P. 1
Makalah Seks Bebas Dikalangan Remaja

Makalah Seks Bebas Dikalangan Remaja

|Views: 35|Likes:
Published by anifmaulana
Seks Bebas Dikalangan Remaja
Seks Bebas Dikalangan Remaja

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: anifmaulana on May 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Generasi Remaja saat ini kurang memiliki rasa Cinta Tanah Air, ini dapat dilihat dari lebih gemarnya para remaja untuk pergi kebioskop dari pada ke museum-museum sejarah perjuangan bangsa, ada beberapa kemungkinan yang dapat kita ambil dari hal tersebut yakni yang pertama kurangnya pemupukan rasa cinta tanah air semenjak kecil, sinetronsinetron yang ditayangkan ditelevisi merupakan tayangan yang kurang produktif bagi perkembangan anak selain itu hal-hal yang terkait dengan Bangsa ini tidak mendapat sorotan yang tajam mengenai budaya, masalah sosial yang dapat menimbulkan Rasa cinta tanah air. Hal lain yang dapat menjadi penyebab yakni pendidikan yang kurang sehingga dapat menyebabkan seseorang tidak tahu akan Bangsanya sendiri. Pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan. Ini dapat dilihat dari beberapa hal yakni tingginya angka pemakai Narkoba dikalangan remaja yakni pemakai narkoba dikalangan remaja,dan adanya seks bebas dikalangan remaja, angka remaja yang melakukan seks bebas hingga saat ini mencapai 50 persen remaja melakukan hubungan seks diluar nikah . Ini sangat mengkawatirkan bagi Bangsa Indonesia krisis moral yang terjadi dikalangan remaja yang menyebabkan seks bebas dapat terjadi . Permasalah seks bebas pada remaja adalah permasalahan yang serius dan segera perlu diatasi agar tidak menyebabkan generasi penerus bangsa indonesia yang bobrok karena perlu diingat Remaja adalah calon generasi penerus bangsa,maka pertanyaannya adalah “bagaimana kelanjutan suatu bangsa bila mental para remaja sebagai generasi penerus hancur karena seks bebas yang mulai mewabah atau menjalar sebagai penyakit yang membawa krisis mental untuk para calon generasi penerus bangsa ini(remaja)??”.Harus ada upaya Penanggulangan ataupun pencegahan yang perlu dilakukan oleh kita semua yakni misalnya saja didalam suatu instansi formal (Sekolah) adanya Pendidikan seks bebas yang membahas tentang dampak Seks diluar nikah serta Penyakit-penyakit akibat seks bebas.Selain pendidikan mengenai seks bebas mungkin perlu adanya penanaman nilai moral dan keagamaan yang lebih intensif untuk diberikan kepada para remaja guna sebagai filter yang dapat mencegah adanya perbuatan yang banyak merugikan dirinya dan

Seks Bebas Dikalangan Remaja

Page 1

juga pihak lain misalkan dengan perbuatan seks bebas selain merugi dirinya yang dapat merusak mental dan pikiranya juga merugikan pasangannya. Permasalahan ini merupakan tanggung jawab seluruh elemen agar mewabahnya seks bebas pada remaja tidak terjadi dan dapat diatasi.sebenarnya banyak upaya pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya seperti peran lembaga formal/sekolah ,peran orang tua didalam keluarga dalam mengawasi tingkah laku anak dalam bergaul namun dalam mengawasi proses bergaul anaknya tidak berhak besikap otoriter terhadap anaknya karena hal tersebut dapat memicu perlakuan agresif pada si anak.Sangat diharapkan orang tua dapat menjalakan fungsi dan perannya dengan baik, diantaranya memberikan kasih sayang, pendidikan budi pekerti, serta mengajarkan cinta kasih terhadap sesama. Sehingga terjadi keselarasan antara anak dengan dirinya serta lingkungan keluarganya.

1.2 Rumusan Masalah Peneliti bermaksud mengkaji lebih jauh tentang kehidupan seks bebas Pada Remaja yang semakin lama akan menjadi budaya bangsa ini dan akan menjadikan bobroknya Negara ini. Adapun masalah pokok yang dapat dikaji dalam penelitian ini, yaitu : 1. Bagaimana latar belakang kehidupan Remaja Yang melakukan seks Bebas. 2. Dampak apa saja yang dapat mengakibatkan terjadinya Seks bebas dikalangan remaja.

1.3 Tujuan Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Character Building serta untuk meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan kami tentang Seks Bebas Dikalangan Remaja,.

1.4 Metode Dan Prosedur

Metode yang digunakan untuk memebuat makalah ini adalah metode Observasi dan hasil wawan cara yang dideskripsikan. Dengan Subyek penelitian kami Adalah sebagai berikut :  Subjek penelitian a. Remaja yang berusia 17 tahun

Seks Bebas Dikalangan Remaja

Page 2

b. Pernah melakukan perilaku seks bebas seperti : kissing, necking, petting sampai intercourse 1.5 Sistematika Penulisan Makalah ini disusun dengan menggunakan kaidah penulisan makalah secara umum yaitu : KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan masalah 1.3. Tujuan Penelitian 1.4. Metode dan Prosedur 1.5. Sistematika Penulisan BAB II PEMBAHASAN 2.1 Landasan Teori 2.2 Observasi Studi Kasus 2.2 Analisis Permasalahan kasus BABA III PENUTUP 3.1. Kesimpulan 3.2. Saran DAFTAR PUSTAKA

Seks Bebas Dikalangan Remaja

Page 3

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Landasan Teori 2.1.1 Remaja Remaja

adalah

masa

transisi

antara

masa

anak

menuju

massa

dewasa.(Agustiani:2006), masa remaja dibagi menjadi tiga tahapan tahap pertamma disebut tahap remaja awal yakni antara usia 13 sampai denga 15 tahun, remaja tengah yakni antara 15 sampai dengan 17 tahun dan remaja akhir yakni antara 17 sampai dengan 19 tahun (kartono:2007) sedangkan menurut agustiani masa remaja diabagi menjadi 3 tahapan remaja awal 12-14, remaja pertenghan antara 15-18 dan remaja akhir antara 1922 tahun(agustiani,2006) Remaja atau kawula muda adalah harapan besar bagi nama baik keluarga dan bangsa.Di pundak mereka, masa depan dan cita-cita bangsa ini dipertaruhkan. Mereka dididik agar mengenal bangku sekolah, tahu sopan santun, bermoral, beragama, peduli lingkungan, peduli masa depan, dan segudang nilai-nilai positif lain. Tapi sebagaimana remaja umumnya, mereka tak lepas dari keceriaan dunia remaja yang diakrabinya. Dalam batas wajar, masa remaja sering meninggalkan kesan manis. Sekadar mejeng di mall memang bukan barang haram. Tapi tak sedikit di antara mereka yang "berjalan" terlalu jauh. Mereka menjadi lepas kendali. Buntutnya adalah kebablasan. Misalnya terjerat dalam pesta hura-hura ganja, putau, ekstasi, dan pil-pil setan lain. Tak sedikit pula di antara mereka yang kemudian hamil di luar nikah akibat sex bebas (free sex). Jalan pintas lewat aborsi pun dilakukan, untuk melenyapkan jabang bayi yang belum mereka kehendaki. Jika sudah begitu, orangtua bakal mengurut dada. Salah bunda mengandung? Kurang perhatian? Terlalu dimanjakan? Atau karena pengaruh budaya Barat yang menghalalkan berpacaran tanpa batas hingga budaya kumpul kebo? Disalah satu harian ibukota tertanggal 22 Desember 2006 ketua Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dalam salah satu kesempatan mengatakan bahwa 15% remaja Indonesia yang berusia 10-24 tahun telah melakukan hubungan sexual diluar nikah. Sementara itu United Nation Population Fund (UNPF) dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mensinyalir jumlah kasus aborsi di Indonesia mencapai 2,3 juta pertahunnya, dengan 20% diantaranya dilakukan oleh para remaja. Catatan akhir tahun 2002 Polda Metro Jaya melaporkan terjadinya peningkatan kasus
Seks Bebas Dikalangan Remaja Page 4

perkosaan di DKI jaya dari 89 kasus pada tahun 2001 menjadi 107 kasus (kenaikan 20%) pada tahun 2002. Data di atas menunjukkan kian maraknya sex bebas (free sex) di masyarakat kita terutama kaum remaja. Para ustad, pendidik, orang tua, tenaga medis, pejabat, dan siapa saja yang merasa prihatin telah lama meneriakkan kecemasan mereka terhadap menggejalanya kebebasan seks di kalangan remaja. Kecemasan mereka memang beralasan dan memperoleh pembenaran dari berbagai penelitian yang pernah dilakukan di Indonesia. Di tahun 1987, misalnya, tim dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia meneliti perilaku seks di kalangan siswa sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di Jakarta dan Banjarmasin. Sebanyak 2% dari total responden menyatakan pernah bersanggama (koitus). Yang berciuman, meraba-raba, atau berpelukan sambil meremas-remas bagian tubuh tertentu (petting) lebih banyak lagi. Kemudian, April 1995, tim dari Universitas Diponegoro, Semarang, dan Dinas Kesehatan Jawa Tengah juga meneliti perilaku seks di kalangan siswa SLTA. Tim menyimpulkan, sekitar 10% dari 600.000 siswa SLTA di Jawa Tengah pernah melakukan hubungan intim atau sanggama.

Ada beberapa sebab yang dapat dijadikan alasan merebaknya "wabah mengerikan" ini, di antaranya adalah 1. Pengaruh Negatif Media Massa Media masssa seperti televisi, film, surat kabar, majalah dan sebagainya belakangan semakin banyak memasang dan mempertontonkan gambar-gambar seronok dan adegen seks serta kehidupan yang glamour yang jauh dari nilai-nilai Islami. Hal ini diperparah lagi dengan berkembangnya tehnologi internet yang menembus batas-batas negara dan waktu yang memungkinkan kawula muda mengakses hal-hal yang bisa meningkatkan nafsu seks. Informasi tentang seks yang salah turut memperkeruh suasana. Akibatnya remaja cenderung ingin mencoba dan akhirnya terjerumus kepada sex bebs (free sex). 2. Lemahnya Keimanan Hampir semua, bila tidak mau dikatakan semua, perilaku seks bebas, tahu akan beban dosa yang mereka terima. Tapi entah kenapa, bagi mereka hal itu 'dibelakangkan' dan menjadikan nafsu sebagai pemimpin. Ini menunjukkan lemahnya rasa keimanan mereka. 3. Tidak adanya pendidikan sex yang benar, tepat dan dilandasi nilai-nilai agama. 4. Lemahnya pengawasan orang tua. 5. Salah dalam memilih teman
Seks Bebas Dikalangan Remaja Page 5

2.1.2 Seks Bebas Seks bebas adalah salah satu perilaku yang menyimpang yang dilakukan

manusia(Agustiani,2006).ironisnya perilaku menyimpang ini banyak dialami oleh generasi penerus bangsa yaitu remaja. Fenomena yang menggejala di kalangan remaja atau pradewasa adalah perilaku seks bebas karena dibuktikan oleh data penelitiak PKBI Jakarta yaitu sebanyak 14,73 % responden dari 2.479 responden melakukan hubungan seks, dengan pacar 74, 89 %, pacaran di rumah 61, 54 %, dan kemudian 40 % tidak menggunakan alat kontrasepsi dan 60 % tidak aman menggunakan alat

kontrasepsi(Agustiani,2006)..

Dampak dari sex bebas (free sex), khususnya pada remaja dapat dibagi menjadi 1. Bahaya Fisik Bahaya fisik yang dapat terjadi adalah terkena penyakit kelamin (Penyakit Menular Sexual/ PMS) dan HIV/AIDS serta bahaya kehamilan dini yang tak dikehendaki. PMS adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual. Seseorang berisiko tinggi terkena PMS bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. Bila tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat berakibat serius bagi kesehatan reproduksi, seperti terjadinya kemandulan, kebutaan pada bayi yang baru lahir bahkan kematian. Penyakit klamin yang dapat terjadi adalah kencing nanah (Gonorrhoe), raja singa (Sifilis), herpes genitalis, limfogranuloma venereum (LGV), kandidiasis, trikomonas vaginalis, kutil kelamin dan sebagainya. Karena bentuk dan letak alat kelamin laki-laki berada di luar tubuh, gejala PMS lebih mudah dikenali, dilihat dan dirasakan. Tanda-tanda PMS pada laki-laki antara lain:         berupa bintil-bintil berisi cairan, lecet atau borok pada penis/alat kelamin, luka tidak sakit; keras dan berwarna merah pada alat kelamin, adanya kutil atau tumbuh daging seperti jengger ayam, rasa gatal yang hebat sepanjang alat kelamin, rasa sakit yang hebat pada saat kencing, kencing nanah atau darah yang berbau busuk, bengkak panas dan nyeri pada pangkal paha yang kemudian berubah menjadi borok.
Seks Bebas Dikalangan Remaja Page 6

Pada perempuan sebagian besar tanpa gejala sehingga sering kali tidak disadari. Jika ada gejala, biasanya berupa antara lain:         rasa sakit atau nyeri pada saat kencing atau berhubungan seksual, rasa nyeri pada perut bagian bawah, pengeluaran lendir pada vagina/alat kelamin, keputihan berwarna putih susu, bergumpal dan disertai rasa gatal dan kemerahan pada alat kelamin atau sekitarnya, keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk, dan gatal, timbul bercak-bercak darah setelah berhubungan seksual, bintil-bintil berisi cairan, lecet atau borok pada alat kelamin.

Perlu diketahui bahwa PMS (Penyakit Menular Seksual)adalah penyakit yang menyerang manusia dan binatang melalui transmisi hubungan seksual, seks oral dan seks anal. Kata penyakit menular seksual semakin banyak digunakan, karena memiliki cakupan pada arti' orang yang mungkin terinfeksi, dan mungkin mengeinfeksi orang lain dengan tanda-tanda kemunculan penyakit. Penyakit menular seksual juga dapat ditularkan melalui jarum suntik dan juga kelahiran dan menyusui. Infeksi penyakit menular seksual telah diketahui selama ratusan tahun(Sumber Wikipedia).PMS tidak dapat dicegah hanya dengan memilih pasangan yang kelihatan bersih penampilannya, mencuci alat kelamin setelah berhubungan seksual, minum jamu-jamuan, minum antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seks. AIDS singkatan dari Aquired Immuno Deficiency Syndrome. Penyakit ini adalah

kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya system kekebalan tubuh. Penyebabnya adalah virus HIV. HIV sendiri adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. AIDS merupakan penyakit yang salah satu cara penularannya adalah melalui hubungan seksual. Selain itu HIV dapat menular melalui pemakaian jarum suntik bekas orang yang terinfeksi virus HIV, menerim tranfusi darah yang tercemar HIV atau dari ibu hamil yang terinfeksi virus HIV kepada bayi yang dikandungannya. Di Indonesia penularan HIV/AIDS paling banyak melalui hubungan seksual yang tidak aman serta jarum suntik (bagi pecandu narkoba). Sesudah terjadi infeksi virus HIV, awalnya tidak memperlihatkan gejala-gejala khusus. Baru beberapa minggu sesudah itu orang yang terinfeksi sering menderita penyakit ringan sehari-hari seperti flu atau diare. Pada periode 3-4 tahun kemudian penderita tidak
Seks Bebas Dikalangan Remaja Page 7

memperlihatkan gejala khas atau disebut sebagai periode tanpa gejala, pada saat ini penderita merasa sehat dan dari luar juga tampak sehat. Sesudahnya, tahun ke 5 atau 6 mulai timbul diare berulang, penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan dimulut, dan terjadi pembengkakan di kelenjar getah bening dan pada akhirnya bisa terjadi berbagai macam penyakit infeksi, kanker dan bahkan kematian. Untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap virus HIV, yang menunjukkan adanya virus HIV dalam tubuh, dilakukan tes darah dengan cara Elisa sebanyak 2 kali. Kemudian bila hasilnya positif, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan cara Western Blot atau Immunofluoresensi. Kesiapan seorang perempuan untuk hamil dan melahirkan atau mempunyai anak ditentukan oleh kesiapan dalam tiga hal, yaitu kesiapan fisik, kesiapan mental/ emosi/psikologis dan kesiapan sosial/ekonomi. Secara umum, seorang perempuan

dikatakan siap secara fisik jika telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya (ketika tubuhnya berhenti tumbuh), yaitu sekitar usia 20 tahun. Sehingga usia 20 tahun bisa dijadikan pedoman kesiapan fisik. Kehamilan pada usia yang sangat dini dan tidak dikehendaki akan menyebabkan terjadinya resiko kehamilan dan persalinan serta resiko pada janin seperti         panggul sempit kontraksi rahim yang lemah ketidak teraturan tekanan darah yang dapat berdampak pada keracunan kehamilan serta kejang-kejang yang dapat menyebabkan kematian Remaja atau calon ibu merasa tidak ingin dan tidak siap untuk hamil maka ia bisa saja tidak mengurus dengan baik kehamilannya Gangguan pertumbuhan organ-organ tubuh pada janin kecacatan Sulit mengharapkan adanya perasaan kasih sayang yang tulus dan kuat dari ibu yang tidak menghendaki kehamilan bayi yang dilahirkanya nanti. Sehingga masa depan anak mungkin saja terlantar  Mengakhiri kehamilannya atau sering disebut dengan aborsi. Di Indonesia aborsi dikategorikan sebagai tindakan ilegal atau melawan hukum. Karena tindakan aborsi adalah ilegal maka sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tidak aman. Aborsi tidak aman berkontribusi kepada kematian dan kesakitan ibu. Aborsi sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan perempuan terutama jika dilakukan secara
Seks Bebas Dikalangan Remaja Page 8

sembarangan yaitu oleh mereka yang tidak terlatih. Perdarahan yang terus-menerus serta infeksi yang terjadi setelah tindakan aborsi merupakan sebab utama kematian perempuan yang melakukan aborsi. Di samping itu aborsi juga berdampak pada kondisi psikologis. Perasaan sedih karena kehilangan bayi, beban batin akibat

timbulnya perasaan bersalah dan penyesalan yang dapat mengakibatkan depresi. 2. Bahaya perilaku Psikologis Sex bebas akan menyebabkan terjadinya penyakit kelainan seksual berupa keinginan untuk selalu melakukan hubungan sex. Sipenderita selalu menyibukkan waktunya dengan berbagai khayalan-khayalan seksual, jima, ciuman, rangkulan, pelukan, dan bayanganbayangan bentuk tubuh wanita luar dan dalam. Sipenderita menjadi pemalas, sulit berkonsentrasi, sering lupa, bengong, ngelamun, badan jadi kurus dan kejiwaan menjadi tidak stabil. Yang ada dipikirannya hanyalah seks dan seks serta keinginan untuk melampiaskan nafsu seksualnya. Akibatnya bila tidak mendapat teman untuk sex bebas, ia akan pergi ke tempat pelacuran (prostitusi) dan menjadi pemerkosa. Lebih ironis lagi bila ia tak menemukan orang dewasa sebagai korbannya, ia tak segan-segan memerkosa anakanak dibawah umur bahkan nenek yang sudah uzur. Dampak Psikologis lainnya yang seringkali terlupakan ketika melakukan free sex adalah akan selalu muncul rasa bersalah, marah, sedih, menyesal, malu, kesepian, tidak punya bantuan, binggung, stress, benci pada diri sendiri, benci pada orang yang terlibat, takut tidak jelas, insomnia (sulit tidur), kehilangan percaya diri, gangguan makan, kehilangan konsentrasi, depresi, berduka, tidak bisa memaafkan diri sendiri, takut akan hukuman Tuhan, mimpi buruk,merasa hampa,halusinasi,sulit mempertahankan hubungan. Bagaimana cara untuk menghindari dari pergaulan bebas ini meskipun dengan alasan kata “bukti sayang atau cinta” dan lain-lain? Sebenarnya semua dikembalikan pada individu kita masing-masing. Mencegahnya merupakan suatu hal yang harus bersifat kooperatif dari berbagai aspek seperti remaja itu sendiri - pihak orangtua - sekolah dan lingkungan masyarakat. Semua aspek tadi mesti diimbangi oleh norma agama dan sosial. Jika seseorang telah di bekali ilmu secara agama dan medis mengenai dampak free seks tadi, semua keputusan ditangannya sendiri. 3. Bahaya sosial Sex bebas juag akan menyebabkan seseorang tidak lagi berpikir untuk membentuk keluarga, mempunyai anak, apalagi memikul sebuah tanggung jawab. Mereka hanya menginginkan hidup di atas kebebasan semu. Lebih parah lagi seorang wanita yang

Seks Bebas Dikalangan Remaja

Page 9

melakukan sex bebas pada akhirnya akan terjerumus ke dalam lembah pelacuran dan prostitusi. Anak yang terlanjur terlahir akibat sex bebas (perzinahan) tidak mendapatkan cinta kasih dari ayahnya dan kelembutan belainan ibunya. Ia tidak akan mendapat perhatian dan pendidikan yang cukup. Setelah ia tahu bahwa ia terlahir akibat perzinahan, maka kejiwaannya akan menjadi kaku dan tersisih dalam pergaulan dan sosial kemasyarakatan, bahkan tak jarang ia akan terlibat dalam masalah kriminalitas. Hal yang lebih ironis lagi adalah sering ayah dari anak yang terlahir akibat sex bebas tidak jelas lagi siapa ayahnya. Sex bebas juga akan menyebabkan berantakannya suatu keluarga dan terputusnya tali silaturrahmi dan kekerabatan. Orang tua biasanya tidak akan perduli lagi pada anak yang telah jauh tersesat ini, sebaliknya seorang remaja yang merasa tidak dipedulikan lagi oleh orang tuanya akan semakin nekad, membangkang dan tidak patuh lagi pada orang tua. Ia juga akan terlibat konfrontasi dengan sanak saudara lainnya. Hal ini pada akhirnya dapat menimbulkan rasa frustasi dan kecewa serta dendam tak kesudahan terhadap anggota keluarga sendiri. 4. Bahaya perekonomian Sex bebas akan melemahkan perekonomian si pelaku karena menurunnya produktivitas si pelaku akibat kondisi fisik dan mental yang menurun, penghamburan harta untuk memenuhi keinginan sex bebasnya. Disamping itu sipelaku juga akan berupaya mendapatkan harta dan uang dengan menghalalkan segala cara termasuk dari jalan yang haram dan keji seperti korupsi, menipu, judi, bisnis minuman keras dan narkoba dan lain sebagainya. 5. Bahaya keagamaan dan akhirat Para pemuda yang terperosok kedalam lumpur kehanyutan sex bebas dan kemerosotan akhlak akan ditimpa 4 macam hal tercela yang diisyaratkan dan disebutkan tanda-tandanya oleh Rasulullah SAW, sebagaimana yang tercantum dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani. Rasulullah SAW bersabda : ”Jauhilah zina karena ia mengakibatkan 4 macam hal; menghilangkan wibawa di wajah, menghalangi rezeki, dimurkai Allah dan menyebabkan kekelan dalam neraka” (HR. Ath-Thabrani). Seorang pezina ketika ia melakukan zina akan terlepas dari keimanan dan ke Islaman, sebagaimana hadist Rasulullah SAW: ” Tidak ada seorang pezina ketika melakukan zina sedangkan saat itu ia beriman....” (HR. Bukhari dan Muslim) Diantara bahaya akhirat, seorang pezina jika tidak bertaubat akan dilipat gandakan siksaanya pada hari kiamat, sebagaimana firman Allah SWT: ”Dan orang -orang yang
Seks Bebas Dikalangan Remaja Page 10

tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya ia mendapat (pembalasan) dosa (nya) (yakni) akan dilipatgandakan azb untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina” (QS. Al Furqaan: 68-69) .

2.1.3 Pergaulan Bebas Pergaulan bebas adalah sesuatu yang Perilaku /Pola hidup manusia yang menyimpang melewati batas-batas Norma yang ada(Ketimuran)(skripsi,erfani Universitas pendidikan indonesia). Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa. Ada banyak sebab remaja melakukan pergaulan bebas. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda tetapi semuanya berakar dari penyebab utama yaitu kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan/agama dan ketidakstabilan emosi remaja. Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tidak terkendali, seperti pergaulan bebas yang berujung kepada penyakit seperti HIV & AIDS ataupun kematian. Berikut ini di antara penyebab maraknya pergaulan bebas di Indonesia:

1. Sikap mental Yang Tidak Sehat Sikap mental yang tidak sehat membuat banyaknya remaja merasa bangga terhadap pergaulan yang sebenarnya merupakan pergaulan yang tidak sepantasnya, tetapi mereka tidak memahami karena daya pemahaman yang lemah. Dimana

ketidakstabilan emosi yang dipacu dengan penganiayaan emosi seperti pembentukan kepribadian yang tidak sewajarnya dikarenakan tindakan keluarga ataupun orang tua yang menolak, acuh tak acuh, menghukum, mengolok-olok, memaksakan kehendak, dan mengajarkan yang salah tanpa dibekali dasar keimanan yang kuat bagi anak, yang nantinya akan membuat mereka merasa tidak nyaman dengan hidup yang mereka biasa jalani sehingga pelarian dari hal tersebut adalah hal berdampak negatif,

Seks Bebas Dikalangan Remaja

Page 11

contohnya dengan adanya Pergaulan Bebas yang dikarenakan budaya barat(pacaran) yang sudah dibudidayakan oleh generasi penerus bangsa kita .

2. Kegagalan remaja menyerap norma Hal ini disebabkan karena norma-norma Adat Ketimuran yang sudah mulai usang dihadapan Zaman yang Perlahan tergeser dan mungkin akan terkisis habis oleh modernisasi yang sebenarnya adalah westernisasi.Westenisasi adalah berkembangnya b u d a ya b a r a t ya n g d i i m pl e m e nt a si ka n d a l am k e hi d u pa n s eh a r i - h a ri .

3. Pelampiasan rasa kecewa Yaitu ketika seorang remaja mengalami tekanan dikarenakan kekecewaannya terhadap orang tua yang bersifat otoriter ataupun terlalu membebaskan, sekolah yang memberikan tekanan terus menerus(baik dari segi prestasi untuk remaja yang sering gagal maupun dikarenakan peraturan yang terlalu mengikat), lingkungan masyarakat yang memberikan masalah dalam sosialisasi, sehingga menjadikan remaja sangat labil dalam mengatur emosi, dan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di sekelilingnya, terutama pergaulan bebas dikarenakan rasa tidak nyaman dalam lingkungan hidupnya.

2.2 Observasi Studi Kasus 2.2.1 Dampak Yang Mengakibatkan Remaja Melakukan Seks Bebas

a. Internal Motif internal Meliputi Lingkungan Keluarga dan lingkungan rumah.adapun alesan para remaja untuk pacaran dan melakukan seks bebas yaitu :  mereka Pada Umumnya Remaja yang sudah mengenal istilah pacaran ataupun seks bebas mereka beralasan karena kurangnya perhatian dilingkungan keluarga hingga tidak sedikit dari mereka yang beralsan sama memilihi untuk pacaran dan terjerumus kedalam seks bebas.  Kurangnya Komunikasi dengan keluarga hingga banyak waktu luang yang mereka manfaatkan untuk melakukan kesibukannya sendiri yaitu dengan :

Seks Bebas Dikalangan Remaja

Page 12

1. Berkomunikasi dengan pacarnya hingga menimbulkan Perasaan yang saling mengisi dan memiliki.darisitulah banyak remaja yang terjebak dengan perasaannya sendiri untuk memiliki pasangannya lebih jauh hal ini ditandai dengan banyaknya remaja yang sering pergi berduaan disore hari ataupun bolos hari-hari sekolah. 2. Dari tanyangan TV tidak sedikit yang merangsang pemikiran remaja untuk berfantasi lebih jauh tentang apa yang mereka lihat.  Seperti banyaknya pengakuan para remaja mereka melakuakan hubungan seks dengan pacaranya dikarenkan timbulnya Fantasi mereka akan  artis/ataupun aktor yang tidak mendidik dari cara

berbusananya(melihatkan auratnya) Media internet yang dapat menembus ruang dan waktu suatu negara dengan cepat bila kita mengaksesnya dan tidak sedikit pula informasi tentang seks.darisitulah para remaja terjebak dan tidak bisa memegang kontrol diri atas hasrat keingintahuan mereka.

b. Eksternal Motif eksternal Meliputi tempat mereka melakukan sosialisasi denga temantemannya.tidak sedikit remaja laki-laki pada umumnya yang menceritakan apa saja yang telah mereka lakukan dalam berpacaran dari situlah merangsang hasrat temantemannya untuk tahu Seperti apa rasanya kenikamatan yang diceritakan oleh temannya.darisitulaha mereaka terjebak dan tidak sedikit dari mereka yang melakukan seks bebas dan niakh pada usia menempuh pendidikan.

2.2.2 Kehidupan Sosial a. DiLingkungan Sekolah/ Tempat Bermain Remaja yang sudah mengenal istilah Pacaran atau seks mereka lebih cenderung Sulit untuk bersosialisasi dilingkungan sekolah hal ini ditandai dengan mereka tidak bisa jauh dengan alat komunikasi(handphone).

b. DiLingkungan Keluarga

Seks Bebas Dikalangan Remaja

Page 13

Pada umunya remaja yang sudah mengenal istilah pacaran atau seks mereka lebih cenderung menjadi pribadi yang tertutup dilingkungan rumah atau keluarga hal ini ditandai dengan mereka sulit untuk diajak keluar bersama saat ada acara keluarga. Hal ini dikarenakan dikarenakan oleh beberapa hal yaitu : 1. Mereka sudah merasa siap atau sanggup untuk lepas dari keluarga karena pikir mereka sudah melakukan hal yang orang tua ataupun orang dewasa lakukan(seks). 2. Pada remaja perempuan biasanya mereka malu atapun minder dihadapan keluarga karena telah melakukan perbuatan yang seharusnya belum mereka lakukan(seks). 2.2.3 Latar Belakang Kehidupan a. Pendidikan  Internal Latar belakang pendidikan internal ini meliputi lingkungan keluarga.orang tua ataupun pihak keluarga hanya memberi pengetahuan tentang sebuah gambaran umum yang hanya mencangkup Sebab-akibatnya saja.namun Ironisnya orang tua setalah memberikan gamabaran umum yang mencangkup seks bebas merasa sudah aman dan anaknya akan terhindar dari pergaulan bebas hingga menyebabkan kelonggaran penjagaan yang intensif kepada anaknya disamping kesibukannya bekerja. Dan banyak alasan yang berkembang mengapa orang tua tidak memberi pengetahuan secara luas mengenai seks bebas kepada anaknya hal ini dikarenakan orang tua merasa malu atau merasa belum waktunya untuk menjelaskan secara luas ataupun gamblang mengenai seks bebas.justru hal ini yang membuat para remaja menimbulkan banyak pertanyaan dan rasa penasaran hingga terjerumus rasa penasaran itu sendiri hal ini ditandai dengan Banyak remaja yang

Pacaran.Kesemua terjadi dikarenakan tidak ditanamkan nilai-nilai keimanan yang kuat pada diri masing-masing tiap individu remaja. 

Eksternal Latar belakang Pendidikan Eksternal ini meliputi lingkungan sekolah.Banyak remaja yang mengaku bahwa mereka tidak diajarkan Secara luas menganai pendidikan mengenai seks bebas disekolahnya.

Seks Bebas Dikalangan Remaja

Page 14

b. Keluarga Pada Umumnya Remaja yang sudah mengenal istilah pacaran ataupun seks bebas mereka banyak meceritakan tentang kehidupan Keluarga yang tidak harmonis hingga mereka merasa terasingkan ataupun sendiri hal ini ditandai banyak suka murung dikamar dan binggung untuk menceritakan keseharian mereka kepada siapa.hingga mereka memilih Pacaran dengan alasan untuk dapat membagi cerita dan mendapatkan perhatian lebih, namun tidak sedikit remaja yang memilih hal tersebut malah terjerumus kedalam seks bebas.

2.2.4 Penampilan a. Fisik Pada umunya Remaja yang sudah mengenal Istilah pacaran atau seks mereka mayoritas lebih Cenderung sangat Berlebihan menjaga penampilan fisiknya hal ini ditandain dengan rajinnya mereka pergi ketempat-tempat dimana adanya aktivitas olahraga dan menjaga berat badanya agar tetap ideal.

b. Gaya Berbusana/Berpakaian Pada Umumnya Remaja yang sudah mengenal Istilah pacaran atau seks mereka mayoritas lebih Cenderung menonjolkan gaya berbusana mereka yang

berlebihan seperti layaknya orang dewasa hal ini ditandai dengan senangnya mereka memakai busana atau aksesoris dari brand ternama ditambah dengan aroma parfum yang menyengat

Seks Bebas Dikalangan Remaja

Page 15

Catatan Mengenai Observasi

HASIL DAN ANALISIS Hasil Wawancara dan observasi 1. Pelaksanaan dan observasi Pelaksanaan wawancara Ke-1 Minggu,22 April 2012 Ke-2 Minggu,29 April 2012 2. Gambaran umum subjek a. Pelaksanaan observasi Observasi ke-1 dilakukan pada Hari dan tanggal Minggu,22 April 2012 pada pukul 15.00-20.15 dan obrservasi ke-2 dilakukan pada minggu 29 april 2012 pukul 15.00-20.15 WIB yang berlangsung di tempat tinggal subjek (in the kost). b. Hasil observasi wawancara subjek 1. Setting tempat 2. Keadaan subjek 3. Hasil Observaasi dan perilaku Subjek 15.00 – 20.15 Rumah subjek 15.00 – 20.15 Rumah subjek Hari/Tanggal Waktu Tempat

a. Latar Belakang Mengenal Subjek Subjek adalah teman Sepupu saya dan saya selaku peneliti menggunakan motif perkenalan.Singkat Cerita setiba dirumah subjek kami langsung masuk ke kamarnya lalu sepupu saya memperkenalkan saya kepada subjek.perbincangan demi perbincangan dan Canda demi canda perkenalan kami lalui dengan begitu keakraban hingga mulai saya arahkan pembicaraan menuju inti dari objek yang kami jadikan bahan untuk penelitian Guna pembuatan makalah ini yaitu “Seks Bebas Dikalangan remaja”. b. Hasil Wawancara Sudah menjadi rahasia Umum untuk remaja sekarang dalam hal pacaran dan tidak sedikit dari mereka didukung oleh orang tua mereka memang ada baiknya orang tua mendukung aktivitas anaknya(remaja) dalam berpacaran ,yang diharapkan orang tua adalah anaknya menjadi terbuka mengenai pergaulannya dan orang tua menjadi tahu
Seks Bebas Dikalangan Remaja Page 16

sejauh mana anaknya dalam bergaul.akan tetapi justru pemikiran ini menjadi hal yang banyak disalah gunakan oleh anaknya(remaja) dan orang tua hanya tahu hal yang anaknya ceritakan tentang segi positifnya saja dalam berpacaran.ini bisa dilihat dari hasil wawancara saya ketika saya Tanyakan kepada subjek mengenai perihal kebiasaan dia dalam berpacaran???.dengan malu-malu dia menjawab”aku atau dia kadang sering bermain dirumah lebih tepatnya berpacaran dirumah Namun ketika kami bosan berpacaran dirumah kami mencari suasana baru seperti tempat hiburan (XXI atau Food festival dll) atau taman kota .”menambah rasa penasaran dan keingin tahuan saya tentang hal apa saja yang biasa dia lakukan lebih jauh dalam berpacarn saya coba layangkan pertanyaan senda gurau untuk mengkorek informasi lebih jauh mengenai kebiasaanya itu “owwh enak donk kalian pacaran sudah dijinin sama orang tua dan sering pergi bareng pasti banyak kenangannya aplagi naik motor enak ya dipeluk terus sama cewenya,tapi masa si pacaran lama Cuma dipeluk aja kalah donk sama film AADC(Ada Apa Dengan Cinta)”ujar saya sambil tertawa kecil dengan tatapan tidak jujur yang seolah-olah memenadam kemunafikan dia menjawab pertanyaan saya “enggaklah kami berdua memulai hubungan dengan cara baik-baik dan saya ingin seterusnyapun akan baik-baik saja”ujar subjek .lalu sepupu saya menyela dengan nada sinis “perasaan kemren cerita ke gue ga gitu deh kemaren apa kuping gue kurang sehat atau kemaren yang lagi lu ceritaan itu Cuma mimpi atau gimana ya”.selaan sepupu saya yang dilayangkan kepada subjek membuat suasana dikamar itu terasa hampa dan seakan-akan mulai kekurangan oksigen. selaan itu membuat subjek tertawa malu, dan saat itu saya coba mencairkan suasana dengan sedikit curhatan yang saya buat-buat guna memancing kebenaran dari cerita subjek yang saya inginkan”sayapun dulu seperti kamu memulai pacaran dengan sesuatu yang baik dengan mengenalkan pacar saya kepada orang tua,dan banyak hal yang saya sering lakuakan dengan pacaran saya dulu ketika kami mulai bosan dengan suasana pacaran dirumah saya sering mengajak dia untuk nonton,makan atau bahkan jalan-jalan ketaman kota dan banyak hal yang saya liat disana apalagi kalau malam hari suasana ditaman kota yang gelap membuat pandangan saya lebih awas akan sesuatu yang terjadi disekitar saya dan ketika malam ditaman kota sering kali pandangan saya banyak tertuju pada pasangan lainnya seperti saya yang sedang melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan ditempat umum(Kissing)” ujar saya” dan ketika saya banyak menceritakan yang saya pikir dapat memancing subjek untuk menceritakan lebih banyak tentang hubungannya dengan pacarnya.ketika saya coba ulangi pertanyaan saya sambil senda gurau yang saya layangkan kepada subjek dan
Seks Bebas Dikalangan Remaja Page 17

sambil malu-malu subjek menjawab dan menceritakan pengalamannya lebih jauh dalam berpacaran,”memang awalnya saya hanya melihat tayangan-tayang ditelevisi itu sudah cukup membuat saya penasaran dan semakin jauh rasa penasaran saya itu semakin penasaran pula saya untuk merasakan apa yang mereka rasakan ketika melakukan adegan itu dan pertama kalinya saya mencoba lakuakan ketika saya smp kelas 1 terhadap pacar saya yang ke-3” lalu saya menyela guna membuktikan kebenaran atas rasa penasaran saya sambil senda gurau saya menyela pembicaraan dia “waah pengalamannya banyak juga kalah aku sama kamu….hehehe…. kalo dulu yang pertam kelas 1 smp terus sekarang yang keberapa donk” tawa lantang sepupu sayapun mencairkan suasana lalu subjek dengan malu-malu menjawab “saya lupa sudah berapa banyak Saya mencium wanita mungkin banyak kali 10 wanita atau bahkan lebih kalau untuk pacar saya yang sekarang mungkin bukan kali ke 10nya saya merasakan nikmatnya mencium wanita”.(tawa lantang si subjek seolah-olah menggambarkan kepuasan atau bahkan kebanggan tentang apa yang telah dia lakukan).sempat sangat terkejut dan mengerikan saya mendengar tawa kebangganya dari subjek. Banyak hal yang saya simpulkan ketika mewawancarai subjek hal yang pertama saya simpulkan adalah 1. Remaja sekarang cenderung lebih pintar memanipulasi kedaan dan sikapnya agak terlihat sebagai pribadi yang tetap baik didepan orang tuanya hal ini di terbukti saat dia mencerikatan pengalamanya melakukan kissing oleh pacranya tanpa orang tuanya ketahui. 2. Orang tua sekarang kadang keliru menilai pergaulan anaknya yang mereka anggap baik-baik karena mereka pikir sudah memantau mereka dengan baik .hal ini dibuktikan ketika orang tua mengijinkan subjek berpacran.tapi kenyataannya malah toleransi yang orang tua berikan menjadi awal pergaulan bebas(seks bebas) untuk anak-anaknya menjerumuskan subjek ke hal-hal yang dapat merusak dirinya. 3. Delima besar bagi orang tua untuk mengambil sebuah keputusan tentang tindakan apa yang harus dilakukan guna membendung pergaulan anakanaknya (remaja). 4. Pihak sekolahpun mulai terjebak oleh pemikiran budaya remaja sekarang yang membolehkan atau menganggap hal yang biasa bagi murid-muridnya untuk berpcaran bahakan kadang mereka kadang mendukung.

Seks Bebas Dikalangan Remaja

Page 18

5. Media massa adalah salah satu faktor penyebab yang menimbulkan dampak tidak baik terhadap pergaulan remaja sekarang,hal ini dibuktikan dari cerita subjek yang menimbulakan rasa penasaran ketika subjek melakukan kissing.

2.1 Analisis Permasalahan kasus 2.2.1 Remaja Dan Segala Permasalahannya Sudah Bukan menjadi suatu rahasia lagi kehidupan remaja yang penuh gejolak dan rasa ingin tahu yang besar terhadap suatu hal yang baru mereka ketahui itu semua terjadi karena masa remaja adalah masa transisi/peralihan dari masa kanak mereka ke masa dewasa dia mereka sedang mencari sebuah jati diri mereka.Secara psikologis masa remaja dibedakan dalam dua fase usia perkembangan, yaitu : 1. Masa Puber, yaitu masa dimana remaja mulai mengenal dan berfikir serta tertarik dengan masalah-masalah sexual yang mereka kenal dari sekitar lingkungannya. Pada umumnya masa puber atau pubertas ini terjadi antara umur 11 - 15 tahun pada remaja wanita dan 12 - 16 tahun pada remaja pria. Masa peralihanlah yang memicu remaja melakukan banyak aktivitas yang dia anggap menarik/tidak membosankan dan mereka anggap benar tanpa memperhatikan norma-norma adat ketimuran (Kegagalan proses penyerapan Norma)yang ada.karena pada dasarnya Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Pada dasarnya kesemua tindakan yang dilakukan para remaja didasari karena hanya untuk mendapatkan perhatian lebih / sebuah pengakuan atas diri mereka hadir dalam lingkungan sekitarnya. Seperti yang kami jelaskan pada bab II remaja seharusnya banyak aktivitas remaja yang mereka lakukan positif namun karena pengaruh negatif lingkung sekitar baik

internal (keluarga)maupun eksternal (Media massa,teman dll)mereka acuh /terjadinya penolakan atas keberadaan diri mereka dan ditambah dengan kondisi kejiwaan yang labil yang masih terjadi pada remaja .Merekapun selalu mencari cara untuk mengekspresikan dirinya , atas penolakan yang terjadi pada dirinya tanpa mereka sadari dengan pacaran yang mereka anggap benar dan positiflah mereka telah memebentuk sebuah pemikiran dan mental yang tidak sehat yang dikarenakan ketidakstabilan emosi yang dipacu dengan penganiayaan emosi seperti pembentukan kepribadian yang tidak sewajarnya dikarenakan tindakan keluarga ataupun orang tua yang menolak, acuh tak acuh, menghukum,
Seks Bebas Dikalangan Remaja Page 19

mengolok-olok, memaksakan kehendak, dan mengajarkan yang salah tanpa dibekali dasar keimanan yang kuat bagi anak.Dari pacaranlah awal mula timbul Pergaulan Bebas yang berkembang lebih spesifik menjadi seks bebas dikalangan remaja.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Banyak indikator yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas yang dilakukan oleh remaja sekarang seprti :kekeliruan pemikran orang tua,partisipasi pihak sekolah kurang berperan justru ,pengaruh buruk media massa, dan lingkungan yang negative. 3.2 Saran

Seks Bebas Dikalangan Remaja

Page 20

Penanaman kesadaran yang paling utama yang perlu dipupuk untuk remaja guna membendung perilaku yang negative dan membangun generasi remaja yang sehat untuk meneruskan cita-cita bangsa ini,penanaman kesadaran ini berupa nilai moral,agama,norma dan sikap orang dewasa /para sauri tauladan remaja(guru,orang tua,tokoh agam dll)memberikan realisasi tindakan atas ucapannya

DAFTAR PUSTAKA
Kuswanto dan Bamabang Siswanto.(2003).Sosiologi .Solo:Tiga Serangkai

Erfani,T.2011.pergaulan bebas artikel inkonsistensi Pancasila.Fakultas Tekhnik Universitas Jember.
Seks Bebas Dikalangan Remaja Page 21

Baumer, E.P., and South, S.J. 2001 “Communict effects on youth sexual activity” Journal of Marriage and Family vol 63 pp 540-554.

Bell, R.L. 1996 Marriage and family interaction The Dorsey Press Illinois.

Cynthia, T. 2003 Hubungan antara konformitas kelompok dengan perilaku seksual pra nikah pada remaja Skripsi (Tidak Diterbitkan) Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma Depok. Gunarsa, S.D. 1985 Dasar dan teori perkembangan anak BPK Gunung Mulia Jakarta.

Mangunwidjaya, Y.B. 1986 Menumbuhkan sikap religius pada anak Gramedia Jakarta.

.

Seks Bebas Dikalangan Remaja

Page 22

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->