KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT DI KEPUALAUAN INDONESIA

KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT

DI KEPULAUAN INDONESIA

1. PROSES MUNCUL DAN BERKEMBANGNYA KEHIDUPAN AWAL MANUSIA DAN MASYARAKAT INDONESIA.

Dengan bantuan ilmu geologi (ilmu yang mempelajari kulit bumi ) perkembangan bumi dari awal terbentuknya sampai dengan sekarang , terbagi menjadi beberapa jaman yaitu :

Jaman azoikum (tidak ada kehidupan )

Jaman ini berlangsung sekitar 2500 juta tahun , keadaan bumi masih belum stabil dan masih panas karena sedang dalam proses pembentukan . oleh karena itu pada jaman ini tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Jaman paleozoikum (kehidupan tertua)

Jaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun , keadaan bumi masih belum stabil dan masih terus berubah . akan tetapi menjelang akhir dari jaman ini mulai ada tanda-tanda kehidupan yaitu dari hewan bersel satu , hewan kecil yang tidak bertulang belakang , jenis ikan , amfhibi , reptuil dan beberapa jenis tumbuhan ganggang .karena itulah maka jaman ini dinamakan pula dengan jaman primer (jaman kehidupan pertama ).

Jaman mesozoikum (kehidupan pertengahan )

Jaman ini di perkirakan berlangsung sekitar 140 juta tahun, pada jaman ini kehidupan telah mengalami perkembangan yang sangat pesat .pohon-pohon besar muncul ,amfhibi mengalami perkembangan , bahkan jenis reftil mencapai bentuk yang sangat besar sekali seperti dinasaurus , tyrannosaurus , brontosaurus , atlantosaurus

Ada pula jenis reftil yang memiliki sayap dan dapat terbang selama berjam-jam , jenis ini dinamakan dengan pteranodon . jaman ini dinamakan jaman sekunder (kehidupan ke-2) , adapula yang menyebut jaman ini dengan istilah jaman reftil , karena jenis hewan di dominasi oleh reftil , karena jenis hewan didominasi oleh reftil dengan bentuk yang sangat besar . pada akhir jaman ini mulai muncul jenis mamalia .

Jaman neozoikum (kehidupan muda)

Jaman ini di perkirakan berlangsung sekitar 60 juta tahun , jaman ini terbagi lagi menjadi jaman tersier (kehidupan ke-3) dan quarter (kehidupan ke-4) . pada jaman ini keadaan bumi telah membaik , perubahan cuaca tidak begitu besar dan kehidupan berkembang dengan pesat .

Jaman tersier

Pada jaman tersier , reftil raksasa mulai lenyap , mamalia berkembang pesat , mahluk primate sejenis kera mulai ada kemudian muncul jenis orang utan sekitar 10 juta tahun yang lalu muncul jenis hewan primate yang lebih besar dari pada golira sehingga disebut giganthropus . hewan ini menyebar dari afrika ke asia selatan , tetapi kemudian punah . pada masa itu pulau Kalimantan masih bersatu dengan benua asia , sebagai buktinya jenis babi purba (choeromous) dari jaman ini ditemukan pula di asia daratan.

Jaman quarter

Pada masa ini hewan-hewan yang berbulu tebal seperti mamouth (gajah besar berbulu tebal ) mampu bertahan hidup. birma . Malaysia . mencairnya es dikutub telah mengakibatkan pulau-pulau di Indonesia di pisahkan oleh lautan baik denga asia maupun Australia . Pada jaman ini terjadi pula perpindahan manusia dari daratan asia keindonesia . Sedangkan yang berbulu tipis migrasi ke wilayah tropis . jaman ini dinamakan pula jaman glacial (jaman es) karena es di kutub utara mencair sehingga menutupi sebagian wilayah eropa utara asia utara dan amerika utara . homo wajakensis yang menjadi nenek moyang bangsa austroloid ikut pula menyebar dari asia ke selatan sampai ke Australia dan menurunkan penduduk asli Australia yaitu bangsa aborigin Jaman alluvium . jenis manusia pertama yang migrasi dari asia ke Indonesia telah tidak ada dan digantikan oleh jenis manusia cerdas (homo sapiens). Pada masa ini sumatera .bekas daratan asia yang sekarang menjadi dasar laut di sebut paparan sunda . Jaman diluvium berlangsung sekitar 600 ribu tahun yang lalu . perpindahan hewan dari daratan asia ke Indonesia terbagi atas dua jalur . pada masa ini kepulauan Indonesia telah terbentuk dan tidak lagi menyatu dengan asia maupun Australia . jamna ini terbagi atas jaman diluvium (pleistocen) dan jaman alluvium (holocen). kedua melalui Taiwan .Berlangsung sekitar 600 ribu tahun . Kalimantan masih menyatu dengan daratan asia . pertama melalui Malaysia ke Sumatra dan jawa . sedangkan bekas daratan Australia yang terendam air laut di sebut paparan sahul . philipina ke Kalimantan dan jawa . di tandai dengan adanya tanda-tanda kehidupan manusia . jawa. mulai muncul kehidupan manusia purba . Demikian juga dengan hasil kebudayaan pacitan yang banyak di temukan di cina . yaitu pitechanthropus erectus (ditemukan di trinil) yang sama dengan sinanthropus pekinensis. sedangkan Indonesia timur dengan Australia . kedua paparan tersebut di pisahkan oleh zone Wallace. .

hidup sekitar 2. berikut ini beberapa penemuan fosil manusia purba di Indonesia MEGANTHROPUS PALEO JAVANICUS Artinya manusia jawa tertua yang berbadan besar . hidup dengan cara food gathering (mengumpulkan makanan ) . dalam bentuk tengkorak anak-anak berusia 5 tahunan . Ralph von koenigswald menemukan fosil dari rahang bawah manusia jenis ini di sangiran (lembah bengawan solo )pada 1941. rahang besar dan kuat . Pitechanthropus mojokertensis fosilnya ditemukan oleh von koenigswald pada tahun 1936.5-2. fosilnya paling banyak di temukan di Indonesia . PITECHANTHROPUS Diartikan dengan manusia kera . kening menonjol .25 juta tahun lalu . dan erectus. di mojokerto (lembah bengawan solo ) . yang hidup di jawa sekitar 2-1 juta tahun silam . manusia ini mempunyai cirri biologis berbadan besar . robustus. kening tebal dan tulang pipi yang kuat . berdasarkan penelitian manusia tersebut telah memiliki kemampuan untuk mengembangkan kehidupan walaupun masih sangat sederhana dan kemampuan berfikir terbatas . mereka hidup dengan cara food gathering dan berburu . tulang pipi tebal. makanan utamanya adalah tumbuhan dan buah-buahan .ciri – cirri biologisnya antara lain : muka menonjol kedepan .2KRONOLOGIS PERKEMBANGAN BIOLOGIS MANUSIA PURBA INDONESIA Kehidupan manusia pra sejarah dapat di ketahui melalui berbagai fosil . pitechanthropus terbagi kedalam beberapa jenis yaitu : pitechanthropus mojokertensis.

Pitechanthropus erectus.PERIODISASI PERKEMBANGAN BUDAYA PADA MASYARAKAT AWAL INDONESIA BERDASARKAN BUKTI ARKEOLOGI . fosilnya di temukan oleh wiedenreich dan koenigswald di trinil (ngawi jatim) 1939. fosilnya ditemukan oleh Eugene dubois di trinil (ngawi jatim) pada 1890 . berat badan sekitar 30 – 150 kg . 3. jenis ini lebih tinggi tingkatannya dari pitechanthropus erectus Homo wajakensis. HOMO Jenis homo soloensis .Pitechanthropus robustus . fosilnya ditemukan oleh rietschoten dan dubois antara tahun 1888-1889 di desa wajak (tulung agung ) . pengunyah yang kuat . volume otak 900 cc. kening tidak menonjol . volume otak sampai dengan 1300cc . menurut pendapat teuku jakob . badan tegap . kemampuan berfikir masih rendah. bahkan koenigswald menganggapnya masih dari jenis yang sama . ter haar dan oppemoorth di sepanjang lembah bengawan solo . homo soloensis diperkirakan hidup antara 900-200 ribu tahun lalu. cirri biologisnya : tinggi mencapai 130210 cm . cirri biologisnya bertubuh agak kecil . (manusia kera berjalan tegak ) . menurut koenigswald. mereka hidup dengan makanan yang telah di masak walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana . manusia ini telah bisa bertutur. Cirri biologis diantaranya bentuk tubuh tegak . cirri biologisnya hamper sama dengan pitechathropus mojokertensis . fosilnya ditemukan antara 1931 -1934 oleh von koenigswald . mereka hidup sekitar 1 juta sampai 600 ribu tahun yang lalu .

Berdasarkan arkeologi (ilmu yang mempelejari peninggalan purbakala dari manusia pra sejarah ) . alat penetak (chopper) . jaman palleolithikum terbagi atas kebudayaan pacitan dan ngandong. tinggal dalam gua atau ceruk karang . peralatan yang di hasilkan adalah kapak genggam . Cara hidup manusia pada jaman plleolithikum adalah: nomad dalam kelompok kecil . peralatan yang ditemukan adalah flakes (alat serpih) berupa pisau atau alat penusuk . mata tombak yang bergerigi . mengumpulkan makanan (food gathering) . disamping itu ditemukan pula peralatan dari tuilang dan tanduk . gombong. Kebudayaan pacitan. alat dari batu ini di buat dengan cara membenturkan batu yang satu dengan yang lainnya . bali. berburu . flores. kalsedan timor. Alat-alat tersebut di temukan pada lapisan yang sama dengan di temukannya fosil pitechanthropus erectus. parigi.lampung . perkembangan budaya manusia Indonesia dapat di golongkan menjadi beberapa periode yaitu periode jaman batu (batu tua. JAMAN BATU Paleolithikum (batu tua). menurut teuku Jacob . berupa belati . batu tengah. alat-alat tersebut ditemukan pual di daerah lain seperti di sangiran dan sargen . alat pengorek ubi . alat – alat tersebut di temukan pula di beberapa daerah seperti : sukabumi (jabar) . lahat (sumsel). batu muda. sumbawa. berdasarkan tempat penemuannya . (jateng) . pecahan batu yang menyerupai kapak kemudian mereka gunakan sebagai alat. bahasa sebagai alat komunikasi telah ada dalam tingkat sederhana . sulsel. tanduk menjangan yang diruncingkan dan duri ikan pari yang diruncingkan . ditemukan oleh Koenigswald 1935 . Kebudayaan ngandong . dan jaman logam (perunggu) ) . Ciri dari jaman ini adalah peralatan buat dari batu masih kasar dan belum di asah . selain di pacitan .

telah pula menjinakan hewan dan menyimpan hewan buruan sebagai langkah awal untuk berternak . lukisan tersebut berupa gambar telapak tangan berlatar belakang warna merah . kebudayaan tulang (bone culture) . Mesolitihkum (batu tengah ) Cirri dari jaman ini adalah peralatan dari batu yang telah di asah bagian yang tajam nya . jaman ini merupakan peralihan dari palleolithikum ke neolithikum . dimaluku dan papua . . lukisan gua dalam bentuk gambar cap tangan . manusia . 1950 di gua pulau muna . kebudayaan ini di dukung oleh manusia dari jenis papua melanesoid yang berasal dari indo cina . burung . Karena di temukan pada lapisan tanah yang sama dengan peralatan kebudayaan ngandong. banyak di jumpai di pinggir pantai . buaya. Kjokkenmoddinger adalah tumpukan kulit kerang dan siput yang telah membatu . kebudayaan pebble (pebble culture ) . perahu. Mereka telah membuat gerabah . (fleks culture) . Cara hidup messolhitikum adalah sebagian masih food gathering dan berburu tetapi sebagian telah menetap dalam gua dan bercocok tanam sederhana (berladang ) menanam umbi-umbian . mengenal kesenian dalam bentuk lukisan di dinding gua (lukisan gua) ketika mereka telah menetap .(jateng) . yang menarik dari jaman messolithikum adalah di temukannya tumpukan sampah dapur yang kemudian di beri istilah kjokkenmoddinger dan abris sous roche oleh penelitinya yaitu callenfels (dijuluki bapak pra sejarah ). rusa. di temukan berbagai lukisan manusia . manusia pendukung kebudayaan ngandong adalah homo soloensis dan homo wajakensis . anjing. sedangkan abris sous roche adalah tumpukan dari sisa makanan yang telah membatu di dalam gua . kuda. matahari. mata. . gambar babi rusa yang tertancap Panah (di gua leang-leang – sulsel) . penelitinya dilakukan oleh heekren palm . kadal . Jaman messolhituikum terbagi atas 3 kelompok budaya : kebudayaan fleks.

dua orang peneliti berkebangsaan swiss (fritz sarasin dan paul sarasin ) antara 18931896. peralatan sejenis juga di temukan di daerah lain yaitu bandung (fleks dari obsidian yaitu batu hitam yang indah) . menjadi sangat penting pada jaman messolithikum . NTT dan timor. Flakes culture merupakan pengaruh dari asia daratan yang masuk ke Indonesia melalui jalur timur yaitu jepang. ditemukan pula fosil dari jenis manusia papua melanesoide . peralatan tersebut ditemukan bersama dengan abris sous roche dalam gua di guagua . sehingga memunculkan corak tersendiri . batu penggiling . penelitian di lakukan oleh callenfels 1928-1931 di sampung ponorogo . peralatan dan fosil sejenis di temukan pula di besuki dan bojonegoro . Neolhitikum (batu muda ) Cirri jaman batu muda adalah pemakaian peralatan dari batu yang telah diasah halus karena telah mengenal tehnik mengasah . kapak pendek (hacte curte) . melakukan penelitian di pesisir sumatera dan menemukan peralatan di atas bersama kjokkenmoddinger . pisau . yang merupakan nenek moyang orang papua (irian ) . pada jaman ini terjadi revolusi kehidupan (perubahan dari kehidupan nomad dengan food gathering menjadi menetap dengan food producing) . peralatan berupa kapak genggam sumatera (pebble). membuat . Cara hidup pada jaman neolithikum adalah hidup menetap .Fleks culture . dan berhasil menemukan fleks . callenfels pada 1925. Philipina. terutama setelah mendapatkan pengaruh dari budya daratan . Pebble culture. peralatan berupa alat serpih yang telah ada jamna palleolithikum . flores. food producing (menghasilkjan makanan dari bercocok tanam dan berternak walaupun berburu masih dilakukan terutama pada waktu senggang). melakukan penelitian di sulsel . membuat rumah bertonggak dengan atap dari daun-daunan membuat kain dari kulit kayu (ditemukan pemukul kulit kayu ). sulawesi. pebble culture merupakan pengaruh dari kebudayaan bacson hoabinh (indo china) yang masuk ke Indonesia melalui jalur barat yaitu malaka dan sumatera Bone culture . membuat perahu atau rakit . bertempat tinggal dekat sumber air . Taiwan.

pacitan (jatim). klimantan. Kebudayaan kapak persegi . yang merupakan keturunan ras melayu tua adalah susku sasak . . bogor. toraja.perhiasan dari batu-batu kecil indah . mayat yang dikubur disertai dengan berbagai macam benda sebagai bekal di alam lain . tasik (jabar) . adapula gerabah yang digunakan untuk keperluan upacara dan gerabah yang dibuat dengan indah baik bentuk maupun hiasannya. batak dan dayak . sumatera. Kebudayaan kapak lonjong . sukabumi. mereka percaya bahwa setelah mati ada kehidupan lain sehingga di adakanlah berbagai upacara terutama bagi kepala sukunya . jawa. Berdasarkan peralatannya kebudayaan jaman neolitihkum di bedakan menjadi kebudayaan kapak persegi dan kapak lonjong berasal dari heine geldern berdasarkan kepada penampang yang berbentuk persegi panjang dan lonjong. dan sebagai peringatan maka di bangunlah berbagai monument (bangunan) yang rutin diberi sajian agar arwah yang meninggal (leluhur) melindungi dan memberikan kesejahteraan bagi sukunya . Pada akhir jaman ini telah dikenal kepercayaan dalam bentuk animisme (kepercayaan tentang adanya arwah nenek moyang yang memiliki kekuatan gaib ) dan dinamisme (kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap memilki kekuatan gaib ) . ukuran kapak lonjong ada yang besar (walzenbeli) dan kecil (kinbeli) . sering di sebut dengan istilah neolith papua karena penyebarannya terbatas di irian saja oleh bangsa papua melaneside. Kebudayaan kapak persegi di dukung oleh manusia proto melayu (melayu tua ) yang migrasi ke Indonesia menggunakan perahu bercadik sekitar 2000 sm . menurut penelitian kem mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa melayu polinesia . purwakarta. sejenis kapak persegi di beri leher untuk pegangannya . dan nusatenggara. dibeberapa daerah ditemukan bekas-bekas pusat kerajinan kapak persegi seperti di lahat (palembang). di minahasa (sulut ) di temukan kapak bahu. kebudayaan kapak persegi berasal dari asia daratan yang menyebar ke Indonesia melalui jalur barat melalui malaka . Terdapat kapak persegi ukuran kecil (di gunakan sebagai fungsi kapak ) dan yang ukuran besar (digunakan sebagai fungsi beliung atau cangkul ) . Pada jaman ini pembuatan gerabah memegang peranan penting sebagai wadah atau tempat dalam kehidupan sehari-hari . sulawesi.

