PENGERTIAN OBESITAS Overweight adalah berat badan melebih standar berat badan menurut tinggi badan, meningkatnya otot

tubuh atau jaringan lemak atau keduanya. Obesitas adalah akumulasi jaringan lemak dibawah kulit yang berlebihan dan terdapat di seluruh tubuh. Obesitas seringkali dihubungkan dengan overweight, walaupun tidak selalu identik oleh karena obesitas mempunyai ciri ciri tersendiri. Secara klinis obesitas dengan mudah dapat dikenali karena mempunyai tanda dan gejala yang khas, yaitu: wajah membulat, pipi tembem, dagu rangkap, leher relatif pendek, dada mengembung dengan payudara yang membesar mengandung jaringan lemak, perut membuncit, kedua tungkai pada umumnya berbentuk x. Pada anak laki laki penis tampak kecil karena terkubur dalam jaringan lemak supra-pubik, pada anak perempuan indikasi menstruasi dini. TATA LAKSANA OBESITAS ANAK TUJUAN Tujuan utama tata laksana obesitas pada anak dan remaja adalah menyadarkan tentang pola makan yang berlebihan dan aktivitas yang kurang serta memberikan motivasi untuk memodifikasi perilaku anak dan orang tua. Tujuan jangka panjang adalah perubahan gaya hidup yang menetap. PENGATURAN MAKAN. a. Pada bayi. - Sebaiknya diberikan ASI eksklusif, bila menggunakan susu formula perhatikan takaran dan volume pemberian susu. - makanan padat tidak boleh diberikan kurang dari 4 bulan; bayi mulai diperkenalkan minum dengan cangkir umur 7 -8 bulan, botol mulai dihilangkan umur 1 tahun. - Pemberian sayur dan buah jangan sampai terputus. b. Anak usia pra sekolah (1 - 3 th). - Hindari makan gorengan (krupuk, keripik, dll) dan penambahan lemak untuk memasak. (mi sal : santan, minyak, margarine) - Pilih daging yang tidak berlemak. - Lebih baik gunakan margarine, keju yang rendah lemak - Hindari penambahan gula pada makanan dan minuman, pemanis buatan (mis : aspartame) bisa digunakan bila perlu. - Hindari coklat, permen, cake, biskuit, kue kue dan makanan lain sejenis. - Berikan sayuran setiap makan dan buah untuk makanan selingan. - Gunakan susu rendah lemak atau tanpa lemak. Pada usia ini (0 - 3 th) tidak perlu diberikan pengurangan kalori dari kebutuhannya, bayi/anak akan mengalami penurunan BB secara spontan sesuai dengan pertumbuhannnya. Pengurangan kalori dibawah kebutuhan jika tidak dirancang dengan baik dapat menimbulkan defisiensi zat gizi yang mungkin dapat menghambat tumbuh kembang anak yang masih pesat terutama tumbuh kembang otak. c. Anak usia sekolah (4 - 6 th). Hal hal yang dianjurkan sama dengan anak usia pra sekolah. Energi diberikan sesuai kebutuhan. Dalam keadaan yang terpaksa, misal pernafasan terganggu, susah bergerak diberikan pengurangan kalori dengan pengawasan yang ketat. d. Anak usia remaja. Target penurunan berat badan dapat direncanakan setiap kunjungan, biasanya 1 - 2 kg/ bulan. Penurunan asupan kalori diberikan bertahap sekitar 300 - 500 Kalori dari asupan makanan sehari-hari .

karena penyebab obesitas yang multifaktorial dan anak yang masih dalam taraf tumbuh kembang. yaitu mengembangkan teknik pemecahan masalah. hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak dan keluarga terhadap gizi dan kegiatan fisik b. PENUTUP Penanggulangan obesitas pada anak lebih sulit dibandingkan obesitas dewasa. lebih baik naik tanga dari pada menggunakan lift. dll. atau pesta/ pertemuan untuk menekankan agar tidak makan berlebihan. jenis olah raga : jalan. Penanggulangan obesitas anak sebaiknya dilakukan secara terapadu antara dokter anak. tennis. Lama olah raga. contoh: kebiasaan makan cepat dirubah perlahan lahan. a. Pencegahan sebaiknya dilakukan sebelum anak menjadi obesitas karena pencegahan lebih mudah daripada pengobatan. Monitor diri sendiri. pemanasan 15 menit. contoh : makan sambil menonton TV. menari. bermain videogame. a. Penelitian menapatkan bahwa kelompok anak yang orang tua ikut berpartisipasi. MODIFIKASI PERILAKU. Frekuensi olah raga 3-5 kali per minggu. misal pada waktu liburan. Makanan dihidangkan di meja. Perubahan pola makan dan peri laku hidup sehat lebih diutamakan untuk mendapatkan hasil yang menetap. Pencegahan harus dimulai sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga. Tehnik perilaku kognitif.Penurunan berat badan tidak perlu menghilangkan seluruh kelebihan berat abdan karena pertumbuhan linier masih berlangsung. c. e. ditambah 30-40 menit. f. menambah kegiatan/aktifitas fisik. e. seperti merencanakan untuk situasi dengan resiko tinggi. anak dilatih untuk memonitor asupan makan dan aktivitas fisik. . dll. psikolog dan petugas kesehatan lain. misal menonton TV. d. b. PARTISIPASI ORANG TUA. bermacam macam kejadian yang memicu keinginan makan atau makan berlebihan. berenang. Memberikan imbalan apabila anak berhasil menurunkan berat badan. sesuai dengan hobi anak. (maksimal 2 jam sehari). Orang tua adalah contoh yang terbaik bagi anak. Stimulus kontrol. basket. membaca buku. AKTIFITAS FISIK DAN OLAH RAGA. penurunan berat badan cukup sampai berat badan berada 20 % diatas berat badan ideal. d. Peran serta orang tua memegang peranan penting dalam penangan anak obesitas. Strategi: TV tidak dipasang di kamar makan. c. Perubahan perilaku. Penurunan berat badan bukanlah tujuan yang utama dalam penanganan obesitas anak. mengurangi aktifitas yang pasif. Sekurang kurangnya salah satu orang tua ikut secara intesif dalam program perawatan anak. makanan disimpan di lemari untuk meminimalkan penglihatan terhadap makanan. mengontrol besar porsi sehingga merasa puas dengan besar porsi sedang dan meminimalkan snack. misal berangkat sekolah jalan kaki. dietisien. berat badannya turun lebih banyak dan tetap stabil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful