Laporan Mikrobiologi (Sterilisasi Alat dan Bahan

)

I.

Tujuan

Memahami dan melaksanakan proses sterilisasi yang tepat dan sesuai untuk alat dan bahan yang digunakan pada pengujian mikrobiologiserta mampu menyiapkandan membuat media steril untuk pengujian mikrobiologi. II. Teori Dasar

Sebelum melakukan percobaan dengan mikroorganisme, diperlukan proses dekontaminasi terlebih dahulu untuk meminimalisir organisme yang aktif dari suatu sistem bakteri atau virus. Upaya untuk mengeleminasi mikroba patogen dengan memanfaatkan bahan kimia yaitu antiseptik dan disinfektan, serta memanfaatkan metode disinfeksi dengan memanfaatkan energi panas. Semua metode tersebut dapat membunuh mikroba patogen kecuali endospora bakteri. Maka dari itu pemusnahan digunakan dengan cara sterilisasi, agar semua mikroba patogen dan endosporanya dapat hancur. Sterilisasi atau suci hama yaitu suatu proses membunuh segala kehidupan mikroorganisme yang ada dalam sample/contoh, alat-alat atau lingkungan tertentu. Dalam bidang bakteriologi, kata sterilisasi sering dipakai untuk menggambarkan langkah yang diambil agar memcapai tujuan untuk meniadakan atau membunuh semua bentuk kehidupan mikroorganisme. Teknik sterilisasi dapat dibagi menjadi dua : 1. Secara fisis a. Metode radiasi Dalam mikrobiologi radiasi sinar elektromagnetik yang banyak digunakan adalah radiasi sinar ultraviolet, radiasi sinar gamma atau sinar X dan sinar matahari. Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet , sehingga secara langsung dapat dipakai untuk proses sterilisasi. Sinar oltraviolet dapat didapat dengan mengggunakan katoda panas yaitu kedalam tabung katoda bertekanan rendah yang diiisi dengan uap air raksa, panjang gelombang yang dihasilkan biasanya dalam orde 2500-2600 Angstrom. Lampu jalan mengandung sinar ultraviolet, tetapi sinar ultraviolet nya lebih sering diserap oleh tabung gelas yang dilaluinya, sehingga dalam proses sterilisasi harus diperhatikan dosis sinar ultravioletnya. Sinar ultraviolet yang diserap oleh sel organisme yang hidup, khususnya nukleotida maka elektron-elektron dari molekul sel hidup akan mendapatkan tambahan energi. Tambahan energi tersebut dapat merubah ikatan intramolekular, seperti ikatan hidrogen dan DNA. Perubahan ikatan intramolekular tersebut dapat membunuh sel-sel tertentu. Beberapa plasma sangat peka terhadap sinar ultraviolet sehingga akan rusak. Sinar gamma memiliki kekuatan lebih besar daripada sinar ultraviolet, merupakan radiasi pengion. Interaksi sinar gamma dengan materi biologi sangat tinggi sehingga mampu memukul elektron pada kulit atom sehingga menghasilkan pasangan ion. Cairan intraselular ataupun ekstraselular akan terionisasi sehingga menyebabakan kerusakan dan kematian pada mikroorganisme tersebut. Sterilisasi dengan sinar gamma digunakan untuk jarum suntik, stick untuk swab. Tidak boleh digunakan untuk makanan ataupun obat-obatan. b. Metode pemanasan dengan uap air Pada metode pemanasan uap, alat yang digunakan yaitu autoklaf. Benda yang akan disuci hamakan diletakkan diatas lempengan saringan dan tidak langsung mengenai air dibawahnya.

c.

d.

e.

f.

g.

Pemanasan dilakukan hingga air mendidih (kira-kira 100°C) pada tekanan 15 lb temperatur mencapai 121°C. Organisme yang tidak berspora dapat dimatikan dengan waktu 10 menit saja. Banyak spora hanya dapat mati dengan pemanasan 100°C selama 30 menit tetapi ada spora yang bertahan dalam temperatur tersebut dalam waktu berjam-jam. Spora-spora yang dapat bertahan selama 10 jam dalam temperatur 100°C dapat dimatikan dengan cara menambahkan nartrium carbonat (Na2CO3) dalam airnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi sterilisasi uap ada 3 yaitu : suhu, waktu dan kelembaban. Metode pemanasan secara kering Metode ini kurang efektif apabila temperatur kurang tinggi. Untuk mencapai keefektifan temperatur harus mencapai 160-180°C. Pada temperatur ini akan menyebabkan kerusakkan pada sel-sel hidup dan jaringan, hal ini karena adanya auto oksidasi sehingga pathogen dapat terbakar. Pada sistem pemanasan kering terdapat udara, hal ini diketahui bahwa udara merupakan penghantar panas yang buruk sehingga sterilisasi panas kering memerlukan waktu cukup lama rata-rata 45 menit. Pada temperatur 160°C memerlukan waktu 1 jam, sedangkan temperatur 180°C memerlukan waktu 30 menit. Pada metode ini yang alat-alat yang digunakan adalah alatalat pipet, tabung reaksi, stick swab, jarum operasi, jarum suntik, syringe. Metode pemanasan secara intermittent/terputus-putus John Tyndall (1877) memperoleh dari hasil penelitiannya bahwa temperatur didih (100°C) selama 1 jam tidak akan membunuh semua mikroorganisme tetap apabila dididihkan berulangulang sampai lima kali, akan membunuh mikroorganisme. Metode incineration (pembakaran langsung) Alat-alat platina, khrome dapat disterilkan dengan cara pembakaran secara langsung pada nyala api bunsen sampai merah padam. Hanya saja lama kelamaan akan rusak tetapi keuntungannya dapat membunuh mikroba secara keseluruhan. Metode penyaringan (filtration) Metode penyaringan berbeda dengan metode pemanasan. Pada metode pemanasan mikroba yang mati tetap berada pada material tersebut, sedangkan pada sterilisasi penyaringan mikroorgamisme tetap hidup tetap dipisahkan dengan materialnya. Bahan penyaring dibuat dari bahan porselin yang berpori dan dibuat khusus. Metode filtrasi hanya digunakan untuk sterilisasi larutan gula, cairan lain seperti serum atau sterilisasi hasil produksi mikroorganisme seperti enzym, eksotoksin dan untuk memisahkan filtrable virus dan bakteria dari organisme lain. Strerilisasi gas Sterilisasi gas digunakan dalam pemaparan gas atau uap untuk membunuh mikroorganisme dan sporanya. Meskipun gas dengan cepat berpenetrasi ke dalam pori dan serbuk padat, sterilisasi adalah fenomena permukaan dan mikroorganisme yang terkristal akan dibunuh. Sterilisasi yang digunakan dalam bidang farmasi untuk mensterilkan bahan-bahan dan menghilangkan dari bahan yang disterilkan pada akhir jalur sterilisasi, gas ini tidak inert, dan kereaktifannya terhadap bahan yang disterilkan harus dipertimbangkan misalnya thiamin, riboflavin, dan streptomisin kehilangan protein ketika disterilkan dengan etilen oksida. Sterilisasi gas berjalan lambat waktu sterilisasi tergantung pada keberadaan kontaminasi kelembaban, temperatur dan konsentrasi etilen oksida. Konsentrasi minimum etilen oksida dalam 450 mg/L, 271 Psi, konsentrasi ini 85°C dan 50% kelembaban relatif dibutuhkan 4-5 jam pemaparan. Di bawah kondisi sama 1000 mg/L membutuhkan sterilisasi 2-3 jam. Dalam pensterilan digunakan bahan kimia dalam bentuk gas atau uap, seperti etilen oksida, formaldehid, propilen oksida, klorin oksida, beta propiolakton, metilbromida, kloropikrin. Digunakan untuk sterilisasi bahan yang termolabil seperti bahan biologi, makanan, plastik, antibiotik. Aksi antimikrobialnya adalah gas etilen oksida mengadisi

gugus –SH, -OH, -COOH,-NH2 dari protein dan membentuk ikatan alkilasi sehingga protein mengalami kerusakan dan mikroba mati. Faktor-faktor yang mempengaruhi sterilisasi ini termasuk kelembaban, konsentrasi gas, suhu dan distribusi gas dalam chamber pengsterilan. Penghancuran bakteri tergantung pada adanya kelembaban, gas dan suhu dalam bahan pengemas, penetrasi melalui bahan pengemas, pada pengemas pertama atau kedua, harus dilakukan, persyaratan desain khusus pada bahan pengemas. 2. Secara kimia Dalam sterilisasi kimia zat yang sering digunakan adalah alkohol 96%, aceton tab formalin, sulfur dioksida, dan klorin. Materi yang disuci hamakan dibersihkan terlebih dahulu kemudian direndam dalam alkohol atau aceton tab formalin. Bakteri dibiakan secara luas dilaboratorium fakultas kedokteran, rumah sakit, lembaga penelitian medis, dan di Universitas serta di pabrik komersial yang menghasilkan antibiotik, zat kimia organik dan produk bakteri lain yang secara ekonomis berharga. Teknik medium padat lebih baik digunakan untuk tempat pembiakan bakteri daripada teknik lain. Medium yang digunakan dalam pembiakan bakteri harus mengandung nutrisi untuk bakteri. Nutrisi tersebut dicampur dengan agar-agar, diaduk dengan air matang hingga membentuk campuran cairan yang pekat. III. Alat dan Bahan III. 1. Alat - Autoklaf - Oven - Erlenmeyer - Tabung reaksi - Cawan petri - Rak tabung - Gelas ukur - Pipet ukur - Labu takar - Gunting - Kertas label III. 2. Bahan - Benang kasur - Alumunium foil - Kertas bekas - Media (Nutrien agar dan Nutrien Broth) - Kapas IV. Prosedur Kerja

Persiapan dan Sterilisasi alat Alat-alat yang akan disterilkan dicuci dan dikeringkan. Ditutup alat-alat yang mempunyai mulut seperti : Tabung reaksi, Erlenmyer, Botol media, Gelas ukur, Labu takar, Pipet, dengan kapas berlemak. Cara :

-

-

Diambil sepotong kapas, dilipat kedua ujungnya sehingga berbentuk segi empat (besar tergantung besar mulut). Digulung kapas hingga berbentuk silinder yang cukup padat, dibungkus dengan kain kasa, kemudain dimasukkan ke dalam mulut alat (2/3 masuk dibagian mulut alat). Khusus untuk pipet, tutup kapas dimasukkan dengan sebatang kawat dan kapas yang terurai keluar dari bagian mulut pipet dihilangkan dengan melewatkan mulut pada api bunsen. Kapas penutup ditutup kembali dengan alumunium foil atau bahan lain yang sesuai, bila diperlukan ikat dengan benang kasur. Alat yang permukaannya harus steril ditutup dengan alumunium foil satu per satu. Cawan petri dibungkus seluruhnya dengan kertas bekas yang bersih (bukan kertas koran). Alat-alat gelas baik yang berupa alat ukur (harus presisi) maupun bukan, disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 121°C, selama 15-20 menit. Setelah disterilisasi dengan autoklaf dikeringkan dengan alat-alat dalam oven pengering 70°C selama 30 menit atau disimpan ditempet terbuka, untuk menghilangkan uap air yang masih tersisa. Pembuatan dan sterilisasi media serta larutan pengenceran Ditimbang Nutrien agar untuk pembuatan 150 ml dan Nutrien Broth untuk pembuatan 50 ml. Bobot serbuk Nutrien agar dan Nutrien Broth yang digunakan sesuaikan dengan komposisi yang tertera pada label kemasan masing-masing bahan. Dihitung berapa yang dibutukan. Dimasukkan masing-masing media yang telah ditimbang ke dalam erlenmeyer yang sudah diberi tanda (sesuai nama media). Ditambahkan aquadest lalu dipanaskan diatas nyala api bunsen sambil diaduk sampai larutan tidak keruh/jernih. Dituangkan daln botol media, lalu ditutup dengan kapas dan alumunium foil serta diikat dengan benang kasur dan diberi etiket. Disterilisasi menggunakan autoklaf. Setelah steril didinginkandi suhhu kamar, kemudian dimasukkan dalam lemari pendingin untuk disimpan. Diamati dan dicatat kondisi media. Pengamatan dilakukan 24 jam. V. Data Pengamatan dan Perhitungan

