Kenaikan Titik Didih

Kata Kunci: titik beku, titik didih Ditulis oleh Zulfikar pada 24-08-2010 Hasil eksperimen Roult menunjukan bahwa Kenaikan titik didih larutan akan semakin besar apabila konsentrasi (molal) dari zat terlarut semakin besar. Titik didih larutan akan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni. Hal ini juga diikuti dengan penurunan titik beku pelarut murni, atau titik beku larutan lebih kecil dibandingkan titik beku pelarutnya. Hasil eksperimen ini disederhanakan dalam Gambar 11.4.

Gambar 11.4. Diagram tekanan dan suhu untuk titik didih dan titik beku dari pelarut dan larutan Roult menyederhanakan ke dalam persamaan Tb = kb . m Tb = kenaikan titik didih larutan kb = tetapan kenaikan titik didih molal pelarut (kenaikan titik didih untuk 1 mol zat dalam 1000 gram pelarut) m = molal larutan (mol/100 gram pelarut) Perubahan titik didih atau ΔTb merupakan selisih dari titik didih larutan dengan titik didih pelarutnya, seperti persamaan : ΔTb = Tb – Tbº Hal yang berpengaruh pada kenaikan titik didih adalah harga kb dari zat pelarut. Kenaikan tidak dipengaruhi oleh jenis zat yang terlarut, tapi oleh jumlah partikel/mol terlarut khususnya yang terkait dengan proses ionisasinya. Untuk zat terlarut yang bersifat elektrolit persamaan untuk kenaikan titik didik harus dikalikan dengan faktor ionisasi larutan, sehingga persamaannya menjadi :

org/materi_kimia/kimia-kesehatan/sifat-koligatif-dan-koloid/kenaikan-titikdidih/ . dan harga kb air= 0.dimana n = jumlah ion-ion dalam larutan α = derajat ionisasi Contoh jumlah ion untuk beberapa elektrolit: HCl → H+ + Cl-.052oC Diketahui titik didih air adalah 100°C. zat tersebut merupakan asam kuat dengan derajat ionisasi D = 1. 0. jumlah n = 3 H3PO4 → 3 H+ + PO43-. jumlah n = 2 H2SO4 → 2 H+ + SO42-. Penyelesaian soal ini ditampilkan pada Bagan 11. jika pelarutnya air dengan harga kb = 0. m ΔTb = 0. jumlah n = 4 Agar mudah dimengerti kita ambil perhitungan kenaikan titik didih untuk zat non-elektrolit dan non elektrolit sebagai perbandingannya. C6H12O6 → C6H12O6 0.1 molal → 0. Tentukan titik didih larutan tersebut. jika pelarutnya air. Larutan gula tidak mengalami ionisasi sehingga.5. maka titik didih larutan adalah ΔTb = Tb – Tb0 Tb = 100 + 0. Tentukan titik didih larutan tersebut.52 °C/molal.chem-is-try.052 Sekarang coba kita bandingkan dengan zat yang dapat terionisasi : Sebuah larutan 0.52 . Sebuah larutan gula C6H12O6 dengan konsentrasi sebesar 0.52 °C/molal.1 molal.052 Tb = 100. di sebelah http://www.1 mola ΔTb = kb .1 molal H2SO4.1 ΔTb = 0.

Pada saat udara mempunyai tekanan 1 atm. Selisih temperatur titik beku larutan dengan titik beku pelarut murni disebut penurunan titik beku (ΔTf). Hal ini menyebabkan penurunan titik beku larutan lebih rendah dibandingkan dengan penurunan titik beku pelarut murni. dan kenaikan titik didih Selisih antara titik didih suatu larutan dengan titik didih pelarut murni disebut kenaikan titik didih larutan (ΔTb).Kenaikan titik didih (ΔTb) dan penurunan titik beku (ΔTf) Setiap zat cair pada suhu tertentu mempunyai tekanan uap jenuh tertentu dan mempunyai harga yang tetap. ΔTb = Tb larutan −Tb pelarut murni Berdasarkan gambar di atas. Zat cair akan mendidih dalam keadaan terbuka jika tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan atmosfer. Rumus di atas berlaku untuk larutan nonelektrolit. . Penurunan tekanan uap jenuh larutan yang lebih rendah dibanding tekanan uap jenuh pelarut murni menyebabkan titik didih larutan lebih tinggi daripada titik didih pelarut murni. ΔTb = m×Kf ΔTf = m×Kf Keterangan: ΔTb = kenaikan titik didih Kb = tetapan kenaikan titik didih molal ΔTf = penurunan titik beku Kf = tetapan titik beku molal m = molalitas Syarat Hukum Backman dan Raoult adalah sebagai berikut. Hukum tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut. Diagram penurunan tekanan uap. a. titik beku. maka tekanan uap jenuh air itu akan berkurang. tetapi jika dalam zat cair itu dilarutkan suatu zat. dapat dilihat bahwa tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni. air mendidih pada suhu 100°C. ΔTf = Tf pelarut murni −Tf larutan Menurut Hukum Backman dan Raoult bahwa penurunan titik beku dan kenaikan titik didih berbanding langsung dengan molalitas yang terlarut di dalamnya.

ΔTb = m × Kb = 30/60gram x 1.86 °C/m = 10 gram × 1.52 dan Kf air = 1. (Kb air = 0. Hanya berlaku untuk larutan yang sangat encer.46°C dan tetapan titik beku molal benzena 5. urea (CO(NH2)2) 30 gram dalam 500 gram air.86 °C = 18.2 °C.86 °C/m = 0.1 gram × 100 gram × 1.1 gram × 100 gram × 0.52 °C Titik didih larutan = 100 °C + 0.6 °C.86 °C/m = 0.86 °C/m = 1.52 °C/m = 0. b.52 °C/m = 0. 2. c.52 °C Titik didih larutan = 100 °C + 5. ΔTf = m × Kf = 18/180 gram x 1.2 °C = 105.000/10gram x 0. ΔTb = m × Kb = 18/180 gram x 1. Tentukan titik didih dan titik beku larutan berikut! a.000/500 gram× 0. pada larutan yang pekat terdapat penyimpangan.000/10 gram x 1.b. ΔTb = m × Kb = 30/60 gram× 1.5 gram × 2 gram × 0.86 °C b. ΔTb tidak berlaku untuk larutan yang mudah menguap.86 °C/m) Jawab: a.6 °C = –18.52 °C/m = 0.000/500 gram x 1. glukosa (C6H12O6) 18 gram dalam 10 gram air.91 °C.6 °C Titik beku larutan = 0 °C – 18.52 °C/m = 0.5 gram × 2 gram × 1. maka tentukan massa molekul relatif naftalena! Jawab: ΔTf = m × Kf .52 °C. Jika titik beku benzena 5. Titik beku larutan 64 gram naftalena dalam 100 gram benzena adalah 2. Contoh soal: 1.52 °C = 100.1 °C.

1 gram. Cairan yang dipanaskan di daerah pantai akan berbeda dengan cairan yang dipanaskan di daerah pegunungan.91 °C = 2.1°C pada tekanan 1 atm.000/p × Kb ΔTb = 100.com/2011/02/kenaikan-titik-didih-tb-dan-penurunan. Oleh karena itu.1°C 0. jika Mr gula = 342 dan Kb = 0.000 gram/100 × 5.000mL/250 × 0.1 = massa gula/342 × 1.1 °C = massa gula/342 x 2 0.1 gram Jadi.55 = 6. Tabel1. berat gula adalah 17.2/2 = 17. titik didih tergantung kepada tekanan luar yang berarti tergantung pula kepada tempat cairan itu dipanaskan. http://landasanteori.1 °C = massa gula/342 x 4 mLx 0. Berapa berat gula yang harus dilarutkan untuk menaikkan titik didih 250 mL air menjadi 100.4 gram/Mr× 1.46 °C – 2.1 °C Mr=(6.4 x 1.55 x 100 ) Mr = 128 3.55 °C 2.html Kenaikan Titik Didih Titik didih suatu cairan adalah suhu ketika tekanan uap cairan itu sama dengan tekanan luar (tekanan di atas cairan tersebut).5 °C/m 0.blogspot.000/p x Kf ΔTf = 5.5 °C/m 0. Perubahan titik didih air menurut ketinggian Lokasi Ketinggian (m) Tekanan udara rata-rata (mmHg) . Proses mendidih biasanya ditandai dengan terbentuknya gelembung gas.1 °C ):(2.1 °C × 342 = massa gula × 2 massa gula =34.000 x 5.ΔTf = massa benzena/Mr x 1.1°C – 100°C = 0.5 °C/m? Jawab: ΔTb = massa gula/Mr × 1.

Titik didih air (°C) Permukaan laut 0 760 100 Gunung Mitchel (AS) 2037 589 93 Gunung Whitney (AS) 4418 451 86 Gunung Everest (Nepal) 8882 244 71 Penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan menjadi lebih tinggi daripada titik didih pelarut murninya.Tetapan kenaikan titik didih molal adalah nilai kenaikan titik didih jika konsentrasi larutan sebesar satu molal. Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut murninya disebut kenaikan titik didih larutan. tetapi hanya bergantung pada konsentrasi larutan. Untuk larutan encer.Percobaan-percobaan menunjukkan bahwa kenaikan titik didih tidak bergantung kepada jenis zat terlarut. http://id. ensiklopedia bebas . kenaikan titik didih sebanding dengan kemolalan larutan.wikipedia.org/wiki/Titik_didih Titik didih Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

tekanan uap cairan bisa mengatasi tekanan atmospher dan membentuk gelembung di dalam massa cair. [sunting]Saturation Temperature Jika 'heat of vaporization' dan tekanan uap dari sebuah cairan pada temperature tertentu diketahui. Pada tekanan dan temperatur udara standar(76 cmHg. kPa = atmospheric pressure.Belum Diperiksa Titik didih adalah suhu (temperatur) dimana tekanan uap sebuah zat cair sama dengan tekanan external yang dialami oleh cairan. kPa = the heat of vaporization of the liquid. K . J/mol = the given temperature. Titik didih normal (juga disebut titik didih atmospheris) dari sebuah cairan merupakan kasus istimewa dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan atmospher di permukaan laut.314 J · K · mol -1 -1 = is the vapor pressure at a given temperature. Pada saat ini (per 1982) Standar Titik Didih yang ditetapkan oleh IUPAC adalah suhu dimana pendidihan terjadi pada tekanan 1 bar. Sebuah cairan di dalam vacuum akan memiliki titik didih yang rendah dibandingkan jika cairan itu berada di dalam tekanan atmosphere. 25 °C) titik didih air sebesar 100 °C. satu atmosphere. K = the ideal gas constant. Pada suhu ini. Cairan yang berada di dalam tekanan tinggi akan memiliki titik didih lebih tinggi jika dibandingkan dari titik didihnya di dalam tekanan atmosphere. 8. maka titik didih normal bisa dikalkulasi dengan menggunakan persamaan Clausius-Clapeyron : where: = the normal boiling point.

i sedangkang titik didih larutan dicari dengan persamaan.n = 2 CaCl2 -> Ca2+ + 2Cl. Ini berarti bahwa titik didih pelarut akan lebih kecil jika dibandingkan dengan titik larutan. m . 27 FEBRUARI 2012 Kenaikan Titik Didih Larutan Berlawanan dengan penurunan titik beku larutan . Sebagai contoh titik didih air murni adalah 100 C jika kita melarutkan gula atau garam dapur ke dalam air maka titik didihnya akan lebih dari 100 C. K b lebih dikenal dengan istilah “Konstanta Ebulioskopik“. Faktor Van’t Hoff (i) adalah parameter untuk mengukur seberapa besar zat terlarut berpengaruh terhadap sifat koligatif (penurunan tekanan uap. kenaikan titik didih. Untuk zat non elektrolit maka vaktor Van’t Hoffnya adalah 1 dan nonelektrolit adalah sama dengan jumlah ion yang terbentuk didalam larutan. penurunan titik beku. dan tekanan osmotik). Ebulioskopik berasal dari bahasa Yunani yang artinya “mendidih”. Untuk menghitung perubahan titik didih larutan maka kita bisa menggunakan persamaan berikut ini: ?Tb = Kb. Bagaimana Kita Mengukur Kenaikan Titik Didih Larutan? Kenaikan titik didih larutan merupakan salah satu sifat koligatif larutan . Faktor Van’t Hoff dihitung dari besarnya konsentrasi sesunguhnya zat terlarut yang ada di dalam larutan dibanding dengan konsentrasi zat terlarut hasil perhitungan dari massanya.= the natural logarithm to the base e SENIN.n = 3 . Kenaikan titik didih larutan merupakan fenomena meningkatkan titik didih suatu pelarut disebabkan adanya zat terlarut didalam pelarut tersebut. Tb = Tpelarut + ?Tb dimana : ?Tb = penurunan titik beku larutan Tb = titik beku larutan m = molalitas larutan Kb = konstanta titik beku pelarut i = Faktor Van’t Hoff Di bidang themodinamika konstanta titik beku pelarut. Untuk non elektrolit maka alfa = o dan n adalah 1 dan untuk elektrolit dicontohkan sebagai berikut: C6H12O6 -> C6H12O6 n = 1 NaCl -> Na+ + Cl. Faktor Van’t Hoff secara teori dapat dihitung dengan menggunakan rumus: i = 1 + (n-1)?) dengan ? adalah derajat ionisasi zat terlarut dan n jumlah ion yang terbentuk ketika suatu zat berada didalam larutan.

blogspot.6 gram dilarutkan dalam 500 gram air. Jadi larutan dengan tekanan uap yang lebih tinggi pada suhu tertentu akan memiliki titik didih yang lebih rendah. ΔT = Kb x⋅ m Keterangan: b ΔT = kenaikan titik didih molal Kb = tetapan kenaikan titik didih molal m = molalitas larutan Contoh Natrium hidroksida 1. besarnya kenaikan titik didih larutan sebanding dengan hasil kali dari molalitas larutan (m) dengan kenaikan titik didih molal (Kb). Titik didih cairan pada tekanan udara 760 mmHg disebut titik didih standar atau titik didih normal. Apabila sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang tinggi pada suhu tertentu. Oleh karena itu. Atau dapat dikatakan pada suhu yang sama sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang rendah.n = 5 Goelan n http://pompadanmacammacampompa. Ar O = 16.n = 4 Cu3(PO4)2 -> 3Cu2+ + 2PO43. Selisih titik didih larutan dengan titik didih pelarut disebut kenaikan titik didih ( ΔTb ). ΔTb = titik didih larutan – titik didih pelarut Menurut hukum Raoult.html 3. dari molekul yang menyebabkan cairan berada pada titik di mana cairan itu menguap. Ar Na = 23. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut sehingga kecepatan penguapan berkurang. Cairan akan mendidih ketika tekanan uapnya menjadi sama dengan tekanan udara luar.6 gram p = 500 gram . Jadi yang dimaksud dengan titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap jenuh cairan itu sama dengan tekanan udara luar (tekanan pada permukaan cairan). Hitung titik didih larutan tersebut! (Kb air = 0. tidak peduli berada di permukaan teratas atau di bagian terdalam cairan tersebut. Kenaikan Titik Didih larutan (ΔTb) Tahukah kamu bagaimana terjadinya pendidihan? Pendidihan terjadi karena panas meningkatkan gerakan atau energi kinetik.Na3PO4 -> 3Na+ + PO4. maka molekulmolekul yang berada dalam larutan tersebut mudah untuk melepaskan diri dari permukaan larutan.com/2012/02/kenaikan-titik-didihlarutan. Titik didih suatu larutan dapat lebih tinggi ataupun lebih rendah dari titik didih pelarut. maka molekulmolekul dalam larutan tersebut tidak dapat dengan mudah melepaskan diri dari larutan. kenaikan titik didih dapat dirumuskan seperti berikut. Ar H = 1) Penyelesaian: Diketahui : m = 1. Tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarutnya. bergantung pada kemudahan zat terlarut tersebut menguap.52 °Cm-1.

com/kimia-kelas-xii-3/semester-i/1-sifat-koligatif-larutan/3kenaikan-titik-didih-larutan/ .0416 °C Td = 100 °C + b ΔT = 100 °C + 0.0416 °C Jadi.52 °C = 0.000/p x Kb = 1.6 g/ 40 x 1. titik didih larutan NaOH adalah 100.wordpress.52 °Cm-1 Ditanya : Tb …? Jawab : ΔTb = m⋅ Kb = m/Mr NaOH x 1.0416 °C = 100.0416 °C http://renideswantikimia.52 °Cm-1 = 0.04 × 2 × 0.Kb = 0.000/500 g x 0.