Surat Al-Ikhlas

L/O/G/O

Muwashafat yang ingin dicapai
SALIMUL AQIDAH 1. Tidak berhubungan dengan jin 2. Tidak meminta tolong kepada orang yang berlindung kepada jin 3. Tidak menghadiri majlis dukun dan peramal 4. Mengimani rukun iman

3.Muwashafat yang ingin dicapai • 1. 4. SHAHIHUL IBADAH Hafal surat Adh-dhuha sampai An-Naas Komitmen dengan wirid tilawah harian Berdoa pada waktu-waktu utama Menjauhi dosa besar Merutinkan dzikir pagi hari Merutinkan dzikir sore hari Dzikir kepada Allah swt dalam setiap keadaan Menutup hari-harinya dengan bertaubat dan beristighfar . 6. 5. 7. 8. 2.

Membaca satu juz tafsir Alquran (juz 30) Rasm . • 1. 3. MATINUL KHULUQ Tidak Takabbur MUTSAQAFUL FIKRI Baik dalam membaca dan menulis Memperhatikan hukum-hukum tilawah Mengkaji marhalah Makkiyah dan menguasai karakteristinya 4.Muwashafat yang ingin dicapai • 1. 2.

‫‪Alur Materi‬‬ ‫د‬ ‫حُ‬ ‫هللا األَ َ‬ ‫د‬ ‫مُ‬ ‫صَ‬ ‫هللاُ ال َّ‬ ‫هللاُ َ‬ ‫يلِدْ‬ ‫م َ‬ ‫لْ‬ ‫وَ‬ ‫هللا َ‬ ‫لدْ‬ ‫يْ‬ ‫م ُ‬ ‫لْ‬ ‫كنْ َ‬ ‫هللا َ‬ ‫ه ُ‬ ‫يُ‬ ‫لُ‬ ‫د‬ ‫حُ‬ ‫وا أَ َ‬ ‫كفُ ً‬ ‫م َ‬ ‫لْ‬ ‫صِ َ‬ ‫ف ُ‬ ‫هللا‬ ‫ات ِ‬ .

• Surat ini merupakan surat Makiyyah dan termasuk surat Mufashol. (At Ta‟rif bi Suratil Qur‟anil Karim) • Surat ini dinamakan Al Ikhlas karena di dalamnya berisi pengajaran tentang tauhid. Al Iman. .Pendahuluan • Surat Al Ikhlas ini terdiri dari 4 ayat. Oleh karena itu. surat ke 112. diturunkan setelah surat An Naas. At Tauhid. surat ini dinamakan juga Surat Al Asas. dan masih banyak nama lainnya. Qul Huwallahu Ahad.

dinamakan Al Ikhlash karena surat ini berbicara tentang ikhlash. Yang kedua. .Ada dua sebab kenapa surat ini dinamakan Al Ikhlash. dinamakan Al Ikhlash karena surat ini murni membicarakan tentang Allah.Yang pertama.

… [lalu disebutkanlah surat ini]‟(Aysarut Tafasir. . At Ta‟rif bi Suratil Qur‟anil Karim. ‟Katakanlah kepada yang menanyakan tadi. ‟Sebutkan nasab atau sifat Rabbmu pada kami?‟.Asbabun Nuzul • Surat ini turun sebagai jawaban kepada orang musyrik yang menanyakan pada Rasulullah saw. Maka Allah berfirman kepada Nabi Muhammad saw. 1502). Tafsir Juz „Amma 292). • Juga ada yang mengatakan bahwa surat ini turun sebagai jawaban pertanyaan dari orang-orang Yahudi (Jami‟ul Bayan fi Ta‟wilil Qur‟an.

. Konsekuensi dari semua itu adalah ikhlas beribadah kepada Allah dan ikhlas menghadap kepada-Nya saja. Surat ini juga mengukuhkan keesaan Allah. 2.Kandungan surat 1. tiada yang menyerupai dan tandingan-Nya. Ia merupakan prinsip pertama dan pilar utama Islam. Dia sendiri yang dituju untuk memenuhi semua kebutuhan. Surat ini merupakan surat yang menegaskan tentang ketauhidan dan pensucian nama Allah Ta'ala. yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. tiada sekutu bagi-Nya.

sedang surat Al-Falaq memerintahkan agar semata-mata kepada-Nya lah orang memohon perlindungan dari segala macam celaan dan cobaan . Surat Al-Ikhlash mengemukakan bahwa tauhid dalam Islam adalah tauhid yang semurni-murninya.  Hubungan surat Al-Ikhlas dengan surat sesudahnya: Surat Al-Ikhlash menegaskan kemurniaan keesaan Allah SWT.Hubungan surat  Hubungan surat Al-Ikhlas dengan surat sebelumnya: Surat Al-Lahab mengisyaratkan bahwa kemusyrikan itu tak dapat dipertahankan dan tidak akan menang walaupun para pendukung-pendukungnya bekerja keras.

Kemudian Rasulullah saw bersabda. ”Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya. (Bukhari no.Keutamaan surat Al-Ikhlas 1. 6643) . sesungguhnya surat ini sebanding dengan sepertiga Al Qur’an”. Surat Al Ikhlas Setara dengan Tsulutsul Qur’an (Sepertiga Al Qur’an) Hal ini berdasarkan hadits : َّ ‫ُو‬ ْ ‫جالً َي‬ َ ، ‫ها‬ ٌ‫ح‬ ُ‫د‬ ِّ ‫ُر‬ ْ ُ‫رأ ُ ) ق‬ ُ ‫ر‬ ُ ‫ر‬ ٍ ‫عي‬ ‫فلَمَّا‬ ِ‫س‬ ِ‫س‬ َ‫د‬ َ ‫د(ي‬ َ َ‫َّللا ُ أ‬ َ‫له‬ َ‫ق‬ َ ‫ع‬ َ‫م‬ َ ً‫جال‬ َ َّ‫د أَن‬ َ ‫بى‬ َ ِ َ‫عنْ أ‬ َ ‫ر‬ َ‫ف‬ َ‫و‬ َ‫ذ‬ َ – ‫َّللا – صلى َّللا عليه وسلم‬ ُ َ‫ك ل‬ َّ‫كأَن‬ ِ َّ ‫ُول‬ َ ،‫ه‬ َ ِ‫ذل‬ َ‫ك‬ َ ‫ء إِلَى‬ َ ‫جا‬ َ ‫ح‬ َ ‫أَصْ َب‬ ِ ‫رس‬ ْ ‫ذى َن‬ َ‫ف‬ َ ‫ها‬ َ ‫ل َي َت‬ ُ ‫رسُو‬ ُ َّ‫الر‬ ‫سى‬ ِ ‫ف‬ ِ َّ‫وال‬ ِ َّ ‫ل‬ َ – « ‫َّللا – صلى َّللا عليه وسلم‬ َ ‫ل‬ َ ‫قا‬ َ ُّ‫قال‬ َ ‫ج‬ ُ ‫ل‬ ْ ‫ث‬ َ ُ ‫ثل‬ َّ ِ‫ه إ‬ ُ ‫د‬ »‫آن‬ ِ ْ‫ها لَ َتع‬ ِ‫د‬ ِ ‫ب َي‬ َ‫ن‬ ِ ْ‫القُر‬ ِ Dari Abu Sa’id (Al Khudri) bahwa seorang laki-laki mendengar seseorang membaca dengan berulang-ulang ’Qul huwallahu ahad’. orang yang mendengar tadi mendatangi Rasulullah saw dan menceritakan kejadian tersebut dengan nada seakan-akan merendahkan surat al Ikhlas. Tatkala pagi hari.

”Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al Qur’an. ”Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al Qur’an dalam semalam?” Mereka mengatakan. ْ ْ‫ر‬ ‫َّللا‬ ‫ُو‬ ‫ه‬ ‫ل‬ ‫ق‬ ” : ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ق‬ ‫آن‬ ‫ق‬ ‫ال‬ ‫ث‬ ‫ل‬ ‫ث‬ ‫أ‬ ‫ر‬ ‫ق‬ ‫ي‬ ‫ْف‬ ‫ي‬ ‫ك‬ ‫و‬ ‫وا‬ ‫قال‬ َ َ َ َ َ َ ُ ِ َ ُ ْ ُ ُ َ ٌ ْ‫ر‬ ْ‫ع‬ ‫آن‬ ‫ق‬ ‫ال‬ ‫ث‬ ‫ل‬ ‫ث‬ ‫ل‬ ُ ‫د‬ ‫ي‬ “ ‫د‬ ‫ح‬ ‫أ‬ ِ َ َ ِ Dari Abu Darda’ dari Nabi saw.Begitu juga dalam hadits: َ َّ َّ ْ‫ر‬ -‫صلى َّللا عليه وسلم‬.ِّ‫بى‬ ‫ن‬ ‫ال‬ ‫ن‬ ‫ع‬ ‫ء‬ ‫َا‬ ‫د‬ ‫د‬ ‫ال‬ ‫ى‬ ‫ب‬ َ َ ِ ِ ِ ِ ‫عنْ أ‬ َ َ َ َ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ُ َ َ َ َ ُ ْ‫ر‬ ْ ْ‫ن‬ ْ‫ع‬ ٍ ‫آن‬ ‫ق‬ ‫ال‬ ‫ث‬ ‫ل‬ ‫ث‬ ‫ة‬ ‫ل‬ ‫ي‬ ‫ل‬ ‫ى‬ ‫ف‬ ‫أ‬ ‫ر‬ ‫ق‬ ‫ي‬ ‫أ‬ ‫م‬ ‫ك‬ ‫د‬ ‫ح‬ ‫أ‬ ‫ز‬ ‫ج‬ ‫ي‬ ِ َ َ َ َ َ ‫قا‬ ْ ِ ‫ل«أ‬ ِ ُ ُ َّ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ َ َ َ ».” (Muslim no. 1922) . Beliau saw bersabda.”Bagaimana kami bisa membaca seperti Al Qur’an?” Lalu Nabi saw bersabda.

7375 dan Muslim no. mereka menceritakan hal ini pada Nabi saw. Beliau saw lantas berkata: َ ‫غ‬ َ َِِّ‫سلُُيُ أل‬ ‫ك‬ ُ َ‫ء َٔصْ ى‬ َ ِ ‫رل‬ ٍّ ْ ‫ش‬ َ ”Tanyakan padanya. َّ ‫ن‬ ْ َ‫أ‬ َّ َ‫خبِشَُيُ أ‬ ًُُّ‫ُحب‬ ِ ٔ َ‫َّللا‬ ”Kabarkan padanya bahwa Allah mencintainya. beliau mengatakan bahwa Nabi saw mengutus seseorang kepada seorang budak.’ Tatkala para sahabatnya kembali.” (Bukhari no. dia pun menjawab. ْ َ‫ن أ‬ ْ َ‫حبُّ أ‬ ‫شأَ بٍَِا‬ َ‫ق‬ ِ ُ‫َأَوَا أ‬ ِ ‫ألَوٍََّا‬ َ ،‫ه‬ َ ْ‫صفَةُ الشَّح‬ ِ ‫م‬ ”Surat ini berisi sifat Ar Rahman. 813) .2. Membaca surat Al Ikhlash sebab mendapatkan kecintaan Allah Dari ’Aisyah. Oleh karena itu aku senang membacanya.” Rasulullah saw lantas bersabda. kenapa dia melakukan seperti itu?” Mereka pun menanyakannya. Budak ini biasanya di dalam shalat ketika shalat bersama sahabat-sahabatnya sering mengakhiri bacaan suratnya dengan ’Qul huwallahu ahad.

Beliau pun menyingsingkan lengan baju dan mulai mengajak manusia kepada tauhid dan beribadah kepada Allah yang Esa. "Katakan. Satu perbuatan dan selain-Nya tidak memiliki perbuatan seperti perbuatan-Nya. 'Dialah Allah yang Esa. "Berita ini benar karena didukung oleh kejujuran dan bukti yang jelas." Katakan kepada mereka. َّ ‫ُو‬ ‫د‬ ٌ‫ح‬ َ َ‫هللاُ أ‬ َ ‫قُلْ ه‬ .Tafsir ayat 1 Allah Maha Esa "Katakan. Dialah Allah yang Esa. ya Muhammad. Sifat-Nya satu dan selain-Nya tidak memiliki sifat yang sama dengan sifat-Nya." Inilah prinsip pertama dan tugas utama yang diemban Nabi saw. 'Dialah Allah yang Esa. Oleh karena itu di dalam surat ini Allah memerintahkan beliau agar mengatakan. Dzat Allah satu dan tiada berbilang.

Kata ( ْ‫– )قُل‬artinya katakanlah-. Adhwaul Bayan) . َّ ُ  Al Qurtubhi mengatakan bahwa (‫حذ‬ َ َ‫َّللاُ أ‬ َ ٌُ ْ‫ )قُل‬maknanya adalah: ْ ُ‫ال‬ ََ ََ ََ ََ َ ْ‫ز‬ َ ‫َل‬ َ ‫َل‬ ُ ‫اح‬ ْ ِ ‫شب‬ ‫ْك‬ َ ٔ‫ش‬ َ ‫ص‬ َ ‫َل‬ َ ٕ‫ظ‬ ِ َ‫َل و‬ ِ َّ‫ ال‬،ُ‫تش‬ ِ ُ‫ال‬ َ ‫َلَذ‬ َ ‫َل‬ َ ،َ‫احبَة‬ َ ‫ْش‬ َ ،ًَُ‫ًَٕ ل‬ َ ِ ‫ذ‬ ِ ‫ش‬ Al Wahid Al Witr (Maha Esa). sebelumnya diawali dengan huruf ‘waw’ kemudian diganti ‘hamzah’. tidak memiliki istri ataupun anak. Perintah ini ditujukan kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan juga umatnya.  Asal kata dari (‫حذ‬ َ َ‫ )أ‬adalah (‫َحْ ذ‬ َ ). tidak ada yang sebanding dengan-Nya. (Al Jaami’ liahkamil Qur’an. dan tidak ada sekutu baginya. tidak ada yang serupa denganNya.

Bahkan selainNya butuh kepada-Nya. Maha Agung Allah dan penuh berkah semua nikmat-Nya. Semua makhluk perlu berlindung kepada-Nya di saat sulit dan krisis mendera.Tafsir Ayat 2 Allah tempat bergantung Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. .” َّ ‫د‬ ُ‫م‬ َ‫ص‬ َّ ‫هللاُ ال‬ Artinya tiada sesuatu pun di atas-Nya dan Dia tidak butuh kepada sesuatu pun.

tempat makhluk menyandarkan segala hajat pada-Nya. Ash Shomad bermakna: ‫أوً الذائم‬ Allah itu Maha Kekal. Ash Shomad bermakna: ُ‫م‬ ‫ذ إلًٕ فٓ الحُائج‬ َ ْ‫أوً السِّٕذ الزْ ُٔص‬ Allah adalah As Sayid (penghulu).Ibnul Jauziy dalam Zaadul Masiir mengatakan bahwa makna Ash Shomad ada empat pendapat: Pertama. Ash Shomad bermakna: ‫الباقٓ بؼذ فىاء الخلق‬ Allah itu tetap kekal setelah para makhluk binasa. Keempat. . Ketiga. Kedua. Ash Shomad bermakna: ً‫أوً الزْ َل جُف ل‬ Allah tidak memiliki rongga (perut).

Dalam Tafsir Al Qur’an Al Azhim (Tafsir Ibnu Katsir) disebutkan beberapa perkataan ahli tafsir yakni sebagai berikut. Ali bin Abi Tholhah dari Ibnu Abbas mengatakan mengenai َّ ُ‫م‬ َّ ‫َّللاُ ال‬ ‫ َالحلٕم‬،ً‫ َالؼظٕم الزْ قذ كمل فٓ ػظمت‬،ً‫ َالششٔف الزْ قذ كمل فٓ ششف‬،‫ذ )ٌُ السٕذ الزْ قذ كمل فٓ سؤددي‬ َ‫ص‬ ‫ َالحكٕم الزْ قذ كمل فٓ حكمتً ٌَُ الزْ قذ كمل فٓ أوُاع الششف‬،ً‫ َالؼلٕم الزْ قذ كمل فٓ ػلم‬،ً‫الزْ قذ كمل فٓ حلم‬ . tidak ada yang setara dengan-Nya. Dia-lah Asy Syarif (Maha Mulia) yang kemuliaan-Nya sempurna. . dari Ibnu Abbas mengatakan bahwa maksud ayat ini adalah : َ ‫ذ الخ‬ ُ ِ‫ََلئ‬ ُ‫م‬ ْ َ‫ق إِل‬ ‫م‬ ٍْ َ ‫م‬ ٍْ َ ِٓ‫ً ف‬ ِٕ ِ َّ‫ال‬ ُ ْ‫زْ َٔص‬ َ ‫م‬ َ‫ح‬ ِ ِ‫سائِل‬ ِ‫ج‬ ِ ِ‫ُائ‬ ََ Seluruh makhluk bersandar/bergantung kepada-Nya dalam segala kebutuhan maupun permasalahan. Dia-lah Al Halim (Maha Pemurah) yang kemurahan-Nya itu sempurna. tidak ada yang semisal dengan-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Allah-lah –Yang Maha Suci. Dia-lah Al ‘Alim (Maha Mengetahui) yang ilmu-Nya itu sempurna. Dia-lah Al ‘Azhim (Maha Agung) yang keagungan-Nya sempurna. Dari ‘Ikrimah. Sifat-Nya ini tidak pantas kecuali bagiNya.yang Maha Sempurna dalam segala kemuliaan dan kekuasaan. Dia-lah Al Hakim (Maha Bijaksana) yang sempurna dalam hikmah (atau hukum-Nya).‫ سبحان َّللا الُاحذ القٍاس‬،‫ َلٕس كمثلً شٓء‬،‫ لٕس لً كفء‬،ً‫ ٌزي صفتً َل تىبغٓ إَل ل‬،ً‫ ٌَُ َّللا سبحاو‬،‫َالسؤدد‬ Dia-lah As Sayyid (Pemimpin) yang kekuasaan-Nya sempurna.

ayah. . Ketidak-mungkinan Allah mempunyai anak karena seorang anak biasanya bagian yang terpisah dari ayahnya. karena sebuah aksioma bahwa anak membutuhkan ayah dan ibu. anak perempuan. Tentu ini menuntut adanya pembilangan dan munculnya sesuatu yang baru serta serupa dengan makhluk. menciptakan langit dan bumi serta mewarisinya.Tafsir Ayat 3 Allah tidak melahirkan dan tidak dilahirkan ْ‫يولَد‬ ُ ‫م‬ َ ْ‫يلِد‬ َ ‫م‬ ْ َ‫ول‬ ْ َ‫ل‬ "Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan" Ini merupakan pensucian Allah dari mempunyai anak laki-laki. membutuhkan susu dan yang menyusuinya. Allah tidak mempunyai anak adalah bantahan terhadap orang-oran musyrik yang mengatakan bahwa malaikat itu anak-anak perempuan Allah. Maha Tinggi Allah dari semua itu setinggi-tingginya. atau ibu. Dia juga bukan anak sebagaimana orang-orang Nashrani mengatakan Al-Masih itu anak Allah lalu mereka menyembahnya sebagaimana menyembah ayahnya. Allah tidak membutuhkan anak karena Dialah yang menciptakan alam semesta. Sedangkan ketidak-mungkinan Allah sebagai anak. terhadap orang-orang Nashrani dan Yahudi yang mengatakan 'Uzair dan Isa anak Allah.

pen) adalah anak Allah. Kaum Yahudi mengatakan bahwa ’Uzair adalah anak Allah.” (Zadul Masiir) . Allah meniadakan itu semua.” Kalimat (‫د‬ ْ َ‫م يُول‬ َ ) maksudnya adalah tidak ْ َ ‫ول‬ disekutui. Dalam ayat ini. Demikian karena orang-orang musyrik Arab mengatakan bahwa Malaikat adalah anak perempuan Allah . Sedangkan Nashoro mengatakan bahwa Al Masih (Isa. ”Tidak beranak kemudian mendapat warisan.Kalimat (‫د‬ ْ ِ‫م يَل‬ ْ َ‫ )ل‬sebagaimana dikatakan Maqotil.

Tafsir Ayat 4 Allah tidak serupa dengan yang lainnya ُ ‫ه‬ ُ‫ي‬ ُ َ‫كنْ ل‬ ‫د‬ ٌ‫ح‬ َ َ‫وا أ‬ ً ُ ‫كف‬ َ ‫م‬ َ ْ َ‫ول‬ "Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. terhadap agama Shabi'ah yang menyembah bintang-bintang dan galaksi. bukan ayah seseorang dan bukan anaknya. Maha Tinggi Allah dari semua itu. Menggagalkan pemahaman Manaisme (AlMa‟nawiyah) yang mempercayai tuhan cahaya dan kegelapan. terhadap orang-orang musyrik Arab yang mengira selain-Nya dapat diandalkan di saat membutuhkan. surat ini membantah orang-orang musyrik Arab. juga terhadap Nasrani yang berpaham trinitas. atau bahwa Allah mempunyai sekutu. Meskipun ringkas.” Selama satu Dzat-Nya dan tidak berbilang. dan Yahudi. . Tiada yang menyerupai-Nya atau sekutu-Nya. Nashrani. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan. maka Dia tidak menyerupai makhuk-Nya.

• Maksudnya adalah tidak ada seorang pun sama dalam setiap sifat-sifat Allah. sifat. Jadi Allah meniadakan dari diri-Nya memiliki anak atau dilahirkan sehingga memiliki orang tua. dan perbuatan. (Tafsir Juz „Amma 293) • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa‟di mengatakan makna ayat: ”dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” yaitu tidak ada yang serupa (setara) dengan Allah dalam nama. . Juga Allah meniadakan adanya yang semisal dengan-Nya.

. semuanya makhluk tak terkecuali senantiasa membutuhkan Allah SWT 3. Surat Al Ikhlas ini berisi penjelasan mengenai keesaan Allah serta kesempurnaan nama dan sifat-Nya.Penutup 1. Dengan mengimani ayat ini berarti seorang muslim telah mengikhlaskan diri kepada Allah. Allah SWT. Surat Al-Ikhlas menegaskan akan ketergantungan seluruh makhluk di muka bumi ini kepada sang Penguasa. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful