P. 1
Laporan Pendahuluan Hepatitis 2

Laporan Pendahuluan Hepatitis 2

|Views: 97|Likes:
hepatitis
hepatitis

More info:

Published by: Jimm Dethover's Freakerlophzz on May 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2013

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN HEPATITIS

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Infeksi virus hepatitis B yang oleh masyarakat awam dikenal sebagai ‘penyakit kuning’masih merupakan masalah kesehatan serius sampai saat ini. Infeksi yang terjadi dapat bersifat sementara (transient), yaitu pada hepatitis B akut. Ini terutama dijumpai pada penderita dewasa dengan kompetensi imunitas yang baik. Umumnya penderita hepatitis akut pada orang dewasa akan sembuh secara sempurna ( > 90%). Hanya sebagian kecil yang menetap (permanent) dan menjadi kronik (5 – 10%). Sebaliknya jika infeksi terjadi pada masa bayi dan anak-anak, sebagian besar akan menjadi kronik (pengidap > 90%). Ini disebabkan karena sistem imunologi bayi belum sempurna dan bersifat toleran terhadap virus. Sebagian dari pengidap ini akan berkembang menjadi sirosis hati bahkan karsinoma hepatoseluler primer. Terdapat suatu fenomena, di mana makin tinggi prevalensi infeksi hepatitis B di suatu tempat, maka infeksi pada bayi dan anak-anak makin banyak dijumpai. Diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif dan peripurna agar hepatitis dapat sembuh dan yang lebih penting lagi adalah agar pasien mengetahui perawatan dan pencegahannya di rumah. Dengan perawatan yang sesuai diharapkan hepatitis tidak menjadi penyakit yang mematikan. B. TUJUAN Tujuan pembuatan Laporan Pendahuluan ini adalah : 1. Mengetahui tentang penyakit hepatitis 2. Mengetahui masalah keperawatan yang muncul pada kasus hepatitis. 3. Mengetahui proses keperawatan yang diberikan kepada pasien hepatitis. II. KONSEP TEORI A. PENGERTIAN Hepatitis adalah peradangan dari sel-sel liver yang meluas/ menyebar , hepatitis virus merupakan jenis yang paling dominan . Luka pada organ liver dengan peradangan bisa berkembang setelah pembukaan untuk sejumlah farmakologi dan bahan kimia dari inhalasi , ingesti , atau pemberian obat secara parenteral ( IV ) . Toxin dan Drug induced Hepatitis merupakan hasil dari pembukaan atau terbukanya hepatotoxin , seperti : industri toxins , alkohol dan pengobatan yang digunakan dalam terapi medik. Hepatitis kemungkinan terjadi sebagai infeksi sekunder selama perjalanan infeksi dengan virus-virus lainnya , seperti : ¬Cytomegalovirus ¬Virus Epstein-Barr ¬Virus Herpes simplex Virus Varicella-zoster¬

tetapi kemungkinan mempunyai penyakit liver residu.Nyeri dan bengkak pada perut sisi kanan atas (lokasi hati) . Sebagai kemajuan dan kelanjutan proses penyakit .Bagian putih pada mata (sklera) tampak kuning .Kadang-kadang disertai nyeri sendi .Air seni berwarna coklat seperti air teh Pada orang dewasa sebagian besar infeksi virus hepatitis akut akan sembuh dan hanya sebagian kecil (5 – 10%) yang akan menetap/ menahun. Pada kasus yang menahun : . Oedema dari saluransaluran empedu hati yang terdapat pada jaringan intrahepatik menyebabkan kekuningan.Selera makan hilang . tetapi jenis ini jarang ada. D.Mual sampai muntah . pada hepatitis virus akut bisa berakhir dengan kematian B. Reaksi transfusi darah yang tidak terlindungi virus hepatitis.diagnosis umumnya ditemukan pada waktu mengadakan konsultasi ke dokter. TANDA DAN GEJALA Gejala dan tanda penyakit hepatitis adalah sebagai berikut : . bahan kimia. 2. dan racun. Meskipun angka kematian hepatitis relatif lama.manifestasi bisa tanpa keluhan/ gejala atau dengan keluhan/ gejala ringan . 3. hasil laboratorium menunjukkan peninggian SGPT/ SGOT.Kulit seluruh tubuh tampak kuning . Obat-obatan. nekrosis dan regenerasi dari sel-sel hepar. Meningkatnya penekanan dalam lintasan sirkulasi disebabkan karena virus masuk dan bercampur dengan aliran darah kedalam pembelahan jaringan-jaringan hepar ( sel-sel hepar ) . PATOFISIOLOGI Setelah liver membuka sejumlah agen seperti virus. Infeksi Virus Hepatitis merupakan hasil infeksi yang disebabkan oleh salah satu dari lima golongan besar jenis virus . liver menjadi membesar dan terjadi peradangan sehingga dalam kuadran kanan atas terasa sakit dan tidak nyaman . antara lain : ¬Virus Hepatitis A ( HAV ) Virus Hepatitis B ( HBV )¬ ¬Virus Hepatitis C ( HCV ) Hepatitis D ( HDV ) atau Virus Delta¬Virus ¬Virus Hepatitis E ( HEV ) Hepatitis F dan G mempunyai kesamaan atau identitas tersendiri . pembelahan selsel hati yang normal berubah menjadi peradangan yang meluas. C. ETIOLOGI 1.Demam tidak tinggi . .Rasa tidak enak di perut .Klien biasanya sembuh secara total dari hepatitis.

sebagian besar penyembuhan fungsi hati klien secara normal setelah hepatitis virus kalah . Serum Enzim-enzim Liver. hepatitis C . Respon-respon klinik terdiri dari nyeri bercampur sakit yang terjadi dimanamana. Tingkatan nilai bilirubin juga terdapat pada urine. Dinyatakan terkena Hepatitis A jika virus Hepatitis A anti body (Anti-HAV) terdeteksi dalam darah. ditunjukkan adanya kerusakan sel-sel hati dan khususnya nilai serologi. Peradangan pada liver yang terjadi secara terusmenerus disebabkan oleh HAV adalah bukti nyata munculnya antibody Imonoglobin M ( Ig M ) yang bertahan dalam darah 4 – 6 minggu. Nilai serum total bilirubin naik kepuncak 2. hepatitis D . Alanine pospatase nilai normalnya 30 – 90 IU/L atau sedikit lebih tinggi. Regenerasi lengkap biasanya terjadi dalam dua sampai tiga bulan . dan hepatitis E sangat terbatas . Komplex kekebalan – Kerusakan jaringan secara tidak langsung memungkinkan untuk manifestasi extrahepatik dari hepatitis akut B . Pemeriksaan serologi. Selama HBSAG terdapat dalam darah maka klien diperkirakan dapat menularkan Hepatitis B. perbaikan sel-sel hepar . Munculnya antibody . Ditemukannya Hepatitis A dan B menunjukkan tingkatan nilai enzim hatinya yang akut. Tanda-tanda investigasi mengingatkan pada manifestasi klinik dari peradangan akut HBV yang ditentukan oleh respon imunologi dari klien . Kemunculan virus Hepatitis B ( HBV ) dapat dinyatakan jika test serologi memperkuat kemunculan sistem antogen antibody Hepatitis B dalam darah. Tingkatan alanine aminotransferase atau ALT bernilai lebih dari 1000 mU/mL dan mungkin lebih tinggi sampai 4000 mU/mL dalam beberapa kasus virus Hepatitis nilai aspartat aminotransferase atau AST antara 1000 – 2000 mU/mL. Secara normal tingkatan HBSAG akan mengalami kemunduran dan bahkan menghilang setelah masa Hepatitis B akut.1990) . (Dusheiko. Jika tidak sungguhsungguh komplikasi berkembang . E.5 mG/dL dan berlangsung ketat dengan tanda-tanda klinik penyakit kuning.Data spesifik pada patogenesis hepatitis A . PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Pengkajian Laboratorium. Hepatitis B diyakini masuk kedalam sirkulasi kekebalan tubuh tersimpan dalam dinding pembuluh darah dan aktif dalam sistem pengisian. Antobodi ini terdapat dalam serum dan melindungi kekebalan HAV secara permanen. HBV adalah virus DNA double – shelled yang terdirri dari dalam intim dan diluar kerangka. Antigen terletak diatas permukaan ataau kerangka virus ( HBSAG ) sangat penting bagi pemeriksaan serologi dan mereka akhirnya memunculkan diagnosa Hepatitis B. Ketakutan para peneliti selorogi selama lebih dari 6 bulan menunjukkan faktor pembawa pada Hepatitis atau hepatitis kronik. Phase atau tahap penyembuhan dari hepatitis adalah ditandai dengan aktifitas fagositosis dan aktifitas enzym . Infeksi sebelumnya diindikasi dengan munculnya antobodi Imonoglobin G atau Ig G.

Hal ini bukan untuk para peneliti serologi Hepatitis E. Pengkajian Radiografi. Kemunculan Hepatitis D bisa dipastikan dengan mengidentifikasi antigen D pada intrahepatik atau sering kali didapatkan dengan naiknya titer antibody virus Hepatitis D ( Anti – HD ). PENATALAKSANAAN PENERANGAN PERAWATAN PENCEGAHAN HEPATITIS VIRUS • Gunakan pencegahan umum atau pencegahan substansi tubuh untuk menjaga perpindaham kuman antara klien atau antara klien dengan staf perawat kesehatan • Menghapuskan penggunaan jarum dan benda tajam lainnya dengan mengganti sistem penggunaan jarum • Ambil vaksin hepatitis B ( hepatovax-B. Penemuan perdana : Enzim ImonoAssay ( EIA ) yang digunakaan untuk memriksa antibody virus Hepatitis C ( anti HCV ). Biopsi membedakan antara antif kronik dengan Hepatitis kronik persisten. Penemuan jaringan lemak yang masuk pada spesimen biopsy liver dan peradangan dengan neutrofil yang tetap dengan Hepatitis Laennecs ( yang disebabkan oleh alkohol ). Hepatitis kronik merupakan diagnosa biasa biopsy jaringan perkutan pada liver. kemunculan inilah yang menentukan kondisi klien. Vaksin ini juga untuk menjaga atau mencegah hepatitis B . recombinex HB ) diberikan dengan tiga seri suntikan. Pada kejadian yang sama serokan versi dengan Hepatitis C akan tertunda sanpai tahun depan. merupakan kombinasi dari pemeriksaan secara klinis biokimia dan hasil serologi. Pengujian mereka tidak membedakaan antara IgM dan IgG.terhadap HBSAG dalam darah menunjukkan kesembuhan dan kekebalan terhadap Hepatitis B. Anti HCV menentukan diagnosa yang tepat. tetapi hanya dapat diketahui melalui laporan pemeriksaan serum. Hepatitis B bermula saat antigen ( Hbe AG ) ditemukan didalam serum 1 minggu setelah kemunculan HBs AG. Saat ini penemuan kedua : Enzim ImonoAssay dengan kemampuan dapat mendeteksi antibody dengan menambahkan antigen sebelum digunakan dan sekarang ini EIA tidak dapat diandalkan untuk test serologi scrining untuk mgidentifikasi Hepatitis C. Mereka mempunyai kecanggihan atau alat yang canggih untuk memeriksa test serologi pada Hepatitis C. Hanya dengan penggunaan X-Ray dapat menemukan pembesaran liver dengan menempatkan X-Ray tepat diatas bagian abdominal. Pengkajian Diagnosa Yang Lain. Penyebaran antigen Hepatitis D ( HDAG ) merupakan diagnosa penyakit akut. Seseorang klien yang hasil testnya pada HbsAG dan HbeAG bernilai positif lebih menularkan penyakit dari pada klien yang testnya untuk HbsAG positif ddan HbeAG negatif. Meskipun meningkatnya hasil ImonoAssay akan menambah spesifikasi dan sensitifitas untuk test. F. Hal ini akan menambahkan nomor hasil positif yang palsu dengan adanya test screening yang dilakukan.

• Jangan berbagi jarum suntikan PENATALAKSANAAN : 1. letarghi. 2. lihat atau cari segera perhatian medis untuk kemungkinan administrasi imuno globulin hepatitis B (HBIG) atau imuno globulin ( Ig ) • Laporkan semua kasus hepatitis pada DEPKES Daerah. handuk. 3. Neurosensori Tanda : Peka rangsang. H. Makanan/Cairan Gejala : Hilang nafsu makan. Ikterik pada sklera. Aktivitas/ Istirahat Gejala : Kelemahan. buah dan sop. Eliminasi Gejala : Urine gelap Diare/konstipasi: feses warna tanah liat 4. minum hanya dengan air botol. 3. Tanda : Ascites 5. Hindarkan makanan yang telah dicuci dengan air. Komplikasi yang menahun : Serosis Hepatis. kulit. Suplemen vitamin. kelelahan. PENCEGAHAN HEPATITIS VIRUS • Memelihara sanitasi yang baik dan kebersihan diri. KOMPLIKASI Komplikasi yang mungkin terjadi adalah : 1. Hepatoma. Cuci tangan kamu sebelum makan dan setelah dari toilet. anti emetic. Komplikasi akut : Kern Ikterik pada bayi dan anak. alat makan dan gelas minuman sesama keluarga. PENGKAJIAN 1. malaise umum. asteriksis. Jangan menggunakan bagian tempat tidur dari linen. Terapi Obat-obatan : Simptomatis. 6. penurunan atau peningkatan berat badan (odem). Nyeri/Kenyamanan . seperti sayuran mentah. Hematemesis Melena. Sirkulasi Tanda : Bradikardia (hiperbilirubinemia berat).• Untuk postexposure mencegah hepatitis B. Pasien diistirahatkan total 2. cenderung tidur. membran mukosa. coma hepatikum. • Minum air yang sudah masak oleh sistem pencucian air • Jika transportasi tidak berkembang atau kota non industri. Diet : diet rendah lemak dan tinggi glukosa G. • Pergunakan sanitasi yang baik untuk mencegah panyebaran kuman antar anggota keluarga. 2.

DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNCUL 1. Intoleransi aktivitas b/d fatigue 4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 2.I. Kurang pengetahuan 3. Nyeri akut .

.Newyork NANDA. Philadelphia.. Batasan karakteristik : . EGC. Geissler.Kelemahan otot yang digunakan untuk menelan/mengunyah . Jakarta. 2000. Philadelphia. Carpenito.Dilaporkan adanya intake makanan yang kurang dari RDA (Recomended Daily Allowance) . McCloskey&Bulechek. 1993.. USA J..M. Tim spesialis dr..F. alih bahasa: Waluyo Agung.J.DAFTAR PUSTAKA Barbara. Nursing Diagnosis: Definitions and classification. Jakarta Doenges. EGC. Yasmin Asih. Second edisi. Rencana Asuhan Keperawatan untuk perencanaan dan pendukomentasian perawatan Pasien. Bandung.. 1991. Kariasa.I. NIC and NOC Project. Nursing outcome Classifications. 1996. A.C. CL. Perawatan Medikal Bedah (Suatu Pendekatan proses keperawatan). Alih bahasa. 1996. Jakarta Kuliah ilmu penyakit dalam PSIK – UGM. 2002. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Definisi : Intake nutrisi tidak cukup untuk keperluan metabolisme tubuh... Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada Praktek Klinis.Mudah merasa kenyang.Luka. sesaat setelah mengunyah makanan . Kuncara. RENCANA KEPERAWATAN 1.Sardjito.Inc..Dilaporkan atau fakta adanya kekurangan makanan . USA University IOWA. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.N. Brunner & Suddarth. Juli...M. Edisi-3. inflamasi pada rongga mulut .made karyasa..M. alih bahasa: Tim PSIK UNPAD Edisi-6. yogyakarta. penyakit dalam RSUP dr. Moorhouse.Membran mukosa dan konjungtiva pucat .E..Berat badan 20 % atau lebih di bawah ideal . Nursing Interventions Classifications. 2004. 2001-2002. M. EGC. L. I. Sumarwati. By Mosby-Year book.

- Dilaporkan adanya perubahan sensasi rasa Perasaan ketidakmampuan untuk mengunyah makanan Miskonsepsi Kehilangan BB dengan makanan cukup Keengganan untuk makan Kram pada abdomen Tonus otot jelek Nyeri abdominal dengan atau tanpa patologi Kurang berminat terhadap makanan Pembuluh darah kapiler mulai rapuh Diare dan atau steatorrhea Kehilangan rambut yang cukup banyak (rontok) Suara usus hiperaktif Kurangnya informasi. ♣Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah meningkatkan intake Fe♣Anjurkan pasien untuk dan vitamin C♣Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein ♣Berikan substansi gula dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi ♣Yakinkan diet yang makanan yang terpilih ( sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi) ♣Berikan Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan makanan harian. ♣ jumlah nutrisi dan kandungan kalori ♣Monitor kebutuhan nutrisi♣Berikan informasi tentang yang dibutuhkan♣Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi Nutrition Monitoring normal♣BB pasien dalam batas . NOC : IntakeϖNutritional Status : food and Fluid ϖNutritional Status : nutrient Intake ϖWeight control Kriteria Hasil : ϖAdanya peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan ϖ kebutuhan nutrisiϖMampumengidentifikasi ϖTidak ada tanda tanda malnutrisi peningkatan fungsi pengecapan dari menelan ϖMenunjukkan berat badan yang berarti NIC :ϖTidak terjadi penurunan Nutrition Management alergi makanan♣Kaji adanya kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien. psikologis atau ekonomi. misinformasi Faktor-faktor yang berhubungan : Ketidakmampuan pemasukan atau mencerna makanan atau mengabsorpsi zatzat gizi berhubungan dengan faktor biologis.

dan mudah patah ♣ muntah♣Monitor mual dan ♣Monitor kadar albumin. dengan cara yang tepat. NOC : processϖKowlwdge : disease ϖKowledge : health Behavior Kriteria Hasil : dan keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit. Berikan penilaian tentang tingkat pengetahuan pasien tentang proses penyakit yang spesifik 2. kemerahan. magenta.♣Monitor adanya penurunan berat badan jumlah aktivitas yang biasa dilakukan♣Monitor tipe dan orangtua selama makan♣Monitor interaksi anak atau ♣Monitor lingkungan selama makan Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam m ♣akan kulit kering dan perubahan pigmentasi ♣Monitor ♣Monitor turgor kulit Monitor kekeringan. rambut kusam. dengan cara yang tepat . dan kadar Ht Monitor makanan kesukaan♣ ♣Monitor pertumbuhan dan perkembangan Monitor pucat. scarlet♣Catat jika lidah berwarna 2. Kurang pengetahuan Definisi : Tidak adanya atau kurangnya informasi kognitif sehubungan dengan topic spesifik. hiperemik. dan kekeringan jaringan konjungtiva ♣ Monitor kalori dan intake nuntrisi♣ hipertonik papila lidah dan cavitas oral.ϖPasien dan keluarga mampu NIC : Teaching : disease Process 1. Hb. Jelaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal ini berhubungan dengan anatomi dan fisiologi. Batasan karakteristik : memverbalisasikan adanya masalah. interpretasi terhadap informasi yang salah. Gambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit. kurangnya keinginan untuk mencari informasi. perilaku tidak sesuai. prognosis dan program pengobatanϖPasien prosedur yang dijelaskan secara benar ϖPasien dan keluarga mampu melaksanakan menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat/tim kesehatan lainnya. 3. Faktor yang berhubungan : keterbatasan kognitif. kondisi. tidak mengetahui sumber-sumber informasi. ♣Catat adanya edema. total protein. ketidakakuratan mengikuti instruksi.

Sediakan bagi keluarga atau SO informasi tentang kemajuan pasien dengan cara yang tepat 9. Eksplorasi kemungkinan sumber atau dukungan. dengan cara yang tepat 13.4. Identifikasi kemungkinan penyebab. Faktor factor yang berhubungan : • Tirah Baring atau imobilisasi • Kelemahan menyeluruh • Ketidakseimbangan antara suplei oksigen dengan kebutuhan • Gaya hidup yang dipertahankan NOC : conservationϖEnergy ϖSelf Care : ADLs Kriteria Hasil : Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan tekanan darah. Perubahan EKG yang menunjukkan aritmia atau iskemia d. Adanya dyspneu atau ketidaknyamanan saat beraktivitas. dengan cara yang tepat 5. b. dengan cara yang tepat 14. Gambarkan proses penyakit. Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau mendapatkan second opinion dengan cara yang tepat atau diindikasikan 12. melaporkan secara verbal adanya kelelahan atau kelemahan. dengna cara yang tepat 6. dengan cara yang tepat 3. Batasan karakteristik : a. Intoleransi aktivitas b/d fatigue Definisi : Ketidakcukupan energu secara fisiologis maupun psikologis untuk meneruskan atau menyelesaikan aktifitas yang diminta atau aktifitas sehari hari. Respon abnormal dari tekanan darah atau nadi terhadap aktifitas c. Rujuk pasien pada grup atau agensi di komunitas lokal. dengan cara yang tepat 7. Diskusikan pilihan terapi atau penanganan 11. Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala untuk melaporkan pada pemberi perawatan kesehatan. Hindari jaminan yang kosong 8. nadi dan RRϖ secara mandiriϖMampu melakukan aktivitas sehari hari (ADLs) NIC : Energy Management pembatasan klien dalam melakukan aktivitasϖObservasi adanya mengungkapkan perasaan terhadap keterbatasan ϖDorong anak untuk yang menyebabkan kelelahanϖKaji adanya factor dan sumber energi tangadekuatϖMonitor nutrisi secara berlebihanϖMonitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi . Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi di masa yang akan datang dan atau proses pengontrolan penyakit 10. Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi.

aktivitas berulang-ulang) . perubahan nafas.Fakta dari observasi .Gerakan melindungi .Posisi antalgic untuk menghindari nyeri . perubahan tekanan darah. menyeringai) .Respon autonom (seperti diaphoresis. Batasan karakteristik : . contoh : jalan-jalan. krek ϖBantu untuk mendpatkan mengidentifikasi aktivitas yang disukaiϖBantu untu jadwal latihan diwaktu luangϖBantu klien untuk membuat mengidentifikasi kekurangan dalam beraktivitas ϖBantu pasien/keluarga untuk positif bagi yang aktif beraktivitas ϖSediakan penguatan mengembangkan motivasi diri dan penguatan ϖBantu pasien untuk emoi.Tingkah laku berhati-hati . penurunan interaksi dengan orang dan lingkungan) .Gangguan tidur (mata sayu.Muka topeng .Perubahan autonomic dalam tonus otot (mungkin dalam rentang dari lemah ke kaku) .terhadap aktivitasϖMonitor respon kardivaskuler Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat pasien ϖ ϖ Activity Therapy dalammerencanakan progran terapi yang tepat. tampak capek. psikologi dan socialϖBantu untuk memilih diperlukan untuk aktivitas yang diinginkan ϖBantu untuk mengidentifikasi dan mendapatkan sumber yang alat bantuan aktivitas seperti kursi roda.Laporan secara verbal atau non verbal . menemui orang lain dan/atau aktivitas. kerusakan proses berpikir. 3 Nyeri akut Definisi : Sensori yang tidak menyenangkan dan pengalaman emosional yang muncul secara aktual atau potensial kerusakan jaringan atau menggambarkan adanya kerusakan (Asosiasi Studi Nyeri Internasional): serangan mendadak atau pelan intensitasnya dari ringan sampai berat yang dapat diantisipasi dengan akhir yang dapat diprediksi dan dengan durasi kurang dari 6 bulan. sulit atau gerakan kacau. social dan spiritualϖMonitor respon fisik.Terfokus pada diri sendiri . nadi dan dilatasi pupil) .Tingkah laku distraksi.Fokus menyempit (penurunan persepsi waktu. ϖKolaborasikan dengan Tenaga Rehabilitasi Medik mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan ϖBantu klien untuk aktivitas konsisten yangsesuai dengan kemampuan fisik.

ϖComfort level Kriteria Hasil : menggunakan tehnik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri. mencari bantuan)ϖMampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri. karakteristik. mampu manajemen nyeriϖMelaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan dan tanda nyeri)ϖMampu mengenali nyeri (skala. non farmakologi dan inter personal) ♣Pilih dan lakukan Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi ♣ tentang teknik non farmakologi ♣Ajarkan nyeri♣Berikan analgetik untuk mengurangi ♣Evaluasi keefektifan kontrol nyeri ♣Tingkatkan istirahat Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil♣ ♣Monitor penerimaan pasien tentang manajemen nyeri Analgesic Administration derajat nyeri sebelum pemberian obat ♣Tentukan lokasi. iritabel. dan frekuensi♣Cek instruksi dokter tentang . kimia. intensitas. menangis.. ♣Lakukan karakteristik. dan jenis obat. psikologis) NOC : ϖPain Level. durasi.Tingkah laku ekspresif (contoh : gelisah. ϖPain control. dosis. pencahayaan dan kebisingan♣Kontrol lingkungan ngi faktor presipitasi nyeri♣Kura penanganan nyeri (farmakologi. merintih. kualitas. waspada. frekuensi ϖMenyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang Tanda vital dalam rentang normal Pain Management ϖ pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi. kualitas dan faktor presipitasi nonverbal dari ketidaknyamanan ♣Observasi reaksi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien ♣Gunakan teknik komunikasi yang mempengaruhi respon nyeri♣Kaji kultur lampau♣Evaluasi pengalaman nyeri masa ketidakefektifan kontrol nyeri masa lampau ♣Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan ♣Bantu pasien dan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan. fisik.Perubahan dalam nafsu makan dan minum Faktor yang berhubungan : Agen injuri (biologi. nafas panjang/berkeluh kesah) . frekuensi.

♣Cek riwayat alergi analgesik yang diperlukan atau kombinasi dari analgesik ketik ♣Piliha pemberian lebih dari satu beratnya nyeri♣Tentukan pilihan analgesik tergantung tipe dan dosis optimal♣Tentukan analgesik pilihan. tanda dan . IM untuk pengobatan pemberian analgesik pertama kali♣Monitor vital sign sebelum dan sesudah terutama saat nyeri hebat♣Berikan analgesik tepat waktu gejala (efek samping)♣Evaluasi efektivitas analgesik. rute pemberian. dan nyeri secara teratur♣Pilih rute pemberian secara IV.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->