BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bakteri adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan dibumi. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel,kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara selprokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks. Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agenparasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia. Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan danjamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel. Manusia termasuk salah satu makhluk yang paling rentan terhadap infeksi bakteri terutama Streptococcus dan tidak ada alat tubuh atau jaringan dalam tubuhmya yang betul-betul kebal. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit epidemik antara lain scarlet fever, erisipelas, radang tenggorokan, febris puerpuralis, rhematic fever, dan bermacam-macam penyakit lainnya. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan untuk memahami bakteri yang menyebabkan penyakit tersebut khususnya cocus gram positif (Streptococcus)

1.2 Tujuan Instruksional Khusus dan Umum Bakteriologi 1. Memahami jenis bakteri penyebab penyakit salurann pernafasan yang disebabkan oleh kokus gram positif a. Menyebutkan 3 spesies Streptococcus yang dapat menimbulkan penyakit pernafasan b. Menjelaskan morfologi dan struktur antigen Streptococcus. c. Menjelaskan sifat pertumbuhan Streptococcus. d. Menjelaskan daya tahan Streptococcus.

Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II

1

i. Mempersiapkan alat dan bahan untuk identifikasi dari bakteri. Menjelaskan gejala primer infeksi Sreptococcus grub A. j.e. f. m. Menjelaskan terjadinya endokarditis infektif pada penderita infeksi Streptococcus. l. Menjelaskan terjadinya demam rematik pada penderita pasca infeksi Streptococcus. Menjelaskan morfologi dan struktur dari Streptococcus pneumonia. Menjelaskan sifat pertumbuhan Streptococcus pneumoniae. h. Menjelaskan gejala infeksi Streptococcus pneumoniae. Mengindentifikasi Streptococcus pneumoniae. Menjelaskan daya tahan Streptococcus pneumoniae. n. k. Menjelaskan terjadinya glomerulus nefritis akut pada penderita pasca infeksi Streptococcus. g. Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 2 .

sebagian karena sensitisasi terhadapnya. 1990). Organisme ini lebih kurang berbentuk bulat yang tumbuh sebagai rantai.BAB II PEMBAHASAN 2. Bakteri yang diklasifikasikan dalam marga Streptococccus terbagi menurut ciriciri morfologi dan biokimia tertentu.1 Spesies Streptococcus. Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 3 . Komplikasi yang terjadi setelah infeksi Streptococccus meliputidemam reumatik dan glomeruloneritis akut. tersusun secara khas dalam rantai dan tersebar luas dalam alam. 1986). Bakteri ini merupaka salah satu penyebab penyakit pada manusia maupun hewan. (Jawetz. Sifat organisme ini sangat khas ialah penampilannya. lainnya dihubungkan dengan penyakit-penyakit penting pada manusia yang bertalian sebagai infeksi dengan Streptococccus. Streptococcus Aeureus. Streptokokus secara primer bersifat parasit terhadap manusia dan hewan dan biasanya tidak terdapat dalam tanah atau air tercemar. Kemampuannya untuk menghemolisis selsel darah merah sampai berbagai tingkat adalah salah satu dasar penting untuk klasifikasi. Kuman ini menghasilkan berbagai zat ekstraseluler dan enzim-enzim. dan Streptococcus pneumonia yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan pada manusia. Angota-anggota dari kelompok ini secara normal terdapat dalam mulut isi usus. Penyebab Penyakit Saluran Pernafasan. dan tenggorokan. Pada tahun 1884 Resenbach meberi nama kepada penyakit ini. Rantai terpanjang pada preparat basah biakan cair. Streptococccus adalah semua gram-positif (Volk dan Wheeler. Dapat disolasi dari susu dan produk-produknya. Streptococcus adalah pathogen penting karena banyak infeksi hebat yang disebabkannya dan karena komplikasi yang mungkin terjadi setelah sembuh dari infeksi akut itu. Panjangnya rantai yang mungkin dapat dilihat ketika mewarnai organisme sampai batas tertentu ini bergantung kepada apakah organisme itu ditumbuhkan pada media padat atau cair dan bagaimana kira-kira organisme itu ditangani dalam proses pembuatan olesan. Pada tahun 1883 Fahleisen menghuubungkan bakteri ini dengan penyakit erysipelas. Beberapa diantaranya adalah anggota flora normal manusia. Tsreptokokus terdiri dari Streptococcus beta tipynicus. Organisme ini membelah hanya dengan satu arah. Streptococccus adalah mikroorganisme bulat. tetapi belahan itu bukannya menjadi masing-masing kokus melainkan masih mempunyai kecenderungan untuk tetap bersama dan membentuk rantai kokus.

Sehubungan dengan ketiadaan membran inti. sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal. Ada yang pendek terdiri atas 4-8 sel. Streptococcus patogen jika ditanam dalam pembenihan cair atau padat yang cocok sering membentuk rantai panjang yang terdiri dari delapan buah kokus atau lebih. tetapi varietas tertentu yang diasingkan dari tinja manusia dan jaringan binatang ada yang negatif Gram. Streptococcus terdiri dari kokus yang berdiameter 0. Walaupun beberapa strain bentuknya bulat telur dan ada pula yang cenderung memipih atau seperti kacang. Sel-sel Streptokokus secara individu berbentuk bulat. memiliki rantai yang dibentuk pada pengelompokan sel-sel streptoocci. Streptokokus yang menimbulkan infeksi pada manusia adalah positif Gram. bahkan lebih. Pembentukan kelompok (rantai) ini lebih tampak dalam kelompok hemolitik dan patogen dari pada kelompok yang kurang virulen. 30 sek. kokus agak memanjang pada arah sumbu rantai. Dalam beberapa kultur.5-1 . sehingga ada kemugkinann dasar pengeompokan adalah diplococcus. Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 4 . Pneumococcus yang bisanya termasuk dalam tribe streptococcus secaraa karateristik terlihat merupakan pasangan-pasangan (diplococci) dari bentuk lancet yang panjang. Dalam bentuk rantai yang khas. Seperti prokariot (organisme yang tidak memiliki membran inti) pada umumnya. Kebanyakan spesies bersiat aerob dan anaerob fakultatif. Mereka tidak membentuk spora serta tidak bergerak. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat. mudah diadakan pewarnaan dengan cat bakteri biasa dan bersifat gram positif (+). rantai terihat dibentuk oleh pasangan-pasangan sel-sel. Streptokokus tidak tahan asam.2 Morfologi dan Struktur Antigen Streptococcu. Ada yang panjang terdiri 20. meteri genetik (DNA dan RNA) bakteri melayang-layang di daerah sitoplasma yang bernama nukleoid. Salah satu struktur bakteri yang penting adalah dinding sel. Dalam kulture muda.2.1 Morfologi Streptococcus. 2.2. Beberapa spesies membentuk kapsul. semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. Dengan mengelompokan karateristiknya membentuk rantai walaupun ada yang berpasangan tetapi jarang.

Dalam suatu clinical trial ternyata pemberian vaksin yang dibuat dari protein M dapat menjadi infeksi streptococcus grub A dalam straktus respiratorius bagian atas. dan pembentukannya akan pulih kembali jika bakteri disuntikan pada binatang percobaan berualng kali. Protein dapat ditemukan dalam ekstrak streptokokus grup A yang dibuat dengan asam hidrokhlorida panas. Jika dibandingkan dengan Pneumokokus. . Antigen ini merangsang pembentukan aglutinin. Vaksin ini dibuat dalam bentuk polivalen.2. grup C oleh rhemnose-N-acetylgakactosamine. Nmun belakan ditemukan pula bahwa grup-grup lainnya pun dapat menjadi penyebab penyakit pada manusia. Subtansi T Bahan ini tidak ada hubungannya dengan virulensi kuman. Atas dasar protrin ini. Protein R Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 5 . grup B oleh rhamnose-glucosamine. Terutama dihasilkan oleh bakteri dengan koloni tipe mukoid. Rusak pada ekstraksi dengan asam atau pemanasan.2. Atas dasar antigen ini Streptokokus grup A juga dibagi dalam tipe spesifik. Streptokokus memiliki bahan-bahan antigen yang berlainan sesuai dengan jenis streptokokus. Misalnya pada grup A oleh rhamnose-N-accetylglucosamine. streptococcus grup A masih dapat dibagi-bagi dalam lebih dari 50 tipe spesifik. Yang menjadi penyebab penyakit pada manusia terutama pada grup A dan D. Sifat khas dari karbohidrat C secara serologik ditunjukan oleh suatu amino sugar. kerjanya menghambat fagositosis. Dst.2 Struktur Antigen Streptococcus. maka secara serologis dapat dipisahkan beberapa kelompok dari streptokokus. Karbohidrat C Zat ini terdapat dalam diding sel dan oleh Lancefield dipakai sebagai dasar untuk membagi streptokokus dalam grub-grub spesifik dari A sampai T. Pembentukannya berkurang jika bakteri telah mengalami penanaman berulangulang. sehingga tidak dapat dimasukan ke dalam grup dari Lancefield.misalnya streptococcus viridans dan streptokokus anaerob. Protein M Protein ini ada hubungannya dengan virulensi kuman streptokokus grup A. streptokokus mempunyai struktur antigen yang jauh lebih kompleks. Antigen ini diperoeh dari kuman dengan menggunakan enzim proteolitik. Tidak semua streptokokus mempunyai karbohidrat C.

Bakteri ini tumbuh baik pada pH 7. Pada umumnya tekanan O₂ harus dikurangi. bakteri ini dibagi dalam: a. bentuknya bulat. koloni nampak sebagai setitik cairan. Berdasarkan sifat hemolitiknya pada lempeng agar darah. Antigen R dirusak oleh enzim proteolitik. Hanya jenis dari Lancefield grub B dan D yang koloni membentuk oigmn bewarna merah bata atau kuning.4-7.Antigen R tipe 20 tahan terhadap tripsin. Dalam lempeng agar yang dieram pada setelah dan agak opalesan. Koloni _ _ dibentuk oleh bakteri yang berselubung asam hialuronat._ dan _ yang dahulu disebut bentuk_ sebenarnya bentuk mucoid yang telah mengalami dehidrasi. ini dapat membedakan dengan stafilakokus dimana tes katalase positif. hanya beberapa jenis yang bersifat anaerob obligat. suhu optimum untuk pertumbuhan 37˚C. Streptococcus hemolyticus meragi glukosa dengan membentuk asam laktat yang dapat menghambat pertumbuhannya. __ __ grub A sensitif pada cakram basitrasin 0. Streptococcus pyogenes mudah tumbuh dalam semua enriched media. bila disimpan dalam peti es zona yang paling luar akan berubah menjadi tidak bewarna. serum atau transudat misalnya cairan asites atau pleura.3 Sifat Pertumbuhan Streptococcus Umumnya streptokokus bersifat anaerob fokulatif. Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 6 . Pada pembenihan biasa. Tes katalasa negatif untuk streptokokus. pada permukaan media. pertumbuhannya kurang subur jika ke dalalamnya tidak ditambahkan darah atau serum. membentuk warna kehijau-hijauan dan hemolisis sebagian ini dikelilingi koloninya.2 sifat ini digunakan untuk membedakan dengan grub lainnya rasisten terhadap basitrasin.6. Penambahan glkosa dalam kosentrasi meningkatkan pertumbuhannya tetapi mnyebabkan penuruan daya lisisnya terhadap sel darah merah. tetpi tidak tahan pepsin dan dirusak secara perlahan-lahan oleh asam dan pemanasan. Hemolisis tipe alfa (α). Tumbuhnya akan subur bila diberi glukosa berlebih dan diberikan bahan yang dapat menetralkan asam laktat yang terbentuk. Untuk isolasi primer harus dipakai media yang mengandung drah lengkap. Substan P Terdiri dari nukleoprotein yang didua sebagai bahan yang memperbaiki tubuh sel (cel body) 2. pertumbuhannya cepat berkurang pada suhu 40˚C. kecuali untuk enterokokus. Streptokokus membentuk dua macam koloni. pinggiran rata.

biasanya mati sesudah 10-14 hari. Beberapa varietas mati setelah 10 menit pada 55˚C.b. 2. Bakteri dapat tetap hidup tampa berubah virulensianya sampai berbulanbulan atau bertahun-tahun bila disimpan secara liofil. Yang memberi hemolisis tipe beta disebut streptococcus hemolyticus dan dari tipe gamma disebut sebagai Streptococcus anhemolyticus. Bakteri dalam 15 menit akan mati dalam zat kimia pada konsentrasi seperti berikut ini: Iodium tinctura Fenol Kresol HgCl₂ Merkurokrom Heksilresorsinol  1/50  1/200  1/176  1/200-1/500  1/50  1/1000 Praktis semua varietas Streptokokus yang patogen peka terhadap efek bakteriostatik sulfonamida. kecuali Streptococcus faecalis. Hemolisis tipe gamma (δ). E.4 Daya Tahan Streptococcus Dalam sputum. Aktifitas streptokokus sanat variabel beberapa jenis terhambat oleh 1 mikrogram dan yang lain memerluka 120 mikrogram/ml cairan perbenihan. Streptococcus hemolyticus yang anaerob jauh lebih resiten terhadap penisilin daripada yang aerob. Pada media biasa pada suhu kamar. Banyak jenis perlu dosis yang sangat besar. Jenis yang resisten ini dapat menyebabkan epidemi. dan ekskreta binatang. Hemolisis tipe beta (β). c. tidak ada sel darah merah yang masih utuh. Streptokokus umumnya rentan terhadap tetrasiklin dan kloramfenikol. Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 7 . tetapi kurang efektif terhadapt streptokokus yang termasuk dalam grup B. dan praktis semua spesies mati setelah 30-60 menit pada 60˚C. Streptokokus yang memberi hemolisis tipe alfa juga disebut streptococcus viridans. Penisilin dalam dosis yang relatif rendah sangat efektif terhadap streptococcus hemolyticus tipe beta dari Lancefield group A. tidak menyebabkan hemolisis. Resistensinya terhadap obat ini terjadi jika diberikan dalam dosis yang tidak adekuat. C. sedang enterokokus semua resisten. Basistrasin agaknya efektif terhadap jenis anaerob dan mikroaerofilik telah resisten terhadap penisilin dengan antibiotika lainnya. bakteri ini dapat hidup terus sampai beberapa minggu. eksudat. Pasteurisasi (62˚C selama 30 menit) cukup untuk mematikan semua kuman Streptokokus yang patogen dalam air susu. Untuk mendapatkan hemolisis yang jelas sehingga mudah dibeda-bedakan maka dipergunakan darah kuda atau kelinci dan media tidak boleh mengandung glukosa. membentuk zona bening di sekeliling koloninnya. zona tidak bertambah lebar setelah disimpan dalam peti es. F dan G.

streptokokus tenggorokan menyebabkan anak-anak dan baik menderita Nesopharingitis subacuta yang kalau dbiarkan dapat meluas sampai ke liang telinga (otitis). Sepsis Infeksinya melalui luka.2. Kelenjar-kelenjar limfa daerah leher membesar dan proses ini akan berlangsung berminggu-minggu. nesopharyna dan tonsyl bewarna dan oedoma pada membran mucosa serta terjadinya eksudat. Penyakit atau gejala yang disebabkan infeksi setempat (lokal) Streptokokus beta hemalyticus grup A dan bahan-bahan yang dihasilkan. kerusakan jaringan. b. Kalau radangnya hebat dan terjadi pada jaringan dan terbentuk abses di sekitar (abses peritensilair) disebut Agina Ludwing dimana pembengkakan terjadi pada dasar mulut dapat menutup saluran pernafasan. Infeksi streptokokus streptokokus dapat digolongkan sbegai berikut: penyakit yan disebabkan masuknya Streptococcus beta hemolytikus grup A yang meluas dengan cepat melalui saluran limfa dan darah sehingga terjadinya bakteriemia (bakteri yang terdapat dalam darah dan berkembang biak). Pembesaran kelenjar limfa di leher lebih meluas serta diikuti demam tinggi. luka operasi yang mengakibatkan demam pada seluruh tubuh disebut septis streptokokus. Puerperal fever (febris puerperalis) Menyebabkan demam pada wanita sesudah bersalin.5 Gejala Primer Infeksi Streptococcus grub A. Infeksi saluran pernafasan bagian atas ini basanya tidak turun ke paru-paru. a. Tempat masuknya bakteri ke dalam tubuh akan menyebabkan perbedaan-perbedaan klinis jelas. Kalau Streptokokus tersebut mengeuarkan eritroenik toksin sedang penderita belum mempunyai kekebala terhadap toksin tersebut. c. maka akan tampak tanda-tanda kelainan kulit dan diagnase scarlatina. Erisipelas Masuknya bakteri melalui kulit atau selaput lendir dengan menimbulkan oedema yang bewarna kecoklat-coklatan yang tepinya dapat menyebar dengan luas. Hal ini disebabkan infeksi Streptokokus pada uterus waniita sehabis bersalin. Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 8 . ke jaringan Mastopd (Mastoiditis) dan samapi ke salaut otak ( meningitis). a. Pada anak-anak usia 3-12 tahuan gejalanya lebih nyata.

lesi rematik. bising. Pada impertigo ini sering-sering disertai pada infeksi Stapylacoccus. terutama dari tipe 1. 2.2 Endokarditis bakterialis subakuta Penyakit ini terutama mengenai katup jantung yang abnormal. b. Tertama pada anak-anak kecil dan sangat menular. tetapi hakikatnya setiap mikroorganisme termasuk fungi. suatu penyembuhan yang sedang terjadi akan disertai sesuatu peradangan yan aktif. impetigo suatu infeksi Stretokokus pada kulit bagian superficial. Tampa pengobatan penyakitnya bersifat fatal. Dektruksi katup jantung yang terdiri secara cepat ataupun ruptura chordae tendineae. 2. stafilakokus dan kandida merupakan penyebab utama dari endokarditis. Klinis akan ditemukan adanya demam.6. serinkali menyebabkan terjadinya kematian dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu.49. Timbul suatu vegetasi yang terdiri dari fibrin. stafilakokus kadang-kadang apat menjadi penyebabnya. Pada 23 % dari anak-anak terkena infeksi kulit oleh streptokokus tipe 49 terkena nefritis dan Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 9 . 2. klasifikasi ataupun penyakit jantung kongenital. anemia. Lesinya bersifat progresif.1 Endokarditis bakterialis akuta Penyakit ini timbul pada bakteremia oleh streptococcus beta hemolyticus.6. paling sedikit pada 30% dari penderita terjadi bakteremia oleh streptococcus alpha hemolyticus. dan 57. Bakteri ini merupakan flora normal pada truktus respiratorius baian atas dan penyebab utama endokarditis subakut.25. pneimokokus. Penyebabnya terutaa streptococcus viridans & Streptococcus faecalis.Sedangkan paru-paru (pneumonia) mungkin didapatkan Streptococcus beta hemolytikus di damping penyebab utama. dan emboi. trombosit dan bakteri yang melekat pada daun katup jantung. kelemahan.4. dapat menjadi penyebabnya.7 Glomerulonefritis Akut gejala ini dapat timbul 3 minggu setelah infeksi kuman streptookus.18. dan penyebankan terjadinya endokarditis bakterialis ulseratif yang akut. Sedankat 5-10% dari kasus disebabkan oleh streptococcus faecalis (enterecocus). Setelah ekstraksi gigi. pembesaran lipa. 2. Jenis tertentu meman bersifat nefritogenik. Pada pecandu narkotika.12. Penyakit ini dapat mengenai katup jantung yang normal ataupun yang telah mengalami deformasi.6 Endokarditis Infektif Bakterialisis. stafilakokus ataupun coliform organisms negatif gram. jantung yang abnormal kelainan ginjal.

Pada penyakit ini terjadi kompleks antigen zat anti pada selaput basal dari glomerulus. hialin dan granula. Poliartrinitis migrans B.3-3% dari penderita dapat menyebabkan timbulnya demam rheuma. malaise. Timbulnya demam rheuma biasanya didahului oleh infeksi streptokokus grub A 2-3 minggu sebekumnya.8 Demam Rematik (rheumatic fever).5%. Infeksinya mungkin hanya ringan tampa memebrikan gejala. Pada pemeriksaan urine akan ditemukan gorss hematuria. silinder yang terdiri dari sel darah merah. tetapi sebagian besar penderita sembuh sepenuhnya. Perpanjangan P-R interval pada EKG 4. Patogenesis demam rheuma belum jelas tetapi ada yang menyatakan bahwa streptococcus grup A mempunyai struktur glikoprotein yang sama dengan otot dan katup jantung manusia.hematuria. Poliartragia 3. Nodulus subkutan 4. Kriteria untuk menengakan diagnosis jantung rheuma dari Jones yang telah dimodifikasi adalah: A. Eritema marginatum 5. Beberapa penderita dapat meninggal atau dapat timbul glomerulonefritis kronik dengan payah ginjal. Diagnosis jantung rheuma hampir pasti jika ditemukan dua kriteria mayor atau lebih. Klinis ditemukan adanya demam ringan. anoreksia. incidence untuk terjadinya nefritis kurang dari 0. titer ASO meningkat dari ada retensi nitrogen.Pada penyakit ini terdapat penebalan dan deformitas katup jantung. Bukti adanya infeksi Streptococcus beta hemolyticus protein 6. Demam rheuma/rhemuatic fever merupakan sequelae infeksi streptococcus hemolyticus yang paling serius. edema ringan tetapi meliputi seluruh tubuh. pada 0. sebab dapat menimbulkan kerusakan terhadap otot dan katup jantung. 2. Khorea Syidenham 3. Karditis 2. Demam 2. Meningkatkan laju endap darah dan C-reactiveprotein 5. Tetapi pada infeksi kuman streptokokus secara rendom. Pada pemeriksaan darah. dan Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 10 . Infeksi dtreptokokus yang tidak dapat pengobatan. Riwayat adanya demam rheuma atau lesi katup rematik. Kriteria mayor: 1. hipertensi ringan dan pendrahan retina. dan ditemukan juga adanya sel darah putih dan sel epitel. sakit kepala. Antigen yang terpenting kemungkinsnnn terdapat dalam slaput protoplas dari streptokokus. Kriteria minor: 1. protein.

Kuman ini positif Gram dan pada perbenihan tua dapat nampak sebagai negatif Gram .9 morfologi dan struktur dari steptococcus pneumonia Secara mikroskopik nampak sebagai kokus berbentuk lanset.Pada serangan pertama dari jantung rheuma nanya menimbulkan sedikit kerusakan pada jantung.peritonitis.baik yang berasal dari eksudat maupun dari perbenihan yang hanya sedikit mengandung magnesium.pneumoniae yg sangat berkapsul akan membentuk koloni yang besar. Jika penderita tidak tahan penisilin dapat diberikan eritromisin. Selain itu dapat pula menimbulkan sinusitis. harus diberikan penisilin dalam dosis eradikasi. sedangkan yang kurang berkapsul memiliki ukuran koloni yang lebih kecil 2.pneumoniae adalah bakteri gram positif yang memiliki susunan rantai atau dua-dua (diplokokus) pada pemeriksaan mikroskopis. 2.tetapi kerusakan terus bertambah pada serangan –serangan berikutnya.11 sifat pertumbuhan sreptococcus pneumoniae S. Pneumonia sekunder oleh Pneumococcus setelah infeksi virus (campak influenza) lebih jarang terjadi daripada oleh Streptococcus dan hal yang sebaliknya dengan Staphylococcus. Jika sampai terjadi infeksi oleh kuman tersebut di atas . 2. berukuran beberapa milimeter. S.Jadi yang terpenting ialah mencegah terjadinya infeksi Streptococcus beta hemolyticus grup A pada penderita yang bersangkutan.pembentukan badan-badan Aschoff dalam miokardium.yang berupa granuloma perisvaskuler yang kecil-kecil yang selanjutnya akan diganti oleh jaringan parut.meningitis dan artritis. berwarna abu-abu dan sangat mukoid.pneumoniae memiliki zona alpha hemolitik berwarna hijau di sekeliling koloni pada media pertumbuhan agar darah. Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 11 .perikarditis. sedangkan pada nefritis tidak terdapat sifat seperti ini. Pneumococci dapat dibedakan dengan streptococci viridans (katalase negatif) lainnya karena suseptibilitasnya terhadap optochin dan daya larutnya di dalam garam empedu. Dari pneumonia lobaris dapat terjadi komplikasi berupa septikemia. Pneumokokus tipe III berbentuk bulat.10 gejala infeksi Streptococcus pneumoniae Infeksi terhadap manusia ialah pneumonia lobaris.endokarditis.otitis media. Jantung rheuma mempunyai kecenderungan untuk menjadi aktif kmbali dengan adanya infeksi Streptococcus . empiema. tidak membentuk spora. yaitu dengan memberikan penisilin sebagai profillaksis satu bulan satu kali. tidak bergerak ( tidak berflagel).artritis. Morfologi koloni S. Strain S.pneumoniae bisa berbeda-beda tergantung pada derajat enkapsulasinya. biasanya berpasangan dan berselubung. Selubung terutama dibuat oleh jenis yang virulen. Pengobatan profilaktik diberikan terus sampai umur 25 tahun atau bahkan seumur hidup.osteomielitis.ulserasi kornea dan meningitis.

Bakteri ini lisis dalam larutan empedu 10% (otolisis) atau natrium desoksikholat 2% dalam waktu 5-10 menit.8. Glukosa dan Gliserin meniingkatkan multiplication ratenya. tetapi dapat dipertahankan dan tetap virulen berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun bila disimpan dalam keadaan liofil. HgCl₂. Bakteri ini tumbuh aerob dan fakultatif anaerob. 1 jam oleh sinar matahari langsung. Jarang tumbuh pada suhu dibawah 25˚C dan diatas 41˚C. Untuk pertumbuhan terbaik perlu media dengan pH 7. S.pneumoniae menampilkan perbedaan sejalan dengan variasi virulensi & patogenesis. kalium Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 12 . Organisme ini dapat secara spontan berubah dari fase transparan ke fase keruh atau sebaliknya.pneumoniae yg tumbuh pada agar coklat. tetapi pertambahannya asam laktat selain akan menghambat dapat pula membunuhnya. dan untuk setiap fasenya memiliki berbedaan karakteristik struktur organelnya. Dalam lempneg agar darah sesudah pengeraman selama 48 jam akan terbentuk koloni yang bulat kecil dan dikelilingi zona kehijau-hijauan identik dengan zona yan dibentuk oleh streptokokus viridans.12 daya tahan Streptococcus pnemumoniae Kuman pneumokokus dalam sputum yang kering yang tidak terkena sinar matahari secara langsung dapat tahan beberapa bulan. Pneumococcus menghasilkan enzim pneumolisin yang menghancurkan hemoglobin menjadi pigmen hijau yang dapat dilihat di sekeliling koloni pada isolat bakteri di agar darah.pneumoniae yang transparan lebih mudah tumbuh pada nasofaring bayi tikus. berbeda halnya dengan bakteri pada koloni fase keruh yang berhubungan dengan meningkatnya produksi polisakarida kapsuler. kecuali bila ke dalam pembenihan ditambah kalsium karbonat 1% untuk menetralkan.6-7. sedangkan koloni yang memiliki karakteristik agak keruh cenderung lebih virulen pada infeksi intraperitoneal.pneumoniae diantaranya yg berbasis PCR dapat digunakan.5˚C. media pertumbuhan bakteri yg pada pembuatannya menggunakan sel darah merah yang dilisiskan. 1 setengah jam oleh sinar matahari yang difus. warna hijau atau kuning masih dapat diamati di sekeliling koloni S. Dalam pembenihan biasa mati dalam beberapa hari. Studi hewan percobaan membuktikan koloni varian S. Kekeruhan koloni varian S. Sebagai contoh. Bakteri ini meragi inulin. Keadaan ini masih dianggap sebagai alpha-hemolisis walaupun keadaanya tidak terjadi karena sel darah merah yang lisis. bakteri pada koloni fase transparan memproduksi lebih banyak asam teikoid.Metode molekuler untuk mendeteksi S. 2. Suhu pertumbuhan optimum 37.Pneumonia lebih muda mati dengan fenol. Kuman ini mati setelah 10 menit pada suhu 52˚C.

dan antisptikum linnya daripada Mikrokokus dan streptokokus. gelas objek. dan tes inulin. lugol. Membuat sediaan gram. mikroskop serta peralatan nekropsi. inokulasi. Hialuronidase. simpan selama 15 menit 37˚C. air fuksin/safranin). S.13 persiapan alat dan bahan untuk identifikasi bakteri Persiapan identifikasi alat dan bahan Bahan-bahan yang digunakan antara lain b. selanjutnya diinkubasikan 37˚C. dll. Streptokokus penumonia membentuk alfa hemolisa yang menyebabkan zona kehijau-hijauan di sekitar koloni. Selain itu S. Kuman ini sensitif terhadap penisisln. Bila terdapat gram + coccus dilakukan tes kelarutan dalam empedu (gal). NaCl fisiologis. Media untuk uji biokimiawi. Pada agar darah.14 mengidentifikasi Streptococccus pneumoniae Pada tahap awal mengindentifikasi dilakukan pengambilan spesimen sputum yang dicurigai. 2. zat warna dan derivat kuinin. empedu. Penumolisin 2. 2. Alkohol 70%. perangkat pewarnaan gram (aquades. Untuk media digunakan adalah media agar darah. dan 3. kemudian kuman yang tumbuh dilakukan: 1.disemaikan.. Tambahkan pada tetesan kiri satu tetes air aram faali dan pada tetesan kanan satu tetes empedu yang masih segar. rak tabung reaksi. Kemudian dicari kapsulnya. untuk menentukan virulensi kuman dan mencegah fagositosis. CGV. ose neddle. natrium oleat. Bila terdapat alfa hemolisa.Pneumonia larut dalam empedu dan tidak larut dalam air garm faali. 3. Pada tes kelarutan Empedu: 1. 2. tes empedu. dilakukan tes optichin dan insulin fermentasi. Kapsul polisakarida: bersifat tidak toksis. Selain dari alfa hemolisa bakteri ini juga membentuk 1. Sspesimen tersebut ditanam pada media plad darah. Alat-alat yang biasa digunkan dalam praktikum adalah tabung reaksi. sputum yang diduga terinfeksi. aceton alkohol. Ambil biakan S. Pneomunia dalam bouillon. ose. kemudian teteskan pada gelas objek 2 tetes yang satu di sebelah kiri dan yang lain di sebelah kanan. Mereka dihambat oleh sulfadiazin.permanganat.Pnemonia retan terhadap sabun . Dilakukan inokulasi pada tikus putih. 2. tetapi sering terjadi rsistensi sesudah beberapa hari. Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 13 .

TES INULIN Biakan murni yang diisolasi dari tikus putih plat agar darah diaambl satu koloni dengan osee steri kemudian diinokulasi ke bouillon inulin inkubasi 37˚C. maka warna bouillon inulin berubah dari merah menjadi kuning. Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 14 . semalam.5 ml. Sediakan 5 ekor tikus putih.3. Suntikan dengan sempritan steril dari suspensi atau biakan dalam bouillon secara intraperitoneal pada 3 ekor tikus putih masing-masong 0. Lihat di bawah mikroskop. kemudian lihat di bawah mikroskop. sebagai kontrol) 3. Seksi tikus putih tersebut dengan mengunakan skapel. Buat suspensi biakan murni dalam air aram faali atau biakan-biakan murni dalam bouillon yang berumur 24 jam. Bila terjadi fermentasi.2-0. 2. gunting dan pinset steril. Pada sediaan yang diwarnai tmpak selubung yang jelas. Perlakuan Inokulasi pada tikus putih. hati. 4. (dua ekor lainnya tidak disuntik. limpa dan cairan intraperitoneal serta warnai Gram dan Burri. pada tetesan empedu tidak didapakan lai kuman. meliputi: 1. Buat sediaan jantung.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN Streptococccus adalah mikroorganisme bulat. Pada S. selanjutnya diinkubasikan 37˚C. Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 15 . Sspesimen tersebut ditanam pada media plad darah. dan Streptococcus pneumonia yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan pada manusia. Membuat sediaan gram. Secara umum Streptokokus merupakan gram positif. dilakukan tes optichin dan insulin fermentasi. 2. Streptococcus Aeureus. Kemudian dicari kapsulnya. 3. Bila terdapat alfa hemolisa.disemaikan. Bila terdapat gram + coccus dilakukan tes kelarutan dalam empedu (gal).Pneumonia dapat diklasifikasikan sebagai berikut:      Domain: Bacteria Phylum: Firmicutes Class : Bacilli Order: Lactobacillales Family: Streptococcaceae Genus: streptococcus  Tahap mengindentifikasi S. kemudian kuman yang tumbuh dilakukan: 1. Dilakukan inokulasi pada tikus putih. tersusun secara khas dalam rantai dan tersebar luas dalam alam. Treptokokus terdiri dari Streptococcus beta tipynicus.pneumonia dilakukan pengambilan spesimen sputum yang dicurigai.

Mikrobiologi Dasar Edisi Kelima Jilid 2.org ml.Jakarta: Binarupa Aksara En.wikipedia. Jakarta: Gramedia Wheller dan Volk. Jakarta:PT.com Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 16 .scribd.1990. Gelora Aksara Edisi revisi.DAFTAR PUSTAKA Mikrobakter.

Tugas Bakteriologi II BAKTERI GRAM POSITIF COCUS STREPTOKOKUS DISUSUN OLEH: KELOMPOK 1 ANDI EVI LESTARI ANDI RIFARDIANTI SULTAN ACHMAD GUFRON AMELIA MARASSABESI ANDI ANI SULISTIANI KELAS : B POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN MAKASSAR JURUSAN ANALIS KESEHATAN Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 17 .

Streptococcus Gram Positif Bakterilogi II 18 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful