1

DAFTAR ISI TENTIR MINGGU PERTAMA
K-2 K-3 K-4 K-5 K-6 k-7 K-8 K-9 K-10 K-11 k-13 K-14 ANEMIA DEFISIENSI BESI HEMOGLOBINOPATI ANEMIA PENYAKIT KRONIK ANEMIA HEMOLITIK ANEMIA MAKROSITIK PANSITOPENIA INFEKSI PARASIT PEMERIKSAAN DARAH RUTIN OBAT ANTI ANEMIA PRINSIP TRANSFUSI DARAH TES HEMOSTASIS PLATELET DISORDER

Siklus Besi Pertukaran besi dalam tubuh merupakan lingkaran tertutup yang diatur oleh besarnya besi yang diserap usus, sedangkan kehilangan besi fisiologis bersifat tetap. Besi yang diserap usus setiap hari berkisar antara 1-2 mg, ekskresi besi terjadi dalam jumlah yang sama melalui deskuamasi sel epitel usus. Besi dari usus dalam bentuk transferin akan bergabung dengan besi yang dimobilisasi dari makrofag dalam sumsum tulang sebesar 22 mg untuk dapat memenuhi kebutuhan eritropoiesis sebanyak 24 mg per hari. Eritrosit yang beredar secara efektif di sirkulasi membutuhkan 17 mg besi, sedangkan besi sebesar 7 mg akan dikembalikan di makrofag karena terjadinya eritropoiesis non efektif (hemolisis intramedular). Besi yang terdapat pada eritrosit yang beredar juga akan dikembalikan ke makrofag setelah mengalami proses penuaan, yaitu sebesar 17 mg. Absorpsi Besi Tubuh mendapatkan masukan besi yang berasal dari makanan. Untuk memasukkan besi dari usus ke dalam tubuh diperlukan proses absorpsi. Absorpsi besi paling banyak terjadi pada bagian proksimal duodenum. Proses absorpsi besi dibagi menjadi 3 fase : 1. Fase luminal  besi pada makanan diolah di lambung lalu siap diserap di duodenum. 2. Fase mukosal  proses penyerapan dalam mukosa usus yang merupakan proses aktif.

K-2: ANEMIA DEFISIENSI BESI Oleh: Prof. dr. Rahajuningsih D Setiabudy, SpPK(K) METABOLISME BESI Besi merupakan trace element vital yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan hemoglobin, mioglobin dan berbagai enzim. Dalam berbagai jaringan dalam tubuh, besi dapat berupa: senyawa besi fungsional, besi cadangan, dan besi transport. Besi dalam tubuh tidak pernah terdapat dalam bentuk logam bebas, tetapi selalu berikatan dengan protein tertentu. Dalam keadaan normal, seorang laki-laki dewasa mempunyai kandungan besi 50 mg/kgBB, sedangkan perempuan dewasa adalah 35 mg/kgBB. Besi dapat berfungsi sebagai donor elektron maupun akseptor. Jika besi terdapat di dalam sel, maka dapat mengkatalisis reaksi H2O2 menjadi radikal bebas. Distribusi besi dalam Tubuh pada laki-laki dengan berat 70 kg Protein Hemoglobin Mioglobin Lokasi Sel darah merah Otot Kandungan besi (mg) 3000 400 50 5 100-1000

Sitokrom dan protein FeSeluruh jaringan S Plasma dan cairan Transferin ekstravaskular Ferritin dan hemosiderin Hati, limpa, sumsum tulang

2

3.

Fase korporeal  meliputi proses transportasi besi dalam sirkulasi, utilisasi besi oleh sel-sel yang memerlukan, dan penyimpanan besi oleh tubuh. Pengaturannya sebagai berikut: Protein DMT-1 (divalent metal transporter) mengangkut besi melalui tepi brush border mikrovilus duodenum di apeks vilus. Keluarnya besi dari sel diatur oleh ferroportin. Protein hemokromatosis HFE diekspresikan pada permukaan basolateral sel kriptus dan berikatan dengan reseptor transferin yang merupakan tempat untuk mengatur uptake besi ke dalam sel dari darah porta. Pada keadaan normal besi dimasukkan ke dalam enterosit kriptus dari transferin, dan pasokan besi yang cukup menghasilkan ekspresi DMT-1 dan ferroportin yang fisiologis. Pada defisiensi besi, terjadi penurunan pengangkutan besi ke enterosit yang menyebabkan peningkatan ekspresi DMT-1 dan mungkin juga ferroportin. Akibatnya, absorpsi dan transfer besi ke plasma portal meningkat. Besi dalam makanan terdapat dalam 2 bentuk, yaitu: Besi heme: terdapat dalam daging dan ikan, tingkat absorpsi tinggi, bioavailabilitas tinggi Besi bon-heme: berasal dari tumbuh-tumbuhan, tingkat absorpsinya rendah, bioavailabilitasnya rendah. Yang menjadi bahan pemicu absorpsi besi adalah meat factors dan vitamin C, sedangkan yang ternasuk bahan penghambat adalah tanah dan serat. Dalam lambung karena pengaruh asam lambung, maka besi dilepaskan dari ikatannya dengan senyawa lain. Kemudian terjadi reduksi dari besi bentuk feri yang siap diserap. Dengan demikian HCl lambung meningkatkan penyerapan besi. Cadangan besi ada dalam 2 bentuk, yaitu ferritin yang ada di seluruh jaringan, serta hemosiderin yang hanya ada di sumsum tulang. Hepsidin Hepsidin merupakan pengatur besi dalam tubuh, di mana molekul ini akan meningkat saat terjadi inflamasi melalui pelepasan IL-6 dari makrofag. Adanya hepsidin menyebabkan menurunnya pelepasan besi dari makrofag. Hepsidin pada enterosit dapat menghambat kerja ferroportin, sehingga absorbsi besi untuk dibawa ke hati berkurang.

dewasa normal juga mengandung 2 hemoglobin lain dalam jumlah kecil, yaitu HbF dan HbA2. HbF mengandung rantai α dan y, sedangkan HbA2 mengandung rantai α dan δ. Keduanya juga mempunyai rantai β. Sintesis heme terutama terjadi di mitokondria melalui suatu rangkaian reaksi biokimia yang bermula dengan kondensasi glisin dan suksinil koenzim A oleh kerja enzim kunci yang bersifat membatasi kecepatan reaksi yaitu asam δaminolevulinat (ALA) sintase. Piridoksal fosfat (vitamin B6) adalah suatu koenzin untuk reaksi ini, yang dirangsang oleh eritropoietin. Akhirnya protoporfirin 2+ bergabung dengan besi dalam bentuk fero (Fe ) untuk membentuk heme, masingmasing molekul heme bergabung dnegan satu rantai globik yang dibuat pada poliribosom. (gambar bisa dilihat di slide ^^) ANEMIA DEFISIENSI BESI Anemia ini merupakan bentuk anemia yang paling prevalens, termasuk anemia defisiensi nutrisi. Pada anak-anak usia 1-2 tahun terjadi anemia bentuk ini hingga 47%. Kriteria Anemia menurut WHO Kelompok Kriteria Anemia (Hb) Laki-laki dewasa < 14 g/dl Wanita dewasa tidak hamil < 12 g/dl Wanita hamil < 11 g/dl Di Indonesia memakai kriteria Hb < 10 g/dl sebagai awal dari anemia. Klasifikasi derajat defisiensi besi Deplesi besi : cadangan besi menurun tetapi penyediaan besi untuk eritropoiesis belum terganggu. 2. Eritropoiesis defisiensi besi: cadangan besi kosong, penyediaan besi untuk eritopoiesis terganggu, tetapi belum timbul anemia secara laboratorik. 3. Anemia defisiensi besi: cadangan besi kosong disertai anemia defisiensi besi. 1. Etiologi Keseimbangan besi negatif 1. Kehilangan besi sebagai akibat perdarahan menahun dapat berasal dari: 1. Saluran cerna: akibat dari tukak peptik, pemakaian salisilat atau NSAID, kanker lambung, kanker kolon, divertikulosis, hemoroid, dan infeksi cacing tambang 2. Saluran genitalia perempuan: menorrhagia atau metrorhagia 3. Saluran kemih: hematuria 4. Saluran napas: hemoptoe 5. Gangguan absorpsi besi: gastrektomi, tropical sprue atau kolitis kronik.

Sintesis Hemoglobin Fungsi utama eritrosit adalah membawa O2 ke jaringan dan mengembalikan karbondioksida (CO2) dari jaringan ke paru. Untuk menjalankan fungsi ini, eritrosit mengandung protein khusus,yaitu hemoglobin (Hb). Tiap eritrosit mengandung ±640 juta molekul Hb. Hb A adalah Hb dominan pada orang dewasa setelah usia 3-6 bulan. HbA terdiri atas 4 rantai polipeptida α2β2. Darah orang

3

6.

Faktor nutrisi: kurangnya jumlah besi total dalam makanan atau kualitas besi yang tidak baik (makanan banyak serat, rendah vitamin C, dan rendah daging) Peningkatan kebutuhan 7. Kebutuhan besi meningkat: seperti pada prematuritas, anak dalam masa pertumbuhan, masa menyusui, dan kehamilan *Besi yang dibutuhkan laki-laki dewasa sekitar 5-10 mg/hari, sedangkan pada wanita mencapai 7-20 mg/hari. Pada wanita hamil, kebutuhan dapat meningkat hingga 30 mg/hari. Patogenesis Perdarahan menahun menyebabkan kehilangan besi sehingga cadangan besi makin turun. Jika cadangan besi menurun, keadaan ini disebut iron depleted state atau negative iron balance. Keadaan ini ditandai oleh penurunan kadar ferritin serum, peningkatan absorpsi besi dalam usus, serta pengecatan besi dalam sumsum tulang negatif. Apabila kekurangan besi berlanjut terus maka cadangan besi menjadi kosong sama sekali, penyediaan besi untuk eritopoiesis berkurang sehingga menimbulkan gangguan pada bentuk eritrosit, tetapi anemia secara klinis belum terjadi, keadaan ini disebut sebagai: iron deficient erythropoiesis. Pada fase ini, kelainan pertama yang dijumpai adalah peningkatan kadar free protophorpyrin atau zinc protophorphyrin dalam eritrosit. Saturasi transferin menurun dan total iron binding capacity (TIBC) meningkat. Parameter yang sangat spesifik akhir-akhir ini adalah peningkatan reseptor tranferin dalam serum. Apabila jumlah besi menurun terus, maka eritropoiesis makin terganggu sehingga kadar hemoglobin mulai menurun, akibatnya timbul anemia hipokrom mikrositik yaitu anemia defisiensi besi. Selain itu, pada saat ini terjadi kekurangan besi pada epitel serta pada beberapa enzim yang menimbulkan gejala pada kuku, epitel mulut, dan faring. (Untuk tabel Stages of iron deficiency jangan lupa melihat slide ya…) Pengaruh Defisiensi Besi Selain Anemia 1. Sistem nuromuskular yang menimbulkan gangguan kapasitas kerja: defisiensi besi menimbulkan penurunan fungsi mioglobin, enzim sitokrom dan gliserofosfat oksidase, menyebabkan gangguan glikolisis  asam laktat menumpuk kelelahan otot 2. Gangguan terhadap fungsi mental dan kecerdasan: gangguan pada enzim aldehid oksidase serotonin menumpuk, enzim monoaminooksidase  penumpukan katekolamin dalam otak. 3. Gangguan imunitas dan ketahanan infeksi 4. Gangguan terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnya Gejala Umum 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Gejala berupa badan lemah, lesu, cepat lelah, mata berkunang-kunang, serta telinga mendenging. Pada anemia ini, penurunan kadar Hb terjadi secara perlahan-lahan. Anemia bersifat simtomatik jika kadar Hb turun di bawah 7 g/dL. Pada pemeriksaan fisik, pasien dijumpai pucat, terutama pada konjungtiva dan daerah bawah kuku. Gejala Khas Koilonychia: kuku sendok (spoon nail), kuku menjadi rapuh, bergaris-garis vertikal dan menjadi cekung sehingga mirip sendok Atrofi papil lidah: permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang Stomatitis angularis: radang pada sudut mulut sehingga tampak sebagai bercak berwarna pucat keputihan Disfagia: nyeri menelan karena kerusakan epitel hipofaring Atrofi mukosa gaster sehingga menimbulkan akhloridia Pica: keinginan memakan makanan yang tidak lazim, ex: tanah liat, es, lem, dll. Gejala Penyakit Dasar Pada anemia penyakit cacing tambang, dijumpai dyspepsia, parotis membengkak, dan kulit telapak tangan berwarna kuning seperti jerami. Pada anemia karena perdarahan kronik akibat kanker kolon dijumpai gejala gangguan kebiasaan buang air besar atau gejala lain tergantung lokasi kanker tersebut. Pemeriksaan Laboratorium 1. Kadar hemoglobin dan indeks eritrosit: MCV dan MCHC menurun, jika MCV < 70 fl, anisositosis (tanda awal defisiensi besi) peningkatannya ditandai oleh peningkatan RDW (red cell distribution width). Hapusan darah tepi menunjukkan anemia hipokromik mikrositer, anisosotosis, dan poikilositosis. Jika terjadi hipokrom dan mikrositik ekstrim, sel tampak seperti cincin (ring cell), atau memanjang seprti elips yang disebut sel pensil, dan kadang dijumpai sel target. 2. Leukosit dan trombosit normal. Trombosit dapat meningkat jika terjadi kehilangan darah yang kontinyu 3. Eosinofilia pada infeksi cacing tambang 4. Retikulosit normal atau sedikit meningkat 5. Kadar besi serum menurun < 50 µg/dl, TIBC meningkat > 350µg/dl, dan saturasi transferin < 15%. 6. Angka feritin serum < 20 mg/l 7. Protoforfirin bebas >100 mg/dl 8. Rasio reseptor transferin dengan log ferritin serum > 1,5 9. Pengecatan besi sumsum tulang negatif

3.4 +500 atau 100 mg Pengobatan lainMakanan tinggi protein terutama dari hewan. Koilonychia hilang dalam 3-6 bulan. terapi harus dilakukan paling tidak 12 bulan agar tidak hanya kebutuhan zat besi yang tercukupi. dapat dilakukan terapi pemberian besi secara berkelanjutan. b. iron sorbitol citric acid. Pemeriksaan lain untuk mengetahui penyebab anemia defisiensi besi pemeriksaan feses untuk cacing tambang. tetapi juga cadangan besinya terisi. ferrous fumarat. mual. penyerapan besi terganggu.dan sinkop. mencapai puncak pada hari ke-10 dan normal lagi setelah hari ke 14. maka prognosisnya baik. Lidah kembali normal dalam 3 bulan. gangguan pencernaan yang kambuh apabila diberikan besi. dan defisiensi besi fungsional relatif akibat pemberian eritropoietin pada anemia gagal ginjal kronik atau anemia penyakit infeksi kronik. ferrous lactate. 4. atau d. Diagnosis 1. c. serta konstipasi. Dosis pemeliharaan 100-200 mg. Ukuran metarubrisit yang kecil dengan sitoplasma yang sedikit dan tepi yang iregular. 2. terjadi kehilangan darah banyak. Kriteria diagnosis anemia defisiensi besi: anemia hipokromik mikrositer pada hapusan darah tepi. nyeri perut.4 10. Jika terapi dihentikan setelah anemia membaik tetapi cadangan besi belum kembali maka dapat terjadi rekurensi anemia. flushing. Preparat oral diberikan pada saat lambung kosong tetapi pada intoleransi dapat diberikan pada saat makan atau setelah makan. kebutuhan besi besar dalam waktu pendek.dan ferrous succinate. Hb menjadi normal setelah 4-10 minggu. Anamnesis dan pemeriksaan fisik 2. endoskopi. 1. pemeriksaan darah samar. Diagnosis Banding Anemia defisiensi besi Derajat anemia Ringan-Berat MCV menurun MCH Menurun Besi serum Menurun<30 TIBC Meningkat > 360 Saturasi transferin Menurun < 15% Besi sumsum tulang Negatif Protoporfirin eritrosit Meningkat Feritin serum Menurun < 20µg/l Elektroforesis Hb N Anemia akibat Anemia penyakit kronik Sideroblastik Ringan Ringan-berat Menurun/N Menurun/N Menurun/N Menurun/N Menurun < 50 Normal/naik Menurun< 300 Normal/ menurun Menurun/N 10-20% Meningkat > 20% posotif Positif dengan ring sideroblast Meningkat Normal Normal 20-200µg/l Meningkat >50µg/l N N 1. atau iron ferric gluconate dan iron sucrose. Pengecatan sumsum tulang dengan biru prusian menunjukkan cadangan besi negatif. Terjadi hiperplasia eritroid. saturasi transferin <15% 2. Besi parenteral diberikan secara intramuskular atau intravena. 2. Ferritin serum < 20mg/l 3.15 g/hari atau 2 g/dl setelah 34 minggu. Dengan pemberian sulfat ferrous 3 x 200mg/hari selama 4 minggu disertai peningkatan kadar Hb>2g/dl. Respons terhadap terapi Seorang pasien memberikan respons baik jika retikulosit naik pada minggu pertama. muntah. Preparat lain yaitu: ferrous gluconate. Preparat yang tersedia yaitu iron dextran complex yang mengandung 50 mg besi/ml. Dosis yang diberikan yaitu (dalam mg) = (15-Hb sekarang) x BB x 2. flebitis. kepatuhan terhadap obat yang rendah. . muntah. Dua dari tiga parameter ini: besi serum <50 mg/dl. Efek samping yang dapat timbul yaitu reaksi anafilaksis (jarang). Efek samping yang timbul yaitu gangguan gastrointestinal seperti mual. Terapi Besi Parenteral Terapi parenteral dilakukan jika: terjadi intoleransi terhadap pemberian besi oral. bahkan bisa sampai 12 bulan hingga kadar Hb normal untuk mengisi cadangan besi tubuh. TIBC >350 mg/dl. Untuk itulah. Terapi Terapi kausal: terapi terhadap penyebab perdarahan Pemberian preparat besi untuk mengganti kekurangan besi dalam tubuh Terapi Besi Oral Preparat yang tersedia ferrous sulfat dengan dosis 3 x 200mg. Pencegahan Pendidikan kesehatan Pemberantasan infeksi cacing tambang Suplementasi besi pada penduduk yang rentan (ibu hamil dan balita) Fortifikasi baham makanan dengan besi (mencampurkan bahan makanan dengan besi) Prognosis Ketika penyebab merupakan sesuatu yang tidak berat. diikuti kenaikan Hb 0. vitamin C: 3 x 100 mg/hari. 1. dan transfusi darah. sakit kepala.dan pemeriksaan lainnya. 4. atau MCV 80 fl dan MCHC < 31% dengan salah satu dari a. Pengobatan dilakukan 3-6 bulan.

1 dari ibu) ++ + 1. 300-400 ribu bayi thalassemik lahir per tahun Di Dunia: 1. beberapa tempat mencapai 10% 3. ThalassemiaSuatu penyakit genetic (kelainan gen tunggal. HbC. terbanyak di dunia) di mana sebagian/seluruh produksi hemoglobin normal terganggu karena defek sintesis satu atau lebih rantai globin. Thalassemia intermediagejala-gejala klinis lebih ringan. dll. Thalassemia alfa 2. 5. tidak memerlukan transfuse darah secara rutin (bila dibutuhkan saja) 3. 7% populasi dunia karier thalassemia 2. Homozigot thalasemiathalassemia mayor Homozigot normalnormal Heterozigotkarier Fenotip (secara klinis) 1. Epidemiologi: WHO 2001: 1. Thalassemia minor/traitasimtomatik Genotip: Thalassemia beta: (rantai globin beta dikode oleh 2 buah gen  1dari ayah.5-36% (thalassemia beta) Jenis-jenis Mutasi: 1. Yang penting yakni HbS. Empat sisi pengikat O2 Definisi: 4. dengan ikatan non-kovalen 2. sisanya HbF)) 0 sampai yang berat (beta tidak terbentuk HbA) . HemoglobinopatiHemoglobin abnormal (berbeda dengan hemoglobin normal pada struktur dan perilaku/fungsinya. yakni thalassemia beta dan alfa. Telah ditemukan 28 jenis pada thalassemia beta Penyakit thalassemia diturunkan berdasarkan hukum Mendel dengan sifat autosomal resesif. Terdapat dua tipe thalassemia.6-11% 4. Thalassemia beta3-5%.5 *Makasih ya Tia atas bantuannya Yang juga umum terjadi: Kombinasi thalassemia beta dan HbE K.Thalassemia dan Hemoglobinopati Pustika Amalia Wahidiyat Divisi Hemato-Onkologi RSCM Hemoglobin Hemoglobin ialah ikatan kompleks antara hem dan globin Hem ialah senyawa yang terdiri dari satu atom Fe di tengah kompleks porphyrin Globin ialah suatu protein yang terdiri dari rantai polipeptida Satu molekul hemoglobin terdiri dari: 1. Hemoglobin E1. HbE. Bergantung pada jenis mutasi. dari yang ringan (beta . Thalassemia mayormembutuhkan transfusi darah untuk kelangsungan kehidupan 2. Di Indonesia: Karier thalassemia: 2. HbO. Telah ditemukan 9 jenis pada thalassemia alfa (4 berupa delesi dan 5 nondelesi) 2. Hb Lepore. Empat rantai polipeptida (2 pasang). beta masih terbentuk HbA normal (sekitar 10-20% total hemoglobin. Terdapat 200 jenis mutasi thalassemia beta dan 100 jenis mutasi thalassemia alfa Distribusi Geografis Thalassemia Di Dunia: Indonesia termasuk salah satu negara pada thalassemia belt. Empat kompleks heme dengan ikatan Fe 3. Di Indonesia juga banyak terdapat HbE.

rantai globin alfa tidak memiliki teman untuk membentuk Hb normal (alfa2beta2).5x10 /L. Keadaan tersebut dikenal sebagai penyakit HbH karena Hemoglobin H (beta4) dapat terdeteksi pada sel-sel darah merah pasien dengan elektroforesis atau pada sediaan retikulosit. Rasio sintesis alfa/beta . mulai terjadi transisi jenis Hb. HbBarts (gamma4) dapat juga terdeteksi. Thalassemia alfa: Biasanya disebabkan oleh delesi gen. Delesi 3 buah gen menyebabkan anemia mikrositik hipokromik derajat sedang (Hb 7-11 g/dL.6 2. 3. Setiap negara mempunyai karakteristik genetik masing-masing dan mutasi genetik yang tersering. Produksi rantai gamma sedikit membantu menghilangkan kelebihan rantai alfa yang terjadi (rantai alfa dan rantai gamma membentuk HbF) dan membantu memperbaiki kondisi anemia. 2 dari ayah) 1. 2 rantai globin betaalfa2beta2) Pada darah orang dewasa normal. mild to severe anemia) dengan splenomegali. terutama terbentuk HbF (2 rantai globin alfa. beratnya gejala klinis dapat diklasifikasikan menurut jumlah gen yang inaktif atau hilang (mengalami delesi). rantai globin beta tidak terbentuk sama sekali atau dapat 0 + juga terbentuk (beta ). Penyakit HbH: terdapat 3 delesi gen pengkode rantai globin alfa. Komponen utama yakni HbA. Thalassemia alfa 2/status karier silent (asimtomatik): terdapat 1 delesi gen pengkode rantai globin alfa 2. Thalasemia alfa: (rantai alfa dikode oleh 4 buah gen2 dari ibu. Pada masa janin. Semakin besar jumlah kelebihan rantara alfa. splenomegali 4. Thalassemia alfa 1/karier thalassemia alfa: terdapat 2 delesi gen pengkode rantai globin alfa. Karena ratai alfa penting untuk pembentukan Hb pada kehidupan fetus dan dewasa. Hydrops foetalis/HbBarts (gamma4tedapat 4 delesi gen pengkode rantai globin alfa)mati dalam kandungan Situs-situs Eritropiesis selama perkembangan serta macam-macam rantai globin yang diproduksi pada setiap tahap perkembangan: Pada masa janin sampai 3 bulan setelah lahir. Akibatnya. delesi semua gen (4 buah) tidak kompatibel dengan kehidupan sehingga menyebabkan kematian dalam kandungan (hydrops foetalis). semakin berat anemia yang terjadi. 2 rantai globin gammaalfa2gamma2) Pada umur infan 3-6 bulan. Kelebihan rantai alfa berpresipitasi pada eritroblas dan pada sel-sel darah merah matur sehingga menyebabkan eritropoiesis inefektif yang berat serta hemolisi (yang khas pada penyakit ini). dari HbF menjadi HbA (2 rantai globin alfa. Trait thalassemia alfa disebabkan oleh hilangnya ½ gen dan biasanya tidak bergejala anemia walaupun MCV dan MCHnya rendah dan hitung eritrosit lebih 12 dari 5. tetapi dalam jumlah sedikit (beta ). komponen minornya yakni HbF dan HbA2 (alfa2delta2) Patofisiologi Thalassemia beta: Pada Thalassemia beta. klinisanemia hemolitik sedang. Elektroforesis Hb normal sehingga dibutuhkan studi sintesis rantai alfa/beta atau analisis DNA untuk menegakkan diagnosis. terdapat 3 jenis Hb. klinisanemia ringan 3. Karena secara normal terdapat 4 kopi gen rantai globin alfa. Hilangnya 4 buah/semua gen rantai alfa secara total mensupresi sintesis rantai alfa. Mutasi genetic spesifik (genotip) berhubungan dengan beratnya gejala klinis penyakit (fenotip).

Hb abnormal (HbE. Pada kehidupan infan. Perubahan tulang 5. Pembesaran hati dan limpa terjadi karena destruksi sel darah merah berlebihan. Studi molecularcara-cara terspesialisasi untuk mengkonfirmasi atau mendapatkan informasi spesifik mengenai diagnosis. hipokromik. tanpa transfuse yang adekuat. Tidak diberikannya terapi kelasi besi yang intensif menyebabkan kematian pada decade kedua atau ketiga kehidupan. 5.7 normal yakni 1:1. Hiperpigmentasi kulit 7. Pucat kronis 2. Complete Blood Count: Hb. dll) 3. menggunakan investigasi DNA. Ekspansi tulang disebabkan oleh hyperplasia sumsum yang intens sehingga mengakibatkan facies thalasemik (facies Cooley) serta penipisan korteks banyak tulang dengan kecenderungan fraktur dan penonjolan tengkorak (karena ekspansi sumsum tulang menuju korteks tulang) dengan penampakan hair on end pada foto polos. Komplikasi kelebihan besi yang paling sering menyebabkan kematian yakni tertumpuknya besi pada organ jantung. poikilositosis. Perubahan fasial (bentuk wajah) 6. Rasio tersebut menurun pada thalassemia alfa dan meningkat pada thalassemia beta. Absorpsi besi dari makanan juga meningkat pada thalassemia beta karena eritropoiesis inefektif dan kadar hepsidin serum yang rendah. 8. Riwayat keluarga (+) Fitur Klinis thalassemia beta mayor: 1. hemapoiesis ekstramedula. 7. MCHC menurun. Infeksi pnuemokokus. sel terfragmentasi. Hal itu lebih umum terjaid pada pasien diabetes dnegna abnormalitas endokrin dan dengan ekspansi sumsum tulang karena eritropoiesis inefektif. Osteoporosis dapat juga terjadi pada pasien yang diberikan transfuse yang cukup. Teman-teman dapat melihat table pada slide 24 mengenai perbandingan manifestasi klinis thalassemia beta mayor. . normoblas 2. diabetes mellitus. Diagnosis: 1. Infeksi dapta terjadi karena berbagai sebab. HbO. Pemeriksaan apus darah ditemukan sifat-sifat mikrositik. MCH. Setiap 500 mL darah yang ditransfusi mengandung kurang lebih 250 mg besi. Besi merusak hati dan organ-organ endokrin sehingga mengakibatkan gagalnya pertumbuhan. Diagnosis: 1. anisositosis. dan hipoparatiroidisme. anak anemic tersebut rentan terhadap infeksi bakteri. biasanya karena gagal jantungn kongestif atau aritmia. Hb Lepore. 4. dan pada tahap lanjut karena kelebihan besi di jaringan. dan minor. hipotiroidisme. Pada thalassemia alfa ditemukan Hb Bart’s 1. MCV. Pigmentasi kulit disebabkan oleh kelebihan melanin dan hemosiderin dan sudah terjadi pada stadium awal kelebihan besi 6. bahkan HIV. Pemeriksaan darah: 1. Jaundis 4. Analisis Hb: hanya untuk thalassemia beta. Jumlah HbF lebih dari normal (10-90%) 2. dan meningokokus cenderung terjadi setelah splenektomi dan bila anak tidak diberikan profilaksis penisilin. HbA2 dapat normal atau meningkat 3. pubertas yang tertunda atau bahkan tidak terjadi. Pasien dapat dipertahankan kehidupannya dengna transfuse darah tetapi kelebihan besi yang disebabkan oleh transfusi darah yang berulang-ulang tidak dapat dihindari keculai diberikan terapi kelasi (pengikat besi). Rt dan RDW meningkat 2. sel target. 3. intermedia. Transfusi darah juga dapat menyebarkan penyakit hepatitis C dan B. Besi merusak jantung. Haemophilus. Limpa yang besar meningkatkan kebutuhan akan darah karena limpa tersebut meningkatkan destruksi dan pooling (berkumpulnya) sel darah merah dan dengan meningkatkan ekspansi volume plasma. Anemia berat yang jelas pada 3-6 bulan setelah kelahiran karena transisi HbF menjadi HbA 2. Organomegali/splenomegali 3.

Bosan dan lelah akan terapi medis yang diberikan 3. 2. Digunakan ketika 1. Nutrisidiupayakan mengurangi absorpsi besi dari makanan 1. hipotiroidisme. daging unggas. Mungkin malu/aib memiliki anak thalassemia 2. ikan 4. Vitamin C. diabetes. Oral: Deferiprone 3x/hari atau Deferasiroks dosis tunggal 3. gagal jantung. hipoparatiroidisme. Transplantasi sumsum tulang 2. Makanan yang menurunkan absorpsi besi non daging (nonheme): sereal. 5-7 kali/minggu 2. Jumlah transfusi darah yang terus bertambah >200-220 mL/kg/tahun 3. 4. produk susu 2. Pasien 1. the. Chemotherapeutic agents : Hydroxy urea Terapi gen masih dalam tahap penelitian . hanya digunakan bersamaan dengan deferoksamin (DFO) 4. Kadar feritin >1000 ng/mL atau 2. 3 kelas: 1. Setelah dilakukan 10-20 kali transfuse atau 3-5 L 2. Pengobatan: 1. Beban materi Transplantasikeberhasilan bervariasi serta mahal 1. Splenomegali massif/sangat besar 2. Dapat meningkatkan Hb: 1-5 g/dl. Perubahan fisis dapat menyebabkan perasaan diri inferior 2. Asam folat 2. Makanan yang meningkatkan absorpsi besi: vitamin C. Transplantasi darah tali pusat 3. aritmia jantung. Rute Administrasi 1. Fetal hemoglobin inducers Stimulasi ekspresi fetal globin. Agen kelasi (dipakai seumur hidup) 1. Keluarga 1. hipogonadisme. Subkutan: Deferoksamin 20-50 mg/kg/hari. 8-12 jam. dilakukan dengan criteria/pertimbangan-pertimbangan: 1. Obat-obatan: 1. eritropoiesis. Dukungan psikososial 1. Sulit untuk menemukan teman-teman 2. masa hidup eritrosit 2. Splenektomi.8 Komplikasi karena kelebihan besi pada thalassemia misalnya sirosis. rempah-rempah. daging merah. makanan laut. kematian (waktu terjadinya komplikasi tersebut dapat dilihat pada slide 25). Transfuse darah rutin 2. Usia lebih dari 5 tahun (diharapkan system retikulo endothelial lain telah berkembang dengan baik) Hati-hati dengan trombositosis yang dapat terjadi dan infeksi Imunisasi penting diberikan untuk pencegahan infeksi 1. Preparat EPO Short chain fatty acid derivatives (SCFAD)  histone deacetylase inhibitor : arginine butyrate 3. Vitamin E 3.

2. inflamasi kronik. hal ini terlihat dari inti permasalahan topik ini adalah Anemia yang terjadi pada penyakit kronik disebabkan karena adaptasi tubuh untuk mementingkan produksi seri myeloid sehingga produksi seri eritroid akan menurun dan dengan demikian terjadi anemia. 2. Hal ini diakibatkan oleh adanya gangguan metabolisme Hb. Jalur pembentukan Hb sangat penting peranannya dalam memahami patofisiologi terjadinya anemia pada penyakit kronik: 1. antara lain: 1. pemanfaatan Fe. Anemia normositik normokrom (yang mikrositik hipokrom <<<) . atau keganasan Gangguan pembentukan Heme dari protoporfirin --> akibat anemia sideroblastik Gangguan pembentukan Hb dari globin --> akibat thalassemia Dengan kata lain. Penurunan pelepasan Fe dari makrofag di sistem retikuloendotelial (akibat peningkatan kadar Hepcidin) Pemendekan usia eritrosit (akibat pematangan yang kurang sempurna dan sel punca yang sebagian besar berdiferensiasi ke leukosit) Penurunan kadar eritropoietin (akibat sitokin IL-1 dan TNF) Peningkatan kadar Hepcidin (sebagai adaptasi tubuh untuk mencegah pengambilan Fe oleh mikroba. akibat sitokin inflamasi) Kuliah 4 – ANEMIA OF CHRONIC DISORDERS Catatan: Kuliah ACD (Anemia of Chronic Disorders. 3. atau endokrin tidak selalu menimbulkan gangguan metabolisme Fe seperti yang terlihat pada anemia penyakit kronik Anemia ini timbul melalui beberapa mekanisme. Kalau sudah mengerti hal ini. Inflamasi kronik Infeksi kronik Trauma --> penyembuhan yang lama Keganasan #Penyakit hati. 4. 3.9 Anemia penyakit kronik (disebut seperti ini karena memiliki karakteristik yang khas dibandingkan anemia lainnya) biasa terjadi pada pasien dengan: 1. Hipoferemia 1. 3. etiologi ACD adalah inflamasi kronik (baik infeksi seperti abses paru/TB maupun noninfeksi seperti RA/SLE) dan keganasan. 4. Hasil laboratorium untuk ACD: 1. Gangguan pembentukan Heme dari Fe --> akibat defisiensi Fe. selanjutnya tinggal membaca penjelasan di bawah. 2. ginjal. dsb. bukan nama salah satu teman kita) yang hanya terdiri dari 13 slide ini sebenarnya membuka kesempatan bagi kita untuk mempelajarinya secara lebih mendalam.

3. IL-1. 4. 2. 5. indeks saturasi (transferin) <16% --> TIBC dan saturasi yang rendah menunjukkan bahwa memang keadaan ini dianggap ―normal‖. feritin. TIBC turun. Makrofag --> peningkatan komplemen. Jarang ada kelainan morfologi eritrosit (memang produksinya yang ―sengaja‖ dikurangi) TIBC menurun Reseptor transferin N/menurun Serum feritin N/meningkat Cadangan besi di sumsum tulang masih ada Prinsip terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi ACD: 6. CRP. dan aktivitas fagositosis Adapun perbedaan ACD dengan defisiensi Fe: 1. Hati --> peningkatan protein fase akut. dan penurunan TIBC serta albumin Terapi Fe dan agen hematinik TIDAK diperlukan karena cadangan Fe masih N/bahkan meningkat Wajib menangani penyakit yang mendasari: obati infeksi dan kemoterapi keganasan Responsif terhadap eritropoietin LED meningkat . terdapat pula peran dari laktoferin dalam mengurangi Fe yang terdapat dalam sirkulasi: 3. hal ini berlawanan dengan logika maupun gambar selanjutnya karena kadar cadangan Fe yang meningkat dapat menumpuk di sumsum dan membentuk ringed sideroblast (eritrosit yang dikelilingi partikel Fe) Untuk poin nomor (1). 2. 8. 7. Protein plasma yang menunjukkan peningkatan respon fase akut 1. 2. 4. SI turun. 3. tidak seperti anemia defisiensi Fe di mana TIBC sangat tinggi karena ingin menangkap Fe sebanyakbanyaknya Sumsum tulang: cadangan Fe (feritin) N/naik sedikit --> karena utilisasinya yang berkurang bukan bahannya yang kurang: bedakan dengan anemia defisiensi Fe Sumsum tulang: sideroblas turun karena suplai Fe ke eritrosit di sumsum berkurang --> kasih tanda tanya saja.10 2.

merusak glomerulus ginjal. Anemia Hemolitik Oleh: Riadi Wirawan Sebenarnya. Eritrosit kemudian pecah menjadi: 1. Nah. Destruksi eritrosit itu ada yang intravaskular dan ada yang ekstravaskular (slide 4). hati. kecuali “wanita memang suka disakiti”. atau diubah menjadi hemosiderin (ketiganya bisa ditemukan di urin). perlu dilakukan pemeriksaan sumsum tulang untuk menegakkan diagnosis. stercobilinogen dan urobilinogen juga banyak. Haemosiderin mengandung butir-butir besi yang dianggap sebagai corpus alienum oleh tubulus. kata Komang. Di slide 2 kuliah ini. dan Commb’s test ( ). terjadi hiperplasia eritropoiesis (menyebabkan retikulositosis) dan sunsum tulang harus bekerja lebih ekstensif. 2. membuat kita bertanya-tanya tentunya. terjadilah hipoksia memicu ginjal menghasilkan eritropoietin  eritropoieses aktif. Hb bebas yang lolos ke ginjal sebagian akan tetap menjadi free Hb. Di akhir hidupnya. misalnya tumor gaster yang bermetastasis ke sumsum tulang. Anemia hemolitik adalah anemia yang terjadi karena peningkatan destruksi eritrosit. Asam amino. yang nantinya akan digunakan sebagai bahan sintesis protein secara umum. hingga suatu saat nanti dia menjadi dekompensasi (sumsum membentuk eritrosit >6-8 kali lipat). Bila jumlahnya meningkat. 2. jika hasil labnya normositik. kalo penghancuran eritrosit banyak. ada 2 kemungkinan: blood loss anemia atau anemia hemolitik. Ada juga Hb bebas yang menjadi haemopexin dan methaemalbumin. Umur eritrosit itu sekitar 120 hari. jadi tubuh membuat Hb diikat Hp (haptoglobin) membentuk kompleks Hb-Hp sehingga beratnya > 100000 dalton  ke hati. Destruksi tersebut meningkat beberapa kali dan dalam beberapa waktu masih bisa dikompensasi sebelum pasien mengalami anemia. Dan. Bila: Coomb’s test (+)= anemia hemolitik autoimun/imunologik Coomb’s test (-) = anemia hemolitik non-imunologik Kalau anemianya normositik + retikulosit rendah + Coomb’s (-). Penutup: intinya pada ACD anemia yang terjadi merupakan suatu adaptasi sehingga tidak seperti jenis anemia lain di mana terjadi hiperaktivitas sumsum tulang. yaitu sebagai berikut: 1. Jadi. Anemia hemolitik ini masih bisa dikompensasi sehingga Hb tidak <12. Yang penting untuk diperhatikan adalah jumlah retikulositnya. ada yang langsung diserap dan dibawa ke ginjal dalam bentuk urobilinogen (keluar bersama urin). dijelaskan mengenai destruksi normal dari sel darah merah. biasanya pucat. Yang ekstravaskular itu yang melibatkan sistem RE (sudah dijelaskan di atas). atau ada infeksi (TB. yaitu si anemia hemolitik. di Wikipedia dicantumkan semua keterangan tentang kuliah ini dalam urutan yang sama persis (terutama patogenesisnya). dengan cara membentuk retikulosit sebanyak 1-1. Fe (hasil pemecahan heme) yg diikat oleh transferin menuju eritroblast di sumsum serum iron 3. yang merupakan hasil pemecahan rantai globin. Akibatnya. Sumsum tulang masih mampu menghasilkan eritrosit sebanyak 6-8 kali dari normalnya. Tidak ada orang yang ingin sakit. karena ada yang fisiologis alias normal. sedangkan pada destruksi intravaskular (jarang terjadi). hepatitis B. Banyak Hb bebas di plasma yang sifatnya toksik dan . Oleh karena itu. Peningkatan bilirubin indirek  kekuningan di kulit. Anemia hemolitik biasanya normocytic. berarti: 1. Protoporfirin  diubah jadi bilirubin dilepas ke darah dan diangkut albumin (unconjugated bilirubin = indirek)  masuk ke hati jadi bilirubin direk diubah jd bilirubin glucuronides  dilepaskan ke usus dengan nama stercobilinogen (terusnya keluar bersama feses). (lihat slide 3) 3. hemolisis eritrosit itu tidak selalu patologis. banyak dihasilkan Hb bebas sehingga yang dirombak adalah Hb bebas dalam plasma. ada myelofibrosis (sumsum diganti jaringan ikat). retikulosit rendah... hepatitis C). anemia hemolitik baru terlihat jika umur eritrositnya < 30 hari.11 Bonus Catatan: lucunya. eritrosit akan ditangkap oleh makrofag di sistem retikuloendotelial/RE (sumsum tulang. pada ACD terjadi penurunan proliferasi seri eritroid (peningkatan rasio M:E). Mengapa kondisi anemia bisa memacu eritropoiesis? Karena saat anemia. dan limpa). atau dioksidasi menjadi Met Hb. sekarang baru masuk ke hal yang patologis. Produksi eritrosit berkurang 2. Sumsum tulang digantikan oleh jaringan lain.5% setiap harinya. Gambaran klinisnya: 1.

Nah. March hemoglobinuria Tumit tentara yang menghentak-hentakkan sepatu saat berlari terus lama kelamaan bisa menyebabkan hemolisis. Jadi. Kalo disertai hematuria. Pada smear PB ada bite cells (sel seperti digigit-gigit karena isinya dipencet keluar oleh limpa. Tapi kadar G6PD yang meningkat itu mirip dengan kadar G6PD pada orang normal. ion nitrogen yang dihasilkan dari perubahan tsb digunakan untuk mengubah NADPH NADP. Kalo diobatin jadi anemia hemolitik lagi dan aplastic nya menghilang. ankyrin. yang dicek itu bite cell-nya. Jadi begini. hemosiderinuria. isinya adalah Heinz body. maka akan terjadi hemolisis eritrosit janin  anemia hemolitik Drug induced Quinidine membutuhkan plasma protein sehingga menempel di sel baru (misalnya eritrosit) dan memicu pembentukan antibodi yang selanjutnya akan melisiskan eritrosit. kan banyak oksidan yang terbentuk. Coomb’s serum merupakan antibodi terhadap serum manusia. ketika sakit/ krisis. bukan ketika pasien sakit. dan sitoskeleton. Hasil (+) menunjukkan adanya antibodi pada permukaan eritrosit Anemia hemolitik didapat Cold type  timbul hemolisis dalam keadaan dingin (15-20C). Di indonesia banyak yg cold type. Urobilinogen ini akan dioksidasi menjadi urobilin. yang kemudian menghasilkan ion H untuk mencegah oksidasi. Temuan yang penting pada hemolisis intravaskular adalah: hemoglobinuria (urin merah terang) dan hemoglobinemia. Aplastic crisis = terjadi karena infeksi parvovirus yang mengiringi anemia yg berlangsung berbulan-bulan sumsum tidak mampu lagi membuat eritrosit. Red cell fragmentation syndrome Eritrosit rusak karena melewati permukaan yang rusak juga sehingga pecehlah si eritrosit. Pada pagi hari si urobilin menyebabkan urin berwarna kuning. kadar G6PD itu sebaiknya dicek pada saat asimptomatik.12 2. Antiglobulin Tests (Coomb’s test) Coomb’s test ada yang tekniknya direk dan inderek. yang terhubung dengan tropomiosin (lihat slide 16) Kelainan pada protein vertikal akan menyebabkan spherocytosis. yaitu endapan Hb dalam eritrosit). Metildopa juga pernah dilaporkan memicu reaksi autoimun terhadap eritrosit tetapi mekanismenya masih belum jelas. sedangkan protein horisontalnya: actin. Pembesaran limpa bisa karena perusakan eritrosit yg berlebihan fungsi sistem RE jadi meningkat. methemealbuminemia (Schumm ’s test). spectrin α dan β. Ditemukannya fragmented RBC menunjukkan adanya hemolisis yang terjadi intravaskular. Defisiensi piruvat kinase Ditemukan banyak eritrosit yang berduri-duri karena pompa eritrosit rusak. 4. Warm type sebaliknya. yang vertikal dan yang horizontal. dan serum ibu yang mengandung anti-A berhasil masuk ke sirkulasi janin. PNH / paroxysmal nocturnal hemoglobinuria . Misalnya janin yang dikandung ibu tersebut bergolingan darah A. Yang vertikal: Band 3 protein. kalo siang jadi warna coklat karena teroksidasi. Protein membrannya digolongkan jadi 2. Urobilinogen meningkat. ketika masih asimptomatik. sedangkan kelainan pada protein horisontal menyebabkan ovalositosis atau elliptositosis (yang elip lebih lonjong) Defisiensi G6PD G6PD berfungsi mengubah G6P menjadi 6PG. Alloimune hemolytic anemia Ibu hamil dengan golongan darah O memiliki antibodi anti-A dan anti-B dalam serumnya. Yang direk langsung mendeteksi antibodi di permukaan eritrosit. pada orang yang defisiensi G6PD. sehingga G6PD nya meningkat. kadar G6PDnya kan rendah. Tapi ketika dia sakit (fase hemolitik akut). urin jadi merah berkabut karena ada eritrosit Anemia hemolitik herediter Defek membran: Jadi kelainannya ditentukan oleh protein membran. sedangkan yang indirek mendeteksi Ab bebas dalam serum. 3.

Nah. defisiensi vitamin B12 defisiensi folat abnormalitas pada metabolisme B12 atau Folat 1. defisiensi enzim didapat misalnya akibat alcohol. eritrosit tidak stabil dan gampang lisis. Hemolitik terjadi pada waktu malam hari (paroxismal nokturnal) yang gejalanya adalah hemoglobinuria. Mengapa? Karena pada waktu tidur pH darah lebih rendah (asam) sehingga memudahkan hemolisis. Tentir Anemia Makrositik Anemia makrositik makro  besar. defisiensi transcobalamin II (jadi transcobalamin itu adalah pengangkut vitamin B12 dari usus penggunaan anti-folat nitrous oxide 2.. 3. CD55 yang bersama fosfatidilinositol berfungsi menstabilkan eritrosit..13 Didahului oleh suatu mutasi yang menyebabkan defisiensi protein GP-A yang berperan pada pertumbuhan klonal stem sel. eritrositnya besar. eritrosit dimasukkan ke dalam larutan asam lisis yang abnormal. Ukuran eritrosit yang besar ini dinyatakan dengan Mean Corpuscular Volume (MCV) yang > dari 92 fL. Penyebab anemia makrositik ini ada banyak. merupakan suatu kelompok anemia yang eritroblas di sumsum tulangnya memiliki abnormalitas yang khas abnormalitas itu disebabkan karena adanya keterlambatan pematangan nucleus relatif terhadap sitoplasmanya. Pada HAM’s test. Secara umum. Pada kasus tersebut. 2. Pembagian ini dasarnya adalah bentuk eritroblas yang sedang berkembang di sumsum tulang. semangat. dan tidurnya pagi hari sehingga hemolisis terjadi saat pagi hari. 4. Diagnosis pastinya adalah tidak ditemukannya CD59 dan CD55. 2.jadi pada anemia makrositik. Hal ini disebabkan oleh sintesis DNA yang terganggu yang biasanya disebabkan oleh defisiensi vitamin B12 atau folat. Pada anemia megaloblastik  metamielositnya sangat besar defek lain pada sintesis DNA 1. cytosine arabinoside Dari banyak penyebab2 di atas yang sering adalah defisiensi B12 dan defisiensi folat.. tatalaksananya adalah pemberian suplemen. terapi dengan hydroxyurea. . Teman2. defisiensi enzim congenital misalnya orotic aciduria 3.. Anemia Megaloblastik 1. anemia makrositik dapat dibagi menjadi anemia megaloblastik dan anemia non-megaloblastik. Karena vitamin B12 dan folat itu diperlukan untuk pematangan inti sel  defisiensi Vit B12/folat pematangan inti terhambat  sel besar. Penyebab anemia megaloblastik: 1. 3. sitik  sel. tapi kalau penyebabnya defek pada metabolisme B12/folat. jadi tidak semua isi slide ada di tentir ini. ini adalah apa yang Prof nya anggap penting untuk disampaikan. Akibatnya. kalo hansip kan terjaganya pas malam hari. sehingga menyebabkan defisiensi molekul permukaan CD59. jangan beri suplemen. Mohon dibaca sendiri ya. 2.

yang kemudian akan berikatan dengan protein kedua dan kompleks ini kemudian akan diendositosis secara langsung di ileum distal. 11. 3. THF-poliglutamat dibutuhkan dalam sintesis timidin monoposfat dari prekursornya deoksiuridin monoposfat Vitamin B12 dibutukan dalam proses konversi methyl THF (yang masuk ke dalam sel) menjadi THF dan akan diubah menjadi poliglutamat jadi VIt. intestinal stagnant loop syndrome-jejunal diverticulosis. B12 dan Folat dari aspek nutrisi 2. penyebab intestinal . vitamin B12 akan diabsorpsi ke sistem porta dan Vit. methyl THF ini akan masuk ke sirkulasi portal dan kemudian dibawa ke sel tubuh 17. nutrisional 1. Folat dalam salah satu bentuk koenzimnya. Dasar Biokimia Anemia megaloblastik yang disebabkan oleh defisiensi besi atau Vit.B12 kan dari makanan dari hewan) 13.B12 ke sumsum tulang dan jaringan lain.. 16. atau sayur absorpsi vitamin B12 Folat B12 dari makanan akan bergabung dengan faktor intrinsic (IF) yang disntesis oleh sel parietal di lambung Kompleks IF-B12 akan B12 dari makanan akan bergabung dengan faktor intrinsic (IF) yang disntesis oleh sel parietal di lambung Kompleks IF-B12 kemudian akan berikatan dengan reseptor permukaan yang spesifik untuk IF. 14. defsiensi/abnormalitas kongenital faktor intrinsic 3. dan susu dan tidak adadi cereal. di Indonesia jarang) 2. monoglutamat) selama proses absorpsi di duodenum dan jejunum setelah diabsorpsi. blind-loop chonic tropical sprue (sariawan usus) reseksi ileum dan penyakit Chron fish tapeworm Asam folat (pteroylglutamic acid) manusia tidak dapat mensintesis struktur folat sehingga memerlukan folat sebagai vitamin Folat dari makanan (poliglutamat) akan diubah menjadi methyl THF (metil tetra hidrofolat. Setelah itu.B12 dan folat itu diperlukan untuk membuat THF poliglutamat yang diperlukan untuk mensintesis bahan baku untuk sintesis DNA Penyebab Defisiensi Vitamin B12 12. ikan.. 2. 15. 6. 9. seperti hati. B12 nya dapat diberikan mellaui suntikan. Di ileum distal ini vitamin B12 akan diserap dan IF akan dihancurkan. 5. 7. yang namanya cubilin. yang dapat diperoleh dengan memakan makanan yang terkontaminasi bakteri atau dengan produksi internal bakteri vitamin ini ditemukan pada makanan yang berasal dari hewan. anemia pernisiosa (sering di luar negeri. penyebab gaster 1.14 Vitamin B12 (B12. gastektomi parsial/total (ini yang sering di Indonesia. 8. Transcobalamin ini adalah protein pembawa yang akan membawa Vit. 1. malabsorpsi 1. cobalamin) 4.kalau pada pasien ini vit. buah. vegan (krn vit. disintesis oleh mikroorganisme. 10. B12 akan berikatan dengan transcobalamin. 4. perbedaan Vit. daging. 20. B12 18. 19.

namun hemoglobinisasinya tetap normal (sitoplasma matang) Efek Defisiensi Vitamin B12 atau Folat 29. adanya metamielosit yang bentuknya abnormal dan ukurannya sangat besar Kimiawi 28.. 25. 22. ditemukan adanya anemia makrositik dengan MCV >92 fL dan biasanya MCV nya itu mencapai 120-140 fL makrositnya itu biasanya berbentuk oval  disebut makroovalosit jumlah retikulositnya menurun (karena dengan adanya defisiensi vit. perlu dilakukan pengukuran kadar vitamin B12 dan Folat Diagnosis Defisiensi Folat atau Vitamin B12 darah tepi 21.15 27.B12 atau folat  pematangan eritrosit menjadi tidak efektif  retikulosit menurun) adanya hipersegmentasi (≥ 6 lobus) pada leukosit (tapi ini tidak patognomonik. sumsum tulangnya hiperseluler dengan eritroblas yang besar dan menunjukkan adanya kegagalan pematangan inti. laktat dehidrogenase (LDH. anemia megaloblastik . 23. Sumsum Tulang 26. karena hipersegmentasi seperti ini juga dapat terjadi pada keadaan sepsis trombosit menurun Untuk Vitamin B12  cek kadar serumnya Untuk folat  yang sifatnya diagnostic itu yang folat eritrosit karena kalau folat serum dapat menurun kalau orang yang diperiksa puasa. peningkatan kadar bilirubin indirek. enzim di dalam eritrosit) Untuk mengkonfirmasi. Treatment 24.

7. 30. contohnya spina bifida penurunan aktivitas osteoblast Penyebab Makrositosis selain anemia megaloblastik 1. 3. biasanya orangnya sangat pucat dan agak mengalami ikterus (karena bilirubin indireknya tinggi) glossitis (lidahnya jadi merah (spt daging) dan nyeri angular cheilosis 11. 3. 36. produksi sel darah di sumsum tulang yg menurun. Ada dua kelompok penyakit yang bisa menyebabkan kondisi ini. Biasanya kadar hb juga ikut rendah akibat rendahnya eritrosit. Aplasia Myelodisplastic Syndrome/MDS Myeloma Anemia megaloblastik gangguan sintesis DNA sehingga semua sel darah yg asalnya berinti mengalami apoptosis Paroxysmal Nocturnal Haemoglobinuria/PNH  tjd kelainan pd kromosom X yg mneyebabkan mutasi pd stem cell  hematopoiesis tdk efektif Myelofibrosis  sel di sumsum tulang disusupi oleh jaringan ikat Acute leukemia sumsum tulang disusupi oleh sel blast makrositosis pada pada sel epitel permukaan neuropati (yang ini khusus pada defisiensi vitamin B12) sterilitas hiperpigmentasi reversible (tapi ini jarang) penyakit kardiovaskular defek neural tube. 33. Splenomegaly  akibatnya cadangan menjadi banyak dan di perifer menjadi turun. 6. 31. 7. 6. 34. bukan penyakit. leukosit. 3. 4. 35. neonatal K7 PANSITOPENIA Riadi Wirawan Pansitopenia adalah keadaan dimana terjadi penurunan jumlah eritrosit. Penyakit Penyebab Pansitopenia: Akibat produksi sel darah di sumsum tulang yg menurun: 1. Akibat Destruksi sel darah di Perifer yang meningkat: 1. atau akibat penghancuran sel di darah tepi meningkat walaupun produksi sel darah di sumsum tulang berlangsung baik. Pansitopenia ini merupakan suatu gejala. 32. 2. 9. alkohol penyakit hati myxoedema sindroma mielodisplastik obat sitotoksik anemia aplastik kehamilan merokok retikulositosis mieloma dan para proteinemia 5. 4. 5. 2. Stadium lebih lanjut dari splenomegali ini  sel-sel bisa menjalani transit di vulva limpa dlm waktu lama dan akhirnya bisa difagositosis . 10.16 1. Pansitopenia ini merupakan suatu kelainan di dalam darah tepi. 8. 2. dan trombosit.

jd anaknya kecil mikrosefali. kadang radius dan ibu jari tidak ada. perdarahan. jangan sampai dikacaukan dengan supresi selektif sel bakal eritroid (yang ditekan progenitor eritrosit saja alias aplasia sel darah murni) dimana manifestasinya hanya anemia saja. 10. Terapi yg efektif :transplantasi sumsum tulang. Dan juga ada kelainan pigmen d kulit.17 Nah. Pemeriksaan lab: 6. Penyebabnya bisa primer maupun sekunder. MYELODISPLASTIC SYNDROME/MDS Kita sudah tahu sel pluripoten yang merupakan stem sel di sumsum tulang nantinya akan berkembang menjadi dua progenitor. Kelainannya bisa bersifat kuantitatif dan kualitatitif. Ingat bahwa gejala klinis anemia aplastik ini adalah pansitopenia! Patogenesisnya: 1. ANEMIA APLASTIK 3. 11. ada dua jenis: 1. Kalo abnormal kemungkinan myelodisplasia Hitung retikulosit sangat rendah Leucopenia Trombositopenia pada kasus yang berat trombosit <20 rb/ul Sumsum tulangnya kosong/hipoplasia dan jaringan hematopoietiknya sudah digantikan oleh sel lemak 3. Autosomal resesif Ada cacat dan retardasi pertumbuhan. pada Pria >> walaupun juga ada pada wanita. dan lien! Perhatian: walaupun namanya ―anemia‖. Nah. Anemia. ada ganggguan pd traktus urinarius. akibatnya jumlah sel darah yang dibuat jg berkurang Reaksi imun terhadap sel pluripotennya sendiri sehingga diduga sel T autoreaktif berperan penting. Untuk anemia aplastik congenital. penyakit MDS ini adalah kelainan pada myeloid stem cell. Stem cell pluripoten di sumsum tulang berkurang (terjadi aplasia). Jenis yang idiopatik berprognosis buruk kalau tidak diterapi. yaitu progenitor limfoid dan myeloid. Akibatnya. Pada pasien ini. 8. 5. 2. menoragi) Tidak ada pembesaran nodus limfa. Obat dan zat kimia adalah yang tersering. Tp untuk yang karena obat. kelainan pd pelvis atau ginjal tapal kuda. 9. sumsum tulang (sebagian atau seluruh) diganti oleh progeni klonal suatu sel bakal multipoten yang mengalami mutasi yang mempertahankan kemampuan berdiferensiasi mjd eritrosit. tapi darah perifer memperlihatkan pansitopenia. Prognosis penyakit ini tidak bisa diperkirakan. 2. zat kimia. tetapi dgn cara yang tidak efektif dan tidak teratur. obat. sekarang kita bahas ya satu-satu! 1. beberapa bisa sembuh total kalau pemakaian obat dihentikan. 2. neutropenia (akibatnya rentan thd infeksi di mulut dan tenggorokan). Anemia aplastik primer sampai saat ini tidak jelas penyebabnya/idiopatik (hampir setengah kasus) atau bisa juga congenital. dan infeksi virus terutama hepatitis. 7. Penyebab sekundernya misalnya akibat pajanan zat mielotoksik yang bisa berasal dari radiasi. jadi MCV>92 fL. hati. granulosit. Umumnya pd usia sekitar 30 th walaupun bisa kena semua usia. 4. sumsum tulangnya hiperseluler atau normoseluler. Akibatnya sel pluripoten diserang dan tidak bisa berdiferensiasi Adanya faktor lingkungan yang terganggu selama produksi sel darah di sumsum tulang misalnya IL yg mengganggu proses pematangan sel di sumsum tulang atau sitokin ttt yg menghambat proliferasi stem sel. Non-Pancony Gambaran klinik anemia aplastik: . Fanconi 1. epistaksis. Eritrosit di darah tepi NORMAL. Kelainan kuantitatif maksudnya adalah abnormalitas pada jumlah sel darah yang akan diproduksi melalui pathway myeloid ini dan kelainan kualitatif tentunya adalah abnormalitas pada morfologi sel yang dibuat. dan trombosit. Anemia aplastik ini cukup banyak ditemui di klinik. dan trombositopenia (akibatnya ada.

Retikulosit rendah. osteolitik dan fraktur. neutropenia/leucopenia.. Biasanya hipokrom. 13. Periksa darah tepi eritrosit besar2/makrositik sehingga MCV>92 fL. pd orang lansia usia >70 th. tetapi kalau ada abnormalitas genetic akibat mutasi sekunder/kedua. maka klonal myelodisplastik tadi akan menyebabkan syndrome myelodisplastik dan punya risiko untuk bertransformasi menjadi leukemia myeloid akut. Itulah kenapa MDS bikin pansitopenia… Gambaran Klinik MDS: 12. Terjadi defek membran sehingga struktur membran tidak stabil. MYELOMA MULTIPLE Adalah suatu proliferasi klonal dr sel plasma neoplastik yang ditandai dengan menumpuknya sel plasma di sumsum tulang. dan tepi sel tidak rata Kriteria CRAB: HiperCalcemia . Kenapa defek? Karena ada gangguan pd sintesis ―jangkar‖ glikolipid intramembran-nya (Glikosil Posfatidil inositol/GPI)..atau igMJd kalo kita elektroforesis. ini adalah gangguan langka yang etiologinya tidak diketahui. Hiperkalsemia terjadi akibat ada kerusakan pada tulang. pria >> perjalanan penyakit umumnya lambat dan kadang ditemukannya kebetulan gejala: tentunya pansitopenia ^_^ Fungsi plasmosit adalah untuk menghasilkan protein monoclonal. yaitu osteoporosis. retikulosit rendah jd jangan tertipu dgn anemia hemolitik. Bentuk eritrosit makrositik atau dimorfik (ada yg normositik normokrom). bahwa dalam MDS ini. macroovalosit (khas!!). Juga terdapat kekurangan CD55 dan CD59. igA. kita akan dapatkan gambaran monoklonal yg dikeluarin ke serum atau urin protein monoclonal ini berat proteinnya rendah keluar melalui filtrasi di glomeruli dan bisa mengendap pada tubuli ginjal. tapi bisa dimulai di usia 40 th 19. dan folat serum dan folat eritrosit. tp tidak sebaliknya. Perhatikan gambar: terlihat neutrofil tidak bergranul. umumnya akibat defisiensi vit B12 dan folat akibatnya metabolism inti sel terganggu. dan juga ada ring sideroblast yg membantu kita menegakkkan diagnosis. dan trombositopenia. jd umumnya besar2.Bone abnormality. PAROXYSMAL NOCTURNAL HEMOGLOBINURIA/PNH Pemeriksaan Lab : Di darah perifer: 15. 22.18 Patogenesisnya: Terjadi kerusakan DNA di hematopoietic stem cell untuk pertama kali/ mutasi primer  terjadi gangguan pada sekelompok sel bakal klonal yang myelodisplastic  untungnya ada mekanisme tubuh berupa system imun sehingga sel yang bersifat displastik ini akan mengalami apoptosis. bentuk neutrofilnya abnormal granulositnya tidak ada/hipogranulasi atau tampak adanya anomaly pelger dimana inti neutrofil jadi 2-4 Myeloblast tampak di darah tepi karena yg lebih matang tidak ada PNH adalah salah satu jenis anemia hemolitik didapat yg terjadi akibat mutasi kromosom X. 16. anemia megaloblastik ini adalah jenis anemia dimana Eritroblas dan sumsumnya punya kelainan khas  yaitu maturasi inti terhambat/lebih lama dibandingkan dengan maturasi sitoplasma Jd di sumsum kita akan melihat sel megaloblast. bisa dijelaskan. dan ada inti 2 yg kadang khas spt kacamata. . Cirinya inti ada di perifer. Anemia megaloblastik pasti makrositik sehingga sel jadi besar. 17. dan anemia terjadi akibat sel-sel eritropoiesis didesak oleh sel neoplasma. Penyakit ini terbanyak di usia 70-an. ANEMIA MEGALOBLASTIK Seperti sudah dijelaskan di kuliah sebelum2nya. neutrofil rendah. Diagnosis: 21. Jadi.jd dia bisa bikin imunolgobulin tetapi hanya satu jenis saja apakah igG. halo disekitarnya. sel darah terbentuk tetapi tidak bisa menjadi dewasa karena dalam perjalanan perkembangannya dia akan mati (hematopoiesis menjadi tidak efektif). Hitung serum B 12. 14. Penyebab: gangguan pd sintesis DNA.Renal impairment – Anemia . kalo anemia hemolitik retikulositnya tinggi jd eritrositnya besar2 jg tapi bukan makrositik. Bisa dilihat dan ―dihapal‖ di slide ya! 18. Ada 8 kelas MDS berdasar WHO. 20. dan dgn menumpuknya plasmosit ini maka tidak akan keluar ke darah tepi. plasmositnya ada banyak dan bentuknya aneh. dan juga bersifat proteolitik sehingga tubulinya rusak gagal ginjal Kalau kita periksa sumsum tulangnya.maka produksi sel darah jg terganggu anemia.

terjadi juga trombositopenia pada P.falciparum 4. lihat di slide ya apa aja. 1. Kriteria Hipersplenisme: 1. Bila terjadi kerusakan endotel. Bedasarkan penelitian di New York. 2. Hipersplenisme bisa diakibatkan oleh sebab primer dan sekunder. (lihat slide 14) 5. Adanya acute phase reactant meningkatkan kadarnya 5. 4. trombosit + vWF meningkat (ukuran lebih besar) sehingga pada flowcitometer tidak mengenali trombosit + vWF tersebut  trombositopenia. Pada pembuluh darah terdapat faktor von Willebrand (vWF). Pada malaria dengan defisiensi ADAMTS13 ditemukan vWF yang aktif dan tidak terpotong sehingga terdapat ULvWF yang terikat pada platelet pada reseptor CD34. 2. 2. kalo dia hipo berarti itu anemia aplastik Tentunya splenomegaly. TROMBOSITOPENIA PADA MALARIA P. Perlu diingat. jd diagnostiknya kita mesti itung folat di sel darah merah.kata prof nya terima aja. severe. hipersplenisme ini adalah kumpulan gejala dan bukan diagnosis. medium. Trombositopenia terdapat pada pasien malaria imun dan semi imun.. atau cerebral malaria (malaria komplikasi atau nonkomplikasi) ditemukan trombositopenia namun non anemia (Hb normal). atau trombositopenia di darah perifer. Selain P. Pada pasien darah tipe O mempunyai jumlah tersedikit dan terbanyak pada pasien tipe AB. bukan di serum krn kl kita puasa aja tuh kadarnya bisa rendah. Berhubungan dengan faktor VIII 4. Penyakit oleh parasit banyak menyebabkan kelainan hemato (hitung darah). Dewasa ini orang yang trombositopenia cenderung diduga DHF saja. Molekul besar 30 jt kDalton 2. reaksi alergi tungau debu rumah 3.. 1. 1. kalau pada anemia plastic dan MDS limpa tidak membesar Harus sembuh kalau sudah dilakukan splenoktomi jadi kalau kita angkat limpanya. 3. dan pada kedua malaria ini. jumlah platelet menurun. nah. dan juga ditemukan penurunan jumlah platelet seiring kenaikan kadar vWF dalam darah. malaria 2.vivax. Saat parasitemia meningkat. Trombositopenia  malaria Faktor-faktor yang berperan terhadap koagulasi darah: 2. sekuestrasi sel darah di limpa inilah yang bikin sel darah di perifer turun karena kalau transit di vulva limpa terlalu lama bisa terjadi fagositosis berlebih/ ada hiper-fungsi limpa.. Anemia  helmintheases. vWF ini akan keluar dan berikatan dengan trombosit di sirkulasi darah.000 bila diobati.hehe. Eosinofilia  helmintheases. Penyakit yang berkaitan ada banyak. oleh sebab itu konsentrasi trombosit bebas berkurang. Anemia. dan trombositopenia (2 dari 3 kombinasi) Sumsum tulang bisa normal/meningkat aktivitasnya. sering digunakan heparin. trombosit akan >150.falciparum berbeda dengan stage acute. 1.19 23. Diagnosis: 25. 24. leucopenia. kecil 3. leucopenia. HIPERSPLENISM Hipersplenisme adalah pembersihan/destruksi sel darah di limpa dalam jumlah besar sehingga terjadi anemia. tapi sering kurang diperhitungkan. Dalam diagnosis. pasien malaria menderita trombositopenia. Untuk mencegah perlekatan vWF dengan trombosit. jangan sampe kita salah diagnosis. Hematologic disorder in parasitic disease . dengan ciri: 1. 3. yg paling penting adalah hitung folat di dalam eritrosit. A. Penyebabnya bisa akibat splenomegaly dimana terjadi peningkatan penyimpanan sel darah di limpa dan juga bisa karena meningkatnya volume plasma yg berkaitan dgn gangguan endokrin di dalam tubuh blm dijelaskan lebih jauh. padahal malaria terutama dapat menyebabkan trombositopenia. Hipersplenisme primer maksudnya adalah hipersplenisme yang terjadi pada limpa yang normal sehingga mengapa dia mengalami hiper-fungsi tidak diketahui/idiopatik. 3. 5.falciparum. Temukan sebab penyakit yang mendasarinya. Pada pasien dengan 3 tempat dengan endemisitas malaria P. pansitopenia membaik  tapi ini punya risiko besar.kesian pasiennya. Mempunyai beragam ukuran: besar. ntar udah diangkat eh ternyata bukan hipersplenisme.

6. Pselectin. ICAM-1.20 Teori lain tentang sitoadhesi 1.falciparum. hal ini biasa terjadi pada tahap awal infeksi.falciparum (slide 18): 1. dapat terbentuk unusually large vWF (ULvWF) sehingga terjadi blood clotting (ditemukan juga pada trombotic trombocitopenic purpura). Ada berbagai cara penempelan eritrosit pada infeksi P. 2. Pada sesama eritrosit terinfeksi (autoaglutinasi) 3. Clotting pada malaria falciparum Pada darah terdapat ADAMTS13. yang memutuskan vWF. Bila enzim ini tidak ada. Fenomena ini berperan terhadap oklusi vaskular dan terjadi produksi sitokin inflamasi: TNF-α fsn IFN-γ  gejala klinis buruk. Eritrosit yang terinfeksi mengaktivasi platelet dan menginduksi kompleks eritrosit+platelet yang akan membunuh parasit intraeritrosit. Pf-EMP ini dapat menempel pada reseptor endotel: . namun pada eritrosit terinfeksi proteinnya menonjol membentuk knob. penggunaan aspirin mengatasi demam pada awal infeksi tidak dibutuhkan karena akan menghambat pembunuhan parasit. chondroitin sulphate dll. Platelet yang menumpuk di kapiler vena ini dapat menyebabkan trombositopenia perifer. Malaria hidup dan bermultiplikasi di eritrosit dan mengekspresikan antigen baru pada permukaan eritrosit terinfeksi: Pf-EMP (vargene/ banyak variasi gennya). V-CAM-1. 6. thrombospondin. 4. yaitu: metalloproteinase yang disebut juga vWF-cleaving protease. ada 2 model aktivasi platelet sehingga bisa terjadi oklusi (slide 20): 1. Pada slide 16 dilihat pada membran sel eritrosit normal proteinnya lurus dan rapi. Oleh karena itu. . Pada platelet ( berfungsi sebagai perantara sitoadhesi eritrosit terinfeksi dengan endotel melalui reseptor CD36) 5. 2. 5. Pada infeksi P. Pada eritrosit non-terinfeksi (membentuk rosette) 4.

Riset membuktikan jumlah platelet tinggi disertai konsentrasi PAIgG yang rendah. terjadi disfungsi endotel sehingga menghasilkan platelet yang memproduksi platelet factor 4 (Pf4). Terjadi penurunan level fibrin-stabilizing factor (faktor VIII) pada infeksi P. Pada P. mendeteksi platelet/trombosit apakah terjadi thrombocytopenia/thrombocytosis. methemoglobin dan karboksihemoglobin. mikroorganisme akan memproduksi ROS (Reactive Oxigen Species) yang dapat dinetralisir antioksidan endogen dan eksogen. kecuali sulfhemoglobin. Saat metabolisme aerobik. Pada tahap lanjut. Metode Sahli tidak dianjurkan. (2) oksihemoglobin atau (3) sianmethhemoglobin (HiCN). akurasi lemah. 9. 14. ADCC ini dapat melibatkan sel efektor (limfosit. dan di LED nya juga diliat apakah meningkat yang menandakan adanya inflamasi. Radikal bebas ini berbahaya bagi trombosit  trombositopenia. WBC. platelet + ESR (tapi si ESR atau LED ini masih dengan cara manual karena sampai saat ini cara manual masih lebih akurat) Slide 4: Tujuan pemeriksaan hematologi: untuk mendeteksi abnormalitas dari Red Blood Cell. apakah ada anemia/polisitemia. RBC. alatnya tidak dapat distandardisasi. kumplit. Darahnya diambil dari vena atau kapiler (untuk dewasa). Bila antioksidan menurun  kerusakan jaringan. dari dua metode tersebut.vivax 8. Kul 9: pemeriksaan hematologi rutin Slide 3: Sebelum banyak dipake yang tes secara otomatis. 7. Slide 6 + tambahan dari buku Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium: Kadar hemoglobin dapat ditetapkan dengan berbagai cara : (1) metode Sahli. tes rutin hematologi terdiri dari level Hb. 12. 11. mendeteksi abnormalitas White Blood Cell apakah dia leukositosis/leucopenia. TROMBOSITOPENIA PADA P. dan tidak semua jenis hemoglobin dapat diukur.vivax ditemukan trombositopenia dengan peningkatan PAIgG (platelet associated IgG). sehingga dapat terjadi oklusi vaskular pada malaria serebral. hitung dan hitung jenis leukosit. MCH. PAIgG ini dapat mengaktifkan proses ADCC ( Ab dependent cellular cytotoxicity) sehingga trombosit masa hidupnya berkurang (7 hari menjadi 2-3 hari). trombosit akan menghasilkan radikal bebas untuk mengeliminasi parasit (oksidatif stres). 10.falciparum) namun dapat membaik dengan pengobatan. metode sianmethemoglobin adalah metode yang dianjurkan oleh International Commitee for Standardization in Hematology (ICSH) sebab selain mudah dilakukan juga mempunyai standar yang stabil dan hampir semua hemoglobin dapat terukur.vivax  tidak terjadi sekuestrasi pada kapiler darah dalam. Namun.09 M dengan perbandingan darah:sodium citrat = 4:1 (untuk yang ini tube yang dipakai yang tutupnya warna biru). MCV. Metode ini tidak dipengaruhi oleh kadar bilirubin tetapi standar oksihemoglobin tidak stabil. mendeteksi abnormalitas di hitung jenis leukosit. Metode ini memiliki kesalahan sebesar 1015%. seperti sulfhemoglobin. Faktor ini memfasilitasi interaksi antara endotel dan eritrosit. Penggunaan aspirin dapat untuk mencegah koagulasi count) terdiri dari Hb.1N kemudian diencerkan dengan aquadest. Faktor fibrinolisis & faktor inhibisi koagulasi darah berkurang pada pasien malaria (lebih parah pada P. hitung jenis nya juga. serta laju endap darah. sehingga tidak dapat untuk menghitung indeks eritrosit. 1. sebagai antikoagulannya. 13.1% atau Ammonium hidroksida. Dua metode yang lain (oksihemoglobin dan sianmethemoglobin) dapat diterima dalam hemoglobinometri klinik. Penetapan Hb metode Sahli didasarkan atas pembentukan hematin asam setelah darah ditambah dengan larutan HCl 0. Ht. disebutnya CBC (complete blood . Nah sekarang sudah lebih canggih lagi. Untuk periksa LED darah dicampur dengan sodium citrate 1. Penetapan kadar Hb metode oksihemoglobin didasarkan atas pembentukan oksihemoglobin setelah sampel darah ditambah larutan Natrium karbonat 0. Pada proses fagosit eritrosit terinfeksi. tumit  sisi tumitnya (untuk bayi). Pada pasien P. MCHC. Kadar Hb ditentukan dengan mengukur intensitas warna yang terbentuk secara spektrofotometri pada panjang gelombang 540 nm.21 1. Fungsi imunitas trombosit 1. monosit) dan komplemen untuk kemudian melisiskan trombosit.falciparum. Penurunan ini berhubungan dengan keparahan gejala klinis yang timbul. taruh ditube yang tutupnya warna ungu. B. karena trombositopenia disebabkan oleh perusakan jaringan oleh parasit sehingga sumbernya kerusakannya terlebih dulu harus dieliminasi. Pengukuran secara visual dengan mencocokkan warna larutan sampel dengan warna batang gelas standar. Pasien malaria dengan trombositopenia yang paling penting adalah mengobati malarianya. Slide 5: darah dicampur dengan ethylene diamine tetra acetic acid / EDTA blood (K3EDTA or K2EDTA).

Di bawah ini adalah contoh pengenceran menggunakan pipet leukosit dan tabung dengan pengenceran sebesar 20x. Anak usia 6-10 tahun : 10. Jumlah leukosit tertinggi pada bayi umur 12 jam yaitu antara 13. dan yang tanpa antikoagulan (bertanda biru) untuk darah EDTA/heparin/amonium-kalium-oksalat. yaitu yang berisi heparin (bertanda merah) untuk .47 % 5. sampel darah yang dibutuhkan sedikit. Selain K3Fe[CN]6 dan KCN.12. Pengenceran yang digunakan biasanya 10x atau 20x. tetapi jarang lebih dari 11.8 g/dl 5.5 g/dl 3. Diamkan pada suhu kamar selama 3-5 menit kemudian ukur intensitas warna dengan fotometer pada panjang gelombang 540 nm dengan blanko reagen. Kalium dihidrogen fosfat berfungsi menstabilkan pH dimana rekasi dapat berlangsung sempurna pada saat yang tepat. darah perifer dimampatkan dengan cara disentrifuge pada kecepatan dan durasi tertentu. Prosedur perhitungan Hb dengan metode sianmethemoglobin Ke dalam tabung reaksi dimasukkan 5 ml larutan Drabkin lalu ditambah 20 ul sampel darah.22 Metode sianmethemoglin didasarkan pada pembentukan sianmethemoglobin yang intensitas warnanya diukur secara fotometri.8 . sekitar 10. nilainya dinyatakan dalam %. Dewasa wanita : 35 . waktunya cukup singkat.0 mm dan berskala 0-10 mm.52 % 4. Anak usia 1 . darah heparin atau darah amonium-kalium-oksalat) dimasukkan dalam tabung kapiler yang mempunyai ukuran panjang 75 mm dengan diameter 1 mm.000-38.000 rpm. kamar hitung dan mikroskop. Metode mikrohematokrit Pada metode mikro.72 % 6. Bayi baru lahir jumlah leukosit tinggi. mikroorganisme atau jaringan asing. Setelah itu jumlah leukosit turun secara bertahap dan pada umur 21 tahun jumlah leukosit berkisar antara 4500.43 % 2. Tabung kemudian disentrifus selama 30 menit dengan kecepatan 3. larutan Drabkin juga mengandung kalium dihidrogen fosfat (KH2PO4) dan deterjen. Tinggi kolom eritrosit diukur dengan alat pembaca hematokrit. Nilai Rujukan 1. Pengenceran dengan pipet leukosit : 4.5-3. Lakukan pencampuran dengan cara membolak-balikkan tabung beberapa kali. penyimpangan dari keadaan basal (aktivitas fisik.11. Terdapat dua metode yang digunakan : automatik  hematology analyzer dan manual  pipet leukosit.000/μl. Slide 8 + tambahan : Hitung leukosit adalah menghitung jumlah leukosit per milimeterkubik atau mikroliter darah.000 rpm. sampel darah (darah kapiler. Jumlah leukosit dipengaruhi umur. Pengenceran dilakukan dengan menggunakan pipet leukosit atau tabung.3 tahun : 35 . Prosedur pemeriksaan dengan cara manual. Kadar hemoglobin ditentukan dari perbandingan absorbansinya dengan absorbansi standard sianmethemoglobin atau dibaca melalui kurva tera. terhadap benda asing. Tinggi kolom eritrosit adalah nilai hematokrit yang dinyatakan dalam %. Anak usia 1-3 tahun : 10. Anak usia 6-10 tahun : 33 . Intensitas warna yang terbentuk diukur secara fotometri pada panjang gelombang 540 nm.6 g/dl Slide 7 + tambahan : menghitung Hematokrit (Ht) atau Packed cell volume. Metode mikrohematokrit lebih banyak digunakan. Kelebihan antikoagulan juga akan menyebabkan pengerutan. darah EDTA.8 .15.6 g/dl sampel darah kapiler (langsung).7 g/dl 6. sedangkan penurunan jumlah leukosit di bawah normal disebut leukopenia.2 . Bayi baru lahir : 44 .43 % 3. Bayi baru lahir : 15.17. Anak usia 4-5 tahun : 10.7 . Reagen yang digunakan adalah larutan Drabkin yang mengandung Kalium ferisianida (K3Fe[CN]6) dan kalium sianida (KCN). Nilai Ht dapat ditetapkan secara automatik pake hematology analyzer atau manual. PCV) : untuk mengetahui konsentrasi eritrosit dalam darah.45 % Nb: K2EDTA direkomendasikan.15. Anak usia 4 . sehingga hitung jumlah leukosit merupakan indikator yang baik untuk mengetahui respon tubuh terhadap infeksi.Leukosit merupakan bagian penting dari sistem pertahanan tubuh. Nilai Rujukan 1. Pada keadaan basal jumlah leukosit pada orang dewasa berkisar antara 5000 — 10. Peningkatan jumlah leukosit di atas normal disebut leukositosis.23.000/μl. Salah satu ujung tabung ditutup dengan dempul (clay) lalu disentrifus 5 menit kecepatan 15. Metode makrohematokrit Pada metode makro. 2.14. karena K3EDTA membuat sel darah merah mengkerut sehingga mengurangi Ht sampai 2%. Ferisianida mengubah besi pada hemoglobin dari bentuk ferro ke bentuk ferri menjadi methemoglobin yang kemudian bereaksi dengan KCN membentuk pigmen yang stabil yaitu sianmethemoglobin.2 . Deterjen berfungsi mempercepat hemolisis darah serta mencegah kekeruhan yang terjadi oleh protein plasma.7 . Dewasa pria : 40 . Tabung kapiler yang digunakan ada 2 macam. Metode manual dikenal ada 2: 1. 1.000 /μl. sebanyak 1 ml sampel darah (darah EDTA atau heparin) dimasukkan dalam tabung Wintrobe yang berukuran panjang 110 mm dengan diameter 2. Sampel darah diencerkan dengan larutan TURK yang mengandung asam lemah (asam asetat glasial) sehingga selsel eritrosit hemolisis dan leukosit lebih mudah dihitung.3 g/dl 2. Ht meningkat gradually karena penyimpanan.5 tahun : 31 . Dewasa pria : 13. dapat dipergunakan untuk sampel tanpa antikoagulan yang dapat diperoleh secara langsung. dll). Perempuan : 11.000-30.000/μl. Prosedur pemeriksaan: sampel darah dimasukkan ke dalam tabung kapiler sampai 2/3 volume tabung. Jumlah leukosit meningkat setelah melakukan aktifitas fisik yang sedang.000/μl.

41 pg 3. 2. Pengenceran dengan tabung : Darah dipipet 10 ul lalu dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu tambahkan 190 ul reagen. MCH. Anak usia 6-10 tahun : 22 . radiasi. dan terdeteksi di alat.122 fL 5. Bayi baru lahir : 98 .36 % Penurunan nilai MCHC dijumpai pada anemia hipokromik. Penghitungan dilakukan di dalam 4 kotak besar. antikonvulsan. 0. Mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC) atau kadar hemoglobin eritrosit rata-rata (KHER) MCHC mengindikasikan konsentrasi rata-rata hemoglobin per unit volume eritrosit. Prinsipnya darah disinarin ama sinar laser. artritis reumatoid. Indeks eritrosit terdiri atas beberapa hal. terjadi perubahan voltage dll dsb dkk.3 tahun : 26 . MCHC dan RDW. (Cara lain : pipetkan ke dalam tabung 200 ul reagen lalu kurangi 10 ul sehingga tinggal 190 ul. Bayi baru lahir : 33 . normositik (ukuran normal). Anak usia 4-5 tahun : 72 .35 % 4. Slide 10. Penurunan nilai : anemia mikrositik. lalu diisap reagen sampai angka 11. tetes selanjutnya masukkan ke dalam bilik hitung. MCH = (hemoglobin x 10) : hitung eritrosit Nilai rujukan : 1. Jumlah leukosit/mmk darah dihitung dengan rumus : (N/0. 2. keracunan timbal. pernisiosa. MCH diperoleh dengan mengalikan kadar Hb 10 kali. Anak usia 1-3 tahun : 73 . misal ada sel-sel yang beragregasi dsb. dan terdeteksi sama alat tersebut.100 fL 4. dimana N=jumlah sel leukosit yang ditemukan.93 fL 3. Bayi baru lahir : 31 .10 tahun : 32 . 1.4) x 20 atau N x 50. Nilai MCV diperoleh dengan mengalikan hematokrit 10 kali lalu membaginya dengan hitung eritrosit. anemia defisiensi besi (ADB).5 . MCV = (hematokrit x 10) : hitung eritrosit Nilai rujukan: 1. Dewasa : 80 . hemoglobin C).101 fL Masalah klinis pada hasil penemuan kadar MCV yang tidak normal: 1.. Kocok pipet beberapa kali lalu diamkan selama 3 menit. Peningkatan nilai : anemia makrositik. Sebaliknya. dan 20=pengenceran.36 % 3. 5.34 pg 2. hipotiroidisme (miksedema). Prinsipnya adalah impedansi atau hambatan. 11. defisiensi zat besi serta talasemia. ga usah terlalu dibikin ribet.34 % 2. cahaya terpecah.23 Darah diisap sampai angka 0. sedangkan cairannya baik. dan menurun pada anemia mikrositik-normokromik atau anemia mikrositikhipokromik. Anak usia 5 . Selanjutnya tambahkan 10 ul sampel darah) Pipet larutan sampel dan masukkan ke dalam bilik hitung. Peningkatan MCHC (hiperkromia) terdapat pada kondisi di Slide 9: -Automatic blood cell counter. Dewasa : 32 . 2. hemolitik. hemoglobinopati (talasemia. dan makrositik (ukuran besar). sel nya hanya bisa lewat satu persatu (lihat gambar di slide 12) kalo ada sel lewat. Anak usia 1. yaitu MCV.88 fL . Eritrosit yang lebih besar (makrositik) cenderung memiliki MCH yang lebih tinggi. Sel darah itu merupakan konduktor listrik yang buruk. -Light-scattering technology. campur baik-baik.31 pg 4. Anak usia 6-10 tahun : 69 . Mean corpuscular volume (MCV) atau volume eritrosit rata-rata (VER) MCV mengindikasikan ukuran eritrosit : mikrositik (ukuran kecil). Nilai MCHC dihitung dari nilai MCH dan MCV atau dari hemoglobin dan hematokrit MCHC = ( MCH : MCV ) x 100 % atau MCHC = ( Hb : Ht ) x 100 % Nilai rujukan: 1. penyakit hati kronis. malignansi. pengaruh obat (defisiensi vit B12. Slide 13 + tambahan: Indeks eritrosit adalah batasan untuk ukuran dan isi hemoglobin eritrosit. Anak usia 1-5 tahun : 23 . Buang 3-4 tetes pertama. Indeks eritrosit dipergunakan secara luas dalam mengklasifikasi anemia atau sebagai penunjang dalam membedakan berbagai macam anemia berdasarkan morfologinya. pada eritrosit yang lebih kecil (mikrositik) akan memiliki nilai MCH yang lebih rendah. dan 12: gambar-gambarnya dicermatin aja. Mean corpuscular hemoglobin (MCH) atau hemoglobin eritrosit rata-rata (HER) MCH mengindikasikan bobot hemoglobin di dalam eritrosit tanpa memperhatikan ukurannya. anemia sel sabit. antimetabolik) 3. Kemudian leukosit dihitung dalam bilik hitung di bawah mikroskop dengan perbesaran lemah. aplastik. lalu membaginya dengan hitung eritrosit. Alat hanya bisa lihat ukuran jadi kurang valid juga. Ketika ada sel yang masuk.34 pg MCH dijumpai meningkat pada anemia makrositik-normokromik atau sferositosis. Dewasa : 26 .4=volume bilik hitung.5.

yaitu metode Wintrobe dan Westergreen. Slide 15: Parameter RBC WBC Platelet rouleaux. Anemia . blum lagi maintenensnya. vit B12). Peningkatan nilai RDW dapat dijumpai pada anemia defisiensi (zat besi. kerusakan jaringan (nekrosis). Multiple myeloma due to immunoglobulin. RBC distribution width (RDW) atau luas distribusi eritrosit RDW adalah perbedaan/variasi ukuran (luas) dari eritrosit.5% Slide 16: sebab penghitungan leukosit otomatis tidak akurat: 1. rheumatoid. Untuk melakukan pemeriksaan LED cara Westergreen diperlukan sampel darah citrat 4 : 1 (4 bagian darah vena + 1 bagian natrium sitrat 3.85%). Tabung diletakkan pada rak dengan posisi tegak lurus. tube sedimennya lurus apa ngga tegaknya. LED merupakan uji yang tidak spesifik. rasio sel darah merah terhadap plasma. sebelum nilai MCV berubah dan sebelum terjadi tanda dan gejala. Kalo kekurangannya: mesin dan reagen mahal. International Commitee for Standardization in Hematology (ICSH) merekomendasikan untuk menggunakan metode Westergreen. dan pada beberapa kondisi dia ga akurat. Biarkan tepat 1 jam dan catatlah berapa mm menurunnya eritrosit. Metode Westergreen: 2. 3. ht dan hitung eritrosit) dan (2) elektronik (automatik) pake hematologyanalyzer. 2. asam folat. Hemolysis: RBC and PCV 4. anemia sel sabit. LED dijumpai meningkat selama proses inflamasi akut. Homogenisasi sampel sebelum diperiksa. dan lebih efisien karena dengan parameter yang banyak dapat dioperasikan dengan sedikit sumber daya manusia. hal itu disebabkan panjang pipet Westergreen yang dua kali panjang pipet Wintrobe. Laju endap darah (erithrocyte sedimentation rate. dengan satuan mm/jam. Giant platelet. clumping. 2. kekentalan plasma. malignansi. MCH . lebih cepat. 1. Metode Wintrob : CV dari metode manual 11% 16% 22% CV dari metode otomatis 3% 4% 7. peningkatan kecepatan dapat ditemukan pada : acute and chronic infection due to acute-phase protein (tbc. Slide 14: Kelebihan metode otomatis dari hitung leukosit: corpucular volume < manual. satellitism: Plt  7. dan kondisi stress fisiologis (misalnya kehamilan). Biarkan tepat 1 jam dan catatlah berapa mm penurunan eritrosit. Indeks eritrosit dapat ditetapkan dengan dua metode. 3. MCHC  5. maka hasil pemeriksaan dengan metode Wintrobe kurang menyakinkan. dll. anemia hemolitik.2 % ) atau darah EDTA yang diencerkan dengan NaCl 0. Two population of RBC: MCV normal. Lipemic blood: Hb . Sampel dimasukkan ke dalam tabung Wintrobe menggunakan pipet Pasteur sampai tanda 0. Hasil pemeriksaan LED dengan menggunakan kedua metode tersebut sebenarnya tidak seberapa selisihnya jika nilai LED masih dalam batas normal. Metode yang digunakan untuk pemeriksaan LED ada dua. kapasitas sel darah merah membentuk . penyakit kolagen. jauhkan dari getaran maupun sinar matahari langsung. FBC) dengan hematology analyzer. volume darah yang dibutuhkan lebih sedikit. *tambahan: LED. Nilai RDW dapat diketahui dari hasil pemeriksaan darah lengkap (full blood count. seperti pada pasien luka bakar dan sferositosis bawan. 5. rheumatoid arthritis.85 % 4 : 1 (4 bagian darah EDTA + 1 bagian NaCl 0. (1) manual (diperlukan data kadar hb. Sampel darah yang telah diencerkan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tabung Westergreen sampai tanda/skala 0. Slide 18*: LED adalah test yang tidak spesifik. 4. Sampel yang digunakan berupa darah EDTA atau darah Amonium-kalium oksalat. infeksi akut dan kronis.24 mana hemoglobin abnormal terkonsentrasi di dalam eritrosit. Agglutination : RBC  MCV . Dengan metode Westergreen bisa didapat nilai yang lebih tinggi. MCH  MCHC  2. Nilai Rujukan 1. Homogenisasi sampel sebelum diperiksa. 2. ESR) adalah kecepatan sedimentasi eritrosit dalam darah yang belum membeku. AMI). Microcytosis or many fragmented red cells: RBC . Platelet  3. Nucleated red blood cell: WBC  Slide 17*: Tenggelamnya si sel darah merah dipengaruhi oleh: perbedaan gravity antara sel darah merah dan plasma. Metode Wintrobe 1. 4. Letakkan tabung dengan posisi tegak lurus. Prosedur pemeriksaan LED yaitu: Metode Westergreen 1. Tetapi jika nilai LED meningkat. Nilai RDW berguna untuk memperkirakan terjadinya anemia dini. RDW  6.

Defisiensi besi dapat menimbulkan gambaran eritrosit mikrositik hipokromatik (kecil-pucat) dan gejala hipoksia jaringan  pucat. Slide 23 sampai selesai : bisa dibaca sendiri ya hanya disebutkan contoh-contoh kelainan pada hasil tes terdapat pada penyakit tertentu.9 mm/jam 2. Slide 21: Stability of blood count bisa dibaca sendiri yah. muncul vakuol di sitoplasma. dan asam folat Eritropoietin (suatu hematopoietic growth factor) Zat Besi (Fe) 9. 2. Slide 20: efek dari penyimpanan blood count: (1) RBC. K-10 Obat Antianemia Anemia merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan kadar eritrosit dan hemoglobin dalam darah. . (2) efek penyimpanan ini tidak signifikan sampai 24 jam. WBC. Selain itu. 10. Intinya penting untuk buat secepatnya setelah dikoleksi dari pasien. artritis degeneratif. kalsium karbonat) transpor: zat besi pada plasma terikat transferrin (-globulin)  reseptor pada membran sel eritroid  endositosis  besi dilepaskan untuk sintesis Hb  transferrin kembali ke darah. suksinat.15 mm/jam Slide 19: penurunan Led dapat ditemukan pada : polycythemia.5 -1 mg/hari. dibutuhkan 10-15 mg besi/hari  diabsorpsi 10% di duodenum dan jejenum  0. Pemberian Fe (besi) 1. salisilat. Wanita 0 .20 mm/jam 1. kortison. empedu. 8. HCl. vitamin B12. Tatalaksana anemia tentunya bergantung pada etiologi yang mendasari.15 mm/jam Wanita : 0 . 2. anemia sel sabit. Pengaturan keseimbangan zat besi terutama melalui pengaturan absorpsi dan penyimpanan. sebaliknya. 4. hanya sedikit yang berasal dari makanan. senyawam asam (mereduksi ion Feri) yang mengurangi absorpsi: fosfat. limpa. Pria : 0 . compang -camping?). defisiensi faktor V. abnormalities of red cells → difficult to form rouleaux : poikilocytosis. 3. (4) lebih dari 6 jam. 6. Pria : 0 . Zat besi merupakan pembentuk cincin heme yang bersama dengan rantai globin menyusun hemoglobin. mononukleus infeksiosa. Bila cadangan sedikit dan kebutuhan banyak. dan indeks sel darah merah akan stabil sampai 8 jam. membawanya dari paru-paru ke jaringan. Adapun kasus anemia yang terbanyak adalah yang akibat defisiensi: 1. tulang. dan sel parenkim hati zat besi pada daging (heme) dapat diabsorpsi utuh sementara pada sayuran (non-heme) lebih sulit karena terikat senyawa organic  harus direduksi menjadi ion Fero (Fe++) zat besi dapat melewati membran mukosa usus halus melalui transport aktif ion Fero oleh DMT (divalent metal transporter) dan absorpsi kompleks besi dengan heme yang meningkatkan absorpsi: vitamin C. Kelebihan zat besi pada sel mukosa akan disimpan sebagai ferritin (inti Fe(OH)3 dibungkus apoprotein). 5. eliminasi . 1. CHF. sehingga Ht dan MCV akan mulai meningkat. cadangan zat besi yang kurang meningkatkan jumlah transferin Peningkatan eritrotpoiesis disertai dengan meningkatnya jumlah reseptor transferrin pada sel eritroid Eliminasi: eksfoliasi mukosa usuh halus. 7. 3. Hemoglobin berfungsi mengikat oksigen secara reversibel. absorpsi akan menurun bila cadangan zat besi tinggi. besi akan segera dibawa ke sumsum tulang untuk sintesis Hb. hitung trombosit. (3) Cytoplasmic margin → ragged (apa sih bahasa indonesianya. (3) paling baik menghitung leukosit dan terutama juga trombosit dalam 2 jam pertama (4) Reticulocyte count mulai menurun dalam 6 jam dalam suhu ruang. kinin. antasida (alumunium hidroksida. perdarahan. sickle cell. Slide 22: efek dari penyimpanan terhadap morfologi sel darah (1) perubahan mencolok setelah 12-18 jam dalam suhu ruang (2) pewarnaan nukleus semakin homogen. angina pektoris. sel darah merah akan krenasi dan sphering. prednisone).25 1. pusing. dan keringat  sedikit. 2. 2. Zat besi untuk hematopoiesis terutama berasal dari katalisis Hb pada eritrosit yang rusak. spherocytosis. lobus nukelar nya terpisah. hypofibrinogenemia. Pada anemia defisiensi besi. dsb. urine. laktasi. menstruasi (1-2 mg/hari). 1. Zat gizi yang berperan penting dalam eritropoiesis  Fe (zat besi). 11. Pengaruh obat (etambutol. walaupun sel darah merah mulai membengkak. lelah. sesak saat kerja fisik. ferritin juga dapat dijumpai pada makrofag di hati. < 1 mg/hari absorpsi meningkat bila kebutuhan meningkat  hamil (3-4mg/hari).

4. Pada tumbuhan  vitamin B12 ya mungkin negatif defisiensi vit. terapi suportif 2. 12. telur. pemberian deferoxamine (chelator besi  mengikat besi . jarang akibat kurangnya asupan. 3. B12 pada manusia: deoksiadenosilkobalamin dan metilkobalamin 5-30 mcg/hari dari makanan  diabsorpsi 1-5 mcg. necrotizing gastroenteritis dengan nyeri. 10. nyeri punggung.untuk penderita yang tidak dapat menerima preparat oral atau penderita dengan perdarahan hebat. B12 menimbulkan anemia (megaloblastik). 2. 10 tabel dapat letal pada anak kecil 2. Gambaran klinis khas: anemia makrositer. Sumsum tulang: hiperseluler. 15. 5. dapat digunakan untuk mengetahui penyebab malabsorpsi 1. urtikaria. Karena bawaan. 3. .26 12. mual. Iron dextran: penyuntikan intramuskular (IM) dalam atau infus intravena (IV) Efek samping IM  lokal: nyeri lokal. untuk terapi digunakan sianokobalamin dan hidroksikobalamin bentuk aktif vit. suatu glikoprotein plasma. sering disertai leukopeni dan/atau trombositopenia 3. kram perut. daging. diare berdarah  shock. demam. deferasirox (kelator besi per oral. produk susu. kematian (sebagian akibat hipersensitivitas  delayed  muncul 48-72 jam setelah pemberian obat  berisiko lebih tinggi bila sudah pernah mendapat ion dextran sebelumnya) 4. risiko reaksi hipersensitivitas lebih kecil pemberian parenteral kronik memerlukan monitoring kadar besi cadangan untuk menghindari keracunan akibat kelebihan besi Waspadai: 1. diare. Hemochromatosis (kelebihan besi dideposit pada berbagai organ)  hati. jantung. gejala gastrointestinal. gambaran patologik: degenerasi sarung myelin diikuti degenerasi akson di cornu dorsalis dan lateralis medulla spinalis dan saraf perifer Pemberian vitamin B12 dapat menghentikan proses gangguan neurologik. deferoxamine suntikan hanya bila flebotomi tidak bisa (talasemia major). gangguan sekresi faktor intrinsic oleh sel mucosa lambung (anemia perniciosa). kematian 1. bila tidak ada gangguan gastrointestinal) dan suntikan (co/: penyakit ginjal kronik berat dengan hemodialisis) Preparat Fe Oral 13. sesak. ferrous sulphate (dessicated). 7. . dan gangguan neurologik relatif sering terjadi karena gangguan absorpsi. muntah. ferrous gluconate. diatasi dengan irigasi usus. iron-sodium gluconate complex  penyuntikan IV. 11.akumulasi erytroid megaloblastik 4. Pemberian preparat Fe: oral (utama.dan meningkatkan ekskresi). Sindrom neurologik  biasanya dimulai dengan kesemutan dan kelemahan saraf perifer  spastik. Ion Fero lebih efisien diabsorpsi  ferrous sulphate (hydrated). 2. artralgia. B12 membentuk kompleks di lambung dan duodenum dengan faktor intrinsik (glikoprotein disekresi sel parietal mukosa lambung) Absorpsinya berlangsung di ileum distal. 9. menyebabkan kegagalan organ. 1-10 mg disimpan di hati dan sisanya diekskresi melalui urin dan feses Vit. Intoksikasi akut 1. 5. kelebihannya disimpan di hati Transpor: berikatan dengan transkobalamin II. feses hitam Preparat Fe suntikan 14. ataksia. 3-6 bulan  dose-related Efek samping: mual. anafilaksis (jarang). tetapi tidak sepenuhnya mengatasi Schilling test  mengukur absorpsi dan ekskresi vit. 8. bronchospasme. 6. Iron sucrose complex. kematian 3. ferrous fumarate)  diminum segera setelah atau waktu makan  ferrous sulphate merupakan preparat terbaik Dibutuhkan 200-400 mg besi/hari. B12 radioaktif. Selain itu. dan penyakit distal ileum juga dapat menjadi penyebab. Diatasi dengan: flebotomi intermiten. 5. pewarnaan pada tempat suntik IV  sakit kepala. pankreas. kebutuhan normal: 2 mcg/hari. muntah. transfusi berulang-jangka panjang (talasemia major) 2. Anemia megaloblastik 2. konstipasi. 6. baru) Vitamin B12 Sumber utama: hati. penyakit ginjal kronik lanjut 1. nyeri epigastrium. flushing. ke berbagai sel Manifestasi klinis: 1. Intoksikasi kronik 6. koma. gastrektomi.

maintenance 100-1000 g 1x / bulan bila ada gejala neurologis  tiap 1-2 minggu selama 6 bulan . penggunaan obat-obatan: 2. 21. Cyanocobalamin / hidroksokobalamin dosis awal 100-1000 g IM /hari atau selang sehari selama 12 minggu. pemberian eritropoietin diindikasikan untuk anemia pada gagal ginjal kronik. respon seringkali tidak terlalu baik Efek samping: peningkatan Ht dan Hb yang cepat berpotensi menimbulkan hipertensi dan trombosis (perlu peningkatan perlahan. 18. 16. 7. Noorwati Sutandyo. Namun. dan anemia sekunder umumnya kemungkinan untuk respon terhadap eritropoietin rendah. karena bermanfaat: 1. 22. dan pengobatan hipertensi). SpPD . alkoholisme. dengan cadangan 5-20 mg di hati dan jaringan lain ekskresi melalui urin dan feses defisiensi folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik (namun tidak menyebabkan gangguan neurologik seperti pada defisiensi vit. reaksi alergi jarang dan ringan 11. masa paruh serum eritropoietin pada penderita gagal ginjal kronik adalah 4-13 jam darpoietin alfa merupakan eritropoietin bentuk glikosilasi yang memiliki masa paruh 2-3x eritropoietin eritropoietin menginduksi release retikulosit dari sumsum tulang pada anemia. 24. pada anemia karena gangguan sumsum tulang primer atau anemia sekunder dengan kadar eritropoietin relatif rendah (<100 IU/L)  eritropoietin mungkin bermanfaat dosis umum  150-300 IU/kg. meningkatkan Ht (sekitar 35% dengan dosis 50-150 IU/kg intravena atau subkutan. 10. dosis 1 mg/hari suplementasi diberikan untuk penderita dengan risiko tinggi  wanita hamil. dialysis 5.= asam pteroilmonoglutamat dibutuhkan untuk menghasilkan prekursor untuk sintesis asam amino. pirimetamin menghambat dihidrofolat reduktase  defisiensi kofaktor folat 3. selanjutnya 1 x/bulan 20. malabsorpsi 4. Asam Folat . anemia hemolitik. 17. peningkatan retikulosit dalam 10 hari pada anemia karena gangguan sumsum tulang. hati. 1. trimetoprim.  non-anemis: < 20 IU/L  anemia ringan-sedang: 100-500 IU/L  anemia berat: lebih tinggi 26. tumor ganas) akan meningkatkan kebutuhan folat diabsorpsi (sempurna) melalui jejunum proksimal umumnya 50-200 g. monitoring. Metotreksat. 23. 3. penyakit hati. anemia hemolitik. alkoholisme. dialisis Eritropoietin (epoetin alfa) merupakan hematopoietic growth factors yang menstimulasi proliferasi dan diferensiasi erytroid. 3. 25. meningkat saat hamil: 300-400 g/ hari. 15. B12) dan malformasi congenital defisiensi asam folat dijumpai pada: 1. anemia defisiensi. ginjal. mengurangi kemungkinan transfusi 2. purine. namun hal ini juga dipengaruhi oleh kecepatan metabolisme dan cell turn-over sehingga adanya peningkatan metabolisme (seperti pada infeksi. 12. 2. 3x/minggu. 8. anemia hemolitik  kebutuhan folat meningkat  hati-hati kemungkinan terjadi neural tube defect (missal: spina bifida) pada fetus 3. 13. dan DNA  menghasilkan dTMP ( 2-deoxy-thyimidine monophosphate) untuk sintesis DNA sumber: ragi. terutama dihasilkan oleh ginjal berinteraksi dengan reseptor erythropoietin spesifik pada progenitor eritrosit kadar eritropoietin serum umumnya berbanding terbalik dengan kadar hematokrit (Ht) dan hemoglobin (Hb) setelah pemberian intravena. hamil. Fenitoin (jangka lama) Preparat oral Lebih sering disbanding suntikan (jarang) diabsorpsi dengan baik. sayuran hijau kebutuhan folat rata-rata adalah 50 g/hari.27 Terapi suntikan 19. terjadi peningkatan eritropoietin serum (kecuali anemia pada gagal ginjal kronik karena ginjal tidak dapat memproduksi eritropoietin): 9. 4. K-11 TRANSFUSI DARAH: ILMU DASAR DAN APLIKASI Oleh dr. 5. 14. penyakit hati 2. 3x/minggu) dan Hb dalam 2-6 minggu.

BO B Α O OO α. B Genotip ini diturunkan dari kedua orang tua. saat dia merencanakan kehamilan dan bukan baru diminum saat dia telah hamil.^ Antibodi yang ada pada serum. Sedangkan golongan darah lainnya. Antibodi yang menyelubungi sel darah merah (tipe direct) 2. Gen ABO ini mempunyai 3 alel (A. belum tentu tidak ada antigennya. ABO. Karl Landsteiner menemukan untuk pertama kalinya golongan darah manusia yang terdiri atas A. Kalau pun hasilnya negatif. Tes Kecocokan Sel Darah Merah (Crossmatching test) Tes ini penting dilakukan sebelum melaksanakan transfusi. tetapi sistem ABO yang dipilih karena memilki jenis antibodi yang lebih stabil. Selain itu. antibosi plasma resipien Crossmatching minor – eritrosit resipien. Ada 2 macam crossmatching yaitu: Crossmatcing mayor – eritrosit donor. adanya antibodi terhadap antigen rhesus D juga menyebabkan destruksi cepat dari sel darah merah yang positif rhesus D. namun pada anak kedua dapat timbul penyakit hemolitik. AO A β B BB. dan Se yang berfungsi untuk memproduksi enzim glycosyl.. merupakan antibodi yang diperoleh dari ibu yang ditransfer melalui tali pusat. maka akan terbentuk anti rhesus.transferase untuk mensintesis antigen A dan B. Antibodi ini biasanya muncul beberapa bulan setelah bayi lahir.bu dosen tidak menjelaskan lebih lanjut ^. Sintesis antibodi ini akan meningkat saat usia 5-10 tahun. . Penting: obat ini diminum oleh wanita.mekanismenya?? coba dicari ya. Golongan darah O tidak berantai. Nah. jika hal ini terjadi dari ibu ke anak yang dikandungnya. namun gen in mengandung antigen H.28 Sistem ABO Pada tahun 1900. Antibodi anti sel darah merah yang beredar di serum (tipe indirect) Sentrifugasi Darah Penggunaan darah untuk transfusi hendaknya dilakukan secara rasional dan efisien. untuk menghindari terbentuknya antibodi pada orang dengan antigen rhesus D yang negatif. Golongan darah A mempunyai rantai gula N-acetyl galactosamine dan golongan darah B mempunyai rantai galaktosa. Antigen yang terletak pada eritrosit berupa suatu protein atau lipid (lipoprotein) yang ditambahkan rantai gula. yaitu dengan memberikan hanya komponen darah/derivat plasma yang 1.. 2. Apakah golongan darah bisa berubah?? BISA. Keadaan di atas dapat dicegah salah satunya dengan Rhogam. Nah. O) yang dapat ditemukan pada kromosom 9 (lokus ABO). bisa dilakukan pada WB=whole blood atau pada PRC = packed red blood cell) Tes Coomb Tes ini menggunakan hemaglutinasi untuk mendeteksi: 1. Selain itu.β AB AB A. jangan dilakukan saat mereka baru lahir. antibodinya kadang bisa ditemukan atau tidak dalam serum. yaitu sel epitel dan sel endotel. sebenarnya golongan darah itu banyak sekali (lihat tabel slide:5). antibosi plasma donor Hasil: Cocok jika hasil crossmatching mayor dan minor negatif Tidak cocok jika: Crossmatching mayor (+) --> tidak boleh ditransfusikan Crossmatching minor (+) --> boleh ditransfusikan dengan izin dari dokter *prosedur dari tes crossmatching ini bisa dibaca di slide 21-22 (intinya tes ini melalui 3 fase. dan menurun pada mereka yang lebih tua. rantai oligosakaroda untuk membentuk antigen A atau B. gen O tidak menghasilkan enzim. O. B. Hal ini untuk memastikan apakah sel darah merah yang ditransfusikan cocok dengan antibodi dalam serum pasien. Pada lokus yang berbeda juga dapat ditemukan gen Hh dan Se (secretor). anak pertama biasanya selamat. Akibatnya. Berbeda dengan gen A dan B. Dasar penentuan ini berdasarkan reaksi antigen-antibodi. Golongan darah sistem ABO Fenotip Genotip Antigen Antibodi A AA. di mana antibodi dapat dideteksi dalam serum sedangkan antigennya pada eritrosit. dapat menyebabkan diproduksinya anti rhesus D pada orang yang tidak mempunyai antigen tersebut. B.. Antigen dan antibodi rhesus D Transfusi darah dari orang yang mempunyai antigen rhesus D kepada orang yang tidak mempunyai rhesus D. obat ini dapat mencegah pembentukan sel memori dan aktivasi sel B untuk membentuk antibodi. 2. 1. jika ingin mendeteksi golongan darah bayi. Hh. Oleh karena itu. Glycosphingolipid yang membawa oligosakarida A dan B merupakan bagian integral dari membran sel darah merah.

Misalnya faktor VIII dan IX.29 diperlukan saja. Informed Consent Penting dan harus ada mengingat transfusi darah hanya dapat dilakukan jika indikasinya jelas. akan didapatkan beberapa derivatnya. antara lain: bayi prematur. 4. Sel darah merah pekat beku (RBCs Frozen) Pemberian Whole Blood Memiliki kapasitas tinggi mengangkut oksigen Metabolitnya sedikit Kadar kalium plasma yang rendah Di USA waktu penyimpanannya selama 3-7 hari. tetapi juga penilaian klinis pasien 7. Buffy coat ini biasanya digunakan untuk pemeriksaan DNA atau keperluan kultur. Hanya dilakukan pada pasien tertentu. Keuntungan memberikan komponen darah: Pasien hanya mendapatkan komponen darah yang benar-benar dibutuhkan Mengurangi volume reaksi transfusi Mengurangi darah yang ditransfusikan Memaksimalkan penggunaan sumber darah Meminimalisasi masalah logistik Mengoptimalkan suhu dan metode penyimpanan setiap komponen darah. 5. komponen darah dapat dipisahkan menjadi sel darah merah pekat. 2. 6. Beberapa sediaan transfusi sel darah merah pekat (packed red blood cell): 1. 3. golongan darah O hanya dapat diberikan pada golongan O 1. Sel darah merah pekat cuci (RBCs Washed). terdapat buffy coat di antara presipitat sel darah merah dan plasma. O. Oleh karena itu. dan melihat adakah risiko/komplikasi akibat oksigenasi yang inadekuat. Sedangkan dari proses fraksinasi plasma. dan O 2. kriopresipitat. 3. di mana keberhasilan transfusi diperankan oleh semua prosedur. 6. Kegagalan transfusi bisa terjadi saat pengambilan darah dari donor. ada tidaknya perdarahan. dan faktor-faktor koagulasi pekat. 5. 3. AB. yaitu albumin. Dari jalur tersebut. penyimpanan darah yang kurang tepat. Adapun pada kadar Hb 6-10 g/dL. Pada satu tabung sentrifuge. Keputusan melakukan transfusi tidak hanya berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. trombosit. biasanya ≥ 45 kg Hb ≥ 12 g% Memiliki tanda vital yang baik Bebas dari infeksi > secara medis sehat Mengisi kuesioner yang telah distandarisasi 1. Sel darah merah pekat dengan sedikit lekosit (RBCs Leukocytes Reduced) 2. Syarat donor berusia 17-60 tahun berat badan. Dari satu unit darah lengkap donor dengan proses sentrifugasi kecepatan tinggi. 5. B. pasien syok. imunoglobulin. golongan darah B hanya dapat menerima donor dari golongan darah B dan O 3. 1. B. atau saat akan diberikan ke pasien yang membutuhkan (si perawat salah pasien atau salah memberikan komponen yang dibutuhkan). Pelaksanaan transfusi darah ini dilakukan untuk mengatasi mortalitas dan morbiditas yang tidak dapat dicegah dengan cara lain. 2. 4. plasma segar beku. Indikasi Transfusi Pasien harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara personal untuk menentukan terapi transfusi yang tepat 8. pasien dengan perdarahan masif. golongan darah B dapat diberikan pada golongan darah B dan O 4. AB 4. golongan darah A dapat diberikan pada golongan darah A dan O 3. transfusi darah tidak boleh dilakukan sembarangan karena pelaksanaanya berisiko serta menyebabkan adverse reactions dan transfusion-transmissible infections (TTI) *pada transfusi sel darah merah golongan darah A hanya dapat menerima donor dari golongan darah A dan O 2. masalah pengumpulan/transportasinya. 4. bagaimana volume intravaskularnya. dilakukannya transfusi berdasarkan penilaian ada tidaknya organ yang iskemik. golongan darah AB (no-antibodies) dapat diberikan pada golongan darah A. biasanya diberikan pada pasien PNH (paroxysmal nocturnal hemoglobinuria) Jalur transfusi darah 3. atau pasien dengan penyakit jantung/paru berat 1. . golongan darah O hanya dapat menerima donor dari golongan O *pada transfusi plasma 1. dan lain-lain. di Indonesia waktu penyimpanan maksimal 2 hari. Transfusi sel darah merah Transfusi ini jarang dilakukan jika Hb pasien masih di atas 10 g/dL dan hampir selalu dilakukan pada pasien dengan Hb di bawah 6 g/dL. golongan darah AB dapat menerima donor dari golongan darah A. Adanya keadaan-keadaan tersebut adalah indikasi transfusi meskipun Hb masih di atas 6 g/dL. 2. serta pasien dan keluarganya telah mengetahui risiko-risiko yang mungkin timbul. dapat dilihat suatu rantai transfusi.

platelet ditransfusikan jika terdapat myelosuppression dengan hitung platelet < 10. 8. *beberapa orang dengan trombositopenia kronik dapat hidup dengan jumlah trombosit < 50. Kalau mereka mau operasi baru diberikan transfusi platelet. F XIII.000. Pemberian kriopresipitat yaitu pada pasien yang kekurangan fibrinogen atau dengan penyakit Von Willebrand. Kebutuhan Plasma/FFP (Fresh Frozen Plasma) Pemberian plasma dilakukan berdasarkan kondisi klinis pasien dan penyakit yang mendasari. Namun terdapat bukti bahwa darah dingin menyebabkan spasme pada vena setelah pemberian infus. Sebelum dipakai. Trnasfusi hanya dilakukan untuk pasien dengan tipe ABORh tanpa adanya croosmatch. seperti F VIII. menjaga pasien dalam keadaan hangat jauh lebih penting daripada menghangatkan darah infus. Kriopresipitat Kriopresipitat biasanya diberikan pada pasien hemofilia karena di dalamnya berisi faktor anti hemofilik. PERHATIAN!!! Kontraindikasi 1.000/ uL hitung platelet sebesar 50. Pemberian sejumlah ini dapat meningkatkan faktor koagulasi sampai 20% segera setelah transfusi dilakukan. 11. sepsis dengan DIC menjadi salah satu indikasi transfusi platelet. . Darah dingin ini dapat menyebabkan cardiac arrest jika diberikan dengan kecepatan infus 100 ml/menit. Oleh karena itu. jumlah platelet akan turun terus jika tidak segera ditangani. 2. Satu unit dapat meningkatkan fibrinogen sebanyak 5 mg/dl pada dewasa. Sama halnya dengan transfusi platelet.. kriopresipitat harus dicairkan terlebih dahulu dengan 0 menempatkannya dalam waterbath bersuhu 30-37 C.30 Lihat tabel komponen darah ya.000/uL sedangkan jika pasien mengalami demam atau perdarahan minor. Darah hangat ini umumnya dibutuhkan pada: 3.000/ul atau terjadi defek fungsi platelet (uremia.000/mm (BB 70 kg). Kadar hemostasis yang ditargetkan yaitu. 9. antara lain perdarahan aktif dan hitung platelet < 50. 10. tidak ada bukti bahwa darah yang dihangatkan lebih berguna bagi pasien.000 / uL Regional dental block 30. Komponen ini harus diberikan dalam waktu 6 jam setelah pencairan atau 4 jam setelah pooling. 7. Adapaun pada komponen platelet pheresis. Trnasfusi darah tidak boleh digunakan sebagai sumber penambah volume darah atau tekanan onkotik atau untuk meningkatkan penyembuhan luka. Contohnya pada pasien yang membutuhkan penggantian faktor koagulasi diberikan FFP sebanyak 10–20 ml/kgBB (= 4-6 unit untuk dewasa). platelet ditransfusikan jika hitung platelet < 20. Pemberian 1 unit platelet dapat meningkatkan hitung jenis platelet sebesar 3 5.000 / uL Operasi minor 50. ini hanya dilakukan pada pasien dengan tipe ABO-Rh tanpa adanya croosmatch. platelet sebanyak 300 ml hanya diambil dari 1 orang saja. anak-anak lebih dari 15 ml/kg/jam) 4. misalnya terapi Fe. transfusi cepat (dewasa lebih dari 50 ml/kg/jam. Sel darah merah tidak boleh digunakan untuk treatment anemia yang sebenarnya dapat diatasi dengan pemberian terapi nontransfusi. kelainan penyimpanan atau storage pool defect). Yang jelas. Pada pasien yang tidak mengalami perdarahan. jumlah fibrinogen >100 mg%. Darah Hangat Pada infus pelan.000/uL Jumlah platelet yang adekuat dibutuhkan untuk beberapa prosedur berikut: Pemeriksaa gigi rutin 10.slide 43-46 Notes: pada komponen platelet diambil sebanyak 300 ml. Exchange transfusion pada bayi 5. Pasien dengan aglutinin dingin Kebutuhan Platelet Dosis yang biasa digunakan yaitu 1 unit per 10 kgBB (5-7 unit untuk dewasa).000/uL aman untuk pasien ITP (Immune Trombocytopenic Purpura) yang sedang menjalani anestesi epidural *Pada sepsis dengan DIC (disseminated intravascular coagulation). hanya pada beberapa situasi.000/ uL Operasi mayor 80. 6. jumlah ini bisa didapatkan dari 10 orang. Transfusi Platelet Tidak setiap trombositopenia diberikan platelet. Plasma yang telah dicairkan (suhu 0 30-37 C) harus ditransfusikan secepat mungkin ke pasien.000 / uL Pencabutan gigi 30.

alosensitisasi HLA. Platelet yang diletakkan pada suhu rendah dapat kehilangan kemampuannya untuk membekukan darah. hiperkalemia. hemolisis lambat. nadi. alergi. di bungkus handuk hangat saja. HTLV-1 dan II. Tanda DIC perdarahan atau trombosis Transfusi masif Menurut WHO. Jika terjadi syok --> siapkan emergency kit 1. 7. Observai AIRWAY apakah perlu alat bantu nafas?? 2. Prosedur ini dilakukan untuk memelihara fungsi platelet. TRALI. Lihat apakah ada diuresis  curiga gagal ginjal 3.31 Darah dihangatkan pada penghangat darah ( blood warmer). hemolisis akut. dll Pada reaksi yang lambat dapat terjadi: Hemolisis ekstravaskular. Batasan waktu untuk penginfusan proses transplantasi. alergi Hipervolume. suhu 4. malaria. Reaksi transfusi dapat digolongkan menjadi akut dan lambat. hemolisis yang fatal. Transfusi harus dilakukan secepat mungkin dengan masa penginfusan selama 20 menit. DIC. deplesi fibrinogen dan faktor koagulasi. HIV-1 dan HIV-2. sehingga kita bisa memantau suhunya. Komplikasi lain yang menyertai yaitu. Terdapat risiko proliferasi bakteri jika penyimpanan terlalu lama.3 DPG). antara lain hepatitis B dan C. diberikan kortikosteroid dulu baru dilanjutkan antihistamin.3 diphosphoglycerate (2. Adapun infeksi yang dapat muncul. Notes: intinya sih kalau terjadi alergi ringan. dalam transportasi pun harus digunakan box 0 atau tempat terisolasi yang dapat menjaga suhu antara 20-24 C. 8. Platelet transfusion set baru dengan salin sebaiknya digunakan untuk menginfuskan konsentrat platelet ini. dan terbentuk mikroagregat. tentier di tangan kiri. Pada yang moderat. dan sel darah merah serta plasma. frekuensi nafas. Dilarang meletakkan darah pada mangkok/baskom berisi air panas karena dapat menyebabkan hemolisis sel darah merah dan pembebasan ion K+ yang dapat mengancam hidup pasien. Platelet pekat ini harus disimpan pada suhu 200 24 C dengan kantong darah biasa yang diletakkan pada rotator/ agigator yang selalu berputar/bergoyang. 6. 9. DLL *Komplikasi yang tidak dapat dicegah dapat berakibat fatal Jangan lupa lihat tabel di slide 64 tentang reaksi-reaksi akibat transfusi. berisi trombosit. dan reaksi anafilaksis. transfusi masif adalah penggantian darah yang hilang ≥ volume darah total pasien dengan menggunakan darah yang disimpan < 24 jam (70 ml/kg pada dewasa atau 80-90 ml/kg pada anak-anak atau bayi) Komplikasi transfusi masif berupa asidosis. platelet dapat disimpan selama 3 hari. . Jangan sekali-kali taruh ketiak ya !!! idealnya sih alatnya disertai dengan termometer beralarm. Ingat !! transfusi itu sama halnya dengan KULIAH 13 – TES HEMOSTASIS Catatan: slide di tangan kanan. namun reaksi antara organ transplan dengan respons tubuh pejamu jarang terjadi. hipotermia. gagal ginjal akut. respirasi. deplesi platelet. Penyimpanan dalam kulkas di bank darah tidak boleh dilakukan. DIC (disseminated intravascular coagulation)) Demam. Komplikasi Transfusi Reaksi dapat berupa demam. TRALI (transfusion related acute lung injury). hipokalsemia dan toksisitas sitrat. Observasi tanda-tanda vital: tekanan darah. TTI (transfusion transmissible infection). Nilai komplikasi dari penilaian klinis dan pemeriksaan laboratorium 3. Lebih baik kalau tidak ada blood warmer. Penempatan pada kantong darah khusus memperlama masa penyimpanan hingga 5 hari. alosensitisasi sel darah merah. Apa yang harus dilakukan jika komplikasi terjadi??? 1. Pada reaksi akut dapat terjadi: Hemolisis intravaskular (gangguan hemodinamik. beberapa lekosit. Stop transfusi 2. berkurangnya 2. Konsentrat Platelet Konsentrat ini merupakan trombosit pekat. biasanya diberi antihistamin.

akan dibahas di kuliah selanjutnya.000. < 150. Aliran darah N tapi aliran balik (sengaja) dihambat 2. dan jumlahnya bisa > 1. Yang maligna itu adalah pada keganasan hematologi (kelainan myeloprolipferative). Activated Partial Thromboplastin Time Dapat meningkat pada defek berbagai faktor.000).000) dan trombositopenia (jumlah trombosit menurun. Kata dokternya sih. Faktor XIII tidak dimasukkan ke dasar pemeriksaan APTT-PT-TT (memiliki pemeriksaan sendiri yang spesifik) karena hanya berfungsi sebagai stabilisator fibrin (kalau fibrin sudah terbentuk sudah dapat terdeteksi meski tidak stabil). Ada platelet clumping. Gejala perdarahan 2. Yang penting dan ditekankan oleh dosennya = Faktor IX dan Faktor XI --> asosiasi dengan perdarahan.000 µL. tetapi hasil labnya menunjukkan trombositopenia karena: 1. K. Sejarah perdarahan 3. Sedangkan yang benigna merupakan suatu proses reaktif. Sekarang kita bahas satu-satu ya. Perkenalkan: trombosit adalah serpihan (fragmentasi) dari sitoplasma megakaryosit. 1. Pengambilan darah untuk memeriksa koagulasi harus KRITIS: tidak boleh terkontaminasi tissue factor (dapat memicu koagulasi) --> tabung yang diisi pertama kali pada pengisian tabung sampel darah (untuk tes koagulasi) tidak boleh tabung pertama. Gangguan platelet (trombosit) itu ada yang bersifat kuantitatif dan ada yang kualitatif. > 400.. # Vitamin K digunakan untuk sintesis Faktor VII dan Faktor IX. pada hasil/nilai ekstrim validasi dengan sediaan apus Prothrombin time Dengan reagen tromboplastin dari paru/otak/hati binatang sehingga perlu standar tertentu: International Normalized Ratio (INR). Sebenarnya trombositosis itu ada yang bersifat maligna dan ada yang benigna. abnormalitas penyimpanan granulnya. tetapi tidak ada tanda ptekie atau ecchymoses.. Kesalahan lab (ex vivo) coba konfirmasi dengan sediaan apus 2. di mana seringkali disertai gangguan kulalitatif pada trombosit tersebut. Menyebabkan stimulasi trombopoiesis  meningkatkan jumlah. Trombositosis 1. Kalau dinding kapiler lemah akan terjadi petechiae 3. Untuk kelainan myeloproliferative. menurun pertama kali pada gangguan sintesis hati = sensitive marker. yaitu menumpuknya trombosit pada daerah tertentu di pembuluh darah. waktu paruh paling singkat.000/µL atau bisa lebih dari 1 juta lalu kembali normal. lymphoproliperative disorders.Platelet Disorders . ukuran. Manual: dengan sphygmomanometer. hafalin aja semua gambar yang ada di slide ini. uremia). di mana jumlahnya trombositnya tidak mencapai > 1. Trombositopenia. Yuk kita mulai belajar. terjadi karena: 1. tekanan harus di antara sistol-diastol 1. atau pada gangguan fungsi platelet yang didapat (myeloproliperative disorders. misalnya pada inherited disorders of platelet function (abnormalitas pada membran permukaan platelet. Trombosit juga memiliki beberapa reseptor pemukaan (lihat gambar @slide) dan berperan pada aktivitas koagulasi dengan membentuk sumbat hemostasis agar luka dapat tertutup. Faktor VIII --> asosiasi dengan hemofilia.000. Destruksi platelet yang cepat/ adanya peningkatan pemakaian trombosit. Trombositopenia artefaktual ini dicurigai apabila hasil lab menunjukkan trombositopenia. aliran darah juga terhambat sehingga dapat terjadi iskemia 2. Kalau P>sistol. abnormalitas pada transduksi sinyal). Quantitative Platelet Disorders 1. Artifaktual. 2. 1. trombosit perlu berikatan dengan sesamanya dan dengan subendotel kapiler. Kelainan kuantitatif terdiri dari trombositosis (jumlah trombosit meningkat. dan laju pamatangan dari prekursor megakaryosit. Untuk itu.32 Kapan perlu dilakukan tes hemostasis? 1. Sebelum operasi --> penting untuk persiapan 4. Otomatis: dengan platelet function meter --> tidak ada di Indonesia Trombositopenia/trombositosis --> hitung dengan alat otomatis. Dari sini dapat diketahui bahwa PT dapat meningkat apabila terjadi penurunan Faktor VII akibat gangguan hati. Monitor terapi antikoagulan Bleeding time 1. artinya jumlah trombosit dalam tubuh sebenarnya tidak berkurang. Trombositopenia biasanya disebabkan oleh penyebab ini 2. Kalo kelainan kualitatif ya yang terganggu itu kualitas plateletnya. Faktor VII: dibentuk di hati.

terdapat autoantibodi terhadap platelet sehingga harus dilakukan deteksi antibodi terhadap trombosit menggunakan ELISA atau flowsitometri dgn marker khusus. ITP (Idiopatic thrombocytopenic purpura) 1. dan serum LDH serta unconjugated bilirubin biasanya meningkat. 3. Nah. patofisiologinya masih belum jelas (siapa tau anda yang menemukannya suatu saat nanti). confusion. Megakaryosit di sumsum tulang jumlahnya normal atau sedikit meningkat 3. basophilic stippling. contohnya pada sindrom Wiskott-Aldrich. Meningkatkan destruksi platelet 3. infeksi parasit malaria. mielodisplasia. 9. dan amegakaryosit. Defek intrakorpuskular: jarang dan diturunkan. alkylating agents. leukemia akut. Secara umum. Gambaran laboratoriumnya: 1. Flowsitometri: deteksi autoantibody pasien menggunakan penanda spesifik 5. Pooling Trombosit yang Abnormal 3. tetapi setelah diketahui bahwa penyebabnya adalah autoimunitas. Manifestasi kliniknya: tolong lihat di slide 11 TTP (Thrombotic Thrombocytopenic Purpura) dan HUS (Hemolytic Uremic Syndrome) 6. sehingga menyebabkan molekul vWF besar yg tidak biasa (ULvWF) yang dapat berikatan dengan platelet dan menyebabkan thrombi (bentuk jamak dari trombus) di mikrosirkulasi. Thrombi tersebut dapat menyebabkan eritrosit pecah sehingga menyebabkan polikromasia (variasi kandungan Hb dalam eritrosit darah) dan peningkatan jumlah retikulosit. kalo bu gurunya bilang tidak berhubungan. mirip2lah). DIC. Hmm. tetapi menumpuk pada pool ekstravaskular yang sangat besar di limpa sehingga trombosit yang beredar di sirkulasi jadi berkurang. atau karena kerusakan permukaan endotelial. ELISA: untuk deteksi antibody terhadap platelet 3. seperti sirosis dengan hipertensi portal. Kedua penyakit ini mirip sekali 7. yaitu dengan meningkatkan jumlah dan kecepatan maturasi megakaryosit. pusing. anemia aplasia. Yang ditemukan di lab: 1. Dulu. Trombopoietin yang dihasilkan di hati dan ginjal bertugas sebagai pengatur utama produksi trombosit. Tidak ada hubungan antara keparahan trombositopenia dengan besarnya limpa (kalo di slide katanya poorly correlates. TTP. Pada reaksi imunologik. Terjadi pada gangguan yang berasosiasi dengan splenomegali. 11. Bila tidak ditangani. huruf I pada ITP berarti idiopatik. Kadar trombopoietin ini akan meningkat pada keadaan trombositopenia. Disebabkan oleh autoantibody spesifik terhadap platelet yang berikatan dengan autologous platelet. Reaksi imunologik tsb ada yang akut dan kronik. patogenesisnya juga belum jelas. bisa karena reaksi imunologik. produksi trombositnya normal atau meningkat. jumlah retikulosit meningkat. Contohnya:. dan paresis. 5. Untuk membedakannya. liat aja di slide 9. 2. Hasil labnya: trombositopenia dan hemolisis. Agen kimia dan fisik yang memproduksi supresor sumsum tulang  berupa radiasi ionik. polikromasia. 12. Yang akut sering terjadi pada anak dan menyebabkan perdarahan berat yang disertai limfositosis dan eosinofilia. atau trombositnya dimakan makrofag. limfoma. pingsan. dan obat sitotoksik. Pada HUS aktivitas vWF cleaving protease normal. Acquired amegakaryocytic thrombocytopenic purpura jarang terjadi. Distribusi trombosit yang abnormal/ pooling: umumnya disertai splenomegali (karena trombositnya numpuk di limpa). Defek ekstrakorpuskular: paling sering terjadi. yang kemudian secara cepat dibersihkan dari sirkulasi oleh makrofag 4. yah. TTP akut bisa berakibat fatal. inilah bedanya HUS dgn TTP 10. Pansitopenia dengan trombositopenia ringan 2.33 3. 4. leukemia. 2. 8. Penurunan Produksi Platelet 1. 4. lebih baik mengandalkan gambaran klinis daripada menggunakan temuan laboratorium. Abnormalitas Membran Trombosit . Penurunan produksi trombosit: terjadi karena kerusakan sumsum oleh obat atau radiasi yang bersifat myelosupresive. eritrosit berinti. seperti ataksia. bisa karena ada trombi intravaskular yang mengikat banyak trombosit. sedangkan yg kronik lebih sering pada orang dewasa dgn perdarahan yang jarang masiv serta limfosit dan eosinofilnya normal. atau karena dilusi trombosit akibat banyaknya darah yang hilang (misalnya pada perdarahan masiv). Trombositopenia dgn ukuran platelet cenderung membesar 2. trombositopenia tersebut akan memicu sel induk pluripoten untuk membentuk lebih banyak megakaryosit (megakaryosit pool). Untuk ringkasan mekanisme destruksi trombosit. I nya berubah jadi imunologik 2. Manifestasi klinisnya: lemah. Patogenesisnya: aktivitas yang kurang dari vWF cleaving protease (enzim yang UIvWF menjadi vWF) di plasma. dll. berasosiasi dengan penurunan atau ketiadaan megakaryosit dalam sumsum yang normal. sakit kepala yang kemudian berlanjut manjadi manifestasi neurologik yang lebih serius.

baca slide aja ya. agregasi vs adhesi) 5. dan GP V (lagi2. Penurunan kemampuan adhesi trombosit pada subendotelium (ini slh satu pembeda Glanzmann’s dgn BerSo. Pada apusan darah.34 1. . terlihat ukuran trombositnya besar. tapi fungsinya yang abnormal 4. Abnormalitasnya pada membran GP Ib. akan dibahas lebih jauh di kuliah yg lain. Abnormalitasnya berada pada kompleks glikoprotein IIb/IIIa dan Ib/IX (ayo liat gambarnya) 3. Penurunan clumping trombosit pada apus darah 5. GP IX. 2. Collagen receptor defect Untuk kelainan fungsi platelet yang didapat (gangguan myeloproliferative dkk). dan jumlahnya menurun 4. Autosomal resesif juga 2. lihatlah gambarnya) 3. Terlihat agregasinya normal saat berespon terhadap semua aggregating agents kecuali ristocetin (ini pembedanya juga) 3. Sekian. Bernard-Soulier disease 1. Untuk slide terakhir (evaluasi pasien). Clot retraction menurun (intinya kualitas pembekuan darahnya buruk karena membran yg abnormal menyulitkan agregasi trombosit). Terlihat penurunan agregasi trombosit ketika berinteraksi dengan semua aggregating agent kecuali ristocetin (knp ya?) 6. Jumlah trombosit normal. Bersifat autosomal resesif 2. Glanzmann’s Thrombasthenia 1. Platelet type von Willebrand’s disease 4.