TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF

Tetapi. semua ibu itu kembali hanya menjadi pendengar saja. Sementara. suasana perbincangan sangat hangat dan hampir semua orang terlibat dalam pembicaraan. Begitu juga dalam perkumpulan Posyandu. Meskipun juga ada beberapa yang berani menanyakan sesuatu kepada petugas tersebut. saat bapak-bapak berkumpul dalam arisan pertanian (arisan gotong royong).○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ BAB 1 Teknik Dasar Fasilitasi Partisipatif Proses Memfasilitasi untuk Membelajarkan eringkali terjadi. para ibu yang membawa balita untuk ditimbang dan diperiksa petugas Puskesmas. S TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 19 ○ ○ ○ ○ ○ ○ PROSES MEMFASILITASI ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ . Kepala Desa atau seorang aparat pemerintah dari kabupaten menjadi pembicara di depan sementara seluruh warga hanya mendengarkan. terlibat dalam bincang-bincang mengenai berbagai penyakit akibat dimulainya musim hujan. di dalam sebuah forum formal. ketika petugas Puskesmas menyampaikan ‘penyuluhan kesehatan’ yang terkait dengan keadaan penyakit yang menimpa anak-anak dan balita.

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 . Ada perpaduan antara penguasaan teknik dengan unsur-unsur kreativitas. hubungan antar manusia (human relationship).Skema 5. Daur Belajar Orang Dewasa TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 20 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Membangun komunikasi dialogis dan diskusi dalam proses pembelajaran. seorang FI perlu keterampilan untuk mengoperasionalkan apa yang telah digambarkan dalam skema daur belajar orang dewasa ini. berbeda dengan mengobrol dan berbincang tanpa arah. Di dalam prakteknya. improvisasi. Partisipasi tanpa keterampilan akan menjadi jargon belaka karena tidak dapat dijalankan di dalam kenyataan. Keahlian memfasilitasi seringkali disebut juga sebagai ‘seni memfasilitasi’ karena sebenarnya tidak persis sama seperti jenis keterampilan lainnya. dan juga keunikan atau karakteristik setiap fasilitator.

maka daur atau proses di atas dapat digambarkan menjadi sebuah proses komunikasi partisipatif (komunikasi multi-arah). membangun sebuah dialog di antara anggota masyarakat atau peserta belajar dalam sebuah hubungan kesetaraan. Pada intinya. Sikap-nilai. Karena itu. Skema 6. Komunikasi Partisipatif (Komunikasi Multi-Arah) TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 21 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ . Beberapa istilah ini digunakan bagi seorang fasilitator komunikasi untuk memahami cara membangun komunikasi yang efektif dan positif. Sikap-perilaku.○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Proses Memfasilitasi untuk Membangun Komunikasi Dialogis Apabila FI menggunakan idiom komunikasi. baik daur pembelajaran partisipatif maupun proses komunikasi multiarah. dan Pendapat (Opini). Tidak ada salah satu pihak yang dianggap menjadi sumber kebenaran atau memiliki otoritas terhadap menentukan baik dan benarnya suatu pemikiran yang digali dari realita kehidupan. beberapa konsep penting yang perlu dikenal FI dalam menggunakan komunikasi sebagai pendekatan adalah: Persepsi (Citra Diri dan Citra Pihak Lain).

. yaitu kecenderungan untuk bereaksi positif atau negatif terhadap sesuatu yang didasari oleh nilai-nilai dan pengalaman seseorang. Sikap merupakan gabungan antara pemikiran. duren ini wangiiii.BEBERAPA KONSEP PENTING DALAM KOMUNIKASI Persepsi.” • Ikra: “Wah.” Sikap-perilaku... perasaan. Kegiatan memfasilitasi yang merupakan tugas paling rutin FI adalah pendampingan atau ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 . rapat persiapan kegiatan. dengar.” Ibu: “Kita punya anak yang baik.. baui. monitoring kegiatan. duren ini bau sekali. yaitu gagasan yang muncul sebagai hasil pemikiran subyektif seseorang. • Ayah beranggapan menjadi petani seperti dirinya berarti menjadi orang miskin... dan sebagainya. pembelajaran dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan: pertemuan atau musyawarah desa. cicipi. • Ibu beranggapan anak perempuan tidak prioritas bersekolah tinggi.... • Ibu: “Aduh.. • Seorang ibu mengomeli gaya pakaian anak remajanya (celana melorot dan kemeja ketat): “Kenapa pakaian anak-anak jaman sekarang kok tidak sopan. membuat ngiler.. yaitu tafsiran dari apa yang kita lihat. Ibu kurang mendukung anak perempuannya masuk perguruan tinggi..” • Anak: “Ibu sih ketinggalan jaman.” TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 22 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ MENGALIHKAN PERAN FASILITATOR Dalam bekerja sebagai fasilitator infomobilisasi (FI).. dan anggapan seseorang terhadap suatu hal. manis dan penurut. evaluasi program. rapat internal tim telecenter. • Ayah: “Anak kita terlalu tergantung pada orang tua dan kurang mandiri.. dengan pancaindera kita. Pendapat merupakan sikap seseorang dalam bentuk kata-kata. Ayah bekerja keras untuk mengirimkan anaknya sekolah sampai perguruan tinggi.” Sikap-nilai. dan raba. Pendapat (opini).. cium. pengkajian bersama masyarakat (MDS). Membuat saya mual.

○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 23 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ .

Peran fasilitator ini harus dikurangi secara bertahap dan diserahkan kepada peserta. TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 24 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Skema 7. Fasilitator ada untuk mendukung kegiatan belajar agar peserta bisa mencapai tujuan belajarnya. Seperti yang disampaikan pada “Pendahuluan. Fasilitator mendorong peserta untuk percaya diri dalam menyampaikan pengalaman dan pikirannya. Fasilitator memperkenalkan teknik-teknik komunikasi untuk mendorong partisipasi. seorang FI bukanlah penyuluh atau juru penerang (jupen) yang merupakan petugas penyampai informasi dari lembaga formal (pemerintah). Fasilitator menggunakan media yang cocok dengan kebutuhan peserta dan membantu proses belajar/komunikasi menjadi lebih efektif. Pengurangan Peran FI ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 ○ ○ ○ ○ . proses fasilitasi yang dikembangkan FI selalu berorientasi pada proses pembelajaran yang bertumpu pada peserta. Fasilitator adalah orang yang bertugas mengelola proses dialog. Apa pun kegiatannya. Kata fasilitator berasal dari bahasa latin “fasilis” yang artinya: mempermudah. Hanya dengan mengurangi ‘dominasi’ fasilitator.pembelajaran bersama kelompok. mengajak peserta dominan untuk mendengarkan. proses pembelajaran bisa diambil alih oleh peserta sehingga pembelajaran bisa berjalan sebagai inisiatif sendiri.

Jendela Johari Peran FI ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ . seorang FI tidak perlu selalu harus tahu segala-galanya. Apabila memfasilitasi kegiatan pembelajaran masyarakat. Bagi orang yang melihat belajar sebagai bagian penting dari proses kehidupannya. TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 25 ○ Skema 8.○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Tugas FI adalah membantu peserta dalam pembelajaran bersama/kelompok untuk menjadikan belajar sebagai kebutuhan sehingga peserta belajar akan melakukannya sendiri meskipun sudah tidak difasilitasi lagi. membangun proses pembelajaran yang partisipatif pada awalnya akan sulit. tugas utama FI adalah memperkuat interaksi sosial yang lebih setara dan dialogis. Ada cara mudah untuk melihat peran FI dalam kegiatan pembelajaran masyarakat. belajar akan menjadi kegiatan selama hidup berjalan (long-life learning). Sedangkan dalam kacamata komunikasi. yaitu menggunakan ’Jendela Johari’ berikut ini. Menjadikan ikatan sosial dan kebersamaan sebagai kebutuhan individu: dan sebaliknya penghargaan terhadap individu sebagai basis kehidupan komunitas. “JENDELA JOHARI” PERAN FASILITATOR Bagi seorang yang terbiasa menyuluh atau menjadi guru.

belajar untuk menyampaikan pikiran dan pendapatnya.Jendela pertama: aku tahu. seorang FI bertugas juga untuk membelajarkan peserta tentang cara menggunakan berbagai media informasi dan pembelajaran. menganalisis dan mengembangkan gagasan berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya sendiri. Tetapi sesungguhnya setiap orang pasti punya pengalaman yang bisa dibagi. Setiap orang juga punya pendapat atau pandangan yang bisa dipertukarkan. Seorang FI perlu meyakini bahwa kita selalu bisa belajar dari siapa saja. Demikian juga FI sendiri. Komunikasi pembangunan yang berorientasi pendampingan. seorang FI sebaiknya menguasai pengembangan dan penggunaan media-media komunikasi dan pembelajaran dalam menjalankan tugas-tugasnya selaku pengelola program komunikasi informasi (infomobilisasi). lebih TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 26 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 . Tugas pokok seorang FI adalah membangun proses pembelajaran dimana setiap orang belajar menjadi sumber belajar sekaligus peserta belajar. apalagi bila belajar dari orang yang dianggap berpendidikan rendah atau tidak punya pengalaman apa-apa. Dalam membahas topik-topik yang demikian. kamu tidak tahu. Jendela kedua: aku tidak tahu. kamu tahu. Sikap mau belajar dari orang lain ini membutuhkan kerendahan hati. Sedangkan peserta yang pasif dan ‘malu’. Sesuai dengan namanya. Apabila meyakini hal itu. Peserta yang suka mendominasi. belajar mendengarkan dari orang lain. yang selalu tertarik belajar berbagai hal dari pengalaman para peserta. Jendela ketiga: aku tahu. Dengan begitu. Infomobilisasi adalah kegiatan pembelajaran mengenai topik-topik yang ada dalam keseharian atau kehidupan masyarakat sendiri. tugas FI adalah membangun proses dialogis antara para peserta untuk menanggapi. selain menjadi sumber belajar juga sekaligus merupakan peserta belajar. termasuk penggunaan berbagai fasilitas di telecenter sebagai sarana dan sumber belajar kelompok. FI bisa mendorong masyarakat untuk mau belajar dari orang lain. kamu tahu.

menulis untuk MENGGUNAKAN PENDEKATAN KOMUNIKASI DALAM KEEMPAT JENDELA FI sebaiknya mendorong peserta untuk menggunakan komunikasi yang positif. sikap. Fasilitator mendorong sikap positif terhadap perbedaan pendapat. TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 27 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ . masyarakat tahu): fasilitator mendorong kepercayaan diri peserta bahwa pengetahuannya penting bagi orang lain (mengubah ‘citra diri’ sebagai petani yang bodoh karena tidak sekolah tinggi). dan pendapat (opini) secara positif. Sebaliknya fasilitator perlu mengubah pandangan penyuluh yang beranggapan bahwa teknologi lokal ketinggalan jaman (mengubah ‘citra terhadap orang lain/petani’ sebagai tidak inovatif ). masyarakat tahu): fasilitator mengajak peserta mendialogkan sesuatu yang sama-sama diketahui. Jendela keempat (aku dan masyarakat sama-sama tidak tahu): fasilitator mendorong pengembangan gagasan inovasi baru dan mencari sumber pengetahuan/informasi ‘luar’ secara selektif (diperiksa dahulu). Fasilitator mendorong peserta untuk memeriksa apakah pengetahuan baru perlu diterapkan atau tidak (butuh atau tidak). Ini berarti menggunakan persepsi (termasuk citra diri dan citra pihak lain). masyarakat tidak tahu): fasilitator mendorong peserta menerima pendapatnya sebagai alternatif dari pendapatnya sendiri. • Jendela kedua (aku tidak tahu. Berikut ini contoh-contohnya: • Jendela pertama (aku tahu. Fasilitator mengajak peserta saling memahami persepsi dan sikap orang lain. tetapi ternyata terdapat perbedaan pandangan dan pendapat terhadap topik tersebut. Masyarakat diajak mengembangkan dan mengelola radio komunitas dan koran kampung.○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ condong menggunakan media berbasis masyarakat agar masyarakat dilibatkan dalam pembuatan media-media program sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran. • Jendela ketiga (aku tahu.

kamu tidak tahu. usaha ekonomi lainnya) dengan belajar menggunakan handycam dan menulis skenario cerita. Kita hanya harus tahu apa yang kita tidak tahu (apa kebutuhan belajar kita). Masyarakat juga sebaiknya tahu sumber belajar yang tersedia untuk suatu kebutuhan belajar.buletin antar petani yang dikelola program LSM. Tidak semua orang mengetahui bahwa banyak sekali agenda belajar yang penting untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Tugas seorang FI bukanlah memberikan sebanyak-banyaknya informasi kepada masyarakat. membuat film-film kegiatan mereka sendiri (film tentang pengembangan usaha tani. melainkan membangun kegiatan yang menimbulkan kebutuhan untuk belajar dan belajar terus. dan sebagainya. Tidak seorang pun yang bisa tahu segalanya. Seorang FI tidak perlu harus tahu semuanya. TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 28 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Jendela keempat: aku tidak tahu. Inilah agenda belajar yang bisa dikembangkan seorang FI. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 . Juga mencari narasumber yang tersedia. Seorang FI sebaiknya juga membelajarkan peserta tentang cara belajar dan mengakses sumber belajar yang tersedia termasuk dengan menggunakan fasilitas di telecenter.

Berikut ini adalah langkah-langkah penggunaan teknik dasar 5W + 1 H dalam memfasilitasi sesuai dengan daur pembelajaran di atas. dan bagaimana). Menjelaskan dan Menganalisis TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 29 ○ • Apabila diskusi mulai hidup dengan cerita-cerita peserta. mengapa. fasilitator bisa melontarkan pertanyaan tentang proses: BAGAIMANA KEJADIAN ITU TERJADI? Ceritakan prosesnya secara runtut. when. siapa.○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Teknik Fasilitasi Dasar: 5W + 1 H Berikut ini adalah panduan praktis untuk mengembangkan teknik memfasilitasi proses pembelajaran agar peserta berpartisipasi aktif. • Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat menceritakan lainnya. akan menolong peserta untuk secara bertahap terlibat dalam kegiatan pembelajaran secara partisipatif. Teknik membangun proses ini sebenarnya sederhana. dan biasa disebut teknik 5W + 1H (what. why. sehingga masyarakat bisa menceritakan pengalamannya. and how atau apa. • Fasilitator bisa mengembangkan berbagai cerita kejadian yang sama untuk membandingkan suatu peristiwa dengan melontarkan ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ STRATEGI DAN TEKNIK MEMBANGUN PARTISIPASI PESERTA ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ . where. Teknik dasar ini apabila digunakan secara tepat. who. • Setelah itu dilanjutkan dengan pertanyaan analitis: MENGAPA hal itu terjadi menurut Anda? Apakah Bapak/Ibu yang lain setuju tentang penyebabnya itu? Apakah akibatnya? Ceritakan alur sebabakibatnya secara jelas. dimana. misalnya: KAPAN (WHEN) hal itu terjadi? DIMANA (WHERE) hal itu terjadi? SIAPA (WHO/WHOM) yang terlibat?.. Menceritakan/Menguraikan • Fasilitator mengajukan pertanyaan APA (WHAT) terlebih dahulu.

TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 30 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Skema 9. Contoh Penerapan 5W+1H ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 . Menarik Kesimpulan • Meskipun kita sedang membahas suatu topik. merupakan pertanyaan untuk menceritakan. Fasilitator mengajak peserta mempersempit pembahasan pada beberapa hal paling penting/menarik dari topik tersebut dengan melontarkan pertanyaan: APA HAL-HAL PENTING/MENARIK yang muncul dari peristiwa/kejadian di atas? (Uraikan setiap hal menarik dalam beberapa kalimat lugas dan jelas). biasanya akan selalu banyak aspek menarik yang terkait dengan topik tersebut dan menjadi diskusi yang berkembang (meluas).pertanyaan: apakah ada peserta lain yang mengalami kejadian sama? KAPAN? DIMANA? SIAPA? BAGAIMANA? MENGAPA? Sama seperti di atas.

dengan melontarkan pertanyaan sbb.○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • Kemudian peserta diajak mengubah kesimpulan itu menjadi pelajaran-pelajaran (lesson learneds) atau tanggapan pribadi. TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 31 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Menarik Pelajaran ○ ○ ○ • Pertanyaan di atas akan membantu peserta membuat kesimpulan mengenai suatu hal yang baginya penting/menarik dari suatu topik bahasan. Mengembangkan Gagasan Penerapan • Kemudian peserta diajak merumuskan gagasan kongkrit: APA TINDAKAN yang bisa dilakukan untuk menerapkan pelajaran atau hikmah di atas? Sampaikan berdasarkan pendapat perorangan. dengan melontarkan pertanyaan sbb. Sampaikan berdasarkan pendapat perorangan. Fasilitator melanjutkan pertanyaan sebagai berikut: KESIMPULAN APA yang bisa kita tarik dari kejadian/peristiwa tadi? (Rumuskan dalam bentuk kalimat lugas dan jelas). • Fasilitator juga bisa mengajak peserta menarik pelajaran-pelajaran (lesson learneds). ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ .: APA ARTI PENTING dari kejadian/peristiwa itu menurut Anda? Sampaikan pendapat pribadi masing-masing. • BAGAIMANA cara melakukannya? Uraikan menjadi langkahlangkah untuk mengkongkritkan gagasan tindakan di atas.: APA PELAJARAN atau HIKMAH kejadian/peristiwa itu yang dapat Anda terapkan dalam kehidupan Anda ke depan? Sampaikan berdasarkan pendapat perorangan. Setiap peserta boleh merumuskan kesimpulan dari sudut pandangnya masingmasing sehingga bisa saling melengkapi.

secara umum. sesuai dengan profil dan karakteristik dari peserta belajarnya. mulai dari mendiskusikan tugas dan peran ibu dan bapak sehari-hari sampai memperkenalkan wacana jender dan kesetaraan hak. dan sebagainya.Strategi Pembelajaran/Fasilitasi Partisipasi Strategi pembelajaran adalah pendekatan yang digunakan agar tujuan dan materi belajar bisa tercapai. Strategi Pembelajaran (2) ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 . matapencaharian. Misalnya: mengajak masyarakat mendiskusikan kegiatan yang dilakukan pemerintah desa sehari-hari. strategi pembelajaran itu biasanya sebagai berikut: • TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 32 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Dari materi yang sederhana menuju ke yang Kompleks (rumit). jenis kelamin. Tetapi. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Skema 11. latarbelakang sosial-ekonomi. sungai). dan akhirnya sistem wanatani. tingkat usia. kemampuan baca-tulis. Misalnya: menceritakan tentang pengelolaan kebun terlebih dahulu. Setiap FI dapat merancang proses pembelajarannya masing-masing. membicarakan suatu jenis tanaman. baru mendiskusikan alur produksi dan pemasaran hasil pertanian. baru menyampaikan dan mengajak diskusi tentang pemdes menurut perda pemerintahan desa yang baru terbit. Skema 10. baru perencanaan kebun. dan juga pengelolaan sumberdaya alam (hutan. Strategi Pembelajaran (1) • Dari materi yang cukup dikenal ke materi yang sangat baru. Profil belajar peserta mencakup antara lain: tingkat pendidikan.

teori. Mengajak masyarakat mendiskusikan proses pemilihan kepala desa yang akan/sudah dilaksanakan sampai kepada wacana demokrasi desa. Strategi Pembelajaran (3) • Dari materi yang operasional. Skema 12. sampai ke pembahasan kesehatan reproduktif dan pembahasan kebijakan yang belum mendukung hak perempuan mengenai kesehatan reproduktif. kemudian mendiskusikan pengembangannya sebagai usaha alternatif dengan melakukan analisis biaya usaha dan peluang pemasaran. Mulai dari diskusi kasus-kasus kesehatan ibu dan anak. konsep. realita sehari-hari. menuju ke yang abstrak. TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 33 ○ Skema 13.○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • Dari materi yang mudah menuju ke yang sulit. pengalaman praktis. Strategi Pembelajaran (4) ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ . Misalnya: Mengajak masyarakat belajar keterampilan praktis untuk kebutuhan keluarga. Misalnya: mengajak masyarakat mendiskusikan suatu sengketa yang terjadi di desanya. bahkan dikaitkan dengan adanya kebijakan mengenai penyelesaian sengketa secara adat. kemudian ditarik ke konsep dan mekanisme penyelesaian sengketa.

Juga paham gagasan apa yang bisa diterapkan dan gagasan apa yang tidak praktis. Fasilitator perlu benar-benar menguasai materi dan proses belajar yang dikelolanya karena fasilitator harus menentukan arah dan proses belajar. Fasilitator selalu tahu. Fasilitator kemudian mencari cara untuk mengatasinya. suka meninggalkan ruangan. • Bersikap terbuka.TIPS DALAM MEMFASILITASI • Meyakinkan. Kadang-kadang karena pembicaraan melebar. • Menyadari keterbatasan diri sendiri dan orang lain. berapa orang peserta yang berbicara dan berapa yang diam saja. • Fokus. Resikonya. pembicaraan bisa melebar kemana-mana. Seorang fasilitator harus pandai menjaga agar waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan baik. Seorang fasilitator akan mendorong setiap peserta untuk berbagi pengalamannya. atau sebaliknya terlalu bebas. Dengan begitu. Fasilitator sendiri harus siap menerima perbedaan pendapat dan penuh perhatian. TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 34 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 . Fasilitator harus menjaga agar diskusi tetap berada di jalurnya. Seorang fasilitator yang baik paham hal-hal apa saja yang bisa dicapai dalam satu kurun waktu. dan apa saja yang bisa dibahas lain kesempatan. waktu yang disediakan menjadi tidak cukup. Siapa orang yang mengantuk. Hal ini membutuhkan subyektivitas fasilitator untuk memperhitungkan: agar penggunaan waktu tidak terlalu kaku. atau tidak memperhatikan lagi. fasilitator harus selalu punya persiapan yang baik. • Menggunakan waktu secara efektif. • Selalu belajar mengkalkulasi. juga memiliki beberapa alternatif rencana apabila rencana pertama tidak dapat dijalankan. Fasilitator membangun suasana yang mendorong proses saling belajar dan bertukar gagasan dengan membuat semua peserta merasa diterima dan dianggap penting. Fasilitator membangun kerjasama tim agar peserta berkontribusi terhadap kegiatan belajar.

dll. penggunaan media) agar tercipta sebuah keharmonisan dalam proses belajar. penggunaan metode. kapan harus menambah kecepatan. Fasilitator selalu menganggap evaluasi belajar sebagai masukan untuk memperbaiki diri. • Menghormati dan memberi penghargaan. menghargai pengetahuan. yang menggabungkan berbagai unsur (dinamika kelompok. TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 35 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ . pengalaman. Fasilitator juga selalu berpandangan positif terhadap semua peserta. Fasilitator yang baik. Seorang fasilitator adalah seperti seorang seniman. • Mengenali kekuatan dan kelemahan pribadi. • Pandai membaca situasi. Fasilitator juga mengenali keberhasilan dan ketidakberhasilan apa yang dicapai dalam kegiatan belajar yang sudah dilaksanakan. tahu betul kapan harus berhenti. Fasilitator adalah "seniman" yang berkreasi dalam menciptakan semangat dan motivasi belajar peserta. Fasilitator perlu belajar mengenali kontribusi seseorang dan kemudian menyatakan penghargaannya.○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • Kreatif. Layaknya seorang pengemudi. tradisi atau kepercayaan yang dianut peserta. seorang fasilitator harus paham rambu-rambu lalulintas agar bisa berkendara secara aman dan nyaman.

• Sederhanakan bahasa. Tidak jarang apa yang disampaikan itu penting. Tidak mengerti bahasa ‘sekolahan’ bukan berarti bodoh. • Gunakan istilah dan bahasa yang cocok dengan tempat dan pesertanya. ketimbang menjadi miskomunikasi. tetapi tidak didengarkan orang lain karena caranya tidak sopan. • Gunakan kalimat pendek dan sederhana (jangan berbelit-belit dan ‘sok ilmiah’) tetapi mengena/memikat. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 . • Susunlah kalimat-kalimat kreatif yang bersifat POSITIF dan membangun.TIPS DALAM KOMUNIKASI LISAN (VERBAL) Berikut ini adalah tips bagi fasilitator dalam memfasilitasi sebuah proses dialogis yang juga merupakan proses komunikasi multi-arah secara tatap muka (verbal): TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 36 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • Sampaikan pesan dengan makna tunggal agar komunikasi efektif -> jelas dan dipahami peserta sesuai dengan maksud kita. • Buat hal-hal rumit menjadi nampak sederhana. • Fokus tetap dijaga agar pembicaraan tidak kesana-kemari. • Gunakan cara komunikasi yang baik karena cara berkomunikasi juga penting dalam mengatasi terjadinya perbedaan pendapat dan konflik. • Berbicara dengan bahasa yang ‘membumi’ dan dipahami orang lain (bukan dengan bahasa perenungan pribadi). tunda saja terlebih dahulu. Citra Anda selaku pembicara tercermin dalam kalimat-kalimat yang diucapkan. • Pertimbangkan nilai-nilai yang dianut masyarakat/peserta dalam berbicara atau menyampaikan gagasan. melainkan hanya perbedaan kosa kata yang dimiliki petani dengan kalangan berpendidikan. Apabila belum siap membicarakan hal-hal rumit. • Selalu sampaikan argumentasi dan kerangka logis dari pandangan/pendapat Anda. hindari bahasa teknis dan jargon agar pesan kita tidak diartikan secara berganda.

dsb. Ini akan dibahas dalam Bab-3. • JANGAN PERNAH MENINGGIKAN SUARA! • Berbicara jujur dan apa adanya (tidak sok tahu dan ingin tampil ‘pintar’). • Hindari perdebatan mengenai nilai-nilai. • Hindari terlalu terfokus pada diri sendiri (berbicara tentang diri sendiri). • Sebaiknya tidak berdebat. salah.○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • Lakukan penekanan-penekanan terhadap gagasan atau pengalaman peserta dengan cara mengutip kembali untuk membangun perasaan dihargai (didengarkan)... • Tidak perlu terlalu banyak hal yang dibicarakan. • Jangan sibuk memikirkan apa yang akan diucapkan sementara orang lain sedang bicara. ketinggalan jaman. tetapi bertukar pikiran. • Mendorong peserta untuk saling menanggapi. • Hindari menanggapi atau bahkan memotong perkataan orang lain dengan kata :TAPI. • Membuat proses dialog menjadi menyenangkan bagi para peserta. dan mendengarkan. • Jangan menyakiti hati orang lain dengan kata-kata ‘jelek’ (itu bodoh. cukup-cukup saja. mendengarkan.).. dsb.. TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 37 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ . ngawur. Mendorong peserta untuk saling mendengarkan. • Mendengarkan.

mencukupi. Kembangkan proses belajar (rute belajar) dengan mengisi tabel berikut ini: No. Topik Bahasan: Sub-sub Topik: Metode: Media: Alat dan Bahan: Waktu: TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 38 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 2. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 . rancangan proses serta penggunaan metode dan medianya. Langkah-langkah Waktu (menit) ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 3. Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk merancang proses belajar partisipatif sebelum pelaksanaan pertemuan. periksa kembali apakah alokasi waktu yang diberikan.○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○ LEMBAR PRAKTEK-1 Gunakan Bab-1 ini untuk merencanakan kegiatan pembelajaran kelompok agar benar-benar partisipatif dan dialogis. Gunakan tabel berikut ini untuk mempersiapkan kelompok belajar Anda. Selain itu. Periksa kembali kesesuaian topik. tujuan. 1.

Akan lebih baik apabila seorang teman merekam teknik fasilitasi Anda dengan menggunakan handycam agar bisa di lihat kembali. Cobalah untuk mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan kunci untuk penolong pelaksanaan pertemuan kelompok yang sudah dipersiapkan pada Lembar Praktek-1 dengan menggunakan teknik 5W + 1 H. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ LEMBAR PRAKTEK-2 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ . Gunakan persiapan pada Lembar Praktek-1 dan pertanyaan kunci di atas untuk acuan pertemuan kelompok.○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○ Mudah sekali untuk membedakan pembelajaran kelompok atau pertemuan masyarakat yang partisipatif dan dialogis: yaitu apabila semua orang berkesempatan menyampaikan pendapatnya dan tidak ada seorang pun yang diam membisu sebagai penonton yang pasif. Suasana belajar pun penuh dengan antusiasme dan suasana menyenangkan. Jelaskan mengapa Anda menilai diri demikian sehingga Anda bisa memperbaiki kekurangan yang dirasakan di kolom sebelah kanan. Gunakan tabel berikut sebagai lembar evaluasi dengan cara memberi skor antara 1 sampai 10 pada kolom sebelah tengah. Langkah/Tahap Rumusan Pertanyaan Kunci (5W + 1H) TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 39 ○ 2. kemudian lakukanlah evaluasi teknik fasilitasi Anda sendiri. 1.

5. Skor (1 . Cara FI merumuskan kesepakatan (ketepatannya). 15. Cara FI menyampaikan maksud dan tujuan belajar (apakah jelas dan bisa dipahami peserta). 10. 6. Penguasaan FI terhadap materi. FI mengecek informasi dari seseorang kepada orang lain.○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○ TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 40 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ No. Cara FI mengatur posisi duduk/tempat diskusi agar bisa mendukung proses partisipasi. FI mendorong peserta untuk mengajukan gagasan/pendapat. 2. 9. Pengelolaan (manajemen) waktu yang tepat oleh FI.10) Penjelasan ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 . Keterampilan FI dalam menggunakan alat bantu/media. Sistematika penjelasan FI dalam mengantarkan pokok-pokok bahasan 4. 11. Netralitas FI (tidak memihak. Cara bertanya (apakah bersifat terbuka dan mendorong diskusi peserta). melainkan mendorong proses saling menghargai perbedaan pendapat). 3. FI menggunakan bahasa yang mudah dimengerti peserta. Aspek Penilaian 1. 12. FI memberikan kesempatan bicara pada peserta secara merata. 8. Sikap tubuh FI apakah sopan (sikap yang tidak sopan misalnya: berkacak pinggang). Cara FI mengatasi perbedaan pendapat/kepentingan. 7. 13. 14.

...................................................................... ........................................................................ .............................................................. Profil umum peserta belajar di desa saya Nama Nama Jenis MataUsia Pendidikan Kelompok peserta kelamin pencaharian Suku/ etnis Tingkat literasi1 Dst................................ (3) pembaca baru yang belum lama ini mengikuti program belajar membaca menulis berhitung atau calistung (neo-literate).................................. (4) pembaca yang baik (literate)............... ......... TEKNIK DASAR FASILITASI PARTISIPATIF 1 41 ○ Dibagi dalam 4 kategori sebagai berikut: (1) buta huruf (illiterate)......... Teknik dan tips membangun proses pembelajaran partisipatif dalam kelompok-kelompok belajar di desa saya ............. ......... ............................................................ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ............................................................................................ Cobalah untuk membuat 'pengkajian' terhadap anggota dari semua kelompok dampingan Anda............................ Catatlah hasilnya di dalam format tabel di halaman ini...................... (2) pembaca rendah/jarang membaca (low-literate)...................... Catatan lain-lain ................................................................. ________________________________________ 1..................................................................................................................................................................................................... .....................................................○ ○ ○ ○ ○ BUKU 4 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○ Gunakan materi di Bab-1 ini untuk mengenali profil dan karakteristik peserta belajar Anda..................................................................................................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful