P. 1
Laporan Buta Warna

Laporan Buta Warna

|Views: 714|Likes:
Published by Nurul Nisa Muhammad
Laporan Anatomi Fisiologi Hewan
Laporan Anatomi Fisiologi Hewan

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Nurul Nisa Muhammad on May 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2014

pdf

text

original

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan lengkap praktikum Anatomi dan Fisiologi Manusia dengan judul “Tes Buta Warna” yang disusun oleh: Nama NIM Kelas Kelompok : Nurul Nisa Muhammad : 101404038 :A : II (dua)

telah dikonsultasikan dan diperiksa dengan seksama oleh Asisten dan Koordinator Asisten maka dinyatakan diterima. Makassar, Koordinator Asisten Asisten Mei 2013

Muh. Riswan Ramli, S.Pd

Ummul Hasanah NIM. 091404044

Mengetahui Dosen Penaggungjawab

Dr. A. Mushawwir Taiyeb, M.Kes NIP. 1961 1212 1986 01 2 002

BAB I

Dimana cara ini cukup dengan menggunakan serangkaian gambar berwarna. maka diperlukan melakukan kegiatan praktikum yang dapat menguji buta warna naracoba.PENDAHULUAN A. Mengingat bahwa buta warna ini merupakan pengaruh gen maka kita sebagai mahasiswa biologi tentu sangat perlu mempelajarinya lebih lanjut. lebih jarang lagi. Latar Belakang Buta warna merupakan gangguan penglihatan dimana seseorang tidak dapat mengenal dan membedakan warna. Setidaknya dengan mengetahui dari awal bahwa apakah yang bersangkutan atau naracoba menderita buta warna atau tidak dan agar mahasiswa dapat memahami dengan jelas tentang buta warna pada manusia maka diadakanlah praktikum ini. B. sehingga tidak dapat disembuhkan. Berdasarkan uraian di atas. Selain itu. Paling sering ditemui adalah gangguan melihat warna merah-hijau. Tujuan . Untuk itu praktikum mengenai buta warna ini sangat penting kita lakukan. Gangguan warna birukuning lebih jarang. yaitu penderita hanya dapat mengenal warna hitam dan putih saja. Buta warna adalah penyakit keturunan yang disebabkan oleh gen resesif c karena gennya terdapat dalam kromosom –X. Seseorang menderita buta warna dapat diketahui dengan uji ishihara. praktimum ini juga dapat memperkuat materi yang telah diperoleh praktikan saat kuliah serta dapat membandingkan secara langsung antara teori dengan hasil kegiatan praktikum ini. Sedangkan buta warna total. Buta warna ini merupakan kelainan penglihatan menurun.

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui apakah probandus yang diuji mengalami buta warna atau tidak. Mahasiswa dapat mengembangkan pemikiran tentang penyebab terjadinya buta warna pada seseorang dan macam-macam buta warna yang dapat dialami mata. C. Mahasiswa dapat membandingkan probandus yang normal melihat warna dan propandus yang mengalami buta warna. 2. . Manfaat Manfaat kegiatan praktikum ini dilaksanakan adalah: 1.

Orang yang mengalami buta warna tidak atau kurang mampu membedakan dua warna yang berbeda. Pada orang tertentu. biru atau hijau (Daryanto. Jadi buta warna biasanya menyangkut warna merah.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Buta warna sebenarnya adalah ketidak mampuan seseorang untuk membedakan warna tertentu. Gambar-gambar berwarna itu dirancang sedemikian rupa sehingga secara cepat dan tepat serta dapat memberikan penilaian terhadap kelainan persepsi warna. Normalnya. Meskipun demikian ada juga orang yang sama sekali tidak bisa melihat warna jadi hanya tampak sebagai hitam. Warna titik itu dibuat sedemikian . Tes buta warna Ishihara terdiri dari lembaran yang didalamnya terdapat titik-titik dengan berbagai warna dan ukuran. Orang tersebut biasanya tidak buta semua warna melainkan warna-warna tertentu saja. 2013). mungkin hanya ada dua atau bahkan satu atau tidak ada sel kerucut yang sensitif terhadap warna-warna tersebut. hijau dan biru. yaitu merah. Senada dengan Taiyeb (2013) yang berpendapat bahwa buta warna adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk menggambarkan adanya kelainan persepsi penglihatan warna. Pada kasus ini orang disebut buta warna. Titik berwarna tersebut disusun sehingga membentuk lingkaran. maka ia dikatakan normal. Pada uji ishihara dipergunakan serangkaian gambar berwarna. Kelainan ini diakibatkan oleh tidak adanya sekelompok sel kerucut penerima warna pada retina. 2013). Buta warna ini dapat ditemukan dengan uji ishihara. sel kerucut (cone) di retina mata mempunyai spektrum terhadap tiga warna dasar. Pada orang yang mempunyai sel-sel kerucut yang sensitif untuk tiga jenis warna ini. putih dan abu abu saja (kasus seperti ini sangat jarang terjadi) (Daryanto.

sehingga ia hanya dapat normal (C-) atau buta warna (c-) saja.rupa sehingga orang buta warna tidak akan melihat perbedaan warna seperti yang dilihat orang normal (pseudo-isochromaticism) (Anonim 2013). Laki-laki hanya memilki sebuah kromosom X saja. baik laki-laki maupun perempuan (Suryo.org/wiki) Buta warna adalah penyakit keturunan yang disebabkan oleh gen resesif c (asal dari perkataan Inggris ”color blind”). Ditambahkan oleh Syaifuddin (2006). kemungkinan besar homozigot resesif terhadap karakteristik buta warna. Gambar bagian buku Ishihara (Sumber : hhtp://wikipedia. Laki-laki yang hanya memiliki satu kromosom X akan dipengaruhi oleh satu . normal heterozigotik (Cc) atau yang amat jarang homozigotik (cc) sehingga buta warna. Karena gennya terdapat dalam kromosom X sedangkan perempuan memilki 2 kromosom-X. Seorang perempuan normal (homozigotik CC) yang kawin dengan seorang laki-laki buta warna (c-) akan mempunyai anak normal. maka seorang perempuan dapt normal homozigotik (CC). buta warna merah-hijau adalah karakteristik gen terikat-X yang sudah dikenali dan bersifat resesif terhadap penglihatan normal. Seorang perempuan yang memiliki dua kromosom-X. 2005).

.gen resesif saja karena ia tidak memiliki alel dominan untuk mengganti gen resesif.

4. Alat dan Bahan 1.10 s. Buku petunjuk buta warna (buku Ishihara) 2. Menyiapkan alat yang akan digunakan yaitu buku Ishihara Test for Colour Blindess yang terdiri atas 14 gambar. Meletakkan alat uji pada jarak 75 cm dari naracoba ke pembanding dengan penyinaran yang cukup sacara tidak langsung. Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan. BAB IV . Waktu dan tempat Waktu dan tempat praktikum ini dilaksanakan adalah: Hari/tanggal Waktu Tempat B. Bahan : a. Probandus : Selasa. 07 Mei 2013 : Pukul 13. Prosedur Kerja 1. Alat harus diangkat dengan sudut tegak lurus dengan garis penglihatan.BAB III METODE PRAKTIKUM A. Kemudian berturut-turut penguji menunjukkan gambar 1 sampai nomor 14.d 14.20 WITA : Laboratorium Biologi Lantai II Barat FMIPA UNM Makassar C. Kemudian prabandus menyebutkan gambar yang dilihatnya. 2. 3. Alat : a. Setiap kali melihat satu gambar diberikan waktu selama 5 detik.

Alonemarera Santa Musma Rukmana Terlihat pembanding 12 8 5 29 71 7 45 2 X 16 ~ Buta Warna Parsial Total Tidak Buta Warna                   Kelompok I II III IV V VI VII VIII IX B.HASIL DAN PEMBAHASA A. Data Kelas Nama Maya Juanita S Rezkitami U. Pembahasan . Ulil Ardi S Asham Andi Tenri Dio Sri Hardianti Hasbi Nurhidayah Nurul Rahma Dhana Ismail Umar Fibriani Mujahidah Ifa Safira Anisah Susanti Ahmed Jaelani Arafah A. Data Kelompok NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Terlihat probandus 12 8 5 29 71 7 45 2 X 16 ~ b.S. Hasil Dan Pengamatan a.

Sedangkang menurut (Syaifuddin. Karena gennya terdapat dalam kromosom X sedangkan perempuan memilki 2 kromosom-X. 2005) Buta warna adalah penyakit keturunan yang disebabkan oleh gen resesif c (asal dari perkataan Inggris ”color blind”). Sementara jika probandus memiliki kesalahan penafsiran warna sebanyak 3 atau kurang. baik laki-laki maupun perempuan. Buta warna merah-hijau adalah karakteristik gen terikat-X yang sudah dikenali dan bersifat resesif . Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan maka semua probandus tidak ada yang mengalami buta warna karena tidak terjadi kesalahan penafsiran yang berarti bahwa probandus tidak mengalami sedikit gangguan penglihatan atau buta warna. sehingga ia hanya dapat normal (C-) atau buta warna (c-) saja. Seorang perempuan normal (homozigotik CC) yang kawin dengan seorang laki-laki buta warna (c-) akan mempunyai anak normal.Praktikum kali ini probandus yang bertindak sebagai probandus dalam tes buta warna sebanyak 2 orang tiap kelompok. normal heterozigotik (Cc) atau yang amat jarang homozigotik (cc) sehingga buta warna. Menurut (Suryo. Adapun nomor urut 12 sampai dengan nomor urut 14 hanya untuk mengidentifikasi jenis buta warna yang dialami oleh probandus. yaitu apakah buta warna total atau buta warna parsial. maka tidak digolongkan kedalam buta warna. maka probandus dapat dikatakan buta warna. jika probandus memiliki kesalahan penafsiran warna lebih dari tiga pada nomor urut 1 sampai 11. Isi dari buku Ishihara mengatakan bahwa. maka seorang perempuan dapt normal homozigotik (CC). 2006). jadi jumlah keseluruhan probandus pada praktikum ini sebanyak 18 orang. Laki-laki hanya memilki sebuah kromosom X saja.

terhadap penglihatan normal. kemungkinan besar homozigot resesif terhadap karakteristik buta warna. BAB V PENUTUP A. Seorang perempuan yang memiliki dua kromosom-X. Laki-laki yang hanya memiliki satu kromosom X akan dipengaruhi oleh satu gen resesif saja karena ia tidak memiliki alel dominan untuk mengganti gen resesif. B. Buku penuntun pada praktikum anatomi fisiologi manusia menurut saya masih sangat kurang. 2. . Saran 1. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa semua probandus tidak ada yang mengalami buta warna. mulai dari dambar yang tidak berwarna. Setelah melakukan praktikum ini menurut saya praktikum kali ini kurang maskimal disebabkan kuragnya Asisten yang memmandu praktikan banyak praktikan yang tidak terlalu memperhatikan apa-apa saja yang perlu diperhatikan pada praktikum ini.

setelah diperhatikan penuntun tersebut merupakan bahan kopian yang seharusnya harganya masih terlalu tinggi bagi kami . .

DAFTAR PUSTAKA Anonim. Buta Warna. Daryanto. Warna.html. Diakses tanggal 12 Mei 2013. 2005.org/wiki. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 2 . Makassar: Laboratorium Biologi FMIPA UNM .wikipedia. Penuntun Praktikum Anatomi dan Fisiologi Manusia. 2006. Makalah Penyakit Buta http://endrymesuji.com/2013/01/makalah-penyakit-butawarna_2254. Diakses pada tanggal 14 Mei 2013. 2013. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Syaifuddin. Genetika Manusia.blogspot. Jakarta: EGC Penerbit Buku Kedokteran Taiyeb. http://id. Suryo. Muhammad dkk. 2012. Endri. 2013.

Protanomali. sel kerucut warna merah tidak ada sehingga tingkat kecerahan warna merah. Artinya adalah buta warna yang disebabkan oleh kerusakan hanya pada beberapa sel kerucut retina dan hal ini menyebabkan mata tidak mampu merespon beberapa jenis warna tertentu. Dikromasi. seorang buta warna lemah mengenal merah. Deuteromali.LAMPIRAN 1. Ada tiga klasifikasi turunan: 1. sel kerucut warna biru tidak ditemukan. Daam buta warna total hanya warna hitam dan putih saja yang dapat diterima oleh retina. retina tidak memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna hijau. Protanopia. Jelaskan 3 jenis buta warna! Klasifikasi buta warna: a. Sedangkan buta warna parsial adalah buta warna sebagian. Ada tiga klasifikasi turunan pada trikomasi: 1. keadaan ketika satu dari tiga sel kerucut tidak ada. 2. Apakah yang dimaksud dengan buta warna total dan buta warna parsial? Buta warna total adalah buta warna yang diakibatkan kerusakan total pada retina mata seseorang dalam merespon warna. 3. Trikromasi. kondisi di mana warna biru sulit dikenali penderita. mata mengalami perubahan tingkat sensitivitas warna dari satu atau lebih sel kerucut pada retina. warna hijau akan sulit dikenali oleh penderita. Trinomali (low blue). 2. Tritanopia. . b. 2. Deuteranopia. 3.

c. secara fisik tidak mengalami kelalinan buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya. Hanya warna hitam dan putih yang mampu diterima retina. Monokromasi. karena kelainan ini dibawa oleh kromosom X. buta warna oleh orang umum. Tetapi wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada anaknya kelak. 3. Artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. kelainan ini sering juga disebut sex linked. Buta warna merupakan kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya. ditandai dengan retina mata mengalami kerusakan total dalam merespon warna. Dapatkah buta warna diturunkan? Jelaskan! Buta warna dapat diturunkan. Wanita dengan pembawa sifat. Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka seorang wanita tersebut menderita buta warna. Hal inilah yang membedakan antara penderita buta warna pada laki-laki dan wanita. . Seorang wanita terdapat istilah 'pembawa sifat' hal ini menujukkan ada satu kromosom X yang membawa sifat buta warna.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->