lambing kebesaran atau jimat) JAMAN LOGAM Jaman perunggu Kebudayaan perunggu di asia tenggara merupakan pengaruh dari kebudayaan dongson . dll. bertani (berladang dan bersawah) dengan system irigasi sehingga pengairan tidak selalu bergantung kepada hujan . mereka telah . madur. Cirri kehidupan pada jaman perunggu adalah telah terbentuk perkampungan yang teratur dipimpin oleh kepala suku atau ketua adapt . Keturunannya adalah jawa. Telah terdapat pembagian kerja berdasarkan keahlian sehingga munculah kelompok undagi (tukang yang ahli membuat peralatan logam ) . yang berkembang di Vietnam . terdapat pula kapak yang tidak terdapat tanda-tanda bekas dipakai dalam bentuk yang indah (sebagai alat berharga . bugis.Dari peralatan yang ditemukan. geldern berpendapat bahwa kbudayaan dongson berkembang paling muda sekitar 300 sm pendukung kebudayaan perunggu adalah bangsa deuteuro melayu (melayu muda) yang migrasi ke Indonesia sambil membawa kebudayaan dongson. bali. Bahkan ditemukan beberapa bukti bahwa telah terjadi pembaruan antara melayu monggoloide (proto melayu dengan deuteuro melayu) dan papua melaneside Cirri jaman perunggu adalah pemakian peralatan dari logam yang dikembangkan melalui tehnik bivalve (rangkap) dan a cire perdue (cetak lilin) . tinggal dalm rumah bertiang yang besar yang bagian bawah nya dijadikan tempat ternak . namun bukanlah berarti setelah itu peralatan dari batu dan gerabah di tinggalkan karena masih terus dipergunakan bahkan sampai sekarang . baik kapak persegi maupun kapak lonjong di buat dari batu api (chalcedon) .

rumah. tugu batu yang terbuat dari batu tunggal . kalung . nekara (seperti dandang tertulungkup) . Arca perunggu berupa arca (ditemukan di bangkinag – sulsel . Beberapa hasil budaya pada jaman perunggu adalah kapak corong (kapak sepatu ) . Kebudayaan megalithikum (batu besar ) Di sebut kebudayaan batu besar karena pada umumnya menghasilkan kebudayaan dalam bentuk monument yang terbuat dari batu berukuran besar. binatang. terdapat candrasa dan kapak corong yang indah dan tidak ada tanda-tanda bekas di gunakan . perahu. yang berfungsi sebagai tanda peringatan dan melambangkan arwah nenek moyang sehingga menjadi benda pemujaan . tetapi perkembangannya justru terjadi pada jaman perunggu (kebudayaan dongson ). terutama pemujaan terhadap arwah nenek moyang . Kebudayaan ini muncul pada akhir jaman neolhitikum . terdapat berbagai perhiasan seperti garis lurus . dan riau ) perhiasan perunggu seperti gelang .menguasai ilmu astronomi (untuk kepentingan pelayaran dan pertanian ) dan membuat perahu bercadik. nagada (flores) . lukisan orang berburu . sungai talang koto (sumatera) . tari dan lukisan orang cina (monggol). lahat . menhir banyak di temukan di pasemah .yang memang telah muali nampak pada akhir jaman nelithikum berikut ini adalah hasil-hasil budaya megalhitikum : Menhir. bogor-jabar. moko (nekara yang lebih kecil) . dan cincin. anting. piln-pilin . candrasa (kapak corong yang salah satu sisinya memanjang) . Hasil-hasil dari kebudayaan megalithikum memberikan petunjuk kepada kita mengenal perkembangan kepercayaan . Selain itu mereka membuat bejana perunggu (berbentuk seperti periuk yang gepeng) dengan hiasan indah (dalam bentuk garis dan burung merak).

peti mayat yang di pendam di dalam tanah berbentuk persegi panjang dengan ke empat sisinya di buat dari lempengan – lempengan batu. punden berundak. bangunan pemujaan terhadap roh nenek moyang yang berupa susunan batu bertingkat . banyak di temukan di daerah pasemah (sumatera). kuningan.Dolmen . Setelah dirapikan. selain itu di temukan pula hasil budaya megalithikum dalam bentuk patung atau arca manusia yang menggambarkan wujud nenek moyang atau arca binatang . Ada pula yang di sebut waruga . ----Prasejarah Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta. bangunan keagamaan maupun istana . Dalam perkembangan selanjutnya . pasemah(sumatera). barang perunggu serta manik-manik. sarcophagus (keranda) . leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. ada dolmen yang di sngga oleh menhir dan ada pula yang digunakan sebagai penutup keranda atau sarchopagus. Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada. ensiklopedia bebas agar memenuhi standar Wikipedia Artikel ini perlu dirapikan Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. peti mati tempat penyimpanan mayat yang berbentuk lesung terbuat dari batu utuh yang diberi tutp . kubur batu banyak di temukan di kuningan (jabar) . Kubur batu . garut. sukabumi (jabar). . wonosari (yogja) dan cepu (jateng). sementara di di lembah bada (sulteng ) ditemukan patung manusia (laki-laki dan perempuan). yang demikian dinamakan dengan pandhusa . meja batu tempat sesaji. tolong hapus pesan ini. di bali di temukannya keranda yang berisi tulang belulang manusia. punden berundak merupakan dasar dalam pembuatan candi . yaitu kubur batu yang berbentuk bulat . namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup. banyak ditemukan di banten .

4 Zaman Batu Besar 1. dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai Mahakam. astronomi. Kalimantan Timur baru memasuki era sejarah.1. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan.1 Arkeologi 1.1.2 Zaman Logam 2 Era Prasejarah Di Indonesia 3 Bacaan rujukan 4 Lihat pula [sunting] Periodisasi .1. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut.1.1 Zaman Batu Tua 1. antropologi.1. sekitar abad ke-5. arkeologi.1. keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologi. Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah.1 Zaman Batu 1. biologi.1.1. geologi. Dalam artian bahwa bukti-bukti pra-sejarah hanya didapat dari barang-barang dan tulang-tulang di daerah penggalian situs sejarah. sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Zaman prasejarah di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai.3 Zaman Batu Muda 1.1.Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan.1. sehingga pada saat itu.Daftar isi [sembunyikan] 1 Periodisasi 1.2 Zaman Batu Tengah 1. bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah.

Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan) .[sunting] Arkeologi [sunting] Zaman Batu Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya. periode ini disebut masa food gathering (mengumpulkan makanan). Zaman batu ini diperiodisasi lagi menjadi 4 zaman. Ciri zaman Mesolithikum: a. Terdapat dua kebudayaan yang merupakan patokan zaman ini. manusianya masih hidup secara nomaden (berpindahpindah) dan belum tahu bercocok tanam. Blora (Homo Wajakinensis dan Homo Soloensis) Alat-alat yang dihasilkan antara lain: kapak genggam/perimbas (golongan chopper/pemotong). yaitu: Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus) Kebudayaan Ngandong. antara lain: [sunting] Zaman Batu Tua Zaman batu tua (palaeolitikum) disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar. tidak diasah atau dipolis. Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan Flakes dari batu Chalcedon (untuk mengupas makanan) [sunting] Zaman Batu Tengah 1.

Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih). Flakes Culture (kebudayaan alat serpih dari Abris Saus Roche) 3. Jawa. Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken Mondinger (sampah dapur) c. Kalimantan. Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa. Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjoken Mondinger) b. Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung. e. Sulawesi.b. kapak persegi dan alat-alat dari tulang. Manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua--Melanosoid [sunting] Zaman Batu Muda Ciri utama pada zaman batu Muda (neolithikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. dan torah yang banyak terdapat di Sumatera. Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera. Jawa. pipisan. Maluku. c. Flores. pacul. Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar. Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum: a. Nusa Tenggara.ujung mata panah. Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble). Alat-alat yang dihasilkan antara lain: Kapak persegi. Pakaian dari kulit kayu . misalnya beliung. 2. Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang) c. Kalimantan. Sulawesi. Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa. Bali. d.

Sulawesi.Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Dolmen: meja batu tempat meletakkan sesaji untuk upacara pemujaan roh nenek moyang 3. Melolo (Sunda) Manusia pendukung Neolithikum adalah Austronesia (Austria). Punden berundak: tempat pemujaan bertingkat 5. Selayar. Zaman logam ini dibagi atas: Zaman Perunggu Pada zaman perunggu atau yang disebut juga dengan kebudayaan Dongson-Tonkin Cina (pusat kebudayaan)ini manusia purba sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras. Jawa-Bali. Arca/patung batu: simbol untuk mengungkapkan kepercayaan mereka [sunting] Zaman Logam Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan. Jawa-Bali. Kapak Corong (Kapak perunggu. Hasil kebudayaan Megalithikum. Leti . Sumbawa. yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut a cire perdue. Jawa. 2. Menhir: tugu batu yang dibangun untuk pemujaan terhadap arwah-arwah nenek moyang. Kepulauan Selayar. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam. termasuk golongan alat perkakas) ditemukan di Sumatera Selatan. Orang sudah mengenal teknik melebur logam. Nekara Perunggu (Moko) sejenis dandang yang digunakan sebagai maskawin. Sarchopagus/keranda atau peti mati (berbentuk lesung bertutup) 4. Alat-alat perunggu pada zaman ini antara lain : a. Irian b. Ditemukan di Sumatera. Austro-Asia (KhamerIndocina) [sunting] Zaman Batu Besar Zaman ini disebut juga sebagai zaman megalithikum. antara lain: 1. Kubur batu: peti mati yang terbuat dari batu besar yang dapat dibukatutup 6. Roti.

Mata Pedang e. d. yaitu ±3500 °C. bahkan puncak kebudayaan megalitikum justru pada zaman logam. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi. sebab kebanyakan alat-alat besi. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu. Bogor (Jawa Barat). Arca Perunggu ditemukan di Bang-kinang (Riau). Antara zaman neolitikum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalitikum. Mata Sabit d. Mata Kapak bertungkai kayu b. Benjana Perunggu ditemukan di Madura dan Sumatera. Cangkul Alat-alat tersebut ditemukan di Gunung Kidul (Yogyakarta). --Nusantara pada periode prasejarah Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Besuki dan Punung (Jawa Timur) Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu.c. Mata Pisau c. ditemukan pada zaman sejarah. ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Sejarah Nusantara pada era prasejarah)Belum DiperiksaArtikel ini bagian dari seri Sejarah Indonesia . Alat-alat besi yang dihasilkan antara lain: a. Lumajang (Jawa Timur) dan Bogor (Jawa Barat) Zaman Besi Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya.

Lihat pula: Garis waktu sejarah Indonesia Sejarah Nusantara Prasejarah Kerajaan Hindu-Buddha Kutai (abad ke-4) Tarumanagara (358–669) Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-11) Sailendra (abad ke-8 sampai ke-9) Kerajaan Medang (752–1045) Kerajaan Sunda (932–1579) Kediri (1045–1221) Dharmasraya (abad ke-12 sampai ke-14) Singhasari (1222–1292) Majapahit (1293–1500) Malayapura (abad ke-14 sampai ke-15) Kerajaan Islam Kesultanan Ternate (1257–sekarang) Kerajaan Pagaruyung (1500-1825) Kesultanan Malaka (1400–1511) Kerajaan Inderapura (1500-1792) Kesultanan Demak (1475–1548) Kesultanan Aceh (1496–1903) Kesultanan Banten (1527–1813) Kesultanan Mataram (1588—1681) .

berdasarkan temuan-temuan yang ada. sisa-sisa peralatan dari batu. kira-kira sejak 1. hewan dan hominid 3 Migrasi manusia 4 Kronologi .7 juta tahun yang lalu. logam (besi dan perunggu). serta gerabah. bagian tubuh hewan.Kesultanan Siak (1723-1945) Kerajaan Kristen Kerajaan Larantuka (1600-1904) Kolonialisme bangsa Eropa Portugis (1512–1850) VOC (1602-1800) Belanda (1800–1942) Kemunculan Indonesia Kebangkitan Nasional (1899-1942) Pendudukan Jepang (1942–1945) Revolusi nasional (1945–1950) Indonesia Merdeka Orde Lama (1950–1959) Demokrasi Terpimpin (1959–1966) Orde Baru (1966–1998) Era Reformasi (1998–sekarang) l•b•s Nusantara pada periode prasejarah mencakup suatu periode yang sangat panjang.Daftar isi [sembunyikan] 1 Geologi 2 Tumbuhan. Pengetahuan orang terhadap hal ini didukung oleh temuan-temuan fosil hewan dan manusia (hominid).

3 Megalitik 4. Daerah ini juga rawan gempa bumi sebagai akibatnya. Sebelumnya diperkirakan sebagian wilayahnya merupakan bagian dari dasar lautan. hingga pulau-pulau Nusa Tenggara. Di bagian ini. Pertemuan ini membentuk barisan gunung api di Kepulauan Maluku bagian utara ke arah bagian utara Pulau Sulawesi menuju Filipina. Akibat hal ini terbentuk barisan gunung api di sepanjang Pulau Sumatera. Nusantara di Zaman Es akhir pernah menjadi bagian dua daratan besar Wilayah barat Nusantara moderen muncul kira-kira sekitar kala Pleistosen terhubung dengan Asia Daratan. lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik.4. Di bagian timur hingga selatan kepulauan ini terdapat busur pertemuan dua lempeng benua yang besar: Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia.2 Neolitik 4. Di bagian timur terdapat pertemuan dua lempeng benua besar lainnya. Daratan ini dinamakan Paparan Sunda . lempeng Eurasia bergerak menuju selatan dan menghunjam ke bawah Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara. Jawa.1 Paleolitik 4.4 Zaman Perunggu 5 Sistem kepercayaan 6 Penghidupan 7 Peninggalan masa prasejarah 8 Catatan kaki 9 Pranala luar [sunting] Geologi Wilayah Nusantara merupakan kajian yang menarik dari sisi geologi karena sangat aktif.

seperti wilayah pantai selatan Jawa dan Nusa Tenggara. . dan pulau-pulau di sekitarnya. Batas timur daratan lama ini paralel dengan apa yang sekarang dikenal sebagai Garis Wallace.000 tahun yang lalu) suhu rata-rata bumi meningkat dan permukaan laut meningkat pesat. serta Laut Arafura dan Selat Torres adalah perairan muda yang baru mulai terbentuk kala berakhirnya Zaman Es terakhir (hingga 10. Pulau Kalimantan. Pulau Jawa. Kenaikan muka laut ini memaksa masyarakat penghuni wilayah ini saling terpisah dan mendorong terbentuknya masyarakat penghuni Nusantara moderen. Daratan ini dikenal sebagai Paparan Sahul dan merupakan bagian dari Lempeng Indo-Australia. Daerah ini dikenal sebagai daerah karst yang terbentuk dari endapan kapur terumbu karang purba.000-10. Laut dangkal di antara Sumatera. Di timur. secara geografis terhubung dengan Benua Australia dan berumur lebih tua sebagai daratan. [sunting] Tumbuhan. Di akhir Zaman Es terakhir (20. termasuk makhluk mirip manusia yang pernah menghuni wilayah ini. Inilah yang menyebabkan mengapa ada banyak kemiripan jenis tumbuhan dan hewan di antara ketiga pulau besar tersebut. Pada periode inilah terbentuk Semenanjung Malaya. dan Laut Jawa. Wilayah timur Nusantara. yang pada gilirannya adalah bagian dari Benua Gondwana. Selat Karimata. Sebagian besar Paparan Sunda tertutup lautan dan membentuk rangkaian perairan Selat Malaka. Laut Cina Selatan.000 tahun sebelum era moderen). Endapan batu bara di wilayah Sumatera dan Kalimantan memberi indikasi pernah adanya hutan dari masa Paleozoikum. hewan dan hominid Sejarah geologi Nusantara memengaruhi flora dan fauna. Sebagian daratan Nusantara dulu merupakan dasar laut. di sisi lain. Aneka fosil hewan laut ditemukan di wilayah ini. Pulau Irian dan Kepulauan Aru terpisah dari daratan utama Benua Australia. Jawa (termasuk Bali).("Sundaland") oleh kalangan geologi. Pulau Sumatera. dan Kalimantan.

000 tahun (pengukuran karbon tidak memungkinkan). sapiens yang menderita penyakit sehingga berukuran katai. gajah. Tulungagung. Kabupaten Ngawi. Fosil Wajak dianggap bersamaan ras dengan fosil Gua Niah di Sarawak dan Gua Tabon di Pulau Palawan. Semenanjung Malaya.7-1. Fosil Homo sapiens pertama di Jawa ditemukan oleh van Rietschoten (1889). Semula diduga berumur 1.H. di tepian Sungai Brantas. . yaitu di Sangiran dan Ngandong serta di tepi Sungai Brantas di dekat Mojokerto.000 tahun (periode Pleistosen) dan menunjukkan fenotipe "Australomelanesoid". sapiens yang bertahan di Nusantara pada masa itu. dan berbagai unggas yang hidup di Asia daratan banyak yang memiliki kerabat di ketiga pulau ini. Fosil dari satu bagian tengkorak Pithecanthropus erectus ditemukan pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois di Trinil. tapir. babi. anggota tim Dubois.000 sampai 500. Pengumuman pada tahun 2003 tentang penemuan Homo floresiensis yang dianggap sebagai spesies Homo primitif oleh para penemunya memantik perdebatan baru mengenai kemungkinan adanya spesies mirip manusia yang hidup dalam periode yang bersamaan dengan H.000 tahun sejak era moderen dan tidak terfosilisasi.[3] Ia ditemukan bersamaan dengan tulang tapir.[1][2] Homo sapiens moderen pertama masuk ke Nusantara diduga sekitar 100. kerbau.[4] Mereka adalah pendukung budaya kapak perimbas (chopper) dan termasuk dalam kultur paleolitikum (Zaman Batu Tua). Harimau.5 juta tahun. dan Filipina). Perdebatan ini belum tuntas.000. badak. di Wajak.000 tahun lalu.Flora dan fauna di ketiga pulau tersebut memiliki kesamaan dengan daratan Asia (Indocina. sapiens.000-25. Sejak 1934. kini berdasarkan pengukuran radiometri terhadap mineral vulkanik pada lapisan penemuan diduga usianya lebih tua. von Koenigswald beserta timnya menemukan serangkaian fosil hominin di lembah sepanjang Bengawan Solo.R. floresiensis adalah H. karena penentangnya menganggap H. dekat Campurdarat. melalui India dan Indocina.00010. yaitu 1. karena hanya berusia 20. Makhluk mirip manusia (hominin) yang menghuni Nusantara yang diketahui adalah manusia Jawa. Para ahli paleontologi sekarang kebanyakan berpendapat bahwa semua fosil temuan dari Jawa adalah Homo erectus dan merupakan bentuk yang primitif. G. hewan yang pada masa kini tidak hidup di Jawa. Fosil Niah diperkirakan berusia 40. Hal ini bertentangan dengan anggapan sebelumnya yang menyatakan bahwa hanya H.

Pendugaan ini berasal dari bentuk perkakas yang ditemukan menyertainya. Bukti-bukti Homo sapiens pertama diketahui dari tengkorak dan sisa-sisa tulang hominin di Wajak. dan Benua Australia. menampilkan model ukuran sebenarnya pemburu bersenjata alat batu. Usia fosil utuh di Gua Braholo (Gunungkidul. Yogyakarta. Jakarta. Gua Niah (Serawak). [sunting] Kronologi [sunting] Paleolitik . keluarga Homo erectus hidup di Sangiran sekitar 900. membentang dari Kabupaten Gunungkidul. hingga kawasan Teluk Pacitan.[sunting] Migrasi manusia Diorama di Museum Nasional Indonesia. fosil-fosil itu menunjukkan ciriciri Austromelanesoid. Teori mengenai asalusul ras ini pertama kali dideskripsikan oleh Fritz dan Paul Sarasin. serta temuan-temuan baru di Pegunungan Sewu sejak awal paruh kedua abad ke-20 hingga sekarang. ditemukan tahun 2002) dan Song (Gua) Keplek dan Terus (Pacitan) berusia lebih muda (sekitar 10. REDIRECT Nama halaman tujuan Walaupun berasal dari masa budaya yang berbeda.000 tahun yang lalu. namun fosil di Gua Niah menunjukkan usia sekitar 40. dua sarjana bersaudara (sepupu satu sama lain) asal Swiss di akhir abad ke-19. Dalam kajiannya. suatu subras dari ras Negroid yang sekarang dikenal sebagai penduduk asli Pulau Papua. Temuan di Wajak.000 tahun sebelum era moderen atau tahun 0 Masehi).000 tahun yang lalu. Melanesia. yang pertama kali ditemukan sulit ditentukan penanggalannya. mereka melihat kesamaan ciri antara orang Vedda yang menghuni Sri Lanka dengan beberapa penduduk asli berciri sama di Asia Tenggara kepulauan dan Australia. Kabupaten Pacitan.

sekitar tahun 1915. Batu yang diasah dan dihaluskan ini dikembangkan oleh orang-orang Austronesia yang menghuni kepulauan Indonesia.5 juta tahun lalu.[5] [sunting] Neolitik Batu yang diasah adalah bukti peradaban neolitik. Tanda bekas irisan pada tulang ini menunjukkan penggunaan alat batu pertama yang menunjukkan bukti tertua penggunaan alat serpihan cangkang kerang yang ditajamkan di dunia. dan piramida berundak yang lazim disebut Punden Berundak.Homo erectus diketahui menggunakan alat batu kasar khas paleolitik dan juga alat yang terbuat dari cangkang kerang. Pada periode ini pula berkembang struktur batu besar atau megalitik di Nusantara. dolmen. patung nenek moyang. dan Kepulauan Sunda Kecil. Beberapa struktur megalitik telah ditemukan. Nusantara adalah rumah bagi banyak situs megalitik bangsa Austronesia pada masa lalu hingga masa kini.[6] Punden berundak ini dianggap sebagai strukstur asli Nusantara dan merupakan rancangan dasar bangunan candi pada zaman kerajaan Hindu-Buddha Nusantara setelah . [sunting] Megalitik Masyarakat di pulau Nias di Indonesia tengah memindahkan sebuah megalit ke kawasan pembangunan. meja batu. Situs megalitik Cipari yang juga ditemukan di Jawa Barat menunjukkan struktur monolit. hal ini berdasarkan temuan di Sangiran dan Ngandong. Jawa Barat. Cisolok dan Gunung Padang. Sumatera. dan sarkofagus. teras batu. misalnya menhir. misalnya mata kapak batu dan mata cangkul batu yang diasah. Struktur megalitik ini ditemukan di Jawa.6 sampai 1. ditemukan pada formasi Pucangan di Sangiran yang berasal dari kurun 1. Punden berundak dan menhir ditemukan di situs megalitik di Pagguyangan. Monolitik Toraja sekitar tahun 1935. Analisis bekas irisan pada fosil tulang mamalia yang berasal dari era Pleistosen mencatat 18 luka bekas irisan akibat alat serpihan cangkang kerang saat menyembelih lembu purba. Sulawesi.

Artifak peradaban ini adalah gendang perunggu Nekara yang ditemukan di seantore Nusantara serta kapak perunggu upacara. dan Papua. Pemuliaan terhadap arwah nenek moyang menyebar luas di masyarakat kepulauan Nusantara.[7] Tradisi megalitik yang hidup tetap bertahan di Nias. Toraja. serta kebudayaan Toraja di pedalaman Sulawesi Selatan. dan tak terusik hingga akhir abad ke-19.penduduk lokal menerima pengaruh peradaban Hindu-Buddha dari India. Kebudayaan Batak di pedalaman Sumatera Utara. Batak. . dan tenun ikat. Pemuliaan ini misalnya diwujudkan dalam upacara sukuran panen yang memanggil roh dewata pertanian. ditemukan beberapa relik megalitik yang menampilkan patung nenek moyang. ritual pengorbanan kerbau. [sunting] Sistem kepercayaan Warga Indonesia purba adalah penganut animisme dan dinamisme yang memuliakan roh alam dan roh nenek moyang. praktik megalitik. Kebanyakan terletak di lembah Bada. pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur. pertanian padi lahan basah. [sunting] Zaman Perunggu Kebudayaan Dong Son menyebar ke Indonesia membawa teknik peleburan dan pembuatan alat logam perunggu. Candi Borobudur dari abad ke-8 dan candi Sukuh dari abad ke-15 tak ubahnya adalah struktur punden berundak. Di Taman Nasional Lore Lindu. Tradisi megalitik ini tetap bertahan. Sulawesi Tengah. terisolasi. Kuasa spiritual tak kasat mata ini dikenali sebagai hyang di Jawa dan Bali dan hingga kini masih dimuliakan dalam agama Hindu Dharma Bali. Praktik tradisi ini ditemukan di masyarakat Batak dan Toraja serta beberapa pulau di Nusa Tenggara. Dayak. dan Napu. hingga upacara kematian dan pemakaman yang rumit untuk mempersiapkan dan mengantar arwah orang yang baru meninggal menuju alam nenek moyang. Besoa. mulai dari masyarakat Nias. pulau yang terisolasi di lepas pantai barat Sumatera. Arwah Leluhur yang telah meninggal dunia dipercaya masih memiliki kekuatan spiritual dan mempengaruhi kehidupan keturunannya.

Kondisi pertanian yang ideal memungkinkan upaya bercocok tanam padi lahan basah (sawah) mulai berkembang sekitar abad ke-8 SM.[9] Kebudayaan Buni mungkin merupakan pendahulu kerajaan Tarumanagara. Iklim tropis Jawa dengan curah hujan yang cukup banyak dan tanah vulkanik memungkinkan pertanian padi sawah berkembang subur. sekarang menjadi Taman Purbakala Sangiran . [sunting] Peninggalan masa prasejarah Peninggalan masa prasejarah Nusantara diketahui dari berbagai temuan-temuan coretan/lukisan di dinding gua atau ceruk di tebing-tebing serta dari penggalianpenggalian pada situs-situs purbakala. Beberapa lokasi penemuan sisa-sisa prasejarah Nusantara: Situs Gua Putri. Sumatera Selatan Lembah Sangiran. Kebudayaan Buni berupa budaya tembikar berkembang di pantai utara Jawa Barat dan Banten sekitar 400 SM hingga 100 M.[8] memungkinkan desa dan kota kecil mulai berkembang pada abad pertama Masehi. memelihara hewan ternak. Baturaja. Kerajaan ini yang lebih mirip kumpulan kampung yang tunduk kepada seorang kepala suku. hingga kehidupan pertanian yang rumit.[sunting] Penghidupan Mata pencaharian dan penghidupan masyarakat prasejarah di Indonesia berkisar antara kehidupan berburu dan meramu masyarakat hutan. salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang menghasilkan banyak prasasti yang menandai awal berlangsungnya periode sejarah di pulau Jawa. Sistem sawah membutuhkan masyarakat yang terorganisasi dengan baik dibandingkan dengan sistem padi lahan kering (ladang) yang lebih sederhana sehingga tidak memerlukan sistem sosial yang rumit untuk mendukungnya. hingga mampu membuat kerajinan tenun dan tembikar. dengan kemampuan bercocok tanam padi-padian. berkembang dengan kesatuan suku bangsa dan sistem kepercayaan mereka.

Jawa Barat Situs Gilimanuk. desa Randu.Situs Purbakala Wajak. Papua (40. Bali Situs Gua-gua Biak. Jawa Barat Situs Goa Pawon. Kuningan. Cianjur. Sulawesi Situs Gua Perbukitan Sangkulirang. Cisolok. (periode Megalitikum)[11] Gua Babi di Gunung Batu Buli. Muara Uya. Jembrana. Papua Barat Situs Tutari. Kabupaten Jayapura. Jawa Barat Situs Gunungpadang. Jawa Barat Situs Cipari. Pulau Flores Gua Leang-leang. Kutai Timur Situs Pasemah di Lampung Situs Pangguyangan. Bandung.000-30.000 SM)[10] Situs Lukisan tepi pantai di Raja Ampat. Tabalong . Tulungagung Liang Bua. Sukabumi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful