Leishmania Denovani

KATA PENGANTAR.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, dan hidayahnya kepada kami, sehingga makalah yang berjudul” Leishmania donovani ”dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Kami juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari dosen pembimbing dan juga para pembaca, ataupun rekan-rekan,demi kesempurnaan makalah kami yang akan datang. Dengan makalah ini kami berharap semoga dapat memberikan informasi. dan memberikan manfaat. Dan semoga bisa memberikan motivasi kepada kita untuk terus mengkaji lebih mendalam tenntang Leishmania donovani. Makassar, 1 November 2012

Penyusun,

......... B.. DAFTAR ISI…………………………………………………………… BAB I.. KATA PENGANTAR………………………………………………….. SARAN………………………………………………………….. BAB II...... PEMBAHASAN……………………………………………… BAB III..... PENDAHULUAN A..... Daftar Pustaka………………………………………………………….. KESIMPULAN………………………………………………… ... 9 9 10 1 1 2-8 i ii iii .DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL……………………………. LATAR BELAKANG………………………………………….......... PENUTUP A. B.. TUJUAN ……………………………………………………….

Organisme parasit merupakan organisme yang hidupnya selalu merugikan organisme yang ditempatinya (Sofa. komensalisme/mutualisme dan ada pula yang hidup secara parasit. Untuk mengetahui penyakit yang ditimbulkan oleh Leishmania denovani 5.1 Latar Belakang Protozoa merupakan organisme uniseluler atau organisme bersel satu yang mana seluruh fungsi kehidupannya dilakukan oleh satu sel tersebut. Untuk mengetahui tentang apa itu Leishmania denovani 3. Protozoa yang bersifat parasit pada jaringan hospes ini meliputi 2 kelas yaitu kelas Flagellata dan Sporozoa. 1. Untuk mengetahui tinjauan Leishmania denovani 4.BAB I PENDAHULUAN 1. Pada kelas Flagellata berupa genus Leishmania sedangkan pada kelas Sporozoa berupa genus Toxoplasma. Protozoa parasit ini merupakan penyebab penyakit bagi manusia dan hewan khususnya dan berperan penting dalam dunia kesehatan pada umumnya. 2008). Protozoa ada yang hidup secara bebas. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Parasitologi II 2. Protozoa parasit jaringan merupakan protozoa parasit yang hidup berparasit di dalam jaringan hospesnya.2 Tujuan 1. 2008). Dari genus Leishmania ini hanya terdapat 3 spesies penting terutama bagi kesehatan dan salah satunya adalah Leishmania donovani yang merupakan penyebab leishmaniasis visceral (penyakit kala-azar) (Sofa. Untuk mengetahui cara pengobatan penyakit yang ditimbulkan oleh Leishmania denovani .

Leishmania hidup intra selluler dan berkembang biak dengan membelah diri (Muslim. Morfologi Morfologi Leishmania donovani berbeda-beda sesuai dengan fase hidupnya. Sudah memiliki flagella pada bagian posterior nya. Memiliki 1 nukleus dan 1 kinetoplas yang bekerja sebagai inti lembaga flagella. Stadium ini terdapat pada tubuh inang perantara yaitu lalat Phlebotomus.  Stadium Leishamania (amastigot) berbentuk oval dengan diameter 2 mikron dan belum memiliki flagella. 1 nukleus. 1 blefaroplas(tempat keluar flagel) dan 1 kinetoplas. Genus Leishmania memiliki dua stadium yaitu Stadium Leishmania dan stadium Leptomonas. Terdapat axonema. a. 2010). 2010). Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa Leishmania donovani dan ditularkan ke manusia oleh lalat pengisap darah. . Stadium Leishmania terjadi di dalam tubuh manusia sebagai inang defenitif. Leishmania donovani merupakan protozoa penyebab leishmaniasis visceral (kala-azar). Leptomonas berkembang biak dengan membelah meman jang (Muslim.BAB II PEMBAHASAN Leishmania donovani adalah salah satu dari ketiga spesies penting terutama bagi kesehatan manusia dari genus Leishmania. Phlebotomus argentipes sebagai hospes perantara di dalam siklus hidupnya (Sofa.  Stadium Leptomonas (promastigot) yang berbentuk panjang dengan ukuran 14-20 mikron. 2008).

Phlebotomus argentipes sebagai hospes perantara di dalam siklus hidupnya (Sofa. 2008). 2010).Infeksi terjadi dengan tusukan lalat Phlebotomus yang memasukkan stadium promastigot melalui probosisnya ke dalam badan manusia. Siklus Hidup Leishmania donovani merupakan protozoa penyebab leishmaniasis visceral (kala-azar). sehingga penderita menjadi lemah sekali. Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa Leishmania donovani dan ditularkan ke manusia oleh lalat pengisap darah. sehingga mudah terjadi infeksi . 2010). berkembang biak dengan cepat secara belah pasang longitudinal dan menjadi banyak dalam waktu 3–5 hari (Muslim.stadium amastigot terisap dan di lambung Phlebotomus. Kelenjar limfe di usus dapat diserang parasit ini. Daya tahan tubuh menurun. Patologi Lesmania donovani Leishmania donovani menyerang sel retikulo-endotel (RE). karena banyak RE yang rusak maka tubuh berusaha membentuk sel-sel baru sehingga terjadi hiperplasi dan hipertrofi sel RE. c. Pada waktu lalat Phlebotomus menghisap darah penderita leishmaniasi s.b. Akibatnya terjadi pembesaran limpa (splenomegali). pada infeksi berat di usus dapat terjadi diare dan disentri. 2010). Stadium promastigot. Anemia dan leukopenia terjadi sebagai akibat diserangnya sumsum tulang. stadium amastigot ini berubah menjadi stadium promastigot yang kemudian bermigrasi ke proboscis. Stadium promastigot ini adalah stadium infektif dan dapat ditularkan kepada manusia bila lalat tersebut menghisap darahnya (Muslim. Kemudian stadium promastigot bermigrasi melalui esofagus dan faring ke saluran hipofaring yang terdapat dalam probosis lalat. pembesaran kelenjar limfe (limfadenopati) dan anemia karena pembentukan seldarah yang terdesak (Mus lim. pembesaran hati (hepatomegali). Kemudian timbul anoreksia (tidak nafsu makan) dan terjadi kakeksia (kurus kering).

Timbulnya anemia. gejala-gejalanya mungkin tidak jelas. dan pembesaran hati serta limpa yang nyata merupakan petunjuk bahwa penyakitnya makin progresif. timbul perasaan tidak sehat. Gejala-gejala umum adalah demam. Eropa (sekitar Laut Tengah). anoreksia. Amerika Tengah dan Selatan. yaitu berbagai negara di Asia (India). biasanya berkisar antara 2 . kakeksia. Afrika. Perjalanan penyakitnya dapat perlahan-lahan atau akut. .4 bulan.3 tahun pada kasus kronik. epidemi penyakit ini sangat luas. tergantung dari subspesies. yaitu kelainan pada kulit yang disebut juga leismaniasis pasca kala azar (Muslim. sedang pada yang akut menyerupai gejala awal dari tipus atau malaria. tangan. Gejala klinis Gambaran klinik dari penyakitnya dapat berbeda tergantung dari subspesies. Kematian dapat terjadi beberapa minggu kemudian atau setelah 2 . Masa inkubasinya 10 hari sampai 2 tahun. limfadenofati. Menggelapnya warna kulit muka. Sesudah gejala kala azar surut dapat timbul Leismanoid dermal. dan sering timbul diare. malaise. Gejala klinik umum adalah hepatomegali yang tidak nyeri dan splenomegali. 2010). kaki. Apabila perjalanan penyakit perlahan-lahan. Demam dapat terjadi dengan interval yang tidak teratur dan apabila sudah mantap. Sebagai tambahan. dan perut (kala azar atau “black sickness”). 2010) d. dan kadang-kadang nyeri abdomen akut. berat badan turun. Sembuh secara spontan dapat terjadi juga pada seseorang yang asimptomatik. dapat terjadi dua atau tiga kali puncak demam dalam sehari. Di Indonesia penyakit ini belum pernah ditemukan (Muslim.sekunder. sering terjadi di India pada orang-orang yang warna kulitnya lebih cerah.

. limpa. kematian seringkali disebabkan karena komplikasi seperti disentri basiler atau amebik. Mula-mula hematopoesis normal. Pasien yang telah sembuh dari infeksi. dan pneumonia. sumsum tulang. Ruam seperti kupu-kupu (“butterfly rash”) mirip lupus dapat terlihat di bagian wajah. kemudian terjadi depresi yang mengakibatkan masa hidup eritrosit dan lekosit menjadi singkat. Leishmaniasis post dermal merupakan keadaan yang terlihat pada beberapa pasien leishmaniasis viseral yang diobati dan terutama terlihat pada anak di India. Dengan adanya parasit dalam sel retikulo-endotel (RE). Infeksi mengakibatkan penekanan dari kekebalan dengan perantaraan sel (“cell mediated immunity”) sehingga terjadi penyebaran dan multiplikasi parasit yang tidak terkendali. sehingga terjadi anemia dan granulositopenia. lesi eritematosa dan nodular dihubungkan dengan jumlah parasit yang banyak. Secara histologis. kelenjar limfe. diperkirakan akan menjadi kebal terhadap reinfeksi. Reaksi hipersensitivitas tipe lambat terhadap antigen untuk tes kulit mengalami penekanan atau tidak ada. mukosa usus kecil.Kasus-kasus subklinik di Italia dan Kenya diperkirakan melebihi kasus klinik dengan perbandingan 5 : 1. B. yang besarnya dapat kembali normal bila pengobatan penyakitnya berhasil. Produksi globulin meningkat dengan kadar Ig G dan Ig M yang tinggi. stadium ini akan sulit dibedakan dengan lepra lepromatosa atau leishmaniasis kutan diseminata. dan jaringan limfoit lainnya. Lesi kulit di badan dapat mengalami hipopigmentasi atau tampak sebagai makula eritematosa yang kemudian akan menjadi nodular. Kompleks imun yang beredar termasuk imunoglobulin dari kelas A. akan terjadi hiperplasia dari sel RE di hati. dan M dapat ditemukan dalam serum. Apabila jumlah nodul makin banyak. Poliferasi sel RE akan menyebabkan hipertrofi hati dan limpa yang massif. septikemi.

f. Transfusi darah diberikan pada penderita dengan anemia berat. Pembiakan dalam medium NNN 3. limpa. atau perdarahan pada selaput mukosa. juga memerlukan banyak makanan yang mengandung kadar protein tinggi dan vitamin. yang dapat digunakan untuk mendeteksi antigen guna keperluan diagnostik. Reaksi imunologi yaitu :   Uji aglutinasi langsung (Direct aglutination test) ELISA untuk mende3teksi zat anti. Polymerase chain reaction untuk mendiagnosis leismaniasis dilapangan dan leismaniasis pada penderita dengan infeksi HIV karena serologi untuk mendeteksi zat anti tidak berguna banyak pada kasus ini. . Sebagai usaha penabggulangan leismaniasis maka dilakukan pengembangan vaksin antara lain vaksin yang terbuat dari leismania mati ataupun vaksin yang terbuat dari rekayasa genetik. kelenjar limfe dan fungsi sum-sum tulang penderita. biopsi hati. Diagnosis Diagnosis dibuat berdasarkan gejala klinis.   Western blot untuk mandeteksi antigen yang timbul selama infeksi. Penderita memerlukan istirahat total selama menderita penyakit akut. menemukan parasi dalam darah langsung. yang kemudian ditegakkan dengan : 1. 2.e. etilsibamin merupakan obat toksik tetapi sangat efektif untuk pengobatan penyakit ini. Pengobatan Natrium antimonium glukonat. Inokulasi bahan pada binatang percobaan 4. Untuk mengidentifikasi parasit secara cepat dikembangkan zat anti monolonal yang spesifik.

Sekitar Laut Tengah. karena anjing tidak penting sebagai hospes reservoar. Lieshmania donovani ditemukan di Afrika dan Asia. Pada anjing kelainan terdapat pada kulit. Anjing merupakan hospes reservoar dan penting sebagai sumber infeksi. Gambaran klinik Leishmaniasis viseral cenderung berbeda antara kelainan yang endemik. yang juga merupakan hospes reservoar di daerah tertentu di Cina dan Kenya. Pada anji ng kelainan terdapat pada kulit. h. kecuali di India. sedangkan di India penularan terjadi langsung antara manusia dan manusia. di mana Kala Azar merupakan antroponosis. Di Indonesia penyakit ini belum pernah ditemukan. Penyakitnya merupakan zoonosis. vektornya adalah lalat pasir Phlebotomus. Epidemiologi Di sekitar laut tengah. Di Eropa dan Amerika Selatan anjing sebagai binatang peliharaan juga merupakan hospes reservoar. penyakit ini hanya terdapat pada anak balita dan disebut “kala azar infantil”. Eropa (sekitar Laut Tengah). Di India.g. epidemik. Anjing merupakan hospes reservoar dan penting sebagai sumber infeksi. tidak terbukti adanya hospes reservoar pada mamalia selain manusia. Semua golongan umur rentan terhadap penyakit ini dan epidemi terjadi bila terjadi penurunan kekebalan. dan sporadik. Afrika.Distribusi Geografik Daerah epidemi penyakit ini sangat luas. sedangkan di india penularan terjadi langsung antara manusia dan manusia karena anjing tidak penting sebagai hospes reservoar. Di eropa dan amerika selatan anjing sebagai binatang peliharaan juga merupakan hospes reservoar. yaitu berbagai negara di Asia (India). dinamakan “Hunde kala azar”. Amerika Tengah dan Selatan. dinamakan Hunde kala azar. Di daerah di mana terjadi penularan yang sporadis . penyakit ini hanya terdapat pada balita dan disebut kala azar infantil.

Candidae liar dan berbagai binatang pengerat liar lainnya merupakan reservoar alamiah dari penyakit ini. Di daerah tertentu. Eropa. Manusia merupakan hospes aksidental. sedangkan anjing dan Candidae lainnya merupakan reservoar alamiah. sehingga memungkinkan tikus bertindak sebagai hospes reservoar. Leishmania donovani infantum ditemukan di Afrika. daerah Mediterania. Vektornya adalah lalat pasir Phlebotomus. . tikus dapat terinfeksi. dan Asia Barat Daya.dari penyakit ini. Infeksi terutama pada anak-anak dan di alam bersifat endemik.

Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa Leishmania donovani dan ditularkan ke manusia oleh lalat pengisap darah.Kesimpulan Leishmania donovani adalah salah satu dari ketiga spesies penting terutama bagi kesehatan manusia dari genus Leishmania. Leishmania donovani merupakan protozoa penyebab leishmaniasis visceral (kala-azar).BAB III PENUTUP A. ataupun rekan-rekan. Phlebotomus argentipes sebagai hospes perantara di dalam siklus hidupnya (Sofa. 2008).demi kesempurnaan makalah kami yang akan datang. B. kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari dosen pembimbing dan juga para pembaca.Saran Kami juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. . Oleh karena itu.

Dasar Parasitologi Klinis. jam 18.DAFTAR PUSTAKA Brown. jam 18.com diunduh pada 18 Oktober 2011. 1979.30 WIB elearningbiologi.com diunduh pada 18 Oktober 2011. Gramedia: Jakarta papodeestudante.30 WIB . Harold W.

Davean Boris Rorong 8. Elfrida Melisa Ngamal 13. Astriani Mansyur 6. Andi Evi Lestari SM 2.LEISHMANIA DENOVANI OLEH : KELOMPOK I 1. Andi Asma Tenri Jai 4. Dirayanti Embong Bulan 12. Sri Suryati Rerung 17. Reinhard Maleimau ANALIS KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR 2012 . 11. Harlianty 15. Muh. Benyamin Birra 7. Amalia Marasabessy 3. Sariana 10. Erfina 14. Anita Bungin T. Andi Mahmidatul Faizah 5. Muflihah Agus 16. Fakhri 9.St.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful