P. 1
Agama Kristen

Agama Kristen

|Views: 85|Likes:
Published by Loi Amaina Priskila
Pandangan etis iman Kristen terhadap Politik.
Pandangan etis iman Kristen terhadap Politik.

More info:

Published by: Loi Amaina Priskila on May 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

BAB I Pendahuluan

1. Latar Belakang
Di zaman modern ini, kata „politik‟ bukan lagi kata yang jarang didengar oleh masyarakat. Apalagi di masa reformasi yang semakin menunjukkan banyak terjadi penyimpangan dalam bidang politik. Jadi tidaklah mengherankan apabila banyak hal yang terjadi di dunia ini dihubungkan dengan politik dan hukum. Ada begitu banyak respon dan tanggapan dari berbagai kalangan yang berbeda, termasuk menurut agama Kristen. Sadar atau tidak, mau atau tidak, politik ikut mempengaruhi kehidupan kita sebagai individu maupun sebagai bagian dari kelompok masyarakat, demikian halnya dalam kehidupan kekristenan kita. Cukup banyak orang Kristen, termasuk mahasiswa Kristen, yang takut atau antipati terhadap politik. Hal ini terjadi akibat imej negatif dari politik yang dianggap tempat iblis atau setan bermain. Adanya konsep pemikiran seperti ini timbul karena mereka tidak memahami esensi dan makna politik dengan benar. Sebab mau tidak mau masyarakat, khususnya umat Kristen, pasti dihadapkan dengan masalah politik dan hukum. Semakin banyak peran dan pengaruh gereja dalam politik dan hukum diharapkan semakin menunjukkan citra Kristus yang ada dalam setiap jemaat-Nya. Karena kita diciptakan untuk menjadi kepala dan bukan ekor, serta manusia telah diberikan kuasa untuk menaklukan dunia, meruntuhkan tembok yang berabad-abad telah memisahkan kekristenan dengan dunia luar sehingga bisa membawa pembaharuan di negeri yang dipilih Tuhan untuk kita berdiam.

1

Agama Kristen

Apa saja tanggung jawab sosial Politik umat Kristen ? f. Bagaimana etika Politik ? 2 Agama Kristen . Bagaimana keterlibatan lembaga-lembaga masyarakat dalam Politik ? c. Bagaimana sikap kita terhadap Pemerintah yang salah menggunakan otoritas ? h. Apa yang dimaksud dengan Politik ? b. Apa saja implikasi-implikasinya ? g. Bagaimana teologia Politik Kristen di Indonesia ? e. Bagaimana konsep Alkitab terhadap Politik ? d.2. yaitu : a. Rumusan Masalah Adapun beberapa rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini.

(termasuk lembaga keagamaan) merupakan kekuatan tersendiri untuk mempengaruhi kebijakan publik atau keluarnya suatu peraturan. Political Analysis and Public Policy. proses-proses di dalamnya. Banyak pendapat masyarakat mengenai definisi politik. p. Dalam perkembangan berikutnya. dan sebagainya) untuk kepentingan dan kebaikan bersama. Pengertian Politik Dari sisi etimologisnya. kata „politik‟ berasal dari kata Yunani. Keterlibatan politik secara kritis (critical engagement) dari lembaga-lembaga atau kelompok-kelompok kepentingan dalam masyarakat akan menjadi sarana dan alat yang sangat efektif untuk mengontrol segala tingkah pongah penguasa dan dengan itu batas-batas Agama Kristen 3 . kota-kota memperluas diri atau menyatukan diri dan kemudian disebut negara. bentuk-bentuk organisasi. Lembaga-lembaga yang ada itu dapat mendengar dan menyalurkan pelbagai keprihatinan dan aspirasi yang ada di tengahtengah sekelompok masyarakat untuk menekan penguasa memberi perhatian atau mengeluarkan kebijakan pada tuntutan masyarakat tersebut. 4). Keterlibatan Lembaga-lembaga Masyarakat dalam Politik Lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat. Political Science. politik merupakan analisa tentang pemerintahan. terutama kelompok-kelompok kepentingan. p. 1969. politik merupakan pembuatan keputusan yang dilakukan masyarakat. lembagalembaga dan tujuannya (William Ebenstein. Sebagai ilmu. melibatkan sejumlah ketentuan-ketentuan politik (partai politik. yaitu Po’lis yang diartikan sebagai kota (city).309). Di antaranya yaitu menyatakan politik adalah proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat bagi masyarakat/proses alokasi dan distribusi inti proses politik adalah : Keputusan yang mengikat masyarakat. kepentingan. suatu pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan-kebijakan publik (Joice &William Mitchel. 1972.BAB II Pembahasan 1. 2. kelompok. Dalam bentuk yang lebih operasional.

(Holy Bibel: Gideon International. penataan politik tidak bisa dilepaskan dari urusan Tuhan di segala tempat. politik adalah suatu upaya dan proses sadar untuk memahami dan memaknai realitas politik dari cara pandang dan pola pikir Alkitab. menekan pemerintah dan melakukan kontrol. Politik Kesejahteraan Perkatan politik (city) muncul dengan tegas dalam Yeremia(29:7): And seek the peace of the city … and pray to the Lord for it (city:red). Dengan itu akan lahir kebiasaan-kebiasaan positif yang pada akhirnya akan berujung pada suatu karakter politik yang terbuka serta mau berubah ke arah yang lebih baik dan maju. Salah satu poin yang terpenting dalam hal itu adalah persoalan perspektif pilihan sadar dan sengaja dari tiap insan politik alias manusia itu sendiri yang sejatinya merupakan mahluk politik. for in its (city:red. ruang dan waktu.) peace you will have peace. Juga. tidak serta merta diikuti dengan suatu bentuk atau sistem. Perubahan-perubahan yang dilakukan penguasa terhadap kebijakannya yang salah atas desakan masyarakat merupakan pendidikan politik yang paling baik. jika dilakukan secara berkesinambungan dan terhormat. Namun. jelas merupakan amanat Alkitab pada umat Tuhan.etis kekuasaan yang layak tetap terjaga. Amanat atau perintah Alkitab untuk berpolitik bagi umat di dalam kitab Yeremia itu. tentu saja akan membiasakan suatu bangsa atau negara hidup dalam keseimbangan yang terukur. Mencari atau mengupayakan kesejahteraan kota (politik). Dengan demikian. Pertanyaan kuncinya jelas: apa kata Alkitab terhadap politik? Bagaimana konsepsi dan sistem politik yang sesungguhnya dikandung Alkitab? Bagaimana penerjemahannya secara tepat ke dalam realitas? Atau lebih pas: bagaimana konsep atau doktrin politik itu mengalami „pemanusiaan‟ dan „penduniaan‟? Berangkat dari pertanyaan itulah penjelajahan menyangkut konsepsi politik Alkitab dilakukan. Pertanyaan penting muncul: Apakah Alkitab 4 Agama Kristen . 1980). apalagi yang menyangkut prosedur dan mekanisme penataan politik yang detail. Konsep Alkitab terhadap Politik Menurut Alkitab. pemerintah akan dididik untuk tunduk pada yang seharusnya. Upaya-upaya melakukan kritik. 3. a. satu hal yang harus disadari adalah bahwa semua itu tidak akan berjalan dan tercapai dengan sendirinya. Sangat diperlukan proses yang terus-menerus untuk membuka kesadaran bersama dalam pengelolaan politik.

Sumber kader kepemimpinan atau penguasa 5 Agama Kristen . Formula politik itu tidak menjadi urusan Alkitab. prosedur dan mekanisme pemerintahan. Pencitraan manusia sebagai imago dei (Kej. jawaban yang „imaniah‟ adalah: keleluasaan. 1:28) merupakan konsepsi politik Alkitab untuk menjelaskan hubungannya dengan semesta alam. Sacerdotal Kingdom Merujuk kepada naskah yang lebih muda di Alkitab. digiring menuju tanah perjanjian yang bagi sebagian besar kaum awamnya tidak jelas kapan tibanya. Alkitab memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk merumuskan suatu formula politik. c) istilah kerajaan imamat dari perspektif politik pasti membawa kita pada pemikiran bahwa penguasa politik atau pemimpin pemerintahan adalah para orang kudus yang disebut Imam. Artinya kerajaan yang harus berbeda ( kudus) dari segala kerajaan atau bentuk politik yang lain di dunia ini. tetapi menjadi suatu keharusan yang dirumuskan umat Tuhan. yakni: a) bentuk politik itu adalah kerajaan. b) ciri dari kerajaan itu adalah imamat dan memiliki ciri dan jati diri tersendiri. baik itu menyangkut dasar dan sistem politik. Status budak yang melepaskan diri melalui perlawanan. Alkitab hanya memberikan suatu konsepsi yang sangat fundamental: to seek peace (mengupayakan kesejahteraan politik). Di sini jelas ada suatu progres dari pengelolaan politik yang disampaikan kepada bangsa Israel. konsep baku dan menyeluruh menyangkut upaya perealisasian dari politik itu. (campur baur dan kosong) dalam arti politik. b. Paling tidak kita dapat menangkap tiga hal dari teks kerajaan imamat itu. Alkitab hanya memberi satu tekanan dan kepastian: kesejahteraan. kisah penciptaan memberikan suatu konsepsi menyangkut citra dan peran manusia di dalam proses dan realitas politik. Realitas dan Pemaknaan Teokrasi  Regnum Sacerdotale. Pernyataan Tuhan kepada Musa mengenai penataan politik itu tidak dapat dilepaskan dari proses awal eksodus yang dialami bangsa Israel.memberi konsep kosong atau memberi keleluasaan kepada umat terutama para pemimpinnya? Tampaknya. sangat jelas sifat politisnya. Suatu bentuk dan ciri politik dinyatakan kepada Musa. Mereka hidup dalam situasi „tohu wavohu’ . „Engkau akan menjadi kerajaan imamat dan bangsa yang kudus…’ (Kel 19:6). Alkitab tidak memberikan suatu paku mati. Demikian juga pemberian kuasa dan mandat bagi manusia untuk menata dan mengelola alam. Kepada umat Tuhan. bentuk.

keterikatan tersebut jelas sangat longgar. bahkan diyakini sebagai teokrasi (pemerintahan Tuhan). Yoel dan Abia. Liga suku-suku itulah yang kemudian menjadi konfederasi Israel. Inilah yang disebut regnum sacerdotale atau sacerdotal Kingdom. Untuk yang lebih praktis dalam pengaturan kebutuhan keseharian pada masa itu (semacam penjabaran dari UUD) diberikan hukum ringkas berupa ritual decalog dan ethical decalog (Kel. Namun. Realitas politik yang berangkat dan mengacu dari penelusuran Alkitab di atas. 34:12-16). Dasar titah dapat dilihat pada dua bagian.Sam 8:3). Gerakan ini. 20:1-17 dan Ul. 5:6-21. Termasuk kewajiban memperingati hari bersejarah secara ritual (34:18). suku-suku Israel terbentuk atau membentuk diri menjadi aliansi politik. Rumusan atau penjelasan yang tiba kepada kita adalah: Tuhan menjadi penguasa tunggal dan manusia berada dalam naungan kedaulatanNya. digugat para tetua Israel (1 Sam: 8:4). yakni keyakinan pada Yahwe tersebut. menerima suap dan memutarbalikkan keadilan‟ (1. terutama untuk imam (dari garis suku Lewi). tanpa disadari merupakan suatu perlawanan terhadap tradisi pewarisan turun-temurun berdasarkan garis darah dalam kepemimpinan selama ini. yang diangkat Samuel menjadi hakim di Bersyeba.politik sudah jelas: para imam. disadari atau tidak menjadi satu perangkat politik dalam tatanan sosial keagamaan Israel. belum memiliki kesanggupan untuk menjadi perangkat politik. sangat dipahami. Kel. Dari tinjauan politik. pada tahap yang sangat awal kelihatannya baru mulai belajar untuk membentuk diri menjadi identitas politik. Kenyataan yang demikian dapat menggiring kita kepada kesimpulan bahwa kelihatannya Alkitab tidak memberi penjelasan mengenai suatu bentuk pemerintahan. hanya diikat dan terikat pada satu keyakinan terhadap Yahwe yang membebaskan mereka dari penindasan Mesir. berangkat dari fondasi satu-satunya itu. Gerakan bagi adanya seorang raja manusia (melekh) mulai muncul. Tatanan sosialnya sebagai suatu bangsa. Agama Kristen 6 .  Ketegangan Pengangkatan Melekh (Raja) Israel sebagai komunitas pilihan Tuhan. Keterikatan politik yang didasari keyakinan agamiah itu yang menjadikan para Imam sebagai pemimpinnya. Kualitas moral kedua anak Samuel menjadi dasar dari gugatan para tetua itu: „mereka mengejar laba. Suku-suku yang ada. Dua anak Samuel. Undang-Undang Dasar dalam bentuknya yang sangat embrional diberikan kepada bangsa yang secara politik belum memiliki wilayah itu.

yakni: Yahwe. Kedua. Kedudukan Imam sebagai medium dan advisori. Itu berarti. Dengan merujuk pada proses keterpilihan dan pengangkatan Saul sebagai raja dan sekaligus pelaksanaan kekuasaannya sebagai raja (1 Sam. Daud sendiri yang menetapkan Salomo. menentukan dan mengurapi Saul (1. anak haram. 9-15). inilah yang sekaligus menandai hakikat teokrasi itu.‟ (1 Sam. mau tidak harus dirumuskan.“sebab bukan engkau yang mereka tolak. Agama Kristen 7 . Dengan kemenangan gerakan „melekh‟. Meskipun aspirasi gerakan „melekh‟ diterima sebagai realitas politik. dalam garis teokrasi yang demikian terjadi peralihan kekuasaan dari Daud ke penggantinya. Daud (16) yang berasal dari suku Efrata. Raja. proses peralihan kekuasaan dari Saul kepada Daud tidak berjalan mulus. Kelima. Sam. tetapi Akulah (Yahwe: red) yang mereka tolak. pada proses Saul. Dalam konteks ini. Pencabutan mandat atas Saul juga dilakukan Yahwe (15) dan sekaligus pilihan atas penggantinya. Saul tetap mempertahankan kekuasaannya dan berupaya melenyapkan Daud. Yahwe sendiri yang memilih. dan pengangkatan Salomo (1. lembaga kerajaan (Saul) mengabaikan dan mengebiri lembaga Imam dan dengan itu menjadikan dirinya juga medium (perantara) langsung dengan Yahwe (teokrasi). konsekuensi politisnya adalah dekonstruksi doktrinal atau „amandemen UUD‟. Keempat. tetap dipertahankan. penggantinya raja Daud (16-24). kedaulatan Yahwe (teokrasi) atas Israel tetap dipertahankan dan diakui. Dasar hukum dari pengadaan dan pengangkatan “melekh‟ harus ditetapkan. Persoalan mengenai ketertautan Yahwe dengan Israel atas adanya seorang raja. fungsi Imam sebagai perantara (medium) Yahwe dan sekaligus pengawas atas tugas-tugas raja juga tetap dipertahankan. kaum Kish dari suku yang terkecil keturunan Benyamin dipilih Tuhan menjadi raja di hadapan suku-suku Israel. hasil perselingkuhannya dengan Batsyeba. 9 dan 10). Ketiga. supaya jangan Aku (Yahwe: red) menjadi raja atas mereka.Kelompok Imam dan kaum konservatif dengan keras menolak aspirasi gerakan „melekh‟ tersebut. pemaknaan dan perumusan menyangkut kerajaan Allah atau teokrasi mengalami perubahan. perjanjian Sinai bahwa Yahwe adalah sumber dan dasar Israel (teokrasi). 1). Saul dari keluarga Matri. ada berapa hal yang berkaitan dengan pemaknaan teokrasi: Pertama. `Hal itu sangat jelas tercermin dalam pernyataan Samuel dengan mengangkat dasar legitimasi tertinggi konfederasi Israel sendiri. 8:7 b). setelah melampaui persaingan internal keluarga. namun hal itu diakui sebagai dosa dan bangsa Israel meminta ampun untuk itu (12: 17-19).

dll. 4. orang-orang kristen juga telah melakukan bentuk-bentuk teologia yang operasional dengan mendirikan organisasi-organisasi kemasyarakatan dan sebagain merubah diri menjadi partai politik. yang hidup dan menjadi bagian dari politik negaranya. Bermula dari hanya „mezbah‟ sebagai medium bagi Yahwe menyatakan kedaulatan dan titahnya. teokrasi Israel bergerak membentuk „tahta‟ yang juga mediumNya. Gereja tidak hanya bergumul dengan pemikiran dan perumusan politik teokrasinya. seperti Pattimura yang melakukan gerakan politik dengan mengangkat senjata di Maluku dan Manullang dan kawankawan di tanah Batak yang melakukan bentuk-bentuk penyadaran dan pengorganisasian yang mengusung tema-tema kemandirian dan kerja keras. Hal yang sama juga terjadi pada 8 Agama Kristen . Sebagai suatu proses yang tidak pernah berhenti. pada waktu dan tempat yang sama. Israel sebagai entitas agama dan politik. menuntut pemahaman terutama menyangkut loyalitas. Israel kemudian Yahudi mengembangkan doktrin messianis: kejayaan bangsa dengan datangnya pemimpin nan digdaya untuk menaklukkan semua orang dan memerintah atas seluruh dunia.  Berasal dari Allah Berangkat dari keyakinan teokratis. eksperemintasi berteologia politik itu telah dicatat sejarah pada masa penjajahan. bergayut pada Allah yang sama: Yahwe. tetapi hidup di dalam dan dan berhadapan realitas politik yang sama sekali tidak mengenal Allah. pada akhirnya. Pada masa-masa pembebasan diri dari penjajahan. Para pengikut Yesus. Kita dapat mencatat perkumpulan sosail Mardi Pratojo yang kemudian menjadi Partai Perserikatan Kaum Kristen (PKC) atau Christelijke Ambonche Volksbond (CAV). nabi Natan kelihatan hanya melaksanakan seremoni bagi legitimasi kekuasaan raja. Teologi Politik Kristen di Indonesia Upaya berteologia politik telah lama ada dalam khasanah keristenan di Indonesia. Kepada siapa loyalitas tertinggi ditaruh dan dipertaruhkan: kepada raja atau kepada Allah. Kelahiran Yesus (yang dimaknai sebagai awal kehadiran gereja) memasuki era yang sangat berbeda. dilanda kemunduran dan kehancuran. Keduanya tetap eksis.Fungsi Imam. sebab upaya itu tidak berangkat dari laboratorium intelektual. dengan Yahwe yang perkasa. patah terkulai. tetapi justru dari kalangan publicans. Namun. Bahkan dapat dikatakan unik.

Disadari atau tidak. Jika orang kristen tidak taat kepada pemerintah dan berpartisipasi secara aktif sebagai warga negara yang bertanggung jawab maka citra kekristenan akan rusak. Respon yang benar itulah yang lebih penting dan menentukan sikap kita terhadap berbagai gejolak politik yang terjadi. Allah menghendaki orang kristen taat kepada pemerintah. dan menyesuaikan. Tidaklah mengherankan bila kekristenan mengalami kegamangan demi kegamangan menghadapi pelbagai realitas politik di Indonesia. Sikap orang kristen terhadap politik ada 3 bersifat antagonistis. Sesungguhnya. 5. 9 Agama Kristen . Muatan atau tema-tema yang diusung dan dikomunikasikan kepada orang-orang kristen adalah dari dan demi kepentingan „orang kristen‟. telah terjadi pembiaran yang berkepanjangan dalam tataran konseptual teologia politik kristen di Indonesia. Sesuatu yang seringkali dikatakan orang sebagai lebih berpolitik „teknis‟ ketimbang berpolitik „etis‟.saat Indonesia merdeka. Tanggung Jawab Sosial Politik Umat Kristen Orang kristen harus menghormati kewibawaan pemerintahan dunia selama kebijakan itu dilakukan demi kesejahteraan masyarakat dan didasarkan pada undang-undang yang berlaku. rejektif. Partai Kristen Indonesia (Parkindo) hadir sebagai bagian dari upaya dan proses berteologia politik secara operasional. Tentunya pmerintah harus mempertanggungjawabkannya kepada pemberi kekuasaan yaitu Allah sendiri (ayat 1). Berangkat dari pemahaman dan kesadaran yang demikian. Orang kristen harus mengakui lembaga pemerintahan yang diadakan oleh karena kehendak Allah (ayat 1). Perumusan menyangkut keterlibatan dalam konteks independensi harus dirumuskan batasan-batasannya secara teologis. Tetapi kebijakan itu tidak boleh mengambil alih kewibawaan atau wewenang Allah. Dasar berpijak dalam tabung „independensi‟ gererja. proses-proses tersebut mengalami pasang surut disebabkan faktor internal dan situasi politik negara. Hanya saja. independensi tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan dan tanggung jawab politik gereja. gereja-gereja akan terdorong dan dimampukan melahirkan teologia politiknya yang otentik. dalam realitasnya seringkali diterjemahkan sebagai netralitas dan sterilisasi politik dalam semua ruang gereja. Bagaimana seharusnya orang kristen sebagai warga negara menaati lembaga-lembaga resmi negara yang mengatur kehidupan masyarakat dalam usahanya menegakkan kebenaran dan keadilan kesejahteraan masyarakat ditulis di Roma 13:13. sesuai dengan pengertian bahwa pemerintah menjalankan tugas dan wewenang yang diberikan oleh Allah.

Dengan demikian pemerintah dapat berperan sebagai hamba Allah (Roma 13:4). yang harus dimulai dari pasal 12. Jadi sudah seharusnya kita menjawab panggilan itu. untuk menjadi garam dan terang dunia. yaitu penyerahan diri kepada Allah (Roma 12:1. keberpihakan itu juga tidak membuat. Ayat 5. Implikasi-implikasinya Sikap orang kristen dalam kehidupan politik hendaknya didasari atas penghayatan: a. Dengan demikian. dalam arti bahwa aturan dan hukum tidak berlaku bagi kelompok ini. kebenaran. biar melalui diri kita citra Kristus boleh terpancar sehingga semua orang memuji dan memuliakan Allah. jabatan dan kekuasaan itu dipandang sebagai kesempatan untuk mengabdi kepada rakyat dan Tuhan . atau agama). Maksudnya kiprah dalam dunia politik tidak hanya dibatasi oleh konstituennya saja (kelompok pemilihnya) ataupun jangka waktu memiliki jabatan itu. b. c. Keberpihakan kepada yang lemah Para politikus kristen dipanggil karena memiliki keberpihakan kepada yang lemah. 2) sehingga tidak menjadi serupa dengan dunia. Kekuasaan sebagai anugerah Allah Kekuasaan bukan sesuatu yang buruk. Ini dapat terjadi hanya apabila orang kristen memenuhi panggilannya. 10 Agama Kristen . Namun. ”… dengan suara hati”.Panggilan tersebut tentu menuntut peran aktif. bukan dalam pengerrtian organisasi) supaya memampukan pemerintah menjadi hamba Allah. Justru di sinilah tugas dan tanggung jawab gereja (dalam pengertian umat Allah. karena dua alasan penting yaitu: 1) kelompok masyarakat inilah yang sering kali menjadi korban penindasan. ras. perdamaian dan keutuhan ciptaan) sampai dengan sepenuhnya. Keberpihakan mereka tidak boleh dilandasi oleh sentimen yang bersifat primodial (suku. 6. Bahkan lebih jauh lagi para politikus kristen juga sekaligus adalah agen-agen eskatologis dan seharusnya ikut serta dalam menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah (keadilan. Memiliki visi dan misi yang berorientasi pada rakyat dan kerajaan Allah Visi dan misi para politikus kristen hendaknya tidak hanya dibatasi oleh lingkup dan waktu. ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.

Kematian Kristus adalah untuk menghancurkan kerajaaan kegelapan dan menegakkan Kerajaan Allah. Sebagai umat yang telah mengenal kebenaran di dalam Kristus. Oleh sebab itu. oleh karena itu pemerintah wajib menjalankan kehendak Allah untuk mengupayakan keamanan dan kesejahteraan rakyat. dan orang kristen dipanggil untuk menyatakan kehendak Allah dan memuliakan nama-Nya dalam segala bidang kehidupan. Setiap politikus kristen harus berani mengatakan “tidak” atas semua tawaran. Sebab di bidang politik dan pemerintahan. Sikap terhadap Pemerintah yang Salah Menggunakan Otoritas Berkaitan dengan pemerintah (kepatuhan kepada pemerintah). menjauhi segala bentuk premanisme dan menegakkan hukum secara konsisten dan konsekuen. Otoritas yang berkuasa ditunjuk oleh Tuhan adalah Rasul Paulus pernah membuat pernyataan yang jelas mengenai bagaimana kita seharusnya berespon terhadap otoritas. Sehubungan dengan itu. Maka titik tolak pelaksanaan tugas-tugas pemerintah (hukum atau undang-undang) haruslah bersesuaian dengan kehendak Allah. orang kristen mempunyai kewajiban yang lebih berat dalam perkara politik daripada orang lain. Untuk itu dibutuhkan keteladanan sikap perilaku yang baik. Frasa setiap orang menyatakan tidak adanya pengecualian. Dalam hal ini kita seharusnya berespon terhadap otoritas “tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya” (Roma 13:1). tentunya setiap orang percaya bisa menilai apakah sesuatu itu benar atau tidak. bujukan. 11 Agama Kristen . Kecintaan kepada bangsa itu tidak boleh dipisahkan dengan kecintaan hal kita. Demikian menurut pengajaran dari natur dan pengajaran Alkitab. Mendorong perubahan yang benar dalam masyarakat Indonesia Para politikus kristen hendaknya juga menjadi agen-agen perubahan. bumi menjadi pusaka orang rendah hati. Sebab tidak ada pemerintah yang tidak ditetapkan oleh Allah. Kebangsaan itu tidak lahir dari si iblis.d. pemerintah berhak dan wajib menjalankan hukuman kepada orang yang bersalah. Roma 13:1-7 menyatakan bahwa pemerintah adalah hamba Allah. tetapi dari Tuhan Allah. peran orang kristen bukan semata-mata demi kesejahteraan bangsa. atau strategi-strategi yang dapat membuat jatuh pada tindak korupsi. kolusi ataupun nepotisme. 7. Di dalam kemenangan Kristus. Kita sebagai orang kristen tidak boleh menentang otoritas yang sah di dalam kehidupan kita. tetapi yang terutama semuanya dilakukan untuk kemuliaan nama Tuhan. sehingga orang kristen tidak boleh menyia-nyiakan perkara yang di bumi termasuk kebangsaan. Kekuasaan pemerintah berasal dari Allah.

yang selalu merugikan pihak manusia. Absolutisme yang merupakan prerogatif Allah semata dan tidak terbagi terhadap siapapun. Lembaga-lembaga yang ada itu dapat mendengar dan menyalurkan pelbagai keprihatinan dan aspirasi yang ada di tengahtengah sekelompok masyarakat untuk menekan penguasa memberi perhatian atau mengeluarkan kebijakan pada tuntutan masyarakat tersebut. perintah ini bisa tampak begitu sangat tinggi untuk mungkin ditaati oleh setiap orang kristen. ternyata dalam sejarah bisa ditarik dan diambil paksa oleh manusia. akan membiasakan dirinya 12 Agama Kristen . merupakan kekuatan tersendiri untuk mempengaruhi kebijakan publik atau keluarnya suatu peraturan. Tuhan mengatakan kalau kita harus menghormati otoritas yang sah. Karena itu politik tidak bisa dibiarkan berjalan begitu saja. selalu ada konsekuensi dari sikap pemberontakan itu. Banyak orang yang benar-benar bergumul dengan arti dari ayat ini. terutama kelompok-kelompok kepentingan. salah menggunakan otoritas yang dimiliki. otoritas memiliki reputasi negatif. Suatu bangsa atau negara. termasuk lembaga keagamaan.Pada zaman kita. Etika Politik Arena politik merupakan ruang yang sangat memungkinkan bagi pemberlakuan syalom Kerajaan Allah. Pendidikan politik suatu bangsa akan berjalan dengan baik di dalam dan melalui proses kesadaran kelompok-kelompok yang ada di dalam masyarakat untuk terus menerus membiasakan diri melakukan kritik dan kontrol terhadap proses politik yang sedang berjalan. Etika politik sesungguhnya berbicara pada tatanan nilai tentang negara dan proses-proses yang manusiawi di dalamnya. Tidak heran rasa hormat terhadap otoritas tampak seperti kebodohan yang naif. Namun kembali lagi. Namun. 8. termasuk orang-orang yang saleh. tetapi sekaligus juga menjadi wilayah yang sangat terbuka bagi terjadinya pemberontakan terhadap Allah. hanya sekadar diurus orang-orang tertentu atau diserahkan kepada para politisi semata. membuka kesadaran perlunya batas-batas etis menyangkut proses dan perilaku politik dalam suatu negara. Tetapi itulah tantangan untuk menjadi seorang pengikut Kristus. baik dalam negara maupun kalangan sosial. semua otoritas ditetapkan oleh Allah. Bahkan dengan lebih tegas lagi. Lembaga-lembaga yang ada di dalam masyarakat. yang berjalan dalam situasi demikian. Banyak pemimpin. tidak peduli bagaimanapun otoritas tersebut karena “semua otoritas berasal dari Tuhan”. Kesadaran tentang keberdosaan manusia dan kecenderungannya untuk menjadi ilah.

Kritik tidak akan dianggap sebagai ancaman. 13 Agama Kristen .terbuka dan siap melakukan perbaikan. dan para pengritik tidak diperlakukan sebagai musuh. akan menjadi etika politik suatu bangsa. Dengan itu akan lahir kebiasaan-kebiasaan yang positif. yang pada akhirnya akan berujung pada suatu karakter politik yang terbuka dan mau berubah ke arah yang lebih baik dan maju. Di samping itu. Perubahan-perubahan yang dilakukan penguasa terhadap kebijakannya yang salah atas desakan masyarakat merupakan pendidikan politik yang paling baik. politik tidak akan menjadi suatu potret seram yang menakutkan. Kebiasaankebiasaan baik yang berjalan dalam pemerintahan itu. tetapi sesuatu yang wajar dan biasa-biasa saja.

dan memperdayakan). santun. Kita harus mampu berkomunikasi terbuka dan dialogis. Kreatif artinya berusaha memberikan terobosan atau alternative baru di tengah kebuntuan terhadap politik maupun hukum. menyimpang prinsip-prinsip atau etika-etika yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. kritis. dan mencari kesalahan). Kritis artinya tidak ragu-ragu member kritik jika penguasa berbuat kesalahan. dan kreatif. tidak merasa aneh ataupun canggung terhadap perubahan. Kritik yang sesuai dengan etika Kristen adalah kritik yang konstruktif (membangun.BAB III Penutup 1. bukan kritik yang destruktif (menjatuhkan. Kesimpulan Dalam dunia politik. sikap gereja yang perlu dikembangkan adalah sikap positif. Positif artinya memandang dunia politik sebagai bidang pengabdian dan pelayanan panggilan dari Tuhan serta karena itu berasal dari pandangan positif ketika kita memberikan kontribusi sesuai iman Kristen. 14 Agama Kristen . vulgar.

Kita harus mampu berkomunikasi terbuka dan dialogis. dan memperdayakan). vulgar. c. Kritik yang sesuai dengan etika Kristen adalah kritik yang konstruktif (membangun. Selain itu.2. Gereja juga harus dapat mengembangkan sikap positif. dan mencari kesalahan). Kritis artinya tidak ragu-ragu member kritik jika penguasa berbuat kesalahan. santun. kritis dan kreatif. b. Gereja perlu menyelenggarakan berbagai pembinaan ataupun juga forum diskusi yang menggumuli masalah-masalah dan etikanya bagi anggota jemaatnya sehingga pemahaman salah yang dimiliki oleh anggota dapat dipatahkan dengan memperdalam kehidupan politik dan hukum sesuai kapasitas dan kemampuannya. tidak merasa aneh ataupun canggung terhadap perubahan. Dalam arti yang luas. Gereja perlu terlibat dalam forum-forum dialog antarumat beragama. Gereja dapat terlibat dalam setiap kegiatan politik. menyimpang prinsip-prinsip atau etika-etika yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Positif artinya memandang dunia politik sebagai bidang pengabdian dan pelayanan panggilan dari Tuhan serta karena itu berasal dari pandangan positif ketika kita memberikan kontribusi sesuai iman Kristen. Saran Kita sebagai anggota masyarakat serta umat Kristen harus dapat ikut memberikan berkontribusi dalam kegiatan Politik. tidak bersifat tidak mau tahu terhadap segala perkembangan yang terjadi di lingkungan Politik. mengikuti dengan seksama berbagai perkembangan politik yang terdapat di masyarakat. Kreatif artinya berusaha memberikan terobosan atau alternative baru di tengah kebuntuan terhadap politik maupun hukum. gereja juga dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang politik antara lain: a. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan cara memberikan saran kepada pemerintah tentang kebijakan yang akan segera dibuat ataupun di sah kan. d. bukan kritik yang destruktif (menjatuhkan. 15 Agama Kristen . Gereja juga perlu mendengar masukan dari berebagai LSM ataupun perguruan tinggi Kristen yang menaruh perhatian terhadap kehidupan politik.

Daftar Pustaka http://id.sabda.scribd.org/resource.php?topic=786&res=almanac/ 16 Agama Kristen .com/doc-198736326/-makalah-agama-pandangan-iman-kristen-terhadappolitik http://alkitab.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->