P. 1
Anatomi Saluran Kemih

Anatomi Saluran Kemih

|Views: 7|Likes:
Published by Ogirahma T. Naid

More info:

Published by: Ogirahma T. Naid on May 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/11/2014

pdf

text

original

I.

Anatomi Saluran Kemih Sistem urinaria terdiri atas, dua ginjal yang fungsinya membuang limbah dan

substansi berlebihan dari darah, dan buli-buli dan dua ureter, yang mengangkut kemih dari ginjal ke kandung kemih (vesika urinaria) yang berfungsi sebagai reservoir bagi kemih dan urethra. Saluran yang menghantar kemih dari kandung kemih keluar tubuh sewaktu berkemih. Setiap hari ginjal menyaring 1700 L darah, setiap ginjal mengandung lebih dari 1 juta nefron, yaitu suatu unit fungsional ginjal. Ini lebih dari cukup untuk tubuh, bahkan satu ginjal pun sudah mencukupi. Darah yang mengalir ke kedua ginjal normalnya 21 % dari curah jantung atau sekitar 1200 ml/menit. Masing-masing ginjal mempunyai panjang kirakira 12 cm dan lebar 2,5 cm pada bagian paling tebal. Berat satu ginjal pada orang dewasa kira-kira 150 gram. Ginjal terletak retroperitoneal dibagian belakang abdomen. Ginjal kanan terletak lebih rendah dari ginjal kiri karena ada hepar disisi kanan. Ginjal berbentuk kacang, dan permukaan medialnya yang cekung disebut hilus renalis, yaitu tempat masuk dan keluarnya sejumlah saluran, seperti pembuluh darah, pembuluh getah bening, saraf dan ureter.

Panjang ureter sekitar 25 cm yang menghantar kemih. Ia turun ke bawah pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum. Di pelvis menurun ke arah luar dan dalam dan menembus dinding posterior kandung kemih secara serong (oblik). Cara masuk ke dalam kandung kemih ini penting karena bila kandung kemih sedang terisi kemih akan menekan dan menutup ujung distal ureter itu dan mencegah kembalinya kemih ke dalam ureter

Hematogen. Penyebaran endogen yaitu kontak langsung dari tempat terdekat. sfingter internal adalah involunter dan external dibawah kontrol volunter kecuali pada bayi dan pada cedera atau penyakit saraf. seperti kantong rektovesikal pada pria. Periteneum ini membentuk beberapa kantong antara kandung kemih dengan organ-organ di dekatnya. Eksogen sebagai akibat pemakaian alat berupa kateter atau sistoskopi. bila terisi lebih dari setengahnya maka kandung kemih ini mungkin teraba di atas pubis. Uretra mulai pada orifisium uretra internal dari kandung kemih dan berjalan turun dibelakang simpisis pubis melekat ke dinding anterior vagina. c. kandung kemih ini terletak di dalam pelvis. b. Terdapat sfinter internal dan external pada uretra. Limfogen. Peritenium menutupi permukaan atas kandung kemih. atau kantong vesiko-uterina pada wanita. Pada wanita panjang uretra kira-kira 4 cm dan bertindak hanya sebagai system saluran kemih . Diantara uterus dan rektum terdapat kavum douglasi.Kandung kemih bila sedang kosong atau terisi sebagian. Masuknya mikroorganisme ke dalam saluran kemih dapat melalui : a. Uretra pria panjang 18-20 cm dan bertindak sebagai saluran untuk sistem reproduksi maupun perkemihan. . d.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->