HILDA MIZANTHI 170110090015 EKOLOGI ADMINISTRASI GOOD GOVERNANCE  Governance, yang diterjemahkan menjadi tata pemerintahan, adalah penggunaan

wewenang ekonomi, politik dan administrasi guna mengelola urusan-urusan negara pada semua tingkat.  Mengandung makna tata kepemerintahan yang baik, pengelolaan pemerintahan yang baik, penyelenggaraan pemerintahan yang baik, penyelenggaraan negara yang baik ataupun administrasi negara yang baik.    Penerapan prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas diakui sebagai landasan awal bagi terwujudnya tata kepemerintahan yang baik secara umum Suatu gagasan dan nilai untuk mengatur pola hubungan antara pemerintah, dunia usaha swasta, dan masyarakat. Menurut dokumen United Nations Development Program (UNDP), tata pemerintahan atau good governance adalah penggunaan wewenang ekonomi politik dan administrasi guna mengelola urusan-urusan negara pada semua tingkat. Tata pemerintahan mencakup seluruh mekanisme, proses dan lembaga-lembaga dimana warga dan kelompok-kelompok masyarakat mengutarakan kepentingan mereka, menggunakan hak hukum, memenuhi kewajiban dan menjembatani perbedaan-perbedaan diantara mereka.  Secara konseptual pengertian good (baik) dalam istilah Good Governance (kepemerintahan yang baik), mengandung dua pemahaman : 1. Nilai-nilai yang menjunjung tinggi keinginan/kehendak rakyat dan nilai-nilai yang dapat meningkatkan kemampuan rakyat dalam mencapai tujuan nasional, kemandirian, pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial; 2. Aspek-aspek fungsional dari pemerintahan yang efisien dan efektif dalam pelaksanaan tugasnya untuk mencapai tujuan dimaksud  Good governance menunjuk pada suatu penyelenggaraan negara yang bertanggung jawab serta efektif dan efisien dengan menjaga kesinergisan interaksi konstruktif diantara institusi negara/pemerintah (state), sektor swasta/dunia usaha (private sector) dan masyarakat (society).

6. memiliki suara dalam pembuatan keputusan dalam pemerintahan. Ketanggapan (responsiviness). yang berarti bahwa berbagai upaya lembaga dan prosedurprosedur harus ditujukan untuk melayani stakeholder secara baik dan aspiratif. strategi. Prinsip Akuntabilitas dalam Good Governance 2. 3. Partisipasi. Semua warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan dan mempertahankan kesejahteraan. 4. Efektifitas dan efisiensi. ditampilkan dengan tersedianya akses dan informasi yang memadai pada setiap proses penyusunan dan implementasi kebijakan publik. prinsip-prinsip good governance atau tata kepemerintahan yang baik meliputi: 1. Kerangka hukum harus adil dan dilaksanakan tanpa pandang bulu. Kesetaraan (equity). 5. tujuan dan dukungan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. Good governance menjadi perantara kepentingan-kepentingan yang berbeda untuk kemudian diambil pilihan terbaik untuk kepentingan yang lebih luas dan mencakup semua. terutama terkait dengan hak-hak asasi manusia. serta persamaan di depan hukum. Transparansi yang dibangun atas dasar kebebasan informasi. 7. Hukum (rule of law). 2. menurut Bank Dunia (World Bank) good governance adalah cara kekuasaan digunakan dalam mengelola berbagai sumberdaya sosial dan ekonomiuntuk pengembangan masyarakat Prinsip-Prinsip Tata Pemerintahan Yang Baik (Good Governance): Prinsip-prinsip utama yang melandasi good governance: 1. hak dan kewajiban. Prinsip Transparansi dalam Good Governance 3. Bappenas RI juga mengajukan 14 prinsip-prinsip yang menunjukkan tata kepemerintahan yang baik atau good governance yaitu: 1. Prinsip Partisipatif dalam Good Governance Menurut UNDP. 2. . Berorientasi pada konsensus. yaitu terkait dengan penggunaan sumber-sumber daya secara tepat guna dan berdaya guna. Keterbukaan dan transparansi. Wawasan ke depan (Visionary) yang menunjukkan adanya kejelasan dan ketepatan visi. Artinya bahwa setiap warga negara baik langsung maupun melalui perwakilan.

berkembangnya masyarakat. Efisien dan efektif. 9. 10. . 11. kesempatan yang sama untuk setiap warga negara untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan berdasarkan konsensus.3. Kemitraan dengan dunia usaha swasta dan masyarakat. dan berkualifikasi di bidangnya. Partisipasi masyarakat. ditampilkan dengan kebebasan dalam menyampaikan aspirasi dan berorganisasi. Komitmen pada pengurangan kesenjangan. 7. 13. 4. tersedianya layanan untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat dan bagaimana mekanisme tindak lanjutnya. Profesionalisme dan transparansi. taat azas. kreatif dan inovatif. ditampilkan dengan kejelasan pembagian tugas dan wewenang dalam pengelolaan pemerintahan negara. Komitmen pada lingkungan hidup. Akuntabilitas. terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan yang tepat guna dan berdaya guna. 5. 14. yaitu tidak ada monopoli. Daya tanggap (responsiveness). Supremasi hukum. dengan indikasi kesesuaian pelaksanaan program dan kebijakan dengan standar prosedur pelaksanaan kebijakan. Desentralisasi. 6. Demokrasi. Komitmen pada pasar yang fair. 8. ditampilkan dengan kepastian dan penegakan hukum dan sanksi bagi pelanggarnya. 12. ditampilkan dengan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat dan tersedianya fasilitas-fasilitas untuk masyarakat yang tidak mampu. ditampilkan adanya penyelenggaraan pemerintahan negara secara partisipatif dan metode pengambilan keputusan berdasarkan konsensus bersama. dan kompetisi yang sehat. ditampilkan dengan kinerja yang baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful