P. 1
Permasalahan Aset Tetap Dan Solusinya

Permasalahan Aset Tetap Dan Solusinya

|Views: 903|Likes:
Published by kkvbn
aset tetap
aset tetap

More info:

Categories:Types, Research
Published by: kkvbn on May 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2014

pdf

text

original

PERMASALAHAN ASET TETAP DAN SOLUSINYA DALAM PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH Oleh: Maslani 1

)

A. Pendahuluan
Sejak terbitnya PP No. 24 tahun 2005, setiap unit pelaporan pada instansi pemerintah wajib untuk menyusun neraca sebagai bagian dari laporan keuangan pemerintah. Pengakuan/pencatatan, pengukuran/penilaian, dan penyajian serta pengungkapan aset tetap menjadi fokus utama karena aset tetap memiliki nilai yang sangat signifikan dan memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Akuntansi aset tetap telah diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 07 (PSAP 07) dari Lampiran PP 24 Tahun 2005, maupun PSAP 07 dari Lampiran II PP 71 Tahun 2010. PSAP 07 tersebut memberikan pedoman bagi pemerintah dalam melakukan pengakuan, pengukuran, dan penyajian serta pengungkapan aset tetap berdasarkan peristiwa (events) yang terjadi, seperti perolehan aset tetap pertama kali, pemeliharaan aset tetap, pertukaran aset tetap, perolehan aset dari hibah/donasi, dan penyusutan. Dalam PSAP 07 dinyatakan bahwa aset tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Lebih lanjut, dalam Paragraf 8, aset tetap diklasifikasikan berdasarkan kesamaan sifat atau fungsinya dalam aktivitas operasi entitas. Aset tetap dibagi menjadi 5 klasifikasi, yaitu:

1. Tanah; 2. Peralatan dan Mesin; 3. Jalan, Irigasi, dan Jaringan; 4. Aset Tetap Lainnya; dan 5. Konstruksi dalam Pengerjaan.
Pemahaman tentang aset tetap, permasalahan dan solusinya menjadi hal yang sangat penting bagi penyusun laporan keuangan, aparat pengawasan internal pemerintah (APIP) yang melakukan reviu atas laporan keuangan, dan auditor eksternal yang melakukan audit atas laporan keuangan pemerintah baik pusat maupun daerah. Dengan pemahaman yang memadai tentang hal tersebut diharapkan laporan keuangan akan menjadi lebih berkualitas dengan opini wajar tanpa pengecualian. Beberapa permasalahan terkait aset tetap yang akan diulas dalam tulisan ini dengan tujuan untuk memberikan panduan bagi pihak yang berkepentingan untuk memahami lebih lanjut perlakuan aset tetap dalam laporan keuangan pemerintah.

1

Penulis adalah Widyaiswara Muda di Pusdiklatwas BPKP

Peran Pre-Award Audit dalam rangka Meningkatkan Kinerja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah — Maslani

Namun. peralatan dan mesin. penimbunan. Pembahasan Beberapa permasalahan terkait aset tetap dan solusinya dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah diuraikan pada paragraf berikut ini. misalnya dari status tanah girik menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). untuk aset tetap berupa tanah.B. seperti biaya pengadilan dan pengacara tidak dikapitalisasi sebagai biaya perolehan tanah. Biaya yang terkait dengan peningkatan bukti kepemilikan tanah. dan honorarium panitia pemeriksa. dan biaya lainnya yang dikeluarkan sampai tanah tersebut siap pakai. biaya utama maupun biaya penunjang yang diperlukan sampai aset tetap siap digunakan dapat dikapitalisasi sebagai biaya perolehan. Apabila penilaian aset tetap dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan. honorarium panitia pengadaan. tanah diakui pertama kali sebesar biaya perolehan. Berikut diberikan uraian lebih rinci biaya perolehan tanah. maka termasuk dalam harga perolehan tanah adalah honor panitia pengadaan/pembebasan tanah. Apabila perolehan tanah pemerintah dilakukan oleh panitia pengadaan. biaya pematangan. serta biaya lain yang sifatnya menunjang pelaksanaan pengadaan dan/atau pembangunan aset tetap. Tanah Berdasarkan PSAP 07 Paragraf 31. biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh hak seperti biaya pengurusan sertifikat. belanja barang dan belanja perjalanan dinas dalam rangka perolehan tanah tersebut. Biaya perolehan mencakup harga pembelian atau biaya pembebasan tanah. Permasalahan pertama: bagaimana menentukan komponen biaya penunjang yang dapat dikapitalisasi sebagai nilai aset tetap. nilai aset tetap didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan. Biaya ini 2 . Peralatan dan Mesin Biaya perolehan peralatan dan mesin menggambarkan jumlah pengeluaran yang telah dilakukan untuk memperoleh peralatan dan mesin tersebut sampai siap pakai. Selanjutnya. dapat dikapitalisasi? PSAP 07 Paragraf 22 menyatakan bahwa aset tetap dinilai dengan biaya perolehan. pengukuran. Apakah honorarium panitia pelaksana kegiatan. Nilai tanah juga meliputi nilai bangunan tua yang akan dimusnahkan yang terletak pada tanah yang dibeli tersebut. Artinya. biaya yang timbul atas penyelesaian sengketa tanah. serta gedung dan bangunan. dalam PSAP 07 paragraf 4 dinyatakan bahwa biaya perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang telah dan yang masih wajib dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang telah dan yang masih wajib diberikan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan aset tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dipergunakan. Pengukuran suatu aset tetap harus memperhatikan kebijakan pemerintah mengenai ketentuan nilai satuan minimum kapitalisasi aset tetap. dikapitalisasi sebagai biaya perolehan tanah. berapapun nilai perolehannya seluruhnya dikapitalisasi sebagai nilai tanah. Namun.

Sementara itu. serta biaya lain yang sifatnya menunjang pelaksanaan pengadaan dan/atau pembangunan aset tetap. Pengukuran Gedung dan Bangunan harus memperhatikan kebijakan pemerintah mengenai ketentuan nilai satuan minimum kapitalisasi aset tetap. biaya perolehan meliputi nilai kontrak. biaya instalasi.000. biaya perizinan. kebijakannya sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 01/KMK. jika nilai perolehan gedung dan bangunan kurang dari Rp10. dan pajak. sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing. dan pajak. bahan baku. dapat dikapitalisasi. Biaya ini antara lain meliputi harga pembelian atau biaya konstruksi.12/2001 tentang Pedoman Kapitalisasi Barang Milik/Kekayaan Negara dalam Sistem Akuntansi Pemerintah. tenaga listrik. maka gedung dan bangunan tersebut tidak dapat diakui dan disajikan sebagai aset tetap. Kebijakan nilai satuan minimum ini dapat berbeda-beda pada pemerintah daerah. sewa peralatan. dan pajak. Kesimpulannya adalah honorarium panitia pelaksana kegiatan. ketentuan mengenai nilai satuan minimum mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 01/KMK. Untuk Pemerintah Pusat. yang mengatur bahwa nilai satuan minimum perolehan gedung dan bangunan adalah Rp10. Biaya perolehan Gedung dan Bangunan yang dibangun dengan cara swakelola nilai wajar/taksiran pada saat meliputi biaya langsung untuk tenaga kerja. Apabila penilaian Gedung dan Bangunan dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap didasarkan pada perolehan. dan biaya tidak langsung termasuk biaya perencanaan dan pengawasan. notaris. namun tetap diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan dan dalam Laporan BMN. Gedung dan Bangunan Biaya perolehan gedung dan bangunan meliputi seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh gedung dan bangunan sampai siap pakai. dimana nilai satuan minimum perolehan peralatan dan mesin adalah Rp300. notaris. dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset tetap tersebut seperti pengurusan IMB. 3 . Gedung dan Bangunan yang dibangun melalui kontrak konstruksi. jasa konsultan. maka peralatan dan mesin tersebut tidak dapat diakui dan disajikan sebagai aset tetap.12/2001 tentang Pedoman Kapitalisasi Barang Milik/Kekayaan Negara dalam Sistem Akuntansi Pemerintah. Pengukuran Peralatan dan Mesin harus memperhatikan kebijakan pemerintah mengenai ketentuan nilai satuan minimum kapitalisasi aset tetap.antara lain meliputi harga pembelian.000. perlengkapan. Untuk Pemerintah Pusat. serta biaya langsung lainnya untuk memperoleh dan mempersiapkan sampai peralatan dan mesin tersebut siap digunakan. honorarium panitia pengadaan. termasuk biaya pengurusan IMB. Gedung dan Bangunan yang diperoleh dari sumbangan (donasi) dicatat sebesar nilai wajar pada saat perolehan. dan honorarium panitia pemeriksa. biaya pengangkutan. biaya perencanaan dan pengawasan. Artinya.000.000. Dengan demikian jika biaya perolehan peralatan dan mesin kurang dari Rp300.000.000.

taman dan pagar. serta diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. namun dikuasai dan/atau digunakan oleh pihak lain. maka tanah tersebut tetap harus dicatat dan disajikan sebagai aset tetap tanah pada neraca pemerintah. gedung dan pelataran parkir. namun dikuasai dan/atau digunakan oleh entitas pemerintah yang lain.Permasalahan kedua: apakah aset tetap yang dikuasai secara fisik namun bukti kepemilikannya tidak ada dapat diakui sebagai aset tetap milik pemerintah. maka tanah tersebut dicatat dan disajikan pada neraca entitas pemerintah yang mempunyai bukti kepemilikan. pagar dan gedung. serta diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Dalam hal tanah dimiliki oleh pemerintah. Dalam hal tanah dimiliki oleh suatu entitas pemerintah. tanah tersebut dikuasai dan/atau digunakan oleh pihak lain. maka tanah tersebut tetap harus dicatat dan disajikan sebagai aset tetap tanah pada neraca pemerintah. maka tanah tersebut tetap harus dicatat dan disajikan sebagai aset tetap tanah pada neraca pemerintah. namun adanya sertifikat ganda harus diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. bahwa tanah tersebut dikuasai atau digunakan oleh pihak lain. namun tanah tersebut dikuasai dan/atau digunakan oleh pemerintah. dijelaskan perlakuan masalah tersebut dan perluasannya sebagai berikut: a. Misalnya lift dan gedung. Permasalahan ini pada umumnya terkait dengan tanah. 2) Dalam hal pemerintah belum mempunyai bukti kepemilikan tanah yang sah. serta diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. maka tanah tersebut dicatat dan disajikan sebagai aset tetap tanah pada neraca pemerintah. Perlakuan tanah yang masih dalam sengketa atau proses pengadilan: 1) Dalam hal belum ada bukti kepemilikan tanah yang sah. d. dan sebaliknya bagaimana dengan aset tetap yang memiliki bukti kepemilikan yang sah namun dikuasai oleh pihak lain (warga). namun dikuasai dan/atau digunakan oleh pemerintah. Permasalahan ketiga: bagaimana menentukan klasifikasi suatu aset tetap yang lokasinya melekat pada aset tetap lain. maka tanah tersebut tetap harus dicatat dan disajikan sebagai aset tetap tanah pada neraca pemerintah. tanah tersebut dikuasai dan/atau digunakan oleh pemerintah. namun tanah tersebut dikuasai dan/atau digunakan oleh pihak lain. gedung kantor dan 4 . maka tanah tersebut tetap harus dicatat dan disajikan sebagai aset tetap tanah pada neraca pemerintah. 3) Dalam hal bukti kepemilikan tanah ganda. Dalam hal tanah belum ada bukti kepemilikan yang sah. 9. c. serta diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. b. Entitas pemerintah yang menguasai dan/atau menggunakan tanah cukup mengungkapkan tanah tersebut secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. 4) Dalam hal bukti kepemilikan tanah ganda. serta diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Dalam Buletin Teknis No. gedung dan taman. serta diungkapkan secara memadai dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

dan sarana pendingin Air Conditioning).Harga beli tanah . dan harga beli gedung kantor Rp12 miliar.000.Harga beli gedung . Contoh: pada tanggal 20 April 20X1.000.000 2.000 22.Biaya Notaris dan balik nama . apabila dalam perolehan aset tetap tersebut biaya penunjangnya tidak hanya untuk aset tetap yang bersangkutan. sehingga umur penyusutannya berbeda. dan Air Limbah • Saluran Telepon Disarankan agar akuntansi pengakuan gedung bertingkat diperinci sedemikian rupa. sehingga setidak-tidaknya terdapat perincian per masing-masing komponen bangunan yang mempunyai umur masa manfaat yang sama. dan pajak Rp2 miliar. Perbedaan masa manfaat dan pola pemeliharaan menyebabkan diperlukannya sub-akun pencatatan yang berbeda untuk masing-masing komponen gedung bertingkat. Data untuk perincian tersebut dapat diperoleh pada dokumen penawaran yang menjadi dasar kontrak konstruksi pekerjan borongan bangunan. Satker ABC melakukan pembelian sebuah kompleks gedung perkantoran dengan rincian: harga beli tanah Rp8 miliar.000 60. apakah pencatatan dan pengukurannya dipisahkan atau dijadikan satu klasifikasi.Pajak Total Jumlah (Rp) 8. Biaya penunjang tersebut dialokasikan dengan rata-rata tertimbang. dan pajak dapat dilakukan dengan rata-rata tertimbang.060.000. Permasalahan keempat: bagaimana menentukan nilai perolehan awal. Gedung bertingkat pada dasarnya terdiri dari komponen bangunan fisik. dan komponen penunjang lain yang a.000 Untuk mengalokasikan biaya notaris. berupa saluran air dan telpon.000 12.000. dan Tempat Parkir. Pembelian tersebut dilakukan secara tunai melalui SPM/SP2D LS.l. sehingga nilai masing-masing tanah serta gedung dan bangunan adalah: 5 .bangunan ibadah. Biaya perolehan gedung perkantoran.000. Jalan. biaya notaris dan balik nama Rp60 juta. Masing-masing komponen mempunyai masa manfaat yang berbeda. instalasi listrik beserta generator.000. Pagar • Instalasi AC • Instalasi Listrik dan Generator • Lift • Penyediaan Air. Saluran Air Bersih. komponen penunjang utama yang berupa mechanical engineering (lift.000.000. misalnya menjadi sebagai berikut: Gedung: • Bangunan Fisik • Taman. serta memerlukan pola pemeliharaan yang berbeda pula. termasuk nilai tanahnya adalah sebesar: Harga perolehan . balik nama.

000 X 12/20) = Rp8..000 X 8/20) . Kementerian S melakukan pemeliharaan gedung dan bangunan sebagai berikut: . mutu produksi.00 misalnya harus dicatat sebagai pengeluaran untuk aset tetap karena jam dinding tersebut dapat digunakan lebih dari satu tahun.000 Permasalahan kelima: bagaimana menentukan biaya pemeliharaan yang dapat dikapitalisasi dalam nilai aset tetap. Kapitalisasi setelah perolehan awal aset tetap dilakukan terhadap biaya-biaya lain yang dikeluarkan setelah pengadaan awal yang dapat memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas.Tanggal 10 September 20X1 dilakukan pengecatan taman gedung sejumlah Rp300. Pengeluaran setelah perolehan awal dapat diakui sebagai pengeluaran modal (capital expenditure) atau sebagai pengeluaran pendapatan (revenue expenditure).000 dengan pembebanan pada akun belanja modal gedung dan bangunan.Bangunan = Rp12 miliar + (Rp2. Untuk itu pemerintah harus menentukan batasan pengeluaran untuk memperoleh aset yang dapat dimanfaatkan lebih dari satu tahun yang dapat diklasifikasi sebagai aset tetap. Setelah aset diperoleh.000. Akan tetapi karena nilainya yang kecil tidak mungkin mencatat dan memperlakukan biaya tersebut seperti biaya perolehan aset yang besar.000.000. .824.Tanah = Rp8 miliar + (Rp2. Pengeluaran-pengeluaran tersebut dapat berupa biaya pemeliharaan ataupun biaya rehabilitasi atau renovasi. pengeluaran-pengeluaran yang tidak memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar tidak memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas.Tanggal 10 Agustus 20X1 dilakukan kegiatan pemasangan keramik yang semula hanya berupa lantai tanah sejumlah Rp600. atau peningkatan kinerja diperlakukan sebagai biaya (expense).060. atau peningkatan kinerja) disebut dengan pengeluaran modal (capital expenditure) sedangkan pengeluaran yang memberikan manfaat kurang dari satu tahun (termasuk pengeluaran untuk mempertahankan kondisi aset tetap) disebut dengan pengeluaran pendapatan (revenue expenditure).000. Contoh: pada tahun 20X1.000.000.000 = Rp13. Sebuah pembelian inventaris berupa jam dinding seharga Rp20. mutu produksi.000. atau peningkatan kinerja. Sebaliknya.236. Atas transaksi tersebut biaya pemeliharaan yang dapat dikapitalisasi hanyalah biaya 6 .000 dengan pembebanan pada akun belanja pemeliharaan. Pemerintah masih melakukan pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan aset tersebut. Pengeluaran yang dapat memberikan manfaat lebih dari satu tahun (memperpanjang manfaat aset tersebut dari yang direncanakan semula atau peningkatan kapasitas. Batasan ini disebut juga dengan capitalization threshold (nilai satuan minimum kapitalisasi aset).060. Pembedaan antara capital atau revenue expenditure selain dari menambah manfaat atau tidak juga dapat dilhat dari besarnya jumlah pengeluaran. mutu produksi.

dan Sertifikat Pengelolaan Lahan (SPL). Hak kepemilikan tanah didasarkan pada bukti kepemilikan tanah yang sah berupa sertifikat. Berdasarkan ketentuan penggunaan DAK pelaksanaan kegiatan tersebut ditujukan untuk sekolah yang dikelola oleh yayasan. tanah tersebut tidak disajikan sebagai aset tetap tanah. Pada Neraca Kementerian Perumahan Rakyat. namun demikian renovasi terhadap akun tanah dan akun aset tetap lainnya jarang ditemukan. Renovasi dapat dilakukan terhadap semua barang milik dalam kelompok aset tetap. melainkan disajikan sebagai persediaan. Apabila aset tetap yang dimiliki dan/atau dikuasai suatu 7 . Misalkan Pemda Kabupaten AA melalui Dinas Pendidikan mengadakan perlengkapan sekolah yang terdiri dari komputer sebanyak 100 unit. tapi dikelompokkan kepada aset persediaan. Misalnya. Permasalahan ketujuh: bagaimana pengakuan dan penyajian serta pengungkapan biaya pemeliharaan untuk penggantian atas kerusakan yang diakibatkan dari suatu aset tetap milik pihak lain? Suatu satuan kerja (pada K/L atau SKPD) dapat melakukan perbaikan/renovasi aset tetap yang dimiliki dan/atau dikuasainya. Berdasarkan hal tersebut. Pengadaan tanah pemerintah yang sejak semula dimaksudkan untuk diserahkan kepada pihak lain tidak disajikan sebagai aset tetap tanah. apabila Kementerian Perumahan Rakyat mengadakan tanah yang di atasnya akan dibangun rumah untuk rakyat miskin.pemasangan keramik. Peralatan dan mesin yang diperoleh dan yang dimaksudkan akan diserahkan kepada pihak lain. misalnya Sertifikat Hak Milik (SHM). Kementerian Perumahan Rakyat tetap mengakui/ mencatat tanah sebagai persediaan sebelum berita acara penyerahan dan sertifikat tanah diserahkan kepada masing-masing rakyat yang berhak. untuk contoh kasus di atas. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Sumber pendanaan adalah APBD yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Komputer tersebut disajikan dalam kelompok persediaan. Biaya pengecatan taman diakui sebagai beban tahun berjalan dan tidak perlu dikapitalisasi karena merupakan kegiatan pemeliharaan rutin yang tidak menunjukkan adanya suatu peningkatan mutu/kualitas/kapasitas atas aset yang bersangkutan. tidak dapat dikelompokkan dalam aset tetap Peralatan dan Mesin. namun disajikan sebagai persediaan. Begitu pula PSAP 05 paragraf 15 menyatakan bahwa persediaan diakui pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan atau kepenguasaannya berpindah. Lebih lanjut PSAP 07 Paragraf 20 mengatur bahwa pengakuan aset tetap akan sangat andal bila aset tetap telah diterima atau diserahkan hak kepemilikannya dan/atau pada saat penguasaannya berpindah. Permasalahan keenam: bagaimana penyajian dan pengungkapan aset tetap yang pengadaan/pembangunannya diperuntukkan bagi pihak lain? Aset tetap yang pengadaan/pembangunannya diperuntukkan bagi pihak lain disajikan sebagai persediaan. komputer tersebut tidak dapat diakui sebagai aset tetap peralatan dan mesin karena ditujukan untuk sekolah yang dikelola oleh yayasan. Berdasarkan hal tersebut.

maka dianggap sebagai Belanja Operasional. biaya renovasi dianggap sebagai Belanja Operasional. Apabila renovasi atas aset tetap yang disewa tidak menambah manfaat ekonomik. Renovasi aset tetap bukan milik-diluar lingkup entitas pelaporan. Terkait dengan renovasi. termasuk di dalamnya pengeluaran untuk suku cadang. dan 3. memperluas ruang tunggu. Perlakuan renovasi aset tetap milik sendiri langsung menambah aset tetap terkait. 3) Apabila jumlah nilai moneter biaya renovasi tersebut cukup material.K/L atau SKPD direnovasi dan memenuhi kriteria kapitalisasi aset tetap. Aset Tetap-Renovasi diklasifikasikan ke dalam Aset Tetap Lainnya. menambahkan ruang rapat dan mushola dengan total biaya Rp2 miliar. Biaya perawatan sehari-hari untuk mempertahankan suatu aset tetap dalam kondisi normalnya. Adapun renovasi aset tetap bukan milik sendiri dicatat sebagai Aset Tetap Lainnya-Aset Renovasi jika memenuhi persyaratan kapitalisasi aset tetap. Apabila tidak material. Untuk menunjang layanan dan kelancaran tugas. administrasi aset renovasi tersebut diserahkan kepada pemiliknya (Ditjen Pajak). Menjelang akhir tahun. 2. 8 . merupakan pengeluaran yang substansinya adalah kegiatan pemeliharaan dan tidak dikapitalisasi meskipun nilainya signifikan. Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan renovasi umumnya adalah belanja modal aset terkait. Berdasarkan obyeknya. maka renovasi tersebut dikapitalisasi sebagai Aset Tetap-Renovasi. renovasi aset tetap di lingkungan satuan kerja K/L atau SKPD dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis. dan memenuhi butir 1 di atas. 2) Apabila manfaat ekonomik renovasi tersebut lebih dari satu tahun buku. Renovasi aset tetap milik sendiri. dalam hal aset tetap yang direnovasi tersebut memenuhi kriteria kapitalisasi dan bukan milik suatu satker atau SKPD. maka renovasi tersebut umumnya dicatat dengan menambah nilai perolehan aset tetap yang bersangkutan. Contoh 1: Ditjen Kekayaan Negara meminjam gedung Ditjen Pajak Kementerian Keuangan untuk kantor layanan daerah di Kabupaten Purwokerto. maka renovasi tersebut dicatat sebagai aset tetap lainnya. yaitu: 1. Pada tanggal 20 Oktober 20X1 telah dilakukan penyerahan pekerjaan yang ditandai dengan BAST. gedung tersebut direnovasi dengan menambahkan loket layanan. Renovasi aset tetap bukan milik-dalam lingkup entitas pelaporan. sebagaimana dalam Buletin Teknis Nomor 04 tentang Penyajian dan Pengungkapan Belanja Pemerintah telah diatur sebagai berikut: 1) Apabila renovasi aset tetap tersebut meningkatkan manfaat ekonomik aset tetap misalnya perubahan fungsi gedung dari gudang menjadi ruangan kerja dan kapasitasnya naik. dan memenuhi syarat butir 1 dan 2 di atas. Namun demikian. biaya renovasi dikapitalisasi sebagai Aset Tetap-Renovasi. maka pengeluaran tersebut diperlakukan sebagai Belanja Operasional tahun berjalan. sedangkan apabila manfaat ekonomik renovasi kurang dari 1 tahun buku. maka pengeluaran tersebut dikapitalisasi sebagai Aset Tetap–Renovasi.

000.000. Penutup Permasalahan aset tetap masih menjadi perhatian yang serius karena nilainya sangat signifikan dan perannya sangat penting bagi pelayanan masyarakat. tampaknya masalah aset tetap akan terus berkembang sesuai dengan kondisi di lapangan. penyajiannya dalam laporan keuangan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.000.000. Lantai 1 gedung tersebut juga direnovasi menjadi ruang widyaiswara dan ruang kantor Balai.000 C. Ditjen Kekayaan Negara mencatat sebagai berikut: Aset Tetap Lainnya-Aset Renovasi Diinvestasikan dalam Aset Tetap 2. tetapi tanpa bukti kepemilikan atau asetnya hilang. BKKBN meminjam gedung 2 (dua) lantai milik Pemda Banyumas dengan pola pinjam pakai selama 2 (dua) tahun.Untuk itu. Gedung tersebut dimaksudkan sebagai sarana pendidikan dan pelatihan keluarga berencana wilayah DIY dan Jawa Tengah. Untuk membukukan transaksi tersebut dijurnal sebagai berikut: Aset Tetap Lainnya-Aset Renovasi Diinvestasikan dalam Aset Tetap 10. Untuk kepentingan diklat tersebut.000. Balai Diklat merenovasi lantai 2 gedung yang sebelumnya berupa aula menjadi ruang kelas. Pada tanggal 20 Oktober 20X1 telah dilakukan penyerahan pekerjaan dari kontraktor yang ditandai dengan BAST.000. Biaya yang dibutuhkan untuk merenovasi aset tersebut berasal dari DIPA Balai Diklat sebesar Rp10 miliar. 9 .000 10.000 Contoh 2: Balai Diklat Keluarga Berencana.000.000 2.000. Meskipun beberapa permasalahan telah terinventarisir. Untuk dapat meningkatkan akuntabilitas aset tetap. terutama untuk pemerintah daerah hasil pemekaran yang memperoleh aset tetap dari Pemda induk.

DAFTAR PUSTAKA Buletin Teknis Standar Akuntansi Pemerintahan No. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2010 tentang Sistem Akuntansi Pemerintahan. 9 tentang Akuntansi Aset Tetap. 10 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->