P. 1
Konsep Dasar Akuntansi

Konsep Dasar Akuntansi

|Views: 7|Likes:

More info:

Published by: Putu Desy Fajar Rini on May 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2013

pdf

text

original

Nilai Bahasa

: :

Nama : Gede Adhi Sthira Suganda NPM : 1133122158

Konsep Dasar Akuntansi Konsep (prinsip) dasar yang mendasari penyusunan standar akuntansi adalah:  Prinsip biaya historis : Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya.  Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle) : Istilah pendapatan dalam prinsip ini tidak hanya pada pendapatan jumlah kas dari transaksi penjualan, namun termasuk juga pendapatan bunga, sewa, laba penjualan aktiva an lain-lain.  Prinsip mempertemukan (Matching Principle) : Maksudnya adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode.  Prinsip konsistensi : Metode dan prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten, sehingga bila terdapat perbedaan antara satu pos dua periode, perbedaan itu bukan selisih akibat penggunaan metode yang berbeda.  Prinsip pengungkapan lengkap (Full Disclosure Principle) : Maksud dari prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Pengertian dan Implikasinya Konsep dasar umumnya merupakan abstraksi atau konseptualisasi karakteristik lingkungan tempat atau wilayah diterapkannya pelaporan keuangan. Menurut Paul Grady, konsep dasar merupakan konsep yang mendasari kualitas kebermanfaatan dan keterandalan informasi akuntansi atau sebagai keterbatasan yang melekat pada statemen keuangan. (Suwardjono,2005:211). Implikasinya yaitu adanya ketentuan penyajian statement komparatif paling tidak untuk dua periode berturut-turut, dan akuntansi akan segera mengakui biaya atau rugi yang kemungkinan besar akan terjadi tetapi tidak mengantisipasi (mengakui lebih dahulu) untung atau pendapatan yang akan dating walaupun kemungkinan terjadinya besar. Cost sebagai Bahan Olahan Akuntansi Pengukur aset pada saat pemerolehan yang paling objektif adalah jumlah rupiah yang terlibat dalam transaksi pertukaran antara dua pihak independen yang sama-sama berkehendak. Jumlah rupiah tersebut akan menjadi pengukur aset yang diperoleh kesatuan usaha dan akan menjadi bahanolahan akuntansi yang disebut cost. Sudut Pandang Akuntansi Sudut pandang akuntansi ada 3:  Akuntansi sebagai Ilmu : akuntansi adalah suatu bidang yang disusun bedasarkan bukti2 transaksi yang bisa dihitung dan dipertanggungjawabkan kebenarannya.  Akuntansi sebagai Seni : akuntansi adalah suatu karya yang dilihat dari segi keindahannya.  Akuntansi sebagai Pekerjaan : suatu catatan, penggolongan, peringkasan dan laporan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->