PENGERTIAN FILSAFAT MENURUT PARA AHLI

PENGERTIAN FILSAFAT MENURUT AHLI Pengertian filsafat menurut para ahli a. Plato (427SM - 347SM) seorang filsuf Yunani yang termasyhur murid Socrates dan guru Aristoteles, mengatakan: Filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli). b. Aristoteles (384 SM - 322SM) mengatakan : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda). c. Marcus Tullius Cicero (106 SM - 43SM) politikus dan ahli pidato Romawi, merumuskan: Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha untuk mencapainya. Muslim terbesar sebelum Ibnu Sina, mengatakan : Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya. e. Immanuel Kant (1724 -1804), yang sering disebut raksasa pikir Barat, mengatakan : Filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan, yaitu: - Apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika) - Apakah yang dapat kita kerjakan? (dijawab oleh etika) - Sampai di manakah pengharapan kita? (dijawab oleh agama) - Apa itu manusia ( dijawab olh Antropologi ) f. Prof. Dr. Fuad Hasan, guru besar psikologi UI, menyimpulkan: Filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak dimasalahkan. Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal. g. Drs H. Hasbullah Bakry merumuskan: ilmu filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal manusia, dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu. Yang menjadi persamaan dari semua para ahli tentang filsafat yaitu sebuah ilmu untuk menyelidiki segala sesuatu secara mendalam. Sedangkan perbedaannya adalah kalau menurut plato dan Aristoteles filsafat adalah ilmu pengetahuan untuk mengetahui nilai kebenaran tentang segala sesuatu. Sedangkan menurut yang lainnya bahwa filsafat itu adalah ilmu untuk memahami atau mendalami secara radikal dan integral serta sistematis hakikat Tuhan, hakikat alam semesta, hakikat manusia. Perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan konotasi filsafat yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan pandangan hidup yang berbeda serta akibat perkembangan filsafat itu sendiri Kesimpulan Setelah mempelajari rumusan-rumusan tersebut di atas dapatlah disimpulkan bahwa: a. Filsafat adalah ‘ilmu istimewa’ yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa karena masalah-masalah tersebut di luar jangkauan ilmu pengetahuan biasa. b. Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami atau mendalami secara radikal dan integral serta sistematis hakikat sarwa yang ada, yaitu:

Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan. dan . Berfikir secara sistematis.definisi itu sebenarnya tidak bertentangan. 4. Beberapa ajaran filsafat yang telah mengisi dan tersimpan dalam khasanah ilmu adalah: 1. Aliran materialisme memiliki dua variasi yaitu materialisme dialektik dan materialisme humanistis. 2. Materialisme. Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah. Perlu ditambah bahwa definisi. rasa. . Manfaat filsafat dalam kehidupan adalah : 1. Sebagai dasar dalam bertindak. Sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Aliran ini berpendapat bahwa dunia batin/rohani dan dunia materi murupakan hakitat yang asli dan abadi. agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Pragmatisme merupakan aliran paham dalam filsafat yang tidak bersikap mutlak (absolut) tidak doktriner tetapi relatif tergantung kepada kemampuan minusia. 3. . organis. Untuk mengurangi salah paham dan konflik. Apakah sebenarnya hakikat hidup itu? Pertanyaan ini dipelajari oleh Metafisika Apakah yang dapat saya ketahui? Permasalahan ini dikupas oleh Epistemologi.hakikat manusia. Menyusun suatu skema konsepsi. Ciri-ciri berfikir filosfi : 1.hakikat Tuhan. Idealisme yang berpendapat bahwa hakikat kenyataan dunia adalah ide yang sifatnya rohani atau intelegesi. 2. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. 2. PENGERTIAN FILSAFAT Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Aliran ini tidak mengakui adanya kenyataan spiritual. maupun karsanya. Empat persoalan yang ingin dipecahkan oleh filsafat ialah : 1. Apakah manusia itu? Masalah ini dibahas olen Atropologi Filsafat. 2. 2. Variasi aliran ini adalah idealisme subjektif dan idealisme objektif. serta sikap manusia sebagai konsekuensi dari paham tersebut. FILSAFAT PENDIDIKAN Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta.. FILOSOFIS PENDIDIKAN 1. hanya penekanannya saja yang berbeda. I. 3. Realisme. 4.hakikat alam semesta. 4. dan Menyeluruh. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. yang berpendapat bahwa kenyatan yang sebenarnya adalah alam semesta badaniah. Berfikir dengan menggunakan disiplin berpikir yang tinggi. 3. kesatuan. 3.

dan akal (Plato) 2. kenyataan yang kita hadapi adalah dunia dengan segala isinya. Esensialisme berpendapat bahwa pendidikan haruslah bertumpu pada nilai. Progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. jalan yang harus ditempuh adalah kembali kepada prinsip-prinsip umum yang telah teruji. yang didukung oleh filsafat pragmatisme. Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal. menyala. yang didukung oleh idealisme dan realisme. pengetahuan terbentuk berkat bersatunya stimulus dan tanggapan tententu menjadi satu kesatuan. Menurut. kesederhanaan dan sifat terbuka terhadap eksistensi serta cinta kerjasama. cinta kebaikan dan keadilan. perenialisme. nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kehudayaan. dinamis. Esensialisme juga didukung oleh idealisme subjektif yang berpendapat hahwa alam semesta itu pada hakikatnya adalah jiwa/spirit dan segala sesuatu yang ada ini nyata ada dalam arti spiritual. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. . Sesuatu dinilai indah haruslah dapat dipandang baik. Menurut progresivisme. Filsafat pendidikan esensialisme. Pendidikan adalah menuntun kemampuan-kemampuan yang masih tidur agar menjadi aktif atau nyata.nilai yang telah teruji keteguhan-ketangguhan. Perkemhangan budi merupakan titik pusat perhatian pendidikan dengan filsafat sebagai alat untuk mencapainya ( Aristoteles) 3. yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Belajar berfungsi untuk :mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. (Thomas Aquinas) Adapun norma fundamental pendidikan menurut J. Beberapa pandangan tokoh perenialisme terhadap pendidikan: 1. Beberapa aliran filsafat pendidikan. Perenialisme berpandangan hahwa persoalan nilai adalah persoalan spiritual. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan. apabila dihayati oleh subjek tertentu. Menunut realisme. serta pluralistis. kemauan. dan selanjutnya tergantung pula pada subjek tersebut. Realisme berpendapat bahwa kualitas nilai tergantung pada apa dan bagaimana keadaannya. tidak pernah sampai pada yang paling ekstrem. Esensialisme didukung oleh idealisme modern yang mempunyai pandangan yang sistematis mengenai alam semesta tempat manusia berada. pengetahuan timbul karena adanya hubungan antara dunia kecil dengan dunia besar. Sedangkan menurut idealisme. 3. ESENSIALISME DAN PERENIALISME Esensialisme berpendapat bahwa dunia ini dikuasai oleh tata yang tiada cela yang mengatur dunia beserta isinya dengan tiada cela pula. dan kekuatannya sepanjang masa. nilai akan menjadi kenyataan (ada) atau disadari oleh setiap orang apabila orang yang bersangkutan berusaha untuk mengetahui atau menyesuaikan diri dengan sesuatu yang menunjukkan nilai kepadanya dan orang itu mempunyai pengalaman emosional yang berupa pemahaman dan perasaan senang tak senang mengenai nilai tersehut. Perenialisme berpendirian bahwa untuk mengembalikan keadaan kacau balau seperti sekarang ini. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental. Maritain adalah cinta kebenaran. sebab hakikat manusia adalah pada jiwanya. Filsafat pendidikan progresivisme.harmonis. 3. 2. 1. dan Filsafat pendidikan perenialisme yang didukung oleh idealisme. Program pendidikan yang ideal harus didasarkan atas paham adanya nafsu. Menurut idealisme.

PENDIDIKAN NASIONAL Pendidikan nasional adalah suatu sistem yang memuat teori praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat bangsa yang bersangkutan guna diabdikan kepada bangsa itu untuk merealisasikan cita-cita nasionalnya. Filsafat pendidikan nasional Indonesia adalah suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat hidup bangsa "Pancasila" yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia dalam usaha merealisasikan cita-cita bangsa dan negara Indonesia. Ruang Lingkup Filsafat Filsafat sebagai induk ilmu-ilmu lainnya pengaruhnya masih terasa. Metode historis/ sejarah Metode ini baik karena dengan demikian pertumbuhan filsafat itu dapat diikuti dari jumlahnya. tetapi mengatasinya karena dilakukan dengan cara ilmiah dan mempertanggungjawabkan jawaban-jawaban yang diberikannya. tingkatan pengetahuan tersendiri. ternyata filsafat tidak mati tetapi hidup dengan corak tersendiri yakni sebagai ilmu yang memecahkan masalah yang tidak terpecahkan oleh ilmu-ilmu khusus. Akan tetapi harus agak panjang untuk penulaannya dan bisa menimbulkan kesalahpahaman. Metode Ikhtisar Metode ini membentuk soal-soal yang dibicarakan dalam filsafat dan menguraikan jawaban. B. 2. RINGKASAN MATERI A. Akan tetapi jelaslah bahwa filsafat tidak termasuk ruangan ilmu pengetahuan yang khusus. tetapi obyeknya tidak terbatas. Filsafat boleh dikatakan suatu ilmu pengetahuan. Pendidikan nasional Indonesrn adalah suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan pratek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh flisafat bangsa Indonesia yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia guna memperlanar mencapai cita-cita nasional Indonesia. Filsafat itu erat hubungannya dengan pengetahuan biasa. jadi mengatasi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya merupakan bentuk ilmu pengetahuan yang tersendiri. Metode dalam Filsafat 1.4. Setelah filsafat ditingkalkan oleh ilmu-ilmu lainnya. .

Metode Kombinasi Metode ini adalah kombinasi dari cara-cara tersebut yaitu sistematis. salah seorang tokoh “Filsafat Scholastik” pada zaman abad pertengahan membagi filsafat sebagai berikut : a. Ilmu ketuhanan. Alcuinus. Bagian fisika yang menyelidiki apakah sebab-sebabnya sesuatu itu ada. Pembagian Filsafat Berikut ini beberapa pembagian filsafat menurut beberapa para ahli : 1. Bagian etika yang menentukan tata hidup. tetapi tidak lepas dari sejarah dan dengan memperhatikan soal-soal terpenting yang timbul bagi setiap manusia yang hidup sadar dan mampu menggunakan pikirannya C. Metode Sistematis Metode ini mencari arti serta maksud dari kodrat manusia yaitu bagaimana manusia karena kodratnya akan penyelidikan yang biasanya disebut filsafat itu lalu dicari akibat-akibatnya 4. Ilmu matematika. tingkatan terendah b. b. Bagian logika yang mencari dasar-dasar untuk mengerti. 2. Al-Farabi dan Ibnu Sina membagi dua bagian yaitu filsafat teori dan filsafat praktek. c. . Ilmu fisika. tingkatan tertinggi 3.3. Al-Kindi ahli pikir dalam filsafat islam membagi filsafat menjadi tiga bagian yaitu : a. tingkatan tengah c.

logika). Prof. c. 6. Masalah politik. Filsafat kebudayaan f. 3. Lingkungan masalah-masalah keadaan (metafisika. Masalah sejarah. Prof. 5. Langeveld membagi filsafat dalam tiga lingkungan masalah. Alburey Castell membagi filsafat ke dalam enam bagian sebagai berikut : 1.4.De Vos membagi filsafat ke dalam sembilan golongan sebagai berikut : a. J. teori kebenaran. Masalah theologies. Logika b. Filsafat alam e. H. Metafisika c. Masalah etika. g. Lingkungan masalah-masalah nilai (teori nilai. etika. DR. 6. 4. Ajaran tentang ilmu pengetahuan d. Lingkungan masalah-masalah pengetahuan (teori pengetahuan. Filsafat sejarah. yaitu : a. manusia dan lain-lain) b. estetika. Masalah epistimologi. M. 5. yang bernilai berdasarkan religi). Masalah metafisika. 2. Etika .

logika b. tentang ide-ide atau pengertian-pengertian umum. filsafat teoritis c. filsafat peotika D. 8. Estetika i. tentang kebaikan. Filsafat dalam pembahasannya apa ia sebenarnya darimana asalnya dan hendak kemana perginya sedangkan ilmu lain harus menjawab bagaimana dan apa sebabnya. Anthropologi. c. Filsafat menyelidik. Plato membedakan filsafat atas tiga bagian sebagai berikut : a. Aristoteles membagi 4 cabang yaitu : a. b. Etika. tentang dunia materil. filsafat praktis d. Beda Filsafat dengan Ilmu dan Agama Perbedaan filsafat dengan ilmu dan agama dapat dikatakan sebagai : 1. Dialetika. . 7. Filsafat tidak saja menyelidiki tentang sebab akibat tetapi menyelidiki hakikatnya sedangkan ilmu lain tidak membahas tentang sebab akibat (peristiwa) 3.h. Sedangkan ilmu lain menyelidiki hanya sebagian saja dari alam 2. Fisika. membaca serta memikiran seluruh alam kenyataan dan menyelidik bagaimanan hubungan satu sama lainnya.

Jadi obyek filsafat itu tidak terbatas. B. Filsafat tidak netral. 2. 5. Segala sesuatu yang mungkin ada dan benar.Ilmu bersifat deskriptif tentang obyeknya agar dapat menemukan fakta-fakta. alam semesta dan alam sekitarnya adalah juga objek pemikiran filsafat pendidikan. Tuhan tidak dikecualikan. 6. Metode dalam Filsafat . dunia dan seisinya. nilai dan tentang apa yang harus diperbuat manusia. Sedangkan filsafat belajar dari ilmu pengetahuan dengan menekankan keseluruhan dari sesuatu (sinoptis). karena faktor-faktor obyektif memegang peranan yang penting dalam berfilsafat. Adapun menurut pendapat para ahli tentang ruang lingku filsafat : 1. Hakikat manusia dan hubungannya dengan sesama makhluk lainnya. 4. melainkan membantu manusia untuk mengambil keputusan tentang tujuan. teknik-teknik dan alat-alat. Adapun ruang lingkup filsafat adalah segala sesuatu lapangan pikiran manusia yang amat luat. Tentang alam. benar ada (nyata). 3. baik material konkrit maupuan nonmaterial abstrak (tidak terlihat). Menentukan apa yang baik dan apa yang buruk. BAB II PEMBAHASAN A. Filsafat tidak hanya melukiskan sesuatu. Ruang Lingkup Filsafat Filsafat merupakan sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang baisanya diterima secara kritis atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap terhadap kepercayaan da sikap yang sangat kita junjung tinggi. Tentang hal mengerti. karena keseluruhan mempunyai sifat sendiri yang tidak ada pada bagian-bagiannya. ilmu pengetahuan hanya menggarap salah satu lapangan pengetahuan sebagai obyek formalnya. Tentang ada dan tidak ada. Objek pemikiran filsafat yaitu dalam ruang lingkup yang menjangkau permasalhan kehidupan mausia. Ilmu bersifat analitis. syarat-syaratnya dan metode-metodenya.

sistematis) 3. b. Sebenarnya filsafat menggunakan semua metode agar saling komplimentasi. mengubungkan antara masalah berulang-ulang sampai pada tujuan. pikiran umum cenderung menganlisis. objektif. tanpa keharusan adanya kontak langsung dengan objeknya. Deductive Filsafat menggunakan metode deduktif karena filsafat berusaha mencari kebenaran hakiki. Pembagian Filsafat 1. Tingkat indra 2. Pembagian filsafat menurut bagan induktif . Filsafat melahirkan ilmu pengetahuan. dalam keadaan tenang hening dan sungguh-sungguh dalam kesendirian atau kapan dan dimanapun.Adapun metode filsafat sebagai disiplin ilmu dan pendidikan mempunyai metode tertentu misalnya : a. tetapi sebaliknya perkembangan berfikir seorang pribadi. keindahan dan sebagainya. misalnya makna hidup. yaitu memikirkan segalah sesuatu sedalam-dalamnya. Karena melalui perenungan dengan pikiran yang tenang kritis. c. melalui proses : 1. selain melengkapi. Tingkat religius C. keadilan. Tingkat filosofis (reflective thinking) 4. Tingkat ilmiah (rasional kritis. Contemplative (perenungan) Merenung adalah memikirkan sesuatu atau segala sesuatu. kebenaran. Merenung adalah suatu cara yang sesuai dengan watak filsafat. Speculative Juga bagian dari perenung/ merenung.

Pengetahuan adalah kesadaran akan hal sesuatu. Filsafat tentang : ( 1 ) Alam. yaitu etika umum dan etika khusus b. kesenian. Bagian umum : filsafat kebudayaan b. Metafisika ( 1 ) Metafisika fundamental. yaitu filsafat tentang ilmu pengetahuan. manusia. Pembagian filsafat menurut bagan deduktif a. pendidikan. 2. yaitu logika ( 2 ) Logika khusus/material. Bagian khusus : filsafat tentang bahasa. yaitu ontology dan theodyca b. yaitu kritikan ( 2 ) Metafisika sistematis. . hukum. yaitu anthropologia c. d. dan lain-lain. kesadaran akan diri kita sendiri. Filsafat etika. Filsafat rasional-logika ( 1 ) Logika umum/formal. yaitu kosmologia ( 2 ) Manusia. Filsafat praktis atau tentang kebudayaan ( 1 ) Filsafat praktis (tentang keseluruhan kegiatan manusia) a.a. Filsafat tentang agama ( 2 ) Filsafat kebudayaan (tentang perbuatan lahiriah manusia) a.

filsafat teknik. Penilaian perbuatan ini. Karena andaikata aku tak ada bagaimanakah aku dapat berdiri di alun-alun dan sadar akan diriku sendiri. filsafat kesenian. d. Etika. f. sesuai dengan kodrat saya atau tidak sesuai dengan kodrat saya. filsafat hukum. c. d. filsafat tentang pikiran dan cara berpikir benar atau salah. filsafat pekerjaan sosial dan sebagainya. filsafat pendidikan. Logika. Filsafat-filsafat khususnya lainnya. Pengakuan bahwa kodrat saya adalah sadar akan diriku sendiri.b. filsafat sejarah. Epistimologi. Estetika. e. Ilmu ingin mengetahuai sebab dan akibat dari sesuatu. filsafat tentang pola tingkah laku yang baik dan yang buruk. f. ini adalah aspek rohani. filsafat manusia. filsafat ekonomi. filsafat tentang pola cita rasa atau kreasi yang indah dan yang jelek. b. Pengakuan bahwa aku ini ada. filsafat tentang hakikat yang ada di balik fisika dan hakikat yang bersifat transcendental yaitu di luar atau di atas jangkauan pengalaman manusia. D. Pengakuan dunia yang ku injak itu yaitu di alun-alun. Metafisika. filsafat tentang ilmu pengetahuan. e. c. Sedangkan agama merupakan wujud kebenaran dan keselamatan manusia untuk hidup di . yaitu filsafat bahasa. Tetapi berdiri di suatu tempat adalah aspek jasmani. Dan mengenai perbuatan ini saya yakin harus memberikan pertanggungjawaban terhadap suara batin saya sebagai suatu kekuasaan yang berada di dalam maupun di atas yang akhirnya terhadap Tuhan. sementara filsafat tidak terikat pada satu ketentuan dan tidak mau terkurung hanya pada ruang dan waktu dalam pembahasan dan penyelidikan tentang hakikat sesuatu yang menjadi objek dan materi bahasannya. Dalam eksistensinya yang baru filsafat mempunyai beberapa bagian atau cabang yaitu : a. Beda Filsafat dengan Ilmu Agama Keberadaan filsafat berbeda dengan ilmu. filsafat agama. artinya dalam kenyataan setiap perbuatan itu apakah baik atau tidak baik. mengerti akan diriku sendiri.

Ilmu menghilangkan faktor-faktor pribadi yang subyektif sedangkan filsafat tertarik kepada personalitas. Agama adalah kebenaran yang bersumber dari wahyu Tuhan mengenai berbagai hal kehidupan manusia dengna lingkungannya. mengontrol proses alam sedangkan tugas filsafat mengadakan kritik. Filsafat tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan pertanyaan “why” dan “how”. benar ada (nyata). filsafat mencoba berhubungan dengan keseluruhan pengalaman untuk memperoleh suatu pandangan yang lebih komprehensif tentang sesuatu. 7. melainkan juga kepada kemungkinan-kemungkinan yang ideal dari suatu benda. Ilmu adalah kumpulan pengetahuan mengenai suatu kenyataan yang tersusun sistematis dari usaha manusia yang dilakukan dengan penyelidikan. Ilmu lebih menekankan pada deskripsi hukum-hukum fenomenal dan hubungan kausal. dan percobaan 3. menilai dan mengkoordinasikan tujuan. baik material konkrit maupuan nonmaterial abstrak (tidak terlihat). Jadi obyek filsafat itu tidak . 4. Ilmu menganalisis keseluruhan menjadi bagian-bagian. sedangkan filsafat sintesis dan sinopsis.dunia dan akhir. 3. Ilmu tertarik kepada hakikat sesuatu sebagaimana adanya. Secara umum perbedaan antara filsafat dengan ilmu yaitu : 1. berhubungan dengan sifat-sifat dan kualitas alam dan hidup secara keseluruhan. Ilmu menggunakan pendekatan analitis dan deskriptif. pengamatan. Segala sesuatu yang mungkin ada dan benar. Dapat dikatakann bahwa perbedaan filsafat dengan ilmu dan agama yaitu sbb : 1. 2. 5. nilai dan maknanya. Filsafat adalah pengetahuan tentang non empirik dan nonekspirmental diperoleh manusia melalui usaha 2. filsafat mencoba membedakan sesuatu dalam bentuk sintesis yang menjelaskan dan mencari makna sesuatu secara keseluruhan. 6. Ilmu berhubungan dengan lapangan yang terbatas. nilai-nilai dan semua pengalaman. Ilmu meneliti alam. sedangkan filsafat hanya tertarik kepada bagian-bagian yang nyata. BAB IV KESIMPULAN Ruang lingkup filsafat adalah segala sesuatu lapangan pikiran manusia yang amat luas. dari organisme menjadi organ-organ.

terbatas. sementara filsafat tidak terikat pada satu ketentuan dan tidak mau terkurung hanya pada ruang dan waktu dalam pembahasan dan penyelidikan tentang hakikat sesuatu yang menjadi objek dan materi bahasannya. pengamatan. Sedangkan agama merupakan wujud kebenaran dan keselamatan manusia untuk hidup di dunia dan akhir. Keberadaan filsafat berbeda dengan ilmu. Objek pemikiran filsafat yaitu dalam ruang lingkup yang menjangkau permasalhan kehidupan mausia. Ilmu adalah kumpulan pengetahuan mengenai suatu kenyataan yang tersusun sistematis dari usaha manusia yang dilakukan dengan penyelidikan. Ilmu ingin mengetahuai sebab dan akibat dari sesuatu. . dan percobaan 3. Agama adalah kebenaran yang bersumber dari wahyu Tuhan mengenai berbagai hal kehidupan manusia dengna lingkungannya. Filsafat adalah pengetahuan tentang non empirik dan nonekspirmental diperoleh manusia melalui usaha 2. Dapat dikatakann bahwa perbedaan filsafat dengan ilmu dan agama yaitu sbb : 1. alam semesta dan alam sekitarnya adalah juga objek pemikiran filsafat pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful