KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT DI KEPUALAUAN INDONESIA

KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT

DI KEPULAUAN INDONESIA

1. PROSES MUNCUL DAN BERKEMBANGNYA KEHIDUPAN AWAL MANUSIA DAN MASYARAKAT INDONESIA.

Dengan bantuan ilmu geologi (ilmu yang mempelajari kulit bumi ) perkembangan bumi dari awal terbentuknya sampai dengan sekarang , terbagi menjadi beberapa jaman yaitu :

Jaman azoikum (tidak ada kehidupan )

Jaman ini berlangsung sekitar 2500 juta tahun , keadaan bumi masih belum stabil dan masih panas karena sedang dalam proses pembentukan . oleh karena itu pada jaman ini tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Jaman paleozoikum (kehidupan tertua)

Jaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun , keadaan bumi masih belum stabil dan masih terus berubah . akan tetapi menjelang akhir dari jaman ini mulai ada tanda-tanda kehidupan yaitu dari hewan bersel satu , hewan kecil yang tidak bertulang belakang , jenis ikan , amfhibi , reptuil dan beberapa jenis tumbuhan ganggang .karena itulah maka jaman ini dinamakan pula dengan jaman primer (jaman kehidupan pertama ).

Jaman mesozoikum (kehidupan pertengahan )

Jaman ini di perkirakan berlangsung sekitar 140 juta tahun, pada jaman ini kehidupan telah mengalami perkembangan yang sangat pesat .pohon-pohon besar muncul ,amfhibi mengalami perkembangan , bahkan jenis reftil mencapai bentuk yang sangat besar sekali seperti dinasaurus , tyrannosaurus , brontosaurus , atlantosaurus

Ada pula jenis reftil yang memiliki sayap dan dapat terbang selama berjam-jam , jenis ini dinamakan dengan pteranodon . jaman ini dinamakan jaman sekunder (kehidupan ke-2) , adapula yang menyebut jaman ini dengan istilah jaman reftil , karena jenis hewan di dominasi oleh reftil , karena jenis hewan didominasi oleh reftil dengan bentuk yang sangat besar . pada akhir jaman ini mulai muncul jenis mamalia .

Jaman neozoikum (kehidupan muda)

Jaman ini di perkirakan berlangsung sekitar 60 juta tahun , jaman ini terbagi lagi menjadi jaman tersier (kehidupan ke-3) dan quarter (kehidupan ke-4) . pada jaman ini keadaan bumi telah membaik , perubahan cuaca tidak begitu besar dan kehidupan berkembang dengan pesat .

Jaman tersier

Pada jaman tersier , reftil raksasa mulai lenyap , mamalia berkembang pesat , mahluk primate sejenis kera mulai ada kemudian muncul jenis orang utan sekitar 10 juta tahun yang lalu muncul jenis hewan primate yang lebih besar dari pada golira sehingga disebut giganthropus . hewan ini menyebar dari afrika ke asia selatan , tetapi kemudian punah . pada masa itu pulau Kalimantan masih bersatu dengan benua asia , sebagai buktinya jenis babi purba (choeromous) dari jaman ini ditemukan pula di asia daratan.

Jaman quarter

philipina ke Kalimantan dan jawa . birma . kedua melalui Taiwan . homo wajakensis yang menjadi nenek moyang bangsa austroloid ikut pula menyebar dari asia ke selatan sampai ke Australia dan menurunkan penduduk asli Australia yaitu bangsa aborigin Jaman alluvium . Jaman diluvium berlangsung sekitar 600 ribu tahun yang lalu . Pada masa ini sumatera .Berlangsung sekitar 600 ribu tahun .bekas daratan asia yang sekarang menjadi dasar laut di sebut paparan sunda . pada masa ini kepulauan Indonesia telah terbentuk dan tidak lagi menyatu dengan asia maupun Australia . perpindahan hewan dari daratan asia ke Indonesia terbagi atas dua jalur . sedangkan Indonesia timur dengan Australia . Demikian juga dengan hasil kebudayaan pacitan yang banyak di temukan di cina . sedangkan bekas daratan Australia yang terendam air laut di sebut paparan sahul . Kalimantan masih menyatu dengan daratan asia . jaman ini dinamakan pula jaman glacial (jaman es) karena es di kutub utara mencair sehingga menutupi sebagian wilayah eropa utara asia utara dan amerika utara . Pada masa ini hewan-hewan yang berbulu tebal seperti mamouth (gajah besar berbulu tebal ) mampu bertahan hidup. mulai muncul kehidupan manusia purba . di tandai dengan adanya tanda-tanda kehidupan manusia . Pada jaman ini terjadi pula perpindahan manusia dari daratan asia keindonesia . mencairnya es dikutub telah mengakibatkan pulau-pulau di Indonesia di pisahkan oleh lautan baik denga asia maupun Australia . jamna ini terbagi atas jaman diluvium (pleistocen) dan jaman alluvium (holocen). yaitu pitechanthropus erectus (ditemukan di trinil) yang sama dengan sinanthropus pekinensis. jawa. Sedangkan yang berbulu tipis migrasi ke wilayah tropis . kedua paparan tersebut di pisahkan oleh zone Wallace. Malaysia . pertama melalui Malaysia ke Sumatra dan jawa . . jenis manusia pertama yang migrasi dari asia ke Indonesia telah tidak ada dan digantikan oleh jenis manusia cerdas (homo sapiens).

rahang besar dan kuat .25 juta tahun lalu . dalam bentuk tengkorak anak-anak berusia 5 tahunan . mereka hidup dengan cara food gathering dan berburu .ciri – cirri biologisnya antara lain : muka menonjol kedepan . kening tebal dan tulang pipi yang kuat . berikut ini beberapa penemuan fosil manusia purba di Indonesia MEGANTHROPUS PALEO JAVANICUS Artinya manusia jawa tertua yang berbadan besar . tulang pipi tebal.hidup sekitar 2. makanan utamanya adalah tumbuhan dan buah-buahan . berdasarkan penelitian manusia tersebut telah memiliki kemampuan untuk mengembangkan kehidupan walaupun masih sangat sederhana dan kemampuan berfikir terbatas . kening menonjol . PITECHANTHROPUS Diartikan dengan manusia kera . Ralph von koenigswald menemukan fosil dari rahang bawah manusia jenis ini di sangiran (lembah bengawan solo )pada 1941. robustus. hidup dengan cara food gathering (mengumpulkan makanan ) . fosilnya paling banyak di temukan di Indonesia . yang hidup di jawa sekitar 2-1 juta tahun silam .5-2. pitechanthropus terbagi kedalam beberapa jenis yaitu : pitechanthropus mojokertensis. dan erectus. di mojokerto (lembah bengawan solo ) . Pitechanthropus mojokertensis fosilnya ditemukan oleh von koenigswald pada tahun 1936.2KRONOLOGIS PERKEMBANGAN BIOLOGIS MANUSIA PURBA INDONESIA Kehidupan manusia pra sejarah dapat di ketahui melalui berbagai fosil . manusia ini mempunyai cirri biologis berbadan besar .

fosilnya ditemukan oleh Eugene dubois di trinil (ngawi jatim) pada 1890 . menurut pendapat teuku jakob . 3. Pitechanthropus erectus.Pitechanthropus robustus . ter haar dan oppemoorth di sepanjang lembah bengawan solo . menurut koenigswald.PERIODISASI PERKEMBANGAN BUDAYA PADA MASYARAKAT AWAL INDONESIA BERDASARKAN BUKTI ARKEOLOGI . fosilnya ditemukan oleh rietschoten dan dubois antara tahun 1888-1889 di desa wajak (tulung agung ) . HOMO Jenis homo soloensis . pengunyah yang kuat . mereka hidup dengan makanan yang telah di masak walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana . kening tidak menonjol . cirri biologisnya bertubuh agak kecil . volume otak 900 cc. cirri biologisnya hamper sama dengan pitechathropus mojokertensis . volume otak sampai dengan 1300cc . fosilnya ditemukan antara 1931 -1934 oleh von koenigswald . manusia ini telah bisa bertutur. homo soloensis diperkirakan hidup antara 900-200 ribu tahun lalu. Cirri biologis diantaranya bentuk tubuh tegak . bahkan koenigswald menganggapnya masih dari jenis yang sama . berat badan sekitar 30 – 150 kg . (manusia kera berjalan tegak ) . kemampuan berfikir masih rendah. badan tegap . jenis ini lebih tinggi tingkatannya dari pitechanthropus erectus Homo wajakensis. fosilnya di temukan oleh wiedenreich dan koenigswald di trinil (ngawi jatim) 1939. cirri biologisnya : tinggi mencapai 130210 cm . mereka hidup sekitar 1 juta sampai 600 ribu tahun yang lalu .

bahasa sebagai alat komunikasi telah ada dalam tingkat sederhana .lampung . alat dari batu ini di buat dengan cara membenturkan batu yang satu dengan yang lainnya .Berdasarkan arkeologi (ilmu yang mempelejari peninggalan purbakala dari manusia pra sejarah ) . berburu . alat penetak (chopper) . tinggal dalam gua atau ceruk karang . Kebudayaan pacitan. dan jaman logam (perunggu) ) . mengumpulkan makanan (food gathering) . alat – alat tersebut di temukan pula di beberapa daerah seperti : sukabumi (jabar) . Ciri dari jaman ini adalah peralatan buat dari batu masih kasar dan belum di asah . pecahan batu yang menyerupai kapak kemudian mereka gunakan sebagai alat. alat-alat tersebut ditemukan pual di daerah lain seperti di sangiran dan sargen . flores. gombong. lahat (sumsel). (jateng) . mata tombak yang bergerigi . batu muda. peralatan yang ditemukan adalah flakes (alat serpih) berupa pisau atau alat penusuk . JAMAN BATU Paleolithikum (batu tua). peralatan yang di hasilkan adalah kapak genggam . perkembangan budaya manusia Indonesia dapat di golongkan menjadi beberapa periode yaitu periode jaman batu (batu tua. batu tengah. kalsedan timor. tanduk menjangan yang diruncingkan dan duri ikan pari yang diruncingkan . jaman palleolithikum terbagi atas kebudayaan pacitan dan ngandong. disamping itu ditemukan pula peralatan dari tuilang dan tanduk . ditemukan oleh Koenigswald 1935 . selain di pacitan . sulsel. berdasarkan tempat penemuannya . parigi. menurut teuku Jacob . alat pengorek ubi . Alat-alat tersebut di temukan pada lapisan yang sama dengan di temukannya fosil pitechanthropus erectus. Kebudayaan ngandong . Cara hidup manusia pada jaman plleolithikum adalah: nomad dalam kelompok kecil . sumbawa. bali. berupa belati .

manusia . kebudayaan ini di dukung oleh manusia dari jenis papua melanesoid yang berasal dari indo cina . kebudayaan pebble (pebble culture ) . sedangkan abris sous roche adalah tumpukan dari sisa makanan yang telah membatu di dalam gua . Kjokkenmoddinger adalah tumpukan kulit kerang dan siput yang telah membatu . lukisan tersebut berupa gambar telapak tangan berlatar belakang warna merah .(jateng) . dimaluku dan papua . . 1950 di gua pulau muna . lukisan gua dalam bentuk gambar cap tangan . kebudayaan tulang (bone culture) . kadal . buaya. burung . . (fleks culture) . Jaman messolhituikum terbagi atas 3 kelompok budaya : kebudayaan fleks. yang menarik dari jaman messolithikum adalah di temukannya tumpukan sampah dapur yang kemudian di beri istilah kjokkenmoddinger dan abris sous roche oleh penelitinya yaitu callenfels (dijuluki bapak pra sejarah ). manusia pendukung kebudayaan ngandong adalah homo soloensis dan homo wajakensis . anjing. rusa. perahu. Mereka telah membuat gerabah . telah pula menjinakan hewan dan menyimpan hewan buruan sebagai langkah awal untuk berternak . Karena di temukan pada lapisan tanah yang sama dengan peralatan kebudayaan ngandong. di temukan berbagai lukisan manusia . Mesolitihkum (batu tengah ) Cirri dari jaman ini adalah peralatan dari batu yang telah di asah bagian yang tajam nya . mata. penelitinya dilakukan oleh heekren palm . gambar babi rusa yang tertancap Panah (di gua leang-leang – sulsel) . mengenal kesenian dalam bentuk lukisan di dinding gua (lukisan gua) ketika mereka telah menetap . Cara hidup messolhitikum adalah sebagian masih food gathering dan berburu tetapi sebagian telah menetap dalam gua dan bercocok tanam sederhana (berladang ) menanam umbi-umbian . banyak di jumpai di pinggir pantai . jaman ini merupakan peralihan dari palleolithikum ke neolithikum . kuda. matahari.

melakukan penelitian di pesisir sumatera dan menemukan peralatan di atas bersama kjokkenmoddinger . Neolhitikum (batu muda ) Cirri jaman batu muda adalah pemakaian peralatan dari batu yang telah diasah halus karena telah mengenal tehnik mengasah . sulawesi. kapak pendek (hacte curte) . terutama setelah mendapatkan pengaruh dari budya daratan . Pebble culture. peralatan tersebut ditemukan bersama dengan abris sous roche dalam gua di guagua . dan berhasil menemukan fleks . Cara hidup pada jaman neolithikum adalah hidup menetap . peralatan dan fosil sejenis di temukan pula di besuki dan bojonegoro . pebble culture merupakan pengaruh dari kebudayaan bacson hoabinh (indo china) yang masuk ke Indonesia melalui jalur barat yaitu malaka dan sumatera Bone culture . membuat . yang merupakan nenek moyang orang papua (irian ) . batu penggiling . bertempat tinggal dekat sumber air . menjadi sangat penting pada jaman messolithikum . peralatan berupa alat serpih yang telah ada jamna palleolithikum . penelitian di lakukan oleh callenfels 1928-1931 di sampung ponorogo . Philipina. melakukan penelitian di sulsel . Flakes culture merupakan pengaruh dari asia daratan yang masuk ke Indonesia melalui jalur timur yaitu jepang. peralatan berupa kapak genggam sumatera (pebble).Fleks culture . ditemukan pula fosil dari jenis manusia papua melanesoide . membuat perahu atau rakit . NTT dan timor. pisau . membuat rumah bertonggak dengan atap dari daun-daunan membuat kain dari kulit kayu (ditemukan pemukul kulit kayu ). sehingga memunculkan corak tersendiri . food producing (menghasilkjan makanan dari bercocok tanam dan berternak walaupun berburu masih dilakukan terutama pada waktu senggang). dua orang peneliti berkebangsaan swiss (fritz sarasin dan paul sarasin ) antara 18931896. flores. callenfels pada 1925. peralatan sejenis juga di temukan di daerah lain yaitu bandung (fleks dari obsidian yaitu batu hitam yang indah) . Taiwan. pada jaman ini terjadi revolusi kehidupan (perubahan dari kehidupan nomad dengan food gathering menjadi menetap dengan food producing) .

Kebudayaan kapak lonjong . pacitan (jatim). Pada jaman ini pembuatan gerabah memegang peranan penting sebagai wadah atau tempat dalam kehidupan sehari-hari .perhiasan dari batu-batu kecil indah . sejenis kapak persegi di beri leher untuk pegangannya . klimantan. sukabumi. dan sebagai peringatan maka di bangunlah berbagai monument (bangunan) yang rutin diberi sajian agar arwah yang meninggal (leluhur) melindungi dan memberikan kesejahteraan bagi sukunya . jawa. ukuran kapak lonjong ada yang besar (walzenbeli) dan kecil (kinbeli) . bogor. yang merupakan keturunan ras melayu tua adalah susku sasak . toraja. Terdapat kapak persegi ukuran kecil (di gunakan sebagai fungsi kapak ) dan yang ukuran besar (digunakan sebagai fungsi beliung atau cangkul ) . kebudayaan kapak persegi berasal dari asia daratan yang menyebar ke Indonesia melalui jalur barat melalui malaka . mereka percaya bahwa setelah mati ada kehidupan lain sehingga di adakanlah berbagai upacara terutama bagi kepala sukunya . Pada akhir jaman ini telah dikenal kepercayaan dalam bentuk animisme (kepercayaan tentang adanya arwah nenek moyang yang memiliki kekuatan gaib ) dan dinamisme (kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap memilki kekuatan gaib ) . adapula gerabah yang digunakan untuk keperluan upacara dan gerabah yang dibuat dengan indah baik bentuk maupun hiasannya. di minahasa (sulut ) di temukan kapak bahu. . sumatera. sering di sebut dengan istilah neolith papua karena penyebarannya terbatas di irian saja oleh bangsa papua melaneside. sulawesi. batak dan dayak . Kebudayaan kapak persegi . tasik (jabar) . dan nusatenggara. Kebudayaan kapak persegi di dukung oleh manusia proto melayu (melayu tua ) yang migrasi ke Indonesia menggunakan perahu bercadik sekitar 2000 sm . menurut penelitian kem mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa melayu polinesia . dibeberapa daerah ditemukan bekas-bekas pusat kerajinan kapak persegi seperti di lahat (palembang). purwakarta. Berdasarkan peralatannya kebudayaan jaman neolitihkum di bedakan menjadi kebudayaan kapak persegi dan kapak lonjong berasal dari heine geldern berdasarkan kepada penampang yang berbentuk persegi panjang dan lonjong. mayat yang dikubur disertai dengan berbagai macam benda sebagai bekal di alam lain .

bali. baik kapak persegi maupun kapak lonjong di buat dari batu api (chalcedon) . Cirri kehidupan pada jaman perunggu adalah telah terbentuk perkampungan yang teratur dipimpin oleh kepala suku atau ketua adapt . tinggal dalm rumah bertiang yang besar yang bagian bawah nya dijadikan tempat ternak . bertani (berladang dan bersawah) dengan system irigasi sehingga pengairan tidak selalu bergantung kepada hujan . yang berkembang di Vietnam . Bahkan ditemukan beberapa bukti bahwa telah terjadi pembaruan antara melayu monggoloide (proto melayu dengan deuteuro melayu) dan papua melaneside Cirri jaman perunggu adalah pemakian peralatan dari logam yang dikembangkan melalui tehnik bivalve (rangkap) dan a cire perdue (cetak lilin) . geldern berpendapat bahwa kbudayaan dongson berkembang paling muda sekitar 300 sm pendukung kebudayaan perunggu adalah bangsa deuteuro melayu (melayu muda) yang migrasi ke Indonesia sambil membawa kebudayaan dongson. madur. dll. Telah terdapat pembagian kerja berdasarkan keahlian sehingga munculah kelompok undagi (tukang yang ahli membuat peralatan logam ) . lambing kebesaran atau jimat) JAMAN LOGAM Jaman perunggu Kebudayaan perunggu di asia tenggara merupakan pengaruh dari kebudayaan dongson . terdapat pula kapak yang tidak terdapat tanda-tanda bekas dipakai dalam bentuk yang indah (sebagai alat berharga . bugis. namun bukanlah berarti setelah itu peralatan dari batu dan gerabah di tinggalkan karena masih terus dipergunakan bahkan sampai sekarang . mereka telah . Keturunannya adalah jawa.Dari peralatan yang ditemukan.

dan cincin. nekara (seperti dandang tertulungkup) . binatang. terdapat candrasa dan kapak corong yang indah dan tidak ada tanda-tanda bekas di gunakan . Kebudayaan megalithikum (batu besar ) Di sebut kebudayaan batu besar karena pada umumnya menghasilkan kebudayaan dalam bentuk monument yang terbuat dari batu berukuran besar. rumah. moko (nekara yang lebih kecil) . sungai talang koto (sumatera) . Arca perunggu berupa arca (ditemukan di bangkinag – sulsel .menguasai ilmu astronomi (untuk kepentingan pelayaran dan pertanian ) dan membuat perahu bercadik. Hasil-hasil dari kebudayaan megalithikum memberikan petunjuk kepada kita mengenal perkembangan kepercayaan . yang berfungsi sebagai tanda peringatan dan melambangkan arwah nenek moyang sehingga menjadi benda pemujaan . terdapat berbagai perhiasan seperti garis lurus . tari dan lukisan orang cina (monggol). kalung . perahu. candrasa (kapak corong yang salah satu sisinya memanjang) . Selain itu mereka membuat bejana perunggu (berbentuk seperti periuk yang gepeng) dengan hiasan indah (dalam bentuk garis dan burung merak). tugu batu yang terbuat dari batu tunggal .yang memang telah muali nampak pada akhir jaman nelithikum berikut ini adalah hasil-hasil budaya megalhitikum : Menhir. bogor-jabar. dan riau ) perhiasan perunggu seperti gelang . terutama pemujaan terhadap arwah nenek moyang . piln-pilin . lukisan orang berburu . nagada (flores) . Kebudayaan ini muncul pada akhir jaman neolhitikum . Beberapa hasil budaya pada jaman perunggu adalah kapak corong (kapak sepatu ) . menhir banyak di temukan di pasemah . lahat . tetapi perkembangannya justru terjadi pada jaman perunggu (kebudayaan dongson ). anting.

namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup. peti mati tempat penyimpanan mayat yang berbentuk lesung terbuat dari batu utuh yang diberi tutp . leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. garut. sementara di di lembah bada (sulteng ) ditemukan patung manusia (laki-laki dan perempuan). bangunan keagamaan maupun istana . Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada. sukabumi (jabar). yang demikian dinamakan dengan pandhusa . . banyak ditemukan di banten . di bali di temukannya keranda yang berisi tulang belulang manusia. Ada pula yang di sebut waruga . peti mayat yang di pendam di dalam tanah berbentuk persegi panjang dengan ke empat sisinya di buat dari lempengan – lempengan batu. Dalam perkembangan selanjutnya . bangunan pemujaan terhadap roh nenek moyang yang berupa susunan batu bertingkat . selain itu di temukan pula hasil budaya megalithikum dalam bentuk patung atau arca manusia yang menggambarkan wujud nenek moyang atau arca binatang . kubur batu banyak di temukan di kuningan (jabar) . Setelah dirapikan. barang perunggu serta manik-manik. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta. yaitu kubur batu yang berbentuk bulat . pasemah(sumatera). kuningan. tolong hapus pesan ini.Dolmen . punden berundak merupakan dasar dalam pembuatan candi . meja batu tempat sesaji. Kubur batu . sarcophagus (keranda) . punden berundak. ensiklopedia bebas agar memenuhi standar Wikipedia Artikel ini perlu dirapikan Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. ada dolmen yang di sngga oleh menhir dan ada pula yang digunakan sebagai penutup keranda atau sarchopagus. banyak di temukan di daerah pasemah (sumatera). ----Prasejarah Dari Wikipedia bahasa Indonesia. wonosari (yogja) dan cepu (jateng).

1. antropologi. dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai Mahakam. Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah.1.1 Zaman Batu Tua 1.1. biologi.1.1. keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologi.1 Arkeologi 1. arkeologi.1. bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah.Daftar isi [sembunyikan] 1 Periodisasi 1.1.1.Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. geologi.1 Zaman Batu 1. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. sehingga pada saat itu. Dalam artian bahwa bukti-bukti pra-sejarah hanya didapat dari barang-barang dan tulang-tulang di daerah penggalian situs sejarah. sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Kalimantan Timur baru memasuki era sejarah. Zaman prasejarah di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai. sekitar abad ke-5.4 Zaman Batu Besar 1.2 Zaman Logam 2 Era Prasejarah Di Indonesia 3 Bacaan rujukan 4 Lihat pula [sunting] Periodisasi .1. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan.2 Zaman Batu Tengah 1.3 Zaman Batu Muda 1. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan. astronomi.1.

Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya. Zaman batu ini diperiodisasi lagi menjadi 4 zaman.[sunting] Arkeologi [sunting] Zaman Batu Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Terdapat dua kebudayaan yang merupakan patokan zaman ini. manusianya masih hidup secara nomaden (berpindahpindah) dan belum tahu bercocok tanam. Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan Flakes dari batu Chalcedon (untuk mengupas makanan) [sunting] Zaman Batu Tengah 1. periode ini disebut masa food gathering (mengumpulkan makanan). Blora (Homo Wajakinensis dan Homo Soloensis) Alat-alat yang dihasilkan antara lain: kapak genggam/perimbas (golongan chopper/pemotong). tidak diasah atau dipolis. antara lain: [sunting] Zaman Batu Tua Zaman batu tua (palaeolitikum) disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar. Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan) . Ciri zaman Mesolithikum: a. yaitu: Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus) Kebudayaan Ngandong.

kapak persegi dan alat-alat dari tulang. 2. Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah. Pakaian dari kulit kayu . Maluku. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang) c. Manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua--Melanosoid [sunting] Zaman Batu Muda Ciri utama pada zaman batu Muda (neolithikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Jawa. misalnya beliung. Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa. Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken Mondinger (sampah dapur) c. Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjoken Mondinger) b. Nusa Tenggara. dan torah yang banyak terdapat di Sumatera. pacul.b. Sulawesi. Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera. Bali. Kalimantan. Flakes Culture (kebudayaan alat serpih dari Abris Saus Roche) 3. Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum: a. Jawa. e. d. c. Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa. Flores. Sulawesi. Kalimantan. Alat-alat yang dihasilkan antara lain: Kapak persegi. Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble).ujung mata panah. Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung. Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih). Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar. pipisan.

Menhir: tugu batu yang dibangun untuk pemujaan terhadap arwah-arwah nenek moyang. Ditemukan di Sumatera. Sarchopagus/keranda atau peti mati (berbentuk lesung bertutup) 4. mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan. Sulawesi. Orang sudah mengenal teknik melebur logam. Jawa-Bali. Austro-Asia (KhamerIndocina) [sunting] Zaman Batu Besar Zaman ini disebut juga sebagai zaman megalithikum. Sumbawa. Arca/patung batu: simbol untuk mengungkapkan kepercayaan mereka [sunting] Zaman Logam Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Nekara Perunggu (Moko) sejenis dandang yang digunakan sebagai maskawin. Selayar. 2. Jawa. yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut a cire perdue. termasuk golongan alat perkakas) ditemukan di Sumatera Selatan. Irian b. Kubur batu: peti mati yang terbuat dari batu besar yang dapat dibukatutup 6. Kepulauan Selayar. Alat-alat perunggu pada zaman ini antara lain : a. Dolmen: meja batu tempat meletakkan sesaji untuk upacara pemujaan roh nenek moyang 3. Punden berundak: tempat pemujaan bertingkat 5. Melolo (Sunda) Manusia pendukung Neolithikum adalah Austronesia (Austria). antara lain: 1. Kapak Corong (Kapak perunggu. Roti. Hasil kebudayaan Megalithikum.Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Leti . Zaman logam ini dibagi atas: Zaman Perunggu Pada zaman perunggu atau yang disebut juga dengan kebudayaan Dongson-Tonkin Cina (pusat kebudayaan)ini manusia purba sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras. Jawa-Bali.

yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya. ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Sejarah Nusantara pada era prasejarah)Belum DiperiksaArtikel ini bagian dari seri Sejarah Indonesia . Benjana Perunggu ditemukan di Madura dan Sumatera.c. Mata Kapak bertungkai kayu b. bahkan puncak kebudayaan megalitikum justru pada zaman logam. sebab kebanyakan alat-alat besi. Mata Pisau c. Bogor (Jawa Barat). ditemukan pada zaman sejarah. yaitu ±3500 °C. Cangkul Alat-alat tersebut ditemukan di Gunung Kidul (Yogyakarta). Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu. d. --Nusantara pada periode prasejarah Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi. Antara zaman neolitikum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalitikum. Arca Perunggu ditemukan di Bang-kinang (Riau). Lumajang (Jawa Timur) dan Bogor (Jawa Barat) Zaman Besi Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Besuki dan Punung (Jawa Timur) Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang dihasilkan antara lain: a. Mata Pedang e. Mata Sabit d.

Lihat pula: Garis waktu sejarah Indonesia Sejarah Nusantara Prasejarah Kerajaan Hindu-Buddha Kutai (abad ke-4) Tarumanagara (358–669) Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-11) Sailendra (abad ke-8 sampai ke-9) Kerajaan Medang (752–1045) Kerajaan Sunda (932–1579) Kediri (1045–1221) Dharmasraya (abad ke-12 sampai ke-14) Singhasari (1222–1292) Majapahit (1293–1500) Malayapura (abad ke-14 sampai ke-15) Kerajaan Islam Kesultanan Ternate (1257–sekarang) Kerajaan Pagaruyung (1500-1825) Kesultanan Malaka (1400–1511) Kerajaan Inderapura (1500-1792) Kesultanan Demak (1475–1548) Kesultanan Aceh (1496–1903) Kesultanan Banten (1527–1813) Kesultanan Mataram (1588—1681) .

hewan dan hominid 3 Migrasi manusia 4 Kronologi . sisa-sisa peralatan dari batu. serta gerabah. Pengetahuan orang terhadap hal ini didukung oleh temuan-temuan fosil hewan dan manusia (hominid).Kesultanan Siak (1723-1945) Kerajaan Kristen Kerajaan Larantuka (1600-1904) Kolonialisme bangsa Eropa Portugis (1512–1850) VOC (1602-1800) Belanda (1800–1942) Kemunculan Indonesia Kebangkitan Nasional (1899-1942) Pendudukan Jepang (1942–1945) Revolusi nasional (1945–1950) Indonesia Merdeka Orde Lama (1950–1959) Demokrasi Terpimpin (1959–1966) Orde Baru (1966–1998) Era Reformasi (1998–sekarang) l•b•s Nusantara pada periode prasejarah mencakup suatu periode yang sangat panjang.7 juta tahun yang lalu.Daftar isi [sembunyikan] 1 Geologi 2 Tumbuhan. berdasarkan temuan-temuan yang ada. kira-kira sejak 1. bagian tubuh hewan. logam (besi dan perunggu).

hingga pulau-pulau Nusa Tenggara. Nusantara di Zaman Es akhir pernah menjadi bagian dua daratan besar Wilayah barat Nusantara moderen muncul kira-kira sekitar kala Pleistosen terhubung dengan Asia Daratan. lempeng Eurasia bergerak menuju selatan dan menghunjam ke bawah Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara.2 Neolitik 4. Akibat hal ini terbentuk barisan gunung api di sepanjang Pulau Sumatera. Jawa.4 Zaman Perunggu 5 Sistem kepercayaan 6 Penghidupan 7 Peninggalan masa prasejarah 8 Catatan kaki 9 Pranala luar [sunting] Geologi Wilayah Nusantara merupakan kajian yang menarik dari sisi geologi karena sangat aktif. Daerah ini juga rawan gempa bumi sebagai akibatnya. Di bagian timur terdapat pertemuan dua lempeng benua besar lainnya.3 Megalitik 4.4. lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik. Pertemuan ini membentuk barisan gunung api di Kepulauan Maluku bagian utara ke arah bagian utara Pulau Sulawesi menuju Filipina. Di bagian timur hingga selatan kepulauan ini terdapat busur pertemuan dua lempeng benua yang besar: Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Daratan ini dinamakan Paparan Sunda . Sebelumnya diperkirakan sebagian wilayahnya merupakan bagian dari dasar lautan.1 Paleolitik 4. Di bagian ini.

Wilayah timur Nusantara. Di akhir Zaman Es terakhir (20. Di timur. Inilah yang menyebabkan mengapa ada banyak kemiripan jenis tumbuhan dan hewan di antara ketiga pulau besar tersebut.000 tahun yang lalu) suhu rata-rata bumi meningkat dan permukaan laut meningkat pesat. Daerah ini dikenal sebagai daerah karst yang terbentuk dari endapan kapur terumbu karang purba. Laut dangkal di antara Sumatera. Batas timur daratan lama ini paralel dengan apa yang sekarang dikenal sebagai Garis Wallace. di sisi lain. dan Kalimantan. Pulau Kalimantan. Kenaikan muka laut ini memaksa masyarakat penghuni wilayah ini saling terpisah dan mendorong terbentuknya masyarakat penghuni Nusantara moderen. Pulau Jawa. Aneka fosil hewan laut ditemukan di wilayah ini. dan pulau-pulau di sekitarnya. termasuk makhluk mirip manusia yang pernah menghuni wilayah ini. Laut Cina Selatan. Pulau Irian dan Kepulauan Aru terpisah dari daratan utama Benua Australia. . Sebagian daratan Nusantara dulu merupakan dasar laut. Pulau Sumatera. secara geografis terhubung dengan Benua Australia dan berumur lebih tua sebagai daratan. dan Laut Jawa. serta Laut Arafura dan Selat Torres adalah perairan muda yang baru mulai terbentuk kala berakhirnya Zaman Es terakhir (hingga 10. seperti wilayah pantai selatan Jawa dan Nusa Tenggara. Daratan ini dikenal sebagai Paparan Sahul dan merupakan bagian dari Lempeng Indo-Australia.000-10. Sebagian besar Paparan Sunda tertutup lautan dan membentuk rangkaian perairan Selat Malaka. [sunting] Tumbuhan. yang pada gilirannya adalah bagian dari Benua Gondwana. hewan dan hominid Sejarah geologi Nusantara memengaruhi flora dan fauna. Endapan batu bara di wilayah Sumatera dan Kalimantan memberi indikasi pernah adanya hutan dari masa Paleozoikum. Pada periode inilah terbentuk Semenanjung Malaya.000 tahun sebelum era moderen).("Sundaland") oleh kalangan geologi. Jawa (termasuk Bali). Selat Karimata.

Hal ini bertentangan dengan anggapan sebelumnya yang menyatakan bahwa hanya H. anggota tim Dubois.000 sampai 500. hewan yang pada masa kini tidak hidup di Jawa. G. melalui India dan Indocina. floresiensis adalah H. Harimau. kini berdasarkan pengukuran radiometri terhadap mineral vulkanik pada lapisan penemuan diduga usianya lebih tua. dekat Campurdarat. Makhluk mirip manusia (hominin) yang menghuni Nusantara yang diketahui adalah manusia Jawa. Semenanjung Malaya. di tepian Sungai Brantas.000 tahun (periode Pleistosen) dan menunjukkan fenotipe "Australomelanesoid". Fosil Homo sapiens pertama di Jawa ditemukan oleh van Rietschoten (1889). sapiens.000 tahun sejak era moderen dan tidak terfosilisasi. karena hanya berusia 20.000.000 tahun lalu.000 tahun (pengukuran karbon tidak memungkinkan). tapir. kerbau.[1][2] Homo sapiens moderen pertama masuk ke Nusantara diduga sekitar 100. sapiens yang bertahan di Nusantara pada masa itu. von Koenigswald beserta timnya menemukan serangkaian fosil hominin di lembah sepanjang Bengawan Solo. dan berbagai unggas yang hidup di Asia daratan banyak yang memiliki kerabat di ketiga pulau ini. dan Filipina). Fosil Niah diperkirakan berusia 40. Kabupaten Ngawi.00010.[4] Mereka adalah pendukung budaya kapak perimbas (chopper) dan termasuk dalam kultur paleolitikum (Zaman Batu Tua).R. yaitu 1.H. Tulungagung. Perdebatan ini belum tuntas. badak. Pengumuman pada tahun 2003 tentang penemuan Homo floresiensis yang dianggap sebagai spesies Homo primitif oleh para penemunya memantik perdebatan baru mengenai kemungkinan adanya spesies mirip manusia yang hidup dalam periode yang bersamaan dengan H. sapiens yang menderita penyakit sehingga berukuran katai. babi.Flora dan fauna di ketiga pulau tersebut memiliki kesamaan dengan daratan Asia (Indocina.7-1. Para ahli paleontologi sekarang kebanyakan berpendapat bahwa semua fosil temuan dari Jawa adalah Homo erectus dan merupakan bentuk yang primitif. yaitu di Sangiran dan Ngandong serta di tepi Sungai Brantas di dekat Mojokerto.000-25. Sejak 1934. di Wajak.[3] Ia ditemukan bersamaan dengan tulang tapir.5 juta tahun. Fosil Wajak dianggap bersamaan ras dengan fosil Gua Niah di Sarawak dan Gua Tabon di Pulau Palawan. Semula diduga berumur 1. Fosil dari satu bagian tengkorak Pithecanthropus erectus ditemukan pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois di Trinil. . karena penentangnya menganggap H. gajah.

menampilkan model ukuran sebenarnya pemburu bersenjata alat batu. namun fosil di Gua Niah menunjukkan usia sekitar 40.000 tahun sebelum era moderen atau tahun 0 Masehi). keluarga Homo erectus hidup di Sangiran sekitar 900. Jakarta.000 tahun yang lalu. Gua Niah (Serawak). Temuan di Wajak.[sunting] Migrasi manusia Diorama di Museum Nasional Indonesia. suatu subras dari ras Negroid yang sekarang dikenal sebagai penduduk asli Pulau Papua. yang pertama kali ditemukan sulit ditentukan penanggalannya. Usia fosil utuh di Gua Braholo (Gunungkidul. Dalam kajiannya. Pendugaan ini berasal dari bentuk perkakas yang ditemukan menyertainya. Melanesia. REDIRECT Nama halaman tujuan Walaupun berasal dari masa budaya yang berbeda. dua sarjana bersaudara (sepupu satu sama lain) asal Swiss di akhir abad ke-19. Teori mengenai asalusul ras ini pertama kali dideskripsikan oleh Fritz dan Paul Sarasin. fosil-fosil itu menunjukkan ciriciri Austromelanesoid. mereka melihat kesamaan ciri antara orang Vedda yang menghuni Sri Lanka dengan beberapa penduduk asli berciri sama di Asia Tenggara kepulauan dan Australia. Bukti-bukti Homo sapiens pertama diketahui dari tengkorak dan sisa-sisa tulang hominin di Wajak. membentang dari Kabupaten Gunungkidul. Kabupaten Pacitan.000 tahun yang lalu. [sunting] Kronologi [sunting] Paleolitik . dan Benua Australia. hingga kawasan Teluk Pacitan. ditemukan tahun 2002) dan Song (Gua) Keplek dan Terus (Pacitan) berusia lebih muda (sekitar 10. serta temuan-temuan baru di Pegunungan Sewu sejak awal paruh kedua abad ke-20 hingga sekarang. Yogyakarta.

Beberapa struktur megalitik telah ditemukan. Punden berundak dan menhir ditemukan di situs megalitik di Pagguyangan. Sumatera. patung nenek moyang. Struktur megalitik ini ditemukan di Jawa. Monolitik Toraja sekitar tahun 1935.6 sampai 1. Nusantara adalah rumah bagi banyak situs megalitik bangsa Austronesia pada masa lalu hingga masa kini. Jawa Barat. dan Kepulauan Sunda Kecil.5 juta tahun lalu. meja batu. misalnya menhir. Tanda bekas irisan pada tulang ini menunjukkan penggunaan alat batu pertama yang menunjukkan bukti tertua penggunaan alat serpihan cangkang kerang yang ditajamkan di dunia.Homo erectus diketahui menggunakan alat batu kasar khas paleolitik dan juga alat yang terbuat dari cangkang kerang. Cisolok dan Gunung Padang. Analisis bekas irisan pada fosil tulang mamalia yang berasal dari era Pleistosen mencatat 18 luka bekas irisan akibat alat serpihan cangkang kerang saat menyembelih lembu purba. misalnya mata kapak batu dan mata cangkul batu yang diasah. hal ini berdasarkan temuan di Sangiran dan Ngandong. sekitar tahun 1915. teras batu. [sunting] Megalitik Masyarakat di pulau Nias di Indonesia tengah memindahkan sebuah megalit ke kawasan pembangunan. Sulawesi. ditemukan pada formasi Pucangan di Sangiran yang berasal dari kurun 1.[6] Punden berundak ini dianggap sebagai strukstur asli Nusantara dan merupakan rancangan dasar bangunan candi pada zaman kerajaan Hindu-Buddha Nusantara setelah . dan sarkofagus. Batu yang diasah dan dihaluskan ini dikembangkan oleh orang-orang Austronesia yang menghuni kepulauan Indonesia. Situs megalitik Cipari yang juga ditemukan di Jawa Barat menunjukkan struktur monolit. dan piramida berundak yang lazim disebut Punden Berundak.[5] [sunting] Neolitik Batu yang diasah adalah bukti peradaban neolitik. dolmen. Pada periode ini pula berkembang struktur batu besar atau megalitik di Nusantara.

Arwah Leluhur yang telah meninggal dunia dipercaya masih memiliki kekuatan spiritual dan mempengaruhi kehidupan keturunannya.penduduk lokal menerima pengaruh peradaban Hindu-Buddha dari India. [sunting] Sistem kepercayaan Warga Indonesia purba adalah penganut animisme dan dinamisme yang memuliakan roh alam dan roh nenek moyang. Pemuliaan terhadap arwah nenek moyang menyebar luas di masyarakat kepulauan Nusantara. hingga upacara kematian dan pemakaman yang rumit untuk mempersiapkan dan mengantar arwah orang yang baru meninggal menuju alam nenek moyang. dan Napu. Batak. praktik megalitik. Artifak peradaban ini adalah gendang perunggu Nekara yang ditemukan di seantore Nusantara serta kapak perunggu upacara. pulau yang terisolasi di lepas pantai barat Sumatera. ditemukan beberapa relik megalitik yang menampilkan patung nenek moyang. Kebudayaan Batak di pedalaman Sumatera Utara. ritual pengorbanan kerbau. Di Taman Nasional Lore Lindu. [sunting] Zaman Perunggu Kebudayaan Dong Son menyebar ke Indonesia membawa teknik peleburan dan pembuatan alat logam perunggu. pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur. pertanian padi lahan basah. Kebanyakan terletak di lembah Bada. Toraja.[7] Tradisi megalitik yang hidup tetap bertahan di Nias. Sulawesi Tengah. Dayak. dan Papua. dan tak terusik hingga akhir abad ke-19. Tradisi megalitik ini tetap bertahan. Kuasa spiritual tak kasat mata ini dikenali sebagai hyang di Jawa dan Bali dan hingga kini masih dimuliakan dalam agama Hindu Dharma Bali. serta kebudayaan Toraja di pedalaman Sulawesi Selatan. dan tenun ikat. Praktik tradisi ini ditemukan di masyarakat Batak dan Toraja serta beberapa pulau di Nusa Tenggara. Pemuliaan ini misalnya diwujudkan dalam upacara sukuran panen yang memanggil roh dewata pertanian. Besoa. mulai dari masyarakat Nias. . Candi Borobudur dari abad ke-8 dan candi Sukuh dari abad ke-15 tak ubahnya adalah struktur punden berundak. terisolasi.

[9] Kebudayaan Buni mungkin merupakan pendahulu kerajaan Tarumanagara. salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang menghasilkan banyak prasasti yang menandai awal berlangsungnya periode sejarah di pulau Jawa. [sunting] Peninggalan masa prasejarah Peninggalan masa prasejarah Nusantara diketahui dari berbagai temuan-temuan coretan/lukisan di dinding gua atau ceruk di tebing-tebing serta dari penggalianpenggalian pada situs-situs purbakala. sekarang menjadi Taman Purbakala Sangiran . Kondisi pertanian yang ideal memungkinkan upaya bercocok tanam padi lahan basah (sawah) mulai berkembang sekitar abad ke-8 SM. Baturaja. berkembang dengan kesatuan suku bangsa dan sistem kepercayaan mereka. Sumatera Selatan Lembah Sangiran. memelihara hewan ternak. hingga kehidupan pertanian yang rumit. hingga mampu membuat kerajinan tenun dan tembikar.[sunting] Penghidupan Mata pencaharian dan penghidupan masyarakat prasejarah di Indonesia berkisar antara kehidupan berburu dan meramu masyarakat hutan. Sistem sawah membutuhkan masyarakat yang terorganisasi dengan baik dibandingkan dengan sistem padi lahan kering (ladang) yang lebih sederhana sehingga tidak memerlukan sistem sosial yang rumit untuk mendukungnya. Beberapa lokasi penemuan sisa-sisa prasejarah Nusantara: Situs Gua Putri. Kerajaan ini yang lebih mirip kumpulan kampung yang tunduk kepada seorang kepala suku. Iklim tropis Jawa dengan curah hujan yang cukup banyak dan tanah vulkanik memungkinkan pertanian padi sawah berkembang subur.[8] memungkinkan desa dan kota kecil mulai berkembang pada abad pertama Masehi. Kebudayaan Buni berupa budaya tembikar berkembang di pantai utara Jawa Barat dan Banten sekitar 400 SM hingga 100 M. dengan kemampuan bercocok tanam padi-padian.

Papua (40.000 SM)[10] Situs Lukisan tepi pantai di Raja Ampat. Kutai Timur Situs Pasemah di Lampung Situs Pangguyangan. Cisolok. Jembrana. Jawa Barat Situs Cipari. Papua Barat Situs Tutari. Cianjur. Muara Uya. Pulau Flores Gua Leang-leang. Tabalong . Jawa Barat Situs Gilimanuk.Situs Purbakala Wajak. Jawa Barat Situs Goa Pawon. Sulawesi Situs Gua Perbukitan Sangkulirang. Kuningan. (periode Megalitikum)[11] Gua Babi di Gunung Batu Buli. Jawa Barat Situs Gunungpadang.000-30. Bandung. Tulungagung Liang Bua. Sukabumi. Bali Situs Gua-gua Biak. desa Randu. Kabupaten Jayapura.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful