P. 1
MAKALAH UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA.docx

MAKALAH UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA.docx

|Views: 247|Likes:
Published by Catur Fachul Ulum
MAKALAH UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA.docx
MAKALAH UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA.docx

More info:

Published by: Catur Fachul Ulum on May 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2015

pdf

text

original

MAKALAH UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA

Diposkan oleh Ristina AN. di 02.43

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Tindak perilaku korupsi akhir-akhir ini makin marak dipublikasikan di media massa maupun maupun media cetak. Tindak korupsi ini mayoritas dilakukan oleh para pejabat tinggi negara yang sesungguhnya dipercaya oleh masyarakat luas untuk memajukan kesejahteraan rakyat sekarang malah merugikan negara. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan bagi kelangsungan hidup rakyat yang dipimpin oleh para pejabat yang terbukti melekukan tindak korupsi. Maka dari itu, di sini kami akan membahas tentang korupsi di Indonesia dan upaya untuk memberantasnya. 1.2 Rumusan Masalah Adapun beberapa rumusan masalah yang kami angkat adalah sebagai berikut : a) Apa yang dimaksud dengan korupsi? b) Apasajakah Bentuk, jenis, ciri-ciri, sebab-sebab, dampak serta langkah-langkah pemeberantasan korupsi? c) Bagaimana gambaran umum tentang korupsi di Indonesia ? d) Bagaimana persepsi masyarakat tentang korupsi ? e) Bagaimana fenomena korupsi di Indonesia ? f) Bagaimana peran serta pemerintah dalam memberantas korupsi ? g) Upaya apa yang dapat ditempuh dalam pemberantasan korupsi ?

1.3 Tujuan Adapun tujuan dapi penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut : a) Mengetahui pengertian dari korupsi. b) Mengetahui Bentuk, jenis, ciri-ciri, sebab-sebab, dampak serta langkah-langkah pemeberantasan korupsi c) Mengetahui gambaran umum tentang korupsi yang ada di Indonesia.

memutarbalik. . Bentuk dan jenis korupsi Mochtar Lubis membedakan korupsi dalam tiga jenis yaitu sebagai berikut a. Korupsi pada umumnya melibatkan keserbarahasiaan. menyogok. baik politikus/politisi maupun pegawi negeri. apabila orang yang memegang kekuasaan menuntut membayar uang atau jasa lain sebagai ganti atas imbal balik fasilitas yang diberikan. Ciri-ciri Korupsi Menurut Syed Hussein Alatas. Pemerasan. Penyuapan. korupsi diartikan sebagai perilaku pejabat publik. langsung atau tidak langsung.d) Mengetahui persepsi masyarakat tentang korupsi. ciri-ciri korupsi adalah sebagai berikut. g) Mengetahui upaya yang dapat ditempuh dalam pemberantasan korupsi. menggoyahkan. 1. c. BAB II PEMBAHASAN 2. Pencurian.secara haflah. pemerasan dan nepotisme. Korupsi senantiasa melibatkan lebih dari satu orang b. 2. apabila orang yang berkuasa menyalahgunakan kekuasaan dan mencuri harta rakyat.1 Pengertian Korupsi Korupsi berasal dari bahasa latin corruption yaitu dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk. a. yang secara tidak wajar dan tidak legal memeperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya. f) Mengetahui peran serta pemerintah dalam memberantas korupsi. Adapun Syed Hussein Alatas menyebutkan tiga tipe fenomena dalam korupsi yaitu penyuapan. apabila seorang pengusaha menawarkan uang atau jasa lain kepada seseorang atau aparat negara untuk suatu jasa bagi pemberi uang b. rusak. dengan menyalahguakan publik yang dipercayakan kepada mereka. e) Mengetahui fenomena korupsi di Indonesia.

c. Struktur pemerintah Perubahan radikal Kelemahan pengajaran-pengajaran agama dan etika Keadaan masyarakat. g. 3. Kelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku antikorupsi b. e. Hilangnya kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat d. Setiap tindakan korupsi mengandung penipuan. . Sistem hukum tidak lagi berdasarkan pada prinsip-prinsip keadailan hukum b. Kemiskinan c. g. Mereka yang mempraktikkan cara-cara korupsi biasanya berusaha menyelubungi perbuatannya dengan berlindung dibalik pembenaran hukum. Mereka yang terlibat korupsi adalah mereka yang menginginkan keputusan-keputusan yang tegas dan mereka yang mampu untuk memengaruhi keputusan-keputusan itu. 4. Kurangnya pendidikan d. Setiap bentuk korupsi adalah suatu penghianatan kepercayaan. biasanya pada badan publik atau masyarakat umum. f. Hilangnya perlindungan hukum terhadap rakyat terutama rakyat miskin f. c. Peradilan dan kepastian hukum menjadi bertele-tele karena disalahgunakan oleh aparat penegak hukum. h. f. Korupsi melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik. Besarnya peluang eksekutif mencampuri badan peradilan. Sebab-sebab Korupsi Menurut Syed Hussein Alatas antara lain : a. Dampak Korupsi Bidang Dampak Korupsi Kehidupan Hukum a. Tiadanya tindak hukum yang tegas e. Sistem hukum dan peradilan dapat dikendalikan dengan uang e. d.

e. Terpusatnya kekuasaan pada pejabat negara tertentu (pemeritah pusat) b. c. f. Ekonomi a. Hilangnya figur pemimpin dan contoh teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara c. d. Terjadinya tindak pencucian uang Sosial a.a. g. Rapuhnya dasar ekonomi nasional karena pertumbuhan ekonomi bukan didasarkan pada kondisi sebenarnya d. Berkurangnya tindakan menjunjung tinggi hukum. berkurangnya kepedulian dan kesetiakawanan d. e. Politik 5. Lunturnya nilai-nilai budaya bangsa. Hilangnya nilai moralitas dalam berusaha. Munculnya para pengusaha yang mengandalkan kebijakan pemerintah bukan berdasarkan kemandirian. b. Langkah-langkah Pemberantasan Korupsi Upaya yang dapat dilakukan dengan langkah-langkah : a. Lemahnya sikap dan moralitas para penyelenggara negara d. Munculnya spekulan ekonomi yang menjatuhkan ekonomi secara keseluruhan f. Pembentukan berbagai lembaga yang diperlukan untuk mencegah korupsi c. c. Diabaikannya pembangunan nasional karena penyelenggara negara disibukkan dengan membuat kebijakan popilis bukan realistis. Hilangnya nilai-nilai moral sosial Budaya b. Terhambatnya kaderisasi dan pengembangan sumber daya manusia indonesia. Daerah dan pemerintah daerah sangat bergantung pada pemerintah pusat. Terjadinya ketidakstabilan politik karena rakyat tidak percaya terhadap pemerintah. Pemberlakuan berbagai UU yang mempersempit peluang korupsi b. Munculnya para konglomerat yang tidak memiliki basis ekonomi kerakyatan. Pembangunan dan sumber-sumber ekonomi dikuasai orang yang berada di lingkaran kekuasaan. Pelaksanaan sistem rekruitmen aparat secara adil dan terbuka Peningkatan kualitas kerja berbagai lembaga independen masyarakat untuk memantau kinerja para penyelenggara negara . yakni diterapkannya sistem ekonomi kapitalis yang sangat merugikan pengusaha menengah dan kecil.

Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 24 Prp 1960 yang diikuti dengan dilaksanakannya “Operasi Budhi” dan Pembentukan Tim Pemberantasan Korupsi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 228 Tahun 1967 yang dipimpin langsung oleh Jaksa Agung. Salah satu langkah nyata dalam upaya pemberantasan korupsi secara represif adalah dengan ditetapkannya UU No. Penindakan secara tegas tanpa diskriminasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku terhadap para pelaku korupsi d. Penindakan secara tegas dan konsisten terhadap setiap aparat hukum yang bersikap tidak tegas dan meloloskan koruptor dari jerat hukum c. pembuktian. 46 Tahun 2003 tentang Pengendalian Tindak Pidana Korupsi. pengadaan barang dan jasa pemerintah.e. Memberikan tekanan langsung kepada pemerintah dan lembaga-lembaga penegak hukum untuk segera memproses secara hukum para pelaku korupsi. 2.2 Gambaran Umum Korupsi di Indonesia Korupsi di Indonsia dimulai sejak era Orde Lama sekitar tahun 1960-an bahkan sangat mungkin pada tahun-tahun sebelumnya. belum membuahkan hasil nyata. Keberadaan hakim ad hoc diperlukan karena keahliannya sejalan dengan kompleksitas perkara tindak pidana korupsi. modus operandi korupsi semakin canggih dan rumit sehingga . Pemberian hukum secara sosial dalam bentuk isolasi kepada para koruptor b. namun dengan kemajuan iptek. perpajakan. Pada era Orde Baru. maupun luasnya cakupan tindak pidana korupsi yang antara lain di bidang keuangan dan perbankan. Cara yang kedua yang ditempuh untuk menindak lanjuti korupsi adalah : a. pasar modal . Pemberian gaji dan kesejahteraan pegawai yang memadai. baik yang menyangkut modus operandi. muncul Undang-Undang Nomor3 Tahun 1971 dengan “Operasi Tertib”yang dilakukan Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib). Hakim dalam pengadilan tindak Pidana Korupsi terdiri dari hakim ad hoc yang persyaratan dan pemilihan serta pengangkatannya berbeda dengan hakim pada umumnya.

Mereka tidak puas terhadap perbuatan manipulatif dan koruptif para pejabat. mereka ingin berpartisipasi dalam usaha rekonstruksi terhadap masyarakat dan sistem pemerin-tahan secara menyeluruh. Oleh karena itu. Namun korupsi di Indonesia semakin banyak sejak akhir 1997 saat negara mengalami krisis politik. 2. Tuntutan tersebut akhirnya dituangkan di dalam Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1999 & Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penye-lenggaraan Negara yang Bersih & Bebas dari KKN. Tema yang sering diangkat adalah “penguasa yang korup” dan “derita rakyat”. Upaya-upaya hukum yang telah dilakukan pemerintah sebenarnya sudah cukup banyak dan sistematis. persamaan dan kesejahteraan yang merata. 2. Namun yang paling menyedihkan adalah sikap rakyat menjadi apatis dengan semakin meluasnya praktik-praktik korupsi oleh be-berapa oknum pejabat lokal.4 Fenomena Korupsi di Indonesia Fenomena umum yang biasanya terjadi di negara berkembang contohnya Indonesia ialah: . Hal ini cukup berhasil terutama saat gerakan reformasi tahun 1998. dan kepercayaan yang pada akhirnya menjadi krisis multidimensi. maupun nasional. mencita-citakan keadilan. Mereka memberikan saran kepada pemerintah untuk bertindak tegas kepada para korup-tor.3 Persepsi Masyarakat tentang Korupsi Rakyat kecil yang tidak memiliki alat pemukul guna melakukan koreksi dan memberikan sanksi pada umumnya bersikap acuh tak acuh.Undang-Undang tersebut gagal dilaksanakan. sosial. Kolusi & Nepotisme (KKN). Kelompok mahasiswa sering menanggapi permasalahan korupsi dengan emosi dan demonstrasi. Selanjutnya dikeluarkan kembali Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. kepemimpinan. Gerakan reformasi yang menumbangkan rezim Orde Baru menuntut antara lain ditegakkannya supremasi hukum dan pemberantasan Korupsi.

4. namun sebenarnya banyak di antara mereka yang tidak mampu. Selalu muncul kelompok sosial baru yang ingin berpolitik. b) Muncul pemimpin yang mengedepankan kepentingan pribadi daripada kepenting-an umum. Sebagai akibatnya. Proses modernisasi belum ditunjang oleh kemampuan sumber daya manusia pada lembagalembaga politik yang ada. terjadilah runtutan peristiwa sebagai berikut : a) Partai politik sering inkonsisten. Institusi-institusi politik yang ada masih lemah disebabkan oleh mudahnya “ok-num” lembaga tersebut dipengaruhi oleh kekuatan bisnis/ekonomi. sosial. .1. Derita dan kemiskinan tetap ada pada kelompok masyarakat besar (rakyat). Dimulailah pola tingkah para korup. kedaerahan. 2. g) Kesempatan korupsi lebih meningkat seiring dengan semakin meningkatnya ja-batan dan hirarki politik kekuasaan. yaitu sebagai sektor di bidang politik dan ekonomi-bisnis. d) Terjadi erosi loyalitas kepada negara karena menonjolkan pemupukan harta dan kekuasaan. keaga-maan. e) Sumber kekuasaan dan ekonomi mulai terkonsentrasi pada beberapa kelompok kecil yang mengusainya saja. Mereka hanya ingin memuaskan ambisi dan kepentingan pribadinya dengan dalih “kepentingan rakyat”.5 Peran Serta Pemerintah dalam Memberantas Korupsi Partisipasi dan dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengawali upaya-upaya pemerintah melalui KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan aparat hukum lain. 2. dan profesi serta kekuatan asing lainnya. partisipan dan kelompoknya berlomba-lomba mencari keuntungan materil dengan mengabaikan kebutuhan rakyat. c) Sebagai oknum pemimpin politik. kesukuan. artinya pendirian dan ideologinya sering beru-bah-ubah sesuai dengan kepentingan politik saat itu. 3. f) Lembaga-lembaga politik digunakan sebagai dwi aliansi.

b. Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi. Mendorong pemerintah melakukan reformasi public sector dengan mewujudkan good governance. dan memberan-tas korupsi. merupakan komisi independen yang diharapkan mampu menjadi “martir” bagi para pelaku tindak KKN. d. c. c. Membangun kultur yang mendukung pemberantasan korupsi. informal dan agama. Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis. Membangun kepercayaan masyarakat. d.1 Upaya Pencegahan (Preventif) a. 2. Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal. Upaya pencegahan (preventif). Adapun agenda KPK adalah sebagai berikut : a. b. e. b. menanggulangi.6. 2. c. Memacu aparat hukum lain untuk memberantas korupsi. Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua. Mewujudkan keberhasilan penindakan terhadap pelaku korupsi besar. antara lain sebagai berikut : a. .6 Upaya yang Dapat Ditempuh dalam Pemberantasan Korupsi Ada beberapa upaya yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indone-sia. Upaya penindakan (kuratif). Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).KPK yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk mengatasi. d.

Ia diduga melekukan pungutan liar dalam pengurusan dokumen keimigrasian. e) Dugaan korupsi pada penyalahgunaan fasilitas preshipment dan placement deposito dari BI kepada PT Texmaco Group melalui BNI (2004). b. h. yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan diberikan peringatan. Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok. Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan mela-lui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan di bawahnya. Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab etis tinggi dan dibarengi sistem kontrol yang efisien. Beberapa contoh penindakan yang dilakukan oleh KPK : a) Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004).3 Upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa a. 2. i) Menetapkan SEOrang bupati di Kalimantan Timur sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bandara Loa Kolu yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 15. c) Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004).6.2 Upaya Penindakan (Kuratif) Upaya penindakan. f) Kasus korupsi dan penyuapan anggota KPU kepada tim audit BPK (2005).9 miliar (2004). . dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh. b) Menahan Konsul Jenderal RI di Johor Baru. Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik. Malaysia. h) Kasus penyuapan Hakim Agung MA dalam perkara Probosutedjo. EM. d) Dugaan penyalahgunaan jabatan dalam pembelian tanah yang merugikan keuang-an negara Rp 10 milyar lebih (2004). g) Kasus penyuapan panitera Pengadilan Tinggi Jakarta (2005). Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi. f.6. 2. g. j) Kasus korupsi di KBRI Malaysia (2005).e.

Somalia. Haiti & Myanmar. Transparency International (TI) adalah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik dan didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba se-karang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang demokratik. . Survei TI Indonesia yang membentuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK) In-donesia 2004 menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota terkorup di Indonesia. d. Sedangkan Islandia adalah negara terbebas dari korupsi. Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya. Medan. 2. Sudan. Publikasi tahunan oleh TI yang terkenal adalah Laporan Korupsi Global. Irak. Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non-pemerintah yang meng-awasi dan melaporkan kepada publik mengenai korupsi di Indonesia dan terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi me-lalui usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat melawan praktik korupsi. Pakistan. IPK Indonesia adalah 2. Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas.c. Kamerun. Kenya. ICW la-hir di Jakarta pd tgl 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang meng-hendaki pemerintahan pasca-Soeharto yg bebas korupsi.6. Semarang dan Batam. Nigeria. Libya dan Usbekistan. Paraguay. e. disu-sul Surabaya. ser-ta hanya lebih baik dari Kongo. Etiopia. Angola. Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional. In-donesia berada di posisi keenam negara terkorup di dunia.2 sejajar dengan Azerbaijan. b. Sedangkan survei TI pada 2005.4 Upaya Edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) a.

c. d. kepemim-pinan dan kepercayaan yang pada akhirnya menjadi krisis multidimensi. b. Mereka hanya ingin memuaskan ambisi dan kepentingan pri-badinya dengan dalih “kepentingan rakyat”. KPK yang ditetapkan melalui Undang-Undang . Rakyat kecil umumnya bersikap apatis dan acuh tak acuh. Fenomena umum yang biasanya terjadi di Indonesia ialah selalu muncul kelom-pok sosial baru yang ingin berpolitik. namun sebenarnya banyak di antara mereka yang tidak mampu. Peran serta pemerintah dalam pemberantasan korupsi ditunjukkan dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan aparat hukum lain. Korupsi di Indonesia semakin banyak sejak akhir 1997 saat negara mengalami krisis politik. Korupsi di Indonsia dimulai sejak era Orde Lama sekitar tahun 1960-an bahkan sangat mungkin pada tahun-tahun sebelumnya.1 Kesimpulan Dari teori yang telah kami sajikan. Korupsi adalah penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaaan) dan sebagainya untuk keuntungan pribadi atau orang lain serta selalu mengandung unsur “penyelewengan” atau dishonest (ketidakjujuran).BAB III PENUTUP 3. e. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : a. sosial. Kelompok mahasiswa sering menanggapi permasalahan korupsi dengan emosi dan demonstrasi.

com/2012/08/upaya-pemberantasan-korupsi-di-indonesia.html .blogspot.Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk mengatasi. upaya edukasi masyarakat/mahasiswa dan upaya edukasi LSM (Lembaga Swada-ya Masyarakat). upaya penindakan (kuratif). menanggulangi dan memberantas korup-si.blogspot.2 Saran a) Perlu dikaji lebih dalam lagi tentang teori upaya pemberantasan korupsi di Indo-nesia agar mendapat informasi yang lebih akurat. 3. Ada beberapa upaya yang dapat ditempuh dlam memberantas tindak korupsi di Indonesia. antara lain :upaya pencegahan (preventif). DAFTAR PUSTAKA http://wawasanfadhitya.html http://nurulsolikha. f. b) Diharapkan para pembaca setelah membaca makalah ini mampu mengaplikasi-kannya di dalam kehidupan sehari-hari.com/2011/03/upaya-pemberantasan-korupsi-di.

untuk itu segala saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kami nantikan. bimbingan dan arahan kepada penyusun. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca pada umumnya. November 2012 Penyusun. Dalam makalah ini kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan. “Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia” ini dapat diselesaikan. Martapura. dorongan. . Dalam kesempatan ini kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. yang telah berkenan memberi petunjuk dan kekuatan kepada kami sehingga makalah. Tugas makalah ini atas tuntunan Bapak Erwin Mengenai pembahasan “Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia” Makalah ini merupakan salah satu tugas mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas X SMA Negeri 1 Martapura.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT.

.........DAFTAR ISI ii HALAMAN DEPAN ............................ 2.............................. DAFTAR ISI ................................................ BAB I PENDAHULUAN 1....................................4 Fenomena Korupsi di Indonesia ................2 Gambaran Umum Korupsi di Indonesia ............... 1.......................................................................... 2.........................................................................................1 Latar Belakang Masalah ..............................................................1 Pengertian Korupsi....3 Persepsi Masyarakat tentang Korupsi ................................................................................................................................................................ BAB II PEMBAHASAN 2........................ 1.................... ................. KATA PENGANTAR ........................................................... 2..........................................................................................2 Rumusan Masalah .............3 Tujuan ..........................................................

........ DAFTAR PUSTAKA ...........................................2 Saran ...........5 Peran Serta Pemerintah dalam Memberantas Korupsi..... BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ........... 2.....................................6 Upaya yang Dapat Ditempuh dalam Pemberantasan Korupsi ................................................................ 3.............................................................2......................................................................... ..........................................................

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->