MATERI MANAJEMEN OPERASI

Disusun Oleh : Drs. Dandan Irawan, M.Sc.

PENDAHULUAN Di dalam hidup sehari-hari kita banyak melihat barang dan jasa yang diperjualbelikan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Barang dan jasa tersebut ada yang langsung dikonsumsi oleh konsumen akhir atau diolah kembali untuk menjadi produk lain, sehingga output suatu produsen menjadi input bagi produsen lain. Jumlah barang dan jasa tersebut sangat bervariasi dalam volume/kuantitas, kualitas, model, ukuran, dan jenis. Hal penting bagi kita ialah bahwa barang dan jasa tersebut tidak menjelma dengan sendirinya, ini berarti memerlukan suatu usaha atau kegiatan untuk menciptakan barang dan jasa tersebut. Penciptaan barang dan jasa tersebut dimungkinkan tercipta melalui suatu kegiatan produksi dengan mentransformasikan faktor-faktor produksi melalui suatu sistem produksi. Faktor-faktor produksi yang ditransformasi tersebut meliputi manusia, bahan baku, modal, metode atau dikenal istilah 4M. Peranan manajemen ialah mengkombinasikan faktor-faktor produksi tersebut sedemikian rupa, sehingga produk yang tercipta sesuai dengan prinsip efisiensi dan efektivitas. Manajer produksi dapat dengan mudah mencapai sasaran atau tujuan perusahaan tersebut dengan menggunakan skill melalui proses manajemen dengan memperhatikan fungsi-fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, contolling/ POAC). Untuk menciptakan produk yang benar-benar sesuai dengan selera dan kebutuhan atau keinginan konsumen, manajer harus dapat memadukan dukungan kualitas yang baik dengan perolehan keuntungan yang maksimal, sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan untuk selalu berkembang. Hal ini sangat mungkin dicapai apabila seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan dimulai dengan rencana kerja atau rencana produksi yang matang. Suatu kegiatan yang dimulai dengan perencanaan yang kurang baik akan sangat berpengaruh pada hasil akhir yang akan diperoleh. Beberapa definisi Manajemen Operasional (MO) merupakan suatu ilmu yang dapat diterapkan pada berbagai jenis bidang usaha seperti rumah sakit, perguruan tinggi, pabrik garmen, dan lainlain, mengapa demikian ? Karena jenis usaha seperti yang disebutkan diatas menghasilkan produk yang bisa berupa barang maupun jasa, yang mana untuk kegiatan proses produksinya yang efektif dan efisien memerlukan berbagai konsep, peralatan serta berbagai cara mengelola operasinya yang akan secara singkat dipaparkan dalam modul ini.

MK-MO/2011/DAN#2

1

BAB I

RUANG LINGKUP MANAJEMEN OPERASI
A. APA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN MANAJEMEN OPERASI Untuk menciptakan barang dan jasa (produk), semua organisasi bisnis (perusahaan) paling tidak menjalankan tiga fungsi utama yaitu: 1. Fungsi Pemasaran (Marketing Function) yang berhubungan dengan pasar untuk dapat menciptakan permintaan dan pada akhirnya menyampaikan produk yang dihasilkan ke pasar. 2. Fungsi Keuangan (Finance Function) yang mengelola berbagai urusan keuangan didalam perusahaan maupun perusahaan dangan fihak luar perusahaan. 3. Fungsi Produksi atau Operasi (Operation Function) berkaitan dengan penciptaan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan. Mengacu pada tiga fungsi utama perusahaan, maka dalam fungsi operasional diperlukan Manajemen Operasional. Sehingga dengan demikian, Manajemen Operasi dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan atau aktifitas yang menciptakan nilai produk baik berupa barang maupun jasa melalui proses transformasi input menjadi output atau pengertian lainnya ialah “KAJIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DARI SUATU FUNGSI OPERASI”. Aktifitas tersebut berlaku untuk berbagai macam produsen barang seperti elektronik, garmen, otomotif, demikian pula berlaku juga bagi produsen jasa seperti media masa, hiburan, pendidikan, konsultan. Beberapa definisi yang dianggap perlu, antara lain : a. Produksi adalah aktifitas atau kegiatan untuk menambah manfaat, meliputi manfaat tempat, bentuk dan waktu serta gabungan dari masing-masing manfaat tersebut. b. Produk adalah hasil/output dari suatu kegiatan produksi baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud (yang berwujud disebut barang dan yang tidak berwujud disebut jasa) c. Produsen adalah orang atau lembaga yang menghasilkan produk setelah melalui proses produksi d. Proses Produksi adalah metode, cara atau teknik yang digunakan dalam kegiatan penciptaan produk. e. Sistem Produksi adalah serangkaian elemen yang saing berhubungan dan saling menunjang untuk pelaksanaan kegaiatan penambahan manfaat dalam suatu kegiatan-kegiatan produksi. e. Produktivitas adalah suatu perbandingan antara hasil kegiatan yang sesungguhnya dengan hasil kegiatan yang seharusnya (antara realisasi dan target). Secara sederhana produktivitas ditunjukan oleh rasio antara output dan input.

MK-MO/2011/DAN#2

2

O Produktivitas = -----I f. Perencanaan Produk adalah perencanaan tentang apa, berapa dan bagaimana produk yang akan dibuat oleh suatu perusahaan. Perencanaan produk berhubungan dengan masalah-masalah tehnik antara lain disain, bentuk produk, kegunaan produk dan proses produksi. Ditinjau dari manajer produksi perencanaan produk berkaitan erat dengan masalah penyediaan fasilitas produksi, efisiensi dan pola produksi. g. Perencanaan Produksi adalah perencanaan tentang apa, berapa yang akan diproduksikan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu dan biasanya ialah jangka pendek h. Luas Produksi (Kapasitas Produksi) adalah kapasitas produksi yang digunakan dalam suatu perusahaan, besarnya dapat berubahubah antara satu periode dengan periode lainnya. i. Luas Perusahaan (Kapasitas Terpasang) adalah kapasitas yang tersedia/terpasang dalam suatu perusahaan, besarnya dapat berubah dalam jangka panjang, sedangkan dalam jangka pendek selalu tetap. j. Manajemen adalah kegiatan/usaha untuk mencapai suatu tujuan dengan mengkoordinir dan ‘mengatur’ orang lain. k. Manajemen Produksi adalah kegiatan ‘mengatur’ orang lain agar dapat menciptakan dan menambah manfaat (utility). B. MENGAPA MANAJEMEN OPERASIONAL PENTING UNTUK DIPELAJARI Ada berbagai hal yang bisa dikemukakan dan menjadikan alasan pentingnya mempelajari MO diantaranya adalah: 1. MO merupakan salah satu fungsi utama yang harus ada di semua jenis organisasi sehingga apabila akan mengelola organisasi maka mau tidak mau harus mempelajari konsep MO. 2. Dengan mempelajari MO, kita dapat mengetahui seluk beluk dan berbagai hal yang berkaitan dengan cara memproduksi barang maupun jasa 3. Dengan mempelajari MO, kita dapat memahami dan mengerti dengan benar apa yang seharusnya dilakukan oleh manajer operasional. 4. Karena MO merupakan bagian yang paling mahal dalam organisasi, sehingga penting sekali untuk dipelajari. Hal ini dapat diartikan efektifitas dan efisiensi MO akan berdampak besar bagi perusahaan

MK-MO/2011/DAN#2

3

2. Secara lebih terperinci. Sumber daya manusia dan desain pekerjaan. penjelasan mengenai tugas atau aktifitas serta tanggung jawab seorang manajer operasional tergambar dalam sepuluh keputusan utama yaitu: 1. APA SAJA YANG DILAKUKAN OLEH MANAJER OPERASIONAL DAN LINGKUP TANGGUNG JAWABNYA Berkaitan dengan alasan yang ketiga mengenai pemahaman dan pengertian yang benar tentang apa yang seharusnya dilakukan manajer operasional. Manajer Pabrik (Plant Manager) yang biasanya harus berpengalaman dalam manajeman pabrik termasuk keahlian di bidang perencanaan produksi.C. 5. 10. 8. sehingga aturan maupun prosedur untuk mengenali dan memenuhi kualitas tersebut dapat dibakukan. Karena tenaga kerja merupakan bagian integral dan paling penting dari seluruh input yang digunakan dalam perusahaan maka keputusan yang berkaitan dengan hal ini adalah sesuatu yang paling penting. Layout atau tata letak akan berdampak pada efisiensi dan efektifitas kegiatan operasional. Manajemen Persediaan. Kualitas yang diinginkan konsumen harus ditetapkan. 4. antara lain: 1. manajemen persediaan. Penjelasan lebih terperinci ada dalam bab-bab selanjutnya. Lokasi yang dipilih untuk melakukan kegiatan operasional perusahaan baik yang bergerak di sektor barang maupun jasa akan sangat menentukan prestasi perusahaan. Menentukan proses yang akan digunakan dalam kegiatan operasional dan kapasitas yang akan digunakan merupakan hal penting dalam manajemen operasional karena berkaitan dengan berbagai hal. (Supply Chain Management). maka dalam hal ini akan diberikan contoh-contoh kasus yang banyak berkecimpung mengenai manajemen operasional. APA SAJA BIDANG KEGIATAN YANG MASIH MEMERLUKAN KEAHLIAN MANAJEMEN OPERASIONAL Untuk menjawab pertanyaan di manakah peluang kerja di bidang manajemen operasional. Keputusan ini menyangkut sebagian besar proses transformasi yang akan dilakukan. dengan kata lain keputusan operasional berikutnya tergantung pada keputusan desain barang dan jasa. pengorganisasian. MK-MO/2011/DAN#2 4 . D. Keputusan ini penting untuk dipahami karena persediaan yang tepat akan menentukan efisiensi dan efektifitas perusahaan. pengarahan serta pengawasan kegiatan operasional. Keputusan ini menjelaskan apa yang akan pentingnya integrasi antara perusahaan itu sendiri dengan pihak supplier maupun distributor karena adanya interdependensi. 3. 9. manajemen pembelian. Desain proses dan kapasitas. Strategi lokasi. 7. termasuk pula pengelolaan karyawan di operasional maupun pengelolalaan sumber daya lainnya yang dipergunakan di pabrik. Keputusan tentang jadwal operasional merupakan hal kritir yang harus benarbenar dimengerti karena sangat menentukan sekali bagi perusahaan. Manajemen Rantai Pasokan. Manajemen Kualitas. maka proses manajemen operasional harus konsisten dengan fungsi perencanaan. Pemeliharaan. Strategi layout. Desain barang dan jasa. Keputusan yang dibuat harus dengan system yang handal dan stabil. Penjadwalan. 6.

Bidang manajemen operasional termasuk konsep yang masih baru. Henry Ford dan Charles Sorensen (1913) berhasil memadukan pengetahuan mereka akan komponen yang distandardisasi dengan lini produksi sehingga memberikan sumbangan penting tentang mail order. advokasi dan sebagainya. manajer operasi di asuransi. Dalam hal ini akan dipaparkan secara singkat. Frederick W. Manajer Mutu (Quality Manager)mempunyai pandangan yang luas mengenai konsep statistic untuk dapat melakukan pengawasan semua asprk operasional karena kualitas merupakan tanggung jaewab secara bersama diantara semua pihak yang terlibat dalam perusahaan terutama fungsi operasional. Konsultan Perbaikan Proses (Process Improvement Consultants) harus memiliki keahlian yang berkaitan dengan desain proses sehingga dapat memberikan berbagai konsultasi mengenai perbaikan proses untuk operasi perusahaan. 3. Teknologi komunikasi canggih dalam dunia bisnis. Taylor (1881) beliau dianggap sebagai bapak ilmu manajemen. SEJARAH LAHIRNYA KONSEP MANAJEMEN OPERASIONAL. Supply Chain Management . harus pula menguasai ilmu akuntansi. Begita pula di organisasi non bisnis pun juga membutuhkan keahlian manajemen operasional misaklnya di pendidikan. yang memberikan kontribusi pada keyakinannya bahwa manajemen bias menjadi lebih kuat dan agresif dengan cara memperbaiki metode kerja. 4. Taylor dan mitra kerjanya. mengintegrasikan atau membuat keterkaitan dari supplier sampai distributor. kemampuan menelaah program penjualan. Tidak menutup kemungkinan di bidang bisnis yang bergerak pada sektor jasa.2. manajer proyek. Gantt serta Frank dan Lillian Gilberth termasuk yang pertama kali mencari cara yang sistematis dan terbaik untuk memproduksi. pelayanan masyarakat. teknologi informasi dan matematika. konsep penjadwalan dan persediaan. statistik. Henry L. 5. sehingga semakin banyak pula kesempatan kerja yang tersedia. juga membutuhkan keahlian manajemen operasional misalnya menjadi manajer operasional bank. Peningkatan dalam konsep dan disiplin ilmu manajemn operasional didukung adanya penemuan baru dan sumbangan pemikiran banyak para ahli. Manajer dan perencana Rantai Pasokan ( Supply Chain Manajer and Planner) bertanggung jawab mengenai negosiasi kontrak jangka panjang antara perusahaan dengan supplier maupun distributor sehingga harus mempunyai keahlian tentang Material Requirement Planning. namun sejarahnya amat menarik. E. MK-MO/2011/DAN#2 5 . Direktur Pembelian (Director of Purchashing) harus memiliki pengetahuan yang menyeluruh mengenai fungsi pembelian. beberapa contoh sumbangan para pemikir yang antara lain adalah: Ely Whitney (1800) adalah ahli manajemen yang mempopulerkan konsep standarisasi dan pengendalian mutu dengan menghasilkan produk yang dapat dibungkar pasang untuk jenis produk senjata yang dapat dijual dengan harga tinggi. mengkoordinasi aktifitas operasi. Disamping itu selain konsep manajemen operasional.

Babbage) Standardized Parts (Whitney) Scientific Management Era 1880-1910 Gantt Chart (Gantt) Motion & Times Studies (Gilberth) Proceess Analysis (Taylor) Queuing Theory (Erlang) Mass Production Era 19101980 Moving Asssembly Line (Ford/Sorensen) Statistical Sampling (Shewhart) Economiq Order Quantity (Harris) Linear Programming. Gambar Kejadian Penting Dalam Manajemen Operasional FOKUS PADA BIAYA FOKUS PADA MUTU Early Concept 1776-1880 Labor Specialization (Smith.Berikut adalah penjelasan singkat mengenai kejadian penting dalam perkembangan manajemen operasional. PERT/CPM (Du Pont) Material Requiremet Planning Lean Production Era 19801995 Just in Time Computer Aided Design Electronic Data Interchange Total Quality Managemnet Baldrige Award Empowerment Kanbans FOKUS PADA “CUSTOMIZATION” Mass Customization Era 1995-2010 Globalization Internet Enterprise Resource Planning Learning Organization International Quality Standards Finite Schedulling Supply Chain Management Agile Manufacturing E-commerce MK-MO/2011/DAN#2 6 .

Efisiensi Biaya Banyak cara yang telah dilakukan oleh perusahaan yang beroperasi secara internasional untuk dapat mengurangi berbagai biaya antara lain dengan: a. PENGERTIAN PERUSAHAAN YANG BEROPERASI SECARA GLOBAL Perusahaan yang telah memutuskan untuk mengambangkan usaha di dunia internasional dapat memilih keterlibatannya dalam bentuk: MK-MO/2011/DAN#2 7 . perkembangan yang cepat dalam perdagangan dunia yang seolah dunia tanpa batasan. A. 5. Ada berbagai alasan kuat yang mendasari perusahaan menjadi global. dapat memberikan kesempatan karir yang lebih baik dengan cara beroperasi secara global sehingga dapat mempertahankan karyawan. Perbaikan Manajemen Rantai Pasokan Dengan menempatkan fasilitas di negara dimana sumber daya tertentu berada maka pengelolaan manajemen rantai pasokan dapat lebih terjamin. Menarik pasar Baru Perusahaan yang wilayah pemasarannya di dalam negeri sudah terbatas maka dapat memanfaatkan pasar luar negeri yang masih terbuka. Pemilihan lokasi yang menyediakan biaya tenaga kerja rendah. mengakibatkan banyak organisasi memperluas operasinya tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. B. 2.BAB II STRATEGI OPERASI DALAM LINGKUNGAN GLOBAL Manajer Operasional pada saat ini harus memiliki pandangan global dalam strategi operasi. b. mengadakan riset bersama ataupun kerjasama dalam desain serta kegiatan operasional lainnya. 6. Pemanfaatan adanya kesepakatan perdagangan. Bisa mendapatkan dan mempertahankan bakat global Perusahaan yang memiliki karyawan yang baik. Pemberian produk yang lebih baik Karena karakteristik produk yang diinginkan konsumen sangat bervariasi dan ditentukan oleh masing-masing lokasi maka banyak perusahaan yang beroperasi secara internasional menempatkan diri di negara dimana produknya dipasarkan misalnya disesuaikan dengan budaya yang berlaku . maka banyak perusahaan membuat keputusan untuk menegmbangkan bisnis ke dunia internasional. diantaranya adalah sebagia berikut : 1. ALASAN YANG MENDASARI PERUSAHAAN MENJADI GLOBAL Dalam situasi dan kondisi yang terus berkembang. Belajar untuk beroperasi yang lebih baik Banyak perusahaan melakukan kerjasama dengan perusahaan lain dari negara lain untuk alih teknologi. 3. 4.

Perusahaan Multinasional (Multinatioanl Corporation) yaitu peruasahaan yang terlibat banyak dalam bisnis internasional. D. 4. Permintaan bukan berdasarkan local saja.1. Perusahaan global diorganisasikan melalui divisi secara global C. Logistik dan pengendalian persediaan bersifat global. budaya korupsi. etika kerja. hal tersebut juga harus disikapi dengan arif agar kegiatan operasi perusahaan dapat sukses. Komponan bahan baku dan jasa yang dihasilkan dengan dasar global 3. jumlah penduudk yang trampil. Ada berbagai pertimbangan utama yang dilakukan perusahaan yang beroperasi secara global diantaranya: 1. Perusahaan Transnasional (Transnational Corporation) yaitu perusahaan yang terlibat banyak dalam bisnis internasional yang mana pengelolaan di tiap Negara secara independent. 3. Desain Proses Global dan Teknologi Teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu pengelolaan atau manajemen sehingga operasi global dapat diintegrasikan. tingkat perubahan teknologi. Bisnis Internasional (International Business) yaitu perusahaan yang terlibat pada transaksi perdagangan atau investasi internasional. diantaranya dengan mempertimbangkan tingkat ekonomi nasional. tingkat bunga. pembatasan ekspor. tingkat inovasi. 4. Pabrik dan fasilitas berlokasi dengan dasar global 2. contoh Harley Davidson. Untuk melakukan pengelolaan jasa di dunia global maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu: MK-MO/2011/DAN#2 8 . perlindungan terhadap hak intelektual . misalnya kemasan dan cara pemasaran yang mungkin akan bervariasi. 2. Dampak budaya dan etika Budaya yang ada di tiap Negara berbeda. pertanggung jawaban produk. Analisa lokasi fasilitas global Menggunakan faktor kunci sukses untuk memilih negara. stabilitas pemerintahan. contoh The Body Shop. Desain Produk Global Harus selalu diingat bahwa ditiap Negara ada perbedaan social dan budaya sehingga perusahaan harus memperhatihkan berbagai hal. 5. contoh Nestle. inflasi. contoh Caterpilar. 6. ketersediaan bahan baku. 3. PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN UTAMA UNTUK MENCAPAI OPERASI GLOBAL. mempunyai atau mengendalikan fasilitas di lebih dari satu negara. jumlah penduduk dan ketersediaan sarana jalan. Desain produk dan teknologi proses untuk seluruh dunia 4. tingkat pajak.. 2. misalnya kebiasaan jam istirahat. kesamaan bahasa. MENGELOLA OPERASI JASA DI DUNIA GLOBAL. Adapun karakteristik perusahaan berorientasi global diantaranya adalah: 1. Organisasi Global (Global Organization) yaitu organisasi yang menghasilkan produk dengan melewati lintas batas.

4. mutu. 2. 3. konsumen. Menentukan bagaimana mencapai konsumen global. Oleh karena itu strategi dapat diartikan sebagai: 1. ketergantungan. Oleh karena itu perusahaan yang bergerak di bidang jasa yang akan memutuskan untuk beroperasi secara internasional harus selalu mempertimbangkan perbedaan perspektif pada beberapa keputusan manajemen operasional diantaranya: 1. nilai dan filosofi yang berlaku. Rencana tindakan untuk mencapai misi. 2. Penentuan jadwal pelayanan kepada konsumen E. Setiap perusahaan mempunyai strategi bisnis 4. fleksibilitas rancangan atau isi. 3. penghantaran yang cepat. MK-MO/2011/DAN#2 9 . Memberian batasan dan focus. 2. Analisis Lingkungan Mengidentifikasi kekuatan. Memperlihatkan bagaimana misi akan dicapai 3. Alasan pendirian organisasi 2. jasa purna jual.Menetapkan Misi Perusahaan Menetapkan alsan keberadaan perusahaan dan mengidentifikasi nilai produk yang akan diciptakan oleh perusahaan. pelanggan. Membentuk Strategi Membangun keunggulan bersaing seperti harga yang murah. Misi dapat diartikan sebagai : 1. Mengidentifikasi pasar asing yang masih terbuka yang tidak dikontrol pemerintah. Desain fasilitas dan layout yang akan digunakan perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada konsumennya. STRATEGI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF Untuk menetapkan strategi bisnis dalam rangka mencapai keunggulan kompetitif ya n tepat maka biasanya ada tiga langkah utama yang dilakukan perusahaan yaitu: 1. 4. peluang dan ancaman dan memahami lingkungan. Menjawab pertanyaan tentang.1. 3. Menentukan jasa apa yang paling banyak diminati oleh klonsumen luar negeri. apa yang akan diberikan kepada masyarakat Adapun misi perusahaan yang ditetapkan. pertumbuhan perusahaan. Perencanaan kapasitas jasa yang akan diberikan perusahaan kepada para konsumen. citra di masyarakat. 3. Menentukan apakah orang maupun fasilitas mencukupi untuk menjaga eksistensi jasa yang diberikan. atau lini produk yang luas. Untuk dapat mencapai misi yang telah ditetapkan dengan efektif dan efisien maka organisasi perlu menetapkan strategi tertentu. kelemahan. MENGEMBANGKAN MISI DAN STRATEGI PERUSAHAAN Perusahaan yang beroperasi seharusnya mempunyai suatu misi sehingga bisa mengetahui arah tujuan yang ingin dicapai. industri dan pesaing 2. Perencanaan lokasi tempat pemberian pelayanan kepada konsumen. diantaranya sangat ditentukan faktor lingkungan. Area fungsional mempunyai strategi F.

Adapun tiga strategi yang masing-masing memberikan peluang bagi para manajer operasi untuk meraih keunggulan adalah: 1) Bersaing pada perbedaan (Differentiation). Sumber Daya Manusia Biasanya dekat dengan bahan baku Fokus pada peningkatan efisiensi Fokus pada keahlian taknis. perusahaan akan berbeda apabila diterapkan pada perusahaan yang bergerak dibidang barang dan jasa serta pada perusahaan yang menetapkan strategi berbeda. penjadwalan yang dapat diandalkan serta kinerja yang fleksibel. 2) Bersaing pada biaya (Cost Leadership). upah berdasar output Hubungan suplly chain sangat penting Untuk semua jenis persediaan Perlu lebih dekat dengan pelanggan Dapat meningkatkan nilai produk Para pekerja berinteraksi langsungdengan konsumen. Gambar Strategi Operasional di perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa Produsen Produk Barang Produsen Produk Jasa 1. Persediaan MK-MO/2011/DAN#2 10 . melalui keseluruhan nilai yang terkait dengan pengembangan dan penghantaran barang yang tepat waktu. Layout 6. Manajemen Rantai Pasokan 8. G. Proses dan Kapasitas Konsumen tidak terlibat dalam Konsumen secara proses. standar bervariasi Hubungan supply chain penting tetapi tidak kritis Tidak dapat disimpan sehingga harus dicarai cara lain melayani perubahan permintaan 7. nuntuk mencapai nilai maksimum yang diinginkan pelanggan tetapi dengan kualitas yang memadai. langsung terlibat dalam Kapasitas bisa melebihi proses. 3) Bersaing pada respon cepat (rapid response). Lokasi 5. Desain Produk Produk berwujud Produk tidak berwujud 2. permintaan karena bisa Kapasitas harus sesuai disimpan dan dipindahkan dengan permintaan 4. Kualitas Kualitas obyektif Kualitas Subyektif 3. KEPUTUSAN UTAMA DALAM MANAJEMEN OPERASIONAL PADA PERUSAHAAN YANG MEMPUNYAI STRATEGI BERBEDA Berikut digambarkan bahwa sepuluh keputusan utama dalam manajemen operasional. keunikan dapat melalui karakteristik fisik maupun atribut jasa yang ditawarkan kepada konsumen sehingga konsumen mempersepsikannya sebagai nilai.

Pemeliharaan Biasanya upaya untuk pencegahan MANAJEMEN OPERASI SEBAGAI SUATU SISTEM YANG PRODUKTIF INPUT MANUSIA MATERIAL MODAL METODE MACHINE PROSES TRANSFORMASI (KONVERSI) MANAJEMEN OPERASI OUTPUT BARANG/JASA Umpan Balik informasi Untuk Mengendalikan Teknologi Dan Masukan MK-MO/2011/DAN#2 11 . Penjadwalan Kemampuan menyimpan mempengaruhi kecepatan produksi Seringkali ada perubahan jadwal konsumen sehingga harus menyesuaikan penjadwalan karyawan. Biasanya upaya untuk perbaikan 10.9.

H. BIDANG TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI MASUKAN (INPUT) Peramalan Barang dan Jasa Man Material Money Machine PROSES TRANSFORMASI KELUARAN (OUTPUT) Barang Jasa Fasilitas Mesin Proses Fungsi Manajemen (POAC) Lingkungan Ekstern (Pemerintah. pesaing.) MK-MO/2011/DAN#2 12 . buruh. ekonomi. konsumen. hubungan internasional dll. teknologi.

Adanya informasi masa lalu b. Meningkatnya kompleksitas organisasi 2. Keputusan yang baik ialah keputusan yang didasarkan atas pertimbangan apa yang terjadi pada waktu keputusan itu dilaksanakan. membutuhkan suatu teknis dan metode analisis peramalan. Apabila peramalan yang dibuat kurang tepat. 2. memerlukan tiga kondisi yaitu : a. mengikuti pendekatan statistika formal dan pendekatan yang sistematis yang meminimumkan kesalahan (error) peramalan. Meningkatnya ukuran-ukuran keberhasilan organisasi 3. Dalam hal ini pandangan atau judgement dari orang yang menyusunnya sangat menentukan baik tidaknya hasil ramalan tersebut. Perubahan lingkungan yang sangat cepat Kegunaan dari peramalan ialah akan membantu dalam pengambilan keputusan. Ketepatan dalam melakukan peramalan akan menunjang perencanaan yang ditetapkan. Informasi tersebut dapat dikuantifisir c. Peramalan menjadi penting sebab situasi dan kondisi yang berkaitan dengan ekonomi dan kegiatan usaha dihadapkan pada. dan melihat pengaruhnya pada situasi dan kondisi di masa yang akan mendatang. Peramalan/forecasting ialah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa akan datang. 1. JENIS-JENIS PERAMALAN Peramalan dilihat dari sifat penyusunannya terbagi atas dua macam. Dalam peramalan kuantitatif. MK-MO/2011/DAN#2 13 . Dapat diasumsikan bahwa pola di masa lalu dapat berkelanjutan di masa yang akan datang. yaitu : 1. Peramalan Kuantitatif Peramalan kuantitatif didasarkan atas data historis yang relevan di masa lalu. Peramalan Kualitatif Peramalan kualitatif bersifat subyektif dan didasarkan atas perasaan atau intuisi dari orang yang menyusunnya.BAB III PERAMALAN/ FORECASTING Suatu analisis ekonomi dan kegiatan usaha perusahaan yang menitikberatkan pada mengkaji situasi dan kondisi yang berlaku sekarang maupun yang telah lalu. sehingga diperlukan suatu kemampuan menguasai teknik dan metode secara benar. A. maka keputusan yang kita buat kurang baik.

Tahap ini ialah memproyeksikan data masa lalu dengan menggunakan metode terpilih dan mempertimbangkan adanya faktor-faktor perubahan. C. TAHAPAN PERAMALAN Tahapan peramalan yang baik meliputi 3 hal : a.B. Menganalisis Data Masa Lalu. tahunan) (3) Pola data siklus menunjukan bahwa nilai data dipengaruhi oleh flukstuasi dalam jangka panjang (4) Pola data trend menunjukan bahwa nilai data terjadi kenaikan atau penurunan dalam jangka panjang. MK-MO/2011/DAN#2 14 . JENIS POLA DATA Jenis pola data dapat dilihat dalam gambar sbb : (1) Pola Data Horizontal (2) Pola Data Musiman (3) Pola Data Siklus (4) Pola Data Trend Keterangan : (1) Pola data horizontal menunjukan bahwa nilai data berfluktuasi di sekitar nilai ratarata (stasioner terhadap nilai rata-ratanya) (2) Pola data musiman menunjukan bahwa nilai data dipengaruhi oleh faktor musiman (harian. mingguan. Metode yang baik ialah metode yang menghasilkan penyimpangan terkecil. bulanan. Menentukan Metode Tahap ini ialah menetapkan metode peramalan yang baik. Analisis dilakukan dengan cara membuat tabulasi kemudian mem-plot-kan data untuk mengetahui pola data b. Tahap ini berguna untuk mengetahui pola data yang tepat di masa lalu. Memproyeksikan Data. semesteran. c.

dikenal dua model data yaitu : 1. Model deret berkala/ time series 2. Model kausal/ eksplanantoris/ regresi (1) Model Deret Berkala Model deret berkala bertujuan menemukan pola dalam deret data historis. Sistem dianggap sebagai suatu proses bangkitan (generating process) yang tidak diketahui mekanismenya. Setiap perubahan dalam input akan berakibat pada output sistem dengan carta yangdapat diramalkan dengan menganggap hubungan sebab dan akibat itu tetap Input Hubungan Sebab & Akibat Kedua model tersebut pada dasarnya mempunyai keuntungan dalam kondisi tertentu. Input Proses Bangkitan Generating Process Terdapat dua alasan utama mempelakukan sebagai black box.D. Model deret berkala seringkali dapat digunakan dengan mudah untuk meramal sedangkan model kausal dapat digunakan dengan keberhasilan yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. Perhatian utama hanya untuk meramalakan apa yang akan terjadi dan bukan untuk mengetahui mengapa hal itu terjadi (2) Model Kausal/ Eksplanatoris/ Regresi Model kausal mengasumsikan adanya hubungan sebab dan akibat antara input dan output sistem dengan satu atau lebih variabel bebas. MODEL DAN DASAR-DASAR PERAMALAN Dalam Peramalan Kuantitatif. a. Sistem tidak dimengerti dan kalaupun diketahui sulit untuk mengukur hubungan yang mengaturnya b. Output Output MK-MO/2011/DAN#2 15 . Peramalan dengan model deret berkala memperlakukan sistem sebagai suatu kotak hitam (black box) dan tidak ada upaya untuk menemukan faktor yang berpengaruh pada perilaku sistem tersebut. kemudian mengeksplorasi data historis tersebut untuk diekstrapolasi ke masa yang akan datang.

istilah kuadrat terkecil didasarkan atas kenyataan bahwa prosedur penaksiran berusaha meminimumkan jumlah kuadrat kesalahan atau nilai tengah kesalahan kuadrat MK-MO/2011/DAN#2 16 . Unsur random (kesalahan/galat) Dari kedua hal tersebut di atas.137.17 Juli 45.997.750 10.200 11.400 6.620 7.979.55 September 111.66 Desember 88.63 April 168. maka data adalah gabungan pola dan kesalahan atau : DATA = POLA + KESALAHAN Masalah kritis dalam peramalan yaitu memisahkan pola dari komponen kesalahan.554.750 2009 1.17 Juni 103.186.88 Oktober 5. Harga Deterjen Merk A dan Pendapat per Kapita 2006-2010 Waktu Penjualan Harga Pendapatan (ton) (Rp per Kg) Perkapita ($) 2006 1. Prosedur umum untuk menduga pola hubungan baik kausal maupun deret berkala ialah dengan mencocokan suatu bentuk fungsional sedemikian rupa.59 Agustus 67.500 2008 1. sehingga pola tersebut dapat digunakan untuk peramalan.96 Contoh data deret berkala : Data Penjualan Deterjen Merk A.900 8.501.000 10.000 2010 2. Salah satu bentuk penduga ialah kuadrat terkecil.150.905.Contoh data deret berkala : Data Penjualan Benang Type TC 600 30 KW Tahun 2010 (PT Gramatex) Waktu Data Penjualan (Kg) Januari 73. Hubungan fungsional yang mengatur sistem (untuk seterusnya disebut Pola) b.212.556.424.43 Pebruari 85.65 Nopember 129. sehingga komponen kesalahan pada persamaan di atas dapat diminimumkan.350 10.000 11.236.300 2007 1.550 6.300 8.500 Didalam mengamati output terdapat dua hal yang harus diperhatikan yaitu : a.7 Mei 68.97 Maret 153.

fi)2 Jumlah Kesalahan Kuadrat (sum of squared error/SSE) SSE = Σ ei2 = Σ (xi .fi Kesalahan Kuadrat (squared error) ei2= (xi . dapat melakukan coba-coba untuk setiap perhitungannya.Kesalahan (error) = Data – Pola ei = xi . manajer toko mencoba untuk membuat suatu perkiraan degan menetapkan nilai taksiran dengan nilai $7 (artinya bahwa setiap pelanggan MK-MO/2011/DAN#2 17 . Nilai rata-rata membuthkan suatu kondisi bahwa data harus stasioner atau berada dalam keseimbangan di sekitar nilai kosntan. METODE NILAI TAKSIRAN DAN NILAI RATA-RATA Salah satu metode dalam model deret berkala dapat menggunakan nilai taksiran atau nilai taksiran. Contoh Soal : (Peramalan dengan metode nilai taksiran dengan penyimpangan terkecil MSE) Seorang manajer sebuah toko ingin mengetahui berapa banyak jumlah uang yang dibelanjakan oleh pelanggan khsususnya setiap kali berbelanja. lalu ia mengambil 12 orang sebagai ukuran sampel.fi)2 Nilai Tengah Kesalahan Kuadrat (mean of squared error/MSE) MSE = (Σ ei2)/n Nilai Tengah Kesalahan Persentase Absolute (mean absolute Percentage error) MAPE = ((Xi – Fi)/Xi) x 100 E. dengan data sebagai berikut : Pelanggan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Jumlah Pengeluaran ($) 9 8 9 12 9 12 11 7 13 9 11 10 Kemudian dengan memperhatikan data di atas. sebagaimana layaknya metode-metode dalam model deret berkala. Adapun nilai taksiran merupakan metode coba-coba (trial and error) di mana yang menggunakan metode ini.

11. Akan tetapi apabila deret berkala mengandung kecenderungan trend (naik atau turun) atau pengaruh musiman atau kecenderungan dan musiman sekaligus. lalu dibuatlah tabelnya sebagai berikut : Pelanggan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Hasil : SSE = 144 MSE = 12 Coba hitung dengan nilai taksiran 8. maka nilai tenagh tidak dapat menggambarkan pola sata tersebut. 9.khusus yang berbelanja di tokonya akan membelanjakan sebesar $7). 12 kemudian hitung MAPE yang paling kecil diantara ke enam nilai taksiran yang dibuat. METODE PEMULUSAN (SMOOTHING) Jumlah Pengeluaran ($) 9 8 9 12 9 12 11 7 13 9 11 10 Jumlah Nilai Taksiran = $7 Kesalahan (e) Kesalahan Kuadrat (e2) 2 4 1 1 2 4 5 25 2 4 5 25 4 16 0 0 6 36 2 4 4 16 3 9 144 Apabila suatu model deret berkala (time series) ditunjukan suatu proses konstan yang mengandung kesalahan random. Nilai taksiran dengan MAPE yang terkecil ialah nilai ramalan yang paling tepat. Untuk hal seperti ini. MK-MO/2011/DAN#2 18 . maka metode pemulusan/ smoothing akan lebih baik dibandingkan dengan nilai tengah. 10. maka nilai tengah akan sangat bermanfaat sebagai nilai ramalan di masa yang akan datang. F.

sehingga disebut juga rata-rata bergerak dari rata-rata bergerak. DMA selanjutnya disebut Metode rata-rata bergerak linier. 2) Metode Rata-rata Bergerak Ganda (Double Moving Average/DMA) DMA merupakan variasi dari prosedur rata-rata bergerak yang diinginkan untuk dapat mengatasi adanya trend yang lebih baik. metode pemulusan ganda dan metode pemulusan lainnya. 3) Metode Pemulusan Eksponensial Metode pemulusan eksponensial menjelaskan sekelompok metode yang menunjukan pembobotan menurun secara eksponensial terhadap nilai observasi yang terdahulu. mempunyai sifat yang sama yaitu bahwa nilai yang lebih baru diberikan bobot yang relatif lebih besar dibanding dengan nilai observasi yang terdahulu. Metode pemulusan eksponensial terdiri atas metode pemulusan tunggal. Dasar metode ini ialah menghitung rata-rata bergerak yang kedua.Klasifikasi metode pemulusan ialah sebagai berikut : Metode Rata-rata Metode pemulusan Eksponensial Metode Rata-rata Bergerak Tunggal Metode Rata-rata Bergerak Ganda Metode Rata-rata Bergerak Lainnya Metode Pemulusan Eksponsial Tunggal Metode Pemulusan Eksponsial Ganda Metode Pemulusan Eksponsial Triple Metode Pemulusan Klasifikasi Pegel’s 1) Metode Rata-rata Bergerak Tunggal (Single Moving Average/SMA) SMA merupakan suatu cara untuk mengubah pengaruh data masa lalu terhadap nilai tengah sebagai ramalan. hal yang harus diperhatikan ialah jumlah titik dalam setiap rata-rata ialah konstan dan observasi yang digunakan ialah yang paling akhir. dengan cara menentukan sejak awal berapa nilai observasi masa lalu yang akan digunakan untuk menghitung nilai tengah. Pengertian rata-rata bergerak digunakan untuk nilai ramalan di masa mendatang. MK-MO/2011/DAN#2 19 .

. K buah Variabel Bebas (X1. Xk) d. n Buah pengamatan (Observasi) Y11 … Y1m Y12 … Y2m . . . Y1 Y2 . Y1 Y2 . Xk) c. .. . . . . . . …. . …Xk a. Satu Variabel Tidak Bebas (Y) b. . …. Yn c. . . n Buah pengamatan (Observasi) MK-MO/2011/DAN#2 20 . m Variabel Tidak Bebas (Y1. . X11 … X1k X12 … X2k . k buah Variabel Bebas (X1. Satu Variabel Bebas (X) c. X2.. Xn … Xnk Regresi Berganda Y Terhadap X1. Satu Variabel Tidak Bebas (Y) b. X2. . . . X2. Yn X1 X2 .. . Xn … Xnk Model Ekonometrik (Korelasi Kanonik) a. n Buah pengamatan (Observasi) b. Xn Regresi Sederhana Y terhadap X a. Yn … Ynm X11 … X1k X12 … X2k .G. . . yaitu pendekatan yang mencoba mengajukan variabel lain yang berkaitan dengan rangkaian data dan mengembangkan suatu model yang menyatakan adanya saling ketergantungan fungsional diantara semua variabel tersebut. Model-model regresi ialah sebagai berikut : a. Y2. Ym) b. METODE REGRESI Metode regresi merupakan model sebab dan akibat/ eksplanatoris. .

3. i = 1. …. ….2.3.2.3. …. RATA-RATA BERGERAK GANDA/ RATA-RATA BERGERAK LINIER MOVING AVERAGE) S’ t = (Xt + Xt-1 + Xt-2 + … + Xt-N+1)/N (LINEAR S” t = (S’t + S’t-1 + S’t-2 + … + S’t-N+1)/N at bt Ft+m = 2 S’ t .2. i = 1. T RATA-RATA BERGERAK TUNGGAL (SINGLE MOVING AVERAGE)  X = (X1 + X2 + X3 + … + XT)/T  F T+1 = X = ( ∑ Xi / T) .3. T T+1  X = (X2 + X3 + X4 + … + XT+1)/T  F T+2 = X = ( ∑ Xi / T) . T+2 iii.2.RUMUS-RUMUS i. RATA-RATA SEDERHANA X = ( ∑ Xi / n) .S” t = (2/(N-1)) (S’ t . n ii.S” t) = at + btm MK-MO/2011/DAN#2 21 . T+1 T+2  X = (X3 + X4 + X5 + … + XT+2)/T  F T+3 = X = ( ∑ Xi / T) . i = 1. i = 1. ….

Konsep desain produk dan berbagi hal mengenai kualitas akan secara singkat dipaparkan dalam modul ini. biaya rendah (kepemimpinan biaya) . Untuk dapat mencapai maksud tersebut maka sudah selayaknya perusahaan memfokuskan diri pada pengembangan keunggulan bersaing melalui strategi bisnis. Oleh karena itu produk bisa diartikan sebagai kepuasan yang ditawarkan produsen (perusahaan) kepada konsumen. Berkaitan dengan keputusan desain adalah keputusan dalam menentukan kualitas seperti apa yang akan diwujudkan oleh perusahaan. APA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN PRODUK Perusahaan menghasilkan output untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen akan kepuasan. Suatu produk yang diciptakan baik berupa barang atau jasa pada umumnya mengalami tahapan kehidupan produk (PLC = Product Life Cycle) melalui empat tahapan sbb : I (Introduction) = tahap perkenalan G (growth) = tahap pertumbuhan M (Maturity) = tahap kedewasaan D (Decline) = tahap penurunan MK-MO/2011/DAN#2 22 . Sehingga agar dapat mempertahankan diri dalam dunia persaingan secara jangka panjang maka kualitas merupakan konsep penting yang harus dipahami oleh manajer operasional dalam menjalankan aktifitasnya . Hal ini dikarenakan kegiatan dari manajemen operasional adalah melakukan transformasi input menjadi output. Desain Produk A. respon cepat (rapid respon) atau kombinasi diantaranya ketiga strategi tersebut.BAB IV DESAIN PRODUK DAN MANAJEMEN KUALITAS Keputusan penting dalam manajemen operasional adalah menentukan desain produk seperti apa yang akan dihasilkan perusahaan. sehingga output yang dihasilkan seharusnya dapat memuaskan konsumen. sehingga apa saja tindakan transformasi yang akan dilakukan mencacu pada output yang seperti apa atau bagaiman yang akan dihasilkan perusahaan. Dalam dunia bisnis terjadi persaingan artinya setiap perusahaan yang menghasilkan produk baik berupa barang maupun jasa hamper selalu menghadapi persaingan dari perusahaan lain. diantaranya pembedaan (diferensiasi).

Pemahaman Konsumen 2. Oleh karenanya mengetahui bagaimana menciptakan dan mengembangkan produk baru dengan berhasil sudah merupakan suatu kewajiban perusahaan yang ingin terus hidup. 1. meningkatkan keuntungan dengan pembatasan lini produk. B. 3) Modifikasi proses. Perubahan Ekonomi 3. dalam perjalanannya tentunya mengalami tahapan seperti yang sesuai siklus hidupnya. pendefinisian produk maupun desain produk perlu secara terus menerus diperbaharui . Penurunan (Decline) Produk hamper matimaka mungkin perlu menghentikan produk tersebut dan menggantinya dengan desain produk baru. 2) Pengembangan produk. Perubahan Politik/Peraturan MK-MO/2011/DAN#2 23 . Perubahan Sosiologis dan demografis 4. sehingga pemilihan produk. PENCIPTAAN PRODUK BARU Produk yang dihasilkan perusahaan. Pertumbuhan (Growth) Desain produk sudah stabil sehingga perlu peramalan kebutuhan kapasitas yang efektif dan perlu peningkatan kapasitas agar dapat memenuhi permintaan Kematangan (Maturity) Pesaing sedah dapat dipastikan dan memerlukan inovasi. dan 4) Pengembangan pemasok.Sales Growth Introduction Maturity y Decline Time Tahapan PLC Pilihan Strategi Perkenalan (Introduction) Masih menyesuaikan pasar dan banyak biaya untuk: 1) Riset. Peluang Penciptaan Produk Baru Keadaan yang memberikan peluang munculnya produk baru diantaranya adalah: 1. pengendalian biayaharus lebih baik. Perubahan Teknologi 5.

pendefinisian produk maupun desain produk sangat penting dilakukan terus menerus sehingga manajer operasi dan organisasinya harus memahami resiko kegagalan yang mungkin terjadi. Distributor 2. Walaupun pada kenyataannya seringkali produk baru banyak yang gagal untuk dapat dipasarkan akan tetapi usaha yang terus-menerus untuk memperkenalkan produk baru harus tetap dilakukan . Dan harus menampung banyak produk baru sementara aktifitas yang dijalankan tetap dilakukan. Praktek di pasar b.6. Gambaran pentingnya produk baru dapat dilihat dalam gambar sebagai berikut : Rancangan Produk SDM Modal Bahan Baku Produk Manufaktur Penelitian & Pengembangan Gagasan Penciptaan Produk Rancangan pabrik & Pelayanan Eksekusi Produk Penjualan Pasar C. Oleh karenanya seleksi produk. Pentingnya Produk Baru Perusahana perlu terus menerus melakukan upaya penciptaan produk baru atau pembaharuan produk karena untuk dapat mengimbangi persaingan yang dihadapi diantaranya produk substitusi maupun perubahan kebutuhan dan keinginan konsumen. Standar profesi c. SISTEM PENGEMBANGAN PRODUK Sistim pengembangan produk bukan hanya demi keberhasilan produk tetapi juga untuk kepentingan masa depan perusahaan. Supplier d. Oleh karena itu melakukan pengembangan produk memerlukan tahapan sebagai berikut: MK-MO/2011/DAN#2 24 . Perubahan yang lain seperti: a.

Identifikasi bagaimana produk akan memuaskan keinginan konsumen. h. kemudian departemen rekayasa manuifaktur untuk merancang produk. f. Evaluasi produk pesaing. i. Review desain: Apakah spesifikasi produk sudah memenuhi kebutuhan konsumen ? g. 2. Permintaan konsumen untuk menang dalam bersaing dengan cara mengidentifikasi posisi dan manfaat produk yang diinginkan konsumen melaului atribut tentang produk. persaingan. Identifikasi hubungan diantara sejumlah hal dalam perusahaan pada konsep bagaimana pada perusahaan. Kembangkan tingkatan kepentingan. Evaluasi: untuk mengukur sukses atau gagal. Spesifikasi fungsional. Dengan melakukan koordinasi dari berbagai bagian yang terkait di perusahaan yang bersangkutan. Ide yang bisa berasal dari berbagai sumber dari dalam perusahaan misalnya bagian Riset dan Pengembangan dan dari luar melalui pemahaman perilaku konsumen.Tahapan Pengembangan Produk a. e. c.yang lebih menguntungkan. dilanjutkan departemen produksi yang memproduksi secara masal produk tersebut. Alat yang digunakan dalam QFD adalah rumah kualitas (house of quality) yaitu merupakan teknik grafis untuk menjelaskan hubungan antara keinginan konsumen dan produk (barang atau jasa). b. Cara seperti MK-MO/2011/DAN#2 25 . b.1. Perkenalan di pasar dengan memproduksi secara masal untuk dipasarkan. e. Tahapan ini menjadi dasar untuk memasuki pasar dan biasanya mengikuti strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan. karena apabila gagal secara cepat bisa diganti produk lain. teknologi. Quality Function Deployment (QFD) Adalah suatu proses menetapkan keinginan pelanggan tentang “apa yang diinginkan konsumen” dan menterjemahkannya menjadi atribut “bagaimana agar tiap area fungsional dapat memahami dan melaksanakannya. d. Spesifikasi produk : Bagaimana produk dibuat? Melaui spesifikasi fisik seperti ukuran. persediaan. 3. f. Pengorganisasian Pengembangan Produk Banyak perusahaan yang membuat departemen tersendiri untuk bagian penelitian dan pengembangan produk. Hubungkan langkah 1 dan 2. Kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk merealisasikan ide. pekerja. Tes pasar: Apakah produk memenuhi harapan konsumen? Untuk memastikan prospek ke depannya melalui perjualan dalam jumlah besar. kemungkinan dibandingkan dengan produk dari pesaing. Identifikasi keinginan konsumen. d. bagaimana suatu produk bisa berfungsi? Dengan melalui identifikasi karakteristik engineering produk. c. dimensi. Ada enam langkah dasar untuk membuat rumah kualitas yaitu: a.

Desain Modular (Modular Design) Adalah bagian atau komponen sebuah produk dibagi menjadi komponen yang dengan mudah dapat ditukar atau digantikan. Memperbaiki kemudahan pemeliharaan produk. Perbaikan aspek fungsional produk. 5. Desain yang tangguh (Robust Design) Adalah sebuah desain yang dapat diproduksi sesuai dengan permintaan walaupun pad kondisi yang tidak memadai pada proses produksi. Computer Aided Manufacturing (CAM) Adalah penggunaan teknologi informasi untuk mengendalikan mesin. pemeliharaan dan penggunaan sebuah produk. Mengurangi kompleksitas produk. Tim Rekayasa Nilai yang biasanya terbentuk dari gabungan semua unsure yang terpengaruh yang dikenal dengan lintas fungsional sehingga pengembangan produk yang lebih cepat dilakukan melalui kinerja simultan dari aspek yang beragam. d. Tim Pengembangan Produk yang bertanggung ajawab untuk menerjewmahkan permintaan pasar menjadi sebuah produk yang dapat memnacapi keberhasilan produk dalam arti dapat dipasarkan. dapat diproduksi dan mampu memberikan pelayanan. ISU-ISU YANG BERKAITAN DENGAN DESAIN PRODUK Untuk mengembangkan system dan struktur organisasi yang efektif. c. Manufacturability dan Value Engineering Adalah aktifitas yang menolong memperbaiki desain. Desain yang tangguh D. Ada juga pendekatan yang terbaru yaitu dengan menggunakan tim yang dikenal sebagai: a. 4. Hal ini dilakukan dengan tujuan antara lain: a. Standarisasi tambahan dari komponen. MK-MO/2011/DAN#2 26 . produksi. maka ada beberapa isu penting yang harus dipahami yaitu antara lain: 1. Tim Desain yang bertanggung jawab dalam membuat desain produk sesuai keinginan konsumen dan sesuai dengan kemampuan perusahaan untuk memproduksinya. e.itu mempunyai kelebihan yaitu adanya tugas dan tanggung jawab yang tetap tetapi mempunyai kelemahan yaitu kekurangan pemikiran ke masa depan. c. 4. 2. Computer Aided Design (CAD) Adalah penggunaan sebuah computer secara interaktif untuk mengembangkan dan mendokumentasikan sebuah produk. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menugaskan seorang manajer prodyk untuk “memenangkan” produk melalui system pengembangan produk dan organisasi terkait. Teknologi Virtual Realitas (Reality Virtual Technology) Adalah bentuk komunikasi secara tampilan dimana gambar menggantikan kenyataan dan biasanya pengguna dapt menanggapi secara interaktif. f. b. Memperbaiki desain pekerjaan dan keamanan pekerjaan. b. 3.

4. 7.6. Desain yang ramah lingkungan (Environtmentally Friendly Design) Merupakan perancanagn produk yang telah memasukkan unsure kepekaan terhadap permasalan lingkungan yang sangat luas pada proses produksi. MK-MO/2011/DAN#2 27 . 6. Engineering Change Notices (ECN) yaitu sebuah perbaikan atau perubahan dari gambar teknik atau bill of material. f. 2. e. E. c. Membuat produk yang dapat didaur ulang b. 5. Manajemen Konfigurasi (Configuration Management) yaitu suatu system dimana sebuah produk direncanakan dan perubahan konfigurasi diidentifikasi secara akurat sementara pengendalian dan pertanggung jawaban suatu perubahan tetap terjaga. d. Adapun dokumentasi yang lazim dilakukan antara lain: 1. DOKUMENTASI PRODUKSI Aktifitas dalam perusahaan diusahaan agar dapat terjadi kesinambungan maka perlu dokumentasi yangmemadai. Lembar Rute (Route Sheet) yaitu merupakan daftar operasi yang dibutuhkan untuk memproduksi komponen dengan bahan yang dirinci dalam bill of material. Menggunakan bahan baku yang dapt di daur ulang. Perintah Kerja (Work Order) yaitu sebuah instruksi untuk membuat sejumlah kuantitas produk tertentu biasanya untuk jadwal tertentu. PERSAINGAN BERDASAR WAKTU (TIME-BASED COMPETITION) Manajer operasi yang menguasai seni pengembangan produk secara bertahap akan memenangkan persaingan dari para pesaingnya yang lebih lambat berarti bisa desebut manajer yang menguasai konsep persaingan berdasarkan waktu F. Menggunakan komponen yang tidak membahayakan. Analisis Nilai (Value Analysis) Merupakan kajian dari produk sukses yang dilakukan selama proses produksi. 3. Menggunakan bahan baku yang lebih sedikit. Gambar Perakitan (Assembly Drawing) yaitu pandangan produk yang dilepas masingmasing komponenya biasanya melalui gambar tiga dimensi atau isometris. Diagram Perakitan (Assembly Chart) yaitu sebuah grafik sebagai jalan untuk menerangkan bagaimana komponen mengalir menjadi sub perakitan dan akhirnya menjadi produk jadi. Menggunakan komponen yang lebih ringan. oleh karena itu dokumentasi produksi perlu sekali dilakukan dalam program pengembangan produk. Menggunakan energi yang lebih sedikit. Cara yang bisa dilakukan antara lain dengan: a.

H. Desain jasa. Untuk produk jasa seperti perbankan. misalnya pengadaan tenaga kerja. 3. maka ada beberapa aspek penting yang berbeda. b. Mutu Jasa adalah produk tak berwuud sehngga kualitas tidak dapat secara langsung dinilai oleh pengguna sebelum diterima. sehingga jasa tidak dapat disimpan ataupun ditransportasikan. MK-MO/2011/DAN#2 28 . Sehingga konsep manajemen operasional juga harus beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi pada dunia bisnis yang menghasilkan barang dan jasa. 3. Penyelarasan selera (customization) yang ditunda sedapat mungkin. Penghasil jasa perlu mengembangkan kapasitas terlebih dahulu dalam upaya memenuhi permintaan. oleh karena itu maka barang dapat disimpan. komunikasi. Dalam perusahaan jasa. keuangan. Kapasitas dan sediaan Jasa dipandang sebagai suatu produk yang sangat tidak tahan lama yang tidak dapat disimpan sebagai sediaan untuk penggunaan di masa yang akan datang. Pengantaran jasa seperti uji tekanan jantung atau proses melahirkan bayi. RANCANG BANGUN PRODUK BARANG & JASA Barang adalah suatu entitas nyata. sedangkan jasa dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dihasilkan tetapi tidak berwujud. kesehatan dan berbagai jasa lainnya pada tahap perancangan mempunyai tantangan tersendiri karena karakteristiknya unik. Dengan demikian pengiriman jasa merupakan sutau permasalahan khusus dalam perencanaan sediaan dan kapasitas. reputasi merupakan hal pokok karena sebagian besar citra dan kesan mengenai produk tersebar dari mulut ke mulut.G. diantaranya : a. Sebaliknya penghasil barang dapat menggunakan kapasitas yang ada untuk memproduksi sediaan barang di masa yang akan datang. dapat dilihat dan diraba serta tampak wujudnya. Salah satu alasan produktifitas jasa susah diperbaiki adalah karena desain produk jasa memasukkan unsure interaksi konsumen. Moment of Truth adalah saat penting antara penyedia jasa dan konsumen yang berkesan meningkatkan atau menurunkan harapan konsumen. Ada berbagai teknik yang dapat diterapkan pada produk jasa untuk mengefisienkan biaya dan meningkatkan produk diantaranya: 1. Modulirize dengan menyediakan paket-paket. Desain dan pengantaran jasa seperti konseling.ditransformasikan dan ditransportasikan. misalnya dengan spesifikasi desain dapat berupa kontrak atau penjelasan tertulis dengan foto (seperti operasi plastik atau tata rambut). Dalam hal ini konsumen dapat berpartisipasi dalam : 1. Dengan adanya karakteristik antara barang dan jasa. DESAIN JASA Situasi dan kondisi yang ada selamanya tidak selalu sama. demikian pula yang terjadi dalam dunia bisnis. Automatisasi atau mengurangi interaksi konsumen dengan menggunakan mesin untuk mengganti tenaga manusia. 2. pendidikan tinggi. 4. 2. asuransi. manajemen kauangan pribadi atau menata interior. transportasi.

logam. bahan kimia. jaringan pipa. kaca. oleh karena itu jasa harus dihasilkan saat pelanggan mengkonsumsinya. keramik. rumah makan dll 4. pelayaran. bengkel. transportasi. layanan keuangan. alat berat. peternakan. administrasi. layanan pribadi. taman hiburan. Admnistrasi umum Manajemen Kualitas A. kulit. dan mineral 3. kehutanan dan perikanan Hasil bumi. pos & giro. layanan bisnis. pertanan. plastik. kontraktor perdagangan dll 4. terminal. kesehatan dll 6. prusahaan angkutan. kesehatan disebut kegiatan di sektor jasa. maka perusahaan yang bergerak di sektor barang maupun jasa harus berorientasi pada kualitas. gas dll 2. perikanan dll 2. Hal ini karena jasa dikonsumsi dan diproduksi pada saat dan tempat yang sama. hukum. produksi batubara. pendidikan. Keuangan. sebab fungsi operasi dan pemasaran dapat terpisah. Perusahaan yang bergerak di sektor barang menghasilkan produk nyata yang berwujud sedangkan di sektor jasa menghasilkan produk yang merupakan pelayanan. Pertambangan Tambang baja. PENGERTIAN KUALITAS Untuk mempertahankan keberadaannya di pasar dalam jangka panjang. perumahan 5. asuransi.c. sebab produk barang dapat dikirim ke tempat tujuan. gudang. gas. jasa sosial. bioskop. hiburan. d. Dalam perusahaan penghasil arang adala sebalikntya. batubara. Manufaktur Makanan. Dengan demikian kegiatan ekonomi yang biasanya menghasilkan sesuatu yang wujudnya tidak nyata seperti pendidikan. Jasa-jasa Hotel. percetakan. Pedagang eceran Bahan bangunan. penerbangan. Pemasaran dan Operasi Dalam perusahaan jasa fungsi operasi dan pemasaran cenderung berkitan erat. sehinga perlu adanya penyebaran cabang atau tempat pelayanan jasa tersebut. elektronik . Sedangkan penghasil barang dapat memusatkan operasi. Pertanian. Pedagang besar Barang-barang tahan lama dan tak tahan lama 3. Penyebaran Jasa seringkali diebar berdasarkan geografis. komunikasi. kertas. Berikut adalah para penghasil barang dan jasa Penghasil barang 1. Transportasi dan pelayanan masyarakat Jalan raya. perkakas dll Penghasil jasa 1. toko kelontong. kehutanan. Namun sekarang ini kecenderungan banyak produk yang merupakan kombinasi dari barang maupun jasa yang biasanya dikenal dengan istilah 29 MK-MO/2011/DAN#2 . minyak. karet. Mengapa demikian ? karena kualitas dapat diartikan sebagai kemampuan suatu produk baik barang maupun jasa dalam memenuhi kebutuhan konsumen. listrik. tekstil. Konstruksi Kontraktor bangunan. peralatan listrik.

External failure Biaya yang terjadi setelah pengiriman produk ke konsumen. 2. Ada tiga alasan kualitas merupakan sesuatu yang penting yaitu: 1. biaya social. pengujian. Auditing c. 4. ISO 14000 yang memasukkan unsur standar manajemen lingkungan yang berisi lima elemen dasar yaitu: a. contoh: peletihan. 3. 3. laboratorium. komponen dan jasa. Oleh karena itu dikenal standar kualitas tunggal (Single Quality Standard) nyang mulai diterapkan sejak 1987 oleh ISO (International Standard Organization) yang beranggotakan 91 negara dengan mempublikasikan a series of quality standard. ISO (INTERNATIONAL STANDARD ORGANIZATION) Perusahaan yang telah memutuskan untuk go internasional. Prevention cost Biaya yang terkait dengan pengurangan komponen atau jasa yang rusak. downtime. contoh: rework. Keterlibatan global Ada empat kategori biaya kualitas yang disebut cost of quality yaitu: 1. Penaksiran siklus hidup MK-MO/2011/DAN#2 30 . scrap. instruksi kerja dan pelaporan. ISO 9001 : terdiri dari 2. program peningkatan kualitas. contoh: retur. produk yang berkualitas akan memberikan kepuasan sehingga kepercayaan untuk mengkonsumsi produk tersebut akan terus menjadikan loyalitas para konsumen akan produk tersebut Kualitas dapat didefinisikan sebagai kecocokan atau melebihi kebutuhan konsumen akan penggunaan produk . Pelabelan e. sekarang ini harus memfokuskan pada kualitas karena bagi konsumen. lazimnya sudah memahami bahwa produk yang dihasilkan harsu memenuhi satndar kualitas internasional. contoh: biay apercobaan. dokumentasi secara rinci. Evaluasi kinerja d. proses. ISO 9000 yang memfokuskan standard kualitas pada prosedur manajemen. 2. kepemimpinan. 2. Akan tetapi apapun jenis produk yang dihasilkan perusahaan. B. Reputasi perusahaan. Internal failure Biaya yang diakibatkan proses produksi yang menyebabkan kerusakan sebelum dikirim ke konsumen. Kehandalan produk 3. Manajemen lingkungan b.mix service. Adapun yang telah ada diantaranya: 1.000 komponen untuk melihat kualitas. Appraisal cost Biaya yang dikaitkan dengan proses evaluasi produk.

memperbaiki. Adapun konsep ini sebetulnya mengacu pada 14 prinsip dari W. TQM penting karena keputusan kualitas mempengaruhi setiap keputusan utama dalam manajemen operasional yang dibuat. Memimpin dalam mempromosikan prubhan. 3. Pendekatan sistimatis yang bagus pada pencegahan terhadap polusimelalui minimisasi dampak ekologi pada produk dan aktifitas. Mengurangi kebutuhan audit yang bermacam-macam. PDCA (Plan Do Check Act) yaitu model dalam melakukan perbaikan terus menerus dengan merencanakan. 14. Memenuhi ketentuan yang berlaku dan kesempatan memeperoleh keunggulan bersaing. Konsep ini banyak diterapkan di Amerika maupun Jepang. Mendobrak batasan antar departemen. membantu. 3. 8. dan melakukan tindakan. TQM (TOTAL QUALITY MANAGEMENT) Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kualitas. 10. menggunakan model diantaranya: a. 13. MK-MO/2011/DAN#2 31 . Menekankan kepemimpinan. 4. Perbaikan terus menerus. memeriksa . Membuang rasa takut. C. 9. Menghentikan pidato panjang lebar pada pekerja. 11. b.Keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan standard kualitas tersebut diantaranya adalah: 1. 2. Six Sigma atau Kaizen yaitu menjelaskan proses dari suatu perbaikan yang tidak pernah berhenti dengan penetapan pada pencapaian tujuan yang lebih tinggi. 4. Adapun 14 Poin Deming adalah sbb: 1. dan jasa secara terus menerus. menghentikan ketergantungan pada inspeksi untuk menangkap permasalahan. Menempatkan orang di perusahaan untuk bekerja pada suatu transformasi. Mendobrak penghalang untuk bangga atar kinerja masing-masing. maka banyak peryusahaan menerapkan konsep yang dikenal dengan TQM (Total Quality Management) yaitu Manajemen organisasi keseluruhan yang menjadikannya unggul dalam semua aspek produk barang dan jasa yang penting bagi konsumen. Membangun hubungan jangka panjangberdasarkan kinerja bukan pada harga. kualitas. Mendidikan program pendidikan yang kuat dan perbaikan mandiri. Membuat tujuan yang konsisten 2. Membangun kualitas pda produk. Meningkatkan produk. Memulai pelatihan. 7. 6. Edwards Deming yang kemudian dikembangkan menjadi enam konsep program TQM yang efektif. melakukan. Citra positif dari masyarakat dan mengurangi eksploitasi pada pertanggung jawaban. Mendukung. 5. 12. Sedangkan enam konsep program TQM yang efektif adalah: 1.

Membentuk penyelia yang terbuka dan mendukung. Menunjukkan hubungan antar-dua perhitungan c. yaitu teknik skematis yang digunakan untuk menemukan lokasi yang mungkin pada permasalahan kualitas. yaitu sebuah proses yang digunakan untuk mengawasi standar. 5. f. Histogram. Pemberdayaan Karyawan Adalah memperluas pekerjaan karyawan sehingga tanggung jawab dan kewenangan tambahan dipindahkan sedapat mungkin pada tingkat terendah dalam organisasi. Memindahkan tanggung jawab dari manajer dan staf pada karyawan di bagian operasi. yaitu sebuah cara menggunakan diagram untuk mengidentifikasi masalah yang sedikit tetapi kritis tertentu dibandingkan dengan masalah yang banyak tetapi tidak penting. Konsep Taguchi Dalam konsep ini disediakan tiga hal yang bertujuan memperbaikai kualitas produk dan proses yaitu: a. Membangun organisasi yang memiliki moral yang tinggi. MK-MO/2011/DAN#2 32 . JIT meningkatkan kualitas c. Pengetahuan mengenai Alat-alat TQM . Diagram Sebab Akibat (Cause and Effect Diagram) atau diagram ishikawa atau diagram tulang ikan (Fish Bone Diagram). g. e. d. 3. membuat pengukuran dan mengambil tindakan perbaikan selagi sebuah produk atau jasa sedang diproduksi. b. Diagram Pareto (Pareto Chart). Ketangguhan kualitas (quality robustness) b. d. menunjukkan cakupan nilai sebuah perhitungan dan frekuensi dari setiap nilai yang terjadi. yaitu formulir yang didisain untuk mencatat data. Konsep ini banyak diterapkan di Amerika Serikat. Kualitas yang lebih baik berarti persediaan yang lebih sedikit. c. Teknik yang digunakan termasuk: a. membangun jaringan komunikasi yang melibatkan karyawan.c. yang paling umum ada tujuh macam yaitu: a. 4. yaitu diagram balok yang secara grafis menerangkan sebuah proses atau system. Kualitas berorientasi target (target oriented quality) 6. JIT memangkas biaya kualitas b. Diagram Alir (Flow Chart). Menciptakan struktur organisasi formal sebagai tim dan lingkaran kualitas. Benchmarking Yaitu pemilihan standard kinerja yang mewakili kinerja terbaik sebuah proses atau aktifitas. Just in Time (JIT) JIT berkaitan dengan tiga hal yaitu: a. b. e. Lembar Pengecekan (Check Sheet). Zero defect yaitu prosedur produk tanpa cacat yang juga digunakan untuk menjelaskan usaha perbaikan yang terus menerus. Statistical Process Control (SPC). Diagram Sebar (Scatter Diagram). Fungsi kerugian kualitas (quality loss function-QLF) c. serta system JIT yang lebih baik dan mudah digunakan. 2.

Sebelum produk diantar 7. Proses jasa. Eksepsional yaitu bagaimana dapat mengatasi permasalahan. Normal yaitu pengantaran jasa secara rutin. Inspeksi Atribut : menggolongkan barang baik dan barang cacat. 2. 4. Komponen terukur dari banyak jasa yang penting. memainkan peranan penting dalam mengatasi beberapa aspek utama kualitas jasa yaitu: 1. Pada titik kontak konsumen. Manajer operasional. Adapun alat sederhana yang sering digunakan untuk melakukan inspeksi adalah Poka Yoke yaitu “ bebas dari kesalahan” berarti teknik yang dapat memastikan produksi sebuah produk yang baik setiap saat. Adapun yang menentukan Kualitas Jasa adalah: MK-MO/2011/DAN#2 33 . Manajer dapat mempengaruhi harapan jasa. tinggi. E. Saat proses akhir atau selesai. 6. 5. Manajer harus dapat mengharapkan pengecualian. Adapun kualitas jasa digolongkan dalam dua hal yaitu: 1. Selama tahap proses produksi. Di tempat penerimaan produk dari supplier 3. 4. 2. PENGAWASAN/INSPEKSI Untuk memastikan bahwa sitem menghasilkan kualitas yang diharapkan maka perlu dilakukan pengendalian proses yang seringkali dengan cara pengawasan atau inspeksi yaitu jalan untuk memastikan bahwa sebuah operasi menghasilkan tingkat kualitas yang diharapkan. 2. Keempat aspek utama tersebut merupakan kunci jasa yang berkualitas. biasanya terjadi pada salah satu titik berikut: 1. Inspeksi variabel : menghitung dimensi seperti berat. Pada pabrik supplier saat sedang meproduksi 2. Sebelum dilakukan proses yang mahal dan tidak dapat dirubah. TQM DI SEKTOR JASA Kualitas jasa susah untuk diukur dan tergantung pada persepsi pada ekspektasi dibandingkan kenyataan serta persepsi pada proses dan outputnya. kekuatan untuk melihat apakah produk masuk kriteria batas yang dapat diterima. kecepatan. Atribut Inspeksi Pada saat melakukan inspeksi karakteristik kualitas dibagi dalam dua hal yaitu: 1. 3.D. Dua masalah dasar yang berkaitan dengan inspeksi adalah Kapan dan dimana inspeksi dilakukan. Inspeksi terbaik selalu dilakukan pada sumbernya sehingga dikenal Inspeksi Sumber yaitu pengendalian atau pengawasan pada titik produksi atau pada pembelian pada sumbernya.

8. Kualitas adalah istilah yang memiliki arti yang berbeda bagi orang yang brebeda. Akses mengandung arti mudah didekati dan kemudahan kontak. 2.1. MK-MO/2011/DAN#2 34 . Menetapkan harapan kualitas sangat penting bagi operasi yang efisien dan efektif. Komunikasi berarti dapat menggunakan bahasa yang mudah dimengerti konsumen. Kredibilitas mengandubng arti dapat dipercaya jujur. Daya saing berhubungan dengan kesiapan karyawan menyediakan layanan jasa. Kesopanan berhubungan dengan saling menghormati. 5. keramahan. Memahami berhubungan dengan mengenal kebutuhan konsumen. 6. Keamanan adalah bebas dari ketakutan dan keraguan. Kualitas merupakan fitur atau karakteristik total dari sebuah produk barang atau jasa yang dikaitkan dengan kemampuannya memuaskan kebutuhan yang terlihat maupun tersirat. Nyata termasuk bukti fisik dari jasa. Reliabilitas berhubungan dengan konsistensi kinerja dan ketergantungan. 10. 3. Kompetensi berarti kepemilikan kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan jasa 4. Untuk mencapai kualitas perlu penerapan konsep TQM karena kualitas tidak dapat diperikasa pad asebuah produk. 7. 9.

Adapun empat strategi proses tersebut adalah: 1. fleksibilitas. dan kenyataannya perusahaan dalam memilih proses menggunakan beberapa variasi pada satu dari empat tipe strategi proses tersebut. dan kualitas produk yang dihasilkan. Proses Strategi A. penyajian fleksibilitas tinggi karena produk berpindah diantara proses secara sebentar-sebentar (intermittent). Ada beberapa empat tipe yang akan dibahas dalam topik ini. 2. TIPE STRATEGI PROSES Strategi proses atau transformasi adalah pendekatan organisasi untuk mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa. Fokus pada proses. Dan sebagian bear prusahan global memilih menggunakan proses ini. Pada proses ini. Istilah lain yang sering digunakan adalah “job shop” Pada proses ini. Fokus pada produk 4.BAB V PROSES STRATEGI DAN PERENCANAAN KAPASITAS Menetapkan proses apa yang akan digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatan operasional merupakan keputusan yang harus dilakukan oleh manajer operasional setelah membuat keputusan desain produk yangdihasilakn. MK-MO/2011/DAN#2 35 . Tujuan strategi proses adalah untuk menemukan suatu cara membuat produk barang dan jasa yang dapat memenuhi persyaratan dari konsumen dan spesifikasi produk yang berada dalam batasan biaya serta konstrain lainnya. Banyak penerapan pada usaha seperti restoran dan rumah sakit. Pemilihan proses berkaitan dengan strategi bisnis yang telah ditatapkan perusahaan. Setiap proses didisain untuk melaksanakan beragam aktifitas dan menghadapi perubahan yang sering terjadi. mass customization 1) FOKUS PADA PROSES Perusahaan yang menggunakan strategi focus pada proses berarti mengatur fasilitas yang digunakan untuk operasional di sekeliling proses untuk menghasilkan produksi dengan volume produksi rendah tetapi variasinya tinggi. fasilitas yang digunakan mengandung unsure biaya tinggi dengan utilitas sangat rendah. Oleh karenanya banyak strategi perusahaan ditentukan pada saat keputusan tentang proses ini dilakukan. Hasil dari keputusan ini berdampak pada efisiensi produksi jangka panjang. Fokus berulang 3. beberapa fasilitas dapat bekerja lebih baik dengan menggunakan peralatan yang canggih secara elektronis maupun komputerisasi. Berkaitan dengan itu ada empat jenis proses yang bisa dijadikan pilihan bagi perusahaan . Selain itu berkaitan dengan penetapan proses maka perencanaan kapasitas harus juga menjadi konsep yang perlu dipahami karena ini berkaitan dengan kuantitas produk yang dihasilkan perusahaan. oleh karenanya disebut juga proses intermittent. Walaupun demikian.

Para manajer operasional telah menerapkan proses produksi untuk barang dan jasa yang dikenal dengan mass customization.2) FOKUS BERULANG Strategi proses yang focus berulang berarti proses produksinya berorientasi pada produk yang menggunakan modul. seperti jasa pelayanan telepon menyediakan pilihan caller ID. yang mana fasilitas diatur sekeliling produk. produksi dan penjualan semakin erat. baut adalah contoh yang menerapkan proses ini. Proses ini disebut juga proses kontinyu karena mempunyai lintasan produksi yang panjang dan kontinyu. Mass customization merupakan pembuatan produk barang dan jasa yang dapat memenuhi keinginan konsumen yang semakin unik secara cepat dan murah. Juga pada perusahaan yang mengadakan persediaan musik di internet yang memungkinkan konsumen MK-MO/2011/DAN#2 36 . perusahan mendapatkan keunggulan ekonomis dimana banyak modul disiapkan. lampu bohlam. peralatan rumah tangga . Penerapan yang secara luas pada industri perakitan baik kendaraan maupun peralatan rumah tangga (produk elektronik). voice mailbox. Perusahaan yang menetapkan strategi proses seperti ini biasanya fasilitas yang dimiliki membutuhkan biaya tetap yang tinggi tetapi biaya variable rendah sebagai dampak dari pemanfaatan fasilitas yang tinggi. Lini proses berulang (repetitive process) mirip dengan lini perakitan klasik. 3) FOKUS PADA PRODUK Strategi Proses yang berfokus pada produk mamiliki volume tinggi dan variasi yang rendah. Restoran cepat saji adalah suatu contoh penggunaan modul secara berulang. terjadi ledakan veriasi dari berbagai jenis produk dari kendaraan. standardisasi dan pengendalian kualitas yang efektif dapat dilakukan. 4) MASS CUSTOMIZATION Kemajuan jaman yang semakin cepat dan canggih membutuhkan produk barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu. Proses lain yang terfokus pada produk adalah jasa seperti rumah sakit yang menetapkan proses penyembuhan penyakit tertentu melaui serangkaian proses panjang. Mass customization bisa diartikan variasi yang dihasilkan sangat beragam tetapi secara ekonomis mengetahui dengan tepat apa yang diinginkan konsumen dan kapan konsumen menginginkannya. call waiting. Pabrik-pabrik yang memproduksi barang seperti kaca. Industri jasa jusa telah mulai menerapkannya. Sedangkan modul adalah bagian atau komponen suatu produk yang telah disiapkan sebelumnya. biasanya dalam suatu proses yang kontinyu. timah lembaran. Dengan poroses seperti ini. Para manajer operasional harus menggunakan sumber daya yang imajinatif dan agresif untuk membentuk proses yang gesit yang dapat memproduksi produk tertentu dengan cepat dan murah. dengan proses ini memungkinkan dilakukannya customizing yang lebih daripada proses kontinyu. Lini ini lebih terstruktur karenanya fleksibilitas kurang dibandingkan dengan fasilitas yang terfokus pada proses. Dengan cara itu. call forwarding sesuai kebutuhan konsumen. Akan tetapi selain itu kualitas meningkat dan biaya menurun. Perusahaan yang menerapkan proses ini menghadapi tantangan yang membutuhkan kemampuan operasional karena keterkaitan logistic. Suatu perusahaan memiliki kemampuan yang tidak bisa dipisahkan untuk menetapkan standard dan menjaga kualitas tertentu yang berbanding terbalik dengan organisasi yang memproduksi produk unik setiap hari. minuman. Kita lihat sekarang ini. makanan sampai produk yang kecil.

Dan WIP Output sesuai rendah. Volume dan variasi Variasi tinggi dengan pilihan modul riasi rendah tinggi 2. metode maupun teknik yang digunakan dalam upaya penambahan manfaat. Dampak yang dapat terlihat adalah pada penurunan persediaan dan peningkatan tekanan pada kinerja penjadwalan dan rantai pasokan. JENIS-JENIS PROSES PRODUKSI Proses produksi adalah suatu cara. Alat: General purpose Special purpose Special purpose Flexible equipment untuk lini perakitan 3. Schedulling: Kompleks didasarkan vari.memilih lusinan lagu pilihan mereka dan memasukkannya dalam sebuah CD khusus yang langsung bisa dikirim ke alamat masing-masing konsumen. Biaya: FC rendah FC fleksibel FC tinggi FC tinggi VC tinggi VC rendah VC harus rendah C. Instruksi kerja: Banyak karena operasi berulang sedikit karena banyak karena Ada perubahan mengurangi latihan standarisasi sesuai order 5. Persediaan: Bahan baku Konsep JIT Bahan baku. output peramalan untuk pesanan & Rendah disimpan 6. Tenaga Kerja: Skill menyeluruh Sering dilatih Skill kurang me. Out. Produk : Volume rendah Standardisasi tinggi Volume tinggi. WIP Konsep JIT. Salah satu persyaratan penting dalam mass customization adalah adanya ketergantungan pada desain modular. Output put sesuai order Tinggi.relative simple sophisticated meng Asi modul akomodir order 8. Walaupun demikian penjadwalan yang efektif dan throughput yang cepat juga diperlukan. Berikut bagan kegiatan proses produksi : MK-MO/2011/DAN#2 37 . B. PERBANDINGAN PILIHAN PROSES PRODUKSI Berbagai karakteristik dari keempat strategi proses dapat dilihat dalam table berikut ini. Throughput Lambat dalam hitungan swiftly movement swiftly movement Jam atau hari 7. 1.Flexible operator nyeluruh 4.

B. Proses Produksi Perubahan Bentuk Suatu proses produksi yang menitikberatkan adanya perubahan dari bahan baku sampai produk akhir. 4. UTAMA Terus Menerus Terputus-putus Proses Proses yang sama Proyek khusus Industri berat. 3. Proses Produksi Perakitan (Assembling) Suatu proses produksi yang menitikberatkan proses perakitan (penggabungan) dari komponenkomponen produk menjadi produk akhir. 1. 3. 2. 6. 1. Kimiawi Perubahan bentuk Perakitan Transportasi Penciptaan jasa 1. Contoh : Perusahaan angkutan MK-MO/2011/DAN#2 38 . 2. Proses Produksi Kimiawi Suatu Proses Produksi yang menitikberatkan pada proses analisis ataupun sintesis serta terdapat suatu senyawa kimia. Contoh : Perusahaan es batu (dari air bertubah menjadi es) 3. 3. Terus Menerus 2. 5. Contoh : Perusahaan perakitan mobil 4. 4. 5. BUKAN UTAMA Penelitian Model Prototipe Percobaan Demonstrasi 1. 5. Contoh : Perusahaan kimia dasar 2. Terputus-putus Menurut Wujud Proses Produksi 1. 4.PROSES PRODUKSI MENURUT WUJUD MENURUT ARUS MENURUT KEUTAMAAN A. Proses Produksi Transportasi Suatu proses produksi yang menitikberatkan pada pemindahan (baik orang maupun barang) dari suatu tempat ke tempat lain. 2.

MK-MO/2011/DAN#2 39 . Biasanya hasil dari proses produksi ini berupa suatu susunan sistem informasi.5. biasanya perusahaan yang memproduksi produk-produk standar di mana variasi produk relatif kecil. Menurut Arus Proses Produksi 1. maka proses kerja selanjutnya tidak dapat diteruskan. jasa hiburan. sebelum dikerjakan ke proses selanjutnya. misalnya perusahaan kerjainan tangan. Proses Produksi Terputus-putus Suatu proses produksi di mana arus proses tidak selalu sama dari waktu ke waktu. sebab pengawasan dilakukan pada elemen kerja yang bekerja saja. sehingga kerugiannya ialah apabila suatu elemen kerja mengalami kemacetan. perlu dibuat petunjuk yang jelas tentang urutan proses dan jadwal waktu dari masing-masing penyelesaian. Biasanya proses produksi terputus-putus merupakan proses yang sederha. jasa konsultasi. kadang-kadang kesamaan terjadi pada waktu yang berbeda. Untuk menghindari kesalahan kerja. Proses Produksi Penciptaan Jasa Suatu proses produksi yang menitikberatkan pada menghasilkan suatu jasa tertentu. apabila dibandingkan dengan jumlah unit produk yang dihasilkan. artinya. jasa administrasi. arus yang tidak selalu sama bukan berarti selalu tidak sama. sedangkan perubahan terjadi dalam jangka panjang dan perubahan ini biasanya berkaitan dengan perubahan teknologi yang digunakan atau bentuk produk yang dihasilkan. 2. Pola yang digunakan dalam urutan proses produksi selalu sama setiap waktu dalam jangka pendek. misalnya perusahaan tekstil yang memproduksi kain tetoron warna putih. Proses Produksi Terus Menerus Suatu proses produksi di mana arus bahan baku sampai produk akhir selalu tetap atau urutan arus proses selalu tetap. seperti jasa manajemen. Perusahaan dengan proses produksi seperti ini. Hal penting yang harus diperhatikan dalam proses produksi ini ialah keseimbangan kapasitas antar elemen kerja dan kepastian dari bagian mana produk proses ini dikerjakan.

Contoh : Perusahaan obat. pengulangan. Berikut alat-alat yang dimaksud diantaranya adalah: 1. Hal penting yang harus diperhatikan ialah ketelitian dan ketepatan dari proses persenyawaan. Contoh : Perusahaan pesawat terbang. Proses Produksi Proses Suatu proses produksi di mana pelaksanaan pengolahan bahan baku sampai menjadi produk akhir akan melalui suatu proses persenyawaan atau pemecahan. apabila proses produksi yang dilaksankan selesai. Proses Produksi Industri Berat Berbeda dengan proses produksi sebelumnya. D. Contoh : Perusahaan sepatu (modelnya sama tetapi ukuran sepatunya berbeda-beda). dan jarak untuk mendapatkan cara uang obyektif dan terstruktur dalam menganalisis dan mencatat aktifitas yang membentuk sebuah MK-MO/2011/DAN#2 40 . Produk yang sedang dalam proses terbagi ke dalam beberapa kelompok dan masing-masing kelompok memiliki perbedaan. dalam proses produksi industri berat terdapat berbagai macam aktivitas. warna. 2. maka berakhir pula proses produksi tersebut. 3. waktu. Diagram ini disebut juga pemetaanproses (process mapping) atau pemetaan fungsi waktu (time-function mapping). 3. ANALISIS DAN DESAIN PROSES Sejumlah alat dapat membantu memahami kompleksitas desain dan desain ulang proses. sedemikian kompleksnya sehingga pelaksanaan produksi dibagi lagi ke dalam sub proses. Pemetaan Fungsi Waktu (Time Function Mapping) Adalah sebuah diagram alir tetapi dengan waktu ditambahkan pada sumbu horizontal. 2. artinya. sehingga proses produksi ini sangat ditentukan oleh penggunaan bahan baku utama dan bahan baku pembantu. keterlambatan yang tidak perlu. Diagram Alir (Flow Diagram) Adalah sebuah gambar atau skema yang digunakan untuk menganalisa pergerakan orang atau bahan. sehubungan dengan penyelesaian produksi yang sangat kompleks. Tipe analisa ini menjadikan pemakai dapat mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan seperti langkah tambahan. Proses Produksi Proyek Khusus Suatu proses produksi yang dilaksanakan karena adanya program khusus atau kepentingan khusus atau order khusus.Proses Produksi Utama 1. Proses Produksi yang Sama Suatu proses produksi di mana terdapat beberapa pekerjaan dengan urutan kerja yang sama tetapi produk yang dihailkan berbeda-beda. Contoh : Perusahaan kontraktor 4. disain serta tribut lainnya. Melalui alat tersebut secara sederhana dapat dipahami apa yang terjadi dalam proses. Diagram Proses (Process Diagram) Adalah diagram yang menggunakan simbul. Perbedaan tersebut antara lain bentuk.

proses. Dengan mengidentifikasi semua operasi yang dapat menambah nilai dapat menetapkan nilai tambah total aktifitas. 4. Perencanaan Pelayanan (Service Planning) Merupakan teknik analisis proses yang memusatkanm perhatian pada konsumen dan interaksi penyedia layanan dengan konsumennya.Aktifitas yang dilakukan memberikan permasalahan manajemen yang berbeda untuk tiap aktifitas yang berlainan. Keempat alat analisis strategi proses ini, masing-masing mempunyai kelebihan dan variasinya yang berbeda. Diagram alir adalah cara tercepat untuk menggambarkan keseluruhan proses dan system keseluruhan. Pemetaan Fungsi Waktu menambahkan ketepatan dan faktor waktu untuk analisa makro. Diagram Proses didisain untuk penggambaran lebih rinci dengan menambah nilai seperti waktu, penundaan, jarak dan sebagainya. Perencanaan Pelayanan didisain untuk konsentrasi pada interaksi dengan konsumen dalam proses. E. DESAIN PROSES PADA SEKTOR JASA Karena interaksi konsumen seringkali merupakan variable penting dalam desain proses terutama pada sektor jasa maka hal ini akan dikaji lebih lanjut dalam sub topik ini. Walaupun interaksi dengan konsumen seringkali memberikan pengaruh buruk pada konerja proses, tetapi sektor jasa menjadikan interaksi dan customization menjadi kebutuhan penting. Mengenali keinginan konsumen yang unik menjadikan manajer operasional mendisain prosesnya untuk memenuhi persyaratan khusus ini agar proses menjadi efektif dan efisien. 1. Matriks Proses Jasa Untuk memahami bagaimana manajer operasional mendisain proses jasa maka digunakan matriks proses disain 2. Strategi dan Teknik untuk meningkatkan Produktifitas Jasa Meningkatkan produktifitas di sektor bukan hal yang mudah, akan tetapi masih dapat diupayakan melalui pengaturan pada layout dan sumber daya manusia. F. PEMILIHAN ALAT DAN TEKNOLOGI Pada akhirnya keputusan startegi proses tertentu membutuhkan keputusan mengenai alat dan teknologi yang akan digunakan. Keputusan tentang hal tersebut menjadi rumut karena terdapat begitu banyak metode alternative pada semua fungsi operasi. Akan tetapi yang paling penting dijadikan patokan adalah konsep Fleksibilitas yaitu kemampuan untuk merespon dengan sedikit pengorbanan waktu, biaya, nilai konsumen. Hal ini dapat diartikan peralatan yang digunakan bersifat modular, dapat dipindahkan dan murah. 1. Teknologi Produksi Perkembangan teknologi diperlukan untuk meningkatkan produktifitas dan dapat diterapkan disemua sektor yang menghasilkan barang maupun jasa. Dalam bahasan ini akan diperkenalkan sembilan area tenologi yaitu: a. Teknologi Mesin Banyak kegiatan operasional menggunakan mesin untuk pemotongan, pengeboran, penggilingan. Dalam era komputerisasi sekatrang ini telah banyak diciptakan cara pengendalian mesin yang baru menggunakan CHIP computer seperti CNC (computer numerical control) yaitu permesinan yang memiliki computer dan memori sendiri.

MK-MO/2011/DAN#2

41

b. AIS Peralatan baru dari CNC hingga ATM (automatic teller machine) dikendalikan dengan sinyal elektronik digital. Pembuatan data secara digital dilakukan melalui komputerisasi siantaranya dengan AIS (automatic identification system) yang membantu memindahkan data menjadi bentuk elektronik yang mudah untuk dimanipulasi. c. Pengendalian Proses Adalah penggunaan teknologi informasi untuk mengendalikan proses fisik. d. Robot Adalah sebuah mesin yang fleksibel, memiliki kemampuan untuk mengganti tenaga manusia bekerja melalui syaraf ektronk yang menjalankan sejumlah motor dan saklar. e. Sistem Visi Adalah penggunaan kamera video dan teknologi dalam peran pemeriksaan. f. ASRS (Automated Storage and Retrival System) Adalah gudang yang dikendalikan computer yang menempatkan komponen secara otomatis dari dan menuju temmpat tertentu dalam gudang. g. AGV (Automated Guided Vehicle) Adalah kereta yang dipandu fdan dikendalikan secara elektronik yang digunakan untuk memindahkan bahan. h. FMS (Flexible Manufacturing System) Adalah sebuah system yang menggunakan sebuah sel kerja otomatis yang dikendalikan oleh sinyal elektronik dari sebuah computer induk. Kelebihan dari FMS : - Meningkatkan pemanfaatan modal - Menurunkan biaya tenaga kerja langsung - Mengurangi Persediaan - Kualitas menjadi konsisten Kekuranngan FMS: - Terbatasnya kemampuan pada perubahan produk - Perlu perencanaan dan modal besar - Membutuhkan persyaratan peralatan dan alat Bantu. i. CIM (Computer Integrated Manufacturing) Adalah sebuah sistem manufaktur dimana CAD, FMS, pengendalian persediaan, gudang dan pengiriman dipadukan. Merupakan perluasan dari FMS (Flexible Manufacturing System). FMS dan CIM mengurangi perbedaan antara produksi dengan volume rendah variasi tinggi dengan produksi dengan volume tinggi variasi rendah. Teknologi Informasi menjadikan FMS dan CIM menatasi meningkatnya variasi yang bersamaan dengan meningkatnya volume. 2. Teknologi di sektor jasa Perkembangan teknologi yang cepat juga terjadi di sektor jasa, yang mana

MK-MO/2011/DAN#2

42

menyangkut peralatan diagnosa elektronik pada sebuah bengkel mobil, peralatan kesehatan, sampai peralatan yang digunakan di bandara dalam jasa penerbangan. Berikut table yang menyajikan contoh teknologi pada bidang jasa. Contoh-contoh dampak teknologi pada industri jasa • Jasa Keungan Kartu debit, transfer via ATM, transaksi saham via internet • Pendidikan Majalah elektronik, jurnal online • Layanan umum Truk sampah otomatis, scanner bom, surat optikal, • Restoran Pesanan ke dapur via nirkabel, robot penjagal • Komunikasi TV interaktif, Penerbitan elektronik • Hotel Sistim penguncian elektronik, pendaftaran elektronik • Perdagangan grosir/ Terminal POS, e-commerce, data dengan barcode • Eceran komunikasi elektronik antara took dengan suplier • Transportasi Loket tol otomatis, system navigasi dipandu satelit • Kesehatan Sistem informasi kesahatan on line, system pengawasan pasien • Secara online • Penerbangan Perjalanan tanpa tiket, penjadwalan, G. PROSES REENGINEERING Adalah proses pemikiran kembali dan mendisain ulang proses bisnis secara radikal untuk membawa peningkatan kinerja secara dasyat. Hal ini dilakukan karena kedinamisan yang ada dimana konsumen, teknologi, maupun bauran produk berubah. Preses Reengineering yang efektif tergantung pada evaluasi ulang tujuan proses dan mendata ulang asumsi yang digunakan, ini dapat berjalan apabila proses dasar dan tujuannya dikaji ulang. Proses Reenginering juga memusatkan perhatian pada aktifitas yang mempunyai fungsi bersilang. Karena manajer sering bertanggung jawab pada fungsi “khusus” aktifitas yang melintas dari satu fungsi ke fungsi lain dapat diabaikan. Yang penting proses ini memusatkan perhatian pada perbaikan secara dasyat dalam hal biaya, waktu dan nilai konsumen. Perencanaan Kapasitas A. KAPASITAS Setelah menetapkan proses prodeksi apa yang digunakan maka langkah selanjutnya adalah menentukan kapasitas. Kapasitas dapat diartikan sebagai hasil produksi atau jumlah unit yang dapat ditahan, diterima, disimpan atau diproduksi oleh sebuah fasilitas dalam suatu periode waktu tertentu. Menurut pembagian waktu maka kapasitas bisa dibedakan dalam tiga satuan waktu yaitu kapasitas jangka panjang dengan durasi lebih dari satu tahun, merupakan fungsi penambahan fasilitas dan peralatan yang dimiliki. Kapasitas jangka menengah dengan durasi tiga hingga kurang dari satu tahun, yang dapat dengan menambahkan peralatan, karyawan, jumlah shift, subkontrak juga persediaan. Sedang kapasitas jangka pendek biasanya sampai dengan tiga bulan, buiasanya sulit diubah sssehingga menggunakan kapasitas yang sudah ada. Kapasitas Desain Adalah output maksimum system secara teoritis dalam suatu periode waktu tertentu, biasanya dinyatakan dalam sutu tingkatan tertentu seperti jumlah yang diperoduksi per minggu, per bulan, per tahun. Sebagian besar organisasi beroperasi dibawah kapasitas desain sekitar 82 % karena

MK-MO/2011/DAN#2

43

Menentukan tingkat operasi yang optimum (volume) Sering ditentukan dengan istilah skala ekonomis dan disekonomis. kadang terdapat ketidakcocokan permintaan dan kapasitas sehingga bisa terjadi permintaan melebihi kapasitas atau sebaliknya kapasitas melebihi permintaan . serta Efisiensi yaitu persentase kapasitas efektif yang sesunguhnya telah dicapai B. 2. 3. Volume ditentukan dengan peninjauan ulang pada beberapa alternative saja dan teknologi juga ikut menentukan kapasitas. Peramalan permintaan harus akurat. MK-MO/2011/DAN#2 44 . 4. Kapasitas Efektif Adalah kapasitas yang diharapkan dapat dicapai oleh sebuah perusahaan dengan bauran produk. C. mendisain ulang produk untuk meningkatkan hasil produksi Perencanaan kapasitas Perencanaa kapasitas membutuhkan dua tahap. Cara untuk untuk menetapkan kapasitas yang harus dimiliki oleh sebuah fasilitas agar mendapatkan keuntungan adalah Analisis Titik Impas. Sebuah peramalan yang akurat merupakan hal paling utama bagi keputusan kapasitas.kesadaran bahewa operasi dapat lebih efisien bila sumber daya tidak digunakan sampai batas maksimum. Dua pengukuran kinerja system yang biasanya bermanfaat adalah Utilisasi yaitu persentase kapasitas desain yang sesungguhnya telah dicapai. Tujuan analisis ini adalah untuk menemukan sebuah titik dalam unit dan satuan nilai uang . ANALISA TITIK IMPAS/ BREAK EVEN POINT Merupakan cara untuk menetapkan kapasitas yang harus dimiliki oleh sebuah fasilitas untuk mendapatkan keuntungan. mengubah staff yang ada dengan menambah atau mengurangi 2. 3. perusahaan harus beroperasi di atas tingkat ini untuk mencapai keuntungan. manajemen harus mengetahui produk mana yang sedang ditambahkan dan mana yang sedang dihentikan . menjual atau menyewa. PERTIMBANGAN KAPASITAS Ada empat pertimbangan khusus untuk integrasi strategi dan investasi berkaitan dengan kapasitas yaitu sebagai berikut: 1. tahap pertama permintaan di masa yang akan datang diramalkan dengan model tradisional seperti konsep statistic. dan mengadakan sensitivitas keputusan dengan menguji beberapa scenario. Memahami teknologi dan peningkatan kapasitas. pemeliharaan. Membangun untuk perubakan Manajer operasi membangun fleksibilitas dalam fasilitas dan peralatan. Mengelola Permintaan Walaupun peramalan sudah baik. sedang tahap kedua peramalan digunakan untuk menentukan kapasitas serta peningkatan ukuran untuk setiap penambahan kapasitas. dan standar kualitas yang diberikan. Titik tersebut disebut titik impas. Oleh karena itu ada taktik untuk menyesuaikan kapasitas dengan permintan yaitu dengan: 1. memperbaiki metode untuk meningkatkan hasil 4. begitu juga volume yang diharapkan. metode penjadwalan. dimana biaya biaya sama dengan pendapatan. menyesuaikan peralatan dan proses dengan membeli .

RUMUS UMUM BEP DALAM SATUAN UNIT TR = TC P.Q = FC + VC P. FC = BIAYA TETAP VC = BIAYA VARIABEL (Q. dengan biaya bahan mentah dan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 80.000. Biaya tetap per bulan Rp 20. Berapa break even point dari jumlah dan rupiah dan gambarkan dalam bentuk grafik.00 dengan biaya variabel per unit Rp 400.000.000.00. Suatu perusahaan memproduksi suatu barang maksimal 10.000.Q = FC + (Q.00.P) Asumsi: Asumsi yang mendasari analisis titik impas adalah biaya dan pendapatan ditunjukkan sebagai garis lurus sehingga berbentuk fungsi linear.00 per unit .000. Diketahui harga jual per unit ialah Rp 1. Berapa titik break even point yang harus diproduksi. b.Q FC Q = -----------( P – V) TR = TOTAL REVENUE TC = TOTAL COST FC = FIXED COST VC = VARIABLE COST Q = QUANTITY P = HARGA PER UNIT V = BIAYA VARIABEL PER UNIT RUMUS UMUM BEP DALAM SATUAN BIAYA (MATA UANG) FC BEP = ----------------VC 1 .00.000.000. Diketahui biaya tetap Rp 3. MK-MO/2011/DAN#2 45 .V) S = VOLUME PENJUALAN ( Q. Suatu perusahaan menjual suatu produk Rp 100.V) FC = (P-V).00 per unit.000 unit.-----------S KASUS : a.

upah. PENTINGNYA LOKASI Salah satu keputusan yang paling penting yang dibuat oleh perusahaan adalah dimana meneka akan menempatkan kegiatan operasional mereka. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pembangunan kawasan industri untuk ditawarkan pada perusahaan yang akan membangun pabriknya maupun pembangunan pusat-pusat perdagangan. Kemajuan suatu bangsa juga sangat tergantung dengan berdenyutnya perekonomian di wilayah Negara yang bersangkutan yang berarti dientukan oleh banyak tidaknya lokasi –lokasi kegiatan operasional bisnis. mempunyai efek pada biaya tetap maupun variable seperti biaya transportasi. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOKASI Secara umum pwerusahaan dalam melaksanakan strategi lokasi mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. kawasan perkantoran yang ditawarkan kepada para pengusaha jasa. Kegiatan perekonomian di suatu tempat. wilayah. baik biaya tetap maupun biaya variable. pajak. sewa dan lain-lain. tetapi meluaskan fasilitas yang ada 2. maupun Negara ditandai dengan tumbuh berkembangnya pusat-pusat niaga maupun industri yang berdiri di lokasi-lokasi yang sangat strategis. Lokasi sangat mempengaruhi resiko dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan. Menutup fasilitas yang ada dan pindah ke lokasi lain Pada umumnya keputusan lokasi merupakan keputusan jangkja panjang. susah sekali untuk direvisi. Produktifitas Tenaga Kerja Karyawan merupakan input paling penting bagi perusahaan. Berkaitan dengan strategi lokasi maka banyak perusahaan mempertimbangkan faktor seberapa produktifitas tenaga kerja di MK-MO/2011/DAN#2 46 . Tidak pindah. sehingga tingkat produktifitas tenaga kerja sangat menentukan keberhasilan atau kesuksesan perusahaan. Mempertahankan lokasi yang sekarang. Sejumlah perusahaan di dunia melakukannya mengingat lokasi untuk operasional sangat mempengaruhi biaya. A. merupakan ungkapan yang cukup tepat untuk segala jenis kegiatan. demikian pula untuk kegiatan bisnis di sektor barang maupun jasa. Dengan kata lain tujuan strategi lokasi adalh mamaksimumkan manfaat lokasi bagi perusahaan.Tujuan strategi lokasi adalah untuk memaksimumkan keuntungan lokasi perusahaan. Pilihan-pilihan yang ada dalam lokasi meliputi: 1. maka keputusan yang harus diambil selanjutnya oleh manajer operasional adalah strategi lokasi. B. Banyak alasan yang mendasarinya diantaranya sektor barang memerlukan lokasi untuk melakukan kegiatan pembuatan produk barang tersebut atau tempat memproduksi (pabrik) sedangkan untuk sektor jasa memerlukan tempat untuk dapat memberikan pelayanan bagi konsumen.BAB VI STRATEGI LOKASI Lokasi menentukan prestasi . Dengan demikian strategi lokasi adalah hal yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan. selagi menambah fasilitas lain di tempat lain 3.

pusat perdagangan tekstil dan lain-lain MK-MO/2011/DAN#2 47 . 5.Biaya transportasi mahal . Dan yang menarik bagi manajemen adalah kombinasi diantara produktifitas tenaga kerja dan tingkat upah tenaga kerja. salon. Kedekatan dengan Pasar Banyak perusahaan yang secar sengaja memilih lokasi operasionalnya dekat dengan konsumen seperti usaha restoran. standar hidup dan lain-lain yang dapat mempengaruhi proses rekrutmen. yang menyadari bahwa kedekatandengan pasar merupakan faktor utama keberhasilan usaha mereka. bakat. Biaya Biaya yang terkadung dalam lokasi ada dua macam yaitu pertama adalah biaya nyata (tangible cost)yang dapat dihitung atau langsung dikenali secara tepat. Akan tetapi saat ini kecenderungannya demikian dengan istilah clustering yaitu lokasi berdekatan para perusahaan yang saling bersaing. pengolahan ikan.Jumlah produk yang banyak. penetapan zona. Bahan baku mudah rusak 6. tenaga kerja.. penyusutan. Nilai Tukar dan Resiko Mata Uang Walaupun ingkat upah dan produktifitas tenaga kerja membuat sebuah Negara terlihat ekonomis. 2. Dengan demikian fluktuasi mata uang mengandung unsure resiko yang cukup signifika untuk dipertimbangkan dalam strategi lokasi. toko kelontong. polusi. atau sumber daya alam yang berlimpah di suatu daerah. tetapi nilai tukar mata uang suatu Negara terhadap mata uang Negara lain yang tidak menguntungakan dapt mengeliminir penghematan yang telah dilakukan. stabilitas tenaga kerja dan juga pola kepemimpinan. modal proyek. Sedangkan yang kedua adalah biaya tidak nyata (intangible cost) lebih sulit ditentukan. bahan mentah. sikap calon karyawan. Sikap Sikap dari pemerintah pusat. . 4. 3. Dan kadang-kadang perusahaan dapat mengambil keuntungan dari nilai tukar yang menguntungkan dengan memindahkan lokasi atau mengekspor produknya ke Negara lain. meliputi kualitas pendidikan. Tidak hanya usaha manufacturing seperti dibangunnya kawasan industri saja tetapi dalam bidang jasa juga ada misalnya pada pembangunan pusat perdagangan eletronik. Deikian pula untuk uasah amanufaktur ada yang memilih lokasi dekat dengan konsumennya karena mahalnya biaya transportasi jika harus berada dio lokasi yang berjauhan.beberapa alternative lokasi yang dipertimbangkan. Contoh banyak diterapkan pada pabrik semen. Kedekatan dengan Suplier Penempatan lokasi yang dekat dengan pemasok dan bahan mentah disebabkan oleh: 7. Dan tidak kalah penting adalh budaya masryarakat di lokasi tersebut. Kedekatan dengan Pesaing (Clustering) Sepertinya agak mengherankan banyak usaha yang menempatkan lokasi operasionalnya yang dekat dengan pesaing. yang sering disebabkan oleh adanya informasi. meliputi antara lain: biaya pelayanan umu. produsen biji baja dan besi. pajak. dan biaya lainnya. wilayah maupun daerah terhadap kepemilikan swasta.

Pembatasan daerah. karena mata uang dari suatu Negara yang sangat fluktuatif akan berdampak sangat signifikan bagi kegiatan bisnis. 2. Kedekatan dengan jasa / pasokan yang dibutiuhkan. iklim) c. komunikasi dan energi. Peraturan mengenai lingkungan hidup. Keputusan lokasi sudah keluar melebihi batas Negara. upah buruh. Resiko nilai tukar mata uang. hal ini disebabkan ketergantungan perusahaan pada hal-hal tersebut karena tanpa bahan baku. KEPUTUSAN LOKASI UNTUK PERUSAHAAN YANG BEROPERASI SECARA GLOBAL Menentukan lokasi operasional untuk perusahaan yang telah menempatkan usahanya secara internasional adalah tidak sederhana. Adapun berbagai faktor tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : 1. 6. Ketersediaan tanaga kerja. upah serta sikap terhadap serikat kerja d. c. pada kenyataannya keputusan lokasi bagi perusahaan uyang beroperasi secara global dimulai dari mempertimbangkan berbagai faktor untuk memilih Negara. 2. e. MK-MO/2011/DAN#2 48 . komunikasi maupun energi maka perusahaan tidak dapat beropoperasi. Ketersediaan pasokan. h. Keputusan Lokasi untuk memilih tempat (site) Adapun faktor pertimbangannya : a. Insentif dari pemerintah. Kedekatan dengan bahan baku dan konsumen. pajak. f. d. jalan bebas maupunb jalur laut. Keputusan Pemilihan Lokasi Daerah (Region) Faktor yang dipertimbangkan diantaranya: a. Lokasi pasar karena produk yang telah dibuat harus dapat diserap oleh pasar agar keberlangsungan perusahaan dapat terjamin. kereta. 5. Sistem transportasi udara. 3. sikap pemerintah. g. peraturan yang ada. dilanjutkan untuk memilih wilayah sampai memilih tempat. Permasalahan budaya dan ekonomi . Ukuran dan biaya lokasi b. Biaya tanah dan pendirian bangunan. Segi-segi yang menarik dari wilayah tersebut (budaya. serta insentif pemerintah. Keinginan perusahaan b. Keputusan Pemilihan Lokasi Negara Adapun faktor yang dipertimbangkan : 1.C. Resiko politik yang dihadapi. Biaya dan ketersediaan pelayanan umum. karena unsure tenaga kerja adalah sangat penting bagi perusahaan. 4. produktifitas. termasuk budaya korupsi 3. Permasalahan dampak lingkungan. e. Ketersediaan tenaga kerja.

STRATEGI LOKASI USAHA SEKTOR JASA Perusahaan yang bergerak di sektor jasa dalam menentukan lokasi mendasarkan pada volume dan revenue yang mungkin didapatkan dengan memperhatikan komponen-komponen diantaranya adalah: 1. 8. Kualitas manajemen. tempat bagi pemilihan lokasi untuk perusahan global. Kualitas Persaingan. Keunikan lokasi yang dimiliki perusahaan dsan pesaingnya. wilayah. ANALISIS PULANG POKOK (BREAK EVEN ANALYSIS) Merupakan sebuah analisis biaya-volume produksi untuk membuat perbandingan ekonomis alternative lokasi. Daya beli konsumen di area lokasi tersebut. Beri penilaian untuk setiap alternative lokasi pada setiap faktor dengan menggunakan skala penilaian pada langkah 3. 6. Data yang diperlukan adalah biaya baik biaya tetap maupun biaya variable. Analisis tiap faktor dengan mengalokan bobot untuk tiap faktor dengan penilaian. 2. sedangkan analisanya dapat dilakukan secara matematis maupun grafis. Kebijakan operasional perusahaan. Menetapkan beberapa alternative lokasi yang dinominasikan 5. A. Faktor yang dipertimbangkan faktor baik yang kualitatif maupun kuantitatif dianalisis dengan cara mengkuantifisir semua faktor. dan jumlahkan hasilnya. Metode Evaluasi Alternatif Lokasi Dalam topik ini akan dibahas beberapa metode yang digunakan dalam menganalisis untuk menentukan lokasi bagi perusahaan untuk melakukan kegiatan operasionalnya. B. Akan tetapi pendekatan grafis memiliki kelebihan karenamemeberikan rentang jumlah volume dimana lokasi dapat dipilih. Persaingan di area lokasi 4. Membuat daftar faktor yang berhubungan yang sering disebut faktor kunci sukses (critical success faktors – CSFs) 2. FAKTOR PEMERINGKATAN LOKASI Adalah sebuah metode penentuan lokasi yang mementingkan adanya obyektifitas dalam proses mengenali biaya yang sulit untuk dievaluasi. 5. Jasa dan citra yang cocok dengan kondisi demografis konsumen di area lokasi. maupun faktorfaktor yang dipertimbangkan untuk memilih Negara. Buat skala penilaian untuk tiap faktor (contoh 1-10. 3. atau 1-100) 4. 7.D. yang besar kecilnya tergantung signifikansinya bagi perusahaan. MK-MO/2011/DAN#2 49 . Berikan rekomendasi berdasarkan nilai poin maksimal sesuai hasil yang didapatkan pada langkah 6. 7. 3. Buat pembobotan untuk setiap faktor yang telah ditetapkan pada langkah 1. Metode ini bisa diterapkan untuk faktor-faktor yang secara umum digunakan untuk memilih lokasi. Kualitas fisik dari fasilitas dan bisnis sekitar area lokasi.Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut: 1. 6.

sampai terpenuhi jumlah kebutuhan dan jumlah kapasitas Contoh soal : Sebuah perusahaan yang memproduksi suatu produk. Pilih lokasi yang memiliki biaya total paling rendah untuk jumlah produksiyang diharapkan. Northwest Corner Method 2. pembelanjaan. MODEL TRANSPORTASI (TRANSPORTATION METHOD) “ Suatu Metode yang digunkana untuk mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama ke tempat-tempat yang membutuhkan secara optimal. karena terdapat perbedaan biaya-biaya alokasi dari satu sumber atau beberapa sumber ke beberapa tempat tujuan yang berbeda-beda” Masalah transportasi uga dapat digunakan untuk memecahkan masalah dunia bisnis lainnya seperti masalah periklanan. Metode ini memperhitungkan jarak lokasi pasar. C. P2. GB Dantzig (1951) Beberapa metode transportasi : 1.Adapun langkah dalammelakukan analisa pulang pokok adalah: 1. keseimbangan lintas serta penjadwalan. Alokasi produk harus diatur sedemikian rupa. K2. jumlah barang yang dikirim dan biaya pengiriman. TC Koopmans (1049) c. FL Hitchcock (1941) b. 3. Peruksahaan tersebut harus mendistribusikan hasil produksinya ke gudang-gudang yang berada di kota K1. Tentukan semua biaya yang berkaitan dengan alternative lokasi yang dijadikan nominasi baik berupa biaya tetap maupun biaya variable 2. kapasitas masing-masing sumber dan biaya dalam tabel alokasi 2) Isilah sel/kolom kiri atas dengan memperhatikan kebuthan dan kapasitas 3) Lakukan hal yang sama seperti no. K3. Kontributor Metode Trasnportasi. Stepping Stone Method 3. Vogel’s Approximation Method A. Buat dalam bentuk grafis semua dat biaya yang telah dikumpulkan pada langkah 1 menggunakan gambar dua dimensi dengan biaya pada sumbu vertikal dan volume pada sumbu horizontal. diantaranya : a. mempunyai tiga pabrik yaitu P1. analisis lokasi. D. alokasi dana untuk investasi. . Tahapan NCM 1) Susun kebutuhan. Adapun kapasitas dan kebutuhan masing-masing pabrik dan gudang ialah sebagai berikut : MK-MO/2011/DAN#2 50 . P3. METODE PUSAT GRAVITASI (CENTER OF GRAVITATION METHOD) Merupakan sebuah teknik matematis yang digunakan untuk menemukan lokasi yang paling baik untuk suatu titik distribusi tunggal yang melayani beberapa toko atau daera.

K3 ialah sebagai berikut (satuan ratusan ribu Rp): Ke K1 Dari P1 P2 P3 20 15 25 5 20 10 8 10 19 K2 K3 Tentukan Biaya Angkut agar semua barang terdistribusi.>> Tabel Kapasitas Pabrik : PABRIK KAPASITAS PRODUKSI PER BULAN P1 180 TON P2 120 TON P3 100 TON 400 TON >> Tabel Kebutuhan Masing-masing Gudang : GUDANG KAPASITAS PRODUKSI PER BULAN K1 100 TON K2 220 TON K3 80 TON 400 TON >>> Biaya angkut dari pabrik P1. Buatlah tabel alokasi sbb : Ke Dari 2 0 P1 1 5 P2 2 5 P3 1 0 1 9 100 2 0 1 0 120 5 8 180 K1 K2 K3 SUPPLY MK-MO/2011/DAN#2 51 . dari masibg-masing pabrik ke masingmasing gudang dengan metode NWC : Langkah 1. P2. K2. P3 ke masing-masing gudang K1.

Lakukan seperti langkah no. dengan kebutuhan masing-masing gudang ialah sebagai berikut : a. Gudang 1 menampung 60 unit produk b. Unit kerja D memproduksi 60 unit Dalam penyampaian distribusi barang hasil produksi dari masing-masing unit kerja dikirim ke enama gudang. XP3K3 >= 0 Kerjakan kasus-kasus sebagai berikut : Kasus 1 : Perusahaan “MAKIN SUBUR” mempunyai empat unit kerja dengan kapasitas produksi sebagai berikut : a. Gudang 6 menampung 20 unit produk MK-MO/2011/DAN#2 52 . CATATAN : TABEL ALOKASI DI ATAS DAPAT DIBUAT DENGAN PERSAMAAN MATEMATIS SEBAGAI BERIKUT : FUNGSI TUJUAN : 20 X(P1K1) + 15 X(P2K1) + 25 X(P3K1) + 5 X(P1K2) + 20 XP2K2) + + 10 X(P3K2) + 8X(P1K3) + 10X(P2K3) + 19X(P3K3) FUNGSI PEMBATAS : 1) XP1K1 + XP1K2 2) XP2K1 + X2P2K2 3) XP3K1 + XP3K2 4) XP1K1 + XP2K1 5) XP1K2 + XP2K2 6) XP1K3 + XP2K3 + XP1K3 = 180 + XP2K3 = 120 + XP3K3 = 100 + XP3K1 = 100 + XP3K2 = 220 + XP3K3 = 80 XP1K1. Unit kerja A memproduksi 80 unit b. Gudang 2 menampung 100 unit produk c.2 sampai semua jumlah supply dan demand terpenuhi. Gudang 4 menampung 80unit produk e. Unit kerja B memproduksi 80 unit c. isilah sel/ kolom kiri atas dengan memperhatikan jumlah kapasitas dan kebutuhan (jumlah supply dan jumlah demand) Langkah 3. Unit kerja C memproduksi 120 unit d.DEMAND 100 220 80 Langkah 2. XP1K2 …. Gudang 3 menampung 40 unit produk d. Gudang 5 menampung 40 unit produk f.

Pabrik 3 memproduksi 300 unit d. kapasitas masing-masing sumber dan biaya dalam tabel alokasi 2) Carilah perbedaan atau selisih antara dua biaya angkut terkecil untuk setiap baris dan kolom. Gudang A menampung 100 unit b. Pabrik 4 memproduksi 250 unit e. Gudang F menampung 150 unit g. Pabrik 1 memproduksi 150 unit b. Pabrik 2 memproduksi 250 unit c. dengan kebutuhan masing-masing gudang ialah sebagai berikut : a. MK-MO/2011/DAN#2 53 . Gudang G menampung 100 unit Biaya angkut per unit produk dari masing-masing pabrik ke masing-masing gudang ialah sebagai berikut (Satuan US$) Dari Gudang Gudang Gudang Gudang Gudang Gudang Gudang Ke A B C D E F G P-1 10 23 18 9 29 13 12 P-2 11 21 17 14 21 12 12 P-3 12 20 16 14 25 11 12 P-4 15 12 16 18 23 18 11 P-5 19 10 11 20 15 13 10 Buat persamaan matematis dari kasus di atas dan selesaikan permasalahannya dengan metode NCM B. Gudang C menampung 200 unit d. Gudang B menampung 150 unit c. Gudang E menampung 200 unit f. Gudang D menampung 200 unit e. Pabrik 5 memproduksi 150 unit Distribusi kertas harus dikirim ke tujuh gudang.Biaya angkutan per unit produk dari masing-masing unit kerja ke masing-masing gudang ialah sebagai berikut (Satuan Ribuan Rupiah) : Dari Gudang Gudang Gudang Gudang Gudang Gudang Ke 1 2 3 4 5 6 UK-A 2 1 3 3 2 5 UK-B 3 2 2 4 3 4 UK-C 3 5 4 2 4 1 UK-D 4 2 2 1 2 2 Buat persamaan matematis dari kasus di atas dan selesaikan permasalahannya dengan metode NCM Kasus 2 : Sebuah perusahaan yang memproduksi kertas mempunyai lima pabrik dengan kapasitas produksi sebagai berikut : a. Tahapan VAM 1) Susun kebutuhan.

untuk produksi dengan volume rendah dan variasi tinggi disebut juga “job shop” 3. Pemanfaatan tenaga kerja. kualitas lingkungan kerja. 4. Strategi layout secara umum bertujuan agar perusahaan dapat melakukan pengaturan tenaga kerja. low cost atau respon yang cepat. lokasi. peralatan atau fasilitas yang digunakan sehingga segala macam aliran yang ada diperusahaan baik berupa informasi maupun bahan dapat berjalan secara efektif dan efisien. B. kontak konsumen dan citra perusahaan. PENGERTIAN LAYOUT Layout atau tata letak merupakan satu keputusan yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. fleksibilitas. biaya rendah maupun respon cepat. peralatan kantor. mengefisienkan ruang penyimpanan dan system penanganan bahan dengan memperhatrikan kelebihan dan kekurangannya. Layout gudang. biasanya untuk proyek besar yang memerlukan tempat luas seperti pembuatan jalan layang maupun gedung. 5. Layout perkantoran. diantaranya kapasitas. MK-MO/2011/DAN#2 54 . dan ruangan kantor yang melancarkan aliran informasi. Keputusan operasional yang berkaitan dengan layout diantaranya adalah desain produk. Ritel layout. Banyak dampak strategis yang terjadi dari hasil keputusan tentang layout. 6. Layout berorientasi pada proses. Layout yang efektif akan dapat menunjang pelaksanaan strategi bisnis yang telah ditetapkan perusahaan apakah diferensiasi.3) Pilih selisih terbesar (dari setiap baris atau kolom). ruang yang tersedia. Tipe Strategi Layout A. proses. proses maupun kapasitas perusahaan. 2. kemudian isi sel yang memiliki biaya transportasi terkecil 4) Alokasikan sejumlah kebutuhan tanpa melangar kapasitas 5) Lakukan kembali seperti langkah sebelumnya BAB VII STRATEGI LAYOUT Menetapkan suatu layout yang akan digunakan oleh suatu perusahaan harus mempertimbangkan berbagai keputusan operasional yang sudah dibuat sebelumnya. Layout berorientasi produk. bagaiman menempatkan tenaga kerja. Layout dengan posisi tetap. Layout yang efektif membantu perusahaan mencapai sebuah strategi yang menunjang strategi bisnis yang telah ditetapkan diantara diferensiasi. TIPE LAYOUT Ada enam pendekatan layout yang akan dibahas dalam topik ini yaitu: 1. mesin yang terbaik dalam produksi yang kontinyu atau berulang. penempatan rak dan pemberian tanggapan atas perilaku konsumen. biaya.

Agar dapat menetapkan layout yang efektif maka perlu menetapkan beberapa hal diantaranya adlah: 1. Setiap tahapan berbedapada proses produksi dan kebutuhan bahan sehingga banyak hal yang menjadi penting sejalan dengan perkembangan proyek. pekerjaan tidak perlu berhenti dan dapat dialihkan pada mesin lain atau departemen yang sama. Biaya perpindahan antar wilayah kerja yang berbeda C. Karena permasalahan pada layout posisi tetap sulit diselesaikan pada lokasi maka strategi alternative yang ada adalah untuk melengkapi proyek ada hal-hal yang dikerjakan diluar lokasi. Kelebihan utama dari layout ioni adalah adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan tenaga kerja. tiap produk atau pesanan yang sedikit diproduksi dengan memindahkannya dari satu depattemen ke deparetemen lain dalam urutan yang tertentu dari tiap produk. Contoh yang tepat adalah pada rumah sakit atu klinik. Layout jenis ini marupakan cara tradisional untuk mendukung strategi diferensiasi produk. Teknik untuk mengatasi layout posisi tetap tidak dikembangkan dengan baik dan kerumitannya bertambah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu: 1. Pada akhirnya kebutuhan modal akan semakin banyak Konsep perhitungan pada layout berorientasi proses akan dibahas pada topik berikutnya E. Peralatan penanganan bahan 2. Sehingga dengan demikian apabila terjadi permasalahan pada suatu mesin. Lagipula peralatan yang mempunyai keguanaan umum membutuhkan operator yang trampil dan persediaan barang setengah jadi menjadi lebih tinggi karena ketidakseimbangan proses produksi. Kapasitas dan persyaratan luas ruangan 3. perubahan penyetelan mesin. misalnya pad aproyek pembuatan jalan laying maka pembuatan konstruksi besi dilakukan di luar lokasi setelah jadi tinggal menakukan penanamannya di lokasi proyek. layout jenis ini adalah yang paling tepat untuk pembuatan produk yang melayani konsumen dengankebutuhan berbeda-beda. Aliran informasi 5. D. gedung). Volume bahan yang dibutuhkan sangat dinamis. Waktu produksi jadi lama karena butuh waktu lama untuk berpindah dalam system karena sulitnya penjadwalan. LAYOUT POSISI TETAP (FIXED POSITION LAYOUT) Masalah yang dihadapi dalam layout posisi tetap adalah bagaimana mengatasi kebutuhan layout proyek yang tidak berpindah atau proyek yang menyita tempat yang luas (seperti pembuatan jalan laying. Layout ini juga sangat baik diterapkan pada produksi komponen dalam batch kecil atau disebut “job lot” dan untuk produksi komponen dalam ukuran dan bentuk yang berbeda. 2. Pada proses yang disebut “job shop” setiap produk dalam kelompok kecil melalui urutan operasi yang berbeda. keunikan penanganan bahan. LAYOUT BERORIENTASI PROSES (PROCESS ORIENTED LAYOUT) Adalah sebuah layout yang berkaitan dengan proses produksi bervolume rendah dan variasi tinggi. LAYOUT PERKANTORAN (OFFICE LAYOUT) MK-MO/2011/DAN#2 55 . Kelemahan layout ini ada pada peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum. Tempatnya yang terbatas pada semua lokasi produksi. 3. Lingkungan hidup dan estetika 4.

Distribusikan “produk kuat” yaitu yang menjadi alasan utama para pengunjung berbelanyja. Cara penyelesaian layout kantor adalah menggunakan analisa digram hubungan (relationship chart) seperti yang dicontohkan di bawah ini. Direktur 2. Kedua macam kecenderungan ini mengakibatkan kebutuhan karyawan lebih sedikit berada di kantor. Contoh: Suatu kantor memiliki 9 ruangan yaitu untuk: 1. Gudang Pada layout ini ada dua kecenderungan yang perlu diperhatikan yaitu: 1. Layout ini didasarkan pad aide bahwa penjualan dan keuntungan bervariasi kepada produk yang menarik perhatian konsumen. Tempatkan bara-barang yang sering dibeli di sekitar batas luar toko. Ruang para insinyur 4. produksi sangat tergantung pada aliran bahan. 4. 2. namun demikian pada beberapa lingkungan kantor . Ada lima ide yang dapat dimanfaatkan dalam pengaturan toko yaitu: 1. Lemari peralatan 8.Hal yang membedakan antar layout kantor dan pabrik adalah pada kepentingan informasi. Sehingga banyak manajer ritel mencoba untuk mempertontonkan produk kepada konsumen sebanyak mungkin. Gunakan lokasi yang strategis untuk produk yang menarik dan mempunyai nilai keuntungan besarseperti kosmetika. Untuk itu manajer operasional perusahaan ritel dapat melakukan pengubahan pengaturan toko secara keseluruhan atau alokasi tempat bagi beragam produk dalam toko. 3. Pintu masuk kantor 6. laptop PDA menyebabkan layout perkantoran menjadi makin fleksibel dengan memindahkan informasi secara elektronik. Gunakan lokasi ujung lorong karena memiliki tingkat penglihatan yang tinggi MK-MO/2011/DAN#2 56 . Virtual company menciptakan kebutuhan dinamis akan ruang dan jasa. internet. Pusat arsip 7. F. Penelitian membuktikan bahwa semakin besar produk terlihat oleh konsumen maka penjualan akan semakin tinggi dan tingkat pengembalian investasi semakin tinggi. asesories. Teknologi seperti telepon seluler. Sekretaris 5. Peralatan fotokopi 9. Direktur teknologi 3. fax. pager. pada kedua sisilorong cdan letakkan secar tewrsebar untuk bisa dilihat lebih banyak konsumen. 2. LAYOUT USAHA ECERAN (RETAIL LAYOUT) Merupakan sebuah pendekatan yang berkaitan dengan aliran pengalokasian ruang dan merespon pada perilaku konsumen.

Hal ini dilakukan untuk menghindari aktivitas penerimaan secara formal. Cross Docking yang baik membutuhkan : . Misi toko dengan memilih posisi yang menjadi penghentian pertama bagi konsumen.5. Random Persediaan Digunakan di gudang untuk menempatkan persediaan dimana terdapat lokasi yang terbuka.Mengurutkan barang-barang dalam urutan tertentu untuk meminimalkan waktu perjalanan yang dibutuhkan untuk menjemput pesanan. Tanda-tanda.Membuat catatan persediaan sekarang secara akurat dan juaga lokasinya.penjadwalan yang ketat. . Kondisi yang berkenaan dengan lingkungan 2. Ada tiga konsep yang dikenal dalam layout gudang yaitu: 1. Tujuan utama dari layout ini adalah “memaksimalkan keuntungan luas lantai per kaki persegi”. Manajemen gudang yang modern marupakan suatu prosedur yang otromatis yang menggunakan ASRS (Automated Stirage Retrieval System). Customizing MK-MO/2011/DAN#2 57 . . tenaga kerj. 3.Membuat daftar lokasi yang “terbuka” . Disamping itu ada juga pertimbangan –pertiombangan lain yang disebut dengan “servicescapes” yang terdiri dari tiga elemen yaitu: 1. asuransi. LAYOUT GUDANG (WAREHOUSE LAYOUT) Merupakan sebuah disain yang mencoba meminimalkan biaya total dengan mencapai paduan yang terbaik antara luas ruang dan penanganan bahan. Layout gudang yang efektif meminimalkan kerusakan bahan di gudang.Pengiriman yang diterima memiliki identifikasi produk yang akurat dengan kode garis. penyimpanan dan bahan keluar. Disamping itu ada juga konsep yang masih diperdebatkan yaitu Biaya Slotting (Slotting Fees) yaitu biaya yang dibayar produsen untuk menempatkan produk mereka pada rak di rantai ritel atau supermarket.. Yang mana biaya penanganan bahan adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan transportasi bahng yang masuk. Manajemn bertugas mamaksimalkan tiap unit luas gudang yaitu mamanfaatkan volume penuhny asambil mempertahankan biaya penanganan bahan yang rendah. biaya pengawasan. bahn. penyusutan. simbol dan patung G. Sistim ini jika terkomputerisasi maka akan meliputi tugas-tugas: .Menugaskan barang atau sekumpilan barang tertentu pada wilayah gudang yang tertentu sehingga jarak tempuh total dalam gudang dapat dimimalkan. penghitungan persediaan/ penyimpanan dan pemilihan pesanan sehingga terjadi penghematan biaya. 2. . meliputi peralatan. Cross Docking Adalah cara menghindari penempatan bahan atau pasokan dalanm gudang dengan cara memproses secara langsung disaat diterima.Memadukan pesanan untuk mengurangi waktu penjemputan . Teknik ini berarti bahwa ruangan tidak perelu dikhususkan untuk barang-barang tertentu dan fasilitas dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Tata letak yang luas dan mempunyai fungsi 3.

2. Keuntungan layout ini adalah: 1. 4. 2. Biaya variabel per unit rendah yang biasanya dikaitkan dengan produk yang terstandardisasi dan bervolume tinggi. Kelemahan layout ini adalah 1. Hasil output yang lebih cepat. Lini ini dipacu oleh tugas yang diberikan kepada tanaga kerja atau pada stasiun kerja. H. Lini perakitan (assembly line) meletakkan komponen yang dipabrikasi secara bersamaan pada sekumpulan stasiun kerja.am pasar dimana terdapat perubahan produk yang sangat cepat. 3. Jika ada penghentian pada satu bagian akan berakibat pada seluruh operasi. Lini ini dipacu oleh mesin dan membutuhkan perubahan mekanis dan rekayasa untuk membuat keseimbangan. Cara ini sudah banyak dilakukan oleh perusahaan dengan misalkan penyediaan label pada usaha eceran sehingga barang dapat langsung dipajang. Dalam layout ini ada dua jenis yaitu: 1.Merupakan penggunaan gudang untuk menambahkan nilai produk melalui modifikasi. Proses pelatihan dan pengawasan yang lebih mudah 5. 4. Lini pabrikasi (fabrication line) membuat komponen seperti ban mobil. Produk distandarisasi atau mendekati fase siklus hidupnya. Asumsi yang digunakan adalah: 1. Butuh volume tinggi karena modalnya besar. Produksi yang berulang dan kontinyu. MK-MO/2011/DAN#2 58 . Volume yang ada mencukupi untuk pemanfaatan peralatan yang tinggi. Pasokan bahan baku dan komponen mencukupi dengan kualitas standar. perbaikan. 3. Biaya penanganan bahan rendah. Mengurangi persediaan barang setengah jadi.Cara ini biasanya berguna untuk menghasilkan keunggulan bersaing dal. pelabelan dan pengepakan. 2. LAYOUT BERORIENTASI PRODUK (PRODUCT ORIENTASI LAYOUT) Layout ini disusun di sekeliling produk atau keluarga produk yang sama yang memiliki volume tinggi dan variasi rendah. 2. Permintaan produk stabil. Fleksibilitas yang ada kurang saat menangani beragam produk atau tingkat produksi berbeda. 3.

Tujuan Strategi Sumber Daya Manusia Tujuan sumber daya manusia adalah untuk mengelola tenaga kerja dan mendisain pekerjaan sehingga orang-orang dapat diberdayakan secara efektif dan efisien. diantaranya adalah sebagai berikut: a. b. maka dalam bab ini akan dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan bagaimana pengelolaan sumber daya manusia agar dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi kinerja organisasi. Batasan-batasan pada Strategi Sumber Daya Manusia Ada berbagai batasan yang harus dipertimbangkan dalam membuat keputusan mengenai sumber daya manusia. STRATEGI SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF Suatu organisasi baik bisnis maupun non bisnis tidak akan dapat beroperasi tanpa adanya faktor sumber daya manusia. Oleh karena itu keberhasilan operasional akan ditentukan dengan pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dan efisien. 2. Untuk menjawab pertanyaan apa? maka berkaitan dengan keputusan strategi Produk yaitu keahlian dan bakat yang dibutuhkan. Terlebih pada sektor jasa dimana kepuasan konsumen ditentukan oleh pelayanan yang diberikan perusahaan melalui tenaga kerja yang menjadi operatornya. 1. b. Untuk menjawab pertanyaan kapan? maka berkaitan dengan keputusan strategi penjadwalan. bahan yang dibutuhkan dan masalah keamanan kerja. Oleh karena itu diperlukan suatu stretegi yang berkaitan dengan sumber daya manusia. MK-MO/2011/DAN#2 59 . Sumber Daya Manusia dan Disain Pekerjaan A. Pemberdayaan secara efisien sudah mempertimbangkan kendala keputusan manajemen operasional yang lain. sehingga dapat menentukan bakat dan keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional yang tersedia dalam organisasi. Kualitas lingkungan kerja sudah memadai baik fisik maupun psikologis dan adanya komitmen maupun kepercayaan dari pihak manajemen maupun pihak karyawan berjuang bersama untuk memenuhi tujuan umum. Akan tetapi agar tujuan tersebut tercapai maka harus dapat memastikan bahwa: a. Dengan alasan yang demikian.BAB VIII SUMBER DAYA MANUSIA YANG MENGACU PADA KUALITAS Suatu organisasi. demikian pula pada organisasi bisnis baik yang bergerak di sektor yang menghasilkan barang maupun jasa.

Klasifikasi Kerja dan Aturan Pekerjaan Banyak organisasi yang mengklasifikasikan kerja dan membuat peraturan kerja yang tegas sehingga akan membatasi karyawan dalam bekerja dan mengurangi fleksibilitas fungsi operasi. Mengikuti permintaan dengan tepat maka biaya tenaga kerja diperlakukan sebagai biaya variabel. yang dalam pelaksanaannya mempunyai variasi. c. b. Untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana? maka berkaitan dengan keputusan strategi layout sesuai dengan pilihan perusahaan. Penjadwalan Kerja (Work Schedulling) Sampai saat ini yang berlaku adalah Jadwal Kerja Standar (Standard Work Schedule) yaitu standar kerja selama 8 jam keja perhari 5 hari kerja perminggu. Flextime yaitu sebuah sistem yamg membolehkan karyawan dengan batasan tertentu dapat menentukan jadwal mereka masing-masing kapan mulai kapan selesai dan terbukti kepuasan kerja meningkat. Dengan mempertimbangkan batasan-batasan tersebut diatas. Memperpendek jam kerja dengan mengubah status karyawan menjadi part time status. atau penerapan shift kerja. PERENCANAAN TENAGA KERJA Perencanaan tenag kerja adalah sebuah cara untuk menetapkan kebijakan karyawan yang berkaitan dengan: 1. Ada dua kebijakan dasar mengenai kestabilan tenaga kerja yaitu: a. mesin maupun keamanan. e. biaya asuransi pengangguran. Menjaga jumlah karyawan secara konstan maka biaya tenaga kerja diperlakukan sebagai biaya tetap dengan konsekuensi mungkin tidak dapat memanfaatkan secarta penuh pada saat permintaan rendah. Flexible workweek yaitu sebuah jadwal kerja yang berbeda dari jadwal normal misalnya 10 jam kerja perhari selama 4 hari kerja perminggu. b. upah tinggi karena pekerjaan yang tidak stabil (karyawan tidak tetap). maka akan dapat dibuat tiga keputusan dalam strategi sumner daya manusia yaitu: Perencanaan Tenaga Kerja. B. Untuk menjawab pertanyaan dimana? maka berkaitan dengan keputusan strategi lokasi yaitu mempertimbangkan berbagai variabel yang dipertimbangkan dalam memilih lokasi seperti kondisi iklim maupun suhu udara. Disain Pekerjaan dan Standar tenaga kerja. Untuk menjawab pertanyaan siapa? maka berkaitan dengan masalah perbedaan individu dari kemampuan fisik maupun mental serta intelektual. pencahayaan maupun kualitas udara d. Akan tetapi memiliki konsekuensi timbulnya biaya lainnya diantaranya biaya penarikan dan pemberhentian karyawan.c. 3. diantaranya: a. Untuk menjawab pertanyaan mengenai prosedur? maka berkaitan dengan keputusan strategi proses yaitu mempertimbangkan teknologi. f. Kebijakan-kebijakan Kestabilan tenaga kerja Kestabilan tenaga kerja berkaitan dengan jumlah karyawan yang dipertahankan oleh sebuah organisasi. 2. Sebagian tugas manajer operasi adalah memperhatikan hal-hal demikian sehingga dapat MK-MO/2011/DAN#2 60 .

Komponen Psikologi (Psychological Components) Suatu strategi sumber daya manusia yang efektif membutuhkan pertimbangan komponen psikologis dari disain pekerjaan. c. Perluasan Kerja (Job Expansion) yaitu usaha meningkatkan kualitas lingkungan kerja dengan mengalihkan spesialisasi kerja menuju disain kerja yang lebih bervariasi. Oleh karena itu dengan membangun moral dan memenuhi persyaratan karyawan maka operasi akan lebih mudah jika manajer mengklasifikasikan kerja dan peraturan kerja yang menghalangi menjadi lebih sedikit. d.mengelolanya dengan baik. b. Terdapat tujuh komponen desain kerja yang meliputi: 1. Pemekaran pekerjaan (Job enlargement) yaitu pengelompokan beragam tugas yang memiliki tingkat keahlian yang hamper sama.tugas yang unik. sehingga karyawan menerima tanggung jawab yang lebih dan otoritas berpindah pada tingkat organisasi serendah mungkin. maka tenaga kerja yang fleksibel merupakan suatu prasyarat. Spesifikasi Kerja (Job Spesification) yaitu pembagian kerja menjadi tugas. merupakan pemekaran secara horizontal. DISAIN PEKERJAAN Disain kerja adalh sebuah pendekatan yang menentukan tugas-tugas yang terkandung dalam suatu pekerjaan bagi seorang atau sekelompok karyawan. MK-MO/2011/DAN#2 61 . 2. Lebih sedikit waktu yang terbuang. C. Hasil dari penelitian Hawthrorne tentang psikologi tempat kerja yang menyimpulkan bahwa terdapat system social yang dinamis di tempat kerja. Pengembangan ketrampilan. Diantaranya merupakan : a. 3. Pengayaan pekerjaan (Job enrichment) yaitu sebuah metode yang memberikan karyawan tanggung jawab yang lebih yang meliputi perencanaan dan pengendalian yang diperlukan untukl menyelesaikan pekerjaan. c. Apabila strategi ini dilaksanakan dalam rangka pencapaian keunggulan bersaing dengan respon cepat pada konsumen. karena semakin besar fleksibilitas perusahaan dalam mempekerjakan serta menentukan jadwal kerja maka perusahaan akan semakin efisien dan cepat tanggap. Pemberdayaan karyawan (Employee empowerment) yang merupakan praktek dalam memperluas pekerjaan. b. Pengembangan peralatan yang khusus. yang mana pencapaiannya dapat dilakukan dengan cara: a. Adapun modifikasinya dapat dengan cara: a. Rotasi pekerjaan (Job rotation) yaitu sebuah system dimana seorang karyawan dipindahkan dari satu pekerjaan yang khusus ke pekerjaan khusus lain. Kondisi tersebut berlaku terutama pada sektor jasa dimana transfer pelayanan dari perusahaan kepada konsumen memerlukan peran besar dari sumber daya manusia.

Tim semacam ini efektif karena pada dasarnya mereka dapat menyediakan pemberdayaan karyawan. d.Keahlian horizontal . Hasil penelitian Hackman dan Oldman yang menyimpulkkan adanya lima karakteristik disain kerja yaitu meliputi: . Analisis Metode kerja adalah mengembangkan prosedur kerja yang aman dan menghasilkan produk bermutu secara efisien. c. memastikan adanya karakteristik pekerjaan inti dan memuaskan banyak kebutuhan psikologis anggota tim secara individu.Umpan balik 4. Bonus (bonuses) yaitu penghargaan keuangan yang biasanya berbentuk pilihan tunai atau kepemilikan saham yang diberikan pada pihak manajemen. yang mana pemahaman akan permasalahan ergonomic akan meningkatkan kinerja manusia. Contohnya adalah menentukan tinggi meja tulis yang layak dengan cara mempertimbangkan ukuran individu dan tugas yang akan dikerjakan. 5.Keahlian vertical . Tim semacam ini dapat dikelola untuk tujuan jangka panjang atau jangka pendek. Adapun bentuk penghargaan keungan diantaranya: a. e. Disamping faktor psikologis berkontribusi dalam kepuasan kerja. Sistem insentif (Insentive system) yaitu sebuah system penghargaan karyawan yang didasarkan pada produktifitas perorangan atau kelompok.b. b. Pembagian laba (Profit sharing) yaitu sebuah system yang memberikan sebagian laba perusahaan untuk dibagikan pada karyawan.Kedalaman keahlian 6. Motivasi dan system insentif. Pembagian keuntungan (Gain sharing) yaitu sebuah system penghargaan bagi karyawan akan perbaikan kinerja organisasi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan: a. maka faktor keuangan juga merupakan motinvator yang cukup berarti bagi karyawan. Ergonomi dan Analisis Metode Kerja.Keragaman keah. Ergonomi berarti penelitian akan kerja yaitu penelitian terhadap kerja. Sistem pembayaran berdasarkan pengetahuan (knowledge-based pay systems) yaitu sebagian pembayaran bergantung kepada pengetahuan yang diperlihatkan atau ketrampilan yang dimiliki karyawan.lian .Identitas pekerjaan . Diagram alir dan diagram proses MK-MO/2011/DAN#2 62 . Beberapa system seperti ini memiliki tiga dimensi yaitu: .Otonomi .Arti pekerjaan . Tim yang mandiri (Self directed team) yaitu sekelompok individu yang diberdayakan dan bekerja bersama-sama untuk meraih sebuah tujuan yang sama.

Pengukuran Kerja A. Dengan adanya standar tenaga kerja yang akurat. dari perkiraan biaya hingga keputusan make or buy. Proporsi pekerja dari setiap produk yang dihasilkan (biaya pekerja) 2. Diagram gerakan mikro. Konsep ini membutuhkan pengawasan yang lebih sedikit karena karyawan memahami standar. b. berapa biaya yang harus dikeluarkan. Diagram aktifitas c.b. melihat hasilnya dan mengerti apa yang harus dilakukan. MK-MO/2011/DAN#2 63 . Tingkat produksi yang diharapkan sehingga pihak manajer maupun karyawan mengetahui apa saja yang termasuk dalam satu hari kerja normal. Kanban merupakan sebuah tipe tanda visual yang mengindikasikan kebutuhan produksi yang lebih banyak. Andon adalah sebuah tanda misalnya lampu yang bertujuan memanggil orang yang memberi tanda terdapat suatu masalah. Perkiraan biaya dan waktu sebelum operasional dilaksanakan dalam rangka mengambil berbagai keputusan. walaupun mungkin standar tersebut bervariasi antara yang ditetapkan melalui metode tidak formal dengan tyang ditetapkan secara professional.. 3. 5. Tempat kerja visual Adalah penggunaan beragam tehnik komunikasi visual untuk mengkomunikasikan informasi secara cepat bagi semua pihak yang berkepentingan. Setiap peruasahaan memiliki standar pekerja.Tempat kerja visual dapat berwujud dalam berbagai bentuk. 7. D. apa saja yang terkandung dalam satu hari kerja normal. contohnya: a. Tujuan tempat kerja visual adalah untuk menghilangkan aktifitas yang tidak memberikan nilai tambah dan semua bentuk pemborosan dengan cara memvisualisasikan semua masalah. Kebutuhan staf yaitu menyangkut berapa banyak pekerja yang dibutuhkan untuk melakukan operasional. ketidaknormalan dan standar yang ada. 4. STANDAR PEKERJA DAN PENGUKURAN KERJA Manajemen operasi yang efektif membutuhkan standar yang dapat membantu perusahaan untuk menentukan: 1. manajemen dapat mengetahui apa kebutuhan tenaga kerjanya. STANDAR PEKERJA Standard pekerja merupakan jumlah waktu yang diperlukan untuk melaksanakan sebuah pekerjaan atau sebagian pekerjaan. Jumlah kru dan keseimbangan pekerjaan yaitu siapa mengerjakan apa dalam satu aktifitas kelompok atau pada satu lini produksi.

di mana pekerjaaan dijalankan. 7.6. Pengukuran secara langsung 2. Standar waktu yang telah ditentukan (Predetermited time standards) 4. yaitu : (a) Jam Henti (stop watch) (b) Samplingn Pekerjaan. Standar seperti ini lazimnya didapatkan datanya dari kartu waktu pekerja atau dari data produksi. C. a) ATURAN PENGKURAN WAKTU Untuk melakukan pengukuran waktu. PENGALAMAN MASA LALU (WORK SAMPLING) Standar pekerja dapat diestimasi berdasarkan apa yang telah terjadi di masa lalu yaitu berapa jam kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. STUDI WAKTU (TIME STUDY) Metode studi waktu awal mula dikembangkan oleh FW Taylor dan kemudian semakin berkembang dengan memasukan rating factor (faktor penyesuaian). Pengalaman masa lalu (historical experience) 2. Pengambilan sampel kerja (Work sampling) B. Studi waktu (time study) 3. Akan tetapi kelemahannya adalah tidak obyektif dan tidak dapat diketahui keakuratannya apakah kecepatankerjanya layak atau tidak. Pengukuran secara tidak langsung. Adapun penetapan standar pekerja dapat menggunakan empat cara yaitu: 1. dengan catatan mengetahui jalannya pekerjaan melalui elemen-lemen pekerjaan. Pengkuran langsung. Cara ini memiliki kelebihan karena relative mudah dan murah didapatkan. Pengukuran tidak langsung merupakan pengukuran waktu tanpa harus berada di tempat pekerjaan dengan cara membaca tabel-tabel yang tersedia. diperlukan aturan-aturan sebagai berikut : 1. Dasar perencanaan insentif pekerja yang menjadi acuan untuk memberikan insentif yang tepat. dan apakah kejadian yang tidak biasa sudah diperhitungkan atau belum. Penetapan Tujuan Pengukuran MK-MO/2011/DAN#2 64 . Terdapat dua cara pengukuran langsung. merupakan pengukuran yang dilakukan secara langsung. Pada dasarnya teknik pengukuran waktu terbagi atas 2 bagian : 1. Metode ini sekarang menjadi teknik yang paling luas berkembang dan digunakan debagaui dasar pegukuran kerja secara kuantitatif. Oleh karena itu penggunaan teknik ini tidak dianjurkan maka tiga cara yang lain adalah yang dianjurkan. Efisiensi karyawan dan pengawasan untuk mengetahui apa yang digunakan dalam penentuan efisiensi. Dengan demikian diharapkan manajer operasional dapat menetapkan standar pekerja yang benar yaitu secara tepat dapat menentukan rata-rata waktu yang dibutuhkan seorang karyawan untuk melaksanakan aktifitas tertentu dalam kondisi kerja normal. Termasuk di dalam pengukuran tidak langsung ialah data waktu baku dan data waktu gerakan.

Langkah awal ialah melakukan pengukuran pendahuluan yang banyaknya ditentukan oleh pengukur. Pengukur harus dapat menjamin bahwa pekerjaan dalam kondisi normal. kemudian hasil pengukuran pendahuluan tersebut diuji keseragaman datanya. MK-MO/2011/DAN#2 65 . berapa tingkat ketelitian dan keyakinan yang diinginkan. biasanya sepuluh kali atau lebih. lembar pengamatan dan pena. Misalnya diketahui tingkat ketelitian 10% dan tingkat keyakinan 95%. artinya pengukur membolehkan rata-rata hasil pengukuran menyimpang sejauh 10% dari rata-rata sebenarnya dan kemungkinan berhasil mendapatkan hal ini sebesar 95%.2. 4. Apabila berada diluar batas kontrol. maka operator harus dilkatih agar menjadi terbiasa dan bekerja secara wajar. Batas kontrol ini merupakan subgrup. maka harus dibuang (dianggap berada diluar sistem sebab yang sama). c) MENENTUKAN TINGKAT KETELITIAN DAN KEYAKINAN Tingkat ketelitian menunjukan penyimangan maksimum hasil pengukurann dari waktu penyelesaian sebenarnya. sudah baik. b) MELAKUKAN PENGUKURAN WAKTU Secara umum pengukuran waktu ialah pekerjaan mengamati pekerja dan mencatat waktu-waktu kerjanya. 6. bahwa hasil yang diperoleh memenuhi syarat ketelitian tadi. baik setiap elelemen maupun siklus yang menggunakan alata-alata yang telah disiapkan. Tujuan ini ialah untuk mengetahui hal-hal penting yang harus diketahui dan menetapkan untuk apa hasil pengukuran digunakan. d) PERHITUNGAN WAKTU BAKU Untuk melakukan perhitungan waktu baku dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : a. Pemilihan Pekerjaan . Melakukan Penelitian pendahuluan Pengukuran waktu dilaksanakan apabila kondisi kerja dari suatu pekerjaan yang akan diukur. Untuk itu penelitian pendahuluan ialah untuk mengetahui baik atau buruk suatu kondisi kerja. Jika kondisinya belum baik. sedangkan tingkat keyakinan menunjukan besarnya keyakinan pengukuran. 3. apakah data seragam atau tidak. Hampir seluruh pekerjaan yang dilakukan dalam kegiatan pekerja yang bersiklus pendek dan berulang-ulang dapat menjadi obyek bagi studi waktu. maka harus diperbaiki dahulu. Menguraikan pekerjaan atas elemen-elemen pekerjaan Menyiapkan Alat Pengamatan/Pengukuran Alat yang dissiapkan ialah jam henti. 5. sehingga dapat diketahui batas kontrol atas (BKA) dan batas kontrol bawah (BKB). Memilih Operator Operator yang dipilih hendaknya yang berkemampuan normal dan dapat diajak kerjasama Melatih Operator Apabila diketahui kondisi kerja operator belum baik.

Jumlah siklus untuk mengukur waktu tergantung tingkat kepercayaan dan tingkat keyakinan secara statistik. Apabila setiap operator bervariasi dari siklus ke siklus. Menghitung Waktu Baku Waktu Baku = Waktu Normal + Kelonggaran (allowance) Kelonggaran ini meliputi Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi. Rumus waktu siklus : Jumlah Waktu CT = ----------------------n siklus d.b. Waktu Normal = Waktu siklus X Faktor penyesuaian (Rating Factor) Faktor penyesuaian meliputi beberapa cara : (1) Cara Persentase (2) Cara Schumard (3) Cara Westinghouse (4) Cara Obnyektif (5) Cara Bedaux (6) Cara Sintesa e. Hitunglah waktu baku dari suatu pekerjaan dengan data siklus sebagai berikut (satuan menit) : MK-MO/2011/DAN#2 66 . kelonggaran untuk menghilangkan rasa lelah dan kelonggaran untuk hambatan-hambatan yang tak terhindarkan. Menghitung Waktu Sikus Rata-rata Waktu siklus ialah waktu penyelesaian satu satuan produk sejak bahan baku di proses di tempat kerja. Menghitung Waktu Normal. pengukur harus mengukur berbagai siklus secukupnya untuk mendapatkan waktu yang valid. c.% (Waktu Cadangan) CONTOH SOAL A. Rumus lain : WB = NT(1+Waktu cadangan) NT WB = ---------------------------1 – Waktu Cadangan NT WB = -----------------------------------100 . Penentuan Jumlah Siklus.

Metode yang paling umum adalah metode pengukuran waktu (MTM = Methods Time Measurement). merakit. Standar waktu yang telah ditetapkan memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan studi waktu yaitu: MK-MO/2011/DAN#2 67 .8 2.3 1.2 1.8 Diketahui Rating Factor 90% dan perusahaan mencadangkan waktu per 8 jam. mengarahkan. mengambil.3 1.8 0.8 2. Untuk keperluan pribadi Untuk waktu penundaan : 20 menit : 30 menit B. yang mencakup aktifitas seperti memilih. Untuk keperluan pribadi Untuk waktu penundaan : 20 menit : 30 menit D. STANDAR WAKTU YANG TELAH DITENTUKAN (PREDETERMINED TIME STUDY) Merupakan suatu pembagian pekerjaan manual menjadi elemen dasar kecil yang waktunya telah ditetapkan dan dapat diterima secara luas. beristirahat.8 0.8 0. Standar waktu yang telah ditetapkan merupakan perkembangan dari gerakan dasar yang disebut sebagai Therblig yang ditemukan oleh Frank Gilbreth. Caranya dengan menjumlahkan faktor waktu bagi setiap elemen dasar dari pekerjaan. memegang. Hitunglah waktu baku dari suatu pekerjaan dengan data siklus sebagai berikut (satuan menit) : Pengamatan 1 2 3 4 5 6 7 8 Waktu (Menit) 2.2 2.2 1.2 2.9 10.Pengamatan 1 2 3 4 5 6 7 8 Waktu (Menit) 2.9 10.8 Mesin (Menit) 0. meneliti.8 0.8 0.0 2.8 0. Cara ini membutuhkan biaya yang besar.0 2. menjangkau.2 1.8 0.8 Diketahui Rating Factor 90% dan perusahaan mencadangkan waktu per 8 jam.2 1.

Pengamat tidak perlu latihan khusus dan tidak perlu pengukur waktu yang khusus. Tipper pada tahun 1930. Standar waktu dapat dibuat di laboratorium sehingga prosedur ini tidak mengganggu aktifitas sesungguhnya. 3. penugasan ulang. Metode ini membutuhkan pengamatan secara acak untuk mencatat aktifitas yang dilakukan pekerja. perkiraan biaya aktifitas dan kelonggaran keterlambatan bagi standar pekerja. 2. 2. Apabila pengambilan sample ini untuk menetapkan kelonggaran keteralambatan. Tentukan bagaimana pekerja menghabiskan waktu mereka biasanya dalam persentase. Seorang analis hanya mencatat aktifitas yang dilakukan secara acak. Serikat pekerja cenderung menerima metode ini sebagai cara yang wajar untuk menetapkan standar. Lakukan pengamatan dan catat aktifitas pekerja. Konsep angka acak digunakan untuk mendapatkan pengamatan yang benar-benar acak. 3. Hasilnya terutama digunakan untuk menentukan bagaimana karyawan mengalokasikan waktu mereka diantara aktifitas yang beragam. Fokus pada pengambilan sampel kerja adalah untuk menentukan bagaimana para pekerja mengalokasikan waktu mereka diantara beragam aktifitas yang dilakukannya. 2. maka sering disebut penelitian rasio keterlambatan (ratio delay study). Hitung ukuran sample yang dibutuhkan. 4. PENGAMBILAN SAMPEL KERJA Metode ini dikembangkan di Inggris oleh L.1. Pengambilan sample kerja memperkirakan persentase waktu yang dihabiskan oleh seorang pekerja pada beragam pekerjaan. Standar waktu yang telah ditentukan biasanya efektif pada perusahaan yang melakukan sejumlah besar penelitian pada tugas yang sama. 3. Pengambilan sampel pekerja mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan studi waktu yaitu: 1. Hal ini dapat dicapai dengan menetapkan persentase waktu yang dihabiskan oleh seorang pekerja pada aktifitas yang ada pada sejumlah waktu tertentu. Lebih murah karena cukup seorang pengamat untuk mengamati beberapa pekerja secara bersamaan. Prosedur hanya sedikit dan gangguan hanya sedikit sehingga tidak menimbulkan keberatan bagi pekerja. 5. Penelitian dapat ditunda kapan saja karena hanya ada sedikit dampaknya. MK-MO/2011/DAN#2 68 . 5. 4. Pengambilan sampel secara spontan pada waktu panjang maka hanya sedikit kesempatan para pekerja untuk mempengaruhi hasil penelitian. 4. Karena standar dapat ditentukan sebelum pekerjaan benar-benar dilakukanmaka dapat digunakan untuk membuat rencana. Tidak ada pemeringkatan kinerja yang dibutuhkan. Mengambil sample awal untuk mendapatkan sebuah perkiraan nilai parameter seperti persentase waktu sibuk seorang pekerja. Hal ini akan mendorong adanya perubahan karyawan. Buat jadwal pengamatan pada waktu yang layak. 5. Prosedur dalam metode ini ada lima langlah sebagai berikut: 1. E.

pengambilan sampel kerja cenderung kurang akurat terutama jika pekerjaan tersebut siklusnya pendek. 3. Tidak membagi elemen kerja selengkap studi waktu. MK-MO/2011/DAN#2 69 . 2. Hasilnya bisa bias atau tidak benar.Akan tetapi terdapt kelemahan pada metode ini yaitu: 1. Karena tidak mengganggu.

Supply Chain Management Merupakan pengelolaan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah. Pabrik tepung terigu 6. supplier d. Distributor biskuit 11. Oleh karena itu Supply Chain Management antara lain meliputi penetapan: a. termasuk anda Yang gemar makan biskuit. Hal penting yang menjadi dasar pemikiran pada konsep ini adalah focus peda pengurangan kesiasiaan dan mengoptimalkan nilai pada rantai pasokan yang berkaitan. Penghasil gandum 2. banyak orang lebih suka menyebut supply chain dengan istilah supply MK-MO/2011/DAN#2 70 . Penghasil tebu 3. produksi maupun pengendalian persediaan. Hutang maupun piutang f. berlanjut ke ditribusi sampai kepada konsumen. Penghasil garam 4.informasi mengenai ramalan permintaan. Perusahaan transportasi dan pergudangan Gambar di bawahini menunjukkan skema hubungan antara semua perusahaan tersebut. Mereka melakukan tugasnya masing-masing dengan tujuan ingin memuaskan konsumen akhir. pergudangan g. ke kegiatan operasional di perusahaan. Pabrik kaleng 9.BAB IX MANAJEMEN RANTAI PASOKAN ( SUPLLY CHAIN MANAGEMENT) DAN E-COMMERCE Supply Chain dan Supply Chain Management Supply Chain Management berkaitan dengan siklus yang lengkap dari bahan mentah dari para supplier. Pabrik gula 7. Perusahaan apa sajakah yang terlibat sehingga anda bisa membeli produk tersebut di sebuah supermarket? Anda akan dengan mudah membayangkan bahwa setidaknya pihak-pihak berikut terlibat dalam supply chain biskuit kaleng tersebut: 1. 1. Penghasil aluminium 5. Pengangkutan. Distributor garam 8. b. distributor dan pihak yang membantu transaksi seperti Bank e. pembayaran secara tunai atau kredit (proses transfer) c. dilanjutkan kegiatan transformasi sehingga menjadi produk dalam proses. pemenuhan pesanan h. Supermarket 12. kemudian menjadi produk jadi dan diteruskan dengan pengiriman kepada konsumen melalui sistim distribusi. Karena pada hakekatnya mereka membentuk suatu jaringan (bukan sekedar rantai). Kegiatan-kegiatan yang dilakukan mencakup pembelian secar tradisional dan berbagai kegiatan penting lainnya yang berhubungan dengan supplier dan distributor. Pabrik biskuit 10.

Oleh karena itu. atau pendekatan pengelolaannya. hubungan antar pihak pada suatu Supply chain berlangsung jangka panjang. apakah supply chain management (SCM)? Istilah SCM ? Istilah SCM pertama kali dikemukakan oleh Oliver & Weber pada tahun 1982 (cf. ongkos yang terlibat dalam mengevaluasi calon-calon perusahaan partner bisa cukup besar. memproduksi barang. Dalam konteks lingkungan bisnis yang semakin dinamis dewasa ini. Oliver & Weber. Dalam banyak kasus. alat. Jadi. kembali pada pertanyaan awal tadi. supply chain management tidak hanya berorientasi pada urusan internal sebuah perusahaan. ukuran jangka panjang' berlaku sangat relatif. mereka harus bekerjasama untuk membuat produk Yang murah. tetapi banyak software yang bisa digunakan sebagai alat untuk membantu dalam mengelola supply chain. Hanya dengan kerjasama antara elemen-elemen pada supply chain tujuan tersebut akan bisa dicapai. Idealnya. SCM adalah metode. Kenapa diperlukan koordinasi dan kolaborasi antar perusahaan pada supply chain? Karena perusahaan-perusahaan Yang berada pada suatu supply chain pada intinya ingin memuaskan konsumen akhir Yang sama. Orang Indonesia terkadang menerjemahkan istilah supply chain dengan rantai pasok. Lambert et al. dan dengan kualitas Yang bagus.network. Apakah ada perusahaan di Indonesia yang sudah menerapkan SCM? MK-MO/2011/DAN#2 71 . yakni perusahaan-perusahaan Yang terlibat dalam memasok bahan baku. Kalau supply chain adalah jaringan fisiknya. Misalnya. 1998). melainkan juga urusan eksternal Yang menyangkut hubungan dengan perusahaanperusahaan partner. Pada buku ini kita akan tetap menggunakan istilah supply chain karena istilah ini Yang paling dikenal luas di dunia. Namun perlu ditekankan bahwa SCM menghendaki pendekatan atau metode yang terintegrasi dengan dasar semangat kolaborasi. 1982. Hubungan jangka panjang memungkinkan semua pihak untuk menciptakan kepercayaan yang lebih baik serta menciptakan efisiensi bisa tercipta karena hubungan jangka panjang berarti mengurangi ongkos-ongkos untuk mendapatkan perusahaan partner baru. cukup tepat kalau banyak orang mengatakan bahwa persaingan dewasa ini bukan lagi antara satu perusahaan dengan perusahaan Yang lain. 1 5 10 2 6 9 3 7 10 4 8 11 11 11 11 Gambar Model konfigurasi supply chain biskuit Kemudian. tetapi antara supply chain Yang satu dengan supply chain yang lain. supply chain management tidak identik dengan sebuah software. maupun mengirimkannya ke pemakai akhir. the Council of Logistics Management memberikan definisi berikut: Jadi. mengirimkannya tepat waktu. Ada beberapa definisi tentang SCM. Namun perlu dicatat bahwa orientasi jangka panjang dalam konteks supply chain di lapangan harus tetap diinterpretasikan secara fleksibel.

pengendalian kualitas Perencanaan jaringan distribusi. Kalau saat ini anda berdiri di tepi jalan yang agak ramai selama 15 menit saja. mengirimkan PO ke supplier. Beberapa industri yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah garmen. mencetak purchase order (PO).Pada hakekatnya mereka semua memiliki metode atau pendekatan dalam mengelola supply chain mereka. Bagian pembelian semakin dianggap strategis oleh banyak perusahaan besar maupun kecil di dunia. Perencanaan & Pengendalian Operasi / Produksi Pengiriman Distribusi - Kegiatan merancang produk baru (product development) Kegiatan mendapatkan bahan baku. Bahkan industri-industri yang tadinya tidak terlalu mepentingkan variasi juga banyak yang berubah menjadi lebih inovatif. bukan hanva dari perannya dalam mendapatkan bahan baku MK-MO/2011/DAN#2 72 . elektronik (misalnya camcorder dan digital camera). Pada industri inovatif. RFQ). komputer. Bagian Pembelian (Procurement) Secara tradisional bagian pengadaan atau pembelian dianggap bagian. peramalan permintaan. melakukan pengiriman / distribusi (Distribution) Pengembangan Produk (Product Development) Bagian ini sangat penting artinya bagi perusahaan-perusahaan yang ada pada kelompok industri inovatif. industri pengepakan (packaging). tidak terhitung banyaknya jenis mobil yang anda bisa lihat. Siklus hidup produk (product life cycle) pada industri ini biasanya sangat pendek. membina dan memelihara hubungan dengan supplier Demand planning. industri otomotif tadinya hanya meluncurkan beberapa tipe mobil ke pasar. penjadwalan pengiriman mencari dan memelihara hubungan dengan perusahaan jasa pengiriman. jumlah produk baru yang diluncurkan tiap tahun bisa cukup banyak.yang kurang strategis. merancang produk baru. perencanaan kapasitas. memonitor supply risk. Dewasa ini anggapan tersebut sudah sangat banyak berubah. Bagian ini sering hanya diasosiasikan dengan kegiatankegiatan administrasi (klerikal) seperti meminta penawaran dari supplier (request for quotation. Dengan maraknya industri otomotif Jepang. melakukan pembelian bahan baku dan komponen. namun tentu tidak semua dari mereka yang menerapkan pendekatan yang integratif dan kolaborasi. (Procurement) Kegiatan merencanakan produksi dan persediaan (Planning & Control) Kegiatan melakukan produksi (Production) Kegiatan. Contohnya. Ford dengan sistem mass prodution-nya hanya memiliki beberapa jenis mobil di pasaran. memonitor service level di tiap pusat distribusi. dan sebagainya. mengevaluasi kinerja supplier. perusahaan-perusahaan otomotif mulai bersaing dengan menonjolkan kemampuan mereka untuk menciptakan rancangan-rancangan yang inovatif. dan sebagainya. melibatkan supplier dalam perancangan produk baru Memilih supplier. Bagian Pengembangan Produk Pengadaan Cakupan kegiatan antara lain Melakukan riset pasar. Beberapa puluh tahun yang lalu. perencanaan produksi dan persediaan Eksekusi produksi. Ini dikarenakan bagian ini punya potensi untuk menciptakan daya saing perusahaan ataupun supply chain.

Kegiatan produksi dalam konteks supply chain tidak harus dilakukan di dalam perusahaan. Perusahaan-perusahaah valig menyediakan jasa transportasi. tugas berikutnya dalam lingkup supply chain adalah mengirim produk tersebut agar sampai di tangan pelanggan pada waktu dan tempat yang tepat. dan meningkatkan responsiveness. the University of Pennsylvania. Perusahaan seperti Nike banyak berkonsentrasi pada kegiatan pemasaran dan perancangan produk. Dengan demikian. Operasi / Produksi Bagian ini bertugas secara fisik melakukan transformasi dari bahan baku. pergudangan. Perusahaan kemudian berkonsentrasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang memang menjadi core competency mereka. Ma:shal Fisher.dengan harga murah. melakukan riset pasar. dan sebagainya sering dinamakan dengan 3PL atau third party logistic service providers. sementara kegiatan produksi dilakukan oleh pihak ketiga di negara-negara berkembang. bahan setengah jadi. tetapi juga dalam upaya men. namun juga fungsi-fungsi non-fisik seperti membuat perencanaan. tetapi juga responsif). Antara Fungsi Fisik dan Fungsi Mediasi Pasar Di atas kita telah mendiskusikan berbagai cakupan kegiatan yang masuk dalam klasifikasi supply chain management. dalam menetukan berapa banyak suatu produk akan diproduksi. Misalnya. koordinasi rencana produksi menjadi sangat penting. (dengan memilih supplier-supplier yang bukan hanya murah. Aktivitas pengiriman ini bisa dilakukan sendiri oleh perusahaari atau dengan menyerahkannya ke perusahaan jasa transportasi. meningkatkan kualitas produk (dengan bekerjasama dengan supplier untuk menjalankan program-program kualitas). Dari uraian di atas bisa kita katakan bahwa fungsi supply chain management tidak hanya terbatas pada kegiatan fisik seperti memproduksi dan mengangkut barang dari satu tempat ke tempat lain. Bahkan beberapa perusahaan tidak memiliki fasilitas produksi. Dengan banyaknya perusal-man-perusaliaan yang beroperasi secara global dan memiliki pabrik di beberapa tempat. atau. Kegiatan fisik MK-MO/2011/DAN#2 73 . komponen menjadi produk jadi. Pengiriman / Distribusi Pada saat produk sudah selesai diproduksi. yakni memindahkan kegiatan produksi ke pihak subkontraktor. produktivitas tenaga kerja dan sumber daya lainnya akan bisa ditingkatkan karena semua pihak akan berkonsentrasi pada kompetensi mereka masing-masing. Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang tidak melakukan sendiri kegiatan pengiriman produk ke distributor atau ke pelanggan sehingga peluang perusaliami jasa transportasi untuk berkembang semakin besar. informasi tentang data penjualan terakhir di tingkat ritel serta berapa banyaknya stok produk yang masih mereka miliki sangat penting diketahui oleh pabrik. Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang melakukan outsourcing.-ngkatkan tinie to inarket (dalam perancangan produk baru). maupun pengiriman produk bisa dilakukan dengan efisien dan tepat waktu. Perencanaan dan pengendalian (Planning and Control) Perencanaan dan pengendalian dalam supply chain memainkan peranan yang sangat vital. Bagian inilah yang banyak bertugas untuk nienciptakan koordinasi taktis maupun operasional sehingga kegiatan produksi. dan sebagainya. Pengiriman produk ke pelanggan atau pemakai akhir tentunya-melibatkan kegiatan transportasi. Dewasa ini. membuat klasifikasi kegiatan pada supply chain menjadi dua yaitu: 1. seorang professor di Wharton School. pengadaan material. kegiatan perencanaan juga harus dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak lain pada supply chain. namun hanya mengelola kegiatan-kegiatan tertentu dalam supply chain. Kegiatan mediasi pasar 2.

Banyak orang melihat kegiatan supply chain hanya sebatas pada kegiatankegiatan fisik ini dan mengabaikan pentingnya aktivitas mediasi pasar di atas. Di sisi lain. Ketidakpastian menimbulkan ketidakpercayaan diri terhadap rencana yang sudah dibuat. Di dalam perusahaan sendiripun perbedaan kepentingan ini sering muncul. Sebaliknya ramalan yang terlalu rendah mengakibatkan banyak pelanggan tidak mendapatkan barang karena persediaan terlalu sedikit. Pihak-pihak tersebut sering kali memiliki kepentingan yang berbeda-beda. bahkan tidak jarang bertentangan (conflicting) antara yang satu dengan yang lainnya. bagian produksi biasanya cukup resisten terhadap perubahan-perubahan mendadak seperti itu karena akan berakiba t pada rendahnya utilitas mesin dan seringnya pengadaan bahan baku harus dimajukan atau diubah. Konflik antar bagian ini merupakan satu tantangan besar dalam mengelola sebuah supply chain. Sebagai contoh. Kompleksitas struktur supply chain Suatu supply chain biasanya sangat kompleks. melibatkan banyak pihak di dalam maupun diluar perusahaan. Akibatnya produk menumpuk tidak terjual atau harus terjual dengan melakukan penurunan harga (markdown) di bawah ongkos produksinya. Ketidakpastian Ketidakpastian merupakan sumber utama kesulitan pengelolaan suatu supply chain. mengkonversi bahan baku dan komponen menjadi produk jadi. Kesalahan dalam meramalkan jumlah permintaan juga bisa fatal bagi supply chain. Survei pasar yang salah akan mengakibatkan rancangan produk tidak sesuai dengan keinginan pelanggan. fungsi fisik lebih pada kegiatan-kegiatan mendapatkan bahan baku. Tantangan 2. meramalkan tingkat permintaan. merancang produk yang mencerminkan keinginan pasar tersebut. Tabel Dua jenis aktivitas. dan pelayanan purna jual adalah sebagian dari kegiatan-kegiatan mediasi pasar. Melakukan survei pasar untuk mendapatkan model produk apa yang akan disukai oleh pelanggan pada suatu musim jual. Ini akan membuat kinerja bagian produksi kelihatan kurang bagus. Di sisi lain. Melakukan kegiatan mediasi pasar dengan benar sangatlah penting bagi supply chain secara keseluruhan.Kegiatan mediasi pasar bertujuan untuk mencari titik temu antara apa yang dinginkan o!eh konsumen atau pelanggan dengan apa yang dibuat dan dikirim oleh supply chain. Perubahan jadwal produksi secara tiba-tiba sering harus terjadi karena bagian pemasaran menyepakati perubahan order pesanan dari pelanggan. bagian pemasaran ingin memuaskan pelanggan sehingga sering membuat kesepakatan dengan pelanggan tanpa mengecek secara baik kemampuan bagian produksi. menyimpan serta mengirimkannya sampai ke tangan pelanggan. pada supply Aktivitas fisik • Sourcing (mencari bahan baku) • Produksi • Penyimpanan material / produk • Distribusi / tiansportasi • Pengembalian produk (return) TANTANGAN-TANTANGAN SUPPLY CHAIN Tantangan 1. Ramalan yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan tingginya ongkos persediaan dan ongkos markdown. Sebagai Aktivitas mediasi pasar • Riset pasar • Pengembangan produk • Penetapan harga diskon • Pelayanan purna jual MK-MO/2011/DAN#2 74 .

bukan hanya yang bergerak pada sektor manufaktur. Mereka hanya bisa meramalkan dan kita semua sadar bahwa ramalan hampir selalu tidak benar. namun tentu banyak juga kasus dimana ketidakpastian pasokan bahan baku atau komponen menjadi isu yang lebih dominan. semakin ke hulu ketidakpastian permintaan ini biasanya semakin meningkat. adanya syarat jumlah pengiriman minimum dari pabrik. Berbagai keputusan dan aksi ini dilakukan untuk mencapai tujuan jangka panjang yang telah ditentukan. Dalam organisasi manufaktur kita mengenal istilah manufacturing strategy. Ini bisa berupa ketidakpastian pada lead time pengiriman. Pertama adalah ketidakpastian permintaan. serta kuantitas. penambahan kapasitas produksi. ada tiga klasifikasi utama ketidakpastian pada supply chain. serta ketidakpastian waktu maupun kualitas produksi. Sedangkan sumber yang ketiga adalah ketidakpastian internal yang bisa diakibatkan oleh kerusakan mesin. pemberlakuan sistem pengendahan kualitas yang bai-LI. penggabungan dua fasilitas produksi. maupun oleh sebuah supply chain. pengalihan tanggung jawab pengelolaan persediaan ke supplier. dan sebagainya. waktu (safety time). Strategi Supply Chain Setiap perusahaan yang ingin menang atau bertahan dalam persaingan harus mediliki strategi yang tepat. Strategi pada hakekatnya bukanlah sebuah keputusan atau aksi tunggal melainkan adalah kumpulan berbagai keputusan dan aksi yang dilakukan oleh suatu organisasi atau oleh beberapa organisasi secara bersada-sama. strategi pengembangan produk. tetapi juga untuk sektor jasa dan organisasi lainnya. termasuk adanya kesalahan administrasi persediaan. oleh sebuah perusahaan secara keseluruhan. Dalam konteks supply chain. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang strategi supply chain mari k1ta definisikan dulu apa yang kita maksud dengan strategi supply chain. harga bahan baku atau komponen. perusahaan sering menciptakan pengaman di sepanjang supply chain. kinerja mesin yang tidak sempurna. Ketidakpastian kedua berasal dari arah supplier. strategi persediaan. strategi supply chain MK-MO/2011/DAN#2 75 . Pesanan dari sebuah supermarket ke distributor juga tidak pernah pasti karena berbagai faktor. permintaan pelang-an dianggap mendominasi ketidakpastian pada supply chain. Strategi diperlukarl oleh satu unit operasi dalam sebuah perusahaan. Beberapa buku teks dan jurnal menyebut istilah operatims strategy untuk menggambarkan strategi operasi suatu perusahaan. material yang dikirim. ketidakhadiran tenaga kerja. Bahkan. Berdasarkan sumbernya. Di sisi lain ketidakpastian sering menyebabkan janji tidak bisa terpenuhi.akibatnya. dan strategi teknologi. keputusan ini bisa berupa pendirian pabrik baru. perancangan produk baru. Besarnya ketidakpastian yang dihadapi tiap-tiap supply chain berbeda-beda. Pabrik menghadapi ketidakpastian pesanan dari distribusi karena berbagai sebab-sebab tadi. Strategi akan mengarahkan jalannya organisasi ke tujuan jangka panjang yang ingin dicapai. Peningkatan ketidakpastian atau variasi permintaan dari hilir ke hulu pada suatu supply chain dinamakan bullwhip effect. Demikian juga halnya dengan distribusi ke pabrik. ketidakpastian kualitas. Pada kebanyakan kasus. dan keharusan supermarket untuk mengakomodasikan ketidakpastian pelanggan mereka. penetapan jenis tata letak fasilitas (layout) yang akan digunakan. customer sevice level akan lebih rendah pada situasi dimana ketidakpastian cukup tinggi. Dengan kata lain. pengurangan judlah Supplier. ataupun kapasitas produksi maupun transportasi. Kalau strategi operasi banyak terkait dengan keputusan dan aksi internal seperti penentuan kapasitas produksi. Pengaman ini bisa berupa persediaan (safety stock). Sebuah toko atau supermarket tidak akan pernah bisa memiliki informasi yang pasti berapa suatu produk x akan terjual pada minggu atau hari tertentu.

cepat 4. Sebagai contoh. Pasar bagi pabrik chips bukanlah pabrik perakit komputer yang membeli chips tersebut melainkan adalah pelanggan akhir yang akan menggunakan komputer tersebut. tujuan-tujuan di atas bisa dicapai apabila memiliki kemampuan untuk 1. beroperasi secara efisien 2. menciptakan kualtas 3. bervariasi Dalam konteks operasi supply chain. apakah akan melakukan sendiri kegiatan logistik (warehousing. dll. fleksibel 5. inovatif Kemampuan SC beroperasi secara efisien menciptakan kualitas cepat fleksibel inovatif murah berkualitas tepat waktu bervariasi Aspirasi Pelanggan Gambar : Aspirasi pelanggan dan kemampuan strategis supply chain Karakteristik Produk dan Pasar Sebagaimana disinggung sebelumnya. Namun semua pihak pada supply chain harusnya sadar bahwa mereka sernua tergantung sepenuhnya dengan pemakai akhir dari produk yang mereka buat sehingga masuk akal kalau kata pasar dalam konteks supply chain mengacu pada end customers (pelanggan akhir). Untuk bisa memenangkan persaingan pasar maka supply chain harus bisa menyediakan produk yang : 1. transportasi. dan sebagainya. Banyak produk yang dibeli opeh pelanggan MK-MO/2011/DAN#2 76 . murah 2. Di dalamnya akan tercakup keputusan strategis tentang jaringan pasokan (supply network) yang menyangkut keputusan tentang supplier mana yang akan dipilih. dan bukan pada immediate customers. berkualitas 3. tingkat kepentingan dari empat aspirasi pasar di atas tentu tidak sama untuk tiap produk dan tiap segmen pasar.mencakup hal yang lebih luas dan keluar dari batas internal sebuah perusahaan. pabrik chips tidak akan bertahan lama kalau produk komputer yang dihasilkannya tidak disukai di pasar. di mana saja lokasi gudang dan pusat distribusi akan didirikan. supplier mana yang akan diajak sebagai mitra jangka panjang.) atau menyerahkannya ke pihak ketiga. tepat waktu 4.

Tabel : Perbedaan karakteristik produk fungsional dan inovatif Aspek Fungsional Inovatif Siklus hidup Panjang. kecepatan dalam memunculkan variasi baru menjadi penting dalam persaingan. Pada produk-produk yang perkembangan teknologinya cepat seperti halnya kamera digitas dan telepon genggam.2% Bisa sampai 10% produk 40% (stockout rate) Kelebihan persediaan Jarang karena musim jual Sering terjadi di sangat panjang akhir musim jual Biaya penurunan Mendekati 0% 10-25% harga jual (markdown) Marjin keuntungan per rendah tinggi unit yang terjual dengan harga normal Strategi supply chain Lokasi fasilitas Sistem produksi Persediaan Transportasi Pasokan Pengembang -an produk Gambar : Komponen keputusan taktis untuk mendukung strategi supply chain MK-MO/2011/DAN#2 77 .20 variasi Banyak. akurasi Sangat sulit.karena fungsinya sehingga harga dan kualitas menjadi kriteria penting bagi pelanggan. bisa mencapai ribuan Volume per SKU tinggi rendah Peramalan permintaan Relatif mudah. antara 3 bulan tahun sampai 1 tahun Variasi per ketegori Sedikit. bisa lebih dari 2 Pendek. 10 . Pelanggan mau membayar dengan harga yang lebih mahal untuk mendapatkan produk yang inovatif dan spesifik untuk diri mereka. kesalahan tinggi ramalan tinggi Tingkat kekurangan Hanya 1% . Di sisi lain banyak produk yang laku karena supply chain bisa membuat variasi yang beragam.

punya akses tenaga terampil dan teknologi yang memadai Sistem produksi harus fleksibel dan ada kapasitas ekstra Diperlukan persediaan pengaman yang cukup di lokasi yang tepat Diperlukan transportasi cepat. Inbound transportation 4. Material planning and scheduling 2. potensi penurunan cycle time ada pada pengembangan produk baru dan beberapa hal lain seperti yang ditunjukan pada gambar 1 di bawah ini. Karena penurunan cycle time tidak terlalu banyak bisa dilakukan pada proses pengiriman. Bila perlu tetapkan kebijakan LTL / LCL Pilih supplier berdasarkan kecepat-an. Komponen yang bisa mereduksi cycle time : 1. Material review activities 6. fleksibilitas. Sistem produksi Tingkat utilitas sistem produlksi harus tinggi Persediaan Perlu upaya merninimasi tingkat persediaan Pengiriman TL / CL atau subkontakkan ke pihak ketiga Pilih supplier dengan harga dan kualitas sebagai kriteria utama Fokus ke minimasi ongkos Responslif Cari lokasi yang dekat pasar. perusahaan harus mencari celah yang lain. Cycle time yang dimaksud disini adalah siklus antara order diterima dari pelanggan sampai produk akhir dideviler ke pelanggan tersebut. Warehouse operation 9. seorang senior executive Sony mengatakan bahwa salah satu kunci kritis keberhasilan produk inovatif yang memiliki value added tinggi adalah cycle time yang pentek. logistic. Manufakturing processes 7. Purchase order cycle 3. Customer order processing 8. Fleksibilitas yang tinggi dan kecepatan merespon pasar ( cycle time yang pendek) mengakibatkan pengaruh ketidakpastian pasar bisa direduksi oleh perusahaan. tentu keterlambatan delivery seminggu saja mengakibatkan opportunity loss yang sangat tinggi. Bagi Sony. dan pelayanan pelanggan (customer service). Material receipt and inspection 5.Tabel : Keputusan taktis dan strategi supply chain Keputusan Efisien taktis Lokasi fasilitas Tempatkan pabrik di necara yang ongkos tenaga kerjanya murah. Return materials / reverse logistics MK-MO/2011/DAN#2 78 . Di dalamnya termasuk kegiatan perancangan ( design). Dengan produk life cycle yang hanya 2 – 3 bulan. manufaktur (produksi). dan kualitas Gunakan modular design dan tunda differensiasi produk sebisa mungkin (postponement) Transportasi Pasokan Pengembangan produk Kunci Keberhasilan : Time to Market yang Pendek Yoshihiro Taya. Outbound transportation 10.

Dikatakan demikian karena perancangan produk adalah upaya untuk mengakomodasikan aspirasi pelanggan shingga produk yang dihasilkan akan sesuai dengan yang diinginkan. Kami berupaya sedapat mungkin agar proses dari design ke engineering ke manufakturing sampai ke marketing secepat mungkin. proses merancang produk baru harus melalui berbagai fase kegiatan dan masing-masing kegiatan tersebut tentunya memakan waktu d. kecepatan meluncurkan rancanganrancangan yang baru sangatlah penting. Mempercepat proses-proses ini lebih mudah dilakukan di Jepang”. Sebagaimana kita ketahui. Mereka diperlakan untuk memberikan masukan tentang material apa yang cocok untuk suatu rancangan produk baru dan apakah supplier tersebut nantinya bisa rnemasok material yang dibutuhkan. adalah: • Idea generation • Business / technical assessment • Product concept • Product engineering & design • Prototype design • Test and pilot production • Manufacturing ranip up • Launch Secara tradisional. Bagi kami. waktu adalah sesuatu yang sangat penting. Yoshihito Taya mengatakan. fungsi supply chain pada dasarnya bisa dibedakan menajdi fungsi fisik dan fungsi mediasi pasar. Selama ini kita mengirim material untuk camcorder dari Jepang untuk dirakit di Cina yang ongkos tenaga kerjanya murah. Time to Market sebagai Faktor Keunggulan Bersaing Bagi perusahaan yang menangani produk-produk inovatif. Harga memang bisa lebih tinggi kalau diproduksi di Jepang. Untuk mempercepat proses perancangan produk baru.an biaya. Proses dari pencarian ide sampai rancangan siap diluncurkan bisa cukup lama dan di dalamnya sering kali terjadi pengulangan . Fase-fase kegiatan dalam perancangan produk baru.pengulangan untuk menyesuaikan rancangan dengan informasi-informasi terbaru yang diperoleh tim perancang. Namun untuk camcorder kita tidak bisa membeli material lokal. Dewasa ini. kami mempekerjakan engineer perancang produk 2 shift. peningkatan 79 MK-MO/2011/DAN#2 . Survey yang dilakukan olell Handfield et al. Alasan-alasan tersebutlah yang mendorong Sony mereview kembali keberadaannya di Cina dan akhirnya diputuskan untuk dipindahkan kembali ke Jepang untuk kegiatan produksi camcorder dan digital camerenya. Time to market adalah waktu antara gagasan peraticangan produk baru dimulai sampai produk tersebut dipasarkan. Sebaliknya potensi tersebut cukup besar kalau Sony berdiri di Jepang. (1999) menunjukkan bahwa keterlibatan supplier-supplier kunci dalam proses perancangan produk baru memberikan manfaat yang signifikan. supplier sering dipilih setelah rancangan produk selesai dibuat dan siap diproduksi. dan pelayanan purna jual. “Kita memproduksi komoditi di Cina karena bisa mendapatkan material lokal.Namun ketika diamati secara cermat. Sementara kami juga memiliki pusat R & D di Jepang untuk mengembangkan produk-produk baru. Perancangan Produk Baru dalam Perspektif Supply Chain Management Menurut Fisher (1997). tetapi kecepatan merespon pasar (time to merket) nya akan jauh lebih pendek. secara umurn. hampir tidak ada dari 10 komponen tersebut yang bisa diperbaiki secara signifikan kalau Sony tetap beroperasi di Cina. Perancangan produk baru termasuk dalam kelompok fungsi mediasi pasar bersama aktivitas riset pasar. banyak perusahaan yang memilih supplier sebelum proses rancangan produk dimulai sehingga supplier tersebut bisa dilibatkan dalam kegiatan perancangan produk. Beberapa manfaat yang diperoleh antara lain penghematan biaya material.

GNI menggunakan aplikasi e-Factory untuk mengkornunikasikan rancangan produk ke suppliersupplier kunci mereka. perpanjangan waktu dalam merancang produk baru bisa mengakibatkan cos overrun yang besar. Kemudahan untuk menyimpan. bisa mengevaluasi kemungkinan adanya masalah manufaktur maupun ongkos-ongkos untuk membuat body system tersebut nantinya. Bagi perusahaan-perusahaan yang bersaing atas dasar kecepata meluncurkan produk-produk baru ke pasar. kelayakan jual. Aspek lokalisasi: rancangan yang memperhatikan bisa tidaknya sebagian kegiatyan perakita akhir (finalisasi) dilakukan di area pemasaran 5. Sebagai contoh. produksi. Karena lead time pengiriman yang panjnga. namun juga hal-hal lain seperti aspek lingkungan dan aspek-aspek supply chain management. Fleksibilitas rancangan terhadap perubahan permintaan pelanggan 3. Namun karena sudah melalui proses lokalisasi. HP akhirnya mengubah kegiatan supply chain mereka. sering kali permintaan distributor berubah pada saat printer sedang dalam perjalanan dari pabrik ke pusat distribusi. Praktek ini memungkinkan HP meningkatkan kecepatan respon ke pasar serta mengurangi ongkos-ongkon supply chain. pesaing mungkin juga meluncurkan produk baru dan bisa merebut pangsa pasar lebih awal. Kedua. Secara umum design for SCM mempertimbangakn hal-hal seperti : 1. kelebihan produk di satu negara tidak bisa dikirim ke negara lain (kecuali dengan melaklukan ulang proses lokalisasi). Design for SCM Dewasa ini ongkos transportasi dan persediaan merupakan supply chain cost drivers (pemicu biaya supply chain) yang besar porsinya. Koordinasi yang baik di antara mereka memungkinkan rancangan baru segera bisa diproduksi untuk MK-MO/2011/DAN#2 80 . serta pengurangan waktu perancangan maupun waktu manufaktur. Mengingat biaya yang ditimbulkan oleh kesalahan ramalan yang seperti ini cukup besar. Dengan fasilitas ini para supplier kunci. integrasi antara bagian pengembangan produk dan fungsi-fungsi lain seperti perencanaan produksi pembelian maerial. dan mengembalikan produk tersebut 2. biaya. Pabrik hanya menyiapkan produk-produk standar dan kegaitan lokalisasi dipindahkan ke pusat-pusat distribusi. Melibatkan pillak luar dalam perancangan produk dewasa ini bisa dilakukan dengan lebih mudah karena adanya teknologi yang bisa digunakan secara bersama-sama. Salah satu perusahaan yang banyak melibatkan supplier dalam perancangan produk baru adalah General Motors (GM). Keterlibatan supplier-supplier kunci mereka merupakan salah satu kontributor bagi suksesnya GM mereduksi waktu pengembangan produk dari 60 bulan pada tahun 1996 menjadi hanya 18 bulan pada tahun 2003 (Gutmann. mengirim. seperti supplier untuk body systems. Reuseability dari rancangan. Hal ini juga dinamakan logistics postponement. dan waktu pengembangan rancangan tersbut. Modularity: banyaknya komponen atau modul yang sama yang bisa digunakan untuk membuat produk akhir yang berbeda 4. Pertama. Pusat distribusi yang ada di berbagai negara hanya melakukan kegiatan distribusi. Dampak Finansial Keterlambatan Peluncuran Produk Baru Keterlambatan dalam meluncurkan produk baru ke pasar bisa membawa banyak dampak negatif. Rancangan produk yang mempertimbangkan supply chain management dinamakan design for SCM.kualitas dan kecocokan material dengan rancangan yang dibuat. dan pengiriman sangatlah penting. 2003). Oleh kaena itu hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam merancang produk baru semestinya bukan hanya masalah kemudahan untuk diproduksi.

Di samping itu. walaupun banyak keputusan yang terkait dengan jaringan supply chain pada hakekatnya adalah keputusan strategis yang punya implikasi jangka panjang dan sulit diubah dalarn waktu singkat. mampu mengungguli pasaing-pesaingnva dalan menciptakan produk-produk baru sekaligus meminimumkan persediaan di tiap-tiap toko karena adanya integrasi yang bagus dari fungsi-fungsi supply chain dimana bagian pengembangan produk adalah salah satu diantaranya Zara tercatat sebagai satu-satunya jaringan penjual pakaian kelas dunia yang mampu mengirimkan pakaian jadi ke toko-toko di seluruh dunia dalam waktu dua minggu setelah proses desain. perusahaan pakaian yang berpusat di Spanyol. spesialis pasar. Sebaliknya. perusahaan harus semakin menyadari bahwa dewasa ini ada tuntutan yang lebih tinggi untuk bisa mengubah keputusan-keputusan tersebut secara cepat tanpa menimbulkan biaya yang terlalu tinggi. produksi dan distribusinya. Bahkan banyak perusahaan yang memiliki anak perusahaan sebagai pemasok bahan baku.selanjutnya dikirim ke pasar. dan pakaian pria masing-masing menempati ruangan besar yang modern. Selarna proses pengernbangan produk baru. proses selanjutnya adalah pernbuatan sample. struktur atau konfigurasi jaringan bisa menentukan apakah suatu supply chain akan bisa menjadi responsif atau efisien. Dewasa ini. komunikasi intensif terjadi antara desainer. Sebagai contoh kalau supply chain ingin responsif maka konfigurasi jaringannya harus ditunjang oleh fasilitas produksi dan gudang yang lebih banyak dan tersebar di berbagai lokasi pernasaran. suatu supply chain akan efisien apabila jaringan yang ada relatif tersentralisasi dengan fasilitas yang lebih sedikit. Inspirasi rancangan diperoleh dari berbagai kegiatan internasional seperti parneran. fenomena supply chain banyak berubah dari model integrasi vertikal kemodel yang secara kepemilikan lebih tersebar karena banyak perusahaan yang melakukan outsourcing untuk kegiatan-kegiatan yang bukan merupakan kompetensi inti mereka ke pihak ketiga (Jarillo. Dengan kata lain. Secara tradisional memang banyak perusahaan yang melakukan sendiri hampir semua kegiatan supply chain mulai dari perancangan produk. dan peragaan busana. majalah. Zara. Setiap tahunnya mereka mengeluarkan sekitar 40 ribu rancangan produk baru dimana sekitar seperempatnya akhirnya dipilih untuk diproduksi. mereka mernperoleh umpan balik tentang selera pasar dari setiap toko di seluruh dunia. Model ini dinamakan dengan integrasi vertikal. mereka kemudian merevisi rancanaan sesuai dengan hasil kesepakatan. Disainer bertugas untuk membuat rancangan awal. dan spesialis pembeli (buyers). Keputusan produk mana yang akan diproduksi dan seberapa jumlah order dari masing-masing toko didasarkan atas diskusi-diskusi antara mereka. Artinya. 1993). pakaian wanita. Para perancang untuk pakaian anak-anak. Jadi. Jaringan yang kita maksud dalam konteks supply chain tentunya tidak hanya mengacu pada fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh suatu organisasi. Rancangan tersebut kemudian didiskusikan dengan spesialis pasar dan bagian pengadaan (yang juga berfungsi sebagai perencana produksi). spesialis pasar. dan manajer toko. diskotik. Masing-masing spesialis pasar bertugas untuk menangani toko-toko tertentu. Beberapa Faktor Lingkungan yang Harus Dipertimbangkan MK-MO/2011/DAN#2 81 . Setelah rancangan selesai. Di kantor pusatnya. Merancang Jaringan Supply Chain Perancangan jaringan supply chain juga rnerupakan satu kegiatan penting yang harus dilakukan pada supply chain management Implementasi strategi supply chain hanya bisa berlangsung secara efektif apabila supply chain memiliki jaringan dengan konfigurasi yang sesuai. buyers. Zara memiliki sekitar 300 orang staf yang bekerja sebagai desainer. Dilengkapi dengan peralanan CAD (computer aided design). pertimbangan fleksibilitas dan kemampuan untuk beradaptasi terhadap lingkungan bisnis sangat penting dalam merancang konfigurasi suatu supply chain.

Misalkan kita notasikan: ongkos transportasi per unit beban per kilometer antara kandidat lokasi fasilitas dengan lokasi pasar atau lakasi sumber pasokan. Pertama. model simultan untuk menentukan lokasi fasilitas sekaligus alokasi kapasitas. yakni yang meminimumkan total ongkos pengiriman TC. beban yang akan dipindahkan antara fasilitas dengan sumb er pasokan atau lokasi pasar Vi koordinat x dan y untuk lokasi pasar atau sumber pasokan i jarak antara lokasi fasilitas ( xi yi ) dengan sumber pasokan atau pasar i ji Jarak antara dua lokasi pada model ini dihitung sebagai jarak geometris antara dua lokasi yang dihitung dengan formula berikut : ji = C. Beberapa hal yang termasuk dalam cakupan lingkungan bisnis dan perlu di-evaluasi secara cermat dalam mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan konfigurasi supply chain adalah : • Faktor ekonomi makro • Faktor sosial politik • Faktor teknologi • Faktor keamanan. baik sumber-sumber pasokan maupun pasar bisa ditentukan lokasinya pada suatu peta dengan koordinat x dan y yang jelas. diperlukan tiga langkah berikut : 1. Gravity Location Models Model ini digunakan untuk menentukan lokasi suatu fasilitas (misalnya gudang atau pabrik) yang menjadi penghubung antara sumber-sumber pasokan dan beberapa lokasi pasar. Pada bagian ini kita akan mempelajari beberapa model kuantitatif seperti penentuan lokasi gudang. Modelmodel ini tersedia untuk masalah yang sangat sederhana maupun untuk yang relatif kompleks. Hitung jarak ji untuk semua i (yakni antara lokasi kandidat fasilitas dan lokasi sumber pasokan atau pasar i) 2. y0) adalah kandidat koordinat fasilitas yang dipertimbangkan. Jadi beberapa data yang diperlukan dalam model ini adalah ongkos transportasi per unit. ( x0 − x1 ) 2 + ( y 0 − y1 ) 2 dimana (x0. koordinat lokasi pasokan rnaupun lokasi pasar. Jadi kalau fasifitas yang dimaksud di sini adalah pabrik maka tujuannya adalah mendapatkan lokasi yang meminimalkan biaya-biaya transportasi bahan baku dari supplier ke pabrik dan biaya-biaya transportasi dari pabrik ke pasar. serta model untuk menentukan lokasi fasilitas produksi dan gudang secara simultan. volume yang akan dipindahkan. Model ini menggunakan beberapa asurnsi. serta. ongkos-ongkos transportasi diasurnsikan naik secara linier sebanding dengan volume yang dipindahkan. beban per unit jarak dari semua posisi pasokan ke kandidat lokasi fasilitas dan dari kandidat lokasi fasilitas tersebut ke semua lokasi pasar.Aspek lingkungan bisnis sangat penting dipertimbangkan dalam merancang konfigurasi supply chain. Model-model untuk Merancang Jaringan Supply Chain Model-model kuantitatif sering kali diperlukan untuk merancang jaringan supply chain. Kedua. model lokasi alokasi yang mempertimbangkan keterbatasan kapasitas. Tujuan dari model ini adalah mendapatkan lokasi fasilitas yang meminimumkan total ongkos-ongkos pengiriman yang bisa diformulasikan sebagai : TC = ∑C1V1 j1 1 Untuk mendapatkan (X0. Y0) yang optimal. Tentukan koordinat lokasi dengan rumus berikut: MK-MO/2011/DAN#2 82 .

ulangi lagi iterasinya mulai langkah 1. Di samping mengetahui posisi masing-masing gudang lokal. Apabila dua iterasi yang berurutan menghasilkan koordinat yang hampir sama. 3 12 5.1 MK-MO/2011/DAN#2 83 .7 2.5 1. Datanya ditunjukkan pada Tabel sebagai berikut : 14 12 10 8 6 4 2 1 0 0 16 2 4 6 8 10 12 14 5. stop iterasi tersebut dan pilih koordinat tersebut sebagai lokasi fasilitas. ∑ Contoh : Sebuah perusahaan memiliki enam cabang pemasaran dimana masing-masing cabang tersebut merupakan gudang-gudang lokal. 12 Gambar : Lokasi dan koordinat enam wilayah pemasaran (gudang lokal) Tabel : Data gudang lokal x1 5 4 8 12 5 15 y1 1 6 12 5 9 3 v1 100 700 200 150 400 200 c1 1.2.5 1. Jika tidak. 6 12. 3. Lokasi ke enam gudang tersebar seperti pada gambar 4. 5 15. Perusahaan ingin mendirikan satu gudang regional yang akan melayani ke enam gudang lokal tersebut sedemikian sehingga biaya-biaya transportasi secara keseluruhan minimum. 9 8.8 2.C1V1 X 1 C1V1 X 1 ∑ J1 J1 x0 n = 1 Y0 N = 1 C1V1 C1V1 ∑ ∑ J1 J1 1 1 dimana xon dan yon masing-masing adalah koordinat x dan y yang dihasilkan pada iterasi ini. 1 4. perusahaan juga memiliki perkiraan biaya transportasi maupun beban yang akan dipindahkan ke masing-masing gudang lokal tersebut.9 1.

lebih mendekat ke daerah pemasaran yang membutuhkan pasokan dengan volume tinggi dan ongkos transportasinya mahal. 1 5. 6 12. 12 Gambar : Lokasi gudang regional di antara gudang-gudang lokal Pendekatan gravity location models menentukan lokasi fasilitas dengan menggunakan volume dan biaya per volume per jarak sebagai pembobot. 0) sebagai koordinat awal dari lokasi fasilitas maka iterasi 1 bisa dikerjakan. 5 15. dianggap posisi gudang regional yang optimal. seperti yang ditunjukan pada gambar 3 di atas. Dengan menggunakan cara yang sama diperoleh koordinat baru (5-4.9 4. Tabel : Iterasi 1 dengan titik awal (0. Dua iterasi berikutnya menghasilkan titik yang sama yaitu (5-1. 9 8.mudah diperoleh pada EXCEL.1. Bagaimana keputusan mengenai rantai pasokan berdampak pada strategi akan ditunjukkan pada table berikut: Tabel Dampak keputusan Rantai Pasokan terhadap Strategi Bisnis Strategi Diferensiasi Strategi Strategi Biaya Rendah Respon Tujuan Supplier Penelitian market share. 6-9) sehingga titik itulah.9). lokasi yang terpilih. Keseluruhan iterasi bisa dikerjakan dengan bantuan tabel dan angka-angka tersebut.Dengan menggunakan (0. Selanjutnya posisi x dan y yang baru ini akan dijadikan input pada iterasi ke dua. 6. 14 12 10 8 6 4 2 1 0 0 16 2 4 6 8 10 12 14 5. Dengan demikian. 0). 6. 3 12 5. join dalam mengembangkan produk dan pilihanpilihan Menawarkan produk dengan biaya serendah mungkin Respon cepal untuk mengubah persyaratan dan permintaan agar persediaanout minimal MK-MO/2011/DAN#2 84 .

kecepatan dan fleksibilitas Karakteristik proses Proses modular yang mengarah pada mass customization Minimisasi persediaan dalam rantai untuk menghindari keusangan Memanfaatkan rataInvestasi dlm ke.Kriteria Pokok dalam Mengutamakan Memilih ketrampilan mengembangkan produk Mengutamakan pemilihan biaya Mengutamakan pemilihan kapasitas. dengan posisi buffer persediaan untuk meyakinkan penawaran MK-MO/2011/DAN#2 85 .lebihan rata penggunaan yang kapasitas dan proses tinggi yang fleksibel Karakteristik Persediaan Minimisasi persediaan melalui rantai yang irit Mengembangkan sistim responsive.

tetapi belum diproses. Resiko penanganan bahan yang buruk atau tidak ada persediaan bahan. Di kantor. jumlah atau waktu pengiriman sehingga tidak perlu pemisahan. Oleh karena itu paba bab ini akan dibahas mengenai konsep dasar manajemen persediaan yang dilengkapi dengan contoh perhitungan sederhana agar penjelasan mengenai model persediaan yang independent dapat dipahami dengan mudah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat perlu untuk mempelajari bagaimana mengelola persediaan di suatu perusahaan. sebab persediaan secarfa fisik melibatkan investasi uang dalam jumlah yang besar dan biasanya dalam perusahaan tertentu persediaan bahan baku menempati persentase terbesar dalam biaya produksi. Resiko bahan berlebihan akan mengakibatkan biaya penyimpanan. 1. Persediaan Bahan Mentah yang telah dibeli. MK-MO/2011/DAN#2 86 . Oleh sebab itu pengendalian persediaan merupakan fungsi yang penting dalam manajemen operasi. sekolah. konsumen akan tidakpuas apabila suatu produk persediaannya habis. PERSEDIAAN (INVENTORY) Manajemen persediaan yang baik merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan. di rumah sakit ada metode mengendalikan persediaan akan obat-obatan. Sistem persediaan yang baik akan menjamin tersedianya sumberdaya yang tepat. Olek karena itu konsep mengelola sangat penting diterapkan oleh perusahaan agar tujuan efektifitas maupun efisiensi tercapai. kemungkinan susut. Konsep Manajemen Persediaan A. kapan harus dipesan atau menambah persediaan dan berapa kali pesanan harus dilakukan dalam suatu periode tertentu. pengurangan biaya persediaan dengan cara menurunkan tingkat persediaan dapat dilakukan peruahaan. pada usaha ritel seperti super market dan di semua organisasi bisnis terutama berkepentingan untuk mengelola persediaa. Semua organisasi mempunyai beberapa jenis system perencanaan dan pengendalian persediaan. maka akan mengakibatkan berhentinya kegiatan proses produksi dan lebih jauh kehilangan pelanggan. rusak dan hilang serta biaya-biaya lain yang ditimbulkan. sebab berfungsi menghubungkan antara operasi produksi.BAB X MANAJEMEN PERSEDIAAN Setiap perusahaan selalu dihadapkan dengan permasalahan bahan baku. Pengendalian persediaan ialah serangkaian pegendalian terhadap tingkat persediaan dan menentukan tingkat persediaan yang harus dijaga. tetapi pada sisi lainnya. Oleh karena itu keseimbangan antara investasi persediaan dan tingkat pelayanan kepada konsumen harus dapat dicapai. Manajemen persediaan merupakan suatu cara mengendalikan persediaan agar dapat melakukan pemesanan yang tepat yaitu dengan biaya yang optimal. Pada satu sisi. Gambaran tersebut menunjukan bahwa penanganan bahan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting. kuantitas yang tepat dan pada waktu yang tepat. oleh sebab itu diperlukan suatu penanganan yang baik. Contohnya di Bank ada metode untuk mengendalikan uang tunai. Tipe Persediaan Persediaan yang ada di perusahaan biasanya terdiri dari empat tipe yaitu: a. Pendekatan yang lebih banyak diterapkan adalah dengan menghapus variabilitas pemasok dalam mutu.

keandalan pemasok dan penguranga besar persediaan pengaman dapat menjadi lebih baik. Pencatatan yang Akurat Keakuratan catatan mengenai persediaan in penting dalam system produksi sehingga memungkinkan perusahaan untuk focus pada butir persediaan yang dibutuhkan dan memberi MK-MO/2011/DAN#2 87 . Persediaan ini ada karena untuk membuat produk diperlukan waktu yang disebur waktu siklus. kekurangan pasokan. tetapi biasanya volumenya sedang. Untuk memperoleh keuntungan dari potongankuantitas. termasuk dalam persediaan karena permintaan konsumen untuk jangka waktu tertentu mungkin tidak diketahui. pengendalian fisik. Sehingga persediaan ini merupakan fungsi jadwal pemeliharaan dan perbaikan. Persediaan ini ada karena kebutuhan akan adanya pemeliharaan dan perbaikan dari beberapa peralatan yang tidak diketahui. b. c. perbaikan. b. Untuk memberikan persediaan agar dapat memenuhi permintaan yang diantisipasi akan terjadi. e. Persediaan Barang Dalam Proses yang telah mengalami beberapa perubahan tetapi belum selesai. tetapi biasanya volumenya kecil. Cara mengelompokkannya adalah: a. Analisa ABC Merupakan penerapan persediaan dengan menggunakan prinsip Pareto yaitu membagi persediaan ke dalm tiga kelompok berdasarkan volume tahunan dalam jumlah uang. tetapi biasanya volumenya besar. MANAJEMEN PERSEDIAAN Mengelola persediaan biasanya dilakukan dengan cara berikut ini: 1. Untuk menghindari kekurangan stok yang dapat terjadi karena cuaca. ketidaktepatan pengiriman. Persediaan Barang Jadi.b. Fungsi Persediaan Persediaan mempunyai beberapa fungsi penting yang menambah fleksibilitas dari operasi suatu perusahaan. Dengan pengelompokan tersebut maka cara pengelolaan masing-masing akan lebih mudah sehingga peramalan. B. c. Untuk hedging terhadap inflasi dan perubahan harga. Butir persediaan kelompok C adalah persediaan yang jumlah nilai uang per tahunnya rendah. Persediaan untuk persediaan yang dikhususkan untuk perlengkapan pemeliharaan. Untuk menyeimbangkan produksi dengan distribusi. karena membeli dalam jumlah banyak biasanya ada diskon. antara lain: a. Untuk menjaga kelangsungan operasi dengan cara persediaan dalam proses. mutu. 2. c. d. Butir persediaan kelompok B adalah persediaan yang jumlah nilai uang per tahunnya sedang. 2. Pengurangan waktu siklus menyebabkan persediaan ini berkurang. operasi. d. Butir persediaan kelompok A adalah persediaan yang jumlah nilai uang per tahunnya tinggi. f. Untuk menentukan nilai tahunan dari volume dalam analisis ABC dengan cara mengukur permintaan tahunan dari setiap butir persediaan dikalikan dengan biaya per unit.

Penerapannya misalkan dengan pemakaian system bar code yang dapat dirancang secara komputerisasi. persediaan menjadi hal yang amat penting. 2. Biaya Persediaan Secara umum dapat dikatakan bahwa. Bisa dilakukan dengan bar code maupun garis magnetic ataupun pengamatan langsung melalui kaca satu arah. sedang yang rusak. 3. Biasanya disebut sebagai penyusutan atau penyerobotan yang pada umumnya ditentukan dalam persentase. biaya pemesanan. Penghitungan Siklus(Cycle Counting) Usaha membuat catatan persediaan yang akurat harus dilakukan dengan cara catatan atau arsip harus diverifikasimelaui pemeriksaan atau audit yang berkelanjutan. b. video atau pengawasan oleh manusia. Konsep pada bab 9 ini akan focus pada persediaan untuk permintaan independen. Audit seperti itu disebut sebagai penghitungan siklus.keyakinan tentang segala sesuatu yang terjadi pada persediaan. Dalam hal ini teknik yang diterapkan mencakup: a. Misalnya permintaan televisi independen terhadap permintaan mesin cuci akan tetapi permintaan televisi dependen terhadap kebutuhan produksi dari televisi. Permintaan Independen dan Dependen Model pengendalian persediaan mengasumsikan bahwa permintaan suatu produk bersifat dependen atau independen terhadap permintaan produk lainnya. Dengan demikian perusahaan dapat membuat keputusan mengenai pemesanan. C. dicuri atau hilang sebelum dijual merupakan kerugian. Pengaruh kerugian terhadap profitabilitas sangat substansial. c. walaupun tidak mudah tetapi sangat penting . sedangkan persediaan untuk permintaan dependen aakn dibahas pada Bab lainnya. biaya sistem persediaan adalah semua pengeluaran dan kerugian yang timbul sebagai akibat adanya persediaan. 1. Persediaan yang tidak terpakai nilainya menjadi hilang. sebagai berikut : MK-MO/2011/DAN#2 88 . Dalam jasa makanan persediaan menjadikan keberhasilan atau kegagalan. Pengendalian yang efektif atas semua barang yang keluar dari fasilitas. Disamping itu penghitungan siklus menggunakan pengelompokkan lewat analisis ABC. Contohnya seperti dalam bisnis ritel ataupun pedagang besar. Pemilihan karyawan. penjadwalan serta pengangkutan. Berikut ini akan diuraikan secara singkat masing-masing komponen biaya di atas. D. kenyataannya tidak demikian. TEKNIK MENGAWASI PERSEDIAAN JASA Walaupun ada kecenderungan anggapan bahwa perusahaan yang bergerak di sektor jas tidak ada persediaan. konsekuensinya keakuratan dan pengendalian persediaan sangat penting. biaya simpan dan biaya kekurangan persediaan. pelatihan dan disiplin yang baik. Biaya sistem persediaan terdiri dari biaya pembelian. MODEL PERSEDIAAN Dalam bagian ini akan dijelaskan model persediaan menurut permintaannya dan biaya yang terkait dengan persediaan. Pengendalian yang ketat atas kiriman barang yang dating.

bunga bank. BIAYA PEMBELIAN (Purchasing Cost = c) Biaya pembelian adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang. mempersiapkan gambar kerja dan seterusnya. Biaya ini timbul dalam pabrik yang meliputi biaya menyusun peralatan produksi. ini akan diistilahkan sebagai quantity discount atau price break dimana harga. pengetikan pesanan.2. yaitu biaya pemesanan (ordering cost) bila barang yang diperlukan diperoleh dari pihak luar (supplier) dan biaya pembuatan (setup cost) bila barang diperoleh dengan memproduksi sendiri. BIAYA PENYIMPANAN (Holding Cost/Carrying Cost = h) Biaya simpan adalah semua pengeluaran yang timbul akibat menyimpan barang. a. b. biaya yang ditimbulkan karena memiliki persediaan harus diperhitungkan dalam biaya sistem persediaan.3. Biaya ini diasumsikan konstan untuk setiap kali pesan.1. menyetel mesin. Situasi. maka kedua biaya tersebut disebut sebagai biaya pengadaan (procurement cost). Barang per-unit akan turun bila jumlah barang yang dibeli meningkat. Bila gudang dan peralatannya disewa maka biaya gudangnya merupakan biaya sewa sedangkan bila perusahaan mempunyai gudang sendiri maka biaya gudang merupakan biaya depresiasi. Besarnya biaya pembelian ini tergantung pada jumlah barang yang dibeli dan harga satuan barang. Biaya ini meliputi : a. dimana modal perusahaan mempunyai ongkos (expense) yang dapat diukur dengan suku. biaya pengangkutan. Biaya Gudang Barang yang disimpan memerlukan tempat penyimpanan sehingga timbul biaya gudang. MK-MO/2011/DAN#2 89 . pengiriman pesanan. Biaya ini meliputi biaya untuk menentukan pemasok (supplier). yaitu pengadaan barang.2. Oleh karena itu. oleh oleh jumlah barang yang dibeli sehingga komponen biaya pembelian untuk periode waktu tertentu (misalnya satu tahun) konstan dan hal ini tidak akan mempengaruhi jawaban optimal tentang berapa banyak barang yang harus dipesan. BIAYA PENGADAAN (PROCUREMENT COST) Biaya pengadaan dibedakan atas 2 jenis sesuai asal-usul barang. Biaya Memiliki Persediaan (biaya modal) Penumpukan barang di gudang berarti penumpukan modal. 2. Biaya pembelian menjadi faktor penting ketika harga barang yang dibeli tergantung pada ukuran pembelian. komponen biaya pembelian tidak dimasukkan ke dalam total biaya sistem persediaan karena diasuransikan bahwa harga barang per-unit tidak dipengaruhi. Biaya Pembuatan (Setup Cost = k) Biaya pembuatan adalah semua pengeluaran yang timbul dalam mempersiapkan produksi suatu barang. Dalam kebanyakan teori persediaan. biaya penerimaan dan seterusnya. b. 2. Karena kedua biaya tersebut mempunyai peran yang sama. Biaya memiliki persediaan diukur sebagai persentase nilai persediaan untuk periode waktu tertentu. Biaya Pemesanan (Ordering Cost = k) Biaya pemesanan adalah semua pengeluaran yang timbul untuk mendatangkan barang dari luar.

disimpan diasuransikan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran. e. Biaya kerusakan dan penyusutan biasanya diukur dari pengalaman sesuai dengan persentasenya. Biaya Asuransi Barang yang. termasuk upah buruh dan biaya peralatan handling. Biaya Kadaluwarsa Barang yang disimpan dapat mengalami penurunan nilai karena perubahan teknologi dan model seperti barang-barang elektronik. f. biaya simpan per-unit diasumsikan linier terhadap jumlah barang yang disimpan (misalnya: Rp/ unit/ tahun). Biaya waktu pemenuhan diukur berdasarkan waktu yang diperlukan untuk memenuhi gudang dengan satuan misalnya : Rp/satuan waktu.c. baik pada saat pemesanan.4. Dalam manajemen persediaan. Kelebihan biaya dibandingkan pengadaan normal ini dapat dijadikan ukuran untuk menentukan biaya kekurangan persediaan dengan satuan misainya : Rp/setiap kali kekurangan. BIAYA KEKURANGAN PERSEDIAAN (Shortage Cost = p) Bila perusahaan kehabisan barang pada saat permintaan. d. terutama yang berhubungan dengan masalah kuantitatif. Biaya kadaluwarsa biasanya diukur dengan besarnya penurunan nilai jual dari barang tersebut. Biaya asuransi tergantung jenis barang yang diasuransikan dan perjanjian dengan perusahaan asuransi. maka akan terjadi keadaan kekurangan persediaan. ke. sehingga waktu menganggur tersebut dapat diartikan sebagai uang yang hilang. Biaya pengadaan darurat Supaya konsumen tidak kecewa maka dapat dilakukan pengadaan darurat yang biasanya menimbulkan biaya yang lebih besar dari pengadaan normal. 2. dan di dalam tempat penyimpanan. Waktu pemenuhan Lamanya gudang kosong berarti lamanya proses produksi terhenti atau lamanya perusahaan tidak mendapatkan keuntungan. MK-MO/2011/DAN#2 90 . Kondisi ini diistilahkan sebagai biaya penalti (p) atau hukuman kerugian bagi perusahaan dengan satuan misalnya: Rp/unit. c. Biaya Administrasi dan pemindahan Biaya ini dikeluarkan untuk mengadministrasi persediaan barang yang ada. Kuantitas yang tidak dapat dipenuhi Biasanya diukur dari keuntungan yang hilang karena tidak dapat memenuhi permintaan atau dari kerugian akibat terhentinya proses produksi. Keadaan ini akan menimbulkan kerugian karena proses produksi Akan terganggu dan kehilangan kesempatan mendapat keuntungan atau kehilangan konsumen pelanggan karena kecewa sehingga beralih ke tempat lain. b. penerimaan barang maupun penyimpanannya dan biaya untuk memindahkan barang dari. Biaya Kerusakan dan Penyusutan Barang yang disimpan dapat mengalami kerusakan dan penyusutan karena beratnya berkurang ataupun jumlahnya berkurang karena hilang. Biaya kekurangan persediaan dapat diukur dari : a.

maka penentuan rumus EOQ adalah: 2. Model persediaan untuk Permintaan Independen A. Biaya persediaan yang diperhitungkan dalam penentuan kebijaksanaan persediaan yang diperhitungkan dalam penentuan kebijaksanaan persediaan hanyalah biaya-biaya yang bersifat variabel (incremental cost). Menyelesaikan persamaan dengan hasil angka jumlah pemesanan yang optimal. Keadaan seperti ini mengharuskan model lain yang disebut POQ (Production Order Quantity). Meski demikian ada saat-saat tertentu dimana sebuah perusahaan dapat menerima persediaanya sepanjang periode. maka tahapan untuk mencari jumlah pemesanan yang menyebabkan biaya minimal adalah sebagai berikut: a. Pemintaan diketahui dan bersifat konstan b. sedangkan biaya yang bersifat fixed seperti biaya pembelian tidak akan mempengaruhi hasil optimal yang diperoleh sehingga tidak perlu diperhitungkan. Menetapkan biaya pemasangan sama dengan biaya penyimpanan d. POQ MODEL Pada model EOQ kita mengasumsikan bahwa seluruh pemesanan persediaan diterima pada satu waktu. yang mana dalam model ini produk diproduksi dan dijual pada saat yang bersamaan. Notasi yabg digunakan: Q = Jumlah barang setiap pemesanan Q * = Jumlah optimal barang per pemesanan (EOQ) D = Permintaan tahunan barang persediaan dalam unit S = Biaya pemasangan atau pemesanan setiap pesanan H = Biaya penahan atau penyimpanan per unit per tahun Dengan menggunakan notasi diatas. Mengembangkan persamaan untuk biaya penahanan atau penyimpanan c. 1. Tidak terjadi kehabisan stok. FIXED ORDER QUANTITY MODELS Pada bagian ini diperkenalkan tiga model yang mengutamakan pada dua pertanyaan pentingyaitu: kapan pemesanan dilakukan dan berapa banyak yang akan dipesan. c. d. e. Permintaan diterima dengan segera. Mudah digunakan akan tetapi didasarkan pada beberapa asumsi : a. diketahui dan konstan. b. Mengembangkan pesamaan untuk biaya pemasangan atau pemesanan. Lead time yaitu waktu antara pemesanan dan penerimaan. Dengan asumsi seperti tersebut diatas. Tidak ada diskon.Kadang-kadang biaya ini disebut juga biaya kesempatan (opportunity cost) Ada perbedaan pengertian antara biaya persediaan aktual yang dihitung secara akuntansi dengan biaya persediaan yang digunakan dalam menentukan kebijaksanaan persediaan. f. Biaya yang terjadi hanya biaya set up atau pemesanan diketahui dan bersifat konstan. EOQ MODEL Model ini marupakan salah satu teknik pengendalian persediaan paling tua dan paling terkenal. MK-MO/2011/DAN#2 91 .

Menghadapi hal yang demikian maka agar supaya perusahaan tidak terkecoh dalam memilih paket mana yang paling optimal biayanya maka konsep persediaan dengan qualtity discount perlu dipelajari. QUANTITY DISCOUNT MODEL Untuk meningkatkan penjualan. banyak perusahaan menawarkan potongan harga kepada para pelanggannya. Dalam menentukan pilihan mana yang paling tepat adalah mempertimbangkan biaya persediaan total yang paling kecil diantara alternatif yang ada. Biaya Persediaan total = Biaya + Biaya + Biaya Pemesanan Penyimpanan Produk = D/Q . Dengan demikian perusahaan yang membutuhkan bahan baku akan menghadapi penawaran dari benyak pemasok yang biasanya dalam paket paket tertentu dimana harga per unit produk yang ditawarkan bervariasi sesuai potongan harga yang diberikan. semakin banyak jumlah yang dibeli akan mendapatkan potongan harga semakin besar.3.S + QH/2 + PD dimana: Q = Jumlah unit yang dipesan D = Permintaan tahunan dalam satuan S = Biaya Pemesanan per pesanan P = Harga per unit H = Biaya Penyimpanan per unit per tahun Untuk memperjelas akan diberikan contoh berikut : MK-MO/2011/DAN#2 92 .

(2) Pesanan konsumen dalam perusahaan yang menggunakan job shop dan (3) Modul dalam perusahaan yang proses produksinya berulang. biasanaya subsub perakitan yang hanya ada untuk sementara waktu. Bill Of Material tidak hanya menspesifikasikan produksi. Tehnik Permintaan Dependen Apabila dalam permintaan independen digunakan model persediaan seperti konsep EOQ (Economic Order Quantity). Bill untuk perencanaan diciptakan agar dapat menugaskan induk buatan kepada bill of materialnya. bagi produsen mobil permintaan ban mobil dan radiator tergantung produksi mobil itu sendiri.Low-level coding atas suatu bahan dalam bill of material diperlukan apabila ada produk yang serupa supaya dapat membedakannya diberikan kode. Oleh karenanya bila manajemen telah membuat peramalan tentang permintaan barang jad. maka jumlah yang diperlukan akan setiap komponen dapat dihitung. pengertiannya adalah pembuatan jadwal secara terperinci tentang apa material atau komponen apa yang harus tersedia. adalah sebuah daftar jumlah komponen. berupa . MPS (Master Production Schedule). mensyaratkan manajer operasi harus mengetahui: a. 2. b. Karen ahal ini MK-MO/2011/DAN#2 93 . Persyaratan agar Model Persediaan Dependen efektif Model Inventory Dependen atau lebih dikenal dengan MRP akan menjadi efektif. fluktuasi persediaan. dan dapat dipakai sebagai daftar bahan yang harus dikeluarkan untuk karyawan produksi atau perakitan. c. . kinerja pemasok dan pertimbangan lainnya. karena komponen semuanya bersifat dependen. kapabilitas rekayasa. tapi juga berguna untuk pembebanan biaya. Misalnya. MODEL PERSEDIAAN DEPENDEN Permintaan dependen berarti permintaan suatu produk berkaitan dengan permintaan untuk produk lainnya. permintaan konsumen. POQ (Production Order Quantity) dan Quantity Discount. Ketersediaan Persediaan . dan bahan baku yang diperlukan untuk membuat suatu produk.BAB XI MATERIAL REQUIREMENT PLANNING DAN JUST IN TIME Material Requiremet Planning A. Sedangkan Phantom Bill adalah bill of material untuk komponen. BOM (Bill Of Material). Permintaan untuk produk bersifat dependen terjadi bila hubungan antarproduk dapat ditentukan. Adapun jenis BOM adalah: . .Planning Bills dan Phanton Bills. modul merupakan komponen yang dapat diproduksi dan dirakit menjadi satu unit produk.Jadwal utama yang dapat diwujudkan dalam (1) Produk akhir yang proses produksinya. untuk membuat suatu produk jadwal harus mengikuti rencana produksi yang telah ditentukan untuk semua output dalam suatu satuan waktu tertentu. biasanya dinamakan daftar pilih. yang didalamnya sudah termasuk variasi input. campuran bahan.Modular Bills yaitu bill o f material yang dapat diatur di seputar modul produk. Bill Of Material digunakan dengan cara ini. berapa stok yang ada ? Berbagai pengetahuan mengenai apa yang ada dalam persediaan merupakan hasil dari manajemen persediaan yang baik. rencana keuangan. maka dalam permintaan dependen menggunakan teknik yang dikenal dengan MRP (Material Requirement Planning). 1.

Perubahan seringkali terjadi secara berkala yang biasa disebut system nervousness yang dapat menimbulkan bencana di bagian pembelian dan produksi. sehingga dapat menentukan waktu pembelian. Tanggapan yang lebih cepatterhadap perubahan dan pergeseran pasar. Pada saat pesanan pembelian dibuat. Karena system MRP semakin terintegrasi dengan konsep JIT maka dibahas dua hal yaitu: 1.sangat diperlukan dalam system MRP sehingga akurasinya sangat menentukan keberhasilan MRP. STUKTUR MRP Kebanyakan system MRP terkomputerisasi. catatan mengenai pesanan-pesanan itu dan tanggal pengiriman terjadwal harus tersedia di bagian produksi sehingga pelaksanaan MRP dapat efektif. Kedua konsep tersebut dapat diintegrasikan secara efektif dengan melalui: • Tahap pertama. paket MRP dikurangi misalnya yang semula mingguan menjadi harian atau jam-jaman. pergerakan persediaan di pabrik berdasarkan JIT. Beberapa manfaat MRP adalah: 1. analisisnya bersifat langsung dan serupa antara system terkomputerisasi satu dengan lainnya. C. 4. tersedia dua alat yaitu: Pagar waktu (Time fences) dan Pegging. • Tahap ketiga. berapa lama waktu untuk mendapatkan komponen. Untuk membatasi system nervousness. MK-MO/2011/DAN#2 94 . MANFAAT MRP Permintaan dependen membuat penjadwalan dan perencanaan persediaan menjadi kompleks. 3. Tingkat persediaan menururn tanpa menguranipelayana kepada konsumen. • Tahap kedua. e. Paket dalam hal ini diartikan sebagai unit waktu dalam system MRP. maka system MRP berubahyaitu pada saat perubahan terhadap MPS (Master Production Schedule). sekaligus menguntungkan. sedangkan JIT dapat dinyatakan sebagai cara menggerakkan bahan baku secara cepat. Tanpa menghiraukan penyebab perubahan. Perencanaan dan penjadwalan persediaan yang lebih baik. MRP Dinamis Jika terjadi perubahan bill of material dengan cara merubah rancangan. 2. D. jadwal dan proses produksi. model MRP dapat dimanipulasi untuk merefleksikan perubahan yang terjadi sehingga jadwal dapat diperbaharui. produksi dan perakitan. Oleh karena itu konsekuensinya karyawan di bagian operasional diharapkan dapat mengurangi ervousness dengan mengevaluasi kebutuhan dan pengaruh perubahan sebelum membatalkan permintaan ke bagian lain. 2. Order pembelian yang sudah jatuh waktu. MANAJEMEN MRP Rencana kebutuhan bahan baku bersifat tidak statis. MRP dan JIT MRP dapat dinyatakan sebagai teknik perencanaan dan penjadwalan. Peningkatan pelayanan dan kepuasan konsumen. 5. d. B. Oleh karena iru manajemen harus menentukan kapan produk diperlukan. rencana penerimaan yang merupakan bagian rencana pemesanan perusahaan dalam system MRP dikomunikasikan melalui perakitan untuk tujuan produksi secara berurutan. Lead times. Peningkatan pemanfaatan fasilitas dan tenaga kerja.

berdasarkan pada penyelesaian produksi suatu produk. 3. umpan balik tentang beban kerja diperoleh dari tiap pusat kerja. PERLUASAN MRP Akhir-akhir ini telah banyak terjadi pengembangan konsep MRP. maka cara ini lebih disukai apabila permintaannya relative independent dan konstan. TEHNIK LOT SIZING Tujuan dari sistem MRP adalah menghasilkan unit unit pada saat dibutuhkan. persediaan rendah dan permintaan dependen. EOQ (Economic Order Quantity) Seperti model yang digunakan dalam persediaan independent. yaitu: 1. 2. Pelaporannya disebut Load Report yang menggambarkan persyaratan sumber daya dalam pusat kerja untuk semua pekerjaan yang berjalan yang dialamatkan pada pusat kerja. Part Period Balancing Merupakan pendekatan yang lebih dimanis dalam menyeimbangkan biaya pemasangan dan penahanan. D. Penggabungan MRP dan JIT menghasilkan jadwal utama yang baik dan gambaran kebutuhan yang akurat dari system MRP dan penurunan persediaan barang dalam proses. Prosedur demikian konsisten dengan asas ukuran lot yang kecil. Capacity Planning Dengan mengacu pada pengertian Close-loop MRP. E. Close loop MRP Adalah sebuah system yang memeberikan umpan balik pada perencanaan kapasitas. dipindahkan ke persediaan seperti biasa. Berikut kita bahas beberapa teknik penentuan ukuran lot yaitu: 1. Konsep Capacity Planning merupakan pengembangan close95 • MK-MO/2011/DAN#2 . rutin.Tahap keempat. Cara ini menggunakan informasi tambahan dengan mengubah ukuran lot agar tercermin 4.dan dapat pula untuk menentukan biaya. penggunaan system MRP dengan paket kecil saja sudah bisa sangat efektifdalam mengurangi persediaan. Wagner-Whitin Algorith Merupakan tehnik penghitungan yang mengasumsikan horizon waktu yang finite yang pada akhirnya ada penambahan net requirement untuk mencapai strategi pemesanan. tanpa persediaan pengaman tanpa antisipasi pesanan mendatang berikutya. jadwal produksi induk dan rencana produksi sehingga perencanaan dapat di jadga validitasnya untuk sepanjang waktu. • Tahap terakhir menggunakan back flush yang berarti menggunakan bill ogf material untuk mengurangi persediaan. setelah produksi selesai. Akan tetapi apabila biaya pemesanan nya signifikan atau manajemen tidak dapat menerapkan falsafah JIT maka lot standar bisa jadi merupakan teknih yang berbiaya banyak. 2. Lot for lot Penentuan lot ini digunakan untuk memproduksi sejumlah yang diperlukan. pada bagian ini akan dibahas secara singkat tiga pengembangan tersebet. Penerimaan produk ini menurunkan jumlah yang dibutuhakan untuk rencana pemesanan selanjutnya pada system MRP. Meski demikian.

loop MRP dimana perencana produksi menjalankan pekerjaan diantara periode waktu dalam pesanan secara beban yang halus (smooth) atau pada akhirnya membawanya dalam kapasitas. 3. MRP II Adalah suatu system yang mengikuti, dengan MRP pada tempatnya, yang mana data persediaan dapat ditambahkan oleh variabel sumber daya lainnya, dalam kasus ini MRP menjadi material resource planning (perencanaan sumber daya material). F. MRP DI BIDANG JASA Dalam sektor jasa banyalk permintaan yang bersifat dependen dimana permintaan tersebut merupakan diturunkan dari permintaan jasa lainnya. Contoh usaha restoran, permintaan akan bahan makanan seperti sayuran, bumbu, dan bahan lainnya, tergantung dari besarnya permintaan akan makanan yang dipesan oleh konsumen restoran tersebut. Demikian pula MRP juga dapat diterapkan di sektor jasa yang lain seperti rumah sakit, yang material seperti obat-obatan, peralatan dan lainnya tergantiung dari pasien yang dating dan ditangani pihak rumah sakit. G. DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING Apabila teknik dependen digunakan dalam suplly chain \, maka kita mengenal Distribution Resource Planning. Pengertian DRP adalah Rencana penambahan stok secara fase waktu untuk semua tingkat jaringan distribusi. Prosedur DRP harus dapat dimengerti katrena analog dengan MRP, sehingga harus mengikuti: 1. Gross requirement, dimana sama dengan permintaan yang diekspektasi atau peramalan penjualan. 2. Tingkat minimum persediaan menyesuaikan tingkat pelayanan. 3. Lead time nya akurat. 4. Definisi struktur distribusi. DRP mendorong persediaan melalui system, yang mana dorongan tersebut dilakukan oleh order tingkat atas atau ritel. Alokasi dibuat tingkat atas dari ketersediaan persediaan dan produksi setelah disesuaikan dengan pengiriman yang ekonomis. Tujuan DRP adalah penambahan kecil dan sering dalam batasan pesanan dan pesanan yang ekonomis. H. ENTERPRISE RESOURCE PLANNING Merupakan system informasi untuk mengidentifikasi dan merencanakan sisi sumber daya yang dibutuhkan perusahaan untuk digunakan, dibuat, dikirim dan dihitung bagi keperluan pesanan konsumen. Tujuan dari system ERP adalah untuk koordinasi bisnis perusahaan secara kesaluruhan. ERP merupakan software yang ada dalam perusahaan untuk: 1. Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis. 2. Membagi data base yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise. 3. Menghasilkan informasi yang real time.

MK-MO/2011/DAN#2

96

Just In Time (JIT) dan Lean Production Systems A. JUST IN TIME (JIT) Merupakan falsafah pemecahan masalah yang berkelanjutan dan memang harus dihadapi yang dapat menyebabkan sesuatu terbuang percuma. Karena banyak manfaat dari JIT maka konsep ini sangayt penting untuk dipelajari. Yang dilakukan dalam JIT adalah pengurangan kesia-siaan dan pengurangan variabilitas. 1. Pengurangan Kesia-siaan Kesia-siaan dalam proses produksi barang maupun jasa adalah pemberian penjelasan mengenai sesuatu yang tidak menambah nilai produk, baik yang disimpan, diperiksa, terlambah diproduksi, mengantre maupun yang rusak. Lebih jauh lagi, setiap kegiatan yang menurut konsumen tidak menambah nilai produk merupakan suatu kesia-siaan. JIT mempercepat proses produksi sehingga memungkinkan penghantaran produk kepada konsumen lebih cepat dan persediaan dalam prosespun menurun jumlahnya, sehingga memungkinkan pemanfaatan yang lebih produktif pada asset yang sebelumnya disimpan dalam persediaan. 2. Pengurangan Variabilitas Menurut konsep JIT, untuk menjalankan pergerakan bahan baku maka manajer mengurangi variabilitas yang disebabkan faktor internal maupun eksternal. Variabilitas adalah setiap penyimpangan dari proses optimal yang mengantarkan produk sempurna tepat waktu setiap saat. Semakin kecil variabilitas semakin kecil pula kesia-siaan yang terjadi. Kebanyakan, terjadinya variabilitas timbul karena perusahaan mentolerir kesia-siaan, atau karena manajemen yang jelek, yang diantaranya dapat dirinci sebagai berikut: a. Karyawan, fasilitas dan pemasok memproduksi unit-unit produk yang tidak sesuai dengan standar, terlambat atau jumlah tidak sesuai. b. Engineering drawing atau spesifikasi tidak akurat. c. Bagian produksi mencoba memproduksi sebelum spesifikasi lengkap. d. Permintaan konsumen tidak diketahui. Walaupun ada beberapa penyebab variabilitas, seringkali variabilitas tidak terlihat karena persediaan menyembunyikan masalah. Oleh karena itu konsep JIT diperlukan. Oleh karena itu konsep yang mendasari JIT adalah system “tarik” yaitu memproduksi satu unit lalu ditarik ke tempat yang memerlukannya pada saat diperlukan. Banyak perusahaan masih menggerakkan bahan baku melalui fasilitas dengan cara “dorong” yaitu pesanan ditumpuk di departemen pemrosesan agar dapat dikerjakan pada setiap ada kesempatan. Jadi bahan baku didorong ke stasiun kerja hulu tanpa memandang persediaan sumber daya. Sistem tarik dan dorong merupakan antitesis dari konsep JIT. B. KONTRIBUSI JIT PADA KEUNGGULAN KOMPETITIF Dengan menggunakan konsep JIT, diharapkan akan dapat menunjang tercapainya keunggulan kompetitif sehingga perusahaan dapat tangguh dalam persaingannya di pasar dan kelangsungan hidup perusahaan dapat terjamin. Berikut merupakan ilustrasi dari penjelasan tersebut: Konsep JIT menunjang Keunggulan Kompetitif dengan hasil : 1. Penguranagn antrean dan keterlambatan, sehingga proses produksi semakin cepat, asset bisa digunakan lebih produktif, perusahaan dapat memenangkan pesanan.

MK-MO/2011/DAN#2

97

2. Peningkatan mutu sehingga kesia-siaan berkurang dan dapat memenangkan pesanan. 3. Penurunan biaya sehingga laba meningkat atau harga jual bisa diturunkan. 4. Pengurangan variabilitas di tempat kerja sehingga kesia-siaan berkurang dan memenangkan pesanan. 5. Pengurangan kegiatan pengerjaan ulang sehingga memenangkan persaingan Yang diharapkan akan terjadi: Tanggapan terhadap konsumen lebih cepat, biaya lebih rendah mutu lebih tinggi dan ini merupakan keunggulan kompetitif. C. FAKTOR KUNCI SUKSES DALAM JUST IN TIME Dengan memperhatikan ilustrasi berupa penjelasan konsep JIT menunjang tercapainya Keunggulan kompetitif maka dapat disimpulkan bahwa ada tujuh faktor kesuksesan JIT yaitu: 1. Suppliers Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: a. Kedatangan material dan produk akhir termasuk kesia-siaan. b. Pembeli dan pemasok membentuk kemitraan. c. Kemitraan JIT mengeliminir: - Kegiatan yang tidak penting. - Persediaan dalam perjalanan. - Pemasok yang jelek 2. Layout Tata letak memungkinkan pengurangan kesia-siaan yang lain, yaitu pergerakan. Misalnya pergerakan bahan baku maupun manusia menjadi fleksibel. JIT mempersyaratkan: a. Sel kerja untuk product family. b. Pergerakan atau perubahan mesin. c. Jarak yang pendek. d. Tempat yang kecil untuk persediaan. e. Pengiriman langsung ke area kerja. 3. Inventory Persediaan dalam system produksi dan distribusi sering dadakan untuk berjaga-jaga. Tehnik persediaan yang efektif memerlukan Just In Time bukan Just In Case. Persediaan Just In Time merupakan persediaan minimal yang diperlukan untuk mempertahankan operasi system yang sempurna yaitu jumlah yang tepat tiba pada saat yang diperlukan bukan sebelum atau sesudah. 4. Schedulling Jadwal yang efektif dikomunikasikan di dalam organisasi dan kepada pemasok, maka akan sangat mendukung penerapan JIT. Penjadwalan yang lebih baik juga meningkatkan kemampuan untuk memenuhi pesanan konsumen., menurunkan persediaan dan mengurangi barang dalam proses. JIT mensyaratkan: a. Mengkomunikasikan penjadwakan kepada supplier. b. Jadwal bertingkat. c. Menekankan bagian dari skedul paling dekat dengan jatuh tempo. d. lot kecil. e. Tehnik Kanban.

MK-MO/2011/DAN#2

98

c. 4. JIT juga membatasi jumlah sumber kesalahan potensial. Mutu yang baik berarti lebih sedikit cadangan sehingga JIT labih mudah diterapkan. Misalnya dengan cara pemeliharaan rutin pada fasilitas yang digunaka. 3. JUST IN TIME DI SEKTOR JASA Dalam bagian ini tenik JIT yang diterapkan pada sektor jasa meliputi berbagai hal diantaranya: 1. D. MK-MO/2011/DAN#2 99 . 7. Preventive Maintenance Pemeliharaan dilakukan dalam rangka untuk menjaga hal-hal yang diinginkan supaya tidak terjadi atau tindakan pencegahan. sehingga jadwal merupakan sesuatu yang penting sekali. Jadwal Di konter tiket maskapai penerbangan focus system JIT adalah permintaan konsumen. Kualitas Hubungan JIT dengan Mutu adallah kuat sekali. JIT meningkatkan mutu dengan mengurangi antrean dan waktu antara. Dapat dilakukan dengan pelatihan silang maupun job enrichment. JIT mengurangi biaya perolehan mutu yang baik karena biaya produk sisa. Pemasok Misalnya usaha restoran sangat berhubungan dengan pemasok bahan makanan dan minuman yang mereka butuhkan. maupun pelatihan karyawan secara terus-menerus agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.5. 6. Employee Empowerment Karyawan yang diberdayakan dapat terlibat dalam isu-isu operasi harian yang merupakan falsafah JIT. investasi persediaan menurun.Persediaan Setiap pialang saham mengarahkan persediaan mendekati nol karena transaksi jual atau beli yang tidak dijalankan tidak dapat diterima oleh para klien. Pemberdayaan karyawan mengikuti nasehat manajemen bahwa tidak ada orang yang lebih tahu mengenai suatu pekerjaan selain karyawan pelaksana pekerjaan itu sendiri. 2. Pelayanan jasa diberikan dengan dasar JIT. pengerjaan ulang. Permintaan dipenuhi bukan dengan persediaan produk terwujud tetapi dengan karyawan maskapai penerbangan itu sendiri. b. Tata Letak Tata letak menciptakan perbedaan pengambilan koper maskapai penerbangan dimana konsumen mengharapkan koper-kopernya didapat tepat pada waktunya. (lihat konsep pada bab tentang sumber daya manusia yang berorientasi pada kualitas). karena berhubungan dalam tiga hal yaitu: a. Melalui penjadwalan yang rumit karyawan di konter tiket tepat waktu manakala konsumen memerlukannya.

BAB XII PENJADWALAN Pelaksanakan pekerjaan secara efektif dan efisien agar tujuan tercapai adalah yang diinginkan oleh semua manajemen perusahaan. sub kontrak dan semua variabel yang dapat dikendalikan perusahaan. 3. Oleh karenanya perencanaan Agregat termasuk dalam rencana jangka menengah. Tujuan dalam topik ioni adalah menjelaskan keputusan perencanaan agregat agar cocok dengan seluruh proses perencanaan kesaluruhan dan menjelaskan beberapa teknik yan digunakan manajer dalam mengembangkan rencana. Kapasitas yang akan digunakan akan lebih terukur sehingga jumlah output dapat dipastikan dan pelayanan kepada konsumen dapat lebih baik dari sebelumnya. Pada akhirnya akan lebih cepat pengiriman produk kepada konsumen yang berarti keunggulan kompetitif bagi perusahaan dalam pelayanan yang cepat dapat tercapai. Oleh karena itu pemahaman mengenai konsep penjadwalan sangat penting. STRATEGI AGRREGAT PLANNING Perencanaan agregat merupakan bagian dari system perencanaan produksi yang lebih besar. persediaan. maka rencana agregat berarti menggabungkan sumber daya-sumber daya yang sesuai ke dalam istilah-istilah yang lebih umum dan menyeluruh. Perencaan Agregat (Aggregat Planning) A. B. sehingga pemahaman mengenai keterkaitan antara rencana dan beberapa faktor internal dan eksternal merupakan sesuatu yang berguna. PROSES PERENCANAAN Perencanaan Agregat atau juga dikenal dengan Penjadwalan agregat menyangkut jumlah ana kapan produksi akan dilangsungkan dalam waktu dekat. maka perencana harus memilih tingkat output untuk fasilitas selama tiga sampai delapan belas bulan ke depan. pernerbit buku. C. akademi serta. sehingga para pelaksana mengetahui kapan waktu harus memulai suatu pekerjaan dan kapan waktu mengakhirinya. Dengan adanya ramalan permintaan. PERILAKU AGREGAT PLANNING Seperti yang telah diisyaratkan dengan istilah “agregat”. 2. Pada penggunaan asset yang dimiliki peruasahaan menjadi efektif sehingga investasi yang ditanamkan perusahaan akan memberikan hasil yang optimal.. Keputusan Penjadwalan menyangkut perumusan rencana bulanan dan kuartalan yang mengutamakan masalah mencocokkan produktifitas dengan permintaan yang fluktuatif. Manajer operasi berupaya menentukan cara terbaik untuk memenuhi ramalan permintaan dengan menyesuaikan tingkat produksi. serta kapasitas fasilitas. MK-MO/2011/DAN#2 100 . seringkali tiga sampai 18 bulan kedapan. Penjadwalan akan berimplikasi pada banyak hal diantaranya: 1. rumah sakit. persediaan jumlah tenaga kerja dan input produksi yang saling berkaitan.Perencanaan ini diantaranya bisa diterapkan untuk perusahaan manufaktur. kebutuhan tanaga kerja. waktu lembur.

e. tingkat produksi dan jumlah tenaga kerja tatap pada periode horizon perencanaan. Mempekerjakan tenaga kjerja paruh waktu. Pesanan cadangan dalam memenuhi permintaan pada periode permintaan tinggi. Merupakan kombinasi ombinasi antara Pilihan Kapasitas dan Pilihan Permintaan yang disebut sebagai strategi campuran dan seringkali cara ini lebih berhasil. d. Apakah perubahan akan diakomodasikan dengan cara mengubah jumlah tenaga kerja? 3. dan tiga pilihan permintaan dimana perusahaan berupaya mempengaruhi pola permintaan lewat ketiga pilihan permintaan. Tingkat Persediaan yang berubah-ubah. Mempengaruhi permintaan dengan berbagai kebijakan di manajemen pemasaran. 2.Di lingkungan perusahaan manufaktur. MK-MO/2011/DAN#2 101 . Dengan mempertimbangkan pilihan-pilihan tersebut maka perusahaan dapat menetapkan Strategi: • Chase Strategy yaitu menetapkan produksi sama dengan permintaan. Pilihan campuran. Mengubah jumlah tanaga kerja dengan cara mempekerjakan pekerja atau memberhentikan pekerja. Pilihan Permintaan Pilihan permintaan yang mendasar adalah sebagai berikut: a. Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh manajer opearasi dalam merumuskan rencana agregat yaitu: 1. Pilihan Kapasitas Pilihan kapasitas (pasokan) mendasar yang dapat dipilih perusahaan adalah sebagai berikut: a. Apakah perlu menggunakan sub kontraktor untuk antisipasi pesanan yang fluktuatif sehingga dapat mempertahankan jumlah tenaga kerja yang stabil ? 5. b. Apakah persediaan digunakan untuk menyerap perubahan selama periode permintaan ? 2. 1. Apakah perlu penggunaan tenagakerja paruh waktu atau waktu lembur dan waktu kosong untuk menghadapi fluktuasi ? 4. jadwal produksi utama yang dihasilkan memberikan input untuk system MRP yang mengutamakan mengenai perolehan atau produksi komponen-komponen yang diperlukan Lihat bab tentang MRP). Jadwal kerja yang mendetil untuk tenaga kerja dan penjadwalan berprioritas untuk produk dihasilkan sebagai tahapan terakhir system perencanaan produksi. Sebelum membahas tentang strategi maka ada lima jenis pilihan kapasitas karena pilihan ini tidak mengubah permintaan tetapi menyerap fluktuasi permintaan. • Level Strategy yaitu memelihara output yang konstan. Produk mix antar musim. Apakah perlu mengubah harga atau faktor lain untuk mempengaruhi permintaan? Dari pertanyaan tersebut diatas. b. Mengubah tingkat produksi melalui waktu lembur dan waktu kosong. menggambarkan strategi perencanaan apa yang sebaiknya dibuat perusahaan. c. c. Sub kontrak digunakan. 3.

waktu lembur. Tahapan dalam metode ini adalah: 1. dan tindakan subkontrak untuk tiap periode. rencana rencana dengan grafis dan diagram ini menangani variabel sedikit demi sedikit agar perencana dapat membandingkan proyeksi permintaan dengan kapasitas yang ada. 2. Metode Transportasi Dalam Program Linear Jika masalah perencanaan agregat dipandang sebagai masalah alokasi kapasitas operasi untuk memenuhi permintaan yang diperkirakan. Pendekatan simulasi ini menggunakan prosedur pencarian kombinasi nilai yang biayanya minimal untuk ukuran jumlah tenaga kerja dan tingkat produksi. Tentukan biaya tenaga kerja. 5. lembur. d. b. Management Coefficient Model Dikembangkan oleh E. diantaranya: 1. 4. dan persediaan melalui serangkaian kurva biaya kuadrat. maka rencana agregat dapat dirumuskan dalam format program linear. Model ini meminimisasi biaya total dari biaya gaji.C Vergin. Pendekatan Matematis Dalam Perencanaan Beberapa pendekatan matematis terhadap perencanaan agregat telah banyak dikembangkan diantaranya: a. Metode Pembuatan grafis dan diagram Metode ini sangat sering dipakai karena mudah dipahami. c. Pendekatan yang digunakan adalah “ trial and error “ yang tidak menjamin terciptanya rencana produksi yang optimal. Pada dasarnya. MK-MO/2011/DAN#2 102 . tatapi penghitungan yang dibutuhkan hanya sedikit dan dapat dilakukan oleh staf yang paling dasar pekerjaannya. 3. Tentukan berapa kapasitas pada waktu biasa. METODE PERENCANAAN AGREGAT Ada beberapa tehnik yang digunakan manajer operasi untuk mengembangkan rencana agregat yang lebih bermanfaat dan lebih tepat. Linear Decision Rule Merupakan model perenxcanaan agregat yang berupaya untuk mengoptimalkan tingkat produksi dan tingkat jumlah tenaga kerja sepanjang periode tertentu. Teori yang mendasari adalah pengalaman masa lalu manajer cukup baik. PHK. sehingga dapat digunakan sebagai dasar menetapkan keputusan di masa depan.D. Simulasi Suatu model computer yang dinamakan “ Penjadwalan lewat simulasi” yang dikembangakan tahun 1966 di R. biaya rekrutmen dan biaya pemberhentian karyawan serta biaya penahanan persediaan. Pertimbangkan kebijakan perusahaan yang dapat diterapkan pada para pekerja dan tingkatan persediaan. Teknik ini menggunakan analisa regresi terhadap keputusan produksi yang diambil manajer di masa lalu. Kembangkan rencana alternative dan amati biaya totalnya. rekrutmen. Tentukan permintaan pada tiap periode.H Bowman yang membangun suatu model keputusan formal di seputar pengalaman dan kinerja manajer. 2.

.Jumlah penerbangan di setiap rute. . 3. Rantai Perusahaan Kecil Nasional Contohnya adalah jasa foto copy. . staf. percetakan. Rumah sakit Masalah yang dihadapi adalah alokasi uang. berseri B maupun berseri C. Pengendalian yang ketat atas jam kerja di perusahaan jasa dapat dipastikan menghasilkan tanggapan cepat terhadap respon konsumen.penentuan ukuran jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan . restoran cepat saji. Jadi berupa jumlah keseluruhan output yang dihasilkan tiap periode tertentu bukan berdasarkan tipe.usaha mengelola permintaan untuk menjaga agar peralatan dan pekerja tetap bekerja. Fleksibilitas keahlianpekerja kerorangan yang memungkinkan relokasi tenaga kerja yang ada. perlengkapan untuk memenuhi permintaan pasien atas pelayanan jasa rumah sakit yang bersangkutan. penerapannya lebih mudah daripada di perusahaan manufaktur. Pengendalian biaya tenaga kerja di perusahaan jasa merupakan sesuatu yang penting. PERENCANAAN AGREGAT DI SEKTOR JASA Pada kenyataan sektor jas seperti bank. Sedangkan proses pemisahan rencana agregat menjadi rencana yang lebih rinci disebut agregasi. Fleksibilitas keahlian pekerja peerorangan pada tingkat output atau jam kerja untuk memenuhi permintaan yang sudah diperkirakan. DISAGREGASI Output dari proses perencanaan agregat biasanya berupa jadwal produksi untuk pengelompokkan produk berdasarkan “famili”. 4. Misalnya untuk produsen mobil. b.E. Restoran Pada jasa ini volume produknya tinggi maka diarahkan pada: . c. Beberapa bentuk sumber tanag kerj apanggilan yang dapatditambahkan atau dihilangkan untuk memenuhi permintaan yang tak terduga. pusat computer. output memberikan informasi mengenai berapa mobil yang harus diproduksi . Penerapan Perencanaan Agregat disektor jasa diantaranya pada: a. Pengendalian Biayanya meluputi: 1.Jumlah penumpang yang harus dilayani di setiap penerbangan. d. yang mana pertanyaan atas perencanaan agregat vs perencanaan independent di setiap badan usaha menjadi sebuah MK-MO/2011/DAN#2 103 . 2.jumlah penerbangan masuk dan keluar di setiap pusat. Industri Penerbangan Perencanaan agregat mancakup jadwal atau table atas: . tetapi bukan pada berapa mobil yang berserk A. F.pemulusan tingkat produksi .Jumlah awak pesawat dan awak di darat yang dibutuhkan pada setiap pusat dan bandara. usaha angkutan. Disagregasi mengahsilakan jadwal produksi utama/induk (MPS) lihat konsep MRP).

penugasan khusus terhadap karyawan. Dengan penjadwalan yang efektif. transportasi. Dirancang untuk menghasilkan jadwal yang bisa diselesaikan meski tidak berarti memenuhi tanggal jatuh temponya. Tahap-tahap dalam pekerjaan kemudian dijadwal pada suatu waktu. MK-MO/2011/DAN#2 104 . menjadwal operasi finsal dahulu.perhatian. rencana jangka menengah ke dalam urutan pekerjaan. Jasa lain-lain. Berbagai isu yang berkitan dengan penjadwalan diantaranya: 1. B. Pendekatan ini menguntungkan karena mengurangi biaya pembelian dan periklanan dan membantu arus kas di lokasi yang independent. Banyak digunakan pada rumah sakit. Penjadwalan ke belakang dimulai dengan tanggal jatuh tempo. Penjadwalan Jangka Pendek (Short-Term Schedulling) A. 2. e. memeberikan output yang volumenya tinggi namun tidak berwujud. Dengan menggunakan konsep penjadwalan jangka pendek maka keunggulan kompetitif dengan pengiriman dapat diabdalkan. masalah mutu seringkalo membuat penjadwalan semakin kompleks. PENTINGNYA STRATEGI PENJADWALAN JANGKA PENDEK Penjadwalan jangka pendek sangat penting sekali bagi perusahaan karena : 1. Hal-hal tehnis seperti kerusakan mesin. Banyak digunakan di perusahaan manufaktur dan juga jasa seperti katering. Penjadwalan dimulai dengan perencanaan kapasitas yang meliputi fasilitas dan penguasaan terhadap mesin. Output dan pembelian dapat direncanakan secara terpusat apabila permintaan dapat dipengaruhi melalui promosi khusus. Untuk jasa semacam ini lebih utama pada perencanaan persyaratan sumber daya manusia (lihat bab tentang sumber daya manusia) dan pengelolaan permintaan. perusahaan dapat menggunakan asetnya dan menghasilkan kapasitas investasi yang lebih besar dan sebaliknya mengurangi biaya. Dengan mengurangi lead time untuk tiap item akan didapatkan waktu awal. Penjadwalan jangka pendek menerjemahkan keputusan kapasitas. 3. Seperti jasa keuangan. restoran untuk makan malam. Pekerjaan dilaksanakan atas pesanan konsumen dan sesegera mungkin dilakukan pengiriman. kemudian jadwal induk membagi rencana kasar dan membuat jadwal keseluruhan untuk output. perusahaan permesinan. sehingga perlu pemikiran khusus. Penjadwalan Ke depan dan ke belakang Penjadwalan ke depan memulai skedul /jadwal segera setelah persyaratan diketahui. rekreasi. BAHASAN PENJADWALAN Penjadwalan berkaitan dengan waktu operasi. bahan baku dan fasilitas. komunikasi. Penjadwalan menambah kapasitasdan fleksibilitas yang terkait dan memberikan waktu pengiriman yang lebih cepat dan dengan demikian pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih baika. klinik. dibalik.

File master barang b. 2. Contoh MK-MO/2011/DAN#2 105 . c. Karemna perbedaan ini maka penjadwalan menjadi kompleks. waktu proses. 6. Pusat pembebanan dibagi menjadi dua bentuk yaitu orientasi pada kapasitas dan dikaitkan ke penugasan tugas tertentu ke pusat pekerjaan. Menyediakan statistic efisiensi pekerjaan dan memonitor waktu operator untuk analisis distribusi tenaga kerja. dan set up. C. Oleh karenanya ada empet criteria yaitu: a. Sistem ini dibuat berdasarkan pesanan dan biasanya berbeda dalam bahan baku. Empat k riteria ini digunakan dalam industri untuk mengevaluasi kinerja penjadwalan. Sistem penjadwalan baik yang manual maupun otomatis perlu data yang akurat dan relevan sehingga membutuhkan data base dengan file perencanaan dan pengendalian. 4. Oleh karena itu system ini harus: 1. Memberikan feedback pada aktifitas produksi. Menjadwal pesanan yang akan dating tanpa mengganggu kendala kapasitas pusat kerja individu. Sehingga pendekatan penjadwalan harus jelas mudah dimengerti dan dilaksanakan fleksibel dan realistic.2. Diagram ini membantu menggambarkan penggunaan sumber daya seperti pusat pekerjaan dan lembur. 5. Diagram ini dikembangkan oleh Henry L Gantt pada akhir tahun 1800. Meminimalkan waktu penyelesaian dengan cara menetapkan rata-rata waktu penyelesaian. Pendekatan yang digunakan dalam pembebanan adalah Diagram Gantt/ Gantt Chart. Meminimalkan persediaan barang dalam proses dengan menetapkan rata-rata jumlah pekerjaan dalam system. Mengecek barang dalam proses pada saat pekerjaan bergerak menuju perusahaan. d. waktu menganggur atau waktu penyelesaian harus dijaga agar tetap minimum. Manajer operasi menugaskan pekerjaan untuk dilaksanakan sehingga biaya. File master induk pusat kerja D. volume rendah dan biasanya diterapkan pada manufaktur maupun jasa. b. Tiga file perencanaan yaitu: a. gajui dan upah. Penjadwalan Kriteria Proses Tehnik penjadwalan yang benar tergantung pada volume pesana. 3. Mengecek ketersediaan alat dan bahan baku sebelum memberikan pesana ke suatu departemen. Meminimalkan waktu tunggu konsumen dengan menetapkan rat-rata keterlambatan. PEMBEBANAN PEKERJAAN DI PUSAT PEKERJAAN. Pembebanan berarti penugasan pekerjaan untuk dilaksanakan atau pusat pengolahan atau pusat pemrosesan. Memaksimalkan utilitas dengan menetapkan persentase watu fasilitas digunakan. File routing c. ciri operasi dan seluruh kompleksitas pekerjaan. Membuat tanggal jatuh tempo untuk tiap pekerjaan dan mengecek kemajuan nya. Diagram Gantt merupakan alat Bantu visual yang sangat berguna dalam pembebanan dan penjadwalan. PROSES PENJADWALAN BERFOKUS PADA PUSAT KERJA Fasilitas ini berfokus pada proses atau dikenal juga dengan fasilitas terputus-putus atau Job Shop yaitu tingginya variasi yang dihasilkan. urutan proses.

MK-MO/2011/DAN#2 106 . B. Pekerjaan A berakhir pada hari ke 5. C yang mana penjadwalan nya saling terkait waktunya. Pekerjaan A dan B dimulai bersamaan yaitu pada hari ke 1. pekerjaan B pada hari ke 4 sedangkan pekerjaan C mulai hari ke tiga sampai hari ke 6.Perusahaan X menggunakan diagram Gantt untuk menunjukkan penjadwalan tiga macam pesanan yaitu pekerjaan A.

BAB XIII PEMELIHARAAN DAN RELIABILITAS SERTA KONSEP MANAJEMEN PROYEK Maintenace dan reliabilitas merupakan kegiatan yang cukuppenting dilakukan dalam manajemen operasional. Bersihkan dan lumasi 2. Dalam topik ini juga akan dibahas mengenai manajemen proyek yang mana suatu proyek dengan proyek yang lain mempunyai keunikan tersendiri sehingga dalam melakukan manajemen proyek perlu suatu organisasi proyek. Keterlibatan karyawan: 1. Monitor dan sesuaikan 3. Yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek sampai ke pelaporan proyek adalah manajer proyek. Karena fasilitas yang dimiliki harus dijaga agar dapat digunakan secara kelancaran sehingga proses operasional tidak terganggu. Pembagian informasi 2. Perbaikan ringan 4. Reliabilitas merupakan probabilitas bahwa suatu bagain dari mesin atau produk akan berfungsi sebagaimana mestinya untuk waktu dan kondisis tertentu. Pembagian kekuasaan Prosedur karyawan: 1. PENTINGNYA STRATEGI PEMELIHARAAN Tujuan pemeliharaan adalah untuk memelihara kemampuan system dan mengendalikan biaya sehingga system harus dirancang dan dipelihara untuk mencapai standar mutu dan kinerja yang diharapkan. Pemeliharaan meliputi segala aktifitas yang terlibat dalam penjagaan peralatan system dalam aturan kerja. Pelatihan keahlian 3.Dalam melaksanakan manajemen proyek perlu perencanaan. penjadwalan dan pengendalian. Sistem imbalan Hasil: 4. Catatan terkomputerisasi MK-MO/2011/DAN#2 107 . Pemeliharaan dan Reliabilitas A. Dengan demikian baik maintenance maupun reliabilitas adalah dua hal yang saling terkait dantidak dapat dipisahkan. Tujuan pemeliharaan adalah untuk menjaga agar system yang ada dapat berjalan sebagaimana mestinya dan juga untuk dapat mengendalikan biaya baik untuk pencegahan maupun perbaikan jika terjadi kerusakan.

Manajer operasi perlu mempertimbangkan keseimbangan antara pemeliharaan pencegahan dan pemeliharaan pemogokan Karen aberdampak pada persediaan. uang. Konsep ini juga melibatkan perancangan system manusia dan teknik yang menjaga proses produktif tetap bekerja dalam toleransi nya. Konsep ini dikenal sebagai pemakaian unit secara parallel dan meriupakan taktik standar operasi manajemen. Pemeliharaan Pemogokan (Breakdown Maintenance) Adalah perbaikan secara remedial ketika terjadi peralatan yang rusak dan kemudian harus diperbaiki atas dasar prioritas atau kondisi darurat. oleh karena itu perlunya manajemen membangun system pemeliharaan yang meliputi seleksi personel dan pelatihan. atau dapat dinotasikan sebagai: Rs = R1 x R2 x R3 x … x Rn R1 = reliabilitas komponen 1 R2 = reliabilitas komponen2 Rs = Reliabilitas keseluruhan 2.B. Penekanannya adalah pada pemahaman bahwa proses dan membiarkannya bekerja tanpa gangguan. serta tenaga kerja. maka barangkali perlu membiarkan prose situ mogok baru diperbaiki. RELIABILITAS Adalah suatu probabilitas dimana bagian mesin atau produk akan berfungsi sesuai dengan spesifikasi waktu dan kondisi yang telah ditentukan. Harus dicatat bahwa infant mortality banyak disebabkan karena penggunaan yang tidak wajar. Pemeliharaan pencegahan berarti dapat menentukan kapan suatu peralatan perlu diservis atau direparasi. Memperbaiki Redundancy Redundancy adalah penggunaan komponen secara parallel untuk meningkatkan reliabilitas. Akan tetapi perlu diperttimbangkan akibat pemogokan secara penuh karena akan mengganggu proses secara keseluruhan. Pemeliharaan Pencegahan (Preventif Maintenance) Melibatkan pelaksanaan pemeriksaan rutin dan sevis yang menjaga fasilitas dalam kondisi yang baik. Sehingga Reliabilitas keseluhan merupakan hasil kali dari semua reliabilitas komponenya. Apabila biaya pemeliharaan lebih mahal daripada biaya reparasi ketika proses tersebut mogok. Kerusakan terjadi pada tingkat yang berbeda-beda selam umur produk. B. pengertian akurasi dari masing-masing komponen yang mendukung suatu fasilitas yang digunakan adalah sesuatu yang penting daklam konsep reliabilitas. Tujuan pemeliharaan pencegahan untuk membangun system yang mengetahui kerusakan potensial dan membuat pergantian atau perbaikan yang akan mencegah kerusakan. Perbaikan komponen individual Karena kesalahan sering terjadi di dunia yang nyata. KATEGORI PEMELIHARAAN Konsep pemeliharaan dibagi menjadi dua kategori yaitu pemeliharaan pencegahan dan pemeliharaan pemogokan. Taktik yang digunakan dalam reliabilitas adalah: 1. 2. Akan tetapi apabila satu komponenrusak akan berakibat pada yang lain maka harus diperhatikan hasilnya yang dapat dirumuskan: MK-MO/2011/DAN#2 108 . Tingkat kerusakan yang tinggi disebut Kehancuran sebelum waktunya (infant mortality) terjadi pada awal mulai produksi di banyak perusahaan terutama perusahaan elektronik. 1. Pemeliharaan Pencegahan jauh lebih besar dartipada sekedar menjaga mesin dan fasilitas tetap berjalan. Teknik ini memback up komponen dengan komponen tambahan.

3. 5. Model simulasi fisik juag dapat digunakan secara penuh.(Probabilitas kerja komponen 1 ) + { (probabilitas kerja komponen 2) x (probalititas kebutuhan komponen 2)} C.TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE Merupakan kombinasi TQM (Total Quality Management) dengan pangdangan strategik tentang pemeliharaan dari desain proses dan peralaytan ke pemeliharaan pencegahan. Contohnya personel operasi dapat ditambah staf melalui penentuan trade off antara biaya penghentian mesin dan biaya penambahan tanaga kerja. Pelatihan personel secara baik 2. 1. 6. Menekankan Total biaya kepemilikan ketika pembelian mesin dilakukan. Mengembangkan rencana pemeliharaan pencegahan yang memanfaatkan praktek terbaik dari operator dan departemen pemeliharaan serta depot servis. Contohnya Du Pont menggunakan expert system untuk memonitor peralatan dan melatih personel untuk melakukan perbaikan. Manajemen dapat mensimulasikan permasalahan tersebut. sehingga servis dan pemeliharaan termasuk sebagai biaya. Expert System Manajer operasi dapat menggunakan expert system seperti program computer untuk membantu sataf dalam mengisolasi dan memperbaiki variasi kesalahan dan kerusakan mesin serta peralatan. PENINGKATAN KAPABILITAS REPARASI Karena pemeliharaan preventif dan reliabilitas jarang yang sempurna. maka simulasi computer marupakan alat yang bagus untuk mengevaluasi dampak berbagai kebijakan. D. dan mudah dipelihara. Kemampuan mengidentifikasi penyebab pemogokan. TEKNIK UNTUK MENETAPKAN KEBIJAKAN PEMELIHARAAN Ada dua teknik yang bermanfaat dan efektif untuk pemeliharaan yaitu simulasi dan expert system. mudah dioperasikan. Melatih personel untuk mengoperasikan dan memelihara mesin yang dimiliki. 4. Dalam konsep ini melibatkan pengurangan variabilitas melalui pelibatan tenaga kerja dan pelaporan catatan pemeliharaan dan juga meliputi: 1. Fasilitas pemeliharaan yang baik maliputi : 1.Simulasi Karena kompleksitas dari beberapa keputusan pemeliharaan. Kemampuan mendisain cara untuk perluasan MBTF. 2. Kemampuan dan memiliki otoritas merencanakan material. Disain mesin yang reliable. Memperbesar atau memperbaikai fasilitas dapat dilakukan dengan dengan meletakhkan system pengembalian dalam operasi yang lebih cepat. banyak perusahaan mencoba meningkatkan kapabilitasnya. MK-MO/2011/DAN#2 109 . 2. Kemampuan menetapkan rencana reparasi dan prioritas. E. Tersedia sumber dayanya 3. 4.

Untuk saat sekarang sudah banyak software yang dapat digunakan diantaranya Windows XP. 3. biaya. sehingga untuk menanganinya perlu dibentuk suatu organisasi proyek. Proyek bersifat sementara tetapi penting bagi organisasi 5. Menunjukkan perkiraan biaya dan waktu yang realistis untuk tiap kegiatan. Proyek meliputi hamper semua lini organisasi. kualitas dan budget. Proyek selesai sesuai budget 3. Suatu proyek dengan proyek yang lain mempunyai keunikan masing-masing. Ada tiga tahap yang harus dilakukan dalam manajemen proyek yaitu: 1. Seluruh kegiatan yang diperlukan diselesaikan dalam urutan yang tepat dan waktu yang tepat.Konsep Manajemen Proyek A. Pengendalian (Controlling) Pengawasan sumber daya . uang. 4. menggeser atau mengelola ulang sehingga tepat waktu dan biaya. Tanggung jawab manajer proyek adalah memastikan 1. Pekerjaan dapat didefinisikan dengan sasaran dan target waktu khusus. Menunjukkan hubungan tiap kegiatan lainnya dan terhadap keseluruhan proyek. pendefinisian proyek dan organisasi tim. Organisasi proyek dipimpin oleh seorang manajer proyek yang mengkoordinasikan kegiatan proyek dengan departemen lain maupun membuat laporan kepada manajemen puncak. C. Setelah tujuan proyek ditetapkan.PENGERTIAN PROYEK DAN TAHAPAN DALAM MANAJEMEN PROYEK Proyek dapat diartikan sebagai sederetan aktifitas yang diarahkan pada suatu hasil diman ajangka waktu penyelesaiannya ditentukan. Penjadwalan proyek membantu dalam bidang: 1. Proyek memenuhi sasaran kualitas. 3. PERENCANAAN PROYEK Untuk mengerjakan beberapa proyek sekaligus. maka cara yang efektif untuk menugaskan tenaga kerja dan sumber daya secara fisik adalah melalui organisasi proyek. Penjadwalan (Schedulling) Menghubungkan antara tenaga kerja. 4. jika perlu merevisi.PENJADWALAN PROYEK Penjadwalan proyek meliputi urutan dan membagi waktu untuk seluruh kegiatan proyek. Pekerjaan terdiri dari tugas yang kompleks dan saling berhubungan serta memerlukan ketrampilan khusus. Perencanaan (Planning) Mencakup penetapan sasaran. 2. maka dilakukan pemecahan proyek menjadi bagian-bagian yang dapat dikelola dengan baik yang disebut WBS (Work Breakdown Structure). seperti yang terjadi di beberapa perusahaan besar. bahan yang digunakan dalam proyek. Pendekatan yang dapat digunakan diantaranya adalah Diagram Gantt (lihat topik tentang Short Term Schedulling). 2. 3. 2. Pekerjaaan unik atau tidak biasa dalam organisasi yang ada. Tenaga kerja yang ditugaskan dalam proyek mendapat motivasi arahan dan informasi yang diperlukan dalam pekerjaan mereka. ubah rencan. MK-MO/2011/DAN#2 110 . Maka organisasi akan bekerja secara baik apabila: 1. Mengidentifikasikan hubungan yang harus didahulukan di antara kegiatan. 2. B.

Visischedule. Hal-hal yang harus diperhatikan : 1. D. sedangkan nama lain ialah CPM. ANALISIS NETWORK/ TEKNIK MANAJEMEN PROYEK: PERT DAN CPM Konsep network disusun pertama kali oleh perusahaan jasa konsultan manajemen Boaz. MS Project.4. kualitas dan budget. Membantu penggunaan tenaga kerja. Timeline. Events : Kejadian yang merupakan awal atau akhir dari suatu kegiatan simbolnya berupa lingkaran  Kegiatan Dari Kegiatan Ke Kegiatan Hari 1 2 1 2 3 2 2 6 4 3 4 1 4 5 1 5 9 1 6 7 3 7 8 2 8 9 1 9 10 1 EN EF T LS T EN = Event Number = Nomor kejadian EFT = Earliest Finish Time = Waktu penyelesaian tercepat (waktu penyelesaian paling cepat) LST = Latest Start Time = Waktu terlambat yang harus dimulai (waktu paling lambat harus dimulainya kejadian tersebut). 111 MK-MO/2011/DAN#2 .PENGENDALIAN PROYEK Pengendalian proyek melibatkan pengawasan ketat pada sumber daya. Pertmaster. uang dan sumber daya lainnya dengan cara hal-hal kritis pada proyek. yang digunakan untuk perusahaan pesawat terbang Lockheed. Activity : Kegiatan yang merupakan suatu pekerjaan/tugas. CPM disusun oleh Du Pont Company tanpa meniru PERT. Allen & Hamilton. yang akan dibahas pada sub topik berikutnya. biaya serta fasilitas. Hal ini dilakukan agar perencanaan dan pengawasan semua kegiatan dapat dilakukan secara sistematis. biaya. Kebutuhan penyusunan network ini diperlukan untuk melakukan koordinasi dan pengurutan kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan dan saling ketergantungan satu sama lain. dimana penyelesiannya memerlukan periode waktu. Untuk saat ini telah banyak software yang dapat dipergunakan diantaranya Primavera. Simbolnya berupa anak panah  2. E. sehingga dapat diperoleh efisiensi kerja. MacProject. Nama prosedur ini disebut PERT. Pengendalian juga berarti penggunaan loop umpan balik untuk merevisis rencana proyek dan pengaturan sumber daya kemana diperlukan. Cara penjadwalan proyek yang lain adalah PERT dan CPM.

Menerima/tidak jika ada suatu order dengan mengetahui jumlah hari. terdapat pengangguran kapasitas (idle capacity) Manfaat : 1. Finishing Simbol A B C D E F G H Pekerjaan yang Mendahului A A B B. Kasus : Penyelesaian Produk “X” No Pekerjaan 1. 2. Mengetahui ketergantungan setiap kegiatan 5. C E D. Masukan Material A 3. EFT ≠ LST : Selalu terdapat kelonggaran/tenggat waktu. Jalur yang memiliki kelonggaran. hari dicarikan 4. Masukan Material B 4. Mengecat B 7.3 3 8 4 4 9 5 5 10 9 11 11 0 12 12 1 0 2 1 1 6 5 5 1 8 8 8 10 10 EFT = LST : Berarti jelur tersebut tidak ada kelonggaran waktu. Proses Material B 6. Mulai 2. Proses Material A 5. F G Waktu Normal/ hari 0 10 20 30 20 40 20 10 (190 Hari) MK-MO/2011/DAN#2 112 . Memasang A & B 8. Jalur yang tidak memiliki kelonggaran yang harus diperhatikan 3. Memberikan bantuan dalam komunikasi antar departemen. artinya setiap suatu kegiatan selesai maka kegiatan yang lain harus segera dimulai (inilah yang disebut jarlur kritis).

sehingga jalur ini dengan jalur kritis (critical path). Mana tugas yang penting. A – B – D – G – H 0 + 10 + 30 + 20 + 0 = 60 hari 2. Penundaan pekerjaan pada jalur kritis dapat menyebabkan tertundanya penyelesaian proyek secara keseluruhan. artinya jalur kritis membutuhkan wkatu 100 hari yang berarti pula penyelesaian pekerjaan selama 100 hari. terlambat atau lebih cepat ? 5. Penyelenggaraan proyek secara keseluruhan dapat dikerjakan secara cepat apabila pekerjaan-pekerjaan yang menjadi bagian jalur kritis dapat dipercepat penyelesaiannya. B 10 30 30 D 50 50 10 A 0 10 G 90 70 10 20 20 C 20 H 100 80 20 E 40 40 F 80 20 Dengan menggunakan PERT dan CPM maka dapat membantu pertanyaan seperti: 1. Apakah sumber daya cukupagar proyek tepat waktu ? 8. Beberapa hal yang harus diperhatikan: 1. lebih sedikit. A – C – E – F – G – H 0 + 20 + 20 + 40 + 20 + 0 = 100 hari Jadi ACEFGH merupakan jalur paling panjang. Pada suatu waktu tertentu apakah uang yang dibelanjakan sama. 2. Jika ingin selesai lebih cepat. Pada suatu waktu tertentu. Kapan proyek selesai ? 2. A – B – E – F – G – H 0 + 10 + 20 + 40 + 20 + 0 = 90 hari 3. Kelonggaran waktu (slack) terdapat pada pekerjaan yang tidak berada pada jalur kritis sehingga dapat dilakukan realokasi TK dari pekerjaan-pekerjaan yang berada pada bagian jalur kritis. Mana kegiatan yang tidak kritis ? 4. yang tidak boleh ditunda (kegiatan kritis) ? 3. apakah masih tetepa dalam jadwal. 3. Meskipun jalur kritis ini ialah waktu terlama tetapi tetap lebih cepat apabila dibandingkan dengan dikerjakan masing-masing kegiatan satu per satu (140 hari). atau lebih besar ? 7. mana jalan terbaik dengan biaya minimal ? MK-MO/2011/DAN#2 113 .1. A – C – D – G – H 0 + 20 + 30 + 20 + 0 = 70 hari 4. Berapa probabilitas selesai sesuai jadwal ? 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful