C.

PERKEMBANGAN TEORI ATOM DARI DALTON SAMPAI BOHR-RUTHERFORD
Atom berasal dari bahasa Yunani “atomos” yang artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi. Suatu benda dapat dibagi menjadi bagianbagian yang lebih kecil, jika pembagian ini diteruskan, maka menurut logika pembagian itu akan sampai pada batas yang terkecil yang tidak dapat dibagi lagi, demikian pendapat Demokritus (460-370-S.M) Bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi disebut: ATOM Konsep atom yang dikemukakan oleh Demokritus murni sebagai hasil pemikiran semata, tanpa disertai adanya percobaan. Namun gagasan ini telah menjadi pembuka pintu ke arah penemuan baru menuju ke jenjang yang lebih tinggi. Gagasan atom Demokritus menjadi tantangan fisikawan-fisikawan untuk mengalihkan perhatiannya ke arah mikrokosmos yang pada saat itu belum terjamah. Awal abad ke-19, John Dalton (1766-1844) telah melaksanakan percobaan-percobaan yang menunjang konsep atom. 1. Konsep Atom Menurut Dalton: 1. Atom adalah partikel terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Atom suatu unsur semuanya serupa, dan tidak dapat berubah menjadi atom unsur yang lainnya. 2. Atom-atom unsur yang berlainan dapat membentuk molekul. Ketika terjadi reaksi, atom-atom itu berpisah tetapi kemudian bergabung kembali dengan susunan yang berbeda dengan susunan semula. Pada reaksi itu atom-atom bergabung menurut perbandingan tertentu. 3. Bila dua macam atom membentuk dua macam persenyawaan atau lebih maka atom-atom sejenis dalam persenyawaan itu mempunyai perbandingan yang sederhana Pengembangan atom saat itu telah memperkenalkan kita pada susunan dan sifatsifat atom, cara mengadakan reaksi dan senyawa-senyawa yang terbentuk. Sekarang telah dikenal ukuran dan massa atom, energi antar atom dan pertikel-partikel terkecil yang membentuk atom. Atom sebagai bagian terkecil suatu zat sudah tidak sesuai lagi dengan hasil-hasil percobaan-percobaan masa kini.

Partikel sub-atomik pertama yang dikenal adalah elektron. Suatu penemuan oleh percobaan J.J Thomson (1856-1940). Sehubungan dengan penemuan J.J Thomson menyangkal teori yang dikemukakan oleh Dalton. Menurut Thomson atom itu terdiri atas muatan positif yang merata diseluruh atom, muatan ini di-netral-kan oleh muatan negatif yang tersebar merata pula diseluruh atom. Model ini tidak dikembangkan karena tidak sesuai dengan hasil percobaan Rutherford. 2. Konsep Atom Menurut Thomson: a. Tabung Lucutan Gas Adalah peristiwa mengalirnya muatanmuatan listrik di dalam tabung lucutan gas pada tekanan yang sangat kecil. Sebuah tabung lucutan adalah tabung yang berisi udara, didalam tabung berisi elektrode-elektrode, yang biasanya disebut anoda (elektrode +) dan katode (elektrode -). Udara dalam tabung ini tidak dapat mengalirkan arus listrik walaupun ujung-ujung elektroda tersebut dihubungkan dengan induktor Ruhmkorf. Keadaan akan berubah jika udara dalam tabung dikeluarkan sehingga tekanan udara menjadi kecil dan letak-letak molekul udara manjadi renggang. Pada tekanan 4 cmHg, dalam tabung memancarkan cahaya merah-ungu. Cahaya ini akan menghilang sejalan dengan semakin kecilnya tekanan. Pada tekanan 0,02 mmHg udara dalam tabung tidak lagi memancarkan cahaya namun kaca dimuka katoda berpendar kehijauan. Crookes berpendapat bahwa dari katoda dipancarkan sinar yang tidak tampak yang disebut Sinar katoda. Sinar katoda dapat di pelajari karena bersifat memendarkan kaca. Sinar Katoda adalah arus elektron dengan kecepatan tinggi yang keluar dari katoda.

b. Sifat sinar Katoda : 1. Memiliki Energi 2. Memendarkan kaca

V inilah gaya yang meniadakan gaya listrik FListrik . Karena dapat memilih kecepatan partikel yang akan diteruskan. sehingga perbandingannya e V = m rB E dan B dapat diukur.. ion-ion positif membentur katoda dengan kecepatan tinggi. letak molekul-molekul udara sangat renggang. tetapi belum berhasil mengukur besar muatan e elektron.e dan muatan partikel. Jadi partikel-partikel sinar katoda ada pada setiap logam yang disebut elektron. r dan B dapat diukur. alat ini disebut sebagai Selektor kecepatan.7588. Simpangan sinar katoda dalam medan listrik dan medan magnet menunjukkan bahwa sinar ini bermuatan negatif.3.E partikel bermuatan ini akan menyimpang dalam medan listrik. sedangkan v belum diketahui. 4. Terjadinya sinar katoda dapat diterangkan sebagai berikut: Pada tekanan yang sangat kecil.v jari-jari R = dengan m dan e adalah massa B. Jika sebuah partikel bermuatan e dan kecepatan v memotong tegak lurus daerah medan magnetik B. dalam gerakannya menuju katoda (-).1 m 3. Membelok dalam medan listrik dan medan magnet. Benturan-benturan tersebut mengakibatkan terlepasnya elektron-elektron dari logam katoda.e. Percobaan tetes minyak Millikan (Millikan Oil Drop) e m elektron. Maka: Flistrik = FLorentz e.V V = E B Gambar diatas menunjukkan skema rangkaian peralatan yang digunakan oleh Thomson. maka partikel akan menempuh lintasan berbentuk lingkaran dengan m.10-19 Coulomb dan massa elektron 9. Untuk mengukur v digunakan Spektrometer massa. sehingga kecepatan partikel dapat ditentukan. Thomson dapat menunjukkan bahwa partikel sinar katoda itu sama bila katoda diganti logam lain. Orang yang berhasil menentukan besar muatan elektron adalah J.1090.6021. Penyimpangan ini dapat ditiadakan dengan memasang medan magnetik B dan kapasitor.E = B. Medan magnetik B akan menghasilkan gaya Lorentz sebesar FLorentz = B. Tanpa mngenal lelah dan menyerah.e. Dengan demikian e dapat diketahui nilai perbandingan m Thomson mendapat hasil : e = 1. Hal ini menyebabkan ion e bergerak dengan lintasan setengah lingkaran dan menumbuk film fotografik di P.1011 Coulomb Kg . Sekitar tahun 1897. akhirnya Thomson dapat mengukur massa elektron.J Thomson berhasil menentukan nilai . Partikel bermuatan e yang diletakkan dalam medan listrik akan mengalami gaya listrik sebesar Flistrik = e. Bergerak cepat menurut garis lurus dan keluar tegak lurus dari Katoda.10-31 Kg. Kemudian partikel ini memasuki daerah medan magnetik B (mengarah kedalam kertas). Percobaan Thomson J.J Thomson (1856-1940) menamakan partikel bermuatan negatif tersebut dengan elektron. Jika ditembakkan pada logam menghasilkan sinar X 5. dia yang pertama kali menentukan perbandingan antara muatan dan massa elektron. ternyata muatan elektron 1. c. Px x x x B masuk x x x x x x R x x x x v e x x x x x x x x E x x x Selektor kecepatan Partikel bermuatan mula-mula dikirim melalui sebuah alat Selektor kecepatan. sehingga elektron dalam kapasitor tetap berjalan lurus. Thomson menggunakan prinsip bahwa partikel-partikel yang bergerak melalui medan magnetik akan dibelokkan. yang arah garis gayanya tegak lurus dengan arah medan listrik E.

η . Kecepatan terminal adalah saat berat m. karena tetes minyak jatuh melalui jarak d diukur dari garis acuan dalam okuler teleskop. Hasil pengamatan menunjukkan adanya partikel-partikel yang dihamburkan. dibelokkan dan dipantulkan.q = m. Minyak yang jatuh disinari oleh cahaya sehingga dapa diamati melalui teleskop.2e.vt m. ρ . diberikan oleh Hukum Stokes sebagai: f = 6π . gaya kekentalan sebuah bola dengan jari-jari r yang bergerak dengan kecepatan v dalam suatu fluida dengan kekentalan η (etha).10-19Coulomb = 1. tetes minyak akan diam.g = f → 3 27 η 3v 3 jika r3 ini kita masukkan ke r = 2 g 2.r. Model atom menurut Rutherford: 1.g = 6 π. Minyak disemprotkan pada bagian atas keping dan ada beberapa tetes minyak yang memasuki lubang kecil pada keping A. kecuali jari-jari tetes minyak r. 3 4π r 3 g ρ V ( AB ) 3 E= sehingga q = V ( AB ) d d 3 4π ρ . Flistrik = berat tetes minyak E.g tepat setimbang dengan gaya hambat kekentalan udara f. Sebuah teleskop diatur sehingga sumbunya tegak lurus pada sinar cahaya. Ernest Rutherford (1871-1937) menembakkan partikel α (alfa) pada kepingan emas yang tipis dengan tebal 1/100 mm.g maka dalam keadaan ini. Ruther ford menyangkal teori atom J.v Dengan demikian: 4π r 3 . Ia mendapatkan bahwa dalam batas kesalahan percobaan setiap tetes selalu memiliki muatan yang sama denga kelipatan muatan elementer (e) dan tidak pernah bernilai desimal kelipatannya (e. r . Sinar cahaya diarahkan horisontal diantara keping-keping.ρ.r.…).6. Anggap tetes minyak bermuatan negatif. Pada tahun 1911 ia menyusun model atom yang baru. partikel alfa adalah partikel ang mempunyai massa 7000 kali massa elektron. Berdasarkan hasil experimennya. jari-jari ini dapat kita hitung dengan mengukur kecepatan terminal Vt tetes minyak. Atom sebagian besar tediri dari ruang hampa dengan satu inti yang bermuatan . g dalam persamaan (q =…).ρ . Kecepatan minyak dapat ditentukan melalui hubungan berat minyak dengan gaya hambat udara karena kekentalannya.q yang tepat sama dengan berat tetes minyak m.g Semua besaran yang terdapat di ruas kanan dapat diukur.Robert Andrew Millikan yang terkenal dengan experimen tetes minyak. Tetes itu terlihat seperti bintang kecil yang sangat terang.3e. Konsep Atom Menurut Rutherford Dalam percobaannya. + V(AB) A d A qE q - mg (a) B B (b) Diagram skematik peralatan Millikan ditunjukkan pada gambar diatas : Dua keping logam paralel horisontal A dan B dipisahkan dengan jarak d dalam orde milimeter.10-19 Coulomb q= mg E Massa tetes minyak sama dengan hasil kali 4π r 3 massa jenis dan volumenya (Bola)V = .g Millikan dan asistennya mengukur ribuan tetes minyak.g .602192. jatuh perlahan dengan suatu kecepatan terminal. Adalah sangat mustahil jika partikel alfa dibelokkan oleh elektron yang massanya sangat kecil. kita dapatkan: 3 q = 18π η 3v 3 d V ( AB) 2. Nilai muatan e yang didapat oleh Millikan adalah: e=1.J Thomson.d q= 3V ( AB ) 4.η. orde tetes minyak 10-5cm sehingga terlalu kecil untuk diukur langsung. Metode sederhana untuk mengukur muatan tetes minyak yang jatuh adalah sebagai berikut. Keping-keping diberi beda potensial sehingga antara keping-keping terdapat medan listrik V ( AB ) dengan mengatur kebawah sebesar: E = d medan listrik E dapat dihasilkan gaya listrik F= E.

Walaupun demikian model atom Rutherford masih harus diuji dengan percobaan-percobaan. Inti dan elektron tarik-menarik. periode putaran elektron menjadi semakin kecil. r Sehingga energi kinetik elektron pada orbitnya. Tidak dapat menjelaskan spektrum garis atom hidrogen Catatan : Ion (+) adalah atom yang kekurangan elektron (telah melepas e) Ion (–) adalah atom yang kelebihan elektron (menyerap e). Sehinggga perubahan medan magnet menimbulkan perubahan medan listrik. bahwa semakin kecil jari-jari orbit elektron. Yang mengalami perubahan ialah elektron-elektron pada kulit terluar. Hal itulah yang merupakan kelemahan pertama terhadap teori Rutherford. Gaya tarik menarik ini merupakan gaya sentripetal yang mengendalikan gerak elektron pada orbitnya masing-masing seperti grafitasi dalam tata surya. Balmer menemukan rumus yang cocok dengan panjang gelombang deretan . gerakan elektron menimbulkan gelombang elektromagnetik.positif dan satu atau beberapa elektron yang beredar disekitar inti. senantiasa dipancarkan energi berupa gelombang elektromagnetik. energi potensial elektron pada orbitnya e2 Ep = −k r Fsp Fc + r e adalah muatan elementer. dari Ek = ½ m v2 Ek = 1 e2 k 2 r Energi total elektron : E = Ep+Ek → E = − k e2 1 e2 + k r 2 r 1 e2 E=− k 2 r Dari bahasan diatas. inti atom tidak mengalami perubahan. dapat ditarik kesimpulan. Menurut Rutherford. 2. Hal itulah yang juga merupakan kelemahan kedua terhadap teori Rutherford Ringkasnya kelemahan teori atom Rutherford adalah : 1. seperti planet-planet yang bergerak dalam sistem tata surya. tetapi berupa pilin (seperti Obat Nyamuk) yang pada akhirnya elektron jatuh ke dalam inti. k. Dengan perkataan lain. semakin kecil pula energinya. Gerakan elektron adalah arus listrik. Jika jari-jari lintasan elektron r. Jadi selama elektron beredar. Energi elektron semakin mengecil sejalan dengan mengecilnya jari-jari elektron Lintasan elektron tidak lagi berupa lingkaran. Frekwensi gelombang yang dipancarkan berubah pula. atom Hidrogen adalah atom yang paling sederhana. muatan positif pada inti sama besarnya dengan muatan elektron yang beredar di sekitarnya. 3. sehingga atom itu tidak stabil. Pengamatan menunjukkan bahwa spektrum uap hidrogen terdiri atas garis-garis yang frekuensinya tertentu. Massa atom sebagian besar terletak pada intinya. dan m adalah massa elektron Gaya tarik-menarik antara inti dan elektron sama dengan gaya sentripetal yang bekerja pada elektron. Tidak dapat menjelaskan kestabilan atom 2. 2 = r r e 5. 4. Sebagai contoh. Spektrum uap Hidrogen Pengamatan spektroskopis menunjukkan bahwa spektrum gas Hidrogen terdiri atas deretan garis-garis. Muatan positif pada inti besarnya sama dengan nomer atom dikalikan dengan muatan elementer. e 2 mv 2 Fc = Fsp → k . Pada reaksi kimia. karena hanya ada satu elektron. Demikianlah model atom Rutherford dianggap lebih baik daripada model atom Thomson. Deretan garis ini diberi nama menurut orang yang menemukannya Secara Empirik. maka terjadi medan magnet. e2 = mv 2 . Bila lintasan elektron semakin menciut. akibat gerakan elektron atom. elektron-elektron beredar di sekeliling inti. Atom secara keseluruhan bersifat netral.

dipancarkan energi sebesar h. 6. atau 3.2.5. Dari kenyataan ini dapat ditafsirkan beberapa kemungkinan: 1. dan n = 1.4.… dst e memancarkan energi n=1 + e menyerap energi b. λ = 3645. Lintasan ini disebut lintasan stasioner.… dst.4.097. 6   n   Angstrom 2 n −4 n=3. Besar momentum anguler elektron pada lintasan stasioner ini adalah : L=mvr= nh 2π Bila elektron meloncat dari lintasan yang energinya tinggi ke lintasan yang energinya rendah. persamaan umum untuk sembarang lintasan : rn = n 2 r1 Rumus ini sesuai pula untuk deret Lyman dan Paschen • Untuk deret Lyman 1 1 diganti dengan 2 2 2 1 dan n = 2. atau 2. 5. • Deret Balmer (deret Cahaya tampak) nA = 2 dan nB = 3.Balmer. Elektron yang berpindah dari kulit yang lebih dalam ke luar akan menyerap energi dan elektron yang berpindah dari kulit yang . dengan r1 = 0.4. • Deret Paschen (deret Inframerah I) nB = 4.…dst. Pfund). a. nA = 4 dan • Deret Pfund (deret Inframerah III) nA = 5 dan nB = 6. .6. Spektrum Gas Hidrogen Menurut Bohr 4. nA = 3 dan • Deret Brackett (deret Inframerah II) nB = 5. 7.5. elektron hanya dapat berputar pada lintasan tertentu tanpa memancarkan energi. n=3 n=2 dalam akan Rumus ini oleh Rydberg diperbaiki menjadi 1  1 1  = R  2 − 2  Angstrom −1 λ 2 n  1  1 1  = R  2 − 2  Angstrom −1 λ 2 n  R adalah tetapan Rydberg = 1. Postulat Bohr 1. 7. Model atom Rutherford salah. Jari-jari Lintasan Elektron Elektron yang jari-jari lintasannya r memiliki. Teori Elektrodinamika klasik salah. Model atom Rutherford dan teori Elektrodinamika klasik hanya berlaku untuk batas-batas tertentu. Balmer. Niels Bohr (1885-1962) menyusun model atom Hidrogen berdasarkan model atom Rutherford dan teori Kuantum. dengan persamaan : 1 λ = R( 1 1 − 2) 2 nA nB nA = Kulit yang dituju nB = Kulit yang ditinggalkan R = 1. 4. Perbandingan jari-jari lintasan elektron • Untuk deret Paschen 1 1 diganti dengan 2 2 2 3 dan n = 4. Pada tahun 1913.f mengikuti spektrum “LBPBP” (Lyman. Brackett.5.3.2. Elektron tidak dapat berputar dalam lintasan yang sembarang. ….53 Å. 4 …. n = 1. … n disebut bilangan kuantum (kulit) utama 2. c. …. ….10-7 m n = 3. Paschen. 3. 8.3.3.…dst. 6.… dst. Konsep Atom Menurut Bohr Hasil pengamatan spektroskopis terhadap spektrum atom Hidrogen telah membuka kelemahan-kelemahan model atom Rutherford.10-7 m • Deret Lyman (deret Ultra Ungu) nA = 1 dan nB = 2.097. 2 lebih luar ke bagian memancarkan energi. 5. ….

h 2 . 6  2 − 2  eV  n A nB  Bila elektron terbangkit sampai kuantum ∞. maka elektron itu lepas dari lingkungan atom dan atom tersebut menjadi ion (+).N. Kemampuan sebuah atom untuk menangkap elektron bebas disebut sebagai Afinitas Elektron. Energi Ionisasi Untuk membangkitkan elektron dari kuantum nA ke kuantum nB diserap energi sebesar: e2  e2  E = EB . f = h 2 . maka memerlukan energi : ∆E = EB − E A e.n 2 untuk n = 2 diperoleh frekuensi yang sesuai dengan salah satu deret balmer. 6  2 −  eV n ∞ 13. Bohr dan Stoner menyusun model atomatom lainnya berdasarkan model atom Hidrogen.3. Disebut kulit (K.3.E A → E = − k −  −k  2rB  2rA  f.n 2 2π 2 k 2 e4 m f = h 3 . Afinitas Elektron Elektron yang terlepas dari susunan atom akan ditangkap oleh struktur atom yang lain.M.L.…dst.k.2. n adalah bilangan kuantum utama.e. Lintasan elektron dengan bilangan kuantum n = 1.e2  1 1  =  −  2  rA rB  dengan r = n 2 . … Apabila terjadi perpindahan (transisi) elektron dari satu kulit ke kulit yang lain. Energi yang diserap untuk meng-ion-kan atom disebut Energi Ionisasi.2.h maka diperoleh  1 1  E = 13.d. n = 1.…) Tiap kulit elektron hanya dapat diisi paling banyak oleh 2n2 elektron-elektron. sehingga : 4π 2 k e 2 m ======O0O====== E= 2π 2 k 2 e4 m  1 1   2 − 2  Joule 2 h  n A nB  Dengan mensubstitusikan nilai m. Dan atom tersebut menjadi ion (-) k . 6 eV n2 untuk n = 1 besar E = 13. Energi Energi untuk persamaan : E1 En = 2 n kulit ke-n memenuhi Sebaliknya jika ion Hidrogen mengikat sebuah elektron akan dipancarkan energi sebesar: 2π 2 k 2 e 4 m  1 1  E=  2 −  Joule h2  nA ∞  Besar Frekuensi foton yang dipancarkan 2π 2 k 2 e 4 m h.6 eV E= . Besar Energi Ionisasi atom Hidrogen:  1 1 E = 13.

(2) Inti atom dikelilingi oleh elektronelektron pada jarak yang relatif jauh. merambat lurus B.1. r = λ n E. A. …) ke lintasan n = 1.65 x 10-7 Jawaban : D 1 λ = R( 1 1 − 2) 2 nA nB 1 1 − 2 ) /m 2 2 4 = 1. maka: 2πr = nλ mv 2 D. 2πr = nλ C.. D.86 x 10-7 -7 B. atom memiliki massa yang tersebar secara merata D. lintasan 4 ke lintasan 2 Jawaban : D Sinar ultraviolet (deret Lymann) terjadi ketika elektron dari lintasan luar (n = 2. terjadi apabila elektron berpindah dari … A. Berdasarkan model atom Bohr.86 x 10-7 m 3 ) 16 7. momentum nh sudut L = m v r = . elektron bergerak mengelilingi inti hanya pada lintasan tertentu. h = tetapan Planck 2π Momentum sudut (L) berbanding lurus dengan tetapan Planck.43 x 10 E. 3. 7. Yang bukan merupakan sifat sinar katode adalah …. 2πr = λ n2 Menurut Bohr: L = m v r = 5.097 x 10-7 ( λ = 4. berbanding terbalik dengan momentum linear Jawaban : B Menurut model atom Bohr. Menurut model atom Bohr. berbanding lurus dengan tetapan Planck C. lintasan 3 ke lintasan 2 D. elektron mengelilingi inti pada lintasan tertentu Jawaban : D Kesimpulan Rutherford menghasilkan model atom sebagai berikut: (1) Semua muatan positif dan sebagian besar massa atom berkumpul pada suatu titik di tengah-tengah atom yang disebut inti atom. berbanding terbalik dengan tetapan Rydberg E. atom adalah bagian terkecil dari unsur B. Panjang gelombang λ elektron yang bergerak dalam suatu orbit berjari-jari r memenuhi .. 2. Jawaban : B nh 2π h nh mvr = → 2πr = n 2π mv Menurut de Broglie: h λ= . A. 4. dipancarkan foton dengan panjang gelombang …. tidak bermassa Jawaban : E Sinar katode memiliki massa. lintasan 2 ke lintasan 4 C. 4.53 Å akan mempunyai kecepatan sebesar … c c A... Percobaan hamburan Rutherford menghasilkan kesimpulan ….Contoh Soal dan Pembahasan : 1. 3. dapat menimbulkan panas C. (n adalah bilangan bulat). 2πr = n λ.82 x 10-7 D. Jika terjadi transisi elektron dari lintasan n = 4 ke lintasan n = 2. 2 100 . tetapan Rydberg = 1.29 x 10-7 C. tersirat sifat gelombang elektron.097 x 107 m-1. membelok dalam medan magnetik E. lintasan 4 ke lintasan 1 E.. A. 2. massa atom terpusat di suatu titik yang disebut inti E. A. m. lintasan 1 ke lintasan 2 B. Dalam postulat Bohr tentang momentum sudut. Pemancaran sinar ultraviolet pada atom hidrogen. elektron adalah bagian atom yang bermuatan listrik negatif C. berbanding terbalik dengan tetapan Planck B.097 x 10-7 ( = 1. berbanding lurus dengan tetapan Rydberg D. dan besarnya momentum angular elektron pada lintasan itu adalah … A.r = nλ B. bermuatan negatif (anode) D. Menurut teori atom Bohr. elektron bermassa 9 x 10-31 kg pada atom hidrogen dengan jari-jari 0. 3. 6. 4.

12. c = kelajuan cahaya)..4 x 10 −8 λ31 = 9. c ceλ hc C.0 kilovolt. 12 x 10 m Jawaban : B ∆E31 = ∆E32 + ∆E21.124 nm 10. 124 C. hλ hc A. e λ hλ h B.4 x 10 −8 m = 6 x 10 −8 m 4 Elektron di dalam tabung sinar-X diberi beda potensial 10.c 5 c C. E.4 x 10 8 x 10 −8 4 /m = 2.2 x 10 6 1 = m/s→ v = m/s 8 c 137 3 x 10 λ= hc 6. 2.0124 D.62 x10 −34 3 x10 8 →λ= m eV 1. dan E3 pada atom.2 x 106 m/s vn = n v 2. Pada transisi elektron dari E2 ke E1 dihasilkan panjang gelombang 8 x 10-8 m.0. panjang gelombang minimum yang dihasilkan oleh tabung tersebut dalam nm adalah …. Pada transisi elektron dari E3 ke E2 radiasi sinar ultraviolet mempunyai panjang gelombang 2. 0. 13 B. A. E. Rumus praktis : 2. 20 x 10-8 m -8 C.2 x 10 6 = 2. E3 E2 E1 Pada gambar di atas tampak tingkatan energi E1. Jika sebuah elektron menghasilkan satu foton pada saat elektron tersebut menumpuk target. E2. ======O0O====== λ31 1 = = 1 λ32 + 1 λ31 λ31 1 1 /m + −7 2.53 Å berarti elektron pada bilangan kuantum n = 1 (dasar). Sebuah tabung sinar-X menghasilkan sinar-X dengan panjang gelombang minimum λ. Beda potensial antara katode dan anode yang diperlukan untuk menghasilkan sinar ini adalah … (h = tetapan Planck.24 Jawaban : B Soal-soal : . 6 x 10-8 m E. c 137 Energi potensial listrik elektron (Ep) berubah menjadi energi sinar-X (Echy): hc hc eV= →V= λ eλ Jawaban : E r = 0.6 x10 −19 10 4 ( ) ( ) λ = 0.4 x 10-7 m.4 B. eλ Jawaban : C Energi potensial elektron gelombang sinar-X. karena ∆E ∝ → 1 maka 1 λ .124 E. D. 1. e = muatan listrik elektron. maka: hc hc eV= →V= λ eλ Energi 8.3 x 10-8 m D. 16 x 10-8 m B. Panjang gelombang sinar yang diradiasikan bila terjadi transisi dari E3 ke E1 adalah …… A.

8 nm di dalam daerah biru. emisi elektronik 2. emisi rangsangan B. Bila elektron berpindah dari kulit M ke kulit K pada atom hidrogen dan R adalah konstanta Rydberg.56 x 10-19 J C. Sebuah atom akan memancarkan foton.1215 Å D. massa keseluruhan atom berubah C. 5.6 eV D. 6. maka panjang gelombang terbesar dari deret Balmer adalah … A.53 eV E.meninggalkan atom itu B. Millikan E. dari n = 4 ke n = 3 D. dari n = 2 ke n = 1 B.4 eV C. 1. atom tidak dapat dipecah-pecah lagi 6. 2 dan 4 Perbandingan antara muatan dengan massa elektron adalah 1. 1 dan 3 E. W. bertukar tingkat energi dengan elektron yang lain D.097 x 107 m-1.1. 13. molekul terdiri dari atom-atom B. 2. 10. Elektron atom hidrogen model Bohr mengelilingi intinya dengan bilangan kuantum n. Rutherford C. 9R 13. tidak memiliki momentum angular D. 6. energi foton yang terpancar berbanding terbalik dengan f C. 4050 Å E.55 eV B. Roentgen Salah satu konsep atom menurut Dalton adalah. mengalami transisi ke tingkat energi yang lebih tinggi .09 eV C.63 x 10-34 J s. 8R R 17 C. bertumbukan dengan elektron lainnya C. 4 B. Jika konstanta Rydberg 1. 8752 Å C. dari n = 5 ke n = 2 11. Bila terjadi transisi elektron dalam orbit atom hidrogen. 5127 Å Energi foton sinar tampak yang dipancarkan atom hidrogen ketika terjadi transisi elektron dari kulit ke-4 ke kulit ke2 adalah … A. maka selisih tingkat energi di dalam atom yang menimbulkan garis itu adalah A. 10. 8. Jika energi elektron atom hidrogen pada tingkat dasar -13. A. 9R 17 R 9 1 B.82 eV D. 2 dan 3 D.23 x 10 J E.51 x 10-15 J -16 B.7588 x 1011 coulomb/kg.elektron bergerak dengan lintasan stasioner B. 9.8 eV E. Hal ini diselidiki oleh seorang ahli fisika bernama ……. 12.07 eV 12.05 x 10-17 J 8. 9. Bila energi ionisasi atom itu bernilai kali energi ionisasi atom itu 5.20 eV B. 54. Salah satu model atom menurut Bohr adalah A. A.atom merupakan bola pejal bermuatan positif E.. Lepasnya elektron dari permukaan logam karena logam itu dipanaskan disebut … A.27 x 10-15 J D.6 eV. 4.Thomson D.4 eV Spektrum air raksa mengandung garis 435. atom dapat dipecah-pecah lagi 7. maka energi yang diserap atom hidrogen agar elektronnya tereksitasi dari tingkat dasar ke lintasan kulit M adalah …. emisi fotolistrik E. Jika tetapan Planck h = 6. 4. 5. A. 6. Sinar katode … (1) terdiri dari muatan-muatan yang negatif (2) dapat menimbulkan kalor pada bendabenda yang ditumbuknya (3) dapat dibelokkan oleh medan listrik (4) dibelokkan ke arah kutub utara suatu magnet Pernyataan diatas yang sesuai adalah : A. E.. John Dalton B. 4. emisi termionik C. semua benar C.6563 Å B. apabila salah satu elektronnya … A. emisi spontan D. D. maka frekuensi terbesar terjadi jika elektron pindah …… A. 3. atom tidak dapat membentuk suatu molekul E. atom tidak bergabung dengan atom lainnya D. 8 9 A. dari n = 4 ke n = 2 E.mengalami transisi ke tingkat energi yang lebih rendah E. 3.K. maka panjang gelombang yang terjadi besarnya …. dari n = 3 ke n = 2 C.

A. 6. 2 D. Bila besar muatan elektron adalah 1. elektron hilang. maka jumlah putaran per detik elektron tadi mengelilingi inti adalah … A.5 x 1012 D. Pada model atom Bohr. 4 E. 4 : 5 D.2 x 106 m/s. dengan mengendalikan transisi ke tingkatan energi yang lebih rendah selalu mungkin. Kelajuan atom tidak berkurang tetapi satu buah elektronnya dipindahkan ke tingkat energi yang lebih tinggi dan kemudian kembali ke tingkat energi asalnya dengan memancarkan radiasi foton. 5 x 10 15.6 x 10-19 J B. 32 C.. Dapat disimpulkan bahwa bila Ef dan Ee berturutturut adalah energi foton dan elektron.8 miliampere pada suatu titik di orbit lintasannya. elektron atom hidrogen bergerak dengan orbit lingkaran dengan laju sebesar 2. 1 x 103 ======O0O====== . 8. Sebuah elektron dengan massa m bergerak dengan kelajuan u menumbuk sebuah atom berkurang menjadi v. 5 x 1013 E. dan sebagai konsekuensinya dipancarkan foton dari anode dengan panjang gelombang λ meter. maka frekuensi radiasi adalah ….. Dalam model atom Bohr.dalam keadaan dasarnya. 5 x 1018 15 C. Ditinjau berkas foton dan elektron monoenergetik dengan panjang gelombang de Broglie yang sama. 5 x 1016 B. 2h 2h 2 2 mu +v C. Sebuah elektron bermassa m kg dan bermuatan q coulomb dilepas tanpa kecepatan awal dari sebuah katode dan kemudian bergerak dipercepat menuju anode. 1. D.5 x 102 4 B.06 mA B.06 A C. 2h 2h 2 2 m v2 m v −u B. A. E -5. 1 : 4 18. mu2 m u2 − v2 A. 2. 8 14. E. 1. semua benar C.6 x 10-19 coulomb. (3) panjang gelombang maksimum -7 spektrum emisinya 5 x 10 m. 2 dan 4 17.3 x 10 E. hc mhc C.4 x 10-19 J -24. (e = 1.06 pA D. maka nilai n itu adalah … A.1 x 102 C. 20. hc D.2 x 10-19 J -9. Jika h = konstanta Planck dalam joule-detik dan c = kecepatan foton dalam m/s.4 x 108 D. Besarnya arus pada orbit tersebut. Pernyataan diatas yang sesuai adalah : A. Dari pengolahan data di atas.0 x 10-19 J -16. (2) panjang gelombang minimum spektrum emisinya 1 x 10-7 m. me = 9. Perbandingan frekuensi yang dipancarkan foton apabila elektron pindah dari orbit 2 ke orbit 1 dengan elektron yang pindah dari orbit 4 ke orbit 1 adalah …. dapat ditarik kesimpulan bahwa……. 4 : 2 C.6 x 10-19 coulomb.06 µA 16. 1. 2 dan 3 D. 1 dan 3 E. elektron atom hidrogen yang mengorbit di sekitar inti atom membangkitkan kuat arus listrik ratarata sebesar 0. 2h ( ) ( ( ) ) 19. 4. 2 : 4.1 x 10-31 kg). 4 B. 16 B. beda potensial V (dalam volt) antara anode dan katode adalah . 4 : 1 E. A. (1) ada 6 garis spektrum yang mungkin terjadi akibat transisi elektron. (4) ada komponen spektrum emisi yang merupakan sinar tampak. hc qλ qλ B.06 nA E. 1. Jika h adalah tetapan Planck. 1. qλ hc mqλ mqλ E. 1. A.. Diagram di bawah ini menunjukkan empat tingkatan energi suatu atom logam. maka Ef/Ee dekat nilainya dengan …. Ketika menumbuk anode. yaitu 5 Å.