P. 1
Benjolan Pada Leher

Benjolan Pada Leher

|Views: 89|Likes:
Published by Vana Allone

More info:

Published by: Vana Allone on May 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2013

pdf

text

original

LAPORAN TUTORIAL

BENJOLAN PADA LEHER

Disusun Oleh : Kelompok 1 Ivana Yusuf Suarniati Ichsaniar Amaliah Indra Wiratama Muchlis Zainuddin Ika Lukita Sari Andi trisnawati Andi Putriani Herwik Ismail Harry Murdy Abbas

PROGRAM STUDY PENDIDIKANDOKTER UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2012

BENJOLAN PADA LEHER Skenario 1 Seorang laki-laki 50 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan benjolan pada leher bagian lateral kiri, yang dirasakan sejak 4 bulan yang lalu. Benjolan ini mula-mula kecil, yang kemudian membesar dengan cepat. Benjolan teraba keras tetapi tidak nyeri. Penderita mengeluh telinga berdengung di sebelah kiri. Kata Kunci • • • • • • • Laki-laki 50 tahun Benjolan leher, lateral kiri 4 bulan yang lalu membesar dengan cepat Benjolan keras tidak nyeri telinga berdengung, sebelah kiri

Pertanyaan 1. Bagaimana Anatomi leher? 2. Menjelaskan Kelenjar limfe leher? 3. Bagaimana Mekanisme terjadinya benjolan pada leher? 4. Bagaimana Mekanisme berdasarkan gejala (telinga berdengung)? 5. Menjelaskan Anamnesis tambahan dari scenario tersebut? 6. Menjelaskan Differential diagnosis? Menjelaskan Etiologi? Menjelaskan Epidemiologi? Menjelaskan Gejala klinik?

7. Menjelaskan Diagnosis sementara?

Jawaban 1. Anatomi leher Leher merupakan bagian dari tubuh manusia yang terletak di antara thoraks dan caput. Batas disebelah cranial adalah basis mandibula dan suatu garis yang ditarik dari angulus mandibula menuju ke procesus mastoideus, linea nucrae suprema sampai ke protuberantia occipitalis eksterna. Batas kaudal dari ventral ke dorsal dibentuk oleh incisura jugularis sterni, klavikula, acromion, dan suatu garis lurus yang menghubungkan kedua acromia.(3)

Gambar 1. Anatomi leher Jaringan leher dibungkus oleh tiga fascia. Fascia koli superfisialis membungkus musculus sternokleidomastoideus dan berlanjut ke garis tengah di leher untuk bertemu dengan fascia sisi lain. Fascia colli media membungkus otot-otot pratrakeal dan bertemu pula dengan fascia sisi lain di garis tengah yang juga merupakan pertemuan dengan fascia colli superficial. Ke dorsal fascia colli media membungkus arteri karotis komunis, vena jugularis interna dan nervus vagus jadi satu. Fascia colli profunda membungkus musculus prevertebralis dan bertemu ke lateral dengan fascia koli media.

musculus trapezius dan musculus sternokleidomastoideus. Turut menentukan adalah posisi kepala dan columna vertebralis. b) Trigonum caroticum : dibentuk oleh musculus omohyoid venter superior. 1. kulit disebelah ventral melipat-lipat. pada posisi antefleksi kepala dan leher maka prosessus spinosus dari vertebra prominens sangat menonjol. clavicula dan musculus sternokleidomastoideus.Bentuk umum leher adalah sebagai conus dengan basis yang menghadap kea rah kaudal. c) Trigonum submentale : dibentuk oleh venter anterior. os. terdiri dari : a) Trigonum muscular : dibentuk oleh linea mediana. linea mediana leher dan mandibula. Trigonum posterior : dibatasi superior oleh musculus sternokleidomastoideus. dan musculus sternokleidomastoideus. musculus digastricus venter posterior. Ditentukan oleh processus spinosus vertebra cervicalis. b) Trigonum occipitalis : dibentuk oleh venter inferior musculus omohyoid. musculus omohyoid venter superior. .hyoideum. musculus digastricus. otot-otot panniculus adiposus. d) Trigonum submandibulare : dibentuk oleh mandibula. os. trakea dan glandula thyroidea. venter superior. musculus digastricus. dan venter anterior musculus digastricus. terdiri dari : a) Trigonum supraclavicular : dibentuk oleh venter inferior musculus omohyoid. Trigonum anterior : di anterior dibatasi oleh sternokleidomastoideus. trakea dan glandula thyroidea (terutama pada wanita). musculus sternokleidomastoideus.hyoid dan linea mediana. Leher dibagi oleh musculus sternokleidomastoideus menjadi trigonum anterior atau medial dan trigonum posterior atau lateral. musculus trapezius dan clavicula. 2. Pada posisi retrofleksi kepala dan leher maka kulit disebelah dorsal melipat-lipat sedangkan disebelah ventral akan kelihatan dengan jelas laring.

kebanyakan berada pada rangkaian jugularis interna dan spinalis asesorius. kelenjar limfe nodus kelompok ini masih signifikan terhadap terapi pembedahan. servikalis superficial.Gambar 2. Kelenjar limfe superficial menembus lapisan pertama fascia servikal masuk kedalam gugusan kelenjar limfe profunda. Kelenjar Limfe Leher PEMBAGIAN KELENJAR LIMFE Sekitar 75 buah kelenjar limfa terdapat pada setiap sisi leher. dan inferior. glandula saliva dan glandula thyroidea sama halnya pada kepala dan leher. submandibula. Rangkaian jugularis interna ini dibagi dalam kelompok superior. faring. Kelenjar limfa yang selalu terlibat dalam metastasis tumor adalah kelenjar limfa pada rangkaian jugularis interna. Meskipun kelenjar limfe nodus kelompok superficial lebih sering terlibat dengan metastasis. Kelompok kelenjar limfa yang lain adalah submental. paratrakeal. keistimewaan yang dimiliki kelenjar kelompok ini adalah sepanjang stadium akhir tumor. retrofaring. media. yang terbentang anatar klavikula sampai dasar terngkorak. spinalis asesorius. laring. . Kelenjar limfe servical dibagi kedalam gugusan superficial dan gugusan profunda. Trigonum anatomicum 2. Kelenjar limfe profunda sangat penting sejak kelenjar-kelenjar kelompok ini menerima aliran limfe dari membrane mukosa mulut. skalenus anterior dan supraklavikula.

sternokleidomastoid dan batas posterior m. Kelenjar lumfa jugularis di antara bifurkasio karotis dan persilangan m. Kelenjar yang terletak di 1/3 atas dan termasuk kelenjar limfa jugular superior. II. apakah nyeri atau tidak. Daerah penyebaran kelenjar limfe leher Daerah Kelenjar Limfa Leher Letak kelenjar limfa leher menurut Sloan Kattering Memorial Cancer Center Classification. Kelenjar yang terletak di segitiga sub-mental dan submandibula.7) I. V. Grup kelenjar di daerah jugularis inferior dan supraklaviula Kelenjar yang berada di segitiga posterior servikal. III. dibagi dalam lima daerah penyebaran kelompok kelenjar. kelenjar digastrik dan kelenjar servikal posterior superior. bagaimana konsistensinya. Menurut Sloan Kattering Memorial Cancer Center Classification. perhatikan ukurannya. IV. apakah melekat pada dasar atau kulit. kelenjar getah bening leher dibagi atas 5 daerah penyebaran. yaitu daerah : (1. .Hampir semua bentuk radang dan keganasan pada kepala – leher akan melibatkan kelenjar getah bening leher bila ditemukan pembesaran kelenjar getah bening di leher. apakah lunak kenyal atau keras.omohioid dengan m.sternokleidomastoid. Gambar 3.

spinalis asesorius. Pembuluh limfe eferen mencurahkan isinya kedalam kelenjar limfe cervicalis profundi. dasar lidah. Kelenjar limfe jugualris interna superior menerima aliran limfa yang berasal dari daerah palatum mole. Kelenjar limfe retroaurikular terletak diatas permukaan lateral processus mastoideus. Kelenjar limfe occipitalis terletak diatas os occipitalis pada apeks trigonum cervicalis posterior. servikalis superficial dan kelenjar limfa submandibula. dari permukaan lateral auricular dan dinding anterior meatus acusticus externus. Mereka menampung limfe sebagian kulit kepala diatas auricular dan dari dinding posterior meatus acusticus externus. sinus piriformis dan supraglotik laring. bagian posterior lidah. d. Menampung aliran limfe dari kulit kepala bagian belakang. tonsil.Gambar 4. . Penyebaran kelenjar limfe dikepala dan leher a. b. dan dari bagian lateral palpebra. Kelenjar limfe parotid terletak pada atau di dalam glandula parotis. Juga menerima aliran limfa yang berasal dari kelenjar limfa retrofaring. Pembuluh limfe efferen mencurahkan isinya kedalam kelenjar limfe cervicalis profundi. c. Pembuluh limfe eferen mencurahkan isinya ke dalam kelenjar limfe cervicalis profundi. parotis. Menampung limfe dari sebagian kulit kepala di atas glandula parotis.

kadang-kadang dapat langsung ke rangkaian kelenjar limfa jugularis interna. Pembulubh aferen menerima aliran limfa yang erasal dari dagu. Kelenjar limfe submandibula. terletak di sekitar kelenjar liur submandibula dan di dalam kelenjar liurnya sendiri. terletak di antara faring dan fasia prevertebra. esophagus bagian servikal.e. h. terletak pada segitiga submental di antara platisma dan m. k. trakea bagian atas dan tiroid. bagian lateral bibir bawah. Juga menerima aliran . mulai dari dasar tengkorak sampai ke perbatasan leher dan toraks. Pembuluh eferen mengalirkan limfe ke kelenjar limfe jugularis interna superior. Kelenjar limfe submental. Kelenjar limfa paratrakea. Juga menerima aliran limfa yang berasal dari kelenjar limfa jugualris interna superior dan media. Pembuluh aferen menerima aliran limfa dari nasofaring. f. Pembuluh eferen mengalirkan limfa ke kelenjar jugularis interna superior. dan kelenjar limfa paratrakea. bibir artas. Kelenjar limfe servical superficial terletak di sepanjang vena jugularis eksterna. esophagus bagian servikal. Pembuluh . j. daerah retroaurikula. kelenjar parotis dan kelenjar limfe occipital. menerima aliran limfe yang berasal dari kulit muka. Pembuluh aferen menerima aliran limfa yang berasal dari kelenjar liur submandibula. hipofaring.omohioid di dalam jaringan lunak. hipofaring. sekitar kelenjar parotis. bagian anterior rongga mulut. bibir bawah bagian tengah. sinus piriformis bagian inferior dan daerah krikoid posterior. pipi. palatum mole dan 2/3 depan lidah. Kelenjar limfe jugularis interna media menerima aliran limfa yang berasal langsung dari subglotik laring. Kelenjar limfe jugularis interna inferior menerima aliran limfa yang berasal langsung dari glandula tiroid. telinga tengah dan tuba Eustachius. dasar mulut bagian depan dan 1/3 bagian bawah lidah. i. g. bagian medial kelopak mata. menerima aliran limfa yang berasal dari laring bagian bawah. Pembuluh eferen mengalirkan limfa ke kelenjar limfa jugularis interna dan kelenjar limfa spinal asesoris bagian superior. gusi. rongga hidung. trakea. Kelenjar limfa retrofaring.imfa yang berasal dari kelenjar limfa jugularis interna superior dan kelenjar limfa retrofaring bagian bawah. Pembuluh eferen mengalirkan limfa ke kelenjar limfa submandibula sisi hiomolateral atau kontralateral.

Kelenjar limfa parafaring menerima aliran limfa dari nasofaring. Pembuluh eferen mengalirkan limfa ke kelenjar limfa supraklavikula. Selain itu kelenjar limfe berfungsi sebagai tempat sel yang memperkenalkan antigen. Dalam keadaan normal. sel T dan sel B berkontak dengan antigen yang dengan struktur tertentu meningkatkan interaksi sel T. Juga duktus torasikus dan duktus limfatikus kanan menerima aliran limfa dari kelenjat supraklavikula. mengangkiut limfosit dari kelenjar limfe ke sirkulasi darah membawa . aktivasi lengan reaksi imun seluler dan humoral dan berakhir dengan pembasmian antigen. lateral dan persendian sternum. Fibroblas rrmelalui jalur aferen dan eferen. interaksi seperti itu menyebabkan efisiensi pengenalan antigen. dengan untuk sisi yang sebelah kanan masuk ke duktus limfatikus kanan atau langsung ke system vena pada pertemuan vena jugularis interna dan vena subklavia. STRUKTUR DAN FUNGSI KELENJAR LIMFE Kelenjar limfe adalah organ limfoid perifer yang berhubungan dengan sirkulasi pembuluh limfatik aferen dan eferen dan melalui venula pascakapiler berendotel tinggi. terletak di sepanjang saraf spinal asesoris. menerima aliran limfa yang berasal dari kulit kepala bagian parietal dan bagian belakang leher. Limfe aferen mengandung limfosit makrofag dan antigen memasuki kelenjar limfe melalui ruang subkapsul dan mengalir melalui daerah parakorteks dan medula ke dalam sinus medula yang menyatu membentuk pembuluh limfatik eferen. sel B dan sel-sel yang mempresentasikan antigen secara optimum. Menerima aliran dari bagian cavum thoraks dan abdomen.eferen mengalirkan limfa ke kelenjar limfa jugularis interna inferior atau kelenjar limfa mediastinum superior. (10) Fungsi utama kelenjar limfe adalah sebagai penyaring (filtrasi) dari berbagai mikroorganisme asing dan partikel-partikel akibat hasil dari degradasi sel-sel atau metabolisme. m. n. Rangkaian kelenjar limfa jugularis interna mengalirkan limfa ke trunkus jugularis dan selanjutnya masuk ke duktus torasikus untuk sisi sebelah kiri. orofaring dan sinus paranasal. Kelenjar limfa spinal asesoris. Sejumlah tipe sel membentuk kerangka dan stroma penyokong kelenjar kapiler. Fungsi lain kelenjar limfe adalah mengembalikan cairan dan protein dari jaringan k dalaam sirkulasi darah. Kelenjar supraclavicular terletak di dalam cekungan diatas clavicula. l.

Hampir semua struktur yang ada pada leher dapt mengalami benjolan entah itu kelenjar tiroid. infeksi. hormone. Gambar 5. Mekanisme terjadinya benjolan pada leher Ada banyak factor yang dapat menyebabkan timbulnya benjolan pada leher. otot dan tulang. paratiroid dan getah bening. kelenjar limfe menghasilkan zat anti (antibodi) untuk melindungi tubuh terhadap kelanjutan infeksi. neoplasma dan kelainan herediter. Factor-faktor ini bekerja dengan caranya masing-masing dalam menimbulkan benjolan. kelenjar limfe menyaring dan menghancurkan mikroorganisme untuk menghindarkan penyebaran organisme itu dari tempat masuknya dalam jaringan. ke bagian laion di tubuh dan apabila ada infeksi. Hal yang perlu ditekankan adalah tidak selamanya benjolan yang ada pada leher timbul karena kelainan yang ada pada leher. . • Infeksi dapat menimbulkan benjolan pada leher melalui beberapa cara yang diantaranya berupa benjolan yang berasal dari invasi bakteri langsung pada jaringan yang terserang secara langsung maupun benjolan yang timbul sebagai efek dari kerja imunitas tubuh yang bermanifestasi pada pembengkakan kelenjar getah bening.lemak yang sudah dibuat emulsi dari usus ke sirkulasi darah dan yang melaksanakan fungsi ini adalah saluran lakteal. seperti trauma. maupun benjolan yang berasal dari struktur jaringan lain seperti lemak. Tidak jarang kelainan itu justru berasal dari kelainan sistemik seperti limpoma atau TBC. Aliran drainase kelenjar limfe 3.

permeabilitas venula. Dysplasia ini menimbulkan sejumlah kelainan fisiologs molekuler seperti peningkatan laju pembelahan sel dan inaktifasi mekanisme bunuh diri sel terprogram. sel T Menghancurka n sel-sel tubuh → nutrisi benjolan Cairan keluar Produksi sel limfoid. . menyaring sel tubuh yg mengalami kerusakan.Trauma & Reaksi Imun → infeksia Mast sel & sel basofil → granulasi mediator radang Dilatasi arteriola. kartilago-kondroma. Hal ini berakibat pada proliferasi sel tak terkendali yang bermanifestasi pada timbulnya benjolan pada jaringan. adenoma tiroid. maupun akibat dari metastase kanker dari organ diluar leher. menghalangi agen infeksius Pembesaran kelenjar limfe Sedangkan mekanisme timbulnya benjolan akibat neoplasma entah itu dari otot. lemak-lipoma. neutrofil. pelebaran intraendotheli aljunction Makrofag. jaringan-limfe limpoma. Awalnya terjadi dysplasia dan metaplasia pada sel matur akibat berbagai factor sehingga differensiasi sel tidak lagi sempurna. sel limfoid. Neoplasma dapat terjadi pada semua sel yang ada dileher entah itu kelenjar tiroid. tulang maupun kelenjar secara umum hampir sama.

Differensial Diagnosis A. sel limfoid. tulang. inaktifasi mekanisme bunuh diri sel terprogram Proliferasi sel tdk terkendali → manifestasi Benjolan Neoplasma di resessus faringeus & dinding lateral nasofaring menekan tuba eustachia.menghubungkan rongga hidung dan orofaring.Neoplasma Dysplasia & metaplasia → sel matur Otot. kelenja 4. 5. ANATOMI Nasofaring terletak diantara basis cranial dan pallatum mole. Mekanisme Telinga berdengung Peningkatan laju pembelahan sel. menyebabkan tekanan negatif yang menghambat udara sehingga telinga berdengung.sekitar 80 % dari kasus karsinoma nasofaring didunia terjadi di china.Rongga nasofaring menyerupai sebuah kubus yang tidak . Karsinoma nasofaring Definisi Karsinoma nasofaring disebut juga tumor kanton. Menurut WHO.

Proporsi pria dan wanita 8:1.orang cina generasi pertama (umumnya penduduk kanton) yang bermigrasi ke Amerika Serikat.proses karsinogenesisnya mungkin mencakup banyak tahap.superior. Etiologi Terjadinya kanker nasofaring mungkin multifactor.beraturan. 3.menduduki 75-90 %. diameter atas-bawah dan kiri-kanan masing masing sekitar 3 cm. diameter depan belakang 2-3 cm.Tikus putih yang diberi pakan ikan asin dapat timbul kanker rongga nasal atau sinus nasal.Faktor yang mungkin terkait dengan timbulnya kanker nasofaring adalah : 1.Penelitian akhir akhir ini menemukan zat berikut berkaitan dengan timbulnya kanker nasofaring: 1.Faktor lingkungan Menurut laporan luar negeri.Diantaranya dimetilnitrosamin dan dietilnitrosamin kandungannya agak tinggi pada ikan asin Guangzhou.dapat dibagi menjadi dinding anterior.tapi umumnya menyerang usia 3060 tahun.antigen nuklir.diantara kedua dinding tidak terdapat batas anatomis yang jelas Epidemiologi Kanker nasofaring dapat terjadi pada segala umur.antigen dini(EA).Dinding superior dan posterior bersambung dan miring membentuk lengkungan.dll.Golongan nitrosamine : ini dapat menilbulkan kanker pada hewan.gen kerentanan terhadap kanker nasofaring.inferior dan 2 dinding lateral yang simetri bilateral. 2.Virus EB Metode imunologi membuktikan antigen spesifik seperti antigen kapsid virus (VCA) antigen membrane (MA).Kerentanan genetic Analisis korelasi menunjukkan gen HLA (human leukocyte antigen) dan gen pengode enzim sitokrom p4502E (CYP2E1) kemungkinan adalah. .Kanada memiliki angka kematian akibat kanker nasofaring 30 kali tinggi dari kulit putih setempat.Dinding supero-posterior.

sekitar 6080 % sudah metastasis kelenjar limfe.pada waktu diagnosis ditegakkan. 5.2.Tinitus dan pendengaran menurun : masing masing menempati 51. .infiltrasi saraf cranial atau os basis cranial.Epistaksis : sekitar 70 % pasien mengalami gejala ini.menekan tuba eustaki.menyebabkan tekanan negative di dalam kavum timpani.Penyebabnya adalah tumor diresesus faringeus dan dinding lateral nasofaring menginfiltrasi. 3.Ini sering disebabkan desakan tumor.Unsur renik : nikel sulfat dapat memacu efek karsinogenesis pada proses timbulnya kanker nasofaring pada tikus akibat dinitrosopiperazin dosis kecil. Manifestasi klinis 1.juga mungkin karena infeksi local atau iritasi pembuluh darah yng menyebabkan sefalgia reflektif.hingga terjadi otitis media transudatif.5 % dan 50 %.Hidrokarbon aromatic: pada keluarga di area insiden tinggi kanker nasofaring.epitel torak bersilia berlapis semu dan epitel transisional.paru. 6.6-62.Ini disebabkan tumor menyumbat lubang hidung posterior.68.Di dalam lamina propria mukosa sering terdapat sebukan limfosit.kandungan 3.Sefalgia : Menempati 57.Lokasi metastasis paling sering ke tulang. Patologi Rongga nasofaring diselaputi selapis mukosa epitel tipis. di submukosa terdapat kelenjar serosa dan musinosa.Pembesaran kelenjar limfe leher : sekitar 40 % pasien dating dengan gejala pertama pembesaran kelenjar limfe leher.6 %.hati. 4. diantaranya 23.2 % pasien datang dengan gejala awal ini. 2.terutama berupa epitel skuamosa.kekhasannya adalah nyeri kontinu di region temporoparietal atau oksipital satu sisi.Kanker nasofaring adalah tumor ganas yang berasal dari epitel yang melapisi nasofaring.Gejala metastasis jauh : karena 95 % lebih sel kanker nasofaring berdiferensiasi buruk.4-benzpiren 3.insiden sekitar 48 %.Hidung tersumbat : Sering hanya sebelah dan secara progresif bertambah hebat.

Kemoterapi yang sering dipakai adalah PF (DDP + 5FU). 3.Pemeriksaan saraf cranial. paklitaksel +DDP. 5.Pemeriksaan kelenjar limfe leher.pemeriksaan MRI untuk memiliki resolusi yang baik terhadap jaringan lunak.rantai nervus aksesoris dan rantai arteri vena transversalis koli apakah ada pembesaran. . 2.tapi pada kecurigaan paralisis otot mata kadang dilakukan pemeriksaan berulang barulah ditemukan hasil positif. pasien stadium 3 ataupun 4 dengan kombinasi radioterapi dan kemoterapi.dapat melihat lapisan struktur nasofaring dan luas lesi Tatalaksana Radioterapi Terapi terhadap kanker nasofaring berprinsip pada individualisasi dan tingkat keparahan. hidung tersumbat menetap . Kemoterapi Kemoterapi yang dimaksud berupa kemoterapi adjuvant dan kemoradioterapi.Hasil positif pada kanker nasofaring berkaitan dengan kadar dan perubahan antibody tersebut. Parameter rutin yang diperiksa untuk penapisan kanker nasofaring adalah VCIgA.Pemeriksaan untuk tegakkan diagnosis 1. Perhatikan pemeriksaan kelenjar limfe rantai vena jugularis interna.EA-IgA. 4.tuli unilateral. dll.penetapan stadium secara akurat.Pemeriksaan serologi virus EB. Pasien stadium 1 ataupun 2 dengan radioterapi eksternal ditambah brakiterapi kavum nasofaring.karboplatin + 5FU. limfadenopati lehet tapi tidak nyeri.EBV-DNAseAb.Pemeriksaan CT untuk memastikan lesi.Perhatikan keluhan utama Pasien dengan epistaksis aspirasi balik.Terdapat saraaf cranial tidak hanya memerlukan pemeriksaan cermat sesuai prosedur rutin satu per satu.

Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi.Pasca radioterapi kuratif terdapat residif atau rekurensi kelenjar limfe leher. Glotis : ostium antara pita suara dalam laring c. Laring menghubungkan laringopharynx dengan trachea. B.3 bulan pasca radioterapi kuratif terdapat residif lesi primer nasofaring . Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan b. Karsinoma laring ANATOMI LARING Laring Laring tersusun atas 9 Cartilago ( 6 Cartilago kecil dan 3 Cartilago besar ). Terbesar adalah Cartilago thyroid yang berbentuk seperti kapal. terletak pada garis tengah anterior dari Leher Pada Vertebrata Cervical 4 Sampai 6. Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas: a. dan di dalam cartilago ini ada pita suara.lesi relative terlokalisasi . Sedikit di bawah cartilago thyroid terdapat cartilago cricoid. Laring juga melindungi jalan napas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batuk.Dilakukan operasi residif local nasofaring pasca radioterapi.Terapi Bedah . Kartilago Thyroid : kartilago terbesar pada trakea. bagian depannya mengalami penonjolan membentuk “adam’s apple”. sebagian dari kartilago ini membentuk jakun ( Adam’s Apple ) .

Kartilago Aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago thyroid f. Ketegangan Vocal 4. Pemajanan Industrial Terhadap Karsinogen 6. Laringitis Kronis 5. Yang terpenting pada penanggulangan karsinoma laring ialah diagnosis dini dan pengobatan/ tindakan yang tepat dan kuratif karena tumornya masih terisolasi dan dapat diangkat secara radikal. yaitu : a. Ada 2 fungsi lebih penting selain sebagai produksi suara. Laring sebagai katup selama batuk Etiologi Etiologi karsinoma larynx belum diketahui dengan pasti. Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara. Penelitian yang dilakukan di RS Ciptomangunkusomo menunjukan bahwa karsinoma laring jarang ditemukan pada orang yang tidak merokok. Dikatakan oleh para ahli bahwa perokok dan peminum alcohol merupakan kelompok orang-orang dengan resiko tinggi terhadap karsinoma laring. Predisposisi keluarga . Laring sebagai katup. fonasi serta fungsi sfingter laring. menutup selama menelan untuk mencegah aspirasi cairan atau benda padat masuk ke dalam tracheobroncial b. Penelitian epidemiologic menggambarkan beberapa hal yang diduga menyebabkan terjadinya karsinoma laring yang kuat ialah rokok. 1. alcohol da terpajan oleh sinar radioaktif. Kartilago Krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago thyroid ) e. Alkohol Dan Efek Kombinasinya 3. Tujuan utama ialah mengeluarkan bagian laring yang terkena tumor dengan memperhatikan fungsi respirasi.d. sedangkan risiko untuk mendapatkan karsinoma laring naik sesuai dengan kenaikan jumlah rokok yang dihisap. Defisiensi Nutrisi (riboflavin) 7. pita suara melekat pada lumen laring. Tembakau 2.

94%.77% diikuti oleh keganasan hidung dan paranasal 10.8% dari 1030 kasus keganasan THT.54%. sinus piriformis dan plika ariepiglotika kurang berdiferensiasi baik. 95% adalah karsinoma sel skuamosa. telinga 2.5% dari semua penyakit keganasan. Bila kanker terbatas pada pita suara (intrinsik) menyebar dengan lambat. kimia toksik atau serbuk. Kanker kepala dan leher menyebabkan 5. Jumlah kasus ratarata 25 pertahun.11%. HISTOPATOLOGI Ca sel skuamosa meliputi 95% sampai 98% dari semua tumor ganas laring.11%. esophagus/bronkus 1. PATOFISIOLOGI Karsinoma laring banyak dijumpai pada usia lanjut diatas 40 tahun. Kebanyakan pada orang laki-laki. sebelum mengenai pita suara sehingga mengakibatkan suara serak. Tumor superglotis dan subglotis harus cukup besar. logam berat. Pita suara miskin akan pembuluh limfe sehingga tidak terjadi metastase ke arah kelenjar limfe. Bagaimana terjadinya belum diketahui secara pasti oleh para ahli. Bila kanker melibatkan epiglottis (ekstrinsik) metastase lebih umum terjadi. .28%. rongga mulut 1.97% menduduki peringkat ketiga keganasan THT (712 kasus). orofaring/tonsil 1. Hal ini mungkin berkaitan dengan kebiasaan merokok. Tumor pita suara yang sejati terjadi lebih dini biasanya pada waktu pita suara masih dapat digerakan. Lesi yang mengenai hipofaring. Perbandingan laki dan perempuan adalah 11:1 terbanyak pada usia 56-69 tahun dengan kebiasaan merokok didapatkan pada 73.FREKUENSI Menurut penelitian dari departemen THT FKUI/RSCM pariode 1982-1987 proporsi karsinoma laring 13.69%. Terutama neoplasma laryngeal. bekerja dengan debu serbuk kayu. Ca sel skuamosa dibagi 3 tingkat diferensiasi: a) diferensiasi baik (grade 1) b) berdiferensiasi sedang (grade 2) c) berdiferensiasi buruk (grade 3) kebanyakkan tumor ganas pita suara cenderung berdiferensiasi baik. Karsinoma nasofaring sebesar 71.40% dan parotis 0. Periode 1988-1992 karsinoma laring sebesar 9.

Hubungan antara serak dengan tumor laring tergantung pada letak tumor. Apabila tumor laring tumbuh pada pita suara asli. 10 mm merupakan batas inferior otot-otot intrinsic pita suara. pita suara gagal berfungsi secara baik disebabkan oleh ketidak teraturan pita suara. Batas inferior glotik adalah 10 mm di bawah tepi bebas pita suara. terserangnya otot-otot vokalis. Tumor ganas transglotik: Tumor yang menyeberangi ventrikel mengenai pita suara asli dan pita suara palsu atau meluas ke subglotik lebih dari 10 mm. sumbatan jalan nafas atau paralisis komplit. Tumor glotik: Mengenai pita suara asli. Pada tumor ganas laring. Serak: Gejala utama Ca laring. Apabila tumor tumbuh di daerah ventrikel laring. . mengganggu. kecepatan getaran dan ketegangan pita suara. Kadang-kadang bisa afoni karena nyeri. GEJALA KLINIK 1. Batas superior adalah ventrikel laring.KLASIFIKASI LETAK TUMOR Tumor supraglotik: Terbatas pada daerah mulai dari tepi atas epiglottis sampai batas atas glottis termasuk pita suara palsu dan ventrikel laring. Hal ini disebabkan karena gangguan fungsi fonasi laring. Serak menyebabkan kualitas suara menjadi semakin kasar. oklusi atau penyempitan celah glotik. Oleh karena itu tumor glotik dapat mengenai 1 atau ke 2 pita suara. Kualitas nada sangat dipengaruhi oleh besar celah glotik. dapat meluas ke subglotik sejauh 10 mm dan dapat mengenai komisura anterior atau posterior atau prosessus vokalis kartilago aritenoid. serak merupakan gejala dini dan menetap. sendi dan ligament krikoaritenoid dan kadang-kadang menyerang saraf. sumbang dan nadanya lebih rendah dari biasa. ketajaman tepi pita suara. Tumor subglotik: Tumbuh lebih dari 10 mm di bawah tepi bebas pita suara asli sampai batas inferior krikoid. dibagian bawah plika ventrikularis atau dibatas inferior pita suara. Adanya tumor di pita suara akan mengganggu gerak maupun getaran kedua pita suara tersebut. merupakan gejala dini tumor pita suara. serak akan timbul kemudian. besar pita suara.

hemoptisis. biasanya timbul dengan tertekanya hipofaring disertai secret yang mengalir ke dalam laring. 2. Pada umunya dispnea dan stridor adalah tanda prognosis yang kurang baik. Dispnea dan stridor: Gejala yang disebabkan sumbatan jalan nafas dan dapat timbul pada tiap tumor laring. 5. supraglotik. batuk dan penurunan berat badan menandaka perluasan tumor ke luar laring atau metastasis jauh. Nyeri alih ke telinga ipsilateral. 6. Gejala ini disebabkan oleh gangguan jalan nafas oleh massa tumor. penumpukan kotoran atau secret maupun oleh fiksasi pita suara. Suara bergumam (hot potato voice): fiksasi dan nyeri menimbulkan suara bergumam. .Pada tumor supraglotis dan subglotis. Pada tumor supraglotik dan transglotik terdapat kedua gejala tersebut. rasa ada yang mengganjal di tenggorok. Batuk dan hemoptisis: Batuk jarang ditemukan pada tumor ganas glotik. hipofaring dan sinus piriformis. gejala pertama tidak khas dan subjektif seperti perasaan tidak nyaman. serak dapat merupakan gejala akhir atau tidak timbul sama sekali. Pada kelompok ini. Rasa nyeri ketika menelan (odinofagia) menandakan adanya tumor ganas lanjut yang mengenai struktur ekstra laring. Nyeri tenggorok: keluhan ini dapat bervariasi dari rasa goresan sampai rasa nyeri yang tajam. Hemoptisis sering terjadi pada tumor glotik dan tumor supraglotik. 3. 7. 4. Keluhan ini merupakan keluhan yang paling sering pada tumor ganas postkrikoid. halitosis. Tumor hipofaring jarang menimbulkan serak kecuali tumornya eksentif. Sumbatan yang terjadi perlahan-lahan dapat dikompensasi. Disfagia: Merupakan ciri khas tumor pangkal lidah.

menginfiltrasi orofaring jaringan lunak pada leher atau merusak tulang rawan tiroid. Pemeriksaan laring dapat dilakukan dengan cara tidak langsung menggunakan kaca laring atau langsung dengan mengggunakan laringoskop. Pemeriksaan ini untuk menilai lokasi tumor. 9. ada atau tidaknya proses spesifik dan metastasis di paru. Diagnosis Diagnosis ditebgakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan klinis.\ . KLASIFIKASI TUMOR GANAS LARING (AJCC DAN UICC 1988) Supraglotik Tis T1 T2 Karsinoma in situ Tumor terdapat pada satu sisi suara/pita suara palsu (gerakan masih baik) Tumor sudah menjalar ke 1 dan 2 sisi daerah supraglotis dan glottis masih bisa bergerak (tidak terfiksir) T3 Tumor terbatas pada laring dan sudah terfiksir atau meluas ke daerah krikoid bagian belakang. CT scan laring dapat memeperlihatkan keadaan penjalaran tumor pada tulang rawan tiroid dan daerah preepiglotis serta metastasis kelenjar getah bening leher. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan selain pemeriksaan laboratorium darah juga pemeriksaan radiologic. dinding medial dari sinus prirformis dan ke arah rongga pre epiglottis.8. Foto toraks diperlukan untuk menilai keadaan paru. Nyeri tekan laring adalah gejala lanjut yang disebabkan oleh komplikasi supurasi tumor yang menyerang kartilago tiroid dan perikondrium. T4 Tumor sudah meluas ke luar laring. Diagnosis pasti ditegakkan dengan pemeriksaan patologi anatomic dari bahan biopsy laring dan biopsy laring dan biopsy jarum halus pada pembesaran kelenjar getah bening di leher. Pembesaran kelenjar getah bening leher dipertimbangkan sebagai metastasis tumor ganas yang menunjukkan tumor pada stadium lanjut. Dari hasil patologi anatomi yang terbanyak adalah karsinoma sel skuamosa. penyebaran tumor kemudian dilakukan biopsy untuk pemeriksaan patologi anatomic.

Teraba kelenjar limfe tunggal. Tumor sangat luas dengan kerusakan tulang rawan tiroid atau sudah keluar dari laring. atau tumor sudah terdapat pada komisura anterior atau posterior. N2b N3 Multiple kelenjar limfa ipsilateral. Penjalaran ke kelenjar limfa (N) Nx N0 N1 Kelenjar limfa tidak teraba Secara klinis kelenjar tidak teraba Secara klinis tidak teraba satu kelenjar linfa dengan ukuran diameter 3 cm homolateral. N2 N2a cm. . ipsilateral dengan ukuran diameter 3-6cm Satu kelenjar limfa ipsilateral. tetapi gerakan pita suara masih baik.Glottis Tis T1 Karsinoma in situ Tumor mengenai satu atau dua sisi pita suara. diameter tidak lebih dari 6 cm Metastasis kelenjar limfa lebih dari 6 cm. T3 T4 Tumor sudah mengenai laring dan pita suara sudah terfiksasi. Subglotik Tis T1 T2 Karsinoma in situ Tumor terbatas pada daerah subglotis Tumor sudah meluas ke pita. Tidak ada metastasis jauh Terdapat metastasis jauh. Tumor meliputi laring dan pita suara sudah terfiksasi. diameter lebih dari 3 cm tapi tidak lebih dari 6 Metastasis jauh (M Mx M0 M1 Tidak terdapat/terdeteksi.duanya. T2 Tumor meluas ke daerah supraglotis atau subglotis. pita suara masih dapat bergerak atau sudah terfiksasi. pita suara masih dapat bergerak atau T3 T4 sudah terfiksasi (impaired mobility). Tumor yang luas dengan destruksi tulang rawan atau perluasan ke luar laring atau kedua.

cepat dan radikal. biasanya jadwal pemberian sitostatika tidak sampai selesai karena keadaan umum memburuk di samping harga obat ini yang relative mahal sehingga tidak terjangkau oleh pasien. Pemakaian sitostatika belum memuaskan. Jenis pembedahan adalah laringektomi totalis atau pun parsial. serta dilakukan juga diseksi leher radikal bila terdapat penjalaran ke kelenjar limfa leher. maka pasien akan menjdai afonia dan bernafas melalui stoma permanen di leher. stadium 4 dilakukan operasi dengan rekonstruksi bila masih memungkinkan atau dikirim untuk mendapatkan radiasi. T1/T2/T3 N1 M0 STIII T3 STIV T4 N0/N1 M0 N2/N3 M T1/T2/T3/T4 T1/T2/T3/T4 N1/N2/N3 Penatalaksanaan Setelah diagnosis dan stadium tumor ditegakkan maka ditentukan tindakan yang akan diambil sebagai penanggulanangannya. obat sitostatika atau pun kombinasi daripadanya. Para ahli berpendapat bahwa tumor laring ini mempunyai prognosis yang palaing baik di antara tumor-tumor daerah traktus aero-digestivus bila dikella dengan tepat. radiasi. . stadium 2 dan 3 dikirim untuk operasi. Ada 3 cara penanggulangan yang lazim dilakukan yakni pembedahan. tergantung lokasi dan penjalaran tumor. Rehabilitasi Suara Laringektomi yang dikerjakan untuk mengobati karsinoma laring menyebabkan cacat pada pasien. Sebagai patokan dapat dikatakan stadium 1 dikirim untuk mendapatkan radiasi. Dengan dilakukannya pengangkatan laring beserta pita suara yang ada di dalamnya. tergantung pada stadium penyakit dan keadaan umum pasien.Staging (= stadium) ST1 STII T1 T2 N0 N0 N0 M0 M0 M0.

ratio pria terhadap wanita adalah 1:2-4.dll. penyakit tersering terjadi pada usia 20-40 tahun. 2) Genetik dan Onkogen Sebagian Karsinoma medular tiroid bersifat herediter dan familial. baik yang bersifat umum yakni agar pasien dapat bermasyarakt dan mandiri kembali maupun rehabilitasi khusus yakni rehabilitasi suara (voice rehabilitation). Rehabilitasi suara dapat dilakukan dengan pertolongan alat bantu suara yakni semacam vibrator yang ditempelkan di daerah submandibula atau pun dengan suara yang dihasilkan dari esophagus (esophageal speech) melalui proses belajar. faktor diet. 3) Jenis Kelamin dan Hormonal . Etiologi Etiologi kanker tiroid belum jelas. termasuk radiasi ionisasi. perubahan genetik dan onkogen. Timbulnya karsinoma medular tiroid familial berkitan dengan mutasi gen RET pada kromosom nomor 10.Untuk itu diperlukan rehabilitasi terhadap pasien. Karsinoma Thyroid Epidemiologi Penderita wanita lebih banyak dari pria. 1) Radiasi Ionisasi Kontak dengan radiasi merupakan satu-satunya faktor karsinogen terhadap tiroid. Populasi terpapar sinar X dan radiasi Ɣ. Banyak faktor yang mempengaruhi suksesnya proses rehabilitasi suara ini tetapi dapat disimpulkan menjadi 2 faktor utama ialah faktor fisik dan faktor psiko-sosial. Suatu hal yang sangat membantu adalah pembentukan wadah perkumpulan guna menghimpun pasien-ppasien tuna-laring guna menyokong aspek psikis dalam lingkup yang luas dari pasien baik sebelum maupun sesudah operasi. insiden karsinoma papilar dan folikular tiroid lebih tinggi. C. pada umumnya beranggapan karsinoma tiroid berkaitan dengan banyak faktor. jenis kelamin. agar pasien dapat berbicara (bersuara) sehingga berkomunikasi verbal.

Pada Jaringan karsinoma papilar tiroid kandungan reseptor estrogen dan reseptor progesteron tertinggi. ke medial. lalu ke tulang. paratrakea. Ketika tumor menginfiltrasi trakea. inferior. tumor dapat menyebar di dalam kelenjar. kelompok kelenjar limfe profunda leher superior. bila tumor mendesak esofagus dapat timbul disfagia. posterior menginfiltrasi trakea. tersering ke paru. 4) Faktor Diet Defisiensi iodium dianggap berakitan dengan timbulnya tumor tiroid termasuk karsinoma tiroid.Pada kelenjar tiroid normal. 4) Metastasis jauh : kanker tiroid sering bermetastasis jauh. media. 3) Metastasis kelenjar limfe : kanker tiorid sering bermetastasis ke kelenjar limfe anterior laring. dapat timbul dispnea atau hemoptoe. disimpulkan bahwa reseptor estrogen . reseptor progesteron merupakan faktor penting yang mempengaruhi insiden karsinoma tiroid pada wanita. 5) Lesi Jinak Tiroid Transformasi ganas adenomaberhubungan dengan tipe patologik. . bila tumor menginfltrasi nervus laringeus rekuren dapat timbul suara serak. sering mendesak trakea hingga posisisnya berubah disertai gangguan bernapas yang bervariasi intensitasnya. nervus laringeus rekuren dan kartilago tiroidea. 2) Gejala infiltasi dan desakan lokal 3) Ketika tumor membesar sampai batas tertentu. bergerak naik turun sesuai gerakan menelan. lebih sering ke kelompok media dan inferior. Penyebaran & Metastase 1) Penyebaran intraglandular tiroid : kelenjar tiroid kaya akan jaringan limfatik. esofagus. adenoma folikuler tipe embrional dan tipe fetal lebih mudah menjadi ganas. 2) Penyebaran ekstraglandular tiroid : tumor dapat menembus kapsul tiroid. Manifestasi Klinis 1) Tumor atau nodul tiroid : ditemukan adanya nodul keras dalam kelenjar tiroid. menyerang jaringan sekitar tiroid. pre-trakea. tumor jinak dan tumor ganas tiroid terdapat reseptor estrogen dalam jumlah bervariasi.

ukuran dan laju pertumbuhan tumor di leher. . Pemeriksaan fisik : Pemeriksaan fisik harus menitikberatkan perharian pada jumlah. permukaan licin atau tidak.gerakan pita suara.kromafinoma.inferior.ada tidak nyeri tekan. konsistensi.bergerak naik turun sesuai gerakan menelan.ada tidaknya riwayat paparan radiasi daerah kepala dan leher.ada tidaknya gejala desakan atau infiltrasi lokal. ukuran.disertai gangguan bernapas yang bervariasiintensitasnya.dll. 2) Gejala infiltrasi dan desakan lokal : ketika tumor membesar sampai batas tertentu. lalu ke tulang.sering mendesak trakea hingga posisinya berubah.karsinoma medular tiroid atau tumor endokrin multiple.ada tidaknya riwayat keluarga adenoma tiroid. apakah bergerak turun naik sesuai gerakan menelan.dll. Pemeriksaan klinis Anamnesis : Dalam anamnesis harus menitikberatkan pada : usia pasien. Manifestasi klinik 1) Tumor atau nodul tiroid : gejala yang sering ditemukan.T3 serum dll.termasuk TSH. mobilitas.kelenjar limfe leher membesar atau tidak.semua pasien dengan tumor tiroid harus diperiksa fungsi tiroid.T4.sebagian terbesar pasien kanker tiroid memiliki fungsi tiroid yang normal.kadar kalsitonin serum.media.ada tidaknya manifestasi sindrom karsinoid. bentuk. 3) Pembesaran kelenjar limfe leher : ketika tumor mengalami metastasis kelenjar limfe.4) Metastasis jauh : kanker tyroid sering bermestasis jauh.jenis kelamin.sejak dini dapat diketahui adanya nodul keras dalam kelenjar tiroid.dll.tersering ke paru.sering teraba pembesaran kelenjar limfe leher profunda superior. Pemeriksaan penunjang 1) Pemeriksaan serologi : terutama mmencakup pemeriksaan fungsi tiroid.

sagital.ada tidaknya kalsifikasi. 2) Tireidoktomi total atau subtotalbila lesi tiroid mengenai kedua lobus.jumlah tumor.tranversal.penanganan terhadap kanker primer 1) Lobektomi unilateral plus ismektomi: bila tumor terbatas pada satu sisi tiroid.foto toraks .dll.keteraturan batasnya .sifatanya padat atau kistik. 5) Pemeriksaan CT : dapat menunjukkan lokasi.dll. 4) Pemeriksaan sinar X : termasuk foto trakea anteroposterior dan lateral.dll.kelebihannya adalah aman.dengan lapisan multiple.dapat menunjukkan ada tidak adanya tumor .harus terkebih dahulu dilakukan tireoidektomi.pasca operasi .sangat baik dalam diagnosis lokalisaisi karsinoma tiroid dan hubungannya dengan organ.foto barium esofagus.vaskular dan jarinagn sekitarnya.praktis. 3) Pemeriksan radioisotop : sebagian besar karsinoma berdiferensiiasi tiroid memiliki fungsimengambil iodium. 7) Pemeriksaan PET : dalam diagnsois lesi tiroid jinak atau ganas memiliki akurasi relatif tinggi.atu kanker tiroid sudah memngenai metaastasis jauh. Terapi  Terapi operatif 1. 3) Reseksi diperluas lobus residual unilateral: terhadap tumor tiroid dengan sifat tak jelas dilakukan eksisi lokal tumor .tampak sebagai nodul hangat.tapi ini bukan cara diagnosis pasti. 8) Pemeriksaan sitologi aspirasi jarum halus (FNAC): merupakan cara diagnosis sifat yang tersering dipakai pra-operasi untuk nodul tiroid dewasa ini. 6) Pemeriksaan MRI : dapat menampilkan potongan koronal. harus memamparkan dan ememperhatikan proteksi nervus rekuren laringeus.memerlukam terapi dengan isotop pasca operasi .ada tidaknya kalsifikasi kondisi struktur internalnya. ketika melalukan lobektomi unilateral dan ismektomi.murah dan akurasinya relatif tinggi.2) Pemeriksaan USG : mencakup USG biasa dan dopler warna.USG merupakan cara cukup semsitif untuk memeriksa ukuran dan jumlah tumor tiroid.

ulcus. tempat lain) – Sifat benjolan: batas.sangat sedikit membawa kematian. dapat digerakkan/tidak – Nyeri • Keluhan lain – BB menurun • Sejak kapan. penanganan terhadap kelenjar limfe regional  Terapi non-operatif 1. 1. Prognosis Prognosis karsinoma tiroid bervariasi besar. kemoterapi : secara klinis kemoterapi hanya dipakai secara selektif untuk pasien stadium lanjutyang tidak dapat dioperasiatau pasien dengan metastasis jauh.Terapi hormonal : pasca operasi karsinoma tiroid berdiferensiasi pada dasarnya secara rutin diberikan tiroksin.angka kematian.secara patologik terrnyata ganas . 2. 3. warna. Anamnesis tambahan dan pemeriksaan tambahan • Benjolan – Lokasi (pertama x.dilakukan operasi lagi untuk mengangkat lobus residual.dasar teorinya adalah tiroksin dapat menghambat sekresi TSH sehingga mengurangi rekurensi dan metastasis karsinoma tiroid berdiferensiasi. bagaimana sifatnya .sedangkan sebagian besar karsinoma tiroid berdiferensiasibersifat mengambilmI-131. 2) Radioterapi internal : radiasi I-131 berefek destruktif terhadap jaringan tiroid.ada yang tumbuh cepat.radioterapi 1) radioterapi eksternal : kanker tiroid berdiferensiasi tidak peka terhadap raditerapu rutin.ada yang tumbuh lambat. 2. konsistensi.

warna. . mudah digerakkan/tidak. • Riwayat kebiasaan hidup: rokok. 2. saat makan. asesorius. Benjolan: batas. Kelenjar limfe aksilla dan inguinal. submandibular. permukaan.• Nafsu makan menurun/meningkat/normal – Pengaruh mens ada/tidak – Gangguan pernapasan. ulcus • Menelan: ikut gerakan / tidak • Palpasi 1. pendengaran – Demam – gejala penyerta lainnya • Riwayat medis: radiasi. jugularis. konsistensi. pil KB. alkohol. supra dan infraklavikular 3. Kelenjar limfe leher: submental. ikan asin • Riwayat keluarga Pemeriksaan Fisis Tambahan • Inspeksi Benjolan • Lokasi • Sifat benjolan: ukuran.

2008. 2008. 2007.REFERENSI Buku ajar Onkologi klinis Edisi Kedua Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Makassar: Bagian Anatomi FK Unhas Wan Desen.com/oncology/ diakses pada pukul 7. dkk. Jakarta: UI Press http://www. Bedah Onkologi Diagnosis dan Terapi. Buku Ajar Anatomi Umum.Emir Taris Pasaribu SpB(K)Onk. Buku Ajar THT Edisi 6.2011 Dr. Jakarta: UI Press .2009 Aru Sudoyo dkk.30 22 December 2009 Theopilus B.medscape.Suyatno SpB(K)Onk dan Dr.emedicine. 2006. Jakarta: IPD Press Efiaty Arsyad dkk. Buku Ajar Onkologi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 2 Edisi IV.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->