M1/V1 = M2/V2 Nutrien agar 20gr/1000ml =M2/150 ml = 3 gr Nutrien Broth 8 gr/1000ml = M2/50 ml =0,4 gr Media Nutrien agar Nutrien Broth VI. Pembahasan Warna awal Kuning keruh Kuning keruh Warna akhir Kuning bening Kuning bening

Pada percobaan kali ini dilakukan sterilisasi alat-alat dan media yang akan digunakan untuk pembiakan mikroba. Tujuan sterilisasi yaitu agar tidak terjadi kontaminasi oleh mikroba ketika dilakukan percobaan. Sterilisasi yang digunakan adalah sterilisasi uap dengan suhu 121°C dan waktu yang digunakan 20 menit. Digunakan sterilisasi uap, karena alat-alat tidak akan rusak atau memuai khususnya untuk alat-alat ukur pada suhu 121°C. Alat-alat seperti erlenmeyer, tabung reaksi, gelas ukur, pipet ukur, cawan petri, labu ukur dimasukkan kedalam alat yang

pepton dan agar.2007. . Sebelum dimasukkan kedalam autoklaf alat-alat yang memiliki mulut diberi kapas berlemak dan kain kasa agar alat-alat dapat benar-benar steril dari mikroba. Kesimpulan 1.F. Gabriel . Mulut erlenmeyer diberi kapas yang dibatul oleh kain kasa dan dimasukkan dalam autoklaf untuk disterilkan. Pada peercobaan ini nutrien yang digunakan untuk pembiakan mikroba yaitu nutrien agar dan nutrien Broth dimana media ini diencerkan terlebih dahulu dengan aquadest dan dilakukan pemanasan untuk mempermudah pencampuran. 3. Kemudain dibalut dengan kertas dan alumunium foil agar ketika telah disterilisasi (keluar dari autoklaf) tidak terkontaminasi kembali oleh miroba.J.1996. dilakukan pemanasan pada autoklaf terlebih dahulu sampai suhu air tepat 100°C pada tekan 1.disebut dengan autoklaf. Sterilisasi uap menggunakan uap air dan tekanan sebagai penstesilnya. Deswanty. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak daging. Azka Press.Jakarta. Media Nutrien Agar dan Nutrien Broth hasil yang diperoleh tidak terdapat bakteri maupun jamur di karenakan alat-alat yang dipakai masih steril VIII. dalam artian mikroorganisme heterotrof. 4. VII. Prinsip penggunaan autoclave di dasarkan pada mikroorganisme termasuk spora yang tahan panas. Karena suhu akan naik terus menerus bila penutup tidak terbuka. Buku Kedokteran EGC. Cara pengaturan tekanan dengan cara membuka tutup pada autoklaf. Biologi Intensif Jilid 1untuk SMA/MA Kelas X.5 kg/cm2 . alat-alat diletakkan dalam saringan agar tidak mengenai air yang berada dipermukaan autoklaf. Tetty. mudah terbunuh dengan panas lembab pada temperatur sedikit di atas titik didih air. Lalu Nutrien Broth adalah media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. Daftar Pustaka Darmadi.Fisika Kedokteran.4 gram dilarutkan sampai 50 ml aquadest dan masing – masing dipanaskan pada suhu 100 – 125 C. Infeksi Nosokimial Problematika dan Penyelesaiannya . Nutrien Agar adalah medium umum untuk uji air dan produk pangan. Pada percobaan kali ini membutuhkan nutrient agar yang di pakai sebanyak 3 gram dan nutrient broth sebanyak 0. 2008. 2. Jakarta.Jakarta. Setiowati. Furqonita. apabila tidak disterilkan terlebih dahulu mungkin saja akan terjadi kontaminasi oleh bakteri lain yang akan mempersulitkan dalam pengamatan bakteri yang seharusnya diamati. Nutrien juga digunakan untuk pertumbuhan dari mikroorganisme yang tidak selektif.Salemba Merdeka. Dilakukan sterilisasi bahan agar bahan yang digunakan bener-bener steril. Pada sterilisasi uap. Kegunaan dari Nutrien Broth tidak jauh berbeda dengan Nutrien Agar. Sterilisasi adalah proses penghancuran seluruh mikroba hidup dengan spora-sporanya.

Waktu yang diperlukan pada suhu ini adalah 15 sampai 20 menit.PANDUAN PRAKTIKUM – PEMBUATAN MEDIA NUTRIEN AGAR DAN STERILISASI Tujuan 1. biasanya digunakan untuk mensterilisasi alat-alat laboratorium. Untuk mengenal beberapa cara sterilisasi 2. Mengetahui macam-macam media dan pembuatannya 3. Sterilisasi adalah proses menghancurkan semua jenis kehidupan sehingga menjadi steril. Metode sterilisasi secara fisik dapat dipakai bila selama sterilisasi dengan bahan kimia tidak akan berubah akibat suhu yang tinggi atau tekanan yang tinggi. 1993). 2005). sesungguhnya anda sudah menggunakan salah satu cara sterilisasi. kimia. Alat yang sering digunakan pada umumnya adalah oven (Hadioetomo. Memperoleh alat dan media yang steril II. Suhu efektifnya adalah 121C pada tekanan 5 kg/cm2 dengan waktu standar 15 menit. Dasar Teori Bahan atau peralatan yang digunakan dalam bidang mikrobiologi harus dalam keadaan steril. Agar biakan murni dapat dibuat. Daya bunuh panas . Pada tekanan ini suhu menjadi 121C. Otoklaf menggunakan uap bertekanan untuk menaikkan suhu barang yang sedang disterilkan sampai suatu taraf yang mematikan semua bentuk kehidupan. 1993). otoklaf biasanya dioperasikan pada tekanan uap 15 lb/in2. terutama enzim dan membran sel. proses cepat. Apabila medium berukuran besar disterilkan. maka waktu yang diperlukan akan lebih panjang. autoklaf (autoclave) dan retort. yaitu Panas lembab dengan uap jenuh bertekanan. yaitu pembakaran. Cara kerja dari panas tersebut. Ketika anda pertama kali melakukan pemindahan biakan secara aseptik. maupun mekanik yang membunuh semua bentuk kehidupan terutama mikroorganisme disebut dengan sterilisasi (Waluyo. Sterilisasi seringkali dilakukan dengan pengaplikasian udara panas. Alat yang digunakan : pressure cooker. bahwa panas membunuh mikroba karena mendenaturasi protein. Suhu efektifnya adalah 160C selama 2 jam. Panas kering. Sangat efektif untuk sterilisasi karena menyediakan suhu jauh di atas titik didih. Untuk sterilisasi rutin. daya tembus kuat dan kelembaban sangat tinggi sehingga mempermudah koagulasi protein sel-sel mikroba yang menyebabkan sel hancur. Panas kering membunuh bakteri karena oksidasi komponen-komponen sel. medium harus steril sebelum inokulasi. Steril artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya baik yang mengganggu atau yang merusak media atau mengganggu kehidupan dan proses yang sedang dikerjakan. Metode yang lazim digunakan untuk mensterilkan media ialah menempatkannya dalam otoklaf (sebetulnya panci masak bertekanan besar dan dielaborasi). yaitu kita harus yakin bahwa tidak ada organismehidup dapat berada dalam medium jika diinokulasi. Setiap proses baik fisika. Ada dua metode yang sering digunakan. karena panas memerlukan waktu untuk menembus bahan tersebut (Volk & Wheeler.

yang paling umum digunakan adalah agar-agar. pengujian sifat fisiologis dan perhitungan sejumlah mikroba. sampai penghitungaan bakteri yang dikenal dengan nama total plate count. Supaya mikroba dapat tumbuh baik dalam suatu media. 1993). harus berada dalam keadaan steril sebelum digunakan. Media agar ini memungkinkan untuk dilakukannya isolasi bakteri dari suatu sampel. 1991). t adalah lama sterilisasi dan Kd adalah konstanta laju kematian spesifik. agar mikroba yang ditumbuhkan dapat tumbuh dengan baik (Sutedjo. 2. 4. gelatin atau gel silika merupakan bahan untuk membuat medium menjadi padat. Namun. Dimana N adalah jumlah sel yang hidup pada waktu t tertentu. 2007). 2. 3. dan R adalah konstanta gas dan T adalah temperatur absolut pemanasan. 2005). Faktor yang mempengaruhi keberhasilan sterilisasi sistem batch adalah temperatur dan lama pemanasan. maka didapat garis lurus dengan kemiringan – Kd. Proses pemusnahan mikroba kontaminan dapat digambarkan sesuai reaksi kimia orde satu yang memenuhi persamaan kinetika : 1. Dari persamaan ini terlihat bahwa laju reaksi kematian sel akan meningkat jika temperatur sterilisasi meningkat karena peningkatan temperatur menyebabkan peningkatan Kd. perbanyakan. nilai Ea dan Kd didapat dari hubungan pada persamaan Arhenius tersebut dengan cara mengalurkan ln Kd terhadap 1/T (Achmad. 5. Ea adalah energi aktivasi. Agar-agar. harus mengandung semua zat hara yang mudah digunakan oleh mikroba. media selektif (bakteri tertentu saja yang dapat tumbuh) dan media diferensial (bakteri tumbuh dengan memberikan ciri-ciri tertentu) (Achmad. pada kematian mikroorganisme secara sterilisasi juga berlaku persamaan Arhenius yang menunjukkan bahwa temperatur mempengaruhi konstanta laju kematian spesifik. maka medium tersebut harus memenuhi syarat-syarat. Dengan menggunakan bermacam-macam media dapat dilakukan isolasi. namun sebagian besar mikroorganisme tidak dapat menggunakannya sebagai makanan sehingga agar-agar dapat berlaku hanya sebagai pemadat (Hadioetomo. harus mempunyai tekanan osmosis. antara lain: 1. Meskipun bahan utama agar-agar adalah gelatin. . yaitu suatu kompleks karbohidrat yang diekstraksi dari alga marin genus Gelidium. Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat hara (nutrien) yang berguna untuk membiakkan mikroba. Dengan memplot nilai terhadap t. 2007). Hal ini dibuktikan dengan memasukkan biakan mikroba dalam air mendidih akan cepat mematikan daripada dipanasi secara kering (Waluyo. tidak mengandung zat-zat yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba.kering tidak sebaik panas basah. karakterisasi morfologi. Komposisi media bakteri dapat dimodifikasi sehingga dapat digolongkan menjadi media umum. Bentuk koloni bakteri dan warna-warninya mudah sekali dikenali dengan media ini dengan cara mengubah komposisi nutrien atau menambahkan indikator. tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan kebutuhan mikroba yang akan tumbuh. Dimana A adalah konstanta Arhenius. Saat ini media agar merupakan media yang sangat umum digunakan dalam penelitian-penelitian mikrobiologi.

air dan sebagai simbiosis dari organisme lain. meskipun akan ada juga jenis yang dapat menjangkau 0. 9. 3. III. bacteria) adalah kelompok raksasa dari organisme hidup. Sudip. Bakteri. Mereka tersebar (berada dimana-mana) di tanah. kabel. 5. Nutrient Agar (NA). Kebanyakan dari mereka kecil. mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan kebanyakan uniseluler (bersel tunggal). seperti PCA (Plate Count Agar).3 mm dalam diameter (Thiomargarita) (Rachdie. dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa nukleus (inti sel). 3. 2. Akuades. Erlenmeyer. Magnetic stirer. 2.5 – 5 µm. Media dalam bentuk kaldu nutrien atau yang mengandung agar. Hot plate dan 10. . dll). 4. disiapkan dengan cara melarutkan masing-masing bahan yang dibutuhkan atau lebih mudah lagi dengan cara menambahkan air pada suatu produk komersial berbentuk medium bubuk yang sudah mengandung semua nutrien yang dibutuhkan. Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. karena hanya cukup dengan dituang ke dalam wadah yang telah disterilkan. 7. untuk membedakan dengan organisme lain yang memiliki sel yang lebih kompleks. Tabung reaksi. 2006). TSA (Trypticase Soy Agar) dan lain-lain. 4. dari kata latin bacterium (jamak. disebut eukaryota. dan organik lain seperti mitokondria dan kloroplas. semua media tersebut secara komersial dalam bentuk bubuk. Banyak patogen merupakan bakteri. Bungkus alat-alat gelas dan non gelas dengan kertas cokelat dengan cara sedemikian mungkin. Alat 1. Cawan Petri. biasanya berukuran 0. 6. Prosedur Kerja Standarisasi Praktikum 1. Pipet mohr. 2. tidak begitu sulit di dalam penyiapannya sebagai media pertumbuhan mikroba. Otoklaf. Karena bakteri merupakan prokaryota. Potato Destroxe Agar (PDA) dan MEA (Malt Extract Agar). misalnya susu skim.Media alamiah. Periksa autoclave dengan melihat kondisi aquades dibagian bawah dan kondisi umum autoclave (kebersihan. Neraca analitik. Bahan 1. Rak tabung reaksi IV. Cytoskelen. 8. V. Pada praktisnya. NA (Nutrient Agar).

9. 1. 4. jika tidak mengikuti aturan. Jangan dibuka sembarangan. Masukkan semua bahan dan alat kedalam keranjang sterilisasi dengan mengatur posisi yang mantap. Tunggu sampai alarm berbunyi dan matikan dengan tekan tombol on/off dan cabut kabel. Tabung reaksi disumbat dengan kertas dan ditutup dengan kertas yang diikat dengan karet gelang. 3. lalu dibiarkan beberapa saat. Pembuatan Media NA dan Sterilisasi 1. 5.4 gram MEA ditimbang dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer. Pembuatan Media PDA dan Sterilisasi 1. 3. Ditambahkan 50 mL akuades.3. lalu dibiarkan beberapa saat. 4. 7. Dipipet sebanyak 4 mL dan dimasukkan ke dalam tiga buah tabung reaksi. Dimasukkan dalam autoklaf untuk disterilkan beserta alat-alat yang akan digunakan selama 2 jam pada suhu 121 C dan tekanan 15 psi. Dipipet sebanyak 4 mL dan dimasukkan ke dalam tiga buah tabung reaksi. Dimasukkan dalam autoklaf untuk disterilkan beserta alat-alat yang akan digunakan selama 2 jam pada suhu 121C dan tekanan 15 psi. 2. Dipanaskan di atas hot plate hingga mendidih sambil diaduk dengan magnetic stirer sampai homogen. Ditambahkan 50 mL akuades. 5.2 gram nutrien agar (NA) ditimbang dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer.95 gram potato destroxe agar (PDA) ditimbang dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer. 6. Pembuatan Media MEA (Malt Extract Agar) dan Sterilisasi 1. Tabung reaksi disumbat dengan kertas dan ditutup dengan kertas yang diikat dengan karet gelang. 2. Kemudian tekan “START”. 5. 6. 6. Dipipet sebanyak 4 mL dan dimasukkan ke dalam tiga buah tabung reaksi. . 2. 1. Ingat biarkan sampai tanda indikator tekanan betul-betul menunjukkan angka nol. 8. tanyakan ke petugas laboratorium. 5. 6. 2. 3. Jika tidak tahu. Setting waktu dan suhu. Dipanaskan di atas hot plate hingga mendidih sambil diaduk dengan magnetic stirer sampai homogen. Dipanaskan di atas hot plate hingga mendidih sambil diaduk dengan magnetic stirer sampai homogen. 4. 10. Tutup autoclave dengan memutar alat penutup sesuai direksi manualnya. Dimasukkan dalam autoklaf untuk disterilkan beserta alat-alat yang akan digunakan selama 2 jam pada suhu 121C dan tekanan 15 psi. Ditambahkan 50 mL akuades. lalu dibiarkan beberapa saat. Hati-hati dalam bekerja. 4. autoclave akan meledak layaknya bom. Tabung reaksi disumbat dengan kertas dan ditutup dengan kertas yang diikat dengan karet gelang.

Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium Mikrobiologi. 5. 2. Diakses tanggal 1 November 2010 Sutedjo. http://www. Mengenal Media Pertumbuhan Mikrobia. Mikrobiologi Dasar Jilid 1 Edisi kelima.nvtech. 4. 1993. Fakultas Matematika dan ilmu pengetahuan alam. Universitas Islam Indonesia. http://rachdie. RS.. Panduan Penulisan Laporan Praktikum . UMM Press: Malang Tinjauan Pustaka Kepala Laboratorium Pendidikan Kimia. Gramedia: Jakarta Rachdie. 2. Tentukan warna sesudah sterilisasi VII. 2. Rineka Cipta: Jakarta Volk & Wheeler. Tentukan komposisi Potato Destroxe Agar (39 gr/L). 2005. Tentukan komposisi Nutrient Agar (20 gr/L). Tentukan warna sesudah sterilisasi. ANALISIS DATA Pembuatan Media NA dan Sterilisasi 1. 2.com/2006/10/18/mengenal-media-pertumbuhan-mikrobial/tracback . 1993. Tentukan warna sesudah sterilisasi. Diakses tanggal 1 November 2010 Hadioetomo. Pembuatan Media Media MEA dan Sterilisasi 1. Pertanyaan 1. D. 2006. Pembuatan Media PDA dan Sterilisasi 1. 2007.com . Mikrobiologi Umum.blogsome.. dan MEA termasuk media penanaman mikroba jenis apa? Apa fungsi dari sterilisasi? Apa saja teknik-teknik dalam proses sterilisasi? Daftar Pustaka Achmad. PDA. Erlangga: Jakarta Waluyo. L. Apa fungsi dari media tanam mikroba? Apa saja syarat-syarat pemilihan medium tanam mikroba? NA. Media Agar.VI. Mikrobiologi Tanah. 3. Ide Besar Istri Peneliti. Tentukan komposisi Malt Extract Agar (48 gr/L). 1991.

http://proseduralatpengujiansnikualitaskadar. Latar Belakang Dalam melakukan diagnosa mikrobiologi sterilisasi sangat diutamakan baik alat maupun medianya. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan percobaan untuk menambah pengetahuan tentang cara pembuatan medium dan juga cara menstrilisasikan medium.com/2011/01/laporanpraktikum-tekniksterilisasi. pertama-tama kita harus memahami kebutuhan dasarnya lalu mencoba memformulasikan suatu medium yang memberikan hasil baik.. Ada tiga cara utama yang umum dipakai dalam sterilisasi yaitu penggunaan panas. dan penyaringan (filtrasi). Untuk itu sebagai pemula dalam mikrobiologi sangat perlu mengenal teknik sterilisasi. Mengetahui cara membuat media pertumbuhan mikrorganisme. pembuatan media serta teknik penanaman . Sterilisasi dalam mikrobiologi adalah suatu proses untuk mematikan semua mikroorgansime yang terdapat pada atau didalam suatu benda. B. Laporan Praktikum Teknik Sterilisasi dan Pembuatan Media Kuliah Mikrobiologi.Editing. M. Suatu alat dikatakan steril apabila alat atau bahan bebas dari mikroba baik bentuk vegetative maupun spora.blogspot.html Pembuatan Medium Dan Sterilisasi BAB I PENDAHULUAN A. Secara umum sterilisasi merupakan proses pemusnahan kehidupan khususnya mikrobia dalam suatu wadah ataupun peralatan laboratorium. Sebelum menumbuhkan mikroorganisme. Medium merupakan bahan yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme diatas atau didalamnya. Tujuan Praktikum Adapun tujuan praktikum kali ini adalah : a. Apabila panas digunakan bersama-sama dengan uap air maka disebut sterilisasi basah. ahmad. penggunaan bahan kimia. bila tanpa kelembapan maka disebut sterilisasi kering. .

Air sadah umumnya mengandung ion kalsium dan magnesium yang tinggi. asam perasetat. air dengan kualitas air sadah sudah dapat menyebabkan terbentuknya endapan fosfat dan magnesium fosfat (Hadioetomo. Di sel beberapa nutrisi diolah . Menurut Schlegel (1993) agar merupakan media tumbuh yang ideal yang diperkenalkan melalui metode bacteriaological. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Mikroorganisme yang ingin kita tumbuhkan. Bahan agar yang utama adalah galaktan (komplek karbohidrat yang diekstrak dari alga genus Gelidium). Agar akan larut atau cair pada suhu hampir 100oC dan akan cair apabila kurang lebih 43oC (Hadioetomo. Alat yang akan digunakan dalam suatu penelitian atau praktikum harus disterilisasi terlebih dahulu untuk membebaskan semua bahan dan peralatan tersebut dari semua bentuk kehidupan. yang pertama harus dilakukan adalah memahami kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan. Nutrien diambil dari likungan kemudian ditransformasikan melalui membran plasma menuju sel. yaitu penggunaan panas (pemijaran dan udara panas). gelatin atau gel silika. penggunaan bahan kimia (etilena oksida. Mengetahui cara mensterilkan medium. Pembuatan medium agar padat. 1993). Subtansi kimia organik dan inorganik diperoleh dari lingkungan dalam berbagai macam bentuk. Organisme hidup memerlukan nutrisi untuk pertumbuhannya. Sterilisasi merupakan suatu proses untuk mematikan semua organisme yang teradapat pada suatu benda. Mengetahui jenis medium. formaldehida dan glutaraldehida alkalin) (Hadioetomo. 1993). penyaringan. Proses sterilisasi dapat dibedakan menjadi 3 macam. biasanya air sangat penting sebagai komponen utama protoplasmanya serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel. c. Pembuatan medium sebaiknya menggunakan air suling. 1993). Air sangat penting bagi organisme bersel tunggal sebagai komponen utama protoplasmanya serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel.b. Memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme di dalamnya harus memperhatikan berbagi macam ketentuan seperti jika yang ingin kita membuat medium untuk organisme bersel tunggal. digunakan agar-agar. Pada medium yang mengandung pepton dan ektrak daging.

2005). Suhu juga merupakan variabel yang perlu dikendalikan. Sistem kerja filter.menghasilkan energi yang digunakan dalam proses seluler (Lim. 1998). Apabila disusun 10 bakteri dalam 1 ml medium yang cocok dan 24 jam kemudian ditemukan 10 juta bakteri tiap milimeternya. 1994). Pertumbuhan bakteri berarti meningkatnya jumlah sel yang konstituen (yang menyusun). alat dan medium yang steril juga menentukan (Dwidjoseputro. Sterilisasi secara fisik (pemanasan. Pertumbuhan bakteri selain memerlukan nutrisi. seperti pada saringan lain adalah melakukan seleksi terhadap partikel-partikel yang lewat (dalam hal ini adalah mikroba). misalnya adalah dengan saringan/filter. Sterilisasi secara mekanik. Meningkatnya jumlah bakteri terjadi dengan proses yang disebut dengan pembelahan biner. PH merupakan faktor yang sangat mempengaruhi suatu keberhasilan dalam pembuatan medium sehingga kondisi pH yang terlalu basa atau terlalu asam tidak cocok untuk dijadikan medium mikroba karena mikroba tidak dapat hidup pada kondisi tersebut. Kelompok terbesar yaitu mesofil. 1993). Dengan udara panas. kecuali Vibrio cholerae yang dapat hidup pada pH lebih dari 8. Sterilisasi secara kimia (misalnya dengan penggunaan disinfektan. karena selain pH sebagai penentu tumbuhnya mikroba. Menurut (Suriawati. Bakteri yang tidak punya akar harus berada pada permukaan larutan makanan yang cair. maka terjadilah pertumbuhan bakteri. dimana setiap bakteri membentuk dinding sel baru (Volk. b. Medium didiamkan atau disimpan selama 2 x 24 jam untuk menyakinkan bahwa medium masih steril. Autoklaf digunakan sebagai alat sterilisasi uap dengan tekanan tinggi. tutupnya jangan diletakkan sembarangan dan dibuka-buka karena isi botol atau tempat medium akan meluap dan hanya boleh dibuka ketika manometer menunjukkan angka 0 serta dilakukan . larutan alkohol. larutan formalin). penggunaan sinar gelombang pendek yang dapat dilakukan selama senyawa kimia yang akan disterilkan tidak akan berubah atau terurai akibat temperatur atau tekanan tinggi). Penggunaan autoklaf untuk sterilisasi. 1993). dipergunakan alat “bejana/ruang panas” (oven dengan temperatur 170OC– 180oC dan waktu yang digunakan adalah 2 jam yang umumnya untuk peralatan gelas). Sterilisasi yang umum dilakukan dapat berupa: a. juga memerlukan pH yang tepat. suhu optimum untuk pertumbuhannya 20-40oC (Volk. c. Bakteri dalam medium juga memerlukan makanan untuk pertumbuhannya. digunakan untuk beberapa bahan yang akibat pemanasan tinggi atau tekanan tinggi akan mengalami perubahan. Kebanyakan bakteri tidak dapat tumbuh pada kondisi yang terlalu basa.

Gelas ukur 100 mL 5. Autoklaf . Batang pengaduk / Magnet Stirrer 6. Waktu dan Tempat Adapun praktikum ini dilaksanakan pada : Hari/Tanggal Waktu Tempat : 03 November 2011 : 10. Medium dapat langsung disimpan di lemasi es jika medium sudah dapat dipastikan steril (Dwidjoseputro. Pipet tetes 8.00 sampai selesai : Laboratorium Mikrobiologi FMIPA A. gelatin atau gula. Medium yang mengandung vitamin. Hot plate 4. Erlenmeyer 100 ml 2. BAB III METODOLOGI A. Sendok Zat 7. maka setelah sterilisasi medium harus segera didinginkan. Alat Adapun alat yang digunakan dalam laboratorium yakni: 1. Neraca analitik 3. 1994).pendinginan sedikit demi sedikit. Cara ini untuk menghindari zat tersebut terurai.

B. 3. Memanaskan larutan tersebut sampai mendidih di atas Hot Plate dan diaduk dengan magnetic stirer agar larutan homogen. 2. LB ( Lactosa Broth) 9. MEA (Malt Extract Agar) 7. 5. Aluminium Foil 3. NA (Nutrien Agar) 6. . Aquades 4. Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam laborattorium mikrobiologi yakni: 1. kemudian mengukur pH nya. 4. Kemudian memasukkan kedalam Erlenmeyer 250 ml. Agar 5. Kemudian larutan diangkat dan mendinginkannya. KOH 1% C. Setelah larutan dingin. Kapas 2. Menimbang masing-masing bahan yang akan digunakan kedalam Neraca Analitik sesuai dengan jumlah yang diperlukan. Prosedur Kerja Adapun prosedur kerja yang digunakan dalam praktikum ini yakni: 1. PDA (Potato Dextrose Agar) 8. dan menambahkan aquades sebanyak 250 ml dan agar 7 gram kedalam masing-masing bahan.

.

LB Sebagai tempat fermentasi Merah Merah Tua 3. Hasil Pengamatan Adapun hasil yang telah didapatkan dari percobaan yakni: Warna sebelum pengadukan Warna sesudah pengadukan No Nama dan Gambar Fungsi 1. PDA Sebagai tempat pembiakan mikroba Keruh Kuning Tua 2.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. MEA Sebagai tempat pembiakan mikroba Coklat Coklat Tua .

tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan kebutuhan mikroba yang akan ditumbuhkan. tidak mengandung zat-zat yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba. PDA.8-7. Tujuan dari penutupan ini agar . Pembuatan medium percobaan ini dengan menggunakan NA (Nutrien Agar). Pembahasan Medium merupakan bahan yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme diatas atau didalamnya.75 dan agar 7 gram setelah itu dipanaskan diatas hot plate 440 oC di ikuti oleh pengadukan dengan menggunakan magnetik stirer. antara lain adalah harus mengandung semua zat hara yang mudah digunakan oleh mikroba. harus mempunyai tekanan osmosis. Kemudian dimasukkan kedalam autoklav dengan mulut Erlenmeyer disumbat dengan kapas dan dilapisi kertas diluarnya. dimana dengan pemanasan dapat mempercepat pelarutan dari Na dan Aqades. LB DAN MEA. harus berada dalam keadaan steril sebelum digunakan. NA (Nutrien agar) digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri.4. NA 3. dimana dalam pembuatannya terlebih dahulu dengan cara menimbang bahan yang akan digunakan kedalam neraca analitik sesuai dengan jumlah yang diperlukan kemudian memasukkan bahan kedalam Erlenmeyer 250 ml. NA Sebagai tempat pembiakan bakteri Keruh Kuning kecoklatan C. Setelah dipanaskan beberapa menit larutan berubah warna dari keruh menjadi kuning kecoklatan hal ini menandakan larutan telah homogen. medium tersebut harus memenuhi syarat-syarat. tujuan dari pemanasan dan pengadukan ini adalah untuk menghomogenkan NA dengan aqades. Percobaan kali ini yaitu pembuatan medium NA. pH yang diperoleh 7 hal ini menandakan bakteri dapat hidup pada pH tersebut. agar mikroba yang di tumbuhkan dapat tumbuh dengan baik. Setelah itu larutan ditambahkan KOH 1 % yang bertujuan mendapatkan pH netral yaitu 7 dan didinginkan kemidian diukur pHnya. hal ini sesuai dengan literatrur yang menyatakan bakteri dapat hidup pada pH 6. dimana bahan tersebut adalah aqades 250 ml.

8. tujuan dari pengadukan dan pemanasan untuk menghomogenkan MEA dengan aqades dan pemanasan bertujuan untuk mempercepat pelarutan dari MEA.meminimalkan kontaminasi.75 deglucose dan 7 gr agar kemudian dipanaskan diatas hot plate 440 oC diikuti oleh pengadukan dengan tujuan dari pemanasan dan pengadukan ini untuk menghomogenkan PDA dengan aqades.3. pH yang diperoleh pada percobaan ini yaitu 5. Setelah dipanaskan larutan didinginkan kemudian di . dan pemanasan bertujuan mempercepat pelarutan dari PDA. Pembuatan NA berdasarkan konsistennya termasuk medium padat dan menurut kegunaannya termasuk medium umum. hal ini menujukkan larutan telah homogen.2. PDA (Potato Destore Agar) digunakan untuk menumbuhkan fungi atau jamur. hal ini bertujuan agar meminimalkan kontaminasi.6 dan pH minimal 5. Pembuatan medium pada percobaan ini dengan menggunakan PDA (Potato Destore Agar) dimana dalam pembuatannya terlebih dahulu dengan cara memasukkan 200 ml aqades dan 50 ml ekstrak kentang.6. hal ini menunjukkan larutan telah homogen. Setelah dipanaskan beberapa menit larutan berubah warna dari keruh menjadi kuning tua. MEA (Malt Extract Agar) digunakan sebagai media pertumbuhan khamir. Ph pada MEA = 5. tujuan dari pengadukan untu menghomogenkan LB dengan aqades sedangkan pemanasan bertujuan untuk mempercepat pelarutan dari LB.2 pH maksimal 5.5 gram kedalam erlenmeyer 250 ml dan menambahkan aqades 250 ml setelah itu dipanaskan diatas hot plate dengan suhu 480 0C diikuti dengan pengadukan menggunakan magnetic stirer.25 gram kedalam Erlenmeyer 250 ml dan menambahkan aqades 100 ml setelah itu dipanaskan dengan suhu 300 0C diikuti dengan pengadukan menggunakan magnetik stirrer.2-5. Setelah itu dimasukkan kedalam autoklaf dengan mulut Erlenmeyer ditutup dengan kapas dan diluarnya dibungkus dengan kertas.4 ± -0. Kemudian larutan didinginkan dan diperoleh pH 5. Dimana dalam pembuatannya terlebih dahulu melarutkan MEA (Malt Extract Agar) sebanyak 12. PDA termasuk medium nonsintetik karena termasuk medium padat sedangkan menurut fungsinya termasuk medium umum. hal ini bertujuan untuk meminimalkan kontaminasi. Dimana dalam pembuatannya terlebih dahulu LB dilarutkan sebanyak 3. Setelah dipanaskan larutan berubah warna dari merah menjadi merah tua. Setelah itu dimasukkan kedalam autoklav tetapi sebelum dimasukkan mulut Erlenmeyer ditutup dengan kapas dan kemudian dibungkus dengan kertas. Setelah dipanaskan beberapa menit larutan berubah warna dari coklat menjadi tua hal ini menujukkan larutan telah menjadi homogen kemudian larutan didinginkan dan diukur pHnya.72 hal ini sesuai dengan liateratur fungi hidup pada pH 5. LB (Laktosa Broth) digunakan untuk fermentasi.

hal ini bertujuan untuk meminimalkan kontaminasi dan dimasukkan kedalam autoklav. BAB V PENUTUP A. Sterilisasi yang dilakukan bertujuan untuk menghindari kontaminasi. PDA. .ukur pHnya. PDA (Potato Destroxe Agar) digunakan untuk menumbuhkan fungi atau jamur. Autoklaf termasuk dalam teknik sterilisasi secara fisika dengan prinsip arus uap dan tekanan. yaitu masuknya mikroorganisme yang tidak diinginkan. Autoklav adalah alat yang digunakan untuk sterilisasi. Alat ini sering digunakan dalam teknik pensterilan karena tingkat koefisien dan sifat alat yang tidak merusak kandungan dalam media pertumbuhan yang dipakai yaitu NA. Sterilisasi yang digunakan dalam percobaan ini adalah secara fisika yaitu menggunakan panas. MEA (Malt Extract Agar) digunakan sebagai media pertumbuhan yeast atau khamir. dimana panas yang digunakan adalah bersama uap air yang biasanya disebut sterilisasi basah. Ph yang diperoleh 6. Kesimpulan Kesimpulan yang didapat dari percobaan ini adalah: 1. 3. 4. 2. MEA dan LB. Teknik sterilisasi dapat dilakukan dengan tekanan uap tinggi menggunakan otoklaf sehingga alat dan media steril.8.7 sedangkan Ph netral untuk LB yaitu 6. NA (Nutrient Agar ) digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri. LB (Laktosa Broth) digunakan untuk fermentasi. 5. Sterilisasi merupakan suatu proses (kimia dan fisika) yang membunuh semua bentuk hidup terutama mikroorganisme. Setelah itu mulut Erlenmeyer disumbat dengan kapas dan diluarnya dibungkus dengan kertas.

Mikrobiologi Dasar Jilid 1 Edisi kelima. yang mana tiap-tiap komposisi harus setimbang jumlahnya. Komposis media bahan sangat penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi sterilisasi dilakukan bakteri demi mengoptimalkan pertumbuhannya. 1993.6. Erlangga: Jakarta. General Microbiologi seventh edition. yaitu masuknya mikroorganisme yang tidak diinginkan. 7. McGrow-hill book. Cambrige University Press. Hadioetomo. DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro.D. Saran Pada praktikum selanjutnya medium untuk pertumbuhan mikroba dapat dibuat lebih banyak lagi dan pada saat praktikum kedepannya diharapkan praktikum berjalan dengan tertib tanpa kegaduhan dalam ruangan. Mikrobiologi Dasar. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Suriawiria. Volk & Wheeler. Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium Mikrobiologi. D. . New york. 1993. Microbiology. Papas Sinar Sinanti. Jakarta. 2nd Edition.H. 2005. Lim. 1994. G. 1998. Sterilisasi dilakukan bertujuan untuk menghindari kontaminasi. Jakarta. Djambatan. Schegel. Gramedia: Jakarta. R. B. USA. U. Posted by Nober bumbungan at 2:04 AM . 1993.

S BLOGDecember 14.1 Latar Belakang Kita tahu bahwa semua makhluk hidup membutuhkan nutrient untuk pertumbuhan dan reproduksinya. Nutrien merupakan bahan baku yang digunakan untuk membangun komponenkomponen seluler baru dan untuk menghasilkan energy yang cdibutuhkan dalam proses kehidupan sel.Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook 1 comment: 1. derajar. Untuk membutuhkan dan mengembangbiakkan mikroba diperlukan suatu substrat yang disebut medium. DIEKY&#39. Perlu kita ketahui pembuatan media didasarkan pada fungsi.1 1. Sedangkan medium itu sendiri sebelum digunakaan harus dalam keadaan steril artinya tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan agar mikroba dapat tumbuh dan berkembangbiak dengan baik di dalam medium. komposisi media. 2012 at 3:09 AM Info yg sangat menarik nih gan BTW . tekanan osmosis. Yang melatar belakangi praktikum pembuatan media adalah agar praktikan dapat menambah pengetahuan mengenai cara pembuatan medium pertumbuhan mikroba. . maka diperlukan syarat tertentu yang diantaranya bahwa didalam medium harus terkandung semua unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroba kemudian susunan makanannya. sterilisasi. temperature. dan konsistensinya sehingga dalam kultur atau media yang dibuat dapat menumbuhkan mikroba dengan baik dan sesuai dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. keasaman (pH). kunjungi balik yah gan Reply Laporan Mikrobiologi Media Pertumbuhan Mikroba BAB I PENDAHULUAN 1.

Media organik.1996). Dengan mempergunakan bermacam-macam media dapat dilakukan isolasi. maka medium tersebut harus memenuhi syarat-syarat antara lain : a. Media non sintetik. d.1996). Yaitu media yang tersusun dari bahan-bahan anorganik 2. Yaitu media yang susunan kimianya tidak dapat ditentukan dengan pasti. Harus mempunyai tekanan osmosa. tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan kebutuhan mikroba yang ditumbuhkan c. Media sintetik (media buatan). Media ini umumnya digunakan untuk mempelajari kebutuhan makanan suatu mikroba 4. Supaya mikroba dapat tumbuh baik dalam suatu media. Penggolongan media berdasarkan susunan kimia : 1. pengujian sifat-sifat fisiologis dan perhitungan jumlah mikroba (Sutedjo.1. Yaitu media yang tersusun dari bahan-bahan organik 3. sifat wujudnya dan fungsinya.2 Tujuan Mengetahui fungsi dari masing-masing medium Mengetahui cara pembuatan medium NA (nutrient agar ) Mengetahui cara pembuatan medium PDA (potato dextrose agar) BAB II TINJAUAN PUSTAKA Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat hara (nutrient) yang berguna untuk membiakkan mikroba. Harus mengandung semua zat hara yang mudah digunakan oleh mikroba b. Yaitu media yang susunan kimianya diketahui dengan pasti.2 - 1. Media anorganik. Macam-macam media Media dapat digolongkan berdasarkan atas susunan kimianya. Harus mengandung zat-zat yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba Harus berada dalam keadaan steril sebelum digunakan. perbanyakan.1996). . agar mikroba yang diinginkan dapat tumbuh baik (Sutedjo. Media ini umumnya digunakan untuk menumbuhkan dan mempelajari taksonomi mikroba (Sutedjo.

Yaitu media yang ditambahi zat-zat tertentu misalnya serum darah ekstrak tanaman dan lain sebagainya. Media khusus. 4. Mencampur bahan-bahan : bahan-bahan yang dilarutkan dalam air suling. Media padat. Yaitu media yang ditambahi zat kimia tertentu untuk mencegah pertumbuhan mikroba lain (bersifat selektif). 3. sedangkan dalam keadaan dingin berbentuk padat. Kemudian dipanaskan dalam pemanas air supaya larutannya homogeny. misalnya yang dibuat dari kentang. Misalnya media yang mengandung Kristal violet pada kadar tertentu dapat mencegah pertumbuhan bakteri gram positif tanpa mempengaruhi pertumbuhan bakteri gram negative. Misalnya media daerah agar dapat digunakan untuk membedakan bakteri homolitik (pemecah darah) dan bakteri non hemolitik. Media selektif. Media cair yaitu media yang berbentuk cair 2. Yaitu media dengan susunan tertentu yang digunakan untuk pengujian vitamin. Media diperkaya. Media ini dapat berupa bahan organik alamiah. Media penguji. antibiotika dan lain sebagainya. Yaitu media untuk menentukan tipe pertumbuhan mikroba dan kemampuannya untuk mengadakan perubahan-perubahan kimia tertentu (Sutedjo. Vitamin asam-asam amino. misalnya media agar (Sutedjo. 5. (semi solid). Media diferensial. Yaitu media spesifik yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroba dalam suatu bahan.1996). Media untuk perhitungan jumlah mikroba. Yaitu media yang berbentuk padat. Cara pembuatan media Garis besar pembuatan media yang tersusun atas beberapa bahan adalah sebagai berikut : a. 6.1996). Yaitu media yang ditambahi zat kimia (bahan) tertentu yang menyebabkan suatu mikroba membentuk pertumbuhan atau mengadakan perubahan tertentu sehingga dapat dibedakan tipe-tipenya. wortel. Penggolongan media berdasarkan fungsinya 1. atau dapat juga berupa bahan anorganik misalnya silica gel 3.Penggolongan media berdasarkan sifat wujudnya 1. 2. . sehinggan dapat digunakan untuk menumbuhkan mikroba yang bersifat heterotrof. Media padat yang dapat dicairkan. yaitu yang apabila dalam keadaan panas berbentuk cair. dan lain-lain.

ion H+ dan OH.bikarbonat dan diinkubasi dibawah atmosfir yang mengandung CO2 dalam wadah tertutup (Schlagel. Hanya untuk keperluan tertentu masih digunakan gelatin. . pH meter atau dengan komparator blok. sari buah wortel. 1994). oleh sebab itu perubahan kadar yang kecil saja sudah menimbulkan pengaruh yang besar. d. kemudian dibungkus kertas sampul (kertas perkamen) supaya tidak basah sewaktu disterilkan. Untuk media agar atau gelatin penyaringan harus dilakukan dalam keadaan panas. Mengingat biaya. dekok rumput kering. c. Media biak kompleks. Untuk banyak mikroorganisme bertuntutan tinggi belum dikenal benar bahan-bahan makanan yang diperlukan. Erlenmeyer atau wadah lain yang bersih. sari buah prem. Untuk beberapa kelompok organisme lazim juga digunakan : rempah-rempah.adalah ion-ion yang paling mobil . kapas atau kain. (Schlagel. otolisat ragi. Diantara semua ion. air rendaman jagung atau ekstrak kedelei. Kadar ion hydrogen. (Schlegel. melaso. e.1996). dan sebagai penyaringan dapat digunakan kertas saring. Memasukkan media ke dalam tempat tertentu : sebelum disterilakan. pepton. 1994). Pengaturan pH media dapat dilakukan dengan penambahan asam atau basa (organik atau anorganik). santan dan untuk cendawan kupofil juga sari perasan tahi kuda. larun bak yang diperlukan untuk pertumbuhan mikroorganisme yang ototrof yang memfikasi CO2 biasanya ditambahi Na. 1994). Untuk membuat bak padat pada larutan bak cair di tambahkan bahan pemadat yang member konsistensi seperti selai pada larutan air. karena sudah mencair pada suhu 26-300 C dan banyak mikroorganisme mampu mencairkan gelatin. yang sebagai produk sisa tersedia dengan harga murah. Media bak seperti ini disebut media bak kompleks. Media biak dan persyaratan bagi pertumbuhan.b. Karbondioksida. Menentukan dan mengatur pH : penentuan pH media dapat dilakukan dengan menggunakan kertas pH. Media biak padat. seperti air didih. pada suhu 121◦ C selama 15-30 menit (Sutedjo. Sterilisasi : pada umumnya sterilisasi media dilakukan dengan uap panas di dalam autoclave. media dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Orang membiakkannya dalam larutan biak yang mengandung ekstrak ragi. atau ekstak daging. larutan-larutan baik tidak dibentuk dari senyawa-senyawa murni tetapi lebih disukai untuk menggunakan zat-zat kompleks. Menyaring : beberapa jenis media kadang-kadang perlu disaring.

Biak anaerob. Mikroorganisme menunjukkan perbedaan yang luas dari segi tuntutan keperluan akan kadar air (Schlagel.6C. Gula yang dipakai berupa 5C.1992). polisakarida. Aerasi untuk semua mikroorganisme aerob obligat. Untuk menumbuhkan jenis bakteri yang anaerob kuat penyingkiran O2 udara merupakan persyaratan yang amat perlu (Schlegel. sehingga keperluannya diberikan dalam bentuk garam. Nitrogen diperlukan sebagai bahan dasar untuk protein. glikogen. Suhu. Untuk pertumbuhan diperlukan zat hara. Memilih tuntutan mengenai suhhu inkubasi miroorganisme berbeda-beda prilakunya. Vitamin dan Faktor pertumbuhan : Berbagai vitamin yang diperlukan bakteri adalah thiamine. riboflavin. sukrosa. pati. oksigen merupakan akseptor electron yang sangat penting. Berbagai zat hara yang diperlukan adalah : Nitrogen : Pada umumnya bakteri tidak dapat langsung menggunakan N2 bebas dari udara.Kadar air dan tekanan osmotik. Untuk dapat menggunakan sumber karbon ini bakteri dapat menguraikannua menjadi molekul yang lebih kecil yang kemudian digunakan untuk bahan dasar protein. asam pantotenas biotin.1 Waktu dan Tempat . Dalam media bahan yang mengandung N ini berupa : NH4Cl –N inorganik NaNO3 Pepton –N organik Karbon : Sebagai sumber karbon digunakan bernagai gula. atau disakarida (laktosa. asam nikotinat. 1994). BAB III METODE KERJA 3. 1994) Zat hara yang ditambahkan ke dalam media. Vitamin ini berfungsi sebagai koenzim atau bagian lain dari bahan dasar sel (Hastowo. asam nukleat dan vitamin. dan maltose). lipida dan asam nukleat.

NaCl .Pipet volume .Indicator pH .Hot plate . Bertempat di Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman Samarinda.Autoclave .Pensil .Gelas kimia .Rak tabung reaksi .2.Wadah (mangkuk) . pada tanggal 16 Maret 2011 pukul 10.2.1 Alat-alat .Magnetic stirrer . 3.Ekstrak kentang .Gelas ukur .Timbangan (neraca) .Inkubator 3.2 Bahan-bahan .Dextrose .2 Alat dan Bahan 3.Gelas beker .Saringan .Agar-agar .Ekstrak daging .Erlenmeyer .Tabung reaksi .00 WITA.00-12.Praktikum kedua ini melakukan percobaan tentang media pertumbuhan mikroba yang dilaksanakan pada hari Rabu.Batang pengambil magnetic stirerr .Pepton .

3.5 gr dan agar-agar 3.3 Garam fisiologis Ditakar 150 ml aquades dengan labu takar .75 gr ke dalam Erlenmeyer 3.2 Media potato dextrose agar (PDA) 1.Chloramphenicol . Ditakar ekstrak kentang sebanyak 250 ml menggunakan gelas ukur 2. Ditutup mulut Erlenmeyer menggunakan alumunium foil.Karet gelang . Diukur kadar keasaman (pH) 5. Dipanaskan diatas hot plate hingga mendidih sambil diaduk dengan magnetic stirrer sampai larutan homogen 4. Dicampurkan ekstrak kentang 250 ml dengan dextrose 2. Ditakar ekstrak daging sebanyak 250 ml menggunakan gelas ukur 2. autoclave pada suhu 121oC dan tekanan 15 psi 3. Dimasukkan ke dalam 2 buah Erlenmeyer masing-masing sebanyak 125 ml 6.25 gr dan agar-agar 3.. Dilarutkan chloromphenicol dengan aquades sebanyak 10 ml ke dalam media ekstrak kentang 5.Alumunium foil .3.Aquades .Indikator pH / kertas lakmus 3. Ditutup mulut Erlenmeyer menggunakan alumunium foil 7. kemudian dibungkus dengan kertas 7. lalu dibiarkan beberapa saat 4.2 Cara Kerja 3. Dipanaskan diatas hot plate hingga mendidih sambil diaduk dengan menggunakan magnetic stirrer sampai homogen.75 gr kedalam Erlenmeyer 3. Dihomogenkan kemudian diukur kadar keasamannya (pH) 6. Dimasukkan ke dalam autoclave untuk disterilkan beserta alat-alat yang akan digunakan.Kertas . Dicampurkan ekstrak daging 250 ml dengan pepton sebanyak 1.1 Media nutrient agar (NA) 1. Dimasukkan ke dalam autoclave untuk disterilokan beserta alat-alat yang akan digunakan. autoclave pada suhu 121oC dan tekanan 15 psi 3.3.

01.- Dicampurkan 1. Media Keterangan . autoclave pada suhu 121oC dan tekanan 15 psi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.75 gr pH = 7 4. berwarna kuning.1 Tabel hasi pengamatan media pertumbuhan bakteri No. Setelah pemanasan warna media agak cokelat Komposisi : kaldu daging 250 ml. kemudian dibungkus dengan kertas Dimasukkan ke dalam autoclave untuk disterikan beserta alat-alat yang akan digunakan.275 gr NaCl dengan 150 ml aqudes kedalam Erlenmeyer Dihogenkan menggunakan magnetic stirrer Dimasukkan ke dalam tabung reaksi masing-masing 9 ml Ditutup mulut tabung reaksi menggunakan alumunium foil . Media Keterangan Warna awal pengamatan.1.25 gr.1.1 Hasil pengamatan 4. dan agar 3. pepton 1.2 Tabel hasil pengamatan media pertumbuhan jamur No.

dan agar berguna untuk mendapatkan media PDA. dan penghasil nitrogen. . Dengan menggunakan bermacam-macam media dapat dilakukan isolasi.5 gr. NA adalah nutrient agar. sebelum proses pemanasan berwarna keruh.02. wadah yang digunakan adalah Erlenmeyer. setelah itu diuku pHnya. dan agar 3. dextrose 2. Pepton sebagai sumber protein. - Warna awal pengamatan.75 gr. dan senyawa karbon. karbohidrat. Dextrose sebagai sumber gula dan energy.25 gr dan agar 3. pengujian sifat-sifat fisiologis dan perhitungan juimlah mikroba (schlegel.9 4. perbanyakan. Tujuan dalam pembuatan media untuk wadah membiakkan mikroba. lalu dicampurkan dengan pepton sebanyak 1. setelah pemanasan warna media agak cokelat muda - Komposisi : kaldu kentang 250 ml. vitamin. sesuai standarisasinya.1994).75 gr. ditambah chloromphenicol - pH = 5. Dipanaskan diatas hot plate hingga mendidih.3 Pembahasan Pada media NA digunakan ekstrak daging karena daging sebagai sumber vitamin B. Pembuatan media nutrient agar (NA) berasal dari bahan ekstrak daging sebanyak 250 ml. Campuran ini selama dipanaskan juga diaduk menggunakan magnetic stirrer. Pada media PDA (potato dextrose agar) digunakan ekstrak kentang karena kentang sebagai sumber karbon (karbohidrat). mengandung nitrogen organik. Dan diberi agar sebanyak pemadat media NA. sehingga mikroba dapat tumbuh baik dalam suatu media yang telah dibuat. Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat hara (nutrient) yang berguna untuk membiakkan mikroba. dan energy.

Menggunakan sstirer agar larutan menjadi larutan homogen.didapatkan pada awal pengamatan. ekstrak daging 250 ml. BAB V PENUTUP 5. Pada pembuatan media NA. Didapatkan pada awal pengamatan. Sehingga tidak harus diberi tambahan NaCl. pH yang ada pada NA sudah sesuai dengan standarisasi pH 6. pH NA adalah 7. tidak terkontaminasi terhadap mikroorganisme yang ada diluar.1 Kesimpulan .0 .8-7. Faktor kesalahan terjadi apabila pada saat pemanasan diatas hot plate tidak hati-hati sehingga air mendidih dan berhamburan keluar dari Erlenmeyer. kemudian diukur keasamannya didapatkan pH 5. setelah dilakukan pemanasan didapatkan hasil warna media agak cokelat muda.Chloromphrnicol adalah antibiotik yang diberikan pada media yang berfungsi untuk membunuh mikroba-mikroba yang tidak diinginkan supaya mikroba yang akan kita buat tidak terganggu atau dengan kata lain agar media tidak terkontaminasi (Sutedjo. ini berfungsi untuk membunuh semua mikroorganisme yang terdapat dalam larutan.75 gr ditambah chloramphenicol. dan diukur keasamannya (pH). Kemudian pada pembuatan media potato dextrose agar dengan menggunakan bahan dasar ekstrak kentang 250 ml.85%. Pada pembuatan larutan garam fisiologis aquades dan NaCl ditakar untuki membuat larutan NaCl 0. dan agar 3. dicampurkan pepton 1. Mulut tabung reaksi ditutup dengan menggunakan alumunium foil dan dibungkus dengan kertas.9.5 gr. sebelum proses pemanasan berwarna keruh. Menutup mulut Erlenmeyer dengan alumunium foil agar tidak ada mikroorganisme yang masuk. ditambah dextrose 2. dilakukan ini berfungsi untuk media tetap steril.1996). Dalam melakukan percobaan dilakukan beberapa perlakuan yaitu menakar ekstrak kentang dan daging agar sesuai dengan komposisi yang ada. dan agar 3. Setelah pemanasan didapatkan hasil warna media agak cokelat.75 gr. larutan distirer supaya larutan aquades dan NaCl tercampur. Kemudian larutan disteril menggunakan autoclave. berwarna kuning. Memanaskan atau autoclave larutan agar mikroorganisme yang lain mati.25 gr.

pada saat pemanasan menggunakan hot plate harus diperhatikan agar tidak terjadi air mendidih dan bertumpahan keluar. .25 gr dan agar 3.Dari praktikum pada media pertumbuhan mikroba dapat disimpulkan bahwa : Fungsi medium (NA) berdasrkan susunan kimianya merupakan medium non sintetik atau semi ilmiah. (PDA) termasuk media padat.75 gr. berdasarkan konsistennya merupakan medium padat. dilakukan dengan berhati-hati.75 pada pembuatan media ini ditambahkan pepton agar mikroba cepat tumbuh karena mengandung N2 Pembuatan medium (PDA) menggunakan bahan utama ekstrak kentang 250 ml dengan komposisi dextrose 2. Pada media ini ditambahkan chlorainphericol sebagai antibiotik sehingga mikroba yang tidak digunakan tidak tumbuh. 5.2 Saran Sebaiknya pada saat praktikum.5 gr dan agar 3. untuk menumbuhkan bakteri. Pembuatan media (NA) menggunakan bahan utama ekstrak daging 250 ml dengan komposisi pepton sebanyak 1. berdasarkan susunan kimianya termasuk sintetik untuk menumbuhkan jamur.

hal ini tergantung pemilihan statistik sampel acak dari keseluruhan lot.1%) dan 20 unit disampel secara acak dari 1000 unit. Konsentrasi kontaminan mikroba mungkin saja terlalu rendah untuk terdeteksi selama periode inkubasi atau dapat saja tidak cukup berkembang cukup cepat atau tidak sama sekali karena ketidakcukupan media dan inkubasi. seperti bebas dari mikroorganisme. Ini adalah uji yang dekstruktif. hanya 2% peluang dari yang unit yang terkontaminasi akan dipilih sebagai bagian 20 wakil sampel dari keseluruhan 1000 unit. pertimbangan sterilitas bersandar pada uji sterilitas lengkap yang resmi. syarat sterilitas adalah nilai yang mutlak. Secara historis. Batasan yang paling nyata adalah sifat dasar dari uji sterilitas.Laporan Mikrobiologi 'pengujian sterilitas' BAB I PENDAHULUAN I. tujuan utama pembuatan sediaan steril adalah mutlak tidak adanya kontaminasi mikroba. Jika perkembangan mikroba terdeteksi dalam uji sterilitas. bagaimanapun.02. bebas dari partikulat dan standar yang sangat tinggi dalam hal kemurnian dan kualitas. sehingga.2 Tujuan percobaan Menguji sterilitas sediaan obat dan alat kesehatan BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sediaan steril memiliki beberapa sifat bentuk takaran yang unik. Sebuah sediaan baik steril maupun non steril. bebas dari pirogen. Jika diketahui bahwa satu unit dari 1000 unit terkontaminasi (yakni. maka hal ini dapat mencerminkan pembacaan positif yang salah (false-positive reading) karena masalah kontaminasi aksidental dari media kultur pada saat uji sterilitas berlangsung. Tidak seperti syarat banyak sediaan yang lain. Ketidakpastian akan selalu ada selama sampel secara tegas mewakili keseluruhan. kemungkinan unit yang terkontaminasi dari 20 sampel itu adalah 0. Masalah . kemungkinan uji sterilitas akan gagal masih ada untuk mendeteksi kontaminasi.1 Prinsip Percobaan Uji Sterilitas berdasarkan ketentuan Farmakope Indonesia IV I. angka kontaminasi = 0. Dengan kata lain. namun sediaan akhir pengujian sterilitas mengalami banyak batasan. Bahkan jika unit yang terkontaminasi satu dari 20 sampel dipilih untuk uji sterilitas.

cairan menguap. Arti yang lebih besar harus ditempatkan pada validasi proses semua sistem yang terlibat dalam produksi hasil akhir. Cair. Titik utama yang ditekankan pada pedoman adalah ketidakcukupan kepercayaan dari uji sterilitas sediaan akhir dalam memastikan sterilitas dari kumpulan sediaan parenteral steril. kemudian didinginkan sampai -60oC untuk pembekuan. Untuk memberikan jaminan yang lebih luas dan mendukung hasil dari uji sterilitas sediaan akhir. misal salep mata. Selanutnya dilakukan sublimasi (dengan pengurangan tekanan secra bertahap). Direct inoculation of culture medium Meliputi pengujian langsung dari sampel dalam media pertumbuhan. 3. yaitu obat kering yang disuspensikan bila akan digunakan. 2. Sediaan steril dapat berwujud: 1. misal injeksi. Salah satu tujuan validasi pada pembuatan sediaan steril adalah untuk meminimalkan ketidakpercayaan terhadap pengujian produk akhir. Food and Drug Administration (FDA) menerbitkan pedoman mengenai prinsip umum dari proses validasi. Tiga prinsip yang terlibat dalam proses validasi sediaan steril adalah : 1. Cara pembuatannya yaitu dengaa liofilisasi pada suhu rendah dengan pengeringan steril. Padat steril merupakan obat steril merupakan obat untuk injeksi. Konsep umum dan elemen kunci dari proses validasi yang betul-betul dapat diterima oleh FDA telah diuraikan. Menurut British Farmakope: . Batasan-batasan utama ini menunjukkan bahwa kepercayaan pada pengujian sterilitas produk akhir saja dalam memastikan sterilitas sediaan parenteral dapat mengarahkan kepada hasil yang keliru. Karena ampisilin tidak stabil dalam cairan. Untuk menunjukkan tingkat kemungkinan maksimum yang pasti dimana proses dan metode sterilisasi memiliki sterilisasi yang terpercaya terhadap semua unit dari batch sediaan. Contoh: sodium ampisilin. maka dibuat padat. Untuk membuat sterilitas kedalam sediaan 2. Validasi sediaan steril pada konteks bab ini akan merujuk pada konfirmasi bahwa sebuah produk telah terekspos proses pembuatan dan khususnya metode sterilisasi yang sesuai menghasilkan batch sediaan yang diketahui memiliki derajat nonsteril. Semi padat.  kontaminasi aksidental adalah hal serius. sodium ampisilin padat tertinggal. 3. Ada beberapa metode Uji sterilitas 1. merupakan batasan yang masih tidak dapat dihindari dari uji sterilitas.

sedang fungi 20-25oC. Filter lalu ditanam dalam media. Introduction od concentrate culture medium Medium yang pekat langsung dimasukkan dalam wadah sampel yang akan ditumbuhkan. 1 pipet media steril. Memutar cawan diatas meja hingga homogen dan dilakukan pra-inkubasi pada suhu kamar selama 30 menit 5. hanya dipakai bila ada kecurigaan akan adanya bakteri.tetes mata). Masa inkubasi 7-14 hari karena mungkin organisme perlu adaptasi dulu. Soya bean casein digest medium Media ini membantu pertumbuhan bakteri anaerob dan fungsi. Suhu inkubasi 30-35oC. b. BAB III PROSEDUR PERCOBAAN III. Pipet @ 1 ml sediaan uji. Disiapkan sediaan cair yang akan diuji kesterilannya (injeksi. meliputi filtrasi cairan melalui membran steril. Cawan NA diinkubasi pada suhu 35-370C dan cawan SDA pada 20-250C.1 Sediaan Air 1.a. media NA dan SDA. dicatat perubahan yang terjadi . Pengamatan dilakukan dengan teliti. 1 pipet steril 1 ml. 3. 3. media tioglikolat cair yang mengandung glukosa dan Na Tioglikolat cocok untuk pembiakan aerob. Membran filtrasi Teknik yang banyak direkomendasikan farmakope. selama 4 hari 6. Tidak banyak digunakan. dimasukkan kedalam 2 cawan petri Cawan 1 ditambahkan dengan 15 ml media NA dan cawan-2 dengan 15 ml SDA 4. 2. 2 cawan petri. 2. Suhu inkubasi 30-35oC.

Pemotongan benang dilakukan dengan aseptis juga 6. media NA pada suhu 35-370C dan cawan SDA pada 20-250C 7. benang bedah steril 2 cm. kasa steril (ukuran 2 cm). pinset. 1 media pelat SDA. gunting 2. Keduanya diinkubasi selama 4 hari. Pengamatan dilakukan dengan teliti. terdapat sedikit pertumbuhan bakteri berwarna putih . Disiapkan 1 media pelat NA. Dikedua sisi media NA dan SDA diletakkan potongan benang bedah dengan ukuran @2 cm. 1 potongan kasa steril diletakan disalah satu area media NA.2 Sediaan Padat 1. belum terjadi pertumbuhan bakteri. Injeksi Setelah diinkubasi pada suhu 35370C selama 4 hari. dicatat perubahan yang terjadi BAB IV HASIL PERCOBAAN Media NA Hasil Percobaan Pengamatan Injeksi Pengamatan hari pertama setelah diinkubasi pada suhu 35-370C selama 24 jam. juga diatas media SDA 5. kemudian kasa steril dijepit dan digunting dengan ukuran seperti diatas. Dilakukan ‘flambir’ terhadap gunting dan pinset. Membagi media pelat menjadi 2 bagian area dengan cara mebarik garis batas pada dasar cawan petri dengan spidol marker 3. disiapkan 2 potong kasa 4.III.

sedikit . terdapat banyak pertumbuhan khamir. belum terjadi pertumbuhan bakteri. terdapat sedikit pertumbuhan bakteri berwarna putih agak kuning pada bagian kasa yang steril maupun tidak steril Media SDA Hasil Percobaan Keterangan Injeksi Setelah diinkubasi pada suhu 20-250C selama 4 hari. terdapat banyak pertumbuhan bakteri berwarna putih dan kuning. belum terjadi pertumbuhan bakteri. Kasa Setelah diinkubasi pada suhu 35370C selama 4 hari.Salep Pengamatan hari pertama setelah diinkubasi pada suhu 35-370C selama 24 jam. berbentuk bulat putih berukuran sangat kecil. Salep Setelah diinkubasi pada suhu 35370C selama 4 hari. berkoloni lebih dari 5 Kasa Pengamatan hari pertama setelah diinkubasi pada suhu 35-370C selama 24 jam.

. Pada media NA setelah 24 jam dilakukan inkubasi pada suhu 35-370C tidak terlihat adanya pertumbuhan koloni bakteri. terdapat pertumbuhan koloni kapang dan khamir berwarna hitam dan putih. sedikit berlendir Kasa Setelah diinkubasi pada suhu 20-250C selama 4 hari .berlendir Salep Setelah diinkubasi pada suhu 20-250C selama 4 hari. sedikit berlendir dan berspora pada kasa tidak steril dan steril BAB V PEMBAHASAN Sediaan obat dan alat kesehatan seharusnya bersifat steril. Kemungkinan yang kedua adalah cairan injeksi. Standar ini dibuat dengan tujuan agar tidak terjadi infeksi pada pasien yang menggunakan sediaan obat maupun alat kesehatan tersebut akibat kontaminasi bakteri patogen. pertama mungkin karena kelompok kami bekerja kurang aseptis sehingga bakteri dari luar dapat masuk. salep dan kasa yang dijadikan sampel sudah terkontaminasi bakteri atau tidak steril. sediaan salep dan kasa yang steril dan tidak steril pada media NA dan SDA. terdapat sedikit pertumbuhan khamir. bebas dari kuman terutama sediaan obat yang langsung kontak dengan mukosa atau langsung masuk ke aliran darah seperti injeksi. Namun ketika inkubasi dilakukan sampai hari ke-4 ternyata positif terjadi pertumbuhan bakteri pada semua cawan. berbentuk bulat putih berukuran kecil. cairan infuse dan salep mata. Pada percobaan ini kelompok kami melakukan percobaan pada cairan injeksi. Hal ini disebabkan 2 kemungkinan. tetes mata. Demikian juga dengan alat-alat kesehatan seperti kasa dan benang bedah.

BAB VI KESIMPULAN     Sterilisasi adalah suatu proses penghancuran secara lengkap semua mikroba hidup dan spora-sporanya. Dapat kami simpulkan bahwa pengujian sterilitas injeksi.Dasar-Dasar Mikrobiologi .”Dasar -dasar Mikrobiologi Terjemahan.C. Penyebabnya hampir sama dengan pertumbuhan bakteri pada media NA.shvoong.Pelczar (1986). Ini menunjukan adanya pertumbuhan koloni kapang dan khamir. DAFTAR PUSTAKA E..F. Jr. Jakarta.Mikrobiologi Dasar .A. Ketelitian saat percobaan sangat penting karena jika pekerjaan yang kita lakukan tidak aseptis sangat rentan terkontaminasi mikroba Pada percobaan kami positif pada larutan injeksi. M. salep dan kassa terjadi pertumbuhan mikroba. Penyebabnya antara lain: kontaminasi mikroba dari udara saat membuka cawan petri. bakteri patogen non patogen baik yang vegetatif maupun non vegetatif. Erlangga : Jakarta o Dwidjoseputro. salep dan kasa yang kami lakukan positif terjadi pertumbuhan mikroba ini menunjukan bahwa ketiga sediaan tersebut tidak steril. Michael. saat penuangan media atau disebabkan pekerjaan kelompok kami yang kurang aseptis atau dari sediaan tersebut yang sejak awal pembuatannya memang sudah tidak steril atau sudah terkontaminasi mikroba. o Volk. D.com/exact-sciences/biology/1639454-pengantar-mikrobiologiumum/ o . Sediaan steril harus bebas dari jasad renik. Chan. 1990..S. maka ketiga sediaan tersebut tidak steril. dan Wheeler. Djambatan : Malang. o http://id. W. J. 1998.University of Indonesia”.Pada media SDA setelah diinkubasi selama 4 hari pada suhu 20-250C atau suhu ruangan secara makroskopis terlihat adanya spora dan berlendir.

Bagian 1 Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling) Bagian 2 Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Teknik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ? MEDIA PERTUMBUHAN MIKROORGANISME (bagian 1) Media pertumbuhan : . Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 2) Bab 2.PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR Teori dan Metodenya (revisi)        Pendahuluan dan Daftar Isi Bab 1. Sterilisasi (bagian 2) ARTIKEL MIKROBIOLOGI                            Hubungan antara MPN dan CFU Homogenisasi sampel : blender atau stomacher ? Menghitung koloni secara otomatis menggunakan software OpenCFU Pengujian Kualitas Media Padat Menggunakan Metode Goresan (Ekometri) Prosedur Perhitungan Coliform. Fecal Coliform dan E. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 1) Bab 1. Media Pertumbuhan Mikroorganisme (bagian 2) Bab 3. coli Menggunakan Metode MPN Diagram Alur Menghitung Koloni Saran Teknis Metode Plate Count untuk Pemula Bagaimana Menentukan Aman atau Tidaknya Suatu Bahan Pangan dari Mikroorganisme ? Indikator Mikrobiologis Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 1 Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 2 Tabel MPN 3 seri dan 5 seri tabung Tabel MPN 10 seri tabung Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling). Sterilisasi (bagian 1) Bab 3. Media Pertumbuhan Mikroorganisme (bagian 1) Bab 2.

Nama-nama media c.Berdasarkan kandungan bahan Media sintetik .a. Pengertian dan Fungsi media b.Komposisi media pertumbuhan Agar Peptone Meat / plant extract Faktor tumbuh Komponen selektif Komponen diferensial pH buffer d.Berdasarkan sifat fisik Solid media Liquid media Semisolid media 2. Bahan-bahan media pertumbuhan 1.Sumber nutrisi atau zat makanan Sumber karbon Sumber hidrogen Sumber nitrogen Sumber oksigen Sumber fosfat Sumber unsur sekelumit (trace element) 2. Macam-macam media pertumbuhan 1.

Dengan adanya media pertumbuhan dapat dilakukan isolasi mikroorganisme menjadi kultur tunggal dan juga memanipulasi mikroorganisme yang didapatkan untuk kepentingan tertentu.Media non sintetik Media semi sintetik 3. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi yang disediakan dari media berupa molekul-molekul yang selanjutnya dirakit untuk menyusun komponen sel dan memperbanyak diri sehingga sel-sel tersebut dapat dimanfaatkan. Penanganan commercial dehydrated media. (2004:4) kultur media adalah substansi dengan kadar tertentu dalam bentuk cair. .Berdasarkan tujuan e. Referensi Media pertumbuhan : a. Sedangkan menurut Andrews et al. g. Hal-hal penting dalam pembuatan media Bahan baku air Penimbangan media pertumbuhan Konsentrasi agar dan proses pelarutan agar Ketebalan agar dan luas cawan yang digunakan Pengaturan pH Proses sterilisasi Pencairan kembali media agar Penuangan media ke dalam cawan atau tabung Pemyimpanan media jadi Perlakuan untuk media kultivasi anaerob f. Pengertian dan fungsi media Medium (jamak : media) pertumbuhan adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Ilustrasi pembuatan media h.

lemak. misalnya Bacillus stearothermophilus Broth (Atlas. c. modified bukan Modified TSA. Mg. Sumber nitrogen . Media yang tidak memiliki nama formal umumnya dinamai berdasarkan organisme yang ditargetkan. N. misalnya TSA adalah singkatan dari Trypticase™ Soy Agar. Misalnya Trypticase™ Soy Agar diproduksi oleh BBL (BD Diagnostic Systems).setengah padat atau padat yang mengandung bahan alami dan atau buatan untuk mendukung perkembangbiakan mikroorganisme. 2010:1). Jika seseorang memodifikasi komposisi media yang telah ada (memiliki nama asli). glukosa. Banyak media juga dikenal sebagai akronim. Bahan-bahan media pertumbuhan 1. Na. Tryptone Soy Agar diproduksi oleh Oxoid Unipath. Bahan organik inilah yang menjadi sumber karbon utama untuk mikroorganisme heterotrof yang umum dikultivasi. dan Fe.Sumber nutrisi atau zat makanan Analisa dari komposisi kandungan unsur sel mikroorganisme menunjukkan lebih dari 95% dari berat kering terdiri dari unsur utama (major elements) yaitu unsur C. S. Berikut adalah sumber nutrisi media. H. dan Tryptic Soy Agar produced diproduksi Difco (BD Diagnostic Systems) yang semuanya memiliki komposisi yang sama. dll. protein yang terdapat pada pepton. Terdapat juga media dengan komposisi yang sama tetapi memiliki nama yang berbeda karena diproduksi oleh perusahaan yang berbeda. Sumber karbon Molekul organik umumnya mengandung karbon sebagai tulang punggungnya seperti karbohidrat. Nama-nama media Media pertumbuhan memiliki banyak nama yang umumnya mengacu kepada nama asli sesuai literatur. maka istilah “ modified” diletakkan setelah nama media. K. Misalnya TSA. P. Jika suatu jenis mikroorganisme ingin ditumbuhkan dalam cawan petri atau tabung maka harus dipenuhi kebutuhan unsur tersebut dari molekul organik yang terdapat pada media. b. O. Ca. Komposisi setiap bahan pada media tertentu terhadap mikroorganisme target menggambarkan kondisi nutrisi pada habitat aslinya karena pada keadaan itulah mikroorganisme tersebut optimal tumbuh.

Cu dll.Sumber nitrogen mencakup asam amino. Agar bukan sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme namun fungsinya lebih bersifat mekanis yaitu memadatkan media cair sehingga sel tidak larut dalam cairan. protein atau senyawa bernitrogen lain yang terkandung pada peptone. Co.Komposisi media pertumbuhan Formulasi media pertumbuhan prinsipnya hampir sama dengan resep masakan di dapur yang setiap bahan bakunya diatur dengan takaran tertentu. 2002:98). Struktur agar terdiri dari D- .) dapat diperoleh dari akuades atau peralatan gelas. Namun hampir semua mikroorganisme dapat memanfaatkan fosfat anorganik yang ditambahkan langsung pada media seperti potassium phosphate. (Prescott & Harley. Sumber fosfat Sumber fosfat organik seperti beberapa protein. 2002:96). Sejumlah mikroba juga dapat menggunakan sumber N anorganik seperti urea. atau tryptose. 2. Mn. meat extract. Oleh karena itu aerasi pada kultur cair dapat meningkatkan pasokan oksigen kepada mikroorganisme. unsur mikronutrien (Zn. Mo. Sumber unsur sekelumit (mikronutrient/trace element) Pada lingkup media pada cawan petri. Sumber oksigen Untuk mikroorganisme heterotrof yang dikulturkan pada cawan. sebagian besar oksigen didapatkan langsung dari udara sedangkan mikroorganisme yang dikultur pada media cair sumber oksigen berasal dari oksigen yang terlarut air. Ni. Agar Agar adalah bahan yang paling umum digunakan sebagai gelling agent pada media yang terbuat dari ekstrak alga. kofaktor atau ATP yang dapat dijumpai pada bahan yeast extract atau pepton. sodium phosphate dll. Fungsi mikronutrien ini umumnya menjadi bagian dari enzim atau kofaktor untuk menjadi katalis reaksi atau menjaga struktur protein. Oleh karena itu pembuktian kebutuhan unsur mikronutrien sangat sulit dilakukan dalam skala laboratorium karena setiap jenis mikroorganisme membutuhkannya dalam jumlah yang sangat sedikit (Prescott & Harley. Berikut adalah beberapa bahan-bahan yang umum dipakai dalam pembuatan media pertumbuhan menurut Atlas (2010:1-8).

dan beberapa pewarna (eosin. asam amino. asam lemak dan nutrisi dari darah. 3. selenite. dan Methylene Blue) umumnya dipakai sebagai bahan selektif. Agar cocok menjadi agen pemadat karena setelah dilarutkan pada suhu mendidih dapat didinginkan sampai 40-42°C sebelum memadat dan tidak akan mencair lagi sebelum suhu mencapai 80-90°C. sodium chloride (konsentrasi tinggi). tellurite.galactose. Beberapa diantaranya adalah vitamin. chloramphenicol. colistin. sodium lauryl sulfate. nalidixic acid. diantaranya adalah ampicillin. Bile salts (garam empedu). Pencairan dan pemadatan berkali-kali atau sterilisasi yang terlalu lama dapat menurunkan kekuatan agar. Umumnya agar terbuat dari ganggang merah. terutama pada pH yang asam. Komponen selektif Suatu bahan yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme non target disebut komponen selektif. Meat / plant extract Ekstrak dagung dan tumbuhan mengandung asam amino. Komponen diferensial . gentamicin. Casein banyak digunakan sebagai substrat pembentuk peptone. Bahan antimikroba juga dapat digunakan untuk menekan pertumbuhan bakteri tertentu. sulfadiazine. tetra-hionate. Komponen selektif dipakai pada media selektif yang berguna untuk mengisolasi bakteri spesifik dari populasi campuran. karbohidrat. Crystal Violet. Faktor tumbuh Banyak mikroorganisme yang membutuhkan faktor tumbuh spesifik yang harus ada dalam media pertumbuhannya. cycloheximide. dan D-glucuronic acid. peptida dengan berat molekul rendah. vitamin.6-anhydro-L-galactose. azide. Ekstrak jaringan hewan mengandung lebih banyak bahan protein larut air dan glikogen sedangkan ekstrak tumbuhan lebih banyak terdapat karbohidrat di dalamnya. phenylethanol. mineral dan trace metals. dan vancomycin. kanamycin. tetapi beberapa bahan lain seperti soybean meal juga sering digunakan. Peptone Peptone adalah hasil hidrolisis protein yang dibentuk dari proses enzimatik atau digesti asam.

Media padat berguna untuk menjaga sel tidak berpindah tempat sehingga akan mudah dihitung dan dipisahkan jenisnya ketika tumbuh menjadi koloni. d. Semisolid media Medium setengah padat yaitu media yang mengandung agar 0.4% sehingga menjadi sedikit kenyal. pH buffer / buffer salts pH buffer digunakan untuk menjaga pH media selama digunakan untuk tumbuh karena beberapa mikroorganisme akan tumbuh optimal pada kisaran pH yang spesifik.Berdasarkan sifat fisik Solid media Medium padat yaitu media yang mengandung agar 15g/L sehingga setelah dingin media menjadi padat. Bahan lainnya berupa pewarna kromogenik yang mampu berubah warna jika suatu reaksi enzim spesifik terjadi. tidak padat dan tidak begitu cair. Bahan diferensial seperti pH indikator akan membuat koloni target berbeda warna karena memproduksi asam. Macam-macam media pertumbuhan 1. komponen diferensial ini tidak menekan pertumbuhan mikroorganisme tertentu namun sebagai bahan untuk memudahkan pembedaan mikroorganisme target dari populasi campurannya (deteksi visual). Misalnya bakteri yang tumbuh pada media NfB (Nitrogen free Bromthymol Blue) semisolid akan . LB (Lactose Broth). Media padat juga menampakkan difusi hasil metabolit bakteri sehingga memudahkan dalam pengujian suatu hasil metabolit. Dapat juga untuk mengetahui karakter suatu mikroba berdasarkan kebutuhan oksigen. Liquid media Medium cair yaitu media yang tidak mengandung agar.Berbeda dengan komponen selektif. contohnya adalah NB (Nutrient Broth). Medium cair akan memberi kesempatan bakteri untuk menyebar dan tercampur dengan seluruh nutrisi sehingga lebih cocok untuk mengoptimumkan pertumbuhan mikroba.3-0. Media semi solid dibuat dengan tujuan supaya pertumbuhan mikroba dapat menyebar ke seluruh media tetapi tidak mengalami percampuran sempurna jika tergoyang.

Berikut contoh komposisi media sintetik : BG–11 Medium for Cyanobacteria (g/liter) -Agar 10. Media sintetik digunakan dalam penelitian mengenai uji metabolisme suatu mikroorganisme. Seringkali satu jenis media kompleks dapat cukup .02g -Citric acid 6.0 mg -Trace metal mix A5 1.Berdasarkan kandungan bahan Media sintetik / media terdefinisi (synthetic media / defined media) Media sintetik adalah media yang seluruh komposisinya diketahui.0 mg -EDTA disodium salt 1. jika media ini cair maka cincin ini dapat dengan mudah hancur.0 mg -Ferric ammonium citrate 6.036g -Na2CO3 0. 2. 2002:105).04g -CaCl2·2H2O 0.075g K -H2PO4 0.5g -MgSO4·7H2O 0. Semisolid juga bertujuan untuk mencegah/menekan difusi oksigen. kondisi anaerob atau sedikit oksigen meningkatkan metabolisme nitrat tetapi bakteri ini juga diharuskan tumbuh merata diseluruh media. Media kompleks seringkali dibutuhkan karena kebutuhan nutrisi dari beberapa bakteri tidak diketahui sehingga media sintetik tidak dapat dibuat untuk keperluan ini.0 mL Media kompleks (complex media) Media kompleks adalah media yang sebagian komposisinya tidak diketahui dengan pasti.membentuk cincin hijau kebiruan di bawah permukaan media. misalnya pada media Nitrate Broth. Banyak jenis mikroorganisme kemoorganotrof heterotrof dapat tumbuh pada media sintetik dengan glukosa sebagai sumber karbon dan ammonium salt sebagai sumber nitrogen (Prescott et al.0g -NaNO3 1.

Media pengkaya (enrichment media) Media pengkaya termasuk media selektif namun lebih berfungsi untuk memperbanyak mikroba target sehingga saat dilakukan pengkulturan. Media untuk karakterisasi bakteri Umumnya mengandung nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan ditambah substrat yang akan diuji penggunaannya. coli. aureus. 3.kaya untuk memenuhi kebutuhan banyak jenis bakteri.Berdasarkan tujuan Berikut adalah pembagian media berdasarkan tujuan menurut Barrow & Feltham (1993:8-9) : Media isolasi Media isolasi adalah media umum yang digunakan untuk mengisolasi suatu mikroba menjadi kultur murni. media ini dapat mengandung bahan yang tidak diketahui pasti komposisinya seperti peptone. Media selektif (selective or inhibitory media) Berfungsi untuk menumbuhkan mikroba target / yang diinginkan dan menekan pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan (background flora). misalnya Blood agar atau Chocolate agar. Media ini berfungsi untuk mendeteksi dan mengidentifikasi kebutuhan suatu substrat dari bakteri (yang tidak diketahui kebutuhan nutrisinya) dengan menghilangkan atau mensubtitusi komponen suatu substrat. meat extract dan yeast extract. Media pengkaya harus dalam bentuk cair dan digunakan di awal tahap analisa. Baird parker untuk isolasi S. misalnya Nutrient agar. Media ini tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari namun lebih untuk keperluan penelitian. genus atau spesiesnya. tryptic soy broth dan MacConkey agar (Prescott et al. Contoh media kompleks adalah nutrient broth. Umumnya media selektif menseleksi mikroba target berdasarkan kelompok. 2002:105). Media untuk penentuan kebutuhan nutrisi / kemampuan penggunaan substrat. misalnya EMB agar untuk menseleksi E. . Biasanya mengandung semua kebutuhan untuk tumbuh. Reagen atau indikator tertentu dapat juga ditambahkan untuk mengetahui hasil reaksi. Sebagai contoh sederhananya adalah Koser Citrate untuk mendeteksi penggunaan citrate sebagai sumber karbon tunggal. mikroba yang tidak diinginkan tidak dalam jumlah besar. Media untuk peremajaan kultur (maintenance of cultures) Media peremajaan kultur seharusnya tidak begitu kaya nutrisi sehingga mempercepat pertumbuhan.

Media dasar tanpa nutrisi (non-nutrient basal media) Berfungsi untuk berbagai keperluan pendukung pertumbuhan mikroba seperti pelapisan Chitin agar menggunakan media chitin yang dilarutkan pada Salt agar. asam amino dan antibiotik Media ini memerlukan pengontrolan ketat pada saat preparasinya untuk memastikan kemurniannya. Media uji mikrobiologi untuk vitamin. Sedangkan media untuk uji antibiotik tidak begitu membutuhkan kepastian kemurnian media karena nutrisi asing tidak berpengaruh kepada hasil uji.Media skrining (screening media) Media ini diperuntukkan untuk menggambarkan sekilas reaksi yang diperoleh dari beberapa substrat seperti produksi H2S pada TSI oleh enterobacteria. Penggunaan cawan kotor dimungkinkan akan menyediakan nutrisi sehingga hasil uji menjadi rancu. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful