P. 1
Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil dengan Penyakit Hemoragik

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil dengan Penyakit Hemoragik

|Views: 129|Likes:
Published by Rheni
Doc
Doc

More info:

Published by: Rheni on May 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

KELOMPOK 7

    

NURFAYDA BACHRAENI AYU MARLINDAH NURBADRIAH AINUDDIN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN PENYAKIT HEMORAGIK ANTEPARTUM

Axioo AKPER MUHAMMADIYAH MAKASSAR i

........................................................................ Penatalaksanaan ................... Pengkajian ......................................................... Saran ………………………………………………………………………… 14 Daftar Pustaka i ....................................... 14 B...................... 11 BAB III Penutup A.............................................. Tujuan Khusus ........ 2 C.................... 3 D.... Latar Belakang . Pengertian ....................................................... Diagnosa Keperawatan.............. 6 G.................................................................................. 4 E...................................................................................................... Klasifikasi ...................................... 1 BAB II Pembahasan KONSEP MEDIS A..................................................................................................................................................................... 5 F... Patofisiologi ................................................................................ 8 B.............. 6 KONSEP KEPERAWATAN A........................... Komplikasi ............................................................................... 2 B.................................... 1 B....... Kesimpulan…………………………………………………………………….............. Tanda dan Gejala ................................................ 1 C...... ……………………………………………………… 10 C....................................... Intervensi dan Rasional ....................................................................................... Etiologi ..Daftar Isi Daftar Isi BAB I Pendahuluan A....... Tujuan Umum .........................................

1 . Meskipun perdarahan sesudah saat ini lebih sering terjadi. B. Mahasiswa memahami tentang pengkajian pasien dengan hemoragi antepartum.BAB I PENDAHULUAN A. Mahasiswa memahami tentang penyebab hemoragi antepartum. Walaupun demikian plasenta menjadi organ defenitif jauh lebih dini dari kehamilam 28 minggu dan perdarahan dapat terjadi lebih dini. 2. 5. Latar Belakang Perdarahan antepartum merupakan pendarahan dari traktus genitalis yang terjadi antara kehamilan minggu ke-28 dan awal partus. C. Mahasiswa mampu menyusun asuhan keperawatan pasien dengan hemoragi antepartum. 3. Walaupun perdarahan vaginal setelah minggu ke–29 harus dianggap mempunyai potensi serius . Mahasiswa memahami tentang tanda dan gejala hemoragi antepartum. Pada satu kehamilan perdarahan dari traktus genitalis lebih sering dan serius jika terjadi pada tempat plasenta dibandingkan dari sumber lain. perdarahan pada saat yang lebih dini dapat merupakan indikasi dari dua penyebab utama pedarahan anterpatum yaitu. Plasenta previa. Tujuan Umum Agar mahasiswa mengetahui tentang hemoragi antepartum. dan Soluto plasenta. 4. Mahasiswa memahami tentang hemoragi antepartum. Tujuan Khusus 1.

BAB II PEMBAHASAN KONSEP MEDIS A. c. : hanya pada pinggir ostium terdapat jaringan plasenta. Biasanya dihitung kehamilan 28 minggu. (Prof Dr. Chorion leave yang peresisten. Etiologi Pendarahan antepartum dapat disebabkan oleh :  Bersumber dari kelainan plasenta : 1. (Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Sinopsis Obstetri. Plasenta previa lateralis c. Endometrium yang kurang baik. B. 2. Plasenta previa marginalis : seluruhnya ostium internus ditutupi plasenta. Plasenta previa dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain : a. 83: 2002) Hemoragi antepartum adalah perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu. Solusi plasenta Solusi plasenta adalah suatu keadaan dimana plasenta yang letaknya normal terlepas dari perlekatannya sebelum janin lahir. 2 . 269 : 2002) Pendarahan antepartum adalah pendarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu. Obstetric Patologi. : hanya sebagian dari ostium tertutup oleh plasenta. Plasenta previa Plasenta previa adalah keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir ( osteum uteri internal ). Plasenta previa totalis b. Pengertian Hemoragi antepartum adalah perdarahan pada trisemester terakhir dari kehamilan. Korpus luteum yang berreaksi lambat. Plasenta previa diklasifikasikan menjadi 3 : a. Rustam Mochtar MPH. b. Pendarahan antepartum merupakan pendarahan dari traktus genitalis yang terjadi antara kehamilan minggu ke 28 awal partus.

Solusi plasenta dapat diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan tingkat gejala klinik antara lain : a. Solusi plasenta sedang  Bagian janin masih teraba  Perdarahan antara 500 – 1000 cc  Plasenta lepas kurang dari 1/3 bagian c. C. Klasifikasi Perdarahan antepartum dapat berasal dari : 1. polip. Solusi plasenta ringan     Tanpa rasa sakit Pendarahan kurang 500cc Plasenta lepas kurang dari 1/5 bagian Fibrinogen diatas 250 mg % b. 3 . dinding belakang rahin atau fundus uteri. Plasenta previa adalah keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (atrium uteri internal). misalnya kelainan serviks dan vagina ( erosion. Solusi plasenta berat  Abdomen nyeri-palpasi janin sukar  Janin telah meninggal  Plasenta lepas diatas 2/3 bagian  Terjadi gangguan pembekuan darah  Tidak bersumber dari kelainan plasenta. Implantasi yang normal ialah pada dinding depan. varises yang pecah ). Kelainan plasenta a. biasanya tidak begtu berbahaya.

Bukan dari kelainan plasenta biasanya tidak begitu berbahaya misalnya serviks vagian (erosion polip. Biasanya dihitung sejak kehamilan 28 minggu. dalam usaha mencapai dilatasi serviks dan kelahiran anak. 4 . Plasenta previa marginalis yaitu hanya terdapat pada pinggir terdapat jaringan plasenta. b. pemisahan plasenta dari dinding usus sampai tingkat tertentu tidak dapat dihindarkan sehingga terjadi pendarahan.  Solusio plasenta totalis (komplit) yaitu bila seluruh plasenta sudah terlepas dari tempat perlekatannya. Klasifikasi solusio plasenta menurut derajat lepasnya plasenta adalah :  Solusio plasenta parsialis yaitu bila hanya sebagian saja plasenta terlepas dari tempat perlekatannya. 2.Klasifikasi dari plasenta previa adalah :    Plasenta previa totalis yaitu seluruh ostium internum tertutup oleh plasenta. rupture sinus marginalis. Karena segmen bawah agak merentang selama kehamilan lanjut dan persalinan. varisa yang pecah) dan trauma. Plasenta previa lateralis yaitu sebagian dari ostium tertutup oleh plasenta.  Kadang-kadang plasenta ini turun kebawah dan dapat teraba pada pemeriksaan dalam disebut prolaps plasenta. Perdarahan antepartum yang belum jelas sumbernya seperti insersio velamentosa. Solusio plasenta adalah keadaan dimana plasenta yang letaknya normal terlepas dari perlekatan sebelum janin lahir. c. dimana hal ini dapat diketahui sebagai plasenta previa. Kadang-kadang bagian atau seluruh organ dapat melekat pada segmen bawah uterus. D. Plasenta previa Seluruh plasenta biasanya terletak pada segmen atau uterus. Patofisiologi 1. prasenta sirkum valata.

2. c. b. Plasenta previa a. sehingga sebagian dan akhirnya seluruh plasenta terlepas dari dinding uterus. Perdarahan tanpa nyeri hal ini disebabkan karena perdarahan sebelum bulan ketujuh memberi gambaran yang tidak berbeda dari abortus dan perdarahan pada plasenta previa disebabkan pergerakan antara plasenta dan dinding rahim. hematom yang kecil itu hanya akan mendesak jaringan plasenta. Biasanya perdarahan akan berlangsung terus menerus karena otot uterus yang telah meregang oleh kehamilan itu tidak mempu untuk lebih berkontraksi menghentikan pendarahannya. robekannya beberapa sentimeter dari tepi plasenta. Tanda dan Gejala 1. Bagian terendah anak sangat tinggi karena plasenta terletak pada kutub bawah rahim sehingga bagian terrendah tidak dapat mendekati pintu atas panggul. d. 2. Anemi dan syok. Kejadiannya baru diketahui setelah plasenta lahir yang pada pemeriksaan didapatkan cekungan pada permukaan maternalnya dengan bekuan darah lama yang warnanya kehitam-hitaman. hematom retroplasenter akan bertambah besar. f. Pada plasenta previa ukuran panjang rahim berkurang maka pada plasenta previa lebih sering disertai kelainan letak jika perdarahan disebabkan oleh plasenta previa lateral dan marginal serta robekannya marginal sedangkan plasenta letak rendah. Bunyi jantung biasanya tidak ada. Rahim keras seperti papan dan nyeri pinggang. Perdarahan yang disertai nyeri. Palpasi sukar karena rahim keras. c. sehingga plasenta terdesak akhirnya terlepas. 5 . Apabila perdarahan sedikit. b. Solusio plasenta a. Akibatnya. Solusi plasenta Perdarahan dapat terjadi pada pembuluh darah plasenta atau uterus yang membentuk hematom pada desisua. e. peredaran darah antara uterus dan plasenta belum terganggu dan tanda serta gejalanya pun tidak jelas. E. Fundus uteri makin lama makin naik.

G. Plasenta previa a. Berikan obat-obatan spasmolitika. Bayi prematuritas atau kelahiran mati 2. progestin atau progesterone observasi teliti. c. Adanya hipo fibrinogenemia dengan perdarahan post jartum. b. belum inpartus. Komplikasi Langsung    Perdarahan Infeksi Emboli dan obstetrik syok b. perdarahan sedikt janin masih hidup. Kehamilan belum cukup 37 minggu atau berat badan janin di bawah 2500 gr. Perdarahan post partum f. Robekan-robekan jalan lahir e. 6 . Penatalaksanaan 1. Sambil mengawasi periksa golongan darah. Infeksi karena perdarahan yang banyak g. Komplikasi tidak langsung    Couvelair uterus kontraksi tak baik. Solusio plasenta a. menyebabkan anuria dan uremia. Nekrosis korteks renalis. Plasenta melekat sehingga harus dikeluarkan manual dan kalau perlu dibersihkan dengan kerokan d. Kehamilan dapat ditunda dengan istirahat. Apabila ada penilaian yang baik. Komplikasi 1. menyebabkan pendarahan post partum. Prolaps plasenta c. Tiap-tiap perdarahan triwulan ketiga yang lebih dari show (perdarahan inisial harus dikirim ke rumah sakit tanpa melakukan suatu manipulasi apapun baik rectal apalagi vaginal). Plasenta previa a. Kehamilan dipertahankan setua mungkin supaya janin terhindar dari premature.F. Prolaps tali pusat b. dan siapkan donor transfusi darah.

d) Solusio plasenta dengan letak lintang. b. 7 . kirim segera ke rumah sakit dimana fasilitas operasi dan tranfuse darah. kepala sudah turun sampai hodge III-IV : a) Janin hidup b) Janin meninggal : lakukan ekstraksi vakum atau forceps : lakukan embriotomi  Seksio cesarea biasanya dilakukan pada keadaan : a) Solusio plasenta dengan anak hidup. cardizol. perdarahan agak banyak. c) Solusio plasenta dengan panggul sempit. Solusio plasenta a. 2. Terapi aktif Prinsip : melakukan tindakan dengan maksud anak segera diahirkan dan perdarahan segera berhenti. bertambah tinggi sehingga menekan pembuluh darah arteri yang robek. Tranfusi darah.d.  Bila pembukaan lengkap atau hampir lengkap. Perdarahan akan berhenti sendiri jika tekanan intra uterin bertambah lama. pembukaan kecil. b) Solusio plasenta dengan toksemia berat. Stimulasi dengan kardiotonika seperti coramine. e. pembukaan masih kecil. dan pentazol.  Accouchement force : pelebaran dan peregangan serviks diikuti dengan pemasangan cunam villet gauss atau versi Braxtonhicks. Bila ada anemi berikan tranfuse darah dan obat-obatan. Sambil menunggu atau mengawasi berikan :    Morphin suntikan subkutan. Urutan-urutan tindakan pada solusio plasenta :  Amniotomi ( pemecahan ketuban ) dan pemberian oksitosin dan dan diawasi serta dipimpin sampai partus spontan. Terapi konservatif Prinsip : tunggu sampai paerdarahan berhenti dan partus berlangsung spontan. Harus diingat bahwa bila dijumpai ibu hamil yang disangka dengan plasenta previa.

 Ligasi arteri hipogastrika bila perdarahan tidak terkontrol tetapi fungsi reproduksi ingin dipertahankan. Identitas umum 2. Riwayat kesehatan dahulu  Adanya kemungkinan klien pernah mengalami riwayat diperlukan uterus seperti seksio sasaria curettage yang berulang-ulang. Riwayat kesehatan sekarang  Biasanya terjadi perdarahan tanpa alas an  Perdarahan tanpa rasa nyeri  Perdarahan biasanya terjadi sejak triwulan ketiga atau sejak kehamilan 20 minggu. Tujuan utama pengkajian adalah untuk memberi gambaran secara terus menerus mengenai keadaan kesehatan yang memungkinkan perawat merencanakan asal keperawatan pada klien HAP. Hemofilia serta mengalami penyakit menular seperti hepatitis. c. Histerektomi dapat dikerjakan pada keadaan : a) Bila terjadi afibrinogenemia atau hipofibrino-genemia kalau persediaan darah atau fibrinogen tidak ada atau tidak cukup. 8 .  Kemungkinan pernah mengalami abortus b.  Kemungkinan klien mengalami penyakit hipertensi DM. b) Couvelair uterus dengan kontraksi uterus yang tidak baik.  Pada hipofibrinogenemia berikan : a) Darah segar beberapa botol b) Plasma darah KONSEP KEPERAWATAN A. Adapun data-data yang dikumpulkan yaitu : 1. Langkah pertama dalam pengkajian terhadap klien HAP adalah mengumpulkan data. Pengkajian Pengkajian adalah pendekatan yang sistematis untuk mengumpulkan data perkelompok dan menganalisanya sehingga dapat diketahui masalah dan kebutuhan untuk perawatan klien. Riwayat kesehatan keluarga  Kemungkinan keluarga pernah mengalami kesulitan kehamilan lainnya. Riwayat kesehatan a.

Kepala. Pernapasan. suhu akan meningkat jika terjadi infeksi b. muka kelihatan pucat. Riwayat nipas  Lochea Rubra  Bagaimana baunya. Tekanan darah. keadaan dan kebersihan b. seperti warna. Nadi. Riwayat kehamilan dan persalinan . Kemungkinan ada keluarga yang menderita seperti ini. c. Riwayat Obstetri  Riwayat Haid/Menstruasi Minarche Siklus Lamanya Baunya Keluhan pada haid  Multigravida  Kemungkinan abortus  Kemungkinan pernah melakukan curettage f. Hemofilia dan penyakit menular. biasanya terdapat cloasmagrafidarum. jenis pernapasan thoracoabdominal 9 : 12 th : 28 hari : ± 7 hari : amis : tidak ada keluhan nyeri haid e. akan menurun jika ditemui adanya tanda syok c. d. biasanya bunyi nafas vesikuler.  Kemungkinan keluarga menderita penyakit hipertensi DM.  Kemungkinan keluarga pernah mengalami kehamilan ganda. nadi melemah jika ditemui tanda-tanda shok 4. amis  Banyaknya 2 kali ganti duk besar  Tentang laktasi  Colostrum ada 3. Muka. nafas jika kebutuhan akan oksigen terpenuhi d. Thorak. Suhu tubuh. Pemeriksaan fisik a. Mata biasanya konjugtiva anemis d. Pemeriksaan tanda-tanda vital a.

Pemeriksaan penunjang Data laboraturium. 10 .2000: 1127) post seksio.160 f. Kemungkinan akral dingin. Kemungkinan udema atau varies. 4. Trombosit menurun (normal 250 ribu – 500 ribu).dkk 1988 : 624). Sekunder keharusan bedrest (Linda Jual Carpenito edisio :326) 3. Gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari berhubungan dengan ketidak mampuan merawat diri. apabila letak kepala biasanya kepala masih goyang atau terapung(floating) atau mengolak diatas pintu atas panggul. Ekstremitas. Genetalia biasanya pada vagina keluar dasar berwarna merah muda g.jadi fundus uteri masih rendah. Abdomen  Inspeksi  Palpasi Leopoid I Leopoid II Leopoid III : Janin sering belum cukup bulan.e. : Sering dijumpai kesalahan letak : Bagian terbawah janin belum turun. Gangguan rasa nyaman : Nyeri berhubungan dengan trauma jaringan dan spasme otot perut (Susan Martin Tucker. Leopoid IV  Perkusi : Kepala janin belum masuk pintu atas panggul : terdapat strie gravidarum : Reflek lutut +/+  Auskultasi : bunyi jantung janin bisa cepat lambat. Diagnosa Keperawatan 1. hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang dimilikinya. Hb yang normal (12-14gr%) leokosit meningkat (Normal 6000-1000 mm3). Resiko rawat janin : fital distress berhubungan dengan tidak ada kuatnya perfusi darah ke plasenta (Lynda Jual Carpenito. 5. memungkinkan Hb rendah. B. Data sosial ekonomi Plaesnta previa dapat terjadi pada semua tingkat ekonomi namun pada umumnya terjadi pada golongan menengah kebawah . Resiko perdarahan berulang berhubungan dengan efek penanaman plasenta pada segmen bawah rahim ( Susan Martin Tucker. 6.dkk 1988:523) 2. Normal 120.

Rasional : Dengan mengukur tanda-tanda vital dapat diketahui secara dini kemunduran atau kemajuan keadaan klien. Kolaborasi dengan tim medis untuk mengakhiri kehamilan.C. Rasional : Pelaporan tanda perdarahan dengan cepat dapat membantu dalam melakukan tindakan segera dalam mengatasi keadaan klien. b. Rasional : Dengan mengakhiri kehamilan dapat mengatasi perdarahan secara dini. 11 . Kontrol perdarahan pervagina. suhu). f. Nadi. Anjurakan klien untuk melaporkan segera bila ada tanda-tanda perdarahan lebih banyak. Rasional : Pergerakan yang banyak dapat mempermudah pelepasan plasenta sehingga dapat terjadi perdarahan. e. Anjurkan klien untuk membatasi perserakan. Gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari berhubungan dengan ketidakmampuan merawat diri sekunder keharusan bedres. Pernafasan.  Tujuan : Pemenuhan kebutuhan klien sehari-hari terpenuhi  Intervensi : a. Intervensi dan Rasional 1. Resiko perdarahan berulang berhubungan dengan efek penanaman plasenta pada segmen bawah rahim. 2. Bina hubungan saling percaya antara perawat dengan klien dengan menggunakan komunikasi therapeutik. Kontrol tanda-tanda vital (TD. Rasional : Denyut jantung lebih >160 serta< 100dapat menunjukkan gawat janin kemungkinan terjadi gangguan perfusi pada plasenta. Rasional : Dengan melakukan komunikasi therapeutic diharapkan klien kooperatif dalam melakukan asuhan keperawatan. d. Rasional : Dengan mengontrol perdarahan dapat diketahui perubahan perfusi jaringan pada plasenta sehingga dapat melakukan tindakan segera. c. Monitor bunyi jantung janin.  Tujuan : Klien tidak mengalami perdarahan berulang  Intervensi : a.

Rasional : Dengan melibatkan keluarga. e. 12 .b. c. Anjurkan klien untuk nafas dalam. Kolaborasi dengan dokter tentang pemberian oksigen. Kolaborasi dengan dokter tentang pemberian kortikosteroit. Rasional : Korticosteroit dapat meningkatkan ketahanan sel terutama organ-organ vital pada janin. Dekatkan alat-alat yang dibutuhkan klien. e. Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan. klien merasa tenang karena dilakukan oleh keluarga sendiri dan klien merasa diperhatikan. Rasional : Dengan mendekatkan alat-alat kesisi klien dengan mudah dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Bantu klien dalam pemenuhan kebutuhan dasar. 3. d. Istirahatkan klien Rasional : Melalui istirahat kemungkinan terjadinya pelepasan plasenta dapat dicegah.sehingga kebutuhan klien terpenuhi. Rasional : Dengan membantu kebutuhan klien seperti mandi. Rasional : Dengan nafas dalam dapat meningkatkan konsumsi O2 pada ibu sehingga O2 janin terpenuhi. Anjurkan klien agar miring kekiri. Rasional : Posisi tidur menurunkan oklusi vena cava inferior oleh uterus dan meningkatkan aliran balik vena ke jantung. b.BAK. Resiko rawat janin berhubungan dengan tidak adekuatnya perfusi darak ke plasenta. Rasional : Dengan pemberian O2 dapat meningkatkan konsumsi O2 sehingga konsumsi pada janin meningkat.  Tujuan : Gawat janin tidak terjadi. d.  Intervensi : a. c. BAB. Anjurkan klien untuk memberi tahu perawat untuk memberikan bantuan. Rasional : Dengan memberi tahu perawat sehingga kebutuhan klien dapat terpenuhi.

 Tujuan : Rasa nyaman terpenuhi  Intervensi : a. Rasional: Dengan mengalihkan perhatian klien. Anjurkan dan latih klien teknik relaksasi (nafas dalam). e. Rasional : Analgetik dapat menekan pusat nyeri sehingga nyeridapat berkura 13 . Rasional : Dengan memberikan penjelasan pada klien diharapkan klien dapat beradaptasi dan mampu mengatasi rasa nyeri yang dirasakan klien. kapan nyeri dirasakan oleh klien dapat disajikan sebagai dasar dan pedoman dalam merencanakan tindakan keperawatan selanjutnya. d. Rasional : Peregangan luka dapat meningkatkan rasa nyeri. f. Kontrol vital sign klien. Alihkan perhatian klien dari rasa nyeri dengan mengajak klien berbicara. Atur posisi nyaman menurut klien tidak menimbulkan peregangan luka. Rasional : Dengan mengontrol/menukur vital sign klien dapat diketahui kemunduran atau kemajuan keadaan klien untuk mengambil tindakan selanjutnya. c. b. Kolaborasi dengan dokter dalam memberikan analgetik. Kaji tingkat nyeri yang dirasakan klien. Jelaskan pada klien penyebab nyeri. diharapkan klien tidak terpusatkan pada rasa nyeri. g. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan trauma jaringan dan spasme otot perut.4. Rasional : Dengan teknik nafas dalam diharapkan pemasukan oksigen ke jaringan lancar dengan harapan rasa nyeri dapat berkurang. Rasional : Dengan mengkaji tingkat nyeri.

BAB III PENUTUP A. Jangan sampaiterjadi pendarahan. Kesimpulan Pendarahan antepartum merupakan pendarahan dari traktus genitalis yang terjadi antara kehamilan minggu ke 28 awal partus. Dan untuk suami dan keluarga juga harus memberi perhatian lebih kepada ibu yang sedang hamil. Dan disebabkan oleh 2 kelainan yaitu plasenta previa dan solusi plasenta. Saran Untuk ibu-ibu yang sedang mengandung jagalah kehamilan anda. Untuk menghindari resiko terjadinya pendarahan. B. 14 .

M. Philadelphia.com 15 . Nursing Outcome Classification (NOC). Closky. MC. 2000.google. M. Prof Dr.Daftar Pustaka Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Philadelphia USA. Jakarta : EGC www. Nursing Diagnosis : Prinsip dan Classification. Rencana Perawatan Maternal atau Bayi. Nursing Intervention Classification (NIC). Doengoes. 1998. Jakarta : EGC Nanda (2000). Moorhead. S. Mosby. 2001. Obstetric Patologi. Marilyin. Philadelphia. Jakarta : EGC Johnson. 2001-2002. Rustam Mochtar MPH. Sinopsis Obstetri. Maas. T dan Bulaceck G. Mosby. 2002. 2000.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->