INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA

)

1. Pengertian ISPA ISPA merupakan singkatan dari infeksi saluran pernafasan akut, istilah ini diadaptasi dari istilah dalam bahasa Inggris Acute Respiratory Infections (ARI). Istilah ISPA meliputi tiga unsur yakni infeksi, saluran pernafasan dan akut, dengan pengertian sebagai berikut (Indah, 2005):

Infeksi saluran pernafasan akut merupakan kelompok penyakit yang komplek dan heterogen, yang disebabkan oleh berbagai etiologi. Etiologi ISPA terdiri dari 300 lebih jenis virus, bakteri dan riketsia serta jamur. Virus penyebab ISPA antara lain golongan miksovirus (termasuk di dalamnya virus influensa, virus para-influensa dan virus campak), dan adenovirus. Bakteri penyebab ISPA misalnya: Streptokokus Hemolitikus, Stafilokokus, Pneumokokus, Hemofilus Influenza, Bordetella Pertusis, dan Korinebakterium Diffteria (Achmadi, dkk, 2004).

2. Penyakit ISPA pada Balita a. Klasifikasi Penyakit ISPA Pada tahun 1998 World Health Organization cit. Suyudi (2002) telah mempublikasikan pola baru tatalaksana penderita ISPA. Dalam pola baru ini di samping digunakan cara diagnosis yang praktis dan sederhana dengan teknologi tepat guna juga dipisahkan antara tatalaksana penyakit Pneumonia dan tatalaksana penderita penyakit infeksi akut telinga dan tenggorokan. Kriteria untuk menggunakan pola tatalaksana penderita ISPA adalah: balita, dengan gejala batuk dan atau kesukaran bernapas. Pola tatalaksana penderita ini terdiri dari 4 (empat) bagian yaitu : 1). Pemeriksaan 2). Penentuan ada tidaknya tanda bahaya 3). Penentuan klasifikasi penyakit 4). Pengobatan dan tindakan Penentuan klasifikasi dibedakan atas dua kelompok, yaitu kelompok untuk umur 2 bulan hingga < 5 tahun dan kelompok untuk umur < 2 bulan. b. Etiologi ISPA Infeksi saluran pernafasan akut merupakan kelompok penyakit yang komplek dan heterogen, yang disebabkan oleh berbagai etiologi. Kebanyakan infeksi saluran pernafasan akut disebabkan oleh virus dan mikroplasma. Etiologi ISPA terdiri dari 300 lebih jenis bakteri, virus,dan jamur. Bakteri penyebab ISPA misalnya: Streptokokus Hemolitikus, Stafilokokus, Pneumokokus, Hemofilus Influenza, Bordetella Pertusis, dan Korinebakterium Diffteria (Achmadi dkk., 2004). Bakteri tersebut di udara bebas akan masuk dan menempel pada saluran pernafasan bagian atas yaitu tenggorokan dan hidung. Biasanya bakteri tersebut menyerang anak-anak yang kekebalan tubuhnya lemah misalnya saat perubahan musim panas ke musim hujan (PD PERSI, 2002). Untuk golongan virus penyebab ISPA antara lain golongan miksovirus (termasuk di dalamnya virus para-influensa, virus influensa, dan virus campak), dan adenovirus. Virus para-influensa merupakan penyebab terbesar dari sindroma batuk rejan, bronkiolitis dan penyakit demam saluran nafas bagian atas. Untuk virus influensa bukan penyebab terbesar terjadinya terjadinya sindroma saluran pernafasan kecuali hanya epidemi-epidemi saja. Pada bayi dan anak-anak, virus-virus influenza merupakan penyebab terjadinya lebih banyak penyakit saluran nafas bagian atas daripada saluran

ISPA dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu (Suyudi. Infeksi saluran nafas bagian bawah memberikan beberapa tanda lainnya seperti nafas yang cepat dan retraksi dada.5 0 Celcius dan disertai sesak nafas (PD PERSI. Batasan ISPA berat untuk bayi kurang dari dua bulan adalah bila frekuensi nafasnya cepat (60 kali per menit atau lebih) atau adanya tarikan dinding dada yang kuat. b). Pada dasarnya ISPA ringan dapat berkembang menjadi ISPA sedang atau ISPA berat jika keadaan memungkinkan misalnya pasien kurang mendapatkan perawatan atau daya tahan tubuh pasien sangat kurang. ISPA ringan bukan pneumonia 2). 1994). c. suhu badan lebih dari 370C atau jika dahi anak diraba dengan punggung tangan terasa panas. hanya dikenal ISPA berat dan ISPA ringan (tidak ada ISPA sedang). Pilek yaitu mengeluarkan lendir atau ingus dari hidung. Semua ibu dapat mengenali batuk tetapi mungkin tidak mengenal tanda-tanda lainnya dengan mudah (Harsono dkk. ISPA sedang. . 1). lingkungan rumah imunisasi yang tidak memadai dan menderita penyakit kronis (Indah. 95). 2005) d. Di rumah dapat diberi obat penurun panas yang dijual bebas di toko-toko atau Apotik tetapi jika dalam dua hari gejala belum hilang. Tenggorokan berwarna merah.. Selain batuk gejala ISPA pada anak juga dapat dikenali yaitu flu. pneumonia berat Khusus untuk bayi di bawah dua bulan.nafas bagian bawah (Siregar dan Maulany. yaitu anak bersuara parau pada waktu mengeluarkan suara (misalnya pada waktu berbicara atau menangis). Batuk. ISPA berat. d). Suhu lebih dari 390C. d). anak harus segera di bawa ke dokter atau Puskesmas terdekat. 2002). kurang gizi. Serak. berat badan lahir rendah. Gejala ISPA sedang Seorang anak dinyatakan menderita ISPA sedang jika di jumpai gejala ISPA ringan dengan disertai gejala sebagai berikut : a). Faktor Risiko Faktor-faktor yang meningkatkan risiko kematian akibat ISPA adalah umur di bawah dua bulan. Telinga sakit atau mengeluarkan nanah dari lubang telinga. Gejala ISPA ringan dapat dengan mudah diketahui orang awam sedangkan ISPA sedang dan berat memerlukan beberapa pengamatan sederhana. 2). Pernapasan lebih dari 50 kali /menit pada anak umur kurang dari satu tahun atau lebih dari 40 kali/menit pada anak satu tahun atau lebih. Panas atau demam. 2002): 1). b). Timbul bercak-bercak pada kulit menyerupai bercak campak e). pneumonia 3). Gejala ISPA ringan Seorang anak dinyatakan menderita ISPA ringan jika ditemukan gejala sebagai berikut : a). tingkat pendidikan ibu rendah. c). rendahnya tingkat pelayanan (jangkauan) pelayanan kesehatan. Jika anak menderita ISPA ringan maka perawatan cukup dilakukan di rumah tidak perlu dibawa ke dokter atau Puskesmas. c). Tanda dan Gejala Sebagian besar anak dengan infeksi saluran nafas bagian atas memberikan gejala yang sangat penting yaitu batuk. Menurut derajat keparahannya. demam dan suhu tubuh anak meningkat lebih dari 38.

makanan harus mengandung gizi cukup yaitu mengandung cukup protein (zat putih telur). Protein misalnya dapat di peroleh dari tempe dan tahu. Bayi harus disusui sampai usia dua tahun karena ASI adalah makanan yang paling baik untuk bayi.f). Dari gejala ISPA sedang ini. Mengusahakan kekebalan anak dengan imunisasi Agar anak memperoleh kekebalan dalam tubuhnya anak perlu mendapatkan imunisasi yaitu DPT (Depkes RI. Pernafasan berbunyi seperti mencuit-cuit. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah ISPA adalah: 1). Anak tidak sadar atau kesadarannya menurun d). Makanan yang bergizi tidak berarti makanan yang mahal. d). Imunisasi DPT salah satunya dimaksudkan untuk mencegah penyakit Pertusis yang salah satu gejalanya adalah infeksi saluran nafas (Gloria Cyber Ministries. lemak. 4). sebaliknya perilaku yang tidak mencerminkan hidup sehat akan menimbulkan berbagai penyakit. karbohidrat dari nasi atau jagung. Pernafasan berbunyi seperti mendengkur. bahan pewarna.dan buah-buahan. 2001). Bibir atau kulit membiru b). Nadi cepat lebih dari 60 x/menit atau tidak teraba h). Lubang hidung kembang kempis (dengan cukup lebar) pada waktu bernapas c). misalnya minuman dingin. gizinya kurang. Tenggorokan berwarna merah Pasien ISPA berat harus dirawat di rumah sakit atau puskesmas karena perlu mendapat perawatan dengan peralatan khusus seperti oksigen dan infus. c). Beri bayi makanan padat sesuai dengan umurnya. 3). Pengobatan segera Apabila anak sudah positif terserang ISPA. makanan yang mengandung vetsin atau rasa gurih. Pernafasan berbunyi mengorok dan anak tampak gelisah e). Bayi dan balita hendaknya secara teratur ditimbang untuk mengetahui apakah beratnya sesuai dengan umurnya dan perlu diperiksa apakah ada penyakit yang menghambat pertumbuhan. 2002). 2002). e. e). b). . Dinkes DKI (2005) 2). Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan modal utama bagi pencegahan penyakit ISPA. g). desa sehat dan lingkungan sehat (Suyudi. Pernafasan menciut dan anak tampak gelisah f). Mengusahakan agar anak mempunyai gizi yang baik a). Gejala ISPA berat Seorang anak dinyatakan menderita ISPA berat jika ada gejala ISPA ringan atau sedang disertai satu atau lebih gejala sebagai berikut: a). sedangkan anak badan panas lebih dari 390C. karbohidrat. orangtua perlu hati-hati karena jika anak menderita ISPA ringan. pengawet dan makanan yang terlalu manis. vitamin dan mineral. Pada bayi dan anak. Perilaku ini dapat dilakukan melalui upaya memperhatikan rumah sehat. sebaiknya orang tua tidak memberikan makanan yang dapat merangsang rasa sakit pada tenggorokan. 3). Sela iga tertarik ke dalam pada waktu bernapas g). umurnya empat bulan atau kurang maka anak tersebut menderita ISPA sedang dan harus mendapat pertolongan petugas kesehatan. lemak dari kelapa atau minyak sedangkan vitamin dan mineral dari sayuran. Pencegahan ISPA Keadaan gizi dan keadaan lingkungan merupakan hal yang penting bagi pencegahan ISPA.

5. • Pengelolaan kasus yang disempurnakan.rongga telinga dan pleura . Pencegahan ISPA dapat dilakukan dengan : • Menjaga keadaan gizi agar tetap baik. untuk batuk dapat digunakan obat batuk tradisional atau obat batuk lain yang tidak mengandung zat yang merugikan. Pilihan obatnya Kotrimoksasol. Penisilin. Atas pertimbangan dokter Puskesmas maka bagi kader-kader di daerah-daerah yang terpencil (atau bila cakupan layanan Puskesmas tidak menjangkau daerah tersebut) dapat diberi wewenang mengobati kasus-kasus pneumonia (tidak berat) dengan antibiotik kontrimoksasol. • Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA. jika terjadi alergi / tidak cocok dapat diberikan Amoksilin. Mencatat kasus yang ditolong dan dirujuk LAPORAN PENDAHULUAN ISPA I. Bila demam diberikan obat penurun panas yaitu parasetamol. diberikan antibiotik melalui jalur infus . • Pneumonia: diberi obat antibiotik melaui mulut. PENGERTIAN Infeksi Saluran Pernapasan Akut adalah infeksi akut yang terjadi pada saluran napas termasuk adneksanya. Ampisilin. Merujuk kasus pneumonia berat ke Puskesmas/Rumah Sakit terdekat. harus segera dibawa ke dokter (PD PERSI. 3. 4. • Immunisasi. Memberikan pengobatan sederhana untuk kasus-kasus batuk pilek (bukan pneumonia) dengan tablet parasetamol dan obat batuk tradisional obat batuk putih.Anak yang terserang ISPA. di beri oksigen dan sebagainya. Diberikan perawatan di rumah. • Bukan pneumonia: tanpa pemberian obat antibiotik. dianggap sebagai radang tenggorokan oleh kuman streptococcuss dan harus diberi antibiotik selama 10 hari. 2002) Pengobatan pada ISPA • Pneumonia berat : dirawat di rumah sakit. 2. Pemberantasan ISPA yang dilakukan adalah : • Penyuluhan kesehatan yang terutama di tujukan pada para ibu. • Immunisasi Sedangkan kegiatan yang dapat dilakukan oleh kader kesehatan adalah diharapkan dapat membedakan kasus pneumonia (pneumonia berat dan pneumonia tidak berat) dari kasus-kasus bukan pneumonia sehingga dapat : 1. • Menjaga kebersihan prorangan dan lingkungan. Memberikan penjelasan dan komunikasi perihal penyakit batuk pilek biasa (bukan pneumonia) serta penyakit pneumonia kepada ibu-ibu serta perihal tindakan yang perlu dilakukan oleh ibu yang anaknya menderita penyakit. Akut adalah berlangsung sampai 14 hari. Adneksa yaitu sinus. Penderita dengan gejala batuk pilek bila pada pemeriksaan tenggorokan didapat adanya bercak nanah disertai pembesaran kelenjar getah bening dileher.

adeno virus 2. TOFISIOLOGI jalanan alamiah penyakit ISPA dibagi 4 tahap yaitu : 1.dibagi menjadi empat yaitu dapat sembuh sempurna.3 corona virus.pengobatan yang dilakukan dirumah dan penyakit yang menyertai.bronchitis. PENATALAKSANAAN MEDIS 1.kelainan congenital. Tubuh menjadi lemah apalagi bila keadaan gizi dan daya tahan sebelumnya rendah.menjadi kronos dan meninggal akibat pneumonia.2. Bakteri Utama : Streptococus.Pnemonia berat : Benzil penicillin. III.Corona Virus.haemophilus influenza. faringitis.Adeno virus. Suportif : meningkatkan daya tahan tubuh berupa Nutrisi yang adekuat.pneumonia. IV.Antibiotik baru lain : Sefalosforin. Riwayat : demam.anoreksia.status gizi. 3.Staphylococcus aureus 3. ETIOLOGI 1.ISPA atas : Rino virus . pada anak usia sekolah : Mycoplasma pneumonia.Aureus . .sembuh dengan atelektasis.quinolon dll. FAKTOR RESIKO ktor diri (host) : umur. ktor lingkungan : Kualitas perawatan orang tua.riwayat penyakit pernapasan.Otitis ISPA bawah : Laringitis .keterpaparan terhadap infeksi. KLASIFIKASI Secara anatomis yang termasuk Infeksi saluran pernapasan akut : ISPA atas : Rinitis.cuaca dan polusi udara. Antibiotik : Idealnya berdasarkan jenis kuman penyebab Utama ditujukan pada S. Tahap dini penyakit : dimulai dari munculnya gejala penyakit. Tahap inkubasi : virus merusak lapisan epitel dan lapisan mukosa.Penisillin Prokain.pilek.II. Virus Utama : . 2.imunologis.asap rokok.Parainfluensa.1.social ekonomi. Pada neonatus dan bayi muda : Chlamidia trachomatis.gentamisin.ISPA bawah : RSV.batu.klorampenikol.timbul gejala demam dan batuk. .PENGKAJIAN Hal-hal yang perlu dikaji pada pasien dengan ISPA : a.Amoksisillin.pneumonia. Tahap lanjut penyaklit.badan lemah/tidak bergairah.Entero Virus .BBLR dan premature.Ampisillin.Influensa dan S.kloksasilin. ASUHAN KEPERAWATAN 1.bronkhiolitis. VI.H.jenis kelamin.pneumonia.Menurut WHO : Pneumonia rawat jalan yaitu kotrimoksasol.pemberian multivitamin dll. Tahap prepatogenesis : penyuebab telah ada tetapi belum menunjukkan reaksi apa-apa 2.

sakit menelan. Tanda fisik : Demam.Philadelpia.USA Naning R.Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Handout kuliah Ilmu Kesehatan Anak) PSIK FK UGM tidak dipublikasikan. Nursing Diagnoses : definition & Classification 2001-2002.pengetahuan tentang penyakit pernafasan dan tindakan yang dilakukan. c.kebiasaan sehari-hari.Jakarta Gordon. Faktor perkembangan : Umum . Pola napas tidak efektif b.Yuliani R.menggunakan otot pernafasan tambahan.faring hiperemis.b.Asuhan Keperawatan pada Anak.2001.kemampuan mengerti tindakan yang dilakukan. Pengetahuan pasien/keluarga : pengalaman terkena penyakit pernafasan.d nyeri menelan. Hipertermi berhubungan dengan invasi mikroorganisme b. 2. c.al.2001.mekanisme koping.tingkat perkembangan.dyspneu. DAFTAR PUSTAKA Suriadi. DIAGNOSE KEPERAWATAN a.2002.pembesaran tonsil. d.d penurunan ekspansi paru.penurunan nafsu makan sekunder terhadap infeksi saluran pernapasan akut. .tachipneu. Kurang pengetahuan tentang penatalaksanaan ISPA b. Risiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan b.CV sagung Seto.et.d kurang informasi d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful