MEKANISME KERJA DAN FUNGSI SISTEM RANGKA (SKELETAL) DAN OTOT (MUSCULAR

)

Sistem Rangka (Skeletal) Manusia dapat bergerak karena adanya rangka dan otot. Rangka tersebut tidak dapat bergerak sendiri, melainkan dibantu oleh otot. Dengan adanya kerja sama antara rangka dan otot, manusia dapat berjalan, berlari, melompat, dan sebagainya. Rangka manusia tersusun oleh tulang-tulang yang jumlahnya kurang lebih 200 buah. Tulang-tulang tersebut membentuk sistem yang disebut rangka. Tulang-tulang yang menyusun rangka ada 2 jenis, yaitu tulang keras dan tulang rawan. Tulang keras atau tulang sejati memiliki sifat keras dan lebih banyak mengandung zat kapur. Tulang rawan merupakan tulang yang lunak, antara lain tulang yang menyusun tulang hidung, telinga, dan persendian. Tulang rawan tersusun atas kolagen protein yang liat dan kenyal serta elastin protein yang lentur. Tulang pada bayi banyak tersusun atas tulang rawan. Berkembang dari mesenkim membentuk sel yang disebut kondrosit. Kondrosit menempati rongga kecil (lakuna) di dalam matriks dengan substansi dasar seperti gel (berupa proteoglikans) yg basofilik. Kalsifikasi menyebabkan tulang rawan tumbuh menjadi tulang (keras). Berdasarkan jenis dan jumlah serat di dalam matriks, ada 3 macam tulang rawan : 1. Tulang rawan hialin : matriks mengandung serat kolagen; jenis yg paling banyak dijumpai

| Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot

1

2. Tulang rawan elastin : serupa dengan tulang rawan hialin tetapi lebih banyak serat elastin yg mengumpul pada dinding lakuna yang mengelilingi kondrosit 3. Fibrokartilago : tidak pernah berdiri sendiri tetapi secara berangsur menyatu dengan tulang rawan hialin atau jaringan ikat fibrosa yang berdekatan

Terdapat dua cara pertumbuhan tulang rawan yaitu : 1. Appositional growth; tumbuh dari luar sel pembentuk kartilago di dalam perikondrium menyekresi matriks baru ke permukaan luar kartilago yang sudah ada 2. Interstisial growth; tumbuh dari dalam kondrosit yang berikatan dengan lakuna di dalam kartilago membelah dan menyekresi matriks baru dan memperluas kartilago dari dalam

Tulang menurut bentuknya : 1. Ossa longa (tulang panjang) : tulang yang ukuran panjangnya terbesar, contoh : os humerus
| Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 2

2. Ossa brevia (tulang pendek) : tulang yang ketiga ukurannya kira-kira sama besar, contoh: ossa carpi 3. Ossa plana (tulang gepeng/pipih) : tulang yang ukuran lebarnya terbesar, contoh : os parietale 4. Ossa irregular (tulang tak beraturan), contoh : os sphenoidale 5. Ossa pneumatica (tulang berongga udara), contoh : os maxilla

Fungsi umum tulang yaitu : 1. Membentuk kerangka tubuh 2. Membentuk persendian yang bergerak dan tidak bergerak 3. Membentuk perlekatan otot (muskular) 4. Penyokong tubuh 5. Proteksi bagian tubuh yang lunak : otak (cranium), jantung dan paru (sternum, thorak dan costa) 6. Hemopoesis sumsum tulang merah tempat pembentukan sel-sel darah 7. Penyimpanan kalsium (Ca2+)

Fungsi khusus tulang adalah : 1. Gigi dikhususkan untuk memotong, mengigit, menggilas makanan. Email gigi merupakan struktur terkuat dari tubuh manusia 2. Tulang pendengaran dalam telinga (maleus, inkus stapes) pendengaran dalam menginduksi gelombang suara 3. Panggul wanita dikhususkan untuk memudahkan proses kelahiran bayi

| Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot

3

4. Sinus-sinus paranasalis pada tulang hidung dan pipi menimbulkan nada khusus pada suara | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 4 .

Terdiri dari : 1 tulang dahi (os.maxilla) 2 tulang rahang bawah (os.Pembagian rangka terdiri dari : a.occipetale) 2 tulang baji (os.sphenoidale) 2 tulang pelipis (os.frontale) 2 tulang ubun-ubun (os. Rangka aksial terdiri dari : • Cranium (tengkorak) Tersusun dari tulang pipih yang berfungsi sebagai tempat pembuatan selsel darah merah dan sel-sel darah putih.splanchocranium) : 2 tulang rahang atas (os.mandibula) | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 5 .parientale) 1 tulang kepala belakang (os.ethmoidale) Bagian muka/wajah (os.temporale) 2 tulang tapis (os.

vertebrae cervicale) 12 ruas tulang punggung (os.zygomaticum) 2 tulang langit-langit (os.laximale) 1 tulang lidah (os.vertebrae thoracalis) 5 ruas tulang pinggang (os.hyoideum) 2 tulang air mata (os.lacrimale) 2 tulang rongga mata (os.nasale) 2 tulang mata (os.pallatum) 2 tulang hidung (os.orbitale) • Columna vertebralis (ruas tulang belakang) Tersusun atas : 7 ruas tulang leher (os.- 2 tulang pipi (os.vertebrae lumbalis) | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 6 .

sternum) Tulang hulu (os.proccesus xyphoideus) Tulang Dada (os.costae sporia) 2 pasang tulang rusuk melayang (os.vertebrae cocigeus) • • - Tulang Dada (os.- 5 ruas tulang kelangkang (os.corpus sterni) Taju pedang (os.manubrium sterni) Tulang badan (os.costae vera) 3 pasang tulang rusuk palsu (os.costae flunctuantes) | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 7 .sternum) 7 pasang tulang rusuk sejati (os.vertebrae cacrum) 4 ruas tulang ekor (os.

b.pelvis) | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 8 .pelvis verilis) 2 tulang usus (os.cosae) 2 tulang kemaluan (os.clavicula) • - Tulang Gelang Panggul (os.pubis) 2 tulang panggul (os.ichium) 2 tulang duduk (os. Rangka appendikular terdiri dari : • Tulang Gelang Bahu 2 tulang belikat (os.scavula) 2 tulang selangka ( os.

phalanges manus) 2x14 tulang ruas jari tangan (os.ulna) 2 tulang pengumpil (os.calcaneus) | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 9 .tibia) 2 tulang betis (os.radius) 2x8 tulang pergelangan tangan (os.extremitas anterior) 2 tulang lengan atas (os.• - Tulang Lengan (os.patella) 2 tulang kering (os.carpal) 2x5 tulang telapak tangan (os.femur) 2 tulang tempurung lutut (os.fibula) 2 tulang tumit (os.humerus) 2 tulang hasta (os.digiti phalanges manus) • - Tulang Tungkai (os.meta carpal) 2x5 tulang jari tangan (os.extremitas posterior) 2 tulang paha (os.

meta tarsal) 2x14 tulang jari kaki (os. Hubungan antar tulang disebut sendi atau artikulasi.- 2x7 tulang pergelangan kaki (os. persendian mempunyai peranan penting dalam proses terjadinya gerak. Menurut sifat gerakannya persendian (sendi) dapat dibedakan menjadi tiga ( 3 macam) yaitu: | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 10 .phalanges pedis) 2x14 ruas tulang jari kaki (os. Macam-macam Persendian Pada kerangka tubuh manusia terdapat kurang lebih 200 tulang yang saling berhubungan.tarsal) 2x5 tulang telapak kaki (os.digiti phalanges pedis) Persendian a. Pada sistem gerak manusia.

Dapat dibedakan menjadi dua: Sinartosis sinfibrosis : Sinartosis yang tulangnya dihubungkan jaringan ikat fibrosa. Contoh persendian antara fibula dan tibia. sehingga masih memungkinkan terjadinya gerak yang sifatnya kaku. Contohnya persendian tulang tengkorak. 2. misalnya persendian antara ruas. Sendi Kaku (Amfiartosis) Yaitu persendian yang terdiri dari ujung-ujung tulang rawan. Contoh hubungan antar segmen pada tulang belakang. Sendi Mati (Sinartosis) yaitu persendian yang tidak memiliki celah sendi sehingga tidak memungkinkan terjadinya pergerakan. - Sinartisis sinkodrosis : Sinartisis yang dihubungkan oleh tulang rawan.ruas tulang. | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 11 . Sindesmosis : Tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen.1.

Sendi Engsel yaitu persendian yang dapat digerakan kesatu arah. 3. tetapi pada saat ini hanya akan dibahas 4 macam sendi. Sendi Gerak (Diartosis) yaitu persendian yang terjadi pada tulang satu dengan tulang yang lain tidak dihubungkan dengan jaringan sehingga terjadi gerakan yang bebas.- Simfisis : Tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperti cakram. Contoh hubungan antara ruas-ruas tulang belakang. Contohnya: . diantaranya: a. Sendi gerak dapat dibedakan menjadi 6 macam.persendian antara tulang paha dengan tulang betis .persendian antara tulang lengan dengan tulang hasta | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 12 .

b. Sendi Peluru yaitu persendian yang dapat digerakan kesegala arah Contohnya: .persendian antara hasta dengan tulang pengumpil c.persendian antara gelang panggul dengan tulang paha | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 13 .persendian antara gelang bahu dengan tulang lengan atas .persendian antara tulang leher dengan tulang atlas . Sendi Putar yaitu persendian yang dapat digerakan secara berputar . Contohnya: .

b) Kelainan pada tulang karena kecelakaan. misalnya patah tulang (fraktura). dan memar. Jika dilihat dari samping. misalnya akibat infeksi kuman penyakit kelamin yang menyerang sendi lutut.persendian antara tulang pergelangan tangan dengan Tulang tapak tangan Gangguan dan kelainan pada tulang a) Kelainan akibat penyakit. c) Kelainan tulang karena kekurangan zat gizi. dan fosfor. antara lain: • Lordosis.d. retak tulang (fisura). tulang belakang tampak tidak lurus. Sendi Pelana yaitu persendian yang dapat digerakan kedua arah Contohnya: . yaitu tulang belakang bagian leher dan punggung terlalu membengkok ke depan. d) Kelainan karena sikap tubuh yang salah. Kekurangan zat-zat tersebut dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada proses pembentukan sel-sel tulang. | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 14 . zat kapur. misalnya kekurangan vitamin D.persendian pada ibu jari tangan .

• Skiliosis. untuk memahami bagaimana otot bekerja perlu dipelajari terlebih dahulu struktur otot baik secara makroskopis maupun mikroskopis.• Kifosis. yaitu tulang belakang bagian punggung dan pinggang terlalu membengkok ke belakang. Gambaran ringkas struktur otot dalam bentuk berkas otot hingga miofilamen dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2. yaitu tulang belakang terlalu membengkok ke samping kanan atau kiri. Sistem Otot (Muscular) Seperti halnya pada semua organ. Struktur makroskopis ini penting dalam menjelaskan otot sebagai sumber energi yang dapat menggerakkan tubuh dan menghasilkan gaya yang bekerja pada sumbu tertentu menurut kedudukannya dalam persendian. Struktur mikroskopis otot | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 15 .

sebab otot merupakan alat gerak aktif yang sangat penting bagi manusia. • • Mempunyai satu inti sel. Menurut jenisnya. yaitu: a. Tidak memiliki garis-garis melintang (polos). | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 16 . a. ada 3 macam otot. Ciri-Ciri Otot Otot Lurik Otot Jantung Ciri-ciri otot polos • Bentuknya gelondong. Otot lurik c.juga penting dalam memahami proses pembentukan energi mekanik dalam sel otot serta berbagai faktor yang mempengaruhinya. Macam-macam Otot Manusia tidak akan dapat melakukan pergerakan. Otot jantung Otot Polos b. kedua ujungnya meruncing dan dibagian tengahnya menggelembung. Otot polos b.

Struktur Otot Rangka Tendon | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 17 . oleh karena itu otot polos disebut sebagai otot tak sadar. artinya tidak dibawah pe tah otak. otot saluran peredaran darah otot saluran kemih.• Bekerja diluar kesadaran. • Terletak pada otot usus. dan lain lain.

dan sebuah lapisan luar yang terdiri dari satu lapisan tipis materi polisakarida yang mengandung sejumlah fibril kolagen tipis. Semua otot rangka dibentuk oleh sejumlah serabut yang diameternya berkisar dari 10 sampai 80 mikrometer. Sarkolema terdiri dari membran sel yang sebenarnya. Pada sebagian otot rangka. Seluruh serat otot dihimpun menjadi satu oleh jaringan ikat yang disebut epimysium (fascia). Didalam fascicle. yang disebut membran plasma. Setiap fasciculus dipisahkan oleh jaringan ikat perimysiu. lapisan permukaan sarkolema ini bersatu dengan serabut tendon. dan serabut tendon kemudian | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 18 . Fascia Otot rangka merupakan kumpulan fasciculus (berkas sel otot berbentuk silindris yang diikat oleh jaringan ikat). yang terletak di dekat bagian tengah serabut. Tendon adalah jaringan ikat fibrosa (tidak elastis) yang tebal dan berwarna putih yang menghubungkan otot rangka dengan tulang. endomysium mengelilingi 1 berkas sel otot.Hampir semua otot rangka menempel pada tulang. masing-masing serabut ini terbuat dari rangkaian subunit kecil. masing-masing serabutnya membentang di seluruh panjang otot. masing-masing serabut biasanya hanya dipersarafi oleh satu ujung saraf. Di setiap ujung serabut otot. Di antara endomysium dan berkas serat otot tersebar sel satelit yang berfungsi dalam perbaikan jaringan otot yang rusak. kecuali pada sekitar 2 persen serabut. Sarkolema Sarkolema adalah membran sel dari serabut otot.

sepeerti yang terdapat pada tiaptiap miofibril. Pita-pita ini memberi corakan bergaris pada otot rangka dan otot jantung.berkumpul menjadi berkas untuk membentuk tendon otot dan kemudian menyisip ke dalam tulang. dan melekatnya miofibril satu dengan yang lainnya di sepanjang serabut otot. filamen-filamen tersebut memanjang dalam dua arah untuk saling bertautan dengan filamen miosin. Setiap miofibril tersusun oleh sekitar 1500 filamen miosin yang berdekatan dan 3000 filamen aktin. Pita-pita gelap mengandung filamen-filamen miosin. yang berbeda dari filamen aktin dan miosin. yang terdiri atas protein filamentosa. dan ujung-ujung filamen aktin tempat pita-pitatersebut menumpang-tindih miosin. | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 19 . seluruh serabut otot mempunyai pita terang dan gelap. Oleh karena itu. Dari lempeng ini. Miofibril. yang disebut pita A karena bersifat anisotropik terhadap cahaya yang dipolarisasikan. Ujung-ujung filamen aktin melekat pada lempeng Z. Filamen Aktin dan Miosin Setiap serabut otot mengandung beberapa ratus sampai ribu miofibril. Lempeng Z. berjalan menyilang melewati miofibril dan juga menyilang dari satu miofibril ke miofibril lainnya. Filamen miosin dan aktin sebagian saling bertautan sehingga miofibril memiliki pita terang dan gelap yang berselang-seling. Pita-pita terang hanya mengandung filamen aktin dan disebut pita I karena bersifat isotropik terhadap cahaya yang dipolarisasikan. yang merupakan molekul protein polimer besar yang bertanggung jawab untuk kontraksi otot sesungguhnya.

Hal ini menyuplai miofibril sejumlah besar energi dalam bentuk adenosin trofosfat (ATP) yang dibentuk oleh mitokondria. panjang sarkomer kira-kira 2 mikrometer. dan fosfat. Setiap molekul titin mempunyai berat molekul sekitar 3 juta. filamen aktin bertumpang tindih seluruhnya dengan filamen miosin. Pada ukuran panjang ini. Retikulum Sarkoplasma | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 20 . Juga terdapat mitokondria dalam jumlah besar yang terletak sejajar dengan miofibril. dan ujung filamen aktin mulai bertumpang tindih satu sama lain. Filamen Miosin dan Aktin Tetap Berada di Tempatnya Molekul Berfilamen Titin Hubungan bersebelahan antara filamen miosin dan aktin sulit dipertahankan. terutama filamen miosin Sarkoplasma Banyak miofibril dari setiap serabut otot terletak bersisian dengan serabut otot. Molekul titin yang elastis ini berfungsi sebagai kerangka kerja yang menahan filamen miosin dan aktin agar tetap berada di tempat sehingga perangkat kontraksi sarkomer akan bekerja. Hal ini dipertahankan oleh molekul protein berfilamen yang disebut titin. Ruang diantara miofibril diisi oleh cairan intrasel yang disebut sarkoplasma. Bila serabut otot berkontraksi.Bagian miofibril (atau seluruh serabut otot) yang terletak antara dua lempeng Z yang berurutan disebut sarkomer. yang mengandung sejumlah besar kalium. yang menjadikannya molekul protein terbesar dalam tubuh. magnesium. Ada alasan untuk memercayai bahwa molekul titin sendiri berfungsi sebagai pola untuk bagian susunan awal filamen kontraktil sarkomer. Karena berfilamen. ditambah berbagai enzim protein. titin juga sangat elastis.

maka serabut tersebut mempunyai banyak retikulum sarkoplasma. Komposisi Otot Rangka Otot merah dan putih Otot merah banyak mengandung pigmen pernapasan yaitu mioglobin. Retikulum ini mempunyai susunan khusus yang sangat penting pada pengaturan kontraksi otot. Motor end plates Merupakan tempat inervasi ujung-ujung saraf pada otot. Kapasitas metabolisme oksidatif yang lebih tinggi dgn aktivitas siklus Krebs dan enzim transport electron yang kuat. Kapasitas glikolisis anaerobic yang tinggi dengan aktivitas enzim glikolisis dan fosforilase yang kuat. yang berfungsi membawa oksigen dari kapiler darah (ekstrasel) ke mitokondria (intrasel). Otot putih karena kurang mioglobin. | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 21 .Didalam sarkoplasma juga terdapat banyak retikulum yang mengelilingi miofibril setiap serabut otot disebut retikulum sarkoplasma. Semakin cepat kontraksi suatu otot.

asam amino. aktin. dan tropomiosin. troponin. dan lain-lain. kreatinin fosfat. Zat yang memiliki struktur grup fosfat merupakan zat yang ‘kaya energi’.Ekstraktif Yaitu zat non-protein yang larut dalam air meliputi kreatinin. Protein lain yang membentuk struktur otot ialah miosin. ADP. Protein Komponen enzim otot yang mengkatalisis berbagai tahapan pada proses glikolisis merupakan protein sarkoplasmik. asam laktat. | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 22 .

Akibatnya.Kontraksi Otot Rangka Otot rangka adalah organ peka-rangsang yang dipersarafi oleh saraf motorik somatik dalam kesatuan yang disebut unit motorik (motor unit). Selanjutnya. Ion Ca kemudian menyebar ke seluruh sitoplasma dan berikatan dengan troponin C. Seluruh peristiwa kontraksi otot rangka mulai dari perangsangan saraf motorik hingga pergeseran miofilamen disebut sebagai excitation-contraction coupling. di motor endplate telah terjadi depolarisasi (EPP = endplate potential) sebagai akibat terlepasnya (release) ACh (asetilkolin) dalam kuantum kecil secara te rus menerus. membuka binding sites untuk kepala miosin di molekul aktin. Sebelum terjadi potensial aksi saraf motorik alfa. pintu Ca di retikulum sarkoplasma membuka dan melepaskan ion Ca ke sitoplasma sel otot. Ikatan troponin C dengan ion Ca mengakibatkan perubahan konformasi molekul troponin. | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 23 . Penghantaran impuls (potensial aksi) saraf motorik alfa menuju motor endplate di membran otot rangka (lihat kembali Pengantar Sistem Motorik Somatik) merupakan peristiwa yang mengawali kontraksi otot. Dengan adanya potensial aksi di saraf motoriknya. Pembukaan binding sites tersebut memungkinkan terjadinya jembatan silang (cross bridges) antara filamen aktin dan miosin. penglepasan ACh akan sangat banyak sehingga depolarisasi di endplate menjadi potensial aksi otot yang kemudian menjalar sepanjang membran sel otot dan tubulus T. dengan katalis enzim myosin-ATP-ase. terjadi hidrolisis ATP menjadi ADP + Pi + energi di kepala miosin yang memungkinkan pembengkokan kepala miosin hingga miofilamen bergerak saling bergeser (sliding of myofilaments) ke arah pertengahan sarkomer menghasilkan kontraksi otot.

yaitu perubahan listrik otot rangka berlangsung selama 2 milidetik sedangkan perubahan mekaniknya berlangsung selama 10 œ 100 milidetik. Selain itu. Saudara dapat melihat perbedaan lama berlangsungnya perubahan listrik dan mekanik. dengan menggabungkan informasi dari Gambar 3 dan Gambar 4 dapat dipahami peran ion Na dan K dalam menghasilkan potensial aksi di membran serat otot serta peran ion Ca dalam memulai peristiwa pergeseran miofilamen. ikatan aktin dan miosin terlepas sehingga terjadilah relaksasi otot. | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 24 . bergantung pada tipe serat otot rangkanya. maka ion Ca dalam sitoplasma akan kembali ke retikulum sarkoplasma melalui kanal ion oleh kegiatan pompa aktif. Dengan memperhatikan gambar tersebut. Ketiadaan ion Ca di sitoplasma mengakibatkan binding sites di filamen aktin tertutup kembali. dapat dimengerti bahwa jika dilakukan rekaman perubahan listrik dan mekanik di otot rangka akan diperoleh gambaran seperti tercantum di Gambar 4.Berdasarkan urutan kejadian pada perangsangan otot rangka tersebut. Jika kemudian impuls di saraf motorik berhenti.

ion Ca yang dilepas ke sitoplasma akan bertambah jumlahnya.Jika peristiwa seluler yang mendasari kontraksi otot rangka telah dapat dipahami. Jika telah tercapai ambang rangsangnya. mempunyai ambang rangsang tertentu. Dengan demikian. maka kajian selanjutnya adalah memahami pengaruh perubahan karakteristik perangsangan terhadap kontraksi otot rangka. Saraf motorik. menambah jumlah jembatan silang sehingga meningkatkan kekuatan kontraksi | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 25 . maka saraf motorik yang akan menghantarkan potensial aksi adalah serat saraf yang dilampaui ambang rangsangnya. Perbedaan ambang rangsang serat saraf serta persarafan otot rangka melalui unit motorik merupakan dasar terjadinya rekrutmen unit motorik pada perubahan intensitas perangsangan saraf motorik. Karakteristik perangsangan lain yang juga penting dalam menghasilkan perubahan kekuatan kontraksi otot rangka adalah frekuensi perangsangan pada perangsangan berulang. jika seberkas saraf motorik yang terdiri atas banyak serat saraf dirangsang. membuka lebih banyak binding sites. Pada perangsangan berulang. sebagaimana saraf pada umumnya. maka di saraf tersebut dapat terbentuk potensial aksi yang akan dihantarkan sebagai impuls.

kontraksi terus menerus pada otot jantung tidak dapat terjadi karena masa refrakter otot jantung berlangsung hampir sama panjangnya dengan masa kontraksinya (Gambar 5).otot. Selain perangsangan saraf. Pada perangsangan yang sangat tinggi frekuensinya. perlu diingat bahwa otot | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 26 . Dengan kata lain. otot rangka yang masih berkontrasi dapat memberi respons atas pemberian rangsang berikutnya karena pada saat itu otot tersebut telah melampaui masa refrakternya (Gambar 4). Panjang awal otot. Perubahan frekuensi perangsangan tersebut akan menghasilkan perubahan pola kontraksi yang jika dibuat rekaman kegiatan mekaniknya (mekanomiogram) akan memperlihatkan pola yang khas. yang berkaitan dengan jumlah jembatan silang yang dapat dihasilkan oleh tumpang tindih (overlapping) filamen aktin dan miosin merupakan faktor yang mempengaruhi kekuatan kontraksi otot rangka. Hal ini dimungkinkan karena perangsangan yang diberikan secara berturutan tersebut terjadi saat kontraksi otot masih berlangsung sedangkan kegiatan listriknya telah selesai. Sehubungan dengan hal ini. berbagai faktor lain dapat mempengaruhi kinerja kontraksi otot rangka. Berbeda dengan otot rangka. kontraksi otot akan berlangsung terus menerus tanpa diikuti oleh fase relaksasi.

sebagian besar energi yang dihasilkan oleh proses kontraksi otot adalah dalam bentuk energi panas.) serta arah serat otot terhadap aksis kebebasan gerak sendinya. antara lain berupa timbulnya kelelahan otot. yang memendekkan berkas otot jika tegangan tersebut melampaui beban yang harus dilawannya. Proses kontraksi dan relaksasi otot senantiasa membutuhkan pasokan ATP yang diperoleh dari berbagai jalur metabolisme sumber energi di dalam otot rangka. Fungsi otot rangka sebagai penghasil energi terbesar di tubuh manusia sangat besar perannya dalam pengaturan keseimbangan panas. Hidrolisis ATP akan menghasilkan energi baik mekanik maupun panas (termal). Energi mekanik tersebut akan menjadi tegangan otot.rangka melekat pada tulang sehingga kekuatan kontraksi yang dihasilkan akan sangat bergantung pada kedudukan sendi (derajat fleksi. Faktor lain yang juga dapat mempengaruhi kinerja kontraksi otot rangka adalah perubahan suhu dan keasaman (pH). yang disebut sebagai kontraksi isometrik. Kontraksi otot yang memendekkan berkas otot disebut kontraksi isotonik. Penelitian mutakhir menunjukkan bahwa faktor sentral (sistem saraf pusat). Sesungguhnya. | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 27 . ekstensi dsb. Jika tegangan otot lebih rendah dari beban yang harus dilawan oleh otot tersebut maka kontraksi tidak akan mengubah panjang berkas otot. yang dapat mempengaruhi kinerja protein yang merupakan bahan dasar otot maupun enzim yang berperan dalam kontraksi otot rangka. cadangan glikogen otot dan keadaan ion Fosfat maupun Kalium dalam otot juga dapat mempengaruhi kinerja otot pada kondisi tertent u.

Anatomi tubuh manusia lengan. artinya menurut perintah otak. Ciri-ciri otot jantung • Otot jantung ini hanya terdapat pada jantung. memanjang. dll. Strukturnya sama seperti otot lurik. oleh karena itu otot lurik disebut sebagai otot sadar. otot dada. Bekerja dibawah kesadaran. • • Mempunyai banyak inti sel. otot. • Terdapat pada otot paha. gelap terang secara berselang seling dan terdapat percabangan sel. Gb. | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 28 . Tampak adanya garis-garis melintang yang tersusun seperti daerah gelap dan terang secara berselang-seling (lurik).Ciri-ciri otot lurik • • Bentuknya silindris. otot betis.

• Kerja otot jantung tidak bisa dikendalikan oleh kemauan kita. Jadi. Kerja Otot Manusia Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek. oleh karena itu disebut juga otot spesial. | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 29 . Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula. Karena memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Anatomi jantung manusia c. untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain. Jadi otot jantung menurut bentuknya seperti otot lurik dan dari proses kerjanya seperti otot polos. Untuk itu harus ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Gb. mengeras dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). tetapi bekerja sesuai dengan gerak jantung. otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula.

a. Gerak Sinergis Gerak sinergis terjadi apabila ada 2 otot yang bergerak dengan arah yang sama. Jika otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi. Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon (tiga ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. Contoh lain gerak sinergis adalah gerak tulang rusuk akibat kerja sama otot-otot antara tulang rusuk ketika kita bernapas. yaitu gerak otot yang bersamaan arah. otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis. Gerak ini terjadi karena kerja sama antara otot pro nator teres dengan otot pro nator kuadratus. sehingga menyebabkan tulang tertarik / terangkat atau sebaliknya. Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis. Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon (dua ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Untuk menurunkan lengan bawah. Gerak Antagonis Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah. otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama. yaitu gerak otot yang berlawanan arah. otot antagonis menyebabkan terjadinya gerak antagonis. Contoh: gerak tangan menengadah dan menelungkup. Untuk mengangkat lengan bawah. b.kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda. Berdasarkan cara kerjanya. | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 30 .

yaitu leher terasa kaku dan terasa sakit jika digerakkan. | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 31 . Oleh karena itu. Atrofi. Hernia abdominalis. Atrofi dapat terjadi karena kurangnya aktivitas otot. yaitu keadaan otot mengecil sehingga tidak mampu berkontraksi. Kram dapat terjadi karena kurangnya aliran darah ke otot. c.Mekanisme Umum Kontraksi Otot Timbul dan berakhirnya kontraksi otot terjadi dalam urutan tahap-tahap berikut : Gangguan pada otot Otot adalah alat gerak aktif. Kram. jika terjadi gangguan pada otot maka akan sangat mengganggu sistem gerak. yaitu kontraksi otot atau sekumpulan otot yang terjadi secara mendadak dan singkat. yaitu sobeknya dinding perut yang lemah sehingga usus merosot ke bawah. d. Stiff atau kaku leher. b. Stiff dapat terjadi karena adanya peradangan pada otot trapesius leher. Gangguan yang dapat terjadi pada otot antara lain sebagai berikut : a.

2009. www. M.blogspot. 2003.DAFTAR PUSTAKA Putz.html http://sarwoedi.wodpress. Agur. Pabst. Penerbit Buku Kedokteran. Graha Ilmu. 2002. Yogyakarta.com/sebar-ide/anatomi-tubuh-manusia/ S. Wibowo. Philadelphia. Anatomi Klinis Dasar.com/2009/06/biologi-kelas-2-sistem-gerak-pada. Atlas of Human Anatomy 4th Edition.youtube.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail. Penerbit Hipokrates.com http://cyberwoman.com/kerangka-manusia www. Keith & A. Jakarta. P. 2006.aspx? x=Child+Consultation&y=Cyberwoman|0|0|62|2777 www. Daniel & W.wikipedia.google.cbn. H. | Mekanisme Kerja Dan Fungsi Sistem Rangka Dan Otot 32 . R. Atlas of Human Anatomy Interactive…. 2006. Atlas Anatomi Manusia SOBOTA Edisi 22. Jakarta. Frank.com/human+anatomy Raven. & R. R. Moore. Paryana. Anatomi Tubuh Manusia.? http://edo-project.net. Netter. L. Saunders Elsevier.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful