidak dan sekarang sangat sulit memisahkan itu.sekolah telah menciptakan perbedaan umum antara orang dewasa dengan anak – anak. Pada mulanya.Serta perkembangan yang kompleks dalam penggunaan teknologi di masyarakat maju. dengan demikian.dan meningkatnya partisipasi warga terhadap kehidupan politik. Pemuda yang kawin pada umumnya meningkat. Perbedaan sekarang ini semakin kabur.contohnya perubahan peranan adolescent dalam masyarakat modern. Pemuda umur 18 tahun yang sudah menikah dan bekerja sedangkan yang berumur 30 tahun sedang menjadi pelajar.oleh karena itu diperlukan konsep pendidikan an perluasaan rentangan usia yang ditampung dalam pendidikan. Dalam situasi yang agak mirip dengan kenyataan yang diatas adalah hubungan social yang tepat diatara pekerja yang menjadi tidak jelas.meskipun diantara keduanya terdapat hubungan yang sangat erat. Peranan social lainnya juga berubah.perubahan hubungan pekerja dengan pekerjaan dan bosnya.

di atas,dan seringakali dikemukakan oleh pendukung pendidikan seumur hidup sebagai argumentasi umum dalam rangka menopang konsep pendidikan seumur hidup yaitu gejala perubahan teknologi yang berlangsung dengan cepat. Pertumbuhan teknologi juga menyebabkan meningkatnya persediaan informasi,merubah sifat – sifat pekerjaan,meningkatkan urbanisasi dan waktu luang,keberhasilan pengobatan seperti bertambah panjangnya usia,menurunnya kematian dan meningkatnya waktu luang serta banyaknya tersedia kekayaan materi yang berakibat keduniawian dan materialisme menjiwai nilai – nilai budaya dan spiritual(Suchodolskil,1976) dan berakibat pula kerenggangan dan keasingan manusia dari manusia lainnya. Semua ini menimbulkan ketidakpastian ketrampilan yang diperlukan dunia mendatang serta melunturkan kekeluargaan,ketidakpastian peranan social dan hubungan internasionaldi masa depan. Akibatnya,basis keorganisasian baru pendidikan menjadi penting dan diperlukan dimana – mana.

Faktor – factor vocational
Masalah ini dikemukakan kembali dalam literature pendidikan pada akhir abad sekarang ini yang menyatakan bahwa kejuruan yang diperlukan dunia di masa mendatang secara drastis berbeda dengan apa yang ada sekarang . Dalam konteks ini, kemampuan system pendidikan seperti yang diorganisir sekarang digunakan untuk membekali anak – anak dengan ketrampilan khusus yang diperlukan untuk kesuksesan pekerjaan di masa mendatang yang secara ektrim diragukan. Ada alasan untuk menuduh bahwa salah satu kejuruan dimasa yang akan mendatang mengalami perubahan yaitu ketrampilan kejuruan yang cepat payu dan terjadi perubahan yang tidak hanya pada generasi mendatang tetapi juga terjadi dalam generasi ini. Dengan demikian para pekerja di masa mendatang perlu meninggalkan ketrampilan yang sudah lama dimiliki dan menggantinya dengan yang baru,barangkali tidak hanya sekali pergantian,tetapi berulang kali. Seperti yang telah dikemukakan,perubahan ini juga meliputi hubungan antar teman sekerja,employe,dll sehingga efeknya menjadi lebih kompleks dan meresap. Menurut beberapa penulis tidak hanya hubungan pekerja dengan orang yang berubah tetapi hubungan antar pekerjaan mereka. Ilmu kedokteran umpamanya menjadi suatu aktivitas teknologi yang sangat tinggi dan memerlukan beberapa jenis ketrampilan yang baru. Dan mungkin saja akan

Dr. Khomsun Nurhalim, M.Pd

25

muncul konsepsi baru tentang apa yang disebut kerja dan siapa yang harus melakukannya. Meningkatnya penetrasi dunia kerja dengan system otomat menyatakan bahwa sifat – sifat kerja itu sendiri mungkin mengalami perubahan. Serta perubahan ini tidak hanya memerlukan ketrampilan baru tetapi mengalami perubahan drastic dalam pemikiran mengenai jenis aktivitas apa yang disebut kerja. Di beberapa negara maju misalnya,nilai yang diberikan terhadap pekerjaan yang sebagai alat untuk melestarikan fisik sudah semakin menurun sekarang ini.Dan disertai meningkatnya toleransi terhadap pengangguran yang banyak terjadi di beberapa Negara sebagai akibat peningkatan efisiensi kerja dan usaha pengurangan tingkat inflasi. Beberapa masyarakat telah menurunkan martabat kerja bahkan pada tingkat memberikan jaminan pendapatan tahunan seperti yang terlihat pada beberapa daerah di Canada tanpa memandang apakah buruh itu bekerja atau tidak. Jadi,pada masa mendatang,mungkin fungsi pekerjaan bukan untuk memperoleh penghasilan,keperluan dan kemewahan. Pekerjaan misalnya sebagai jalan untuk mengekspresikan diri,cara untuk mengekspresikan jenis kewajiban social yang sejajar dengan adanya partisipasi kelompok orang tua dan guru,sedangkan cara untuk meyakinkan public tentang kejujuran/ keadilan,bahkan sebagai hokum/tanda kekurangan masyarakat. Hak untuk bekerja mungkin sebagai jalan untuk memperoleh hak – hak istimewa.Meskipun kemungkinan diatas tersebut tamapaknya fantastis.,namun masyarakat melihat perubahan besar dalam kepentingankerja mereka saja,peranan kerja dalam kehidupan individu,serta nilai – nilai yang diberikan pada pekerjaan baik dimasyarakat maupun individu bahkan perlunya bekerja. Seluruh kemungkinan ini menyatakan bahwa anak – anak sekarang mungkin memerlukan untuk masa depan mereka suatu ketrampilan yang berbeda sekali dengan ketrampilan kejuruan yang dipaketkan sekarang. Dengan demikian hendaknya memperlengkapi pelajar kemampuan untuk mereaksi secara positif terhadap perubahan baik segi meneruskan kemampuan yang secara kejuruan yang berguna untuk masyarakat dan kemampuan untuk mempertahankan identitas mereka dalam menghadapi jenis pekerjaan yang sangat berbeda dengan apa yang ada sekarang ini.

Kebutuhan – kebutuhan orang dewasa
Orang dewasa sekarang ini akan mengalami efek cepatnya perubahan

26

Pendidikan Seumur Hidup

dalam dalam bidamg kejuruan yang mereka miliki. Misalnya,ancaman keusangan yang membayangi banyak pekerja. Serta,keusangan ketrampilan yang sekarang mereka miliki dan kebutuhan untuk memperoleh ketrampilan – ketrampilan yang baru,sama sekali tidak terbatas pada pekerja buruh kasar. Dubin (1974) telah menunjukkan bahwa insiyur professional sedang menghadapi masalah keusangan ketrampilan. Menurut dia separuh kehidupan rata – rata mata pelajaran engineering yang diajarkan di Universitas Amerika yang terus menerus menjadi menurun dan sekarang ini sisanya hanya tinggal sedikit. Akibatnya,para insiyur yang sedang praktek di Amerika sekarang ini telah menghadapi prospek keusangan pengetahuan jauh sebelum habis kehidupan professional aktif mereka. Di masa mendatang,ketrampilan mereka mungkin dalam waktu lima tahun yang akan menjadi usang,dan pada waktu mereka yang sedang menyelesaikan suatu program. Jadi untuk orang dewasa sekarang,cepatnya perubahan ketrampilan kejuruan bukan problem abstrak di masa mendatang tetapi suatu yang harus dihadapi sekarang ini. Renspons terhadap problem ini adalah banyak Negara mengembangkan kelas – kelas untuk orang dewasa. Walaupun di Amerika misalnya,program – program untuk melatih kembali para pekerja yang telah menjadi usang sebagai akibat perubahan dalam industri dan mereka dipekerjakan dengan hasil yang tidak memuaskan. Oleh karena itu,fakor keengganan melanda sebagian besar orang – orang yang seharusnya membutuhkan belajar yang baru,sedangkan minat terhadap belajar lanjutan ini hanya sebagian besar terdiri dari orang – orang yang telah memperoleh pendidikan terbaik sebelumnya. Para pekerja terlantar telah meenunjukkan bahwa perasaan kebodohan mereka dengan keharusan kembali ke bangku sekolah dan mereka juga menolak retrainini karena dipandang merendahkan martabat orang tua. Kenyataannya,nilai dan sikap mereka telah menghambat kesediaan untuk ikut serta dalam belajar baru dipandang penting untuk dunia sekarang. Problem ini juga muncul Karena dukungan oleh konsepsi tradisional sekolah seperti yang telah digambarkan pada pembahasan ini. Sistem penidikan hendaknya diorganisir untuk membantu belajar pada masa dewasa di masyarakat,karena itu harus dihancurkan pandangan yang menyatakan bahwa seseorang hanya belajar pada masa persekolahan formal antara 6 sampai 18 tahun. Jadi,secara radikal berarti perubahan pandangan mengenai kapan seseorang harus disekolahkan

Dr. Khomsun Nurhalim, M.Pd

27

Misalnya Anak – anak awal sesungguhnya sudah memiliki kemampuan untuk berpikir dan mengerti. Kehidupan anak – anak awal Pada kelompok umur kedua di luar masa persekolahan yang normalnya hanya tersedia kelompok usia anak – anak awal.telah dipersiapkan atas bantuan pemerintah Propinsi Alberta Canada Worth yang mengemukakan bahwa pendidikan tidak boleh menolak anak di bawah umur 6 tahun dan menganjurkan prinsip system 28 Pendidikan Seumur Hidup . Bloom (1976) telah mereview beberapa studi penting dalam bidang tersebut dan menyimpulkan bahwa antara umur 2 sampai 10 tahun. Khususnya sudah tumbuh pengakuan bahwa anak –anak awal merupakan fase perkembangan yang mempunyai karakteristik tersendiri dan bukan semata – mata masa penantian untuk memasuki periode anak –anak. Sebagaimana orang dewasa nanti.meskipun dalam tingkatan tertentu pengalaman yang dating belakangan dapat memodifikasi terhadap perkembangan yang fundasinya sudah diletakkan pada pengalaman sebelumnya. Menurut Gelpi harus memerlukan politik pendidikan seumur hidup.dan kebiasaan bekerja yang baik. Jadi.anak – anak juga mengembangkan kemampuan kognitifnya seperti bahasa dan ketrampilan yang dipelajari dari orang dewasa dan sosio-afektif seperti kebutuhan untuk berprestasi.dan perlu perhatian bahwa penelitian kejiwaan sekarang telah menunjukkan pentingnya masa kanak-kanak awal yang digunakan sebagai fase kritis pertumbuhan dalam bidang antara lain perkembangan intelektual.Serta terhadap kemampuan anak – anak awal yang telah disebutkan sebelumnya. Jika perkembangan berikutnya adalah untuk mengikuti bagian yang optimal maka anak – anak awal tidak siap untuk memperoleh keuntungan dari ligkungan yang mendidik tetapi mereka juga membutuhkan stimulasi jenis – jenis pengalaman yang tepat.meskipun belum mencukupi perhatian yang diberikan terhadap kenyataan ini dalam perencanaan pelayanan pendidikan. Sekarang lebih sebelumnya . dan dewasa..perhatian.pada masa kanakkanak awal menjadi basis untuk perkembangan selanjutnya.dan sekolah apa.dll.tahun – tahun sekarang juga ditandai dengan meningkatkan minat terhadap pendidikan untuk umr dibawah 6 tahun. Diskusi tentang apa yang dimaksud dengan pendidikan yang dapat dijumpai dalam Worth Repot.perhatian.konsentrasi.remaja.

kesehatan.ia akan melihat pendidikan anak – anak awl meliputi variable yang kompleks dalam bidang kognitif.serta membantu perasaan harga diri .Pd 29 .formal untuk pendidikan anak – anak awal ( ia disebut “Early Ed” ). 1973). Ia menyarankan bahwa tujuannya harus memuat pengembangan ketrampilan yang digunakan untuk mendayagunakan informasi dan symbol – symbol. Khomsun Nurhalim.secar khusus ia menolak pendapat tersebut yang menyatakan bahwa pendidikan anak – anak awal berarti harus memperpanjang ke bawah system yang ada pada sekarang ini.memelihara keinginan dan kemampuan berpikir. Dengan demikian. Aspek yang terpenting dalam anjuran Worth untuk kepentingan masa kini.akan meningkatkan kemampuan untuk hidup dengan orang lain. Coles. Fungsi utamanya bukan menyediakan persiapan pendidikan akademis.motivasi dan sosio afektif yang jika berkembang dengan cepat akan menjadi basis pemenuhan diri dalam kehidupan. Lebih mutakhir lagi.ia akan mengakui betapa pentingnya pendidikan yang menuju ke usia sekolah konvensional yang digunakan sebagai salah satu fase pendidikan seumur hidup. PERUBAHAN KONSEPTUALISASI PENDIDIKAN Peranan Sekolah Meluasnya pengembangan sistem sekolah yang ditopang oleh Negara di Eropa dan Amerika Utara.ia menganjurkan pendidikan anak –anak awal yang digunakan sebagai fase pertama system pendidikan seumur hidup. Akhirnya.meningkatkan apresiasi bermacam – macam mode ekspresi diri. Sehingga. Pekerjaan utama pendidikan berkenaan dengan belajar ketrampilan dasar tertentu yang terus menerus mengandung nilai praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan individu dan masyarakat (Lynch dan Plunkett. pribadi dan sebagainya (Silva. Sebaliknya. 1973. Dia mengemukakan 3 tujuan pokok “Early Ed” yang meliputi perlengkapan stimulasi yang bias membantu pemahaman identitas dan menciptakan pengalaman sosialisasi yang tepat. Seperti yang telah dikemukakan terdahulu. latihan-latihan di sekolah dilihat oleh beragam penulis sekarang ini sebagai proses perpindahan kedalam Dr.menanamkan keyakinan setiap anak tentang kemampuan untuk belajar. 1972). M. khususnya pada fase permulaan praktis. nilai-nilai pendidikan telah berubah kearah penekanan yang lebih besar pada penguasaan ketrampilan dibidang social nilai-nilai estetika.

peranan faktor-faktor yang telah disebutkan diatas dalam belajar disekolah telah dibuat oleh Bloom 30 Pendidikan Seumur Hidup . perkembangan sosial dan kognitif. etika. jelas bahwa belajar tidak terbatas pada periode yang dipergunakan di sekolah atau tidak pada usia-usia sekolah.suatu bidang secara tradisional merupakan tugas dari keluarga (Aujaleu. dan sebagainya. Serupa dengan itu. bayi yang belum mencapai usia sekolah dengan sukses melakukan sejumlah tugas belajar yang meliputi. sikap emosional terhadap persekolahan. kebutuhan terhadap pendidikan. seperti yang telah dikemukakan. 1973. amat banyak orang-orang membicarakan masalah-masalah sosial dalam usia dewasa jauh setelah usia sekolah tradisional selesai. moral. mengontrol sistem motorik. mengenali. Umpamanya. Lebih jauh lagi. umpamanya kecakapan bahasa ibu. ketrampilan dalam menetapkan tujuan. sedikit sekali ditekankan pada ketrampilan dalam bidang sosio afektif. teknik untuk mengkomunikasikan pengetahuan dan menghubung-hubungkan ketrampilan. Analisi terakhir. mengingat dan memproduksi kembali informasi lebih ditekankan daripada menguasai metode mendapatkan informasi. pandangan ini seringkali diwarisi dari penguasa colonial dulu yang digunakan untuk Negara yang sedang berkembang. penerapan dalam mempersiapkan fasilitas belajar sekarang ini bertumpu pada kepercayaan bahwa usia terbaik untuk belajar antara umur 6-18 tahun. Konsekuensinya. Sebagian besar belajar ini hanya terjadi dalam kehidupan yang sangat awal (liha t Stone. emosi. 1972). dan sebagainya. Belajar. dan persekolahan pada periode ini dapat memenuhi kebutuhan belajar formal yang diperlukannseluruh orang-orang untuk kehidupan mereka. termasuk dalam standar persekolahan asumsi bahwa rentangan sempit pengalaman-pengalaman persekolahan cukup memadai untuk menjawab perbedaan belajar dalam segi kemampuan. Walaupun terdapat hubungan nyata antara persekolahan dengan belajar (yang akan dibicarakan lebih banyak pada bab berikutnya). Dalam waktu yang sama terlalu sedikit perhatian yang diberikan terhadap spectrum yang luas berkenaan dengan cara-cara individu berbeda dengan yang lainnya. 1972). Coleman. dan perasan. Meskipun orang-orang Eropa dan Amerika Utara masyarakatnya sangat maju sekali. Bahkan dalam bidang kognitif pun hanya ditekankan satu segi saja. Murphy dan Smith. Juga tampak bahwa ketrampilan yang secara tradisional dikembangkan di sekolah sebagian besar dalam bidang kognitif.

Pd 31 . Keunggulan persekolahan Sebagai akibat dari faktor-faktor yang telah didiskusikan pada paragraf terdahulu. Khususnya. Pertama. Kedua assumsi ini sebagian muncul dari faktor ekonomi. Beginilah periode persekolahan konvensional. Kedua. Belajar tampaknya cepat sekali dan tanpa kesukaran dilakukan oleh anak-anak awal. dasar sesuatu yang perlu mereka ketahui ketika dewasa nanti. jika tidak hanya satu-satunya agen pendidikan Dr. anak-anak harus diajarkan paling tidak. bahwa sekolah adalah arena terpenting terjadinya proses belajar pada masa anak-anak awal dan adolescent. M. dan kebutuhan akan pengajaran yang berbeda-beda sesuai dengan perbedaan individu. Khomsun Nurhalim. Seperti yang akan ditunjukkan kemudian. selama periode pengelolaan belajar dilakukan secara intensif. Ini berakibat menurun atau mengabaikan metode-metode belajar dan lokasi-lokasi belajar yang terdapat diluar kelas. menunjukkan bukti informal bahwa anak-anak belajar dengan mudah. serta menggunakan sisa hidupnya untuk menerapkan ketrampilan yang dimiliki. ia menekankan pentingnya perbedaan individu dalam variabel sosio afektif. basis “ilmiah” untuk kepercayaan ini barangkali relatif terbatas. secara tradisional diterima bahwa sekolah adalah tempat paling tepat untuk berlangsungnya belajar. dan kebutuhan akan pekerjaan yang terampil masuk ke dalam dunia industri yang secara relatif berusia muda dan diperlengkapi dengan ketrampilan yang baik dan cocok dengan job yang tersedia. tiga asumsi utama persekolahan yang secara tradisional menempati posisi tertinggi. persekolahan harus menjadi proses yang intensif.(1976). Dengan perkembangan korp guruguru professional. tetapi berakar kuat sekali secara informal dan dalam tradisi kejiwaan masyarakat. seperti mereka menguasai kebiasaan dan pola tingkah laku masyarakatnya. dilangsungkan dalam waktu yang relatif singkat. karena ketidakmampuan masyarakat industri membiayai persekolahan dalam periode yang terlalu lama. Berhubungan dengan dua assumsi diatas. Dengan munculnya pandangan bahwa sekolah dan guru-guru sekolahlah yang paling penting. Kedua assumsi ini juga ditopang observasi psikologis dan sosiologis yang menujukkan bahwaanak-anak tampaknya belajar lebih bergairah dan cepat daripada orang dewasa dalam situasi normal. dan barangkali muncul dari assumsi ketiga. dan anak-anak lebih bersedia diawasi daripada orangtua.

Begitu juga dengan metode-metode belajar diluar sekolah diabaikan. Jadi.dalam masyarakat modern posisi pendidikan dari sumber-sumber lainnya. belajar harus dipandang sebagai sesuatu yang relevansinya tipis sekali dengan kehidupan nyata pelajar. dikemukakan bahwa rentangan anggota masyarakat yang amat luas. dan sebagainya. bukan suatu rentetan yang tidak berhubungan. dan disiplin yang terpisah-pisah. Pandangan yang bertentangan antara integrasi vertical dan horizontal Konsepsi pendidikan tradisional jauh terlepas dari fakta-fakta kehidupan sehari-hari. masalah terakhir ini mengemukakan mata pelajaran di sekolah harus saling berhubungan erat. perpustakaan. 1943. pendidikan dipandang sebagai sesuatu yang hanya berlangsung di sekolah di bawah para spesialis. Argumentasi yang dikemukakan berbeda-beda sesuai dengan perbedaan latar belakang penulis. Contoh komponenkomponen masyarakat : rumah. seperti museum. tempat kerja. belajar bukan bagian dari kehidupan sesungguhnya. dan yang mirip dengan pusat belajar luar sekolah. orang dewasa harus berbuat tetapi tidak ada kesempatan untuk belajar”. klub dan masyarakat. tetapi seperangkat gagasan umum dapat dilihat. Sebagai akibat. tujuan utama persekolahan menyiapkan orang-orang untuk masa depan. integrasi horisontal pendidikan berarti jenis-jenis pengetahuan yang diperoleh diluar sekolah tidak terpisah dari 32 Pendidikan Seumur Hidup . interaksi dalam kelompok sebaya. Lebih jauh lagi. hal 43) bahwa “pemuda belajar tetapi tidak dapat berbuat. Di antara beberapa pembahasan. rumah tempat kerja. Dalam tahuntahun ini dua pandangan atau gagasan telah mendapat penekanan. Ganjaran belajar sekarang secara tradisional dipandang terletak pada kehidupan yang semakin baik dimasa depan. seperti “self-directed learning”. Hal serupa. dan sebagainya telah diabaikan. Ini memisahkan belajar di sekolah dangan kehidupan nyata yang dengan rapi diringkas dalam statemen (Livingstone. :integrasi horisontal” dan “integrasi vertikal”. “inte learning” (pelajar belajar dari sumber yang bersifat otoriter). tetapi sesuatu yang di lakukan di tempat istimewa dan terlepas dari jalur kehidupan. Lebih jauh lagi. Kunci gagasan integrasi horisontal ialah bahwa pendidikan dalam pengertian belajar disekolah harus dikoordinasikan dengan komponen-komponen lain masyarakat yang memungkinkan terjadinya belajar.

Untuk alasan-alasan ini ia mencela isolasi sekolah dan kepercayaan yang kuat terhadap sekolah formal sebagai sumber utama pengalaman pendidikan. Karena itu dikemukakan bahwa interelasi belajar membujur melalui seluruh tingkatan usia secara khusus harus diakui dan dimanfaatkan dalam organisasi-organisasi pendidikan. hal 105-109). Ia menopang pandangan bahwa tidak benar proses persekolahan dan pendidikan itu sama. seluruh pengetahuan harus dirajut terus-menerus. dan orang-orang dapat belajar dalam seluruh tingkatan usia. dan dengan sendirinya persekolahan tidak mampu menyediakan seluruh pendidikan yang diperlikan dalam kehidupan. masyarakat dan sebagainya). Akhirnya pengaruh yang terkuat terhadap pertumbuhan bahkan selama persekolahan formal. proses berlangsungnya belajar tidak dapat dibagi menjadi proses di sekolah. diperlukanperubahan konsep hubungan antara persekolahan. datang dari luar sekolah (seperti media. Tampak kemudian bahwa muncul konsep baru pendidikan. belajar dan pendidikan. Lebih jauh lagi. Tulisan-tulisan masa kini tentang pendidikan yang memuat kepercayaan bagaimana pendidikan harus diorganisir secara longitudinal melampaui batas waktu yang ada di sekolah sekarang. Perubahan yang paling cepat dan abadi proses perkembangan personal terjadi sebelum persekolahan formal.Pd 33 . Justru itu. Pandangan ini memang sangat bertentangan dengan stereotype yang ada seperti “kamu tidak dapat mengajarkan tupu muslihatbaru untuk anjing yang sudah tua” dan banyak ungkapan dalam bidang ini.pengetahuan yang diperoleh diluar sekolah tidak terpisah dari pengetahuan yang didapat di sekolah. teman sebaya. semakon meningkat pula penekanan dalam tulisan modern bahwa belajar di setiap tingkatan sebagian dari hasil belajar di masa dating. keluarga. Khususnya konsep ini menentang kepercayaan tradisional terhadap keunggulan sekolah yang relatif terlepas dari kehidupan. Dasar argumentasi ini adalah pandangan yang menyatakan bahwa belajar sepanjang hidup. ia mengemukakan integrasi Dr. M. Khomsun Nurhalim. Periode kehidupan yang terlama terletak jauh sesudah akhir masa persekolahan formal. Argumentasi prinsip ini telah direview dan diringkas oleh Blakely (1972. ia mengemukakan bahwa proporsi belajar terbanyak dalam pendidikan berlangsung sebelum permulaan persekolahan atau berkelanjutan sesudah akhir masa persekolahan. Pandangan ini merupakan pengesahan prinsip intregasi vertikal. bahwa persekolahan hanya salah satu pendidikan yang berpengaruh dalam kehidupan.

Akhirnya. dan pentingnya belajar terus-menerus dengan baik di luar waktu persekolahan konvensional. konsepsi yang sedang berubah menekankan sifat interaksi belajar dalam seluruh kehidupan. dengan atau tanpa sengaja dikelola dengan atau tanpa disertai kesadaran bahwa belajar sedang terjadi. Pandangan yang telah dibicarakan ini terletak dalam jiwa konsep pendidikan seumur hidup. jika ingin mencapai penyesuaian yang sukses terhadap perubahan yang cepat dalam kehidupan modern. 34 Pendidikan Seumur Hidup .jenis-jenis pengelolaan belajar “persekolahan” dengan jenis-jenis pengelolaan belajar informal yang terjadi seumur hidup.

Persekolahan dan belajar Persekolahan dan belajar juga berkaitan sangat erat sekali .1967). pendidikan adalah “rekontruksi atau reorganisasi pengalaman. serta memungkinkan mengontrol elemen-elemen lingkungan yang berhubungan dengannya (Blakely.” “self-directd learning” proses ini dilakukan secara spontan. alamiah. Dewey(1916) mendefinisikan.hal. pendidikan tidak sama dengan belajar.” jadi. seperti Blakely(1972. bahkan tanpa disadari (Stephen. perubahan-perubahan itu membantu seseorang untuk menginterprestasi pengalaman dan memungkinkan peningkatan teknik-teknik bertingkah laku yang efektif untuk menghadapi kehidupan. pendidikan erat sekali hubungannya dengan belajar : belajar adalah suatu proses dimana pribadi seseorang bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya .Pd 35 .105)telah menempatkan pendidikan dalam pengertian yang sangat luas. Karena itu.dirinya sendiri. sebagai suatu proses “selfinitiated. M. sekolah diasosiasikan dengan belajar. melalui proses ini terjadi pendidikan . Khomsun Nurhalim.BAB IV PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP DAN ILMU JIW A JIWA PENDIDIKAN DAN BELAJAR Proses pendidikan dalam pengertian yang amat luas dapat didefinisikan sebagai perubahan dalam memahami dunia luar. khususnya jenis belajar formal. meskipun para penulis dalam bidang ini barangkali tidak sependapat mengenai beberapa jenis fakta belajar yang akakn menjadi Dr. sehingga menambah arti pengalaman dan meningkatkan kemampuan mengarahkan jalan pengalaman berikutnya.1972. dan hubungan dirinya dengan orang lain dan obyek-obyek yang ada di lingkungannya .

pendidik profesional dengan sengaja menyediakan kondisi lingkungan yang mereka percaya akan mengubah . hanya selama periode persekolahan belajar dilakukan secara besar-besaran. meskipun barangkali terjadi di sekolah serta menyenangkan atau mencemaskan para pendidik. Dalam persekolahan. dengan cara khusus dipilih oleh orang-orang yang mengarah persekolahan. jenis belajar ini tidak dapat dianggap persekolahan. dan seperangkat tujuan dan gagasan yang sengaja untuk direalisasikan .dan tujuan untuk apa dipelajari . Apa yang menyebabkan kekhasan persekolahan dan keunikan hubungannya dengan belajar . dan tujuan dan gagasan itu dianggap akan dapat dicapai dengan pola pengolaan khusus proses belajar yang dipilih. usaha formal dan terstandar dilaksanakan untuk memodifikasi belajar. Semua hal yang telah disebutkan memerlukan persyaratan adanya orang-orang yang mengerti bagaimana mempengaruhi belajar. apa yang akan dipelajari . biasanya wajib diikuti dan terdapat usah sistematis yang dibuat untuk memodifikasi dan mengaturnya.1976.para pelajar paling tidak sebagian menyadari fakta bahwa mereka diikat dalam proses belajar (murid-murid). Jenis belajar di sekolah memilki unsur-unsur tertentu yang membedakannya dengan belajar seharihari yang semata-mata terjadi dalam kehidupan dan perkembangannya. sehingga orang-orang yang disekolahkan menemukan diri mereka sendiri dalam lingkungan itu. belajar untuk mencapai lingkungan yang mereka inginkan. Jadi. bahwa meskipun belajar adalah seumur hidup dan ada di mana-mana. persekolahan mempunyai seperangkat prosedur yang secara sengaja direncanaakan dengan maksud mempengaruhi proses belajar.1970). Para ahli ilmu jiwa mengakui eksistensi. adalah fakta bahwa proses persekolahan merupakan usaha sengaja dan sistematik dibuat untuk mengubah tingkah laku melalui belajar (Duke. hubungan antara persekolahan dengan belajar berpusat pada fakta . kapan akan dipelajari. Rohwer. Juga agen-agen yang secara khusus dirancang untuk tugas mengontrol belajar (guru-guru). Umpamanya. seperti “incidental learning’” apa yang dipelajari barangkali diperoleh tanpa kesadaran pada diri pelajar. bagaimanapun juga. sekolah dan belajar bukanlah hal yang sama. proses belajar diciptakan melalui pengolaan lingkungan. Dalam persekolahan. seperti guru dan administrator. mereka itu adalah para pendidik profesional.masalah utama. belajar tidak harus secara khusus menyadari bahwa mereka sedang belajar. dibiayai negara. 36 Pendidikan Seumur Hidup . Untuk membuat lebih sederhana.

atau sebaliknya menggunakan banyak waktu di sekolah tetapi miskin pendidikan dalam bidang kehidupan (“pendidikan orang-orang idiot”). dan tidak melulu dari hasil kontak dengan sekolah. Pendidikan dan persekolahan dikaitkan dengan perhatian umum terhadap belajar. persekolahan hanya salah satu dari banyak proses pendidikan yang beroperasi dalam kehidupan . dan seluruh unsur variabel affektif seperti sikap terhadap orang dan benda .Pendidikan dan persekolahan Istilah “pendidikan “ seringkali dipergunakan dalam jajaran statemen tentang sekolah dan mengajar di sekolah. Persekolahan adalah hanya salah satu instansi khusus pendidikan. Hal ini penting bagi siapa saja yang ingin memahami prinsipprinsip pendidikan seumur hidup. karena itu. tentu saja. penting untuk diperhatiakan bahwa belajar yang belangsung di sekolah hanya salah satu contoh belajar normal . Belajar meliputi penguasan ketrampilan-ketrampilan sosial baru. perkembangan perubahan sikap ke arah dirinya sendiri dan orang lain . diakui secara luas dalam ekspresi bahasa sehari-hari. konsep belajar yang di pergunakan disini juga diperluas kebidang yang kedua. dan sebagainya.tetapi keduanya bukan hal yang sama (Duke. Lebih jauh lagi. wajar dan sehari-hari yang berlangsung dalam proses pendidikan yang lebih luas . perubahan kemampaun untuk mengalami dan menahan emosi. Dapat dibenarkan pengertian pendidikan lebih diperluas meliputi seluruh pengalaman yang mendidik yang dialami oleh orang-orang dalam seluruh bagian kehidupan normal mereka . Konsep belajar Sebagai “reorganisme kejiwaan” jelas sekali meliputi banyak faktor yang tidak hanya sekedar pola reinforcement khusus yang beroperasi pada waktu terjadinya. dan faktor lain yang serupa. pendidikan adalah proses yang lebih umum . kecocokan input dengan tingkat perkembangan yang ada .Pd 37 . lebih jauh lagi.1976). Perbedaan yang dibuat antara pendidikan dan persekolahan disini barangkali karena didorong seringkali kedua istilah tersebut disamakan . Dr. juga termasuk ada tidaknya pola motivasi yang cocok. Diantaranya faktor kognitif seperti interprestasi informasi . Khomsun Nurhalim. M. kemungkinan menerima pendidikan melalui pengalaman kehidupan (pendidikan “dalam sekolah kehidupan“ ). dan sekolah hanya salah satu prinsiputama pendidikan seumur hidup.

pengembangan tujuan dan aspirasi . kognitif. Meskipun benar bahwa belajar adalah proses adaptasi terhadap lingkungan . belajar dan pendidikan tidak sama. etika.hal. organisasi argumen buku ini sekitar inti senttral belajar sebagai suatu proses tidak ada jalan untuk mengartikan pendiddikan terkosentrasi pada suatu proses yang sempit yang terbatas hanya pada penguasaan pengetahuan kesarjanaan . Pemikiran dapat juga dianggap sebagai “instrumen untuk belajar”(Blakely. Mereka belajar bagaimana belajar. dan sebagainya. Sistem sekolah diorganisir menurut prinsip pendidikan seumur hidup. Seperti yang telah dikemukakan. yaitu perbedaan antara pendidikan seumur hidup dan belajar seumur hidup. atau jenis kejuruan. Juga dikemukakan bahwa belajar adalah proses seumur hidup yang berlangsung denagn atau tanpa persekolahan apa yang diterimanya. dan pertumbuhan personal.167) Dalam segi ini pendidikan seumur hidup pada pokoknya berkenaan dengan belajar sebagai suatu sistem pendidikan. kapan belajar dan apa yang akan dipelajari. Jika. Konseptualisasi belajar ini telah diungkapkaan lebih banyak oleh Blakely (1972). Pendidikan memang meliputi beberapa elemen seperti itu . Seperti yang telah diketengahkan. Salah satu tujuan pendidikan seumur hidup memodifikasi persekolahan untuk membentuk dan mengaruhi jenis belajar yang terjadi seumur hidup. estetika. khususnya dalam konteks belajar adalah proses yang “dinamis. profesi. Belajar buakn hal yang pasif . tetapi terdiri dari proses ‘kreatif’ seleksi dan reorganisasi. pendidikan seumur hidup adalah suatu tujuan atau ide yang memuat prinsip-prinsip mengorganisir persekolahan untuk membantu proses belajar seumur hidup.” Manusia belajar aspek-aspek pengalaman apa yang aka diperoleh dan taktik dan teknik apa yang akan dipergunakan untuk menafsirkan pengalaman. dan untuk mempengaruhinya sesuai dengan tujuan dan ide khusus. lebih jelas lagi pengertiannya. disamping juga berkenaan dengan motivasi .1972.begitu juga pendidikan dan persekolahan. Pendidikan seumur hidup dan belajar seumur hidup Perpanjangan perbedaan antara pendidikan dan belajar berguna dalam hal ini. karakteristik khusus persekolahan menyediakan dengan sengaja kondisi yang akan membantu jenis belajar tertentu. Kesimpulan. Sistem sekolah diorganisir menurut prinsip pendidikan seumur hidup tidak akan menciptakan belajar seumur 38 Pendidikan Seumur Hidup .

tujuan kejiwaan ideal pendidikan seumur hidup seperti terbinanya orang yang yakin. dan seberapa jauh kemampuan untuk direalisasikan belum diketahui. dan biasanya tidak dianggap penting. prinsip-prinsip yang akan ditekankan. Bahwa untuk Dr.Pd 39 . paling tidak dirumuskan dalam bentuk abstrak. Proses deduksi hipotesis klasikal memerlukan formulasi hipotesis tentang sifat-sifat terpenting kurikulum. problem keuangan dan keorganisasian sangat sulit dalam segi pembagian waktu. dan menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dapat dimengerti dalam istilah pengetahuan yang sudah ada.kreatif.hidup karena belajar seumur hidup sudah berlangsung ). dan jenis-jenis orang yang akan ditolong perkembangannya. sebagian merupakan tindakan yang berdasarkan kepercayaan.mempunyai kemampuan intelektual. Pendidikan seumur hidup mempunyai tujuan yang akan dicapai oleh pendidikan. Pendidikan seumur hidup esensinya lebih banyak merupakan suatu statemen gagasan daripada suatu proses yang dibuktikan secara ilmiah. Adopsi prinsip pendidikan seumur hidup lebih lanjut. Sebagai tujuan pendidikan. Dengan studi prediktif ditetapkan tujuan operasional dan secara berurutan ditetapkan adanya korelasi atau ketidakadaan korelasi diantara keduanya seperti yang telah dikemukakan. mengarah ke satu tujuan bahwa pendidikan seumur hidup dapat dievaluasi dengan menanyakan apa basis teoritisnya. menghubungkan antara unsur-unsur kurikulum dengan tingkah laku dalam kehidupan nyata dan memodifikasi unsur-unsur sistem yang dilihat tidak efektif. Pendidikan seumur hidup adalah menterjemahkan tujuan abstrak ke dalam rangkaian operasi kelas yang konkrit dan dapat di percaya untuk mencapai tujuan.kepribadian yang baik. Melakukan analisis menjadi tujuan utama dan jika dapat dilihat pendidikan seumur hidup konsisten dengan pengetahuan kejiwaan perkembangan manusia. tingkat dan kualitas belajar. Pengembangan sistematik kurikulum memerlukan studi longitudinal yang meliputi satu generasi. Pendidikan seumur hidup dan pengetahuan kejiwaan Inovasi pendidikan dapat dievaluasi secara sah dengan cara menganalisis tempat bertumpunya prinsip-prinsip teoritis. beserta elemen politik masyarakat yang kuat. tetapi akan memuat usaha sengaja untuk mempengaruhi bentuk. Khomsun Nurhalim.etis dan sebagainya. Perlu disadari secara jelas pendidikan seumur hidup adalah konsep abstrak yang meliputi tujuan-tujuan abstrak dan idealis. M.

konsep utama yang dipergunakan adalah tentang “belajar seumur hidup” bahwa belajar terjadi seumur hidup dan tidak terikat dengan ada dan tidaknya konsep pendidikan seumur hidup. Pendidikan seumur hidup didefinisikan sebagai tujuan atau ide formal untuk organisasi dan struktur pengalaman pendidikan. Empat konsep kunci harus dijelaskan dalam hal ini. (tujuan yang mengarahkan organisasi pendidikan). dari yang muda hingga tua. belajar merupakan cara yang logis untuk mengatasi problema dan mendorong untuk belajar diseluruh tingkat usia dan menerima tantangan dan perubahan seumur hidup sebagai pemberi kesempatan untuk belajar baru. yang diambil dari pengetahuan empiris di bidang lain seperti ilmu jiwa. Pendidikan seumur hidup adalah filsafat atau ide. dan kuikulum yang membantu belajar seumur hidup adalah cara praktis yang harus dilalui untuk mencapai tujuan. Organisasi dan struktur ini akan diperluas meliputi seluruh rentang usia. Yaitu cara mengajar yang seharusnya dilaksanakan berdasarkan prinsip pendidikan seumur hidup.validitas pendidikan seumur hidup perlu memasukkan prinsip-prinsip dasar yang valid untuk dijadikan titik tumpu. Kedua. hal ini memerlukan basis institusi yang amat berbeda dengan basis yang mendasari persekolahan konvensional. kehidupan dan pendidikan telah didiskusikan terperinci dalam pembicaraan terdahulu.terlepas dari cara-cara persekolahan yang dorganisir dalam masyarakat mereka. Jadi kapan saja istilah pendidikan seumur hidup dipergunakan dan sangat penting untuk diperhatikan bahwa ia tidak mengacu pada proses belajar seumur hidup yang alamiah dan pasti terjadi tanpa organisasi sekolah. “belajar seumur hidup” akan dikelola dengan belajar konvensional seperti yang kita ketahui. Istilah “pendidikan seumur hidup” digunakan sehingga dapat dimengerti. 40 Pendidikan Seumur Hidup . pendidikan seumur hidup mempunyai implikasi terhadap cara mengajar. pelajar seumur hidup dan belajar seumur hidup adalah hasil yang diharapkan. Pelajar seumur hidup akan digunakan untuk menyatakan orang-orang yang sadar tentang diri mereka sendiri sebagai pelajar. konsep yang berhubugan erat adalah tentang “pelajar seumur hidup” tampak bahwa seluruh orang adalah pelajar seumur hidup. Konsep terakhir yaitu “kurikulum yang membantu pendidikan seumur hidup” kunci. Ketiga. Pertama konsep pendidikan seumur hidup itu sendiri interrelasi dasar antara persekolahan dengan belajar.

Aspek kedua ini berkenaan dengan implikasi pengetahuan. Sejak pendidikan seumur hidup memuat seperangkat tujuan yang jelas berbeda dengan tujuan pendidikan yang diorganisir sudah menunjukkan bahwa pendidikan seumur hidup menurut pengetahuan kejiwaan akan menyajikan basis yang memadai untuk mengkaji lebih jauh prinsip-prinsipnya. Meskipun telah dikemukakan bahwa syarat keberhasilan yang membantu pendidikan seumur hidup yang tidak terlalu di pentingkan untuk menganalisis konsep pendidikan seumur hidup. Bab 4. meskipun elemen ini kurang di berikan penekanan. Pendidikan seumur hidup memerlukan pendidikan yang lebih kompleks di tinjau dari segi disiplin ilmu seperti ekonomi. administrasi dsb. sosiologi. Inkonsistensi antara pendidikan seumur hidup dan pengetahuan kejiwaan mungkin menyebabkan tidak valid sub– sub prinsip pendidikan seumur hidup yang ditemukan atas dasar pertimbangan lebih lanjut.Pd 41 . Khomsun Nurhalim. Analisis pendidikan seumur hidup dari sudut pandang kejiwaan merupakan aspek penting. motivasi dan sosio efektif seperti yang telah dibicarakan. dan bukti seperti itu tidak pada umumnya disajikan waktu Dr. tujuannya untuk menunjukkan bahwa asumsi kejiwaan secara implisit yang mendasari pendidikan seumur hidup dalam bidang fungsi kognitif. kognitif.Struktur analisis Belajar di sekolah pada esensinya merupakan kompleks variabel. motivasi dan fungsi sosio efektif itu benar menurut pengetahuankejiwaan sekarang. Seluruh analisis pengesahan pendidikan seumur hidup sebagai suatu prinsip yang terorganisir dan keputusan apa sistem sekolah yang ada dapat dimodifikasi menurut konsep pendidikan seumur hidup. M. Penerimaan atau penolakan sangat mungkin akan bertumpu terhadap rumusan pendidikan seumur hidup itu sendiri. dan meninjau kembali unsur mana dari prinsip – prinsip pendidikan seumur hidup. Inkonsestansi serius kosep dasar pendidikan seumur hidup dengan pengetahuan kejiwaan sekarang akan mempengaruhi keyakinan para administrator pendidikan untuk mengimplementasikannya. dan 6 meninjau kembali pengetahuan kejiwaan yang berkenaan dengan interaksi antara kehidupan dengan pengalaman dan belajar. Analisis kejiwaan pendidikan seumur hidup akan diorganisir dalam tiga kerangka. 5. perencanaan kurikulum yang berorientasi pada pendidikan seumur hidup. tidak hanya bertumpu pada analisis kejiwaan. Arah tersebut sudah dimulai oleh Dave (1974).

Bab 7 mendiskusikan implikasi analisis kejiwaan pendidikan seumur hidup terhadap rancangan kurikulum. sedangkan kepercayaan itu juga berhubungan dengan persekolahan konvensional. ekonomi. kapan mempelajarinya dan lain sebagainya. seperti yang telah dikemukakan oleh Rohwer(1970). Kepercayaan tersebut secara eksplisit di nyatakan dalam pembukaan kurikulum atau sukar dikenali pelaksanaannya dalam sistem. dan seperti apa manusia yang ideal itu. BASIS KEJIWAAN PENDIDIKAN Lembaga pendidikan umumnya berstandarisasi dan menyeragamkan semua proses pendidikan khususnya disekolah. Hubungannya kompleks. dan apa tujuan belajar yang harus mereka cari . Pendidikan juga diikaitkan dengan faktor-faktor lingkungan dalam kelas yang membantu 42 Pendidikan Seumur Hidup . meskipun sifat-sifat kepercayaan secara tepat barangkali berbeda. Bagaimanapun juga. bagaimana proses belajar berlangsung. Kenyataannya.dan sebagainya. Fakta ini baik untuk diingat dan diolah dalam pikiran. dan apa tujuan belajarnya. dan unsur-unsur sosiologis. rekomendasi ini memuat seperangkat kepercayaayn tentang seperti apa sebenarnya orang itu. sekitar bagaiman apendidikan seumur hidup itu akan disruktur agar mempengaruhi belajar seumur hidup. dibawah kondisi tertentu. Salah satu maksud teks ini adalah untuk membuat beberapa saran berdasarkan pada pengetahuan kejiwaan seekarang. dan bukan hasil keuntungan kolaborasi seperti yang diharapkan.mengevaluasi kurikulum. Standarisasi ini bertujuan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran seperti. Ini bearti pendidikan seumur hidup juga berhubungan dengan seperangkat kepercayaan dalam bidang kejiwaan. sosiopolitik. Kejelasan pengakuan terhadap fakta ini dapat dilihat peranan utama yang diberikan pada studi faktor-faktor kejiwaan dalam program pendidikan guru. Dan bab 8 akan mengevaluasi secar kritis seluruh prinsip. Prinsip pendidikan seumur hidup mensyaratkan bahwa orang-orang harus belajar dengan cara tertentu. dan akan berlangsung terus seumur hidup mereka. apa yangharus dipelajari. penetapan tujuan-tujuan pendidikan yang disengaja selalu terpaut dengan bidang kejiwan. terutama dari sudut pandang kejiwaan. Juga mensyaratkan eksistansi orang-orang untuk tahu cara apa yang dipergunakan. Pendidikan dan ilmu jiwa mempunyai interrelasi yang dalam.

Faktor-faktor kejiwaan dalam tujuan pendidikan. faktor utama efisiensi belajar adalah keinginan untuk belajar itu sendirisecar psikologis merupakan fenomena yang kompleks. pengelolaan belajar kelas menggunakan dasar pengetahuan dalan ilmu jiwa kognitif. Dari segi lain.faktor sosio affektif belajar dalam kelas meliputi pertanyaan apakah anak-anak merasa atau tidak. Dalam kasus anak manusia yang balajar dalam kelas. Pengelolaan belajar kelas yang sukses adalah suatu fenomena yang memuat elemen kejiwaan sebagai bagian yang amat penting. Kondisi-kondisi initidak hanya sekedar seperangkat sekedul”reinforcement” untuk meningkatkan kemungkinan bahwa respon tertentu akan muncul lebih banyak dimasa depan. Fenomena tersebut meliputi apa yang disebut unsurunsur”sturtural. M. Basis kejiwaan pendidikan sama sekali tidak terbatas pada pengelolaan belajar dalam kelas.belajar. Jadi. tetapi juga kondisi-kondisi yang membantu belajardalam kelas meliputi faktor seperti tingkat kesulitan dan organisasi bahan.” seperti penerimaan oleh anak bahwa bahan yang sedang dia pelajari dalam banyak hal berharga.” Kondisi-kondisi yang secara eksplisit memimpin anak kearah aktivitas intelektual dengan cara relatif biasa dan berurutan”(Rohwer. Ini dapat disimpulkan dengan apakah anak merasa atau tidak bahwa mereka milik kelas dan kelas adalah milik mereka. bahwa sekolah adalah alat yang bernilai dalam kehidupan.Pd 43 . Khomsun Nurhalim. Faktor. bahwa mereka dalam kelas berada ditengah-tenagh temannya.eleman utama persekolahan formal adalah pengelolaan pengalaman anak-anak yang disengaja selama Dr. Sebagai tambahan belajar dalam kelas sangat tergantung dengan penerapan”iklim yang memotivasi” dengan tepat. tingkah laku tikus dalam laboratorium menunjukan elemen-elemen perhatian dan maksud(purpose). suatu contoh yang menjadi fokus dalam isu ini. dan ssebagainya. Teriakan bahwa bahan-bahan belajar dalam kelas tidak “relevan” atau bahan-bahan itu tidak dapat diterapkan dalam kehidupan nyata anak-anak. Hal ini juga meliputi penetapan. motivasi positif juga meliputi apa yang disebut dengan variabel”proses” seperti keinginan untuk menyenangi guru yang baik.1970hal1379-1380). dan yang lainnya kurang. Meskipun tidak bisa dilaporkan dalam literatur seperti ini. Seperti yang telah dikemukakan dalam bab dua. bahwa belajar adalah sesuatu yang wajar dan mudah dikerjakan.

kejiwaan secara eksplisit dijadikan statemen untuk tujuan pendidikan . dan dengan heredity ditransmisikan superioritydan inferiority.dan sebagainya (silva. prestasi pemenuhan diri. Jadi . hanya dalam tulisan tulisan yang lebih mutakhir. Galton(1883) menafsirkan statistiknya yang berkenaan dengan disstribusi prestasi kejuruan ssuperior di Inggris sebagai bukti bahwa ‘genius “ diwariskan dalam keluarga dan genius itu merupakan sifat yang paling utama. pengembangan etika dan perhatian terhadap orang lain. semakin eksplisit dalam tulisan tentang tujuan pendidikan sekarang ini. para penulisn sekarang lebih banyak menitik beratkan pada peranan pendidikan dalam membantu pola tertentu pertumbuhan kejiwaan anak. amat mengejutkan sekali bahwa pada abad ke 19.proses persekolahan formal untuk mencapai perubahan tingkah laku yang diinginkan.1973. Amat sangat penting untuk diperhatikan bahwa tujuan-tujuan seperti ini. pengembangan kesehatan diri. Tujuan pendidikan sekarang Walaupun dalam pernyataan terdahulu tentang tujuan pendidikan jelas memilki basis kejiwaan dan bertumpu pada bodi pengetahuan kejiwaan(tertanam dalam pikiran bahwa interperensi pengetahuan ini sangat dipengaruhi oleh faktor –faktor sosio politik). training transfer dalam sistem pendidikan Inggri secara luas diterima sebagai kunci konsep kejiwaan. penekanan berubah lebih jauh ke arah penguasaan ketrampilan sosial. bahwa tujuan pendidikan pada hakekatnya adalah masalah kejiwaan hubungan anatara ilmu jiwa dengan pendidikan menjadi lebih pesifik. Kenyataanya. Proses dan isi persekolahan 44 Pendidikan Seumur Hidup . meskipun dikatakan muncul dari bukti-bukti yang dapat di pertanggungjawabkan secara”ilmiah” namun kenyataannya sangat tergantung dengan faktor-faktor sosio politik seperti kepercayaan umum tentang heredity dan environment dalam perkembangan manusia. Sebagai contoh.titik berat dalam statement tujuan pendidikan beralih dari penguasaan ketrampilan dan pengetahuan ke bidang produksi jenis tertentu funsi individu yang secara psikologis memiliki cara tertentu lebih mutakhir lagi. khususnya dalam menghadapi ketidakpastian sifat-sifat dunia di masa mendatang ditekankan dalam bab 1dan 2.Coles. sedangakan pandangan sosio politik bahwa perbedaan individu hampir seluruhnya sebagai hasil heredity.1972). Untuk memberiakn suatu contoh.

Terdapat eleman-eleman kejiwaan dalam inti proses pendidikan. Bagaimanapun juga. Khomsun Nurhalim.dan juga kejiwaan. MENILAI PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Dalam argumentasi yang telah dikembangkan jelas dimungkinkan dan malah diinginkan untuk menganalisis pendidikan dari sudut pandang assumsi kejiwaan yang mendasari struktur. Sebagai tambahan. deskripsi itu akan tetapdi tulis dalam istilah abstrak . Umpamanya pertanyaan bagaimana kelas diorganisasi jawabanya meliputi issu ekonomi.administratif. Banyak analisis pendidikan modern disajikan dlaam bab-bab dan bertentanagann dengan assumsi-assumsi pendidikan seumur hidup yang mempunyai basis kejiwaan. M. Hal i ni tepat sekali menjadi tujuan penyajian buku ini. Pendidikan dan ideologi Dengan diterimanya pandangan yang telah dikemukakan bahwa pendidikan amat luas kaitannya dengan faktor-faktor kejiwaan.elemen-elemen administrasi .didasarkan atas kepercayaan kejiwaan tentang bagaimana terjadinya belajar dan apa yang harus dipelajari. evaluasi pendidikan(kejiwaan atau yang lainnya0 langsung berhadapan dengan problem praktis. Dengan demikian. seperti yang telah dikemukakan.Pd 45 . karena itu evaluasi sistem pendidikan jelas sekali harus berdasarkan kriteria kejiwaan. jadi. yaitu bagaimana melaksanakanya. Ini tidak di maksudkan untuk menolak bahwa ia juga mempunyai aspek ekonomi. Tujuan-tujuan pendidikan mau tidak mau dinyatakan sebagai suatu ranguman gagasan. dan masalah ini menjadi pusat pembicaraan dalm teks ini.” atau “pengembangan berpikir logis daan kritis dalam diri pelajar. dan sebagainya. dan sebagaainya. apa yang menyebabkan kepuasan hidup .” Tidak satupun deskripsi tersebut yang operasianal dibandingkan dengan statemen seperti’pengembangn pelajar yang meminjam anatara 3 sampai 5 buku dari perpustakaan dalam minggu tertentu . khusus kurikulum harus dinyatakan dengan istilah seperti “produksi pelajaar yang disiapkan dengan baik untuk berfungsi sebagai warga negara.” Dr. Bahkan di mana ada usah dibuat untuk mendiskripsikan hasil-hasil yang diharapkan secara lebih mendetil. proses dan tujuan pendidikan. tujuan pendididkan didasarkan pada kepercayaan kejiwaan tentang apa yang dibutuhkan orangorang jika mereka ingin hidup memuaskan.

tidak dengan cara spesifik dan operasional. Kenyataan yang berkembang kemudian.an. seperti yang telah dikemukakan. tidak ada kompetisi . 46 Pendidikan Seumur Hidup . ide-ide ini dengan jelas cenderung untuk memuat aspek-aspek politik.kepercayaan-kepercayaan sosio politik masyarakat tempat para pengajur berada. Seperti statemen yang membanjir dalam kurikulum dan teks book pendidikan di amerika serikat pada tahun1950. sebaliknya masyarakat pada waktu tertentu dalam perkembangannya memuja ilmu pengetahuan abstrak. kompetisii. tujuan pendidikan sangat bersifat ideologis. Hal ini denagn mudah dapat dilihat dari kajian pernyataan yang menyangkut tujuan pendidikan masa sekarang tujuan yang di tetapkan mencerminkan ideologi yang berlaku pada waktu para pengembang kurikulum menerima pendidikan mereka. Jauh dari kenyataan konkrit.Bahkan tujuan kejiwaan pendidikan umumnya dinyataka dalam bentuk ide abstrak. Lebih jauh lagi .operasional dan universal. dan matematika pada abad ke19 di Inggris)masyarakat yang menekankan pentingnya kerjasama . (b) dimodifikasi oleh ideologi sekarang atau paling tidak. dan pengehormatan terhadap negara akan menitikberatkan tujuan pendidikan dalam segi ini.(c)dinyatakan dengan cara abstrak dan idealistis. mereka mengembangkan tujuan pendidikan yang menitikberatkan isi ilmu pangetahuan yang mencerminkan keilmuan yang tinggi (seperti bahasa latin. dan sangat terpengaruh dengan ideologi yang populer pada waktu itu. sedangakan masyarakat yang umumnya menyenangi individulisme. Dan dapat diduga semua tujuan bersifat idealistis. Dan para pembangakang dalam bidang pendidikan mengusulkan kurikulum yang dikembangkan dalam istilah ideologis yang menurut masyarakat mereka “maju” “radikal” dan ‘progresif” dan sebagainya. ide-ide pendidikan yang berkaitan dengan peranan sekolah dalam membantu”warga negara yang baik “ akan menjadi statement abstrak. Konsekuensinya amat penting untuk dimengerti bahwa gagasanpendidikan seumur hidup adalah( a) tujuan atau gagasan yang abstrak. Dalam masyarakat yang menjunjung tinggi nilai penyesuaian dengan norma-noram masyarakat agar menjadi warga negara yang baik. bahasa yunani. dan aktivitas kewiraswastaan akan memasukkan keyakinan ini dalam tujuan pendidikan mereka.

BAB V BELAJAR TERUS-MENERUS SEUMUR HIDUP ASUMSI-ASUMSI KEJIWAAN ORGANISASI PENDIDIKAN SEKARANG Pelembagaan pendidikan dalam bentuk persekolahan terbatas hanya untuk usia anak-anak dan adolesces untuk periode antara 6 sampai 18 tahun bisanya berasal dari pertimbangan ekonomi dan sosial. ( http:// www. kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja tidak dapat dipenuhi oleh system persekolahan fulltime yang harus diikuti oleh orang-orang sampai pada pertengahan usia dewasa. menurut Simms (1994) “untuk merevitalisasi teori organisasi dan mengembangkan konsep yang lebih baik dari kehidupan organisasi”. M.dia memberikan “Teori Y” yang mengambil pendekatan yang lebih modern dan positif. Keberhasilan itu barang kali bukan karena waktu yang terbaik dalam belajar.com) Observasi terhadap fakta ini menyatakan bahwa belajar yang terbaik dilakukan adalah selama usia sekolah seperti yang ada sekarang ini.yakni mulai memahami diri mereka Dr. Oleh karenanya perlu di dukung organisasi pendidikan sekarang guna untuk menunjang perkembangan peradaban menuju usia dewasa. tetapi pada waktu itulah kesempatan belajar terbaik ada tersedia. yang pesimis dan negatif.asumsi organisasi pendidikan. Douglas McGregor mengusulkan dua teori / asumsi kebalikan menyangkut keberhasilan belajar. Dalam waktu yang sama. Khomsun Nurhalim. Teori pertama adalah “Teori X”. bersangkutan untuk membantu manager dan administrator. Salah satu tujuan utama dari organisasi pendidikan sekarang adalah.kemudian untuk menggantikannya.Pd 47 .

Penurunan kemampuan intelektual mulai kelompok umur dibawah 20 sampai kelompok umur yang paling tua. dia percaya bahwa kreativitas manusia terutama dimotivasi oleh uang.com) INTELIGENSI DAN USIA Inteligensi Konsepsi konvensional kurve perkembangan kemampuan Intelektual menyatakan terdapat pertumbuhan yang cepat pada usia awal kehidupan anak-anak. tetapi kesempatan belajar harus di polakan sesuai dengan sifat-sifat perubahan kemampuan intelektual. puncak pertumbuhan relatif berada pada usia muda.sebagai diri-energi.asumsi organisasi pendidikan.Karena puncak yang akan terjadi pada manusia tertentu tidak disampel dalam studi itu. 1953 ) bahwa kreativitas umurnya menurun pada sekitar umur 40 tahun ke atas.com) Dikemukakan Lehman. Fungsi intelegensi secara kualitatif berbeda karena perbedaan usia sekolah. 48 Pendidikan Seumur Hidup .(http://www.asumsi organisasi pendidikan. Lain dikemukakan Fredick Winslow Taylor (1856-1915) adalah berkaitan meningkatnya tingkat kreativitas tidak dipengaruhi oleh umur. mirip dengan itu. Kelompok pertama mengalami rata-rata pendidikan sampai kelas 8. Puncak kemampuan intelektual berada pada pada usia akhir adolescen dan kemudian mengalamipenurunan yang hebat terjadi pada akhir masa dewasa dan usia tua. Ini berarti membatasi persekolahan untuk usia tertentu tidak tepat. relatif perubahan cepat di antara bermacam kelompok yang tidak disampel tidak akan diketemukan. Suatu studi klasikal yang diteliti oleh tuddenham (1948) menunjukan bahwa tingkat rata-rata skor meningkat di antara 2 generasi. (http://www. Beberapa alasan yang memungkinkan kenapa terjadi perubahan garis dasar. dan akhirnya pertumbuhan merosot dengan cepat pada usia dewasa lanjut. setelah itu mengalami periode pertumbuhan mendatar yang stabil. Terdapat bukti yang cukup banyak dan bagus (direview dalam bagian terakhir) yang menunjukan bahwa orang dewasa mampu belajar seperti di sekolah dengan kondisi instruksional yang tepat.bergantung pada sistem insentif moneter. semakin berumur semakin meningkat penurunannya.bertanggung jawab dan makhluk kreatif.berkomitmen. Alasan-alasan perubahan dalam generasi.

akan mengalami kemajuan terus menerus seumur hidup. to bind together). Dengan demikian terdapat kebutuhan untuk mendekati tugas-tugas dengan cara baru yang lebih sesuai dengan pola kemampuan yang ada. dan (2) pendekatan yang melihat sifat proses intelektual itu sendiri. Kesimpulan ini mengemukakan teknik dan ketrampilan pemuda barangkali tidak cocok untuk kehidupan usia pertengahan dan akhir nanti. yang sering disebut sebagai pendekatan faktor atau teori faktor. padahal menurut ahli inteligensi mengandung bermacam-macam kemampuan. Menurut Morgan. (1984) ada dua pendekatan yang pokok dalam memberikan definisi mengenai inteligensi itu. Faktor yang turut menentukan adalah faktor inteligensi dari individu yang bersangkutan. Skor rata-rata mereka lebih tinggi tidak hanya karena faktor pendidikan. menghubungkan atau menyatukan satu dengan yang lain (to organize. Dr. Istilah inteligensi kadang-kadang atau justru sering memberikan pengertian yang salah. ataupun kemampuan untuk berfikir abstrak. dkk. Dari bermacam-macam pendapat para ahli tersebut di atas. Usia Meskipun stereotypete dahulu menyatakan kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas intelektual menurun karena usia. yang memandang inteligensi sebagai kemampuan yang mengandung kemampuan tunggal. tidak satupun pernyatakan umum yang memadai untuk mendeskripsikan hubungan antara usia dengan prestasi tugas yang melibatkan ketrampilan verbal. radio dan lebih muktahir. Bicara mengenai inteligensi biasanya memang dikaitkan dengan kemampuan untuk pemecahan masalah. to relate. kemampuan untuk belajar. tetapi juga karena pengaruh film. memberikan gambaran tentang bagaimana ragamnya pengertian atau definisi mengenai inteligensi itu. yaitu (1) pendekatan yang melihat faktor-faktor yang membentuk inteligensi itu.sedangkan kelompok kedua mengalami rata-rata pendidikan sampai kelas 10. yang sering dipandang sebagai teori orientasiproses (process-oriented theories).Pd 49 . M. Khomsun Nurhalim. Namun demikian pengertian inteligensi itu sendiri memberikan berbagai macam arti bagi para ahli. Dan dengan bertambahnya usia terdapat kebutuhan untuk memobilisir intelektualnya dan mengorganisasikan kemampuannya untuk hal-hal baru. Perkataan inteligensi dari kata latin intelligere yang berati mengorganisasikan. TV.

Kegiatan proses belajar mengajar memerlukan interaksi dengan sumber belajar yang dapat digunakan untuk menyediakan fasilitas belajar.Tidak hanya ketrampilan dasar dalam bidang persepsi dan ketrampilan dasar agar dapat hidup yang dikuasai.Agar diperoleh hasil yang maksimal. 50 Pendidikan Seumur Hidup . yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan belajar mengajar.Meskipun kesimpulan berbunyi demikian.Apapun namanya dan dimana pun kegiatan belajar mengajar dilakukan. BELAJAR DI LUAR USIA SEKOLAH KONVENSIONAL Menurut saya belajar diluar usia konvensional dilihat dari sudut kelembagaan kita mengenal adanya penyelenggaraan Pendidikan melalui Sekolah dan Pendidikan Luar Sekolah. Dalam tahun pertama kehidupan. baik manusia maupun bukan manusia. maka kadar itu harus tinggi. Maksud bagian pembahasan itu adalah untuk memberikan penjelasan tentang itu.dan kebanyakan belajar terjadi tanpa perhatian. dapat memperoleh pengetahuan. Di mana-mana orang dapat belajar. Bagaimanapun juga.Untuk memperoleh interaksi yang tinggi.motif dan sikap dipelajari sebelum memasuki permulaan persekolahan telah menetapkan seluruh pola bagaimana nantinya anak-anak mempergunakan ketrampilan kognitif dan intelektual mereka dalam kehidupan mendatang.tidak hanya ketrampilan sensory yang diperoleh tetapi prestasi personal dan kognitif dikuasai. jenis belajar yang terbanyak pada prasekolah meliputi penguasaan ketrampilan yang sangat diperlukan oleh anak-anak usia sekolah dan usia dewasa. Begitu pula sumber belajar perlu dikembangkan dan dikelola secara baik dan fungsional. maka proses interaksi perlu dikembangkan secara sistematik. Sebab sumber belajar ada di mana-mana.Di segi lain. beberapapenemuan masih memerlukan banyak penjelasan. keterampilan dan sikap. kegiatan itu harus dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar yang terdapat di mana-mana baik langsung maupun tidak langsung dalam bentuk sarana ataupun prasarana.tetapi elemen ketrampilan kognitif yang menjadi amat penting dalam kehidupan nantinya sudah dimantapkan pada masa anak-anak awal. Yang telah digambarkan oleh bromley jalan perbedaan konklusi yang digambarkan oleh studi longitudinal dan crossectional mengenai pertumbuhan fungsi intelektual dan usia.

Jadi. Sedangkan anakanak usia prasekolah mampu belajar.layak menurut pandangan pengetahuan kejiwaan sekarang. fungsi intelegensi secara kualitatif berbeda karena perbedaan usia. pertengahan umur dan bahkan pada usia tua. tetapi juga pengokohan lingkungan yang Dr. dan belajar yang terjadi pada usia prasekolah amat penting bagi seluruh jalannya kehidupan. semakin berumur semakin meningkat penurunannya. Penurunan kemampuan intelektual mulai kelompok umur di bawah 20 sampai kelompok umur yang paling tua.Pd 51 . setelah itu mengalami periode pertumbuhan mendatar yang stabil. Khomsun Nurhalim. Konsepsi konvensional perkembangan kemampuan intelektual menyatakan terdapat pertumbuhan yang cepat pada usia awal kehidupan anakanak. BEBERAPA IMPLIKASI TERHADAP KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Maksud utama sub bab ini adalah untuk menanyakan apakah asumsiasumsi kejiwaan dasar yang dibuat oleh para pendukung pendidikan seumur hidup. Meskipun tidak layak untuk dikatakan bahwa pentingnya belajar sedini mungkin menyarankan agar masyarakat yang bijaksana sebaik mungkin membuat perlengkapan formal untuk kebutuhan anak.belajar terus menerus di atas usia sekolah tidak hanya sesuatu yang terletak dalam kapasitas orang dewasa tetapi menjadi sesuatu yang menjadi penting untuk diri mereka sendiri. puncak pertumbuhan relatif berada pada usia muda. M. Intelektual memiliki fungsi yang sangat penting pada awal dewasa. Membantu belajar tidak hanya meliputi penyediaan materi kognitif.Tetapi mereka juga menunjukan bahwa orang dewasa masih memiliki kemampuan tingkat tinggi dalam melaksanakan tugas seperti yang ada pada sekolah-sekolah tertentu.Orang dewasa dengan jelas mengalami sejumlah peristiwa belajar masalah sosial dan hal ini dapat menjelaskan bahwa mereka dapat dan mempunyai kebiasaan untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.tetapi kesempatan belajar harus dipolakan sesuai dengan sifat-sifat perubahan kemampuan intelektual.anak prasekolah.Ini berarti membatasi persekolahan untuk usia tertentu tidak tepat.tidak berarti bahwa belajar harus menurun diatas usia sekolah. dan akhirnya pertumbuhan merosot dengan cepat pada usia dewasa lanjut. Tetapi orang dewasa mampu belajar seperti disekolah dengan kondisi instruksional yang tepat.yaitu tentang kemampuan belajar orang-orang pada usia di luar usia persekolahan konvensional .

orang yang dimasukkan dalam sistem. tidak hanya kebutuhan kognitif orang.membantu belajar. tapi juga kebutuhan dalam bidang motivasi dan sosio afektif mereka. Elemen kunci adalah sikap dan motivasi potensial belajar. Sistem formal pendidikan seumur hidup perlu untuk distruktur. 52 Pendidikan Seumur Hidup .

bahwa pengelolaan kegiatanmengajar yang intensif ini anak harus di ajar paling tidak dasar tentang segala sesuatu yang diperlukan untuk diketahui pada masa dewasa kelak.satunya tempat untuk belajar. Berkaitan dengan asumsi pertama dan kedua maka muncul asumsi yang ketiga. musuem dan perpustakaan.menjadi di abaikan.sekolah dianggap sebagai satu. yang dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.tempat untuk memperoleh pengalaman belajar di luar sekolah kurang dikenal dan di anggap kurang penting. dan cara.BAB VI PENYESUAIAN KURIKULUM SEKOLAH DENGAN LATAR PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP PENYESUAIAN KURIKULUM SEKOLAH DENGAN PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Secara tradisional ada tiga asumsi dasar mengenai prasekolah.tirected learning” . yaitu bahwa sekolah merupakan tempat utama bagi anak dan remaja untuk belajar. tempat kerja. Selanjutnya dengan perkembangan corp profesi guru. tetapi sesuatu yang dikerjakan di tempat khusus di luar kehidupan. Dan ini menyebabkan bahwa metode belajar dan tempat.cara lain yang tidak berpusat pada sekolah. Asumsi kedua. maka potensi pendidikan dari sumber-sumber belajar yang lain seperti. Akibatnya belajar tidak di anggap sebagai bagian dari kehidupan yang sebenarnya.Pd 53 . maka. sekolah merupakan tempat pendidikan yang intensif.Dengan menganggap bahwa sekolah dan guru dalam masyarakat modern sebagai satusatunya lembaga pendidikan yang penting. keluarga. “ self. Hal yang sama juga terjadi penerapan metodemetode belajar seperti. Khomsun Nurhalim. Pertama. Pemisahan belajar di sekolah dengan kehidupan yang sebenarnya ini di simpulkan dalam Dr. “ inter. M.learning” (belajar dari teman belajar) .

suatu pernyataan: “ para pemuda belajar.M.hari dan belajar di anggap sebagai sesuatu yang terjadi di sekolah di bawah asuha para guru. dan akan menentukan pada masa yang akan datang. Selanjutnya dikemukakan bahwa sebagian besar anggota masyarakat hendaknya dilibatkan dalam pendidikan. misalnya: keluarga. Cambridge University Press) . sedangkan orang cdewasa harus berbuat. penyusunan kurikulum untuk mengembangkan “ pelajar seumur hidup” . bahwa belajar di sekolah hendaknya di koordinasikan dengan komponen lain di dalam masyarakat tempat anak memperoleh kesempatan belajar. Dan 54 Pendidikan Seumur Hidup . antara lain: 1) Mengadakan penyesuaian kurikulum sekolah. dan proses belajar untuk memperoleh pengetahuan juga jangan dipisahkan antara prosese belajar di sekolah dan di luar sekolah. Lalu apakah usaha. dan bahwa manusia itu mempunyai kemmampuan untuk belajar pada segala umur. tetapi tidak punya kesempatan untuk belajar” . Dari uraian di atas jelas. Dewasa ini telah diterima pendapat yang menekankan pada dua hal. yaitu “ horisontal integration” dan “ vertical integration” .usaha sekolah untuk menunjang terjadinya horisontal integration dan vertical integration atau terlaksananya pendidikan seumur hidup? Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk tujuan tersebut. Selanjutnya belajar pada tingkat umur tertentu meruppakan bagian dari hasil belajar pada masa sebelumnya. tempat kerja. education for a world adrif. Jadi integrasi horisontal pendidikan di artikan sebagai pengetahuan yang diperoleh di luar sekolah hendaknya jangan dipandang terpisahdari pengetahuan yang di peroleh di dalam sekolah. dan seluruh pengetahuan itu hendaknya di pandang sebagai suatu bagian yang berkelanjutan. perkumpulan pemuda. Karenanya interelasi longitudinal antara berbagai tingkat belajar pada berbagai tingkat umur hendaknya dikenal dan di gunakan ddalam organisasi pendidikan. dan pengetahuan hendaknya di pandang sebagai suatu integrasi yang luas. tetapi tidak dapat berbuat. pergaulan dengan teman sebaya. (Livingstone. 1943. Sedangkan yang dimaksud dengan integrasi vertical pendidikan ialah bahwa belajar itu berlangsung seumur hidup. bahwa konsepsi pendidikan tradisional menyebabkan terpisahnya belajar dari kehidupan sehari. R. dan bukan sesuatu yang kurang berhubungan antara disiplin imiah yang satu denga yang lain. Yang pertama di maksudkan. masyarakat. dll.

H.Pd 55 . Sekolah juga hanya awal dari memperoleh pengetahuan. Developing Eriteria and Procedures for the evalution of school curriculum in the perspective of Dr. R. Menurut Skager dan Dave (Skager. berbudaya dan bermoral sehingga pelajar seumur hidup juga bisa dan dapat berkembang di sekolah. Sebenarnya masih banyak lagi bentuk belajar untuk pengembang pelajar seumur hidup. baik melalui proses pembelajaran di kelas maupun melalui program pengembangan diri (ekstrakurikuler).sumber belajar di luar sekolah. Disamping itu sekolah juga mempunyai peran yang penting dalam pengembangan pelajar seumur hidup karena sekolh bentuk formal untuk mendapatkan pengetahuan. Belajar merupakan alat utama untuk pertumbuhan pribadi dan kemasyarakatan sehingga sekolah merupakan salah satu alternatif bagi pengembang pelajar seumur hidup. Selain itu sekolah sebagai pengembang pelajar seumur hidup guru juga memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter. SEKOLAH SEBAGAI PENGEMBANG PELAJAR SEUMUR HIDUP Sekolah sebagai pengembang pelajar seumur hidup dapat mengembangkan potensi peserta didik untuk memantapkan kesadaran diri tentang kemampuan yang dimilikinya. Sekolah bukanlah satu-satunya tempat untuk belajar dan masih banyak lagi tempat-tempat untuk belajar dan pengembang seumur hidup. dan pemanfaatan sumber. Sekolah dapat menjadi satu alternatif untuk pengembang pelajar seumur hidup. Khomsun Nurhalim.. Sekolah dapat membentuk karakter peserta didik.penyusunan kurukulum “ luar sekolah” . Sekolah juga bentuk formal hanyalah merupakan awal dari belajar dalam kehidupan. Sekolah dan tenaga pendidik untuk melakukan praktik-praktik pendidikan dalam rangka mengembangkan semua potensi yang dimiliki peserta didik. R. M. yang mencangkup perubahan peranan guru. Perubahan peranan murid. 2) Menyesuaikan kegiatan belajarmengajar di sekolah. Sekolah sebagai pengembang pelajar seumur hidup. dan Dave. salah satu nilai mendasar dalam menumbuhkan perkembangan diri anak adalah rasa kepercayaan diri.

5. Kurikulum sekolah harus mengetahui bahwa sekolah merupakan lembaga utama yang menyajikan pendidikan dasar dalam kerangka pendidikan seumur hidup. Kurikulum sekolah harus mengenal hakekat kesatuan pengetahuan dan hubungan antar bidang studi. kemampuan menganalisis yang kritis dan fleksibilitas. dapat bekerja dalam 56 Pendidikan Seumur Hidup . Jadi sebelum sekolah harus mampu untuk memajukan perkembangan kebebasan pertanggung jawab diri sendiri. sikap. motivasi dan sebagainya. dan sebagainya. 1977) kriteria kurikulum sekolah dalam latar pendidikan seumur hidup adalah sebagai berikut : 1. adalah mengembangkan siswa agar. Oxfor : Pergamon. Kurikulum sekolah harus memperhitungkan kebutuhan akan pemapanan dan pembaharuan sistem nilai-nilai yang progresif oleh individu. yang terjadi sejak masa kanak-kanak sampai dengan dewasa. mampu bekerja dalam tugas-tugas pekerjaan baru. Kurikulm sekolah harus memandang proses belajar sebagai peristiwa yang berlangsung terus menerus. 4. Kurikulum sekolah harus dilihat dalam konteks proses belajar yang serempak yang berlangsung di dalam keluarga. bahwa perubahan yang cepat menyebabkan perasaan tidak aman baik di bidang intelektual maupun emosional. dalam masyarakat. mampu melaksanakan fungsinya dengan seminimal mungkin adanya pengawasan. maka mereka membutuhkan kemampuan untuk mengatasi kesukaran-kesukaran baru. seperti misalnya mereka menaruh perhatian terhadap nilai-nilai. serta ingin dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan masyarakat. Kurikulum sekolah harus menekankan kepada terbentuknya orang-orang yang autodidact. sehingga mereka dapat mempertanggungjawabkan perkembangan yang kontinyu dalam kehidupan. 2. Agar orang mendapatkan kesenangan dan keuntungan dalam situasi yang demikian. mampu memainkan peranan sosial baru. mengembangkan kesiapan untuk belajar lebih lanjut dan menanamkan sikap sehubungan dengan kebutuhan akan perubahan masyarakat. di tempat kerja. 3. 6. Seperti kita ketahui. Sehubungan dengan perkembangan pribadi kurikulum sekolah dalam kerangka pendidikan seumur hidup.liflong education.

Dalam rangka pengembangan ketrampilan kognitif kurikulum yang berorientasi kepada pendidikan seumur hidup. tidak merasa takut akan kegagalan untuk mengembangkan kemampuan untuk mengatasi situasi yang demikian akan menyebabkan individu jatuh ke dalam sikap pasif dan menyingkirkan diri. Unsur umum yang menghubungkan pengetahuan satu dengan yang lain adalah strukturnya. Kurikulum harus pula mampu memajukan ketrampilan membuat keputusan. sehingga apa yang telah dipelajari merupakan dasar untuk memperoleh ketrampilan-ketrampilan baru. dan penemuan-penemuan fisika sebagai aplikasi berpikir inovatif terhadap problem-problem khusus. Kurikulum sekolah hendaknya mampu membangunkan setiap orang untuk bergairah menghadapi masyarakat baru tanpa sikap pasif dan melarikan diri. akan menerapkan “innovatery knowledre”. Fisika misalnya.Dengan penuh keyakinan dan perhatian. Kurikulum ini lebih menekankan pada penguasaan pola dan bentuk pengetahuan. jadi kurikulum sekolah hendaknya dapat membuat anak peka terhadap problem dan memiliki ketrampilan inovatif. Hal ini tidak berarti bahwa mempelajari ilmu pengetahuan akan hapus. Inti kegiatan belajar di dalam kelas adalah mengembangkan kemampuan berfikir produktif / kreatif. orientasi demikian disebut “kognitive curriculum”. Misalkan belajar mengetahui melalui analisa cara-cara dan lambang-lambang pengetahuan. tetapi dalam belajar tekanannya lebih pada proses berpikir produktif dari pada faktor-faktor ilmiah. serta ketrampilan dalam berkomunikasi dan menerima ide-ide. dan bukannya isi ilmu pengetahuan.Pd 57 . akan dilihat sebagai cara berpikir tentang suatu perangkat fenomena. Dalam pengembangan ketrampilan kognitif akan ditekankan pada pengertian dan penggunaan informasi. atau hakekat fenomena yang dipelajari. tanpa menarik diri dalam menghadapi sesuatu yang baru. Selanjutnya penyesuaian kurikulum sekolah dalam rangka menunjang Dr. Khomsun Nurhalim. ketrampilan mengatasi struktur organisasi (ketrampilan birokrasi). M. metode dan gaya daripada pengetahuan. dan bukan sekedar memperoleh melalui sejumput informasi khusus. dan sebagainya. dan bukan penemuan dalam faktual.kerangka organisasi baru. sedangkan ilmu pengetahuan hanyalah merupakan sarana untuk terjadinya berfikir produktif. Kurikulum ang berilmu pengetahuan hanyalah sarana terjadinya berfikir produktif.

motivasional dan kognitif dalam belajar. Beberapa aspek kurikulum luar sekolah. membuat siswa menerima kegiatan belajar sebagai kegiatan yang wajar dan diinginkan. Bahwa pada tiga tahun pertama dalam kehidupan anak perlu pengalaman-pengalaman yang dapat memajukan perkembangan kognitif dan psikhososial. sehingga seseorang bisa bicara tentang kurikulum untuk hidup. Berbagai aliran psikhologi sependapat bahwa pengalaman terdahulu akan merupakan dasar penting bagi belajar yang akan datang.pendidikan seumur hidup hendaknya memusatkan perhatian pada pengembangan kemauan belajar para siswa. Dan sesungguhnya kehidupan sendiri dipandang sebagai unsur penting dari pada pendidikan seumur hidup. Konsekuensinya kita bisa bicara tentang kurikulum sekolah dan kurikulum luar sekolah. Kurikulum Untuk Anak-Anak Pra Sekolah Jika pendidikan berlangsung sepanjang hayat dalam rangka pengembangan kejiwaan pada segala umur. Sekolah hendaknya lebih menekankan aspek kwalitatif daripada aspek kuantitatif. Oleh karenanya pendidikan tidak boleh mengabaikan pendidikan bagi anak-anak di bawah umur enam tahun dan perlu menyediakan sistem 58 Pendidikan Seumur Hidup . KURIKULUM. Perkembangan berpikir dapat ditelusuri jejaknya pada pengalaman anak sebelumnya. Pendidikan seumur hidup menyadari dan memahami bahwa masa pra sekolah terjadi perkembangan psikhologis menurut hukumnya sendiri dan perkembangan tidak menunggu sampai masa anak dan masa remaja. sama pentingnya dengan pengalaman sosial anak sebelumnya. Pendidikan pada masa pra-sekolah (masa kanak-kanak) merupakan fondasi bagi perkembangan psikhologis masa-masa yang akan datang. maka pendidikan hendaknya memperhatikan pendidikan anak pra sekolah. Selanjutnya dikatakan bahwa interrelasi antara proses emosional. “LUAR SEKOLAH” Pandangan pokok dalam pendidikan seumur hidup ialah bahwa pendidikan berlangsung di dalam dan di luar sekolah. yang seharusnya dipikirkan dan disediakan dalam rangka menunjang pendidikan seumur hidup antara lain : 1. masa persekolahan “riil” berlansung. pembatasan positif terhadap dirinya sebagai seorang pelajar. kurikulum untuk kerja dan sebagianya.

pendidikan formal mereka yaitu apa yang disebut sebagai pendidikan prasekolah. Dan anak-anak di bawah usia enam tahun tidak perlu di beri beban yang begitu berat agar tidak berpengaruh terhadap perkembangan mentalnya bila dewasa nanti. Mengembangkan keingintahuan dan kemampuan belajar. Menurut olford. meningkatkan perasaan identitas. tetapi dapat dikembangkan oleh kehidupan sendiri. Pendidikan pra-sekolah janganlah merupakan persiapan pengajaran akademik di Sekolah Dasar. anak-anak bebas mengekspresikan keinginannya.Pd 59 . Dalam rangka menunjang pendidikan seumur hidup pendidikan pra-sekolah seharusnya bertujuan untuk : a. Ketrampilan-ketrampilan ini tidak memerlukan persekolahan yang khusus. Khomsun Nurhalim. Kurikulum untuk orang-orang “di luar umur sekolah” Usaha formal untuk mengikat orang dewasa belajar lebih lanjut sering mengalami kegagalan. M. yaitu : menyediakan stimulasi. terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak memperoleh pendidikan persekolahan formal yang memadai. karna usia anak-anak adalah usia bermain. c. kurikulum pendidikan seumur hidup bagi orang dewasa itu hendaknya disusun sebagai berikut : a. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan untuk bekerja dengan informasi dan lambang-lambang. b. yang dapat dipakai sebagai dasar daripada perwujudan diri pribadi. karena kesempatan memperoleh pendidikan bagi orang dewasa itu tidak diorganisir dalam rangka memajukan belajar sepanjang hayat. 2. emosional dan sosioafektif. d. Di dalam pendidikan seumur hidup perkembangan psikhologis awal dikaitkan dengan sistem pendidikan dipandang sebagai pengembangan faktorfaktor kognitif. Kita sebagai orang dewasa hanya mengawasi dan mengingatkan apabila melakukan kesalahan. Mengembangkan kemampuan untuk hidup bersama dengan orang lain. Meningkatkan apresiasi terhadap berbagai cara ekspresi. dan menyiapkan pengalaman-pengalaman sosialisasi. Harus memberi kesempatan kepada para siswa untuk melakukan penemuan-penemuan. Dr. Ada tiga tujuan utama pendidikan pra-sekolah. Hal ini umumnya disebabkan. Memperkuat harga diri dan yang terakhir e.

Penyedia alat-alat untuk penilaian diri sendiri. antara lain : a. Usaha untuk menciptakan suasana memajukan kreativitas. Kurikulum Untuk Kerja Pada suatu saat tempat kerja dapat menjadi tempat belajar yang penting. d. c. The New Era. Dan di saat era globalisasi seperti sekarang ini. seperti bahasa inggris. dan dengan adanya imbalan yang layak bagi mereka yang selalu meningkatkan kemampuannya. 3. Harus memberikan kesempatan untuk mengadakan spesialisasi menurut minat masing-masing. Kesempatan untuk menilai diri sendiri. Untuk menghadapi tantangan ini diperlukan kurikulum untuk dunia kerja yang dapat mengembangkan inisiatif individu. (olford.E. c. 60 Pendidikan Seumur Hidup . Dewasa ini diperlukan persiapan yang matang dalam memasuki tugas-tugas pekerjaan tingkat tinggi. b. J. Harus memberikan kesempatan untuk mengembangkan dan mengenal perbedaan bakat masing-masing. Untuk ini disarankan agar diberikan kesempatan adanya interaksi antara orang tua dengan orang muda dalam memperoleh pengalaman belajar.b. Harus memberikan kesempatan bagi para siswa untuk menetapkan kerja sesuai dengan kecepatan masing-masing. seperti komputer dan bahasa internasional. Dalam menyusun kurikulum untuk orang dewasa ini harus diperhatikan pengalaman mereka yang sudah “karatan”. untuk selalu tumbuh dan berkembang. perlu diperhatikan faktor-faktor. Harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kreativitas dan bertanggung jawab terhadap kegiatan itu. 1972). setiap orang harus bisa menguasi teknologi. Deschooling further education. yang mungkin tidak sesuai lagi dengan kemajuan-kemajuan pengetahuan dan teknologi abad ini. Dalam penyusunan kurikulum kerja diorientasikan pada pendidikan seumur hidup. Inisiatif untuk tumbuh ini diperkuat dengan adanya kesempatan yang terbuka untuk peningkatan dan perkembangan profesional. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat membuat pendidikan kejuruan mungkin menjadi tidak efisien. e. dan kesempatan kerja bagi orang-orang yang tidak trampil makin sangat berkurang.

Pd 61 . M. orang sekarang terpisah dari hidup sebenarnya. Akibat selanjutnya. c. Membantu orang mengetahui bagaimana mengadakan pertukaran pengalaman sosial dan kultural dengan orang lain. dan bahwa orang dapat belajar tentang hidup terutama melalui proses kehidupan itu sendiri. Akibat dari pandangan ini. Interaksi teman sekerja yang memungkinkan pertukaran ide dan informasi. mengenyampingkan pendapat bahwa orang dapat belajar dari kehidupan. kultural dan profesional. 4. Mengajar orang bagaimana menggunakan pengetahuannya di dalam hidup.d. Untuk dapat hidup dengan senang dalam hidup ini orang perlu suatu pendidikan untuk hidup itu sendiri. tetapi pada segala sesuatu yang dapat memajukan minat dan kebutuhan untuk mengethui serta akan melibatkan ide bahwa hidup itu sendiri merupakan sumber belajar yang utama. Dalam kerangka pendidikan seumur hidup kita perlu mengembangkan kurikulum untuk hidup. dengan akibat yang serius adanya “kesakitan kejiwaan”. ia harus belajar hidup pada masa kini. dan yang berpusat di sekolah formal. e. Khomsun Nurhalim. Membantu orang mengetahui bagaimana ia berpikir dalam berhubungan dengan orang lain. Kurikulum untuk hidup hendaknya : a. yang memungkinkan orang akan belajar melalui “partisipasinya dalam tugas-tugas sosial dan kegiatan-kegiatan sosial”. Kurikulum ini haruslah menekankan pada pendidikan yang bukan sekedar pengetahuan intelektual. Mengajar orang ingin menggunakan pengetahuannya dalam hidup. didasarkan pada pendapat bahwa pendidikan menuntut suatu lingkungan yang khusus yang berbeda dari kehidupan seharihari. Kurikulum untuk Hidup Pandangan bahwa pendidikan merupakan peristiwa yang hanya berlangsung di sekolah formal . merenungkan kehidupan. Dr. d. atau dengan saling memberikan urunan dalam kehidupan sosial. dan menikmati perasaan dan emosinya baik spiritual maupun material. sukar dan memerlukan waktu yang cukup lama dikunjungi. menikmati seni dan kebudayaan. d. b. Hubungan dengan proyek-proyek kerja yang menantang yang meningkatkan pemecahan problem di lapangan. Sekolah merupakan tempat yang bagus. Mengajar orang untuk berpikir tentang kehidupan.

f. tetapi juga apa yang dikehendaki oleh hidup itu sendiri. Mengajar dan mendidik orang bagaimana berpikir. 62 Pendidikan Seumur Hidup . tidak hanya menurut cara-cara ilmiah.

Dalam domain motifasi. sehingga tindakannya itu dapat menjadi teladan bagi murid-muridnya. melalui pembinaan dan pemahaman sumber-sumber informasi yang dapat digunakan. tugas guru adalah memperlengkapi murid-murid dengan keterampilan untuk memperoleh keterampilan sewaktu-waktu mereka memerlukannya.BAB VII PENYESUAIAN KBM DI SEKOLAH DENGAN PSH Di dalam domain sikap. Di dalam domain kognitif. M. tugas utama guru adalah hal-hal baru agar dapat menguasainya dan memperoleh keuntungan daripadanya. dan bukan menghindarinya. agar dapat mengatasinya dengan efektif dan memperoleh pengalaman yang memuaskan dalam menghadapi persoalan. Hal ini akan dicapai dengan cara mengembangkan perasaan mengenai struktur dan metode ilmu pengetahuan.Pd 63 . Tugas fundamental guru adalah meningkatkan kemampuan murid untuk menemukan pengetahuan. Dalam rangka pendidikan seumur hidup seorang guru hendaknya menjadi pelajar seumur hidup. guru hendaknya membantu murid-murid untuk mengambil sikap yang kreatif dalam mengahadapi situasi baru. Khomsun Nurhalim. maka perlu bagi mnereka untuk selalu mengadakan penyesuaian dan pengaturan. serta menganalisa dan menilai kegiatan belajar yang dilakukannya. menghubungkan apa yang telah dipelajari dengan pengetahuan yang dimilikinya dan dengan kebutuhan-kebutuhannya di masa yang akan datang. Pendeknya dalam rangka pendidikan seumur hidup guru dan murid terikat Dr. Ia hendaknya tidak pernah berhenti belajar dan selalu ingin belajar. Selajutnya karena guru itu juga berada dalam masyarakat yang mengalami perubahan seperti yang dihadapi oleh murid-muridnya.

Tetapi guru hendaknya membantu setiap murid mendiaknosis kebutuhan belajar masing-masing. dan sebagainya. Guru lebih berperan sebagai “Pembimbing” atau sebagai “Pemimpin “ yang bertindak sebagai fasilitator dalam perkembangan setiap siswa. R. guru hendaknya berfungsi sebagai “Ahli Metode Belajar”. Kemampuan sistem untuk memberikan kesempatan kepada setiap siswa yang mengikuti program individualisasi ini akan dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknologi pendidikan. Sebagai “Dirigen dalam belajar”.pada progam belajar seumur hidup. Lifelong education and school curriculum UNESCO Institut Monographs. bukan sebagai otoritas yang mengambil jarak dengan murid-muridnya serta menganggap dirinya tidak dapat salah. menetapkan sumber belajar yang memadai dan menentukan tujuan yang ingin dicapai. sebagai “Koordinator Belajar”. peranan pokok guru adalah membimbing dan mengkoordinir belajar. sejauh mana aspirasi mereka telah terwujudkan. Dalam rangka pendidikan seumur hidup. atau dasar prosedur penilaian yang teliti. Diasumsikan bahwa mereka mampu memberikan balikan yang tepat kepada murid-muridnya mngenai kemampuan mereka. Whole No. Salah satu implikasi pendidikan seumur hidup yang paling penting hanya peranan dan keterampilan guru diharapkan berubah. hendaknya para guru dibebaskan dari tugas rutin yang menyita banyak waktu mereka.Guru-guru hendaknya menjadi penasihat dan menjadi sumber belajar. Dalam memfungsikan guru dengan cara yang demikian ini. 1). Untuk mencapai tujuan ini. tapi juga ide 64 Pendidikan Seumur Hidup . Mengartikan guru sebagai penasihat dan pembimbing. N. bukannya sebagai “Pemberi Fakta-fakta”. 1973. Guru dikonsepsikan sebagai ahli diagnosis pendidikan. belajar menurut tempo dan iramanya masing-masing. mengimplikasikan antara lain suatu pendidikan perseorangan pada tingkat yang tinggi. perlu di desain suatu program pendidikan individual bagi setiap siswa. Peranan tradisional guru sebagai penyalur pengetahuan dan pembawa kebijaksanaan tradisional akan berubah. Guru bukanlah sekedar orang yang menyampaikan bakat seseorang yang telah diseleksi lebih dahulu yang isinya disesuaikan dengan kebutuhan muridmurid. sehingga dalam kenyataan mereka merupakan “colearners” (Dave. Individualisasi pendidikan merupakan hasil kombinasi antara bimbingan yang menonjol dan teknologi pendidikan yang baik.

kenalan. dan sebagainya) mempunyai potensi untuk menyampaikan kepada murid-murid “suasana” kehidupan diluar sekolah. terutama di negara-negara sedang berkembang. ahli pharmasi. ahli pendidikan diasosiasi profesional training offiser si pabrikpabrik atau di angkatan bersenjata. dua kelompok pengajar ini (pendidik profesional dan life educator) menjadi semakin penting kedudukannya. seorang ahli teknik. Khomsun Nurhalim. sebagai orangorang yang bukan guru. juga bisa dimasukkan dalam kelompok “pendidikan”. teman sekerja. ahli-ahli yang bekerja dimusium. Fungsi mengajar mereka tidak boleh diabaikan karena sangat penting.tentang siapa saja yang disebut “Guru” itu akan diperluas. ahliahli yang bekerja di kebun binatang (ahli purbakala. teman sekerja. dan sebagainya. Meningkatnya profesi seperti dokter. dan sebagainya). dokter gigi. Kelompok orang ini mencakup ahli perpustakan. ahli pharmasi. dan jabatan-jabatan yang sejenis. orang tua.Pd 65 . dan gizi. meminta aktifitas dan layanan pendidikan yang tidak hanya dapat dilakukan oleh guru. orang-orang yang menyampaikan informasi yang berharga. termasuk kedalamnya orang tua. misalnya dengan memberikan urunan informasi mengenai dokter. dan juga didalam dunia pekerjaan. Dengan berbagai alasan. Orang-orang ini yang mungkin dapat disebut sebagai “life educators”. karena mereka tahu berbuat sesuatu yang penting di dalalm kehidupan. Misalnya terdapat kelompok orang yang disebut sebagai “Pendidik”. Dr. ahli burung. Sebagai contoh anakanak memerlukan pengalaman-pengalaman di dalam lingkungan sosial diluar atau didalam masyarakatnya. dan lain sebagainya. teman sebaya. Selanjutnya “profesional educators”dan “life educators” (dokter. Mereka ini adalah “practitioners”. beberapa program pendidikan. pekerja sosial. seorang pengusaha dan sebagainya.Faktor-faktor ini membuat mereka itu sebagai potensi yang penting untuk dapat diminta menjadi pelatih khusus dibidang potensinya. bukannya sesudah mereka menyelesaikan pendidikannya. Kelompok kedua yang sering tidak dikenal sebagai guru yaitu orang-orang yang terdiri dari orang-orang yang sama sekali tidak mempunyai fungsi dalam pendidikan didalam kehidupan. kampanye kesehatan. M. Tetapi tidak dikenal sebagai guru dan tidak berfungsi di dalam sistem persekolahan konvensional. petugas bimbingan dan penyuluhan. dokter gigi. Sebagai contoh usaha pemberantasan buta huruf. karena profesi ini lebih banyak berfungsi mencegah dan mendidik daripada berfungsi kuratif dan restoratif.Dari pada itu. tetapi selama pendidikan formal sedang berlangsung.

1973). Dimensi ketiga adalah konsep tentang pendidikan seumur hidup. Aktivitas guru. kerja tangan atau. nilainilai. 3. Pertama. 66 Pendidikan Seumur Hidup .. Evaluasi.Karena implikasi teoritis daripada pendidikan seumur hidup berpusat pada intregasi vertical dan intregasi horizontal. (Biggs. Sistem motivasi. Dalam rangka pendidikan seumur hidup yang dimaksud dengan “pendidik” adalah orang-orang yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang teknik. Variabel sosialaktif. Metode dan alat belajar mengajar. Adanya motifasi untuk belajar 7. karena guru selalu diasosiasikan dengan sekolahan formal. J. dan emosi. Aktivitas murid. 2.. Kemampuan untuk menempatkan informasi 2. Content to process.Sedang keempat terakhir berhubungan dengan sikap. Agar dapat menjadi lebih jelas apa yang dimaksud dengan aktifitas kelas dalam rangka pendidikan seumur hidup perlu adanya analisis kurikulum atas tiga dimensi. Kemampuan untuk menentukan tujuan yang ingin dicapai 5. Keterampilan kognitif yang tinggi 3. Adanya pemahaman diri sendiri Tiga yang pertama merupakan kondisi yang termasuk ktrampilan kognitif..B. 3. Australian Journal of Education. tetapi juga perkembangan sosio afektif. daerah aktivitas kelas. 1. suatu konsep baru tentang apa yang disebut “guru”. motivasi. Kemampuan menggunakan strategi dalam memecahkan masalah 4. dalam hubungan dengan pendidikan seumur hidup.Sebagai akibatnya dirasakan perlunya. 4.Bigge mengemukakan dengan jelas bahwa kesiapan untuk menghadapi perubahan tidak hanya melihatkan aspek kognitif persekolahan. Fungsi kognitif. atau mungkin apa yang disebut “pendidik”. 2. Dimensi kedua ini meliputi tiga fungsi psikhologis. yaitu : 1. DIMENSI KEDUA ADALAH DOMAIN PSIKHOLOGIS. yang meliputi : 1. Mengevaluasi hasil belajar sendiri 6.

struktur motivasi. M. dengan mengkhususkan domain psikhologis (misalnya fungsi kognitif. atau faktor sosiote-afaktif).Suatu tujuan daripada pendidikan seumur hidup akan dikhususkan dengan menetapkan daerah aktiifitas kelas (misalnya metode dan bahan belajarmengajar.Pd 67 . Pengkhususan tujuan kurikuliner ini akan dilukiskan dalam tabel-tabel berikut: Tabel 1 Tujuan kelas dalam bidang Metode dan bahan Belajar Mengajar *) Domain Psikologis (1) Kognisi • Ciri-ciri Pendidikan Seumur Hidup Integrasi Horisontal (2) Pengetahuan diajarkan sebagai alat untuk memecahkan masalahmasalah dalam kehidupan Semua Pengetahuan berkaitan satu dengan yang lain Pengetahuan dapat diperoleh di luar sekolah Contoh-contoh hendaknya diambil dari kehidupan Proyek dan latihan hendaknya didasarkan pada kehidupan sebenarnya Belajar dipandang sebagai tujuan yang diinginkan Diperkuat usaha belajar sendiri Aspirasi kehidupan dihubungkan dengan peranan sekolah Diusahakan keinginan untuk menggunakan tehnik-tehnik yang diperoleh di sekolah di dalam kehidupan dan sebaliknya • Integrasi Vertikal (3) Ditekankan pada kesatuan belajar selama hidup Informasi diberikan sesuai dengan umur anak Pengetahuan sekarang merupakan dasar untuk pengetahuan dimasa datang Pengetahuan sekarang dipandang sebagai hasil dimasa lampau • • • • • • • Motivasi • • • • • • • • Diperkuat keinginan untuk belajar lebih lanjut Penghargaan akan keberhasilan dimasa datang mendorong motivasi belajar selanjutnya Prospek perubahan meningkatkan motivasi Alat yang dihasilkan lampau digunakan untuk memotivasi belajar baru Dr. Khomsun Nurhalim. kegiatan guru. kegiatan murid atau evaluasi). dan terakhir dengan mengkhususkan aspek khas pendidikan seumur hidup (misalnya intregrasi vertical dan intregasi horizontal).

Domain Psikologis (1) • • Ciri-ciri Pendidikan Seumur Hidup Integrasi Horisontal (2) Harapan akan sukses meningkatkan motivasi Harapan akan kegunaan materi pelajaran memperkuat belajar Pengetahuan merupakan alat untuk mengatasi persoalan hidup Pengetahuan merupakan alat untuk memecahkan problem kehidupan Diri sendiri hendaknya dipandang sebagai bagian dari belajar Sekolah hendaknya dipandang sebagai salah satu sumber informasi diantara sumber yang lain Ditentukan kesadaran diri sebagai pelajar seumur hidup • Integrasi Vertikal (3) Metode dan bahan belajar memotivasi belajar lebih lanjut Afek • • • • • • • • • • Murid memutuskan sendiri kegiatan belajar selanjutnya Belajar merupakan persiapan untuk masa datang Belajar merupakan alat yang digunakan terus menerus Perubahan hendaknya dipandang sebagai suatu yang menarik dan menantang Diperkuat keyakinan diri dapat menghadapi masa depan dengan baik Tabel 2 Tujuan kelas dalam bidang Akitivitas Siswa *) Domain psikhologis Ciri-ciri pendidikan seumur hidup Integrasi horisontal (1) Kognisi • (2) Siswa menerapkan pengetahuan dari disiplin ilmu yang satu ke yang lain Siswa menerapkan metode disiplin ilmu yang satu ke yang lain Siswa kenal akan taktik suatu disiplin ilmu dan mengetahui dasar umumnya • Integrasi vertikal (3) Siswa menggunakan belajar sebelumnya sebagai basis belajar yang sekarang Siswa mengetahui belajar sekarang sebagai basis belajar di masa datang Siswa menganalisisa hubungan belajar yang lalu dengan problem yang dihadapi sekarang • • • • 68 Pendidikan Seumur Hidup .

Pd 69 . Khomsun Nurhalim. M.sebagai “tutor” bagi temantemannya dan cologennya Siswa memperlakukan belajar sebagai alat untuk memecahkan masalah Siswa memandang sekolah sebagai bagian dari jaringan belajar Siswa memandangi dirinya sebagian dari jaringan belajar Siswa memandang pengetahuan sebagai suatu kesatuan • • • Motivasi • • • • • • • • Afek • • • • • • Siswa menunjukkan pengertian bahwa belajar merupakan alat untuk perkembangan diri dimasa datang Siswa mengetahui kurang memadainya pengetahuannya sekarang untuk memecahkan problimproblim yang dihadapinya dimasa datang Dr.Domain psikhologis Ciri-ciri pendidikan seumur hidup Integrasi horisontal Integrasi vertikal (3) • Siswa bertindak sebagai sumber informasi bagi anak lebih muda dan mencari informasi dari yang lain Siswa merencanakan belajar untuk masa datang Siswa berusaha belajar bila dihadapan pada problim baru yang tidak dapat dipecahkan dengan pengetahuan yang telah dimilikinya Siswa merasa puas bila masalah lama dapat dipecahkan dengan belajar yang sekarang Siswa berusaha secara aktif mendapatkan kesempatan belajar terus (1) Kognisi • (2) Siswa menerapkan ketrampilan yang diperoleh di sekolah untuk masalah-masalah luar sekolah Siswa memperkenalkan contoh dan bahan-bahan dari luar sekolah Siswa kenal akan berbagai sumber belajar Siswa berusaha untuk selalu belajar hal-hal baru Pengalaman siswa dalam memberikan kepuasan dan kesenangan Siswa memperlihatkan keinginan untuk menetapkan pengetahuannya dalam kehidupan luar sekolah Siswa mencari masalah secara inovatif dan menggunakan berbagai disdiplin ilmu Siswa memperlihatkan kemauan untuk berperan sebagai pemimpin.

dan bukan merupakan tujuan evaluasi mandiri Evaluasi merupakan basis untuk perencanaan belajar yang akan datang Evaluasi mendorong keinginan untuk belajar dimasa datang • • • • • • Motivasi • Evaluasi menghargai penerapan ketrampilan sekolah didalam kehidupan • 70 Pendidikan Seumur Hidup .dan sebagainya.sebagai inovator dan juga sebagai pengikut • Tabel 3 Tujuan kelas dalam bidang Evaluasi *) Domain psikologis Ciri-ciri pendidikan seumur hidup Integrasi horisontal (1) Kognisi • (2) Kridit positif diberikan terhadap pengenalan hubungan antar pengetahuan Evaluasi terutama ditekankan pada aplikasi pengetahuan untuk memecahkan problem Fungsi evaluasi memberikan informasi atau balikan mengenai kekurangan efisiensian pengetahuan.Domain psikhologis Ciri-ciri pendidikan seumur hidup Integrasi horisontal Integrasi vertikal (3) • Siswa mengetahui bahwa ia mampu untuk menghadapi peranan sosial yang berubah Siswa merencanakan belajar untuk masa datang (1) • (2) Siswa memandang dirinya sebagai pemimpin.penilaian kembali.dan bukan untuk menyaring siswa Kridit diberikan kepada kegiatan-kegiatan luar sekolah • Integrasi vertikal (3) Evaluasi mendiagnosis ketidak efisiesian hasil kerja masa lalu dan mencangkup tindakan remidi Evaluasi menunjukkan memadainya belajar sekarang sebagai basis belajar dimasa datang Evaluasi menyiapkan untuk loncatan terhadap belajar yang baru.

perubahan Dr.Pendidikan seumur hidup berarti perkembangan. M.Pd 71 . Khomsun Nurhalim. bahwa pandangan pokok dalam pendidikan seumur hidup ialah karena pendidikan berlangsung di dalam dan di luar sekolah.Domain psikologis Ciri-ciri pendidikan seumur hidup Integrasi horisontal Integrasi vertikal (3) • Evaluasi membentuk pengharapan yang masuk akal terhadap masa yang akan datang Evaluasi menciptakan harapan sukses di masa datang Evaluasi membawa kearah pencapaian tujuan (1) • (2) Evaluasi mengahargai penerapan ketrampilan luar sekolah di dalam sekolah Prosedur evaluasi digunakan untuk memperkuat penilaian diri sendiri Evaluasi digunakan untuk memotivasi belajar yang baru Evaluasi membantu memperkuat aspirasi yang realistis Evaluasi menitik beratkan pada kejelasan pengertian mengenai diri sendiri dan kemampuan sendiri Evaluasi akan memperkuat citra kemampuan diri di dalam berbagai bidang Evaluasi memberikan bimbingan mengenai hubungan antara siswa dengan kehidupan Evaluasi dapat mengintegrasikan informasi dari luar sekolah Evaluasi mengintegrasikan orang-orang di luar sekolah(misalnya orang tua murid) • • • • • Afek • • • • • • • Evaluasi memberikan gambaran yang reasonable bagaimana perkembangan diri sendiri di masa datang Evaluasi memberikan keyakinan pada diri siswa mengenai kemampuannya untuk mengatasi persoalan dimasa datang Evaluasi membentuk citra diri sebagai pribadi yang mampu belajar terus • PEMANFAATAN SUMBER-SUMBER BELAJAR Seperti telah dikemukakan sebelumnya.

seperti mengadakan penalaran. baik yang berada di dalam maupun di luar sekolah.Salah satu cirri pendidikan seumur hidup adalah menekankan pada integrasi hoorisontal. Mereka bukan saja tahu fakta-fakta. tempat kerja. seperti media cetak. dan mampu memahami komunikasi non-verbal. dan sebagainya. perkumpulan pemuda. dan sebagainya. Mengajar siswa agar terampil menggunakan bermacam-macam alat belajar. Yang semuanya itu akan sangat berguna bagi siswa untuk belajar lebih lanjut apabila ia telah keluar dari sekolah. Sekolah juga harus mengajarkan ketrampilan dasar intelektual. mengamati dan mendengarkan. dan menafsirkan data. Bahwa keterbatasan memperoleh pengetahuan di luar sekolah terletak pada kurangnya motivasi pada anak.Mereka harus sadar mengenai hubungan antara ketrampilan kognitif dengan kehidupan nyata. berpikir kritis.dan belajar terjadi sepanjang hayat. dan berbagai instructional materials yang lain. Sekolah hendaknya mengajarkan ketrampilan dasar belajar dengan baik seperti ketrampilan membaca. yaitu : 72 Pendidikan Seumur Hidup . tidak hanya terjadi selama beberapa tahun persekolahan formal. yakni belajar disekolah hendaknya dikoordinasikan dengan komponen di dalam masyarakat tempat anak memperoleh pengalaman belajar. Ada dua macam sumber belajar. Disamping itu. media massa. sekolah perlu menanamkan motivasi pada siswa agar selalu merasa butuh untuk belajar lebih lanjut. sekolah hendaknya mendidik siswa dengan berbagai setting belajar. Dalam rangka inilah sekolah seharusnya membiasakan anak menggunakan berbagai sumber belajar. tetappi harus kenal dengan struktur pengetahuan. Yang dimaksud dengan sumber belajar adalah segala sumber yang dapat digunakan oleh siswa baik secara sendiri maupun secara bersama-sama. Selanjutnya dalam pendidikan seumur hidup. biasanya di dalam suatu cara yang informal akan membantu belajar. pergaulan dengan teman sebaya. seperti misalnya keluarga. sehingga mereka mampu belajar sepanjang hayat dengan memanfaatkan sumber-sumber belajar yang banyak dijumpai dalam kehidupan. belajar kelompok. Latar belakang pendidikan seumur hidup anak-anak hendaknya mempunyai kemampuan yang memadai. misalnya belajar secara perorangan. Mereka harus terampil menyesuaikan alat-alat belajar dan struktur pengetahuan kedalam tugas yang baru. kenal akan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan.

jurnal. dokter. dan sebagainya.a.Pd 73 . dan sebagainya. yang merupakan komponen system instruksional. alat perlengkapan televisi. yang sering disebut “hardware”. karyawisata. M. data. buku. yakni manusia yang bertindak sebagai pembawa/penyampai pesan misalnya guru. Sistem Parlemen dalam suatu Negara. Material. OHP. Massage (pesan). tape recorder (audio/video). Sumber-sumber itu meliputi : 1. Sumber belajar yang tidak direncanakan secara khusus untuk pengajaran. 2. misalnya proyektor film strip. media atau “software” yang biasanya menyimpan pesan yang ditampilkan dengan menggunakan alat (hardware) atau dapat menampilkan dirinya sendiri. simulasi permainan. yang disebut “rescurees by utilization”. yang disebut “rescurees by design”. proyektor film. bahan. Bahan. Teknik. Dr. 4. Khomsun Nurhalim. setting dan orang untuk menyampaikan pesan. siswa. tata bahasa dan sebagainya. dan sebagainya. metode penemuan. informasi yang disampaikan melalui komponen lain berupa ide. misalnya bahan pelajaran tentang sejarah Yunani. tetapi dapat digunakan untuk belajar. cara-cara yang biasa dilakukan dalam belajar mengajar atau penggunaan alat-alat. fakta-fakta. misalnya pengajaran berprogram. film strip. film. misalnya tranparansi OHP. Manusia. Sumber belajar yang memang dikembangkan dan disiapkan untuk membantu belajar. pengertian. slide. 3. yang digunakan untuk menampilkan pesan yang terdapat pada bahan (materials). dan b. Alat (device). aktor.

74 Pendidikan Seumur Hidup .

dan tidak di sekitar orang saja tetapi di sekitar lingkungannya. Dr. sedangkan batas akhir intelegensi manusia itu berarti ketika kita meninggal dunia.dan kapan adanya awal intelegensi? Menurut kelompok kami.dan ALLAH swt pun telah memberikan kita akal fikiran ketika kita masih berada di dalam kandungan.jadi tidak semua orang kejiwaannya berfungsi ketika di sekita orang atau melalui pengalaman dulu yang berkaitan dengan dunianya. Model berfungsinya kejiwaan manusia yaitu ada proses aktif atau interaktif dan pengertian apa yang sedang berlangsung di sekitar orang sebagaian tergantung dengan pengalaman dulu yang berkaitan dengan dunianya.mengapa di buku di katakana demikian? Kejiwaan manusia tidak dapat di tentukan dan menurut kelompok kami tidak dapat di analisis karena konsep kejiwaan manusia itu berbeda-beda dan tidak linier.karena di saat itulah kita di berhentikan untuk mengurusi segala hal keduniaan. awal intelegensi manusia itu ketika kita masih di dalam kandungan.Pd 75 .karena saat kita berada di dalam kandungan pun kita sudah banyak belajar. M. Khomsun Nurhalim.bisa saja kejiwaan manusia berfungsi melalui orang lain dengan cara melihat atau mengerti posisi orang yang ada di sekitarnya.BAB VIII INTEGRASI VERTIKAL BERFUNGSINYA INTELEKTUAL GAYA BERFUNGSINYA INTELEKTUAL “istilah kognitif atau proses kognitif seringkali sukar di lihat sampai di mana batas akhir konsep intelegensi dan dimana mulainya batas kognitif “ Kapan adanya batas akhir intelegensi? Dan jika ada akhir berarti ada awal. Proses aktif atau interaktif yang di maksud adalah ketika kita berinteraksi padahal saat kita tidak berinteraksipun kejiwaan itu telah berfungsi.

Perbedaan kemampuan seseorang dapat dilihat dari lingkungannya memang benar.walaupun di buku ini fungsi kognitif dideskripsikan sepenuhnya dengan tiga dimensi.karena jika guru tersebut memiliki corak kognitif yang salah. karena yang di maksud dalam pembahasan ini hanya semata-mata untuk memperkenalkan kepada pembaca adanya banyak konsep corak berfungsinya kognitif. Dalam pembahasan ini dikemukakan coding terhadap bahan seperti scanning. leveling versus sharpening. tetapi sangat tergantung pada jenis-jenis stimulasi lingkungan yang di terima oleh seorang anak” Menurut kelompok kami. lingkungan memang sangat berpengaruh tetapi lingkungan tidak dapat di cerna dengan utuh jika kedua orang tua mereka mampu member pengarahanpengarahan secara sehat agar anak bisa berfikir lebih realistis dan tidak hanya mendunia. tetapi perlu juga adanya arahan-arahan dari pendidikan informal ataupun non formal. anak pun tidaka dapat menerima karena konsep manusia it berbeda-beda.Perbedaaan kemampuan “Vernon (1950) menyimpulkan bahwa perbedaan kemampuan tidak inheren dalam proses. leveling dan skeletonizing. dan spiritual. Corak kognitif dan guru Corak kognitif sangat berpengaruh terhadap seorang guru.dapat kita lihat melalui intelektual. emosi . Kenyataannya. CORAK BERFUNGSINYA KOGNITIF Corak – corak kognitif Variasi corak yang bermacam-macam sangat mungkin sekali terjadi. dan focusing versus scanning. Jadi cara guru untuk menangani anak pun berbeda-beda. 76 Pendidikan Seumur Hidup . leteratur lain mengidentifikasikan dimensi lebih banyak daripada yang di bahas dalam buku ini.stimulasi seorang anak itu dapat di rubah dengan adanya pengarahan dari kedua orang tua atau pembimbing mereka. importing versus skeletonizing.

JALUR PERTUMBUHAN KOGNITIF
Telah dibicarakan bahwa perkembangan kognitif berbeda dari orang ke orang, dan hal itu, dimodifikasi oleh pengalaman.Lebih dari itu seluruh proses perkembangan kognitif berinteraksi tinggi sekali. Dan sistem informasi sebagian besar sebagai hasil pengalaman.dan sistem itu akan memodifikasi pertumbuhan kognitif itu sendiri.ini berarti bahwa pengalaman pertumbuhan kognitif masa lalu,sekarang,dan yang akan datang seluruhnya berinteraksi erat sekali,baik sebagai hasil maupun jugan sebagai penentu untuk bagian yang lainnya. Salah satu cara anak agar proses belajar mereka memperoleh pengetahuan adalah melalui kegiatan bermain sambil belajar. Dengan bermain dan belajar, seorang anak dapat memperoleh kesempatan untuk mempelajari berbagai hal baru. Bemain dan belajar bagi mereka juga merupakan sarana dalam mengembangkan berbagai ketrampilan sosialnya.Kegiatan bermain dan belajar akan mengembangkan otot dan melatih gerakan motorik mereka di dalam menyalurkan energi mereka yang berlebih. Dengan demikian seorang anak akan menemukan bahwa merancang suatu hal baru dan berbeda dapat menimbulkan kepuasan dan pada akhirnya anak akan menjadi lebih kreatif dan inovatif. Meskipun para penulis membedakan sifat kemampuan yang menyebabkan lingkungan dapat dimengerti,terdapat kesepakatan umum bahwa hal itu berkembang sebagai hasil dari pengalaman. Seperti James(1980) mengatakan, dunia luar bagi bayi yang baru lahir pasti “mekar berdungung dan membigungkan” tetapi sebagai hasil pertumbuhan kognitif ia memperhatikan keteraturan yang berualng-ulang, semua merupakan koleksi peristiwa yang tidak berhubungan dan akhirnya tercipta kerangka stabil untuk mengolah pengalamannya. Seseorang berusaha umpamanya untuk mengenali bahwa peristiwa-peristiwa itu berpola dan terorganisir bahwa beberapa peristiwa kurang lebih sama dengan yang lain, dan kejadian beberapa peristiwa tertentu menjadi tanda untuk kemungkinan terjadinya peristiwa yang lain dengan demikian pertumbuhan kognitif meliputi perkembangan kemampuan mengadakan beberapa macam aturan pengalaman,dan dengan melakukan itu ia dapat memberikan arti terhadap pengalamannya sejumlah penulis telah mendiskripsikan jalur pertumbuhan ini dalam berbagai cara, tiga konsep utama akan dideskripsikan dalam pembahasan berikut ini:
Dr. Khomsun Nurhalim, M.Pd

77

Jean Piaget dan perkembangan intelegensi Jean Piaget (lahir di Neuchâtel, Swiss, 9 Agustus 1896 – meninggal 16 September 1980 pada umur 84 tahun) adalah seorang filsuf,ilmuwan, dan psikolog perkembangan Swiss, yang terkenal karena hasil penelitiannya tentang anak-anak dan teori perkembangan kognitifnya. Mungkin diantara para penulis yang paling terkenal dalam bidang perkembangan kognitif adalah piaget. Meskipun pembahasan mendetail ilmu jiwa perkembangan di luar ruang lingkup bab ini,tetapi sangat berguna untuk mensketsakan unsur-unsur pokok.menurut Pieget pada dasarnya terdapat empat tahap umum pertumbuhan kognitif,rentangnya dari jenis fungsi yang paling awal yang tampak pada bayi kecil sampai pada karakteristik orang dewasa matang. Dalam tahap pertama yang disebutnya dengan istilah periode sensor motorik (philips,1969),Piaget menekankan fakta bahwa anak kecil terikat dengan peristiwa-peristiwa langsung dan konkrit yang menyentuh alat sensor mereka, dan responnya terbatas pada reaksi motorik terhadap input yang menyentuk sensor mereka.Bayi yang terbaik dalam tahap ini dapat mengembangkan kemampuan untuk memancarkan respon yang lebih dahulu terhadap peristiwa-peristiwa konkrit secara singkat sebelum melakukannya secara sungguh-sungguh. Dalam tahap ke dua, tahap pra-operasional(philips,1969),obyek-obyek dilihat sebagai peristiwan yang betul-betul ada ketika obyek-obyek itu menyentuh sistem sensor mereka.antisipasi dan harapan melampaui sesuatu yang konkrit sekarang,dan konsep sebab dan akibat muncul meskipun permulaan bentuknya sangat tidak sempurna, dan terakhir dalam tahap ini,bahasa muncul sebagai prinsip baru untuk menetapkan urutan dan struktur lingkungan. Dalam tahap ketiga, tahap operasi konkrit, individu mulai dapt melakukan “operasi:terhadap lingkungannya. Anak-anak mengembangkan kemampuan untuk menguraikan sebab dan akibat,untuk membuat hipotesa yang mungkin terjadi akibat perbuatan-perbuatan tertentu,untuk memahami suatu organisasi peristiwa yang memberikan sumbangan terhadap pertalian dunia luar san mengkoordinasikan tingkah laku sesuai dengan pengertian mereka.bagamanapun juga wawsan terhadap fakta dunia disekitar mereka masih diambil dari pengalaman konkrit dan personal yang dmiliki oleh mereka sendiri dan dinyatakan pada pokoknya dalam istilah sebab dan akibat konkrit

78

Pendidikan Seumur Hidup

kehidupan nyata,karean itu disebut operasi “konkrit” Tahap terakhir perkembangan kognitif adalah operasi formal.Dalam tahap ini, prinsip-prinsip abstrak yang berasal dari fakta muncul dan dipahami. Ini berarti bahwa peristiwa dapat ditekankan tanpa memerlukan sesuatu yang sesungguhnya terjadi, dan tingkah laku dpat dibiasakan dengan kemungkinan teroris yang barang kali tidak pernah terjadi. Seseorang malakukan operasi formal kenyataannya dapat mendiskusikan dunia dengan istilah abstrak dan generalisasi simbolis.Pada tahap ini orang-orang dapat belajar tanpa mengalami langsung dan dapat merespon terhadap dalil-dalil abstrak. Hasil umum perkembangan ini individu tidak lagi tergantung pada lingkungan sensor langsung terhadap isyarat-isyarat konkrit dan individu dapat bertingkah laku stabil dan konsisten melampaui peristiwa-peristiwasensor langsung dan relatif tidak stabil. Menurut Piaget, urutan keempat tahap ini tidak bervariasi.Mekanisme dasar memungkinkan pertumbuhan terjadi berganda, meliputi kapasitas untuk menghubungkan pengalaman baru dengan struktur kognitif yang sudah ada pada segi lain (asimilasi),dan kapasitas adaptasi struktur yang ada dengan input lingkungan yang tidak sama disegi lain (akomodasi). Tahap-tahap ini tidak mempunyai ciri tersendiri secara ketat, tetapi saling tumpang-tindih. Dan karakteristik berfungsinya kognitif yang bersal dari tahap yang mendahuluinya. Kenyataannya kognitif pada orang tertentu mungkin sekali terdiri dari tahaptahap yang bercampur sesuai dengan seberapa banyak tahap tertinggi telah dikuasai.Pieget melihat proses tersebut pada dasarnya sebagai sifat-sifat biologis,dan membuat proses itu sedikit berbeda, mungkin dapat ditentukan tingkat usia kira-kira, didalamnya terdapat beberapa tahap yanag bergabung yang menjadi satu. Disamping itu tidak semua orang sampai ketahap operasi formal walaupun dari segi umur sudah melampaui,,dan banyak orang yang befikir operasi formalnya sering kali rusak umpamanya dibawah tekanan atatu ketegangan emosioanal.Jadi ilmu jiwa perkembangan pieget memungkinkan adanya variasi perbedaan interpersonalfungsi kognitif sesuai dengan pola khusus interaksi antara individu-individu yang berbeda dan lingkungan mereka. Disamping itu, meskipun tampaknya lebih banyak orientasi biologis pada formulasi piaget, namun dia tidak melupakan peranan pendidikan. Dengan pengertian bahwa tingakt perbedaan perkembangan kognitif dan tingkat perbedaan kemampuan untuk mempertahankan berfungsinya kognitif

Dr. Khomsun Nurhalim, M.Pd

79

Teori Vygotsky mendapat perhatian yang makin besar ketika memasuki akhir abad ke-20. masa pra sekolah. Piaget. Lev Vygotsky menekankan peranan bahasa Lev Vygotsky (1896-1934) adalah seorang filosof Rusia yang idenya mempunyai peran penting dalam memahami budaya. sampai usia 5-6 tahun. Vygotsky mengikuti konsep yang telah dikembangkan lebih jauh oleh Luria pada tahun 1961. Karena itu ia belum dapat memahami dasar matematikan dan fisika yang fundamental. artinya dalam menghadapi suatu masalah ia tidak perlu memecahkannya dengan percobaan dan perbuatan yang nyata. Istilah yang sering digunakan adalah : dampak sosial.dan menunjukan munculnya bahasa sebagai step penting dalam perkembangan kognitif. Menurut penelitian J.Piaget mendiskusikan bahasa sebagai elemen pokok dalam berfikir operasi formal. dan dia 80 Pendidikan Seumur Hidup . scaffolding. Ia dipengaruhi oleh Pavlov dan beranggapan bahwa perkembangan secara langsung dipengaruhi oleh perkembangan sosial. Namun pada taraf operai kongkrit ini ia hanya dapat memecahkan masalah yang langsung dihadapinya secara nyata. bahwa suatu jumlah tidak berunah bila bentuknya berubah. 2.pada tingkat tinggi umpamanya dibawah kondisi-kondisi yang menekan. 1. Ia belum mampu memecahkan masalah yang tidak dihadapinya secara nyata atau kongkrit atau yang belum pernah dialami sebelumnya. Pada taraf ini ia belum dapat mengadakan perbedaan yang tegas antara perasaan dan motif pribadinya dengan realitas dunia luar. jadi tidak berkenaan dengan anak sekolah. Sedangkan interelasi pemikiran dan bahasa secara lebih eksplisit dinyatakan oleh Vygotsky pada tahun 1962. perkembangan intelektual anak dapat dibagi menjadi tiga taraf. Pada taraf ini kemungkinan untuk menyampaikan konsep-konsep tertentu kepada anak sangat terbatas. pada taraf ini anak itu telah sanggup beroperasi berdasarkan kemungkinan hipotesis dan tidak lagi dibatasi oleh apa yang berlangsung dihadapinya sebelumnya. Fase pra-operasional. and zone of proximal development. 3. ia telah dapat melakukannya dalam pikirannya. interaksi sosial dan peranan bahasa dalam perkembangan kognitif. pada taraf ke-2 ini operasi itu “internalized”. Fase operasi kongkrit. Fase operasi formal.akan menampakan hasil yang diproleh dari pola pengalaman yang berbeda.

dan untuk melayani emosi dan fungsi sosial yang belum sempurna.Dalam hal ini terdapat “membahasakan pemikiran” disamping juga “memikirkan bahasa” seperti yang tampak dalam . Dan individu tidak terlalu lama dibatasi untuk menyatukan peristiwa- Dr. Kebenaran hubungan diantara beberapa peristiwa tidak diperhatikan dan peristiwa-peritiwa yang terjadi serempak secara khusus dan temporamen dipikirkan secara bersama-sama. Pengaruh percakapan terhadap intelegensi dalam sekali. maka pada waktu itu berfikir sebenarnya telah terjadi. Tingkat kedua perkembangan kognitif meliputi apa yang disebut Vygotsky berfikir lewat (complexivethinking).(keranya kohler sebagai contoh) Ketika bahasa sudah diinternalisasi. atau tanda sosial seperti nyanyian seorang bayi yang memberitahukan kesenangan. Berfikir jenis ini memerlukan penggunaan bahasa sebagai representasi yang menyediakan nama-nama untuk peristiwa-peristiwa konkrit yang terjadi di lingkungan luar dengan dirasakan adanya hubungan diantara beberapa pengalaman.mendengkur. Tahap pertama pertumbuhan kognitif dideskripsikan oleh Vygotsky adalah berfikir penyatuan (syncreticthinking).Dalam bentuknya yang paling awal. dan memungkinkan basis baru untuk berhubungan dengan dunia luar yang tidak mungkin tanpa menggunakan beberapa sistem signal abstrak kompleks. Vygotsky menunjukkan bahwa bahasa saja tidak secara ketat untuk berfikir dengan sebenarnya.dan percakapan memungkinkan perkembangan intensif proses kognitif yang dapat dilihat pada manusia. pra logika.Pd 81 .mengemukakan bahwa perkembangan intelegensi dan bahas akesuanya mempunyai kaitan mata rantai yang sangat erat sekali. M. berarti individu mulai memasukan basis “benar”. ketika bahasa lebih banyak berfungsi sebagai alat proses internal dari pada pelayanan emosional seperti teriakan kemarahan. Meskipun menurut Vygotsky bahasa dan pikiran memiliki akar yang terpisah dan akarnya independen. Khomsun Nurhalim.proses itu sangat unik pada manusia. Bahasa ada yang paling bagus dalam sistem ini.dan yang sejenisnya.katakanlah penggnaan yang belum sempurna alat-alat sederhana oleh binatang untuk memecahkan problem. bahasa adalah umum seperti menangis. Berfikirnya manusia dan infra manusia dalam tahap ini memiliki banyak kesamaan. tetapi diperlukan beberapa sistem signal yang simbolis yang sama konpleksnya dan fleksibelitasnya. konkrit dan labil. Jenis berfikir ini adalah pra bahasa.seruan.

Melalui bahasa. dan cara bertingkah laku kaya apakah yang paling selamat dalam peristiwa seperti itu. dan sebagainya.maka jenis baru pemikiran muncul. Merela juga dapat belajar benda-benda yang tidak pernah dialami sendiri dengan belajar verbalisasi yang dibuat oelh orang lain. orang dapat memilih pergi keluar dengan payung atau tinggal di rumah dengan permen karet. Pada waktu ini proses kognitif terbentuk. dalam peristilahan yang digunakan untuk menginterpretasi dan memahami dunia luar. agen-agen pendidikan memperbaiki lingkungan anak-anak. Orang yang berfikir verbal dapat bespekulasi akan menjadi apa dunia jika kondisi-kondisi muncul dalam kenyataan.peristiwa yang tterjadi berdekatan antara stu dengan yang lainnya. Alat yang memungkinkan orang dewasa dan agen-agen pendidikan dalam masyarakat secara berurutan mentransmisi pengetahuan secara abstrak adalah bahasa.menyediakan pengetahuan yang lebih jauh dari mereka kemungkinan mereka dapat memperolehnya berdasarkan kehidupan pengalaman aktual. sehingga mereka dapat menemukan dan mengembangkan hal-hal baru. yaitu pikiran verbal (verbal though). Umpamanya.dan memungkinkannya berfikir generalisasi tentang kelas-kelas peristiwa. dan meyediakan pola atau model yang siap pakai. baik dalam waktu atau lingkungan fisiknya. meskipun 82 Pendidikan Seumur Hidup .meskipun kondisi-kondisi itu belum pernah dikenal ssebelumnya. Sebab jika hari hujan. Studi para sarjana dan pengalaman umum menujukan bahwa. orang yang berfikir kolplek akan mengatakan bahwa payung dan permen karet adalah serupa. bahasa dapat menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terpisah jauh dalam segi waktu maupun dalam ruang lingkup fisiknya.yaitu sejak orang-orang dapat berfikir verbal. yang secara bahasa memungkinkan untuk tidak diartikan dengan logika yang ketat dan terlibatnya kesalahan prinsip yang esensial. Desebabkan keabstrakannya. Umpanya dal memberi nama satu botol sepucuk senjata. mereka hanya mampu memikirkan benda konkrit yang ada dilingkungan mereka sekarang. Sedangkan anak-anak awal yang sangat muda. berarti membentuk arti terhadap obyek dan menyetel seluruh kelas informasitentang itu. Ketika bahasa dan pikiran digabungkan menjadi satu.dan cara baru berinteraksi dengan dunia luar terwujud.Bagaimanapun juga hubungan diantara beberapa peristiwa masih didominir oleh sifat-sifat konkrit atau oleh hubungan. Orang-orang yang mengajar anak mengatakan apa mengikutinapa.

tanpa aturan dan tanpa dites.1968) melalui proses sosialisasi.kerangka interpretasi itu berada antara satu orang dengan yang lainnya dalam masyarakat tertentu. Jika fluktuasi sementara dan sedikit ketidakkonsistenan peeristiwa terlalu komplek dan tidak stabil untuk direkam dan direspon secara terpisah sebagai peristiwa yang berbeda-beda. Khomsun Nurhalim. Amerika Serikat.maka kognitif harus melibatkan proses seleksi keberaturan pengalaman yang berualng-ulang dan pengelompokan potongan informasi yang merupakan untuk seluruh maksud praktis. proses melalui peristiwaperistiwa kehidupan nyata decerminkan atau digambarka “ dalam kulit” sebagaimana adanya. Suatu kelas dinyatakan sebagai Dr. orang-orang diajari secara relatif seperangkat kepercayaan yang berstandar tentang sifat-sifat dunia. Dalam pembahasan ini titik berat perhatian ditunjukan pada fenomena pendidikan dalam rangka membentuk weltanschauung anak-anak. Proses representasi melalui peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam dunia luar digambarkan dalam diri pengamat.kelompok persahabatan.1964) adalah “coding” dan “representasi”. telah mempelopori aliran psikologi kognitif yang memberi dorongan agar pendidikan memberikan perhatian pada pentingnya pengembangan berfikir.dsb) untuk memodifikasi pemikiran orang-orang tentang bagaimana dunia distruktur dan siapa dan apa mereka sendiri sebenarnya. tingkah laku apa yang tidak cocok dan apa yang tidak tepat dan sebagainya. Jerome S. serta diklarifikasikan sebagai anggota kelompok suatu kelas peristiwa. peristiwa yang sama atau kelas peristiwa yang sama.Apa yang terjadi menurut Brunner adalah bahwa kelas-kelas kejadian yang sama ssecara fungsional diidentifikasi dan peristiwa-peristiwa baru diberi arti. M.sekolah. dengan tes empiris tentang pengalaman sesungguhnya.Konsep kunci perkembangan kognitif Bruner (1957.Pd 83 . yang berbeda hanya detail-detail insidental. kerangka itu secara memadai diseragamkan dalam masyarakat untuk memungkinkannya mendeskripsikan stereotype nasional atau kepribadian nasional (MeDavid dan Harari.waktu dan tempat.Bruner dan pembentukan realitas seseorang Bruner yang memiliki nama lengkap Jerome S.Bruner seorang ahli psikologi (1915) dari Universitas Harvard. Fenomena ini menekankan kapasitas massyarakat dan agen-agen pendidikannya(keluarga. Perkembangan kognitif pada tingkat manusia memiliki pretasi yang besar untuk kecocokan dan stereotype.

sehingga orang yangs sedang marah mungkin akan salah coding terhadpa tepukan fisik dari seseorang yang datang dari belakang. gambaran internal tentang informasi dan akhirnya bertingkah laku. Pertama.maka akibatnya representasi apa yang sedang terjadi akan berubah. karna itu “arti”merupakan hasil dari coding. hal 2) menamakannya ”enactive representation”. 84 Pendidikan Seumur Hidup .ia mengkarakteristikan anak-anak awal mengcoding melalui gerakan motorik aktual. Fenomena itu berhubungan dengan apa yang disebut “separangkat” teoritis lainnya. Orang yang menepuknya membayangkan sebagai salaman persahabatan.“kategori” dan proses mengidentifikasi kategori kedalam instansi yang cocok disebut “coding”. Representasi adalah bahan coding stimuli lingkungan kedalam beberapa kategori.:non veridikal”.sedangkan sistem kategori sebagai hasil belajar yang dimiliki setiap individu. Seseorang barang kali berbalik dan langsung menghantam orang yang menepuknya. Mode-mode ini membentuk urutan sementara sepanjang jalur perkembangan kognitif. Kunci Kode Ilmu Jiwa Brunner : individuindividu mengkonstruksi dunia dimana mereka tinggal. semua ini disebut “integrasi” oleh Bruner. dan coding berdasarkan sistem kategori.akan mengakibatkan masuknya sesuatu pada kategori tertentu. Kenyataannya. Menurut Ilmu Jiwa Perkembangan Bruner terdapat 3 mode untuk menginternalisasi pengalaman yang teraturberulang-ulang. dan representasi beberapa pperistiwa akan berada dari realitasnya. Kemudian.Bruner (1964. Contoh.tetapi ini sangat tidak sesuai dengan realitas orang yang menepuknya. Padahal kategori juga mungkin saja menjadi sasaran fluktuasi jangka pendek. umpamanya melalui pengalaman sekarang bersama dengan kategori istimewa yang tidak biasa diperoleh. Melalui satu dari salah satu tiga mode inilah pengalaman dikode dan digambarkan.orang yang sedang makan siap untuk mengkode sesuatu yang terletak diatas meja sebagai makanan dan barangkali berusaha memakan seiris buah-buahan yang terbuat dari lilin. karena setiap orang dapat dikatakan membangun realitasnya sendiri melalui proses coding. Kekeliruan coding akan menggiring tingkah laku yang konsisten dengan realitas yang dibuat oelh orang yang menerima tepukan. memang pertanyaan apa itu realitas merupakan suatu hal yang sukar. Serupa dengan itu kekacauan emosianal yang tidak biyasanya. Proses koordinasi informasi ekternal. Jika coding seperti diatas tidak sesuai dan seperti yang diistilahakan oleh Brunner .

Pd 85 . Kedua. Bayangan-bayangan internal yang melahirkan hubungkan pasti dengan apa yang sedang digambarkan. M.tingkat representasi yang melengkapi dua tingkat representasi yang lebih rendah seperti yang telah disebutkan diatas. seperti fotograf berhubungan dengan benda yang menjadi obyek fotograf. Da juga ia sudah memiliki tingkatan tertentu keabstrakan. Pengalaman dapat didiskusikan dalam istilah abstrak dan umum. Ini berarti bahwa konsep secara seerentak dapat memiliki stabilitas tanpa menghiraukan Dr. konkrit dan aktual. Bahasa menjadi alat pengalaman konkrit yang memiliki kunci sifat umum. Coding seperti itu memerlukan pengalaman aktual dalam memanipulasi motorik stimuli dan secara ekstrim tidak fleksibel dan sukar untuk berkomunikasi. anak-anak awal ketika ditang apa itu sisir. Mereka menyimpan informasi tentang sisir dengan gerakan motorik yang diartikan sama dengan sisir.Dalam tahap enactive representation dunia luar derekam menurut gerakan motorik yang sesuai. serupa dengan fotograf melahirkan hubungan satu demi satu dengan apa yang difoto. yaitu kemampuan bahasa dan konsekuensi munculnya kemampuan untuk mengkode pengalaman secara simbolis. Umpamanya. konsep sentral dalam formulasi ini adalah peranan yang diberikan oleh bahasa. Khomsun Nurhalim. barangkali akan merespon dengan membuat gerakan tangan dan lengannya yang sesuai dengan gerakan yang diperlukan untuk menyisir rambut.apa yang disebut Bruner (1964) “the growth of mind” and “a series of teknological advance in the use of mind”yang melibatkan penggambaran melalui bayangan internal. Pada tahap ini perkembangan kognitif individu dilepaskan dari tirani lingkungan sensor langsung (Bruner dan Olver. Ketiga. dan inter-relasi pengalaman baru yang berurutan dengan pengalaman terdahulu yang logis. namanama verbal terlepas dari obyek dan hubungan yang dinyatakannya.1963). Bruner mengistilahkan dengan “iconic representation”.Tempat penyimpanannya berada dalam otot.dan dicocokan dengan obyek tertentu. gagasan-gagasan dengan mudah dapat ditransmisikan melalui transmisi verbal dan sebagainya. Jadi iconic encoding sudah mencerminkan kemajuan yang sangat besar enative encoding dalam segi menghilangkan ketergantungan yang ketat terhadap tindakan-tindakan fisik. Unsur-unsur kunci yang Bruner lihat dalam bahasa adalah “albitrary” dan “remote” Bruner menyatakan suatu fakta bahwa. Jelasnya. Walaupun demikian ia masih tergantung pada kontrak aktual dengan apa yang digambarkan.

IMPLIKASI TERHADAP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Implikasi diartikan sebagai akibat langsung atau konsekuensi dari suatu keputusan tentang pelaksanaan pendidikan seumur hidup. tampaknya berarti bahwa seseorang dapat menjadi trampil dan menyandikan informasi ilmiah dengan menggunakan simbol. b. Dan juga dapat memiliki stabilitas yang sangat besar karena modifikasi konsep yang dikode dalam bahasa hanya semata-mata bahan manipulasi abstrak yang dimuat ke dalam kata. individu yang kognitifnya lebih matang mampu terus-menerus menyandikan menurut prinsip-prinsip terdahulu. Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebih lanjut kecakapan yang telah dimilikinya tersebut. Realisasi baca tulis fungsional memuat : a. biasa dan lancar. Sebaliknya. Hal itu tampaknya mungkin dilakukan oleh meraka dibawah kondisi tertentu. Lebih jauh lagi. Ilmu Jiwa P erkembangan Bruner. umpamanya ketika mereka takut atau senang. Harus dicatat bahwa prestasi menyandikan simbol berarti bahwa presentasi terdahulu tidak muncul. 86 Pendidikan Seumur Hidup . Memberikan kecakapan membaca. Pendidikan baca tulis fungsional Pendidikan baca tulis sangatlah penting bagi masyarakat. serta seseorang dilatih untuk menggambarkan pengalaman secara abstrak dan fleksibel. implikasi pendidikan seumur hidup pada program pendidikan adalah : 1. tetapi lebih cenderung menyandikan orang-orang diharapkan dapat membedakan cara menyandikan yanag mudah.P Guruge dalam buku Toward Better Educational Management. dan tidak memerlukan tranformasi aktual realitas nyata. sedangkan yang lainnya lebih senang mengembangkan iconic atau bahkan enactive enconding. baik negara maju maupun negara berkembang.fluktuasi sementara yang terjadi dalam lingkungan konkrit. menghitung (3M) yang fungsional bagi anak didik. Menurut W. menulis. Salah satu akibat dari keadaan ini adanya kemungkinan untuk membuat spekulasi dan hipotesis.

Pendidikan vokasional Pendidikan vokasional sebagai program pendidikan di luar sekolah bagi anak di luar batas usia sekolah atau sebagai program pendidikan formal dan non formal dalam rangka ‘apprentice ship training merupakan salah satu program dalam pendidikan seumur hidup. Pendidikan ke arah perubahan dan pembangunan Pendidikan bagi anggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka mampu mengikuti perubahan sosial dan pembangunan juga merupakan konsekuensi penting dari asas pendidikan seumur hidup. Pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik Pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik perlu diberikan dalam pendidikan seumur hidup bagi kehidupan berbangsa dan bernegara baik menjadi rakyat maupun pimpinan. M.2.Pd 87 . 3. perlengkapan. 4. 6. dalam tiap profesi hendaklah tercipta built in mechanism yang memungkinkan golongan profesional terus mengikuti berbagai kemajuan dan perubahan menyangkut metodologi. dan sikap profesionalnya. Pendidikan profesional Sebagai realisasi pendidikan seumur hidup. Integrasi vertikal perkembangan Review sekarang terhadap literature kejiwaan menunjukan bahwa pertumbuhan kognitif adalah proses yang sangat bersambungan satu sama lainnya.dari segi lain . dan unsure yang ada pada tahap sekarang banyak berasal dari yang sbelumnya. Namun pendidikan vokasional tidak boleh dipandang sebagai jalan pintas tetapi tetap dilaksanakan secara kontinu. Dr. Khomsun Nurhalim. Dengan cara ini waktu senggang dapat dimanfaatkan berbasis budaya yang baik sehingga pendidikan seumur hidup dapat berjalan menyenangkan. 5. Pendidikan kultural dan pengisian waktu senggang Pendidikan kultural dan pengisian waktu senggang perlu diberikan secara konstruktif sebagai bagian konsep long life education. terminologi.setiap tahap dihubungkan dengan tahap terdahulu .

tetapi tidak dapat memperhatikan struktur umum yang mendasarinya. orang – orang pada usia yang berbeda berinteraksi dengan realitas malalui cara yang tidak sama . proses pertumbuhan yang berhubungan satu denga yang lainnya mulai pada bayi termuda sampai seterusnya . pengertian adalah sifat dunia yang diperoleh dari pengalaman dengannya . dikontruksi oleh setiap orang untuk dirinya sendiri . Bagaimanapun juga . analisis sifat pertumbuhan kognitif menunjukan bahwa telepas dari fenomena yang berehubungan dengan umur orang berbeda menunjukan pola petumbuhan kognitif dan kerjasama. tetapi dimodifiaksi oleh konvensi social . dan sebagainya . atau disebut integrasi secara vertikal . analisis kejiwaan menawarkan dukungan yang sangat besar terhadap konsep dasar pendidikan seumur hidup.pertumbuhan individu . petumbuhan kognitif adalah kompleks . kenyataannya diintegrasi melampaui waktu yang ada . anak kecil seumpamanya belajar pada dasarnya melalui pengalaman konkrit . dan berlangsung sumur hidup . Implikasi terhadap oraganisasi kelas/sekolah Unsur kedua analisis petumbuhan kognitif adalah implikasinya terhadap cara yang paling mungkin untuk mengorganisir pendidika seumur hidup jelasnya . sedangkan tahap sekarang menyediakan basis untuk yang akan datang. belajar di pandang secara tepat sebagai tenunan terus – menerus menjangkau seluruh waktu kehidupan . jelas bahwa bahan – bahan belajar dalam kelas . ringksannya . Beberapa orang lebih senang mentranmisikan informasi kedalam generalisasi yang luas : sedangkan orang lain mengoperasikannya lebih baik ketika ditanamkan kedalam konteks yang menopang beberapa orang memahami detail dengan mudah .hal ini juga dihunbungkan dengan tahap yang akan dating . prosedur evaluasi dan sebagainya . arti adalah sesuatu yang . dan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman tidak langsung ditranmisi melalui verbalisasi orang lain . dnegan kata lain . aktifitas pelajar . proses belajar yang berhubungan di dalamnya berlangsung seumur hidup dan dimodifikasi oleh jenis lingkungan yang dialami mulai dari kecil . lebih jauh lagi . sedangkan orang lain memiliki kesulitan dengan detail tetapi dapat memahami garis besarnya 88 Pendidikan Seumur Hidup . berfikir logis secara formal dan abstrak berkembang kemudian konsekuensinya . hal itu tergantung kepada pengalaman . seluruhnya harus mencerminkan fenomena pertumbuhan kognitif fakta itu sudah dekenal dengan baik dan system pendidikan yang sudah ada sekarang ini . untuk perluasan tertentu .

dengan mudah . beberapa orang lebih suka informasi disajikan dalam bentuk abstrak sedangkan yang lainnya belajr lebih baik dalam situasi konkret orang yang lainnya lebih menyukai kata-kata , sedangkan dilain pihak lebih menyukai perbuatan dan sebagainya. kosekuensinya penting untuk memeberikan perhatian lebih banyak pada sifat-sifat kognitif pelajar daripada kasus yang ada sekarang ini. khususnya , suatu system yang di perlukan adlah system yang banyak menggunakan modalitas untuk mentranmisi informasi . hal itu meliputi belajar melalui pendengaran , melalui melakukan , melalui memperhatikan , melalui kehidupan nyata , melalui mengajar orang lain , dan sebagainya . Vygotsky percaya bahwa kognitif tertinggi yang berkembang saat anak berada di sekolah yaitu saat terjadinya interaksi antara anak dan guru. Pengetahuan yang diberikan secara terpaksa akan memberikan dampak yang berharga bagi anak.Menurut Vygotsky, bantuan eksternal yang diberikan guru dapat dihilangkan apabila anak tampak telah berkembang secara konsisten.Bntuan dapat diberikan saat anak beraktivitas atau mengerjakan tugas,seperti: 1. Memotivasi atau mendapatkan minat anak yang berhubungan dengan tugas. 2. Mempermudah tugas agar anak-anak mudah mengatur dan menyelesaikannya. 3. Memberikan beberapa arahan dengan tujuan membantu agar anak fokus dalam mencapai tujuannya. 4. Secara jelas menunjukkan perbedaan antara pekerjaan anak –anak dengan standar atau penyelesaian yang diinginkan guru. 5. Memberi contoh dengan jelas serta menetapkan harapan dari aktivitas yang ditampilkan

Dr. Khomsun Nurhalim, M.Pd

89

90

Pendidikan Seumur Hidup

BAB IX
KETERPADUAN PERKEMBANGAN MOTIVASI DAN SIKAP SOSIAL

Tulisan ini mencoba mengkritisi maupun menganalisis konsep-konsep tentang psikologi perkembangan individu yang dikemukakan oleh para ahli yang nantinya diimplikasikan dalam konteks kehidupan individu. Kerangka yang dikembangkan dalam tulisan ini adalah melakukan telaah buku-buku yang berkaitan dengan psikologi perkembangan individu kemudian diimplikasi dalam konteks kehidupan individu. Permasalahan manusia adalah permasalahan yang sangat aktual untuk dibahas, begitu juga permasalahan psikologi manusia, mulai dari perkembangan manusia, pertumbuhan manusia serta hal-hal lain yang bersifat psikologis sejak dulu tak henti-hentinya para pemikir dan ahli psikologi mencoba untuk membahas hal-hal tersebut, kondisi itu pula yang mendorong manusia untuk merumuskan konsep-konsep psikologi yang berkembang menjadi ilmu psikologi.

KONSEP-KONSEP PERKEMBANGAN SOSIOAFFEKTIF
¾ Menurut Buhler bahwa karakteristik usia tua dipandang lebih banyak positifnya, kalau menurut saya itu belum tentu tergantung dari karakter masing-masing terhadap kuat tidaknya perkembangan sosioaffektif mempengaruhi pribadi tersebut. Sebagai bukti kita jumpai penyimpangan social yang dilakukan oleh orang yang berusia tua. Dalam tahap perkembangan menurut Havinghurst usia 6-12 tahun itu sudah tidak kanak-kanak lagi karena banyak kita jumpai dalam usia tersebut sudah ada yang pacaran bahkan sampai sudah hamil dan sebagainya.

¾

Dr. Khomsun Nurhalim, M.Pd

91

Peranan keluarga dalam memfungsikan sosioaffektif. Pekerjaan pendidikan cenderung menghambat belajar seumur hidup. Kalau menurut saya tidak usah meakai tahap cukup tua dan muda. usia tua dan pikun. ayahnya loper koran anaknya menjadi wartawan. sedangkan orang tuanya sukses tapi anaknya menjadi rusak karena orangtuanya terpisah.¾ Menurut Houle dan Houle masa dewasa berisi enam tahap yaitu dengan hormat. setengah baya tua. PERKEMBANGAN SEPANJANG TAHAP-TAHAP KEHIDUPAN ¾ Peranan sosial menurut saya masa pertengahan asdolescen peranan orang tua sosio affektif sangat besar dampaknya: kita jumpai masyarakat primitif. karena kalau orang itu tidak mau menerima pendapat dari orang lain bagaimana bisa orang itu menjadi berkembang. Pekerjaan adalah aspek utama kehidupan ekonomi yang berinteraksi dengan sekolah saja tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan masingmasing. Menurut Kuhlen pengabadian diri umpamanya reproduksi seks dan cara lainnya agar dirinya tidak mati. Orang-orang yang berumur 50 tahun atau lebih harus bertahan sebagai penganggur. belajar dan masyarakat. kalau menurut saya hal itu tidak benar karena manusia mati itu sudah di rencanakan Allah. permulaan masa dewasa. daerah kumuh siswa SD sudah mencari nafkah. menurut saya hal ini harus dipertimbangkan lagi karena diindonesia ini banyak sekali orang yang berumur 50 tahun harus bekerja seharian agar mendapat upah untuk keperluan hidupnya sendiri. setengah baya muda. terdapat serangkaian studi tentang prestasi sekolah yang berbeda-beda. ¾ ¾ FAKTOR-FAKTOR PERKEMBANGAN SOSIOAFFEKTIF ¾ Seorang anak belum tentu menyerupai orang tuanya. masa dewasamuda. Dalam sub bab ini konsep-konsep perkembangan sosioaffektif dipengaruhi motivasi dan affektif memodifikasi dan juga dimodifikasi bukan yang lainnya saja tapi juga pribadi orang itu sendiri tergantung mau atau tidak. untuk itu. sikap terhadap sekolah. dikalangan ini banyak kita jumpai seorang anak yang sukses tapi orang tuanya seorang nelayan. ¾ ¾ ¾ 92 Pendidikan Seumur Hidup .

Kohlberg dan lain-lain juga mencoba membangun pijakan tentang perkembangan psikologi anak yang nantinya berimplikasi pada masalahmasalah pendidikan. Kemungkinan untuk melihat daerah motivasi yang kurang optimal dan daerah-daerah motivasi diatas optimal. ¾ Psikologi perkembangan sebagai salah satu kajian psikologi menjadi salah satu bahan kajian yang banyak dibahas oleh para ahli pendidikan. PERSEKOLAHAN DAN PERKEMBANGAN SOSIO AFFEKTIF ¾ Keluarga tidak sama pentingnya sebagai faktor yang berhubungan dengan sekolah dalam menentukan hasil sekolah karena dalam sistim keluarga perkembangan sosioaffektifnya melatih kepribadian seorang anak menjadi baik sedangkan sekolah yaitu mengatasi atau mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah. Secara teoritis psikologi perkembangan ditelaah oleh banyak ahli psikologi. interaksi sebenarnya lebih kompleks dari yang dikemukakan diatas. serta Dr. M. Belajar terus menerus akan terhambat menerima stereotype yang menyatakan belajar formal terbatas hanya pada tahun-tahun sekolah. peningkatan motivasi akan memajukan belajar.¾ kalau menurut saya itu kurang setuju karena banyak sekali orang yang membutuhkan pekerjaan mereka sadar bahwa tanpa bekerja mereka tidak bisa meneruskan sekolahnya. Bagaimanapun juga. karena perkembangan manusia ditinjau dari sudut pandang psikologi dijadikan dasar serta cara untuk menciptakan keberhasilan serta keunggulan dalam proses pendidikan. para ahli seperti Sigmund Fred. anak-anak dilatih cara bermasyarakat saja tetapi juga dilatih cara menjadi anak yang berbakti kepada orangtuanya dan menjadi anak yang bisa membanggakan kedua orang tuanya. sebaliknya dimana tingkat adanya motivasi dan atau afeksi diatas optimal.Pd 93 . Tingkat afeksi memodifikasi proses penyesuaian dan penbgamatan. Khomsun Nurhalim. Robert Havighurst. Dalam situasi dimana tingkat adan ya motivasi dan atau afeksi dibawah optimal. peningkatan motivasi menghambat belajar. Dari permulaan. Ernold Gesell. sehingga melahirkan berbagai kerangka rumusan tentang psikologi perkembangan. Peaget.

Pertama. dan Karakterisasi oleh nilai atau kompleks nilai (lihat Martin & Briggs. Bloom. mereka adalah: Menerima. dan Masia pada tahun 1964. ia menyediakan menu yang membantu pendidik untuk memutuskan apa yang penting untuk mengajar. Dan ketiga. dan mereka bisa dibedakan dari objektif kognitif karena mereka menekankan nada perasaan. untuk membantu guru menulis tujuan afektif untuk masing-masing dari lima kategori utama serta subkategori. Kedua. dari perspektif teoritis. Perkembangan ialah proses perubahan kualitatif yang 94 Pendidikan Seumur Hidup . begitu pun sebaliknya. Menurut mereka. Disebut taksonomi “afektif.” itu didasarkan pada prinsip internalisasi. sebagian. berbagai jenis belajar afektif mungkin memerlukan berbagai metode instruksi untuk mendorong pembangunan. Dari paling tidak untuk sebagian besar diinternalisasi. berkembang itu tidak sama dengan tumbuh. mengetahui apa jenis pembelajaran terdiri dari domain afektif membantu kita untuk memahami apa yang domain afektif ini dan apa yang bukan. dan ini adalah fokus utama dari teori pembelajaran. taksonomi ini dikembangkan. semakin besar kemungkinan bahwa nilai atau sikap yang mempengaruhi perilaku. Apa saja dimensi pembelajaran afektif? Jawaban atas pertanyaan ini penting karena beberapa alasan. taksonomi ini terdiri dari lima kategori utama (masingmasing dengan sub kategori) yang mencerminkan konsep internalisasi. dan untuk membantu mereka merancang langkah-langkah afektif. Menilai. atau tingkat penerimaan atau penolakan terhadap fenomena tertentu. 1986. Dengan demikian untuk mengkonsepsikan seorang individu sebagai jaringan timbale balik yang terorganisasi fungsi-fungsi kejiwaan yang beroperasi satu sama lainnya dalam suatu cara yang sangat komplek. Yang paling banyak dikenal dan paling sering digunakan taksonomi dari domain afektif yang dikembangkan oleh Krathwohl. untuk penjelasan lengkap tentang kategori dan subkategori).perubahan persepsi dalam factor-faktor motivasi. Merespon. Organisasi. semakin nilai atau sikap diinternalisasikan. emosi. proses dimana suatu sikap atau nilai semakin menjadi bagian dari individu. Sejalan dengan pendapat tersebut Muhibbin (2001: 11) mengemukakan sebagian ahli menganggap perkembangan sebagai proses yang “ berbeda dari pertumbuhan. Internalisasi adalah konsep fundamental dalam memahami taksonomi karena. Tujuan-tujuan ini bisa ditulis untuk mencerminkan berbagai tingkat internalisasi.

mengatakan bahwa perjalanan kehidupan memang merupakan rangkaian usaha manusia untuk melalui satu tahap perkembangan menuju tahap perkembangan selanjutnya dengan baik. mula berkawan dengan orang lain dan mampu memahami konsep hidup serta moral.. bentuk badan mulai berubah. orang tak akan bertambah tinggi atau besar jika batas pertumbuhan tubuhnya telah mencapai tingkat kematangan. Bagaimana halnya dengan pertumbuhan kuku dan rambut yang secara periodic. minat bergaul dengan lawan jenis. Robert J. M.Pd 95 . penekanan arti perkembangan itu terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang disandang oleh organorgan fisik. Perkembangan akan berlanjut terus hingga manusia mengakhiri hayatnya. anak-anak mula bercakap. khususnya fungsi motorik. yakni fungsi yang berhubungan dengan gerak anggota badan. sedia mendengar pandangan orang lain dan boleh membedakan betul dan salah. Dr. fase ini merupakan masa menghayati berbagai objek di luar diri sendiri serta melatih fungsi-fungsi. seorang pakar perkembangan dan pendidikan dari Amerika. Khomsun Nurhalim. Sementara itu. pertumbuhan hanya terjadi sampai manusia mencapai kematangan fisik. kemahiran 3M. masih ada beberapa hal yang patut dipertanyakan sehubungan dengan pemisahan takrif/ definisi secara hitam putih antara dua istilah di atas. Fase Awal Remaja dan Remaja ( 12-18 tahun ). ingin kebebasan dan konsep baik dan buruk semankin mantap.mengacu pada mutu fungsi organ-organ jasmaniah. mula berintraksi dengan orang lain. Fase Pertama (0-1 Tahun). bukan organ-organ jasmaniahnya itu sendiri. Fase Pertengahan anak-anak ( 6-12 tahun ) menguasai beberapa kemahiran dalam permainan. Havighurst membagi perkembangan menjadi tiga fase yaitu : Fase Bayi dan Awal anak-anak ( 0-6 tahun). Artinya. Institusi keluarga amat mempengaruhi pribadi anak-anak. Teori Perkembangan Robert Havighurst seorang psikologi Amerika terkenal dengan teori perkembangan sosio budaya dan antropologi. pendapatnya perkembangan kanak-kanak amat dipengaruhi oleh lingkungannya. Namun demikian. Havighurst. Dengan kata lain. Charlotte Buhler (1930) membagi fase perkembangan sebagai berikut : a. belajar bertolak ansur dan bertimbang rasa.

hanya redaksinya yang berbeda-beda. pada masa ini anak mulai memasuki masyarakat luas. pada dunia objektif. Tugas Perkembangan adalah suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dari kehidupan individu. yang penting dari fase ini adalah berlangsungnya sosialisasi. pergaulan dengan teman sepermainan. masa remaja. fase ini merupakan masa tercapainya synthese diantara sikap ke dalam batin sendiri dan ke luar. Munculnya tugas perkembangan. Setelah masa ini individu mulai masuk masa kedewasaan. bersumber kepada faktor kematangan fisik. pada fase ini anak mulai bersosialisasi. dapat disimpulkan bahwa Sebagian perubahanperubahan yang terjadi pada diri seseorang merupakan bagian dari pertumbuhan dan perkembangannya. mereka suka menyelidik.b. jika tugas tersebut gagal dituntaskan maka akan membawa individu kepada ketidakbahagiaan. Pada fase ini anak mulai belajar melepas diri dari perosalan tentang diri sendiri dan lebih mengarahkan minatnya kepada lapangan hidup konkret. tuntutan masyarakat secara kultural. c. pada fase ini anak mencapai objektivitas tertinggi. Fase Keempat (9-11 Tahun). yang dulu dikenalnya sebagai subjektif belaka. Pada dasarnya semua ahli sama dalam menentukan fase-fase dan tugastugas perkembangan. Dari semua pendapat dapat disimpulkan bahwa fase perkembangan meliputi prenatal. masa dewasa dan masa tua dengan tugas perkembangan tertentu pada setiap fasenya. masa kanak-kanak. dan Sekolah Dasar). fase ini merupakan masa pengenalan dunia objektif di luar diri sendiri. tuntutan norma agama. Fase Ketiga (5-8 Tahun). tuntutan dari dorongan dan citacita individu sendiri. misalnya Taman Kanakkanak. d. masa bayi. sedangkan sebagian lagi dari perubahan-perubahan itu tidak ada kaitannya sama sekali. Fase Kelima (14-19 Tahun). Jadi dari urain diatas. e. Seifert dan Haffnung membendakan tiga tipe (domain) perkembangan 96 Pendidikan Seumur Hidup . Fase Kedua (2-4 Tahun). penolakan dari masyarakat dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas berikutnya. yang jika tugas tersebut berhasil dituntaskan maka akan membawa kepada kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya. disertai dengan penghayatan yang bersifat subjektif. mencoba dan bereksperimen yang distimulasi oleh dorongan-dorongan menyelidik dan rasa ingin tahu yang besar.

Ada bayi yang merespons orang lain dengan hangat. Arthur Jensen (1969) melontarkan pendapatnya bahwa kecerdasan itu diwariskan. Khomsun Nurhalim. yang sulit dan yang lambat untuk dibangkitkan. Pola gerakan ini kompleks dan merupakan produk dari beberapa proses yaitu: biologis. Ada bayi yang sangat aktif dengan menggerak-gerakan tangan. M. Temperamen adalah gaya perilaku atau karakteristik dalam merespons lingkungan. Dr. teman-teman dan guru-gurunya. ada pula yang lebih tentang. kognitif dan sosial. Menurut Santrok (1992) semua aspek dalam perkembangan dipengaruhi oleh faktor genetik. Menurut Santrok dan Yussen (1992) perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai sejak saat pembuahan dan berlangsung terus selama siklus kehidupan. Sejak tahun 1980-an semakin diakui pengaruh keturunan terhadap perbedaan individu. dengan pengaruh yang sangat minimal dari lingkungan dan budaya. Beberapa ahli perkembangan berpendapat bahwa temperamen adalah karakteristik bayi yang baru lahir yang akan dibentuk dan dimodifikasi oleh pengalaman-pengalaman masa kecil yang ditemui dalam lingkungannya. Ketiga domain tersebut pada kenyataannya saling berhubungan dan saling berpengaruh. ada pula yang pasif dan acuh tidak acuh. tulang serta penuaan dengan berkurangnya ketajaman pandangan mata dan berkurangnya kekuatan otot-otot.yaitu : „ Perkembangan fisik mencakup pertumbuhan biologis. yaitu bagaimana seseorang berhubungan dengan keluarga. „ Perkembangan psikososial berkaitan dengan perubahan-perubahan emosi dan identitas pribadi individu. Menurut Thomas & Chess (1991) ada tiga dasar temperamen yaitu yang mudah. sedangkan menurut ahli lain sebesar 50 persen. Misalnya. „ Perkembangan kognitif mencakup perubahan-perubahan dalam berpikir. Menurut Jensen pengaruh keturunan terhadap kecerdasan sebesar 80 persen. otot. kaki dan mulutnya dengan keras. pertumbuhan otak. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa terdapat interaksi antara keturunan dan lingkungan dalam terjadinya perkembangan. Aspek-aspek yang paling banyak diteliti sehubungan dengan pengaruh genetik ini ialah kecerdasan dan temperamen.Pd 97 . kemampuan berbahasa yang terjadi melalui proses belajar.

0 …) Jean Piaget membagi perkembangan kognitif atas empat fase: 1. Masa dewasa awal 5.0) 6.0 – 18. fase kanak-kanak tengah dan akhir. Integrity vs. Pra operasional (2.0) 5.0 – 1. Guilt/inisiatif (3. Shame and Doubt/otonomi (1. sama dengan usia sekolah dasar terakhir fase remaja yang merupakan transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa awal.0 – 15. Autonomy vs.0 – 5. Despair/integritas (45. sampai umur 11 tahun. Operasional konkret (7. dan terdiri dari tugas perkembangan. Role Confusion/identitas(12.0) 2. Erikson yang melahirkan teori perkembangan afektif mengemukakan bahwa perkembangan manusia adalah sintesis dari tugastugas perkembangan dan tugas-tugas sosial.0) Robert J. Inferiority/produktivitas (5. Self Absorption/generasi berikut (2. kadang-kadang disebut fase pra sekolah. Intimacy vs.0 – 3. Sensor motorik (0.0) 3. Erik H. Isolation/keakraban (19. Masa setengah baya 6.0) 4.0) 8. Santrok dan Yussen membaginya atas lima fase yaitu: fase pranatal (saat dalam kandungan).0) 3. fase kanak-kanak awal sampai umur 5 – 6 tahun. Generativiy vs. Havighurst mengemukakan bahwa pada usia-usia tertentu seseorang harus mampu melakukan tugas-tugas perkembangan.0 – 7. 1. Masa anak (usia SD) 3. antara umur 10/13 sampai 18/22 tahun.Pembagian waktu dalam perkembangan disebut fase-fase perkembangan.0) 2. Perkembangan afektif menurut Erikon terdiri dari delapan fase: 1. Industry vs.0 – 11.0) 7. fase bayi (sejak lahir sampai umur 18 atau 24 bulan). Masa tua 98 Pendidikan Seumur Hidup . Initiative vs.0) 4. Masa remaja 4. Operasional formal (11. Identity vs.5 – 45. Kemampuan merupakan keberhasilan yang memberikan kebahagiaan serta memberi jalan bagi tugas-tugas berikutnya. Masa kanak-kanak (usia bayi dan usia TK) 2.0 – 2. Mistrust/kepercayaan dasar (0.0 – 25. Trust vs.0 – 11.

6. Perkembangan berlangsung dari yang sederhana kepada yang kompleks. 7. Khomsun Nurhalim. 2. psikis. 8. kajian teori dan praktek. Pertumbuhan adalah proses yang berkesinambungan dan terjadi secara teratur. Pada pertumbuhan dan perkembangan terdapat masa-masa krisis. Dalam perkembangan manusia terdapat hukum-hukum yang diperoleh melalui penelitian. berkembang pada waktu dan kecepatan berbeda.Pd 99 . 1. Kecepatan dan pola pertumbuhan dapat dimodifikasikan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik. Aspek-aspek berbeda dari pertumbuhan. 9. Dalam perkembangan terdapat urutan yang dapat diramalkan. semua aspek-aspeknya berhubungan sangat erat. 4. 5. Di Dr. 7. dari yang umum kepada yang khusus. 4. 6. moral dan sosial. Pertumbuhan adalah kompleks. Dalam perkembangan terdapat waktu-waktu yang optimal. Pada pertumbuhan dan perkembangan terdapat keteraturan arah. Pertumbuhan mencakup hal-hal kuantitatif dan kualitatif. 5. Tempo pertumbuhan tiap anak tidak sama. Perkembangan itu maju berkelanjutan dan semua aspek-aspeknya merupakan kesatuan yang saling mempengaruhi. 10. Pada suatu organisme akan kecenderungan untuk mencapai potensi perkembangan yang maksimum. 3. Setiap individu berkembang sesuai dengan waktunya masing-masing. 2. 3. emosional. M. Setiap individu tumbuh dengan caranya sendiri yang unik. Belajar adalah perubahan perilaku sebagai fungsi pengalaman. yaitu fisik. Menurut Sutterly Donnely (1973) terhadap 10 prinsip dasar pertumbuhan. Carol Gestwicki (1995) mengemukakan bahwa: 1. Perkembangan pada suatu tahap merupakan landasan bagi perkembangan berikutnya. Perkembangan itu maju berkelanjutan dan semua aspek-aspeknya merupakan kesatuan yang saling mempengaruhi.Menurut Havighurst setiap tahap perkembangan individu harus sejalan dengan perkembangan aspek-aspek lainnya.

Strategi yang mendalam dapat dipergunakan namun pengaruh penting terhadap beberapa aspek. Perilaku yang diarahkan oleh katakata yang dirumuskan. Albert Bandura (1969) menjelaskan sistem pengendalian perilaku Belajar adalah perubahan perilaku sebagai fungsi pengalaman. langkah pertama yang perlu dilakukan ialah mengenali modalitas kita masing-masing yaitu bagaimana menyerap 100 Pendidikan Seumur Hidup . yaitu faktor-faktor fisik. Symbolic control. seperti bersin. bernafas dan mengedipkan mata. Perilaku yang dilakukan untuk mencapai hasilnya. Pada awal pengalaman belajar. motorik dan kognitif yang tidak dihasilkan oleh sebab-sebab lain. kepercayaan dan penghargaan terhadap orang lain. kematangan. berorientasi pada hasil yang akan dicapai. seperti. 5. Albert Bandura (1969) menjelaskan sistem pengendalian perilaku. Suasana yang bebas dan penuh kepercayaan akan menunjang kehendak peserta didik untuk mau melaksanakan tugas sekalipun mengandung risiko. 4. Pada umumnya pembelajaran berpengaruh kepada hal-hal khusus seperti menghargai orang lain dan bersikap hati-hati kepada yang baru dikenal. cara belajarnya. di sekolah dalam situasi-situasi antara pribadi.dalamnya tercakup perubahan-perubahan afektif. Kepada guru diharapkan untuk menyadari bahwa setiap orang mempunyai cara yang tertentu untuk mempelajari informasi baru agar tercapai semaksimum mungkin. usia.Outcome control. Beberapa ide umum tentang pengalaman belajar: 1. motorik dan kognitif yang tidak dihasilkan oleh sebab-sebab lain. sosiologis dan lingkungan. 3. Pengalaman belajar seseorang sangat erat kaitannya dengan gaya belajar. yang dipengaruhi oleh berbagai variabel.Perilaku yang muncul di bawah pengendalian stimulus eksternal.Stimulus control. Keterlibatan dalam pengalaman belajar mempunyai pengaruh penting terhadap pembelajaran. emosional. Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan. 2. Terdapat banyak pengaruh yang dapat dipelajari melalui model (orang tua dan guru) sedang peserta didik berusaha menirunya. atau diarahkan oleh antisipasi yang diimajinasikan dari hasil yang akan dicapai. Didalamnya tercakup perubahan-perubahan afektif.

sosial. Konsepsi pengajaran tradisional yang mementingkan perkembangan intelektual kemudian berubah. yaitu belajar melalui gerak dan sentuhan. Sekolah berusaha dengan sengaja mengembangkan semua aspek pribadi anak dengan memberikan bahan pelajaran yang sesuai dan dengan cara penyampaian yang bervariasi. M. Khomsun Nurhalim. Dalam segala tindakannya manusia itu bersikap sebagai suatu keseluruhan yang utuh. baik mengenai segi emosi. jasmani maupun segi intelektualnya. Dr. yaitu belajar melalui apa yang dilihat. Sebenarnya pribadi anak itu tidak dapat dipecah-pecah beberapa bagian yang terpisah-pisah. Dalam mengajar. apakah auditorial yaitu belajar melalui apa yang didengar. Apakah modalitas kita visual. guru hendaknya mampu mengomunikasikan materi dan menyampaikan informasi dengan menggunakan berbagai metode mengajar agar setiap anak dapat menyerap dan memahaminya untuk kemudian digunakan pada saat diperlukan. yang auditorial maupun yang kinestik.Sekolah yang modern lebih memperhatikan seluruh pribadi anak itu.Hal ini hanya dapat dicapai bila guru mengetahui karakteristik murid-muridnya yang visual. apakah kinestetik.informasi dengan mudah.Pd 101 .

102 Pendidikan Seumur Hidup .

Dr.Dalam pembahasan ini. sebagai tenunan dalam komulatif secara terus menerus.sebagai contoh sekelompok orang yang disebut”pendidik” tetapi tidak di kenal sebagai guru dan tidak berfungsi di dalam system persekolahan konvensional.kognitif dan motivasi /sosio efktif . Outline itu menujukan pelajar seumur hidup menganggap bahwa pendidikan adalah segala sesuatu yang diperoleh dari pengalaman dan berlangsung seumur hidup.training officer di pabrik-pabrik atau di angkatan bersenjata. Khomsun Nurhalim. M.karena perjalanan hidup kita di penuhi dengan kemungkinan.kerangka yang akan digunakan model tiga pihak yang sudah sering kali disinggung sebelumnya .salah satu implikasi pendidikan seumur hidup yang paling penting ialah hanya peranan dan ketrampilan guru diharapkan berubah tetapi ide tentang siapa yang disebut guru itu akan diperluas.ahli-ahli yang bekerja di museum. Dalam domain intelektual dan kognitif.ahli-ahli yang bekerja di kebun binatang (ahli purbakala.pekerja social.ahli pndidikan di asosiasi professional.pendidikan untuk menghadapi suatu perubahan.patut di tanyakan seperti apakah pelajar seumur hidup itu?Pelajar seumur hidup yaitu seorang yang belajar dari pengalaman dan belajar seumur hidup.ahli burung dan sebagainya).jawabannya akan dinyatakan dengan menggunakan istilah kejiwaan.BAB X IMPLIKASI PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP TERHADAP KURIKULUM PELAJAR SEUMUR HIDUP Sebelum diskusi unsur pertama desain kurikulum yang berioritaskan pada pendidikan seumur hidup. bahkan berfungsi untuk menganalisis konsep pendidikan seumur hidup dan outline jalannya pertumbuhan kejiwaan. Dan pengetahuan sekarang berfungsi sebagai basis untuk pertumbuhan kognitif(pengetahuan) berikutnya.pelajar seumur hidup dapat dilihat secara kejiwaandalam segi intelektual.dan lain sebagainya dan .klompok orang ini mencakup ahli perpustakaan bimbingan dan penyuluhan .Pd 103 .

dapat dilihat tidak pada tingkat urutan usia dalam diri individu tertentu.dan juga dalam hubungannya dengan bermacam segi kehidupan secara horizontal. kemapuan untuk melihat perubahan dan ketidakpastian sebagi tantangan yang mengerakan tingkah laku mengadaptasi dan mendapatkan pengetahuan. sesuatu dan pertumbuhan person dijalankan dengan sengaja . pelajar seumur hidup adalah seorang yang mengembangkan kempuan untuk dapat dimotivasi secara positif oleh kebutuhan agar belajar lebih banyak. Juga dapat dilihat menifestasi motivasi positif terhadap belajar dalam banyak lingkungan kehidupan. Seperti yang di tunjukan dalam bab 4. Celakanya.Pelajar akan menghubungkan informasi baru kedalam kerangka umum yang sudah ada.dan berencana yang bertujuan untuk mengaktualisasikan potensi dirinya berupa sikap. seperti rumah.pelajar akan dilengkapi dengan teknik-teknik mendapatkan pengetahuan dan secara keseluruhan akan menyadari akan adanya sumber pengetahuan diluar kelas. factor utama membatasi belajar diluar sekolah terletak dalam doamain motivasibelajar itu harus di dorong dan diperkuat sejak kanak kanak sampai tua. dan terus menerus mengintergrasikan pengetahuan barunya kedalamnya. meskipun mereka mengembangkan keahlian khusus relative dalam bidang terbatas.mereka akan tertarik untuk memainkan peranan 104 Pendidikan Seumur Hidup .pelajar seumur hidup diharapkan untuk melihat diri mereka sendiri sebagai pelajar seumur hidup secara vertical. didalamnya terdapat bagian yang terusmenerus yang bersambungan.teratur. Dalam pembicaran motivasi. mereka akan diterampilkan dalam mempergunakan pengetahuan.pekerjaan. Pelajar seumur hidup akan terus menerus mencari perubahan.waktu senggang dsb.tindak dan karya tanpa bantuan orang dalam upaya untuk memperoleh lapangan pekerjaan dan untuk meningkatkan mutu dan taraf hidupnya .Belajar berkelanjutan akan memperbaiki image sendiri . Dalam domain sosio affektif. Ini berarti. tidak pada seluruh orang berkembang dengan baik. disebut intergeritas horizontal yaitu integrasi antara pendidikan dengan sebagian besar aspek kehidupan. disebut integeritas vertical. namun kedudukan spesialisasi hanya nomer dua dalam konsep dasar yang luas. Mereka diharapkan memahami bahwa pengetahuan dan informasi adalah network yang berkembangbahwa kita hidup dalam dunia yang sedang berubah. Terlebih penting. Motivasi positive itu.dan akan melahirkan pengalaman –pengalaman emosional positif dalam hubungannya dengan teman-temannya .

seperti seorang diri dalam kelompoknya dan sebagainya Dr. SIFAT KEJIWAAN PELAJAR SEUMUR HIDUP Pelajar seumur hidup harus: I Kognitif(pengetahuan) nya diperlengkapi dengan baik .social baru bersedia untuk meninggalkan status social yang sudah mapan untuk mengembangkan keanggotaan kelompok baru dan sebagainya.Pd 105 .kognitif dan sosio affektif membuat individu dinamis dan mengembangkan sifat-sifat yang menggerakkan proses pertumbuhan sepanjang hidup . DAPATKAH SEKOLAH MENGEMBANGKAN PELAJAR SEUMUR HIDUP Sudah dibahas dalam bab terdahulu bahwa motivasi . Khomsun Nurhalim. M. Kenalnya dengan bermacam –macam disiplin dan ketrampilan Kenal dengan struktur pengetahuan tidak hanya sekedar fakta Trampil mengadapi alat-alat belajar dan struktur disiplin terhadap tugas-tugas baru . Sadar adanya hubungan antara ketrampilan kognitif dan kehidupannya nyata II mempunyai kemampuan yang tinggi untuk didik Memiliki strategi belajar yang berbeda –beda Dapat belajar dalam keadaan yang berbeda-beda . pertanyaan penting dalam analisis ini apakah proses perkembangan dapat menerima perubahan sebagai akibat pengelolaan disengaja dan strukturisasi pengalaman sepanjang urutan perkembangan kejiwaan dengan jenis persekolahan yang dialami seseorang jika tidak ada hubungan seperti itu pembicaraan tentang perbedaan organisasi kurikulum seluruhnya akan menjadi sia-sia dengan alasan itu tepat untuk ditanyakan apakah perkembangan kejiwaan dipengaruhi oleh jenis pengalaman yang berbeda atau apakah jalanya perkembangan sudah di tetukan sebelumnya dan tidak dapat diletakkan jika perkembangan mengikuti built in blue print akan sedikit sekali berbeda point dalam mendesain system pendidikan yang berbeda . iktisar sifat kejiwaan pelajar seumur hidup dapat melihat dalam table 2 yang di kembangkan atas dasar pemikiran dave table ini memusatkan perhatian pada unsur – unsur motivasi dan kognitif.

ketidakadaan pengalaman social di tahun tahun pertama kehidupan karena bulan akan berakibat kekurangan kemampuan visual secara permanen dan sebagainya. telah dikembangkan sejumlah besar bukti yang menunjukan bahwa belajar terjadi dalam sehari-hari pertama kehidupan ketidakadaan pergaulan social pada hari-hari pertama kehidupan menyebabkan tidak simpati dan kerusakan social pada anak –anak kecil.Penerimaan terhadap pendapat bahwa perkembangan 106 Pendidikan Seumur Hidup .mendengarkan.III Diperlengkapi dengan ketrampilan belajar dasar yang baik seperti membaca mengobservasi . Trampil dalam menggunakan banyak macam belajar seperti bahan cetak berepikir kritis dan interpretasi data Trampil dalam mengidentifikasi kebutuhan belajarnya . Kondisi lingkungan mereka tinggal dalam tahun terakhir. Pada tahun 1973 hunt menunjukkan pendapat terdahulu mengenai apa yang disebut dengan pemikiran kejiwaan modern yang menopang pendapat bahwa jalanya perkembangan relative sudah dilakukan meskipun para penulis seperti galton pada tahun 1869 mengakui efek pengalaman pada pertubuhan kejiwaan namun terdapat kepercayaan sangat kuat bahwa potensi orang untuk bervariasi sebagai akibat pengalaman sangat sedikit sekali dengan kata lain lingkungan dipercaya dapat menyebabkan sedikit pembelokan jalanya perkembangan yang sudah ditetapkan oleh heredy pandangan ini termasuk apa yang dikatakan hunt sebagai kepercayaan “predetermined development”.dan dapat mengerti non verbal . Sadar bahwa sekolah formal hanya permulaan belajar dalam kehidupan Sadar akan tanggung jawab pribadi untuk memperoleh pengetahuan baru ketrampilan dan sikap Sadar akan sebagai alat penting untuk pertumbuhan pribadi dan masyarakat Lingkungan dan perkembangan kejiwaan. Termotivasi untuk menjalankan proses belajar seumur hidup . Sebelum perang dunia ke dua bukti-bukti mulai dikumpulkan untuk menunjukan bahwa perkembangan jauh dari yang sudah ditentukan .bukti itu sering kali diasosiasikan dengan peruabahan drastis pada performance intelektual anak-anak yang mengalami perubahan sangat besar. Sadar akan kecepatan perubahan dan efeknya terhadap kehidupan social pengetahuan dan ketrampilan kerja .

kendatipun demikian . aspek lain kejiwaan yang dipengaruhi oleh pengalaman termasuk kemampuan untuk membentuk kasih sayang social. M. kemampuan kognitif berhubungan erat sekali dengan menguasai kehidupan lingkungan yang memberikan kesempatan untuk mengusai ketrampilan kognitif .pentingnya pengalaman pada tahun-tahun permulaan kehidupan manusia bagi pembentukan perkembangan dimasa mendatang. bahkan ketika objek itu tidak dapat dilihat.koes Tlen pada tahun 1964 telah mengemukakan bahwa seluruh proses perkembangan dari saat konsepsi dan seluruh pengalaman dan adaptasi berkutnya merupakan hilangnya plastisitas.yaitu tentang kemampuan kognitif. motivasi untuk mencari kesenangan dan menghindari penderitaan.kedua dan issu kunci yang berhubungan erat sekali adalah tentang tingkat kelangsungan plastisitas pada usia tertentu dibandingkan dengan jumlah maksimum.kejiwaan dapat di modifikasi oleh pengalaman.umpamanya green berg. plastisitas yang pernah ada .hunt pada tahun 1973 menyimpulkan bahwa plastisitas berlangsung seumur hidup . Khomsun Nurhalim.dengan demikian ketrampilan kognitif seseorang tidak akan berkembang dengan baik jika tidak ada kesempatan untuk mengembangkannya. lebih jauh dari itu tampaknya plastisitas meliputi rentangan fungsi kejiwaan yang sangat luas.tetap ada bahkan sampai tua renta.dimodifikasi oleh pengalaman aktivitas memegang dan melihat sebelumnya .penggunaan fungsi sensor aktif motorik seperti tu ditunjang besar sekali oleh apa yang disebut hunt praktis.Hunt dan kawankawannya juga menunjukkan perkembangan secara jelas bahkan sangat mendasar . Bukti adanya plastisitas perkembangan sekarang ini sangat kuat sekali.uzgaris dan Hunt pada tahun 1968 menunjukkan bahwa kemampuan untuk mengkordinasikan fungsi penglihatan dan pegangan pada waktu bayi menjangkau dan memegang objek yang dilihat dengan perhatian matanya. untuk menerima persetujuan dari penguasa atau untuk mempengaruhi tingkah laku orang lain ada tidaknya “ketegangan kognitif” dalam membuat keputusan menghadapi konflik dan sebagainya impulsive”corak kognitif”dan sebagainya Pertanyaan pertama .termasuk apa yang dikatakan oleh Hunt.berapa lama plastisitas berlangsung merupakan salah satu pertanyaan penting untuk teori pendidikan seumur hidup . yaitu pemahaman anak terhadap objek eksterrnal yang ada.Perkembangan kemampuan intelektual menyatakan terdapt pertumbuhan yang cepat pada usia awal Dr.Pd 107 . kemampuan untuk mengira kedalam dan mengenal bentuk .

Dan begitu besar juga sejumlah besar penelitian terhadap tikus. kemampuan untuk membentuk hubungan afektif hangat dengan orang lain.untuk tujuan persekolahan sekarang . mengira kedalaman. paling tidak fenomena adanya sesuatu seperti periode kritis dapat dilihat besar dalam perkembangan kejiawaan manusia. anjing dan kera menunjukan adanya alasan kuat untuk mempercayai bahwa macam macam aktifitas dalam kehidupan manusia seperti mengenali bentuk dan potongan.l Plastisitas periode kritis dan interaksi . Kepercayaan akan adanya jumlah besar periode kritis dalam usia persekolahan konvensional. 108 Pendidikan Seumur Hidup . Terdapat alasan kuat untuk mempercayai bahwa. seluruhnya berhungan dengan waktu. barangkali menjadi salah satu artikel kepercayaan implist dalam organisasi pendidikan sekarang.kehidupan anak-anak . Plastisitas adalah konsep utama dalam pendidikankonsep pendidikan sebagai alat untuk mengembangkan individu yang belajar selama hidupnya. Ketidak adaan pengalaman yang dapat pada tahun-tahun sebelumnya akan membawa kerusakan permanen dan tidak dapat ditolak dalam tingkah laku.serupa dengan itu anak –anak yang terpisahkan dari figur seorang ibu selama periode tertentu dalam tahun-tahun pertama kehidupan menunjukkan krusakan permanen untuk menciptakan hubungan social(1966).setelah itu mengalami periode pertumbuhan yang stabil dan akhirnya pertumbuhan merosot dengan cepat pada usia dewasa lanjut.puncak pertumbuhan relative pada usia muda . dan menyenangi corak kognitif tertentu.tampaknya Cuma sedikit sekali diskusi mengenai bagaimana pendidikan di organisir . .atau apakah efeknya akan minimal mendekati nol jika pengalaman penting terjadi diluar batas umum optimal.jika perkembangan telah ditentukan sebelumnya itu benar .yang diperlukan adalah pengertian adanya plastisitas dan efek meningkatnya usia terhadap plastisitas konsep penting dalam kontek ini adalah tentang “periode kritis “meskipun seluruh area periode kritis menjadi sasaran perdebatan kejiwaan dan walaupun beberapa konsepsi periode kritis itu ada namun prinsip intinya dapat dinyatakan secara sederhana Ringkasanya kepercayaan adanya periode kritis menyatakan bahwa terdapat tingkat usia dimana jenis pengalaman tertentu akan berefek maksimum terhadap anak-anak yang sedang berkembang suatu bahan perdebatan apakah pengalaman diluar batas usia kritis dapat berkurang efeknya .

konsep disekolah sebagai instruksi yang dapat menolong kedua factor-faktor koognitif sekarang sudah dikembangkan dengan pesat pada waktu anak-anak masuk sekolah.cara guru berdiskusi juga mempengaruhi tingkah laku murid.tetapi pengalaman pada suatu tingkah usia berikutnya juga mempengaruhi kejiwaan .unsur itu dinyatakan sebagai fenomena interaksi.Pd 109 .namun dalam system pendidikan sekarang aspek bukan koognitif tidak banyak dimodifikasi oleh pengalaman disekolah dengan kata lain. Khomsun Nurhalim.motivasi dan aspek yang menjadi sumber utama perbedaan prestasi murid diperoleh dari luar sekolah.pertama-tama motivasi belajar. Sekolah adalah salah satu lingkungan tempat anak berinteraksi dengan guru adalah aspek penting dalam persekolahan.Seperti study dalam pieget yang dilanjutkan oleh berner dalam bidang perkembangan kognitif muncul unsure perkembangan kejiwaan yang amat penting .sikap. Dr. Model pengaruh guru.jadi guru dalam kenyataan nya dapat menetapkan iklim yangdapat membantu sikap dan tingkah laku tertentu serta menekan yang lainnya.jelas bahwa tidak hanya jalan perkembangan kejiwaan secara derastis yang dipengaruhi oleh pengalaman . M.guru bisa mempengaruhi perkembangan secara langsung melalui pola penghargaan dan hukuman dalam merespon jenis tingkah laku murid yang berbeda-beda.bahwa belajar adalah aktivitas yang berharga.

110 Pendidikan Seumur Hidup .

Kurikulum untuk anak-anak awal seharusnya memuat perencanaan membantu perkembangan mereka. membantu rasa harga diri dan akhirnya.mengariskan 3 tujuan pokok yaitu stimulasi.proses pendidikan terjadi didalam dan diluar sekolah pendapat SH mengakui bahwa beberapa tahun pertama kehidupan merupakan tahap pertama kehidupan adalah merupakan tahap perkembangan kejiwaan tersendiri dan bukan semata-mata periode penantian menjelang masa kanak-kanak adolescent. Ahli lain .worth.mempromosikan penghargaan terhadap bermacam mode ekpresi diri. memnanamkan pada diri anak bahwa mereka mampu belajar. Laly menyimpulkan bahwa pengalaman pendidikan pada waktu anakanak awal sangatlah penting dalam meratakan dasar trtumpnya belajar berikutnya karena pada usia 3 tahun pertama kehidupan membutuhkan lingkungan yang tepat dan membantu perkembangan koognitif di psychososial. membantu rasa identitas dan menyediakan pengalaman sosialisasi yang tepat dia menyarankan tujuan harus memuat pengembangan ketrampilan untuk dapat pempergunakan symbol.tetapi sebagai bagian esensial system persekolahan yang terintrograsi atau dapat dikatakan esensi pendidikan seumur hidup.itu tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang dipersekolahan.Pd 111 .BAB XI IMPLIKASI PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP TERHADAP KURIKULUM SEKOLAH Prinsip utama pendidikan seumur hidup bahwa. menumbuhkan kemampuan dan keinginan berfikir. M. Dr. Khomsun Nurhalim. agar bisa meningkatkan kapasitas untuk hidip dengan orang lain.

Pada tahun1977 Skeger dan Dave telah memperluas beberapa jenis stetemen di atas.Mereka juga harus menawarkan kesempatan belajar yang berlipat ganda.dalam sistem pendidikan seumur hidup.KURIKULJUM SEKOLAH DALAM SETTING PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Menurut pengertian sekarang ini.pendidikan seumur hidup membawa perubahan titik berat yang sudah di tetapkan ke menanamkan keterampilan (Kementrian pendidikan Swedia.Mereka perlu menawarkan endidikan inti yang efektif.lagi mengkonsepsikan situasi yang tidak memungkinkan berbicara periode khusus persekolahan formal.akan survive dalam sistem yang berorientasi pada pendidikan seumur hidup.dan mengembangkan serangkaian kriteria kurikulum 112 Pendidikan Seumur Hidup .sehingga mrid-murid dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang di perlukan untuk belajar seumur hidup(Delker.sulit untuk di bayangkan kehilangan secara mendadak persekolahan seperti yang kita kenal sekarang ini.Bahkan meskipun pendidikan seumur hidup sudah di terima di mana-mana.sekolah akan terus menerus memainkanperanan terkemuka(1974).sehingga tidak tampak perbedaan antara ersekolahan dengan kehidupan.”sekolah tidak akan relevan dan guru2 sekolah profesional tidak akan ketinggalan zaman”.dan pendidikan spesialis dan umum akan menjadi lebih dekat antara satu dengan lainnya.Untuk itu beberapa penulis membela penghapusan persekolahan sedangkan yang lainnya.bahwa persekolahan formal akan tetap servive. Bagaimanapun juga.mengemukakan reorganisasi total.Pada tahun 1975 Agoston mengumpamakan dengan mutlak menolak pandangan yang menyatakan bahwa sekolah akan bertambah buruk dengan menerima pendidikan seumur hidup.Sedangkan yang lainnya. Penerimaanpendidikan seumur hidupmungkin akan mengalami perubahan kurikuler seara cepat di sekolah.sebaliknya dia malah membela pandangan yang telah di topang oleh Hiemstrajika pendidikan seumur hidup di emplementasikan.Dalam segi praktek di kelas.dan dengan hubungan yang erat sekali dengan sistem belajar yang terletak di luar sekolah.paling tidak dalam jangka pendek .1972)ini dapat di artikan pengurangan penekanan spesialis kurikulum di sekolah.1974).Himstra menyimpulkan bahwa.pada tingkat praktis.karena persekolahan didistribusikan seumur hidup.Dan tampaknya proses yang memungkinkan adalah.

Kurikulum sekolah harus mengakui sekolah adalah salah satu agen penting untuk menyajikan pendidikan dasar dalam kerangka pendidikan seumur hidup. akan pengokohan dan memperbaharui sistem nilai progresif sehingga mereka bertanggung jawab untuk kelangsungan pertumbuhan mereka seumur hidup. Kurikulum harus mengingat akan kebutuhan individu. berani berbuat benar. Kurikulum sekolah harus di pandang dalam kontek proses belajar yang berlangsung bebarengan di lingkungan sosial seperti rumah. tugas utama guru untuk memberikan dorongan agar peserta didik tetap semangat dalam belajar seumur hidup. ketika nanti mereka memerlukannya. 6). masyarakat. Dalam struktur motivasi. PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Peranan guru dalam pendidikan seumur hidup memiliki beberapa unsur utama. dan keterampilan pelajar. Kurikulum sekolah harus menekankan otodidak meliputi pengembangan readiness untuk belajar lanjut dan penanaman sikap belajar yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sedang berubah. 4). Kurikulum sekolah harus mengakui pentingnya esensi kesatuan pengetahuan dan interelasi diantara beberapa subyek studi. dan membiasakan mereka untuk bertanggungjawab terhadap setiap perbuatannya. 1). 3). Pengaruhnya pada sikap. tugas guru memperlengkapian yang menguntungkan. meliputi pengaruhnya pada sikap. M. Dalam keterampilan.sekolahpendidikan seumur hidup Di bawah ini merupakan ikhtisar yang di buat oleh Skager dan Dave. Khomsun Nurhalim. guru yang membantu pendidkan seumur hidup akan menolong peserta didik untuk mengadopsi sikap kreatif terhadap situasi baru.Pd 113 . Kurikulum sekolah harus menganggap proses belajarsebagai peristiwa yang berlangsung terus menerus. tempat kerja dan sebagainya. struktur motivasi. agar dapat di gunakan untuk menjalani kehidupan kedepan menjadi lebih baik lagi dan mereka tahu sikap apa saja yang bisa diambil untuk suatu situasi.a 2). Pekerjaan utama guru ialah membantu peserta didik memecahkan masalah dalam belajar dan mengevaluasi belajar yang telah mereka lakukan. Dr. 5).

keduanya diikat dalam suatu program belajar seumur hidup. adalah bahwa mereka sendiri harus menjadi pelajar seumur hidup. antaralain. sehingga pada kenyataannya mereka akan menjadi pelajar bersama. Tekhnologi dan Peranan Guru Mengkonsepsikan guru sebagai advisor dan pembimbing berarti. dengan suatu asumsi bahwa guru akan dapat memberikan kepada murid – murid umpan balik yang cermat berkenaan dengan kemampuan mereka. Guru sebagai Guide dan Fasilitator Peranan tradisional guru sebagai sumber pengetahuan dan pembawa kebijaksanaan akan berubah. guru berperan memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. Guru dikonsepsikan sebagai tenaga ahli dalam mendiagnosis pendidikan. Ringkasanya. sekarang menjadi semakin penting. Menyebutkan bahwa sebagai fasilitator. sehingga perlu untuk mengadakan penyesuaian terus – menerus. meningkatkan individualisasi pendidikan. tingkat asprasi yang dapat didanggap realistis. Untuk banyak alasan. lebih jauh dari itu. Dengan demikian penerimaan pendidikan seumur hidup adalah suatu contoh jenis penyesuaian yang harus guru lakukan. Guru dikonsepsikan sebagai konsultan pendidikan atau pemimpin yang akan membantu perkembangan setiap pelajar. mereka berkewajiban untuk bertindak sebagai pelajar seumur hidup dihadapan peserta didik. Perluasan Konsepsi Guru Salah satu implikasi penting pendidikan seumur hidup adalah tidak hanya peranan dan keterampilan profesional guru yang diharapkan berubah. serta mensejahterakan masyarakat kemajuan Negara dan bangsa. Guru memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia. 114 Pendidikan Seumur Hidup .Guru sebagai Contoh Pelajar Pendidikan seumur hidup terhadap guru. Bimbingan. dua jenis guru yang disebutkan terakhir (pendidik professional dan pendidik hidup). guru akan hidup dalam masyarakat yang sedang berubah seperti yang sedang dihadapi peserta didik sekarang. tetapi juga gagasan tentang siapa yang disebut guru harus lebih diperluas.

Pd 115 . Kurikulum formal yang dikembangkan dan diadopsi oleh sistem sekolah yang biasanya memuat beberapa elemen tingkat analisis yang disebut dalam bagian ini tujuan atau beberapa istilah lainnya yang serupa. dapat dikonsepsikan menjadi 4 tahap. M. diperkenalkan konsep PSH sejalan dengan pembahasan sekarang. kritik terhadap sistem yang ada. Minat. Proses menyaring sentiment yang tinggi ke dalam kehidupan kelas yang actual agar lebih menarik. dan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. dengan aktivitas sesungguhnya dalam kelas sehari – hari yang mencerminkan manifestasi prinsip secara praktis. Khomsun Nurhalim. Manusia adalah makhluk lemah. Orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah dengan harapan guru dapat mendidiknya menjadi manusia yang dapat berkembang optimal. yang dalam perkembangannya memerlukan bantuan orang lain. ke mana manusia akan pergi dan apa yang harus manusia lakukan di dunia. karena antara satu perserta didik dengan yang lain memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individu. sejak lahir sampai meninggal. Prinsip yang sedang dikemukakan ini kemudian diperdebatkan dalam istilah abstrak dan tinggi untuk memenuhi kebutuhan dan kerusakan yang baru saja diungkapkan. formulasi prinsip – prinsip biasanya meliputi analisis kebutuhan social. kapanpun kita mau dan dengan siapa saja. Tahap pertama. karena kita belajar seumur hidup. pendidikan untuk membina warga Negara yang baik. dan tujuan untuk menciptakan PSH itu sendiri. bakat. Umpamanya idealisasi tujuan seperti meliputi pendidikan untuk menciptakan demokrasi. Akan tetapi kontak antara peserta didik dan guru tidak terbatas hanya disekolah saja karena kita bisa belajar dimanapun kita berada. Guru yang membantu manusia untuk menemukan siapa dirinya. kemampuan. meliputi pengembangan prinsip sebagai suatu tujuan atau ide petunjuk. Pada tingkat ini. IMPLIKASI PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP TERHADAP KELAS Ideal pendidikan versus praktek dalam kelas Terdapat jurang pemisah antara abstraksi dan prinsip pendidikan yang diterima dimana – mana.Guru dari dulu sampai sekarang tetap sangat diperlukan. Dr. Dalam bab ini. pertanyaan filosofis dan sosio politik tentang seperti apa yang disebut manusia ideal. dsb.

Pada dokumen kurikulum formal seringkali diperlengkapi dengan contoh sesungguhnya. peranan guru. begitu juga sebaliknya. Umpamanya. tetapi spesifikasi prosedur actual. Memindahkannya ke dalam tingkah laku kelas yang kongkrit merupakan pelaksanaan tahap keempat. dsb. pengembangan sebagai bahan pendukung. Rekomendasi dan spesifikasi yang akan dating jelas masih digeneralisir dan abstrak. Dengan demikian sekolah di Negara sosialis akan mengaktualisasikan prinsip abstrak melalui prosedur kelas yang berbeda dengan di Negara kapitalis. pernyataan tentang jenis bahan apa yang dapat diperkenalkan kepada pelajar. dsb. resep yang berkenaan dengan kurikulum dapat dengan mudah dilaksanakan selanhkah lebih maju. Langkah keempat. dalam jenis aktivitas apa pelajar harus berpartisipasi. bukan dalam bentuk tingkah laku actual yang diimplementasikan oelh guru dalam kelas. Bagaimanapun juga. garis besar mengenai apa yang harus diketahui oleh pelajar atau yang dapat dikerjakan dalam bermacam hal selama tahun ajaran. Tahap ketiga memerlukan analisis implikasi prinsip – prinsip baru terhadap sesuatu yang dilakukan oleh guru dan pelajar di kelas. dan tugas ini diberikan kepada pengembang kurikulum untuk diaplikasikan ke dalam masyarakat yang beraneka ragam. akan menuntut pernyataan yang berbeda antar masyarakat. Analisis implikasi konsep PSH dimuat secara langsung dalam paragraph sebelumnya yang merupakan salah satu contoh analisis pada tingkat ini. Memang sangat sulit dalam teks yang terbatas untuk menguraikannya. dan tugas ini dituntut oleh PSH dan prinsip yang harus diikuti. pernyataan itu biasanya luas. umum dan abstrak. spesifikasi teks yang akan dipergunakan. dsb. Langkah keempat melampaui ruang lingkup teks ini. Rekomendasi juga masih dalam bentuk ideal yang harus diusahakan dengan keras untuk mencapainya.Tahap kedua. Bagaimanapun juga. 116 Pendidikan Seumur Hidup . Karen sifat pasti aktivitas – aktivitas kelas yang mengekspresikan suatu prinsip kurikulum. untuk mengolah ide pendidikan menjadi kurikulum yang hidup diperlukan bukan spesifakasi tujuan yang harus dicapai dengan kerja keras. bagaimana pekerjaan dievaluasi. spesifikasi prinsip abstrak untuk perumusan filsafat kurikulum. bahkan pada esensinya dalam teks umum dan abstrak seperti yang disajikan sekarang. Tahap ketiga dan keempat sesungguhnya berlangsung dalam kelas.

jika dimaksudkan memperlengkapi orang – orang dengan persekolahan untuk menghadapi perubahan secara efektif. 3. nilai dan emosi. dan diadopsi langsung dari makalah asli Biggs. Proses memiliki konsep diri yang tepat. 5. Proses untuk memiliki atau dapat mengalokasikan informasi. belajar tentang fakta selektif yang dipilih karena dipercaya bernilai dan berguna. M. persiapan untuk menghadapi perubahan tidak hanya dilibatkan dalam aspek kognitif saja tetapi juga pengembangan bidang sosio afektif yang cocok untuk itu. belajar untuk mengahadapi perubahan yang dimaksudkan adalah proses belajar yang memerlukan: 1. Proses untuk memiliki keterampilan tingkat tinggi menganalisir. Proses memiliki strategi umum untuk memecahkan problem. 4. terdapat kurikulum eksplisit dan implicit. Tiga pertama dari pernyataan di atas digolongkan apa yang disebut dengan istilah keterampilan kognitif atau operasional pengetahuan. Menurut Biggs. motif. Biggs kemudian menunjukkan implikasi kebutuhan personal terhadap kurikulum. Dalam hal ini dia tanpa membuat reference khusus telah menekankan pentingnya suatu kurikulum yang secara horizontal berintegrasi. Implikasi yang dia katakana ditempatkan dalam table 3. Dia membedakan antara isi belajar. dengan proses belajar yang mengubah kemampuan pelajar untuk menghadapi masa depan mereka secara efektif dan otonom. Proses menetapkan tujuannya sendiri. Biggs sangat jelas mengakui bahwa. Biggs ( 1973 ). Jenis belajar terakhir ini mungkin berlangsung di sekolah manapun. 6. Empat sisanya berkenaan dengan sikap.Dalam konteks pendidikan untuk menghadapi perubahan cepat. Dr. Dalam kenyataannya. dan agak spesifik tentang PSH.Pd 117 . 7. Khomsun Nurhalim. 2. Dapat dimotivasi dengan tepat. dan mungkin secara sadar dibantu guru atau tidak. membuat analisis kurikulum yang sesuai dengan pembahasan ini. Proses mengevaluasi hasil belajarnya sendiri.

Untuk menunjukkan lebih spesifik adopsi PSH. yang disebut dengan Taxonomi. yang akan sangat berarti untuk praktek dalam kelas. Motivasi ekstrinsik dapat digunakan untuk membawa kuda ke air. . Dimensi ini dikonsepsikan atas dasar analisis kurikulum Bloom.TABEL 4 KARAKTERISTIK KURIKULUM UNTUK MENGHADAPI PERUBAHAN No 1. tetapi . Masa depan tidak diketahui. 4. Aktivitas guru. 5. digunakan tiga dimensi analisis terhadap kurikulum. 2. Empat bidang aktivitas kelas diseleksi dari daftar yang telah dikembangkan oleh Bloom beserta rekan kerjanya. Motivasi Pada dasarnya intrinsic. 3. Analisis tiga dimensi terhadap kurikulum. 118 Pendidikan Seumur Hidup . . Pada mulanya kaku. Ditentukan oleh pelajar itu sendiri. Evaluasi Internalized : pelajar mencerminkan performance mereka dan menyiapkan sendiri evaluasi mereka. tetapi itu mrnjadi tantangan yang harus mereka hadapi. Aspek Kurikulum Orientasi pada waktu Karakteristik Orientasi untuk menghadapi masa depan. Dimensi pertama meliputi bidang aktivitas kelas. yaitu: 1. akhirnya menjadi semakin sesuai dengan kemajuan belajar. Tujuan eksplisit belajar Ekspresif. 2. . Kurikulum (dalam umum ) istilah implicit amat Pelajar pada akhirnya dapat membuat keputusannya sendiri. Metode dan bahan belajar dan pengajaran.

yaitu integrasi vertical atau horizontal. Tujuan kurikulum khusus harus dispesifikasikan sebagai sesuatu yang berkenaan dengan usaha membantu integrasi horizontal fungsi kognitif melalui jenis aktivitas murid yang terlibat. yaitu konsep PSH itu sendiri. M.Pd 119 . Pada akhirnya dengan menspesifikasikan aspek – aspek khusus yang terlibat dalam PSH. Dr. Fungsi kognitif. Evaluasi. 2. Untuk itu. yaitu: 1. Khomsun Nurhalim. Untuk alas an ini dimensi ketiga analisis terdiri dari dua tingkat. atau faktor – faktor sosio afektif. 4. aktivitas murid atau evaluasi dan juga spesifikasi domain psikologis yang dengan berfungsinya kognitif. yaitu: 1. metode dan bahan belajar. Implikasi teoritis terpenting PSH terhadap sekolah dan pusat belajar di luar sekolah adalah konsep integrasi vertical dan horizontal. 2. Tiga dimensi analisis telah didopsi untuk menjaga approach kejiwaab dasar yang diikuti dalam seluruh teks ini. motivasi dan affektif. Wilayah yang dimaksudkan adalah pengajaran. Bagaimanapun juga dimungkinkan untuk menunjukkan tujuan spesifik dan relative cocok untuk kurikulum yang pada akhirnya dapat dirumuskan oleh guru dalam bentuk tingkah laku di kelas sesungguhnya. Jadi yang diperlukan adalah menyatakan tujuan umum yang mengacu pada situasi sebenarnya yang terjadi di kelas. akan dipergunakan model tiga dimensi yang baru saja dikemukakan garis besarnya. Sistem motivasi. analisis dalam bidang kognitif. Dimensi ketiga dipergunakan dalam analisis implikasi terhadap kelas. dalam istilah implikasi kurikuler dari konsep PSH akan dimasukkan secara khusus ke dalam domain psikologis. struktur motivasi. Dimensi kedua.3. Variable sosio affektif. aktivitas guru. Integrasi vertical. 3. Spesifikasi mendetail aktivitas dalam kelas sesungguhnya di luar ruang lingkup pembahasan teks ini. Tiga wilayah berfungsinya kejiwaan akan dipergunakan dalam analisis ini. Aktivitas murid. Integrasi horizontal. Tujuan atau ideal PSH akan dispesifikasikan dengan menentukan wilayah aktivitas kelas. dsb.

TABEL 5 TUJUAN DALAM BIDANG AKTIVTAS – AKTIVITAS GURU
Daomain Psikologis Kognitif 1. Karakteristik Pendidikan Seumur Hidup Integrasi Horizontal Guru adalah coordinator pengetahuan. 1. Integrasi Vertical Guru mengacu ke belakang dank e depan dalam menyajikan bahan.

2.

Guru menyediakan bimbingan sumber informasi.

2.

Guru menekankan peningkatan kemudahan pemecahan masalah dengan belajar baru.

3.

Guru “ inter – learns “ dengan murid.

3.

Guru menekankan kemajuan dengan pengetahuan baru dan bertambahnya usia.

Kognitif (lanjutan )

4.

Guru menjadi model belajar seumur hidup.

4.

Guru menunjukkan pengetahuan masa silam.

5.

Guru menitik beratkan hubungan antara belajar di sekolah dengan efektivitas kehidupan nyata.

5.

Guru mendiskusikan dunia masa depan di dalam kelas.

6.

Guru menggambarkan pengalaman diluar sekolah.

6.

Guru menitik beratkan sesuatu tetap up to date.

7.

Guru menggambarkan informasi di luar sekolah.

8.

Guru menggambarkan bahan yang patutu dicontoh dari kehidupan nyata.

Motivasi

1.

Guru memperkuat belajar yang diarahkan sendiri oleh murid.

1.

Guru mengajar penggunaan belajar baru untuk memecahkan masalah.

120

Pendidikan Seumur Hidup

Daomain Psikologis 2

Karakteristik Pendidikan Seumur Hidup Integrasi Horizontal Guru mengajar aplikasi silang pengetahuan. 2 Integrasi Vertical Masalah tak terpecahkan untuk sementara ditunda sampai terjadi belajar baru. 3 Guru membantu perkenalan dengan issu – issu di luar sekolah. 4 Guru menghargai usaha mengaplikasikan pengetahuan sekolah ke dalam kehidupan nyata. 4 Guru menunjukkan keinginan pada perubahan. 3 Guru juga mengusahakan belajar baru.

5

Guru meningkatkan partisipasi orang tua murid dan elemen lain masyarakat dalam persekolahan.

5

Guru menghargai dan mendorong perencanaan untuk masa depan.

affektif

1.

Guru menerapkan dirinya sebagai anggota network belajar yang luas termasuk dunia luar sekolah.

1.

Guru menetapkan dirinya sebagai pelajar terus menerus.

2.

Guru menyesuaikan sikap koleganya kepada murid.

2.

Guru menyajikan pelajaran sebagai jalan untuk mengembangkan diri sendiri.

3.

Guru menurunkan tingkta imagenya dihadapan murid.

3.

Guru menghilangkan kecemasan tentang masa depan.

Dr. Khomsun Nurhalim, M.Pd

121

TABEL 6 TUJUAN KELAS DALAM BIDANG AKTIVITAS MURID
Daomain Psikologis Kognitif 1. Karakteristik Pendidikan Seumur Hidup Integrasi Horizontal Murid menerapkan pengetahuan antar disiplin. 1. Integrasi Vertical Murid memanfaatkan belajar terdahulu sebagai basis untuk belajar sekarang.

2.

Murid menetapkan metode antar displin.

2.

Murid melihat belajar sekarang sebagai basis belajar akan dating.

3.

Murid mengakui taktik dalam displin dan melihat dasar yang sama.

3.

Murid menganalisa hubungan belajar masa lalu dan masalah masa kini.

4.

Murid memperkenalkan contoh dan bahan dari dunia luar.

4.

Murid bertindak sebagai sumber informasi untuk yang lebih muda dan mencari informasi dari orang lain.

5.

Murid menerapkan keterampilan di sekolah untuk issu – issu di luar sekolah.

5.

Murid merencanakan belajar masa depan di pikirannya.

6.

Murid menujukkan kekenalannya dengan sumber pengetahuan yang berbeda.

Motivasi

1.

Murid mencari belajar baru.

1.

Murid mencari belajar baru ketika berhadapan dengan masalah, sedangkan pengetahuan mereka sekarang tidak memadai digunakan untuk memecahkannya.

2.

Murid mengalami kepuasan dan penghargaan dalam belajar.

2.

Murid mengalami kepuasan ketika masalah lama dapat dipecahkan dengan belajar baru.

3.

Murid menunjukkan kesediaan untuk mendapatkan belajar.

3.

Murid secara aktif mencari kesempatan untuk belajar teus – menerus.

4.

Murid berusaha mendapatkan inovasi dan perkawinan antar disiplun untuk memecahkan masalah.

122

Pendidikan Seumur Hidup

Daomain Psikologis Karakteristik Pendidikan Seumur Hidup Integrasi Horizontal 5. Murid mentapkan diri mereka sebagai orang yang mampu menghadapi perubahan peranan sosial. Murid merencanakan untuk belajar di masa depan. Murid menetapkan sekolah sebagai bagian network belajar. 1. 5. 2. 2. 3. Khomsun Nurhalim. 4. Murid menetapkan diri mereka sebagai bagian dari network belajar. Murid menganggap belajar sebagai alat umum untuk memecahkan masalah. M. Murid menunjukkan kesediaan untuk mengasumsikan peranan sebagai pemimpin tutor untuk temannya. Murid melihat ketidakmemadaian pengetahuan sekarang sebagai alat untuk memecahkan seluruh masalah di masa depan.Pd 123 . Dr. 4. Murid menunjukkan pengertian tentang belajar sebagai alat untuk mengembangkan diri di masa depan. Murid mengaggap pengetahuan sebagai suatau tenunan tunggal. Integrasi Vertical Affeksi 1. Murid menentukan diri meraka sabagai pemimpin. 3. inovator dan juga pengikut yang baik.

3. Evaluasi mengokohkan harapan kesuksesan di mas depan. 124 Pendidikan Seumur Hidup . 1. 2. 3. 3. bukan sebgai alat penyortiran murid. 2. Evaluasi menolong untuk membantupertumbuhan tingkat aspirasi yang realistis. Motivasi 1.TABEL 7 TUJUAN KELAS DALAM BIDANG EVALUASI Daomain Psikologis Kognitif 1. Evaluasi menunjukkan kememadaian dalam belajar sekarang sebagai basis untuk belajar dimasa depan. 2. 2. Integrasi Vertical Evaluasi mendiaknosis kemunduran masa lalu dan berarti sekaligus tindakan penyembuhan. Evaluasi menentukan harapan yang sepantasnya untuk masa depan. Evaliuasi menyediakan landasan untuk titik lompat belajar baru. 4.luar sekolah. 3. 5. Evaluasi mengiring pengkokohan tujuan yang dapat direalisir. Evaluasi mengganjar aplikasi keterampilan di . Evaluasi menghargai keterampilam sekolah ke dalam kehidupan nyata. 4. Prosedur evaluasi menekankan aplikasi pengetahuan untuk pemecahan masalah. Evaluasi membantu pengembangan keinginan untuk belajar dimasa depan. 4. Prosedur evaluasi digunakan untuk membantu pengukuran diri sendiri. 4. Fungsi evaluasi sebagai informasi atau umpan balik untuk menunjukkan kekurangan pengetahuan. evaluasi kembali dan seterusnya. 1. Evaluasi digunakan untuk motivasi belajar baru. Evaluasi sebagai basis untuk merencanakan masa depan. Karakteristik Pendidikan Seumur Hidup Integrasi Horizontal Kredit positif diberikan untuk mengakui rantai silang terdapat dalam pengetahuan. Kredit diberikan untuk aktifitas di luar sekolah.

2. Evaluasi mengokohkan perasaan yakin akan kemampuan dirinya untuk menghadapi masa depan. Evaluasi mengintegrasikan informasi yang diperoleh di uar sekolah. 3. Integrasi Vertical Evaluasi menyajikan gambaran yang menarik akal tentang bagaimana seseorang mengembangkan dirinya di masa depan.Pd 125 . Karakteristik Pendidikan Seumur Hidup Integrasi Horizontal Evaluasi menekankan pengertian yang lebih jelas tentang diri dan kemampuannya. M. 4. 2.Daomain Psikologis Affeks 1. Evaluasi mengintegrasikan orang – orang dari luar sekolah. 3. 5. Khomsun Nurhalim. Evaluasi membantu pertumbuhan image diri tentang kemampuan dalam banyak bidan. 1. Dr. Evaluasi menyajikan bimbingan berkenaan interelasi murid dengan dunia nyata. Evaluasi mengokohkan image diri sebgai orang yang mampu menghadapi segalanya melalui belajar.

126 Pendidikan Seumur Hidup .

Adapun tujuan evaluasi pendidikan menurut Arikunto (2004) ada dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. 2. Untuk mengetahui efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran. Sedangkan secara terminologis evaluasi pendidikan adalah proses kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan dan usaha untuk mencari umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan dan perubahan pendidikan. Secara etimologis evaluasi berasal dari Bahasa Inggris yaitu “evaluation” yang berarti penilaian. Adapun tujuan khusus dari evaluasi pendidikan adalah : 1. Dr. Evaluasi menunjukkan suatu proses integral dari kehidupan sehari-hari seorang individu di dalam masyarakat. Tanpa adanya evaluasi maka tidak mungkin timbul kegairahan atau rangsangan pada diri peserta didik untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasinya masing-masing. Tujuan umum evaluasi pendidikan.Pd 127 .BAB XII “EVALUASI DAN PRINSIP PSH” EVALUASI DAN PERUBAHAN PENDIDIKAN Banyak istilah yang digunakan untuk menyatakan evaluasi pendidikan. yaitu : 1. Teknik non-tes tidak menggunakan perangkat soal yang dikerjakan sedangkan teknik tes menggunakan perangkat soal yang dikerjakan peserta didik. M. yaitu teknik non-tes dan teknik tes. Bentuk evaluasi ada dua macam teknik. Untuk menghimpun bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bahan bukti mengenai taraf perkembangan atau kemajuan yang dialami oleh peserta didik. Merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan. Khomsun Nurhalim.

Itu didasarkan kepada keputusan-keputusan para pelajar dan lainnya yang secara langsung terlibat dalam proses belajar. Untuk mencari dan menemukan factor-faktor penyebab keberhasilan atau ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan. pembaharuan dan perkembangan. sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar perbaikannya. Banyak evaluasi di dalam pendidikan informal. Bila digambarkan dalam istilah umum. evaluasi menunjukkan : a. Apakah berfokus pada pelajar atau pada kondisi yang mempengaruhi belajar. c. Suatu pengalaman permulaan atau mencari. inovasi. b. Evaluasi adalah alat-alat dimana para partisipan di dalam belajar mengajar juga orang lain yang berminat mendapatkan perubahan-perubahan yang dibutuhkan atau tidak. Diinterprestasikan dengan cara standar aturan atau prinsip-prinsip. Cronbach (1963) evaluasi sebagai alat penyedia informasi untuk membuat keputusan. Berdasarkan bentuk dan tujuannya. semua tergantung pada evaluasi. sehingga untuk menentukan keefektifan dari pemecahan yang timbul dengan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Menghasilkan keputusan yang bagus atau yang diinginkan. b.) Penelitian dasar yang menuju ke penemuan. Evaluasi mungkin mengetes keseluruhan keefektifan dan keinginan dari kondisi-kondisi yang mempengaruhi belajar di dalam konteks yang ada. Dalam arti individu-individu dan kelompok-kelompok secara konstan menterjemahkan pengalaman mereka sendiri untuk membentuk pengalaman yang akan datang. Evaluasi pendidikan biasanya dihubungkan dengan pertumbuhan. 3. usaha-usaha yang baik pada saat perubahan dan modernisasi sistem pendidikan dari masyarakat apapun tidak dapat dihindari. 128 Pendidikan Seumur Hidup .) Design dan rekayasa penerapan-penerapan. evaluasi dapat dilihat sebagai fundamental yang mengatur mekanisme kehidupan laki-laki dan perempuan di dalam masyarakat. Model pengembangan dan riset secara umum adalah : a. Havelock (1971) dan Huberman (1973) menekankan hubungan di antara pembaharuan dan evaluasi di gambarkan tiga model dasar perubahan pendidikan.2. agar memudahkan keputusan-keputusan yang mempengaruhi secara langsung. Itu bisa berfokus kepada kebutuhan dan kemajuan dari pelajar itu sendiri.

KONTEKS SOSIAL DAN BUDAYA BAGI PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Pendidikan seumur hidup digambarkan sebagai “Master bagi kebijaksanaan pendidikan”. Masyarakat yang sudah berkembang maju akan melihat pada system penyampaian pendidikan.) Pengambilan potensi / kemampuan pemakai. bila dibandingkan dengan negara yang modern di mana tingkat ekonominya sudah baik yang dijadikan sebagai sarana.(serta di gunakan untuk menunjang pendidikan sosial kita di masyarakat) dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara tegas.) Pembaharuan. Sehingga diharapkan suatu masyarakat dapat menyesuaikan diri / beradaptasi. pendidikan seumur hidup merupakan mata rantai dalam Dr. M. Evaluasi secara natural melihat pada kegiatan pendidikan apa saja yang tidak dapat dibantah mengenai kepentingannya.Pd 129 . pendidikan seumur hidup bukan suatu konsep atau teori.c. interaksi sosial.mengembangkan kemampuan berkomunikasi. tapi merupakan suatu perangkat prinsip dasar untuk mendorong demi pendidikan mendatang. Untuk itu. Evaluasi harus adaptif pada nilai-nilai filosofis pendidikan dari pada peserta di dalam proses pendidikan yang ada. Keuntungan sosialisasi adalah seseorang dengan mudah dapat berfungsi dalam masyarakat tertentu( yaitu dapat mendukung kelangsungan hidup individu. di mana masyarakat setelah usia sekolah meningkatkan keterampilan kerja dan menggunakan waktu luangnya secara produktif. dan d.(serta masyarakat primitif bisa merubah diri menjadi masyarakat yang modern dengan adanya teknologi yang semakin maju) Sebab lingkungan sosial dimana seseorang dibesarkan mengkondisi pertumbuhan kejiwaan dan kepribadian. Contoh : Evaluasi formatif dan sumatif.membantu membentuk kepribadian individu) Banyak negara-negara yang kurang berkembang sangat sukar untuk bisa membangun sekolah-sekolah yang masih tradisional dengan cepat. Khomsun Nurhalim. Mengingat evaluasi dihubungkan dengan cara yang berguna dan konstruktif. dan problem solving (konselor).

Karya ini tidak akan digambarkan disini kecuali bila merupakan suatu yang berhubungan dengan evaluasi. strategi belajar dan evaluasi.Di dalam evaluasi literature merupakan suatuhal yang vital. evaluasimemberikan control belajar dalam bantuan mengembangkan otonomi dan ketergantungan secara operatif. Pendidikan menjadi alat sosial yang utama untuk meningkatkan pertumbuhan individu dan perwujudan diri. merupakan suatuhal yang pentinguntukevaluasi. Demikian itu suatu yang fleksibel dan pendekatan – pendekatan yang tidak sebagai hukuman pada evaluasi yang diterapkan. MENENTUKAN PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Perangkatdariprinsippendidikanseumurhidupmerupakansuatu yang bersifateklitikdaninklutif.Biladigabungkanmerupakansuatupandangan yang holistic daripendidikan yang beroperasidalammasyarakatbelajar yang menjadi ideal dimana individu terlibat secara pribadi dan sosial di dalam belajar sepanjang hayat. Secara individu maupun kolektif. Itu hanyalah suatu cara untuk mengkonseptualisasikan dan mengkomunikasikan kenyataan di dalam dunia yang cenderung kepada peningkatan peran pendidikan di masyarakat. di masalampau telah sering difungsikan kompetisi diantara para pelajar. baik dengan pekerjaan maupun tindakan masyarakat. Persamaan dan demokratisasi pendidikan merupakan perwujudan di dalam pendidikan seumur hidup.perkembangan sosial budaya. KESERTAAN DALAM PRINSIP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Prinsip-prinsip asli dari pendidikan seumur hidup diambil dari suatu perangkat konsep-konsep karakteristik dan mengerahkannya pada topik-topik kurikulum sekolah. Namun skop dan kesertaan prinsip-prinsip sebagai berikut (Dave 1975) : Pendidikan seumur hidup adalah konsep komprehensip yang menyertakan belajar secara formal maupun nonformal dan informal yang 130 Pendidikan Seumur Hidup . Pendidikan seumur hidup tidak dapat ditentukan sebagai filosofi pendidikan yang utuh atau teori.

Pd 131 . Dalam waktu yang sama. masyarakat dan tempat kerja serta melalui mas media. Pelembagaan pendidikan dalam bentuk persekolahan terbatas hanya untuk usia anak-anak dan adolescen.diluaskan melalui kehidupan individu untuk mendapatkan pengembangan baik secara personal maupun sosial. M. Keterbatasan konvensional persekolahan formal untuk periode antara 6 sampai 18 tahun biasanya berasal dari pertimbangan ekonomi dan sosial. kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja tidak dapat dipenuhi oleh sistem persekolahan full-time yang harus diikuti oleh orang-orang sampai pertengahan usia dewasa. melalui situsasi lain untuk mendapatkan dan meningkatkan kesejahteraan/ keenakan.oleh karena itu kriteria adalah satu refrensi konflik bagi prinsip prinsip abstrak atau aturan mendefisinikan apa yang baik. Umpamanya. sehingga proses belajar yang kita butuhkan berlaku secara terus menerus. Meskipun barangkali tidak penting untuk dijadikan pertimbangan utama dalam pengembangan persekolahan seperti yang ada sekarang.Namun permulaan dalam proses ini dibuat Dr. KRITERIA EVALUASI BAGI PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Kriteria evaluasi merupakan standart bagi fenomena / gejala yang diletakkan dan di pakai secara jelas kriteria sebagai standart umumnya dipakai secara diskriptif yang membedakan antara apa yang diinginkan dan apa yang tidak diinginkan . Pendidikan seumur hidup mencari pandangan suatu pendidikan dalam totalitasnya menyertakan belajar terjadi di rumah. Khomsun Nurhalim. namun praktek masa kini jelas mencerminkan pendirian bahwa usia yang terbaik untuk belajar adalah selama masa usia persekolahan yang terjadi sekarang ini. Jelas bahwa organisasi tradisional persekolahan dibenarkan oleh dan memperkuat seperangkat kepercayaan kejiwaan tentang belajar. Proses pendidikan seumur hidup yang sekarang cenderung mengalami perubahan dapat dengan mudah dapat kita jalankan dengan metode belajar dimanapun. sekolah. orang tua akan mengalami kesulitan yang amat sangat dalam membiayai anaknya yang seluruh waktunya digunakan untuk pendidikan sampai usia 30 tahun atau lebih. Kegiatan pada kriteria evaluasi bagi pendidikan seumur hidup masih merupakan tahapan yang awal. kapanpun dengan siapapun. Proses pendidikan seumur hidup sangatlah kompleks dan dalam hal ini pula muncul tentang pelembagaan dalam konsep pendidikan terus menerus.

Integrasi antara rumah dan masyarakat 3.tetapi merupakan partner yang berdiri sejajar.mendefinisikan kondisi kondisi yang diinginkan dan yang terakhir dua atau lebih spesifikasi yang dikembangkan pada masing masing peryataan kriteria.khususnya berorientasi pada tingkat umur yang berbeda dari masyarakat. 8.organisasi dan kegiatan kegiatan 5.kedua. Kriteria dan spesifikasi yang bersifat ilustrasi 1. Daftar yang membantu prinsip prinsip pendidikan seumur hidup : I. Vertikal Articulasi : Artikulasi diantara unsur-unsur kurikulum pada level yang berbeda dan kurikulum sekolah.lembaga. 7. Intgarasi rumah dan kerja 4.Salah satu dari dua tujuan utama proyek ini ialah mengisolasikan ciri ciri yang ada dari kurikulum yang mencukup prinsip prinsip pendidikan seumur hudup. 132 Pendidikan Seumur Hidup . Kriteria evaluasi itu dibagi menjadi tiga tingkatan : Pertama. Integrasi horisontal Fungsi khusus dalam pendidikan seumur hidup pula menjadikan konsep serta proses belajar individu menjadikan persekolahan tidak hanya terjadi pada sektor formal. Dalam literatur pendidikan seumur hidup. Integrasi diantara sekolah. Integrasi antara sekolah dan mas media Integrasi dari subyek belajar Integrasi diantara subyek kurikulum dan kegiatan ekstra kurikulum Integrasi pelajar yang memiliki ciri ciri yang berbeda II. pra sekolah serta pasca sekolah untuk pencapaian system pendidikan yang lingkungannya berbeda.budaya. Integrasi antara rumah dan sekolah 2.dalam proyek evaluasi kurikulum yang bersifat multinasiounal . pra sekolah dan pasca sekolah bukanlah menerapkan pelengkap sekolah. kriteria umum secara relatif . Dengan hal ini menekankan untuk menghubungkan antara sekolah sekolah dan lembaga lembaga sosial serta struktur yang memenuhi fungsi pendidikan atau adanya kerjasama di antara pendidikan sekolah dan luar sekolah sebagai perwujudan belajar sepanjang hayat. 6.

M. 3. Tetapi kapasitas seperti itu sama-sama merupakan pada jenis tujuan pembelajaran lain. Kelompok ini memesukan kriteria yang mensefisinikan berbagai aspek pertumbuhan pribadi. Integrasi di antara persiapan sekolah dan aktivitas pasca sekolah. Kriteria lain dalam kelompok yang mengikuti biasanya dianggap sebagai cara dalam sense.dalam kriteria itu lebih ditujukan pada proses atau struktur pendidikan daripada outcome yang dimanifestasikan dalam pembelajar atau dalam masyarakat sebagi keseluruhan.Beberapa elemen dari konsep pendidikan yang lebih luas jelas berasal dari sini.khususnya yang berhubungan dengan motivasi dalam pembelajaran. Kedua daftar kriteria yang baru saja diberikan tertuju pada cara menyusun pendidikan.kriteria itu di sini dianggap sebagai kriteria dalam sense yang sama yang mana perubahan yang diinginkan dalam pembelajaran adalah kriteria. Dalam evaluasi sering berguna membedakan antara cara pendidikan dan tujuan pendidikan. Kriteria sasaran pada hasil dari proses pendidikan secara terus menerus: 1. Perbedaan cara dan tujuan tidak selalu mudah dibuat. Orientasi pada pertumbuhan diri : Perkembangan dalam pembelajaran dari karakteristik pribadi yang menyumbangkan pada proses jangka panjang pertumbuhan dan perkembangan yang mengangkut kesadaran diri yang realistik . Pengertian diri sendiri 2.Pd 133 .pra sekolah dan sekolah. Integrasi di antara tingkat atau level yang berbeda di dalam sekolah. III.sedangkan memandang outcome yang dimanifestasikan dalam pembelajaran sebagai tujuan. Selagi kriteria itu berasal dari konsep pendidikan seumur hidup.Kriteria dan spesifikasi secara ilustrasi : 1. Khomsun Nurhalim.minat pada dunia dan pada orang lain . Macam kapasitas yang mungkin dihubungkan dengan konsep kependidikan bisa didefinisikan sebagai tujuan dalam sense referensi pada kapasitas yang dikembangkan dalam pembelajaran.keinginan mencapai kriteria internal untuk membuat evaluasi dan penilaian dan semua kesatuan kepribadian. Minat pada manusia dan dunia lingkungan Dr. Integrasi di antara pengalaman. Demikian juga nampaknya tepat untuk memandang metode atau proses pendidikan sebagai cara. 2.

3.mungkin diduga dari kriteria ini : a. Perkembangan dari evaluasi diri dari evaluasi kerjasama dari skill. Perkembangan dari skill antar pembelajaran 5. c.dan evaluasi belajar 2. Partisipasi dalam planing.metode. Jika pembelajaran diindividualisasikan dalam langkah. d. b. Pemeriksaan dari spesifikasi untuk kelompok ini menyarankan paling tidak tiga kunci asumsi mengenai bagaimana orang belajar.dan isi. Apakah konsepsi dari praktek evaluasi condong kepada model perkembangan dan penelitian atau hubungan manusia dan atau model penyelesaian makalah. 5. maka pembelajar akan belajar bagaimana menyeleksi dan menggunakan pendekatan yang paling cocok bagi mereka sebagai individu pengetahuaan ini akan memudahkan perkembangan pengarahan diri dalam belajar. 4.maka mereka akan menjadi termotivasi dan kompeten untuk mengarahkan pembelajaran mereka di masa mendatang. Spesifikasi ilustrasi dan kriteria : 1. 6.informal seperti diimplikasikandengan pelatihan dalam pekerja atau kegunaan tv umum untuk tujuan pendidikan.pelaksanaan. 134 Pendidikan Seumur Hidup . Apakh tujuan evaluasi adalah membuat penelitian tentng pembelajaran atau tentang kondisi yang mempengaruhi pembelajaran.pelaksanan dan evaluasi dari aktivitas sebagai individu dan sebagai anggota kelompok belajar yang coperatif. Jika pembelajar diberi pengalaman dalam membuat keputusan mereka dan berhubungan dengan konsekuensi keputusan itu. Motivasi pencapaian Pembentukan kriteria penilaian internal Pembentukan nilai nilai dan sikap sikap progesif Intergasi dari kepribadian Pembelajaran yang terarah diri : Individualisasi dari pengalaman belajar terhadap tujuan pengembangan skill dan kompetensi pembelajar dalam perencanan. Individualisasi dari perkembangan 3. Perkembangan dari skill pembelajaran diri 4.

Dr.dan sebagainya.pergaulan dengan temanteman sebaya. bahwa belajar disekolah hendaknya dikoordinasikan dengan komponen lain didalam masyarakat tempat anak memperoleh pengalaman belajar.misalnya keluarga. Pendapat yang menekankan pada dua hal.maka dari hal ini diperlukannya proses belajar yang terjadi secara terus menerus. Khomsun Nurhalim. maka belajar dipandang sebagai sesuatu yang tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari daripada anak didik.Praktikum pada proses pendidikan secara terus menerus pula dapat menjadikan individu memiliki motivasi dalam hal penyiapan keterampilan yang tersedia dan diperlukan.masyarakat. M.tempat kerja.perkumpulanperkumpulan pemuda.Tujuan utama persekolahan adalah menyiapkan anak untuk kehidupan yang akan datang.yaitu’’horizontal intregation’’ dan’’vertikal integration’’yang pertama dimaksudkan.Pd 135 . Selanjutnya dikemukakan sebagaian besar anggota masyarakat hendaknya dipandang sebagai/suatu integrasi yang luas.dan bukan sesuatu yang kurang berhubungan antara disiplin ilmiah yang satu dengan yang lain.

136 Pendidikan Seumur Hidup .

1984 . 1972. 1975. Unesco.Pastekom Dikbud Helfin Princes. Yogyakarta: Mida Pustaka. (Terjemahan M. New York Pergamon Press.1982. Rinehart . 1990. Konferensi Dunia tentang Pendidikan bagi semua memenuhi kebutuhan belajar dasar . The World Crisis in Education: The View from the eighties. 1986. A. A Concept review Paris International Intitute for Educartion Non Planing. Jakarta : Dirjen. The Conditioning of learning . Leaning to bethe world of education today and tomorrow. 2002. Kebijaksanaan pendidikan di Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Ari H. Konsep Berorientasi Kecakapan Hidup (life long education). 1987. Oseford University Press Coombs. 2006. Coombs P.Tim Broad Base education Depdiknas: Jakarta. New York : Oxford University Press Cropley. Understanding and Fasilitating Adult Learning. Khomsun Nurhalim. The world Education Crisis. Philip H. Surabaya: Usaha Nasional Depdikbud . USA Ernst Cassirer (terjemahanAlois Nugroho)1987. Robert M. 1987. 2006. 1985 .Gunawan. Sardjan Kadir). Edgar Faure. New York Holt Renehart and Winston Harold G.J 1978.Harrap London Elmer Harison. Jakarta . A. Depdiknas. Managemen Stratejik: resep daya saing dan unggul. Dr.H. Pendidikan Seumur Hidup Suatu Analisis Psikologis. 1968 . Stephen D. Bina Aksara Brookfield. Wim. Hoppers. Manusia dan Kebudayaan : sebuah Esei tentang manusia . Life Long Education A Psychological Analysis.J. The foundation of modern Education. Jakarta : Gramedia Gagne. Jakarta . Arti Pendidikan bagi masa depan. New York . Non Formal education and Basic Education Reform.Shane. M. San Francisco: Jossey-Bass Publishers.Pd 137 . Cropley.

1978. 1984 . Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila. 2005. 2007. Jakarta : PT. S Hamidjojo. 138 Pendidikan Seumur Hidup . Knowles. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. Ministr of Education. Gunung Agung 1983. Androgogy Versus Pedogogy. Pendidikan Nasional . Jakarta : Gunung Agung Robert M. Bangkok: Adult Education Devision. makalah seminar nasional PLS dan KonferensiISPPS tahun1997 di Hotel Simpang. Routledge R Kegan Paul . Educational and economic development school and society.Bear. 1980.Jakarta . 1997. Jakarta . Kindervatter. New York: Pergamon Press. Evaluasi Program Pendidikan.School. M.John Vayzey.Macmilan Company . 1979.Tinjauan Paedagogik (Twits) Bandung. Surakhmad Winarno. Tanggal 13-15 di Surabaya Suharsimi Arikunto dan Abdul Jabar. Buku II Modul Usaha Sekolah dalam Menunjang Pendidikan Seumur Hidup Depdikbud. 1987. 1979. 1981. IKIP Jakarta Vaizey John. Pendidikan di Dunia Modern.1967. Pendidikan dalam alam Indonesia Merdeka . Noor Syam . S.S.Society and the profesional Educator : New York : American Book Company Purbakawatja. 1982.The Social Function of education . The Modrn Practic of Adult Education. T. Pendidikan yang tangkas sebagai pembawa perubahan menyongsong abad XXI. New York: Association. M. London. Cepi Safruddin. Program Akta Mengajar V-B Komponen Dasar Bidang Studi Teknologi Pengajaran.Semiawan . Direktorat Jendral Dikti. 1983. USA Ronny R. Santoso. Life Long Education and Evaluation Practice. Suzana. 1998 . Surabaya : Usaha Nasional Pasaribu IL dan Simanjutak B.Gramedia R. Skager. Tarsito Patterson. Dimensi Strategi Pengembangan Nasional abad XXII. Mencari Strategi Pembinaan Pendidikan Pembangunan Dewasa ini. Pedoman Teoritis Praktis bagi Praktisi Pendidikan. Life Long Edukation Centers Youth Development Training Program Assesment.

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. Dr. 20 Tahun W.Pd 139 . Pendidikan yang relevan kini dan esok .2003. M.P. Khomsun Nurhalim. 1984. Gunung Mulia.Napitupulu. Jakarta. 2003.

140 Pendidikan Seumur Hidup .

PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Dr.Pd 141 . Khomsun Nurhalim. M.

142 Pendidikan Seumur Hidup .

Dr.PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Dr.Pd. M. Khomsun Nurhalim. M. Khomsun Nurhalim.Pd 143 .

Kelud Raya No. -Semarang: UnnesPress. Nurhalim II. -Cet. 23. 2 Semarang 50232 Telp. 1. Desain Cover Setting : : Harjono Hadi Waluyo 374 NUR P Pendidikan Seumur Hidup/Khomsum Nurhalim. M. I. Pendidikan Seumur Hiodup.5 cm 1. Khomsun Nurhalim.Hak Cipta © pada Penulis dan dilindungi Undang-Undang Penerbitan Hak Penerbitan pada UNNES PRESS Dicetak oleh UNNES Press Jl.Pd. 2011. (024) 8415032 Dilarang mengutip sebagian atau seluruh buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin dari penerbit Pendidikan Seumur Hidup Dr. Khomsum./Fax. Judul ISBN 978 602 8467 86 5 144 iv Pendidikan Seumur Hidup . xiii + 139 hal.

konsepsi pendidikan seumur hidup ( lifelong Education) sebagaimana dalam buku ini menyajikan gagasan-gagasan dan isuisu mengapa memerlukan pendidikan seumur hidup. memerlukan rentang waktu yang relatif panjang: bahkan berlangsung seumur hidup.Pd v 145 .PRAKATA Rasa puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang mana dengan berbagai kesulitan dan hambatan akhirnya bisa terwujud penulisan buku ini. intelek). maupun kepribadian manusia seutuhnya. Pendidikan yang demikian itu mencakup ruang lingkup yang amat komprehensip. yakni kemapuan pendidikan mental. pikir. Oleh karena itu pada kesempatan ini kritik dan saran dalam perbaikan. Mei 2011 Penulis Dr. (rasio. M. Dalam rangka membina kepribadian tidaklah mudah. Semarang. penulis ucapkan banyak terimakasih. Khomsun Nurhalim. Pendidikan merupakan lembaga dan usaha pembangunan bangsa serta membentuk watak bangsa. Dengan demikian.

146 vi Pendidikan Seumur Hidup .

.......................................DAFTAR ISI PRAKATA ....................................................................... Perubahan Konseptualisasi Pendidikan .................................................................................................................... DAFTAR TABEL ....... DAFTAR ISI .......................................................................................................................Pd vii 147 ............................................................................................ BAB III KONSEP DASAR PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Apa Yang Dimaksud Pendidikan Seumur Hidup .............................. BAB I PENDIDIKAN UNTUK MENGHADAPI PERUBAHAN Kebutuhan Pendidikan Orang Dewasa ........ Mengapa Pendidikan Seumur Hidup ......................................................................................................................................... Menilai Pendidikan Seumur Hidup .................................................................................................................................. v vii xi 3 4 5 6 9 11 12 17 18 18 20 29 35 42 45 47 48 50 Dr.................................................................................................................................................................................. Basis Kejiwaan Pendidikan .......... Persamaan Pendidikan Yang Sebenarnya ..... Khomsun Nurhalim........................................... Pendidikan dan Masa Kanak-kanak Awal .................................................................................. Peranan Ilmu Jiwa ................ Belajar di Luar Usia Sekolah Konvensional .............................................. Peranan Tradisional Sekolah .............................. BAB IV PSH DAN ILMU JIWA Pendidikan dan Belajar ......................... Pendidikan Seumur Hidup ............... M........................ BAB V BELAJAR TERUS-MENERUS SEPANJANG HAYAT Asumsi-asumsi Kejiwaan Organisasi Pendidikan Sekarang . Rasional Pendidikan Seumur Hidup .... Pengertian Pendidikan Seumur Hidup ................ Inteligensi dan Usia ........... BAB II PENGANTAR DAN RASIONAL PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP Latar belakangnya Pendidikan Seumur Hidup .............................................................................................................

................. Sifat Kejiwaan Pelajar Seumur Hidup ...................... Corak Berfungsinya Kognitif ................. BAB VII PENYESUAIAN KBM DI SEKOLAH DENGAN PSH Dimensi Kedua adalah Damain Psikhologis ....................Beberapa Implikasi Terhadap Konsep Pendidikan Seumur Hidup ............................................................................. BAB VI PENYESUAIAN KURIKULUM SEKOLAH DENGAN LATAR PSH Penyesuaian Kurikulum Sekolah dengan Pendidikan Seumur Hidup ................................ Implikasi Terhadap Pendidikan Seumur Hidup .. Peranan Guru dalam Pendidikan Seumur Hidup .................................................................... Implikasi Pendidikan Seumur Hidup Terhadap Kelas ............................................................................. BAB IX KETERPADUAN PERKEMBANGAN MOTIVASI DAN SIKAP SOSIAL Konsep-Konsep Perkembangan Sosioafektif .................................................................... Kurikulum.. BAB X IMPLIKASI PSH PADA KURIKULUM PELAJAR SEUMUR HIDUP Dapatkah Sekolah Mengembangkan Pelajar Seumur Hidup ........ BAB VIII INTEGRASI VERTIKAL BERFUNGSINYA INTELEKTUAL Gaya Berfungsinya Intelektual ............................................................................ Perkembangan Sepanjang Tahap-Tahap Kehidupan .................... Persekolahan dan Perkembangan Sosioafektif ............ “Luar Sekolah” ...................................................... Jalur Pertumbuhan Kognitif ............................ BAB XI IMPLIKASI PSH TERHADAP KURIKULUM SEKOLAH Kurikulum Sekolah dalam Setting Pendidikan Seumur Hidup ...... Sekolah Sebagai Pengembang Pelajar Seumur Hidup ............................................... 51 53 55 58 66 71 75 76 77 86 91 92 92 93 105 105 112 113 115 148 viii Pendidikan Seumur Hidup .......................................................................................... Pemanfaatan Sumber-Sumber Belajar ............................................... Faktor-faktor Perkembangan Sosioafektif ...............

.......... DAFTAR PUSTAKA ........BAB XII EVALUASI DAN PRINSIP PSH Evaluasi dan Perubahan Pendidikan ................................................Pd 149 ix ................ 127 129 130 130 131 137 Dr................................... M................................................. Khomsun Nurhalim................................................... Kreteria Evaluasi Bagi Pendidikan Seumur Hidup ............................ Menentukan Pendidikan Seumur Hidup .................. Konteks Sosial dan Budaya Bagi Pendidikan Seumur Hidup ................. Kesertaan dalam Prinsip Pendidikan Seumur Hidup ...

150 x Pendidikan Seumur Hidup .

....... Tabel 6 Tujuan kelas dalam bidang aktivitas murid .............. Tabel 5 Tujuan dalam bidang aktivitas-aktivitas guru ........DAFTAR TABEL Tabel 1 Tujuan kelas dalam bidang Metode dan Bahan Belajar Mengajar Tabel 2 Tujuan Kelas dalam bidang Aktifitas Siswa ............................... Tabel 3 Tujuan Kelas dalam bidang evaluasi .............. Tabel 4 Karakteristik Kurikulum untuk menghadapi perubahan ..........................................Pd 151 xi ..... Khomsun Nurhalim.. M......................................... 67 68 70 118 120 127 124 Dr............. Tabel 7 Tujuan Kelas dalam bidang evaluasi .......................

152 Pendidikan Seumur Hidup .

Pd 153 . melanjutkan studi di Pasca Sarjana IKIP Malang tahun 1993 lulus tahun 1995 jurusan Pendidikan Luar Sekolah dan sejak September 2007 melanjutkan studi pada program Doktor Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Semarang lulus tahun 2010. Kepala Pusat Pengembangan MKU-MKDK dari tahun 2008-2009. Ketua Pusat Pengembangan Pendidikan dari tahun 2003-2004. Menikah dengan Hj. Sekretaris Pusat Pengembangan Pendidikan dari tahun 1996-1998.Pd dan dikaruniai 3 anak yaitu Ira Aktavian. Adapun jabatan yang pernah dipegang antara lain.RIWAYAT HIDUP Dr.Pd. Dr. Khomsum Nurhalim. Ketua UPT MKDK dari tahun 2004-2008. Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan dari tahuan 1998-2002. Heppy Septiawan. Khomsun Nurhalim. Sekarang sebagai tenaga pengajar di Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang prodi Managemen Pendidikan. Riwayat pekerjaan sejak tahun 1980 diangkat menjadi CPNS di FIP IKIP Semarang dan sejak Maret 2006 menduduki jabatan sebagai Lektor Kepala dengan Golongan IV C. ST. M. Etik Winarti. lahir di Blitar 28 Mei 1953. Riwayat pendidikan di Fakultas Ilmu Pendidikan jurusan Pendidikan Sosial IKIP Yogyakarta dan lulus tahun 1979. Rika Fitriana dan cucu Kania Rezqia Putri. S. M.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->