Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

DIKLAT AUDITOR TRAMPIL/AHLI MA AD 103

STANDAR PEMERIKSAAN KEUANGAN NEGARA (SPKN)

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN TAHUN 2008

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
Standar Pemeriksaan Keuangan Negara

Buku Peserta

KATA PENGANTAR

Pengembangan potensi sumber daya pemeriksa merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, sejalan dengan perubahan yang cepat sejak tahun 2003, di antaranya adalah berlakunya Tiga Paket Keuangan Negara, Standar Akuntansi Pemerintah, dan Undang-Undang tentang BPK. Pemeriksa BPK dituntut untuk menguasai teknologi dan pengetahuan memeriksa yang sesuai dengan perubahan cara pengelolaan keuangan negara ini. Pusdiklat BPK memegang peranan sentral dalam membekali pemeriksa yang berintegritas, mandiri, dan profesional, sebagaimana dinyatakan dalam rencana strategik BPK. Untuk itu, sejak awal tahun 2007, Pusdiklat BPK telah meredesain kurikulum pelatihan, memperbaiki proses, sarana dan prasarana, serta mengembangkan modul pelatihan yang memadai. Kami menyadari arti penting modul pelatihan dalam proses pendidikan pemeriksa ini, karena dari modul inilah tergambar dasar pengetahuan dan keterampilan yang akan diajarkan. Modul juga akan menjamin kesetaraan standar pelatihan yang dilakukan oleh Pusdiklat, sehingga siapapun yang mengajar dan kapanpun pelatihan dilakukan dengan melibatkan pakar dari perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta terkenal dan para pegawai BPK yang kompeten di bidangnya. Modul peserta dilengkapi dengan bahan panduan mengajar bagi para instruktur. Pengembangan modul ini juga didasarkan pada referensi atau rujukan yang jelas, sehingga nantinya akan terus disesuaikan dengan perkembangan literatur yang bersangkutan. Modul ini merupakan revisi pertama dari modul 2007 yang telah diberikan kepada peserta Auditor Ahli CPNS 2007. Revisi ini kami lakukan atas masukan dari peserta, instruktur dan pihak lain yang memberikan perhatian atas penyempurnaan modul ini. Namun demikian, kami masih sangat berharap sumbangan dari Bapak dan Ibu, dan siapapun yang berkepentingan terhadap pengembangan pemeriksa BPK untuk memberikan kritik dan saran guna perbaikan modul ini. Akhir kata, perkenankan kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT, dan terima kasih kepada Jajaran Pimpinan BPK, dan berbagai pihak yang telah memberikan kontribusi sehingga terwujudnya modul ini. Jakarta, Juli 2008 Plt. Kepala Pusdiklat BPK RI

Bambang Riyanto L S, Ak., MBA, Ph.D NIP 131694595

Pusdiklat BPK RI

i

Standar Pemeriksaan Keuangan Negara

Buku Peserta

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.
Standar Pemeriksaan Keuangan Negara

Buku Peserta

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM DAFTAR ISI
Hal KATA PENGANTAR DAFTAR ISI TUJUAN PEMBELAJARAN KONSEP DASAR BAB I PENDAHULUAN A. Pengertian dan Arti Pentingnya Standar Pemeriksaan B. Latar Belakang, Dasar Hukum dan Tujuan Penyusunan SPKN C. Penerapan SPKN D. Beberapa Pokok Pemikiran dalam SPKN E. Hubungan SPKN dengan Standar Audit Lainnya F. Jenis Pemeriksaan G. Sistematika SPKN BAB II STANDAR UMUM i ii iii iii 1 2 5 7 8 10 12 14 16 16 18 19 20 22 22 30 39 45 45 51 57 62 65 Ketidakpatutan : Suatu perbuatan di mana tidak ada hukum atau ketentuan dan peraturan perundang-undangan serta ketentuan dalam kontrak/perjanjian yang dilanggar, namun perbuatan tersebut jauh berada di luar pikiran yang masuk akal atau di luar praktik-praktik bisnis yang lazim. Kecurangan : Independen : Tidak bergantung pada, tidak terikat pada, dapat berdiri sendiri Perbuatan tidak jujur yang disengaja untuk Fraud : (lihat kecurangan) Atestasi Entitas yang diperiksa : : Pembuktian, pengesahan. Obyek, program, satuan kerja, instansi, Abuse Asersi : : (lihat ketidakpatutan) Semua hal yang diperiksa, baik yang dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan oleh pihak yang diperiksa dan atau pihak yang meminta pemeriksaan. Buku siswa “Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN)” bertujuan untuk menjelaskan mengenai hal-hal umum mengenai SPKN, standar umum pemeriksaan, perbandingan standar pelaksanaan pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan tujuan tertentu serta perbandingan standar pelaporan pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan tujuan tertentu.

KONSEP DASAR

A. Persyaratan Kemampuan/Keahlian B. Independensi C. Penggunaan Kemahiran Profesional secara Cermat dan Seksama D. Pengendalian Mutu BAB III STANDAR PELAKSANAAN

departemen/lembaga yang diperiksa.

A. Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Keuangan B. Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Kinerja C. Standar Pelaksanaan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu BAB IV STANDAR PELAPORAN

memperoleh keuntungan yang tidak sah atau tidak wajar atau menimbulkan kerugian bagi orang lain.

A. Standar Pelaporan Pemeriksaan Keuangan B. Standar Pelaporan Pemeriksaan Kinerja C. Standar Pelaporan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu RINGKASAN DAFTAR PUSTAKA

Pusdiklat BPK RI

ii

Pusdiklat BPK RI

iii

dilihat dari keadaan yang melingkupinya mungkin dapat mengubah atau BAB I PENDAHULUAN mempengaruhi pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan atas informasi tersebut. bagaimana mungkin perusahaanperusahaan dan bank-bank nasional yang bonafid pada saat itu tiba-tiba mengalami kemerosotan dan kebangkrutan. mereka juga diaudit oleh pemeriksa dari lembaga pengawasan/pemeriksaan pemerintah. berkuasa (memutuskan) sesuatu. apakah para pemeriksa tersebut mudah dipengaruhi oleh pihak lain sehingga mereka tidak dapat bekerja secara independen terhadap manajemen yang diaudit? Sebagaimana halnya dengan profesi lain. Standar inilah sebenarnya yang mengatur mengenai hal-hal yang dipertanyakan di atas. Standar profesi ini dijadikan sebagai panduan atau pedoman bagi pemeriksa dalam melaksanakan pekerjaannya. bagaimana pula sebenarnya hubungan pekerjaan antara pemeriksa dengan manajemen perusahaan atau bank yang diaudit tersebut?. apakah pemeriksa yang melaksanakan pekerjaan tersebut benar-benar orang yang profesional serta memiliki kompetensi yang memadai?. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Kompeten : Cakap (mengetahui). salah satu profesi yang menjadi perhatian masyarakat luas adalah akuntan publik atau pemeriksa. Lalu mengapa kemerosotan dan kebangkrutan perusahaan-perusahaan dan bank-bank tersebut tidak dapat terdeteksi sejak awal oleh akuntan publik atau pemeriksa? Pertanyaan tersebut di atas kemudian memunculkan pertanyaan-pertanyaan lainnya berikut: bagaimana sebenarnya pemeriksa tersebut melaksanakan pekerjaannya dalam mengaudit perusahaan atau bank?.com For evaluation only. Signifikan : Penting. akuntan publik dari kantor akuntan publik nasional maupun internasional yang independen. 1 dari 66 . Pusdiklat BPK RI iv Pusdiklat BPK RI Hal.foxitsoftware. Masyarakat mempertanyakan. pemeriksa juga terikat oleh adanya standar profesi.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. padahal mereka telah dan senantiasa diaudit oleh kepandaian khusus untuk menjalankannya. memerlukan Pada saat terjadi krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997-1998. Profesional : Bersangkutan dengan profesi. selain diaudit oleh akuntan publik. berarti. berwenang. Materialitas : Besarnya informasi akuntansi yang apabila terjadi penghilangan atau salah saji. Bahkan untuk bank-bank milik negara. seperti BPKP dan BPK.

Standar Pelaporan. yaitu : 1.foxitsoftware. Pengertian dan Arti Pentingnya Standar Pemeriksaan Pengertian Standar Pemeriksaan Standar pemeriksaan atau standar audit didefinisikan oleh Alvin A. Institue of Internal Auditing (IIA) menerbitkan Standards for the Professional Practice of Internal Auditing (SPPIA). Pada tingkat nasional. jenis pemeriksaan. Jr. Sedangkan William F. Namun demikian pada dasarnya standar audit yang diterbitkan oleh organisasi-organisasi audit tersebut memuat tiga hal utama yang sama. 2. sedangkan ”standar” berkaitan dengan kriteria atau ukuran mutu kinerja tindakan tersebut dan berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai melalui penggunaan prosedur tersebut. mendefinisikan standar audit sebagai ukuran kualitas dari kinerja pemeriksa. penerapan SPKN. standar audit menyajikan jaminan mutu dari bermacam karakteristik yang harus dipatuhi oleh semua pemeriksa independen. berkaitan dengan tidak hanya kualitas profesional pemeriksa namun juga berkaitan dengan pertimbangan yang digunakan dalam pelaksanaan auditnya dan dalam laporannya.com For evaluation only. Pendahuluan audit. Sedangkan bagi pemeriksa. yang mengatur mengenai persyaratan profesional yang harus dipenuhi oleh pemeriksa. dasar hukum dan tujuan penyusunan SPKN. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA). yang berbeda dengan prosedur audit. Government Accountability Office (GAO) atau BPK-nya Amerika menerbitkan Government Auditing Standard (GAS) atau lebih yang dikenal sebagai ”The Yellow Book”. hubungan SPKN dengan standar audit lainnya. 3 dari 66 Pusdiklat BPK RI . Sementara itu Arthur W. Standar Umum.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Lebih lanjut Holmes dan Burns menjelaskan bahwa bagi komunitas masyarakat. Burns mendefinisikan standar audit sebagai suatu pengukuran kinerja yang ditetapkan oleh kalangan profesional dan disepakati oleh komunitas independen audit secara keseluruhan. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Selanjutnya dalam Bab Pendahuluan ini akan diuraikan mengenai pengertian dan arti pentingnya standar pemeriksaan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menerbitkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). Sedangkan untuk sektor pemerintahan di tingkat internasional. Standar audit yang diterbitkan oleh organisasi audit tersebut memiliki kekhasan masing-masing. Selain itu. Khusus untuk kalangan pemerintahan di A. organisasi BPK sedunia atau International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) menerbitkan INTOSAI Auditing Standards. dan sistematika SPKN. standar audit menyajikan kriteria profesional dimana setiap pemeriksa diharuskan untuk mematuhinya. Sedangkan khusus untuk kalangan pemerintahan. yang mengatur mengenai bukti audit serta kegiatan audit di lapangan. Hal. PSA No. Pada tingkat internasional. yang mengatur mengenai pelaporan hasil pelaksanaan 1 Standar Profesional Akuntan Publik. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menerbitkan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). International Auditing Practices Committee (IAPC) pada International Federation of Accountants (IFAC) menerbitkan International Standards on Auditing (ISAs).1: Standar Auditing. organisasi akuntan publik yang sangat terkenal di Amerika menerbitkan standar yang disebut dengan Generally Accepted Auditing Standards (GAAS). Standar audit berbeda dengan prosedur audit . Holmes dan David C. 2 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. Messier. 3. Isi Standar Pemeriksaan Berbagai organisasi profesi audit yang ada di dunia menerbitkan standar audit yang berlaku untuk lingkungan mereka masing-masing. Standar Pekerjaan Lapangan. 1 Amerika. Standar audit. ”Prosedur” berkaitan dengan tahap kegiatan dan rincian tindakan yang harus dilaksanakan. Arens sebagai pedoman umum yang digunakan oleh pemeriksa dalam rangka memenuhi tanggung jawab profesinya dalam melaksanakan audit. latar Belakang.

Penerbitan SAP 1995 didasarkan pada kebutuhan dalam rangka mengikuti perkembangan yang terjadi dalam pengelolaan keuangan negara sejalan dengan pesatnya perkembangan kegiatan pemerintah serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. c. Latar Belakang. maka BPK merasa perlu untuk menerbitkan standar audit atau standar pemeriksaan. BPK pertama kali menerbitkan standar pemeriksaan pada tahun 1995 yaitu yang disebut dengan Standar Audit Pemerintahan (SAP) 1995. akan memberikan jaminan terhadap kualitas hasil audit itu sendiri. 5 dari 66 . Dasar Hukum dan Tujuan Penyusunan SPKN Mengingat sedemikian pentingnya suatu standar bagi pelaksanaan audit sebagaimana telah dibahas pada bagian sebelumnya. obyektivitas. bukan saja bagi pemeriksa tetapi juga pihak-pihak lainnya seperti manajemen entitas yang diaudit. Standar audit sebagai pedoman bagi pemeriksa Standar audit memuat persyaratan kualifikasi pemeriksa serta standar mutu pelaksanaan dan pelaporan audit. 4 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. Dengan kata lain SAP 1995 adalah terjemahan dari GAS 1995. Introduction 1. maka standar audit memiliki arti yang sangat penting. audit yang dilaksanakan berdasarkan standar audit akan menjadi semakin efisien dan efektif. dan telah menjadi international best practices bagi organisasi-organisasi audit di dunia.com For evaluation only. para pengguna laporan audit dan stakeholder lainnya. pada tahun 2004 telah ditetapkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang 2 3 Standar Audit Pemerintahan 1995. 2 Dengan demikian standar audit dapat berfungsi sebagai alat ukur kinerja bagi pemeriksa.3 Dengan demikian audit yang dilaksanakan berdasarkan standar audit akan menghasilkan laporan audit yang dapat diandalkan oleh para pengguna laporan audit. Bab 2 Pokok Pemikiran. Kata Pengantar Pusdiklat BPK RI Hal. belum ada peraturan perundang-undangan yang menyatakan secara eksplisit mengenai kewajiban maupun kewenangan BPK untuk menerbitkan standar pemeriksaan. Dalam bagian landasan hukum dan referensi disebutkan bahwa salah satu referensi penyusunan SAP 1995 adalah Government Auditing Standards (GAS) 1994 yang diterbitkan oleh US GAO. Para pengguna laporan audit akan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap laporan hasil audit karena audit (dimaksud) dilakukan oleh pemeriksa yang kompeten dan independen serta dilaksanakan sesuai dengan standar audit.4 Pada saat penerbitan SAP 1995 ini. a. b.01 4 Standar Audit Pemerintahan 1995. Maksud dan Tujuan. Sejalan dengan proses penyempurnaan SAP 1995 tersebut. Standar audit sebagai alat ukur kinerja pemeriksa Pemeriksa yang memenuhi persyaratan dalam standar audit serta audit yang dilaksanakan berdasarkan standar audit. dan independensi dalam perencanaan. Pada tahun 2003 BPK mulai menyadari bahwa SAP 1995 sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan yang ada. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Pentingnya Standar Pemeriksaan Sebagai suatu pedoman atau panduan. pelaksanaan dan pelaporan.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware. Sehubungan dengan hal tersebut. Jaminan mutu bagi para pengguna laporan audit Standar audit mensyaratkan agar pemeriksa dapat mempertahankan kompetensi. Lebih dari itu. integritas. Selain itu penerbitan SAP 1995 diilhami pula oleh semangat untuk membantu terciptanya pertanggungjawaban pemerintah yang semakin baik. Sebaliknya apabila pemeriksa tidak memenuhi persyaratan dalam standar audit dan audit tidak dilaksanakan berdasarkan standar audit. BPK membentuk suatu tim yang bertugas untuk mengevaluasi dan menyempurnakan SAP 1995. isi SAP 1995 ini sesungguhnya hampir seluruhnya sama dengan GAS 1994. Namun demikian apabila diteliti secara seksama. maka hasil audit tidak dapat dijamin kualitasnya. US GAO Government Auditing Standards 2003. B. Dengan demikian standar audit berfungsi sebagai pedoman bagi pemeriksa mengenai persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh pemeriksa serta memberikan arah bagi pemeriksa untuk dapat melaksanakan dan melaporkan hasil auditnya.

foxitsoftware. UU Nomor 15 Tahun 2004 sebagai landasan hukum utama penerbitan SPKN ini. Selanjutnya dalam Penjelasan Pasal 5 disebutkan bahwa proses penyiapan standar yang dimaksud. mencakup langkah-langkah yang perlu ditempuh secara cermat (due process) dengan melibatkan organisasi terkait dan mempertimbangkan standar Selanjutnya dinyatakan pula bahwa tujuan SPKN adalah untuk menjadi ukuran mutu bagi para pemeriksa dan organisasi pemeriksa dalam melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. namun di sisi lain UU tersebut juga mensyaratkan bahwa BPK tidak dapat semena-mena dan menentukan secara sepihak standar pemeriksaan. selain diskusi internal. Apabila mereka. penerapan dan pemberlakuan SPKN sangat ditentukan sekali oleh hal-hal yang diatur dalam pemeriksaan internasional agar dihasilkan standar yang diterima secara umum. Inspektorat Jenderal.d. Bawasda. Berdasarkan Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2007 yang diundangkan pada tanggal 7 Maret 2007. Hal ini tidak jauh berbeda dengan SPKN. Dalam paragraf 6 dinyatakan bahwa SPKN berlaku untuk semua pemeriksaan yang dilaksanakan terhadap entitas.com For evaluation only. Dalam bagian ”Penerapan” pada Bab Pendahuluan SPKN paragraf 6 s. 7 dari 66 . mendapatkan penugasan dari BPK agar melaksanakan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara untuk dan atas nama BPK. Sehubungan dengan hal tersebut. 8 diatur secara jelas tentang pemberlakuan SPKN. dan juga akuntan publik. diskusi dengan konsultan standar audit baik nasional maupun internasional (GAO Amerika Serikat. biasanya memberlakukan standar tersebut bagi para anggota organisasi tersebut. diskusi dengan pakar auditing dan hukum. dalam paragraf 8 dinyatakan bahwa SPKN dapat Pusdiklat BPK RI Hal. Setelah melalui proses yang cukup panjang dan lama sejak tahun 2003. UU ini semakin mendorong BPK untuk mempercepat proses penyempurnaan SAP 1995 karena memberikan landasan hukum yang kuat bagi BPK untuk menerbitkan standar pemeriksaan. Meskipun tidak mewajibkan atau memberlakukan SPKN bagi aparat pengawasan intern pemerintah. Di satu sisi UU Nomor 15 Tahun 2004 memberikan legitimasi yang kuat bagi BPK untuk menerbitkan standar pemeriksaan. Selanjutnya dalam paragraf 7 disebutkan bahwa sesuai dengan pernyataan pada paragraf 6 maka SPKN berlaku untuk BPK dan akuntan publik atau pihak lainnya yang melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara untuk dan atas nama BPK. Penerapan SPKN Suatu organisasi profesi audit yang menerbitkan standar audit. maka mereka dan akuntan publik yang dimaksud harus tunduk pada SPKN. dan konsultasi dengan pihak pemerintah. Mengapa? Karena mereka bukan ”pemeriksa” yang melakukan pemeriksaan atas keuangan negara sebagaimana yang dimaksud dalam UU Nomor 15 Tahun 2004.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. BPK juga harus melakukan serangkaian kegiatan yang melibatkan pihak ekstern BPK yaitu public hearing dengan stakeholder BPK (organisasi profesi. Dalam bagian Pengantar pada Bab Pendahuluan SPKN ini dinyatakan bahwa SPKN disusun dalam rangka memenuhi Pasal 5 UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Pasal 9 Ayat (1) huruf e UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. serta aparat pengawasan intern pemerintah pusat dan daerah). ARK Belanda dan ANZ Selandia Baru). akhirnya pada awal tahun 2007 BPK dapat menyelesaikan standar pemeriksaan yang baru. Berdasarkan pernyataan paragraf 6 dan 7 pada Bab Pendahuluan SPKN tersebut maka SPKN tidak wajib dilaksanakan atau tidak berlaku bagi aparat pengawasan intern pemerintahan seperti BPKP. BPK menetapkan standar pemeriksaan yang diberi nama Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). kalangan akademisi. kegiatan serta fungsi yang berkaitan dengan pelaksanaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Namun demikian. C. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Dalam Pasal 5 UU Nomor 15 Tahun 2004 disebutkan bahwa pemeriksaan BPK dilaksanakan berdasarkan standar pemeriksaan yang disusun oleh BPK setelah berkonsultasi dengan Pemerintah. dan SPI BUMN/BUMD. program. 6 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal.

Jika demikian. tanggal .. kebijakan. pengawasan dan akuntabilitas pemerintah. Beberapa Pokok Pemikiran dalam SPKN Terdapat beberapa hal atau pokok pemikiran yang diungkapkan dalam Bab Pendahuluan SPKN. Sehubungan dengan hal tersebut maka SPKN berfungsi sebagai panduan bagi para pemeriksa BPK agar mereka mampu melaksanakan penugasan dalam rangka turut serta meningkatkan manajemen. Tanggung jawab pemeriksa adalah untuk memberikan pernyataan pendapat atas laporan keuangan yang dimaksud. tugas dan fungsinya..” Tujuan pengungkapan tanggung jawab manajemen entitas yang diperiksa dalam paragraf 19 Bab Pendahuluan SPKN kurang lebih sama dengan pengungkapan tentang tanggung jawab manajemen dalam laporan pemeriksa independen atas laporan keuangan.. 5 tentang tanggung jawab manajemen entitas yang diperiksa? Bukankah ini berarti SPKN juga ingin mengatur pihak yang diperiksa? Untuk menjelaskan hal tersebut maka kita perlu melihat contoh atau praktik yang diterapkan oleh akuntan dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan. Pokok-pokok pemikiran tersebut antara lain adalah sebagai berikut: Akuntabilitas Latar belakang penerbitan SPKN dan penerapan SPKN dalam pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara tidak dapat terlepas dari konsep akuntabilitas publik.. untuk melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara yang dilaksanakan oleh pemerintah. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta digunakan oleh aparat pengawasan intern pemerintah sebagai acuan dalam menyusun standar pengawasan sesuai dengan kedudukan. Tanggung jawab tersebut terletak pada manajemen. pengungkapan tentang tanggung jawab ini semata-mata untuk mempertegas batas-batas tanggung jawab antara 5 US GAO Government Auditing Standard 2003.com For evaluation only. Pokok pemikiran tersebut perlu diungkapkan karena melandasi penyusunan SPKN dan atau perlu dijelaskan bagi para pembaca atau pengguna SPKN agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam membaca SPKN.. Walker Pusdiklat BPK RI Hal. Dalam hal ini pemerintah berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan kepada rakyat bahwa pengelolaan dan pemanfaatan keuangan negara telah dilaksanakan secara hemat... 9 dari 66 . sedangkan Pemerintah di sisi lain adalah pemegang amanat rakyat untuk mengelola keuangan negara.. Pengungkapan tentang tanggung jawab manajemen dalam laporan pemeriksa independen dimaksudkan untuk memberikan penegasan kepada para pembaca laporan pemeriksa bahwa pemeriksa tidak berkewajiban untuk menyusun laporan keuangan.. efektif dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku demi kepentingan rakyat.. Dalam laporan pemeriksa independen yang diterbitkan oleh akuntan diungkapkan kalimat sebagai berikut: ”Kami telah mengaudit neraca .Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Tanggung jawab pemeriksa adalah untuk memberikan penilaian atas pengelolaan keuangan negara yang dilaksanakan oleh manajemen dimaksud. 8 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. Tanggung Jawab Manajemen Entitas Yang Diperiksa. Dalam rangka menilai akuntabilitas pemerintah dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara. Preface by David M. maka DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat meminta lembaga pemeriksa independen... Jadi. efisien. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen. Rakyat di satu sisi adalah pemilik sah keuangan negara. dalam hal ini BPK. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.. serta . Dst.. mengapa dalam paragraf 19 Bab Pendahuluan dimuat D.foxitsoftware. Pemeriksa dan Organisasi Pemeriksa SPKN adalah standar pemeriksaan yang mengatur pemeriksa dan organisasi pemeriksa. Demikian pula halnya dengan pengungkapan tanggung jawab manajemen entitas yang diperiksa dalam paragraf 19 Bab Pendahuluan SPKN. Pengungkapan tentang tanggung jawab manajemen tersebut bukan berarti bahwa SPKN campur tangan dalam mengatur tanggung jawab manajemen tetapi untuk memberikan penegasan bahwa pengelolaan keuangan negara bukanlah tanggung jawab pemeriksa tetapi adalah tanggung jawab manajemen entitas yang diperiksa.

SPKN bukan hanya sekedar menggunakan SPAP sebagai referensi tetapi SPKN menyatakan Untuk memahami maksud paragraf tersebut maka pertama-tama kita harus memahami terlebih dahulu perbedaan antara SPKN dengan SPAP. Sedangkan SPKN mengenal tiga jenis penugasan. Namun demikian. maka yang dimaksud dalam paragraf tersebut adalah bahwa untuk melaksanakan pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu maka SPKN memberlakukan SPAP sebagai standar yang harus diikuti. Demikian halnya dengan standar-standar audit lainnya seperti International Standards on Auditing (ISAs) yang diterbitkan oleh IFAC dan Standards for the Professional Practice of Internal Auditing (SPPIA) yang diterbitkan oleh IIA.com For evaluation only. Bahkan khusus untuk Government Auditing Standard (GAS) yang diterbitkan oleh US GAO. Namun demikian SPKN perlu menggunakan ISAs dan SPPIA termasuk INTOSAI Auditing Standards sebagai referensi. Pusdiklat BPK RI Hal. pemeriksa termasuk organisasi pemeriksa agar tidak menimbulkan kerancuan atau kesalahpahaman baik bagi pemeriksa dan manajemen yang diperiksa maupun bagi para pengguna laporan hasil pemeriksaan. untuk melaksanakan pemeriksaan keuangan berdasarkan SPKN. 11 dari 66 . Pembahasan mengenai standar tambahan serta persamaan dan perbedaan antara SPAP dan SPKN akan terungkap pada saat pembahasan mengenai standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan untuk pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu pada bab berikutnya. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan dalam paragraf 33 Bab Pendahuluan SPKN. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah SPKN memiliki hubungan dengan standarstandar audit dimaksud? Apakah SPKN harus tunduk terhadap satu atau beberapa standar audit dimaksud? Sebagai contoh. Selanjutnya dinyatakan bahwa SPAP tersebut berlaku untuk audit keuangan dan perikatan atestasi yang dilaksanakan oleh akuntan publik. maka SPKN tidak hanya semata-mata memberlakukan SPAP tetapi SPKN juga memberlakukan standar yang disebut sebagai standar tambahan. dapat dikatakan bahwa SPKN menggunakannya sebagai referensi utama. apakah SPKN yang disusun BPK harus tunduk terhadap INTOSAI Auditing Standards? Dalam pengantar INTOSAI Auditing Standards dinyatakan bahwa INTOSAI Auditing Standards tidak wajib diterapkan oleh setiap anggota INTOSAI tetapi lebih merupakan suatu konsensus ”best practices ” diantara para anggota INTOSAI. SPAP hanya mengenal dua jenis penugasan. BPK adalah anggota INTOSAI. Mengapa demikian? Mengapa SPKN tidak menetapkan standar tersendiri yang berbeda dengan SPAP? SPKN tidak perlu mengatur atau menetapkan standar untuk pemeriksaan keuangan yang berbeda dengan SPAP karena standar untuk pemeriksaan keuangan yang ditetapkan dalam SPAP sudah sangat lengkap dan komprehensip serta sudah menjadi best practices di kalangan akuntan publik. Salah satu perbedaannya adalah terletak pada jenis audit atau penugasan. SPKN tidak wajib untuk mengikuti ketentuan dalam standar-standar audit dimaksud. Karena INTOSAI menerbitkan INTOSAI Auditing Standards. Hubungan SPKN dengan Standar Audit Lainnya Pada bagian awal bab ini (Butir A tentang Pengertian dan Arti Pentingnya Standar Pemeriksaan) disebutkan bahwa organisasi-organisasi profesi di bidang audit menerbitkan standar audit mereka masing-masing. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan dalam paragraf 4 Bab Pendahuluan SPKN tentang landasan dan referensi.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. yaitu audit atau pemeriksaan keuangan. 10 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. Berkaitan dengan pernyataan dalam paragraf 33 Bab Pendahuluan SPKN di atas. bahwa SPKN harus digunakan bersama-sama dengan SPAP yang ditetapkan oleh IAI. pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. yaitu audit keuangan dan perikatan atestasi. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta manajemen. E. Hubungan yang lebih khusus lagi terjadi antara SPKN dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang diterbitkan oleh IAI.foxitsoftware.

pemeriksa melaksanakan pengujian yang memadai untuk menyatakan simpulan dengan tingkat keyakinan positif (positive assurance) bahwa suatu pokok masalah telah sesuai dengan kriteria. b. penelitian atau evaluasi. Pemeriksaan Keuangan Pemeriksaan keuangan adalah pemeriksaan atas laporan keuangan. Pusdiklat BPK RI Hal. a. Pemeriksaan Kinerja. 1. Reviu Dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu yang bersifat reviu. Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu Pemeriksaan dengan tujuan tertentu bertujuan untuk memberikan simpulan atas suatu hal yang diperiksa. dalam semua hal yang material. Jenis Pemeriksaan Dengan mengacu pada UU 15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan UU 15/2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan maka terdapat tiga jenis pemeriksaan yang diatur dalam SPKN yaitu Pemeriksaan Keuangan. Pemeriksaan kinerja menghasilkan informasi yang berguna untuk pemeriksa melaksanakan pengujian yang memadai untuk menyatakan simpulan dengan tingkat keyakinan negatif (negative assurance) bahwa tidak ada informasi yang diperoleh pemeriksa dari pekerjaan yang dilaksanakan menunjukkan bahwa pokok masalah tidak didasari oleh (atau tidak sesuai dengan) kriteria atau suatu asersi tidak disajikan (atau tidak disajikan secara wajar) dalam semua hal yang material dengan kriteria. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu meliputi antara lain pemeriksaan atas hal-hal lain di bidang keuangan. Pemeriksaan kinerja dilakukan secara obyektif dan sistematik terhadap berbagai macam bukti. dan rekomendasi. Pemeriksaan kinerja menghasilkan temuan. dan pemeriksaan atas sistem pengendalian intern. 13 dari 66 . 12 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. sesuai dengan kriteria. untuk dapat melakukan penilaian secara independen atas kinerja entitas atau program/kegiatan yang diperiksa. sesuai meningkatkan kinerja suatu program dan memudahkan pengambilan keputusan bagi pihak yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengambil tindakan koreksi serta meningkatkan pertanggungjawaban publik. simpulan. Pemeriksaan kinerja dapat memiliki lingkup yang luas atau sempit dan menggunakan berbagai metodologi. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta F. reviu (review). 3.foxitsoftware. Eksaminasi Dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu yang bersifat eksaminasi. Pemeriksaan kinerja Pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi serta pemeriksaan aspek efektivitas. pemeriksa juga menguji kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan serta pengendalian intern. berbagai tingkat analisis. dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu. dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau basis akuntansi komprehensip selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu dapat bersifat eksaminasi (examination).com For evaluation only.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. 2. atau prosedur yang disepakati (agreed-upon procedures). dalam semua hal yang material. pemeriksaan investigatif. Dalam melakukan pemeriksaan kinerja. Pemeriksaan keuangan bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance) apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar. atau bahwa suatu asersi telah disajikan secara wajar.

com For evaluation only. persamaan dan perbedaan standar pada masing-masing jenis pemeriksaan. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam memahami perbandingan atau Dapat dijelaskan bahwa cakupan pemeriksaan keuangan lebih luas dari kedua jenis pemeriksaan lainnya. termasuk pemeriksaan jenis lain yang pernah dilakukan pada entitas tujuan. baik untuk pemeriksaan keuangan. Namun demikian. dan Bab Pemeriksaan Pemer ik saan Investigatif Investigatif • ra • Kerugian Kerugian Nega Negara • • Unsur Unsur Pidan Pidana a II akan membahas mengenai standar pelaporan. Bab II Pemer saan Pemerik iksaan Kinerja Kinerja • • E Ef ff f ii s s ii e en ns si i • • E Ef fe ek kt t ii f f ii t ta as s • • E Ek ko on no om m ii s s akan membahas mengenai standar pelaksanaan. Diagram di bawah ini menggambarkan perbedaan jenjang ketiga jenis pemeriksaan dan dengan contoh pemeriksaan investigatif sebagai pemeriksaan dengan tujuan tertentu. baik untuk pemeriksaan keuangan. 14 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. 15 dari 66 Pusdiklat BPK RI . pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. pemeriksaan investigatif dan pemeriksaan kinerja lebih dalam kajian dan substansinya dibandingkan dengan pemeriksaan keuangan. pemeriksa melaksanakan pengujian untuk menyatakan simpulan atas hasil pelaksanaan prosedur tertentu yang disepakati dengan pemberi tugas terhadap suatu pokok masalah. Prosedur yang Disepakati Dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu yang bersifat prosedur yang disepakati. Oleh karena itu SPKN mengatur mengenai pentingnya mempertimbangkan hasil pemeriksaan sebelumnya.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. · · · · · PSP 03 PSP 04 PSP 05 PSP 06 PSP 07 : Standar Pelaporan Pemeriksaan Keuangan : Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Kinerja : Standar Pelaporan Pemeriksaan Kinerja : Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu : Standar Pelaporan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu Isi Bab Pendahuluan SPKN telah dibahas dalam Bab I Pendahuluan buku ini. G. Sistematika SPKN Sesuai dengan paragraf 34 Bab Pendahuluan maka SPKN disusun menurut sistematika sebagai berikut : · · · Pendahuluan Standar Pemeriksaan PSP 01 PSP 02 : Standar Umum : Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Keuangan Hal. pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. sistematika penyajian dan pembahasan standar Pemer saan Pemerik iksaan Laporan Laporan Keuang Keuangan an Prinsip Prinsip Akuntansi Akuntansi Keuangan Keuangan tidak seperti sistematika penyajian SPKN. Selanjutnya isi PSP 01 tentang Standar Umum akan dibahas dalam Bab II. Namun dalam bab berikutnya.foxitsoftware. Sistematika pembahasan dalam bab tidak didasarkan pada jenis pemeriksaan tetapi pada jenis standar yaitu. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta c.

Setiap pemeriksa (bukan kolektif) yang melakukan pemeriksaan keuangan harus memiliki keahlian di bidang akuntansi dan auditing (Par 11 PSP 01). Paragraf ini secara implisit sebenarnya ingin menyatakan bahwa satu Pusdiklat BPK RI Hal. Secara implisit paragraf ini ingin menyatakan bahwa pemeriksaan keuangan harus dilakukan oleh pemeriksa yang memiliki latar belakang pendidikan akuntansi (D3 Akuntansi atau S1 Akuntansi). 2. Standar umum SPKN memuat empat penyataan standar sebagai berikut : education (CPE) di BPK dilaksanakan dalam bentuk jenjang diklat fungsional pemeriksa dan diklat teknis lainnya. Demikian halnya dengan SPKN. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta 1.com For evaluation only. Namun sedikit berbeda dengan standar audit lainnya. Persyaratan pendidikan berkelanjutan (Par 06-09 PSP 01) BAB II STANDAR UMUM Persyaratan ini bukan merupakan persyaratan kolektif tetapi individu. Penerapan pendidikan profesional berkelanjutan atau continuing professional Sebagaimana telah disinggung dalam bagian sebelumnya. Persyaratan kemampuan/keahlian pemeriksa (Par 10-13 PSP 01) Persyaratan ini merupakan persyaratan kolektif bukan individu. 16 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. standar umum SPKN tidak hanya mengatur mengenai persyaratan profesional pemeriksa tetapi juga organisasi pemeriksa. setiap pemeriksa tidak harus memenuhi persyaratan ini tetapi satu atau lebih pemeriksa dalam tim pemeriksa tersebut harus memenuhi persyaratan ini. Dalam pengantar PSP 01 Standar Umum dinyatakan bahwa standar umum menyangkut ketentuan yang mendasar untuk menjamin kredibilitas hasil pemeriksaan. adalah Diklat Auditor Trampil. berturut-turut dari jenjang yang paling rendah sampai jenjang yang paling tinggi. Suatu pemeriksaan yang dilaksanakan dengan sepenuhnya memenuhi standar pelaksanaan dan standar pelaporan SPKN tetapi apabila pemeriksa dan atau organisasi pemeriksa tersebut ternyata diragukan tidak dapat memenuhi ketentuan dalam standar umum SPKN ini. sehingga dalam suatu tim pemeriksa. Pemeriksa yang melakukan pemeriksaan keuangan secara kolektif (berarti tidak semua pemeriksa dalam suatu tim pemeriksa) harus memiliki sertifikasi keahlian yang berterima umum (Par 12 PSP 02). misalnya SPAP. baik yang langsung berkaitan dengan pemeriksaan maupun yang sifatnya sebagai penunjang pemeriksaan. b. standar umum mengatur mengenai persyaratan profesional yang harus dipenuhi oleh pemeriksa. Selain diklat fungsional pemeriksa tersebut. maka para pengguna laporan akan meragukan isi laporan hasil pemeriksaan. Jenjang diklat fungsional pemeriksa yang berlaku di BPK saat ini.foxitsoftware. Standar umum pertama yang mengatur mengenai kecakapan profesional atau kompetensi pemeriksa ini mencakup dua hal. setiap pemeriksa harus memenuhi persyaratan ini. yaitu: ketentuan khusus : a. Namun demikian untuk pelaksanaan pemeriksaan keuangan berlaku A. Diklat Ketua Tim Yunior (KTY) dan Diklat Pengendali Teknis Yunior (PTY).Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Persyaratan Kemampuan/Keahlian Standar umum yang pertama (Par 03 PSP 01) : Pemeriksa secara kolektif harus memiliki kecakapan profesional yang memadai untuk melaksanakan tugas pemeriksaan. 17 dari 66 . BPK melalui Pusdiklat BPK RI juga menyelengarakan diklat teknis. sehingga dalam suatu tim pemeriksa. Diklat Auditor Ahli.

Minimal. Independensi Standar umum yang kedua : Dalam semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan pemeriksaan. pada akhirnya pengguna laporan tetap akan meragukan kredibilitas laporan tersebut. Independensi sangat menentukan kredibilitas pemeriksa dan laporan hasil pemeriksaan yang dihasilkan oleh pemeriksa tersebut. c. dan kepentingan tertentu antara pemeriksa dengan entitas yang diperiksa (Par 19 PSP 01). 19 dari 66 Adalah gangguan independensi yang dipengaruhi oleh kedudukan. tetapi apabila pemeriksa tersebut tidak independen. Bahkan dapat dikatakan bahwa independensi harus ada terlebih dahulu sebelum pemeriksa itu ada. Penggunaan Kemahiran Profesional secara Cermat dan Seksama Standar umum yang ketiga : . 3. secara periodik meminta laporan pertanggungjawaban keuangan perusahaan. Pemeriksa memang harus memiliki kemampuan dan keahlian sesuai dengan bidang yang dibutuhkan untuk memeriksa. ekstern. Pemeriksa yang berperan sebagai penanggung jawab pemeriksaan keuangan harus memiliki sertifikasi keahlian yang diakui secara profesional (Par 13 PSP 02). Gangguan pribadi Adalah gangguan independensi yang berasal dari diri pemeriksa yang bersangkutan. Pemilik modal yang menyerahkan modalnya kepada manajer profesional untuk dikelola dalam suatu perusahaan. harus bebas dalam sikap mental dan penampilan dari gangguan pribadi. fungsi dan struktur organisasi pemeriksa (Par 25-25 PSP 01). Gangguan ekstern Adalah gangguan independensi yang dialami oleh pemeriksa dan atau organisasi pemeriksa yang berasal dari ekstern organisasi pemeriksa (Par 23 PSP 01). 18 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. kalau tidak mau dikatakan keras. maka SPKN sangat bersikap tegas. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta atau lebih pemeriksa dalam suatu tim pemeriksa yang melakukan pemeriksaan keuangan harus Akuntan Beregister atau Bersertifikasi Akuntan Publik (BAP). Gangguan organisasi Sedemikian pentingnya independensi.foxitsoftware. dan organisasi yang dapat mempengaruhi independensinya. organisasi pemeriksa dan pemeriksa. Konsep inilah yang melatarbelakangi arti pentingnya independesi dalam pemeriksaan. laporan hasil pemeriksaan (Par 17 PSP 01). Pusdiklat BPK RI Hal. Untuk menilai atau membuktikan bahwa laporan pertanggungjawaban tersebut dapat dipercaya. artinya yang bersangkutan seharusnya adalah Akuntan Beregister atau Bersertifikasi Akuntan Publik (BAP). maka pemeriksa tersebut harus menolak penugasan pemeriksaan. sehingga dapat dikatakan bahwa independensi melekat pada diri pemeriksa yang bersangkutan. Independensi merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh pemeriksa. maka seberapa hebatnya laporan hasil pemeriksaan yang dihasilkan. maka pemilik modal perlu bantuan pihak ketiga yang independen untuk menguji dan menilai apakah laporan pertanggungjawaban keuangan yang disusun oleh manajernya tersebut dapat dipercaya. Mengingat sedemikian tingginya nilai independensi ini dalam pemeriksaan.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.com For evaluation only. SPKN merinci tiga macam gangguan terhadap independensi : 1. apabila pemeriksa tidak dapat menolak penugasan. pengalaman pekerjaan. Apabila pemeriksa mengalami gangguan independensi. 2. Pendapat ini tidak berlebihan apabila kita menilik kembali pada latar belakang munculnya penugasan pemeriksaan atau audit dalam konsep stewardship. C. gangguan independensi dimaksud harus dimuat dalam B. Gangguan ini dapat dipengaruhi karena hubungan keluarga.

Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. 20 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Dalam pelaksanaan pemeriksaan serta penyusunan laporan hasil pemeriksaan. pemeriksa wajib menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama. sampai dengan tahun 2007 ini. sikap pemeriksa terhadap kejujuran pihak yang diperiksa. Untuk menjamin keandalan pengendalian mutu organisasi pemeriksa tersebut. Hasil penilaian pemeriksa tersebut kemudian akan digunakan oleh pihak lain. Persyaratan pengendalian mutu (quality assurance) lebih mengarah pada persyaratan terhadap organisasi pemeriksa. Untuk memastikan bahwa setiap tahapan kegiatan mulai dari perencanaan. Dalam sejarahnya. pelaporan dan tindak lanjut pemeriksaan pada tingkat tim pemeriksa maupun organisasi pemeriksa telah sesuai dengan prosedur dan standar yang ditetapkan. dan sistem pengendalian mutu tersebut harus direviu oleh pihak lain yang kompeten (pengendalian mutu ekstern). Selain persyaratan keahlian dan independensi. BPK baru sekali dilakukan peer-review yaitu pada Agustus 2004 oleh Audit New Zealand (ANZ). dan penerapan standar pemeriksaan (Par 28-32 PSP 01).foxitsoftware. Untuk itu. Hal ini sangat penting karena pada dasarnya tugas pemeriksa adalah menilai pekerjaan orang lain. D. maka organisasi pemeriksa harus memiliki suatu kendali mutu yang memadai. maka pemeriksa juga dituntut untuk mampu menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama (due professional care).com For evaluation only. metode dan lingkup pemeriksaan. SPKN mengharuskan agar pengendalian mutu tersebut dilakukan reviu oleh organisasi pemeriksa lainnya (peer-review) paling tidak sekali dalam 5 tahun (Par 36 PSP 01). penerapan sikap skeptisme profesional (professional skeptism). bukan pada pemeriksanya. 21 dari 66 . Kecermatan dan keseksamaan pemeriksa dalam melaksanakan pemeriksaan mencakup prinsip-prinsip pelayanan publik. pelaksanaan. penentuan jenis. Pengendalian Mutu Standar umum yang keempat : Setiap organisasi pemeriksa yang melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan harus memiliki sistem pengendalian mutu yang memadai. agar mampu memberikan penilaian yang akurat maka pemeriksa harus bekerja secara cermat dan seksama. Pusdiklat BPK RI Hal.

Sifat pengujian dan tingkat keyakinan berkaitan dengan pengujian atas melatarbelakangi standar tersebut dan hal-hal lain yang mungkin belum dijelaskan dalam SPKN. baik untuk pemeriksaan keuangan. standar pelaksanaan yang diadopsi dari SPAP. yaitu : Perencanaan Pekerjaan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya dan jika digunakan tenaga asisten harus disupervisi dengan semestinya SPI Pemahaman yang memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat. 23 dari 66 . pelaporan yang direncanakan. pengajuan pertanyaan. Saat pengujian berkaitan dengan jadwal waktu dan jangka waktu. A. pengendalian intern dan kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan. Manajemen entitas yang diperiksa.com For evaluation only. dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. saat. Lingkup pengujian berkaitan dengan seberapa luas dan dalam cakupan bukti yang akan diuji. Selanjutnya pada Bagian B tentang Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Kinerja dan Bagian C tentang Standar Pelaporan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu akan dijelaskan apakah isi pernyataan dan uraian standar tersebut sama dengan Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Keuangan. 22 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. Pemeriksa harus mengkomunikasikan tanggung jawabnya dalam penugasan pemeriksaan antara lain kepada : a. Bab ini akan mencoba menguraikan perbandingan atau persamaan dan perbedaan antara ketiga standar pelaksanaan tersebut. lingkup pengujian. pemeriksaan kinerja. 1. Pusdiklat BPK RI Hal. Standar Pelaksanaan Tambahan Pertama (Par 06 PSP 02) : Pemeriksa harus mengkomunikasikan informasi yang berkaitan dengan sifat. dan tingkat keyakinan kepada manajemen entitas yang diperiksa dan atau pihak yang meminta pemeriksaan. Jenis dan isi laporan yang akan disusun juga harus dikomunikasikan agar pengguna laporan dapat memanfaatkan laporan tersebut. pengamatan. dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. dan BAB III STANDAR PELAKSANAAN Selain Bab ini akan membahas standar pelaksanaan.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Hal-hal penting yang berkaitan dengan penugasan pemeriksaan harus diinformasikan dan dikomunikasikan dengan baik oleh pemeriksa kepada entitas yang diperiksa dan atau pihak yang meminta pemeriksaan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan. Pertama-tama pada Bagian A tentang Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Keuangan akan dijelaskan maksud atau pemikiran yang Komunikasi pemeriksa tiga konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Keuangan SPKN memberlakukan tiga standar pelaksanaan pemeriksaan keuangan SPAP. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Bukti audit Bukti audit yang kompeten harus diperoleh melalui inspeksi. SPKN memberlakukan lima standar pelaksanaan tambahan pemeriksaan keuangan.foxitsoftware. saat. Pihak manajemen mutlak harus diajak komunikasi oleh pemeriksa karena sangat menentukan kelancaran dan keberhasilan proses pelaksanaan pemeriksaan. Apabila berbeda maka akan dijelaskan tetapi apabila tidak berbeda maka tidak akan dijelaskan lagi dan akan ditegaskan bahwa isinya sama dengan standar pelaksanaan yang lainnya.

komite audit. Komunikasi dapat dilaksanakan secara verbal maupun lisan. Kecurangan dan Ketidakpautan memberikan keyakinan yang memadai guna mendeteksi salah saji material yang disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh langsung dan material terhadap penyajian laporan keuangan. Selain pimpinan entitas yang diperiksa. dan dewan pengawas. Pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam proses pelaporan keuangan. penilaian risiko dan prosedur pemeriksaan dalam perencanaan pemeriksaan. 3. Pemeriksa harus merancang pemeriksaan untuk c. Standar Pelaksanaan Tambahan Kedua (Par 15 PSP 02) : Pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya Pemeriksa harus mempertimbangkan hasil Pemeriksaan untuk Mendeteksi Penyimpangan. pemeriksa memperoleh informasi dari entitas yang diperiksa untuk mengidentifikasi pemeriksaan terdahulu dan berkaitan dengan tujuan pemeriksaan yang sedang dilaksanakan. Selain itu. 25 dari 66 . Lembaga/badan yang memiliki fungsi pengawasan terhadap Pemeriksa harus mempergunakan pertimbangan profesionalnya untuk menentukan (1) periode yang harus diperhitungkan. Sebagai pihak yang selama ini bertanggung jawab untuk mengawasi manajemen serta menindaklanjuti hasil pemeriksaan. Pusdiklat BPK RI Hal. Pemeriksa harus waspada pada kemungkinan adanya situasi dan/atau peristiwa yang merupakan indikasi kecurangan dan/atau ketidakpatutan dan apabila timbul indikasi tersebut serta berpengaruh signifikan terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan. Jika informasi tertentu menjadi perhatian pemeriksa. karena lebih formal dan dapat didokumentasikan. 24 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi langkah koreksi yang berkaitan dengan temuan dan rekomendasi signifikan.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.com For evaluation only. pemeriksa juga harus berkomunikasi langsung dengan pejabat yang bertanggung jawab langsung dalam proses penyusunan laporan keuangan seperti Direktur Keuangan pada BUMN atau Kepala Biro Keuangan pada departemen. pemeriksa harus menerapkan prosedur pemeriksaan tambahan untuk memastikan bahwa kecurangan dan/atau ketidakpatutan telah terjadi dan menentukan dampaknya terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan. namun prosedur verbal (tertulis) lebih baik. dan (3) pengaruhnya terhadap manajemen atau pemerintah seperti DPR/DPRD. Komunikasi tertulis menjadi bagian dari KKP. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta b. maka pihakpihak tersebut di atas juga wajib dilibatkan dalam proses komunikasi pemeriksaan. pemeriksaan sebelumnya serta tindak lanjut atas rekomendasi yang signifikan dan berkaitan dengan tujuan pemeriksaan yang sedang dilaksanakan Mempertimbangkan hasil pemeriksaan sebelumnya merupakan hal penting dimana pemeriksa dapat menilai signifikansi tujuan pemeriksaan terhadap situasi yang ada dan dapat memantau tindak lanjut temuan terdahulu.foxitsoftware. pemeriksa harus menerapkan prosedur pemeriksaan tambahan untuk memastikan bahwa penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan telah atau akan terjadi. 2. diantaranya informasi tersebut memberikan bukti yang berkaitan dengan penyimpangan dari ketentuan peraturan perundangundangan yang berpengaruh material tetapi tidak langsung berpengaruh terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan. Standar Pelaksanaan Tambahan Ketiga (Par 19 PSP 02) : Merancang a. dewan komisaris. b. (2) lingkup pekerjaan pemeriksaan yang diperlukan untuk memahami tindak lanjut temuan signifikan yang mempengaruhi pemeriksaan.

Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Pengujian terhadap penyimpangan dari ketentuan peraturan perundangundangan. Pemeriksa bisa juga diminta untuk menghentikan atau menunda prosedur pemeriksaan selanjutnya agar tidak mengganggu investigasi. pemeriksa juga harus waspada adanya “ketidakpatutan” atau abuse. 27 dari 66 . namun pengadaan mobil Jaguar untuk seorangbupati jelas di luar pikiran akal sehat. Jika informasi tertentu menjadi perhatian pemeriksa. kecurangan dan ketidakpatutan merupakan ciri khas SPKN dan standar audit pemerintahan pada umumnya. Sebagai contoh ekstrim adalah pengadaan mobil Jaguar untuk mobil jabatan bupati di suatu kabupaten. tetapi dalam menguji ketidakpatutan. Standar Pemeriksaan juga mensyaratkan agar pemeriksa mempertimbangkan prosedur pemeriksaan yang harus dirancang untuk menilai salah saji material yang mungkin timbul karena pemeriksa melaporkan indikasi terjadinya kecurangan. ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan. Mungkin saja Panitia Pengadaan dan bupati yang bersangkutan dapat membuktikan bahwa pengadaan tersebut tidak melanggar keppres dan peraturan perundang-undangan lainnya. Selain itu. kecurangan dan ketidakpatutan dalam pelaksanaan pemeriksaan. diantaranya informasi tersebut memberikan bukti yang berkaitan dengan penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh material tetapi tidak langsung berpengaruh terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan. Jika informasi tertentu menjadi perhatian pemeriksa. 26 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal.foxitsoftware. Ketidakpatutan adalah perbuatan yang jauh berada di luar pikiran yang masuk akal atau di luar praktik-praktik yang lazim (Par 21 PSP 02). Ketidakpatutan berbeda dengan penyimpangan atau kecurangan karena dalam ketidakpatutan. tidak ada peraturan perundang-undangan yang dilanggar. pemeriksa mungkin tidak dapat menggunakan peraturan sebagai acuan. Pemeriksa harus menggunakan pertimbangan profesionalnya dalam ketidakpatutan dan apabila timbul indikasi tersebut serta berpengaruh signifikan terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan.com For evaluation only. pemeriksa biasanya dapat menggunakan peraturan perundang-undangan sebagai acuan. Untuk itu pemeriksa harus memiliki perhatian yang tinggi terhadap unsur penyimpangan. pemeriksa harus menerapkan prosedur pemeriksaan tambahan untuk memastikan bahwa kecurangan dan/atau ketidakpatutan telah terjadi dan menentukan menelusuri indikasi adanya kecurangan. Pemeriksa harus mempertimbangkan prosedur pemeriksaan yang harus dirancang untuk menilai salah saji material yang mungkin timbul karena kecurangan tersebut. ketentuan peraturan perundang-undangan mengharuskan dampaknya terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan. SPKN mensyaratkan pemeriksa untuk menilai risiko salah saji material yang mungkin timbul karena kecurangan dari informasi dalam laporan keuangan atau data keuangan lain yang secara signifikan terkait dengan tujuan pemeriksaan. pemeriksa harus waspada pada kemungkinan adanya situasi dan/atau peristiwa yang merupakan indikasi kecurangan dan/atau menerapkan prosedur tambahan untuk memastikan bahwa ketidakpatuhan telah atau akan terjadi.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan atau ketidakpatutan kepada pihak yang berwenang sebelum memperluas langkah dan prosedur pemeriksaan. penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan atau ketidakpatutan. Dalam menguji penyimpangan dan kecurangan. tanpa mencampuri proses investigasi atau proses hukum selanjutnya. Sebagai entitas yang mengelola keuangan negara maka entitas tersebut harus tunduk pada peraturan perundang-undangan yang mengaturnya. Dalam kondisi tertentu. maka pemeriksa harus Pusdiklat BPK RI Hal. Selain penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan dan kecurangan. atau kedua-duanya. pemeriksa harus menerapkan prosedur pemeriksaan tambahan untuk memastikan bahwa penyimpangan dari ketentuan peraturan perundangundangan telah atau akan terjadi. Pemeriksa perlu memperhatikan prosedur yang berlaku di BPK untuk melaksanakan pelaporan kepada pihak yang berwenang tersebut.

pelaksanaan. dapat mencapai simpulan yang sama. Dokumentasi pemeriksaan yang hasil pemeriksaan yang dihasilkan tetapi juga oleh kelengkapan dan pengorganisasian dokumentasi pemeriksaan. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta 4. kriteria KKP yang baik adalah apabila ditelaah oleh pemeriksa lain yang tidak berhubungan dengan pemeriksaan yang dilaksanakan. entitas yang diperiksa untuk mengembangkan temuan pemeriksaan. Kertas kerja pemeriksaan (KKP) dan dokumentasi pemeriksaan lainnya merupakan modal informasi utama untuk penyusunan laporan hasil pemeriksaan. tetapi tidak mempunyai hubungan dengan pemeriksaan tersebut dapat memastikan bahwa dokumentasi pemeriksaan tersebut dapat menjadi bukti yang mendukung pertimbangan dan simpulan harus pemeriksa. 29 dari 66 . berpengalaman. Pada dasarnya. Dokumentasi pemeriksaan mendukung opini. Dokumentasi pemeriksaan yang berkaitan dengan perencanaan. Membantu pemeriksa dalam melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan Temuan pemeriksaan dikatakan lengkap bila tujuan pemeriksaannya telah dipenuhi dan laporannya secara jelas mengaitkan tujuan tersebut dengan unsur temuan pemeriksaan. atau sampai dengan batas sumber daya yang dimiliki pemeriksa. Dokumentasi pemeriksaan harus mendukung opini. simpulan dan rekomendasi pemeriksaan.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Memungkinkan pemeriksa lain untuk mereviu kualitas pemeriksaan. Dokumen pemeriksaan disusun dalam bentuk Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP) yang format dan indeksnya telah diatur dalam Panduan Manajemen Pemeriksaan (PMP). temuan. b. c. temuan. Pusdiklat BPK RI Hal. Kualitas laporan sangat dipengaruhi oleh kelengkapan dokumentasi pemeriksaan. dan pelaporan pemeriksaan harus berisi informasi yang cukup untuk memungkinkan pemeriksa yang berpengalaman. Standar Pelaksanaan Tambahan Keempat (Par 23 PSP 02) : Pengembangan temuan Pemeriksa harus merencanakan dan melaksanakan prosedur pemeriksaan untuk mengembangkan unsurunsur temuan pemeriksaan. yaitu : a. Pengembangan temuan dilakukan sampai memenuhi tujuan pemeriksaan. tetapi tidak mempunyai hubungan dengan pemeriksaan tersebut dapat memastikan bahwa berkaitan dengan perencanaan. Pemeriksa perlu melakukan pembahasan dengan manajemen pemeriksaan.com For evaluation only. pelaksanaan. Untuk itu pemeriksa perlu membuat catatan tersendiri atas pengembangan temuan. Kualitas pemeriksaan semata-mata bukan hanya ditentukan oleh laporan 5. 28 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. dan pelaporan pemeriksaan harus berisi informasi yang cukup untuk memungkinkan pemeriksa yang dokumentasi pemeriksaan tersebut dapat menjadi bukti yang mendukung pertimbangan dan simpulan pemeriksa. Dokumentasi pemeriksaan bersama-sama dengan program pemeriksaan (P2) menjadi alat kendali pelaksanaan pemeriksaan untuk mengetahui apakah setiap langkah-langkah yang ditetapkan dalam P2 telah dilaksanakan dan didukung dengan dokumentasi yang memadai. simpulan dan rekomendasi pemeriksaan. Dokumentasi pemeriksaan memberikan tiga manfaat (Par 28 PSP 02). Standar Pelaksanaan Tambahan Kelima (Par 26 PSP 02) : Dokumentasi Pemeriksaan Pemeriksa harus mempersiapkan dan memelihara dokumentasi pemeriksaan dalam bentuk kertas kerja pemeriksaan.foxitsoftware. Memberikan dukungan utama terhadap laporan hasil pemeriksaan.

maka pemeriksa akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan pemeriksaan yang pada akhirnya akan menganggu pencapaian tujuan pemeriksaan. Signifikansi masalah dan kebutuhan potensial pengguna laporan (Par 8 dan 9 PSP 04) Konsep “signifikansi” disini sepadan dengan konsep “materialitas” dalam pemeriksaan keuangan. PSP 02). aspek penting suatu masalah. Pemahaman terhadap entitas atau program yang diperiksa sangat mempengaruhi dalam menentukan tujuan. butir a. efisiensi dan efektivitas. Standar Pelaksanaan Pertama (Par 02 PSP 04) : a.foxitsoftware. Konsep signifikansi lebih luas dari materialitas. Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan atau dipertimbangkan dalam merencanakan suatu pemeriksaan kinerja : Pusdiklat BPK RI Hal. Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Kinerja SPKN tidak memberlakukan SPAP dalam standar pelaksanaan pemeriksaan kinerja karena SPAP sama sekali tidak mengatur mengenai pemeriksaan kinerja. Tanpa pemahaman yang memadai terhadap entitas yang diperiksa. SA Seksi 311. 30 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. Sehubungan dengan hal tersebut maka pemeriksa harus memahami benar apa yang dimaksud dengan input. Pemahaman mengenai program yang diperiksa (Par 10 PSP 04) Konsep ini dalam pemeriksaan keuangan sepadan dengan “masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat usaha entitas tersebut” (Par 03.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. selain data keuangan juga data non keuangan. dalam pemeriksaan kinerja. SPAP). sedangkan dalam pemeriksaan kinerja bukan hanya masalah nilai uang saja yang dibicarakan. Demikianlah maka perencanan merupakan kegiatan yang sangat penting dalam pemeriksaan kinerja dan biasanya menyita waktu dari keseluruhan waktu yang dialokasikan dalam pemeriksaan kinerja. maka dalam pemeriksaan signifikansi. Berbeda dengan pemeriksaan keuangan. Namun demikian karena sifat pemeriksaan keuangan dengan pemeriksaan kinerja sangat berbeda maka uraian lebih lanjut dari pernyataan standar ini berbeda pula antara pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja. data dan informasi yang diuji untuk setiap entitas yang diperiksa memiliki karakteristik yang berbeda-beda untuk setiap penugasan. lingkup. bagi pencapaian tujuan pemeriksaan dan bagi calon pengguna laporan hasil pemeriksaan. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta B. butir a. “Pekerjaan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya dan jika digunakan tenaga asisten harus disupervisi dengan semestinya” (Par 03. proses atau operasi kegiatan. Pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan yang ditujukan untuk menilai aspek ekonomi. 31 dari 66 . Pemahaman terhadap program yang diperiksa pada sektor pemerintahan yang sangat dominan adalah mengenai peraturan perundang-undangan yang mengatur dan berkaitan dengan entitas tersebut. Signifikansi menyangkut kinerja tidak digunakan istilah materialitas tetapi Perencanaan Pekerjaan harus direncanakan secara memadai. output dan outcome dari suatu program atau entitas yang diperiksa. kriteria dan metode pemeriksaan. b.com For evaluation only. Dengan demikian standar pelaksanaan pemeriksaan yang diberlakukan dalam SPKN sepenuhnya merupakan standar yang diterbitkan oleh SPKN. SPKN memberlakukan empat standar pelaksanaan pemeriksaan kinerja sebagai berikut: 1. baik kuantitatif maupun kualitatif. Data yang diuji dalam pemeriksaan keuangan sebagian besar adalah data keuangan sedangkan dalam pemeriksaan kinerja. Namun karena konsep materialitas hanya berbicara masalah nilai uang. Pernyataan standar ini kurang lebih sama dengan pernyataan standar pelaksanaan pemeriksaan keuangan SPAP yang pertama yang menyatakan.

pengendalian intern bisa jadi merupakan salah satu tujuan akhir yang akan diperiksa dan diberikan rekomendasi perbaikan. yaitu : 1) Lingkungan pengendalian 2) Penaksiran risiko 3) Aktivitas pengendalian 4) Informasi dan komunikasi 5) Pemantauan Dalam pemeriksaan kinerja. saat. maka konsep yang berlaku dalam pengendalian intern disini adalah konsep pengendalian intern berbasis COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission). pengendalian intern dimasukkan dalam standar pelaksanaan sendiri yang diadopsi dari SPAP yaitu.com For evaluation only. sehingga pemeriksa tidak perlu lagi menetapkan kriteria yang akan digunakan dalam pemeriksaan keuangan.foxitsoftware. dan ketidakpatutan (abuse) (Par 16-26 PSP 04) Pengujian terhadap penyimpangan. Namun demikian. d. Pengujian terhadap penyimpangan. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta c. kecurangan dan ketidakpatutan dalam pemeriksaan kinerja tidak harus dan tidak perlu dilakukan terhadap seluruh ketentuan dan peraturan perundang-undangan. Kriteria yang diperlukan (Par 27 PSP 04) Kriteria yang digunakan dalam pemeriksaan keuangan sudah sangat jelas yaitu prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum (PABU) atau generally accepted accounting principles . Dalam paragraf 16 PSP 04 dinyatakan bahwa pemeriksa hanya perlu melakukan pengujian terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan terhadap tujuan pemeriksaan. Mengingat konsep pengendalian intern dalam pemeriksaan keuangan diadopsi dari SPAP.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. dan lingkup pengujian yang akan dilakukan” (Par 03. mengetahui keandalan data yang akan digunakan untuk meguji aspek ekonomi. 32 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. Hal ini disebabkan perbedaan karakteristik yang sangat tajam untuk setiap entitas yang diperiksa. dan efektivitas. untuk Pusdiklat BPK RI Hal. sedangkan dalam pemeriksaan kinerja bukan merupakan standar sendiri tetapi merupakan bagian dari standar pertama tentang perencanaan. Dalam pemeriksaan keuangan. Pengendalian intern (Par 11-15 PSP 04) Sama halnya dalam pemeriksaan keuangan. kecurangan dan ketidakpatutan dalam pemeriksaan kinerja harus lebih tinggi dibanding dalam pemeriksaan keuangan. Dengan demikian kewaspadaan pemeriksa terhadap penyimpangan. ”Pemahaman yang memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat. Par 20-22 PSP 02). maka dalam pemeriksaan kinerja pun pemeriksa diwajibkan untuk memperoleh pemahaman yang memadai mengenai pengendalian intern. uraian mengenai penyimpangan. apabila dilihat dari uraian di dalamnya. efisiensi. kecurangan (fraud). butir b. Berdasarkan konsep COSO maka pengendalian intern terdiri dari lima komponen yang saling terkait. kecurangan dan ketidakpatutan dalam pemeriksaan keuangan diatur dalam satu standar sendiri yaitu standar tambahan ketiga (Par 19 PSP 02). Hal ini wajar karena lingkup pemeriksaan kinerja lebih luas dari pemeriksaan keuangan. kita memahami dan memeriksa pengendalian intern ini semata mata sebagai langkah antara. Dalam pemeriksaan keuangan. Hal ini berbeda dengan pemeriksaan kinerja dimana kriteria yang akan digunakan belum jelas. Par 16-26 PSP 02) justru lebih banyak dibandingkan dengan uraian dalam pemeriksaan keuangan (3 paragraf. Penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan. kecurangan dan ketidakpatutan dalam pemeriksaan kinerja (11 paragraf. e. PSP 02). Pada umumnya pemahaman dan pemeriksaan pengendalian intern dalam melakukan pemeriksaan kinerja dilakukan untuk menentukan seberapa dalam nantinya kita harus melakukan pengujian substantif atas saldo-saldo laporan keuangan. 33 dari 66 .

f. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Selain itu juga disebabkan data yang diuji dalam pemeriksaan kinerja tidak hanya data keuangan sebagaimana pemeriksaan keuangan tetapi juga data non keuangan yang bersifat kualitatif. Apabila temuan-temuan pemeriksaan sebelumnya dan rekomendasi yang diberikan sudah ditindaklanjuti oleh manajemen entitas yang diperiksa. 35 dari 66 . maka hal ini menunjukkan bahwa hasil pekerjaan pemeriksaan telah memberikan manfaat bagi entitas yang diperiksa (Par 30 PSP 04). SPKN juga mensyaratkan agar kriteria yang akan digunakan pemeriksa dalam pemeriksaan tersebut dikomunikasikan terlebih dahulu kepada entitas yang diperiksa (Par 27 PSP 04). SPKN mensyaratkan bahwa kriteria harus ditetapkan pada saat pemeriksa melakukan perencanaan pemeriksaan (Par 07. khususnya dalam menentukan faktor risiko pemeriksaan dan lingkup pengujian.com For evaluation only. PSP 04). apabila temuan dan rekomendasi tersebut belum Besar kecilnya respon manajemen terhadap temuan dan rekomendasi pemeriksaan sebelumnya tentu akan membawa konsekuensi terhadap pemeriksaan yang sedang atau akan dilaksanakan. Kriteria bukan ditetapkan pada saat pemeriksa melaksanakan pemeriksaan kinerja di lapangan atau bahkan malah pada saat penyusunan laporan pemeriksaan. Sebaliknya. Hal ini dimaksudkan agar pemeriksa sudah memiliki pedoman dan arah yang jelas dalam pelaksanaan pemeriksaan. pernyataan tentang komunikasi diatur dalam standar tersendiri yaitu standar pelaksanaan tambahan pertama (Par 06 PSP 02). sedangkan dalam standar pelaksanaan pemeriksaan keuangan tidak diatur. jika ada. i. Hasil pekerjaan pemeriksa lain dan ahli lainnya (Par 32-34 PSP 04) Hasil pemeriksaan sebelumnya yang harus dilakukan telaahan oleh pemeriksa bukan hanya pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK tetapi juga hasil pemeriksaan/pengawasan yang dilakukan oleh aparat pemeriksa/pengawas lainnya seperti BPKP. Komunikasi pemeriksa (Par 39 dan 40 PSP 04) Dalam pemeriksaan keuangan. h. Hal ini disebabkan sifat pekerjaan pemeriksaan kinerja yang lebih luas dan kompleks dibandingkan dengan pemeriksaan keuangan sehingga penyediaan staf harus direncanakan dengan sebaikbaiknya termasuk kemungkinan untuk menggunakan tenaga ahli serta hasil pekerjaan seorang ahli pada entitas yang bersangkutan. maka hal ini menunjukkan bahwa mungkin hasil pekerjaan pemeriksaan tersebut belum memberikan manfaat yang optimal.foxitsoftware. hasil pekerjaan tersebut terhadap tujuan ditindaklanjuti atau baru ditindaklanjuti sebagian. Itjen. 34 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. Hasil pemeriksaan sebelumnya (Par 28-31 PSP 04) Pertimbangan terhadap hasil pemeriksaan sebelumnya ini dalam pemeriksaan keuangan diatur dalam standar tersendiri yaitu standar pelaksanaan tambahan kedua (Par 15 PSP 02). Pegawai atau staf yang cukup dan sumber daya lain (Par 35-38 PSP 04) Pernyataan mengenai penyediaan pegawai atau staf yang cukup dan sumber daya lain serta pertimbangan terhadap hasil pekerjaan pemeriksaan lain dan ahli lain hanya diatur dalam standar pelaksanaan pemeriksaan kinerja.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Hal ini untuk mengurangi dan mencegah perbedaan pendapat antara pemeriksa dengan manajemen entitas yang diperiksa khususnya pada saat diskusi mengenai temuan pemeriksaan. untuk menentukan signifikansi pengaruh pemeriksaan. butir e. Selain itu pemeriksa juga harus menelaah hasil pekerjaan yang dilakukan oleh ahli lainnya (non pemeriksaan). g. Pusdiklat BPK RI Hal. Untuk itu penetapan kriteria merupakan kegiatan yang sangat penting dalam pemeriksaan kinerja. Bawasda atau Akuntan Publik.

Perbedaan yang lain adalah mengenai pihak yang harus dilibatkan dalam komunikasi. i. Supervisor dapat melakukan berbagai cara yang termasuk dalam unsur supervisi. Untuk itu sama halnya dengan standar pelaksanaan pemeriksaan keuangan yang mengatur mengenai bukti pada standar pelaksanaan yang diadopsi dari SPAP (Par 03. Standar Pelaksanaan Ketiga (Par 48 PSP 04) : Bukti Bukti yang cukup. 37 dari 66 . Tetapi mungkin saja pemeriksaan pendahuluan ini menghasilkan satu simpulan bahwa 2. kompeten. maka standar pelaksanaan pemeriksaan kinerja juga mengatur mengenai bukti. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Salah satu perbedaan komunikasi pemeriksa dalam pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja adalah mengenai isi komunikasi. j. dalam pemeriksaan kinerja ditambahkan mengenai pemberian pelatihan kerja di lapangan (on the job training) yang efektif. mulai dari butir a s. Selain tiga unsur supervisi tersebut. biasanya dilakukan terlebih dahulu pemeriksaan pendahuluan (preliminary audit). dalam pemeriksaan kinerja ditambahkan satu pihak lagi yaitu pihak yang meminta diadakannya pemeriksaan. kompeten dan relevan. SPAP). seperti lembaga perwakilan (Par 39. dan relevan harus diperoleh untuk menjadi dasar yang memadai bagi temuan dan rekomendasi pemeriksa. 3. PSP 04). 7. Selain tiga pihak yang telah disebutkan dalam standar pelaksanaan pemeriksaan (Par 09 PSP 02). pemeriksaan kinerja tidak mungkin dilanjutkan dengan pemeriksaan terinci. Pusdiklat BPK RI Hal. Rencana pemeriksaan tertulis atau di BPK disebut sebagai Program Pemeriksaan (P2) merupakan akumulasi dan perwujudan dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan pemeriksaan. Standar pelaksanaan kedua pemeriksaan kinerja ini dalam pemeriksaan keuangan digabung dengan standar pelaksanaan pertama pemeriksaan kinerja (Par 03. dalam pemeriksaan kinerja pemeriksa diwajibkan untuk mengkomunikasikan mengenai kriteria yang akan digunakan dalam pemeriksaan (Par 39 PSP 04). PSP 02). Standar Pelaksanaan Kedua (Par 44 PSP 04) : Supervisi Staf harus disupervisi dengan baik. Tiga unsur pertama supervisi dalam pemeriksaan kinerja (Par 45 PSP 04) sama dengan unsur supervisi dalam pemeriksaan keuangan (Par 11 SA Seksi 311.foxitsoftware. PSA No. PSP 02). Rencana pemeriksaan secara tertulis (Par 41-43 PSP 04) Pernyataan mengenai rencana pemeriksaan secara tertulis ini dalam standar pelaksanaan pemeriksaan tidak diatur. Pemeriksaan pendahuluan ini mungkin saja menghasilkan suatu simpulan bahwa pemeriksaan kinerja harus dilanjutkan dengan pemeriksaan terinci (field audit). tetapi sifat atau jenis bukti agak berbeda. Hal ini dimaksudkan agar supervisor sepenuhnya merasa yakin bahwa staf yang melaksanakan pekerjaan benar-benar memahami pekerjaan yang harus dilakukan dan memahami mengapa pekerjaan tersebut harus dilakukan (Par 46 PSP 04). Mengenai kriteria ini telah dibahas pada butir e di atas atau Par 27 PSP 04 SPKN. butir c. Bukti merupakan syarat yang mutlak diperlukan untuk setiap jenis pemeriksaan. Bukti dalam pemeriksaan sebagian besar berupa data akuntansi yang mendukung laporan keuangan dan semua informasi penguat yang tersedia bagi pemeriksa (Par 15.d. PSA No. butir a. untuk melaksanakan pemeriksaan kinerja.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Sedemikian banyaknya hal-hal yang harus dipertimbangkan atau dilakukan dalam perencanaan pemeriksaan kinerja maka dalam praktiknya. 36 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. SA Seksi 326. butir d. yaitu merupakan standar pelaksanaan yang diadopsi dari SPAP. Persyaratan bukti dalam pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja pada hakikatnya sama yaitu cukup.com For evaluation only. Jika demikian maka perlu disusun suatu program pemeriksaan terinci. Namun demikian dalam pemeriksaan kinerja hal ini harus ditegaskan mengingat setiap entitas yang diperiksa memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pemeriksa harus membuat rencana pemeriksaan untuk setiap entitas yang diperiksa. Selain hal-hal yang harus dikomunikasikan dalam pemeriksaan. 5.

Dokumen pemeriksaan yang berkaitan dengan perencanaan. tetapi tidak mempunyai hubungan dengan pemeriksaan tersebut. pelaksanaan.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta SPAP). dan rekomendasi pemeriksa.foxitsoftware. yaitu: Perencanaan Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya Bukti audit Bukti yang cukup harus diperoleh untuk memberikan dasar rasional bagi simpulan yang dinyatakan dalam laporan pemeriksaan tersebut dapat menjadi bukti yang mendukung temuan. dan analisis. Sedikit perbedaan terletak pada paragraf 09 PSP 06 yaitu komunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas pemeriksaan yang lebih besar apabila Komunikasi pemeriksa Pemeriksa harus mengkomunikasikan informasi yang berkaitan dengan sifat.com For evaluation only. 39 dari 66 . dan pelaporan pemeriksaan harus berisi informasi yang cukup untuk memungkinkan pemeriksa yang berpengalaman. pelaksanaan. Sedangkan bukti dalam pemeriksaan kinerja lebih luas yaitu mencakup bukti fisik. SPKN memberlakukan lima standar pelaksanaan tambahan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. dan pelaporan pemeriksaan harus berisi informasi yang cukup untuk memungkinkan pemeriksa yang berpengalaman tetapi tidak mempunyai hubungan dengan pemeriksaan tersebut dapat memastikan bahwa dokumen perikatan/penugasan atestasi SPAP yang ditetapkan IAI sebagai Standar Pelaksanaan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu. dapat memastikan bahwa dokumen pemeriksaan tersebut dapat menjadi bukti yang mendukung temuan. dan rekomendasi pemeriksa. kepada manajemen entitas yang diperiksa dan atau pihak yang meminta pemeriksaan 1. Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP) merupakan penunjang utama pemeriksaan. Standar Pelaksanaan Tambahan Pertama (Par 06 PSP 06) : Selain dua standar pelaksanaan yang diadopsi dari SPAP. dan lingkup pengujian serta pelaporan yang direncanakan atas hal yang akan dilakukan pemeriksaan. C. Pernyataan dan uraian standar pelaksanaan tambahan pertama mengenai komunikasi pemeriksa dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu ini hampir seluruhnya sama dengan pernyataan dan uraian standar pelaksanaan tambahan pertama mengenai komunikasi pemeriksa dalam pemeriksaan keuangan (Par 06-14 PSP 02). Pernyataan dan uraian standar tentang dokumentasi pemeriksaan dalam standar pelaksanaan pemeriksaan kinerja ini pada dasarnya sama dengan pernyataan dan uraian standar tentang dokumentasi pemeriksaan dalam standar pelaksanaan pemeriksaan keuangan (Par 26-33 PSP 02). kesaksian. dimana simpulan audit dapat di-trace back pada dokumen sumbernya. Standar Pelaksanaan Keempat (Par 68 PSP 04) : Dokumentasi Pemeriksa harus mempersiapkan dan memelihara dokumen pemeriksaan dalam bentuk kertas kerja pemeriksaan. Standar Pelaksanaan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu SPKN memberlakukan dua pernyataan standar pekerjaan lapangan 4. dokumenter. Dokumen pemeriksaan yang berkaitan dengan perencanaan. simpulan. 38 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. simpulan. saat. yaitu : Pusdiklat BPK RI Hal.

Dalam pemeriksaan keuangan. 3. b. Standar Pelaksanaan Tambahan Ketiga (Par 19 PSP 06) : Pengendalian intern Dalam merencanakan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu dalam bentuk eksaminasi dan merancang prosedur untuk mencapai tujuan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Dalam merencanakan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu dalam bentuk eksaminasi.foxitsoftware. sedangkan dalam pemeriksaan kinerja merupakan bagian dari standar pelaksanaan pertama tentang perencanaan (Par 02dan Par 11-15 PSP 04). Kecurangan dan Ketidakpatutan a. tapi bisa jadi pemeriksaan sebelumnya serta tindak lanjut atas rekomendasi yang signifikan dan berkaitan dengan hal yang diperiksa Pernyataan dan uraian standar pelaksanaan tambahan kedua mengenai pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu ini pada dasarnya sama dengan pernyataan dan uraian standar pelaksanaan tambahan kedua mengenai pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya dalam pemeriksaan keuangan (Par 15-18 PSP 02). penilaian efektivitas pengendalian intern dapat saja dilakukan pada tingkat reviu yaitu terbatas pada bidang yang direviu saja. Standar Pelaksanaan Tambahan Kedua (Par 15 PSP 06) : Pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya Pemeriksa harus mempertimbangkan hasil COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission). Konsep pengendalian intern. dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu pemeriksa diwajibkan juga untuk memperoleh pemahaman yang memadai mengenai pengendalian intern. baik dalam pemeriksaan keuangan. 4. butir b. mendeteksi kecurangan dan penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang dapat berdampak material terhadap hal yang diperiksa. Sama halnya dalam pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja. Meskipun yang akan diperiksa hanya suatu prosedur (misalnya ”semua penerimaan sudah melalui rekening bank”). PSP 02). volume transaksinya besar sehingga pemeriksa harus mengambil sampel untuk pengujian substantif. Pengambilan sampel membutuhkan pengujian atas pengendalian intern yang berlaku pada transaksi atau prosedur tersebut. 40 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. pengendalian intern dimasukkan dalam standar pelaksanaan sendiri yang diadopsi dari SPAP (Par 03. Sedangkan pada tingkat reviu (review) dan prosedur yang disepakati (agreed-upon procedures) pengujian atas pengendalian intern ini tidak wajib dilakukan. Demikian pula dalam prosedur yang disepakati. pemeriksa harus waspada terhadap pemeriksaan kinerja maupun pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Dalam merencanakan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu dalam bentuk reviu atau prosedur yang disepakati. 41 dari 66 . standar mengenai pengujian atas pengendalian intern hanya diwajibkan pada tingkat eksaminasi (examination). Standar Pelaksanaan Tambahan Keempat (Par 21 PSP 06) : Penyimpangan. pemeriksa harus merancang pemeriksaan dengan tujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai guna pemeriksa harus memperoleh pemahaman yang memadai tentang pengendalian intern yang sifatnya material terhadap hal yang diperiksa. pada dasarnya sama yaitu mengacu pada konsep pengendalian intern berbasis Pusdiklat BPK RI Hal.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. penilaian atas pengendalian dapat saja dilakukan. Hal ini dikarenakan eksaminasi merupakan tingkatan yang tertinggi dalam memberikan keyakinan (assurance) atas suatu asersi sehingga penilaian efektivitas pengendalian intern secara menyeluruh adalah perlu.com For evaluation only. Namun demikian. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta pemeriksaan dengan tujuan tertentu tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan yang lebih besar. 2.

dokumentasi pemeriksaan dalam bentuk kertas kerja pemeriksaan. kecurangan dan ketidakpatutan pada paragraf 25 dan 26 pada prinsipnya sama dengan uraian dalam standar tersebut telah terjadi dan menentukan dampaknya terhadap hasil pemeriksaan. Pemeriksa tidak diwajibkan untuk merancang pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya penyimpangan. Sedangkan pada tingkat reviu dan prosedur yang disepakati. pemeriksa harus menerapkan prosedur tambahan untuk memastikan bahwa kecurangan dan/atau ketidakpatutan bahwa tersebut dampaknya kecurangan telah dan/atau dan yang terjadi hal terhadap dan prosedur yang disepakati karena tingkat keyakinan (level of assurance) tidak setinggi pada tingkat eksaminasi dan lingkup pengujian yang dilakukan juga tidak seluas pada tingkat eksaminasi. misalnya salah satu prosedur dalam prosedur yang disepakati meminta pemeriksa untuk memastikan bahwa ”seluruh penerimaan sudah melalui rekening bank yang sah”. kecurangan dan ketidakpatutan pada masing-masing tingkat pemeriksaan dengan tujuan tertentu. kecurangan dan ketidakpatutan. Standar Pelaksanaan Tambahan Kelima (Par 28 PSP 06) : Dokumentasi Pemeriksaan Pemeriksa harus mempersiapkan dan memelihara pelaksanaan pemeriksaan keuangan (Par 21 dan 22 PSP 02). 5. pemeriksa justru dilarang untuk memberikan keyakinan atau jaminan yang memadai (reasonable assurance) mengenai adanya penyimpangan. 42 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal.foxitsoftware. pemeriksa tidak diwajibkan untuk merancang pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya penyimpangan. kecurangan dan ketidakpatutan (Par 24 PSP 06). pemeriksa harus menerapkan prosedur tambahan untuk memastikan penyimpangan menentukan diperiksa. tetapi dalam pelaksanaannya pemeriksa tetap diwajibkan untuk “waspada” mengenai kemungkinan terjadinya hal ini. maka pemeriksa tersebut harus menguji kemungkinan keberadaan rekeningrekening liar tersebut. kecurangan dan ketidakpatutan. dan apabila ditemukan indikasi tersebut serta berpengaruh signifikan terhadap pemeriksaan. Pemeriksa harus waspada terhadap situasi dan/atau peristiwa yang mungkin merupakan indikasi kecurangan dan/atau ketidakpatutan. kecurangan dan ketidakpatutan pada tingkat reviu perundang-undangan mempengaruhi hal yang diperiksa. Perbedaan pernyataan standar pada butir a dan b di atas menunjukkan adanya perlakuan yang berbeda mengenai penyimpangan. pelaksanaan. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta situasi atau peristiwa yang mungkin merupakan indikasi kecurangan dan penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan. 43 dari 66 .Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Pada tingkat eksaminasi. Alasan mengenai hal ini kurang lebih sama dengan standar pelaksanaan mengenai pengujian pengendalian intern (Par 19-20 PSP 06). pemeriksa diwajibkan untuk “merancang” pemeriksaan untuk memberikan keyakinan yang memadai mengenai penyimpangan. c. Apabila ditemukan penyimpangan indikasi dari kecurangan ketentuan yang secara dan/atau peraturan material Contoh sikap waspada ini. maka untuk dapat memberikan simpulan bahwa seluruh penerimaan sudah diterima melalui rekening bank yang sah. dan pelaporan pemeriksaan harus berisi informasi yang cukup untuk memungkinkan pemeriksa yang berpengalaman tetapi tidak mempunyai hubungan dengan pemeriksaan tersebut dapat memastikan bahwa dokumentasi pemeriksaan Pusdiklat BPK RI Hal.com For evaluation only. Dokumentasi pemeriksaan yang terkait dengan perencanaan. Sehubungan dengan hal tersebut maka pada tingkat reviu dan prosedur yang disepakati. Uraian berikutnya mengenai penyimpangan. sementara pemeriksa mendengar belakangan ramai dibicarakan bahwa terdapat rekening-rekening liar milik pemerintah.

maka Bab IV tentang Standar Pelaporan ini juga akan mencoba menguraikan perbandingan atau persamaan dan perbedaan antara ketiga standar pelaporan tersebut. pemeriksaan kinerja. dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Sebagaimana halnya dengan Bab III tentang Standar Pelaksanaan. A.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Standar Pemeriksaan memberlakukan empat standar pelaporan SPAP yang ditetapkan IAI. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta tersebut dapat menjadi bukti yang mendukung pertimbangan dan simpulan pemeriksa Pernyataan dan uraian standar pelaksanaan mengenai dokumentasi pemeriksaan dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu pada dasarnya sama dengan pemeriksaan keuangan (Par 26-33 PSP 02) dan pemeriksaan kinerja (Par 68-73 PSP 04). 45 dari 66 . Apabila berbeda maka akan dijelaskan. baik untuk pemeriksaan keuangan. tetapi apabila tidak berbeda maka tidak akan dijelaskan lagi dan akan ditegaskan bahwa isinya sama dengan standar pelaksanaan yang lainnya. Pertama-tama pada Bagian A tentang Standar Pelaporan Pemeriksaan Keuangan akan dijelaskan maksud atau pemikiran yang melatarbelakangi standar tersebut dan hal-hal lain yang mungkin belum dijelaskan dalam SPKN. Standar Pelaporan Pemeriksaan Keuangan SPKN memberlakukan setiap standar pelaporan audit keuangan dan Pernyataan Standar Audit (PSA) yang ditetapkan oleh IAI. Selanjutnya pada Bagian B tentang Standar Pelaporan Pemeriksaan Kinerja dan Bagian C tentang Standar Pelaporan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu akan dijelaskan apakah isi pernyataan dan uraian standar tersebut sama dengan Standar Pelaporan Pemeriksaan Keuangan. Untuk pemeriksaan keuangan. 44 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. yaitu : Pengungkapan prinsip akuntansi Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau prinsip akuntansi yang lain yang berlaku secara komprehensif Pusdiklat BPK RI Hal.foxitsoftware. kecuali ditentukan lain.com For evaluation only. BAB IV STANDAR PELAPORAN Bab ini akan membahas standar pelaporan.

memberlakukan lima standar pelaporan tambahan pemeriksaan keuangan. 2. butir a. Kepatuhan pada UU melakukan ketentuan kepatuhan terhadap yang perundang-undangan berpengaruh langsung dan material terhadap penyajian laporan keuangan. Dengan dinyatakan demikian. kecurangan dan ketidakpatutan (Par 19 PSP 02). jika ada. Perlu dipahami bahwa banyak penyimpangan yang tidak berpengaruh langsung dan material terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan. 46 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. Pengaruh penyimpangan. pemeriksa. Pernyataan pemeriksa Laporan pemeriksa harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan.com For evaluation only. yaitu : Selain empat standar pelaporan yang diadopsi dari SPAP. 1. kecurangan dan ketidakpatutan terhadap pemberian opini Pemeriksa harus mempertimbangkan dampak penyimpangan. laporan pemeriksa harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan. kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit. Dalam hal nama pemeriksa dikaitkan dengan laporan keuangan. selama pelanggaran itu sudah terwujudkan angkanya dalam angka Pusdiklat BPK RI Hal. 47 dari 66 . Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan. Contoh penyimpangan yang berpengaruh langsung dan material adalah pengeluaran yang mendahului pengesahan anggaran dan pengeluaran yang tidak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dalam anggaran. Terdapat dua hal yang harus diperhatikan dalam pelaporan mengenai penyimpangan. dan tingkat tanggung jawab yang dipikul pemeriksa. maka pengguna laporan merasa yakin dan dapat mengandalkan kredibilitas laporan hasil pemeriksaan. SPKN a. Pengungkapan Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai. Hal ini sebagai konsekuensi dari penerapan standar pelaksanaan tambahan ketiga mengenai perancangan pemeriksaan terhadap penyimpangan. Standar Pelaporan Tambahan Kedua (Par 10 PSP 03) : Pelaporan tentang Laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan harus mengungkapkan pengujian peraturan bahwa atas pemeriksa telah ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya. jika ada. maka alasannya harus dinyatakan.foxitsoftware. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Penerapan prinsip akuntansi Laporan pemeriksa harus menunjukkan. Laporan hasil pemeriksaan yang menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai dengan SPKN berarti bahwa bukan hanya standar pelaksanaan dan standar pelaporan saja yang diikuti oleh pemeriksa tetapi juga standar umum yang mengatur mengenai kompetensi dan independensi dilakukan sesuai dengan Standar kecurangan dan ketidakpatutan yang berpengaruh langsung dan material terhadap hasil pemeriksaan (Par 14 PSP 03) yaitu pemberian opini terhadap laporan keuangan. kecurangan dan ketidakpatutan ini. Standar Pelaporan Tambahan Pertama (Par 06 PSP 03) : Pernyataan kepatuhan Laporan hasil pemeriksaan harus menyatakan bahwa pemeriksaan Pemeriksaan Pernyataan ini selintas kelihatan sederhana tetapi maknanya sungguh sangat mendalam. Pernyataan standar ini menunjukkan bahwa selain laporan hasil pemeriksaan yang memuat opini terhadap laporan keuangan (Par 03.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. PSP 03). pemeriksa juga harus membuat laporan atas kepatuhan jika memang menemukan masalah ketidakpatuhan (Par 10 dan 11 PSP 03).

” maka pemeriksa memisahkan antara kewajaran penyajian dengan ada atau tidaknya penyimpangan..foxitsoftware. misalnya. kecurangan atau ketidakpatutan.. 3. maka pelaporan kepada pihak yang berwenang tersebut harus mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku di BPK. Standar Pelaporan Tambahan Ketiga (Par 19 PSP 03) : Pelaporan SPI Laporan atas pengendalian intern harus mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian intern atas pelaporan keuangan yang dianggap sebagai ”kondisi yang dapat dilaporkan”.. BPK segera melaporkan hal tersebut kepada instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Apabila belanja pemeliharaan rumah dinas bupati tersebut tidak tersedia anggarannya. Pernyataan “kondisi yang dapat dilaporkan” menunjukkan bahwa tidak seluruh permasalahan dalam SPI dapat dianggap sebagai hal yang material untuk dilaporkan. penyimpangan dari ketentuan peraturan perundangundangan. Apabila ternyata untuk belanja pemeliharaan rumah dinas bupati tersebut tidak tersedia anggarannya.. mengenai temuan dan rekomendasi serta tindakan koreksi yang direncanakan. karena pemeriksa yang Bertanggung jawab Laporan hasil pemeriksaan yang memuat adanya kelemahan dalam pengendalian intern. dan ketidakpatutan. Standar Pelaporan Tambahan Keempat (Par 24 PSP 03) : Pelaporan Tanggapan dari Pejabat Apabila menemukan penyimpangan. Selama Pemkab kemudian setuju untuk mereklasifikasi anggaran belanja tersebut. hal ini akan jelas terlihat pada Laporan Realisasi Anggaran yang akan dibaca anggota DPRD. tetapi ternyata digunakan untuk memperbaiki rumah dinas bupati. Selanjutnya dalam Pasal 26 dinyatakan bahwa menerbitkan “Laporan Kepatuhan” yang menyatakan bahwa terdapat pelanggaran karena pengeluaran atas belanja X sebesar Rp Y dilakukan sebelum anggaran disahkan DPRD.. Misalnya. pemeriksa memang diharuskan untuk melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwenang. Pelaporan langsung mengenai penyimpangan. 48 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. Pemkab harus diminta untuk mereklasifikasi pengeluaran dari ”belanja pakaian dinas pegawai” menjadi ”belanja pemeliharaan rumah dinas bupati”... Namun demikian. Tingkat materialitas ditentukan baik secara individu atau secara kumulatif.. anggarannya adalah untuk belanja pakaian dinas pegawai. Beberapa contoh mengenai “kondisi yang dapat dilaporkan” disajikan dalam paragraf 20 PSP 03. dipidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp 500 juta. apabila pemeriksa menyatakan ”telah disajikan secara wajar berdasarkan standar akuntansi. b.. harus dilengkapi tanggapan bertanggung dari pimpinan atau pejabat yang ketidakpatutan kepada pihak yang berwenang jawab pada entitas yang diperiksa menjalankan tugas pemeriksaan untuk dan atas nama BPK. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta laporan keuangan. Pusdiklat BPK RI Hal. Jadi.. namun kemudian pemeriksa Ketentuan ini diatur secara jelas dalam UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara Pasal 14 yang menyatakan bahwa apabila dalam pemeriksaan ditemukan unsur pidana.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.. kecurangan.. Contoh lain adalah penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan tujuannya. Tata cara penyampaian laporan tersebut diatur bersama oleh BPK dan Pemerintah. maka opini pemeriksa atas laporan keuangan bisa “wajar”.. 4. Penyajian laporan keuangan kemudian bisa diberikan opini ”Laporan keuangan telah disajikan secara wajar berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan”..com For evaluation only. 49 dari 66 . kecurangan dan setiap pemeriksa yang dengan sengaja tidak melaporkan temuan pemeriksaan yang mengandung unsur pidana yang diperolehnya pada waktu melakukan pemeriksaan.... maka pemeriksa dapat menerbitkan Laporan Kepatuhan yang berisikan temuan tersebut..

Bahwa laporan hasil pemeriksaan bukan hanya memuat hasil analisis dan simpulan pemeriksa saja tetapi juga memuat pendapat entitas yang diperiksa terhadap temuan yang disajikan oleh pemeriksa. pendistribusian laporan kepada pihak-pihak yang kompeten dimaksudkan untuk menjaga efektivitas pemanfaatan dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan tersebut. Standar Pelaporan Tambahan Kelima (Par 29 PSP 03) : Pelaporan Informasi rahasia Informasi rahasia yang dilarang oleh ketentuan peraturan perundang-undangan untuk diungkapkan kepada umum tidak diungkapkan dalam laporan hasil pemeriksaan. pemeriksa dilarang untuk mempublikasikan data dan informasi tersebut sehingga data dan informasi yang diperoleh tersebut hanya akan digunakan secara terbatas untuk keperluan pemeriksaan.com For evaluation only. Standar Pelaporan Pemeriksaan Kinerja Sebagaimana halnya dalam Standar Pelaksanaan Pemeriksaan Kinerja.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. entitas yang diperiksa. seperti Departemen Pertahanan atau Badan Intelijen Negara (BIN). pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan tindak lanjut hasil pemeriksaan. 51 dari 66 . 6. Hal ini dmaksudkan untuk menjaga dan meningkatkan obyektivitas laporan hasil pemeriksaan. SPKN memberlakukan empat standar pelaporan pemeriksaan kinerja sebagai berikut : Pusdiklat BPK RI Hal. termasuk tindakan perbaikan yang direncanakan oleh manajemen entitas yang diperiksa dan pemeriksa harus memuat tanggapan tersebut dalam laporan hasil pemeriksaan. Selain untuk menjaga kerahasiaan informasi yang dimuat dalam temuan pemeriksaan. 50 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. Dengan adanya standar ini maka pemeriksa dapat meyakinkan keraguan pihak entitas yang diperiksa yang merasa keberatan untuk menyampaikan data dan informasi kepada pemeriksa karena khawatir data dan informasi tersebut akan terpublikasi. Dengan demikian standar pelaksanaan pemeriksaan yang diberlakukan dalam SPKN sepenuhnya merupakan standar yang diterbitkan oleh SPKN. SPKN juga tidak memberlakukan SPAP dalam Standar Pelaporan Pemeriksaan Kinerja karena SPAP sama sekali sekali tidak mengatur mengenai pemeriksaan kinerja. simpulan dan rekomendasi. B. Namun laporan hasil pemeriksaan harus mengungkapkan sifat informasi yang tidak dilaporkan tersebut dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menyebabkan tidak dilaporkannya informasi tersebut Informasi rahasia yang dimaksud di sini bukan temuan pemeriksaan itu sendiri tetapi adalah data dan informasi yang dimuat dalam temuan pemeriksaan yang diperoleh dari entitas yang diperiksa. Standar yang mengatur mengenai informasi rahasia ini di satu sisi memang terkesan membatasi pemeriksa tetapi di sisi lain justru memberikan keleluasan bagi pemeriksa untuk memperoleh data dan informasi apa saja yang diperlukan untuk mencapai tujuan pemeriksaan. 5. Standar Pelaporan Tambahan Keenam (Par 29 PSP 03) : Penerbitan dan Pendistribusian Laporan Laporan hasil pemeriksaan diserahkan kepada lembaga perwakilan. dan kepada pihak lain yang diberi wewenang untuk menerima laporan hasil pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Standar ini memberikan batasan kepada pemeriksa dan organisasi pemeriksa bahwa laporan hasil pemeriksaan tidak dapat disampaikan secara sembarangan kepada pihak-pihak yang tidak berkompeten. tetapi juga karena informasi itu sendiri yang karena sifat dan jenisnya dan atau karena peraturan perundang-undangan tidak mungkin dan tidak diperbolehkan untuk diketahui oleh publik secara luas. Sifat rahasia suatu informasi bukan hanya ditentukan oleh sifat dan jenis suatu entitas yang diperiksa. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Pemeriksa harus meminta tanggapan tertulis dari pejabat yang bertanggung jawab atas temuan. pihak yang mempunyai kewenangan untuk mengatur entitas yang diperiksa. Pemeriksa dapat meyakinkan entitas yang diperiksa bahwa sesuai dengan standar pemeriksaan.foxitsoftware.

Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta 1. Temuan pemeriksaan harus menyajikan : a) Kelemahan pengendalian intern temuan pemeriksaan. Hal ini dimaksudkan agar pengguna laporan dapat memperoleh pemahaman yang memadai mengenai tujuan pemeriksaan dan hubungannya dengan temuan pemeriksaan yang dilaporkan (Par 07 PSP 05). ditemukan dalam pemeriksaaan (Par 17 PSP 05). lingkup. lingkup. Hasil pemeriksaan berupa rekomendasi. b. 53 dari 66 . Pusdiklat BPK RI Hal. Tujuan. akibat dan sebab sebagaimana diuraikan dalam paragraf 14 dan 15 PSP 05. Dalam standar pelaporan pemeriksaan keuangan. Tujuan. simpulan. apabila ada a. Standar Pelaporan Pertama (Par 02 PSP 05) : Bentuk Pemeriksa harus membuat laporan hasil pemeriksaan untuk mengkomunikasikan setiap hasil pemeriksaan.com For evaluation only. 2. kecurangan dan ketidakpatutan. c. Pernyataan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai dengan Standar Pemeriksaan Maksud pernyataan ini pada prinsipnya sama dengan yang diatur dalam pemeriksaan keuangan yang diatur dalam standar tersendiri yaitu standar pelaporan tambahan pertama (Par 06 PSP 03). Dalam pemeriksaan kinerja. Demikian pula halnya dengan lingkup dan metodologi pemeriksaannya. dan metodologi pemeriksaan Ketentuan mengenai hal ini dalam standar pelaporan pemeriksaan keuangan tidak diatur karena pada dasarnya tujuan pemeriksaan keuangan sudah jelas yaitu untuk memberikan opini atas laporan keuangan. dan rekomendasi d. dan metodologi pemeriksaan pemeriksaan kinerja belum tentu sama. 1) Temuan pemeriksaan Unsur-unsur temuan pemeriksaan biasanya terdiri dari kondisi. hal ini harus dijelaskan dan ditegaskan dalam laporan hasil pemeriksaan karena tujuan untuk setiap b) Penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. dan c. Hasil pemeriksaan berupa temuan pemeriksaan. Pelaporan informasi rahasia. Pernyataan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai dengan Standar Pemeriksaan b. Tanggapan pejabat yang bertanggung jawab atas hasil pemeriksaan Kelemahan e. istilah yang digunakan adalah “kondisi yang dapat dilaporkan” (Par 19 PSP 03). Pernyataan standar ingin menegaskan arti pentingnya laporan hasil pemeriksaan kinerja sebagaimana diuraikan dalam paragraf 03 PSP 05. pemeriksaan pengendalian kinerja intern yang dilaporkan signifikan dalam yang adalah kelemahan Ketentuan untuk menyajikan kelemahan pengendalian intern ini dalam pemeriksaan keuangan diatur dalam standar tersendiri yaitu standar pelaporan tambahan ketiga (Par 19-23 PSP 03). Pelaporan ini merupakan konsekuensi dari perencanaan yang dilakukan dimana pemeriksa diwajibkan untuk merancang pemeriksaan untuk mendeteksi terjadinya penyimpangan. Standar Pelaporan Kedua (Par 05 PSP 05) : Isi Laporan Laporan hasil pemeriksaan harus mencakup : a.foxitsoftware. kriteria. 52 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. simpulan. kecurangan dan ketidakpatutan yang berpengaruh signifikan terhadap tujuan pemeriksaan (Par 16 PSP 04).

com For evaluation only. Selain itu laporan dapat memberikan perspektif yang wajar mengenai aspek kedalaman dan signifikansi temuan pemeriksaan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa hasil laporan pemeriksaan keuangan yang utama adalah opini. pemahaman yang benar dan memadai atas hal yang dilaporkan. Pelaporan informasi rahasia. yang didukung oleh bukti yang kompeten dan relevan dalam kertas kerja pemeriksaan. efisiensi dan efektivitas entitas yang diperiksa. Pusdiklat BPK RI Hal. memberikan pelaksanaan program (Par 26 PSP 05) dan meningkatkan kinerja program yang diperiksa (Par 24 PSP 05). Standar Pelaporan Ketiga (Par 36 PSP 05) : Unsur Kualitas Laporan Laporan hasil pemeriksaan harus tepat waktu. Tanggapan pejabat yang bertanggung jawab atas hasil pemeriksaan Ketentuan mengenai tanggapan ini dalam pemeriksaan keuangan diatur dalam standar tersendiri yaitu standar pelaporan tambahan keempat (Par 24-28 PSP 03). Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta SPKN tidak membatasi penyimpangan.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Standar mengenai kualitas laporan ini tidak diatur dalam standar pelaporan pemeriksaan keuangan. 2) Simpulan Simpulan berbeda dengan ringkasan. Yang paling mendasar dalam penyusunan simpulan adalah bahwa simpulan tersebut harus mampu menjawab tujuan pemeriksaan (Par 23 PSP 05). akurat. serta jelas. kecurangan dan pelaporan informasi rahasia ini dalam pemeriksaan kinerja pada prinsipnya sama dengan pemeriksaan keuangan. Laporan hasil pemeriksaan harus memuat informasi. d. Untuk itu pemeriksa harus benar-benar merumuskan rekomendasi yang tepat agar dapat mendorong perbaikan seringkas mungkin. meyakinkan. Akurat berarti bukti yang disajikan benar dan temuan itu disajikan dengan e. 54 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. dan memenuhi persyaratan isi laporan hasil pemeriksaan. Sedangkan hasil laporan pemeriksaan kinerja mencakup temuan dan simpulan mengenai penilaian aspek ekonomi. lengkap.foxitsoftware. 3. Konsep dan ketentuan mengenai tepat. 55 dari 66 . Konsep dan ketentuan mengenai tanggapan pejabat yang bertanggung jawab ini dalam pemeriksaan kinerja pada prinsipnya sama dengan pemeriksaan keuangan. Untuk itu persyaratan pelaporan pemeriksaan kinerja harus diatur dalam standar pelaporan. Bukti yang dicantumkan dalam laporan hasil pemeriksaan harus masuk akal dan mencerminkan kebenaran mengenai masalah yang dilaporkan. 3) Rekomendasi Kekuatan dan manfaat dari hasil pemeriksaan kinerja terletak pada rekomendasi yang diberikan serta besarnya respon manajemen entitas yang diperiksa dalam menindaklanjuti temuan dan rekomendasi pemeriksaan. Hal ini mengakibatkan sifat dan lingkup pelaporan pemeriksaan lebih luas dan kompleks daripada pemeriksaan keuangan. Kelengkapan laporan dapat diukur dengan pemuatan informasi dari bukti yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan pemeriksaan. Ketepatan waktu penyampaian laporan mempengaruhi efektivitas laporan itu sendiri mengingat rekomendasi atau saran yang dibuat pemeriksa tidak dapat secepat mungkin dilaksanakan oleh entitas yang bersangkutan. apabila ada Ketentuan mengenai pelaporan informasi rahasia ini dalam pemeriksaan keuangan diatur dalam standar tersendiri yaitu standar pelaporan tambahan kelima (Par 29-31 PSP 03). obyektif. dan ketidakpatutan yang harus dilaporkan sebagaimana dinyatakan dalam Par 19 PSP 05 bahwa pemeriksa harus melaporkan semua kejadian mengenai ketidakpatuhan. kecurangan atau ketidakpatutan yang ditemukan selama atau dalam hubungannya dengan pemeriksaan. dimana format opini biasanya sudah standar.

Pusdiklat BPK RI Hal. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Obyektivitas berarti penyajian seluruh laporan harus seimbang dalam isi dan nada. simpulan. maka laporan harus dapat menjawab tujuan pemeriksaan. yaitu : Laporan harus menyatakan semua keberatan praktisi yang signifikan tentang perikatan dan penyajian asersi. 56 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. 1. dan akronim yang tidak begitu dikenal. Laporan yang ringkas adalah laporan yang tidak lebih panjang dari yang diperlukan untuk menyampaikan dan mendukung pesan. Laporan suatu perikatan untuk mengevaluasi suatu asersi yang disusun berdasarkan kriteria yang disepakati atau berdasarkan suatu perikatan untuk melaksanakan prosedur yang disepakati. SPKN juga memberlakukan empat pernyataan standar pelaporan perikatan/penugasan atestasi SPAP yang ditetapkan IAI sebagai Standar Pelaporan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu. Jika digunakan istilah teknis. singkatan. Kredibilitas suatu laporan ditentukan oleh penyajian bukti yang tidak memihak. Informasi yang disajikan harus cukup meyakinkan pengguna laporan untuk mengakui validitas temuan tersebut dan manfaat penerapan rekomendasi. Standar Pelaporan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu Sama halnya dengan Standar Pelaksanaan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu. pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan tindak lanjut hasil pemeriksaan.com For evaluation only. SPKN memberlakukan lima standar pelaporan tambahan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Laporan harus mudah dibaca dan dipahami. sehingga pengguna laporan hasil pemeriksaan dapat diyakinkan oleh fakta yang disajikan. Sebaiknya akronim agar digunakan sejarang mungkin. entitas yang diperiksa. menyajikan temuan. Standar Pelaporan Tambahan Pertama (Par 05 PSP 07) Pernyataan Kepatuhan Laporan hasil pemeriksaan harus menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai dengan Standar Selain empat standar pelaporan yang diadopsi dari SPAP. dan kepada pihak lain yang diberi wewenang untuk menerima laporan hasil pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Pernyataan dan uraian standar mengenai penerbitan dan pendistribusian laporan ini dalam pemeriksaan kinerja pada prinsipnya sama dengan yang diatur dalam standar pelaporan tambahan keenam pemeriksaan keuangan (Par 32-35 PSP 03). 57 dari 66 . dan rekomendasi yang logis.foxitsoftware. pihak yang mempunyai kewenangan untuk mengatur entitas yang diperiksa. 4. Penggunaan bahasa yang lugas dan tidak teknis sangat penting untuk menyederhanakan penyajian. Agar meyakinkan.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Laporan harus menyebutkan asersi yang dilaporkan dan menyatakan sifat perikatan atestasi yang bersangkutan. harus berisi suatu pernyataan tentang keterbatasan pemakaian laporan hanya oleh pihak-pihak yang menyepakati kriteria atau prosedur tersebut. yaitu : Pengungkapan asersi dan sifat perikatan atestasi Simpulan Laporan harus menyatakan simpulan praktisi mengenai apakah asersi disajikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan atau kriteria yang dinyatakan dipakai sebagai alat pengukur. Selain itu laporan juga harus ditulis dengan bahasa yang jelas dan sesederhana mungkin. Pengungkapan keberatan Batasan pemakaian laporan lembaga perwakilan. maka hal itu harus didefinisikan dengan jelas. Standar Pelaporan Keempat (Par 536 PSP 05) : Penerbitan dan Pendistribusian Laporan Laporan hasil pemeriksaan diserahkan kepada C.

kepatuhan terhadap ketentuan peraturan Laporan Hasil Pemeriksaan dengan tujuan tertentu harus mengungkapkan : temuan yang bersifat kepatuhan. c. maupun penyimpangan yang mengandung unsur tindak pidana yang terkait dengan hal yang diperiksa. kelemahan pengendalian intern yang berkaitan dengan hal yang diperiksa. dan Standar Pelaporan Pemeriksaan Kinerja pada Par 21-22 PSP 05). pelanggaran atas perikatan perdata. akibat dan sebab (Par 22 PSP 03). 59 dari 66 . Sedangkan dalam standar pelaporan pemeriksaan keuangan.foxitsoftware. b. kecurangan dan ketidakpatutan kepada pihak yang berwenang (Standar Pelaporan Pemeriksaan dengan Tujuan Penyajian standar pelaporan tambahan kedua pemeriksaan dengan tujuan tertentu mengenai pelaporan tentang kelemahan pengendalian intern dan kepatuhan ini agak berbeda dengan penyajian dalam standar pelaporan pemeriksaan keuangan dan standar pelaporan pemeriksaan kinerja. Hal yang harus diungkapkan mengenai kelemahan pengendalian intern pada standar pelaporan pemeriksaan dengan tujuan tertentu pada dasarnya sama dengan yang diatur dalam standar pelaporan pemeriksaan kinerja (Par 17 PSP 05) yaitu kelemahan pengendalian intern yang “signifikan”. kecurangan. Cara penyajian kelemahan pengendalian intern dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu (Par 10 PSP 07) pada prinsipnya sama dengan yang diatur dalam standar pelaporan pemeriksaan keuangan yaitu sejauh memungkinkan mencakup unsur kondisi. Demikian pula halnya mengenai pelaporan ketidakpatuhan. Prinsip pelaporan mengenai ketidakpatuhan. 58 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. standar ini bukan Tertentu pada Par 1415 PSP 07. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta pada Standar Pemeriksaan Pemeriksaan. kriteria. merupakan standar tersendiri tetapi merupakan bagian dari standar pelaporan kedua mengenai isi laporan (Par 05 dan Par 17-22 PSP 05). Apabila unsur ”sebab” tidak dapat ditentukan secara logis. penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang- Pusdiklat BPK RI Hal. kecurangan dan ketidakpatutan dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu (Par 09 PSP 07) pada prinsipnya sama dengan yang diatur dalam standar pelaporan pemeriksaan keuangan (Par 15 PSP 03) dan standar pelaporan pemeriksaan kinerja (Par 20 PSP 05) yaitu menempatkan temuan pemeriksaan dalam perspektif yang wajar. Standar Pelaporan Tambahan Kedua (Par 08 PSP 07) Pelaporan tentang Kelemahan Pengendalian Intern dan Kepatuhan a.com For evaluation only. 2. harus perundang-undangan termasuk pengungkapan atas penyimpangan administrasi. 3. Standar Pelaporan Tambahan Ketiga (Par 16 PSP 07) Pelaporan Tanggapan dari Pejabat Laporan hasil pemeriksaan yang memuat adanya kelemahan dalam pengendalian intern. maka dalam penyajian Pernyataan dan uraian standar mengenai kepatuhan pada Standar Pemeriksaan ini dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu pada prinsipnya sama dengan yang diatur dalam standar pelaporan tambahan pertama pemeriksaan keuangan (Par 06-08 PSP 03). ketidakpatutan yang material terhadap hal yang diperiksa. Dalam pemeriksaan keuangan. Sedangkan dalam pemeriksaan kinerja. istilah yang digunakan adalah “kondisi yang dapat dilaporkan”. standar ini dibagi disajikan dalam dua standar yaitu standar pelaporan tambahan kedua mengenai kepatuhan (Par 10 PSP 03) dan standar pelaporan tambahan ketiga mengenai pengendalan intern (Par 19 PSP 03). unsur ”sebab” ini tidak perlu diungkapkan. Standar Pelaporan Pemeriksaan Keuangan pada Par 17-18 PSP 03. dihubungkan dengan hasil pemeriksaan secara keseluruhan dan sedapat mungkin dinyatakan dalam satuan mata uang.

Standar Pelaporan Tambahan Keempat (Par 21 PSP 07) Pelaporan Informasi Rahasia Informasi rahasia yang dilarang oleh ketentuan peraturan perundang-undangan untuk diungkapkan kepada umum tidak diungkapkan dalam laporan hasil pemeriksaan. 61 dari 66 . Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta yang Bertanggung Jawab undangan. Pusdiklat BPK RI Hal. namun demikian konsep pemikiran serta maksud dan tujuannya pada dasarnya sama. Meskipun penyajian standar ini tidak sama dalam standar pelaporan pemeriksaan keuangan. pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu.com For evaluation only. 60 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Sedangkan dalam pemeriksaan kinerja hal ini bukan merupakan standar tersendiri tetapi merupakan bagian dari standar pelaporan kedua mengenai isi laporan (Par 05 dan 33-35 PSP 05). Sedangkan dalam pemeriksaan kinerja hal ini bukan merupakan standar tersendiri tetapi merupakan bagian dari standar pelaporan kedua mengenai isi laporan (Par 05 dan 27-30 PSP 05). 5. pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan lembaga perwakilan.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Hal ini dikecualikan oleh atau tidak berlaku pada SPKN. Meskipun penyajian standar ini tidak sama dalam standar pelaporan pemeriksaan keuangan. dan kepada pihak lain yang diberi wewenang untuk menerima laporan hasil pemeriksaan sesuai dengan ketentuan berlaku. Namun laporan hasil pemeriksaan harus mengungkapkan sifat informasi yang tidak dilaporkan tersebut dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menyebabkan tidak dilaporkannya informasi tersebut.foxitsoftware. Penyajian mengenai pernyataan dan uraian standar ini pada dasarnya sama dengan yang disajikan dalam standar pelaporan tambahan kelima pemeriksaan keuangan (Par 29-31 PSP 03). pihak yang mempunyai kewenangan untuk mengatur entitas yang diperiksa. artinya pendistribusian laporan tidak hanya dibatasi pada pihak-pihak yang menyepakati pemeriksaan dengan tujuan tertentu itu saja. peraturan perundang-undangan yang Penyajian mengenai pernyataan dan uraian standar ini pada dasarnya sama dengan yang disajikan dalam standar pelaporan tambahan kelima pemeriksaan keuangan (Par 32-35 PSP 05) dan standar pelaporan keempat pemeriksaan kinerja (Par 53-56 PSP 05) kecuali untuk paragraf 26 PSP 07 standar pelaporan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. laporan hanya didistribusikan kepada pihak-pihak yang menyepakati pemeriksaan dengan tujuan tertentu tersebut. Paragraf tersebut mengecualikan pernyataan standar yang diadopsi dari SPAP yang menyatakan bahwa untuk pemeriksaan dengan tujuan tertentu pada tingkat prosedur yang disepakati. 4. Standar Pelaporan Tambahan Kelima (Par 24 PSP 07) Penerbitan dan Pendistribusian Laporan Laporan hasil pemeriksaan diserahkan kepada bertanggung jawab pada entitas yang diperiksa mengenai temuan dan simpulan serta tindakan koreksi yang direncanakan. dan ketidakpatutan. namun demikian konsep pemikiran serta maksud dan tujuannya pada dasarnya sama. harus dilengkapi tanggapan dari pimpinan atau pejabat yang tertentu. entitas yang diperiksa. Penyajian mengenai pernyataan dan uraian standar ini pada dasarnya sama dengan yang disajikan dalam standar pelaporan tambahan keempat pemeriksaan keuangan (Par 24-28).

foxitsoftware. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta SPKN memiliki hubungan yang erat dengan standar audit lainnya dimana SPKN SIMPULAN menggunakan standar audit lainnya tersebut sebagai referensi. Mengingat arti pentingnya suatu standar dalam pelaksanaan pemeriksaan dan telah menjadi international best practices bagi organisasi-organisasi pemeriksa di dunia. kecuali ditentukan lain. pengendalian intern. Pemeriksaan Kinerja. Sehubungan dengan hal tersebut maka SPKN berlaku untuk BPK dan akuntan publik atau pihak lainnya yang melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara untuk dan atas nama BPK. maka dalam standar pelaporan pemeriksaan keuangan. 8 SPKN dinyatakan bahwa SPKN berlaku untuk semua pemeriksaan yang dilaksanakan terhadap entitas. sebagai alat ukur kinerja pemeriksa. supervisi. Standar audit atau standar pemeriksaan pada umumnya memuat tiga hal yaitu : standar umum yang mengatur mengenai persyaratan profesional yang harus dipenuhi oleh pemeriksa. pengembangan temuan. ”Prosedur” berkaitan dengan tindakan yang harus dilaksanakan. Namun khusus untuk SPAP yang diterbitkan oleh IAI. Berdasarkan paragraf 6 s. kecurangan dan ketidakpatutan. SPKN memberlakukan tiga standar pelaksanaan yang diadopsi dari SPAP yaitu mengenai perencanaan. SPKN juga memberlakukan empat Mengacu pada UU 15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan UU 15/2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan maka terdapat tiga jenis pemeriksaan yang diatur dalam SPKN yaitu Pemeriksaan Keuangan. program. Dalam standar pelaksanaan pemeriksaan keuangan. Dalam standar pelaksanaan Pemeriksaan kinerja.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Sehubungan SPAP tidak mengatur mengenai pemeriksaan kinerja. merancang pemeriksaan untuk mendeteksi penyimpangan. Standar Pemeriksaan memiliki arti penting bagi pemeriksa karena berfungsi sebagai sebagai pedoman bagi pemeriksa. Sama halnya dengan standar pelaksanaan pemeriksaan keuangan. Konsep mengenai Pemeriksaan dengan tujuan tertentu ini pada dasarnya sama dengan perikatan atestasi sebagaimana yang diatur dalam SPAP. standar pekerjaan lapangan yang mengatur mengenai bukti serta kegiatan Pemeriksaan di lapangan. maka SPKN tidak mengadopsi atau memberlakukan SPAP. kegiatan serta fungsi yang berkaitan dengan pelaksanaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. SPKN memberlakukan SPAP. Standar umum SPKN memuat empat standar yaitu persyaratan kemampuan/keahlian (kompetensi) pemeriksa. SPKN memberlakukan dua pernyataan standar pekerjaan lapangan perikatan/penugasan atestasi SPAP yang ditetapkan IAI yaitu mengenai perencanaan dan bukti.com For evaluation only. bukti dan dokumentasi pemeriksaan. Alasan penerbitan SPKN oleh BPK semakin kuat dengan adanya UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Pasal 5) dan UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (Pasal 9 Ayat (1) huruf e ). dan sebagai jaminan mutu bagi para pengguna laporan Pemeriksaan. dan dokumentasi Pemeriksaan. maka BPK merasa perlu untuk menerbitkan standar audit atau standar pemeriksaan. Untuk standar pelaksanaan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. pertimbangan hasil pemeriksaan sebelumnya.d. independensi. dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu. sedangkan ”standar” berkaitan dengan kriteria atau ukuran mutu kinerja tindakan tersebut dan berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai melalui penggunaan prosedur tersebut. SPKN menetapkan empat standar pelaksanaan yaitu mengenai perencanaan. 63 dari 66 . dan bukti. Selain itu SPKN juga memberlakukan lima standar pelaksanaan tambahan pemeriksaan keuangan yaitu mengenai komunikasi pemeriksa. Pusdiklat BPK RI Hal. penggunaan kemahiran profesional secara cermat dan seksama (due professional care) dan pengendalian mutu (quality assurance). Standar pemeriksaan berbeda dengan prosedur pemeriksaan. 62 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. dan standar pelaporan yang mengatur mengenai pelaporan hasil pelaksanaan Pemeriksaan.

David C Burns. dan penerbitan dan pendistribusian laporan. serta penerbitan dan pendistribusian laporan.. dan batasan penyampaian laporan. Auditing and Assurance Services: A Systematic Approach. 2007. Auditing and Assurance Services: An Integrated Approach. kecurangan dan ketidakpatutan. Ninth Edition. Perbedaan lain yang menyangkut isi misalnya mengenai istilah materialitas dan signifikansi. 2003. Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor 1 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara. pelaporan informasi rahasia. Third Edition. 2006. SPKN memberlakukan empat pernyataan standar pelaporan perikatan/penugasan atestasi SPAP yang ditetapkan IAI yaitu mengenai pengungkapan prinsip akuntansi. Arthur W. ---------. dan hasil pengujian terhadap pengendalian intern serta kepatuhan. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. 2001. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI). Government Auditing Standards . Holmes. 1979. tetapi terdapat perbedaan dalam pengelompokan dan penyajiannya. simpulan. Sebagaimanan halnya dengan standar pelaksanaan Pemeriksaan dengan tujuan tertentu. McGraw-Hill Irwin. Irwin & Toppan Company. dan penerbitan dan pendistribusian laporan. unsur kualitas laporan. pelaporan tanggapan dari pejabat yang bertanggung jawab. Randal J. New Jersey. pelaporan tanggapan dari pejabat yang bertanggung jawab. United States Government Accountability Office. 2004. pelaporan tentang kelemahan pengendalian intern serta kepatuhan. DAFTAR PUSTAKA Pusdiklat BPK RI Hal. Selain itu SPKN juga memberlakukan lima standar pelaporan tambahan pemeriksaan keuangan yaitu mengenai pernyataan kepatuhan kepada SPKN.Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Prentice Hall: Pearson Education International.foxitsoftware. pengungkapan dan pernyataan auditor.. maka dalam standar Pelaporan Pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Messier. pelaporan tentang pengendalian intern. Richard D. ---------. ---------. 65 dari 66 . Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). pelaporan informasi rahasia. pengungkapan keberatan praktisi yang signifikan. Auditing: Standards and Procedures.2003 Revision. 64 dari 66 Pusdiklat BPK RI Hal. 2003. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta standar pelaporan yang diadopsi dari SPAP yaitu mengenai pengungkapan prinsip akuntansi. Arens. William F. Standar Audit Pemerintahan 1995. penentuan kriteria. Alvin A. Sebagian isi dari standar pelaksanaan dan standar pelaporan pada masing-masing jenis pemeriksaan pada dasarnya sama. Selain itu SPKN memberlakukan lima standar pelaporan tambahan pemeriksaan dengan tujuan tertentu yaitu mengenai pernyataan kepatuhan kepada SPKN.. ---------. 2003. Beasley. ---------.com For evaluation only. kecurangan dan ketidakpatutan. Illionis. isi laporan. Jr. Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). INTOSAI Auditing Standards. New York. 1995. Standar pelaporan pemeriksaan kinerja menetapkan empat standar pelaporan pemeriksaan kinerja yaitu mengenai bentuk laporan. penerapan prinsip akuntansi. Badan Pemeriksa Keuangan. Ninth Edition. pelaporan tentang kepatuhan. kecurangan dan ketidakpatutan. rencana pemeriksaan secara tertulis. ---------. ---------. Elder & Mark S. Badan Pemeriksa Keuangan.

Agenda untuk pengembangan pribadi Lembar yang disediakan ini dapat Saudara gunakan untuk membantu IDP Saudara(Individual Development Plan). Masukkan rencana-rencana yang akan Saudara lakukan untuk memperdalam pemahaman anda atas hal-hal yang dibahas dipelajaran ini. Pusdiklat Pegawai BPK-RI .Standar Pemeriksaan Keuangan Negara Buku Peserta Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. . CATATAN SISWA Evaluasi Modul Lembar yang disediakan ini dapat anda gunakan untuk membantu Pusdiklat dalam meningkatkan mutu modul pembelajaran dengan menuliskannya kembali ke Lembar Evaluasi yang diberikan oleh Panitia Diklat diakhir kegiatan.com For evaluation only.foxitsoftware.