P. 1
makalah singkat TEH

makalah singkat TEH

|Views: 664|Likes:
Published by Kartika Dhewii M
PENYAKIT, PANEN, PASCA PANEN, TANAMAN TEH
PENYAKIT, PANEN, PASCA PANEN, TANAMAN TEH

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Kartika Dhewii M on May 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/27/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

Teknologi Budidaya Tanaman Semusim dan Tahunan

“Pengendalian Hama Penyakit, Panen, dan Pascapanen pada Tanaman Teh”

Disusun oleh: Kelompok 6 1. Aditya Darmawan 2. Galuh Novikah W. U 3. Kartika Dewi 4. Rendi Febrian (H07110 ) (H07110 ) (H07110 ) (H07110 )

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2012

Pengendalian gulma di areal Tanaman Menghasilkan (TM): a) Melaksanakan kultur teknis dengan tepat. Sencor 70 WP (0. Jenis-jenis gulma tertentu diduga pula mengeluarkan senyawa racun (allelopati) yang membahayakan tanaman teh. b) Cara mekanis.5 kg/ha). memotong gulma di permukaan dan di bawah tanah. . Simazine (2-3 kg/ha). Hal ini sebabkan sebagian besar permukaan tanah terbuka dan secara langsung mendapatkan sinar matahari. dan ruang tumbuh. dengan mencabut gulma. Pengendalian gulma pada lahan teh yang belum menghasilkan (TBM) dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni: a) Cara mekanis. menggunakan herbisida pra tumbuh Goal 2E (1-2 L/ha). Caragard 80 WP (2-3 kg/ha) atau Goal 2E (1-2 L/ha). Nitrox 70 WP (1-1.5-1. air. dan c) Cara kimia dengan herbisida pra tumbuh seperti Karmex 70 WP (1-1. Gulma Gulma akan menimbulkan masalah besar terutama pada areal tanaman teh muda atau pada areal tanaman teh produktif yang baru dipangkas. penyulaman intensif dan pemulsaan. b) Cara kimia. sehingga diperoleh laju pertumbuhan tanaman teh dan produksi pucuk yang maksimal. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit di perkebunan teh merupakan salah satu kegiatan rutin yang sangat penting dalam pemeliharaan tanaman teh. Pengendalian gulma pada pertanaman teh bertujuan untuk menekan serendah mungkin kerugian yang ditimbulkan akibat gulma. 1. Populasi gulma dan hama yang tumbuh tidak terkendali. Caragard 70 WP (2-3 kg/ha).A. akan merugikan tanaman teh karena terjadinya persaingan di dalam memperoleh unsur hara. pemetikan rata agar tajuk menutup tanah. cahaya matahari.5 kg/ha).0 kg/ha). Hama pada tanaman the pada umumnya akan menyerang tanaman teh pada pucuknya. sehingga perkecambahan maupun laju pertumbuhan berbagai jenis gulma berlangsung sangat cepat.

Pengendalian: pemetikan dengan daur petik 7 hari. serangan dapat di kebun atau persemaian. Insektisida nthio 330 EC.5 cm menyerang daun teh muda dan tua. Daun yang diserang bergigi/berlubang. Daun tergulung dan terlipat. hayati dengan melepas musuh alami Apanteles dan insektisida Bayrusil 250 EC.2. Pengendalian: cara mekanis. Serangan pada ranting dapat menyebabkan kanker cabang. tanaman menjadi berlubang. Mitac 200 EC. Thosea) Ulat berbulu menyerang daun muda dan tua. Pengendalian: cara mekanis. 2) Ulat jengkal (Hyposidra talaca. melepas musuh hayati seperti Macrocentrus homonae. sanitasi. Carbavin 85 WP. Pengendalian: membersihkan serasah dan gulma. Sevin 85S. Parasa lepida. menyerang daun teh dan ranting muda. pemupukan berimbang dan insektisida Lannate 35 WP. Hama 1) Helopeltis antonii Serangga dewasa seperti nyamuk. 3) Ulat penggulung daun (Homona aoffearia) Ulat berukuran 1-2. Ectropis bhurmitra. Hama dan Penyakit a. mekanis. insektisida Ripcord 5 EC. menyerang daun muda. . pucuk dan daun tua. Elasmus homonae. Bagian yang diserang berbercak coklat kehitaman dan mengering. Pengendalian: cara mekanis. 4) Ulat penggulung pucuk (Cydia leucostoma) Ulat berukuran 2-3 cm berada di dalam gulungan pucuk teh. Lannate L. Biston suppressaria) Ulat berwarna hitam atau coklat bergaris putih. predator Hierodula dan Tenodera. 5) Ulat api (Setora nitens. pemupukan berimbang. hayati dengan melepas parasit dan insektisida Ripcord 5 EC dan Lannate L. Dicarbam 85 S.

2%. pada stadium lanjut pusat bercak menjadi coklat dan terlepas sehingga daun bolong. Sering menyerang klon TRI 2024. daun rontok.6) Tungau jingga (Brevipalpus phoenicis) Berukuran 0.25 mm. Omite 570 EC. setek akan mati. daun mengering dan rontok. pemetikan dengan daur pendek (9 hari). Penyakit 1) Cacar teh Penyebab: jamurExobasidium vexans. tungau membentuk koloni di pangkal daun. pemetikan tidak terlalu berat. RB 1. Pengendalian: mencelupkan stek ke dalam fungisida. Kelthane 200 EC. Gusadrin 150 WSC. Terdapat bercak kecil pada pangkal daun. Pengendalian: (1) cara mekanis. Pengendalian: pemupukan tepat waktu. Jika persemaian terserang semprotkan benomyl 0. menyerang daun teh tua di bagian permukaan bawah. Gmb 2. pemupukan berimbang. Gmb 3. penanaman klon tanah cacar PS 1. 2) Busuk daun Penyebab: jamur Cylindrocladum scoparium. Pengendalian: mengurangi pohon pelindung. Menyerang daun dan ranting muda. pucuk baru tidak terbentuk. Gejala: bintik-bintik kecil tembus cahaya dengan diameter 0. pemangkasan sejajar permukaan tanah. predator Amblyseius. fungisida. pengendalian gulma.2 mm berwarna jingga. b. (2) insektisda Dicofan 460 EC. Gmb1. Gmb 4. . fungisida yang mengandung tembaga. 3) Mati ujung pada bidang petik Penyebab: jamurPestalotia tehae. Gejala: bekas petikan berbercak coklat dan meluas ke bawah dan mengering. Gejala: daun induk berbercak coklat dimulai dari ujung/ketiak daun. Lalu serangan menuju ujung daun. Gmb 5.

Pengendalian: membongkar dan membakar teh yang sakit. iklim dan kesehatan tanaman. layu. terdapat benang hitam di bagian akar. Pucuk teh di petik dengan periode antara 6-12 hari. 5) Penyakit akar merah bata Penyebab: jamur Proria hypolatertia. Teh hijau Jepang dipanen dengan frekuensi yang lebih lama yaitu 55 hari sekali. arcuata) atau hitam (R. Pengendalian: sama dengan penyakit akar merah anggur. jamur busuk akar . jamur leher akar. Pengendalian: sama dengan penyakit akar umumnya. Panen Pemetikan adalah pemungutan hasil pucuk tanaman teh yang memenuhi syarat-syarat pengolahan. Gejala: sama dengan penyakit akar merah anggur.000 meter dpl. Pemetikan berfungsi pula sebagi usaha membentuk kondisi tanaman agar mampu berproduksi tinggi secara berkesinambungan. Penularan melalui kontak akar. bunodes di daerah 1. menggali selokan sedalam 60-100 cm di sekeliling tanaman sehat. B. Ditularkan melalui kontak akar. 7) Jamur akar coklat jamur kanker belah. mati. di permukaan kayu akar terdapat benang putih (R. rontok dan tanaman mati. 6) Penyakit akar hitam Penyebab: jamur Rosellinia arcuata di daerah 1. Panjang pendeknya periode pemetikan ditentukan oleh umur dan kecepatan pembentukan tunas. Gejala: tanaman menguning.0001. menguning.500 meter dpl dan R. Di samping faktor luar dan dalam. Di dataran tinggi 1. Penyebab: jamur Ganoderma pseudoferreum. Gejala: daun layu. Menyerang akar. fumigasi metil bromida atau Vapam.500 meter dpl. jamur akar hitam.4) Penyakit akar merah anggur Di dataran rendah 900 meter dpl terutama tanah Latosol. kecepatan pertumbuhan . pengendalian: sama dengan penyakit akar umumnya. bunodes). ketinggian tempat.

Daun yang dipetik adalah: 1) Peko: Pucuk atau tunas yang sedang tumbuh aktif 2) Burung: Pucuk atau tunas yang sedang istirahat 3) Kepel: Daun kecil yang terletak di ketiak daun tempat ranting tumbuh. 2) Burung adalah tunas tidak aktif berbentuk titik yang terletak pada ujung pucuk dalam rumus petik tertulis dengan huruf b. pengaturan areal petikan. Tebal lapisan daun pemeliharaan yang optimal adalah 15-20 cm. Daun kepel ini dalam rumus petikan ditulis dengan huruf k. jenis petikan. Istilah-istilah tersebut adalah sebagai berikut: 1) Peko adalah kuncup tunas aktif berbentuk runcing yang terletak pada ujung pucuk. dalam rumus petikan tertulis dengan huruf p. Mula-mula tumbuh daun kecil berbentuk lonjong. Beberapa istilah perlu diketahui baik dalam pemetikan maupun dalam menentukan rumus-rumus pemetikan. baru diikuti oleh pertumbuhan daun yang bergerigi atau normal. Kecepatan pertumbuhan tunas akan mempengaruhi beberapa aspek pemetikan. dan pelaksanaan pemetikan. licin. Selanjutnya kepel ceuli diikuti oleh pertumbuhan sehelai daun kepel yang lebih besar yang disebut kepel licin. pengaturan tenaga petik. Tanaman memasuki saat dipetik setelah berumur 3 tahun. Sisik ini segera berguguran apabila daun kepel mulai tumbuh. tidak bergerigi. biasa disebut kepel ceuli. . Pada tanaman teh panen berarti memetik pucuk atau daun teh muda yang berkualitas dalam jumlah sebesar-besarnya dengan memperhatikan kestabilan produksi dan kesehatan tanaman. daur petik. yaitu: jenis pemetikan. 3) Kepel adalah dua daun awal yang keluar dari tunas yang sebelahnya tertutup sisik. Setelah daun-daun ini terbentuk. lebih tebal atau lebih tipis dari ukuran tersebut pertumbuhan akan terhambat.tunas baru dipengaruhi oleh daun-daun yang tertinggal pada perdu yang biasa disebut daun pemeliharaan.

2t. tunas yang melewati bidang petik tetapi belum memenuhi rumus petik dibiarkan. Cara Panen. 7) Manjing adalah pucuk yang telah memenuhi syarat sesuai dengan sistem pemetikan yang telah ditentukan. 3t). 4) Petikan medium: bila yang dipetik peko dengan dua lembar atau tiga lembar daun muda dan pucuk burung dengan satu.4 dan seterusnya tergantung beberapa helai daun yang terdapat pada pucuk tersebut. Dalam rumus petik ditulis dengan angka 1. dan bila dipatahkan berserat. p + 3m. Dalam rumus pemetikan ditulis dengan huruf t mengikuti angka (1t. terasa keras.2. b + 1t. b + 1m). 3m). yaitu: 1) Petikan jendangan. b + 2t. . b + 3t). 3) Petikan halus: bila yang dipetik peko dengan satu lembar atau dua lembar daun burung dengan satu lembar daun muda (p + 1m. b + 1m. b + 2m. Macam dan rumus petikan adalah sebagai berikut: 1) Petikan imperial: bila yang dipetik hanya kuncup peko (p + 0). 5) Petikan kasar: bila yang dipetik dengan tiga lembar daun tua atau lebih daun burung dengan satu. 2) Petikan produksi. 2) Petikan pucuk pentil: bila yang dipetik peko dan satu lembar daun dibawahnya (p + 1m).4) Daun biasa/normal adalah daun yang tumbuh setelah terbentuk daundaun kepel. dua. b + 3m). 5) Daun muda adalah daun yang baru terbentuk tetapi belum terbuka seluruhnya. dan dalam rumus pemetikan ditulis dengan huruf m mengikuti angka (1m. tiga lembar daun tua (p + 3. petikan pertama setelah pangkasan untuk membentuk bidang petik agar datar dan rata. p + 4. dua atau tiga lembar daun muda ( p + 2m. 2m. dilakukan setelah petikan jendangan: a) Semua tunas yang melewati bidang petik dan memenuhi rumus petik harus diambil. berbentuk dan berukuran normal serta sisinya bergerigi. Terdapat tiga macam petikan teh. 6) Daun tua adalah daun yang berwarna hijau gelap.3.

1 mesin memuat 350 kg daun teh dan waktu untuk menggiling adalah 50 menit. Setiap 4 jam daun dibalik secara manual. . dan mineral). daun teh dibawa ketempat untuk mengayak. Masing-masing withered trough memuat 1 sampai 1. Tunas cabang yang menyamping dan tingginya tidak lebih dari bidang pangkas dibiarkan. C.5 ton daun teh. bubuk 3. bubuk 4. Pengolahan Pengolahan daun teh dimaksudkan untuk mengubah komposisi kimia daun teh segar secara terkendali. sehingga menjadi hasil olahan yang memunculkan sifat-sifat yang dikehendaki pada air seduhannya. Daun teh yang dipetik. Penanganan Pasca Panen 1.b) c) d) Tunas yang terlalu muda harus diambil. Semua pucuk burung diambil. Fungsi dari proses pelayuan ini adalah untuk menghilangkan kadar air sampai dengan 48%. seperti warna. awal mula melewati proses pelayuan yang memakan waktu 18 jam disebuah tempat berbentuk persegi panjang bernama withered trough. Bahan kimia yang terkandung dalam daun teh terdiri dari empat kelompok yaitu subtansi fenol (catechin dan flavanol). resin. Setelah digiling. dan badag. 3) Petikan gandesan. Memetik semua pucuk yang memenuhi syarat untuk diolah tanpa memperhatikan daun yang ditinggalkan. Proses untuk mengayak ini terjadi beberapa kali dengan hasil hitungan berdasarkan jumlah mengayak: bubuk 1. bubuk 2. rasa. dan aroma yang baik dan disukai. subtansi bukan fenol (pectin. Dari monorel daun-daun dimasukan ke mesin penggilingan. dilakukan di kebun yang akan dipangkas dengan cara memetik semua pucuk tanpa melihat rumus petik. vitamin. Daun-daun teh yang sudah layu kemudian dimasukan kedalam gentong dan diangkut menggunakan monorel ke tempat proses berikutnya. subtansi aromatik dan enzim-enzim.

memisahkan ukuran besar dan ukuran kecil. Kedua. Bila sudah siap untuk dipasarkan. Ada 3 jenis pekerjaan yang dilakukan diruangan sortasi. daun dibawa ke ruangan sortasi. contohnya di ekspor maka daun teh yang siap dipasarkan tersebut akan dikemas kedalam papersack. Badag dan bubuk-bubuk yang telah melewati proses fermentasi kemudian dibawa ke ruangan berikutnya untuk dikeringkan. Waktu memetik teh. 2. memisahkan daun teh yang berwarna hitam dan yang berwarna merah dengan menggunakan alat yang disebut Vibro. Setelah semua proses selesai dikerjakan maka teh harus diperiksa dahulu (quality control). . Waring (keranjang bambu) digunakan untuk menampung hasil petikan dengan ukuran minimal 150 x 160 cm dengan daya muat 20 kg (maksimal 25 kg). Kedua jenis teh tersebut diekspor dalam bentuk daun (leaf) atau serbuk teh (dust). Lamanya proses pengeringan adalah 23 menit dengan suhu 100 o C. Usai dikeringkan. Teh hijau dikemas dalam kemasan 3 kg baik untuk daun maupun serbuk teh. Pucuk hasil petikan ditempatkan di dalam keranjang 10 kg yang digendong di atas punggung. pertama. Bahan bakar untuk proses pengeringan ini adalah kayu dan batok kelapa untuk rasa yang lebih enak. Tempatkan waring dalam keadaan terbuka dan tidak ditumpuk di tempat teduh (di los). jangan menggenggam pucuk terlalu banyak. b) Teh hitam yang difermentasi.Sementara itu hasil ayakan terakhir yaitu badag tidak melewati proses fermentasi. Bila daun tersebut memenuhi standar maka akan dikemas ditempat penyimpanan sementara (disimpan didalam tong plastik berukuran besar). Pengemasan Pasar internasional memerlukan dua macam teh yaitu: a) Teh hijau yang tidak difermentasi..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->