P. 1
struktur batuan beku, skala wenworth, identifikasi batuan beku, macam-macam batuan beku

struktur batuan beku, skala wenworth, identifikasi batuan beku, macam-macam batuan beku

|Views: 295|Likes:

More info:

Published by: Hamanda Tiara Emanuella on May 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/05/2015

pdf

text

original

STRUKTUR BATUAN SEDIMEN

Dari pembahasan mengenai batuan sediment, kita akan mendapat banyak istilah, terutama tentang struktur sedimen diantaranya: 1. Ripple Mark Ripple mark merupakan salah satu struktur sedimen yang terbentuk akibat aktivitas erosional. Pengertian ripple itu sendiri adalah suatu bentukan struktur yang menunjukkan adanya undulasi berjarak teratur pada permukaan pasir atau pada permukaan perlapisan batupasir. Perkembangan dari struktur ini adalah cross lamination, yang merupakan pola struktur laminasi internal yang berkembang saat migrasi dari struktur ripple. Pembentukan struktur ripple ini berasal dari adanya suatu arus, misalnya arus angin yang membawa material-material pasir sebagai material transport kemudian dengan mekanisme pergerakan arus yang khas mengendapkan material transport tadi pada front side-suatu-ripple. Intinya Ripple mark berbentuk gelombang karena disebabkan oleh arus. Ripple mark dapat dipergunakan dalam penentuan arah arus dan penentuan top and bottom.

Gambar: Kenampakan Ripple Mark di alam (klik gambar untuk lebih jelasnya) 2. Cross Bedding Dalam geologi, cross-bedding cenderung mengacu pada struktur sedimen di unit horizontal batu. Struktur miring ini adalah merupakan deposito dari bedforms seperti riak dan bukit pasir, dan mereka menunjukkan bahwa lingkungan depositional berisi fluida yang mengalir (biasanya, air atau angin). Singkatnya Cross Bedding (Current Bedding) dapat diartikan dengan perlapisan/batuan saling potong memotong satu dengan yang lainnya. Cross Bedding dapat dibagi 2 bentuk yaitu planar dan wavy cross bedding. Planar cross bedding memiliki bentuk relative seperti garis, sedangkan wavy cross bedding berbentuk seperti kurva. Dapat dilihat pada gambar:

Gambar: Beberapa kenampakan struktur Cross Bedding di alam (klik gambar untuk lebih jelasnya)

3. Graded Bedding Graded Bedding merupakan struktur sedimen yang terbentuk bila butiran butiran dalam tubuh batuan sedimen berubah secara gradual, samakin menghalus atau semakin mengkasar. Pettijohn (1957) menggambarkan dua tipe pokok gradasi. Tipe pertama yaitu tidak terdapat butiran halus pada bagian bawah gradasi . Sedangkan tipe kedua yaitu butiran-halus-terdapat-pada-seluruhgradasi-. (Pettijohn,1957 ) Struktur ini berguna dalam penentuan top and bottom suatu batuan dimana pada umumnya pada gradasi normal, butiran yang berukuran lebih besar akan terendapkan terlebih dulu, sehingga bagian bottom memiliki ukuran butiran yang cenderung lebih besar. Struktur graded bedding merupakan struktur yang khas sekali dimana butiran makin ke atas makin halus. Secara genesa, graded bedding oleh arus turbid juga terjadi oleh selain oleh kerja suspensi juga disebabkan oleh pengaruh arus turbulensi. Penggolongan Bedding Menurut Ketebalan (Mc Kee and Weir, 1985) Ukuran Bedding (cm) Nama Bedding >100 very thick bedded 30-100 thick bedded 10-30 medium bedded 3,0-10 thin bedded 1,0-3,0 very thin bedded 0,3-1,0 thick laminated <0,3 thin laminated

4. Load Cast Load Cast merupakan lekukan yang timbul pada permukaan lapisan akibat beban yang ada diatasnya atau dapat diartikan sebuah ketidakteraturan di dasar sebuah lapisan atasnya, biasanya batu pasir, sedang yang menjadi lapisan dasar biasanya shale atau tanah liat. 5. Convolute Bedding Merupakan liukan pada batuan sedimen akibat proses deformasi. Struktur ini merupakan struktur yang paling tidak terstruktur dikarenakan energi gelombang yang bolak-balik dan tidak menentu sehingga menghasilkan alur sedimentasi yang susah di prediksi.

Dari no.1-5 diatas merupakan contoh-contoh struktur sediment, sedangkan no. 6-10 dibawah ini merupakan contoh batuan sedimen dan fungsinya.

pengikisan-pengikisan angina angina serta proses litifikasi. baik tumbuhan maupun hewan.akan tetapi karean proses diagnosi sehingga batuan-batuan lunak tadi akan menjadi keras. adapula yang diendapkan dengan pertolongan jasad-jasad. adapula sejenis batuan sejenis batuan endapan yang sebagian besar mengandung bahan-bahan tidak larut.PEMBENTUKAN BATUAN SEDIMEN Batuan sedimen terbentuk dari batuan-batuan yang telah ada sebelumnya oleh kekuatan-kekuatan yaitu pelapukan.ternyata lapisan-lapisan dalam sedimen itu disebabkan oleh beda butir . penyinaran matahari. Sebagian batuan sedimen terbentuk di dalam samudera. ataupun kikisan angin. Bebrapa zat ini mengendap secara langsung oleh reaksi-reaksi kimia misalnya garam (CaSO4. Disamping sedimen-sedimen di atas.nH2O). sifat utama dari batuan sedimen adalah berlapis-lapisdan pada awalnya diendapkan secara mendatar. misalnya endapan puing pada lereng pegunungan-pegunungan sebagai hasil penghancuran batuan-batuan yang diserang oleh pelapukan. maka batuan ini terendapkan di tempat-tempat yang relatif lebih rendah letaknya. diagnesis. gaya-gaya air. samudera. Proses diagnesis ini dapat merupakan kompaksi yaitu pemadatan karena tekanan lapisan di atas atau proses sedimentasi yaitu perekatan bahan-bahan lepas tadi menjadi batuan keras oleh larutan-larutan kimia misalnya larutan kapur atau silisium. dan transportasi. Batuan yang demikian disebut eluvium dan alluvium jika dihanyutkan oleh air. misalnya: di laut. Mula-mula sediment merupakan batuan-batuan lunak. sedang semakin maju ke arah laut endapan-endapan ini akan menjadi tipis(membaji) dan akhirnya hilang. endapan-endapan itu biasanya merupakan butir-butir besar sedangkan ke arah laut kita temukan butir yang lebih halus lagi. ataupun danau-danau. Di dekat muara sungai endapan-endapan itu pada umunya tebal. Lapisan-lapisan ini tebalnya berbeda-beda dari beberapa centimeter sampai beberapa meter. Di dekat pantai. Batuan endapan yang langsung dibentuk secara kimia ataupun organik mempunyai satu sifat yang sama yaitu pembentukkan dari larutan-larutan. sedangkan litifikasi adalah proses perubahan material sediment menjadi batuan sediment yang kompak. Proses diagnesis adalah proses yang menyebabkan perubahan pada sediment selama terpendamkan dan terlitifikasikan.

Biasanya di dekat pantai akan ditemukan batupasir.batuan yang diendapkan. lebih ke arah laut batupasir ini berganti dengan batulempung. . dan lebih dalam lagi terjadi pembentukkan batugamping(Katili dan Marks).

.SKALA WENWORTH Skala Wentworth (oleh Uden Wentworth tahun 1922) digunakan dalam pengklasifikasian batuan sedimen khususnya batuan sedimen klastik berdasarkan ukuran butir-butir penyusun batuan.

Setelah identifikasi dilakukan. Warna B. A. yang diendapkan lapis demi lapis pada permukaan bumi dan mengalami pembatuan.IDENTIFIKASI BATUAN SEDIMEN Identifikasi batuan merupakan suatu kegiatan membuat deskripsi tentang suatu batuan tertentu.mika berwarna adanya belahan . berwarna merah daging diberi nama (bidang belah tegak lurus/ 90°).feldspar ortoklas berwarna putih abu(belahan kristal kembar). keduanya dicirikan seperti lembaran-lembaran. . Struktur D. putih susu dan tidak memiliki . Sifat fisika dan kimia yang umum dikenal dalam mengidentifikasi batuan biasanya dibagi dalam 4 kategori sifat.kwarsa belahan. bila abu diberi nama plagioklas : berwarna putih jernih. Warna Beberapa ciri warna mineral yang penting pada batuan sedimen : . Komposisi mineral pembentuk batuan Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari batuan yang sudah ada sebelumnya atau hasil aktivitas kimia maupun organisme. : apabila : apabila berwarna putih diberi nama muskovit. maka kita dapat dengan jelas memberi nama batuan tersebut. bila hitam diberi nama biotit. Tekstur C. yaitu : A.

dan susunan butir mineral dalam batuan. bentuk. Wentworth sebagai berikut : Nama batuan Boulder (bongkah) Cobble (brangkal) Pebble (kerakal) Granule (kerikil) Sand (pasir) Silt (lanau) Clay (lempung) Ukuran butir (mm) > 256 64 . Tekstur Tekstur merupakan kenampakan batuan berkaitan dengan ukuran. ciri mineral karbonat ini adalah bereaksi dengan : bila berwarna putih berkilap tanah disebut kaolin yang merupakan hasil pelapukan feldspar. dan bila berwarna kelabu disebut illit yang merupakan hasil pelapukan muskovit.karbonat utama HCl.. Yang perlu diperhatikan pada batuan sedimen klastik adalah ukuran dan bentuk butir. Tekstur umum yang sering dijumpai pada batuan sedimen : 1. Tekstur batuan dapat dijadikan petunjuk tentang proses (genesa) yang terjadi pada waktu lampau sehingga menghasilkan batuan tersebut.256 4 – 64 2–4 1/16 – 2 1/256 – 1/16 < 1/256 . Untuk ukuran butir digunakan skala W. B.lempung : biasanya mineral ini diberi nama kalsit dan dolomit. . Tekstur klastik : jenis tekstur batuan sedimen ini merupakan hasil rombakan material-material yang telah ada sebelumnya.

Contoh komparator Bentuk butir dibagi dua. yaitu : membulat (rounded) dan meruncing (angular).Agar lebih mudah melakukan pengukuran ukuran butir. maka digunakan alat pembanding ukuran butir batuan (komparator). . Bentuk butir akan mempengaruhi penamaan batuan apabila berukuran lebih besar dari 2 mm.

Jenis butir kasar sedang halus Ukuran (mm) >5 1–5 <1 .2. Tekstur non-klastik : ciri khas dari tekstur non-klastik adalah adanya kristal-kristal yang saling menjari. termasuk biokimia. tidak ruang pori-pori antarbutir. dan umumnya adalah memiliki satu mineral saja (monomineralik) dan merupakan hasil aktivitas kimiawi.

Macam-macam struktur yang terdapat pada batuan sedimen lebih bergantung pada hubungan antar butir yang mengontrol dari teksturnya. 2. antara lain dibedakan menjadi 3 macam : 1. Komposisi Mineral pembentuk batuan Mineral-mineral yang terdapat pada batuan sedimen . Berlapis : bila ketebalan batuan lebih besar dari 1 cm disebut lapisan dan bila lebih kecil dari 1 cm disebut laminasi. Silang-siur : bila satu seri perlapisan saling memotong dalam tubuh batuan D. Berdegradasi : bila butiran dalam batuan semakin halus dari bagian atas sampai bawah 3. STRUKTUR Struktur adalah kenampakan hubungan antar bagian batuan yang berbeda. . antara lain : kwarsa. mika.Tekstur klastik (Sumber foto: Andri SSM) Tekstur non-klastik C. karbonat.mineral lempung.

Konglomerat umumnya diendapkan pada air dangkal.p ermukaan tidak rata. tidak ada goresan.fragmen konglomerat diisi oleh sedimen-sedimen halus sebagai perekat yang umumnya terdiri atas Oksida Besi. berat. Fragmen-fragmen konglomerat dapat terdiri atas satu jenis mineral atau batuan atau beraneka macam campuran. dan Kalsit. kekerasan 5. Genesa : Konglomerat merupakan suatu bentukan fragmen dari proses sedimentasi. KONGLOMERAT Ciri-ciri : • Berwarna kelabu keputihan • Tersusun atas beberapa sens (kerikil-kerikil bulat).5-6 patahan tidak sempurna. sifatnya yang heterogen menjadikan berwarnawarni. terdiri atas fragmen dengan bentuk membundar dengan ukuran lebih besar dari 2mm yang berada ditengah-tengah semen yang tersusun oleh batupasir dan diperkuat & dipadatkan lagi kerikil. Konglomerat adalah batuan sedimen yang tersusun dari bahan-bahan dengan ukuran berbeda dan bentuk membulat yang direkat menjadi batuan padat. . tidak mengkilap. batuan yang berbutir kasar.1. umumnya terdiri atas mineral atau batuan yang mempunyai ketahanan dan diangkut jauh dari sumbernya. Silika. Seperti halnya breksi. Dalam pembentukannya membutuhkan energi yang cukup besar untuk menggerakan fragmen yang cukup besar biasanya terjadi pada sistem sungai dan pantai. Di antara fragmen. Bentuk fragmen yang membulat akibat adanya aktivitas air. Kegunaan : Digunakan Sebagai pondasi bangunan.

danau air tawar dan marine. Zeolit terbentuk dr aktivitas magma akibat proses hydrothermal. batuan piroklastik. abu-abu . Zeolit Alam : Zeolit Alam ditemukan dlm batuan sedimen vulkanik. dikristalkan pd T –200C melalui proses depolemirisasi Sifat Fisik Kimia . ZEOLIT Zeolit Terbagi Menjadi 2 Macam yaitu : 1. natrium hidroksida. Zeolit Alam 2. mineral silikat mjd zeolit. Zeolit Sintesis Genesa : 1. 2. natrium silikat. Proses sedimentasi ada 3 lingkungan pengendapan : danau air asin. b. Pada daerah ini terbentuk heulandit. analism dan klinoptilolit. Mineral yg terbentuk : heulandit. Ada 3 tipe : a. dibentuk gel.2. hijau. merah. leumantit dan analism.Warna : cerah kuning. Bahan Zeolit bereaksi dgn air membentuk zeolit c. kalium hidroksida. Zeolit Sintesis : Natrium aluminat. Daerah yg jauh terbentuk : mordenit dan klinoptilotit. mordenit. putih. Proses metamorfosa bahan pembentuk bereaksi dgn alumunium pd Tekanan tinggi. coklat.

BJ : 2 . baturaja Kalbar : sanggau Kalteng : siberung .4 . pengaktifan Tempat terdapatnya : Jabar : Gunung Cereme. trenggalek. jampang. luk ulo Jatim : Gunung sidomulyo tulungagung. cangkul.Kilap : tanah. ajibarang.4 skala mosh .. bayah. pacitan Sumsel : Muaraenim Lampung : danidar. malimping Jateng : Gunung muria. power shovel.2.Kristal : monoklin Komposisi Mineral Analism : Na16(AlO2)16(SiO2)32 16 H2O Modernit : Na8(AlO2)8(SiO2)40 24H2O Klinoptilolit: Na6(AlO2)6(SiO2)30 24H2O Kabasit: (Na2Ca)6 (Al12Si24O72) 40H2O Heulandit: (Ca4)(Al8Si28O72) 24H2O Penambangan tambang terbuka : linggis. bumiayu. peremukan. opaque . penggilingan. ganco.kekerasan : 3 . pengeringan. dragline Pengolahan : Pemisahan dr kotoran. bulldozer.

pH. Bidang Lingkungan: penghilang/penyerap bau ion Ca2+. gas N2. Khusus : 1. yg mana semuanya dpt diserap oleh zeolit dgn mengaktifkan terlebih dahulu 2. Bahan Galian Gamping. Rock Wool RW adalah bahan insulator panas dgn bhn baku zeolit. penyerap pupuk 2.campur bahan uk –200 mesh 58% zeolit . Bidang bangunan: camp beton. penyerap warna. kmd dicampur dgn perbandingan 4 : 1.angin-anginkan kmd panaskan 1000C . Bidang pertanian: menetralkan tanah asam. 5. panel energi matahari 6. Tambang dalam. batubata ringan. dolomit. 12% kuarsa. perlit.Kegunaan : Umum : 1. padatan terapung. pasir kuarsa. kerikil ringan. BOD. 2% bhn lain . tembaga. Untuk Pengolahan Limbah Air limbah hrs dicek warna. terak timah. CO2 dr asap kendaraan. 3. 4. filter industri kertas. Zeolit bhn pembuat keramik . bau. Bidang peternakan: camp pakan ternak utk meningkatkan kualitas telur 3. Bidang Industri: penjernih minyak. Bidang perikanan: penyerap ammonia yg dikeluarkan ikan melalui kotoran 4. Zeolit untuk Batako Dilakukan kalsinasi terhadap zeolit 850 C dan Bahan Galian Gamping. O2. Cetak dgn ukuran 5 x 5 x 5 cm.bentuk badan dgn tangan/cetak/ tekan . logam. dilembabkan selama 3 hari dan rendam 1128 hari. 20% kaolin. 8% air.

. Zeolit aktif menyebabkan interaksi molekul methanol dgn zeolit. semprot maupun dicelup 5. XCH3OH (Methanol) ---> (CH2)x + xH2O (bensin) Reaksi berlangsung pada 360 . %S = 12. mk methanol berubah mjd bensin. panaskan 130 C selama 2-3 jam.diglasir agar indah dan kuat dgn cara dikuas..5 %.Zeolit sebagai Galian Katalis Perengkah .410 C dan P 300 psi. Keaktifan katalisator 99%. Aduk selama 45 menit. dikeringkan pd 100C) . kmd dipanaskan 200 C selama 15-30 menit.Zeolit dimurnikan (cuci dgn air disaring. cuci dgn air.2 N.Zeolit diaktifkan dgn menambah H2SO4 konsentrasi 0. menyebabkan pecahnya hydrocarbon membentuk molekul bebas.

Contohnya peat. Beberapa kumpulan bersinar sedangkan yang lain tidak. Mengandung 95% karbon Pembentukan batu bara Proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batu bara disebut dengan istilah pembatu baraan (coalification). Mengandung 90% karbon. tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air. Secara ringkas ada 2 tahap proses yang terjadi. setelah jutaan tahun. Untuk batubara dibedakan berdasarkan kandungan unsure karbon. hydrogen. Mengandung 80% karbon Bituminous : Hitam dengan beberapa kumpulan. Anthracite : Fase tertinggi dalam batu bara. masih memperlihatkan potongan-potongan tumbuhan/kayu. dan mineral anorganik lain dari tumbuhan. kondisi fisik ini menyebabkan batu bara terbentuk dari karbon. Tahap Malihan atau Geokimia. yakni: Tahap Diagenetik atau Biokimia. batu bara dibentuk dari tumbuhan purba yang mengalami dekomposis dan terkubur dalam lapisan sedimen selama jutaan tahun lamanya dalam periode carboniferous (260 – 350 juta tahun lalu) semakin banyak lapisan yang terbentuk. sulfur. oksigen. anthracite. Batu bara yang terbentuk pada suatu lapisan disebut “seams”. BATU BARA Termasuk kedalam jenis batuan sedimen batubara. lignit. rapuh dan kebanyakan tidak murni. bituminous coal. maka lapisan ini akan tertimbun oleh lapisan diatasnya dan mengalami peningkatan suhu dan berat dan bahan organic yang ada. Batu bara merupakan batuan sedimen nonklastik yang tersusun atas senyawa karbon. Beberapa jenis batu bara : Peat : Padat dan sebagian terdiri dari hasil penguraian material organik. Kumpulan-kumpulan ini menunjukkan beberapa macam material tumbuhan dalam proses yang berbeda-beda yang dapat dilihat dengan mikroskop. . meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit. air dan tingkat perkembangannya. dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk.3. Mengandung 50 % Lignite : Berwarna coklat atau abu-abu.oksigen. nitrogen.

Karbonat mempunyai keistimewaan dalam cara pembentukkannya. sering dalam serabut. Cadangan batu gamping di seluruh Indonesia diperkirakan lebih dari 28 milyar ton yang tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia. Semua batuan terdiri dari garam karbonat. Kebanyakan gamping terdiri dari kalsit. penting sebagai derajat diagenesa rekristalisasi dan kalsium karbonat. . Berdasarkan determinasi bahan tambang batu gamping merupakan salah satu bahan galian industri yang potensinya sangat besar. beberapa mempunyai imparities atau variasi bagus bahkan keduanya dalam penampakkannya. yaitu : Aragonit : CaCO3 (Ortorombik) Bentuk yang paling tidak stabil. BATU GAMPING Batu gamping merupakan batuan sedimen karbonat yang terdapat di alam. abu-abu hingga hitam. Komposisi Kimia dan Mineral Tidak memperlihatkan lingkungan pengendapan. juga organisme mebuat rumah (test) dari aragonit seperti moluska.4. putih kekuningan. salah satu lokasi depositnya yang cukup besar adalah di Tasikmalaya bagian Selatan. Beberapa baugamping yang berbentuk butiran halus mungkin terbentuk secara presipitasi kimia dengan batuan banyak atu sedikit organisme kecil. dan biasanya merupakan hablur yang baik. Terdapat sebagai rekristalisasi dari aragonit. Diagenesanya berubah menjadi klasit. yaitu hanya dari larutan. praktis tak ada sebagai detritus daratan. Tampak luar bahan tambang batu gamping berwarna putih. dalam prakteknya ialah terutama gamping (limestone) dan dolomit. sering merupakan cavity filling atau semen. tetapi yang penting terbentuknya klastik sebagai fragmentasi atau pengendapan menyerupai detritus. Umumnya terdiri dari kalsit. Kata karbonat dewasa ini lebih sering dipakai dalam industri minyak bumi. dalam bentuk kristalkristal yang jelas. dari presipitasi langsung dari air laut. Pembentukan secara kimiawi. Kalsit : CaCO3 (Heksagonal) Mineral ini lebih stabil. beberapa sedimen pada dasar laut kemungkinan tersingkap di lapisan awal pada formasi batugamping ukuran halus. Jarum-jarum aragonit biasanya diendapkan kimiawi.

tipe ini sering membentuk terjal pada singkapan. terutama sebagai batuan reservoir. dan tahan gelombang. Pada umumnya ganggang merupakan penyekat pengikat atau mengisi dari kerangka organisme. kristal sama dengan kalsit berbedanya pada bidang refraksi dari kalsit. sering merupakan batuan batu gamping dolomit.Dolomit : CaMg (CO3)2 Juga merupakan mineral penting. Bentuk geometri . Hiqh Magnesium Kalsit : MgCO3 Larutan padat dari MgCO3 dalam kalsit. moluska sering terdapat kadang-kadang merupakan kerangka tersendiri. maka istilah-istilah umum seperti gamping alga koral (koral-ganggang) atau gamping kerangka moluska. dapat dibagi menjadi : a. Magnesti : MgCO3 Biasanya berasosiasi dengan evaporit. Sering berupa kerak dan mempunyai struktur berlaminasi halus yang bergelombang. Terumbu (reef) misalnya didasarkan atas tipe organisme yang membentuk kerangka. Komponen utama dari batuan ini suatu kerangka yang utuh seperti dalam keadaan aslinya. tetapi kebanyakan hasil dolomotisasi dari kalsit. masif tak berlapis atau perlapisan buruk yang hanya kelihatan dari jauh.Komponen yang penting seperti foraminifera terutama foram besar. tak begitu banyak terdapat. Terjadi secara primer (precipitasi. Tipe Gamping Kerangka Tipe gamping ini terdapat paling banyak dalam Tersier di Indonesia. merupakan suatu bangunan yang kukuh. Jika unsur-unsur fauna atau flora tak dapat diidentifikasikan secara positif pada tingkatan spesies. Tipe-tipe Gamping Utama Ini berdasarkan kenampakan di lapangan. Bentuk serta jaringan kerangka tergantung dari jenis organisme yang membentuknya. langsung dari air laut). Endapan gamping kerangka di klasifikasi menurut unsur-unsur fauna atau flora yang bertanggung jawab atas pembentukannya. Komponen lainnya biasa terdapat ialah bioclast ataupun fragmen-fragmen dapat ikut terikorporasi di dalamnya.

tetapi biasanya dari hasil rekristalisasi dari gamping yang lain. Lingkungan pembentukan batu gamping ini yaitu diendapkan di daerah dangkal yang terlindung lagoon di belakang terumbu. bioklastik. sehingga tidak memperlihatkan perlapisan. b. .005 mm. Lebih dari 0. granular limestone. calciluite. sukar untuk membedakan partikel-partikel pembentuk. tidak dapat diketahui apakah terdiri dari fragmen-fragmen halus (pecahan gamping) atau kristal-kristal halus. mudstone. Batuan ini memiliki beberapa cara terbentuknya. Jika sudah tidak dapat diidentifikasi. dan gamping klastik ataupun gamping terumbu maupun afanitik. disebut Cocquina jika terdiri dari moluska dan fragmen koral. Tipe Gamping Kristalin Gamping kristalin kasar tidak dibentuk secara langsung dari endapan. Sedangkan asal batu gamping tersebut dapat dari reef. Berdasarkan besar butirnya batuan ini terbagi menjadi : Lebih besar dari 2 mm. penguapan yang kuat dan dengan batuan ganggang. Dan ketiga dari pengendapan dengan batuan ganggang hijau (chlorophycae) sebagai jarum-jarum aragonit. mikrograined atau mikrogranular. Tipe Gamping Klastik Batuan ini masih dapat dibagi lagi menjadi. maka sering digunakan istilah seperti. seperti yang pertama penggerusan gamping yang telah ada. c. terdiri dari cangkang-cangkang/kerangka. Beberapa nama untuk istilah batuan ini adalah micrite. biohern dan sebagainya.endapan gamping kerangka sering membentuk onggokan-onggokan terumbu. d. dan sublithographikc. Kedua dari pengendapan langsung secara kimiawi dari air laut yang telah kelewat jenuh akan CaCO3 sebagai jarum-jarum aragonit. Proses ini terjadi pada diagenesa dapat disebut neomorphosme. lihographic. Biasanya kaya akan zat organis dan diacak-acak oleh binatang. Gamping kristalin kasar mungkin juga diendapkan secara langsung dalam asosiasi dengan pengendapan evaporit. interclast/fragmeter dan klastik non fragmeter. maka istilah-istilah yang biasa dipergunakan adalah kalkarinit terutama jika tekstur jelas menyerupai pasir. ataupun atol. Misalnya penghancuran terumbu oleh gelombang. bank. clastic limestone dan fragmental limestone.25 mm. Tipe Gamping Afanitik Terdiri dari butir-butir lebih kecil dari 0.

berbentuk anhedral. sebagai hablur kemudian partikel kalsit terlarut.Dolomit biasanya terdapat selalu secara kristalin. Hal ini dapat terjadi di daerah gurun atau daerah tropis yang kering. Cara terbentuknya batuan ini. sehingga diperlukan penguapan yang luar biasa. terbagi menjadi tiga yaitu pertama pengendapan langsung dalam supratidal atau evaporit. bertekstur mosaik dan sukrosik. Kedua pengendapan dalam pori-pori gamping klastik di daerah supratidal. Pada pembentukan dolomit harus memenuhi syarat dimana konsentrasi Mg/Ca ratio = 5 : 1. . Ketiga proses ubahan (replacement) suatu terumbu yang terangkat ke daerah supratidal dengan proses seepage reflux.

angin. dan Graywacke. dan ombak dan akhirnya terakumulasi pada suatu tempat. Gambar: Arkose GRAYWACKE Graywacke adalah salah satu tipe dari batu pasir yang 15% atau lebih komposisinya adalah matrix yang terbuat dari lempung. Industri Semen: Sebagai pengontrol kandungan silika dalam semen yang akan dihasilkan. . QUARTZ SANDSTONE Quartz sandstone adalah batu pasir yang 90% butirannya tersusun dari kuarsa. sabak. Gambar: Graywacke Sandstone Manfaat batu pasir diantaranya ialah sebagi berikut: Industri gelas kaca: Batu pasir kuarts mengandung senyawa silika yang merupakan oksida pembentuk gelas. riolit.5.Butiran kuarsa dalam batu pasir ini memiliki pemilahan yang baik dan ukuran butiran yang bulat karena terangkut hingga jarak yang jauh. Industri Keramik: Bahan baku pembuatan tegel mosaik/ email. BATU PASIR Sandstone atau batu pasir terbentuk dari sementasi dari butiran-butiran pasir yang terbawa oleh aliran sungai. feldspar atau pecahan dari batuan. Ukuran butiran dari batu pasir ini 1/16 hingga 2 milimeter. tersusun terutama dari kuarsa. Sedimen yang menjadi asal mula dari Arkose ini biasanya hanya mengalami sedikit perubahan secara kimia. misalnya basalt. yaitu Quartz Sandstone. serta sedikit klorit dan bijih besi. Batu pasir termasuk dalam batuan sediment klastik. Komposisi batuannya bervariasi. Sebagian besar jenis batu pasir ini ditemukan pada pantai dan gumuk pasir. Batu pasir umumnya digolongkan menjadi tiga kriteria. Gambar: Quartz Snadstone ARKOSE Arkose adalah batu pasir yang memiliki 25% atau lebih kandungan feldspar. Sebagian arkose juga memiliki sedikit butiran-butiran yang bersifat coarse karena jarak pengangkutan yang relatif pendek. Arkose. sehingga menghasilkan sortasi yang jelek dan batuan menjadi berwarna abu-abu gelap atau kehijauan.

Industri pengecatan logam: Bahan baku pasir cetak dan sebagai bahan penghilang karat dalam industri logam.Industri gerinda: Sebagai pengamplas. .

Oklahoma. Gipsum adalah salah satu dari beberapa mineral yang teruapkan. dan material tersebut kemudian disebat dengan plester dari Paris. Paris.6. Utah. New York. dan selenit. Canada. Nevada. Iran. Contoh lain dari mineral-mineral tersebut adalah karbonat. . satin spar. nitrat. gipsit alabaster. di negara bagian New Mexico. Kristal gipsum terbesar dengan panjang lebih dari 10 meter pernah ditemukan di Naica. Mexico. Michigan. yaitu Jamaika. Gipsum dari New South Wales. Inggris. tudung kubah garam. Indiana. penudung oksida besi (gossan) pada endapan pirit di daerah batu gamping. Amerika Serikat. yang artinya memasak. Gipsum banyak ditemukan di berbagai daerah di dunia. Dalam keadaan seimbang.2H2O. dan Jawa Barat. yaitu endapan danau garam. Manitoba. Gipsum yang paling umum ditemukan adalah jenis hidrat kalsium sulfat dengan rumus kimia CaSO4. Mineralmineral ini diendapkan di laut. Ontario. gipsum yang berada di atas suhu 108 °F atau 42 °C dalam air murni akan berubah menjadi anhidrit. Disebut memasak karena di daerah Montmartre. GIPSUM Kata gipsum berasal dari kata kerja dalam bahasa Yunani μαγειρεύω. Spanyol (penghasil gipsum terbesar di Eropa). Gipsum juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat terjadinya. Karena gipsum merupakan mineral yang tidak larut dalam air dalam waktu yang lama. Chihuihua. gipsum berubah menjadi basanit (CaSO4. Colorado. Arizona. Kansas. Tetapi ada suatu kejadian unik di White Sands National Monument. efflorescence pada tanah atau gua-gua kapur. sampo. Irlandia.H2O) atau juga menjadi anhidrit (CaSO4). California. Gipsum secara umum mempunyai kelompok yang terdiri dari gipsum batuan. sehingga gipsum jarang ditemui dalam bentuk butiran atau pasir. Ketika air panas atau air memiliki kadar garam yang tinggi. dan sulfat. Iowa. borat. terdapat 710 km² pasir gipsum putih yang cukup sebagai bahan baku untuk industri drywall selama 1000 tahun. New South Wales. danau. New Mexico. Australia Gipsum adalah salah satu contoh mineral dengan kadar kalsium yang mendominasi pada mineralnya. pada beberapa abad yang lalu orangorangnya membakar gipsum untuk berbagai keperluan. terbentuk sekitar fumarol vulkanik. Thailand. Italia. Jerman. Kalimantan. Paris. gua dan di lapian garam karena konsentrasi ion-ion oleh penguapan. dan sebagai produk perawatan rambut lainnya. berasosiasi dengan belerang. Orang-orang di daerah ini juga menggunakan gipsum sebagai krim untuk kaki. Texas.

Gipsum memiliki pecahan yang baik. Penyaring dan sebagai pupuk tanah.35. tapi menurun lagi ketika suhu semakin tinggi. ketika salinitas makin bertambah.31 – 2. Hal ini tergantung mineral pengotor yang berasosiasi dengan gipsum. serta memiliki sifat menolak magnet atau disebut diamagnetit. Sebagai pengganti kayu pada zaman kerajaan-kerajaan. batu pasir. Gipsum umumnya memiliki sifat lunak dan pejal dengan skala Mohs 1.Pembentukan Gipsum terbentuk dalam kondisi berbagai kemurnian dan ketebalan yang bervariasi. Gipsum memiliki kilap sutra hingga kilap lilin. mata air panas. Menurut para ahli. antara 66o sampai dengan 114o dan belahannya adalah jenis choncoidal. laut. memiliki derajat ketransparanan dari jenis transparan hingga translucent. gipsum Nova Scotia atau yang lebih dikenal dengan sebutan plaister. lempung. Di akhir abad 18 dan awal abad 19. . Deskripsi Gipsum termasuk mineral dengan sistem kristal monoklin 2/m. namun kristal gipsnya masuk ke dalam sistem kristal orthorombik. Kegunaan Gipsum memiliki banyak kegunaan sejak zaman prasejarah hingga sekarang. kelarutan dalam air 1. Campuran bahan pembuatan lapangan tenis. Berat jenis gipsum antara 2. serpih merah.5 – 2. endapan gipsum berbentuk lapisan di antara batuan-batuan sedimen batu gamping. Gipsum umumnya berwarna putih. Gores gipsum berwarna putih. gipsum digunakan sebagai bahan bangunan. Sebagai mineral evaporit.8 gr/liter pada 0 °C yang meningkat menjadi 2. endapan gipsum terjadi pada zaman Permian. digunakan dalam jumlah yang besar sebagai pupuk di ladang-ladang gandum di Amerika Serikat. dan transparan. kuning. Endapan gipsum biasanya terdapat di danau. tergantung dari jenisnya. serta sering pula berbentuk endapan lensa-lensa dalam satuan-satuan batuan sedimen. kelabu. dan garam batu. Beberapa kegunaan gipsum yaitu Drywall Bahan perekat. Gipsum merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air laut diikuti oleh anhidrit dan halit. Contohnya ketika kayu menjadi langka pada Zaman Perunggu.1 gr/liter pada 40 °C. cokelat. dan jalur endapan belerang yang berasal dari gunung api.

. Sebagai penambah kekerasan untuk bahan bangunan Untuk bahan baku kapur tulis Sebagai salah satu bahan pembuat portland semen Sebagai indikator pada tanah dan air Sebagai agen medis pada ramuan tradisional China yang disebut Shi Gao. khususnya di Benua Asia (beberapa negara Asia Timur) diproses dengan cara tradisonal.Sebagai pengental tofu karena memiliki kadar kalsium yang tinggi.

dan 5 % air (H2O). Komposisi kimianya (OH)4. kandungan O2 dalam ikatan tersebut tidak dapat dipisahkan secara langsung. yang mempunyai pola dasar seperti montmorillonite kecuali ion K yang menempati posisi antara pola lapisan. 3 % potassium oxide (K2O). Sehingga hasil analisa kaolinite mendekati ikatan kimia (OH)8Al4Si4O10 dan ikatan oksidanya adalah 4H2O. Illite lebih kompleks dari montmorillonite dan kaolinite. yaitu : Montmorillonite. Tipe clay yang sering terdapat dalam formasi hidrokarbon. Illite dikategorikan sebagai clay non swelling walaupun sedikit mengabsorbsi air. 2 % magnesium oxide (MgO). Pada umumnya unsur penyusun batuan shale terdiri dari kurang lebih 58 % silicon dioxide (SiO2). Clay ini memperkecil dengan harga yang lebih besar daripada clay yang lain. CLAY Komposisi dasar shale adalah mineral clay. 15 % alumunium oxide (Al2O3).2Al2O3. 3 % calcium oxide (CaO). dimana dua lapisannya adalah Si4O10. Pada dasarnya illite adalah clay dalam ukuran muscovite. Pengganti silika atau aluminium oleh elemen yang lain tidak diperlukan.8SiO2.2Al2O3. 1 % sodium oxide (Na2O). Lapisan montmorillonite diikat bersama-sama oleh aluminium hidroksil pada keadaan tetap dimana aluminium dikelilingi oleh empat O2 dan dua hidroksil. Batu lempung biasanya tidak dianggap sebagai batuan reservoir karena porositas dan permeabilitasnya kecil tetapi di beberapa tempat batu lempung dapat menghasilkan minyak atau gas. Sisanya adalah metal oxide dan anion. Yang satu terbentuk dari SiOP4 dan yang lain terbentuk dari aluminium hidroksil. Illite dan Kaolinite. Tingkat swelling-nya lebih tinggi jika dibandingkan dengan clay yang lain. seperti terlihat pada Tabel A. sedangkan rumus oksidanya adalah 3H2O. Kaolinite relatif tidak mengembang bila kena air. 6 % iron oxide (FeO) dan Fe2O3. . Pola montmorillonite adalah mengembang.4SiO2. Karakteristik dari montmorillonite air yang terdapat dalam pola. Montmorillonite terdiri dari 3 lapisan struktur. Illite merupakan kandungan yang umum dan penting dalam clay dan shale.7.H2O.Al4Si8O20. Kaolinite terdiri dari dua lapisan struktur.

Beberapa kemungkinan dari keadaan ini adalah hasil dari sejumlah besar diatom atau abu vulkanik didalam lingkungan pengendapan. atau silikat besi. silt. maka akan mengandung sejumlah besar authigenic feldspar. bahkan jumlah ini dapat mencapai 60 %.Tabel A Komposisi Kimia Shale (Pettijohn. yang mana hal ini kemungkinan sebagai hasil fiksasi didalam mineral-mineral illitic clay. Shale yang kaya akan besi berisi lebih banyak pyrite atau siderite. Tetapi dalam keadaan tertentu shale bisa mengandung silika dengan kandungan tinggi yang bukan berasal dari kandungan silt. Beberapa silika merupakan unsur tambahan yang mungkin berasal dari proses alterasi kimia dari mineralmineral utama silika. Kebanyakan kandungan silika yang berlebihan tersebut didapatkan dalam bentuk crystalline quartz yang sangat halus. J. 1957) Dalam keadaan normal shale mengandung sejumlah besar quartz.. Gambar A Komposisi Batu Shale . chalcedony atau opal. yang kesemuanya itu secara tidak langsung menunjukkan bahwa pada kondisi lingkungan pengendapan asalnya tidak terjadi penurunan atau bahkan kekurangan unsur alumina. F. Kandungan potash hampir selalu lebih banyak dibandingkan dengan soda. Sedangkan pada beberapa shale yang sangat kaya sekali akan alkali. “Sedimentary Rock”.

J. Chlorite 5. Mixed-layer Clay 1. Selain berdasarkan struktur ikatan atom. Ini menghasilkan dua kelompok utama mineral Clay.(Pettijohn. Montmorillonite atau Smectite . Kombinasi (ikatan) antara satu octahedral sheet dan satu atau dua tetrahedral sheet disebut sebagai unit layer. 1957) Analisis Kimiawi Mineral Clay Mineral Clay dibuat secara baku berdasarkan struktur ikatan atom-atom yang terkait. Mineral clay merupakan bentuk gabungan dari banyak unit layer yang menyatu secara parallel. Attapulgite 6. sedangkan Tetrahedral Sheet merupakan struktur ikatan atom-atom silicon dan oksigen. Illite 3. F.. Three – layer mineral 2. yaitu : 1. “Sedimentary Rock”. yaitu : 1. Kaolinite 4. Montmorillonite atau Smectite 2. Two – layer mineral Octahedral Sheet merupakan struktur ikatan aluminium-oksigen-hidroksil atau magnesiumoksigen-hidroksil. jenis mineral dibagi berdasarkan analisis kimiawinya.

Ikatan (fisik) antar layer (kristal) yang lemah mengakibatkan kemudahan bagi molekul-molekul air untuk masuk terabsorbsi kedalam celah-celah antar layer/kristal. Bedanya adalah bahwa permukaan unit kristal mengikat kation kalium (K+) dan sifatnya relative tetap. 2. Derajat hidrogen (swelling affinity) tergantung pada jenis kationnya dan komposisi airnya. Setiap unit-unit struktur/kristal montmorillonite yang ukurannya sekitar Angstrom bisa mencapai dua kalinya pada kondisi terhidrasi. Ukuran berfariasi. Na+. Walaupun K+ dapat menarik molekul-molekul H2O tetapi karena ikatan antara unit-unit kristalnya kuat maka penyerapan molekul-molekul H2O sangat terbatas dan tidak menyebabkan pengembangan partikel-partikel illite secara signifikan. Na+.) untuk terhidrasi (yaitu mengikat molekul-molekul H2O). 3.Montmorillonite mempunyai struktur sheet 3 lapis (aluminica octahedral ditengah dan 2 silica tetrahedral di sisi luar) dan atom-atom oksigen yang berdekatan saling mengikat. dsb. H+. Hal ini sebetulnya diakibatkan oleh kecenderungan kation-kation (Ca2-. Bilamana sebagian atau seluruh unsur Al3+ digantikan oleh Fe2+ atau Mg2+. Illite Illite disebut juga sebagai three-layer clay seperti halnya dengan montmorillonite karena struktur sheetnya sama (yaitu dua silica tetrahedral sheet dan satu octahedral sheet). dan Si4+ oleh Al3+ maka permukaan partikel-partikel montmorillonite akan bermuatan negatif. mulai dari yang lebih kecil dari 1 micron sampai beberapa micron. Partikel-partikel illite berbentuk panjang (rambut) dan montmorillonite berbentuk pipih kecuali yang “stacked” (pelapisan). K+. Muatan negatif ini biasanya diimbangi dengan mengikat (ikatan kimiawi) ion-ion Ca2+ dan atau Mg2+. Kaolinite .

Kalau campuran/kumpulan beberapa jenis clay mudah dipisah tetapi mixed-layer merupakan jenis mineral clay tersendiri. Unit sheetnya berkemampuan melakukan pertukaran kation dan menyerap molekul H2O tetapi dalam jumlah yang terbatas sehingga derajat swellingnya rendah. Karena itu kaolinite tidak swelling pada kondisi dalam formasi. Ikatan (hydrogen bounding) antar kristal/sheet sangat lemah dan penyerapan molekul-molekul H2O sangat kecil sekali. Mixed-layer Clay Mineral ini sesungguhnya kumpulan ikatan sejumlah unit layer dari beberapa jenis clay. yaitu struktur sheetnya terdiri dari satu tetrahedral sheet dan satu octahedral sheet. Pengelompokkan partikel-partikel kaolinite biasanya berbuku-buku.Kaolinite disebut juga two-layer clay. Chlorite Chlorite termasuk jenis three-layer clay seperti montmorillonite tetapi octahedral sheetnya mengandung Mg++ (brucite). Ikatan antar layer sangat kuat. 5. 6. Mineral ini bukan campuran partikel-partikel clay yang tidak sejenis. . Kemampuan pertukaran kation sangat rendah karena ikatan antara octahedral sheet (positive charge) dan tetrahedral sheet (negative charge) sangat kuat. Attapulgite Attapulgite mempunyai struktur sheet yang tidak teratur. Bentuk partikelnya lebih teratur (persegi). Karena itu juga maka partikel-partikel chlorite tidak menyerap air. 4. Bentuk partikel-partikelnya panjang mirip jarum. Bentuk partikel adalah pipih.

pada proses diagenesis. yang kemudian akan berubah menjadi silikat. baturijang terbentuk pada zaman kapur. mata anak panah. 1987:151) Namun ada juga yang berpendapat bahwa baturijang ini terbentuk dari lava bantal yang keluar dari dasar laut dalam. Ada teori yang menyebutkan bahwa bahan serupa gelatin yang mengisi rongga pada sedimen.500m. Teori ini dapat menjelaskan bentuk kompleks yang ditemukan pada rijang. masif atau berlapis. Rijang dapat terbentuk dari hasil proses biologi (kelompok organisme bersilika. misalnya lubang yang digali oleh mollusca. terdiri dari mineral kuarsa mikrokristalin. Berdasarkan sejarahnya. Warna baturijang bermacammacam. Disebut “batu api” karena jika diadu dengan baja atau batu lain akan memercikkan bunga api yang dapat membakar bahan kering. atau sekitar 90juta tahun yang lalu. merupakan foliasi vertikal dengan terdapat kekar yang telah terisi oleh material. Batuan Rijang berwarna merah karena mengandung unsur besi dan magnesium. rijang banyak dipergunakan untuk membuat senjata dan peralatan seperti pedang. mulai dari coklat. sukabumi. Baturijang (chert) merupakan batuan sedimen silika--kategori sedimen klastis dan berdasarkan tempat diendapkannya termasuk sedimen oceanis (laut dalam). Ditemukan di pelabuhan ratu.000 meter ini seharusnya horizontal. coklat kemerahan. Juga diatomea (Doddy Setia Graha. . Rijang terutama ditemukan dalam bentuk nodul pada batuan endapan seperti kapur atau gamping. hitam. pisau. dkk dalam diktri. Sejak Zaman Batu. Rjang atau batu api (Bahasa Inggris: flint atau flintstone) adalah batuan endapan silikat kriptokristalin dengan permukaan licin (glassy). RIJANG Rijang (Chert). merupakan batuan yang sangat keras dan tahan terhadap proses lelehan. yakni sekitar 2. abu-abu gelap. Ada yang berpendapat bahwa baturijang terbentuk dari fosil radiolaria (Wakita. Rjang biasanya berwarna kelabu tua. hitam. biru. tapi menjadi tegak karena pengaruh tektonik yang mengangkatnya. atau coklat tua.Batuan dasar samudra pada kedalaman minimal 4. Komposisi batuan ringan yaitu rijang dan karbonat dengan warna mrah tua karena mengandung SiO2 nonklastik. Poses pembentukan rijang belum jelas atau disepakati. atau abu-abu dengan permukaan yang licin.blogspot. tapi secara umum dianggap bahwa batuan ini terbentuk sebagai hasil perubahan kimiawi pada pembentukan batuan endapan terkompresi. dll. berwarna cerah hingga gelap. atau dapat juga dari proses diagenesis batuan karbonat.8. kapak.com). biru.

di Karangsambung Kabupaten Kebumen (Jateng). matapanah. Baturijang digunakan untuk membuat api (batu api). bahwa sejak awal peradaban manusia. serta sedikit mengandun kalsit dan dolomit. Menurut situs resmi Museum Mpu Tantular Surabaya. Akumulasi baturijang ditemukan di daerah Kalitekuk Kecamatan Donomulyo.Jelasnya. misalnya untuk membakar keramik maupun gerabah. dan peralatan lain pada zaman batu. Menilik tempat ditemukannya baturijang ini di daratan. baturijang sudah banyak dimanfaatkan. Sedang masyarakat Malang pernah menggunakannya untuk peralatan tahan api/panas. . Kabupaten Malang (Jatim). Batuan ini di alam ditemukan secara berlapis-lapis berasosiasi dengan serpih dan bijih besi atau sebagi nodul-nodul dalam gamping di endapan geosinklin pada zona subduksi. batu rijang tersusun dari mineral opal. Baturijang di Karangsambung merupakan laboratorium lapangan (Geologi) milik LIPI. maka dapat dipastikan bahwa tempattempat tersebut dahulunya berupa laut yang diperkirakan berkedalaman 120m--200m dan kemudian terangkat ke atau menjadi daratan lantaran adanya tumbukan antarlempeng litosfer (subduksi). dan di Purwakarta (Jabar). dan kristobalit. kuarsa. kapak genggam. yakni antara lempeng Erasia dan lempeng Indoaustralia. kalsedon.

9. Kebumen. yaitu material yang tersusun terutama atas fosil dan oolit. KALKARENIT Calcarenite memiliki ukuran butir 1/16 hingga 2 milimeter. Ditemukan di seling. . karangsambung. batuan ini terdiri dari 50% atau lebih material carbonate detritus.

9 sampai 62.10. maupun oleh angin. lebih besar daripada lempung tetapi lebih kecil daripada pasir.002 mm dan 0. Lanau yang terbentuk secara glasial (oleh gletser) dalam bahasa Inggris kadang-kadang disebut sebagai rock flour ("bubuk batu") atau stone dust ("debu batu"). Lempung terbentuk dari partikelpartikel berbentuk datar/lempengan yang terikat secara elektrostatik. Pembentukan Lanau biasanya terbentuk dari pecahnya kristal kuarsa berukuran pasir. Kriteria ukuran butiran Endapat lanau di sekitar rumah dan mobil di New Orleans sehabis banjir besar.[5] Di wilayah-wilayah setengah kering produksi lanau biasanya cukup tinggi.5 μm. ISO 14688 memberi batasan antara 0. lanau tersusun dari kuarsa dan felspar. . Secara komposisi mineral. LANAU Lanau adalah tanah atau butiran penyusun tanah/batuan yang berukuran di antara pasir dan lempung. baik padat (oleh gletser). ukuran lempung dan lanau sering kali saling tumpang tindih. Lanau dapat membentuk endapan yang mengapung di permukaan air maupun yang tenggelam. Kriteria menurut Skala Udden-Wentworth. cair (pengendapan sungai). lempung harus lebih kecil dan pasir lebih besar. Beberapa pustaka berbahasa Indonesia menyebut objek ini sebagai debu. ukuran partikel lanau berada di antara 3.063 mm. karena keduanya memiliki bangunan kimiawi yang berbeda. Pada kenyataannya.[1] Pemecahan secara alami melibatkan pelapukan batuan[2] dan regolit secara kimiawi maupun pelapukan secara fisik melalui embun beku (frost)[3] dan haloclasty[4] Proses utama melibatkan abrasi.

Baker Hughes INTEQ. Linda (2004): Earth Science. F. (1975): Sedimentary rocks. Skinner. Williams. Canada: John Wiley and Sons. .E. New York. Houston (USA).J. (1981): Sedimentary Petrology. Brian. 1979. 3rd Ed. McGraw Hill Companies. M. Rocks and Rock Minerals. New York. inc. Blackwell Scientific Publications.DAFTAR PUSTAKA Pettijohn. Harper & Row. Tucker. Anonim (1999): Petroleum Geology.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->