MATERI MANAJEMEN OPERASI

Disusun Oleh : Drs. Dandan Irawan, M.Sc.

PENDAHULUAN Di dalam hidup sehari-hari kita banyak melihat barang dan jasa yang diperjualbelikan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Barang dan jasa tersebut ada yang langsung dikonsumsi oleh konsumen akhir atau diolah kembali untuk menjadi produk lain, sehingga output suatu produsen menjadi input bagi produsen lain. Jumlah barang dan jasa tersebut sangat bervariasi dalam volume/kuantitas, kualitas, model, ukuran, dan jenis. Hal penting bagi kita ialah bahwa barang dan jasa tersebut tidak menjelma dengan sendirinya, ini berarti memerlukan suatu usaha atau kegiatan untuk menciptakan barang dan jasa tersebut. Penciptaan barang dan jasa tersebut dimungkinkan tercipta melalui suatu kegiatan produksi dengan mentransformasikan faktor-faktor produksi melalui suatu sistem produksi. Faktor-faktor produksi yang ditransformasi tersebut meliputi manusia, bahan baku, modal, metode atau dikenal istilah 4M. Peranan manajemen ialah mengkombinasikan faktor-faktor produksi tersebut sedemikian rupa, sehingga produk yang tercipta sesuai dengan prinsip efisiensi dan efektivitas. Manajer produksi dapat dengan mudah mencapai sasaran atau tujuan perusahaan tersebut dengan menggunakan skill melalui proses manajemen dengan memperhatikan fungsi-fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, contolling/ POAC). Untuk menciptakan produk yang benar-benar sesuai dengan selera dan kebutuhan atau keinginan konsumen, manajer harus dapat memadukan dukungan kualitas yang baik dengan perolehan keuntungan yang maksimal, sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan untuk selalu berkembang. Hal ini sangat mungkin dicapai apabila seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan dimulai dengan rencana kerja atau rencana produksi yang matang. Suatu kegiatan yang dimulai dengan perencanaan yang kurang baik akan sangat berpengaruh pada hasil akhir yang akan diperoleh. Beberapa definisi Manajemen Operasional (MO) merupakan suatu ilmu yang dapat diterapkan pada berbagai jenis bidang usaha seperti rumah sakit, perguruan tinggi, pabrik garmen, dan lainlain, mengapa demikian ? Karena jenis usaha seperti yang disebutkan diatas menghasilkan produk yang bisa berupa barang maupun jasa, yang mana untuk kegiatan proses produksinya yang efektif dan efisien memerlukan berbagai konsep, peralatan serta berbagai cara mengelola operasinya yang akan secara singkat dipaparkan dalam modul ini.

MK-MO/2011/DAN#2

1

BAB I

RUANG LINGKUP MANAJEMEN OPERASI
A. APA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN MANAJEMEN OPERASI Untuk menciptakan barang dan jasa (produk), semua organisasi bisnis (perusahaan) paling tidak menjalankan tiga fungsi utama yaitu: 1. Fungsi Pemasaran (Marketing Function) yang berhubungan dengan pasar untuk dapat menciptakan permintaan dan pada akhirnya menyampaikan produk yang dihasilkan ke pasar. 2. Fungsi Keuangan (Finance Function) yang mengelola berbagai urusan keuangan didalam perusahaan maupun perusahaan dangan fihak luar perusahaan. 3. Fungsi Produksi atau Operasi (Operation Function) berkaitan dengan penciptaan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan. Mengacu pada tiga fungsi utama perusahaan, maka dalam fungsi operasional diperlukan Manajemen Operasional. Sehingga dengan demikian, Manajemen Operasi dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan atau aktifitas yang menciptakan nilai produk baik berupa barang maupun jasa melalui proses transformasi input menjadi output atau pengertian lainnya ialah “KAJIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DARI SUATU FUNGSI OPERASI”. Aktifitas tersebut berlaku untuk berbagai macam produsen barang seperti elektronik, garmen, otomotif, demikian pula berlaku juga bagi produsen jasa seperti media masa, hiburan, pendidikan, konsultan. Beberapa definisi yang dianggap perlu, antara lain : a. Produksi adalah aktifitas atau kegiatan untuk menambah manfaat, meliputi manfaat tempat, bentuk dan waktu serta gabungan dari masing-masing manfaat tersebut. b. Produk adalah hasil/output dari suatu kegiatan produksi baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud (yang berwujud disebut barang dan yang tidak berwujud disebut jasa) c. Produsen adalah orang atau lembaga yang menghasilkan produk setelah melalui proses produksi d. Proses Produksi adalah metode, cara atau teknik yang digunakan dalam kegiatan penciptaan produk. e. Sistem Produksi adalah serangkaian elemen yang saing berhubungan dan saling menunjang untuk pelaksanaan kegaiatan penambahan manfaat dalam suatu kegiatan-kegiatan produksi. e. Produktivitas adalah suatu perbandingan antara hasil kegiatan yang sesungguhnya dengan hasil kegiatan yang seharusnya (antara realisasi dan target). Secara sederhana produktivitas ditunjukan oleh rasio antara output dan input.

MK-MO/2011/DAN#2

2

O Produktivitas = -----I f. Perencanaan Produk adalah perencanaan tentang apa, berapa dan bagaimana produk yang akan dibuat oleh suatu perusahaan. Perencanaan produk berhubungan dengan masalah-masalah tehnik antara lain disain, bentuk produk, kegunaan produk dan proses produksi. Ditinjau dari manajer produksi perencanaan produk berkaitan erat dengan masalah penyediaan fasilitas produksi, efisiensi dan pola produksi. g. Perencanaan Produksi adalah perencanaan tentang apa, berapa yang akan diproduksikan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu dan biasanya ialah jangka pendek h. Luas Produksi (Kapasitas Produksi) adalah kapasitas produksi yang digunakan dalam suatu perusahaan, besarnya dapat berubahubah antara satu periode dengan periode lainnya. i. Luas Perusahaan (Kapasitas Terpasang) adalah kapasitas yang tersedia/terpasang dalam suatu perusahaan, besarnya dapat berubah dalam jangka panjang, sedangkan dalam jangka pendek selalu tetap. j. Manajemen adalah kegiatan/usaha untuk mencapai suatu tujuan dengan mengkoordinir dan ‘mengatur’ orang lain. k. Manajemen Produksi adalah kegiatan ‘mengatur’ orang lain agar dapat menciptakan dan menambah manfaat (utility). B. MENGAPA MANAJEMEN OPERASIONAL PENTING UNTUK DIPELAJARI Ada berbagai hal yang bisa dikemukakan dan menjadikan alasan pentingnya mempelajari MO diantaranya adalah: 1. MO merupakan salah satu fungsi utama yang harus ada di semua jenis organisasi sehingga apabila akan mengelola organisasi maka mau tidak mau harus mempelajari konsep MO. 2. Dengan mempelajari MO, kita dapat mengetahui seluk beluk dan berbagai hal yang berkaitan dengan cara memproduksi barang maupun jasa 3. Dengan mempelajari MO, kita dapat memahami dan mengerti dengan benar apa yang seharusnya dilakukan oleh manajer operasional. 4. Karena MO merupakan bagian yang paling mahal dalam organisasi, sehingga penting sekali untuk dipelajari. Hal ini dapat diartikan efektifitas dan efisiensi MO akan berdampak besar bagi perusahaan

MK-MO/2011/DAN#2

3

manajemen persediaan. Keputusan ini menjelaskan apa yang akan pentingnya integrasi antara perusahaan itu sendiri dengan pihak supplier maupun distributor karena adanya interdependensi. Kualitas yang diinginkan konsumen harus ditetapkan. Sumber daya manusia dan desain pekerjaan. Manajer Pabrik (Plant Manager) yang biasanya harus berpengalaman dalam manajeman pabrik termasuk keahlian di bidang perencanaan produksi. antara lain: 1. Manajemen Persediaan. MK-MO/2011/DAN#2 4 . Lokasi yang dipilih untuk melakukan kegiatan operasional perusahaan baik yang bergerak di sektor barang maupun jasa akan sangat menentukan prestasi perusahaan. maka dalam hal ini akan diberikan contoh-contoh kasus yang banyak berkecimpung mengenai manajemen operasional. Secara lebih terperinci. (Supply Chain Management). penjelasan mengenai tugas atau aktifitas serta tanggung jawab seorang manajer operasional tergambar dalam sepuluh keputusan utama yaitu: 1. 10. Menentukan proses yang akan digunakan dalam kegiatan operasional dan kapasitas yang akan digunakan merupakan hal penting dalam manajemen operasional karena berkaitan dengan berbagai hal. 4. sehingga aturan maupun prosedur untuk mengenali dan memenuhi kualitas tersebut dapat dibakukan. Desain barang dan jasa. 7. Pemeliharaan. manajemen pembelian. 6. 8. Karena tenaga kerja merupakan bagian integral dan paling penting dari seluruh input yang digunakan dalam perusahaan maka keputusan yang berkaitan dengan hal ini adalah sesuatu yang paling penting. APA SAJA BIDANG KEGIATAN YANG MASIH MEMERLUKAN KEAHLIAN MANAJEMEN OPERASIONAL Untuk menjawab pertanyaan di manakah peluang kerja di bidang manajemen operasional. maka proses manajemen operasional harus konsisten dengan fungsi perencanaan. Keputusan ini penting untuk dipahami karena persediaan yang tepat akan menentukan efisiensi dan efektifitas perusahaan. Strategi lokasi. 5. Strategi layout. Penjelasan lebih terperinci ada dalam bab-bab selanjutnya. Layout atau tata letak akan berdampak pada efisiensi dan efektifitas kegiatan operasional. 3. Manajemen Rantai Pasokan.C. APA SAJA YANG DILAKUKAN OLEH MANAJER OPERASIONAL DAN LINGKUP TANGGUNG JAWABNYA Berkaitan dengan alasan yang ketiga mengenai pemahaman dan pengertian yang benar tentang apa yang seharusnya dilakukan manajer operasional. Keputusan yang dibuat harus dengan system yang handal dan stabil. pengarahan serta pengawasan kegiatan operasional. Manajemen Kualitas. Desain proses dan kapasitas. 2. Keputusan ini menyangkut sebagian besar proses transformasi yang akan dilakukan. Keputusan tentang jadwal operasional merupakan hal kritir yang harus benarbenar dimengerti karena sangat menentukan sekali bagi perusahaan. Penjadwalan. dengan kata lain keputusan operasional berikutnya tergantung pada keputusan desain barang dan jasa. termasuk pula pengelolaan karyawan di operasional maupun pengelolalaan sumber daya lainnya yang dipergunakan di pabrik. 9. pengorganisasian. D.

konsep penjadwalan dan persediaan. Manajer Mutu (Quality Manager)mempunyai pandangan yang luas mengenai konsep statistic untuk dapat melakukan pengawasan semua asprk operasional karena kualitas merupakan tanggung jaewab secara bersama diantara semua pihak yang terlibat dalam perusahaan terutama fungsi operasional. manajer operasi di asuransi. Peningkatan dalam konsep dan disiplin ilmu manajemn operasional didukung adanya penemuan baru dan sumbangan pemikiran banyak para ahli. 4. 3. Frederick W. Gantt serta Frank dan Lillian Gilberth termasuk yang pertama kali mencari cara yang sistematis dan terbaik untuk memproduksi. juga membutuhkan keahlian manajemen operasional misalnya menjadi manajer operasional bank. Bidang manajemen operasional termasuk konsep yang masih baru. teknologi informasi dan matematika. E. mengkoordinasi aktifitas operasi. Konsultan Perbaikan Proses (Process Improvement Consultants) harus memiliki keahlian yang berkaitan dengan desain proses sehingga dapat memberikan berbagai konsultasi mengenai perbaikan proses untuk operasi perusahaan. manajer proyek. beberapa contoh sumbangan para pemikir yang antara lain adalah: Ely Whitney (1800) adalah ahli manajemen yang mempopulerkan konsep standarisasi dan pengendalian mutu dengan menghasilkan produk yang dapat dibungkar pasang untuk jenis produk senjata yang dapat dijual dengan harga tinggi. sehingga semakin banyak pula kesempatan kerja yang tersedia. Taylor (1881) beliau dianggap sebagai bapak ilmu manajemen. namun sejarahnya amat menarik. pelayanan masyarakat. statistik. yang memberikan kontribusi pada keyakinannya bahwa manajemen bias menjadi lebih kuat dan agresif dengan cara memperbaiki metode kerja. Henry Ford dan Charles Sorensen (1913) berhasil memadukan pengetahuan mereka akan komponen yang distandardisasi dengan lini produksi sehingga memberikan sumbangan penting tentang mail order. harus pula menguasai ilmu akuntansi. Direktur Pembelian (Director of Purchashing) harus memiliki pengetahuan yang menyeluruh mengenai fungsi pembelian. mengintegrasikan atau membuat keterkaitan dari supplier sampai distributor. Supply Chain Management . Tidak menutup kemungkinan di bidang bisnis yang bergerak pada sektor jasa. MK-MO/2011/DAN#2 5 . 5. kemampuan menelaah program penjualan. Teknologi komunikasi canggih dalam dunia bisnis. Manajer dan perencana Rantai Pasokan ( Supply Chain Manajer and Planner) bertanggung jawab mengenai negosiasi kontrak jangka panjang antara perusahaan dengan supplier maupun distributor sehingga harus mempunyai keahlian tentang Material Requirement Planning. Disamping itu selain konsep manajemen operasional.2. Begita pula di organisasi non bisnis pun juga membutuhkan keahlian manajemen operasional misaklnya di pendidikan. SEJARAH LAHIRNYA KONSEP MANAJEMEN OPERASIONAL. Taylor dan mitra kerjanya. Henry L. advokasi dan sebagainya. Dalam hal ini akan dipaparkan secara singkat.

PERT/CPM (Du Pont) Material Requiremet Planning Lean Production Era 19801995 Just in Time Computer Aided Design Electronic Data Interchange Total Quality Managemnet Baldrige Award Empowerment Kanbans FOKUS PADA “CUSTOMIZATION” Mass Customization Era 1995-2010 Globalization Internet Enterprise Resource Planning Learning Organization International Quality Standards Finite Schedulling Supply Chain Management Agile Manufacturing E-commerce MK-MO/2011/DAN#2 6 . Babbage) Standardized Parts (Whitney) Scientific Management Era 1880-1910 Gantt Chart (Gantt) Motion & Times Studies (Gilberth) Proceess Analysis (Taylor) Queuing Theory (Erlang) Mass Production Era 19101980 Moving Asssembly Line (Ford/Sorensen) Statistical Sampling (Shewhart) Economiq Order Quantity (Harris) Linear Programming. Gambar Kejadian Penting Dalam Manajemen Operasional FOKUS PADA BIAYA FOKUS PADA MUTU Early Concept 1776-1880 Labor Specialization (Smith.Berikut adalah penjelasan singkat mengenai kejadian penting dalam perkembangan manajemen operasional.

Pemilihan lokasi yang menyediakan biaya tenaga kerja rendah. Pemberian produk yang lebih baik Karena karakteristik produk yang diinginkan konsumen sangat bervariasi dan ditentukan oleh masing-masing lokasi maka banyak perusahaan yang beroperasi secara internasional menempatkan diri di negara dimana produknya dipasarkan misalnya disesuaikan dengan budaya yang berlaku . perkembangan yang cepat dalam perdagangan dunia yang seolah dunia tanpa batasan. 3. Ada berbagai alasan kuat yang mendasari perusahaan menjadi global. maka banyak perusahaan membuat keputusan untuk menegmbangkan bisnis ke dunia internasional. ALASAN YANG MENDASARI PERUSAHAAN MENJADI GLOBAL Dalam situasi dan kondisi yang terus berkembang. Belajar untuk beroperasi yang lebih baik Banyak perusahaan melakukan kerjasama dengan perusahaan lain dari negara lain untuk alih teknologi. 2. Pemanfaatan adanya kesepakatan perdagangan. 6. Perbaikan Manajemen Rantai Pasokan Dengan menempatkan fasilitas di negara dimana sumber daya tertentu berada maka pengelolaan manajemen rantai pasokan dapat lebih terjamin. b. Bisa mendapatkan dan mempertahankan bakat global Perusahaan yang memiliki karyawan yang baik. Menarik pasar Baru Perusahaan yang wilayah pemasarannya di dalam negeri sudah terbatas maka dapat memanfaatkan pasar luar negeri yang masih terbuka.BAB II STRATEGI OPERASI DALAM LINGKUNGAN GLOBAL Manajer Operasional pada saat ini harus memiliki pandangan global dalam strategi operasi. PENGERTIAN PERUSAHAAN YANG BEROPERASI SECARA GLOBAL Perusahaan yang telah memutuskan untuk mengambangkan usaha di dunia internasional dapat memilih keterlibatannya dalam bentuk: MK-MO/2011/DAN#2 7 . dapat memberikan kesempatan karir yang lebih baik dengan cara beroperasi secara global sehingga dapat mempertahankan karyawan. diantaranya adalah sebagia berikut : 1. B. A. Efisiensi Biaya Banyak cara yang telah dilakukan oleh perusahaan yang beroperasi secara internasional untuk dapat mengurangi berbagai biaya antara lain dengan: a. mengadakan riset bersama ataupun kerjasama dalam desain serta kegiatan operasional lainnya. 5. 4. mengakibatkan banyak organisasi memperluas operasinya tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.

Desain Produk Global Harus selalu diingat bahwa ditiap Negara ada perbedaan social dan budaya sehingga perusahaan harus memperhatihkan berbagai hal. Adapun karakteristik perusahaan berorientasi global diantaranya adalah: 1. Untuk melakukan pengelolaan jasa di dunia global maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu: MK-MO/2011/DAN#2 8 . 4. etika kerja. Ada berbagai pertimbangan utama yang dilakukan perusahaan yang beroperasi secara global diantaranya: 1. stabilitas pemerintahan. 5. 2. contoh Caterpilar. pembatasan ekspor. tingkat pajak. Pabrik dan fasilitas berlokasi dengan dasar global 2. contoh Harley Davidson. ketersediaan bahan baku. Dampak budaya dan etika Budaya yang ada di tiap Negara berbeda.. 4. Bisnis Internasional (International Business) yaitu perusahaan yang terlibat pada transaksi perdagangan atau investasi internasional. tingkat perubahan teknologi. Komponan bahan baku dan jasa yang dihasilkan dengan dasar global 3. D.1. tingkat bunga. perlindungan terhadap hak intelektual . 3. Analisa lokasi fasilitas global Menggunakan faktor kunci sukses untuk memilih negara. Organisasi Global (Global Organization) yaitu organisasi yang menghasilkan produk dengan melewati lintas batas. Desain produk dan teknologi proses untuk seluruh dunia 4. misalnya kebiasaan jam istirahat. contoh The Body Shop. Permintaan bukan berdasarkan local saja. budaya korupsi. hal tersebut juga harus disikapi dengan arif agar kegiatan operasi perusahaan dapat sukses. Logistik dan pengendalian persediaan bersifat global. tingkat inovasi. 3. jumlah penduduk dan ketersediaan sarana jalan. inflasi. contoh Nestle. misalnya kemasan dan cara pemasaran yang mungkin akan bervariasi. pertanggung jawaban produk. mempunyai atau mengendalikan fasilitas di lebih dari satu negara. diantaranya dengan mempertimbangkan tingkat ekonomi nasional. Perusahaan Multinasional (Multinatioanl Corporation) yaitu peruasahaan yang terlibat banyak dalam bisnis internasional. 6. PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN UTAMA UNTUK MENCAPAI OPERASI GLOBAL. kesamaan bahasa. Desain Proses Global dan Teknologi Teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu pengelolaan atau manajemen sehingga operasi global dapat diintegrasikan. MENGELOLA OPERASI JASA DI DUNIA GLOBAL. 2. Perusahaan global diorganisasikan melalui divisi secara global C. jumlah penduudk yang trampil. Perusahaan Transnasional (Transnational Corporation) yaitu perusahaan yang terlibat banyak dalam bisnis internasional yang mana pengelolaan di tiap Negara secara independent.

Membentuk Strategi Membangun keunggulan bersaing seperti harga yang murah. citra di masyarakat. Alasan pendirian organisasi 2. pelanggan. industri dan pesaing 2. mutu. Rencana tindakan untuk mencapai misi. Mengidentifikasi pasar asing yang masih terbuka yang tidak dikontrol pemerintah. kelemahan. Untuk dapat mencapai misi yang telah ditetapkan dengan efektif dan efisien maka organisasi perlu menetapkan strategi tertentu. Misi dapat diartikan sebagai : 1. 2. Perencanaan lokasi tempat pemberian pelayanan kepada konsumen. 3. Analisis Lingkungan Mengidentifikasi kekuatan. 4. Perencanaan kapasitas jasa yang akan diberikan perusahaan kepada para konsumen. MK-MO/2011/DAN#2 9 . STRATEGI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF Untuk menetapkan strategi bisnis dalam rangka mencapai keunggulan kompetitif ya n tepat maka biasanya ada tiga langkah utama yang dilakukan perusahaan yaitu: 1. peluang dan ancaman dan memahami lingkungan. penghantaran yang cepat. pertumbuhan perusahaan. Menentukan apakah orang maupun fasilitas mencukupi untuk menjaga eksistensi jasa yang diberikan. Oleh karena itu perusahaan yang bergerak di bidang jasa yang akan memutuskan untuk beroperasi secara internasional harus selalu mempertimbangkan perbedaan perspektif pada beberapa keputusan manajemen operasional diantaranya: 1. Setiap perusahaan mempunyai strategi bisnis 4. Desain fasilitas dan layout yang akan digunakan perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada konsumennya. diantaranya sangat ditentukan faktor lingkungan. Menentukan bagaimana mencapai konsumen global. nilai dan filosofi yang berlaku. 2. Menentukan jasa apa yang paling banyak diminati oleh klonsumen luar negeri. apa yang akan diberikan kepada masyarakat Adapun misi perusahaan yang ditetapkan. 4. 2. fleksibilitas rancangan atau isi. Memperlihatkan bagaimana misi akan dicapai 3. Menjawab pertanyaan tentang. konsumen.Menetapkan Misi Perusahaan Menetapkan alsan keberadaan perusahaan dan mengidentifikasi nilai produk yang akan diciptakan oleh perusahaan. ketergantungan. Area fungsional mempunyai strategi F. 3.1. 3. 3. MENGEMBANGKAN MISI DAN STRATEGI PERUSAHAAN Perusahaan yang beroperasi seharusnya mempunyai suatu misi sehingga bisa mengetahui arah tujuan yang ingin dicapai. Penentuan jadwal pelayanan kepada konsumen E. jasa purna jual. Oleh karena itu strategi dapat diartikan sebagai: 1. Memberian batasan dan focus. atau lini produk yang luas.

Persediaan MK-MO/2011/DAN#2 10 . keunikan dapat melalui karakteristik fisik maupun atribut jasa yang ditawarkan kepada konsumen sehingga konsumen mempersepsikannya sebagai nilai. perusahaan akan berbeda apabila diterapkan pada perusahaan yang bergerak dibidang barang dan jasa serta pada perusahaan yang menetapkan strategi berbeda. standar bervariasi Hubungan supply chain penting tetapi tidak kritis Tidak dapat disimpan sehingga harus dicarai cara lain melayani perubahan permintaan 7. Gambar Strategi Operasional di perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa Produsen Produk Barang Produsen Produk Jasa 1. Desain Produk Produk berwujud Produk tidak berwujud 2. melalui keseluruhan nilai yang terkait dengan pengembangan dan penghantaran barang yang tepat waktu. Proses dan Kapasitas Konsumen tidak terlibat dalam Konsumen secara proses. G. Manajemen Rantai Pasokan 8. penjadwalan yang dapat diandalkan serta kinerja yang fleksibel. langsung terlibat dalam Kapasitas bisa melebihi proses. permintaan karena bisa Kapasitas harus sesuai disimpan dan dipindahkan dengan permintaan 4. upah berdasar output Hubungan suplly chain sangat penting Untuk semua jenis persediaan Perlu lebih dekat dengan pelanggan Dapat meningkatkan nilai produk Para pekerja berinteraksi langsungdengan konsumen. Sumber Daya Manusia Biasanya dekat dengan bahan baku Fokus pada peningkatan efisiensi Fokus pada keahlian taknis.Adapun tiga strategi yang masing-masing memberikan peluang bagi para manajer operasi untuk meraih keunggulan adalah: 1) Bersaing pada perbedaan (Differentiation). Lokasi 5. Kualitas Kualitas obyektif Kualitas Subyektif 3. KEPUTUSAN UTAMA DALAM MANAJEMEN OPERASIONAL PADA PERUSAHAAN YANG MEMPUNYAI STRATEGI BERBEDA Berikut digambarkan bahwa sepuluh keputusan utama dalam manajemen operasional. Layout 6. 2) Bersaing pada biaya (Cost Leadership). nuntuk mencapai nilai maksimum yang diinginkan pelanggan tetapi dengan kualitas yang memadai. 3) Bersaing pada respon cepat (rapid response).

9. Penjadwalan Kemampuan menyimpan mempengaruhi kecepatan produksi Seringkali ada perubahan jadwal konsumen sehingga harus menyesuaikan penjadwalan karyawan. Pemeliharaan Biasanya upaya untuk pencegahan MANAJEMEN OPERASI SEBAGAI SUATU SISTEM YANG PRODUKTIF INPUT MANUSIA MATERIAL MODAL METODE MACHINE PROSES TRANSFORMASI (KONVERSI) MANAJEMEN OPERASI OUTPUT BARANG/JASA Umpan Balik informasi Untuk Mengendalikan Teknologi Dan Masukan MK-MO/2011/DAN#2 11 . Biasanya upaya untuk perbaikan 10.

ekonomi. hubungan internasional dll. teknologi. BIDANG TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI MASUKAN (INPUT) Peramalan Barang dan Jasa Man Material Money Machine PROSES TRANSFORMASI KELUARAN (OUTPUT) Barang Jasa Fasilitas Mesin Proses Fungsi Manajemen (POAC) Lingkungan Ekstern (Pemerintah.H. pesaing. buruh. konsumen.) MK-MO/2011/DAN#2 12 .

JENIS-JENIS PERAMALAN Peramalan dilihat dari sifat penyusunannya terbagi atas dua macam. 2. memerlukan tiga kondisi yaitu : a. mengikuti pendekatan statistika formal dan pendekatan yang sistematis yang meminimumkan kesalahan (error) peramalan. Perubahan lingkungan yang sangat cepat Kegunaan dari peramalan ialah akan membantu dalam pengambilan keputusan.BAB III PERAMALAN/ FORECASTING Suatu analisis ekonomi dan kegiatan usaha perusahaan yang menitikberatkan pada mengkaji situasi dan kondisi yang berlaku sekarang maupun yang telah lalu. maka keputusan yang kita buat kurang baik. Dapat diasumsikan bahwa pola di masa lalu dapat berkelanjutan di masa yang akan datang. 1. Peramalan menjadi penting sebab situasi dan kondisi yang berkaitan dengan ekonomi dan kegiatan usaha dihadapkan pada. Meningkatnya ukuran-ukuran keberhasilan organisasi 3. Dalam peramalan kuantitatif. Apabila peramalan yang dibuat kurang tepat. membutuhkan suatu teknis dan metode analisis peramalan. Informasi tersebut dapat dikuantifisir c. Peramalan/forecasting ialah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa akan datang. yaitu : 1. Meningkatnya kompleksitas organisasi 2. dan melihat pengaruhnya pada situasi dan kondisi di masa yang akan mendatang. Peramalan Kualitatif Peramalan kualitatif bersifat subyektif dan didasarkan atas perasaan atau intuisi dari orang yang menyusunnya. Dalam hal ini pandangan atau judgement dari orang yang menyusunnya sangat menentukan baik tidaknya hasil ramalan tersebut. Peramalan Kuantitatif Peramalan kuantitatif didasarkan atas data historis yang relevan di masa lalu. Ketepatan dalam melakukan peramalan akan menunjang perencanaan yang ditetapkan. Keputusan yang baik ialah keputusan yang didasarkan atas pertimbangan apa yang terjadi pada waktu keputusan itu dilaksanakan. Adanya informasi masa lalu b. A. sehingga diperlukan suatu kemampuan menguasai teknik dan metode secara benar. MK-MO/2011/DAN#2 13 .

Analisis dilakukan dengan cara membuat tabulasi kemudian mem-plot-kan data untuk mengetahui pola data b. semesteran. bulanan. TAHAPAN PERAMALAN Tahapan peramalan yang baik meliputi 3 hal : a. mingguan. Menganalisis Data Masa Lalu. c. tahunan) (3) Pola data siklus menunjukan bahwa nilai data dipengaruhi oleh flukstuasi dalam jangka panjang (4) Pola data trend menunjukan bahwa nilai data terjadi kenaikan atau penurunan dalam jangka panjang. Memproyeksikan Data. MK-MO/2011/DAN#2 14 . Tahap ini berguna untuk mengetahui pola data yang tepat di masa lalu. Menentukan Metode Tahap ini ialah menetapkan metode peramalan yang baik. C. JENIS POLA DATA Jenis pola data dapat dilihat dalam gambar sbb : (1) Pola Data Horizontal (2) Pola Data Musiman (3) Pola Data Siklus (4) Pola Data Trend Keterangan : (1) Pola data horizontal menunjukan bahwa nilai data berfluktuasi di sekitar nilai ratarata (stasioner terhadap nilai rata-ratanya) (2) Pola data musiman menunjukan bahwa nilai data dipengaruhi oleh faktor musiman (harian.B. Tahap ini ialah memproyeksikan data masa lalu dengan menggunakan metode terpilih dan mempertimbangkan adanya faktor-faktor perubahan. Metode yang baik ialah metode yang menghasilkan penyimpangan terkecil.

Perhatian utama hanya untuk meramalakan apa yang akan terjadi dan bukan untuk mengetahui mengapa hal itu terjadi (2) Model Kausal/ Eksplanatoris/ Regresi Model kausal mengasumsikan adanya hubungan sebab dan akibat antara input dan output sistem dengan satu atau lebih variabel bebas. Input Proses Bangkitan Generating Process Terdapat dua alasan utama mempelakukan sebagai black box. Sistem dianggap sebagai suatu proses bangkitan (generating process) yang tidak diketahui mekanismenya. Model deret berkala seringkali dapat digunakan dengan mudah untuk meramal sedangkan model kausal dapat digunakan dengan keberhasilan yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. MODEL DAN DASAR-DASAR PERAMALAN Dalam Peramalan Kuantitatif. dikenal dua model data yaitu : 1. Model deret berkala/ time series 2. Setiap perubahan dalam input akan berakibat pada output sistem dengan carta yangdapat diramalkan dengan menganggap hubungan sebab dan akibat itu tetap Input Hubungan Sebab & Akibat Kedua model tersebut pada dasarnya mempunyai keuntungan dalam kondisi tertentu. Sistem tidak dimengerti dan kalaupun diketahui sulit untuk mengukur hubungan yang mengaturnya b. Model kausal/ eksplanantoris/ regresi (1) Model Deret Berkala Model deret berkala bertujuan menemukan pola dalam deret data historis. a. kemudian mengeksplorasi data historis tersebut untuk diekstrapolasi ke masa yang akan datang.D. Peramalan dengan model deret berkala memperlakukan sistem sebagai suatu kotak hitam (black box) dan tidak ada upaya untuk menemukan faktor yang berpengaruh pada perilaku sistem tersebut. Output Output MK-MO/2011/DAN#2 15 .

500 Didalam mengamati output terdapat dua hal yang harus diperhatikan yaitu : a. Salah satu bentuk penduga ialah kuadrat terkecil. istilah kuadrat terkecil didasarkan atas kenyataan bahwa prosedur penaksiran berusaha meminimumkan jumlah kuadrat kesalahan atau nilai tengah kesalahan kuadrat MK-MO/2011/DAN#2 16 . Hubungan fungsional yang mengatur sistem (untuk seterusnya disebut Pola) b. maka data adalah gabungan pola dan kesalahan atau : DATA = POLA + KESALAHAN Masalah kritis dalam peramalan yaitu memisahkan pola dari komponen kesalahan.620 7.200 11.550 6.63 April 168.7 Mei 68.400 6.905. sehingga pola tersebut dapat digunakan untuk peramalan.500 2008 1.556. Unsur random (kesalahan/galat) Dari kedua hal tersebut di atas.65 Nopember 129.750 10.300 2007 1.137.997.350 10.66 Desember 88.979.43 Pebruari 85.236.55 September 111.501.Contoh data deret berkala : Data Penjualan Benang Type TC 600 30 KW Tahun 2010 (PT Gramatex) Waktu Data Penjualan (Kg) Januari 73.000 10.000 2010 2.212. Prosedur umum untuk menduga pola hubungan baik kausal maupun deret berkala ialah dengan mencocokan suatu bentuk fungsional sedemikian rupa.000 11.96 Contoh data deret berkala : Data Penjualan Deterjen Merk A.150.750 2009 1.97 Maret 153. Harga Deterjen Merk A dan Pendapat per Kapita 2006-2010 Waktu Penjualan Harga Pendapatan (ton) (Rp per Kg) Perkapita ($) 2006 1.554.17 Juli 45.88 Oktober 5.17 Juni 103.900 8. sehingga komponen kesalahan pada persamaan di atas dapat diminimumkan.59 Agustus 67.186.424.300 8.

dengan data sebagai berikut : Pelanggan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Jumlah Pengeluaran ($) 9 8 9 12 9 12 11 7 13 9 11 10 Kemudian dengan memperhatikan data di atas.fi Kesalahan Kuadrat (squared error) ei2= (xi . Nilai rata-rata membuthkan suatu kondisi bahwa data harus stasioner atau berada dalam keseimbangan di sekitar nilai kosntan.fi)2 Jumlah Kesalahan Kuadrat (sum of squared error/SSE) SSE = Σ ei2 = Σ (xi . Contoh Soal : (Peramalan dengan metode nilai taksiran dengan penyimpangan terkecil MSE) Seorang manajer sebuah toko ingin mengetahui berapa banyak jumlah uang yang dibelanjakan oleh pelanggan khsususnya setiap kali berbelanja. Adapun nilai taksiran merupakan metode coba-coba (trial and error) di mana yang menggunakan metode ini.Kesalahan (error) = Data – Pola ei = xi . manajer toko mencoba untuk membuat suatu perkiraan degan menetapkan nilai taksiran dengan nilai $7 (artinya bahwa setiap pelanggan MK-MO/2011/DAN#2 17 .fi)2 Nilai Tengah Kesalahan Kuadrat (mean of squared error/MSE) MSE = (Σ ei2)/n Nilai Tengah Kesalahan Persentase Absolute (mean absolute Percentage error) MAPE = ((Xi – Fi)/Xi) x 100 E. dapat melakukan coba-coba untuk setiap perhitungannya. sebagaimana layaknya metode-metode dalam model deret berkala. METODE NILAI TAKSIRAN DAN NILAI RATA-RATA Salah satu metode dalam model deret berkala dapat menggunakan nilai taksiran atau nilai taksiran. lalu ia mengambil 12 orang sebagai ukuran sampel.

9. lalu dibuatlah tabelnya sebagai berikut : Pelanggan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Hasil : SSE = 144 MSE = 12 Coba hitung dengan nilai taksiran 8. maka nilai tengah akan sangat bermanfaat sebagai nilai ramalan di masa yang akan datang. 12 kemudian hitung MAPE yang paling kecil diantara ke enam nilai taksiran yang dibuat. MK-MO/2011/DAN#2 18 .khusus yang berbelanja di tokonya akan membelanjakan sebesar $7). Nilai taksiran dengan MAPE yang terkecil ialah nilai ramalan yang paling tepat. Akan tetapi apabila deret berkala mengandung kecenderungan trend (naik atau turun) atau pengaruh musiman atau kecenderungan dan musiman sekaligus. METODE PEMULUSAN (SMOOTHING) Jumlah Pengeluaran ($) 9 8 9 12 9 12 11 7 13 9 11 10 Jumlah Nilai Taksiran = $7 Kesalahan (e) Kesalahan Kuadrat (e2) 2 4 1 1 2 4 5 25 2 4 5 25 4 16 0 0 6 36 2 4 4 16 3 9 144 Apabila suatu model deret berkala (time series) ditunjukan suatu proses konstan yang mengandung kesalahan random. F. Untuk hal seperti ini. 11. maka nilai tenagh tidak dapat menggambarkan pola sata tersebut. maka metode pemulusan/ smoothing akan lebih baik dibandingkan dengan nilai tengah. 10.

mempunyai sifat yang sama yaitu bahwa nilai yang lebih baru diberikan bobot yang relatif lebih besar dibanding dengan nilai observasi yang terdahulu. DMA selanjutnya disebut Metode rata-rata bergerak linier.Klasifikasi metode pemulusan ialah sebagai berikut : Metode Rata-rata Metode pemulusan Eksponensial Metode Rata-rata Bergerak Tunggal Metode Rata-rata Bergerak Ganda Metode Rata-rata Bergerak Lainnya Metode Pemulusan Eksponsial Tunggal Metode Pemulusan Eksponsial Ganda Metode Pemulusan Eksponsial Triple Metode Pemulusan Klasifikasi Pegel’s 1) Metode Rata-rata Bergerak Tunggal (Single Moving Average/SMA) SMA merupakan suatu cara untuk mengubah pengaruh data masa lalu terhadap nilai tengah sebagai ramalan. hal yang harus diperhatikan ialah jumlah titik dalam setiap rata-rata ialah konstan dan observasi yang digunakan ialah yang paling akhir. MK-MO/2011/DAN#2 19 . Pengertian rata-rata bergerak digunakan untuk nilai ramalan di masa mendatang. Metode pemulusan eksponensial terdiri atas metode pemulusan tunggal. 2) Metode Rata-rata Bergerak Ganda (Double Moving Average/DMA) DMA merupakan variasi dari prosedur rata-rata bergerak yang diinginkan untuk dapat mengatasi adanya trend yang lebih baik. metode pemulusan ganda dan metode pemulusan lainnya. 3) Metode Pemulusan Eksponensial Metode pemulusan eksponensial menjelaskan sekelompok metode yang menunjukan pembobotan menurun secara eksponensial terhadap nilai observasi yang terdahulu. dengan cara menentukan sejak awal berapa nilai observasi masa lalu yang akan digunakan untuk menghitung nilai tengah. sehingga disebut juga rata-rata bergerak dari rata-rata bergerak. Dasar metode ini ialah menghitung rata-rata bergerak yang kedua.

Satu Variabel Bebas (X) c. . . Y1 Y2 . n Buah pengamatan (Observasi) MK-MO/2011/DAN#2 20 . . . .G. . Ym) b. …. . . …. .. Yn c. …Xk a. Xk) c. Y2. Xk) d. Y1 Y2 .. k buah Variabel Bebas (X1. n Buah pengamatan (Observasi) Y11 … Y1m Y12 … Y2m . . . X2. Xn … Xnk Model Ekonometrik (Korelasi Kanonik) a. Satu Variabel Tidak Bebas (Y) b. . . Xn Regresi Sederhana Y terhadap X a. . yaitu pendekatan yang mencoba mengajukan variabel lain yang berkaitan dengan rangkaian data dan mengembangkan suatu model yang menyatakan adanya saling ketergantungan fungsional diantara semua variabel tersebut. Model-model regresi ialah sebagai berikut : a. X2. . Yn X1 X2 . . K buah Variabel Bebas (X1. . n Buah pengamatan (Observasi) b. .. Satu Variabel Tidak Bebas (Y) b. Yn … Ynm X11 … X1k X12 … X2k . . X11 … X1k X12 … X2k . . METODE REGRESI Metode regresi merupakan model sebab dan akibat/ eksplanatoris. m Variabel Tidak Bebas (Y1. X2. . . Xn … Xnk Regresi Berganda Y Terhadap X1.

RATA-RATA BERGERAK GANDA/ RATA-RATA BERGERAK LINIER MOVING AVERAGE) S’ t = (Xt + Xt-1 + Xt-2 + … + Xt-N+1)/N (LINEAR S” t = (S’t + S’t-1 + S’t-2 + … + S’t-N+1)/N at bt Ft+m = 2 S’ t . i = 1.2.RUMUS-RUMUS i.3. T+1 T+2  X = (X3 + X4 + X5 + … + XT+2)/T  F T+3 = X = ( ∑ Xi / T) .3.2. i = 1. RATA-RATA SEDERHANA X = ( ∑ Xi / n) .2.S” t = (2/(N-1)) (S’ t .2. T T+1  X = (X2 + X3 + X4 + … + XT+1)/T  F T+2 = X = ( ∑ Xi / T) . n ii.3. i = 1. T RATA-RATA BERGERAK TUNGGAL (SINGLE MOVING AVERAGE)  X = (X1 + X2 + X3 + … + XT)/T  F T+1 = X = ( ∑ Xi / T) . T+2 iii. ….S” t) = at + btm MK-MO/2011/DAN#2 21 . i = 1. ….3. …. ….

BAB IV DESAIN PRODUK DAN MANAJEMEN KUALITAS Keputusan penting dalam manajemen operasional adalah menentukan desain produk seperti apa yang akan dihasilkan perusahaan. APA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN PRODUK Perusahaan menghasilkan output untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen akan kepuasan. Konsep desain produk dan berbagi hal mengenai kualitas akan secara singkat dipaparkan dalam modul ini. Berkaitan dengan keputusan desain adalah keputusan dalam menentukan kualitas seperti apa yang akan diwujudkan oleh perusahaan. biaya rendah (kepemimpinan biaya) . Dalam dunia bisnis terjadi persaingan artinya setiap perusahaan yang menghasilkan produk baik berupa barang maupun jasa hamper selalu menghadapi persaingan dari perusahaan lain. Oleh karena itu produk bisa diartikan sebagai kepuasan yang ditawarkan produsen (perusahaan) kepada konsumen. diantaranya pembedaan (diferensiasi). respon cepat (rapid respon) atau kombinasi diantaranya ketiga strategi tersebut. Untuk dapat mencapai maksud tersebut maka sudah selayaknya perusahaan memfokuskan diri pada pengembangan keunggulan bersaing melalui strategi bisnis. Desain Produk A. Sehingga agar dapat mempertahankan diri dalam dunia persaingan secara jangka panjang maka kualitas merupakan konsep penting yang harus dipahami oleh manajer operasional dalam menjalankan aktifitasnya . Suatu produk yang diciptakan baik berupa barang atau jasa pada umumnya mengalami tahapan kehidupan produk (PLC = Product Life Cycle) melalui empat tahapan sbb : I (Introduction) = tahap perkenalan G (growth) = tahap pertumbuhan M (Maturity) = tahap kedewasaan D (Decline) = tahap penurunan MK-MO/2011/DAN#2 22 . Hal ini dikarenakan kegiatan dari manajemen operasional adalah melakukan transformasi input menjadi output. sehingga output yang dihasilkan seharusnya dapat memuaskan konsumen. sehingga apa saja tindakan transformasi yang akan dilakukan mencacu pada output yang seperti apa atau bagaiman yang akan dihasilkan perusahaan.

Pemahaman Konsumen 2. Peluang Penciptaan Produk Baru Keadaan yang memberikan peluang munculnya produk baru diantaranya adalah: 1. Perubahan Teknologi 5. dalam perjalanannya tentunya mengalami tahapan seperti yang sesuai siklus hidupnya. dan 4) Pengembangan pemasok. Perubahan Ekonomi 3. 1. Pertumbuhan (Growth) Desain produk sudah stabil sehingga perlu peramalan kebutuhan kapasitas yang efektif dan perlu peningkatan kapasitas agar dapat memenuhi permintaan Kematangan (Maturity) Pesaing sedah dapat dipastikan dan memerlukan inovasi. sehingga pemilihan produk.Sales Growth Introduction Maturity y Decline Time Tahapan PLC Pilihan Strategi Perkenalan (Introduction) Masih menyesuaikan pasar dan banyak biaya untuk: 1) Riset. Oleh karenanya mengetahui bagaimana menciptakan dan mengembangkan produk baru dengan berhasil sudah merupakan suatu kewajiban perusahaan yang ingin terus hidup. pengendalian biayaharus lebih baik. meningkatkan keuntungan dengan pembatasan lini produk. B. Perubahan Politik/Peraturan MK-MO/2011/DAN#2 23 . PENCIPTAAN PRODUK BARU Produk yang dihasilkan perusahaan. pendefinisian produk maupun desain produk perlu secara terus menerus diperbaharui . 3) Modifikasi proses. Penurunan (Decline) Produk hamper matimaka mungkin perlu menghentikan produk tersebut dan menggantinya dengan desain produk baru. Perubahan Sosiologis dan demografis 4. 2) Pengembangan produk.

Supplier d. Walaupun pada kenyataannya seringkali produk baru banyak yang gagal untuk dapat dipasarkan akan tetapi usaha yang terus-menerus untuk memperkenalkan produk baru harus tetap dilakukan . pendefinisian produk maupun desain produk sangat penting dilakukan terus menerus sehingga manajer operasi dan organisasinya harus memahami resiko kegagalan yang mungkin terjadi. Distributor 2. Praktek di pasar b. SISTEM PENGEMBANGAN PRODUK Sistim pengembangan produk bukan hanya demi keberhasilan produk tetapi juga untuk kepentingan masa depan perusahaan. Dan harus menampung banyak produk baru sementara aktifitas yang dijalankan tetap dilakukan. Oleh karena itu melakukan pengembangan produk memerlukan tahapan sebagai berikut: MK-MO/2011/DAN#2 24 . Gambaran pentingnya produk baru dapat dilihat dalam gambar sebagai berikut : Rancangan Produk SDM Modal Bahan Baku Produk Manufaktur Penelitian & Pengembangan Gagasan Penciptaan Produk Rancangan pabrik & Pelayanan Eksekusi Produk Penjualan Pasar C. Perubahan yang lain seperti: a. Pentingnya Produk Baru Perusahana perlu terus menerus melakukan upaya penciptaan produk baru atau pembaharuan produk karena untuk dapat mengimbangi persaingan yang dihadapi diantaranya produk substitusi maupun perubahan kebutuhan dan keinginan konsumen. Standar profesi c.6. Oleh karenanya seleksi produk.

Quality Function Deployment (QFD) Adalah suatu proses menetapkan keinginan pelanggan tentang “apa yang diinginkan konsumen” dan menterjemahkannya menjadi atribut “bagaimana agar tiap area fungsional dapat memahami dan melaksanakannya. teknologi. Ada enam langkah dasar untuk membuat rumah kualitas yaitu: a. Tes pasar: Apakah produk memenuhi harapan konsumen? Untuk memastikan prospek ke depannya melalui perjualan dalam jumlah besar. karena apabila gagal secara cepat bisa diganti produk lain. e. Kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk merealisasikan ide.Tahapan Pengembangan Produk a. kemudian departemen rekayasa manuifaktur untuk merancang produk. f. Perkenalan di pasar dengan memproduksi secara masal untuk dipasarkan. Identifikasi bagaimana produk akan memuaskan keinginan konsumen. persaingan. h. c. Pengorganisasian Pengembangan Produk Banyak perusahaan yang membuat departemen tersendiri untuk bagian penelitian dan pengembangan produk. Spesifikasi produk : Bagaimana produk dibuat? Melaui spesifikasi fisik seperti ukuran. b.yang lebih menguntungkan. Evaluasi: untuk mengukur sukses atau gagal. Ide yang bisa berasal dari berbagai sumber dari dalam perusahaan misalnya bagian Riset dan Pengembangan dan dari luar melalui pemahaman perilaku konsumen. Identifikasi keinginan konsumen. kemungkinan dibandingkan dengan produk dari pesaing. Alat yang digunakan dalam QFD adalah rumah kualitas (house of quality) yaitu merupakan teknik grafis untuk menjelaskan hubungan antara keinginan konsumen dan produk (barang atau jasa). 2.1. e. dimensi. Kembangkan tingkatan kepentingan. d. Spesifikasi fungsional. Tahapan ini menjadi dasar untuk memasuki pasar dan biasanya mengikuti strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan. Permintaan konsumen untuk menang dalam bersaing dengan cara mengidentifikasi posisi dan manfaat produk yang diinginkan konsumen melaului atribut tentang produk. 3. Evaluasi produk pesaing. i. c. d. b. Dengan melakukan koordinasi dari berbagai bagian yang terkait di perusahaan yang bersangkutan. Identifikasi hubungan diantara sejumlah hal dalam perusahaan pada konsep bagaimana pada perusahaan. Cara seperti MK-MO/2011/DAN#2 25 . persediaan. Review desain: Apakah spesifikasi produk sudah memenuhi kebutuhan konsumen ? g. f. Hubungkan langkah 1 dan 2. bagaimana suatu produk bisa berfungsi? Dengan melalui identifikasi karakteristik engineering produk. dilanjutkan departemen produksi yang memproduksi secara masal produk tersebut. pekerja.

b. Computer Aided Design (CAD) Adalah penggunaan sebuah computer secara interaktif untuk mengembangkan dan mendokumentasikan sebuah produk. MK-MO/2011/DAN#2 26 . c. d. Tim Desain yang bertanggung jawab dalam membuat desain produk sesuai keinginan konsumen dan sesuai dengan kemampuan perusahaan untuk memproduksinya. Desain Modular (Modular Design) Adalah bagian atau komponen sebuah produk dibagi menjadi komponen yang dengan mudah dapat ditukar atau digantikan. Standarisasi tambahan dari komponen. 5.itu mempunyai kelebihan yaitu adanya tugas dan tanggung jawab yang tetap tetapi mempunyai kelemahan yaitu kekurangan pemikiran ke masa depan. Computer Aided Manufacturing (CAM) Adalah penggunaan teknologi informasi untuk mengendalikan mesin. Perbaikan aspek fungsional produk. produksi. Manufacturability dan Value Engineering Adalah aktifitas yang menolong memperbaiki desain. 4. Hal ini dilakukan dengan tujuan antara lain: a. Desain yang tangguh D. Mengurangi kompleksitas produk. b. e. maka ada beberapa isu penting yang harus dipahami yaitu antara lain: 1. Teknologi Virtual Realitas (Reality Virtual Technology) Adalah bentuk komunikasi secara tampilan dimana gambar menggantikan kenyataan dan biasanya pengguna dapt menanggapi secara interaktif. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menugaskan seorang manajer prodyk untuk “memenangkan” produk melalui system pengembangan produk dan organisasi terkait. Desain yang tangguh (Robust Design) Adalah sebuah desain yang dapat diproduksi sesuai dengan permintaan walaupun pad kondisi yang tidak memadai pada proses produksi. 2. c. pemeliharaan dan penggunaan sebuah produk. Ada juga pendekatan yang terbaru yaitu dengan menggunakan tim yang dikenal sebagai: a. Memperbaiki desain pekerjaan dan keamanan pekerjaan. Tim Pengembangan Produk yang bertanggung ajawab untuk menerjewmahkan permintaan pasar menjadi sebuah produk yang dapat memnacapi keberhasilan produk dalam arti dapat dipasarkan. f. dapat diproduksi dan mampu memberikan pelayanan. ISU-ISU YANG BERKAITAN DENGAN DESAIN PRODUK Untuk mengembangkan system dan struktur organisasi yang efektif. 3. Tim Rekayasa Nilai yang biasanya terbentuk dari gabungan semua unsure yang terpengaruh yang dikenal dengan lintas fungsional sehingga pengembangan produk yang lebih cepat dilakukan melalui kinerja simultan dari aspek yang beragam. Memperbaiki kemudahan pemeliharaan produk. 4.

Menggunakan komponen yang tidak membahayakan. c. Engineering Change Notices (ECN) yaitu sebuah perbaikan atau perubahan dari gambar teknik atau bill of material. 2. PERSAINGAN BERDASAR WAKTU (TIME-BASED COMPETITION) Manajer operasi yang menguasai seni pengembangan produk secara bertahap akan memenangkan persaingan dari para pesaingnya yang lebih lambat berarti bisa desebut manajer yang menguasai konsep persaingan berdasarkan waktu F. MK-MO/2011/DAN#2 27 . e. Menggunakan bahan baku yang lebih sedikit. Menggunakan energi yang lebih sedikit. Menggunakan komponen yang lebih ringan. Gambar Perakitan (Assembly Drawing) yaitu pandangan produk yang dilepas masingmasing komponenya biasanya melalui gambar tiga dimensi atau isometris.6. E. 7. Menggunakan bahan baku yang dapt di daur ulang. 3. d. Perintah Kerja (Work Order) yaitu sebuah instruksi untuk membuat sejumlah kuantitas produk tertentu biasanya untuk jadwal tertentu. Adapun dokumentasi yang lazim dilakukan antara lain: 1. Desain yang ramah lingkungan (Environtmentally Friendly Design) Merupakan perancanagn produk yang telah memasukkan unsure kepekaan terhadap permasalan lingkungan yang sangat luas pada proses produksi. 4. Diagram Perakitan (Assembly Chart) yaitu sebuah grafik sebagai jalan untuk menerangkan bagaimana komponen mengalir menjadi sub perakitan dan akhirnya menjadi produk jadi. f. Manajemen Konfigurasi (Configuration Management) yaitu suatu system dimana sebuah produk direncanakan dan perubahan konfigurasi diidentifikasi secara akurat sementara pengendalian dan pertanggung jawaban suatu perubahan tetap terjaga. 5. oleh karena itu dokumentasi produksi perlu sekali dilakukan dalam program pengembangan produk. Analisis Nilai (Value Analysis) Merupakan kajian dari produk sukses yang dilakukan selama proses produksi. Cara yang bisa dilakukan antara lain dengan: a. 6. DOKUMENTASI PRODUKSI Aktifitas dalam perusahaan diusahaan agar dapat terjadi kesinambungan maka perlu dokumentasi yangmemadai. Membuat produk yang dapat didaur ulang b. Lembar Rute (Route Sheet) yaitu merupakan daftar operasi yang dibutuhkan untuk memproduksi komponen dengan bahan yang dirinci dalam bill of material.

sehingga jasa tidak dapat disimpan ataupun ditransportasikan. H. 2. Sebaliknya penghasil barang dapat menggunakan kapasitas yang ada untuk memproduksi sediaan barang di masa yang akan datang. Modulirize dengan menyediakan paket-paket. 3. oleh karena itu maka barang dapat disimpan. Penghasil jasa perlu mengembangkan kapasitas terlebih dahulu dalam upaya memenuhi permintaan. MK-MO/2011/DAN#2 28 . Dengan demikian pengiriman jasa merupakan sutau permasalahan khusus dalam perencanaan sediaan dan kapasitas. 2. Penyelarasan selera (customization) yang ditunda sedapat mungkin. 3. komunikasi. maka ada beberapa aspek penting yang berbeda. Dalam hal ini konsumen dapat berpartisipasi dalam : 1. Mutu Jasa adalah produk tak berwuud sehngga kualitas tidak dapat secara langsung dinilai oleh pengguna sebelum diterima. DESAIN JASA Situasi dan kondisi yang ada selamanya tidak selalu sama. keuangan. dapat dilihat dan diraba serta tampak wujudnya. Moment of Truth adalah saat penting antara penyedia jasa dan konsumen yang berkesan meningkatkan atau menurunkan harapan konsumen. RANCANG BANGUN PRODUK BARANG & JASA Barang adalah suatu entitas nyata. Ada berbagai teknik yang dapat diterapkan pada produk jasa untuk mengefisienkan biaya dan meningkatkan produk diantaranya: 1. Automatisasi atau mengurangi interaksi konsumen dengan menggunakan mesin untuk mengganti tenaga manusia. sedangkan jasa dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dihasilkan tetapi tidak berwujud. Pengantaran jasa seperti uji tekanan jantung atau proses melahirkan bayi. diantaranya : a. misalnya dengan spesifikasi desain dapat berupa kontrak atau penjelasan tertulis dengan foto (seperti operasi plastik atau tata rambut). Desain dan pengantaran jasa seperti konseling. transportasi. pendidikan tinggi. kesehatan dan berbagai jasa lainnya pada tahap perancangan mempunyai tantangan tersendiri karena karakteristiknya unik. Kapasitas dan sediaan Jasa dipandang sebagai suatu produk yang sangat tidak tahan lama yang tidak dapat disimpan sebagai sediaan untuk penggunaan di masa yang akan datang. Untuk produk jasa seperti perbankan. manajemen kauangan pribadi atau menata interior. demikian pula yang terjadi dalam dunia bisnis. b.ditransformasikan dan ditransportasikan. misalnya pengadaan tenaga kerja.G. Dengan adanya karakteristik antara barang dan jasa. Salah satu alasan produktifitas jasa susah diperbaiki adalah karena desain produk jasa memasukkan unsure interaksi konsumen. reputasi merupakan hal pokok karena sebagian besar citra dan kesan mengenai produk tersebar dari mulut ke mulut. Desain jasa. 4. Dalam perusahaan jasa. Sehingga konsep manajemen operasional juga harus beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi pada dunia bisnis yang menghasilkan barang dan jasa. asuransi.

Hal ini karena jasa dikonsumsi dan diproduksi pada saat dan tempat yang sama. Manufaktur Makanan. gudang. PENGERTIAN KUALITAS Untuk mempertahankan keberadaannya di pasar dalam jangka panjang. Dengan demikian kegiatan ekonomi yang biasanya menghasilkan sesuatu yang wujudnya tidak nyata seperti pendidikan. Admnistrasi umum Manajemen Kualitas A. produksi batubara. tekstil. Pemasaran dan Operasi Dalam perusahaan jasa fungsi operasi dan pemasaran cenderung berkitan erat. Keuangan. perkakas dll Penghasil jasa 1. penerbangan. pertanan. gas dll 2. Konstruksi Kontraktor bangunan. kesehatan dll 6. toko kelontong. Transportasi dan pelayanan masyarakat Jalan raya. Dalam perusahaan penghasil arang adala sebalikntya. bengkel.c. peralatan listrik. terminal. kaca. oleh karena itu jasa harus dihasilkan saat pelanggan mengkonsumsinya. prusahaan angkutan. komunikasi. Penyebaran Jasa seringkali diebar berdasarkan geografis. perikanan dll 2. Pertambangan Tambang baja. logam. bioskop. d. jaringan pipa. bahan kimia. sebab produk barang dapat dikirim ke tempat tujuan. gas. transportasi. kehutanan. batubara. perumahan 5. asuransi. kontraktor perdagangan dll 4. minyak. Perusahaan yang bergerak di sektor barang menghasilkan produk nyata yang berwujud sedangkan di sektor jasa menghasilkan produk yang merupakan pelayanan. elektronik . Pedagang eceran Bahan bangunan. jasa sosial. Namun sekarang ini kecenderungan banyak produk yang merupakan kombinasi dari barang maupun jasa yang biasanya dikenal dengan istilah 29 MK-MO/2011/DAN#2 . sehinga perlu adanya penyebaran cabang atau tempat pelayanan jasa tersebut. hiburan. karet. layanan pribadi. kesehatan disebut kegiatan di sektor jasa. Sedangkan penghasil barang dapat memusatkan operasi. pendidikan. dan mineral 3. peternakan. kertas. pos & giro. administrasi. maka perusahaan yang bergerak di sektor barang maupun jasa harus berorientasi pada kualitas. kehutanan dan perikanan Hasil bumi. alat berat. Jasa-jasa Hotel. plastik. Mengapa demikian ? karena kualitas dapat diartikan sebagai kemampuan suatu produk baik barang maupun jasa dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Berikut adalah para penghasil barang dan jasa Penghasil barang 1. layanan bisnis. keramik. pelayaran. hukum. kulit. Pedagang besar Barang-barang tahan lama dan tak tahan lama 3. taman hiburan. percetakan. layanan keuangan. sebab fungsi operasi dan pemasaran dapat terpisah. listrik. rumah makan dll 4. Pertanian.

Pelabelan e. pengujian. kepemimpinan. contoh: peletihan. contoh: rework. 2.000 komponen untuk melihat kualitas. Internal failure Biaya yang diakibatkan proses produksi yang menyebabkan kerusakan sebelum dikirim ke konsumen. 3. Manajemen lingkungan b. ISO (INTERNATIONAL STANDARD ORGANIZATION) Perusahaan yang telah memutuskan untuk go internasional. ISO 9000 yang memfokuskan standard kualitas pada prosedur manajemen. Adapun yang telah ada diantaranya: 1. Auditing c. 4. Kehandalan produk 3. produk yang berkualitas akan memberikan kepuasan sehingga kepercayaan untuk mengkonsumsi produk tersebut akan terus menjadikan loyalitas para konsumen akan produk tersebut Kualitas dapat didefinisikan sebagai kecocokan atau melebihi kebutuhan konsumen akan penggunaan produk . contoh: retur. scrap. lazimnya sudah memahami bahwa produk yang dihasilkan harsu memenuhi satndar kualitas internasional. proses. dokumentasi secara rinci. Ada tiga alasan kualitas merupakan sesuatu yang penting yaitu: 1. laboratorium. contoh: biay apercobaan. Prevention cost Biaya yang terkait dengan pengurangan komponen atau jasa yang rusak. downtime. sekarang ini harus memfokuskan pada kualitas karena bagi konsumen. External failure Biaya yang terjadi setelah pengiriman produk ke konsumen. Keterlibatan global Ada empat kategori biaya kualitas yang disebut cost of quality yaitu: 1. B. Evaluasi kinerja d. biaya social. instruksi kerja dan pelaporan. Appraisal cost Biaya yang dikaitkan dengan proses evaluasi produk. Akan tetapi apapun jenis produk yang dihasilkan perusahaan.mix service. 2. ISO 9001 : terdiri dari 2. ISO 14000 yang memasukkan unsur standar manajemen lingkungan yang berisi lima elemen dasar yaitu: a. Penaksiran siklus hidup MK-MO/2011/DAN#2 30 . komponen dan jasa. Oleh karena itu dikenal standar kualitas tunggal (Single Quality Standard) nyang mulai diterapkan sejak 1987 oleh ISO (International Standard Organization) yang beranggotakan 91 negara dengan mempublikasikan a series of quality standard. 2. 3. Reputasi perusahaan. program peningkatan kualitas.

memperbaiki. Memulai pelatihan. TQM penting karena keputusan kualitas mempengaruhi setiap keputusan utama dalam manajemen operasional yang dibuat. melakukan. Mendukung. Membangun hubungan jangka panjangberdasarkan kinerja bukan pada harga. 9. Adapun konsep ini sebetulnya mengacu pada 14 prinsip dari W. Membuat tujuan yang konsisten 2. menggunakan model diantaranya: a. Perbaikan terus menerus. menghentikan ketergantungan pada inspeksi untuk menangkap permasalahan. Citra positif dari masyarakat dan mengurangi eksploitasi pada pertanggung jawaban. dan melakukan tindakan. 3. kualitas. Mengurangi kebutuhan audit yang bermacam-macam. 13. Mendobrak batasan antar departemen. Menekankan kepemimpinan. 14. 12.Keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan standard kualitas tersebut diantaranya adalah: 1. Mendidikan program pendidikan yang kuat dan perbaikan mandiri. 7. MK-MO/2011/DAN#2 31 . 2. Adapun 14 Poin Deming adalah sbb: 1. 3. b. Pendekatan sistimatis yang bagus pada pencegahan terhadap polusimelalui minimisasi dampak ekologi pada produk dan aktifitas. Memimpin dalam mempromosikan prubhan. Konsep ini banyak diterapkan di Amerika maupun Jepang. Edwards Deming yang kemudian dikembangkan menjadi enam konsep program TQM yang efektif. memeriksa . 10. 6. 4. Six Sigma atau Kaizen yaitu menjelaskan proses dari suatu perbaikan yang tidak pernah berhenti dengan penetapan pada pencapaian tujuan yang lebih tinggi. Mendobrak penghalang untuk bangga atar kinerja masing-masing. TQM (TOTAL QUALITY MANAGEMENT) Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kualitas. Menghentikan pidato panjang lebar pada pekerja. Menempatkan orang di perusahaan untuk bekerja pada suatu transformasi. Membangun kualitas pda produk. 11. 5. maka banyak peryusahaan menerapkan konsep yang dikenal dengan TQM (Total Quality Management) yaitu Manajemen organisasi keseluruhan yang menjadikannya unggul dalam semua aspek produk barang dan jasa yang penting bagi konsumen. C. Meningkatkan produk. dan jasa secara terus menerus. Sedangkan enam konsep program TQM yang efektif adalah: 1. Memenuhi ketentuan yang berlaku dan kesempatan memeperoleh keunggulan bersaing. membantu. 4. PDCA (Plan Do Check Act) yaitu model dalam melakukan perbaikan terus menerus dengan merencanakan. Membuang rasa takut. 8.

Membentuk penyelia yang terbuka dan mendukung. yaitu teknik skematis yang digunakan untuk menemukan lokasi yang mungkin pada permasalahan kualitas. Statistical Process Control (SPC). JIT memangkas biaya kualitas b. 5. Konsep ini banyak diterapkan di Amerika Serikat. menunjukkan cakupan nilai sebuah perhitungan dan frekuensi dari setiap nilai yang terjadi. f. g. Menunjukkan hubungan antar-dua perhitungan c. Pemberdayaan Karyawan Adalah memperluas pekerjaan karyawan sehingga tanggung jawab dan kewenangan tambahan dipindahkan sedapat mungkin pada tingkat terendah dalam organisasi. Kualitas yang lebih baik berarti persediaan yang lebih sedikit. Benchmarking Yaitu pemilihan standard kinerja yang mewakili kinerja terbaik sebuah proses atau aktifitas. e. d. Zero defect yaitu prosedur produk tanpa cacat yang juga digunakan untuk menjelaskan usaha perbaikan yang terus menerus. yaitu formulir yang didisain untuk mencatat data. yaitu sebuah cara menggunakan diagram untuk mengidentifikasi masalah yang sedikit tetapi kritis tertentu dibandingkan dengan masalah yang banyak tetapi tidak penting. e. serta system JIT yang lebih baik dan mudah digunakan. b. Diagram Sebar (Scatter Diagram). c. 3. Konsep Taguchi Dalam konsep ini disediakan tiga hal yang bertujuan memperbaikai kualitas produk dan proses yaitu: a. Lembar Pengecekan (Check Sheet). Diagram Alir (Flow Chart). JIT meningkatkan kualitas c. membuat pengukuran dan mengambil tindakan perbaikan selagi sebuah produk atau jasa sedang diproduksi. Fungsi kerugian kualitas (quality loss function-QLF) c. yang paling umum ada tujuh macam yaitu: a. Kualitas berorientasi target (target oriented quality) 6. Memindahkan tanggung jawab dari manajer dan staf pada karyawan di bagian operasi. Histogram. yaitu diagram balok yang secara grafis menerangkan sebuah proses atau system. MK-MO/2011/DAN#2 32 .c. Ketangguhan kualitas (quality robustness) b. 2. Diagram Pareto (Pareto Chart). 4. d. membangun jaringan komunikasi yang melibatkan karyawan. yaitu sebuah proses yang digunakan untuk mengawasi standar. b. Just in Time (JIT) JIT berkaitan dengan tiga hal yaitu: a. Membangun organisasi yang memiliki moral yang tinggi. Menciptakan struktur organisasi formal sebagai tim dan lingkaran kualitas. Diagram Sebab Akibat (Cause and Effect Diagram) atau diagram ishikawa atau diagram tulang ikan (Fish Bone Diagram). Teknik yang digunakan termasuk: a. Pengetahuan mengenai Alat-alat TQM .

TQM DI SEKTOR JASA Kualitas jasa susah untuk diukur dan tergantung pada persepsi pada ekspektasi dibandingkan kenyataan serta persepsi pada proses dan outputnya. Normal yaitu pengantaran jasa secara rutin. Manajer harus dapat mengharapkan pengecualian. 4.D. Saat proses akhir atau selesai. 2. Adapun kualitas jasa digolongkan dalam dua hal yaitu: 1. Inspeksi terbaik selalu dilakukan pada sumbernya sehingga dikenal Inspeksi Sumber yaitu pengendalian atau pengawasan pada titik produksi atau pada pembelian pada sumbernya. 2. Komponen terukur dari banyak jasa yang penting. 2. Atribut Inspeksi Pada saat melakukan inspeksi karakteristik kualitas dibagi dalam dua hal yaitu: 1. 6. Selama tahap proses produksi. 3. Di tempat penerimaan produk dari supplier 3. Pada pabrik supplier saat sedang meproduksi 2. Sebelum dilakukan proses yang mahal dan tidak dapat dirubah. kecepatan. 4. Inspeksi Atribut : menggolongkan barang baik dan barang cacat. kekuatan untuk melihat apakah produk masuk kriteria batas yang dapat diterima. Sebelum produk diantar 7. Keempat aspek utama tersebut merupakan kunci jasa yang berkualitas. E. Proses jasa. PENGAWASAN/INSPEKSI Untuk memastikan bahwa sitem menghasilkan kualitas yang diharapkan maka perlu dilakukan pengendalian proses yang seringkali dengan cara pengawasan atau inspeksi yaitu jalan untuk memastikan bahwa sebuah operasi menghasilkan tingkat kualitas yang diharapkan. Adapun alat sederhana yang sering digunakan untuk melakukan inspeksi adalah Poka Yoke yaitu “ bebas dari kesalahan” berarti teknik yang dapat memastikan produksi sebuah produk yang baik setiap saat. tinggi. Pada titik kontak konsumen. Adapun yang menentukan Kualitas Jasa adalah: MK-MO/2011/DAN#2 33 . 5. Eksepsional yaitu bagaimana dapat mengatasi permasalahan. Manajer operasional. Inspeksi variabel : menghitung dimensi seperti berat. Manajer dapat mempengaruhi harapan jasa. memainkan peranan penting dalam mengatasi beberapa aspek utama kualitas jasa yaitu: 1. biasanya terjadi pada salah satu titik berikut: 1. Dua masalah dasar yang berkaitan dengan inspeksi adalah Kapan dan dimana inspeksi dilakukan.

Kualitas merupakan fitur atau karakteristik total dari sebuah produk barang atau jasa yang dikaitkan dengan kemampuannya memuaskan kebutuhan yang terlihat maupun tersirat. Daya saing berhubungan dengan kesiapan karyawan menyediakan layanan jasa. Komunikasi berarti dapat menggunakan bahasa yang mudah dimengerti konsumen. 2. 3. Menetapkan harapan kualitas sangat penting bagi operasi yang efisien dan efektif. Akses mengandung arti mudah didekati dan kemudahan kontak. Reliabilitas berhubungan dengan konsistensi kinerja dan ketergantungan. Kesopanan berhubungan dengan saling menghormati. 6. 8. Kualitas adalah istilah yang memiliki arti yang berbeda bagi orang yang brebeda. Kredibilitas mengandubng arti dapat dipercaya jujur. 7. Kompetensi berarti kepemilikan kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan jasa 4. Keamanan adalah bebas dari ketakutan dan keraguan. keramahan. 10. Untuk mencapai kualitas perlu penerapan konsep TQM karena kualitas tidak dapat diperikasa pad asebuah produk. 5. 9. Memahami berhubungan dengan mengenal kebutuhan konsumen. Nyata termasuk bukti fisik dari jasa.1. MK-MO/2011/DAN#2 34 .

Pada proses ini. Tujuan strategi proses adalah untuk menemukan suatu cara membuat produk barang dan jasa yang dapat memenuhi persyaratan dari konsumen dan spesifikasi produk yang berada dalam batasan biaya serta konstrain lainnya. 2. Ada beberapa empat tipe yang akan dibahas dalam topik ini. Istilah lain yang sering digunakan adalah “job shop” Pada proses ini. Adapun empat strategi proses tersebut adalah: 1. Hasil dari keputusan ini berdampak pada efisiensi produksi jangka panjang. fleksibilitas. Proses Strategi A. dan kenyataannya perusahaan dalam memilih proses menggunakan beberapa variasi pada satu dari empat tipe strategi proses tersebut. dan kualitas produk yang dihasilkan. TIPE STRATEGI PROSES Strategi proses atau transformasi adalah pendekatan organisasi untuk mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa. Setiap proses didisain untuk melaksanakan beragam aktifitas dan menghadapi perubahan yang sering terjadi. Dan sebagian bear prusahan global memilih menggunakan proses ini.BAB V PROSES STRATEGI DAN PERENCANAAN KAPASITAS Menetapkan proses apa yang akan digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatan operasional merupakan keputusan yang harus dilakukan oleh manajer operasional setelah membuat keputusan desain produk yangdihasilakn. Fokus berulang 3. Selain itu berkaitan dengan penetapan proses maka perencanaan kapasitas harus juga menjadi konsep yang perlu dipahami karena ini berkaitan dengan kuantitas produk yang dihasilkan perusahaan. Banyak penerapan pada usaha seperti restoran dan rumah sakit. Walaupun demikian. oleh karenanya disebut juga proses intermittent. Oleh karenanya banyak strategi perusahaan ditentukan pada saat keputusan tentang proses ini dilakukan. MK-MO/2011/DAN#2 35 . Pemilihan proses berkaitan dengan strategi bisnis yang telah ditatapkan perusahaan. Berkaitan dengan itu ada empat jenis proses yang bisa dijadikan pilihan bagi perusahaan . penyajian fleksibilitas tinggi karena produk berpindah diantara proses secara sebentar-sebentar (intermittent). beberapa fasilitas dapat bekerja lebih baik dengan menggunakan peralatan yang canggih secara elektronis maupun komputerisasi. fasilitas yang digunakan mengandung unsure biaya tinggi dengan utilitas sangat rendah. mass customization 1) FOKUS PADA PROSES Perusahaan yang menggunakan strategi focus pada proses berarti mengatur fasilitas yang digunakan untuk operasional di sekeliling proses untuk menghasilkan produksi dengan volume produksi rendah tetapi variasinya tinggi. Fokus pada produk 4. Fokus pada proses.

dengan proses ini memungkinkan dilakukannya customizing yang lebih daripada proses kontinyu. 4) MASS CUSTOMIZATION Kemajuan jaman yang semakin cepat dan canggih membutuhkan produk barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu. yang mana fasilitas diatur sekeliling produk. baut adalah contoh yang menerapkan proses ini. call forwarding sesuai kebutuhan konsumen. lampu bohlam. timah lembaran. Lini ini lebih terstruktur karenanya fleksibilitas kurang dibandingkan dengan fasilitas yang terfokus pada proses. Sedangkan modul adalah bagian atau komponen suatu produk yang telah disiapkan sebelumnya. terjadi ledakan veriasi dari berbagai jenis produk dari kendaraan.2) FOKUS BERULANG Strategi proses yang focus berulang berarti proses produksinya berorientasi pada produk yang menggunakan modul. Suatu perusahaan memiliki kemampuan yang tidak bisa dipisahkan untuk menetapkan standard dan menjaga kualitas tertentu yang berbanding terbalik dengan organisasi yang memproduksi produk unik setiap hari. voice mailbox. Perusahaan yang menerapkan proses ini menghadapi tantangan yang membutuhkan kemampuan operasional karena keterkaitan logistic. Pabrik-pabrik yang memproduksi barang seperti kaca. Dengan cara itu. produksi dan penjualan semakin erat. call waiting. Perusahaan yang menetapkan strategi proses seperti ini biasanya fasilitas yang dimiliki membutuhkan biaya tetap yang tinggi tetapi biaya variable rendah sebagai dampak dari pemanfaatan fasilitas yang tinggi. Proses ini disebut juga proses kontinyu karena mempunyai lintasan produksi yang panjang dan kontinyu. standardisasi dan pengendalian kualitas yang efektif dapat dilakukan. peralatan rumah tangga . makanan sampai produk yang kecil. Kita lihat sekarang ini. Restoran cepat saji adalah suatu contoh penggunaan modul secara berulang. Industri jasa jusa telah mulai menerapkannya. perusahan mendapatkan keunggulan ekonomis dimana banyak modul disiapkan. Lini proses berulang (repetitive process) mirip dengan lini perakitan klasik. Mass customization merupakan pembuatan produk barang dan jasa yang dapat memenuhi keinginan konsumen yang semakin unik secara cepat dan murah. Penerapan yang secara luas pada industri perakitan baik kendaraan maupun peralatan rumah tangga (produk elektronik). Para manajer operasional telah menerapkan proses produksi untuk barang dan jasa yang dikenal dengan mass customization. minuman. Dengan poroses seperti ini. biasanya dalam suatu proses yang kontinyu. Proses lain yang terfokus pada produk adalah jasa seperti rumah sakit yang menetapkan proses penyembuhan penyakit tertentu melaui serangkaian proses panjang. Akan tetapi selain itu kualitas meningkat dan biaya menurun. 3) FOKUS PADA PRODUK Strategi Proses yang berfokus pada produk mamiliki volume tinggi dan variasi yang rendah. Mass customization bisa diartikan variasi yang dihasilkan sangat beragam tetapi secara ekonomis mengetahui dengan tepat apa yang diinginkan konsumen dan kapan konsumen menginginkannya. seperti jasa pelayanan telepon menyediakan pilihan caller ID. Para manajer operasional harus menggunakan sumber daya yang imajinatif dan agresif untuk membentuk proses yang gesit yang dapat memproduksi produk tertentu dengan cepat dan murah. Juga pada perusahaan yang mengadakan persediaan musik di internet yang memungkinkan konsumen MK-MO/2011/DAN#2 36 .

1. metode maupun teknik yang digunakan dalam upaya penambahan manfaat. Produk : Volume rendah Standardisasi tinggi Volume tinggi. Dampak yang dapat terlihat adalah pada penurunan persediaan dan peningkatan tekanan pada kinerja penjadwalan dan rantai pasokan. Biaya: FC rendah FC fleksibel FC tinggi FC tinggi VC tinggi VC rendah VC harus rendah C. Throughput Lambat dalam hitungan swiftly movement swiftly movement Jam atau hari 7.memilih lusinan lagu pilihan mereka dan memasukkannya dalam sebuah CD khusus yang langsung bisa dikirim ke alamat masing-masing konsumen. B. Walaupun demikian penjadwalan yang efektif dan throughput yang cepat juga diperlukan. output peramalan untuk pesanan & Rendah disimpan 6. Schedulling: Kompleks didasarkan vari. Output put sesuai order Tinggi. Tenaga Kerja: Skill menyeluruh Sering dilatih Skill kurang me. JENIS-JENIS PROSES PRODUKSI Proses produksi adalah suatu cara. Salah satu persyaratan penting dalam mass customization adalah adanya ketergantungan pada desain modular. WIP Konsep JIT. Out. Persediaan: Bahan baku Konsep JIT Bahan baku. Berikut bagan kegiatan proses produksi : MK-MO/2011/DAN#2 37 .Dan WIP Output sesuai rendah. Instruksi kerja: Banyak karena operasi berulang sedikit karena banyak karena Ada perubahan mengurangi latihan standarisasi sesuai order 5.Flexible operator nyeluruh 4.relative simple sophisticated meng Asi modul akomodir order 8. PERBANDINGAN PILIHAN PROSES PRODUKSI Berbagai karakteristik dari keempat strategi proses dapat dilihat dalam table berikut ini. Alat: General purpose Special purpose Special purpose Flexible equipment untuk lini perakitan 3. Volume dan variasi Variasi tinggi dengan pilihan modul riasi rendah tinggi 2.

Contoh : Perusahaan perakitan mobil 4. 5. Terputus-putus Menurut Wujud Proses Produksi 1. 2. Proses Produksi Perakitan (Assembling) Suatu proses produksi yang menitikberatkan proses perakitan (penggabungan) dari komponenkomponen produk menjadi produk akhir. 3.PROSES PRODUKSI MENURUT WUJUD MENURUT ARUS MENURUT KEUTAMAAN A. Contoh : Perusahaan kimia dasar 2. 4. 4. 2. Proses Produksi Perubahan Bentuk Suatu proses produksi yang menitikberatkan adanya perubahan dari bahan baku sampai produk akhir. Proses Produksi Kimiawi Suatu Proses Produksi yang menitikberatkan pada proses analisis ataupun sintesis serta terdapat suatu senyawa kimia. Contoh : Perusahaan es batu (dari air bertubah menjadi es) 3. Kimiawi Perubahan bentuk Perakitan Transportasi Penciptaan jasa 1. 6. BUKAN UTAMA Penelitian Model Prototipe Percobaan Demonstrasi 1. Contoh : Perusahaan angkutan MK-MO/2011/DAN#2 38 . 2. 4. 3. 5. Terus Menerus 2. 3. UTAMA Terus Menerus Terputus-putus Proses Proses yang sama Proyek khusus Industri berat. B. 1. 1. Proses Produksi Transportasi Suatu proses produksi yang menitikberatkan pada pemindahan (baik orang maupun barang) dari suatu tempat ke tempat lain. 5.

artinya. perlu dibuat petunjuk yang jelas tentang urutan proses dan jadwal waktu dari masing-masing penyelesaian. Hal penting yang harus diperhatikan dalam proses produksi ini ialah keseimbangan kapasitas antar elemen kerja dan kepastian dari bagian mana produk proses ini dikerjakan. apabila dibandingkan dengan jumlah unit produk yang dihasilkan. Pola yang digunakan dalam urutan proses produksi selalu sama setiap waktu dalam jangka pendek. sebelum dikerjakan ke proses selanjutnya. Proses Produksi Terus Menerus Suatu proses produksi di mana arus bahan baku sampai produk akhir selalu tetap atau urutan arus proses selalu tetap.5. Proses Produksi Penciptaan Jasa Suatu proses produksi yang menitikberatkan pada menghasilkan suatu jasa tertentu. sehingga kerugiannya ialah apabila suatu elemen kerja mengalami kemacetan. seperti jasa manajemen. kadang-kadang kesamaan terjadi pada waktu yang berbeda. MK-MO/2011/DAN#2 39 . Menurut Arus Proses Produksi 1. sebab pengawasan dilakukan pada elemen kerja yang bekerja saja. 2. Untuk menghindari kesalahan kerja. biasanya perusahaan yang memproduksi produk-produk standar di mana variasi produk relatif kecil. misalnya perusahaan tekstil yang memproduksi kain tetoron warna putih. Perusahaan dengan proses produksi seperti ini. jasa konsultasi. arus yang tidak selalu sama bukan berarti selalu tidak sama. Biasanya proses produksi terputus-putus merupakan proses yang sederha. misalnya perusahaan kerjainan tangan. Biasanya hasil dari proses produksi ini berupa suatu susunan sistem informasi. jasa administrasi. sedangkan perubahan terjadi dalam jangka panjang dan perubahan ini biasanya berkaitan dengan perubahan teknologi yang digunakan atau bentuk produk yang dihasilkan. Proses Produksi Terputus-putus Suatu proses produksi di mana arus proses tidak selalu sama dari waktu ke waktu. maka proses kerja selanjutnya tidak dapat diteruskan. jasa hiburan.

waktu. Diagram Proses (Process Diagram) Adalah diagram yang menggunakan simbul. Proses Produksi Proyek Khusus Suatu proses produksi yang dilaksanakan karena adanya program khusus atau kepentingan khusus atau order khusus. Diagram ini disebut juga pemetaanproses (process mapping) atau pemetaan fungsi waktu (time-function mapping). sedemikian kompleksnya sehingga pelaksanaan produksi dibagi lagi ke dalam sub proses. Contoh : Perusahaan pesawat terbang. keterlambatan yang tidak perlu. warna. dan jarak untuk mendapatkan cara uang obyektif dan terstruktur dalam menganalisis dan mencatat aktifitas yang membentuk sebuah MK-MO/2011/DAN#2 40 . Berikut alat-alat yang dimaksud diantaranya adalah: 1. D. sehingga proses produksi ini sangat ditentukan oleh penggunaan bahan baku utama dan bahan baku pembantu. 3. 3. apabila proses produksi yang dilaksankan selesai. disain serta tribut lainnya. Tipe analisa ini menjadikan pemakai dapat mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan seperti langkah tambahan.Proses Produksi Utama 1. Diagram Alir (Flow Diagram) Adalah sebuah gambar atau skema yang digunakan untuk menganalisa pergerakan orang atau bahan. artinya. ANALISIS DAN DESAIN PROSES Sejumlah alat dapat membantu memahami kompleksitas desain dan desain ulang proses. Pemetaan Fungsi Waktu (Time Function Mapping) Adalah sebuah diagram alir tetapi dengan waktu ditambahkan pada sumbu horizontal. Proses Produksi Industri Berat Berbeda dengan proses produksi sebelumnya. Contoh : Perusahaan obat. sehubungan dengan penyelesaian produksi yang sangat kompleks. Proses Produksi Proses Suatu proses produksi di mana pelaksanaan pengolahan bahan baku sampai menjadi produk akhir akan melalui suatu proses persenyawaan atau pemecahan. dalam proses produksi industri berat terdapat berbagai macam aktivitas. 2. Proses Produksi yang Sama Suatu proses produksi di mana terdapat beberapa pekerjaan dengan urutan kerja yang sama tetapi produk yang dihailkan berbeda-beda. Produk yang sedang dalam proses terbagi ke dalam beberapa kelompok dan masing-masing kelompok memiliki perbedaan. Contoh : Perusahaan sepatu (modelnya sama tetapi ukuran sepatunya berbeda-beda). 2. pengulangan. Contoh : Perusahaan kontraktor 4. Hal penting yang harus diperhatikan ialah ketelitian dan ketepatan dari proses persenyawaan. Melalui alat tersebut secara sederhana dapat dipahami apa yang terjadi dalam proses. Perbedaan tersebut antara lain bentuk. maka berakhir pula proses produksi tersebut.

proses. Dengan mengidentifikasi semua operasi yang dapat menambah nilai dapat menetapkan nilai tambah total aktifitas. 4. Perencanaan Pelayanan (Service Planning) Merupakan teknik analisis proses yang memusatkanm perhatian pada konsumen dan interaksi penyedia layanan dengan konsumennya.Aktifitas yang dilakukan memberikan permasalahan manajemen yang berbeda untuk tiap aktifitas yang berlainan. Keempat alat analisis strategi proses ini, masing-masing mempunyai kelebihan dan variasinya yang berbeda. Diagram alir adalah cara tercepat untuk menggambarkan keseluruhan proses dan system keseluruhan. Pemetaan Fungsi Waktu menambahkan ketepatan dan faktor waktu untuk analisa makro. Diagram Proses didisain untuk penggambaran lebih rinci dengan menambah nilai seperti waktu, penundaan, jarak dan sebagainya. Perencanaan Pelayanan didisain untuk konsentrasi pada interaksi dengan konsumen dalam proses. E. DESAIN PROSES PADA SEKTOR JASA Karena interaksi konsumen seringkali merupakan variable penting dalam desain proses terutama pada sektor jasa maka hal ini akan dikaji lebih lanjut dalam sub topik ini. Walaupun interaksi dengan konsumen seringkali memberikan pengaruh buruk pada konerja proses, tetapi sektor jasa menjadikan interaksi dan customization menjadi kebutuhan penting. Mengenali keinginan konsumen yang unik menjadikan manajer operasional mendisain prosesnya untuk memenuhi persyaratan khusus ini agar proses menjadi efektif dan efisien. 1. Matriks Proses Jasa Untuk memahami bagaimana manajer operasional mendisain proses jasa maka digunakan matriks proses disain 2. Strategi dan Teknik untuk meningkatkan Produktifitas Jasa Meningkatkan produktifitas di sektor bukan hal yang mudah, akan tetapi masih dapat diupayakan melalui pengaturan pada layout dan sumber daya manusia. F. PEMILIHAN ALAT DAN TEKNOLOGI Pada akhirnya keputusan startegi proses tertentu membutuhkan keputusan mengenai alat dan teknologi yang akan digunakan. Keputusan tentang hal tersebut menjadi rumut karena terdapat begitu banyak metode alternative pada semua fungsi operasi. Akan tetapi yang paling penting dijadikan patokan adalah konsep Fleksibilitas yaitu kemampuan untuk merespon dengan sedikit pengorbanan waktu, biaya, nilai konsumen. Hal ini dapat diartikan peralatan yang digunakan bersifat modular, dapat dipindahkan dan murah. 1. Teknologi Produksi Perkembangan teknologi diperlukan untuk meningkatkan produktifitas dan dapat diterapkan disemua sektor yang menghasilkan barang maupun jasa. Dalam bahasan ini akan diperkenalkan sembilan area tenologi yaitu: a. Teknologi Mesin Banyak kegiatan operasional menggunakan mesin untuk pemotongan, pengeboran, penggilingan. Dalam era komputerisasi sekatrang ini telah banyak diciptakan cara pengendalian mesin yang baru menggunakan CHIP computer seperti CNC (computer numerical control) yaitu permesinan yang memiliki computer dan memori sendiri.

MK-MO/2011/DAN#2

41

b. AIS Peralatan baru dari CNC hingga ATM (automatic teller machine) dikendalikan dengan sinyal elektronik digital. Pembuatan data secara digital dilakukan melalui komputerisasi siantaranya dengan AIS (automatic identification system) yang membantu memindahkan data menjadi bentuk elektronik yang mudah untuk dimanipulasi. c. Pengendalian Proses Adalah penggunaan teknologi informasi untuk mengendalikan proses fisik. d. Robot Adalah sebuah mesin yang fleksibel, memiliki kemampuan untuk mengganti tenaga manusia bekerja melalui syaraf ektronk yang menjalankan sejumlah motor dan saklar. e. Sistem Visi Adalah penggunaan kamera video dan teknologi dalam peran pemeriksaan. f. ASRS (Automated Storage and Retrival System) Adalah gudang yang dikendalikan computer yang menempatkan komponen secara otomatis dari dan menuju temmpat tertentu dalam gudang. g. AGV (Automated Guided Vehicle) Adalah kereta yang dipandu fdan dikendalikan secara elektronik yang digunakan untuk memindahkan bahan. h. FMS (Flexible Manufacturing System) Adalah sebuah system yang menggunakan sebuah sel kerja otomatis yang dikendalikan oleh sinyal elektronik dari sebuah computer induk. Kelebihan dari FMS : - Meningkatkan pemanfaatan modal - Menurunkan biaya tenaga kerja langsung - Mengurangi Persediaan - Kualitas menjadi konsisten Kekuranngan FMS: - Terbatasnya kemampuan pada perubahan produk - Perlu perencanaan dan modal besar - Membutuhkan persyaratan peralatan dan alat Bantu. i. CIM (Computer Integrated Manufacturing) Adalah sebuah sistem manufaktur dimana CAD, FMS, pengendalian persediaan, gudang dan pengiriman dipadukan. Merupakan perluasan dari FMS (Flexible Manufacturing System). FMS dan CIM mengurangi perbedaan antara produksi dengan volume rendah variasi tinggi dengan produksi dengan volume tinggi variasi rendah. Teknologi Informasi menjadikan FMS dan CIM menatasi meningkatnya variasi yang bersamaan dengan meningkatnya volume. 2. Teknologi di sektor jasa Perkembangan teknologi yang cepat juga terjadi di sektor jasa, yang mana

MK-MO/2011/DAN#2

42

menyangkut peralatan diagnosa elektronik pada sebuah bengkel mobil, peralatan kesehatan, sampai peralatan yang digunakan di bandara dalam jasa penerbangan. Berikut table yang menyajikan contoh teknologi pada bidang jasa. Contoh-contoh dampak teknologi pada industri jasa • Jasa Keungan Kartu debit, transfer via ATM, transaksi saham via internet • Pendidikan Majalah elektronik, jurnal online • Layanan umum Truk sampah otomatis, scanner bom, surat optikal, • Restoran Pesanan ke dapur via nirkabel, robot penjagal • Komunikasi TV interaktif, Penerbitan elektronik • Hotel Sistim penguncian elektronik, pendaftaran elektronik • Perdagangan grosir/ Terminal POS, e-commerce, data dengan barcode • Eceran komunikasi elektronik antara took dengan suplier • Transportasi Loket tol otomatis, system navigasi dipandu satelit • Kesehatan Sistem informasi kesahatan on line, system pengawasan pasien • Secara online • Penerbangan Perjalanan tanpa tiket, penjadwalan, G. PROSES REENGINEERING Adalah proses pemikiran kembali dan mendisain ulang proses bisnis secara radikal untuk membawa peningkatan kinerja secara dasyat. Hal ini dilakukan karena kedinamisan yang ada dimana konsumen, teknologi, maupun bauran produk berubah. Preses Reengineering yang efektif tergantung pada evaluasi ulang tujuan proses dan mendata ulang asumsi yang digunakan, ini dapat berjalan apabila proses dasar dan tujuannya dikaji ulang. Proses Reenginering juga memusatkan perhatian pada aktifitas yang mempunyai fungsi bersilang. Karena manajer sering bertanggung jawab pada fungsi “khusus” aktifitas yang melintas dari satu fungsi ke fungsi lain dapat diabaikan. Yang penting proses ini memusatkan perhatian pada perbaikan secara dasyat dalam hal biaya, waktu dan nilai konsumen. Perencanaan Kapasitas A. KAPASITAS Setelah menetapkan proses prodeksi apa yang digunakan maka langkah selanjutnya adalah menentukan kapasitas. Kapasitas dapat diartikan sebagai hasil produksi atau jumlah unit yang dapat ditahan, diterima, disimpan atau diproduksi oleh sebuah fasilitas dalam suatu periode waktu tertentu. Menurut pembagian waktu maka kapasitas bisa dibedakan dalam tiga satuan waktu yaitu kapasitas jangka panjang dengan durasi lebih dari satu tahun, merupakan fungsi penambahan fasilitas dan peralatan yang dimiliki. Kapasitas jangka menengah dengan durasi tiga hingga kurang dari satu tahun, yang dapat dengan menambahkan peralatan, karyawan, jumlah shift, subkontrak juga persediaan. Sedang kapasitas jangka pendek biasanya sampai dengan tiga bulan, buiasanya sulit diubah sssehingga menggunakan kapasitas yang sudah ada. Kapasitas Desain Adalah output maksimum system secara teoritis dalam suatu periode waktu tertentu, biasanya dinyatakan dalam sutu tingkatan tertentu seperti jumlah yang diperoduksi per minggu, per bulan, per tahun. Sebagian besar organisasi beroperasi dibawah kapasitas desain sekitar 82 % karena

MK-MO/2011/DAN#2

43

Titik tersebut disebut titik impas. dimana biaya biaya sama dengan pendapatan. Peramalan permintaan harus akurat. kadang terdapat ketidakcocokan permintaan dan kapasitas sehingga bisa terjadi permintaan melebihi kapasitas atau sebaliknya kapasitas melebihi permintaan . memperbaiki metode untuk meningkatkan hasil 4. metode penjadwalan. ANALISA TITIK IMPAS/ BREAK EVEN POINT Merupakan cara untuk menetapkan kapasitas yang harus dimiliki oleh sebuah fasilitas untuk mendapatkan keuntungan. Cara untuk untuk menetapkan kapasitas yang harus dimiliki oleh sebuah fasilitas agar mendapatkan keuntungan adalah Analisis Titik Impas. perusahaan harus beroperasi di atas tingkat ini untuk mencapai keuntungan. Mengelola Permintaan Walaupun peramalan sudah baik. menjual atau menyewa. MK-MO/2011/DAN#2 44 . dan mengadakan sensitivitas keputusan dengan menguji beberapa scenario. menyesuaikan peralatan dan proses dengan membeli . mendisain ulang produk untuk meningkatkan hasil produksi Perencanaan kapasitas Perencanaa kapasitas membutuhkan dua tahap. 2. C. Tujuan analisis ini adalah untuk menemukan sebuah titik dalam unit dan satuan nilai uang . Volume ditentukan dengan peninjauan ulang pada beberapa alternative saja dan teknologi juga ikut menentukan kapasitas. mengubah staff yang ada dengan menambah atau mengurangi 2.kesadaran bahewa operasi dapat lebih efisien bila sumber daya tidak digunakan sampai batas maksimum. pemeliharaan. Dua pengukuran kinerja system yang biasanya bermanfaat adalah Utilisasi yaitu persentase kapasitas desain yang sesungguhnya telah dicapai. Memahami teknologi dan peningkatan kapasitas. 3. sedang tahap kedua peramalan digunakan untuk menentukan kapasitas serta peningkatan ukuran untuk setiap penambahan kapasitas. Sebuah peramalan yang akurat merupakan hal paling utama bagi keputusan kapasitas. Oleh karena itu ada taktik untuk menyesuaikan kapasitas dengan permintan yaitu dengan: 1. PERTIMBANGAN KAPASITAS Ada empat pertimbangan khusus untuk integrasi strategi dan investasi berkaitan dengan kapasitas yaitu sebagai berikut: 1. Menentukan tingkat operasi yang optimum (volume) Sering ditentukan dengan istilah skala ekonomis dan disekonomis. Membangun untuk perubakan Manajer operasi membangun fleksibilitas dalam fasilitas dan peralatan. tahap pertama permintaan di masa yang akan datang diramalkan dengan model tradisional seperti konsep statistic. dan standar kualitas yang diberikan. manajemen harus mengetahui produk mana yang sedang ditambahkan dan mana yang sedang dihentikan . serta Efisiensi yaitu persentase kapasitas efektif yang sesunguhnya telah dicapai B. 3. begitu juga volume yang diharapkan. Kapasitas Efektif Adalah kapasitas yang diharapkan dapat dicapai oleh sebuah perusahaan dengan bauran produk. 4.

Q = FC + (Q. Diketahui harga jual per unit ialah Rp 1.000.00 per unit .000.-----------S KASUS : a.V) FC = (P-V).Q = FC + VC P.000. MK-MO/2011/DAN#2 45 . Berapa titik break even point yang harus diproduksi.00.V) S = VOLUME PENJUALAN ( Q.00.000. b.00 dengan biaya variabel per unit Rp 400. Suatu perusahaan memproduksi suatu barang maksimal 10.000 unit.000.000. Suatu perusahaan menjual suatu produk Rp 100. Biaya tetap per bulan Rp 20.00. Berapa break even point dari jumlah dan rupiah dan gambarkan dalam bentuk grafik.Q FC Q = -----------( P – V) TR = TOTAL REVENUE TC = TOTAL COST FC = FIXED COST VC = VARIABLE COST Q = QUANTITY P = HARGA PER UNIT V = BIAYA VARIABEL PER UNIT RUMUS UMUM BEP DALAM SATUAN BIAYA (MATA UANG) FC BEP = ----------------VC 1 .RUMUS UMUM BEP DALAM SATUAN UNIT TR = TC P. FC = BIAYA TETAP VC = BIAYA VARIABEL (Q. dengan biaya bahan mentah dan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 80. Diketahui biaya tetap Rp 3.00 per unit.000.P) Asumsi: Asumsi yang mendasari analisis titik impas adalah biaya dan pendapatan ditunjukkan sebagai garis lurus sehingga berbentuk fungsi linear.

kawasan perkantoran yang ditawarkan kepada para pengusaha jasa. pajak. PENTINGNYA LOKASI Salah satu keputusan yang paling penting yang dibuat oleh perusahaan adalah dimana meneka akan menempatkan kegiatan operasional mereka.BAB VI STRATEGI LOKASI Lokasi menentukan prestasi . sewa dan lain-lain. A. Berkaitan dengan strategi lokasi maka banyak perusahaan mempertimbangkan faktor seberapa produktifitas tenaga kerja di MK-MO/2011/DAN#2 46 . Menutup fasilitas yang ada dan pindah ke lokasi lain Pada umumnya keputusan lokasi merupakan keputusan jangkja panjang. upah. maupun Negara ditandai dengan tumbuh berkembangnya pusat-pusat niaga maupun industri yang berdiri di lokasi-lokasi yang sangat strategis. Banyak alasan yang mendasarinya diantaranya sektor barang memerlukan lokasi untuk melakukan kegiatan pembuatan produk barang tersebut atau tempat memproduksi (pabrik) sedangkan untuk sektor jasa memerlukan tempat untuk dapat memberikan pelayanan bagi konsumen. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pembangunan kawasan industri untuk ditawarkan pada perusahaan yang akan membangun pabriknya maupun pembangunan pusat-pusat perdagangan. Lokasi sangat mempengaruhi resiko dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan. Kegiatan perekonomian di suatu tempat.Tujuan strategi lokasi adalah untuk memaksimumkan keuntungan lokasi perusahaan. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOKASI Secara umum pwerusahaan dalam melaksanakan strategi lokasi mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. Mempertahankan lokasi yang sekarang. Sejumlah perusahaan di dunia melakukannya mengingat lokasi untuk operasional sangat mempengaruhi biaya. demikian pula untuk kegiatan bisnis di sektor barang maupun jasa. Kemajuan suatu bangsa juga sangat tergantung dengan berdenyutnya perekonomian di wilayah Negara yang bersangkutan yang berarti dientukan oleh banyak tidaknya lokasi –lokasi kegiatan operasional bisnis. wilayah. merupakan ungkapan yang cukup tepat untuk segala jenis kegiatan. Dengan kata lain tujuan strategi lokasi adalh mamaksimumkan manfaat lokasi bagi perusahaan. tetapi meluaskan fasilitas yang ada 2. Produktifitas Tenaga Kerja Karyawan merupakan input paling penting bagi perusahaan. B. sehingga tingkat produktifitas tenaga kerja sangat menentukan keberhasilan atau kesuksesan perusahaan. mempunyai efek pada biaya tetap maupun variable seperti biaya transportasi. Pilihan-pilihan yang ada dalam lokasi meliputi: 1. selagi menambah fasilitas lain di tempat lain 3. maka keputusan yang harus diambil selanjutnya oleh manajer operasional adalah strategi lokasi. Tidak pindah. Dengan demikian strategi lokasi adalah hal yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan. baik biaya tetap maupun biaya variable. susah sekali untuk direvisi.

yang sering disebabkan oleh adanya informasi. tenaga kerja. Kedekatan dengan Suplier Penempatan lokasi yang dekat dengan pemasok dan bahan mentah disebabkan oleh: 7. meliputi antara lain: biaya pelayanan umu. produsen biji baja dan besi. salon. stabilitas tenaga kerja dan juga pola kepemimpinan. Akan tetapi saat ini kecenderungannya demikian dengan istilah clustering yaitu lokasi berdekatan para perusahaan yang saling bersaing. tetapi nilai tukar mata uang suatu Negara terhadap mata uang Negara lain yang tidak menguntungakan dapt mengeliminir penghematan yang telah dilakukan. modal proyek. polusi. pusat perdagangan tekstil dan lain-lain MK-MO/2011/DAN#2 47 . Bahan baku mudah rusak 6. Sikap Sikap dari pemerintah pusat. pajak. yang menyadari bahwa kedekatandengan pasar merupakan faktor utama keberhasilan usaha mereka. Biaya Biaya yang terkadung dalam lokasi ada dua macam yaitu pertama adalah biaya nyata (tangible cost)yang dapat dihitung atau langsung dikenali secara tepat. 2.Biaya transportasi mahal . standar hidup dan lain-lain yang dapat mempengaruhi proses rekrutmen.. Deikian pula untuk uasah amanufaktur ada yang memilih lokasi dekat dengan konsumennya karena mahalnya biaya transportasi jika harus berada dio lokasi yang berjauhan. wilayah maupun daerah terhadap kepemilikan swasta. sikap calon karyawan. bahan mentah. penyusutan. Dengan demikian fluktuasi mata uang mengandung unsure resiko yang cukup signifika untuk dipertimbangkan dalam strategi lokasi. bakat. Dan kadang-kadang perusahaan dapat mengambil keuntungan dari nilai tukar yang menguntungkan dengan memindahkan lokasi atau mengekspor produknya ke Negara lain. dan biaya lainnya. . Contoh banyak diterapkan pada pabrik semen. Nilai Tukar dan Resiko Mata Uang Walaupun ingkat upah dan produktifitas tenaga kerja membuat sebuah Negara terlihat ekonomis. toko kelontong. 4. Kedekatan dengan Pesaing (Clustering) Sepertinya agak mengherankan banyak usaha yang menempatkan lokasi operasionalnya yang dekat dengan pesaing. pengolahan ikan. 3. Tidak hanya usaha manufacturing seperti dibangunnya kawasan industri saja tetapi dalam bidang jasa juga ada misalnya pada pembangunan pusat perdagangan eletronik. Kedekatan dengan Pasar Banyak perusahaan yang secar sengaja memilih lokasi operasionalnya dekat dengan konsumen seperti usaha restoran. Dan tidak kalah penting adalh budaya masryarakat di lokasi tersebut. Dan yang menarik bagi manajemen adalah kombinasi diantara produktifitas tenaga kerja dan tingkat upah tenaga kerja. penetapan zona.beberapa alternative lokasi yang dipertimbangkan. meliputi kualitas pendidikan. 5.Jumlah produk yang banyak. Sedangkan yang kedua adalah biaya tidak nyata (intangible cost) lebih sulit ditentukan. atau sumber daya alam yang berlimpah di suatu daerah.

3. c. karena unsure tenaga kerja adalah sangat penting bagi perusahaan. e. Pembatasan daerah. karena mata uang dari suatu Negara yang sangat fluktuatif akan berdampak sangat signifikan bagi kegiatan bisnis. Insentif dari pemerintah. f. g. Lokasi pasar karena produk yang telah dibuat harus dapat diserap oleh pasar agar keberlangsungan perusahaan dapat terjamin. Adapun berbagai faktor tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Ketersediaan tanaga kerja. komunikasi maupun energi maka perusahaan tidak dapat beropoperasi. jalan bebas maupunb jalur laut. upah serta sikap terhadap serikat kerja d. upah buruh. peraturan yang ada. e. serta insentif pemerintah. 5. hal ini disebabkan ketergantungan perusahaan pada hal-hal tersebut karena tanpa bahan baku. pada kenyataannya keputusan lokasi bagi perusahaan uyang beroperasi secara global dimulai dari mempertimbangkan berbagai faktor untuk memilih Negara. Keputusan Pemilihan Lokasi Daerah (Region) Faktor yang dipertimbangkan diantaranya: a. Sistem transportasi udara. Ketersediaan tenaga kerja. d. pajak. h. Keputusan lokasi sudah keluar melebihi batas Negara. Keputusan Pemilihan Lokasi Negara Adapun faktor yang dipertimbangkan : 1. 2. Ukuran dan biaya lokasi b. Permasalahan dampak lingkungan. komunikasi dan energi. sikap pemerintah. Permasalahan budaya dan ekonomi . KEPUTUSAN LOKASI UNTUK PERUSAHAAN YANG BEROPERASI SECARA GLOBAL Menentukan lokasi operasional untuk perusahaan yang telah menempatkan usahanya secara internasional adalah tidak sederhana. Segi-segi yang menarik dari wilayah tersebut (budaya. 6. produktifitas. Ketersediaan pasokan. Keinginan perusahaan b. MK-MO/2011/DAN#2 48 . Kedekatan dengan jasa / pasokan yang dibutiuhkan. kereta. dilanjutkan untuk memilih wilayah sampai memilih tempat. Biaya dan ketersediaan pelayanan umum. Keputusan Lokasi untuk memilih tempat (site) Adapun faktor pertimbangannya : a. 2. Biaya tanah dan pendirian bangunan. iklim) c.C. Kedekatan dengan bahan baku dan konsumen. Resiko politik yang dihadapi. 4. termasuk budaya korupsi 3. Peraturan mengenai lingkungan hidup. Resiko nilai tukar mata uang.

Beri penilaian untuk setiap alternative lokasi pada setiap faktor dengan menggunakan skala penilaian pada langkah 3. Kebijakan operasional perusahaan. dan jumlahkan hasilnya. Akan tetapi pendekatan grafis memiliki kelebihan karenamemeberikan rentang jumlah volume dimana lokasi dapat dipilih. 6. Kualitas fisik dari fasilitas dan bisnis sekitar area lokasi. B. 3. Keunikan lokasi yang dimiliki perusahaan dsan pesaingnya. 7. Data yang diperlukan adalah biaya baik biaya tetap maupun biaya variable. atau 1-100) 4. Faktor yang dipertimbangkan faktor baik yang kualitatif maupun kuantitatif dianalisis dengan cara mengkuantifisir semua faktor. 2. 7. Membuat daftar faktor yang berhubungan yang sering disebut faktor kunci sukses (critical success faktors – CSFs) 2. 6. Metode Evaluasi Alternatif Lokasi Dalam topik ini akan dibahas beberapa metode yang digunakan dalam menganalisis untuk menentukan lokasi bagi perusahaan untuk melakukan kegiatan operasionalnya.Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Kualitas manajemen. STRATEGI LOKASI USAHA SEKTOR JASA Perusahaan yang bergerak di sektor jasa dalam menentukan lokasi mendasarkan pada volume dan revenue yang mungkin didapatkan dengan memperhatikan komponen-komponen diantaranya adalah: 1. Kualitas Persaingan. Persaingan di area lokasi 4. Jasa dan citra yang cocok dengan kondisi demografis konsumen di area lokasi. 8. A. yang besar kecilnya tergantung signifikansinya bagi perusahaan. Berikan rekomendasi berdasarkan nilai poin maksimal sesuai hasil yang didapatkan pada langkah 6. Daya beli konsumen di area lokasi tersebut. maupun faktorfaktor yang dipertimbangkan untuk memilih Negara.D. Buat pembobotan untuk setiap faktor yang telah ditetapkan pada langkah 1. sedangkan analisanya dapat dilakukan secara matematis maupun grafis. Buat skala penilaian untuk tiap faktor (contoh 1-10. 5. MK-MO/2011/DAN#2 49 . 3. wilayah. FAKTOR PEMERINGKATAN LOKASI Adalah sebuah metode penentuan lokasi yang mementingkan adanya obyektifitas dalam proses mengenali biaya yang sulit untuk dievaluasi. tempat bagi pemilihan lokasi untuk perusahan global. ANALISIS PULANG POKOK (BREAK EVEN ANALYSIS) Merupakan sebuah analisis biaya-volume produksi untuk membuat perbandingan ekonomis alternative lokasi. Analisis tiap faktor dengan mengalokan bobot untuk tiap faktor dengan penilaian. Menetapkan beberapa alternative lokasi yang dinominasikan 5. Metode ini bisa diterapkan untuk faktor-faktor yang secara umum digunakan untuk memilih lokasi.

sampai terpenuhi jumlah kebutuhan dan jumlah kapasitas Contoh soal : Sebuah perusahaan yang memproduksi suatu produk. Kontributor Metode Trasnportasi. D. TC Koopmans (1049) c. diantaranya : a. C.Adapun langkah dalammelakukan analisa pulang pokok adalah: 1. K2. Northwest Corner Method 2. Buat dalam bentuk grafis semua dat biaya yang telah dikumpulkan pada langkah 1 menggunakan gambar dua dimensi dengan biaya pada sumbu vertikal dan volume pada sumbu horizontal. . karena terdapat perbedaan biaya-biaya alokasi dari satu sumber atau beberapa sumber ke beberapa tempat tujuan yang berbeda-beda” Masalah transportasi uga dapat digunakan untuk memecahkan masalah dunia bisnis lainnya seperti masalah periklanan. Adapun kapasitas dan kebutuhan masing-masing pabrik dan gudang ialah sebagai berikut : MK-MO/2011/DAN#2 50 . pembelanjaan. Tentukan semua biaya yang berkaitan dengan alternative lokasi yang dijadikan nominasi baik berupa biaya tetap maupun biaya variable 2. kapasitas masing-masing sumber dan biaya dalam tabel alokasi 2) Isilah sel/kolom kiri atas dengan memperhatikan kebuthan dan kapasitas 3) Lakukan hal yang sama seperti no. 3. jumlah barang yang dikirim dan biaya pengiriman. Pilih lokasi yang memiliki biaya total paling rendah untuk jumlah produksiyang diharapkan. analisis lokasi. Stepping Stone Method 3. FL Hitchcock (1941) b. mempunyai tiga pabrik yaitu P1. P3. K3. METODE PUSAT GRAVITASI (CENTER OF GRAVITATION METHOD) Merupakan sebuah teknik matematis yang digunakan untuk menemukan lokasi yang paling baik untuk suatu titik distribusi tunggal yang melayani beberapa toko atau daera. P2. MODEL TRANSPORTASI (TRANSPORTATION METHOD) “ Suatu Metode yang digunkana untuk mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama ke tempat-tempat yang membutuhkan secara optimal. Tahapan NCM 1) Susun kebutuhan. Metode ini memperhitungkan jarak lokasi pasar. alokasi dana untuk investasi. Alokasi produk harus diatur sedemikian rupa. Peruksahaan tersebut harus mendistribusikan hasil produksinya ke gudang-gudang yang berada di kota K1. GB Dantzig (1951) Beberapa metode transportasi : 1. keseimbangan lintas serta penjadwalan. Vogel’s Approximation Method A.

P2.>> Tabel Kapasitas Pabrik : PABRIK KAPASITAS PRODUKSI PER BULAN P1 180 TON P2 120 TON P3 100 TON 400 TON >> Tabel Kebutuhan Masing-masing Gudang : GUDANG KAPASITAS PRODUKSI PER BULAN K1 100 TON K2 220 TON K3 80 TON 400 TON >>> Biaya angkut dari pabrik P1. dari masibg-masing pabrik ke masingmasing gudang dengan metode NWC : Langkah 1. P3 ke masing-masing gudang K1. K2. Buatlah tabel alokasi sbb : Ke Dari 2 0 P1 1 5 P2 2 5 P3 1 0 1 9 100 2 0 1 0 120 5 8 180 K1 K2 K3 SUPPLY MK-MO/2011/DAN#2 51 . K3 ialah sebagai berikut (satuan ratusan ribu Rp): Ke K1 Dari P1 P2 P3 20 15 25 5 20 10 8 10 19 K2 K3 Tentukan Biaya Angkut agar semua barang terdistribusi.

Gudang 3 menampung 40 unit produk d. XP1K2 …. Gudang 6 menampung 20 unit produk MK-MO/2011/DAN#2 52 . Unit kerja B memproduksi 80 unit c.2 sampai semua jumlah supply dan demand terpenuhi. Gudang 2 menampung 100 unit produk c. Lakukan seperti langkah no. Gudang 4 menampung 80unit produk e. Gudang 5 menampung 40 unit produk f. isilah sel/ kolom kiri atas dengan memperhatikan jumlah kapasitas dan kebutuhan (jumlah supply dan jumlah demand) Langkah 3. XP3K3 >= 0 Kerjakan kasus-kasus sebagai berikut : Kasus 1 : Perusahaan “MAKIN SUBUR” mempunyai empat unit kerja dengan kapasitas produksi sebagai berikut : a. Unit kerja D memproduksi 60 unit Dalam penyampaian distribusi barang hasil produksi dari masing-masing unit kerja dikirim ke enama gudang. Gudang 1 menampung 60 unit produk b. dengan kebutuhan masing-masing gudang ialah sebagai berikut : a. CATATAN : TABEL ALOKASI DI ATAS DAPAT DIBUAT DENGAN PERSAMAAN MATEMATIS SEBAGAI BERIKUT : FUNGSI TUJUAN : 20 X(P1K1) + 15 X(P2K1) + 25 X(P3K1) + 5 X(P1K2) + 20 XP2K2) + + 10 X(P3K2) + 8X(P1K3) + 10X(P2K3) + 19X(P3K3) FUNGSI PEMBATAS : 1) XP1K1 + XP1K2 2) XP2K1 + X2P2K2 3) XP3K1 + XP3K2 4) XP1K1 + XP2K1 5) XP1K2 + XP2K2 6) XP1K3 + XP2K3 + XP1K3 = 180 + XP2K3 = 120 + XP3K3 = 100 + XP3K1 = 100 + XP3K2 = 220 + XP3K3 = 80 XP1K1. Unit kerja A memproduksi 80 unit b.DEMAND 100 220 80 Langkah 2. Unit kerja C memproduksi 120 unit d.

Gudang E menampung 200 unit f. Pabrik 1 memproduksi 150 unit b.Biaya angkutan per unit produk dari masing-masing unit kerja ke masing-masing gudang ialah sebagai berikut (Satuan Ribuan Rupiah) : Dari Gudang Gudang Gudang Gudang Gudang Gudang Ke 1 2 3 4 5 6 UK-A 2 1 3 3 2 5 UK-B 3 2 2 4 3 4 UK-C 3 5 4 2 4 1 UK-D 4 2 2 1 2 2 Buat persamaan matematis dari kasus di atas dan selesaikan permasalahannya dengan metode NCM Kasus 2 : Sebuah perusahaan yang memproduksi kertas mempunyai lima pabrik dengan kapasitas produksi sebagai berikut : a. Gudang F menampung 150 unit g. dengan kebutuhan masing-masing gudang ialah sebagai berikut : a. Gudang D menampung 200 unit e. Pabrik 5 memproduksi 150 unit Distribusi kertas harus dikirim ke tujuh gudang. Pabrik 2 memproduksi 250 unit c. kapasitas masing-masing sumber dan biaya dalam tabel alokasi 2) Carilah perbedaan atau selisih antara dua biaya angkut terkecil untuk setiap baris dan kolom. Gudang C menampung 200 unit d. Gudang B menampung 150 unit c. MK-MO/2011/DAN#2 53 . Tahapan VAM 1) Susun kebutuhan. Gudang G menampung 100 unit Biaya angkut per unit produk dari masing-masing pabrik ke masing-masing gudang ialah sebagai berikut (Satuan US$) Dari Gudang Gudang Gudang Gudang Gudang Gudang Gudang Ke A B C D E F G P-1 10 23 18 9 29 13 12 P-2 11 21 17 14 21 12 12 P-3 12 20 16 14 25 11 12 P-4 15 12 16 18 23 18 11 P-5 19 10 11 20 15 13 10 Buat persamaan matematis dari kasus di atas dan selesaikan permasalahannya dengan metode NCM B. Pabrik 4 memproduksi 250 unit e. Gudang A menampung 100 unit b. Pabrik 3 memproduksi 300 unit d.

3) Pilih selisih terbesar (dari setiap baris atau kolom). 2. ruang yang tersedia. 4. Layout berorientasi produk. biasanya untuk proyek besar yang memerlukan tempat luas seperti pembuatan jalan layang maupun gedung. peralatan atau fasilitas yang digunakan sehingga segala macam aliran yang ada diperusahaan baik berupa informasi maupun bahan dapat berjalan secara efektif dan efisien. proses. untuk produksi dengan volume rendah dan variasi tinggi disebut juga “job shop” 3. TIPE LAYOUT Ada enam pendekatan layout yang akan dibahas dalam topik ini yaitu: 1. peralatan kantor. mesin yang terbaik dalam produksi yang kontinyu atau berulang. PENGERTIAN LAYOUT Layout atau tata letak merupakan satu keputusan yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. kontak konsumen dan citra perusahaan. lokasi. mengefisienkan ruang penyimpanan dan system penanganan bahan dengan memperhatrikan kelebihan dan kekurangannya. low cost atau respon yang cepat. Ritel layout. Banyak dampak strategis yang terjadi dari hasil keputusan tentang layout. proses maupun kapasitas perusahaan. Layout perkantoran. 6. fleksibilitas. Layout yang efektif membantu perusahaan mencapai sebuah strategi yang menunjang strategi bisnis yang telah ditetapkan diantara diferensiasi. biaya. penempatan rak dan pemberian tanggapan atas perilaku konsumen. Layout berorientasi pada proses. Layout gudang. dan ruangan kantor yang melancarkan aliran informasi. 5. biaya rendah maupun respon cepat. MK-MO/2011/DAN#2 54 . Strategi layout secara umum bertujuan agar perusahaan dapat melakukan pengaturan tenaga kerja. Layout dengan posisi tetap. diantaranya kapasitas. Tipe Strategi Layout A. kualitas lingkungan kerja. Layout yang efektif akan dapat menunjang pelaksanaan strategi bisnis yang telah ditetapkan perusahaan apakah diferensiasi. Keputusan operasional yang berkaitan dengan layout diantaranya adalah desain produk. B. bagaiman menempatkan tenaga kerja. Pemanfaatan tenaga kerja. kemudian isi sel yang memiliki biaya transportasi terkecil 4) Alokasikan sejumlah kebutuhan tanpa melangar kapasitas 5) Lakukan kembali seperti langkah sebelumnya BAB VII STRATEGI LAYOUT Menetapkan suatu layout yang akan digunakan oleh suatu perusahaan harus mempertimbangkan berbagai keputusan operasional yang sudah dibuat sebelumnya.

Kelemahan layout ini ada pada peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum. keunikan penanganan bahan. Layout jenis ini marupakan cara tradisional untuk mendukung strategi diferensiasi produk. tiap produk atau pesanan yang sedikit diproduksi dengan memindahkannya dari satu depattemen ke deparetemen lain dalam urutan yang tertentu dari tiap produk. Sehingga dengan demikian apabila terjadi permasalahan pada suatu mesin. D. Lagipula peralatan yang mempunyai keguanaan umum membutuhkan operator yang trampil dan persediaan barang setengah jadi menjadi lebih tinggi karena ketidakseimbangan proses produksi. Aliran informasi 5. Tempatnya yang terbatas pada semua lokasi produksi.Agar dapat menetapkan layout yang efektif maka perlu menetapkan beberapa hal diantaranya adlah: 1. Kapasitas dan persyaratan luas ruangan 3. misalnya pad aproyek pembuatan jalan laying maka pembuatan konstruksi besi dilakukan di luar lokasi setelah jadi tinggal menakukan penanamannya di lokasi proyek. Teknik untuk mengatasi layout posisi tetap tidak dikembangkan dengan baik dan kerumitannya bertambah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu: 1. LAYOUT PERKANTORAN (OFFICE LAYOUT) MK-MO/2011/DAN#2 55 . Volume bahan yang dibutuhkan sangat dinamis. Karena permasalahan pada layout posisi tetap sulit diselesaikan pada lokasi maka strategi alternative yang ada adalah untuk melengkapi proyek ada hal-hal yang dikerjakan diluar lokasi. Peralatan penanganan bahan 2. LAYOUT POSISI TETAP (FIXED POSITION LAYOUT) Masalah yang dihadapi dalam layout posisi tetap adalah bagaimana mengatasi kebutuhan layout proyek yang tidak berpindah atau proyek yang menyita tempat yang luas (seperti pembuatan jalan laying. layout jenis ini adalah yang paling tepat untuk pembuatan produk yang melayani konsumen dengankebutuhan berbeda-beda. Setiap tahapan berbedapada proses produksi dan kebutuhan bahan sehingga banyak hal yang menjadi penting sejalan dengan perkembangan proyek. Lingkungan hidup dan estetika 4. Pada akhirnya kebutuhan modal akan semakin banyak Konsep perhitungan pada layout berorientasi proses akan dibahas pada topik berikutnya E. gedung). LAYOUT BERORIENTASI PROSES (PROCESS ORIENTED LAYOUT) Adalah sebuah layout yang berkaitan dengan proses produksi bervolume rendah dan variasi tinggi. Pada proses yang disebut “job shop” setiap produk dalam kelompok kecil melalui urutan operasi yang berbeda. pekerjaan tidak perlu berhenti dan dapat dialihkan pada mesin lain atau departemen yang sama. Kelebihan utama dari layout ioni adalah adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan tenaga kerja. Layout ini juga sangat baik diterapkan pada produksi komponen dalam batch kecil atau disebut “job lot” dan untuk produksi komponen dalam ukuran dan bentuk yang berbeda. perubahan penyetelan mesin. Waktu produksi jadi lama karena butuh waktu lama untuk berpindah dalam system karena sulitnya penjadwalan. Biaya perpindahan antar wilayah kerja yang berbeda C. 3. Contoh yang tepat adalah pada rumah sakit atu klinik. 2.

Penelitian membuktikan bahwa semakin besar produk terlihat oleh konsumen maka penjualan akan semakin tinggi dan tingkat pengembalian investasi semakin tinggi. pager. F. Gunakan lokasi ujung lorong karena memiliki tingkat penglihatan yang tinggi MK-MO/2011/DAN#2 56 .Hal yang membedakan antar layout kantor dan pabrik adalah pada kepentingan informasi. Peralatan fotokopi 9. Virtual company menciptakan kebutuhan dinamis akan ruang dan jasa. pada kedua sisilorong cdan letakkan secar tewrsebar untuk bisa dilihat lebih banyak konsumen. Contoh: Suatu kantor memiliki 9 ruangan yaitu untuk: 1. Gunakan lokasi yang strategis untuk produk yang menarik dan mempunyai nilai keuntungan besarseperti kosmetika. Teknologi seperti telepon seluler. asesories. namun demikian pada beberapa lingkungan kantor . Distribusikan “produk kuat” yaitu yang menjadi alasan utama para pengunjung berbelanyja. LAYOUT USAHA ECERAN (RETAIL LAYOUT) Merupakan sebuah pendekatan yang berkaitan dengan aliran pengalokasian ruang dan merespon pada perilaku konsumen. Pintu masuk kantor 6. Cara penyelesaian layout kantor adalah menggunakan analisa digram hubungan (relationship chart) seperti yang dicontohkan di bawah ini. Sekretaris 5. Ruang para insinyur 4. Sehingga banyak manajer ritel mencoba untuk mempertontonkan produk kepada konsumen sebanyak mungkin. 2. fax. Tempatkan bara-barang yang sering dibeli di sekitar batas luar toko. Layout ini didasarkan pad aide bahwa penjualan dan keuntungan bervariasi kepada produk yang menarik perhatian konsumen. Ada lima ide yang dapat dimanfaatkan dalam pengaturan toko yaitu: 1. Direktur teknologi 3. laptop PDA menyebabkan layout perkantoran menjadi makin fleksibel dengan memindahkan informasi secara elektronik. 3. Lemari peralatan 8. Untuk itu manajer operasional perusahaan ritel dapat melakukan pengubahan pengaturan toko secara keseluruhan atau alokasi tempat bagi beragam produk dalam toko. 2. Pusat arsip 7. Direktur 2. internet. Kedua macam kecenderungan ini mengakibatkan kebutuhan karyawan lebih sedikit berada di kantor. 4. Gudang Pada layout ini ada dua kecenderungan yang perlu diperhatikan yaitu: 1. produksi sangat tergantung pada aliran bahan.

Customizing MK-MO/2011/DAN#2 57 . Tanda-tanda.Memadukan pesanan untuk mengurangi waktu penjemputan . simbol dan patung G. Manajemn bertugas mamaksimalkan tiap unit luas gudang yaitu mamanfaatkan volume penuhny asambil mempertahankan biaya penanganan bahan yang rendah. . Disamping itu ada juga konsep yang masih diperdebatkan yaitu Biaya Slotting (Slotting Fees) yaitu biaya yang dibayar produsen untuk menempatkan produk mereka pada rak di rantai ritel atau supermarket. Disamping itu ada juga pertimbangan –pertiombangan lain yang disebut dengan “servicescapes” yang terdiri dari tiga elemen yaitu: 1. Manajemen gudang yang modern marupakan suatu prosedur yang otromatis yang menggunakan ASRS (Automated Stirage Retrieval System).5. Ada tiga konsep yang dikenal dalam layout gudang yaitu: 1. Tata letak yang luas dan mempunyai fungsi 3. penyusutan. Layout gudang yang efektif meminimalkan kerusakan bahan di gudang.penjadwalan yang ketat. biaya pengawasan. 2.Menugaskan barang atau sekumpilan barang tertentu pada wilayah gudang yang tertentu sehingga jarak tempuh total dalam gudang dapat dimimalkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari aktivitas penerimaan secara formal. Cross Docking Adalah cara menghindari penempatan bahan atau pasokan dalanm gudang dengan cara memproses secara langsung disaat diterima. Sistim ini jika terkomputerisasi maka akan meliputi tugas-tugas: . penghitungan persediaan/ penyimpanan dan pemilihan pesanan sehingga terjadi penghematan biaya.Membuat daftar lokasi yang “terbuka” .. meliputi peralatan. Cross Docking yang baik membutuhkan : .Pengiriman yang diterima memiliki identifikasi produk yang akurat dengan kode garis. LAYOUT GUDANG (WAREHOUSE LAYOUT) Merupakan sebuah disain yang mencoba meminimalkan biaya total dengan mencapai paduan yang terbaik antara luas ruang dan penanganan bahan. 3. . bahn. Tujuan utama dari layout ini adalah “memaksimalkan keuntungan luas lantai per kaki persegi”.Membuat catatan persediaan sekarang secara akurat dan juaga lokasinya. tenaga kerj. Misi toko dengan memilih posisi yang menjadi penghentian pertama bagi konsumen. Random Persediaan Digunakan di gudang untuk menempatkan persediaan dimana terdapat lokasi yang terbuka.Mengurutkan barang-barang dalam urutan tertentu untuk meminimalkan waktu perjalanan yang dibutuhkan untuk menjemput pesanan. Kondisi yang berkenaan dengan lingkungan 2. penyimpanan dan bahan keluar. Yang mana biaya penanganan bahan adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan transportasi bahng yang masuk. Teknik ini berarti bahwa ruangan tidak perelu dikhususkan untuk barang-barang tertentu dan fasilitas dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. . asuransi.

Lini ini dipacu oleh mesin dan membutuhkan perubahan mekanis dan rekayasa untuk membuat keseimbangan. Biaya penanganan bahan rendah. Proses pelatihan dan pengawasan yang lebih mudah 5.am pasar dimana terdapat perubahan produk yang sangat cepat.Cara ini biasanya berguna untuk menghasilkan keunggulan bersaing dal. Lini ini dipacu oleh tugas yang diberikan kepada tanaga kerja atau pada stasiun kerja. Biaya variabel per unit rendah yang biasanya dikaitkan dengan produk yang terstandardisasi dan bervolume tinggi. MK-MO/2011/DAN#2 58 . 2. 4. Hasil output yang lebih cepat. perbaikan. 4. Jika ada penghentian pada satu bagian akan berakibat pada seluruh operasi. Produksi yang berulang dan kontinyu. Lini perakitan (assembly line) meletakkan komponen yang dipabrikasi secara bersamaan pada sekumpulan stasiun kerja. Mengurangi persediaan barang setengah jadi.Merupakan penggunaan gudang untuk menambahkan nilai produk melalui modifikasi. Asumsi yang digunakan adalah: 1. 3. Cara ini sudah banyak dilakukan oleh perusahaan dengan misalkan penyediaan label pada usaha eceran sehingga barang dapat langsung dipajang. Butuh volume tinggi karena modalnya besar. LAYOUT BERORIENTASI PRODUK (PRODUCT ORIENTASI LAYOUT) Layout ini disusun di sekeliling produk atau keluarga produk yang sama yang memiliki volume tinggi dan variasi rendah. 2. Fleksibilitas yang ada kurang saat menangani beragam produk atau tingkat produksi berbeda. 3. Keuntungan layout ini adalah: 1. Lini pabrikasi (fabrication line) membuat komponen seperti ban mobil. pelabelan dan pengepakan. 2. H. 2. 3. Produk distandarisasi atau mendekati fase siklus hidupnya. Volume yang ada mencukupi untuk pemanfaatan peralatan yang tinggi. Permintaan produk stabil. Dalam layout ini ada dua jenis yaitu: 1. Pasokan bahan baku dan komponen mencukupi dengan kualitas standar. Kelemahan layout ini adalah 1.

bahan yang dibutuhkan dan masalah keamanan kerja. Untuk menjawab pertanyaan kapan? maka berkaitan dengan keputusan strategi penjadwalan. Akan tetapi agar tujuan tersebut tercapai maka harus dapat memastikan bahwa: a. MK-MO/2011/DAN#2 59 . Oleh karena itu keberhasilan operasional akan ditentukan dengan pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dan efisien. Oleh karena itu diperlukan suatu stretegi yang berkaitan dengan sumber daya manusia. Dengan alasan yang demikian. diantaranya adalah sebagai berikut: a. Batasan-batasan pada Strategi Sumber Daya Manusia Ada berbagai batasan yang harus dipertimbangkan dalam membuat keputusan mengenai sumber daya manusia. Pemberdayaan secara efisien sudah mempertimbangkan kendala keputusan manajemen operasional yang lain. demikian pula pada organisasi bisnis baik yang bergerak di sektor yang menghasilkan barang maupun jasa. 2. STRATEGI SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF Suatu organisasi baik bisnis maupun non bisnis tidak akan dapat beroperasi tanpa adanya faktor sumber daya manusia. Tujuan Strategi Sumber Daya Manusia Tujuan sumber daya manusia adalah untuk mengelola tenaga kerja dan mendisain pekerjaan sehingga orang-orang dapat diberdayakan secara efektif dan efisien. b. b. maka dalam bab ini akan dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan bagaimana pengelolaan sumber daya manusia agar dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi kinerja organisasi. Terlebih pada sektor jasa dimana kepuasan konsumen ditentukan oleh pelayanan yang diberikan perusahaan melalui tenaga kerja yang menjadi operatornya. sehingga dapat menentukan bakat dan keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional yang tersedia dalam organisasi. 1. Untuk menjawab pertanyaan apa? maka berkaitan dengan keputusan strategi Produk yaitu keahlian dan bakat yang dibutuhkan. Kualitas lingkungan kerja sudah memadai baik fisik maupun psikologis dan adanya komitmen maupun kepercayaan dari pihak manajemen maupun pihak karyawan berjuang bersama untuk memenuhi tujuan umum. Sumber Daya Manusia dan Disain Pekerjaan A.BAB VIII SUMBER DAYA MANUSIA YANG MENGACU PADA KUALITAS Suatu organisasi.

atau penerapan shift kerja. Mengikuti permintaan dengan tepat maka biaya tenaga kerja diperlakukan sebagai biaya variabel. 3. Akan tetapi memiliki konsekuensi timbulnya biaya lainnya diantaranya biaya penarikan dan pemberhentian karyawan.c. Ada dua kebijakan dasar mengenai kestabilan tenaga kerja yaitu: a. b. f. Klasifikasi Kerja dan Aturan Pekerjaan Banyak organisasi yang mengklasifikasikan kerja dan membuat peraturan kerja yang tegas sehingga akan membatasi karyawan dalam bekerja dan mengurangi fleksibilitas fungsi operasi. Flextime yaitu sebuah sistem yamg membolehkan karyawan dengan batasan tertentu dapat menentukan jadwal mereka masing-masing kapan mulai kapan selesai dan terbukti kepuasan kerja meningkat. Dengan mempertimbangkan batasan-batasan tersebut diatas. diantaranya: a. Menjaga jumlah karyawan secara konstan maka biaya tenaga kerja diperlakukan sebagai biaya tetap dengan konsekuensi mungkin tidak dapat memanfaatkan secarta penuh pada saat permintaan rendah. maka akan dapat dibuat tiga keputusan dalam strategi sumner daya manusia yaitu: Perencanaan Tenaga Kerja. B. pencahayaan maupun kualitas udara d. Untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana? maka berkaitan dengan keputusan strategi layout sesuai dengan pilihan perusahaan. b. Penjadwalan Kerja (Work Schedulling) Sampai saat ini yang berlaku adalah Jadwal Kerja Standar (Standard Work Schedule) yaitu standar kerja selama 8 jam keja perhari 5 hari kerja perminggu. Untuk menjawab pertanyaan dimana? maka berkaitan dengan keputusan strategi lokasi yaitu mempertimbangkan berbagai variabel yang dipertimbangkan dalam memilih lokasi seperti kondisi iklim maupun suhu udara. upah tinggi karena pekerjaan yang tidak stabil (karyawan tidak tetap). Flexible workweek yaitu sebuah jadwal kerja yang berbeda dari jadwal normal misalnya 10 jam kerja perhari selama 4 hari kerja perminggu. Disain Pekerjaan dan Standar tenaga kerja. yang dalam pelaksanaannya mempunyai variasi. Untuk menjawab pertanyaan mengenai prosedur? maka berkaitan dengan keputusan strategi proses yaitu mempertimbangkan teknologi. mesin maupun keamanan. c. e. Kebijakan-kebijakan Kestabilan tenaga kerja Kestabilan tenaga kerja berkaitan dengan jumlah karyawan yang dipertahankan oleh sebuah organisasi. PERENCANAAN TENAGA KERJA Perencanaan tenag kerja adalah sebuah cara untuk menetapkan kebijakan karyawan yang berkaitan dengan: 1. biaya asuransi pengangguran. Untuk menjawab pertanyaan siapa? maka berkaitan dengan masalah perbedaan individu dari kemampuan fisik maupun mental serta intelektual. Memperpendek jam kerja dengan mengubah status karyawan menjadi part time status. Sebagian tugas manajer operasi adalah memperhatikan hal-hal demikian sehingga dapat MK-MO/2011/DAN#2 60 . 2.

Pemekaran pekerjaan (Job enlargement) yaitu pengelompokan beragam tugas yang memiliki tingkat keahlian yang hamper sama. sehingga karyawan menerima tanggung jawab yang lebih dan otoritas berpindah pada tingkat organisasi serendah mungkin. merupakan pemekaran secara horizontal.tugas yang unik. Pengembangan peralatan yang khusus. Oleh karena itu dengan membangun moral dan memenuhi persyaratan karyawan maka operasi akan lebih mudah jika manajer mengklasifikasikan kerja dan peraturan kerja yang menghalangi menjadi lebih sedikit.mengelolanya dengan baik. Rotasi pekerjaan (Job rotation) yaitu sebuah system dimana seorang karyawan dipindahkan dari satu pekerjaan yang khusus ke pekerjaan khusus lain. c. Komponen Psikologi (Psychological Components) Suatu strategi sumber daya manusia yang efektif membutuhkan pertimbangan komponen psikologis dari disain pekerjaan. d. MK-MO/2011/DAN#2 61 . Apabila strategi ini dilaksanakan dalam rangka pencapaian keunggulan bersaing dengan respon cepat pada konsumen. Pengembangan ketrampilan. karena semakin besar fleksibilitas perusahaan dalam mempekerjakan serta menentukan jadwal kerja maka perusahaan akan semakin efisien dan cepat tanggap. Kondisi tersebut berlaku terutama pada sektor jasa dimana transfer pelayanan dari perusahaan kepada konsumen memerlukan peran besar dari sumber daya manusia. C. DISAIN PEKERJAAN Disain kerja adalh sebuah pendekatan yang menentukan tugas-tugas yang terkandung dalam suatu pekerjaan bagi seorang atau sekelompok karyawan. Pemberdayaan karyawan (Employee empowerment) yang merupakan praktek dalam memperluas pekerjaan. Spesifikasi Kerja (Job Spesification) yaitu pembagian kerja menjadi tugas. maka tenaga kerja yang fleksibel merupakan suatu prasyarat. b. 3. Terdapat tujuh komponen desain kerja yang meliputi: 1. c. 2. Adapun modifikasinya dapat dengan cara: a. Hasil dari penelitian Hawthrorne tentang psikologi tempat kerja yang menyimpulkan bahwa terdapat system social yang dinamis di tempat kerja. Lebih sedikit waktu yang terbuang. Pengayaan pekerjaan (Job enrichment) yaitu sebuah metode yang memberikan karyawan tanggung jawab yang lebih yang meliputi perencanaan dan pengendalian yang diperlukan untukl menyelesaikan pekerjaan. Perluasan Kerja (Job Expansion) yaitu usaha meningkatkan kualitas lingkungan kerja dengan mengalihkan spesialisasi kerja menuju disain kerja yang lebih bervariasi. yang mana pencapaiannya dapat dilakukan dengan cara: a. b. Diantaranya merupakan : a.

Disamping faktor psikologis berkontribusi dalam kepuasan kerja. Tim yang mandiri (Self directed team) yaitu sekelompok individu yang diberdayakan dan bekerja bersama-sama untuk meraih sebuah tujuan yang sama. Bonus (bonuses) yaitu penghargaan keuangan yang biasanya berbentuk pilihan tunai atau kepemilikan saham yang diberikan pada pihak manajemen. Contohnya adalah menentukan tinggi meja tulis yang layak dengan cara mempertimbangkan ukuran individu dan tugas yang akan dikerjakan. Ergonomi berarti penelitian akan kerja yaitu penelitian terhadap kerja.Umpan balik 4.Kedalaman keahlian 6. Beberapa system seperti ini memiliki tiga dimensi yaitu: .Keahlian vertical .Arti pekerjaan . b. Ergonomi dan Analisis Metode Kerja.Identitas pekerjaan . memastikan adanya karakteristik pekerjaan inti dan memuaskan banyak kebutuhan psikologis anggota tim secara individu.b. Pembagian keuntungan (Gain sharing) yaitu sebuah system penghargaan bagi karyawan akan perbaikan kinerja organisasi. d. e. Sistem pembayaran berdasarkan pengetahuan (knowledge-based pay systems) yaitu sebagian pembayaran bergantung kepada pengetahuan yang diperlihatkan atau ketrampilan yang dimiliki karyawan. Tim semacam ini efektif karena pada dasarnya mereka dapat menyediakan pemberdayaan karyawan. Motivasi dan system insentif.lian . Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan: a.Otonomi . Adapun bentuk penghargaan keungan diantaranya: a. Hasil penelitian Hackman dan Oldman yang menyimpulkkan adanya lima karakteristik disain kerja yaitu meliputi: .Keahlian horizontal . Tim semacam ini dapat dikelola untuk tujuan jangka panjang atau jangka pendek. c. Pembagian laba (Profit sharing) yaitu sebuah system yang memberikan sebagian laba perusahaan untuk dibagikan pada karyawan. maka faktor keuangan juga merupakan motinvator yang cukup berarti bagi karyawan. 5. Sistem insentif (Insentive system) yaitu sebuah system penghargaan karyawan yang didasarkan pada produktifitas perorangan atau kelompok. Diagram alir dan diagram proses MK-MO/2011/DAN#2 62 . yang mana pemahaman akan permasalahan ergonomic akan meningkatkan kinerja manusia.Keragaman keah. Analisis Metode kerja adalah mengembangkan prosedur kerja yang aman dan menghasilkan produk bermutu secara efisien.

Andon adalah sebuah tanda misalnya lampu yang bertujuan memanggil orang yang memberi tanda terdapat suatu masalah. Tempat kerja visual Adalah penggunaan beragam tehnik komunikasi visual untuk mengkomunikasikan informasi secara cepat bagi semua pihak yang berkepentingan. Kebutuhan staf yaitu menyangkut berapa banyak pekerja yang dibutuhkan untuk melakukan operasional. 4. 7. melihat hasilnya dan mengerti apa yang harus dilakukan. Perkiraan biaya dan waktu sebelum operasional dilaksanakan dalam rangka mengambil berbagai keputusan. STANDAR PEKERJA DAN PENGUKURAN KERJA Manajemen operasi yang efektif membutuhkan standar yang dapat membantu perusahaan untuk menentukan: 1. dari perkiraan biaya hingga keputusan make or buy. apa saja yang terkandung dalam satu hari kerja normal. 5. Pengukuran Kerja A. walaupun mungkin standar tersebut bervariasi antara yang ditetapkan melalui metode tidak formal dengan tyang ditetapkan secara professional. STANDAR PEKERJA Standard pekerja merupakan jumlah waktu yang diperlukan untuk melaksanakan sebuah pekerjaan atau sebagian pekerjaan. MK-MO/2011/DAN#2 63 . Diagram aktifitas c. Tingkat produksi yang diharapkan sehingga pihak manajer maupun karyawan mengetahui apa saja yang termasuk dalam satu hari kerja normal. Tujuan tempat kerja visual adalah untuk menghilangkan aktifitas yang tidak memberikan nilai tambah dan semua bentuk pemborosan dengan cara memvisualisasikan semua masalah. Diagram gerakan mikro. ketidaknormalan dan standar yang ada. manajemen dapat mengetahui apa kebutuhan tenaga kerjanya. D. Kanban merupakan sebuah tipe tanda visual yang mengindikasikan kebutuhan produksi yang lebih banyak. Konsep ini membutuhkan pengawasan yang lebih sedikit karena karyawan memahami standar. 3.. contohnya: a. b. berapa biaya yang harus dikeluarkan. Jumlah kru dan keseimbangan pekerjaan yaitu siapa mengerjakan apa dalam satu aktifitas kelompok atau pada satu lini produksi. Dengan adanya standar tenaga kerja yang akurat. Proporsi pekerja dari setiap produk yang dihasilkan (biaya pekerja) 2. Setiap peruasahaan memiliki standar pekerja.b.Tempat kerja visual dapat berwujud dalam berbagai bentuk.

a) ATURAN PENGKURAN WAKTU Untuk melakukan pengukuran waktu. Terdapat dua cara pengukuran langsung. Efisiensi karyawan dan pengawasan untuk mengetahui apa yang digunakan dalam penentuan efisiensi. Studi waktu (time study) 3. Dasar perencanaan insentif pekerja yang menjadi acuan untuk memberikan insentif yang tepat. Dengan demikian diharapkan manajer operasional dapat menetapkan standar pekerja yang benar yaitu secara tepat dapat menentukan rata-rata waktu yang dibutuhkan seorang karyawan untuk melaksanakan aktifitas tertentu dalam kondisi kerja normal. di mana pekerjaaan dijalankan. Penetapan Tujuan Pengukuran MK-MO/2011/DAN#2 64 . PENGALAMAN MASA LALU (WORK SAMPLING) Standar pekerja dapat diestimasi berdasarkan apa yang telah terjadi di masa lalu yaitu berapa jam kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Pengukuran tidak langsung merupakan pengukuran waktu tanpa harus berada di tempat pekerjaan dengan cara membaca tabel-tabel yang tersedia. Pengambilan sampel kerja (Work sampling) B. Cara ini memiliki kelebihan karena relative mudah dan murah didapatkan. Metode ini sekarang menjadi teknik yang paling luas berkembang dan digunakan debagaui dasar pegukuran kerja secara kuantitatif. C. Pengkuran langsung.6. merupakan pengukuran yang dilakukan secara langsung. dengan catatan mengetahui jalannya pekerjaan melalui elemen-lemen pekerjaan. diperlukan aturan-aturan sebagai berikut : 1. Termasuk di dalam pengukuran tidak langsung ialah data waktu baku dan data waktu gerakan. Pengalaman masa lalu (historical experience) 2. Pengukuran secara tidak langsung. Akan tetapi kelemahannya adalah tidak obyektif dan tidak dapat diketahui keakuratannya apakah kecepatankerjanya layak atau tidak. Pada dasarnya teknik pengukuran waktu terbagi atas 2 bagian : 1. Oleh karena itu penggunaan teknik ini tidak dianjurkan maka tiga cara yang lain adalah yang dianjurkan. yaitu : (a) Jam Henti (stop watch) (b) Samplingn Pekerjaan. Standar seperti ini lazimnya didapatkan datanya dari kartu waktu pekerja atau dari data produksi. dan apakah kejadian yang tidak biasa sudah diperhitungkan atau belum. Standar waktu yang telah ditentukan (Predetermited time standards) 4. STUDI WAKTU (TIME STUDY) Metode studi waktu awal mula dikembangkan oleh FW Taylor dan kemudian semakin berkembang dengan memasukan rating factor (faktor penyesuaian). Adapun penetapan standar pekerja dapat menggunakan empat cara yaitu: 1. Pengukuran secara langsung 2. 7.

2. sedangkan tingkat keyakinan menunjukan besarnya keyakinan pengukuran. kemudian hasil pengukuran pendahuluan tersebut diuji keseragaman datanya. bahwa hasil yang diperoleh memenuhi syarat ketelitian tadi. Tujuan ini ialah untuk mengetahui hal-hal penting yang harus diketahui dan menetapkan untuk apa hasil pengukuran digunakan. Pemilihan Pekerjaan . Langkah awal ialah melakukan pengukuran pendahuluan yang banyaknya ditentukan oleh pengukur. Jika kondisinya belum baik. Misalnya diketahui tingkat ketelitian 10% dan tingkat keyakinan 95%. d) PERHITUNGAN WAKTU BAKU Untuk melakukan perhitungan waktu baku dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : a. MK-MO/2011/DAN#2 65 . 4. lembar pengamatan dan pena. maka harus dibuang (dianggap berada diluar sistem sebab yang sama). c) MENENTUKAN TINGKAT KETELITIAN DAN KEYAKINAN Tingkat ketelitian menunjukan penyimangan maksimum hasil pengukurann dari waktu penyelesaian sebenarnya. sudah baik. Menguraikan pekerjaan atas elemen-elemen pekerjaan Menyiapkan Alat Pengamatan/Pengukuran Alat yang dissiapkan ialah jam henti. Apabila berada diluar batas kontrol. sehingga dapat diketahui batas kontrol atas (BKA) dan batas kontrol bawah (BKB). berapa tingkat ketelitian dan keyakinan yang diinginkan. baik setiap elelemen maupun siklus yang menggunakan alata-alata yang telah disiapkan. Melakukan Penelitian pendahuluan Pengukuran waktu dilaksanakan apabila kondisi kerja dari suatu pekerjaan yang akan diukur. b) MELAKUKAN PENGUKURAN WAKTU Secara umum pengukuran waktu ialah pekerjaan mengamati pekerja dan mencatat waktu-waktu kerjanya. Pengukur harus dapat menjamin bahwa pekerjaan dalam kondisi normal. maka harus diperbaiki dahulu. apakah data seragam atau tidak. maka operator harus dilkatih agar menjadi terbiasa dan bekerja secara wajar. Memilih Operator Operator yang dipilih hendaknya yang berkemampuan normal dan dapat diajak kerjasama Melatih Operator Apabila diketahui kondisi kerja operator belum baik. Untuk itu penelitian pendahuluan ialah untuk mengetahui baik atau buruk suatu kondisi kerja. 6. 3. artinya pengukur membolehkan rata-rata hasil pengukuran menyimpang sejauh 10% dari rata-rata sebenarnya dan kemungkinan berhasil mendapatkan hal ini sebesar 95%. Batas kontrol ini merupakan subgrup. 5. Hampir seluruh pekerjaan yang dilakukan dalam kegiatan pekerja yang bersiklus pendek dan berulang-ulang dapat menjadi obyek bagi studi waktu. biasanya sepuluh kali atau lebih.

c. Menghitung Waktu Sikus Rata-rata Waktu siklus ialah waktu penyelesaian satu satuan produk sejak bahan baku di proses di tempat kerja. pengukur harus mengukur berbagai siklus secukupnya untuk mendapatkan waktu yang valid. Hitunglah waktu baku dari suatu pekerjaan dengan data siklus sebagai berikut (satuan menit) : MK-MO/2011/DAN#2 66 . Apabila setiap operator bervariasi dari siklus ke siklus.b. Jumlah siklus untuk mengukur waktu tergantung tingkat kepercayaan dan tingkat keyakinan secara statistik. Rumus lain : WB = NT(1+Waktu cadangan) NT WB = ---------------------------1 – Waktu Cadangan NT WB = -----------------------------------100 . Penentuan Jumlah Siklus.% (Waktu Cadangan) CONTOH SOAL A. Rumus waktu siklus : Jumlah Waktu CT = ----------------------n siklus d. Menghitung Waktu Baku Waktu Baku = Waktu Normal + Kelonggaran (allowance) Kelonggaran ini meliputi Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi. Menghitung Waktu Normal. kelonggaran untuk menghilangkan rasa lelah dan kelonggaran untuk hambatan-hambatan yang tak terhindarkan. Waktu Normal = Waktu siklus X Faktor penyesuaian (Rating Factor) Faktor penyesuaian meliputi beberapa cara : (1) Cara Persentase (2) Cara Schumard (3) Cara Westinghouse (4) Cara Obnyektif (5) Cara Bedaux (6) Cara Sintesa e.

2 1.8 0.9 10. mengarahkan.8 0.8 0.0 2.3 1.2 1. Cara ini membutuhkan biaya yang besar.8 Diketahui Rating Factor 90% dan perusahaan mencadangkan waktu per 8 jam. Untuk keperluan pribadi Untuk waktu penundaan : 20 menit : 30 menit B. Standar waktu yang telah ditetapkan merupakan perkembangan dari gerakan dasar yang disebut sebagai Therblig yang ditemukan oleh Frank Gilbreth. memegang.8 0. STANDAR WAKTU YANG TELAH DITENTUKAN (PREDETERMINED TIME STUDY) Merupakan suatu pembagian pekerjaan manual menjadi elemen dasar kecil yang waktunya telah ditetapkan dan dapat diterima secara luas.8 0. Hitunglah waktu baku dari suatu pekerjaan dengan data siklus sebagai berikut (satuan menit) : Pengamatan 1 2 3 4 5 6 7 8 Waktu (Menit) 2.2 2. Caranya dengan menjumlahkan faktor waktu bagi setiap elemen dasar dari pekerjaan. merakit.8 2.0 2. beristirahat.2 1. Standar waktu yang telah ditetapkan memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan studi waktu yaitu: MK-MO/2011/DAN#2 67 .8 0. meneliti.2 2.Pengamatan 1 2 3 4 5 6 7 8 Waktu (Menit) 2. yang mencakup aktifitas seperti memilih.8 2. menjangkau.8 Mesin (Menit) 0.9 10. Untuk keperluan pribadi Untuk waktu penundaan : 20 menit : 30 menit D.8 0.8 Diketahui Rating Factor 90% dan perusahaan mencadangkan waktu per 8 jam.3 1. mengambil.2 1. Metode yang paling umum adalah metode pengukuran waktu (MTM = Methods Time Measurement).

5. Lakukan pengamatan dan catat aktifitas pekerja. Serikat pekerja cenderung menerima metode ini sebagai cara yang wajar untuk menetapkan standar. Mengambil sample awal untuk mendapatkan sebuah perkiraan nilai parameter seperti persentase waktu sibuk seorang pekerja. Konsep angka acak digunakan untuk mendapatkan pengamatan yang benar-benar acak. 2. Karena standar dapat ditentukan sebelum pekerjaan benar-benar dilakukanmaka dapat digunakan untuk membuat rencana. 2. E. 5. Metode ini membutuhkan pengamatan secara acak untuk mencatat aktifitas yang dilakukan pekerja. Buat jadwal pengamatan pada waktu yang layak. 3. maka sering disebut penelitian rasio keterlambatan (ratio delay study). Tidak ada pemeringkatan kinerja yang dibutuhkan. Tentukan bagaimana pekerja menghabiskan waktu mereka biasanya dalam persentase. Pengambilan sampel pekerja mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan studi waktu yaitu: 1. Seorang analis hanya mencatat aktifitas yang dilakukan secara acak. Standar waktu yang telah ditentukan biasanya efektif pada perusahaan yang melakukan sejumlah besar penelitian pada tugas yang sama. penugasan ulang. Lebih murah karena cukup seorang pengamat untuk mengamati beberapa pekerja secara bersamaan. Penelitian dapat ditunda kapan saja karena hanya ada sedikit dampaknya. Standar waktu dapat dibuat di laboratorium sehingga prosedur ini tidak mengganggu aktifitas sesungguhnya. Hal ini dapat dicapai dengan menetapkan persentase waktu yang dihabiskan oleh seorang pekerja pada aktifitas yang ada pada sejumlah waktu tertentu. Apabila pengambilan sample ini untuk menetapkan kelonggaran keteralambatan. 3. 5. perkiraan biaya aktifitas dan kelonggaran keterlambatan bagi standar pekerja. Fokus pada pengambilan sampel kerja adalah untuk menentukan bagaimana para pekerja mengalokasikan waktu mereka diantara beragam aktifitas yang dilakukannya. Pengambilan sample kerja memperkirakan persentase waktu yang dihabiskan oleh seorang pekerja pada beragam pekerjaan. 2. Prosedur dalam metode ini ada lima langlah sebagai berikut: 1. Prosedur hanya sedikit dan gangguan hanya sedikit sehingga tidak menimbulkan keberatan bagi pekerja. Hasilnya terutama digunakan untuk menentukan bagaimana karyawan mengalokasikan waktu mereka diantara aktifitas yang beragam. Pengamat tidak perlu latihan khusus dan tidak perlu pengukur waktu yang khusus. 4. PENGAMBILAN SAMPEL KERJA Metode ini dikembangkan di Inggris oleh L. 4. Pengambilan sampel secara spontan pada waktu panjang maka hanya sedikit kesempatan para pekerja untuk mempengaruhi hasil penelitian. Hitung ukuran sample yang dibutuhkan. 4. Tipper pada tahun 1930.1. MK-MO/2011/DAN#2 68 . 3. Hal ini akan mendorong adanya perubahan karyawan.

Tidak membagi elemen kerja selengkap studi waktu. pengambilan sampel kerja cenderung kurang akurat terutama jika pekerjaan tersebut siklusnya pendek. Karena tidak mengganggu. 2.Akan tetapi terdapt kelemahan pada metode ini yaitu: 1. 3. MK-MO/2011/DAN#2 69 . Hasilnya bisa bias atau tidak benar.

Pengangkutan. 1.BAB IX MANAJEMEN RANTAI PASOKAN ( SUPLLY CHAIN MANAGEMENT) DAN E-COMMERCE Supply Chain dan Supply Chain Management Supply Chain Management berkaitan dengan siklus yang lengkap dari bahan mentah dari para supplier. Distributor garam 8. Perusahaan apa sajakah yang terlibat sehingga anda bisa membeli produk tersebut di sebuah supermarket? Anda akan dengan mudah membayangkan bahwa setidaknya pihak-pihak berikut terlibat dalam supply chain biskuit kaleng tersebut: 1. Mereka melakukan tugasnya masing-masing dengan tujuan ingin memuaskan konsumen akhir. Penghasil garam 4. Supermarket 12. produksi maupun pengendalian persediaan.informasi mengenai ramalan permintaan. Supply Chain Management Merupakan pengelolaan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah. ke kegiatan operasional di perusahaan. Hal penting yang menjadi dasar pemikiran pada konsep ini adalah focus peda pengurangan kesiasiaan dan mengoptimalkan nilai pada rantai pasokan yang berkaitan. Perusahaan transportasi dan pergudangan Gambar di bawahini menunjukkan skema hubungan antara semua perusahaan tersebut. banyak orang lebih suka menyebut supply chain dengan istilah supply MK-MO/2011/DAN#2 70 . Penghasil aluminium 5. Pabrik kaleng 9. kemudian menjadi produk jadi dan diteruskan dengan pengiriman kepada konsumen melalui sistim distribusi. dilanjutkan kegiatan transformasi sehingga menjadi produk dalam proses. berlanjut ke ditribusi sampai kepada konsumen. Hutang maupun piutang f. pergudangan g. Pabrik gula 7. Oleh karena itu Supply Chain Management antara lain meliputi penetapan: a. Karena pada hakekatnya mereka membentuk suatu jaringan (bukan sekedar rantai). supplier d. pemenuhan pesanan h. Distributor biskuit 11. b. Pabrik biskuit 10. Pabrik tepung terigu 6. Penghasil gandum 2. termasuk anda Yang gemar makan biskuit. Penghasil tebu 3. distributor dan pihak yang membantu transaksi seperti Bank e. pembayaran secara tunai atau kredit (proses transfer) c. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan mencakup pembelian secar tradisional dan berbagai kegiatan penting lainnya yang berhubungan dengan supplier dan distributor.

Idealnya. Lambert et al. yakni perusahaan-perusahaan Yang terlibat dalam memasok bahan baku. kembali pada pertanyaan awal tadi. Misalnya. Ada beberapa definisi tentang SCM. mereka harus bekerjasama untuk membuat produk Yang murah. Dalam konteks lingkungan bisnis yang semakin dinamis dewasa ini. the Council of Logistics Management memberikan definisi berikut: Jadi. tetapi antara supply chain Yang satu dengan supply chain yang lain. supply chain management tidak identik dengan sebuah software. atau pendekatan pengelolaannya. alat. mengirimkannya tepat waktu. Namun perlu dicatat bahwa orientasi jangka panjang dalam konteks supply chain di lapangan harus tetap diinterpretasikan secara fleksibel. ukuran jangka panjang' berlaku sangat relatif. cukup tepat kalau banyak orang mengatakan bahwa persaingan dewasa ini bukan lagi antara satu perusahaan dengan perusahaan Yang lain. tetapi banyak software yang bisa digunakan sebagai alat untuk membantu dalam mengelola supply chain. Orang Indonesia terkadang menerjemahkan istilah supply chain dengan rantai pasok. ongkos yang terlibat dalam mengevaluasi calon-calon perusahaan partner bisa cukup besar. melainkan juga urusan eksternal Yang menyangkut hubungan dengan perusahaanperusahaan partner. Hanya dengan kerjasama antara elemen-elemen pada supply chain tujuan tersebut akan bisa dicapai. SCM adalah metode. memproduksi barang. maupun mengirimkannya ke pemakai akhir. Jadi. Pada buku ini kita akan tetap menggunakan istilah supply chain karena istilah ini Yang paling dikenal luas di dunia. Kenapa diperlukan koordinasi dan kolaborasi antar perusahaan pada supply chain? Karena perusahaan-perusahaan Yang berada pada suatu supply chain pada intinya ingin memuaskan konsumen akhir Yang sama. Hubungan jangka panjang memungkinkan semua pihak untuk menciptakan kepercayaan yang lebih baik serta menciptakan efisiensi bisa tercipta karena hubungan jangka panjang berarti mengurangi ongkos-ongkos untuk mendapatkan perusahaan partner baru. Oliver & Weber. 1982. 1 5 10 2 6 9 3 7 10 4 8 11 11 11 11 Gambar Model konfigurasi supply chain biskuit Kemudian. apakah supply chain management (SCM)? Istilah SCM ? Istilah SCM pertama kali dikemukakan oleh Oliver & Weber pada tahun 1982 (cf.network. hubungan antar pihak pada suatu Supply chain berlangsung jangka panjang. dan dengan kualitas Yang bagus. Apakah ada perusahaan di Indonesia yang sudah menerapkan SCM? MK-MO/2011/DAN#2 71 . supply chain management tidak hanya berorientasi pada urusan internal sebuah perusahaan. Kalau supply chain adalah jaringan fisiknya. Oleh karena itu. 1998). Namun perlu ditekankan bahwa SCM menghendaki pendekatan atau metode yang terintegrasi dengan dasar semangat kolaborasi. Dalam banyak kasus.

Siklus hidup produk (product life cycle) pada industri ini biasanya sangat pendek. perencanaan kapasitas. perencanaan produksi dan persediaan Eksekusi produksi. tidak terhitung banyaknya jenis mobil yang anda bisa lihat. mencetak purchase order (PO). Bagian Pengembangan Produk Pengadaan Cakupan kegiatan antara lain Melakukan riset pasar. Bagian Pembelian (Procurement) Secara tradisional bagian pengadaan atau pembelian dianggap bagian. Bagian pembelian semakin dianggap strategis oleh banyak perusahaan besar maupun kecil di dunia. Beberapa puluh tahun yang lalu. penjadwalan pengiriman mencari dan memelihara hubungan dengan perusahaan jasa pengiriman. namun tentu tidak semua dari mereka yang menerapkan pendekatan yang integratif dan kolaborasi. komputer. (Procurement) Kegiatan merencanakan produksi dan persediaan (Planning & Control) Kegiatan melakukan produksi (Production) Kegiatan. Ford dengan sistem mass prodution-nya hanya memiliki beberapa jenis mobil di pasaran.yang kurang strategis. jumlah produk baru yang diluncurkan tiap tahun bisa cukup banyak. melakukan pengiriman / distribusi (Distribution) Pengembangan Produk (Product Development) Bagian ini sangat penting artinya bagi perusahaan-perusahaan yang ada pada kelompok industri inovatif. RFQ). mengevaluasi kinerja supplier. Contohnya. industri pengepakan (packaging). perusahaan-perusahaan otomotif mulai bersaing dengan menonjolkan kemampuan mereka untuk menciptakan rancangan-rancangan yang inovatif. Dewasa ini anggapan tersebut sudah sangat banyak berubah. melibatkan supplier dalam perancangan produk baru Memilih supplier. Bahkan industri-industri yang tadinya tidak terlalu mepentingkan variasi juga banyak yang berubah menjadi lebih inovatif. industri otomotif tadinya hanya meluncurkan beberapa tipe mobil ke pasar. Kalau saat ini anda berdiri di tepi jalan yang agak ramai selama 15 menit saja. Ini dikarenakan bagian ini punya potensi untuk menciptakan daya saing perusahaan ataupun supply chain. peramalan permintaan. membina dan memelihara hubungan dengan supplier Demand planning. Bagian ini sering hanya diasosiasikan dengan kegiatankegiatan administrasi (klerikal) seperti meminta penawaran dari supplier (request for quotation. melakukan pembelian bahan baku dan komponen. Perencanaan & Pengendalian Operasi / Produksi Pengiriman Distribusi - Kegiatan merancang produk baru (product development) Kegiatan mendapatkan bahan baku. bukan hanva dari perannya dalam mendapatkan bahan baku MK-MO/2011/DAN#2 72 . Beberapa industri yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah garmen. pengendalian kualitas Perencanaan jaringan distribusi. dan sebagainya. Dengan maraknya industri otomotif Jepang. elektronik (misalnya camcorder dan digital camera). merancang produk baru.Pada hakekatnya mereka semua memiliki metode atau pendekatan dalam mengelola supply chain mereka. mengirimkan PO ke supplier. memonitor service level di tiap pusat distribusi. dan sebagainya. Pada industri inovatif. memonitor supply risk.

dalam menetukan berapa banyak suatu produk akan diproduksi. dan sebagainya. Kegiatan mediasi pasar 2. dan meningkatkan responsiveness. maupun pengiriman produk bisa dilakukan dengan efisien dan tepat waktu.-ngkatkan tinie to inarket (dalam perancangan produk baru). Dengan banyaknya perusal-man-perusaliaan yang beroperasi secara global dan memiliki pabrik di beberapa tempat. sementara kegiatan produksi dilakukan oleh pihak ketiga di negara-negara berkembang. pengadaan material. Pengiriman produk ke pelanggan atau pemakai akhir tentunya-melibatkan kegiatan transportasi. kegiatan perencanaan juga harus dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak lain pada supply chain. informasi tentang data penjualan terakhir di tingkat ritel serta berapa banyaknya stok produk yang masih mereka miliki sangat penting diketahui oleh pabrik. tetapi juga dalam upaya men. pergudangan. Aktivitas pengiriman ini bisa dilakukan sendiri oleh perusahaari atau dengan menyerahkannya ke perusahaan jasa transportasi. koordinasi rencana produksi menjadi sangat penting. Pengiriman / Distribusi Pada saat produk sudah selesai diproduksi. Perusahaan kemudian berkonsentrasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang memang menjadi core competency mereka. Ma:shal Fisher. Perusahaan seperti Nike banyak berkonsentrasi pada kegiatan pemasaran dan perancangan produk. Bagian inilah yang banyak bertugas untuk nienciptakan koordinasi taktis maupun operasional sehingga kegiatan produksi. namun juga fungsi-fungsi non-fisik seperti membuat perencanaan. Antara Fungsi Fisik dan Fungsi Mediasi Pasar Di atas kita telah mendiskusikan berbagai cakupan kegiatan yang masuk dalam klasifikasi supply chain management. komponen menjadi produk jadi. Dewasa ini. membuat klasifikasi kegiatan pada supply chain menjadi dua yaitu: 1. Dengan demikian. Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang melakukan outsourcing. produktivitas tenaga kerja dan sumber daya lainnya akan bisa ditingkatkan karena semua pihak akan berkonsentrasi pada kompetensi mereka masing-masing. seorang professor di Wharton School. Kegiatan produksi dalam konteks supply chain tidak harus dilakukan di dalam perusahaan. Dari uraian di atas bisa kita katakan bahwa fungsi supply chain management tidak hanya terbatas pada kegiatan fisik seperti memproduksi dan mengangkut barang dari satu tempat ke tempat lain. Misalnya. dan sebagainya sering dinamakan dengan 3PL atau third party logistic service providers. tugas berikutnya dalam lingkup supply chain adalah mengirim produk tersebut agar sampai di tangan pelanggan pada waktu dan tempat yang tepat. the University of Pennsylvania. atau. Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang tidak melakukan sendiri kegiatan pengiriman produk ke distributor atau ke pelanggan sehingga peluang perusaliami jasa transportasi untuk berkembang semakin besar. Bahkan beberapa perusahaan tidak memiliki fasilitas produksi. Kegiatan fisik MK-MO/2011/DAN#2 73 . bahan setengah jadi. Perencanaan dan pengendalian (Planning and Control) Perencanaan dan pengendalian dalam supply chain memainkan peranan yang sangat vital. meningkatkan kualitas produk (dengan bekerjasama dengan supplier untuk menjalankan program-program kualitas). Operasi / Produksi Bagian ini bertugas secara fisik melakukan transformasi dari bahan baku. Perusahaan-perusahaah valig menyediakan jasa transportasi.dengan harga murah. yakni memindahkan kegiatan produksi ke pihak subkontraktor. melakukan riset pasar. (dengan memilih supplier-supplier yang bukan hanya murah. tetapi juga responsif). namun hanya mengelola kegiatan-kegiatan tertentu dalam supply chain.

Banyak orang melihat kegiatan supply chain hanya sebatas pada kegiatankegiatan fisik ini dan mengabaikan pentingnya aktivitas mediasi pasar di atas. Perubahan jadwal produksi secara tiba-tiba sering harus terjadi karena bagian pemasaran menyepakati perubahan order pesanan dari pelanggan. Melakukan kegiatan mediasi pasar dengan benar sangatlah penting bagi supply chain secara keseluruhan. Sebagai contoh. merancang produk yang mencerminkan keinginan pasar tersebut. Tabel Dua jenis aktivitas. Ketidakpastian Ketidakpastian merupakan sumber utama kesulitan pengelolaan suatu supply chain. mengkonversi bahan baku dan komponen menjadi produk jadi. Survei pasar yang salah akan mengakibatkan rancangan produk tidak sesuai dengan keinginan pelanggan. fungsi fisik lebih pada kegiatan-kegiatan mendapatkan bahan baku. pada supply Aktivitas fisik • Sourcing (mencari bahan baku) • Produksi • Penyimpanan material / produk • Distribusi / tiansportasi • Pengembalian produk (return) TANTANGAN-TANTANGAN SUPPLY CHAIN Tantangan 1. Pihak-pihak tersebut sering kali memiliki kepentingan yang berbeda-beda. menyimpan serta mengirimkannya sampai ke tangan pelanggan. Ketidakpastian menimbulkan ketidakpercayaan diri terhadap rencana yang sudah dibuat. Akibatnya produk menumpuk tidak terjual atau harus terjual dengan melakukan penurunan harga (markdown) di bawah ongkos produksinya. Di sisi lain. meramalkan tingkat permintaan. Tantangan 2. Melakukan survei pasar untuk mendapatkan model produk apa yang akan disukai oleh pelanggan pada suatu musim jual.Kegiatan mediasi pasar bertujuan untuk mencari titik temu antara apa yang dinginkan o!eh konsumen atau pelanggan dengan apa yang dibuat dan dikirim oleh supply chain. Sebagai Aktivitas mediasi pasar • Riset pasar • Pengembangan produk • Penetapan harga diskon • Pelayanan purna jual MK-MO/2011/DAN#2 74 . Kompleksitas struktur supply chain Suatu supply chain biasanya sangat kompleks. Konflik antar bagian ini merupakan satu tantangan besar dalam mengelola sebuah supply chain. bahkan tidak jarang bertentangan (conflicting) antara yang satu dengan yang lainnya. bagian pemasaran ingin memuaskan pelanggan sehingga sering membuat kesepakatan dengan pelanggan tanpa mengecek secara baik kemampuan bagian produksi. melibatkan banyak pihak di dalam maupun diluar perusahaan. Di dalam perusahaan sendiripun perbedaan kepentingan ini sering muncul. Ini akan membuat kinerja bagian produksi kelihatan kurang bagus. Kesalahan dalam meramalkan jumlah permintaan juga bisa fatal bagi supply chain. bagian produksi biasanya cukup resisten terhadap perubahan-perubahan mendadak seperti itu karena akan berakiba t pada rendahnya utilitas mesin dan seringnya pengadaan bahan baku harus dimajukan atau diubah. Ramalan yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan tingginya ongkos persediaan dan ongkos markdown. Sebaliknya ramalan yang terlalu rendah mengakibatkan banyak pelanggan tidak mendapatkan barang karena persediaan terlalu sedikit. Di sisi lain. dan pelayanan purna jual adalah sebagian dari kegiatan-kegiatan mediasi pasar.

Strategi pada hakekatnya bukanlah sebuah keputusan atau aksi tunggal melainkan adalah kumpulan berbagai keputusan dan aksi yang dilakukan oleh suatu organisasi atau oleh beberapa organisasi secara bersada-sama. Bahkan. Pada kebanyakan kasus. Beberapa buku teks dan jurnal menyebut istilah operatims strategy untuk menggambarkan strategi operasi suatu perusahaan. Dalam organisasi manufaktur kita mengenal istilah manufacturing strategy. ketidakpastian kualitas. dan strategi teknologi. Demikian juga halnya dengan distribusi ke pabrik. Strategi diperlukarl oleh satu unit operasi dalam sebuah perusahaan. material yang dikirim. Pertama adalah ketidakpastian permintaan. Besarnya ketidakpastian yang dihadapi tiap-tiap supply chain berbeda-beda. Strategi akan mengarahkan jalannya organisasi ke tujuan jangka panjang yang ingin dicapai. Berbagai keputusan dan aksi ini dilakukan untuk mencapai tujuan jangka panjang yang telah ditentukan.akibatnya. bukan hanya yang bergerak pada sektor manufaktur. maupun oleh sebuah supply chain. Dalam konteks supply chain. Sedangkan sumber yang ketiga adalah ketidakpastian internal yang bisa diakibatkan oleh kerusakan mesin. Ini bisa berupa ketidakpastian pada lead time pengiriman. perancangan produk baru. Ketidakpastian kedua berasal dari arah supplier. serta kuantitas. dan keharusan supermarket untuk mengakomodasikan ketidakpastian pelanggan mereka. Pengaman ini bisa berupa persediaan (safety stock). ada tiga klasifikasi utama ketidakpastian pada supply chain. strategi persediaan. strategi supply chain MK-MO/2011/DAN#2 75 . keputusan ini bisa berupa pendirian pabrik baru. namun tentu banyak juga kasus dimana ketidakpastian pasokan bahan baku atau komponen menjadi isu yang lebih dominan. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang strategi supply chain mari k1ta definisikan dulu apa yang kita maksud dengan strategi supply chain. tetapi juga untuk sektor jasa dan organisasi lainnya. kinerja mesin yang tidak sempurna. Kalau strategi operasi banyak terkait dengan keputusan dan aksi internal seperti penentuan kapasitas produksi. termasuk adanya kesalahan administrasi persediaan. Berdasarkan sumbernya. Mereka hanya bisa meramalkan dan kita semua sadar bahwa ramalan hampir selalu tidak benar. Sebuah toko atau supermarket tidak akan pernah bisa memiliki informasi yang pasti berapa suatu produk x akan terjual pada minggu atau hari tertentu. penggabungan dua fasilitas produksi. strategi pengembangan produk. Peningkatan ketidakpastian atau variasi permintaan dari hilir ke hulu pada suatu supply chain dinamakan bullwhip effect. penambahan kapasitas produksi. serta ketidakpastian waktu maupun kualitas produksi. Pesanan dari sebuah supermarket ke distributor juga tidak pernah pasti karena berbagai faktor. waktu (safety time). dan sebagainya. harga bahan baku atau komponen. perusahaan sering menciptakan pengaman di sepanjang supply chain. Di sisi lain ketidakpastian sering menyebabkan janji tidak bisa terpenuhi. pengalihan tanggung jawab pengelolaan persediaan ke supplier. oleh sebuah perusahaan secara keseluruhan. ketidakhadiran tenaga kerja. pemberlakuan sistem pengendahan kualitas yang bai-LI. pengurangan judlah Supplier. Dengan kata lain. customer sevice level akan lebih rendah pada situasi dimana ketidakpastian cukup tinggi. semakin ke hulu ketidakpastian permintaan ini biasanya semakin meningkat. penetapan jenis tata letak fasilitas (layout) yang akan digunakan. Pabrik menghadapi ketidakpastian pesanan dari distribusi karena berbagai sebab-sebab tadi. adanya syarat jumlah pengiriman minimum dari pabrik. ataupun kapasitas produksi maupun transportasi. permintaan pelang-an dianggap mendominasi ketidakpastian pada supply chain. Strategi Supply Chain Setiap perusahaan yang ingin menang atau bertahan dalam persaingan harus mediliki strategi yang tepat.

berkualitas 3. di mana saja lokasi gudang dan pusat distribusi akan didirikan. dll. inovatif Kemampuan SC beroperasi secara efisien menciptakan kualitas cepat fleksibel inovatif murah berkualitas tepat waktu bervariasi Aspirasi Pelanggan Gambar : Aspirasi pelanggan dan kemampuan strategis supply chain Karakteristik Produk dan Pasar Sebagaimana disinggung sebelumnya. murah 2. tujuan-tujuan di atas bisa dicapai apabila memiliki kemampuan untuk 1. cepat 4. Di dalamnya akan tercakup keputusan strategis tentang jaringan pasokan (supply network) yang menyangkut keputusan tentang supplier mana yang akan dipilih.mencakup hal yang lebih luas dan keluar dari batas internal sebuah perusahaan. transportasi. Sebagai contoh. beroperasi secara efisien 2. tingkat kepentingan dari empat aspirasi pasar di atas tentu tidak sama untuk tiap produk dan tiap segmen pasar. menciptakan kualtas 3. pabrik chips tidak akan bertahan lama kalau produk komputer yang dihasilkannya tidak disukai di pasar. tepat waktu 4. Untuk bisa memenangkan persaingan pasar maka supply chain harus bisa menyediakan produk yang : 1. bervariasi Dalam konteks operasi supply chain. dan sebagainya. Pasar bagi pabrik chips bukanlah pabrik perakit komputer yang membeli chips tersebut melainkan adalah pelanggan akhir yang akan menggunakan komputer tersebut. apakah akan melakukan sendiri kegiatan logistik (warehousing. supplier mana yang akan diajak sebagai mitra jangka panjang. fleksibel 5. Namun semua pihak pada supply chain harusnya sadar bahwa mereka sernua tergantung sepenuhnya dengan pemakai akhir dari produk yang mereka buat sehingga masuk akal kalau kata pasar dalam konteks supply chain mengacu pada end customers (pelanggan akhir). dan bukan pada immediate customers.) atau menyerahkannya ke pihak ketiga. Banyak produk yang dibeli opeh pelanggan MK-MO/2011/DAN#2 76 .

bisa lebih dari 2 Pendek. 10 .karena fungsinya sehingga harga dan kualitas menjadi kriteria penting bagi pelanggan.20 variasi Banyak. Tabel : Perbedaan karakteristik produk fungsional dan inovatif Aspek Fungsional Inovatif Siklus hidup Panjang. Pada produk-produk yang perkembangan teknologinya cepat seperti halnya kamera digitas dan telepon genggam. kecepatan dalam memunculkan variasi baru menjadi penting dalam persaingan. Pelanggan mau membayar dengan harga yang lebih mahal untuk mendapatkan produk yang inovatif dan spesifik untuk diri mereka. akurasi Sangat sulit. antara 3 bulan tahun sampai 1 tahun Variasi per ketegori Sedikit. bisa mencapai ribuan Volume per SKU tinggi rendah Peramalan permintaan Relatif mudah. kesalahan tinggi ramalan tinggi Tingkat kekurangan Hanya 1% .2% Bisa sampai 10% produk 40% (stockout rate) Kelebihan persediaan Jarang karena musim jual Sering terjadi di sangat panjang akhir musim jual Biaya penurunan Mendekati 0% 10-25% harga jual (markdown) Marjin keuntungan per rendah tinggi unit yang terjual dengan harga normal Strategi supply chain Lokasi fasilitas Sistem produksi Persediaan Transportasi Pasokan Pengembang -an produk Gambar : Komponen keputusan taktis untuk mendukung strategi supply chain MK-MO/2011/DAN#2 77 . Di sisi lain banyak produk yang laku karena supply chain bisa membuat variasi yang beragam.

Sistem produksi Tingkat utilitas sistem produlksi harus tinggi Persediaan Perlu upaya merninimasi tingkat persediaan Pengiriman TL / CL atau subkontakkan ke pihak ketiga Pilih supplier dengan harga dan kualitas sebagai kriteria utama Fokus ke minimasi ongkos Responslif Cari lokasi yang dekat pasar. Warehouse operation 9. Cycle time yang dimaksud disini adalah siklus antara order diterima dari pelanggan sampai produk akhir dideviler ke pelanggan tersebut. Karena penurunan cycle time tidak terlalu banyak bisa dilakukan pada proses pengiriman. Material review activities 6. dan kualitas Gunakan modular design dan tunda differensiasi produk sebisa mungkin (postponement) Transportasi Pasokan Pengembangan produk Kunci Keberhasilan : Time to Market yang Pendek Yoshihiro Taya. Di dalamnya termasuk kegiatan perancangan ( design). Outbound transportation 10. manufaktur (produksi). Material receipt and inspection 5. Purchase order cycle 3. logistic. perusahaan harus mencari celah yang lain. fleksibilitas. Inbound transportation 4.Tabel : Keputusan taktis dan strategi supply chain Keputusan Efisien taktis Lokasi fasilitas Tempatkan pabrik di necara yang ongkos tenaga kerjanya murah. dan pelayanan pelanggan (customer service). Manufakturing processes 7. Return materials / reverse logistics MK-MO/2011/DAN#2 78 . Komponen yang bisa mereduksi cycle time : 1. Bagi Sony. Dengan produk life cycle yang hanya 2 – 3 bulan. tentu keterlambatan delivery seminggu saja mengakibatkan opportunity loss yang sangat tinggi. Bila perlu tetapkan kebijakan LTL / LCL Pilih supplier berdasarkan kecepat-an. Customer order processing 8. Fleksibilitas yang tinggi dan kecepatan merespon pasar ( cycle time yang pendek) mengakibatkan pengaruh ketidakpastian pasar bisa direduksi oleh perusahaan. Material planning and scheduling 2. punya akses tenaga terampil dan teknologi yang memadai Sistem produksi harus fleksibel dan ada kapasitas ekstra Diperlukan persediaan pengaman yang cukup di lokasi yang tepat Diperlukan transportasi cepat. seorang senior executive Sony mengatakan bahwa salah satu kunci kritis keberhasilan produk inovatif yang memiliki value added tinggi adalah cycle time yang pentek. potensi penurunan cycle time ada pada pengembangan produk baru dan beberapa hal lain seperti yang ditunjukan pada gambar 1 di bawah ini.

Time to market adalah waktu antara gagasan peraticangan produk baru dimulai sampai produk tersebut dipasarkan. peningkatan 79 MK-MO/2011/DAN#2 .an biaya. Kami berupaya sedapat mungkin agar proses dari design ke engineering ke manufakturing sampai ke marketing secepat mungkin. Namun untuk camcorder kita tidak bisa membeli material lokal. Mempercepat proses-proses ini lebih mudah dilakukan di Jepang”. kecepatan meluncurkan rancanganrancangan yang baru sangatlah penting. Proses dari pencarian ide sampai rancangan siap diluncurkan bisa cukup lama dan di dalamnya sering kali terjadi pengulangan . Survey yang dilakukan olell Handfield et al. adalah: • Idea generation • Business / technical assessment • Product concept • Product engineering & design • Prototype design • Test and pilot production • Manufacturing ranip up • Launch Secara tradisional. (1999) menunjukkan bahwa keterlibatan supplier-supplier kunci dalam proses perancangan produk baru memberikan manfaat yang signifikan. Fase-fase kegiatan dalam perancangan produk baru. Time to Market sebagai Faktor Keunggulan Bersaing Bagi perusahaan yang menangani produk-produk inovatif. Beberapa manfaat yang diperoleh antara lain penghematan biaya material. Perancangan Produk Baru dalam Perspektif Supply Chain Management Menurut Fisher (1997). secara umurn. dan pelayanan purna jual. banyak perusahaan yang memilih supplier sebelum proses rancangan produk dimulai sehingga supplier tersebut bisa dilibatkan dalam kegiatan perancangan produk. tetapi kecepatan merespon pasar (time to merket) nya akan jauh lebih pendek. supplier sering dipilih setelah rancangan produk selesai dibuat dan siap diproduksi. Harga memang bisa lebih tinggi kalau diproduksi di Jepang. Sementara kami juga memiliki pusat R & D di Jepang untuk mengembangkan produk-produk baru. Selama ini kita mengirim material untuk camcorder dari Jepang untuk dirakit di Cina yang ongkos tenaga kerjanya murah. “Kita memproduksi komoditi di Cina karena bisa mendapatkan material lokal. Dikatakan demikian karena perancangan produk adalah upaya untuk mengakomodasikan aspirasi pelanggan shingga produk yang dihasilkan akan sesuai dengan yang diinginkan. Untuk mempercepat proses perancangan produk baru.Namun ketika diamati secara cermat. hampir tidak ada dari 10 komponen tersebut yang bisa diperbaiki secara signifikan kalau Sony tetap beroperasi di Cina.pengulangan untuk menyesuaikan rancangan dengan informasi-informasi terbaru yang diperoleh tim perancang. Yoshihito Taya mengatakan. Bagi kami. Dewasa ini. Sebaliknya potensi tersebut cukup besar kalau Sony berdiri di Jepang. Mereka diperlakan untuk memberikan masukan tentang material apa yang cocok untuk suatu rancangan produk baru dan apakah supplier tersebut nantinya bisa rnemasok material yang dibutuhkan. waktu adalah sesuatu yang sangat penting. kami mempekerjakan engineer perancang produk 2 shift. proses merancang produk baru harus melalui berbagai fase kegiatan dan masing-masing kegiatan tersebut tentunya memakan waktu d. fungsi supply chain pada dasarnya bisa dibedakan menajdi fungsi fisik dan fungsi mediasi pasar. Perancangan produk baru termasuk dalam kelompok fungsi mediasi pasar bersama aktivitas riset pasar. Sebagaimana kita ketahui. Alasan-alasan tersebutlah yang mendorong Sony mereview kembali keberadaannya di Cina dan akhirnya diputuskan untuk dipindahkan kembali ke Jepang untuk kegiatan produksi camcorder dan digital camerenya.

Dengan fasilitas ini para supplier kunci. perpanjangan waktu dalam merancang produk baru bisa mengakibatkan cos overrun yang besar. HP akhirnya mengubah kegiatan supply chain mereka. Keterlibatan supplier-supplier kunci mereka merupakan salah satu kontributor bagi suksesnya GM mereduksi waktu pengembangan produk dari 60 bulan pada tahun 1996 menjadi hanya 18 bulan pada tahun 2003 (Gutmann. Bagi perusahaan-perusahaan yang bersaing atas dasar kecepata meluncurkan produk-produk baru ke pasar. dan mengembalikan produk tersebut 2. dan pengiriman sangatlah penting. Modularity: banyaknya komponen atau modul yang sama yang bisa digunakan untuk membuat produk akhir yang berbeda 4. Pabrik hanya menyiapkan produk-produk standar dan kegaitan lokalisasi dipindahkan ke pusat-pusat distribusi. Melibatkan pillak luar dalam perancangan produk dewasa ini bisa dilakukan dengan lebih mudah karena adanya teknologi yang bisa digunakan secara bersama-sama. Design for SCM Dewasa ini ongkos transportasi dan persediaan merupakan supply chain cost drivers (pemicu biaya supply chain) yang besar porsinya. Oleh kaena itu hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam merancang produk baru semestinya bukan hanya masalah kemudahan untuk diproduksi. produksi. 2003). Mengingat biaya yang ditimbulkan oleh kesalahan ramalan yang seperti ini cukup besar. namun juga hal-hal lain seperti aspek lingkungan dan aspek-aspek supply chain management.kualitas dan kecocokan material dengan rancangan yang dibuat. Reuseability dari rancangan. bisa mengevaluasi kemungkinan adanya masalah manufaktur maupun ongkos-ongkos untuk membuat body system tersebut nantinya. biaya. kelayakan jual. Namun karena sudah melalui proses lokalisasi. seperti supplier untuk body systems. Koordinasi yang baik di antara mereka memungkinkan rancangan baru segera bisa diproduksi untuk MK-MO/2011/DAN#2 80 . Karena lead time pengiriman yang panjnga. Kedua. kelebihan produk di satu negara tidak bisa dikirim ke negara lain (kecuali dengan melaklukan ulang proses lokalisasi). integrasi antara bagian pengembangan produk dan fungsi-fungsi lain seperti perencanaan produksi pembelian maerial. Aspek lokalisasi: rancangan yang memperhatikan bisa tidaknya sebagian kegiatyan perakita akhir (finalisasi) dilakukan di area pemasaran 5. Rancangan produk yang mempertimbangkan supply chain management dinamakan design for SCM. Hal ini juga dinamakan logistics postponement. Pertama. Secara umum design for SCM mempertimbangakn hal-hal seperti : 1. GNI menggunakan aplikasi e-Factory untuk mengkornunikasikan rancangan produk ke suppliersupplier kunci mereka. serta pengurangan waktu perancangan maupun waktu manufaktur. dan waktu pengembangan rancangan tersbut. Praktek ini memungkinkan HP meningkatkan kecepatan respon ke pasar serta mengurangi ongkos-ongkon supply chain. Kemudahan untuk menyimpan. Salah satu perusahaan yang banyak melibatkan supplier dalam perancangan produk baru adalah General Motors (GM). Sebagai contoh. mengirim. Dampak Finansial Keterlambatan Peluncuran Produk Baru Keterlambatan dalam meluncurkan produk baru ke pasar bisa membawa banyak dampak negatif. sering kali permintaan distributor berubah pada saat printer sedang dalam perjalanan dari pabrik ke pusat distribusi. Pusat distribusi yang ada di berbagai negara hanya melakukan kegiatan distribusi. Fleksibilitas rancangan terhadap perubahan permintaan pelanggan 3. pesaing mungkin juga meluncurkan produk baru dan bisa merebut pangsa pasar lebih awal.

walaupun banyak keputusan yang terkait dengan jaringan supply chain pada hakekatnya adalah keputusan strategis yang punya implikasi jangka panjang dan sulit diubah dalarn waktu singkat. perusahaan pakaian yang berpusat di Spanyol. 1993). suatu supply chain akan efisien apabila jaringan yang ada relatif tersentralisasi dengan fasilitas yang lebih sedikit. mereka kemudian merevisi rancanaan sesuai dengan hasil kesepakatan. Artinya. Beberapa Faktor Lingkungan yang Harus Dipertimbangkan MK-MO/2011/DAN#2 81 . Bahkan banyak perusahaan yang memiliki anak perusahaan sebagai pemasok bahan baku. struktur atau konfigurasi jaringan bisa menentukan apakah suatu supply chain akan bisa menjadi responsif atau efisien. fenomena supply chain banyak berubah dari model integrasi vertikal kemodel yang secara kepemilikan lebih tersebar karena banyak perusahaan yang melakukan outsourcing untuk kegiatan-kegiatan yang bukan merupakan kompetensi inti mereka ke pihak ketiga (Jarillo. Di kantor pusatnya. perusahaan harus semakin menyadari bahwa dewasa ini ada tuntutan yang lebih tinggi untuk bisa mengubah keputusan-keputusan tersebut secara cepat tanpa menimbulkan biaya yang terlalu tinggi. komunikasi intensif terjadi antara desainer. majalah. Secara tradisional memang banyak perusahaan yang melakukan sendiri hampir semua kegiatan supply chain mulai dari perancangan produk. Rancangan tersebut kemudian didiskusikan dengan spesialis pasar dan bagian pengadaan (yang juga berfungsi sebagai perencana produksi). Zara. Dewasa ini. Disainer bertugas untuk membuat rancangan awal. spesialis pasar. proses selanjutnya adalah pernbuatan sample. Sebagai contoh kalau supply chain ingin responsif maka konfigurasi jaringannya harus ditunjang oleh fasilitas produksi dan gudang yang lebih banyak dan tersebar di berbagai lokasi pernasaran. mampu mengungguli pasaing-pesaingnva dalan menciptakan produk-produk baru sekaligus meminimumkan persediaan di tiap-tiap toko karena adanya integrasi yang bagus dari fungsi-fungsi supply chain dimana bagian pengembangan produk adalah salah satu diantaranya Zara tercatat sebagai satu-satunya jaringan penjual pakaian kelas dunia yang mampu mengirimkan pakaian jadi ke toko-toko di seluruh dunia dalam waktu dua minggu setelah proses desain. Setelah rancangan selesai. Keputusan produk mana yang akan diproduksi dan seberapa jumlah order dari masing-masing toko didasarkan atas diskusi-diskusi antara mereka. Merancang Jaringan Supply Chain Perancangan jaringan supply chain juga rnerupakan satu kegiatan penting yang harus dilakukan pada supply chain management Implementasi strategi supply chain hanya bisa berlangsung secara efektif apabila supply chain memiliki jaringan dengan konfigurasi yang sesuai. Setiap tahunnya mereka mengeluarkan sekitar 40 ribu rancangan produk baru dimana sekitar seperempatnya akhirnya dipilih untuk diproduksi. Selarna proses pengernbangan produk baru. dan pakaian pria masing-masing menempati ruangan besar yang modern.selanjutnya dikirim ke pasar. dan peragaan busana. dan manajer toko. Para perancang untuk pakaian anak-anak. Jadi. Masing-masing spesialis pasar bertugas untuk menangani toko-toko tertentu. diskotik. dan spesialis pembeli (buyers). pakaian wanita. spesialis pasar. produksi dan distribusinya. Model ini dinamakan dengan integrasi vertikal. buyers. Dilengkapi dengan peralanan CAD (computer aided design). Zara memiliki sekitar 300 orang staf yang bekerja sebagai desainer. Sebaliknya. mereka mernperoleh umpan balik tentang selera pasar dari setiap toko di seluruh dunia. Di samping itu. Jaringan yang kita maksud dalam konteks supply chain tentunya tidak hanya mengacu pada fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh suatu organisasi. pertimbangan fleksibilitas dan kemampuan untuk beradaptasi terhadap lingkungan bisnis sangat penting dalam merancang konfigurasi suatu supply chain. Inspirasi rancangan diperoleh dari berbagai kegiatan internasional seperti parneran. Dengan kata lain.

Model-model untuk Merancang Jaringan Supply Chain Model-model kuantitatif sering kali diperlukan untuk merancang jaringan supply chain. koordinat lokasi pasokan rnaupun lokasi pasar.Aspek lingkungan bisnis sangat penting dipertimbangkan dalam merancang konfigurasi supply chain. Beberapa hal yang termasuk dalam cakupan lingkungan bisnis dan perlu di-evaluasi secara cermat dalam mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan konfigurasi supply chain adalah : • Faktor ekonomi makro • Faktor sosial politik • Faktor teknologi • Faktor keamanan. volume yang akan dipindahkan. diperlukan tiga langkah berikut : 1. Pertama. Modelmodel ini tersedia untuk masalah yang sangat sederhana maupun untuk yang relatif kompleks. Model ini menggunakan beberapa asurnsi. Tujuan dari model ini adalah mendapatkan lokasi fasilitas yang meminimumkan total ongkos-ongkos pengiriman yang bisa diformulasikan sebagai : TC = ∑C1V1 j1 1 Untuk mendapatkan (X0. beban per unit jarak dari semua posisi pasokan ke kandidat lokasi fasilitas dan dari kandidat lokasi fasilitas tersebut ke semua lokasi pasar. ongkos-ongkos transportasi diasurnsikan naik secara linier sebanding dengan volume yang dipindahkan. serta model untuk menentukan lokasi fasilitas produksi dan gudang secara simultan. Jadi beberapa data yang diperlukan dalam model ini adalah ongkos transportasi per unit. Hitung jarak ji untuk semua i (yakni antara lokasi kandidat fasilitas dan lokasi sumber pasokan atau pasar i) 2. Tentukan koordinat lokasi dengan rumus berikut: MK-MO/2011/DAN#2 82 . Y0) yang optimal. beban yang akan dipindahkan antara fasilitas dengan sumb er pasokan atau lokasi pasar Vi koordinat x dan y untuk lokasi pasar atau sumber pasokan i jarak antara lokasi fasilitas ( xi yi ) dengan sumber pasokan atau pasar i ji Jarak antara dua lokasi pada model ini dihitung sebagai jarak geometris antara dua lokasi yang dihitung dengan formula berikut : ji = C. yakni yang meminimumkan total ongkos pengiriman TC. Gravity Location Models Model ini digunakan untuk menentukan lokasi suatu fasilitas (misalnya gudang atau pabrik) yang menjadi penghubung antara sumber-sumber pasokan dan beberapa lokasi pasar. model simultan untuk menentukan lokasi fasilitas sekaligus alokasi kapasitas. model lokasi alokasi yang mempertimbangkan keterbatasan kapasitas. serta. Pada bagian ini kita akan mempelajari beberapa model kuantitatif seperti penentuan lokasi gudang. y0) adalah kandidat koordinat fasilitas yang dipertimbangkan. Jadi kalau fasifitas yang dimaksud di sini adalah pabrik maka tujuannya adalah mendapatkan lokasi yang meminimalkan biaya-biaya transportasi bahan baku dari supplier ke pabrik dan biaya-biaya transportasi dari pabrik ke pasar. baik sumber-sumber pasokan maupun pasar bisa ditentukan lokasinya pada suatu peta dengan koordinat x dan y yang jelas. Misalkan kita notasikan: ongkos transportasi per unit beban per kilometer antara kandidat lokasi fasilitas dengan lokasi pasar atau lakasi sumber pasokan. ( x0 − x1 ) 2 + ( y 0 − y1 ) 2 dimana (x0. Kedua.

7 2. Apabila dua iterasi yang berurutan menghasilkan koordinat yang hampir sama. Jika tidak.2. 5 15.5 1. 9 8. Lokasi ke enam gudang tersebar seperti pada gambar 4. 3. stop iterasi tersebut dan pilih koordinat tersebut sebagai lokasi fasilitas. ∑ Contoh : Sebuah perusahaan memiliki enam cabang pemasaran dimana masing-masing cabang tersebut merupakan gudang-gudang lokal. Perusahaan ingin mendirikan satu gudang regional yang akan melayani ke enam gudang lokal tersebut sedemikian sehingga biaya-biaya transportasi secara keseluruhan minimum. 3 12 5. 1 4. Di samping mengetahui posisi masing-masing gudang lokal. 12 Gambar : Lokasi dan koordinat enam wilayah pemasaran (gudang lokal) Tabel : Data gudang lokal x1 5 4 8 12 5 15 y1 1 6 12 5 9 3 v1 100 700 200 150 400 200 c1 1. 6 12. Datanya ditunjukkan pada Tabel sebagai berikut : 14 12 10 8 6 4 2 1 0 0 16 2 4 6 8 10 12 14 5.1 MK-MO/2011/DAN#2 83 .5 1.8 2.9 1.C1V1 X 1 C1V1 X 1 ∑ J1 J1 x0 n = 1 Y0 N = 1 C1V1 C1V1 ∑ ∑ J1 J1 1 1 dimana xon dan yon masing-masing adalah koordinat x dan y yang dihasilkan pada iterasi ini. perusahaan juga memiliki perkiraan biaya transportasi maupun beban yang akan dipindahkan ke masing-masing gudang lokal tersebut. ulangi lagi iterasinya mulai langkah 1.

Dengan menggunakan cara yang sama diperoleh koordinat baru (5-4. lokasi yang terpilih. 9 8. 0). lebih mendekat ke daerah pemasaran yang membutuhkan pasokan dengan volume tinggi dan ongkos transportasinya mahal. 12 Gambar : Lokasi gudang regional di antara gudang-gudang lokal Pendekatan gravity location models menentukan lokasi fasilitas dengan menggunakan volume dan biaya per volume per jarak sebagai pembobot.9). join dalam mengembangkan produk dan pilihanpilihan Menawarkan produk dengan biaya serendah mungkin Respon cepal untuk mengubah persyaratan dan permintaan agar persediaanout minimal MK-MO/2011/DAN#2 84 . 6-9) sehingga titik itulah. 6 12. 14 12 10 8 6 4 2 1 0 0 16 2 4 6 8 10 12 14 5.1.Dengan menggunakan (0. Keseluruhan iterasi bisa dikerjakan dengan bantuan tabel dan angka-angka tersebut. Selanjutnya posisi x dan y yang baru ini akan dijadikan input pada iterasi ke dua. dianggap posisi gudang regional yang optimal.9 4. 6.mudah diperoleh pada EXCEL. Tabel : Iterasi 1 dengan titik awal (0. 3 12 5. Dengan demikian. 0) sebagai koordinat awal dari lokasi fasilitas maka iterasi 1 bisa dikerjakan. seperti yang ditunjukan pada gambar 3 di atas. Dua iterasi berikutnya menghasilkan titik yang sama yaitu (5-1. Bagaimana keputusan mengenai rantai pasokan berdampak pada strategi akan ditunjukkan pada table berikut: Tabel Dampak keputusan Rantai Pasokan terhadap Strategi Bisnis Strategi Diferensiasi Strategi Strategi Biaya Rendah Respon Tujuan Supplier Penelitian market share. 6. 5 15. 1 5.

lebihan rata penggunaan yang kapasitas dan proses tinggi yang fleksibel Karakteristik Persediaan Minimisasi persediaan melalui rantai yang irit Mengembangkan sistim responsive. kecepatan dan fleksibilitas Karakteristik proses Proses modular yang mengarah pada mass customization Minimisasi persediaan dalam rantai untuk menghindari keusangan Memanfaatkan rataInvestasi dlm ke.Kriteria Pokok dalam Mengutamakan Memilih ketrampilan mengembangkan produk Mengutamakan pemilihan biaya Mengutamakan pemilihan kapasitas. dengan posisi buffer persediaan untuk meyakinkan penawaran MK-MO/2011/DAN#2 85 .

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat perlu untuk mempelajari bagaimana mengelola persediaan di suatu perusahaan. Oleh sebab itu pengendalian persediaan merupakan fungsi yang penting dalam manajemen operasi. jumlah atau waktu pengiriman sehingga tidak perlu pemisahan. Semua organisasi mempunyai beberapa jenis system perencanaan dan pengendalian persediaan. Di kantor. konsumen akan tidakpuas apabila suatu produk persediaannya habis. Sistem persediaan yang baik akan menjamin tersedianya sumberdaya yang tepat. Persediaan Bahan Mentah yang telah dibeli. Tipe Persediaan Persediaan yang ada di perusahaan biasanya terdiri dari empat tipe yaitu: a. sekolah. Contohnya di Bank ada metode untuk mengendalikan uang tunai. Oleh karena itu keseimbangan antara investasi persediaan dan tingkat pelayanan kepada konsumen harus dapat dicapai. MK-MO/2011/DAN#2 86 . Pengendalian persediaan ialah serangkaian pegendalian terhadap tingkat persediaan dan menentukan tingkat persediaan yang harus dijaga. Pendekatan yang lebih banyak diterapkan adalah dengan menghapus variabilitas pemasok dalam mutu. Gambaran tersebut menunjukan bahwa penanganan bahan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting. sebab berfungsi menghubungkan antara operasi produksi. kapan harus dipesan atau menambah persediaan dan berapa kali pesanan harus dilakukan dalam suatu periode tertentu.BAB X MANAJEMEN PERSEDIAAN Setiap perusahaan selalu dihadapkan dengan permasalahan bahan baku. Manajemen persediaan merupakan suatu cara mengendalikan persediaan agar dapat melakukan pemesanan yang tepat yaitu dengan biaya yang optimal. 1. sebab persediaan secarfa fisik melibatkan investasi uang dalam jumlah yang besar dan biasanya dalam perusahaan tertentu persediaan bahan baku menempati persentase terbesar dalam biaya produksi. Konsep Manajemen Persediaan A. maka akan mengakibatkan berhentinya kegiatan proses produksi dan lebih jauh kehilangan pelanggan. oleh sebab itu diperlukan suatu penanganan yang baik. Resiko penanganan bahan yang buruk atau tidak ada persediaan bahan. tetapi belum diproses. di rumah sakit ada metode mengendalikan persediaan akan obat-obatan. pada usaha ritel seperti super market dan di semua organisasi bisnis terutama berkepentingan untuk mengelola persediaa. kemungkinan susut. pengurangan biaya persediaan dengan cara menurunkan tingkat persediaan dapat dilakukan peruahaan. PERSEDIAAN (INVENTORY) Manajemen persediaan yang baik merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan. rusak dan hilang serta biaya-biaya lain yang ditimbulkan. tetapi pada sisi lainnya. kuantitas yang tepat dan pada waktu yang tepat. Oleh karena itu paba bab ini akan dibahas mengenai konsep dasar manajemen persediaan yang dilengkapi dengan contoh perhitungan sederhana agar penjelasan mengenai model persediaan yang independent dapat dipahami dengan mudah. Pada satu sisi. Olek karena itu konsep mengelola sangat penting diterapkan oleh perusahaan agar tujuan efektifitas maupun efisiensi tercapai. Resiko bahan berlebihan akan mengakibatkan biaya penyimpanan.

perbaikan. Sehingga persediaan ini merupakan fungsi jadwal pemeliharaan dan perbaikan. c. 2. Untuk menentukan nilai tahunan dari volume dalam analisis ABC dengan cara mengukur permintaan tahunan dari setiap butir persediaan dikalikan dengan biaya per unit. Dengan pengelompokan tersebut maka cara pengelolaan masing-masing akan lebih mudah sehingga peramalan. 2. d. Butir persediaan kelompok C adalah persediaan yang jumlah nilai uang per tahunnya rendah. operasi. b. Persediaan Barang Dalam Proses yang telah mengalami beberapa perubahan tetapi belum selesai. Analisa ABC Merupakan penerapan persediaan dengan menggunakan prinsip Pareto yaitu membagi persediaan ke dalm tiga kelompok berdasarkan volume tahunan dalam jumlah uang. B. c. Persediaan untuk persediaan yang dikhususkan untuk perlengkapan pemeliharaan. antara lain: a. ketidaktepatan pengiriman. mutu. Untuk menyeimbangkan produksi dengan distribusi. kekurangan pasokan. Untuk memperoleh keuntungan dari potongankuantitas. Fungsi Persediaan Persediaan mempunyai beberapa fungsi penting yang menambah fleksibilitas dari operasi suatu perusahaan. Untuk menghindari kekurangan stok yang dapat terjadi karena cuaca. Butir persediaan kelompok B adalah persediaan yang jumlah nilai uang per tahunnya sedang. Persediaan ini ada karena untuk membuat produk diperlukan waktu yang disebur waktu siklus. Persediaan ini ada karena kebutuhan akan adanya pemeliharaan dan perbaikan dari beberapa peralatan yang tidak diketahui. Cara mengelompokkannya adalah: a. b. Persediaan Barang Jadi. pengendalian fisik.b. tetapi biasanya volumenya sedang. MANAJEMEN PERSEDIAAN Mengelola persediaan biasanya dilakukan dengan cara berikut ini: 1. Untuk hedging terhadap inflasi dan perubahan harga. keandalan pemasok dan penguranga besar persediaan pengaman dapat menjadi lebih baik. Untuk memberikan persediaan agar dapat memenuhi permintaan yang diantisipasi akan terjadi. c. termasuk dalam persediaan karena permintaan konsumen untuk jangka waktu tertentu mungkin tidak diketahui. Butir persediaan kelompok A adalah persediaan yang jumlah nilai uang per tahunnya tinggi. tetapi biasanya volumenya kecil. Pencatatan yang Akurat Keakuratan catatan mengenai persediaan in penting dalam system produksi sehingga memungkinkan perusahaan untuk focus pada butir persediaan yang dibutuhkan dan memberi MK-MO/2011/DAN#2 87 . Untuk menjaga kelangsungan operasi dengan cara persediaan dalam proses. f. d. e. karena membeli dalam jumlah banyak biasanya ada diskon. tetapi biasanya volumenya besar. Pengurangan waktu siklus menyebabkan persediaan ini berkurang.

Misalnya permintaan televisi independen terhadap permintaan mesin cuci akan tetapi permintaan televisi dependen terhadap kebutuhan produksi dari televisi. Pemilihan karyawan. Permintaan Independen dan Dependen Model pengendalian persediaan mengasumsikan bahwa permintaan suatu produk bersifat dependen atau independen terhadap permintaan produk lainnya. 2. MODEL PERSEDIAAN Dalam bagian ini akan dijelaskan model persediaan menurut permintaannya dan biaya yang terkait dengan persediaan. Audit seperti itu disebut sebagai penghitungan siklus. Pengendalian yang efektif atas semua barang yang keluar dari fasilitas. Biaya sistem persediaan terdiri dari biaya pembelian. 1. konsekuensinya keakuratan dan pengendalian persediaan sangat penting. sebagai berikut : MK-MO/2011/DAN#2 88 . video atau pengawasan oleh manusia. c. kenyataannya tidak demikian. Dengan demikian perusahaan dapat membuat keputusan mengenai pemesanan. D.keyakinan tentang segala sesuatu yang terjadi pada persediaan. Pengendalian yang ketat atas kiriman barang yang dating. 3. Persediaan yang tidak terpakai nilainya menjadi hilang. Konsep pada bab 9 ini akan focus pada persediaan untuk permintaan independen. Dalam jasa makanan persediaan menjadikan keberhasilan atau kegagalan. C. Biasanya disebut sebagai penyusutan atau penyerobotan yang pada umumnya ditentukan dalam persentase. Dalam hal ini teknik yang diterapkan mencakup: a. b. Biaya Persediaan Secara umum dapat dikatakan bahwa. Pengaruh kerugian terhadap profitabilitas sangat substansial. sedangkan persediaan untuk permintaan dependen aakn dibahas pada Bab lainnya. Disamping itu penghitungan siklus menggunakan pengelompokkan lewat analisis ABC. biaya sistem persediaan adalah semua pengeluaran dan kerugian yang timbul sebagai akibat adanya persediaan. Penerapannya misalkan dengan pemakaian system bar code yang dapat dirancang secara komputerisasi. biaya pemesanan. biaya simpan dan biaya kekurangan persediaan. persediaan menjadi hal yang amat penting. sedang yang rusak. TEKNIK MENGAWASI PERSEDIAAN JASA Walaupun ada kecenderungan anggapan bahwa perusahaan yang bergerak di sektor jas tidak ada persediaan. Bisa dilakukan dengan bar code maupun garis magnetic ataupun pengamatan langsung melalui kaca satu arah. dicuri atau hilang sebelum dijual merupakan kerugian. walaupun tidak mudah tetapi sangat penting . penjadwalan serta pengangkutan. Penghitungan Siklus(Cycle Counting) Usaha membuat catatan persediaan yang akurat harus dilakukan dengan cara catatan atau arsip harus diverifikasimelaui pemeriksaan atau audit yang berkelanjutan. Berikut ini akan diuraikan secara singkat masing-masing komponen biaya di atas. Contohnya seperti dalam bisnis ritel ataupun pedagang besar. pelatihan dan disiplin yang baik.

BIAYA PENGADAAN (PROCUREMENT COST) Biaya pengadaan dibedakan atas 2 jenis sesuai asal-usul barang. oleh oleh jumlah barang yang dibeli sehingga komponen biaya pembelian untuk periode waktu tertentu (misalnya satu tahun) konstan dan hal ini tidak akan mempengaruhi jawaban optimal tentang berapa banyak barang yang harus dipesan. pengetikan pesanan. yaitu pengadaan barang. bunga bank.3. menyetel mesin.2. Biaya ini diasumsikan konstan untuk setiap kali pesan. BIAYA PENYIMPANAN (Holding Cost/Carrying Cost = h) Biaya simpan adalah semua pengeluaran yang timbul akibat menyimpan barang. Karena kedua biaya tersebut mempunyai peran yang sama. a. biaya pengangkutan. pengiriman pesanan. Situasi. Biaya ini meliputi biaya untuk menentukan pemasok (supplier). ini akan diistilahkan sebagai quantity discount atau price break dimana harga. Biaya pembelian menjadi faktor penting ketika harga barang yang dibeli tergantung pada ukuran pembelian.1. Biaya Pembuatan (Setup Cost = k) Biaya pembuatan adalah semua pengeluaran yang timbul dalam mempersiapkan produksi suatu barang. Besarnya biaya pembelian ini tergantung pada jumlah barang yang dibeli dan harga satuan barang. Biaya ini meliputi : a. 2. Biaya Pemesanan (Ordering Cost = k) Biaya pemesanan adalah semua pengeluaran yang timbul untuk mendatangkan barang dari luar. Oleh karena itu. BIAYA PEMBELIAN (Purchasing Cost = c) Biaya pembelian adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang. Biaya Memiliki Persediaan (biaya modal) Penumpukan barang di gudang berarti penumpukan modal. Biaya ini timbul dalam pabrik yang meliputi biaya menyusun peralatan produksi. Dalam kebanyakan teori persediaan. Biaya Gudang Barang yang disimpan memerlukan tempat penyimpanan sehingga timbul biaya gudang. Bila gudang dan peralatannya disewa maka biaya gudangnya merupakan biaya sewa sedangkan bila perusahaan mempunyai gudang sendiri maka biaya gudang merupakan biaya depresiasi. Biaya memiliki persediaan diukur sebagai persentase nilai persediaan untuk periode waktu tertentu. dimana modal perusahaan mempunyai ongkos (expense) yang dapat diukur dengan suku. yaitu biaya pemesanan (ordering cost) bila barang yang diperlukan diperoleh dari pihak luar (supplier) dan biaya pembuatan (setup cost) bila barang diperoleh dengan memproduksi sendiri. biaya yang ditimbulkan karena memiliki persediaan harus diperhitungkan dalam biaya sistem persediaan. komponen biaya pembelian tidak dimasukkan ke dalam total biaya sistem persediaan karena diasuransikan bahwa harga barang per-unit tidak dipengaruhi. maka kedua biaya tersebut disebut sebagai biaya pengadaan (procurement cost). b. mempersiapkan gambar kerja dan seterusnya. MK-MO/2011/DAN#2 89 . 2. b. biaya penerimaan dan seterusnya.2. Barang per-unit akan turun bila jumlah barang yang dibeli meningkat.

Biaya Administrasi dan pemindahan Biaya ini dikeluarkan untuk mengadministrasi persediaan barang yang ada. Waktu pemenuhan Lamanya gudang kosong berarti lamanya proses produksi terhenti atau lamanya perusahaan tidak mendapatkan keuntungan. dan di dalam tempat penyimpanan. maka akan terjadi keadaan kekurangan persediaan. Biaya Kadaluwarsa Barang yang disimpan dapat mengalami penurunan nilai karena perubahan teknologi dan model seperti barang-barang elektronik. sehingga waktu menganggur tersebut dapat diartikan sebagai uang yang hilang. baik pada saat pemesanan. c. Dalam manajemen persediaan. terutama yang berhubungan dengan masalah kuantitatif. Biaya pengadaan darurat Supaya konsumen tidak kecewa maka dapat dilakukan pengadaan darurat yang biasanya menimbulkan biaya yang lebih besar dari pengadaan normal. d. Keadaan ini akan menimbulkan kerugian karena proses produksi Akan terganggu dan kehilangan kesempatan mendapat keuntungan atau kehilangan konsumen pelanggan karena kecewa sehingga beralih ke tempat lain. Kuantitas yang tidak dapat dipenuhi Biasanya diukur dari keuntungan yang hilang karena tidak dapat memenuhi permintaan atau dari kerugian akibat terhentinya proses produksi. Biaya waktu pemenuhan diukur berdasarkan waktu yang diperlukan untuk memenuhi gudang dengan satuan misalnya : Rp/satuan waktu. Kelebihan biaya dibandingkan pengadaan normal ini dapat dijadikan ukuran untuk menentukan biaya kekurangan persediaan dengan satuan misainya : Rp/setiap kali kekurangan. biaya simpan per-unit diasumsikan linier terhadap jumlah barang yang disimpan (misalnya: Rp/ unit/ tahun). ke.4. MK-MO/2011/DAN#2 90 . Biaya kadaluwarsa biasanya diukur dengan besarnya penurunan nilai jual dari barang tersebut. f.c. termasuk upah buruh dan biaya peralatan handling. Kondisi ini diistilahkan sebagai biaya penalti (p) atau hukuman kerugian bagi perusahaan dengan satuan misalnya: Rp/unit. Biaya Asuransi Barang yang. 2. disimpan diasuransikan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran. Biaya kekurangan persediaan dapat diukur dari : a. Biaya Kerusakan dan Penyusutan Barang yang disimpan dapat mengalami kerusakan dan penyusutan karena beratnya berkurang ataupun jumlahnya berkurang karena hilang. BIAYA KEKURANGAN PERSEDIAAN (Shortage Cost = p) Bila perusahaan kehabisan barang pada saat permintaan. b. Biaya asuransi tergantung jenis barang yang diasuransikan dan perjanjian dengan perusahaan asuransi. penerimaan barang maupun penyimpanannya dan biaya untuk memindahkan barang dari. Biaya kerusakan dan penyusutan biasanya diukur dari pengalaman sesuai dengan persentasenya. e.

MK-MO/2011/DAN#2 91 . Permintaan diterima dengan segera. Menetapkan biaya pemasangan sama dengan biaya penyimpanan d. Menyelesaikan persamaan dengan hasil angka jumlah pemesanan yang optimal. 1. Keadaan seperti ini mengharuskan model lain yang disebut POQ (Production Order Quantity). e. POQ MODEL Pada model EOQ kita mengasumsikan bahwa seluruh pemesanan persediaan diterima pada satu waktu. f. Pemintaan diketahui dan bersifat konstan b. FIXED ORDER QUANTITY MODELS Pada bagian ini diperkenalkan tiga model yang mengutamakan pada dua pertanyaan pentingyaitu: kapan pemesanan dilakukan dan berapa banyak yang akan dipesan. b. c. Notasi yabg digunakan: Q = Jumlah barang setiap pemesanan Q * = Jumlah optimal barang per pemesanan (EOQ) D = Permintaan tahunan barang persediaan dalam unit S = Biaya pemasangan atau pemesanan setiap pesanan H = Biaya penahan atau penyimpanan per unit per tahun Dengan menggunakan notasi diatas. sedangkan biaya yang bersifat fixed seperti biaya pembelian tidak akan mempengaruhi hasil optimal yang diperoleh sehingga tidak perlu diperhitungkan. Tidak terjadi kehabisan stok. Biaya yang terjadi hanya biaya set up atau pemesanan diketahui dan bersifat konstan. Model persediaan untuk Permintaan Independen A. maka penentuan rumus EOQ adalah: 2. Tidak ada diskon. Mengembangkan persamaan untuk biaya penahanan atau penyimpanan c. d.Kadang-kadang biaya ini disebut juga biaya kesempatan (opportunity cost) Ada perbedaan pengertian antara biaya persediaan aktual yang dihitung secara akuntansi dengan biaya persediaan yang digunakan dalam menentukan kebijaksanaan persediaan. Mudah digunakan akan tetapi didasarkan pada beberapa asumsi : a. yang mana dalam model ini produk diproduksi dan dijual pada saat yang bersamaan. Dengan asumsi seperti tersebut diatas. Meski demikian ada saat-saat tertentu dimana sebuah perusahaan dapat menerima persediaanya sepanjang periode. maka tahapan untuk mencari jumlah pemesanan yang menyebabkan biaya minimal adalah sebagai berikut: a. Biaya persediaan yang diperhitungkan dalam penentuan kebijaksanaan persediaan yang diperhitungkan dalam penentuan kebijaksanaan persediaan hanyalah biaya-biaya yang bersifat variabel (incremental cost). diketahui dan konstan. EOQ MODEL Model ini marupakan salah satu teknik pengendalian persediaan paling tua dan paling terkenal. Mengembangkan pesamaan untuk biaya pemasangan atau pemesanan. Lead time yaitu waktu antara pemesanan dan penerimaan.

semakin banyak jumlah yang dibeli akan mendapatkan potongan harga semakin besar. Dengan demikian perusahaan yang membutuhkan bahan baku akan menghadapi penawaran dari benyak pemasok yang biasanya dalam paket paket tertentu dimana harga per unit produk yang ditawarkan bervariasi sesuai potongan harga yang diberikan.3. banyak perusahaan menawarkan potongan harga kepada para pelanggannya. QUANTITY DISCOUNT MODEL Untuk meningkatkan penjualan. Menghadapi hal yang demikian maka agar supaya perusahaan tidak terkecoh dalam memilih paket mana yang paling optimal biayanya maka konsep persediaan dengan qualtity discount perlu dipelajari. Dalam menentukan pilihan mana yang paling tepat adalah mempertimbangkan biaya persediaan total yang paling kecil diantara alternatif yang ada.S + QH/2 + PD dimana: Q = Jumlah unit yang dipesan D = Permintaan tahunan dalam satuan S = Biaya Pemesanan per pesanan P = Harga per unit H = Biaya Penyimpanan per unit per tahun Untuk memperjelas akan diberikan contoh berikut : MK-MO/2011/DAN#2 92 . Biaya Persediaan total = Biaya + Biaya + Biaya Pemesanan Penyimpanan Produk = D/Q .

karena komponen semuanya bersifat dependen. Karen ahal ini MK-MO/2011/DAN#2 93 . rencana keuangan.Jadwal utama yang dapat diwujudkan dalam (1) Produk akhir yang proses produksinya. MPS (Master Production Schedule). Oleh karenanya bila manajemen telah membuat peramalan tentang permintaan barang jad. Persyaratan agar Model Persediaan Dependen efektif Model Inventory Dependen atau lebih dikenal dengan MRP akan menjadi efektif. kapabilitas rekayasa.BAB XI MATERIAL REQUIREMENT PLANNING DAN JUST IN TIME Material Requiremet Planning A. biasanya dinamakan daftar pilih. bagi produsen mobil permintaan ban mobil dan radiator tergantung produksi mobil itu sendiri. MODEL PERSEDIAAN DEPENDEN Permintaan dependen berarti permintaan suatu produk berkaitan dengan permintaan untuk produk lainnya. . (2) Pesanan konsumen dalam perusahaan yang menggunakan job shop dan (3) Modul dalam perusahaan yang proses produksinya berulang. biasanaya subsub perakitan yang hanya ada untuk sementara waktu. Bill Of Material digunakan dengan cara ini. Misalnya. fluktuasi persediaan. b. berapa stok yang ada ? Berbagai pengetahuan mengenai apa yang ada dalam persediaan merupakan hasil dari manajemen persediaan yang baik. c. 2. dan bahan baku yang diperlukan untuk membuat suatu produk. dan dapat dipakai sebagai daftar bahan yang harus dikeluarkan untuk karyawan produksi atau perakitan. untuk membuat suatu produk jadwal harus mengikuti rencana produksi yang telah ditentukan untuk semua output dalam suatu satuan waktu tertentu. Permintaan untuk produk bersifat dependen terjadi bila hubungan antarproduk dapat ditentukan. Adapun jenis BOM adalah: .Modular Bills yaitu bill o f material yang dapat diatur di seputar modul produk. . maka jumlah yang diperlukan akan setiap komponen dapat dihitung. Tehnik Permintaan Dependen Apabila dalam permintaan independen digunakan model persediaan seperti konsep EOQ (Economic Order Quantity). kinerja pemasok dan pertimbangan lainnya. tapi juga berguna untuk pembebanan biaya. pengertiannya adalah pembuatan jadwal secara terperinci tentang apa material atau komponen apa yang harus tersedia. permintaan konsumen. BOM (Bill Of Material). Bill untuk perencanaan diciptakan agar dapat menugaskan induk buatan kepada bill of materialnya. adalah sebuah daftar jumlah komponen. berupa .Planning Bills dan Phanton Bills. Ketersediaan Persediaan . 1. yang didalamnya sudah termasuk variasi input. maka dalam permintaan dependen menggunakan teknik yang dikenal dengan MRP (Material Requirement Planning). modul merupakan komponen yang dapat diproduksi dan dirakit menjadi satu unit produk.Low-level coding atas suatu bahan dalam bill of material diperlukan apabila ada produk yang serupa supaya dapat membedakannya diberikan kode. mensyaratkan manajer operasi harus mengetahui: a. Sedangkan Phantom Bill adalah bill of material untuk komponen. campuran bahan. POQ (Production Order Quantity) dan Quantity Discount. Bill Of Material tidak hanya menspesifikasikan produksi.

MANAJEMEN MRP Rencana kebutuhan bahan baku bersifat tidak statis. MANFAAT MRP Permintaan dependen membuat penjadwalan dan perencanaan persediaan menjadi kompleks. rencana penerimaan yang merupakan bagian rencana pemesanan perusahaan dalam system MRP dikomunikasikan melalui perakitan untuk tujuan produksi secara berurutan. jadwal dan proses produksi. Tingkat persediaan menururn tanpa menguranipelayana kepada konsumen. pergerakan persediaan di pabrik berdasarkan JIT. maka system MRP berubahyaitu pada saat perubahan terhadap MPS (Master Production Schedule). tersedia dua alat yaitu: Pagar waktu (Time fences) dan Pegging. e. D.sangat diperlukan dalam system MRP sehingga akurasinya sangat menentukan keberhasilan MRP. Tanggapan yang lebih cepatterhadap perubahan dan pergeseran pasar. Oleh karena itu konsekuensinya karyawan di bagian operasional diharapkan dapat mengurangi ervousness dengan mengevaluasi kebutuhan dan pengaruh perubahan sebelum membatalkan permintaan ke bagian lain. Oleh karena iru manajemen harus menentukan kapan produk diperlukan. STUKTUR MRP Kebanyakan system MRP terkomputerisasi. Peningkatan pelayanan dan kepuasan konsumen. produksi dan perakitan. 4. Tanpa menghiraukan penyebab perubahan. Pada saat pesanan pembelian dibuat. paket MRP dikurangi misalnya yang semula mingguan menjadi harian atau jam-jaman. model MRP dapat dimanipulasi untuk merefleksikan perubahan yang terjadi sehingga jadwal dapat diperbaharui. 2. Lead times. Beberapa manfaat MRP adalah: 1. d. Paket dalam hal ini diartikan sebagai unit waktu dalam system MRP. Perubahan seringkali terjadi secara berkala yang biasa disebut system nervousness yang dapat menimbulkan bencana di bagian pembelian dan produksi. Untuk membatasi system nervousness. • Tahap ketiga. 2. sedangkan JIT dapat dinyatakan sebagai cara menggerakkan bahan baku secara cepat. analisisnya bersifat langsung dan serupa antara system terkomputerisasi satu dengan lainnya. MK-MO/2011/DAN#2 94 . 3. berapa lama waktu untuk mendapatkan komponen. sekaligus menguntungkan. Perencanaan dan penjadwalan persediaan yang lebih baik. MRP dan JIT MRP dapat dinyatakan sebagai teknik perencanaan dan penjadwalan. catatan mengenai pesanan-pesanan itu dan tanggal pengiriman terjadwal harus tersedia di bagian produksi sehingga pelaksanaan MRP dapat efektif. Order pembelian yang sudah jatuh waktu. MRP Dinamis Jika terjadi perubahan bill of material dengan cara merubah rancangan. sehingga dapat menentukan waktu pembelian. Karena system MRP semakin terintegrasi dengan konsep JIT maka dibahas dua hal yaitu: 1. B. C. Kedua konsep tersebut dapat diintegrasikan secara efektif dengan melalui: • Tahap pertama. 5. Peningkatan pemanfaatan fasilitas dan tenaga kerja. • Tahap kedua.

Pelaporannya disebut Load Report yang menggambarkan persyaratan sumber daya dalam pusat kerja untuk semua pekerjaan yang berjalan yang dialamatkan pada pusat kerja. rutin.dan dapat pula untuk menentukan biaya. EOQ (Economic Order Quantity) Seperti model yang digunakan dalam persediaan independent. • Tahap terakhir menggunakan back flush yang berarti menggunakan bill ogf material untuk mengurangi persediaan. persediaan rendah dan permintaan dependen. Wagner-Whitin Algorith Merupakan tehnik penghitungan yang mengasumsikan horizon waktu yang finite yang pada akhirnya ada penambahan net requirement untuk mencapai strategi pemesanan. Penerimaan produk ini menurunkan jumlah yang dibutuhakan untuk rencana pemesanan selanjutnya pada system MRP. D. jadwal produksi induk dan rencana produksi sehingga perencanaan dapat di jadga validitasnya untuk sepanjang waktu. Penggabungan MRP dan JIT menghasilkan jadwal utama yang baik dan gambaran kebutuhan yang akurat dari system MRP dan penurunan persediaan barang dalam proses. Cara ini menggunakan informasi tambahan dengan mengubah ukuran lot agar tercermin 4. Meski demikian. Akan tetapi apabila biaya pemesanan nya signifikan atau manajemen tidak dapat menerapkan falsafah JIT maka lot standar bisa jadi merupakan teknih yang berbiaya banyak. Berikut kita bahas beberapa teknik penentuan ukuran lot yaitu: 1. E. maka cara ini lebih disukai apabila permintaannya relative independent dan konstan. penggunaan system MRP dengan paket kecil saja sudah bisa sangat efektifdalam mengurangi persediaan. pada bagian ini akan dibahas secara singkat tiga pengembangan tersebet. yaitu: 1. tanpa persediaan pengaman tanpa antisipasi pesanan mendatang berikutya. Konsep Capacity Planning merupakan pengembangan close95 • MK-MO/2011/DAN#2 . 2. Capacity Planning Dengan mengacu pada pengertian Close-loop MRP. TEHNIK LOT SIZING Tujuan dari sistem MRP adalah menghasilkan unit unit pada saat dibutuhkan. setelah produksi selesai. dipindahkan ke persediaan seperti biasa.Tahap keempat. PERLUASAN MRP Akhir-akhir ini telah banyak terjadi pengembangan konsep MRP. Close loop MRP Adalah sebuah system yang memeberikan umpan balik pada perencanaan kapasitas. berdasarkan pada penyelesaian produksi suatu produk. Prosedur demikian konsisten dengan asas ukuran lot yang kecil. Lot for lot Penentuan lot ini digunakan untuk memproduksi sejumlah yang diperlukan. Part Period Balancing Merupakan pendekatan yang lebih dimanis dalam menyeimbangkan biaya pemasangan dan penahanan. 2. 3. umpan balik tentang beban kerja diperoleh dari tiap pusat kerja.

loop MRP dimana perencana produksi menjalankan pekerjaan diantara periode waktu dalam pesanan secara beban yang halus (smooth) atau pada akhirnya membawanya dalam kapasitas. 3. MRP II Adalah suatu system yang mengikuti, dengan MRP pada tempatnya, yang mana data persediaan dapat ditambahkan oleh variabel sumber daya lainnya, dalam kasus ini MRP menjadi material resource planning (perencanaan sumber daya material). F. MRP DI BIDANG JASA Dalam sektor jasa banyalk permintaan yang bersifat dependen dimana permintaan tersebut merupakan diturunkan dari permintaan jasa lainnya. Contoh usaha restoran, permintaan akan bahan makanan seperti sayuran, bumbu, dan bahan lainnya, tergantung dari besarnya permintaan akan makanan yang dipesan oleh konsumen restoran tersebut. Demikian pula MRP juga dapat diterapkan di sektor jasa yang lain seperti rumah sakit, yang material seperti obat-obatan, peralatan dan lainnya tergantiung dari pasien yang dating dan ditangani pihak rumah sakit. G. DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING Apabila teknik dependen digunakan dalam suplly chain \, maka kita mengenal Distribution Resource Planning. Pengertian DRP adalah Rencana penambahan stok secara fase waktu untuk semua tingkat jaringan distribusi. Prosedur DRP harus dapat dimengerti katrena analog dengan MRP, sehingga harus mengikuti: 1. Gross requirement, dimana sama dengan permintaan yang diekspektasi atau peramalan penjualan. 2. Tingkat minimum persediaan menyesuaikan tingkat pelayanan. 3. Lead time nya akurat. 4. Definisi struktur distribusi. DRP mendorong persediaan melalui system, yang mana dorongan tersebut dilakukan oleh order tingkat atas atau ritel. Alokasi dibuat tingkat atas dari ketersediaan persediaan dan produksi setelah disesuaikan dengan pengiriman yang ekonomis. Tujuan DRP adalah penambahan kecil dan sering dalam batasan pesanan dan pesanan yang ekonomis. H. ENTERPRISE RESOURCE PLANNING Merupakan system informasi untuk mengidentifikasi dan merencanakan sisi sumber daya yang dibutuhkan perusahaan untuk digunakan, dibuat, dikirim dan dihitung bagi keperluan pesanan konsumen. Tujuan dari system ERP adalah untuk koordinasi bisnis perusahaan secara kesaluruhan. ERP merupakan software yang ada dalam perusahaan untuk: 1. Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis. 2. Membagi data base yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise. 3. Menghasilkan informasi yang real time.

MK-MO/2011/DAN#2

96

Just In Time (JIT) dan Lean Production Systems A. JUST IN TIME (JIT) Merupakan falsafah pemecahan masalah yang berkelanjutan dan memang harus dihadapi yang dapat menyebabkan sesuatu terbuang percuma. Karena banyak manfaat dari JIT maka konsep ini sangayt penting untuk dipelajari. Yang dilakukan dalam JIT adalah pengurangan kesia-siaan dan pengurangan variabilitas. 1. Pengurangan Kesia-siaan Kesia-siaan dalam proses produksi barang maupun jasa adalah pemberian penjelasan mengenai sesuatu yang tidak menambah nilai produk, baik yang disimpan, diperiksa, terlambah diproduksi, mengantre maupun yang rusak. Lebih jauh lagi, setiap kegiatan yang menurut konsumen tidak menambah nilai produk merupakan suatu kesia-siaan. JIT mempercepat proses produksi sehingga memungkinkan penghantaran produk kepada konsumen lebih cepat dan persediaan dalam prosespun menurun jumlahnya, sehingga memungkinkan pemanfaatan yang lebih produktif pada asset yang sebelumnya disimpan dalam persediaan. 2. Pengurangan Variabilitas Menurut konsep JIT, untuk menjalankan pergerakan bahan baku maka manajer mengurangi variabilitas yang disebabkan faktor internal maupun eksternal. Variabilitas adalah setiap penyimpangan dari proses optimal yang mengantarkan produk sempurna tepat waktu setiap saat. Semakin kecil variabilitas semakin kecil pula kesia-siaan yang terjadi. Kebanyakan, terjadinya variabilitas timbul karena perusahaan mentolerir kesia-siaan, atau karena manajemen yang jelek, yang diantaranya dapat dirinci sebagai berikut: a. Karyawan, fasilitas dan pemasok memproduksi unit-unit produk yang tidak sesuai dengan standar, terlambat atau jumlah tidak sesuai. b. Engineering drawing atau spesifikasi tidak akurat. c. Bagian produksi mencoba memproduksi sebelum spesifikasi lengkap. d. Permintaan konsumen tidak diketahui. Walaupun ada beberapa penyebab variabilitas, seringkali variabilitas tidak terlihat karena persediaan menyembunyikan masalah. Oleh karena itu konsep JIT diperlukan. Oleh karena itu konsep yang mendasari JIT adalah system “tarik” yaitu memproduksi satu unit lalu ditarik ke tempat yang memerlukannya pada saat diperlukan. Banyak perusahaan masih menggerakkan bahan baku melalui fasilitas dengan cara “dorong” yaitu pesanan ditumpuk di departemen pemrosesan agar dapat dikerjakan pada setiap ada kesempatan. Jadi bahan baku didorong ke stasiun kerja hulu tanpa memandang persediaan sumber daya. Sistem tarik dan dorong merupakan antitesis dari konsep JIT. B. KONTRIBUSI JIT PADA KEUNGGULAN KOMPETITIF Dengan menggunakan konsep JIT, diharapkan akan dapat menunjang tercapainya keunggulan kompetitif sehingga perusahaan dapat tangguh dalam persaingannya di pasar dan kelangsungan hidup perusahaan dapat terjamin. Berikut merupakan ilustrasi dari penjelasan tersebut: Konsep JIT menunjang Keunggulan Kompetitif dengan hasil : 1. Penguranagn antrean dan keterlambatan, sehingga proses produksi semakin cepat, asset bisa digunakan lebih produktif, perusahaan dapat memenangkan pesanan.

MK-MO/2011/DAN#2

97

2. Peningkatan mutu sehingga kesia-siaan berkurang dan dapat memenangkan pesanan. 3. Penurunan biaya sehingga laba meningkat atau harga jual bisa diturunkan. 4. Pengurangan variabilitas di tempat kerja sehingga kesia-siaan berkurang dan memenangkan pesanan. 5. Pengurangan kegiatan pengerjaan ulang sehingga memenangkan persaingan Yang diharapkan akan terjadi: Tanggapan terhadap konsumen lebih cepat, biaya lebih rendah mutu lebih tinggi dan ini merupakan keunggulan kompetitif. C. FAKTOR KUNCI SUKSES DALAM JUST IN TIME Dengan memperhatikan ilustrasi berupa penjelasan konsep JIT menunjang tercapainya Keunggulan kompetitif maka dapat disimpulkan bahwa ada tujuh faktor kesuksesan JIT yaitu: 1. Suppliers Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: a. Kedatangan material dan produk akhir termasuk kesia-siaan. b. Pembeli dan pemasok membentuk kemitraan. c. Kemitraan JIT mengeliminir: - Kegiatan yang tidak penting. - Persediaan dalam perjalanan. - Pemasok yang jelek 2. Layout Tata letak memungkinkan pengurangan kesia-siaan yang lain, yaitu pergerakan. Misalnya pergerakan bahan baku maupun manusia menjadi fleksibel. JIT mempersyaratkan: a. Sel kerja untuk product family. b. Pergerakan atau perubahan mesin. c. Jarak yang pendek. d. Tempat yang kecil untuk persediaan. e. Pengiriman langsung ke area kerja. 3. Inventory Persediaan dalam system produksi dan distribusi sering dadakan untuk berjaga-jaga. Tehnik persediaan yang efektif memerlukan Just In Time bukan Just In Case. Persediaan Just In Time merupakan persediaan minimal yang diperlukan untuk mempertahankan operasi system yang sempurna yaitu jumlah yang tepat tiba pada saat yang diperlukan bukan sebelum atau sesudah. 4. Schedulling Jadwal yang efektif dikomunikasikan di dalam organisasi dan kepada pemasok, maka akan sangat mendukung penerapan JIT. Penjadwalan yang lebih baik juga meningkatkan kemampuan untuk memenuhi pesanan konsumen., menurunkan persediaan dan mengurangi barang dalam proses. JIT mensyaratkan: a. Mengkomunikasikan penjadwakan kepada supplier. b. Jadwal bertingkat. c. Menekankan bagian dari skedul paling dekat dengan jatuh tempo. d. lot kecil. e. Tehnik Kanban.

MK-MO/2011/DAN#2

98

7. 2. Employee Empowerment Karyawan yang diberdayakan dapat terlibat dalam isu-isu operasi harian yang merupakan falsafah JIT. Melalui penjadwalan yang rumit karyawan di konter tiket tepat waktu manakala konsumen memerlukannya. Preventive Maintenance Pemeliharaan dilakukan dalam rangka untuk menjaga hal-hal yang diinginkan supaya tidak terjadi atau tindakan pencegahan. Tata Letak Tata letak menciptakan perbedaan pengambilan koper maskapai penerbangan dimana konsumen mengharapkan koper-kopernya didapat tepat pada waktunya. D. Misalnya dengan cara pemeliharaan rutin pada fasilitas yang digunaka. Pemasok Misalnya usaha restoran sangat berhubungan dengan pemasok bahan makanan dan minuman yang mereka butuhkan. JUST IN TIME DI SEKTOR JASA Dalam bagian ini tenik JIT yang diterapkan pada sektor jasa meliputi berbagai hal diantaranya: 1. Permintaan dipenuhi bukan dengan persediaan produk terwujud tetapi dengan karyawan maskapai penerbangan itu sendiri. (lihat konsep pada bab tentang sumber daya manusia yang berorientasi pada kualitas). Dapat dilakukan dengan pelatihan silang maupun job enrichment. MK-MO/2011/DAN#2 99 . sehingga jadwal merupakan sesuatu yang penting sekali.Persediaan Setiap pialang saham mengarahkan persediaan mendekati nol karena transaksi jual atau beli yang tidak dijalankan tidak dapat diterima oleh para klien. JIT juga membatasi jumlah sumber kesalahan potensial. 4. Pelayanan jasa diberikan dengan dasar JIT. b. 6. Mutu yang baik berarti lebih sedikit cadangan sehingga JIT labih mudah diterapkan. 3. JIT meningkatkan mutu dengan mengurangi antrean dan waktu antara. Kualitas Hubungan JIT dengan Mutu adallah kuat sekali. karena berhubungan dalam tiga hal yaitu: a. pengerjaan ulang. investasi persediaan menurun. c. JIT mengurangi biaya perolehan mutu yang baik karena biaya produk sisa. Pemberdayaan karyawan mengikuti nasehat manajemen bahwa tidak ada orang yang lebih tahu mengenai suatu pekerjaan selain karyawan pelaksana pekerjaan itu sendiri. maupun pelatihan karyawan secara terus-menerus agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.5. Jadwal Di konter tiket maskapai penerbangan focus system JIT adalah permintaan konsumen.

rumah sakit. Penjadwalan akan berimplikasi pada banyak hal diantaranya: 1. Pada penggunaan asset yang dimiliki peruasahaan menjadi efektif sehingga investasi yang ditanamkan perusahaan akan memberikan hasil yang optimal. STRATEGI AGRREGAT PLANNING Perencanaan agregat merupakan bagian dari system perencanaan produksi yang lebih besar. persediaan jumlah tenaga kerja dan input produksi yang saling berkaitan. kebutuhan tanaga kerja. 2. C. Oleh karenanya perencanaan Agregat termasuk dalam rencana jangka menengah. 3.Perencanaan ini diantaranya bisa diterapkan untuk perusahaan manufaktur. sehingga para pelaksana mengetahui kapan waktu harus memulai suatu pekerjaan dan kapan waktu mengakhirinya. waktu lembur. sehingga pemahaman mengenai keterkaitan antara rencana dan beberapa faktor internal dan eksternal merupakan sesuatu yang berguna. PROSES PERENCANAAN Perencanaan Agregat atau juga dikenal dengan Penjadwalan agregat menyangkut jumlah ana kapan produksi akan dilangsungkan dalam waktu dekat. maka rencana agregat berarti menggabungkan sumber daya-sumber daya yang sesuai ke dalam istilah-istilah yang lebih umum dan menyeluruh. sub kontrak dan semua variabel yang dapat dikendalikan perusahaan. PERILAKU AGREGAT PLANNING Seperti yang telah diisyaratkan dengan istilah “agregat”. B. maka perencana harus memilih tingkat output untuk fasilitas selama tiga sampai delapan belas bulan ke depan. Oleh karena itu pemahaman mengenai konsep penjadwalan sangat penting. akademi serta. Keputusan Penjadwalan menyangkut perumusan rencana bulanan dan kuartalan yang mengutamakan masalah mencocokkan produktifitas dengan permintaan yang fluktuatif. seringkali tiga sampai 18 bulan kedapan. Manajer operasi berupaya menentukan cara terbaik untuk memenuhi ramalan permintaan dengan menyesuaikan tingkat produksi. serta kapasitas fasilitas. Pada akhirnya akan lebih cepat pengiriman produk kepada konsumen yang berarti keunggulan kompetitif bagi perusahaan dalam pelayanan yang cepat dapat tercapai. Perencaan Agregat (Aggregat Planning) A. MK-MO/2011/DAN#2 100 . Dengan adanya ramalan permintaan.BAB XII PENJADWALAN Pelaksanakan pekerjaan secara efektif dan efisien agar tujuan tercapai adalah yang diinginkan oleh semua manajemen perusahaan. persediaan. Tujuan dalam topik ioni adalah menjelaskan keputusan perencanaan agregat agar cocok dengan seluruh proses perencanaan kesaluruhan dan menjelaskan beberapa teknik yan digunakan manajer dalam mengembangkan rencana.. Kapasitas yang akan digunakan akan lebih terukur sehingga jumlah output dapat dipastikan dan pelayanan kepada konsumen dapat lebih baik dari sebelumnya. pernerbit buku.

c. 1. jadwal produksi utama yang dihasilkan memberikan input untuk system MRP yang mengutamakan mengenai perolehan atau produksi komponen-komponen yang diperlukan Lihat bab tentang MRP). 2. Pilihan campuran. Apakah perlu mengubah harga atau faktor lain untuk mempengaruhi permintaan? Dari pertanyaan tersebut diatas. dan tiga pilihan permintaan dimana perusahaan berupaya mempengaruhi pola permintaan lewat ketiga pilihan permintaan. c. Mempekerjakan tenaga kjerja paruh waktu. 3. • Level Strategy yaitu memelihara output yang konstan. b. Apakah persediaan digunakan untuk menyerap perubahan selama periode permintaan ? 2. d. Tingkat Persediaan yang berubah-ubah. Produk mix antar musim. Mengubah jumlah tanaga kerja dengan cara mempekerjakan pekerja atau memberhentikan pekerja. Mempengaruhi permintaan dengan berbagai kebijakan di manajemen pemasaran.Di lingkungan perusahaan manufaktur. menggambarkan strategi perencanaan apa yang sebaiknya dibuat perusahaan. Merupakan kombinasi ombinasi antara Pilihan Kapasitas dan Pilihan Permintaan yang disebut sebagai strategi campuran dan seringkali cara ini lebih berhasil. Dengan mempertimbangkan pilihan-pilihan tersebut maka perusahaan dapat menetapkan Strategi: • Chase Strategy yaitu menetapkan produksi sama dengan permintaan. Apakah perlu penggunaan tenagakerja paruh waktu atau waktu lembur dan waktu kosong untuk menghadapi fluktuasi ? 4. Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh manajer opearasi dalam merumuskan rencana agregat yaitu: 1. tingkat produksi dan jumlah tenaga kerja tatap pada periode horizon perencanaan. e. b. Sebelum membahas tentang strategi maka ada lima jenis pilihan kapasitas karena pilihan ini tidak mengubah permintaan tetapi menyerap fluktuasi permintaan. Mengubah tingkat produksi melalui waktu lembur dan waktu kosong. Sub kontrak digunakan. Pilihan Kapasitas Pilihan kapasitas (pasokan) mendasar yang dapat dipilih perusahaan adalah sebagai berikut: a. Apakah perubahan akan diakomodasikan dengan cara mengubah jumlah tenaga kerja? 3. Apakah perlu menggunakan sub kontraktor untuk antisipasi pesanan yang fluktuatif sehingga dapat mempertahankan jumlah tenaga kerja yang stabil ? 5. MK-MO/2011/DAN#2 101 . Pesanan cadangan dalam memenuhi permintaan pada periode permintaan tinggi. Jadwal kerja yang mendetil untuk tenaga kerja dan penjadwalan berprioritas untuk produk dihasilkan sebagai tahapan terakhir system perencanaan produksi. Pilihan Permintaan Pilihan permintaan yang mendasar adalah sebagai berikut: a.

maka rencana agregat dapat dirumuskan dalam format program linear. 2. PHK. Pendekatan simulasi ini menggunakan prosedur pencarian kombinasi nilai yang biayanya minimal untuk ukuran jumlah tenaga kerja dan tingkat produksi. MK-MO/2011/DAN#2 102 . diantaranya: 1. 3. b.C Vergin. sehingga dapat digunakan sebagai dasar menetapkan keputusan di masa depan. d. Kembangkan rencana alternative dan amati biaya totalnya. Metode Pembuatan grafis dan diagram Metode ini sangat sering dipakai karena mudah dipahami. Pendekatan yang digunakan adalah “ trial and error “ yang tidak menjamin terciptanya rencana produksi yang optimal. c. biaya rekrutmen dan biaya pemberhentian karyawan serta biaya penahanan persediaan. 5. tatapi penghitungan yang dibutuhkan hanya sedikit dan dapat dilakukan oleh staf yang paling dasar pekerjaannya. Tahapan dalam metode ini adalah: 1. lembur. Tentukan permintaan pada tiap periode.H Bowman yang membangun suatu model keputusan formal di seputar pengalaman dan kinerja manajer.D. Tentukan berapa kapasitas pada waktu biasa. Model ini meminimisasi biaya total dari biaya gaji. Pertimbangkan kebijakan perusahaan yang dapat diterapkan pada para pekerja dan tingkatan persediaan. METODE PERENCANAAN AGREGAT Ada beberapa tehnik yang digunakan manajer operasi untuk mengembangkan rencana agregat yang lebih bermanfaat dan lebih tepat. Pada dasarnya. Simulasi Suatu model computer yang dinamakan “ Penjadwalan lewat simulasi” yang dikembangakan tahun 1966 di R. Metode Transportasi Dalam Program Linear Jika masalah perencanaan agregat dipandang sebagai masalah alokasi kapasitas operasi untuk memenuhi permintaan yang diperkirakan. Management Coefficient Model Dikembangkan oleh E. Teori yang mendasari adalah pengalaman masa lalu manajer cukup baik. rencana rencana dengan grafis dan diagram ini menangani variabel sedikit demi sedikit agar perencana dapat membandingkan proyeksi permintaan dengan kapasitas yang ada. Pendekatan Matematis Dalam Perencanaan Beberapa pendekatan matematis terhadap perencanaan agregat telah banyak dikembangkan diantaranya: a. 2. waktu lembur. rekrutmen. dan persediaan melalui serangkaian kurva biaya kuadrat. Tentukan biaya tenaga kerja. 4. dan tindakan subkontrak untuk tiap periode. Linear Decision Rule Merupakan model perenxcanaan agregat yang berupaya untuk mengoptimalkan tingkat produksi dan tingkat jumlah tenaga kerja sepanjang periode tertentu. Teknik ini menggunakan analisa regresi terhadap keputusan produksi yang diambil manajer di masa lalu.

Fleksibilitas keahlianpekerja kerorangan yang memungkinkan relokasi tenaga kerja yang ada.Jumlah penerbangan di setiap rute. usaha angkutan.jumlah penerbangan masuk dan keluar di setiap pusat. penerapannya lebih mudah daripada di perusahaan manufaktur. tetapi bukan pada berapa mobil yang berserk A. Jadi berupa jumlah keseluruhan output yang dihasilkan tiap periode tertentu bukan berdasarkan tipe. c. b.Jumlah penumpang yang harus dilayani di setiap penerbangan. PERENCANAAN AGREGAT DI SEKTOR JASA Pada kenyataan sektor jas seperti bank. 4. . Restoran Pada jasa ini volume produknya tinggi maka diarahkan pada: . Fleksibilitas keahlian pekerja peerorangan pada tingkat output atau jam kerja untuk memenuhi permintaan yang sudah diperkirakan. DISAGREGASI Output dari proses perencanaan agregat biasanya berupa jadwal produksi untuk pengelompokkan produk berdasarkan “famili”. Industri Penerbangan Perencanaan agregat mancakup jadwal atau table atas: . Beberapa bentuk sumber tanag kerj apanggilan yang dapatditambahkan atau dihilangkan untuk memenuhi permintaan yang tak terduga.usaha mengelola permintaan untuk menjaga agar peralatan dan pekerja tetap bekerja. Rumah sakit Masalah yang dihadapi adalah alokasi uang.Jumlah awak pesawat dan awak di darat yang dibutuhkan pada setiap pusat dan bandara. berseri B maupun berseri C. percetakan. Misalnya untuk produsen mobil. Sedangkan proses pemisahan rencana agregat menjadi rencana yang lebih rinci disebut agregasi.E. Pengendalian Biayanya meluputi: 1. yang mana pertanyaan atas perencanaan agregat vs perencanaan independent di setiap badan usaha menjadi sebuah MK-MO/2011/DAN#2 103 .penentuan ukuran jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan . perlengkapan untuk memenuhi permintaan pasien atas pelayanan jasa rumah sakit yang bersangkutan. restoran cepat saji. F. . Pengendalian biaya tenaga kerja di perusahaan jasa merupakan sesuatu yang penting. Penerapan Perencanaan Agregat disektor jasa diantaranya pada: a. Pengendalian yang ketat atas jam kerja di perusahaan jasa dapat dipastikan menghasilkan tanggapan cepat terhadap respon konsumen. output memberikan informasi mengenai berapa mobil yang harus diproduksi . 2. Rantai Perusahaan Kecil Nasional Contohnya adalah jasa foto copy. pusat computer. d. 3. .pemulusan tingkat produksi . staf. Disagregasi mengahsilakan jadwal produksi utama/induk (MPS) lihat konsep MRP).

Tahap-tahap dalam pekerjaan kemudian dijadwal pada suatu waktu. perusahaan dapat menggunakan asetnya dan menghasilkan kapasitas investasi yang lebih besar dan sebaliknya mengurangi biaya. PENTINGNYA STRATEGI PENJADWALAN JANGKA PENDEK Penjadwalan jangka pendek sangat penting sekali bagi perusahaan karena : 1. memeberikan output yang volumenya tinggi namun tidak berwujud. Dengan penjadwalan yang efektif. restoran untuk makan malam.perhatian. bahan baku dan fasilitas. transportasi. masalah mutu seringkalo membuat penjadwalan semakin kompleks. rekreasi. Dengan mengurangi lead time untuk tiap item akan didapatkan waktu awal. Penjadwalan dimulai dengan perencanaan kapasitas yang meliputi fasilitas dan penguasaan terhadap mesin. Jasa lain-lain. Penjadwalan Ke depan dan ke belakang Penjadwalan ke depan memulai skedul /jadwal segera setelah persyaratan diketahui. perusahaan permesinan. komunikasi. Pekerjaan dilaksanakan atas pesanan konsumen dan sesegera mungkin dilakukan pengiriman. MK-MO/2011/DAN#2 104 . Penjadwalan menambah kapasitasdan fleksibilitas yang terkait dan memberikan waktu pengiriman yang lebih cepat dan dengan demikian pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih baika. klinik. Pendekatan ini menguntungkan karena mengurangi biaya pembelian dan periklanan dan membantu arus kas di lokasi yang independent. BAHASAN PENJADWALAN Penjadwalan berkaitan dengan waktu operasi. Seperti jasa keuangan. sehingga perlu pemikiran khusus. Penjadwalan Jangka Pendek (Short-Term Schedulling) A. B. Penjadwalan ke belakang dimulai dengan tanggal jatuh tempo. Dengan menggunakan konsep penjadwalan jangka pendek maka keunggulan kompetitif dengan pengiriman dapat diabdalkan. 3. Banyak digunakan di perusahaan manufaktur dan juga jasa seperti katering. Hal-hal tehnis seperti kerusakan mesin. rencana jangka menengah ke dalam urutan pekerjaan. kemudian jadwal induk membagi rencana kasar dan membuat jadwal keseluruhan untuk output. Banyak digunakan pada rumah sakit. penugasan khusus terhadap karyawan. Penjadwalan jangka pendek menerjemahkan keputusan kapasitas. 2. Dirancang untuk menghasilkan jadwal yang bisa diselesaikan meski tidak berarti memenuhi tanggal jatuh temponya. e. dibalik. Output dan pembelian dapat direncanakan secara terpusat apabila permintaan dapat dipengaruhi melalui promosi khusus. Untuk jasa semacam ini lebih utama pada perencanaan persyaratan sumber daya manusia (lihat bab tentang sumber daya manusia) dan pengelolaan permintaan. Berbagai isu yang berkitan dengan penjadwalan diantaranya: 1. menjadwal operasi finsal dahulu.

2. Oleh karena itu system ini harus: 1. Diagram ini dikembangkan oleh Henry L Gantt pada akhir tahun 1800. waktu proses. 5. Penjadwalan Kriteria Proses Tehnik penjadwalan yang benar tergantung pada volume pesana. Menjadwal pesanan yang akan dating tanpa mengganggu kendala kapasitas pusat kerja individu. Oleh karenanya ada empet criteria yaitu: a. Sehingga pendekatan penjadwalan harus jelas mudah dimengerti dan dilaksanakan fleksibel dan realistic. Memaksimalkan utilitas dengan menetapkan persentase watu fasilitas digunakan. b. Sistem penjadwalan baik yang manual maupun otomatis perlu data yang akurat dan relevan sehingga membutuhkan data base dengan file perencanaan dan pengendalian. Diagram ini membantu menggambarkan penggunaan sumber daya seperti pusat pekerjaan dan lembur. ciri operasi dan seluruh kompleksitas pekerjaan. File master induk pusat kerja D. Diagram Gantt merupakan alat Bantu visual yang sangat berguna dalam pembebanan dan penjadwalan. urutan proses. Pendekatan yang digunakan dalam pembebanan adalah Diagram Gantt/ Gantt Chart. Pembebanan berarti penugasan pekerjaan untuk dilaksanakan atau pusat pengolahan atau pusat pemrosesan. Contoh MK-MO/2011/DAN#2 105 . Tiga file perencanaan yaitu: a. waktu menganggur atau waktu penyelesaian harus dijaga agar tetap minimum. PEMBEBANAN PEKERJAAN DI PUSAT PEKERJAAN. File master barang b. Mengecek ketersediaan alat dan bahan baku sebelum memberikan pesana ke suatu departemen. 6. Manajer operasi menugaskan pekerjaan untuk dilaksanakan sehingga biaya. 3. Mengecek barang dalam proses pada saat pekerjaan bergerak menuju perusahaan. Meminimalkan waktu tunggu konsumen dengan menetapkan rat-rata keterlambatan. Empat k riteria ini digunakan dalam industri untuk mengevaluasi kinerja penjadwalan. PROSES PENJADWALAN BERFOKUS PADA PUSAT KERJA Fasilitas ini berfokus pada proses atau dikenal juga dengan fasilitas terputus-putus atau Job Shop yaitu tingginya variasi yang dihasilkan. Menyediakan statistic efisiensi pekerjaan dan memonitor waktu operator untuk analisis distribusi tenaga kerja. Memberikan feedback pada aktifitas produksi. 2. Membuat tanggal jatuh tempo untuk tiap pekerjaan dan mengecek kemajuan nya. volume rendah dan biasanya diterapkan pada manufaktur maupun jasa. Meminimalkan waktu penyelesaian dengan cara menetapkan rata-rata waktu penyelesaian. Sistem ini dibuat berdasarkan pesanan dan biasanya berbeda dalam bahan baku. c. dan set up. Karemna perbedaan ini maka penjadwalan menjadi kompleks. gajui dan upah. Meminimalkan persediaan barang dalam proses dengan menetapkan rata-rata jumlah pekerjaan dalam system. C. 4. File routing c. d. Pusat pembebanan dibagi menjadi dua bentuk yaitu orientasi pada kapasitas dan dikaitkan ke penugasan tugas tertentu ke pusat pekerjaan.

C yang mana penjadwalan nya saling terkait waktunya. Pekerjaan A dan B dimulai bersamaan yaitu pada hari ke 1. Pekerjaan A berakhir pada hari ke 5. B.Perusahaan X menggunakan diagram Gantt untuk menunjukkan penjadwalan tiga macam pesanan yaitu pekerjaan A. MK-MO/2011/DAN#2 106 . pekerjaan B pada hari ke 4 sedangkan pekerjaan C mulai hari ke tiga sampai hari ke 6.

Pembagian informasi 2. Dengan demikian baik maintenance maupun reliabilitas adalah dua hal yang saling terkait dantidak dapat dipisahkan. Reliabilitas merupakan probabilitas bahwa suatu bagain dari mesin atau produk akan berfungsi sebagaimana mestinya untuk waktu dan kondisis tertentu. Dalam topik ini juga akan dibahas mengenai manajemen proyek yang mana suatu proyek dengan proyek yang lain mempunyai keunikan tersendiri sehingga dalam melakukan manajemen proyek perlu suatu organisasi proyek. PENTINGNYA STRATEGI PEMELIHARAAN Tujuan pemeliharaan adalah untuk memelihara kemampuan system dan mengendalikan biaya sehingga system harus dirancang dan dipelihara untuk mencapai standar mutu dan kinerja yang diharapkan. Pemeliharaan dan Reliabilitas A. Tujuan pemeliharaan adalah untuk menjaga agar system yang ada dapat berjalan sebagaimana mestinya dan juga untuk dapat mengendalikan biaya baik untuk pencegahan maupun perbaikan jika terjadi kerusakan. Karena fasilitas yang dimiliki harus dijaga agar dapat digunakan secara kelancaran sehingga proses operasional tidak terganggu. Pelatihan keahlian 3. Monitor dan sesuaikan 3. Pembagian kekuasaan Prosedur karyawan: 1. Perbaikan ringan 4. Keterlibatan karyawan: 1.Dalam melaksanakan manajemen proyek perlu perencanaan.BAB XIII PEMELIHARAAN DAN RELIABILITAS SERTA KONSEP MANAJEMEN PROYEK Maintenace dan reliabilitas merupakan kegiatan yang cukuppenting dilakukan dalam manajemen operasional. penjadwalan dan pengendalian. Pemeliharaan meliputi segala aktifitas yang terlibat dalam penjagaan peralatan system dalam aturan kerja. Yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek sampai ke pelaporan proyek adalah manajer proyek. Catatan terkomputerisasi MK-MO/2011/DAN#2 107 . Sistem imbalan Hasil: 4. Bersihkan dan lumasi 2.

Teknik ini memback up komponen dengan komponen tambahan. Manajer operasi perlu mempertimbangkan keseimbangan antara pemeliharaan pencegahan dan pemeliharaan pemogokan Karen aberdampak pada persediaan. atau dapat dinotasikan sebagai: Rs = R1 x R2 x R3 x … x Rn R1 = reliabilitas komponen 1 R2 = reliabilitas komponen2 Rs = Reliabilitas keseluruhan 2.B. Pemeliharaan Pemogokan (Breakdown Maintenance) Adalah perbaikan secara remedial ketika terjadi peralatan yang rusak dan kemudian harus diperbaiki atas dasar prioritas atau kondisi darurat. Kerusakan terjadi pada tingkat yang berbeda-beda selam umur produk. Akan tetapi apabila satu komponenrusak akan berakibat pada yang lain maka harus diperhatikan hasilnya yang dapat dirumuskan: MK-MO/2011/DAN#2 108 . oleh karena itu perlunya manajemen membangun system pemeliharaan yang meliputi seleksi personel dan pelatihan. RELIABILITAS Adalah suatu probabilitas dimana bagian mesin atau produk akan berfungsi sesuai dengan spesifikasi waktu dan kondisi yang telah ditentukan. maka barangkali perlu membiarkan prose situ mogok baru diperbaiki. 1. B. Pemeliharaan Pencegahan (Preventif Maintenance) Melibatkan pelaksanaan pemeriksaan rutin dan sevis yang menjaga fasilitas dalam kondisi yang baik. Tujuan pemeliharaan pencegahan untuk membangun system yang mengetahui kerusakan potensial dan membuat pergantian atau perbaikan yang akan mencegah kerusakan. KATEGORI PEMELIHARAAN Konsep pemeliharaan dibagi menjadi dua kategori yaitu pemeliharaan pencegahan dan pemeliharaan pemogokan. Apabila biaya pemeliharaan lebih mahal daripada biaya reparasi ketika proses tersebut mogok. Harus dicatat bahwa infant mortality banyak disebabkan karena penggunaan yang tidak wajar. Konsep ini dikenal sebagai pemakaian unit secara parallel dan meriupakan taktik standar operasi manajemen. Tingkat kerusakan yang tinggi disebut Kehancuran sebelum waktunya (infant mortality) terjadi pada awal mulai produksi di banyak perusahaan terutama perusahaan elektronik. Perbaikan komponen individual Karena kesalahan sering terjadi di dunia yang nyata. Pemeliharaan pencegahan berarti dapat menentukan kapan suatu peralatan perlu diservis atau direparasi. Pemeliharaan Pencegahan jauh lebih besar dartipada sekedar menjaga mesin dan fasilitas tetap berjalan. Taktik yang digunakan dalam reliabilitas adalah: 1. uang. Sehingga Reliabilitas keseluhan merupakan hasil kali dari semua reliabilitas komponenya. serta tenaga kerja. 2. Konsep ini juga melibatkan perancangan system manusia dan teknik yang menjaga proses produktif tetap bekerja dalam toleransi nya. pengertian akurasi dari masing-masing komponen yang mendukung suatu fasilitas yang digunakan adalah sesuatu yang penting daklam konsep reliabilitas. Memperbaiki Redundancy Redundancy adalah penggunaan komponen secara parallel untuk meningkatkan reliabilitas. Akan tetapi perlu diperttimbangkan akibat pemogokan secara penuh karena akan mengganggu proses secara keseluruhan. Penekanannya adalah pada pemahaman bahwa proses dan membiarkannya bekerja tanpa gangguan.

Memperbesar atau memperbaikai fasilitas dapat dilakukan dengan dengan meletakhkan system pengembalian dalam operasi yang lebih cepat. Manajemen dapat mensimulasikan permasalahan tersebut. maka simulasi computer marupakan alat yang bagus untuk mengevaluasi dampak berbagai kebijakan. sehingga servis dan pemeliharaan termasuk sebagai biaya. dan mudah dipelihara. Kemampuan menetapkan rencana reparasi dan prioritas. 2. Contohnya personel operasi dapat ditambah staf melalui penentuan trade off antara biaya penghentian mesin dan biaya penambahan tanaga kerja. Pelatihan personel secara baik 2.(Probabilitas kerja komponen 1 ) + { (probabilitas kerja komponen 2) x (probalititas kebutuhan komponen 2)} C. 6. Menekankan Total biaya kepemilikan ketika pembelian mesin dilakukan. MK-MO/2011/DAN#2 109 . Fasilitas pemeliharaan yang baik maliputi : 1. 4. mudah dioperasikan. Expert System Manajer operasi dapat menggunakan expert system seperti program computer untuk membantu sataf dalam mengisolasi dan memperbaiki variasi kesalahan dan kerusakan mesin serta peralatan.TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE Merupakan kombinasi TQM (Total Quality Management) dengan pangdangan strategik tentang pemeliharaan dari desain proses dan peralaytan ke pemeliharaan pencegahan. 3. D.Simulasi Karena kompleksitas dari beberapa keputusan pemeliharaan. Kemampuan dan memiliki otoritas merencanakan material. Dalam konsep ini melibatkan pengurangan variabilitas melalui pelibatan tenaga kerja dan pelaporan catatan pemeliharaan dan juga meliputi: 1. banyak perusahaan mencoba meningkatkan kapabilitasnya. Model simulasi fisik juag dapat digunakan secara penuh. Kemampuan mengidentifikasi penyebab pemogokan. Tersedia sumber dayanya 3. Mengembangkan rencana pemeliharaan pencegahan yang memanfaatkan praktek terbaik dari operator dan departemen pemeliharaan serta depot servis. Contohnya Du Pont menggunakan expert system untuk memonitor peralatan dan melatih personel untuk melakukan perbaikan. 4. PENINGKATAN KAPABILITAS REPARASI Karena pemeliharaan preventif dan reliabilitas jarang yang sempurna. 5. Melatih personel untuk mengoperasikan dan memelihara mesin yang dimiliki. Kemampuan mendisain cara untuk perluasan MBTF. 2. E. 1. Disain mesin yang reliable. TEKNIK UNTUK MENETAPKAN KEBIJAKAN PEMELIHARAAN Ada dua teknik yang bermanfaat dan efektif untuk pemeliharaan yaitu simulasi dan expert system.

Pekerjaan terdiri dari tugas yang kompleks dan saling berhubungan serta memerlukan ketrampilan khusus. 2. 3. menggeser atau mengelola ulang sehingga tepat waktu dan biaya. 3. 4.PENGERTIAN PROYEK DAN TAHAPAN DALAM MANAJEMEN PROYEK Proyek dapat diartikan sebagai sederetan aktifitas yang diarahkan pada suatu hasil diman ajangka waktu penyelesaiannya ditentukan. Untuk saat sekarang sudah banyak software yang dapat digunakan diantaranya Windows XP. Perencanaan (Planning) Mencakup penetapan sasaran. MK-MO/2011/DAN#2 110 . Mengidentifikasikan hubungan yang harus didahulukan di antara kegiatan. Seluruh kegiatan yang diperlukan diselesaikan dalam urutan yang tepat dan waktu yang tepat. Pendekatan yang dapat digunakan diantaranya adalah Diagram Gantt (lihat topik tentang Short Term Schedulling). Pekerjaaan unik atau tidak biasa dalam organisasi yang ada. C. biaya. Menunjukkan hubungan tiap kegiatan lainnya dan terhadap keseluruhan proyek. Penjadwalan proyek membantu dalam bidang: 1. 2. Proyek bersifat sementara tetapi penting bagi organisasi 5. seperti yang terjadi di beberapa perusahaan besar. Tenaga kerja yang ditugaskan dalam proyek mendapat motivasi arahan dan informasi yang diperlukan dalam pekerjaan mereka. 2. maka dilakukan pemecahan proyek menjadi bagian-bagian yang dapat dikelola dengan baik yang disebut WBS (Work Breakdown Structure). Setelah tujuan proyek ditetapkan. Maka organisasi akan bekerja secara baik apabila: 1. ubah rencan. Pengendalian (Controlling) Pengawasan sumber daya . Proyek selesai sesuai budget 3. PERENCANAAN PROYEK Untuk mengerjakan beberapa proyek sekaligus. Penjadwalan (Schedulling) Menghubungkan antara tenaga kerja. pendefinisian proyek dan organisasi tim. 2. Menunjukkan perkiraan biaya dan waktu yang realistis untuk tiap kegiatan. Proyek meliputi hamper semua lini organisasi. sehingga untuk menanganinya perlu dibentuk suatu organisasi proyek. kualitas dan budget. Suatu proyek dengan proyek yang lain mempunyai keunikan masing-masing. Proyek memenuhi sasaran kualitas. 3. Organisasi proyek dipimpin oleh seorang manajer proyek yang mengkoordinasikan kegiatan proyek dengan departemen lain maupun membuat laporan kepada manajemen puncak. Ada tiga tahap yang harus dilakukan dalam manajemen proyek yaitu: 1. B. 4. uang. bahan yang digunakan dalam proyek. jika perlu merevisi. Pekerjaan dapat didefinisikan dengan sasaran dan target waktu khusus.PENJADWALAN PROYEK Penjadwalan proyek meliputi urutan dan membagi waktu untuk seluruh kegiatan proyek.Konsep Manajemen Proyek A. maka cara yang efektif untuk menugaskan tenaga kerja dan sumber daya secara fisik adalah melalui organisasi proyek. Tanggung jawab manajer proyek adalah memastikan 1.

Kebutuhan penyusunan network ini diperlukan untuk melakukan koordinasi dan pengurutan kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan dan saling ketergantungan satu sama lain. MacProject. Visischedule. Pertmaster. kualitas dan budget.PENGENDALIAN PROYEK Pengendalian proyek melibatkan pengawasan ketat pada sumber daya. yang digunakan untuk perusahaan pesawat terbang Lockheed. ANALISIS NETWORK/ TEKNIK MANAJEMEN PROYEK: PERT DAN CPM Konsep network disusun pertama kali oleh perusahaan jasa konsultan manajemen Boaz. D. Cara penjadwalan proyek yang lain adalah PERT dan CPM. sedangkan nama lain ialah CPM. biaya. Timeline. dimana penyelesiannya memerlukan periode waktu. MS Project. Activity : Kegiatan yang merupakan suatu pekerjaan/tugas. yang akan dibahas pada sub topik berikutnya. E. Allen & Hamilton.4. Untuk saat ini telah banyak software yang dapat dipergunakan diantaranya Primavera. Nama prosedur ini disebut PERT. 111 MK-MO/2011/DAN#2 . Pengendalian juga berarti penggunaan loop umpan balik untuk merevisis rencana proyek dan pengaturan sumber daya kemana diperlukan. CPM disusun oleh Du Pont Company tanpa meniru PERT. uang dan sumber daya lainnya dengan cara hal-hal kritis pada proyek. Simbolnya berupa anak panah  2. Membantu penggunaan tenaga kerja. Events : Kejadian yang merupakan awal atau akhir dari suatu kegiatan simbolnya berupa lingkaran  Kegiatan Dari Kegiatan Ke Kegiatan Hari 1 2 1 2 3 2 2 6 4 3 4 1 4 5 1 5 9 1 6 7 3 7 8 2 8 9 1 9 10 1 EN EF T LS T EN = Event Number = Nomor kejadian EFT = Earliest Finish Time = Waktu penyelesaian tercepat (waktu penyelesaian paling cepat) LST = Latest Start Time = Waktu terlambat yang harus dimulai (waktu paling lambat harus dimulainya kejadian tersebut). Hal-hal yang harus diperhatikan : 1. biaya serta fasilitas. sehingga dapat diperoleh efisiensi kerja. Hal ini dilakukan agar perencanaan dan pengawasan semua kegiatan dapat dilakukan secara sistematis.

Kasus : Penyelesaian Produk “X” No Pekerjaan 1. hari dicarikan 4. Menerima/tidak jika ada suatu order dengan mengetahui jumlah hari. Masukan Material A 3. Mengecat B 7. Memberikan bantuan dalam komunikasi antar departemen. C E D. Masukan Material B 4. F G Waktu Normal/ hari 0 10 20 30 20 40 20 10 (190 Hari) MK-MO/2011/DAN#2 112 . Mengetahui ketergantungan setiap kegiatan 5. Finishing Simbol A B C D E F G H Pekerjaan yang Mendahului A A B B. Memasang A & B 8. 2. Jalur yang memiliki kelonggaran. artinya setiap suatu kegiatan selesai maka kegiatan yang lain harus segera dimulai (inilah yang disebut jarlur kritis). Mulai 2. Proses Material B 6. EFT ≠ LST : Selalu terdapat kelonggaran/tenggat waktu.3 3 8 4 4 9 5 5 10 9 11 11 0 12 12 1 0 2 1 1 6 5 5 1 8 8 8 10 10 EFT = LST : Berarti jelur tersebut tidak ada kelonggaran waktu. Jalur yang tidak memiliki kelonggaran yang harus diperhatikan 3. Proses Material A 5. terdapat pengangguran kapasitas (idle capacity) Manfaat : 1.

lebih sedikit. Apakah sumber daya cukupagar proyek tepat waktu ? 8. yang tidak boleh ditunda (kegiatan kritis) ? 3. Pada suatu waktu tertentu apakah uang yang dibelanjakan sama. Pada suatu waktu tertentu. atau lebih besar ? 7. A – B – D – G – H 0 + 10 + 30 + 20 + 0 = 60 hari 2. Penyelenggaraan proyek secara keseluruhan dapat dikerjakan secara cepat apabila pekerjaan-pekerjaan yang menjadi bagian jalur kritis dapat dipercepat penyelesaiannya. Mana kegiatan yang tidak kritis ? 4. Kapan proyek selesai ? 2. Penundaan pekerjaan pada jalur kritis dapat menyebabkan tertundanya penyelesaian proyek secara keseluruhan. Berapa probabilitas selesai sesuai jadwal ? 6. Mana tugas yang penting. 3. sehingga jalur ini dengan jalur kritis (critical path). A – C – E – F – G – H 0 + 20 + 20 + 40 + 20 + 0 = 100 hari Jadi ACEFGH merupakan jalur paling panjang. 2. A – B – E – F – G – H 0 + 10 + 20 + 40 + 20 + 0 = 90 hari 3. Meskipun jalur kritis ini ialah waktu terlama tetapi tetap lebih cepat apabila dibandingkan dengan dikerjakan masing-masing kegiatan satu per satu (140 hari). Beberapa hal yang harus diperhatikan: 1. apakah masih tetepa dalam jadwal.1. Jika ingin selesai lebih cepat. A – C – D – G – H 0 + 20 + 30 + 20 + 0 = 70 hari 4. terlambat atau lebih cepat ? 5. Kelonggaran waktu (slack) terdapat pada pekerjaan yang tidak berada pada jalur kritis sehingga dapat dilakukan realokasi TK dari pekerjaan-pekerjaan yang berada pada bagian jalur kritis. B 10 30 30 D 50 50 10 A 0 10 G 90 70 10 20 20 C 20 H 100 80 20 E 40 40 F 80 20 Dengan menggunakan PERT dan CPM maka dapat membantu pertanyaan seperti: 1. artinya jalur kritis membutuhkan wkatu 100 hari yang berarti pula penyelesaian pekerjaan selama 100 hari. mana jalan terbaik dengan biaya minimal ? MK-MO/2011/DAN#2 113 .