PERCOBAAN II REAKSI UJI PROTEIN

A. TUJUAN : Diharapkan dapat memahami metode identifikasi protein secara kualitatif

B. PRINSIF DASAR

:

Protein berasal dari bahasa Yunani protos, yang berarti “yang paling utama”. Protein merupakan senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung komposisi rata-rata unsur kimia yaitu karbon 50%, hidrogen 7%, oksigen 23%, nitrogen 26%, dan kadang kala sulfur 0-3% serta fosfor 0-3%. Protein merupakan komponen utama sel hewan dan manusia. Proses kimia dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik karena adanya enzim, suatu protein yang berfungsi sebagai biokatalisator. Disamping itu hemoglobin dalam butir-butir darah atau eritrosit yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh, adalah salah satu jenis protein. Terdapat ikatan kimia lain dalam protein yaitu ikatan hidrogen, ikatan hidrofob, ikatan ion/ikatan elektrostatik, dan ikatan van der Waals. Protein dapat tidak stabil terhadap beberapa faktor yaitu pH, radiasi, suhu, medium pelarut organik, dan detergen. Protein dapat diperoleh dari makanan yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani, sedangkan yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati. Beberapa makanan sumber protein adalah daging, telur, susu, ikan, beras, kacang, kedelai, gandum, jagung, dan buah-buahan. Tumbuhan membentuk protein dari CO2, H2O dan senyawa nitrogen. Hewan yang makan tumbuhan mengubah protein nabati menjadi protein hewani. Disamping digunakan untuk pembentukan sel-sel tubuh, protein juga dapat digunakan sebagai sumber energi apabila tubuh kekurangan karbohidrat dan lemak. Uji protein dengan metode identifikasi protein secara kualitatif dapat menggunakan prinsif :  Uji Biuret : pembentukan senyawa kompleks koordinat yang berwarna yang dibentuk oleh Cu²‡ dengan gugus –CO dan –NH pada ikatan peptida dalam larutan suasana basa.

01 M 2.02 M 3. PENGENDAPAN DENGAN GARAM Alat : 1.     Pengendapan dengan logam : pembentukan senyawa tak larut antara protein dan logam berat. larutan jenuh (NH4)2 SO4 . Larutan protein (gelatin dan albumin) 2. PENGENDAPAN DENGAN LOGAM Alat : 1. UJI BURET Alat : 1. gelas ukur Bahan : 1.2 M 3. Tabung reaksi 2. : perubahan pada suatu protein akibat dari kondisi lingkungan yang : perubahan bentuk yang ireversibel dari protein akibat dari pengaruh : pembentukan senyawa tak larut antara protein dan : pembentukan senyawa tak larut antara protein dan C. Timbal asetat 0. larutan protein (gelatin dan albumin) 3. larutan protein (gelatin dan albumin) 2.5 N 2. Tabung reaksi 2. gelas ukur Bahan : 1. ALAT DAN BAHAN 1. Merkuri (III) klorida (HgCl2) 0. pipet tetes 3. batang pengaduk Bahan : 1. larutan tembaga sulfat (CuSO4) 0. Natrium hidroksida 2. pipet tetes 3. Denaturasi protein sangat ekstrim. Pengendapan dengan garam ammonium sulfat Pengendapan dengan alcohol alcohol Uji koagulasi pemanasan. pipet tetes 3. Tabung reaksi 2.

1 M 4.4. Tabung reaksi 2. reagen uji Buret 4. stopwatch 5. Etil alcohol 95 % 5. batang pengaduk Bahan : 1. stopwatch 5. pH meter Bahan : 1. gelas ukur Bahan : 1. Larutan albumin 2. pipet tetes 3. gelas ukur 4. Reagen Millon 4.1 M . Tabung reaksi 2. gelas ukur 4. Buffer asetat 5 M 3. Buffer asetat pH 4. pipet tetes 3. pipet tetes 3. air 6. DENATURASI PROTEIN Alat : 1. Natrium hidroksida 0.1 M 5. Asam asetat 1 M 2.7 (1 M) 3. gelas ukur 3. UJI KOAGULASI Alat : 1. thermometer 6.1 M 4. reagen millon 4. kertas saring 5. Asam klorida 0. larutan protein (gelatin dan albumin) 3. NaOH 0. HCl 0. Larutan albumin 2. Tabung reaksi 2. PENGENDAPAN DENGAN ALKOHOL Alat : 1.

CARA KERJA / PROSEDUR 1. UJI BIURET 2.2 M 3. PENGENDAPAN DENGAN LOGAM Diulangi percobaan dengan melakukan Pb asetat0. PENGENDAPAN DENGAN GARAM .D.

4. PENGENDAPAN DENGAN ALKOHOL Disiapkan3 tabung reaksi Tabung Larutan albumin Buffer asetat pH 4.7 (5M) 1 5 ml 1 ml 2 5 ml - 3 5 ml - .

1 M Etil alcohol 95 % 6 ml 1 ml 6 ml 1 ml 6 ml 5.1 M NaOH 0.HCL 0. UJI KOAGULASI 6. DENATURASI PROTEIN Tabung Larutan albumin 1 9 ml 2 9 ml 3 9 ml .

Pada kedua tabung yang berisi larutan gelatin tersebut ditambahkan 5 tetes HgCl2 0. masing-masing sebanyak 3 ml. HASIL PENGAMATAN 1. yang lebih cepat bereaksi adalah larutan albumin yang ditambahkan HgCl2.1 M NaOH 0.01 M setetes demi tetes samapi timbul warna pada larutan protein tersebut (gelatin & albumin).2 M. UJI BIURET 1 ml - 1 ml 1 ml - 3 ml larutan protein (gelatin & albumin) pada tabung reaksi.1 M E. lalu ditambahkan dengan 1 ml natrium hidroksida 2. 2 tabung reaksi yang berisi larutan gelatin. supaya dapat dibandingkan larutan mana yang lebih cepat bereaksi. Sedangkan warna pada larutan albumin setelah ditambahkan 5 tetes HgCl2 0.01 M yang diaduk. 2. yang mulanya albumin berwarna putih bening kental sebelum ditambahkan larutan Pb asetat 0. warna larutan albumin berubah menjadi ungu tetapi tetap terdapat endapan. Saat penambahan larutan HgCl2 dan Pb asteat pada kedua larutan albumin. Kemudian setelah ditambahkan tembaga sulfat 0.5 N pada larutan gelatin tidak terjadi apa-apa.7 (5M) HCL 0. sedangkan pada tabung kedua ditambahkan 5 tetes Pb asetat 0. saat . saat penambahan larutan HgCl2 dan Pb asetat pada kedua larutan albumin tersebut secara bersamaan. masing-masing sebanyak 3 ml. PENGENDAPAN DENGAN LOGAM 2 tabung reaksi yang berisi larutan albumin. ditambahkan larutan tembaga sulfat 0.2 M menjadi berwarna putih keruh.5 N pada larutan protein tersebut (gelatin & albumin) dengan dikocok. Pada kedua tabung yang berisi larutan albumin tersebut ditambahkan 5 tetes HgCl2 0. sedangkan pada tabung kedua ditambahkan 5 tetes Pb asetat 0. Kemudian pada larutan protein (gelatin & albumin) tersebut juga ditambahkan setetes larutan tembaga sulfat 0. sebelumnya gelatin berwarna kuning agak jernih sedangkan warna albumin (putih telur) putih bening kental. Dan setelah ditambahkan 1 ml natrium hidroksida 2.2 M pada tabung pertama.Buffer asetat pH 4.01 M pada larutan protein (gelatin & albumin).2 M pada tabung pertama. sedangkan pada larutan albummin (putih telur) terdapat endapan.2 M menjadi putih yang mulanya albumin berwarna putih bening kental sebelum ditambahkan larutan HgCl2.2 M. Dan pada larutan albumin setelah ditambahkan Pb asetat 0. sedangkan pada larutan gelatin menjadi tetap berwarna kuning tetapi agak lebih jernih dan tidak terdapat endapan.2 M.

dan warna endapannya . lapisan tengah terdapat endapan putih keruh. yaitu pada lapisan atas berwarna bening. dengan cara : larutan protein (gelatin & albumin) ditambahkan sedikit garam kedalam larutan tersebut dan diaduk. Dan sedangkan pada larutan albumin setelah ditambahkan garam dan ammonium sulfat terdapat 3 lapis pada larutan. Sedangkan pada uji endapan dari larutan gelatin yang ditambahkan garam dan ammonium sulfat tersebut dengan difiltrat yang ditambahkan dengan NaOH yaitu hasil yang didapat adalah warna keruh pada larutan (belum larut) kemudian ditambahkan juga dengan CuSO4. kemudian ditambahkan juga sedikit ammonium sulfat dan diaduk lagi. 3. dan pada lapisan bawah terdapat endapan putih. yang mulanya gelatin berwarna kuning bening sebelum ditambahkan larutan Pb asetat 0.2 M menjadi berwarna bening juga. Sedangkan pada uji endapan dari larutan gelatin yang ditambahkan garam dan ammonium sulfat tersebut dengana air yaitu menjadi larut. Hasil saring yang berupa endapan putih dari larutan gelatin yang ditambahkan dengan garam dan ammonium sulfat tersebut kemudian ditambahkan dengan reagen millon. larutan menjadi larut.penambahan larutan HgCl2 dan Pb asetat pada kedua larutan gelatin tersebut secara bersamaan. dan hasil yang didapat yaitu endapan tidak larut dalam reagen millon. Hasil saring yang berupa endapan putih dari larutan albumin yang ditambahkan dengan garam dan ammonium sulfat tersebut kemudian ditambahkan dengan reagen millon. Pada kedua larutan protein (gelatin & albumin) yang sudah jenuh setelah ditambahkan garam dan ammonium sulfat kemudian disaring dengan kertas saring. dan hasil yang didapat yaitu larutan berwarna kuning dan didalamnya terdapat gelembung yang naik keatas. serta diatasnya juga terdapat busa. PENGENDAPAN DENGAN GARAM 5 ml larutan protein (gelatin & albumin) dijenuhkan dengan ammonium sulfat. Sedangkan warna larutan gelatin sebelumnya berwarna kuning bening. yang lebih cepat bereaksi adalah larutan gelatin yang ditambahkan HgCl2.2 M menjadi bening yang mulanya gelatin berwarna kuning bening sebelum ditambahkan larutan HgCl2. Setelah ditambahkan garam dan ammonium sulfat pada larutan gelatin terdapat 2 lapis larutan pada tabung reaksi yaitu pada lapisan atas berwarna kuning dan lapisan bawah terdapat endapan putih. Sedangkan warna pada larutan gelatin setelah ditambahkan 5 tetes HgCl2 0. Dan pada larutan gelatin setelah ditambahkan Pb asetat 0. supaya dapat dibandingkan larutan mana yang lebih cepat bereaksi.2 M. Yang sebelumnya larutan albumin berwarna putih bening kental. Saat penambahan larutan HgCl2 dan Pb asteat pada kedua larutan gelatin.

cincin pertama agak lebih tipis sedangkan cincin kedua agak lebih putih keruh. 4. terjadi reaksi pada larutan albumin yang ditambahkan asam asetat yaitu seluruh larutan setelah dipanaskan menjadi endapan putih susu.1 M 1 ml. pada tabung pertama yang berisi larutan albumin ditambahkan dengan Buffer aetat pH 4. reaksi yang di dapat setelah penambahan HCl pada larutan albumin yaitu warnanya tetap putih keruh.adalah orange muda. reaksi yang didapat pada larutan tersebut adalah terdapat 2 lapisan pada larutan.1 M 1 ml. reaksi yang didapat pada larutan tersebut adalah warna larutan putih keruh dan terdapat 2 cincin putih ditenggah-tengah larutan. Pada tabung yang kedua berisi larutan albumin ditambahkan dengan HCl 0. Pada endapan yang ditambahkan dengan air terjadi reaksi . Kemudian endapan tersebut ada yang ditambahkan dengan air ada juga yang ditambahkan dengan reagen millon. larutan menjadi berwarna biru jernih. Kemudian pada larutan tersebut juga ditambahkan larutan etil alcohol 95 % sebanyak 6 ml.7 (5 M) pada larutan albumin tidak reaksi apa-apa pada lerutan. Kemudian pada larutan tersebut ditambahkan larutan etil alcohol 95 % sebanyak 6 ml. reaksi yang didapat setelah penambahan NaOH pada larutan albumin yaitu larutan tetap berwarna putih keruh. 5. PENGENDAPAN DENGAN ALKOHOL Disiapkan 3 tabung reaksi yang masing-masing diisi dengan larutan albumin sebanyak 5 ml. Sedangkan pada uji endapan dari larutan albumin yang ditambahkan garam dan ammonium sulfat tersebut dengan difiltrat yang ditambahkan dengan NaOH yaitu hasil yang didapat adalah warna larutan lebih jernih. dan lapisan bawah berwarna keruh. Kemudian pada larutan tersebut ditambahkan juga larutan etil alkohl 95 % sebanyak 6 ml. setelah ditambahkan Buffer asetat pH 4. yaitu larutan tetap berwarna putih keruh. lapisan tengah berwarna putih keruh. kemudian ditamahkan 2 tetes asam asetat 1 M dan dipanaskan selama 5 menit. Sedangkan pada uji endapan dari larutan albumin yang ditambahkan garam dan ammonium sulfat tersebut dengana air yaitu menjadi larut.7 (5 M) sebanyak 1 ml. dan reaksi yang didapat pada larutan tersebut adalah terdapat 3 lapisan pada larutan yaitu pada lapisan atas berwarna jernih. UJI KOAGULASI 5 ml larutan protein (albumin) didalam tabung reaksi. lapisan atas berwarna jernih dan lapisan bawah agak keruh. Pada tabung yang ketiga berisi larutan albumin ditambahkan dengan NaOH 0. kemudian ditambahkan juga dengan CuSO4.

telur sebagai sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain.1 M pada larutan albumin. reaksi yang di dapat setelah penambahan NaOH pada larutan albumin yaitu warnanya tetap putih keruh. Kemudian pada larutan tersebut juga di panaskan selama 15 menit dan reaksi yang terjadi pada larutan terebut adalah seluruh bagian larutan berwarna putih susu padat. Sedangkan pada endapan yang ditambahkan reagen millon terjadi reaksi pada larutan yaitu larutan berwarna bening tetapi terdapat gumpalan berwarna merah pada tengah-tengah larutan. Dibandingkan larutan albumin pada tabung yang pertama. dan reaksi yang terjadi yaitu terdapat 2 lapisan pada larutan. terutama pada uji biuret adalah albumin dan gelatin. setelah dipanaskan terjadi reaksi yaitu pada larutan terdapat 2 lapisan. lapisan atas berwarna bening kuning dan lapisan bawah berwarna putih susu padat. setelah ditambahkan HCl 0. PEMBAHASAN 1. Setelah larutan tersebut didinginkan lalu ditambahkan dengan Buffer asetat pH 4. 6. kandungan asam amino paling lengkap . pada tabung pertama yang berisi larutan albumin ditambahkan dengan HCl 0. DENATURASI PROTEIN Disiapkan 3 tabung rekasi yang berisi larutan albumin masing-masing sebanyak 9 ml. lapisan atas berwarna putih keruh dan lapisan bawah terdapat endapan putih padat.5 (5 M) 1 ml. Albumin didapat dari larutan putih telur. Pada larutan ini juga lebih larut saat diaduk.7 (5 M) 10 ml. lapisan atas berwarna bening dan lapisan bawah berwarna putih susu. Kemudian larutan tersebut dipanakan selama 15 menit.1 M 1 ml. F. Pada tabung yang kedua berisi larutan albumin ditambahkan dengan NaOH 0. Kemudian larutan tersebut dipanaskan selama 15 menit. setelah dipanaskan terjadi reaksi yaitu pada larutan terdapat 2 lapisan.pada larutan yaitu terjadi 2 lapisan pada larutan.7 (5 M) 10 ml dan reaksi yang terjadi yaitu terdapat 2 lapisan. reaksi yang didapat setelah penambahan Buffer asetat yaitu pada larutan albumin tetap berwarna putih keruh. lapisan atas berwarna keruh dan lapisan bawah terdapat endapan putih. yaitu larutan tetap berwarna putih keruh. lapisan atas berwarna bening dan lapisan bawah berwarna putih susu. UJI BIURET Larutan yang digunakan pada reaksi uji protein. Pada tabung yang ketiga berisi larutan albumin ditambahkan dengan Buffer asetat pH 4.1 M sebanyak 1 ml. Setelah larutan tersebut didinginkan lalu ditambahkan dengan Buffer asetat pH 4.

pengemulsi. Padahal untuk membuktikan reaksi positif adanya peptida (penyusun protein) akan terbentunya warna ungu saat ditambahkan larutan tembaga sulfat pada larutan. tempe. Dari 10 asam amino essensial yang dibutuhkan tubuh. dll. Pada percobaan biuret ini yaitu yang pertama larutan protein (gelatin & albumin) ditambahkan larutan natrium hidroksida 2. hanya lebih agak bening dari larutan semula. Telur kaya fosfor dan besi. sehingga larutan tidak berwarna ungu. Selain itu telur juga mengandung vitamin B kompleks. Gelatin kering mengandung kira-kira 84 – 86 % protein. dan pemerkaya gizi. tetapi kandungan kalsiumnya rendah. tidak terjadi perubahan warna pada larutan gelatin setelah ditambahkan larutan tembaga sulfat yaitu warna larutannya tetap berwarna kuning benih. sebagai zat pengental. atau mungkin juga ada kesalahan teknis saat percobaan. ayam. 8 – 12 % air dan 2 – 4 % mineral. serta vitamin dan D. gelatin mengandung 9 asam amino essensial. penstabil. yang mulanya albumin berwarna putih kental. pelapis tipis. larutan tembaga sulfat yang . Setelah ditambahkan natrium hidroksida 2. Sedangkan terjadi perubahan warna pada larutan albumin setelah ditambahkan tembaga sulfat dan dikocok yaitu warna larutan menjadi berwarna ungu dan warna ungu tetap tidak hilang walaupun ditambahkan larutan tembaga sulfat setetes demi tetes dan kemudian di kocok. yeitu merupakan sumber protein yang baik. Untuk membuktikan adanya peptida pada protein (albumin). tahu. kadarnya sekitar 14%. Kandungan asam amino proteinnya sangat lengkap. membuat produk menjadi elastis. sedangkan pada albumin terdapat endapan putih di dalam larutan. yang mulanya larutan tersebut berwarna putih terdapat endapan. daging. pembentuk busa. satu asam amino essensial yang hampir tidak terkandung dalam gelatin yaitu triptofan. Nilai gizi telur sangat lengkap. sehingga dari tiap butir telur akan diperoleh sekitar 8 gram protein. Sedangkan pada protein (gelatin) biasanya diperoleh dari bahan yang kaya akan kolagen seperti tulang sapi dan dimanfaatkan sebagai cangkang kapsul.5 N pada gelatin yaitu tidak terjadi reaksi apa-apa tetap berwarna kuning bening. Penambahan larutan natrium hidroksida pada larutan protein tersebut yaitu sebagai katalis yang berfungsi untuk menghancurkan atau memecahkan protein. pengikat air. serta masih terdapat endapan putih.5 N yang kemudian diaduk. yaitu dengan penambahan larutan tembaga sulfat pada larutan albumin.dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan. Gelatin sangat penting dalam rangka diversifikasi bahan makanan. Kemudian ditambahkan juga dengan larutan tembaga sulfat pada masing-masing larutan protein tersebut (gelatin & albumin). penggumpal. hal ini bisa disimpulkan bahwa larutan gelatin tersebut tidak mengandung peptida. karena nilai gizinya yang tinggi yaitu terutama akan tingginya kadar protein khususnya asam amino dan rendahnya kadar lemak.

serin. dan treonin tidak memberikan reaksi untuk uji biuret. Larutan protein yang ditambahkan HgSO4 lebih cepat bereaksi karena apabila protein direaksikan dengan logam akan terjadi ikatan lebih kuat dan itu yang menyebabkan terjadi reaksi lebih cepat. supaya dapat dibandingkan larutan mana yang lebih cepat bereaksi. 2. Dari percobaan diatas. larutan protein (albumin) juga diperlakukan percoban yang sama seperti pada larutan gelatin. Selain larutan gelatin. hal ini menandakan bahwa ikatan peptidanya kuat. dan yang lebih bereaksi adalah larutan albumin yang ditambahkan HgCl2. sedangkan pada albumin yang ditambahkan PbSO4 berwarna putih keruh. Reaksi uji biuret ini memberikan hasil yang positif akibat pembentukan senya kompleks Cu 2+ gugus CO dan NH dari suatu rantai peptida dalam suasana basa. Pada percoban larutan sampel yang memberikan hasil uji positif adalah albumin. warna albumin yang ditambahkan HgCl2 yaitu putih. Dan hal ini juga terjadi karena tetapan disosiasi HgCl2 lebih besar daripada PbSO4. tabung pertama ditambahkan HgCl2 dan tabung kedua ditambahkan PbSO4. Warna semula laruta albumin yaitu putih kental. penambahan larutan HgCl2 dan PbSO4 pada larutan albumin secara bersamaan. supaya dapat dibandingkan larutan mana yang lebih cepat bereaksi. Warna semula laruta gelatin yaitu kuning bening. HgCl2 akan terionisasi dan lebih banyak dalam bentuk Hg2+ sehingga protein lebih . saat larutan protein ditambahkan tembaga sulfat yaitu warna ungunya akan memudar saat dikocok. dapat dibuktikan saat penambahan larutan tembaga sulfat setetes demi tetes dan dikocok larutan tetap berwarna ungu. yaitu 2 tabung yang berisi larutan albumin. sedangkan pada gelatin yang ditambahkan PbSO4 juga bening. Dipeptida dari asam-asam amino histidin. masing-masing larutan protein (albumin & gelatin) yang ditambahkan HgSO4 lebih cepat bereaksi dibandingkan PbSO4. sehingga akan mempengaruhi logam berat terhadap larutan protein. PENGENDAPAN DENGAN LOGAM Pada percobaan pengendapan dengan logam. Yang menandakan positif adanya protein yaitu terdapat ikatan peptida lebih banyak. karena apabila ikatan peptinya lemah. sedangkan polipeptida merupakan penyususn protein. penambahan larutan HgCl2 dan PbSO4 pada larutan gelatin secara bersamaan. Pada saat ditambahkan ke dalam larutan protein. yaitu 2 tabung yang berisi larutan gelatin. dan yang lebih bereaksi adalah larutan gelatin yang ditambahkan HgCl2. warna gelatin yang ditambahkan HgCl2 yaitu bening. pada tabung pertama ditambahkan HgCl2 dan tabung kedua ditambahkan PbSO4.bersifat basa bereaksi dengan polipeptida.

Sehingga pada saat penambahan ammonium sulfat. dan Pb. Cu. PENGENDAPAN DENGAN GARAM Yang dilakukan pada percobaan ini adalah protein (gelatin & albumin) dijenuhkan dengan amonium sulfat. Ion-ion yang dapat membentuk endapan logam dengan protein antara lain adalah Ag. dan lapisan bawah terdapat endapan putih. endapan putih itu adalah endapan garam yang tidak larut akibat ditambahkan dengan ammonium sulfat. Jumlah endapan yang dihasilakan dipengaruhi oleh kereaktifan logam berat yang ditambahkan. Hal ini terjadi karena ammonium sulfat memiliki tingkat kelarutan yang lebih tinggi daripada protein. sehingga akan terjadi denaturasi. lapisan tengah berwarna putih keruh. ditambahkan amonium sulfat dan juga diaduk lagi sehingga tertinggal sedikit garam. Sedangkan pada larutan gelatin setelah ditambahkan amonium sulfat terdapat 3 lapisan pada larutan. lapisan atas berwarna bening. Selain gugus –COOH dan gugus –NH2. Dengan cara ditambahkan logam. dan difiltrat juga dengan uji biuret. Co. Pada endapan garam yang dilarutkan dengan air yaitu . Fe. Mn. dilarutkan menggunakan reagen Millon. Zn. secara bersama gugus –COOH dan gugus –NH2 yang terdapat pada protein dapat bereaksi dengan ion logam berat dan dapat membentuk senyawa kelat. diaduk sampai larut. lapisan atas berwarna kuning dan lapisan bawah terdapat endapan putih. Ikatan yang amat kuat dari reaksi protein yang ditambahkan dengan HgCl2 akan memutuskan ikatan jembatan garam. Hg. peristiwa pemisahan protein ini disebut salting out. Pada masing-masing larutan protein tersebut (gelatin & albumin) terdapat endapan putih dilapisan bawah.cepat bereaksi dengan Hg2+ tersebut dan menghasilkan endapan dalam jumlah yang lebih banyak ketimbang pengendapan oleh logam PbSO4 yang memiliki tetapan disosiasi lebih kecil dari Hg. ammounium sulfat akan melarut dalam air/pelarutnya dan mendesak protein keluar. kembali dalam bentuk solidnya sehingga terbentuklah protein yang terendapkan. Ca. 3. Pada larutan gelatin setelah ditambahan amonium sulfat ini terjadi 2 palisan pada larutan. Dan endapan putih tersebut juga di saring menggunakan kertas saring. kemudian masing-masing hasil saring dari protein tersebut (gelatin & albumin) dilarutkan menggunakan air. Tujuan dilakukan percobaan ini adalah mengetahui sifat garam pada pengaruh larutan protein amonium sulfat (garam anorganik). Gugus –SH pada molekul akan bereaksi dengan dengan ion Hg. gugus –R pada molekul asam amino tertentu dapat pula mengadakan reaksi dengan ion atau senyawa lain. Logam Hg lebih reaktif daripada logam Pb karena merupakan logam transisi pada sistem periodik.

dan reaksi yang didapat pada larutan tersebut adalah terdapat 3 lapisan pada larutan yaitu pada lapisan atas berwarna jernih. Sedangkan pada endapan putih gelatin yang ditambahkan amonium sulfat dilarutkan dengan reagen millon terjadi reaksi pada larutan. Sedangkan pada endapan albumin yang difiltrat dan ditambahkan NaOH. karena sifat garam yang hidrofobik. garam akan menyerap air sehingga garam mudah larut dalam air. yang akan membentuk garam merkuri dengan pereaksi millon. yaitu endapan belum larut dan setelah ditambahkan CuSO4 larutan menjadi bening.7 (5 M). sehingga terjadi kompetisi antara garam anorganik dengan molekul protein untuk mengikat air. Kemudian pada larutan tersebut ditambahkan juga larutan etil alkohl 95 %. PENGENDAPAN DENGAN ALKOHOL 3 tabung reaksi yang masing-masing diisi dengan larutan albumin. Prinsif reagen millon itu sendiri bembentukan garam merkuri dari tirosin yang ternitrasi. yaitu menjadi larutan jernih dan setelah ditambah CuSO4 larutan berubah menjadi berwarna biru. padahal mulanya endapan tersebut berwarna putih. dan kemudian juga ditambahkan dengan CuSO4. diketahui bahwa protein albumin mengandung Tirosin sebagai salah asam amino penyusunnya. yaitu larutan tetap berwarna putih keruh. serta terdapat busa pula. 4. Dari hasil percobaan. ini berarti juga masih ada protein dalam larutan yang belum terendapkan sempurna dengan penambahan garam amonium sulfat tersebut. pada tabung pertama yang berisi larutan albumin ditambahkan dengan Buffer aetat pH 4. Tirosin merupakan asam amino yang mempunyai molekul fenol pada gugus R-nya. hasil endapan protein yang ditambahkan dengan amonium sulfat juga di filtrat dengan ditambahkan NaOH.semua endapan larut. Pada hasil endapan albumin yang ditambahkan amonium sulfat dilarutkan dengan reagen millon yaitu endapan tidak larut pada reagen millon dan endapannya berwarna orange. Bila garam netral yang ditambahkan berkonsentrasi tinggi. Selain dilarutkan dalam air dan reagen millon. Warna biru inilah yang menjunjukan bahwa masih ada ikatan peptida dalam larutan. Pengendapan terus terjadi karena kemampuan ion garam untuk mengdehidrasi. Karena garam anorganik lebih menarik air maka jumlah air yang tersedia untuk molekul protein akan berkurang. Pada endapan gelatin yang difiltrat dan ditambahkan NaOH. maka protein akan mengendap. setelah ditambahkan Buffer asetat pH 4. jadi saat garam dilarutkan pada air.7 (5 M) pada larutan albumin tidak reaksi apa-apa pada lerutan. Tirosin memiliki molekul fenol pada gugus Rnya. lapisan tengah . sedangkan gelatin tidak. yaitu larutan tersebut berwarna kuning dan didalamnya terdapat gelembung yang naik keatas.

lapisan atas berwarna jernih dan lapisan bawah agak keruh. sehingga pada suasana tertentu mampu membentuk endapan. Pada pH buffer asetat 4.1 M. UJI KOAGULASI Larutan protein (albumin) didalam tabung reaksi. protein tidak terendapkan oleh alkohol pada suasana basa karena pH nya terlampau jauh dari titik isoelektrik protein. Pada tabung yang ketiga berisi larutan albumin ditambahkan dengan NaOH 0.1 M. Bisa terdapat endapan pada larutan albumin karena terjadi denaturasi. dan lapisan bawah berwarna keruh.berwarna putih keruh. reaksi yang didapat pada larutan tersebut adalah warna larutan putih keruh dan terdapat 2 cincin putih ditenggah-tengah larutan. sehingga akan membentuk endapan lebih banyak. 5.7 dan pH albumin 4. terjadi reaksi pada larutan albumin yang ditambahkan asam asetat yaitu . cincin pertama agak lebih tipis sedangkan cincin kedua agak lebih putih keruh. Albumin yang ditambahkan HCl juga menghasilkan endapan. Kemudian pada larutan tersebut ditambahkan larutan etil alcohol 95 %. reaksi yang di dapat setelah penambahan HCl pada larutan albumin yaitu warnanya tetap putih keruh. namun dengan kuantitas yang lebih sedikit. Dan berfungsi juga untuk menurunkan konstanta dielektrik pada larutan sehingga gaya tarik-menarik antar molekul jadi semakin kuat. Protein juga disebut ampoter karena pada ujung rantai protein terdapat gugus asam amino dan karboksilat. Pada tabung yang kedua berisi larutan albumin ditambahkan dengan HCl 0. reaksi yang didapat setelah penambahan NaOH pada larutan albumin yaitu larutan tetap berwarna putih keruh. Kemudian pada larutan tersebut juga ditambahkan larutan etil alcohol 95 %.8 hal inilah yang membuat ikatannya lebih cepat.7 paling banyak menghasilkan endapan.5-4. Sebaliknya.dan gugus negatif yang ada pada larutan sehingga terbentuk endapan pada suasana asam. Kemudian alkohol akan mengkondisikan gugus positif pada asam amino untuk bereaksi dengan gugus negatif yang ada dalam larutan. kemudian ditamahkan asam asetat 1 M dan dipanaskan. Tujuan reaksi pengendapan dengan alkohol pada reaksi diatas yaitu untuk mengetahui pengaruh alkohol terhadap larutan protein. ini terjadi karena gugus positif pada protein berikatan dengan gugus Cl. reaksi yang didapat pada larutan tersebut adalah terdapat 2 lapisan pada larutan. Albumin yang ditambah larutan penyangga (buffer) pH 4. sehingga mudah larut tetapi susah larut dalam lemak. hal ini terjadi karena pH tersebut merupakan titik isoelektrik protein sehingga endapan yang terbentuk merupakan jumlah yang paling maksimal.

Pada hal ini terjadi proses denaturasi karena terjadi endapan. DENATURASI PROTEIN Denaturasi protein dapat diartikan sebagai suatu perubahan terhadap struktur sekunder. lapisan atas berwarna putih keruh dan lapisan bawah terdapat endapan putih padat. Apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan protein akan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan.1 M.7 (5 M). Setelah larutan tersebut didinginkan lalu ditambahkan dengan Buffer asetat pH 4.1 M pada larutan albumin. tersier. Denaturasi terjadi karena terpecahnya ikatan hidrogen. dan terbentuknya lipatan molekul protein. Protein yang mengandung tirosin akan memberikan hasil positif. lapisan atas berwarna keruh dan lapisan bawah terdapat endapan putih. interaksi hidrifobik. dan reaksi yang terjadi yaitu terdapat 2 lapisan pada larutan. reaksi yang di dapat setelah penambahan NaOH pada larutan albumin yaitu warnanya tetap putih keruh. Pada pengujian denaturasi protein ini yaitu 3 tabung rekasi yang berisi larutan albumin masing-masing pada tabung pertama yang berisi larutan albumin ditambahkan dengan HCl 0.5 hal inilah yang membuat ikatan lebih cepat. Pereaksi millon pada larutan tersbut adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat. Kemudian endapan tersebut ada yang ditambahkan dengan air ada juga yang ditambahkan dengan reagen millon. ikatan garam. Pada tabung yang kedua berisi larutan albumin ditambahkan dengan NaOH 0. karena terbentuknya senyawa merkuri dengan gugus hidroksifenil yang berwarna. setelah dipanaskan terjadi reaksi . lapisan atas berwarna bening dan lapisan bawah berwarna putih susu. yaitu larutan tetap berwarna putih keruh. Pada endapan yang ditambahkan dengan air terjadi reaksi pada larutan yaitu terjadi 2 lapisan pada larutan. 6. dan kuarterner molekul protein tanpa terjadinya pemecahan ikatan-ikatan kovalen. Pada dasarnya reaksi ini positif untuk fenol-fenol. setelah ditambahkan HCl 0. Kemudian larutan tersebut dipanaskan selama.seluruh larutan setelah dipanaskan menjadi endapan putih susu. setelah dipanaskan terjadi reaksi yaitu pada larutan terdapat 2 lapisan. Pada pH buffer 4.1 M. Kemudian larutan tersebut dipanakan. Sedangkan pada endapan yang ditambahkan reagen millon terjadi reaksi pada larutan yaitu larutan berwarna bening tetapi terdapat gumpalan berwarna merah pada tengah-tengah larutan. dan membentuk endapan lebih banyak.5 dan pH albumin 4. Uji Koagulasi ini adalah denaturasi protein akibat panas dan alkohol.

lapisan atas berwarna bening dan lapisan bawah berwarna putih susu. G. Endapan yang paling banyak dihasilkan oleh HCl. Pada pH diatas titik isolistrik protein bemuatan negatif. dan yang paling sedikit pada NaOH. yang kemungkinan mengalami gangguan.7 (5 M) dan reaksi yang terjadi yaitu terdapat 2 lapisan. .7 yang sama dengan pH albumin yaitu 4. Pada struktur protein tersier terdapat empat jenis interaksi yang membentuk ikatan pada rantai samping seperti ikatan hydrogen. ikatan disulfide dan interaksi hidrofobik non polar. sedangkan dibawah titik isolistrik. Titik isolisrtik pada albumin adalah pH 4. Buffer asetat menghasilkan endapan karena memiliki pH 4.5-4. Kemudian pada larutan tersebut juga di panaskan selama dan reaksi yang terjadi pada larutan terebut adalah seluruh bagian larutan berwarna putih susu padat. sehingg tidak bergerak kearah elektroda positif maupun negatif. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada protein albumin. sedangkan dalam suasana basa akan membentuk ion negatif .yaitu pada larutan terdapat 2 lapisan. lapisan atas berwarna bening kuning dan lapisan bawah berwarna putih susu padat. Pada larutan ini juga lebih larut saat diaduk. Dibandingkan larutan albumin pada tabung yang pertama. asam amino yang mendominasi adalah asam amino yang bersifat asam.9. Pada tabung yang ketiga berisi larutan albumin ditambahkan dengan Buffer asetat pH 4.5-4. setiap protein mempunyai isolistrik yang berbeda-beda. Titik isolistrik protein mempunyai arti penting karena pada umumnya sifat fisika dan kimia erat hubungannya dengan pH isolistrik. protein yang larut dalam air akan membentuk ion yang mempunyai muatan positif dan negatif. KESIMPULAN  Pembentukan warna ungu diperoleh dari Cu yang bersifat basa bereaksi dengan polipeptida .9. reaksi yang didapat setelah penambahan Buffer asetat yaitu pada larutan albumin tetap berwarna putih keruh. pada titik isolistrik protein mempunyai muatan psitif dan negatif yang sama. Denaturasi protein meliputi ganguan dan kerusakan yang mungkin terjadi pada struktur sekunder dan sruktur tersier protein. protein bermuatan positif.5 (5 M). jembatan garam. apabila ditempatkan diantara dua elektroda tersebut. Dalam suasana asam molekul protein akan membentuk muatan positif. Denaturasi yang umum ditemukan adalah proses presipitasi dan koagulasi protein seperti asam amino. berdasarkan percobaan albumin berdenaturasi lebih banyak pada penambahan HCl. Setelah larutan tersebut didinginkan lalu ditambahkan dengan Buffer asetat pH 4.

Universitas Indonesia: Jakarta  Wirahadikusummah. Titin. terlihat dari perubahan warna menjadi ungu. 2009. dan denatursi protein semuanya terdapat endapan pada uji biuter larutan protein albumin yang menunjukan reaksi positif. ITB: Bandung   http://www.com/doc/29227046/Praktikum-Kimia-UJI-PROTEIN . karena tetapan disosiasi HgCl2 lebih besar daripada PbSO4. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada protein albumin. 1985. dengan melihat ada dan tidaknya ikatan peptida pada larutan tersebut. Biokimia: Protein.scribd.html (4 – 11 – 2010)  http://www.  pada pengujian buret. pengendapan dengan alcohol..7 akan banyak menghasilkan endapan. Dan yang lebih cepat bereaksi adalah larutan yang ditambahkan Hg. M. pengendapan dengan garam.  Protein terendapkan oleh logam berat seperti Pb dan Hg.5-4. karena pH tersebut merupakan titik isolistrik protein sehingga endapan yang terbentuk merupakan jumlah yang paling maksimal.9 yang ditambah larutan penyangga (buffer) pH 4.scribd.com/doc/29526024/Laporan-BIOKIM-4 (4 .com/doc/29525949/Laporan-Praktikum-BIOKIM-3 (4 – 11 – 2010)  http://www. asam amino yang mendominasi adalah asam amino yang bersifat asam.  Albumin yang mempunyai pH 4. koagulasi.blogspot. Enzim.scribd. pengendapan dengan logam. H. DAFTAR PUSTAKA  Poedjiadi.   Protein akan terkoagulasi oleh pemanasan albumin berdenaturasi lebih banyak pada penambahan HCl.2010) http://andiscientist.com/2010/08/uji-identifikasi-protein. dan Asam Nukleat. anna dan Suprianti. Uji biuret merupakan pengujian umum terhadap kandungan protein.11 . Dasar-Dasar Biokimia.

com/2009/10/reaksi-uji-protein.blogspot.com/2012/03/laporan-praktikum-biokimia-reaksi-uji.html .html (4 – 11 – 2010) http://nissakhoiriah.(4 – 11 – 2010)  http://meboubhbrouk.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful