MAKALAH UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA

Diposkan oleh Ristina AN. di 02.43

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Tindak perilaku korupsi akhir-akhir ini makin marak dipublikasikan di media massa maupun maupun media cetak. Tindak korupsi ini mayoritas dilakukan oleh para pejabat tinggi negara yang sesungguhnya dipercaya oleh masyarakat luas untuk memajukan kesejahteraan rakyat sekarang malah merugikan negara. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan bagi kelangsungan hidup rakyat yang dipimpin oleh para pejabat yang terbukti melekukan tindak korupsi. Maka dari itu, di sini kami akan membahas tentang korupsi di Indonesia dan upaya untuk memberantasnya. 1.2 Rumusan Masalah Adapun beberapa rumusan masalah yang kami angkat adalah sebagai berikut : a) Apa yang dimaksud dengan korupsi? b) Apasajakah Bentuk, jenis, ciri-ciri, sebab-sebab, dampak serta langkah-langkah pemeberantasan korupsi? c) Bagaimana gambaran umum tentang korupsi di Indonesia ? d) Bagaimana persepsi masyarakat tentang korupsi ? e) Bagaimana fenomena korupsi di Indonesia ? f) Bagaimana peran serta pemerintah dalam memberantas korupsi ? g) Upaya apa yang dapat ditempuh dalam pemberantasan korupsi ?

1.3 Tujuan Adapun tujuan dapi penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut : a) Mengetahui pengertian dari korupsi. b) Mengetahui Bentuk, jenis, ciri-ciri, sebab-sebab, dampak serta langkah-langkah pemeberantasan korupsi c) Mengetahui gambaran umum tentang korupsi yang ada di Indonesia.

apabila seorang pengusaha menawarkan uang atau jasa lain kepada seseorang atau aparat negara untuk suatu jasa bagi pemberi uang b. pemerasan dan nepotisme. g) Mengetahui upaya yang dapat ditempuh dalam pemberantasan korupsi. memutarbalik. Korupsi senantiasa melibatkan lebih dari satu orang b. 1. 2. Adapun Syed Hussein Alatas menyebutkan tiga tipe fenomena dalam korupsi yaitu penyuapan. dengan menyalahguakan publik yang dipercayakan kepada mereka. langsung atau tidak langsung. yang secara tidak wajar dan tidak legal memeperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya. Pemerasan.d) Mengetahui persepsi masyarakat tentang korupsi. menggoyahkan. Korupsi pada umumnya melibatkan keserbarahasiaan. menyogok. a. Ciri-ciri Korupsi Menurut Syed Hussein Alatas. Penyuapan. apabila orang yang berkuasa menyalahgunakan kekuasaan dan mencuri harta rakyat. . apabila orang yang memegang kekuasaan menuntut membayar uang atau jasa lain sebagai ganti atas imbal balik fasilitas yang diberikan. Pencurian. rusak. BAB II PEMBAHASAN 2. c.secara haflah. korupsi diartikan sebagai perilaku pejabat publik. baik politikus/politisi maupun pegawi negeri. Bentuk dan jenis korupsi Mochtar Lubis membedakan korupsi dalam tiga jenis yaitu sebagai berikut a. f) Mengetahui peran serta pemerintah dalam memberantas korupsi.1 Pengertian Korupsi Korupsi berasal dari bahasa latin corruption yaitu dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk. ciri-ciri korupsi adalah sebagai berikut. e) Mengetahui fenomena korupsi di Indonesia.

Dampak Korupsi Bidang Dampak Korupsi Kehidupan Hukum a. Kelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku antikorupsi b. . g. Setiap tindakan korupsi mengandung penipuan. f. Kurangnya pendidikan d. Peradilan dan kepastian hukum menjadi bertele-tele karena disalahgunakan oleh aparat penegak hukum. e. Sebab-sebab Korupsi Menurut Syed Hussein Alatas antara lain : a. Mereka yang mempraktikkan cara-cara korupsi biasanya berusaha menyelubungi perbuatannya dengan berlindung dibalik pembenaran hukum. d. Kemiskinan c. f. Tiadanya tindak hukum yang tegas e. Hilangnya kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat d. c. g. h. Sistem hukum tidak lagi berdasarkan pada prinsip-prinsip keadailan hukum b. Mereka yang terlibat korupsi adalah mereka yang menginginkan keputusan-keputusan yang tegas dan mereka yang mampu untuk memengaruhi keputusan-keputusan itu. 3. Besarnya peluang eksekutif mencampuri badan peradilan. Sistem hukum dan peradilan dapat dikendalikan dengan uang e. Korupsi melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik.c. 4. Hilangnya perlindungan hukum terhadap rakyat terutama rakyat miskin f. biasanya pada badan publik atau masyarakat umum. Setiap bentuk korupsi adalah suatu penghianatan kepercayaan. Struktur pemerintah Perubahan radikal Kelemahan pengajaran-pengajaran agama dan etika Keadaan masyarakat.

Rapuhnya dasar ekonomi nasional karena pertumbuhan ekonomi bukan didasarkan pada kondisi sebenarnya d. Daerah dan pemerintah daerah sangat bergantung pada pemerintah pusat. b. Terhambatnya kaderisasi dan pengembangan sumber daya manusia indonesia. Munculnya spekulan ekonomi yang menjatuhkan ekonomi secara keseluruhan f. yakni diterapkannya sistem ekonomi kapitalis yang sangat merugikan pengusaha menengah dan kecil. Berkurangnya tindakan menjunjung tinggi hukum. e. Langkah-langkah Pemberantasan Korupsi Upaya yang dapat dilakukan dengan langkah-langkah : a. Hilangnya figur pemimpin dan contoh teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara c. f. Terjadinya ketidakstabilan politik karena rakyat tidak percaya terhadap pemerintah. Pelaksanaan sistem rekruitmen aparat secara adil dan terbuka Peningkatan kualitas kerja berbagai lembaga independen masyarakat untuk memantau kinerja para penyelenggara negara . Pemberlakuan berbagai UU yang mempersempit peluang korupsi b. e. g. berkurangnya kepedulian dan kesetiakawanan d. Terjadinya tindak pencucian uang Sosial a. Ekonomi a. c. Lunturnya nilai-nilai budaya bangsa. Munculnya para pengusaha yang mengandalkan kebijakan pemerintah bukan berdasarkan kemandirian.a. Terpusatnya kekuasaan pada pejabat negara tertentu (pemeritah pusat) b. Hilangnya nilai moralitas dalam berusaha. Politik 5. Lemahnya sikap dan moralitas para penyelenggara negara d. c. Munculnya para konglomerat yang tidak memiliki basis ekonomi kerakyatan. Diabaikannya pembangunan nasional karena penyelenggara negara disibukkan dengan membuat kebijakan popilis bukan realistis. Hilangnya nilai-nilai moral sosial Budaya b. d. Pembangunan dan sumber-sumber ekonomi dikuasai orang yang berada di lingkaran kekuasaan. Pembentukan berbagai lembaga yang diperlukan untuk mencegah korupsi c.

Hakim dalam pengadilan tindak Pidana Korupsi terdiri dari hakim ad hoc yang persyaratan dan pemilihan serta pengangkatannya berbeda dengan hakim pada umumnya. 2. modus operandi korupsi semakin canggih dan rumit sehingga . namun dengan kemajuan iptek. pasar modal .2 Gambaran Umum Korupsi di Indonesia Korupsi di Indonsia dimulai sejak era Orde Lama sekitar tahun 1960-an bahkan sangat mungkin pada tahun-tahun sebelumnya. maupun luasnya cakupan tindak pidana korupsi yang antara lain di bidang keuangan dan perbankan. Penindakan secara tegas dan konsisten terhadap setiap aparat hukum yang bersikap tidak tegas dan meloloskan koruptor dari jerat hukum c. 46 Tahun 2003 tentang Pengendalian Tindak Pidana Korupsi. Penindakan secara tegas tanpa diskriminasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku terhadap para pelaku korupsi d. pengadaan barang dan jasa pemerintah. perpajakan.e. Salah satu langkah nyata dalam upaya pemberantasan korupsi secara represif adalah dengan ditetapkannya UU No. Keberadaan hakim ad hoc diperlukan karena keahliannya sejalan dengan kompleksitas perkara tindak pidana korupsi. muncul Undang-Undang Nomor3 Tahun 1971 dengan “Operasi Tertib”yang dilakukan Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib). Memberikan tekanan langsung kepada pemerintah dan lembaga-lembaga penegak hukum untuk segera memproses secara hukum para pelaku korupsi. Pemberian hukum secara sosial dalam bentuk isolasi kepada para koruptor b. Cara yang kedua yang ditempuh untuk menindak lanjuti korupsi adalah : a. pembuktian. Pada era Orde Baru. belum membuahkan hasil nyata. baik yang menyangkut modus operandi. Pemberian gaji dan kesejahteraan pegawai yang memadai. Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 24 Prp 1960 yang diikuti dengan dilaksanakannya “Operasi Budhi” dan Pembentukan Tim Pemberantasan Korupsi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 228 Tahun 1967 yang dipimpin langsung oleh Jaksa Agung.

Undang-Undang tersebut gagal dilaksanakan.3 Persepsi Masyarakat tentang Korupsi Rakyat kecil yang tidak memiliki alat pemukul guna melakukan koreksi dan memberikan sanksi pada umumnya bersikap acuh tak acuh. maupun nasional. 2. mereka ingin berpartisipasi dalam usaha rekonstruksi terhadap masyarakat dan sistem pemerin-tahan secara menyeluruh. Kelompok mahasiswa sering menanggapi permasalahan korupsi dengan emosi dan demonstrasi. 2. Upaya-upaya hukum yang telah dilakukan pemerintah sebenarnya sudah cukup banyak dan sistematis. Mereka memberikan saran kepada pemerintah untuk bertindak tegas kepada para korup-tor. Selanjutnya dikeluarkan kembali Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. sosial. Gerakan reformasi yang menumbangkan rezim Orde Baru menuntut antara lain ditegakkannya supremasi hukum dan pemberantasan Korupsi. Namun yang paling menyedihkan adalah sikap rakyat menjadi apatis dengan semakin meluasnya praktik-praktik korupsi oleh be-berapa oknum pejabat lokal. Mereka tidak puas terhadap perbuatan manipulatif dan koruptif para pejabat. dan kepercayaan yang pada akhirnya menjadi krisis multidimensi. Oleh karena itu. Kolusi & Nepotisme (KKN).4 Fenomena Korupsi di Indonesia Fenomena umum yang biasanya terjadi di negara berkembang contohnya Indonesia ialah: . Namun korupsi di Indonesia semakin banyak sejak akhir 1997 saat negara mengalami krisis politik. Hal ini cukup berhasil terutama saat gerakan reformasi tahun 1998. Tema yang sering diangkat adalah “penguasa yang korup” dan “derita rakyat”. persamaan dan kesejahteraan yang merata. kepemimpinan. mencita-citakan keadilan. Tuntutan tersebut akhirnya dituangkan di dalam Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1999 & Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penye-lenggaraan Negara yang Bersih & Bebas dari KKN.

Proses modernisasi belum ditunjang oleh kemampuan sumber daya manusia pada lembagalembaga politik yang ada. Selalu muncul kelompok sosial baru yang ingin berpolitik.1.5 Peran Serta Pemerintah dalam Memberantas Korupsi Partisipasi dan dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengawali upaya-upaya pemerintah melalui KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan aparat hukum lain. Institusi-institusi politik yang ada masih lemah disebabkan oleh mudahnya “ok-num” lembaga tersebut dipengaruhi oleh kekuatan bisnis/ekonomi. 4. Derita dan kemiskinan tetap ada pada kelompok masyarakat besar (rakyat). . partisipan dan kelompoknya berlomba-lomba mencari keuntungan materil dengan mengabaikan kebutuhan rakyat. sosial. keaga-maan. 2. c) Sebagai oknum pemimpin politik. namun sebenarnya banyak di antara mereka yang tidak mampu. kedaerahan. kesukuan. g) Kesempatan korupsi lebih meningkat seiring dengan semakin meningkatnya ja-batan dan hirarki politik kekuasaan. Sebagai akibatnya. yaitu sebagai sektor di bidang politik dan ekonomi-bisnis. terjadilah runtutan peristiwa sebagai berikut : a) Partai politik sering inkonsisten. Dimulailah pola tingkah para korup. b) Muncul pemimpin yang mengedepankan kepentingan pribadi daripada kepenting-an umum. f) Lembaga-lembaga politik digunakan sebagai dwi aliansi. 3. artinya pendirian dan ideologinya sering beru-bah-ubah sesuai dengan kepentingan politik saat itu. dan profesi serta kekuatan asing lainnya. e) Sumber kekuasaan dan ekonomi mulai terkonsentrasi pada beberapa kelompok kecil yang mengusainya saja. Mereka hanya ingin memuaskan ambisi dan kepentingan pribadinya dengan dalih “kepentingan rakyat”. d) Terjadi erosi loyalitas kepada negara karena menonjolkan pemupukan harta dan kekuasaan. 2.

KPK yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk mengatasi. Upaya penindakan (kuratif). antara lain sebagai berikut : a. c.6. c. Membangun kultur yang mendukung pemberantasan korupsi. Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa. menanggulangi. Mewujudkan keberhasilan penindakan terhadap pelaku korupsi besar. Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki tang-gung jawab yang tinggi. Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Adapun agenda KPK adalah sebagai berikut : a. dan memberan-tas korupsi. 2. d. Mendorong pemerintah melakukan reformasi public sector dengan mewujudkan good governance. informal dan agama. b. d. b. b. Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis. Memacu aparat hukum lain untuk memberantas korupsi. merupakan komisi independen yang diharapkan mampu menjadi “martir” bagi para pelaku tindak KKN.1 Upaya Pencegahan (Preventif) a. c. Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan pengabdian pada bangsa dan negara melalui pendidikan formal.6 Upaya yang Dapat Ditempuh dalam Pemberantasan Korupsi Ada beberapa upaya yang dapat ditempuh dalam memberantas tindak korupsi di Indone-sia. 2. Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan masa tua. Upaya pencegahan (preventif). Membangun kepercayaan masyarakat. . e. d.

9 miliar (2004). j) Kasus korupsi di KBRI Malaysia (2005). Tidak bersikap apatis dan acuh tak acuh.2 Upaya Penindakan (Kuratif) Upaya penindakan. f. g) Kasus penyuapan panitera Pengadilan Tinggi Jakarta (2005). c) Dugaan korupsi dalam Proyek Program Pengadaan Busway pada Pemda DKI Jakarta (2004).6. Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok. h) Kasus penyuapan Hakim Agung MA dalam perkara Probosutedjo. yaitu dilakukan kepada mereka yang terbukti melanggar dengan diberikan peringatan.6. 2. Beberapa contoh penindakan yang dilakukan oleh KPK : a) Dugaan korupsi dalam pengadaan Helikopter jenis MI-2 Merk Ple Rostov Rusia milik Pemda NAD (2004). dilakukan pemecatan tidak terhormat dan dihukum pidana. EM. Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan mela-lui penyederhanaan jumlah departemen beserta jawatan di bawahnya. 2. i) Menetapkan SEOrang bupati di Kalimantan Timur sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bandara Loa Kolu yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 15. . Ia diduga melekukan pungutan liar dalam pengurusan dokumen keimigrasian. e) Dugaan korupsi pada penyalahgunaan fasilitas preshipment dan placement deposito dari BI kepada PT Texmaco Group melalui BNI (2004). f) Kasus korupsi dan penyuapan anggota KPU kepada tim audit BPK (2005). b) Menahan Konsul Jenderal RI di Johor Baru. b. Memiliki tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial terkait dengan kepentingan publik.e. Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi. g.3 Upaya Edukasi Masyarakat/Mahasiswa a. h. d) Dugaan penyalahgunaan jabatan dalam pembelian tanah yang merugikan keuang-an negara Rp 10 milyar lebih (2004). Malaysia. Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab etis tinggi dan dibarengi sistem kontrol yang efisien.

Etiopia. 2. Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non-pemerintah yang meng-awasi dan melaporkan kepada publik mengenai korupsi di Indonesia dan terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi me-lalui usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat melawan praktik korupsi. Survei TI Indonesia yang membentuk Indeks Persepsi Korupsi (IPK) In-donesia 2004 menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota terkorup di Indonesia. disu-sul Surabaya. d. b.2 sejajar dengan Azerbaijan. . IPK Indonesia adalah 2. Semarang dan Batam. Paraguay. Sedangkan survei TI pada 2005. ICW la-hir di Jakarta pd tgl 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang meng-hendaki pemerintahan pasca-Soeharto yg bebas korupsi. Kamerun. Pakistan. Libya dan Usbekistan. Nigeria. Publikasi tahunan oleh TI yang terkenal adalah Laporan Korupsi Global. Medan.4 Upaya Edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) a. Mampu memposisikan diri sebagai subjek pembangunan dan berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat luas. Sudan.6. Haiti & Myanmar. Irak. Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan mulai dari pemerintahan desa hingga ke tingkat pusat/nasional. Somalia. Kenya. Transparency International (TI) adalah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik dan didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba se-karang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang demokratik. Sedangkan Islandia adalah negara terbebas dari korupsi. In-donesia berada di posisi keenam negara terkorup di dunia.c. e. Membuka wawasan seluas-luasnya pemahaman tentang penyelenggaraan peme-rintahan negara dan aspek-aspek hukumnya. ser-ta hanya lebih baik dari Kongo. Angola.

Korupsi di Indonsia dimulai sejak era Orde Lama sekitar tahun 1960-an bahkan sangat mungkin pada tahun-tahun sebelumnya. c. Kelompok mahasiswa sering menanggapi permasalahan korupsi dengan emosi dan demonstrasi.1 Kesimpulan Dari teori yang telah kami sajikan. Peran serta pemerintah dalam pemberantasan korupsi ditunjukkan dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan aparat hukum lain. Mereka hanya ingin memuaskan ambisi dan kepentingan pri-badinya dengan dalih “kepentingan rakyat”. KPK yang ditetapkan melalui Undang-Undang . Korupsi adalah penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaaan) dan sebagainya untuk keuntungan pribadi atau orang lain serta selalu mengandung unsur “penyelewengan” atau dishonest (ketidakjujuran). kepemim-pinan dan kepercayaan yang pada akhirnya menjadi krisis multidimensi. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : a. Fenomena umum yang biasanya terjadi di Indonesia ialah selalu muncul kelom-pok sosial baru yang ingin berpolitik. Rakyat kecil umumnya bersikap apatis dan acuh tak acuh. e. namun sebenarnya banyak di antara mereka yang tidak mampu. Korupsi di Indonesia semakin banyak sejak akhir 1997 saat negara mengalami krisis politik. d. b. sosial.BAB III PENUTUP 3.

upaya penindakan (kuratif). antara lain :upaya pencegahan (preventif). f. menanggulangi dan memberantas korup-si. 3.2 Saran a) Perlu dikaji lebih dalam lagi tentang teori upaya pemberantasan korupsi di Indo-nesia agar mendapat informasi yang lebih akurat.Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk mengatasi. b) Diharapkan para pembaca setelah membaca makalah ini mampu mengaplikasi-kannya di dalam kehidupan sehari-hari.blogspot.blogspot. DAFTAR PUSTAKA http://wawasanfadhitya. Ada beberapa upaya yang dapat ditempuh dlam memberantas tindak korupsi di Indonesia. upaya edukasi masyarakat/mahasiswa dan upaya edukasi LSM (Lembaga Swada-ya Masyarakat).com/2011/03/upaya-pemberantasan-korupsi-di.com/2012/08/upaya-pemberantasan-korupsi-di-indonesia.html http://nurulsolikha.html .

. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca pada umumnya. yang telah berkenan memberi petunjuk dan kekuatan kepada kami sehingga makalah. bimbingan dan arahan kepada penyusun. Dalam kesempatan ini kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. November 2012 Penyusun. untuk itu segala saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kami nantikan. Tugas makalah ini atas tuntunan Bapak Erwin Mengenai pembahasan “Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia” Makalah ini merupakan salah satu tugas mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas X SMA Negeri 1 Martapura. Martapura. Dalam makalah ini kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan. dorongan. “Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia” ini dapat diselesaikan.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT.

..................... 2............................................................ DAFTAR ISI .......................................................................2 Rumusan Masalah ............................. ............................... BAB II PEMBAHASAN 2....................................3 Tujuan ........................ 1....... BAB I PENDAHULUAN 1...DAFTAR ISI ii HALAMAN DEPAN .......................................3 Persepsi Masyarakat tentang Korupsi ....................................2 Gambaran Umum Korupsi di Indonesia ...................................................... 1...................................................................4 Fenomena Korupsi di Indonesia .................... KATA PENGANTAR ......................... 2.................1 Latar Belakang Masalah ............................................1 Pengertian Korupsi................................................................................................................................................................................................................................................... 2.........................

........1 Kesimpulan ...................................................................2....................5 Peran Serta Pemerintah dalam Memberantas Korupsi... 3................................................ 2.......................................................6 Upaya yang Dapat Ditempuh dalam Pemberantasan Korupsi .................................................. DAFTAR PUSTAKA ...........2 Saran ....................................... ................................................. BAB III PENUTUP 3......................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful