P. 1
Laporan Praktikum Kimia Anorganik

Laporan Praktikum Kimia Anorganik

|Views: 262|Likes:
Published by Iftironi Haritsah

More info:

Published by: Iftironi Haritsah on May 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2015

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN VI (PEMBUATAN GARAM KOMPLEKS DAN GARAM RANGKAP) OLEH : NAMA : HANIFA NUR

HIKMAH STAMBUK : A1C4 09001 KELOMPOK : II (DUA) ASISTEN : LA BOYO, S.Pd LABORATORIUM PENGEMBANGAN UNIT KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI  2011 PEMBUATAN GARAM KOMPLEKS DAN GARAM RANGKAP A. TUJUAN Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari pembuatan dan sifat-sifat garam rangkap kupri ammonium (II) sulfat monohidrat. B. PRINSIP PERCOBAAN Garam kompleks mengandung ion-ion kompleks yang dibentuk oleh ion logam transisi dengan molekul atau ion yang terikat lebih kuar dari pada molekul air. Dam garam rangkap dibentuk apabila dua garam mengkristal bersama-sama dalam perbandingan molekul tertentu. TEORI Garam-garam yang mengandung ion kompleks dikenal sebagai senyawa koordinasi atau garam kompleks, misalnya heksamin kobalt (III) klorida, Co(NH3)6Cl3 dan kalium heksasiano ferrat (III), K3Fe(CN)5.Garam kompleks berbeda dengan garam rangkap. Garam rangkap dibentuk apabila dua garam mengkristal bersama-sama dalam perbandingan molekul tertentu. Garamgaram ini memiliki struktur sendiri dengan tidak harus sama dengan struktur garam komponennya. Dua contoh garam rangkap yang sering dijumpai dalam garam alumina, K(SO4)12H2O dan ferroammonium sulfat, Fe(NH3)SO4.6H2O, garam rangkap dalam larutan akan terionisasi menjadi ion-ion komponennya. (Arifin, 2011). Dalam pelaksanaan analisis anorganik kualitatif banyak digunakan reaksi-reaksi yang menghasilkan pembentukan kompleks. Suatu ion (atau molekul) kompleks terdiri dari satu atom (ion pusat) dan sejumlah ligan yang terikat erat dengan kompleks yang stabil nampak mengikuti stokiometri yang sangat tertentu, meskipun ini tak dapat ditafsirkan di dalam lingkup konsep valensi yang klasik. Atom pusat ini ditandai oleh bilangan koordinasi, suatu angka bulat yang menunjukkan jumlah ligan (monodentat) yang dapat membentuk kompleks yang stabil dengan satu atom pusat. Bilangan koordinasi menyatakan jumlah ruangan yang tersedia sekitar atom atau ion pusat dalam apa yang disebut bulatan koordinasi, yang masing-masingnya dapat dihuni satu ligan (Svehla, 1985). Salah satu contoh garam rangkap yaitu FeSO4(NH4)SO4.6H2¬¬O dan K2SO4Al2(SO4)3.24H2O. Dalam larutan, garam ini merupakan campuran rupa-rupa ion sederhana yang akan mengion jika dilarutkan lagi. Jadi, jelas berbeda dengan garam kompleks yang menghasilkan ion-ion kompleks dalam larutan. Semua garam-garam tersebut terbentuk melalui pencampuran (larutan pekat panas dari komponen sulfat), lalu didinginkan. Kristal-

kristal garam mohr ini lebih stabildi udara. Rumus kimia senyawa organologam diungkapkan dalam banyak kasus dengan menggunakan kurung siku seperti untuk senyawa kompleks (Tarro. tetapi membentuk ikatan baru dalam kompleks itu. Kristal ammonium sulfat. Kertas saring. METODE PRAKTIKUM ALAT DAN BAHAN Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu : Tabung reaksi besar dan kecil. tetapi ada pula yang terjadi dari lebih banyak komponen seperti kompleks [Pt(NH3)2Cl4] dan [Pt(NH3)Cl3]. yang mengendap akibat kelarutannya rendah dalam air dingin. Secara umum garam mohr berbentuk kristal berwarna hijau muda. Gelas ukur 100 ml. filler. Kombinasi antara ammonium besi (II) sulfat. Etil alcohol. Selain itu besi (II) sulfat dengan garam sulfat dari alkali dapat membentuk garam rangkap dengan rumus MgFe(SO4). dapat dimurnikan lewat kristalisasi karena kelarutannya meningkat secara mencolok dengan meningkatnya suhu. gram mohr mempunyai rumus (NH4)2SO4. masing-masing dari besi (II) sulfat dilarutkan sampai jenuh didalam air panas. Cs. Ketiga garam tersebut memiliki ion ammonium dan sulfat. sedangkan ke dalam besi (II) sulfat dilarutkan sedikit asam sulfat kemudian dicampur. Apabila dengan jumlah mol yang sama.12H2O dan feroammonium sulfat. Gelas ukur 10 ml. Kompleks ialah suatu satuan baru yang terbentuk dari satuan-satuan yang dapat berdiri sendiri. Contoh kristal garam rangkap adalah garam Mohr. Botol timbang. sampai terbentuk Kristal yang banyak .[Fe(H2O)6]SO4. PROSEDUR KERJA 1. Pembuatan Garam Rangkap Kupri Ammonium Sulfat Heksahidrat . Garam rangkap adalah garam yang dalam kisi kristalnya mengandung dua kation yang berbeda dengan proporsi tertentu. atau NH4. 2006).dipanaskan sampai semua garam larut sempurna .6H2O (Annisa.dilarutkan dengan 10 ml aquades dalam gelas kimia 100 ml . Pipet skala 2 ml. KAI(SO4)2. tapi dengan atom pusat yang berbeda. 1990). pipet volume dan Botol semprot. Fe(NH3)2(SO4). Dalam hal ini. Pada proses pendinginan akan mengkristal menjadi garam berbentuk kristal monoklin yang berwarna hijau agak kebiruan (Anggraini. Gelas Arloji.didiamkan semalam. Contoh dari garam rangkap adalah garam alumia.6H2O ataupun dengan logam alkali lain seperti K. 2010). Kristal-kristalnya biasanya berbentuk oktahedral.kristal alumi. Apabila dibandingkan dengan garam besi (II) sulfida atau besi (II) klorida. 1 set Pemanas. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu : Kristal kupri hidrat sulfat pentahidrat. ammonium cobalt (II) sulfat dan ammonium nikel sulfat. kompleks yang terbentuk masing-masing berisi sebuah komponen. Ligan karben atau karbin merupakan kekecualian. Proses pembentukan dari garam rangkap terjadi apabila dua garam mengkristal bersama-sama dengan perbandingan molekul tertentu. Garam rangkap biasanya lebih mudah membentuk kristal besar dibandingkan dengan garam-garam tunggal penyusunnya. Garam-garam itu memiliki struktur tersendiri dan tidak harus sama dengan struktur garam komponennya. Sebuah ligan yang mendonasikan sejumlah genap elektron pada logam biasanya molekul netral dan ligan ini stabil bahkan tanpa dengan terikat pada logam. Larutan ammonia dan  Aquades. Rb.

H2O.disaring dengan menggunakan kertas saring.dicatat perubahan warna yang terjadi . Pembuatan Garam Kompleks Tetraamin Copper (II) Sulfat Monohidrat Cu(NH3)4SO4.dibandingkan warna larutan .dipanaskan masing-masing tabung -dicatat perubahan warnanya   HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN Data Tabel Pengamatan .dicatat jumlah mol reaktan dan dan mol kristal hasil .ditambahkan ke dalam ammonia .dilarutkan masing-masing dalam 5 ml aquades dalam tabung reaksi besar .ditimbang .dihitung persen hasilnya   3.5 ml aquades dalam cawan penguapan .ditambahkan 2-3 ml aquades .dicuci dengan 3-5 ml campuran larutan ammonia 15 M dengan etil alkohol yang perbandingan volumenya sama .diencerkan setiap larutan dengan ± 20 ml aquades dicatat perubahan warnanya .ditimbang .ditempatkan dalam tabung reaksi berbeda . Perbandingan Beberapa Sifat Garam Tunggal.ditambahkan 8 ml etil alkohol melalui dinding gelas kimia sehingga larutan tertutupi alkohol .dipindahkan Kristal kedalam kertas saring . Dan Garam Kompleks .diencerkan dengan 2.ditempatkan ke dalam tabung reaksi ukuran kecil .dihitung persn hasilnya   2. .dicuci sekali lagi dalam corong dengan 5 ml etil alkohol .dikeringkan ..diaduk sampai larut sempurna .dibandingkan warna larutan jenis ion yang menyebabkan warna larutan .ditambahkan larutan ammonia 6 M sebanyak 5 ml .dikeringkan . Garam Rangkap. .

5H2O + 4NH4OH Cu(NH4OH)SO4 + H2O .3 g Berat Kristal = 3.1 gram = 2. 1 dipanaskan Garam hasil perc.6H2O CuSO4. 1 + 5 ml aguades.3 gram – 1.5H2O Warna larutan biru pekat Berat kertas saring = 1.1 gram Berat kristal + kertas saring = 3.1 gram Berat Kristal + kertas saring = 3.1 gram = 2.2 gram – 1.H2O.2 gram Pembuatan garam kompleks tetraamin copper (II) sulfat monohidrat Cu(NH3)4SO4.Pembuatan garam rangkap kupri ammonium sulfat heksahidrat Perlakuan Hasil Pengamatan 2.5 g CuSO4 . dan Garam Kompleks Perlakuan Hasil Pengamatan Garam hasil perc.1 gram Perbandingan Beberapa Sifat Gara Tunggal. 2 dipanaskan 1 gram Kristal kupri sulfat anhidrat + 2 ml aquades + 5 ml ammonia 6 M Warna larutan bening.5 H2O + 1.2 gram Berat Kristal = 3. Garam Rangkap.32 g NH4 SO4 + 10 ml aquades warna larutan bening biru Berat kertas saring = 1. Garam hasil perc.5 g CuSO4 . endapan kristalnya tidak hancur Warna larutan biru muda. 2 + 5 ml aquades Garam hasil perc.5H2O + (NH4)2SO4 + H2O (NH4)2Cu(SO4)2. Perlakuan Hasil Pengamatan 4 ml Ammonia 15 M + 2. kristalnya hancur Mengeluarkan uap Mengeluarkan uap Berwarna biru bening dan garamnya larut semua Larutan menjadi biru tua Reaksi yang Terjadi CuSO4.5 ml aquades + 2.

0099 mol Massa teoritis = mol CuSO4(NH4)2SO4.0099 mol S 0 0.495 gram Berat (NH4)SO4 yang ditimbang = 1.5H2O = ( gram CuSO4.H2O Berat CuSO4.0001 mol 0.495 gram)/(251 gram/mol) = 0.95505 gram Rendemen = (berat kristal hasil praktek)/(berat kristal teoritas) x 100% = 2.0099 mol 0.3 gram Berat CuSO4(NH4)2SO4.32 gram Berat kertas saring = 1.5 gram/mol = 3.01 mol Reaksi : CuSO4.0099 mol Mol NH4OH = M NH4OH x V NH4OH .5H2O)/(Mr CuSO4.2 gram Berat Kristal garam rangkap = 3.1 gram Berat CuSO4(NH4)2SO4.6H2O .495 gram Berat NH4OH yang dipakai = 4 mL Berat kertas saring = 1.01 mol T 0.32/132 = 0.5H2O) = (2.5H2O)/(Mr CuSO4.Perhitungan Garam Rangkap CuSO4.1 gram Berat garam kompleks secara teoritis CuSO4.2/3.5H2O + (NH4)2SO4 → CuSO4(NH4)2SO4.1 gram = 2.0099 mol Mol (NH4)2SO4 = gram(NH4)2SO4/(Mr (NH4)2SO4) = 1.5H2O yang ditimbang = 2.5H2O + (NH4)2SO4 + H2O (NH4)2Cu(SO4)2.6H2O≈ Mol CuSO4.5H2O yang ditimbang = 2.2 gram Berat garam rangkap secara teoritis CuSO4.5H2O = ( gram CuSO4.0099 mol x 399.5H2O mol (NH4)2SO4≈ CuSO4(NH4)2SO4.H2O≈ Mol CuSO4.6H2O Mol CuSO4.5H2O + NH4OH Cu(NH3)2(SO4)2 .1 gram = 2.5H2O) = (2.0099 mol 0.6H2O Berat CuSO4.5H2O + (NH4)2SO4 + H2O (NH4)2Cu(SO4)2.6H2O = 33 gram – 1.495 gram)/(251 gram/mol) = 0.6H2O M 0. Mr CuSO4(NH4)2SO4.5H2O + NH4OH Cu(NH3)2(SO4)2 .5H2O mol NH4OH≈ Cu(NH3)2(SO4)2 .95505 x 100% = 0.0099 mol 0.2 gram – 1.6H2O + kertas saring = 3.625 % Garam Kompleks CuSO4.632 x 100 % = 55.1 gram Berat kristal + kertas saring = 3.H2O Mol CuSO4.6H2O = 0.

648 % PEMBAHASAN Tembaga sangat mudah larut dalam asam nitrat dan dalam asam sulfat dengan adanya oksigen.H2O = 0. sama halnya dengan sifat alkohol lainnya.1/3.0099 mol 0. proses pembentukan garam tersebut sangat lambat sehingga larutan ini didiamkan selama satu malam dengan tujuan agar pembentukkan kristal dapat terjadi secara lebih sempurna. tujuan lain dari pencucian garam kompleks dengan etil alkohol adalah untuk memurnikannya dari pengotor-pengotor yang tidak diinginkan yang mungkin saja terdapat dalam garam yang terbentuk pada saat dilakukan penyaringan sebagian .H2O M 0. Reaksi antara senyawa-senyawa ini menyebabkan timbulnya gas yang cukup menyengat.0099 mol S 0 0. Bau menyengat tersebut berasal dari larutan amoniak pekat. Ia juga larut dalam larutan KCN atau amonia dengan adanya oksigen seperti dicirikan dengan potensialnya.5H2O yang berwarna biru muda sedangkan garam ammonium sulfat (NH4)2SO4 berwarna putih. Sama halnya dengan pembentukan garam rangkap. CuSO4. Adapun fungsi etil alcohol yaitu mencegah terjadinya penguapan pada ammonia.5901 mol 0.6H2O.6 mol T 0.0099 mol 0.0099 mol 0. maka ligan akan habis sebab ammonia merupakan penyedia ligan. Sehingga diperoleh larutan bewarna biru muda menjadi biru tua karena terjadinya pendesakan ligan air oleh ligan amonia.H2O Kemudian campuran kedua bahan ini dihasilkan larutan yang berwarna Biru tua.H2O.5H2O dan (NH4)2SO4. Garam-garam ini mengandung ion-ion kompleks dan dikenal sebagai senyawa koordinasi atau garam kompleks. Cu + 2NH3 [Cu(NH3)2]2+ [Cu(NH3)4]2+ Garam rangkap terbentuk apabila dua garam mengkristal bersama-sama dengan perbandingan molekul tertentu. Garam ini terbentuk sebagai hasil reaksi antara CuSO4. Garam kupri sulfat pentahidrat CuSO4.68648 x 100% = 68. Garam kompleks yang telah dibuat dihasilkan dengan cara mereaksikan antara garam CuSO4. Mr Cu(NH3)2(SO4)2 . Pada percobaan ini setelah penambahan etanol langsung dilakukan pada corong untuk mengurangi penguapan selama pembentukkan kristal. Dalam praktikum ini Garam rangkap yang dibuat adalah CuSO4(NH4)2 SO4.0099 mol Massa teoritis = mol Cu(NH3)2(SO4)2 .6 mol Reaksi : CuSO4. Selain untuk mencegah penguapan amoniak.5H2O yang berwarna biru dengan larutan NH4OH yang telah diencerkan dengan aquades yang berupa larutan bening. Endapan berupa kristal yang terbentuk kemudian disaring lalu dicuci dengan ammonia 15 M dan etil alkohol.0591 gram Rendemen = (berat kristal hasil praktek)/(berat kristal teoritas) x 100% = 2. Etil alkohol tergolong sebagai pelarut yang mudah menguap.= 15 M x 4 mL = 60 mmol = 0.0099 mol x 309 gram/mol = 3.5H2O + NH4OH Cu(NH3)2(SO4)2 .5H2O + NH4OH Cu(NH3)2(SO4)2 . karena apabila ammonia menguap. Etil alkohol adalah pelarut yang baik untuk senyawa ionik karena tetapan dielektrik rendah dan mengurangi energi solvasi ion-ion.0591 x 100% = 0.

Maka reaksi yang terjadi dituliskan sebagai: CuSO4 + 4 H2O [Cu(H2O)4]2+ + SO42[Cu(H2O)4]2+ + 4 NH3 [Cu(NH3)4]2+ + 4 H2O Kemudian dilakukan pemanasan dimana diperoleh larutan bewarna bening kebiruan dengan reaksi sebagai berikut: CuSO4(NH4)2 SO4. Cu(NH3)4SO4. Adapun reaksinya: Cu(NH3)4SO4. Hal ini karena garam kompleks terurai menjadi ion-ion penyusunnya. Simpulan Setelah melakukan praktikum ini. 6 H2O + H2O Cu2+ + 2 SO4 + 2 NH4+ + H2O Setelah Garam kompleks dilarutkan dalam H2O menghasilkan dan menghasilkan larutan biru keruh. CuSO4(NH4)2 SO4. Walaupun telah dikeringkan didalam oven.6H2O dihasilkan dengan mereaksikan antara garam CuSO4. [23 Mei 2011]. yang menyebabkan terjadinya perubahan warna larutan karena terjadi pergantian ligan H2O menjadi NH3. maka kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa garam rangkap kupri ammonium sulfat.kristal tersebut ikut terbawa bersama filtrat. Dalam percobaan pembuatan garam kompleks kita dapatkan berat kristal secara praktek yaitu sebesar 2. Dapat dilihat dari hasil perbandingan massa kristal secara praktek dengan massa Kristal secara teoritis maka didapatkan rendemennya yaitu sebesar 55.0591 gram. Pengaruh pH Terhadap Pembentukan Senyawa Kompleks Kobal(II)hipoksantin. CuSO4 anhidrat direaksikan dengan aquadest (H2O) maka akan menghasilkan larutan biru muda. Anggraini.6H2O terbentuk sebagai hasil reaksi antara CuSO4. sedangkan berat Kristal secara teoritis adalah 3. Devina I. kertas saring yang digunakan memiliki membran yang lebih rapat.   DAFTAR PUSTAKA.5H2O berwarna biru tua sedangkan garam ammonium sulfat (NH4)2SO4 berwarna putih dan campuran ini menghasilkan larutan yang berwarna biru keruh. sedangkan untuk kristal garam kompleks sendiri menghasilkan gas ammonia (NH3). Perlakuan selanjutnya yaitu kita membandingkan beberapa sifat garam tunggal.undip.id/5959/2/Abstrak_Devina_IA. .H2O + H2O [Cu(NH3)4]2+ + SO42. Garam kompleks tetramminocopper (II) sulfat monohidrat. Kristal kupri sulfat anhidrat. Pemisahan molekul air dari tumpukan kristal garam kompleks ini tidak terjadi dengan baik. Seharusnya. Kekeruhan ini agaknya karena larutan tidak bercampur sempurna.ac.625 %. Larutan kemudian diencerkan dengan H2O lagi menghasilkan larutan biru muda keputihan .2 gram.5H2O yang berwarna biru dengan larutan NH3 yang telah diencerkan dengan akuades yang berupa larutan bening. Garam kupri sulfat pentahidrat CuSO4.+ 2 H2O Pada proses pemansan terjadi penguapan dimana pada kristal garam rangkap uap H2O (air) yang tidak menimbulkan bau.pdf. http://eprints. garam rangkap dan garam kompleks. Kemudian direaksikan lagi dengan NH3 6 M. dimana CuSO4 anhidrat merupakan penyedia atom pusat dan H2O merupakan penyedia ligan.5H2O dan (NH4)2SO4. Dari campuran kedua bahan ini dihasilkan larutan biru muda.2006. Hal ini diakibatkan terlalu kecilnya garam yang terbentuk.

1990. Tarro. Kendari Saito.Arifin. Media Kalman Pustaka. Permission Of Iwanami Shorter Publisheis. Tokyo. http://annisanfushie.wordpress. G. Pembuatan Garam Kompleks Dan Garam Rangkap. 2009. 1979. Svehla. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik. Laboratorium Pengembangan Unit Kimia FKIP. Syabatini. . [23 Mei 2011]. PT.com. Jakarta. Universitas Haluoleo. Annisa. Kimia Anorganik. Vogel: Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. 2011.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->